Tag: Basuki Tjahaja Purnama

  • Ahok Ungkap Alasan Anies Tak Hadiri Kampanye Akbar Pramono-Rano

    Ahok Ungkap Alasan Anies Tak Hadiri Kampanye Akbar Pramono-Rano

    Bisnis.com, JAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyebut bahwa mantan gubernur Jakarta Anies Baswedan terdapat agenda mendesak sehingga absen dalam kampanye akbar Pramono Anung-Rano Karno.

    Ahok melanjutkan bahwa dirinya dan Anies pun belum bertemu pada Rapat Akbar Kawal TPS di Lapangan Blok S, Jakarta Selatan. Dia mengaku bahwa saat Anies hadir di agenda tersebut dirinya mempunyai kegiatan lain di Buton

    “Dia [Anies] katanya beliau ada kegiatan lain, karena kayak kemarin dia datang saya masih di Buton. Saya pun tadi pagi baru sampai jam 3 dari Buton,” katanya ditemui di Hajatan Jakarta Menyala atau Kampanye Akbar pasangan calon (paslon) nomor urut 03 Pramono Anung dan Rano Karno di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Sabtu (23/11/2024).

    Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun juga menjelaskan alasan para mantan gubernur dan wakil gubernur Jakarta yang memberikan dukungan kepada pasangan nomor urut 3 itu. Dia berharap Pramono-Rano dapat menyelesaikan permasalahan para gubernur sebelumnya.

    “Ya saya kira semua mantan gubernur banyak PR yang belum selesai kan makanya kita menaruh harapan Mas Pram ini sama Bang Rano bisa menuntaskan apa yang mantan gubernur belum sempat selesaikan, gitu aja sih,” pungkas Ahok.

    Adapun, kampanye akbar ini merupakan agenda politik terakhir dari masing-masing paslon dalam Pilkada Jakarta 2024. Selepas kampanye akbar, masa tenang akan diberlakukan pada tanggal 24 hingga 26 November. Baru pada 27 November 2024 adalah waktu pencoblosan Pilkada.

  • 8
                    
                        Anies Baswedan Tak Hadir di Kampanye Akbar Pramono-Rano, Diwakilkan Keluarga
                        Megapolitan

    8 Anies Baswedan Tak Hadir di Kampanye Akbar Pramono-Rano, Diwakilkan Keluarga Megapolitan

    Anies Baswedan Tak Hadir di Kampanye Akbar Pramono-Rano, Diwakilkan Keluarga
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Mantan Gubernur Jakarta
    Anies Baswedan
    tak tampak dalam kampanye akbar kedua calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta,
    Pramono Anung
    -Rano Karno (Bang Doel), yang bertema ‘Hajatan Jakarta Menyala’ yang berlangsung di Stadion Madya, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, pada Sabtu (23/11/2024).
    Meskipun Anies tidak hadir, Pramono Anung memastikan bahwa keluarga besar Anies hadir untuk mewakilinya.
    “Bersama kita hadir Bang Foke (Fauzi Bowo), Gubernur Jakarta yang pada waktu itu banyak membangun Jakarta. Hadir juga Pak Ahok (Basuki Tjahaja Purnama), hadir juga keluarga besar Mas Anies Baswedan,” ungkap Pramono di lokasi acara.
    Selain keluarga Anies, mantan gubernur Jakarta Sutiyoso atau akrab disapa Bang Yos, juga tampak hadir dalam kampanye ini.
    Pramono tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada partai-partai pendukung yang hadir di Stadion Madya.
    “Pada kesempatan ini, saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada partai-partai pendukung. Hadir Mas Hasto (Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto) sebagai partai pendukung utama. Hadir juga dari Hanura dan partai Ummaat, serta relawan-relawan yang memberikan dukungan,” tambahnya.
    Acara ini juga dihadiri oleh para petinggi Jakmania, yang memberikan dukungan untuk pasangan Pramono-Rano dalam Pilkada Jakarta 2024.
    “Hadir juga secara khusus Jakmania. Bang Diki, Bang Ferry yang memberikan dukungan luar biasa bagi saya dan Bang Doel. Hari ini acara kita riang gembira, tidak ada pidato yang berkepanjangan,” tutup Pramono.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Keluarga Besar Anies Baswedan hingga Ahok Hadiri Kampanye Akbar Pramono-Rano – Page 3

    Keluarga Besar Anies Baswedan hingga Ahok Hadiri Kampanye Akbar Pramono-Rano – Page 3

    Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan bahwa pilihannya untuk mendukung Pramono Anung sebagai Gubernur Jakarta bukan coba-coba. Ia mendukung Pramono karena kenal dengan sosok pria asal Kediri itu dan telah bekerja bersama selama 30 tahun.

    “Kita paham Jakarta membutuhkan gubernur yang tegas tapi stabil, tenang. Dan itu kombinasi yang dibutuhkan. Gubernur yang ungkapannya mempersatukan. Bisa berkomunikasi dengan semua, seluruh kalangan sehingga dia mengayomi semua. Nah itulah yang saya lihat ada di Mas Pram,” tutur Anies usai blusukan bareng Pramono di Kapuk, Jakarta, Jumat (22/11/2024).

    Anies juga bersyukur karena dalam program 100 hari pertamanya, Pramono Anung akan menyelesaikan permasalahan-permasalahan mendasar yang dialami warga Jakarta. Dengan begitu masyarakat kelas bawah Jakarta akan kembali lagi merasakan menjadi perhatian dan prioritas utama.

    “Saya senang Mas Pram sudah mengindentifikasi hal-hal yang urgent, hal-hal yang penting yang harus diprioritaskan dan itu yang membuat saya bersyukur,” tutur Anies.

    Menurut Anies, untuk membangun Jakarta dibutuhkan kolaborasi dengan sejumlah pihak. Ia pun menyambut baik komitmen Pramono Anung untuk berkolaborasi dengan Jakarta Plus.

    “Jakarta kota kolaborasi dan Jakarta Plus kembali dikembalikan Insyaallah itu menjadi simbol bahwa ini kota yang modern, yang maju,” kata dia.

    Ia pun berharap, Pramono dapat terpilih sebagai Gubernur Jakarta pada 27 November nanti.

    “Mudah-mudahan tanggal 27 nanti kita akan melihat hasil Mas Pram menjadi gubernur terpilih. Insyaallah,” pungkas Anies.

  • Survei Pilkada Jateng 2024 Versi Populi Center: Ahmad Luthfi Ungguli Andika Perkasa

    Survei Pilkada Jateng 2024 Versi Populi Center: Ahmad Luthfi Ungguli Andika Perkasa

    Bisnis.com, JAKARTA – Elektabilitas pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah di Pilkada 2024, Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen, mengungguli pasangan Andika Perkasa-Hendrar Prihadi.

    Melalui survei yang dilakukan oleh Populi Center pada 17-22 November 2024, elektabilitas head to head paslon Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen mencapai 57,8%, mengungguli pesaingnya Andika Perkasa-Hendrar Prihadi dengan 32,8%. Sebesar 6,8% masyarakat memilih belum memutuskan, sedangkan sebesar 2,6% menolak untuk menjawab.

    Dari sisi tingkat popularitas dari para kandidat yang ditanyakan secara terpisah memperlihatkan nama Ahmad Luthfi mendapat tingkat pengenalan tertinggi dengan 74,8%. Persentase itu mengalami peningkatan dibandingkan survei pada Mei 2024 yang tercatat sebesar 24,9%.

    Urutan selanjutnya ada Andika Perkasa dengan 71,6%, Taj Yasin Maimoen dengan 70%, dan Hendrar Prihadi dengan 44,7%.

    Kemudian, dari pengenalan keempat tokoh tersebut, Taj Yasin Maimoen menjadi tokoh yang paling disukai dengan 82,5%, disusul oleh Ahmad Luthfi 80,2%, Andika Perkasa 77,8%, dan Hendrar Prihadi 72%.

    Lebih lanjut, hasil survei Populi Center untuk elektabilitas terbuka (top of mind) calon gubernur menunjukkan bahwa elektabilitas tertinggi diperoleh Ahmad Luthfi dengan 45%, sedangkan Andika Perkasa di urutan kedua dengan 28,8%.

    Nama-nama lain yang muncul seperti Taj Yasin Maimoen, Ganjar Pranowo, Joko Widodo, Hendrar Prihadi, Basuki Tjahaja Purnama, dan lainnya mendapat angka di bawah 5%, dan sebesar 18,6% menolak menjawab.

    Sementara itu, untuk calon wakil gubernur, elektabilitas tertinggi diperoleh Taj Yasin Maimoen dengan 45,6%, diikuti Hendrar Prihadi dengan 25,3% di urutan kedua. Untuk nama-nama tokoh lain mendapat angka di bawah 2%, seperti Ahmad Luthfi 1,3%, Andika Perkasa 0,9%, dan Gibran Rakabuming Raka 0,6%. Sebanyak 24% memilih tidak menjawab pertanyaan. 

    Adapun, survei dilakukan dengan melibatkan sampel responden yang tersebar secara proporsional di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. 

    Metode pengambilan data dalam survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka (face to face interview) kepada 1.200 responden yang dipilih menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan rentang margin of error (MoE) + 2,83%, pada tingkat kepercayaan 95%. Proses wawancara dilakukan secara tatap muka menggunakan aplikasi Populi Center.

  • Berbaju Putih, Pramono-Rano Hadiri Kampanye Akbar di GBK Senayan – Page 3

    Berbaju Putih, Pramono-Rano Hadiri Kampanye Akbar di GBK Senayan – Page 3

    Mantan gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tiba di lokasi kampanye akbar pasangan calon nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (23/11/2024). Dia optimis Pramono-Rano bisa mememangi Pilkada Jakarta 2024.

    “Ya kita harapkan Mas Pram bisa menang. Pilkada kan tergantung pemilih,” kata Ahok kepada wartawan, Sabtu.

    Ahok tiba di Stadion Madya GBK pukul 09.15 WIB, dengan memakai baju bewarna oranye khas pendukung Pramono-Rano. Dia langsung disambut oleh para masyarakat yang hadir dalam kampanye akbar Pramono-Rano di Stadion Madya GBK.

    “Pak Ahok, Pak Ahok. BTP,” teriak pendukung menyambut kedatangan Ahok.Ahok lalu memasuki panggung utama kampanye akbar Pramono-Rano. Dia juga sempat meladeni para masyarakat yang ingin bersalaman dan berswafoto. 

  • Dukungan Anies sumbang tambahan suara buat Pramono Anung-Rano Karno

    Dukungan Anies sumbang tambahan suara buat Pramono Anung-Rano Karno

    dukungan mantan Gubernur DKI Jakarta itu bagaikan “durian runtuh”

    Jakarta (ANTARA) – Pengamat Politik dari Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai dukungan Anies Baswedan akan meningkatkan elektabilitas pasangan calon gubernur dan wakil gubernur (cagub-cawagub) DKI Jakarta nomor urut 1 Pramono Anung-Rano Karno.

    “Dukungan terbuka Anies Baswedan ke Pramono memang cukup memberi dampak positif pada elektabilitas Pramono, mengingat pemilih Anies merupakan kelompok berbeda, ini bisa membuat Pramono mendapatkan tambahan suara signifikan,” katanya dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

    Baca juga: Jakarta bakal berwajah Betawi di tangan Pram-Doel

    Ia bahkan menyebut dukungan mantan Gubernur DKI Jakarta itu bagaikan “durian runtuh” bagi pasangan yang populer dikenal sebagai Mas Pram dan Bang Doel.

    Selain Anies, pasangan yang diusung PDIP itu juga sudah disokong mantan Gubernur DKI Jakarta Basuka Tjahaja Purnama atau Ahok dan kelompok pendukungnya.

    “Situasi ini membuat Pramono seolah mendapat gabungan suara dari banyak kelompok, ini membuat peluang kemenangan Pramono lebih besar dibanding kandidat lain,” kata Dedi.

    Di sisi lain, dukungan mantan Presiden Jokowi kepada pasangan nomor urut 1 Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) dinilai tidak sebanding dengan dukungan dari Anies.

    Dedi menilai dukungan Jokowi lemah karena Presiden RI ke-7 itu tidak turun langsung berkampanye. Walaupun demikian, ia menilai pemilih Jokowi memang sudah ada di Ridwan sejak awal.

    Sementara itu, Ketua Umum Jaringan Pramono (Jakpram) Wisnu Permadi mengatakan pihaknya telah mempersiapkan langkah strategis untuk mengamankan dukungan “Anak Abah” kepada Pramono-Rano di Pilgub Jakarta 2024.

    Wisnu meyakini dukungan mayoritas pendukung Anies dapat memperkuat tingkat keterpilihan paslon nomor urut 3.

    “Jakpram hadir untuk menjadi rumah baru bagi para pendukung Anies yang kini melihat masa depan Jakarta ada pada kepemimpinan Pramono Anung dan Rano Karno. Saya optimis, 90 persen suara anak Abah akan memilih pasangan ini,” ujar Wisnu.

    Jakpram sendiri merupakan wadah yang menghimpun berbagai elemen masyarakat yang sebelumnya mendukung Anies Baswedan.

    Dalam struktur organisasi ini, terdapat organisasi kemasyarakatan, organisasi keumatan, hingga kelompok adat Betawi yang semuanya bekerja sama untuk memastikan kemenangan pasangan Pram dan Rano.

    Pewarta: Ade irma Junida
    Editor: Ganet Dirgantara
    Copyright © ANTARA 2024

  • Adu Pengaruh Jokowi dan Anies di Pilkada Jakarta 2024, Siapa Lebih Kuat? – Page 3

    Adu Pengaruh Jokowi dan Anies di Pilkada Jakarta 2024, Siapa Lebih Kuat? – Page 3

    Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, menilai bahwa kontestasi Pilkada Jakarta 2024 akan berlangsung sengit. Menurutnya, bukan hanya pertarungan antar kandidat yang menjadi sorotan, tetapi juga peran ‘King Maker’ di balik pasangan calon (paslon) yang bertarung.

    Adi mengungkapkan, di balik paslon nomor urut 01 Ridwan Kamil-Suswono (RIDO), terdapat dukungan dari dua tokoh besar, yakni Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi). Keduanya dianggap sebagai ‘King Maker’ utama bagi pasangan tersebut.

    Sementara itu, paslon nomor urut 02, Pramono Anung-Rano Karno, didukung oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, serta Anies Baswedan. Namun, menurut Adi, hingga saat ini Anies belum secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Pramono Anung dan Rano Karno.

    “Anies belum terlihat mendukung secara terbuka Pram-Rano. Hanya beberapa jubir saja yang bergabung dengan tim Pram-Rano. Per hari ini, belum terlihat Anies bertemu Megawati untuk menyamakan kepentingan demi memenangkan Pram-Rano. Yang jelas, the one and only, Megawati adalah ‘King Maker’ utama di sini,” ujar Adi pada Selasa (19/11/2024).

    Adi juga menambahkan bahwa dukungan Anies sejauh ini hanya disampaikan melalui perantara, salah satunya adalah Sahrin Hamid yang bertindak sebagai juru bicaranya.

    “Kalau memang benar Anies mendukung Pram-Rano, seharusnya ia menyatakan secara terbuka, ikut turun kampanye, dan menjadi juru kampanye (jurkam) untuk meyakinkan pemilihnya agar mendukung Pram-Rano,” ucapnya.

    Lebih jauh, Adi menggarisbawahi bahwa di tingkat akar rumput, pendukung Anies dan PDIP khususnya mereka yang mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)—masih sulit untuk menyatu. Luka politik dari Pilkada DKI Jakarta 2017 masih terasa, terutama akibat perbedaan ideologi yang mencolok antara kedua kubu.

    “Pemilih Anies dan Ahok pada Pilkada Jakarta 2017 lalu sangat ideologis. Tidak mudah menyatukan dua kubu pemilih yang luka hatinya masih membekas hingga saat ini. Di level elite mungkin terlihat akur, tetapi di tingkat akar rumput belum tentu,” jelas Adi.

    Ia menambahkan bahwa hingga kini belum ada titik temu yang jelas antara pendukung Anies dan Ahok untuk berdamai.

    “Pendukung Ahok sulit melupakan demo berjilid-jilid yang dilakukan oleh kelompok pendukung Anies seperti Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama dan Alumni 212, yang menuntut Ahok dipenjara karena dianggap menistakan agama,” ujarnya.

    Adi juga mencatat bahwa kelompok seperti GNPF Ulama, Alumni 212, serta sebagian besar pemilih PKS sulit untuk berdamai dengan Ahok dan pendukungnya. Begitu pula sebaliknya, pendukung Ahok juga masih enggan menerima pihak-pihak yang terlibat dalam aksi-aksi tersebut.

    Sementara itu, paslon Ridwan Kamil-Suswono tampak lebih nyaman dengan dukungan dari Prabowo dan Jokowi. Dukungan ini diprediksi akan meningkatkan elektabilitas pasangan yang diusung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM).

    Namun, menurut Adi, dukungan di media saja tidak cukup. Para ‘King Maker’ juga harus turun langsung ke lapangan untuk lebih meyakinkan pendukung mereka.

    “Endorsement elite kunci seperti Jokowi dan Prabowo sangat penting dalam meningkatkan elektabilitas calon. Ada keyakinan bahwa pemilih loyal mereka akan mengikuti arah dukungan tersebut. Tetapi, endorsement saja tidak cukup. Para elite kunci harus turun langsung bekerja, menjadi juru kampanye, dan secara aktif mengarahkan pemilihnya ke calon tertentu,” tegasnya.

    Adi mencontohkan bahwa Jokowi, yang secara terbuka mendukung Ridwan Kamil, telah menunjukkan usahanya untuk mengonsolidasikan pemilih loyalnya agar mendukung pasangan RK-Suswono.

    “Jokowi sepertinya akan turun langsung menggerakkan mesin politiknya di Jakarta demi memenangkan RK-Suswono,” tutupnya.

  • Elektabilitas Pram-Doel lebih unggul dari dua paslon lain

    Elektabilitas Pram-Doel lebih unggul dari dua paslon lain

    Jakarta (ANTARA) – Hasil survei Indopolling Network menunjukkan elektabilitas pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur (cagub-cawagub) DKI Jakarta nomor urut 3 Pramono Anung-Rano Karno (Pram-Doel) lebih unggul dibandingkan dua pasangan calon lainnya.

    Berdasarkan hasil simulasi pilihan tertutup tanpa kartu bantu, elektabilitas Pram-Doel mencapai angka 47,3 persen, diikuti pasangan nomor urut 1 Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) di angka 39,4 persen.

    Menurut Direktur Riset Indopolling Network, Dewi Arum Nawang Wungu dalam rilis hasil survei di Jakarta, Rabu, pasangan nomor urut 2 Dharma Pongrekun-Kun Wardhana dengan 3,8 persen.

    Adapun survei dengan simulasi kertas suara menunjukkan pasangan Pramono Anung-Rano Karno masih dalam tren di posisi teratas dengan 48,4 persen. Sedangkan pasangan Ridwan Kamil-Suswono di kisaran 38,4 persen.

    Menurut Arum, tingginya elektabilitas Pram-Doel disebabkan oleh fenomena “split-ticket voting” yang ditemukan terutama di kalangan pemilih PKS, Partai Golkar dan Partai Gerindra.

    Ia menyebutkan pemilih dengan latar belakang sebagai simpatisan ketiga partai politik (parpol) tersebut tampak masih lebih banyak yang mendukung pasangan nomor urut 3 itu.

    Demikian pula pemilih dari PDIP yang merupakan partai pengusung Pram-Doel. Fenomena serupa juga terjadi pada pemilih dari PKB.

    Walaupun merupakan partai pengusung calon nomor urut satu, hanya 44,0 persen pemilih PKS, 43,1 persen pemilih Golkar dan 48,3 persen pemilih Gerindra yang mendukung pasangan Ridwan Kamil-Suswono.

    “Untuk paslon nomor 02 nampak belum beranjak dari angka elektoral 4-5 persen,” katanya.

    Secara individu, elektabilitas Ridwan Kamil mencapai 36,6 persen dan Pramono Anung 35,6 persen, bersaing ketat dalam pilihan “top of mind”.

    Rangking elektabilitas individu selanjutnya, yakni Rano Karno yang mencapai 6,5 persen dan Dharma Pongrekun 3,3 persen. Sedangkan
    pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters) sebesar 18,1 persen.

    Sementara itu, pada posisi calon wakil gubernur, Rano Karno memimpin dengan elektabilitas 40,6 persen disusul oleh Suswono 25,6 persen dan Kun Wardana 2,8 persen.

    Menanggapi peningkatan elektabilitas, Juru Bicara pasangan cagub-cawagub nomor urut 3, Chico Hakim menjelaskan bahwa kenaikan tingkat keterpilihan itu ditengarai karena dukungan sejumlah tokoh, termasuk dua mantan Gubernur DKI Jakarta, yakni Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Anies Baswedan.

    “Kami mendapat dukungan dari tokoh populer seperti Pak Ahok dan Pak Anies. Mereka membawa dukungan dari simpatisan Ahokers dan Anak Abah yang menjadi kekuatan besar,” kata Chico.

    Selain dukungan tokoh, Chico mengungkapkan bahwa pasangan ini juga fokus menyasar masyarakat marginal di Jakarta.

    “Mas Pram berkomitmen untuk mendekati masyarakat yang tinggal di tempat-tempat kumuh, di balik kemewahan Jakarta. Di sanalah suara dan harapan nyata berada,” katanya.

    Survei Indopolling dilakukan pada 8-15 November 2024 dengan melibatkan 880 responden yang dipilih menggunakan metodologi “multistage random sampling”.

    Adapun “margin of error” survei pada ukuran sampel diperkirakan sebesar ±3,3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

    Pewarta: Ade irma Junida/Yamsyina Hawnan
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2024

  • Endorsement Anies Pasti Berpengaruh dan Berharga

    Endorsement Anies Pasti Berpengaruh dan Berharga

    Jakarta

    Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berpose tiga jari saat menerima kunjungan Cagub-Cawagub Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno, di kediamannya, di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Jubir Pramono-Rano, Chico Hakim, mengatakan dukungan (endorsement) Anies berpengaruh ke elektabilitas pasangan calon partai banteng moncong putih itu.

    “Pastinya berpengaruh, tadi juga disampaikan di hasil survei bahwa memang orang masih ingat, teringat dengan sumbangsih Pak Anis terhadap Jakarta yang kemudian membawa mereka lebih baik secara ekonomi. Itu artinya endorsement dari seorang Anies Baswedan juga berharga,” kata Chico di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (18/11/2024).

    Chiko mengungkapkan Ahokers, yakni pendukung mantan Gubernur Basuki T Purnama (Ahok), dan pendukung Anies sudah sejak awal Pilkada Jakarta kali ini bersatu. Dia menyebut tim Pramono-Rano merupakan 70 persen dari pendukung Anies yang disebut sebagai Anak Abah.

    “Pasti, karena memang sejak awal sebenarnya sebelum Mas Anies secara terbuka posting di media sosial sudah sekitar 70 persenan dari Anak Abah ini yang bergabung di pendukung tim Pak Anies waktu Pilpres kemarin sudah bekerja untuk kami juga. Jadi terkait pengawal TPS saksi juga banyak dari bawaan,” ujarnya.

    Sebelumnya, Pramono dan Rano bertandang ke kediaman Anies di Lebak Bulus, Jakarta Selatan pagi tadi. Dalam pertemuan, Anies berpose salam tiga jari yang identik dengan kampanye Pramono-Rano. Momen pertemuan Pramono-Rano dan Anies diunggah di akun media sosial Pramono Anung.

    “Alhamdulillah. Mengawali pagi dengan khidmat,” tulis Pramono.

    Salah satu foto menunjukkan Anies berpose salam tiga jari bersama Pramono-Rano dan tamu lainnya. Salam tiga jari identik dengan kampanye Pramono-Rano di Pilakda Jakarta.

    Para loyalis Anies kini juga berada di barisan pendukung Pramono Anung-Rano Karno. Juru bicara Anies, Sahrin Hamid, mengungkap kehadiran para loyalis di debat terakhir Pilkada Jakarta atas arahan Anies Baswedan.

    (dek/dnu)

  • Dukungan Jokowi buat RK Dinilai Buntut Kekhawatiran KIM akan Elektabilitas Pramono-Rano
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        20 November 2024

    Dukungan Jokowi buat RK Dinilai Buntut Kekhawatiran KIM akan Elektabilitas Pramono-Rano Megapolitan 20 November 2024

    Dukungan Jokowi buat RK Dinilai Buntut Kekhawatiran KIM akan Elektabilitas Pramono-Rano
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menduga, dukungan yang disampaikan Presiden ke-7 RI Joko Widodo untuk Ridwan Kamil-Suswono merupakan bentuk kekhawatiran Koalisi Indonesia Maju (KIM) terkait elektabilitas pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta nomor urut 1 itu.
    Pasalnya, menurut survei sejumlah lembaga, elektabilitas Ridwan-Suswono mulai tersalip pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno.
    “Memang ini semacam bentuk kekhawatiran. Dan kalau mereka tidak berbuat sesuatu, maka tren kenaikan (elektabilitas) Pram-Rano ini bakal terus meningkat,” kata Agung saat dihubungi, Selasa (19/11/2024).
    Agung bilang, 
    endorsement 
    atau dukungan Jokowi bisa memengaruhi pilihan warga Jakarta.
    Namun, bukan hanya Jokowi, 
    endorsement 
    Presiden Prabowo Subianto, Gubernur Jakarta periode 2014-2017 Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, serta Gubernur Jakarta periode 2017-2022 Anies Baswedan juga dinilai berpengaruh.
    “Karena kita tahu di survei Litbang
    Kompas
    sendiri
    endorse
    Pak Jokowi itu di atas 40 persen, persis seperti Pak Anies (dan) Pak Ahok,” katanya.
    Dukungan Jokowi untuk Ridwan menjelang akhir masa kampanye pilkada ini, kata Agung, juga merupakan respon atas pertemuan Pramono-Rano dengan Anies pada Jumat (15/11/2024).
    Meskipun Anies tidak secara terbuka menyatakan mendukung pasangan yang diusung PDI Perjuangan itu, sinyal dukungan terlihat jelas.
    Agung menambahkan, bagaimanapun dukungan Jokowi atau elite politik lain tetap dibutuhkan oleh Ridwan-Suswono.
    Sebab, sekecil apa pun peningkatan elektabilitas, mampu memengaruhi hasil Pilkada Jakarta 2024 yang persaingannya semakin ketat. 
    “Karena ini kan kompetisinya kompetitif ya, jadi sebesar ataupun sekecil apa pun
    endorse
    akan punya bobot elektoral yang sangat membantu bagi pasukan mana pun, termasuk RK ketika di-
    endorse
    Pak Jokowi, Pak Prabowo, dan
    kingmaker
    lainnya,” tambah Agung.
    Untuk diketahui, Jokowi secara resmi menyatakan dukungannya kepada Ridwan Kamil dan Suswono pada Pilkada Jakarta 2024.
    “Kenapa saya Ridwan Kamil, karena rekam jejak,” ujar Jokowi saat memberikan sambutan dalam pertemuan di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (18/11/2024).
    Menurut Jokowi, rekam jejak Ridwan sudah terbukti sejak dia menjabat sebagai wali kota Bandung.
    Selain itu, pengalaman Ridwan sebagai gubernur Jawa Barat juga disebut menjadi bukti kepiawaiannya sebagai pemimpin.
    Jokowi menilai, latar belakang pendidikan Ridwan dari teknik arsitektur dan tata kota menjadi alasan agar warga Jakarta memilih Ridwan.
    “Artinya, secara rekam jejak punya, secara ilmu punya. Kurang apa lagi? mau pilih yang mana lagi,” tegas Jokowi lagi.
    Adapun survei terbaru SMRC memperlihatkan, elektabilitas Pramono-Rano unggul dari dua paslon lain pada Pilkada Jakarta 2024. Menurut survei tersebut, elektabilitas Pramono-Rano mencapai 46 persen.
    Angka itu terpaut nyaris 7 persen dari Ridwan Kami-Suswono yang mencatatkan elektabilitas 39,1 persen. Sementara, tingkat keterpilihan paslon nomor urut 2 Dharma Pongrekun-Kun Wardana sebesar 5,1 persen.
    Pada survei tersebut, sebanyak 9,8 persen menyatakan belum menentukan pilihan.
    Survei SMRC ini digelar pada 31 Oktober-9 November 2024. Survei dilakukan dengan melibatkan 1.210 warga Jakarta yang sudah berumur 17 tahun atau lebih atau sudah menikah.
    Responden terpilih diwawancarai melalui tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.
    Margin of error
    survei diperkirakan sebesar kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.