Tag: Bashar al-Assad

  • Rezim Assad Tumbang, Arab Saudi Dukung Pilihan Rakyat Suriah

    Rezim Assad Tumbang, Arab Saudi Dukung Pilihan Rakyat Suriah

    Riyadh

    Arab Saudi menyatakan dukungan untuk rakyat Suriah dan pilihan mereka pada “tahap kritis” yang saat ini terjadi di negara tersebut. Dukungan Riyadh ini disampaikan setelah tumbangnya rezim Presiden Bashar al-Assad atas Suriah menyusul serangan pasukan oposisi yang ingin melengserkannya.

    “Kerajaan menegaskan dukungan terhadap persaudaraan rakyat Suriah dan pilihan mereka pada tahap kritis dalam sejarah Suriah, dan menyerukan upaya bersama untuk menjaga persatuan Suriah dan kohesi rakyatnya, dengan cara yang melindungi negara tersebut dari kekacauan dan perpecahan,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Saudi, seperti dilansir Al Arabiya, Senin (9/12/2024).

    “Kerajaan menegaskan dukungan terhadap apa pun yang dapat mewujudkan keamanan dan stabilitas Suriah dengan cara menjaga kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas wilayahnya,” tegas pernyataan tersebut.

    Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Saudi juga menyerukan komunitas internasional untuk mendukung rakyat Suriah tanpa mencampuri urusan dalam negeri mereka.

    Lebih lanjut, Riyadh menyerukan dukungan bagi Suriah “untuk membantu negara itu mengatasi kehancuran yang dialami oleh saudara-saudara rakyat Suriah selama bertahun-tahun, yang merenggut nyawa ratusan ribu orang tidak bersalah dan membuat jutaan orang mengungsi, dan di mana milisi asing memicu kekacauan di Suriah, memaksakan agenda-agenda eksternal pada rakyatnya”.

    Kerajaan Saudi menyatakan kepuasan atas “langkah-langkah positif yang diambil untuk menjamin keselamatan saudara-saudara rakyat Suriah, mencegah pertumpahan darah, dan melestarikan institusi dan sumber daya negara Suriah”.

    “Waktunya telah tiba bagi saudara-saudara rakyat Suriah untuk menikmati kehidupan yang bermartabat yang layak mereka dapatkan, berkontribusi dengan seluruh komponen mereka untuk membentuk masa depan cerah yang ditandai dengan keamanan, stabilitas, dan kemakmuran, dan bagi Suriah untuk mendapatkan kembali tempat yang selayaknya di kawasan Arab dan dunia Islam,” cetus Riyadh dalam pernyataannya.

  • Trump Tolak Ikut Campur, Biden Siap Terlibat

    Trump Tolak Ikut Campur, Biden Siap Terlibat

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyatakan pihaknya siap terlibat dalam transisi pemerintahan Presiden Suriah, Bashar al-Assad, yang kini melarikan diri ke Rusia imbas insiden pemberontakan di Suriah. Sikap Biden ini justru berbeda dengan Presiden Terpilih AS Donald Trump.

    Diketahui, masa jabatan Joe Biden akan segera berakhir pada Januari mendatang dan digantikan oleh Trump yang terpilih pada Pemilu AS 2024. Trump akan segera dilantik sebagai Presiden pada 20 Januari 2025.

    Trump melalui akun X-nya @donaldtrump, menyatakan AS tidak akan ikut campur mengenai Suriah dan membiarkan menjadi urusan Suriah. Awalnya, Trump menyoroti gerakan oposisi Suriah yang kini menguasai kota-kota di Suriah dan terkoordinasi.

    “Pejuang oposisi di Suriah, dalam gerakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, telah menguasai banyak kota, dalam serangan yang sangat terkoordinasi, dan sekarang berada di pinggiran Damaskus, jelas bersiap untuk melakukan gerakan yang sangat besar untuk menyingkirkan Assad,” kata Trump dalam akun X-nya seperti dilihat, Senin (9/12/2024).

    “Rusia, karena mereka sangat terikat di Ukraina, dan dengan hilangnya lebih dari 600.000 tentara di sana, tampaknya tidak mampu menghentikan pawai literal ini melalui Suriah, negara yang telah mereka lindungi selama bertahun-tahun,” imbuhnya.

    Sementara saat ini Rusia juga mengalami tantangan di tengah perang dengan Ukraina. Trump menilai kejadian di Suriah akibat mantan Presiden AS Barack Obama yang menolak menghormati komitmennya melindungi garis merah atau red line in the sand.

    “Di sinilah mantan Presiden Obama menolak untuk menghormati komitmennya melindungi ‘red line in the sand’, dan semua kekacauan terjadi, dengan campur tangan Rusia. Namun sekarang mereka, seperti mungkin Assad sendiri, dipaksa keluar, dan itu mungkin hal terbaik yang dapat terjadi pada mereka. Tidak pernah ada banyak manfaat di Suriah bagi Rusia, selain membuat Obama terlihat sangat bodoh,” ujarnya.

    “Bagaimanapun, Suriah memang kacau, tetapi bukan teman kita, dan Amerika Serikat tidak boleh bergabung dengan ini. Ini bukan perjuangan kita. Biarkan saja berlangsung. Jangan terlibat!” tutur Trump.

    Biden Siap Terlibat Transisi Rezim Suriah

    Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden meminta Presiden Suriah Bashar al-Assad bertanggung jawab atas pemberontakan yang terjadi di Suriah. Biden mengatakan jatuhnya rezim Assad adalah keadilan bagi rakyat Suriah.

    “Jatuhnya rezim adalah tindakan keadilan yang mendasar. Ini adalah momen bersejarah bagi rakyat Suriah yang telah lama menderita,” ujar Biden dilansir AFP, Senin (9/12).

    Biden juga merespons mengenai kaburnya Assad ke Moskow, Rusia. Biden mengatakan “Assad harus bertanggung jawab”.

    Dia menyebut AS akan terlibat dengan semua kelompok di Suriah. Dia mengklaim tujuan negaranya untuk membuat Suriah merdeka dengan konstitusi baru.

    “Kami akan terlibat dengan semua kelompok di Suriah, termasuk dalam proses yang dipimpin oleh PBB, untuk melakukan transisi dari pemerintahan Assad menuju “Suriah” yang merdeka dan berdaulat dengan konstitusi baru,” katanya.

    Lebih lanjut, Biden menyoroti sejumlah kelompok dalam pemberontakan di Suriah. Dia menyebut AS akan mengawasi ketat sebagian pemberontak itu.

    “Beberapa kelompok pemberontak yang menjatuhkan Assad memiliki catatan buruk mengenai terorisme dan pelanggaran hak asasi manusia,” kata Biden.

    Amerika Serikat telah mencatat pernyataan-pernyataan baru-baru ini yang dikeluarkan oleh para pemberontak yang menyatakan bahwa mereka telah bersikap moderat, katanya, namun memperingatkan: “Kami akan menilai tidak hanya kata-kata mereka, namun juga tindakan mereka”.

    Biden mengatakan Washington berpandangan bahwa kelompok ekstremis ISIS “akan mencoba memanfaatkan kekosongan apa pun untuk membangun kembali” dirinya di Suriah.

    “Kami tidak akan membiarkan hal itu terjadi,” katanya, seraya menambahkan bahwa pasukan AS pada hari Minggu melakukan serangan terhadap ISIS di Suriah.

    (yld/zap)

  • Atap KBRI Damaskus Terkena Peluru Nyasar, Kemenlu: Tidak Ada WNI yang Terluka

    Atap KBRI Damaskus Terkena Peluru Nyasar, Kemenlu: Tidak Ada WNI yang Terluka

    ERA.id – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Damaskus masih dalam kondisi aman meski sempat terdampak serangan di tengah keruntuhan rezim Bashar Al-Assad akibat serangan kelompok oposisi.

    “Terdapat peluru nyasar yang mengenai atap gedung KBRI dan tembus hingga ruang rapat, namun tidak ada WNI yang terluka,” demikian menurut Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kemlu RI Judha Nugraha melalui pernyataan tertulis, Minggu (8/12/2024).

    Dari 1.162 WNI yang tercatat masih bertahan di Suriah, terdapat 19 WNI pekerja migran saat ini berada di shelter KBRI Damaskus, kata Judha.

    Direktur PWNI Kemlu mengatakan, pertempuran di Damaskus yang memanas mulai Minggu pagi mulai mereda setelah Assad dipastikan melarikan diri keluar Damaskus.

    Namun, situasi keamanan masih sangat dinamis, terlebih karena sempat terjadi ledakan besar di sekitar Damaskus yang diduga berasal dari serangan udara pasukan Israel, kata dia.

    KBRI Damaskus sebelumnya memastikan bahwa semua WNI di Suriah ada dalam kondisi aman di tengah eskalasi perang saudara yang mencapai Ibu Kota Suriah. WNI di Suriah diimbau untuk senantiasa tenang, tidak bepergian dari rumah untuk sementara, dan tetap menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI.

    KBRI Damaskus juga telah menetapkan Siaga 1, status keamanan tertinggi, untuk seluruh wilayah Suriah menyusul eskalasi peperangan yang terjadi. Sebelumnya, Siaga 1 hanya diterapkan pada beberapa wilayah seperti Aleppo dan Hama.

    Rezim Bashar Al-Assad di Suriah dipastikan jatuh pada Minggu setelah pasukan militer rezimnya kehilangan kendali atas Kota Damaskus yang diserbu pasukan oposisi bersenjata sejak Sabtu.

    Pertempuran di Damaskus menjadi babak akhir dari perang saudara Suriah yang berlangsung sejak 2011. Eskalasi pertempuran antara pasukan rezim dengan kelompok oposisi pecah pada 27 November lalu dari kawasan pedesaan di barat Aleppo di Suriah utara.

    Cepatnya pergerakan kelompok oposisi mengejutkan pasukan militer Suriah, dan rezim Al-Assad pun kehilangan kendali terhadap satu per satu wilayah di negara itu, dimulai dari Idlib, Aleppo pada 30 November, dan Hama pada 5 Desember. (Ant)

  • Loyalis Assad Mengaku Kecewa tapi Lega Rezim Lama di Suriah Bubar – Halaman all

    Loyalis Assad Mengaku Kecewa tapi Lega Rezim Lama di Suriah Bubar – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Kebingungan dan ketakutan melanda komunitas Alawit yang selama ini dikenal sebagai kelompok loyalis pendukung Bashar al-Assad di Suriah.

    Hal ini terjadi setelah pada hari Minggu (8/12/2024), pemberontakan yang dipimpin kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS) mengumumkan bahwa mereka berhasil melengserkan rezim Assad melalui tayangan televisi nasional.

    Sejak kejatuhan Assad, banyak anggota komunitas Alawit yang mempertanyakan bagaimana kejatuhan rezim di Suriah bisa terjadi begitu cepat.

    Apalagi hal ini terjadi setelah bertahun-tahun banyak anggota komunitas Alawit yang gugur untuk mempertahankan tampuk kekuasaan rezim Assad.

    Menanggapi hal tersebut, para loyalis Assad pun mulai berbicara kepada media dengan nada pasrah tentang runtuhnya kekuasaan rezim lama di Suriah yang telah berlangsung selama 24 tahun

    Dikutip dari Reuters, anggota komunitas Alawit yang mayoritas penduduknya adalah Muslim Sunni tersebut memaparkan kekecewaan yang mereka rasakan setelah rezim Assad runtuh

    Salah satu dari mereka, Mohsen, mengaku dirinya bingung bagaimana pasukan Suriah menyerah tanpa memobilisasi pasukan cadangan atau tambahan dari basis pendukung utama Assad.

    “Saya tahu pasti ada banyak pria yang bersedia berperang jika diminta oleh presiden, tetapi hal itu tidak terjadi. Sebaliknya, kami melihat penarikan di mana-mana. Ini aneh,” katanya.

    Ia menambahkan bahwa penduduk desa-desa Alawit di dekat pantai telah membentuk langkah-langkah keamanan informal, dengan pos pemeriksaan di desa-desa untuk memantau siapa saja yang keluar masuk.

    Namun demikian anggota komunitas Alawit lainnya mengaku tak kaget dengan runtuhnya rezim Assad tersebut.

    Satu narasumber anonim lainnya yang ditemui di wilayah pusat Alawit antara kota pesisir Tartus dan Latakia mengaku sudah ada perpecahan dalam tubuh komunitasnya terkait loyalitas mereka kepada rezim Assad.

    Narasumber yang tak mau mengungkapkan identitasnya ke Reuters tersebut mengaku perpecahan bisa dilihat dari unjuk rasa yang meletus di Latakia, kota yang mayoritas penduduknya merupakan anggota Komuntas Alawit, 

    Bahkan perpecahan di antara komunitas Alawit tersebut menimbulkan langkah vandalisme di Tartus, di mana penduduk meruntuhkan patung-patung Hafez al-Assad, yang memerintah Suriah dari tahun 1971 hingga kematiannya pada tahun 2000.

    Narasumber tersebut mengaku dengan mata kepalanya sendiri ia melihat sejumlah anggota komunitas Alawit justru meneriakkan slogan-slogan anti-Assad dalam aksi tersebut.

    Kecewa tapi Lega Rezim Assad Jatuh Tanpa Kekerasan

    Meski mengaku kecewa dengan jatuhnya rezim lama, loyalis Bashir al-Assad mengaku bersyukur proses penggulingan pemerintah tersebut berlangsung tanpa kekerasan yang berarti.

    “Jika situasinya terus seperti ini, tidak ada alasan besar untuk khawatir,” kata seorang sumber lainnya dari komunitas Alawit yang ditemui Reuters. 

    “Dengan penggulingan ini berarti masyarakat kita tidak mau mengikuti model Libya, dan semua berita yang memberitahu atau menakuti kita (tentang kekerasan) ternyata tidak benar.” lanjutnya.

    Pada hari Minggu, seorang warga Alawit Suriah lainnya yang berbicara kepada Reuters mengatakan bahwa cara pemberontak bertindak di Homs mendapatkan apresiasi.

    Bahkan ia menilai langkah pemberontakan di Suriah bisa dibilang terjadi tanpa perlawanan berarti dari pihak pemerintah.

    “Jelas sekarang bahwa ada keputusan dari anggota pemerintahan untuk tidak bertarung (melawan Pemberontak). Kita bisa melihat tentara Suriah pada dasarnya meletakkan senjata mereka dan mundur dan membiarkan mereka” kata warga Alawit tersebut.

    Warga kota Damaskus, ibu kota Suriah melambaikan tangan ke pasukan oposisi yang memasuki kota sejak Sabtu, 7 Desember 2024. Oposisi Suriah merayakan kemenangannya atas tergulingnya rezim Presiden Bashar Al-Assad dan langsung mendeklarasikan kota Damaskus, ibu kota Suriah, kini bebas dari tiran Bashar al-Assad. (Aljazeera)

    “Jika situasinya terus seperti ini, jika pemerintah baru bertanggung jawab, kita akan mampu menghindari pertumpahan darah.” pungkasnya.

    Langkah pemberontak yang melengserkan Bashar al-Assad tanpa kekerasan ini juga bisa dilihat dari aksi mereka di Homs yang memiliki banyak anggota komunitas Alawit.

    Setelah menguasai Homs, para pemberontak juga sempat menggeledah kantor-kantor pemerintah dan cabang-cabang keamanan di kota itu tanpa masalah.

    Namun demikian, kelompok pemberontak tampak disiplin menjaga diri dalam aksinya dengan tidak menjarah atau merusak properti milik sesama warga Suriah.

    Hal inilah yang menurut anggota komunitas Alawit menambah kelegaan dan ketenangan di suasana Suriah yang dipenuhi huru-hara politik.

    Penduduk lingkungan Zahraa di Homs yang mayoritas penduduknya merupakan anggota Alawit juga menerbitkan pernyataan bahwa mereka akan tetap tinggal di rumah mereka dan menentang segala bentuk kekerasan.

    Meski tak sejalan dengan pemberontak, kelompok Alawit mengapresiasi tindakan para pemberontak yang bertindak secara bertanggung jawab seperti yang mereka lakukan di daerah lain yang memiliki minoritas.

    Komunitas Alawit juga menyatakan bahwa siapa pun orang yang coba melawan pemberontak, maka mereka bertindak atas inisiatif sendiri dan tak akan mendapat dukungan dari Alawit.

    (Tribunnews.com/Bobby)

  • Israel Serang Ibu Kota Suriah Saat Pemberontak Gulingkan Rezim Assad

    Israel Serang Ibu Kota Suriah Saat Pemberontak Gulingkan Rezim Assad

    Jakarta

    Israel meluncurkan tiga serangan udara di Damaskus, Ibu Kota Suriah, kemarin. Aksi ini dilakukan Israel di hari yang sama dengan pemberontak menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

    Dilansir Reuters, Senin (9/12/2024), pejabat keamanan setempat Israel menyerang kompleks keamanan dan pusat penelitian pemerintah di distrik Kafr Sousa, Damaskus. Serangan ini terjadi pada Minggu (8/12) hari yang sama dengan pemberontak menggulingkan Assad yang menyebabkan kerusakan besar pada kantor Bea Cukai dan bangunan yang bersebelahan dengan kantor intelijen militer di dalam kompleks keamanan itu.

    Salah satu sumber mengatakan serangan itu mengenai infrastruktur yang digunakan untuk menyimpan data sensitif militer, peralatan dan bagian-bagian peluru kendali. Fasilitas penelitian juga disebut mengalami kerusakan.

    Israel diketahui menyaksikan penggulingan pemerintahan Assad sambil harap-harap cemas ketika para pejabat mempertimbangkan konsekuensi dari salah satu perubahan strategis paling signifikan di Timur Tengah selama bertahun-tahun. Assad diketahui didukung selama perang saudara yang panjang di negara itu oleh Iran dan Rusia.

    Para pejabat Israel telah menyatakan keprihatinannya bahwa senjata kimia dan amunisi serta rudal terlarang lainnya yang disimpan Suriah selama beberapa dekade kini bisa jatuh ke tangan pemberontak yang menyerbu Damaskus pada Minggu (8/12).

    Sumber Reuters juga mengatakan sebelum serangan di kompleks keamanan, Israel juga menyerang setidaknya tujuh sasaran di barat daya Suriah termasuk pangkalan udara Khalkhala di utara kota Sweida tempat pasukan tentara Suriah ditarik tadi malam.

    (zap/haf)

  • Deretan Pertemuan Bank Sentral Dunia di Tengah Panasnya Konflik Politik Global

    Deretan Pertemuan Bank Sentral Dunia di Tengah Panasnya Konflik Politik Global

    Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah bank sentral di empat benua akan melakukan perubahan terakhir kebijakan moneternya pada 2024 di tengah memanasnya situasi politik global dari Korea Selatan hingga Timur Tengah.

    Bank-bank sentral yang menggelar pertemuan pekan ini juga diproyeksi mendahului langkah bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve atau The Fed, yang diproyeksi memangkas suku bunga acuan pada pekan mendatang.

    Di antara bank sentral tersebut ada bank sentral Kanada, Brasil, Australia, hingga bank sentral Eropa atau ECB. Sementara itu, nasib pemangkasan suku bunga The Fed diperkirakan masih akan menunggu data inflasi AS yang dirilis pekan ini.

    Namun, sentimen secara umum cenderung optimistis setelah data tenaga kerja AS November menunjukkan pemulihan yang cukup untuk meredakan kekhawatiran akan perlambatan ekonomi.

    Kepala riset ekonomi JPMorgan Bruce Kasman mengatakan data yang masuk mendukung proyeksi meningkatkan pertumbuhan global hingga akhir tahun, meskipun kawasan Euro melemah dan tekanan politik meningkat.

    “Kami memperkirakan suku bunga kebijakan di Kanada, kawasan Euro, dan Swedia akan turun menjadi 2% atau lebih rendah di tahun mendatang, sementara suku bunga AS dan Inggris mendekati 4%. Pertemuan-pertemuan bulan ini seharusnya mengarah ke arah ini,” jelasnya seperti dikutip Reuters, Senin (9/12/2024).

    Proyeksi Fed Fund Futures memperkirakan peluang 85% terhadap pemangkasan suku bunga 25 basis poin (bps) pada pertemuan the Fed 17-18 Desember mendatang, naik dari 68% sebelum data tenaga kerja dirilis. Selain itu, The Fed diperkirakan memangkas suku bunga tiga kali lagi tahun depan.

    Di sisi lain, Kekacauan politik di Prancis dan Korea Selatan yang diikuti oleh jatuhnya rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad diperkirakan memengaruhi sikap kebijakan bank sentral.

    Di antara banyak pertemuan kebijakan pekan ini, ECB diperkirakan akan memangkas suku bunga kebijakan 25  bps pada Kamis, dengan peluang pemangkasan 50 bps mencapai 20%. Namun, kebijakan ECB diperkirakan akan dipengaruhi oleh ketegangan politik di Prancis dan Jerman.

    Ekonom Barclays Christian keller mengatakan dengan ketidakpastian geopolitik yang tinggi dan sinyal-sinyal yang saling bertentangan dari data-data yangh masuk, kebijakan moneter tetap menjadi satu-satunya cara untuk mendukung aktivitas ekonomi, terutama dengan tidak adanya kepemimpinan politik yang kuat di Paris dan Berlin,” ujar ekonom Barclays, Christian Keller.

    “Kami terus memperkirakan pemangkasan 25bps berturut-turut hingga Juni tahun depan, dan kemudian pemangkasan di bulan September dan Desember untuk mencapai tingkat suku bunga akhir sebesar 1,5%,” ujarnya.

    Sementara itu, pasar condong ke arah pemangkasan 50 bps dari Swiss National Bank pada Kamis karena melambatnya inflasi dan keinginan untuk menghentikan franc mencapai rekor tertinggi terhadap euro.

    Bank sentral Kanada saat ini diperkirakan akan menurunkan suku bunga sebesar 50 bps pada Rabu menyusul kenaikan pengangguran yang mengejutkan pada bulan November.

    Reserve Bank of Australia mengadakan pertemuan pada hari Selasa dan merupakan salah satu dari sedikit yang diperkirakan menahan suku bunga, sementara bank sentral Brasil akan kembali menaikkan suku bunga untuk menahan inflasi.

    Gejolak Politik Baru

    Gejolak politik kembali mewarnai pekan ini setelah Presiden Suriah Bashar al-Assad berhasil digulingkan oleh pemberontak yang ibukota Damaskus tanpa perlawanan pada Minggu (8/12/2024).

    Dengan didudukinya Damaskus, rezim keluarga Assad selama 50 tahun atau setengah abad telah selesai. Seorang prajurit militer Suriah menyebut hal itu disampaikan oleh seorang komandan militer kepada prajuritnya. 

    Patung-patung ayah dan kakak Assad pun ditumbangkan oleh para pemberontak di berbagai kota. Gambarnya dan beberapa pejabat pemerintahan di papan iklan diturunkan, diinjak hingga dibakar maupun dirusak dengan peluru tembak. 

    Selama berkuasa, Assad menikmati dukungan persenjataan dari Rusia dan Iran guna mengalahkan pemberontak selama bertahun-tahun terjadinya perang saudara. Namun, Assad tak pernah mengalahkan mereka sepenuhnya. 

    Sumber Kremlin menyebut bahwa Assad bersama keluarganya telah tiba di Rusia pada Senin dan mendapatkan suaka dari pemerintah Rusia.

    “Presiden Suriah Assad dan anggota keluarganya telah tiba di Moskow. Rusia telah memberikan mereka suaka atas dasar kemanusiaan,” tulis kantor berita Interfax dan media pemerintah mengutip sumber Kremlin yang tidak disebutkan namanya.

    Gejolak di Suriah menambah ketegangan politik di seluruh dunia yang pekan lalu diwarnai oleh konflik dari Korea Selatan dan Prancis.

  • Biden Nyatakan Siap Terlibat di Suriah Usai Pemberontak Gulingkan Assad

    Biden Nyatakan Siap Terlibat di Suriah Usai Pemberontak Gulingkan Assad

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden meminta Presiden Suriah Bashar al-Assad bertanggung jawab atas pemberontakan yang terjadi di Suriah. Biden mengatakan jatuhnya rezim Assad adalah keadilan bagi rakyat Suriah.

    “Jatuhnya rezim adalah tindakan keadilan yang mendasar. Ini adalah momen bersejarah bagi rakyat Suriah yang telah lama menderita,” ujar Biden dilansir AFP, Senin (9/12/2024).

    Biden juga merespons mengenai kaburnya Assad ke Moskow, Rusia. Biden mengatakan “Assad harus bertanggung jawab”.

    Dia menyebut AS akan terlibat dengan semua kelompok di Suriah. Dia mengklaim tujuan negaranya untuk membuat Suriah merdeka dengan konstitusi baru.

    “Kami akan terlibat dengan semua kelompok di Suriah, termasuk dalam proses yang dipimpin oleh PBB, untuk melakukan transisi dari pemerintahan Assad menuju “Suriah” yang merdeka dan berdaulat dengan konstitusi baru,” katanya.

    Lebih lanjut, Biden menyoroti sejumlah kelompok dalam pemberontakan di Suriah. Dia menyebut AS akan mengawasi ketat sebagian pemberontak itu.

    “Beberapa kelompok pemberontak yang menjatuhkan Assad memiliki catatan buruk mengenai terorisme dan pelanggaran hak asasi manusia,” kata Biden.

    Biden mengatakan Washington berpandangan bahwa kelompok ekstremis ISIS “akan mencoba memanfaatkan kekosongan apa pun untuk membangun kembali” dirinya di Suriah.

    “Kami tidak akan membiarkan hal itu terjadi,” katanya, seraya menambahkan bahwa pasukan AS pada hari Minggu melakukan serangan terhadap ISIS di Suriah.

    Diketahui, rezim kekuasaan di Suriah di ambang pergantian. Kepemimpinan Presiden Bashar Al Assad yang telah berlangsung selama 24 tahun di ujung tanduk.

    Presiden Al Assad dikabarkan telah menaiki pesawat dan meninggalkan ibu kota Suriah, Damaskus. Kini dia berada di Moskow, Rusia.

    Assad telah memimpin Suriah sejak 2000. Dia menjadi presiden setelah ayahnya, Hafez al-Assad, yang menjadi Presiden Suriah sejak 1971, meninggal pada 2000.

    (zap/haf)

  • Terpopuler, Rezim Baath tumbang hingga KPU sahkan Pram-Rano unggul

    Terpopuler, Rezim Baath tumbang hingga KPU sahkan Pram-Rano unggul

    Jakarta (ANTARA) – Sejumlah berita terpopuler yang menarik untuk disimak pada Senin pagi, mulai dari tumbangnya Rezim Baath di Suriah setelah 61 tahun berkuasa hingga KPU menetapkan pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno atau Si Doel meraih suara terbanyak dalam Pilkada Jakarta 2024.

    Berikut rangkuman berita selengkapnya :

    1. Rusia: Bashar Al-Assad mengundurkan diri, putuskan keluar dari Suriah

    Bashar Al-Assad, pemimpin rezim Baath Suriah yang digulingkan, memutuskan mundur dari jabatannya dan melarikan diri dari Suriah, demikian menurut Kementerian Luar Negeri Rusia pada Minggu. Selengkapnya di sini.

    2.Pakar Mikro Ekspresi ungkap perasaan terpendam Prabowo pada Gus Miftah

    Psikolog jebolan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia sekaligus Pakar Gestur dan Mikroekspresi, Monica Kumalasari membahas komentar Presiden Prabowo terkait pengunduran diri Miftah Maulana Habiburrahman dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden untuk bidang Kerukunan Umat Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. Selengkapnya di sini.

    3.Polres Pemalang sebar edaran DPO Harun Masiku dari KPK

    Kepolisan Resor Pemalang, Jawa Tengah, menyebarkan surat edaran daftar pencarian orang (DPO) perkara tindak pidana suap Harun Masiku yang diterbitkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selengkapnya di sini.

    4.Rezim Baath Suriah yang telah berkuasa selama 61 tahun tumbang

    Kekuasaan 61 tahun Partai Baath di Suriah tumbang pada Minggu (8/12) setelah ibu kota Damaskus lepas dari kendali rezim Assad.Partai Sosialis Arab Baath pertama kali berkuasa di Suriah pada 1963 melalui kudeta militer. Selengkapnya di sini.

    5.KPU DKI sahkan pasangan Pram-Rano unggul di Pilkada Jakarta

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta menetapkan pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno atau Si Doel meraih suara terbanyak dalam Pilkada Jakarta 2024 yakni 2.183.239 suara. Selengkapnya di sini.

    Pewarta: Indriani
    Editor: Hisar Sitanggang
    Copyright © ANTARA 2024

  • KBRI Damaskus Pastikan WNI di Suriah Aman meski Konflik Meningkat

    KBRI Damaskus Pastikan WNI di Suriah Aman meski Konflik Meningkat

    KBRI Damaskus Pastikan WNI di Suriah Aman meski Konflik Meningkat
    Editor
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI)
    Damaskus
    memastikan, semua
    WNI
    di
    Suriah
    , yang jumlahnya tercatat 1.162 orang berada dalam kondisi aman di tengah eskalasi perang saudara yang mencapai Ibu Kota Suriah.
    “Dilaporkan bahwa seluruh WNI di Suriah dalam keadaan aman,” demikian pernyataan KBRI Damaskus yang disiarkan melalui sosial media Instagram sebagaimana dipantau di Jakarta, Minggu (9/12/2024).
    Menghadapi dinamika konflik yang sedang memanas, KBRI Damaskus mengimbau supaya WNI di Suriah senantiasa tenang, tidak bepergian dari rumah untuk sementara, dan tetap menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI.
    Apabila menghadapi kesulitan atau memerlukan bantuan mendesak, WNI di Suriah juga sangat disarankan untuk segera menghubungi KBRI Damaskus melalui
    hotline
    +963-954-444-810, +963-983-493-246, atau +963-983-480-264.
    KBRI Damaskus sebelumnya telah menetapkan siaga 1, status keamanan tertinggi, untuk seluruh wilayah Suriah menyusul eskalasi peperangan yang terjadi.
    Sebelumnya, siaga 1 hanya diterapkan pada beberapa wilayah seperti Aleppo dan Hama.
    Menindaklanjuti penetapan siaga 1, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dan KBRI Damaskus melakukan pertemuan secara virtual pada Sabtu (7/12/2024) dengan masyarakat Indonesia di Suriah untuk memberikan informasi terkini soal situasi keamanan dan langkah-langkah kontingensi, termasuk evakuasi.
    Mengingat situasi di Suriah yang masih sangat dinamis, Kemlu RI maupun KBRI Damaskus serta Perwakilan RI di Timur Tengah terus memperhatikan secara dekat perkembangan situasi di negara tersebut.
    Kelompok bersenjata anti-rezim Bashar Al-Assad mulai memasuki Damaskus dari sisi selatan ibu kota Suriah itu pada Sabtu.
    Kota tersebut takluk pada kelompok oposisi pada Minggu, usai pasukan rezim Al-Assad kehilangan kendalinya.
    Pertempuran di Damaskus menjadi babak akhir dari perang saudara Suriah yang berlangsung sejak 2011.
     
    Eskalasi pertempuran antara pasukan rezim dengan kelompok oposisi pecah pada 27 November lalu dari kawasan pedesaan di barat Aleppo di Suriah utara.
    Cepatnya pergerakan kelompok oposisi mengejutkan pasukan militer Suriah, dan rezim Al-Assad pun kehilangan kendali terhadap satu per satu wilayah di negara itu, dimulai dari Idlib, Aleppo pada 30 November, dan Hama pada 5 Desember.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Rezim 24 Tahun Tumbang, Presiden Menghilang

    Rezim 24 Tahun Tumbang, Presiden Menghilang

    Trump Sebut Ada Faktor Rusia di Balik Tumbangnya Rezim Assad

    Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Presiden Suriah Bashar al-Assad meninggalkan Suriah usai tak lagi mendapat dukungan dari Rusia. Trump menyebut Assad selama ini bertahan karena didukung Presiden Rusia Vladimir Putin.

    “Assad is gone (Assad telah pergi),” tulis Trump di akun Truth Social seperti dilansir Al Jazeera, Minggu (8/12/2024).

    Dia mengatakan Rusia tak lagi tertarik melindungi Assad. Hal itu dianggapnya membuat pemberontak berhasil masuk ke ibu kota Suriah, Damaskus, dan mendeklarasikan berakhirnya rezim Assad yang telah berlangsung 24 tahun.

    “Pelindungnya, Rusia, Rusia, Rusia, yang dipimpin oleh Vladimir Putin, tidak tertarik lagi untuk melindunginya,” tulis Trump.

    Trump sebelumnya telah menyatakan tidak akan ikut campur dalam urusan Suriah. Dia mengatakan pertempuran yang terjadi di Suriah bukan urusan AS.

    “Tidak pernah ada banyak manfaat di Suriah bagi Rusia, selain membuat Obama terlihat sangat bodoh. Bagaimanapun, Suriah memang kacau, tetapi bukanlah teman kita, dan Amerika Serikat tidak harus terlibat dengan ini. Ini bukan perjuangan kita. iarkan saja terjadi. Jangan terlibat,” ujar Trump lewat akun X-nya pada Sabtu (7/12).

    Kedubes Iran di Suriah Diserang

    Kedutaan Besar (Kedubes) Iran di Damaskus, Suriah, dikabarkan diserang orang-orang bersenjata. Sejumlah ruangan rusak akibat peristiwa itu.

    Rekaman yang beredar menunjukkan ruangan-ruangan yang hancur di dalam kedutaan dan foto-foto yang dirobek dari para pemimpin yang dibunuh. Foto-foto itu termasuk foto Qassem Soleimani dari Iran dan Hassan Nasrallah dari Hizbullah.

    Serangan itu terjadi setelah pemberontak mendeklarasikan jatuhnya Presiden Suriah Bashar al-Assad, yang merupakan sekutu Iran. Namun, belum ada informasi siapa yang menyerang Kedubes Iran tersebut.

    “Orang-orang tak dikenal telah menyerang kedutaan besar Iran, seperti yang dapat Anda lihat dalam gambar-gambar ini, yang dibagikan oleh berbagai jaringan,” kata seorang penyiar TV pemerintah, yang menunjukkan rekaman yang dikatakan berasal dari dalam kompleks diplomatik.

    Warga Penuhi Perbatasan untuk Kembali Pulang ke Suriah

    Pemberontak menyatakan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad telah berakhir. Warga Suriah yang sebelumnya kabur ke Lebanon untuk menghindari kekerasan rezim Assad pun mengantre di perbatasan untuk pulang kampung.

    Dilansir Al Jazeera dan BBC, Minggu (8/12/2024), 10 hari terakhir telah menjadi sejarah yang terus berkembang dengan cepat di Suriah. Para pemberontak keluar dari benteng mereka di Idlib barat laut dan bergerak maju dengan cepat, merebut Aleppo, Hama, dan Homs.

    Sekarang, mereka berada di dalam Damaskus, pusat kekuasaan Assad selama 24 tahun. Orang-orang terkejut dan tidak percaya dengan kecepatan pemberontak, tetapi juga gembira.

    Foto: Antrean warga Suriah yang hendak pulang kampung usai Assad tumbang (AFP/HASSAN JARRAH)

    Kegembiraan juga terlihat bagi ratusan ribu warga Suriah yang meninggalkan Suriah. Mereka melarikan diri untuk menghindari penganiayaan atau mencari kehidupan yang lebih baik, karena meskipun pemerintah Assad mengklaim kemenangan beberapa tahun lalu, mereka tidak dapat meningkatkan kondisi kehidupan warga Suriah.

    Sekitar 90 persen orang di Suriah hidup di bawah garis kemiskinan dan ada krisis kemanusiaan di negara itu. Orang-orang di sana membutuhkan bantuan internasional.

    Perbatasan Lebanon-Suriah di Masnaa telah dipenuhi orang-orang yang menunggu untuk menyeberang. Orang-orang Suriah yang berada di Lebanon telah lama menunggu momen ini untuk pulang dengan bebas.

    Beberapa pemuda telah berkumpul di persimpangan dan meneriakkan lagu-lagu revolusioner dan kebebasan sambil memegang bendera hijau milik oposisi. Warga Suriah yang hendak pulang dikabarkan tidak perlu melewati bea cukai hingga tidak ada stempel di paspor.

    Sementara, Yordania telah membuka kembali perbatasannya dengan Suriah yang sempat ditutup 2 hari terakhir. Pembukaan kembali perbatasan ini dilakukan agar warga Suriah bisa pulang.

    Otoritas Yordania telah mengizinkan warga negara Suriah dan mobil kembali ke negara asal mereka karena mereka tahu bahwa rezim Assad telah jatuh. Kedutaan Besar Suriah di Qatar juga merilis pernyataan yang mengatakan ‘fajar kebebasan telah muncul dan Suriah telah terbebas dari cengkeraman tirani’.

    “Rakyat kami menanggung ketidakadilan yang tak terlukiskan selama beberapa dekade, menolak untuk tunduk kepada para pelaku kejahatan paling parah yang merusak martabat manusia dan sumber daya bangsa,” demikian isi pernyataan itu seraya menambahkan rakyat sekarang akan membangun kembali negara itu sebagai tanah air bagi semua warga Suriah.

    Runtuhnya rezim Assad ini juga menjadi kabar baik bagi warga Suriah di Turki dan Pemerintah Turki. Selama ini, Turki telah menampung sekitar 3,5 juta pengungsi Suriah.

    Turki ingin Suriah yang stabil agar para pengungsi itu bisa pulang dan ekonomi mereka bisa tumbuh. Para pengungsi Suriah di Turki dan negara lain di Eropa kini telah mempertimbangkan untuk pulang usai rezim Assad runtuh.

    Keberadaan Presiden Assad Masih Misterius

    Presiden Suriah Bashar al-Assad telah kabur setelah pemberontak memasuki ibu kota Damaskus. Kini, keberadaannya misterius setelah pesawat terakhir yang terbang dari Bandara Damaskus menghilang dari radar.

    Dilansir Reuters, CNN dan Al Jazeera, Minggu (8/12/2024), pasukan pemberontak awalnya menyatakan Assad telah meninggalkan Suriah. Beberapa saat sebelum pemberontak menguasai bandara, pelacak penerbangan sumber terbuka Flightradar24 mencatat satu pesawat di wilayah udara Suriah.

    Sebuah pesawat Ilyushin76 dengan nomor penerbangan Syrian Air 9218 menjadi penerbangan terakhir yang lepas landas dari Damaskus. Pertama, pesawat itu terbang ke timur, lalu berbelok ke utara.

    Beberapa menit kemudian, sinyalnya menghilang saat berputar di atas Homs. Kini, pencarian aktif terhadap Bashar al-Assad dilakukan.

    Pemberontak melakukan interogasi terhadap perwira militer Suriah dan pejabat intelijen yang mungkin mengetahui pergerakannya. Pasukan pemberontak sendiri telah menyatakan Damaskus ‘bebas’.

    Rumah Mewah Assad di Suriah Dibajak Warga

    Puluhan warga Suriah menjelajahi rumah mewah Presiden Bashar al-Assad di Damaskus usai jatuhnya ibu kota ke tangan pasukan pemberontak. Assad kini menghilang dan meninggalkan Suriah.

    Dilansir AFP, Minggu (8/12/2024), sejumlah perempuan, anak-anak, dan laki-laki terlihat berkeliling rumah dan tamannya yang luas, dengan kamar-kamar yang benar-benar kosong. Terlihat beberapa perabotan dan foto Assad dilempar ke lantai.

    “Saya datang untuk membalas dendam; mereka menindas kami dengan cara yang luar biasa,” kata Abu Omar, 44 tahun, kepada AFP.

    “Saya mengambil gambar karena saya sangat senang berada di tengah-tengah rumahnya,” tambahnya, sambil menunjukkan foto-foto di telepon genggamnya.

    Warga Suriah terbangun dengan suasana negara yang berubah pada hari Minggu, saat pemberontak menyerbu Damaskus setelah 11 hari melancarkan serangan kilat. Mereka menyatakan bahwa mereka telah menggulingkan tirani Assad, yang keberadaannya saat ini tidak diketahui setelah ia dilaporkan meninggalkan negara itu.

    Hunian di lingkungan kelas atas al-Maliki terdiri dari tiga bangunan enam lantai. Seorang koresponden AFP juga melihat aula resepsi yang hangus di istana presiden Damaskus yang berjarak beberapa kilometer.

    Hingga pemerintahan Assad jatuh, kediamannya dan istana presiden tidak boleh dimasuki oleh warga biasa.

    Saat berpindah dari satu ruangan ke ruangan lain, Abu Omar mengatakan bahwa ia merasa sangat gembira.

    “Saya tidak lagi merasa takut. Satu-satunya kekhawatiran saya adalah kita bersatu (sebagai warga Suriah) dan membangun negara ini bersama-sama,” katanya dengan nada penuh emosi.

    (ygs/ygs)