Tag: Badai

  • Sedih, YouTuber Petualang Kirim Pesan Terakhir Sebelum Wafat Kena Badai

    Sedih, YouTuber Petualang Kirim Pesan Terakhir Sebelum Wafat Kena Badai

    Jakarta

    Storm De Beul, YouTuber petualang berusia 22 tahun, meninggal dalam badai salju dahsyat di alam liar Swedia. Ia meninggal tak lama setelah mengirim pesan terakhir yang memilukan kepada neneknya.

    Storm yang kerap mendokumentasikan petualangannya di channel YouTube StormOutoodrsy, ditemukan tewas di Lapland pada 30 Oktober 2024 setelah menghabiskan sebagian besar tahun ini dengan mendaki sendirian melalui wilayah Jokkmokk yang terpencil.

    Dikutip dari Daily Mail, dia terjebak dalam badai salju pada malam sebelumnya. Ia sempat memberi kabar pada neneknya dalam pesan terakhir. “Di sini turun salju lebat. Tapi jangan khawatir, aku akan selamat dan pulang ke rumah,” ucapnya.

    Storm juga mengirim video kepada seorang temannya yang menunjukkan bagaimana hujan salju yang lebat telah memenuhi sepatu dan ranselnya, sementara angin menghantam tendanya.

    “Malam ini, (badai) akan semakin parah. Ya Tuhan,” kata Storm dalam video tersebut.

    Temannya memperingatkannya tentang risikonya, tetapi Storm tampak berani dan tidak khawatir pada saat itu. “Dia seperti itu. Rasanya saya belum pernah melihatnya ketakutan,” kata ayahnya, Bout.

    Tidak jelas mengapa ia meninggalkan tempat penampungannya. Namun menurut ibunya, Elisabeth Rademaker, kondisi tersebut mungkin membuatnya tak punya pilihan.

    “Pohon-pohon tumbang malam itu. Mungkin tendanya juga tertiup angin dan ia tidak punya pilihan selain harus segera meninggalkan tempat itu,” duga sang ibu.

    Foto: Screenshot YouTube StormOutoodrsy

    “Saat itu suhunya -6C, dan karena badai itu bahkan terasa seperti -18C. Kaki dan tungkai bawahnya membeku. Tangannya tidak, ia mungkin masih membawa penghangat tangannya,” jelasnya.

    Rademaker mengatakan putranya juga mengalami patah hidung saat ditemukan, yang menunjukkan bahwa ia terjatuh. “Ia pasti menderita dalam waktu yang lama dan meninggal sendirian. Saya terus membayangkan saat-saat terakhirnya. Itu membuat hati saya hancur,” tutur Rademaker dengan pilu.

    Storm ditemukan tewas di Lapland pada 30 Oktober setelah menghabiskan sebagian besar tahun dengan berpetualang sendirian di wilayah tersebut. Pemuda itu menghabiskan sebagian besar tahunnya di alam liar Swedia dan mencintai alam terbuka.

    Orang tua Storm menyadari bahwa putranya mungkin akan selamat jika bantuan lebih cepat datang dan Storm masih sanggup bertahan sehari lagi. Pasalnya, Storm sebenarnya sudah dekat dengan mobilnya untuk segera pulang. Ia juga menghubungi layanan darurat larut malam untuk memberi tahu mereka bahwa dia terluka dan butuh bantuan. Sayangnya, badai kencang terlanjur menghantam.

    Pihak berwenang tidak dapat mengirim bantuan karena cuaca buruk, dan ketika sebuah helikopter akhirnya dapat dikerahkan untuk menemukannya keesokan harinya, sudah terlambat.

    Foto: Screenshot YouTube StormOutoodrsy

    Petualang muda itu ditemukan agak jauh dari tendanya dan ranselnya hampir kosong, hanya ada kantong tidur dan sikat gigi di dalamnya. Tim penyelamat tidak dapat mencari secara ekstensif di lokasi tempat dia ditemukan setelah terputus oleh kondisi beku.

    Ayahnya berjanji akan kembali ke sana setelah salju mencair di musim semi untuk mencari barang-barang milik putranya. “Video-videonya adalah hal berharga bagi kami. Kameranya ada di sana, di suatu tempat di tengah salju, penuh dengan gambar-gambar dari perjalanan terakhirnya. Kami sangat ingin mendapatkannya kembali,” kata sang ayah.
    Ia mengatakan bahwa begitu salju mulai mencair pada Mei, ia akan menyusuri tempat putranya ditemukan, dengan harapan menemukan barang-barang penting milik Storm.

    “Semoga kamera beserta kartu memorinya masih ada di sana. Saya tahu kemungkinannya kecil, tetapi saya harus mencoba,” Bout tak dapat menahan kesedihannya.

    Storm memiliki lebih dari 1.000 subscriber di YouTube-nya StormOutdoorsy, dan secara rutin mengunggah konten tentang dirinya yang berkemah di lokasi terpencil.

    Orang tuanya mengatakan bahwa kisah hidup dan kematiannya memiliki banyak kemiripan dengan film Into the Wild. Film yang disutradarai oleh Sean Penn ini didasarkan pada kisah nyata seorang pria yang pergi ke alam liar Alaska sendirian.

    Tragisnya, dia juga meninggal sendirian. Sangat mirip. Bukan berarti kami ingin menjadikan Storm pahlawan. Kami hanya ingin dia dikenang sebagaimana adanya. Putra kami bagaikan air yang sangat tenang dan tanah yang sangat dalam,” kata ibunya.

    (rns/fay)

  • Pilu Korsel di Tengah Amukan Badai Salju

    Pilu Korsel di Tengah Amukan Badai Salju

    Jakarta

    Badai salju melanda Korea Selatan (Korsel) dalam beberapa hari terakhir. Salju lebat bahkan menyelimuti ibu kota Seoul hingga berdampak terhadap pembatalan ratusan penerbangan.

    Dirangkum detikcom, Jumat (29/11/2024), otoritas setempat melaporkan badai salju yang terjadi dalam 2 hari terakhir menewaskan sedikitnya empat orang. Selain penerbangan dibatalkan, operasional kapal feri ditangguhkan akibat cuaca buruk tersebut.

    Laporan kantor berita Yonhap, seperti dilansir Reuters, Kamis (28/11/2024), menyebut hujan salju yang mengguyur akhir tahun ini sebagai yang paling lebat ketiga di Seoul, ibu kota Korsel, sejak pencatatan resmi dilakukan tahun 1907 silam.

    Satu orang tewas dan dua orang lainnya mengalami luka-luka di area lapangan golf setempat, setelah jaring pembatas yang dipenuhi timbunan salju runtuh pada Rabu (27/11) malam. Satu orang lainnya tewas dalam insiden serupa di area parkir mobil setempat.

    Kecelakaan lalu lintas di ruas jalan raya sebelah timur Seoul menewaskan dua orang.

    Sedangkan insiden tabrakan beruntun yang melibatkan 53 kendaraan terjadi di ruas jalan raya menuju pusat kota Wonju di Provinsi Gangwon pada Rabu (27/11) malam. Sekitar 11 orang mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.

    Ratusan Penerbangan Dibatalkan

    Timbunan salju setebal 40 cm terpantau di beberapa bagian kota Seoul pada Kamis (28/11) pagi, yang memaksa pembatalan lebih dari 140 penerbangan. Namun otoritas badan cuaca setempat telah mencabut peringatan salju lebat di area metropolitan Seoul pada pukul 10.00 waktu setempat.

    Otoritas setempat melaporkan bahwa sekitar 142 penerbangan telah dibatalkan, dan operasional 99 kapal feri di sebanyak 76 rute ditangguhkan sepanjang Kamis (28/11). waktu setempat.

    Lihat Video ‘Kecelakaan Beruntun 53 Mobil Imbas Badai Salju di Korsel’:

  • Pesan Terakhir YouTuber Sebelum Meninggal Diterjang Badai Bikin Sedih

    Pesan Terakhir YouTuber Sebelum Meninggal Diterjang Badai Bikin Sedih

    Jakarta, CNBC Indonesia – Seorang YouTuber bernama Storm De Beul meninggal dunia akibat badai salju yang datang tiba-tiba dalam perjalanannya mendaki di wilayah Jokkmokk, Swedia.

    Perjalanannya sudah ditempuh selama kurang lebih setahun. Ia selama ini memang dikenal kerap menghabiskan waktu sendirian untuk lebih dekat dengan alam.

    Storm De Beul kerap membagikan dokumenter perjalanan solonya. Ia meninggal pada 30 Oktober 2024 lalu.

    Sebelum meninggal, ia sempat mengirimkan pesan terakhir kepada sang nenek. Dalam pesan tersebut, ia mencoba meyakinkan sang nenek bahwa ia bisa bertahan di tengah alam liar.

    “Salju sangat lebat di sini. Namun jangan khawatir, saya akan bertahan,” tulisnya sebelum merekam sebuah video untuk temannya yang menunjukkan tendanya dihadang angin kencang. Salju juga sudah menutupi boot dan backpack miliknya.

    “Ini akan makin parah,” ucapnya yang terdengar dari klip tanpa ada rasa takut. Hal ini juga diungkap oleh sang ayah, Bout, melalui wawancara.

    “Dia memang begitu. Saya tak pernah melihat dia takut,” kata sang ayah.

    Badai salju yang makin parah membuat De Beul terpaksa meninggalkan tendanya dan mencari pertolongan. Namun, tampaknya ajal sudah waktunya menjemput.

    Ibunya, Elisabeth, yakin tendanya telah disapu angin kencang. Hal ini membuat sang anak cuma bisa pasrah menghadapi suhu super dingin mencapai minus 18 derajat.

    “Dia pasti sangat menderita dalam waktu lama dan meninggal senidiran,” kata sang ibu yang sedang berduka.

    “Saya tak bisa berhenti memikirkan momen-momen akhirnya,” kata dia, dikutip dari BoredPanda, Kamis (28/11/2024).

    Ketika petugas keselamatan menemukan tubuh De Beul, kakinya benar-benar beku. Hidungnya juga patah, diprediksi karena kedinginan dan terjatuh tengkurap.

    Bagi keluarga yang ditinggalkan, mereka sadar bahwa sehari saja anaknya mampu bertahan akan menyelamatkan hidupnya. Sebab, De Beul sebenarnya berada dekat dengan mobilnya dan sudah berencana meninggalkan alam liar untuk pulang ke rumah. Sayangnya, badai kencang sudah telanjur menghadang.

    Sebelum kehilangan nyawanya, pria 22 tahun tersebut sempat menghubungi layanan darurat untuk meminta pertolongan. Ia menjelaskan kondisinya yang sudah terluka.

    Sayangnya, petugas keselamatan tak bisa menyelamatkan De Beul. Saat helikopter tiba sehari setelahnya, De Beul sudah meninggal dunia.

    Sang ayah mengatakan akan kembali ke lokasi petualangan anaknya ketika musim semi tiba. Ia ingin mengumpulkan barang-barang sang anak, terutama kameranya.

    “Video-videonya sangat berharga bagi kami,” ujarnya.

    “Kameranya masih di sana, di bawah salju. Saya ingin mengambilnya,” ia menuturkan.

    De Beul memiliki 1.320 subscriber dan telah mengunggah 14 video ke channel @StormOutoodrsy. Rekamannya memiliki detail sinematografi yang memukau dengan kualitasi audio mumpuni.

    Banyak pengikutnya yang turut menyampaikan belasungkawa. Ada yang menuliskan, “saya harap orang tuanya berdamai dengan fakta bahwa sang anak meninggal saat melakukan hal yang ia cintai”.

    (fab/fab)

  • 4 Orang Tewas, Puluhan Penerbangan Batal

    4 Orang Tewas, Puluhan Penerbangan Batal

    Seoul

    Korea Selatan (Korsel) dilanda badai salju lebat dalam dua hari terakhir, yang dilaporkan menewaskan sedikitnya empat orang. Puluhan penerbangan dibatalkan dan operasional kapal feri ditangguhkan akibat cuaca buruk tersebut.

    Laporan kantor berita Yonhap, seperti dilansir Reuters, Kamis (28/11/2024), menyebut hujan salju yang mengguyur akhir tahun ini sebagai yang paling lebat ketiga di Seoul, ibu kota Korsel, sejak pencatatan resmi dilakukan tahun 1907 silam.

    Satu orang tewas dan dua orang lainnya mengalami luka-luka di area lapangan golf setempat, setelah jaring pembatas yang dipenuhi timbunan salju runtuh pada Rabu (27/11) malam. Satu orang lainnya tewas dalam insiden serupa di area parkir mobil setempat.

    Kecelakaan lalu lintas di ruas jalan raya sebelah timur Seoul menewaskan dua orang.

    Sedangkan insiden tabrakan beruntun yang melibatkan 53 kendaraan terjadi di ruas jalan raya menuju pusat kota Wonju di Provinsi Gangwon pada Rabu (27/11) malam. Sekitar 11 orang mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.

    Timbunan salju setebal 40 cm terpantau di beberapa bagian kota Seoul pada Kamis (28/11) pagi, yang memaksa pembatalan lebih dari 140 penerbangan. Namun otoritas badan cuaca setempat telah mencabut peringatan salju lebat di area metropolitan Seoul pada pukul 10.00 waktu setempat.

    Bandara Incheon, yang merupakan bandara utama Korsel, terdampak parah badai salju ini. Para penumpang mengalami penundaan rata-rata selama dua jam, dengan menurut Flightradar24, sekitar 14 persen penerbangan ditunda dan 15 persen penerbangan dibatalkan pada Kamis (28/11) waktu setempat.

    Lihat Video: Bandara Jeju Hentikan 97 Penerbangan Imbas Badai Salju

  • YouTuber Kirim Pesan Terakhir Memilukan Sebelum Meninggal Bikin Konten

    YouTuber Kirim Pesan Terakhir Memilukan Sebelum Meninggal Bikin Konten

    Jakarta

    Dunia YouTube berduka atas kepergian tragis Storm De Beul, seorang kreator konten asal Belgia yang dikenal dengan video petualangan alamnya. Storm meninggal dunia saat melakukan syuting di tengah badai salju, meninggalkan pesan terakhir yang memilukan.

    Storm De Beul, yang memiliki ribuan pengikut di kanal YouTube-nya, sering membagikan pengalaman berkemah dan bertahan hidup di alam liar. Pada hari naas tersebut, ia berencana merekam perjalanannya melalui hutan bersalju untuk konten terbarunya. Namun, cuaca memburuk dengan cepat, berubah menjadi badai salju yang hebat.

    Sebelum meninggal pada 30 Oktober, pria berusia 22 tahun itu mengirim pesan terakhir yang memilukan kepada neneknya, mencoba meyakinkannya akan kelangsungan hidupnya.

    “Di sini salju turun deras. Tapi jangan khawatir, aku akan selamat, kau tahu,” tulisnya sebelum merekam video kepada seorang teman yang menunjukkan tendanya babak belur oleh angin sementara salju memenuhi sepatu bot dan ranselnya.

    “Ini akan menjadi lebih buruk. Yesus Kristus,” kata De Beul dalam klip yang ditunjukkan sanga ayah, Bout, dalam sebuah wawancara: “Dia seperti itu. Saya rasa saya tidak pernah melihat dia ketakutan.”

    Saat badai salju terus mengamuk, De Beul terpaksa meninggalkan tendanya untuk mencari bantuan. Sebab tenda tersebut tidak dapat melindunginya lebih lama.

    Storm De Beul, YouTuber Foto: YouTube StormOutdoorsy

    Ibunya, Elisabeth, percaya angin meniup tendanya, meninggalkan putranya tanpa pilihan selain menghadapi suhu serendah 18 derajat. “Dia pasti sudah lama menderita dan mati sendirian,” kata sang ibu, hancur. “Aku tidak bisa berhenti memikirkan saat-saat terakhirnya.”

    Sebelum kehilangan kekuatannya, de Beul rupanya sempat menghubungi layanan darurat dan meminta bantuan, menyatakan bahwa dia terluka. Namun karena parahnya badai, tim penyelamat tidak dapat segera menyelamatkannya.

    Saat helikopter dikerahkan keesokan harinya, De Beul telah meninggal. Ketika petugas menemukan mayat De Beul, kaki dan kaki bagian bawahnya benar-benar membeku. Hidungnya juga patah, mungkin karena jatuh di wajahnya setelah bagian bawahnya menyerah pada hawa dingin.

    Bout bersumpah untuk kembali ke tempat putra terenggut nyawanya pada musim semi mendatang. Dia berharap dapat menemukan barang-barangnya, khususnya kameranya.

    “Videonya adalah warisan yang tak ternilai bagi kami. Kameranya masih ada di sana, di suatu tempat di salju. Saya ingin sekali mendapatkannya kembali,” ujarnya seperti dilansir dari Boredpanda.

    (afr/afr)

  • Pengusaha Catat 28 Pabrik di Jabar Relokasi ke Jateng, Puluhan Ribu Pekerja di-PHK

    Pengusaha Catat 28 Pabrik di Jabar Relokasi ke Jateng, Puluhan Ribu Pekerja di-PHK

    Bisnis.com, JAKARTA – Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPP Apindo) Jawa Barat mengungkap, sebanyak 28 pabrik di Jawa Barat melakukan relokasi ke Jawa Tengah sepanjang 2019-2022. Pabrik-pabrik tersebut utamanya berasal dari sektor padat karya.

    Ketua DPP Apindo Jawa Barat Ning Wahyu Astutik menyampaikan, jumlah tersebut terus bertambah di mana pada 2023 sebanyak 5 pabrik turut melakukan relokasi yang berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK).

    “Banyak lho itu, 28 pabrik padat karya, itu gede banget. Bahkan di 2023 ada juga 5 pabrik yang melakukan relokasi juga,” kata Ning dalam diskusi bersama media di Jakarta, dikutip Rabu (27/11/2024).

    Imbas adanya relokasi tersebut, Apindo Jawa Barat mencatat sebanyak 91.450 pekerja mengalami PHK. Angka tersebut merupakan perhitungan sejak awal pandemi atau 2021 hingga Oktober 2023.

    Kendati begitu, jumlah tersebut diperkirakan lebih besar mengingat data yang ada berasal dari perusahaan-perusahaan anggota Apindo se-Jawa Barat.

    Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka di Jawa Barat mencapai 6,75% pada Agustus 2024. Persentase tersebut turun dibandingkan Agustus 2023 yang tercatat sebesar 7,44%.

    Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) sebelumnya memperkirakan jumlah pekerja yang terkena PHK kembali bertambah sebanyak 30.000 orang hingga akhir 2024.

    Direktur Eksekutif API Danang Girindrawardana menyampaikan, sejak awal 2024 hingga saat ini, sekitar 46.000 pekerja di industri ini di-PHK. Dengan demikian, sebanyak 70.000 pekerja di industri tekstil dan garmen dirumahkan sepanjang 2024.

    “Akhir Desember ini akan merangkak menjadi 70.000-an, dan this is quite challenging,” ungkap Danang saat ditemui di Wisma Bisnis Indonesia, Rabu (16/10/2024).

    Dia mengungkap, badai PHK yang tengah melanda industri tekstil dan garmen dipicu oleh banjir barang impor akibat lemahnya penegakan hukum, dalam hal ini Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.8/2024 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor. Pemerintah dalam melakukan penegakan hukum dinilai setengah hati.

    Oleh karena itu, Danang tidak heran jika dalam 5 tahun mendatang industri pengolahan Tanah Air kian terpuruk apabila tidak ada penanganan serius dari pemerintah. 

    “…karena tidak berhasil membendung [impor barang jadi]. Regulasi-regulasi yang sebelumnya liar membuka importasi secara bebas di produk hilir, di produk finish product,” ujarnya.

  • Tanda Kiamat Sudah Sangat Jelas, Ilmuwan Tunjuk Laut Panas dan Sapi

    Tanda Kiamat Sudah Sangat Jelas, Ilmuwan Tunjuk Laut Panas dan Sapi

    Jakarta, CNBC Indonesia – Kerusakan Bumi kian parah. Bahkan banyak tanda-tanda vital yang ditemui jauh lebih buruk dari yang tercatat sebelumnya.

    Sebuah laporan menyebutkan 25 dari 35 tanda vital tahun lalu lebih buruk dari yang tercatat sebelumnya. Tanda vital Bumi menggambarkan sinyal “kiamat” perubahan iklim akibat pemanasan global. Ini termasuk terkait kadar karbon dioksida dan populasi manusia.

    Laporan itu juga menyebutkan suhu permukaan Bumi dan laut telah mencapai titik tertingginya. Ini terjadi karena pembakaran bahan bakar fosil yang mengalami peningkatan.

    Populasi manusia dan jumlah sapi serta domba meningkat, masing-masing 200 ribu dan 170 ribu ekor per hari. Akibatnya, rekor emisi gas rumah kaca pecah berkali-kali.

    Para ilmuwan juga mencatat pemanasan global mengakibatkan cuaca ekstrem terjadi di seluruh dunia. Mulai dari badai hingga kejadian panas ekstrem.

    “Kita berada di tengah pergolakan iklim yang membahayakan kehidupan Bumi yang belum pernah dilihat manusia sebelumnya,” kata pemimpin kelompok ilmuwan itu, William Ripple dari Oregon State University, dikutip dari The Guardian, Selasa (26/11/2024).

    “Kelebihan ekologi, mengambil lebih dari yang diberikan Bumi, mendorong planet ini dalam kondisi iklim mengancam dari aapun yang disaksikan orang prasejarah,” ucapnya menambahkan.

    Dia juga mengatakan dampak dari perubahan iklim pada manusia. Yakni jutaan orang bahkan mencapai miliaran orang berpotensi mengungsi, yang pada akhirnya bisa menyebabkan ketidakstabilan geopolitik yang lebih besar.

    Di tengah situasi ini, penggunaan batu bara, minyak dan gas masih mendominasi tahun lalu. Ini terjadi meski di sisi lain ada pertumbuhan sebesar 15% pada penggunaan energi angin dan Matahari.

    Para ilmuwan menilai tindakan tegas bisa melindungi Bumi dan mencegah manusia lebih menderita lagi. Pada akhirnya memastikan generasi berikutnya hidup dalam dunia yang lebih layak huni.

    (dem/dem)

  • Supervive Fase Open Beta Dimulai, Cek Fitur Baru Pasca Sukses di Steam Next Fest! – Page 3

    Supervive Fase Open Beta Dimulai, Cek Fitur Baru Pasca Sukses di Steam Next Fest! – Page 3

    Setelah memulai Open Beta, Theorycraft Games berencana untuk terus mengembangkan Supervive secara terbuka, bekerja sama dengan komunitas pemain untuk memperbaiki dan meningkatkan pengalaman permainan.

    Pada bulan Desember mendatang, pemain akan disuguhkan dengan event bertema musim dingin transdimensi menghadirkan peta baru, skill, kosmetik, peralatan, perubahan badai, dan informasi menarik mengenai pembaruan akan datang.

    Dukung Pengembangan Game dengan Supporter Pack

    Bagi pemain ingin memberikan dukungan lebih kepada Theorycraft Games, ada pilihan untuk membeli Supporter Pack menawarkan berbagai keuntungan seperti mata uang premium, kosmetik eksklusif, dan banyak lagi.

    Dengan rilisnya Supervive di tahap Open Beta ini, para penggemar game hero shooter dan battle royale MOBA akhirnya bisa menikmati pengalaman seru ditunggu-tunggu.

    Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence

  • Starlink Resmi Bisa Langsung Nyambung ke HP, Cek Jadwalnya

    Starlink Resmi Bisa Langsung Nyambung ke HP, Cek Jadwalnya

    Jakarta, CNBC Indonesia – Elon Musk akhirnya bisa mewujudkan impiannya untuk mengalirkan internet Starlink langsung ke HP (direct-to-cell) masyarakat. Pada laman resminya, sudah terpampang tab khusus ‘Starlink Direct to Cell’ yang dijanjikan akan mulai beroperasi dalam waktu dekat.

    Mula-mula kemampuan ‘text’ dimulai 2024, meski tak diumbar secara spesifik tanggalnya. Lalu kemampuan ‘voice & data’ dan ‘iot’ akan dimulai pada 2025 mendatang.

    “Akses yang mudah untuk teks, suara, dan data untuk ponsel LTE di seluruh dunia,” tertera pada laman resmi Starlink, dikutip Senin (25/11/2024).

    “Satelit Starlink direct-to-cell menjelajah di mana pun Anda berada di darat, danau, atau perairan pantai. Direct-to-cell juga akan menghubungkan perangkat IoT dengan standar LTE umum,” diungkap Starlink.

    Sebelumnya, fitur tersebut sempat menuai kontroversi, utamanya dari penyelenggara jaringan seluler untuk perangkat mobile. Ditakutkan, fitur direct-to-cell Starlink akan ‘membunuh’ eksistensi bisnis operator seluler.

    Komisi Komunikasi Federal (FCC) sudah pernah memberikan izin sementara kepada Starlink untuk mengaktifkan fitur direct-to-cell di wilayah Amerika Serikat (AS) yang terhantam badai Helene beberapa saat lalu.

    Pada Oktober 2024, FCC mengatakan izin sementara itu untuk menghadapi kondisi darurat di tengah bencana. Tujuannya untuk membantu masyarakat sekitar terkoneksi, sebab layanan internet lumpuh imbas badai Helene.

    Selain itu, izin sementara tersebut juga sekaligus menguji coba kemampuan internet Starlink direct-to-cell. Agaknya, izin permanen sudah dikantongi Musk, sehingga materi promosinya sudah terpampang di laman resmi Starlink.

    Pengumuman di laman Starlink itu terjadi tak lama pasca Donald Trump dinyatakan menang dalam Pilpres AS. Banyak pihak yang memprediksi izin-izin dan masalah-masalah yang dialami beberapa perusahaan Musk akan mudah teratasi karena kedekatan miliarder tersebut dengan Trump.

    (fab/fab)

  • Pelajaran banjir dari Spanyol bagi pengelolaan lahan di Indonesia

    Pelajaran banjir dari Spanyol bagi pengelolaan lahan di Indonesia

    Jakarta (ANTARA) – Bagi Spanyol pentas kejuaraan dunia MotoGP 2024 telah menjadi saksi suka dan duka yang bergabung menjadi satu.

    Bangsa Spanyol layak bersukacita karena pada 17 November 2024 silam salah seorang anak bangsanya, Jorge Martin, dinobatkan sebagai Juara Dunia MotoGP 2024.

    Martin mampu mengalahkan pesaing terberatnya Francesco Bagnaia dari Italia yang juga Juara Dunia MotoGP 2022 dan 2023. Martin menjadi penghibur atas duka Spanyol karena banjir bandang dua pekan sebelumnya.

    Dua pekan sebelumnya, yakni pada 29-30 Oktober 2024, kota Valencia dan sekitarnya di Spanyol diterjang banjir dahsyat yang merengut nyawa 226 orang dengan kerugian ekonomi mencapai Rp342 triliun.

    Sirkuit MotoGP Valencia juga rusak berat sehingga pentas MotoGP dialihkan ke Kota Catalunya, Barcelona.

    Penyelanggara lantas membuat tema balapan ‘Solidarity GP of Barcelona 2024: Racing for Valencia’ dengan menyisihkan hasil penjualan tiket untuk korban banjir. Membeli tiket MotoGP bermakna menyumbang untuk Valencia.

    Banjir yang didorong oleh badai Dana itu memang tak terduga bagi masyarakat awam. Badan Cuaca Nasional Spanyol (Aemet) mencatat wilayah Valencia diguyur hujan yang jumlahnya di atas normal yaitu setara curah hujan dalam setahun hanya dalam waktu delapan jam.

    Tinggi curah hujan sebanyak 491 mm setara dengan volume 491 Liter air pada luasan satu meter persegi. Curah hujan tersebut termasuk dalam kategori hujan ekstrem (curah hujan > 150 mm).

    Akibatnya, bencana banjir bandang tidak dapat dihindari. Dalam sekejap wilayah Valencia bak danau besar yang menelan jalanan dan pemukiman setempat.

    Citra Satelit Landsat 9 dari United States Geological Survey (USGS) yang diolah oleh Badan Antariksa Eropa (ESA) memantau area banjir sebelum dan sesudah kejadian banjir bandang.

    Dalam citra satelit itu, tampak wilayah yang terkena bencana berada di sekitar laguna Albufera. Aliran air sungai dari hulu menuju hilir begitu besar sehingga meluap menutupi sebagian besar wilayah hilir di Alzira.

    Wilayah terpapar banjir bandang seperti Andalusia, Murcia, dan Valencia yang merupakan pemasok hasil pertanian terbesar ke pasar Eropa menjadi terendam.

    Spanyol, negara dengan lahan pertanian terluas di Eropa. Di kala normal negara tersebut sangat membutuhkan air dengan jumlah yang sangat besar untuk menghidupi wilayah pertaniannya.
    Namun, ketika banjir besar terjadi, kapasitas lahan tak lagi mampu menopang jumlah air yang sangat melimpah.

    Spanyol memang sangat tergantung pada tanahnya. Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) telah memperkirakan bahwa 74 persen wilayah di Spanyol telah mengalami proses gurunisasi dan 18 persen di antaranya telah mengalami proses gurun secara permanen.

    Dua bulan sebelum banjir bandang terjadi, sebuah saluran Youtube dengan nama Geografyi telah mengingatkan bahwa wilayah Spanyol akan diprediksi menjadi gurun karena proses gurunisasi.

    Maksud gurunisasi adalah terjadinya degradasi tanah. Hal itu merupakan sebuah proses menurunnya kesuburan dan kualitas, serta kemampuan tanah.

    Degradasi lahan mengancam keberlangsungan kehidupan pada lahan-lahan pertanian. Semula lahan-lahan di Spanyol merupakan kebun tanaman tahunan yang tidak membutuhkan air banyak seperti zaitun, jeruk, dan anggur.

    Kini lahan-lahan tersebut telah berubah secara masif menjadi lahan pertanian tanaman pangan semusim yang sangat membutuhkan banyak air. Spanyol memenuhi kebutuhan itu melalui saluran irigasi.

    Kebutuhan air bersih di Spanyol semakin meningkat dengan bertambahnya penduduk dan perluasan lahan pertanian semusim.

    Perencanaan yang kurang cermat membuat ketika terjadi badai Dana, maka lahan tak mampu meresapkan air ke dalam tanah atau menahan air meluap ke luar jaringan irigasi.

    Kondisi di wilayah hulu Spanyol yang sudah mengalami perubahan drastis memperparah keadaan saat curah hujan ekstrem terjadi yang mengakibatkan terjadinya banjir bandang tersebut.

    Kondisi tanah di Indonesia

    Potensi banjir bandang juga banyak terjadi di wilayah Indonesia. Tanah-tanah di Indonesia didominasi oleh tanah-tanah vulkanik yang bersifat muda terutama di Pulau Jawa dan Sumatera, sedangkan di Kalimantan wilayahnya didominasi bentang lahan tektonik yang berbahan induk batuliat dan batupasir di daerah hulu dan alluvial di daerah hilir.

    Lahan-lahan tersebut awalnya banyak yang berupa hutan, terutama di Pulau Kalimantan sebelumnya berupa hutan hujan tropis dan terkenal menjadi paru-paru dunia.

    Lazimnya di wilayah yang sebelumnya berupa hutan hujan tropis terdapat siklus curah hujan yang tinggi.

    Ketika hutan-hutan primer masih hijau dengan fungsi yang baik sebagai penyeimbang alam, potensi banjir dari curah hujan ekstrem dan di atas normal dapat dihindari.

    Kini luas hutan primer sudah semakin berkurang akibat alih fungsi lahan. Hutan sekunder yang ada saat ini tidak lagi mampu menanggung beban alam jika terjadi kejadian hujan di atas normal.

    Demikian pula telah terjadi percepatan alih fungsi lahan di wilayah hulu yang sangat masif. Banjir bandang dapat berpotensi terjadi di masa depan jika manusia, si pengelola Bumi, abai dalam masalah kerusakan lingkungan.

    Terlebih pada Januari hingga Maret 2025 diperkirakan La Nina tiba di Indonesia, musim basah, sehingga persiapan mencegah bencana layak dilakukan.

    Pengembangan kawasan pertanian tanaman pangan, perkebunan, permukiman, perdesaan, perkotaan, dan industri mesti dirancang mengikuti kaidah lingkungan agar keberlanjutan tetap dapat dijaga.

    Manusia seringkali lupa atas historis lahan-lahan tersebut sebelum dialihfungsikan, sehingga alam kemudian mengembalikannya sedemikian rupa melalui caranya sendiri.

    Hal penting dan pelajaran yang dapat diambil dari kasus banjir bandang Spanyol adalah pentingnya memahami sejarah sebuah lahan sebagai bekal menjaga kualitas serta kemampuan lahan yang beralih fungsi.

    Kemudian pengembangan lahan pertanian, permukiman, perdesaan, perkotaan bahkan kawasan industri idealnya tetap mempertahankan tanaman tahunan di sekitarnya sebagai penyangga.

    Lalu penting dilakukan percepatan reboisasi dan reklamasi yang secara parsial dan terukur; dan hindari kebijakan perubahan bentang lahan secara mendadak dalam skala luas dan masif.

    Perubahan bentang alam sebaiknya lakukan secara bertahap sesuai dengan daya dukung lahan dan lingkungan setempat serta pembangunan kawasan penyangganya. Dengan pelajaran tersebut bencana banjir bandang dapat dihindari di kemudian hari.

    *) Penulis adalah Peneliti di Pusat Riset Tanaman Pangan, BRIN.

    Copyright © ANTARA 2024