Tag: Badai

  • PBB Buka-bukaan Sebut RI di Ambang Malapetaka

    PBB Buka-bukaan Sebut RI di Ambang Malapetaka

    Jakarta, CNBC Indonesia – Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) memberikan peringatan khusus untuk sejumlah negara Asia, termasuk Indonesia. Secara spesifik, peringatan itu terkait ‘petaka’ yang mengancam wilayah asia, dipicu fenomena perubahan iklim.

    Peringatan tersebut mengacu pada laporan lembaga PBB, Badan Meteorologi Dunia (WMO), yang bertajuk State of the Climate in Asia 2023 dengan menganalisa bencana yang terjadi di 2023 dan polanya di masa depan.

    Dikatakan ada laju percepatan indikator perubahan iklim utama seperti suhu permukaan, pencairan gletser, dan kenaikan permukaan air laut.

    Asia disebut masih menjadi wilayah yang paling banyak dilanda masalah alam di dunia akibat cuaca dan iklim. Benua ini mengalami pemanasan lebih cepat dari rata-rata global dengan tren meningkat hampir dua kali lipat sejak periode 1961-1990.

    “Kesimpulan dari laporan ini sangat menyadarkan kita,” kata Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo dalam keterangan yang diterima CNBC Indonesia, dikutip Sabtu (11/1/2025).

    WMO mencatat, banyak negara di Asia mengalami tahun terpanas yang pernah tercatat pada tahun 2023, bersamaan dengan kondisi ekstrim, mulai dari kekeringan dan gelombang panas hingga banjir dan badai.

    Perubahan frekuensi iklim dan tingkat keparahan peristiwa tersebut, berdampak besar pada masyarakat, ekonomi, dan yang terpenting, kehidupan manusia dan lingkungan tempat makhluk hidup tinggal.

    Pada 2023, total 79 bencana yang terkait dengan bahaya hidrometeorologi dilaporkan di Asia, sebagaimana dilaporkan pula oleh Emergency Events Database. Dari jumlah tersebut, lebih dari 80% terkait dengan peristiwa banjir dan badai, dengan lebih dari 2.000 korban jiwa dan sembilan juta orang terkena dampak langsung.

    Panas ekstrem juga menjadi laporan lain. Meskipun risiko kesehatan yang ditimbulkan semakin meningkat, penduduk Asia masih beruntung karena tidak ada kematian yang dilaporkan.

    “Sekali lagi, di tahun 2023, negara-negara yang rentan terkena dampak yang tidak proporsional. Sebagai contoh, topan tropis Mocha, topan terkuat di Teluk Benggala dalam satu dekade terakhir, menghantam Bangladesh dan Myanmar,” jelas Sekretaris Eksekutif Komisi Ekonomi dan Sosial untuk Asia dan Pasifik (ESCAP), Armida Salsiah Alisjahbana yang menjadi mitra dalam penyusunan laporan ini.

    “Peringatan dini dan kesiapsiagaan yang lebih baik telah menyelamatkan ribuan nyawa,” ujarnya.

    Sementara itu, dalam laporan yang sama juga dimuat bagaimana kenaikan permukaan laut dari Januari 1993 hingga Mei 2023. State of the Climate in Asia 2023 juga memberikan data indikasi kenaikan air laut yang meliputi wilayah Indonesia.

    Tercatat, banyak area mengindikasikan Global Mean Sea Level (GMSL) di atas rata-rata global yakni 3,4 atau ± 0,33 mm per tahun. Indonesia sendiri berada di wilayah berwarna kuning yang mengindikasikan peringatan.

    Sebelumnya, kajian proyeksi USAID di 2016), menyebutkan kenaikan air laut akan menenggelamkan 2.000 pulau kecil pada tahun 2050. Ini berarti terdapat 42 juta penduduk berisiko kehilangan tempat tinggalnya.

    Untuk itu, laporan ini sebaiknya jadi bahan perenungan bagi semua pihak untuk terus menjaga lingkungan demi meredam dampak perubahan iklim yang kian parah.

    (luc/luc)

  • 2024 Jadi Tahun Terpanas dalam Sejarah

    2024 Jadi Tahun Terpanas dalam Sejarah

    Bisnis.com, JAKARTA – Peneliti menyatakan tahun 2024 menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat.

    Dilansir dari Livescience, untuk pertama kalinya, pemanasan global melampaui 1,5 derajat Celcius (2,7 derajat Fahrenheit) di atas tingkat pra-industri pada tahun 2024, menurut data baru. Hal ini menjadikan tahun 2024 sebagai tahun terpanas yang pernah tercatat.

    Suhu rata-rata bumi pada tahun 2024 adalah sekitar 2,9 F (1,6 C) di atas suhu pra-industri karena emisi gas rumah kaca mencapai titik tertinggi sepanjang masa, menurut Copernicus Climate Service dari Komisi Eropa.

    Dan dampak kerusakan iklim tersebut terlihat jelas dalam bentuk gelombang panas, badai, kekeringan, banjir, dan kebakaran hutan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang terjadi di seluruh dunia.

    “Kita kini berada di ambang melampaui tingkat 1,5ºC yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris dan rata-rata dalam dua tahun terakhir sudah berada di atas tingkat ini,” ujar Samantha Burgess, pemimpin strategis iklim di Pusat Cuaca Jangka Menengah Eropa Prakiraan (ECMWF), kata dalam sebuah pernyataan.

    “Suhu global yang tinggi ini, ditambah dengan rekor tingkat uap air di atmosfer global pada tahun 2024, menyebabkan gelombang panas yang belum pernah terjadi sebelumnya dan curah hujan lebat, menyebabkan kesengsaraan bagi jutaan orang.”

    Pemanasan global sebesar 2 C (3,6 F) dianggap sebagai ambang batas yang penting, karena pemanasan lebih dari itu akan sangat meningkatkan kemungkinan terjadinya kerusakan iklim yang merusak dan tidak dapat diubah lagi. Hal ini mencakup runtuhnya sebagian besar lapisan es Greenland dan Antartika Barat, gelombang panas ekstrem, kekeringan parah, kekurangan air, dan cuaca ekstrem di sebagian besar dunia.

    Sekitar 200 negara berjanji untuk membatasi kenaikan suhu global hingga 1,5 C atau lebih rendah dalam Perjanjian Paris tahun 2015. Karena target ini mengacu pada rata-rata yang dicapai selama lebih dari dua dekade, berita hari ini tidak berarti bahwa perjanjian tersebut tidak berlaku, namun hal ini membuat pencapaian target menjadi sangat tidak pasti.

  • Bak Karma! Kebakaran di LA usai Trump Ancam Buat Neraka di Gaza, Warganet: Ketika Allah Berkehendak

    Bak Karma! Kebakaran di LA usai Trump Ancam Buat Neraka di Gaza, Warganet: Ketika Allah Berkehendak

    GELORA.CO – Kebakaran hutan Los Angeles disebut seperti karma usai presiden terpilih Donald Trump mengancam akan “melepaskan neraka ke Gaza” jika sandera Israel tak dilepaskan.

    Peristiwa kebakaran hutan di Los Angeles, California, Amerika Serikat pada Selasa, 7 Januari 2025 semakin meluas hingga merambat ke permukiman elit, yakni Pacific Palisades dan Hollywood Hills.

    Dikutip dari BBC, 10 orang tewas akibat kebakaran di Los Angeles dan 180 ribu penduduk di evakuasi.

    Hingga saat ini, ribuan petugas pemadam kebakaran telah berupaya keras untuk memadamkan api.

    Kebakaran dipicu oleh angin kencang. Para penyelidik masih berusaha mencari tahu pemicu pasti dari badai api terburuk yang pernah ada, tetapi kombinasi berbagai faktor mungkin telah menciptakan kondisi yang optimal untuk terjadinya kebakaran. 

    California umumnya mengalami kebakaran hutan pada bulan Juni dan Juli, dan kebakaran tersebut dapat berlangsung hingga Oktober, tetapi kali ini justru terjadi pada Januari. 

    Tahun lalu, kurang dari empat persen wilayah California terkena dampak kekeringan dibandingkan dengan hampir 60 persen tahun ini, menurut pemantau kekeringan AS.

    Perubahan iklim telah berkontribusi terhadap peningkatan frekuensi, lamanya musim, dan area kebakaran hutan, menurut sebuah laporan oleh Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA).

    Jadi, kondisi kering yang dipicu oleh angin Santa Ana kemungkinan besar menyebabkan kebakaran hutan.

    Di media sosial, kondisi akibat kebakaran hutan yang meluas di Los Angeles sangatlah mengerikan.

    Kobaran api yang besar disertai angin kencang membuat sejumlah rumah hingga restoran dilalap si jago merah.

    Kawasan permukiman elit Pacific Palisades dan Hollywood Hills hangus terbakar.

    Bahkan, langit Los Angeles pun tampak berwarna oranye.

    Peristiwa kebakaran di Los Angeles pun menuai beragam komentar. Tak sedikit dari mereka yang kembali menyoroti genosida di Palestina.

    Terlebih, saat Donald Trump sempat berpidato di kediamannya di Florida yang mengancam akan membuat neraka di Gaza.

    Genosida Israel di Gaza telah terjadi sejak 7 Oktober 2024. Dalam genosida yang dilakukan, Israel menjatuhkan bom-bom di wilayah Gaza hingga membakar warga hidup-hidup di tenda pengungsian.

    Warganet pun menyebut bahwa kini Los Angeles tengah mengalami hal yang serupa dengan warga-warganya yang harus kehilangan tempat tinggal dan mengalami bencana dahsyat.

    “Karma benar-benar menyebalkan. Mereka tidak menginginkan gencatan senjata agar api tidak padam,” cuit @oi****.

    “LA tampak seperti seperti Gaza, orang bertanya-tanya bagaimana rumah bisa menguap sepenuhnya sementara pohon-pohon berdiri tidak hancur menjadi debu,” kata @so******.

    “Api raksasa sedang melahap California, Amerika Serikat. Ada 130.000 warga terdampak yg harus dievakuasi. Semoga setelah ini Amerika fokus untuk merehabilitasi para korban, memperbaiki infrastruktur yg rusak, dan stop membiayai kehancuran di Gaza,” komentar @er*****.

    “negara Penyandang dana terbesar untuk genosida di palestina sekarang tidak bisa berkutik melawan kekuasaan Allah subhanahuwataa’ala. ingat ini belum seberapa,” ucap @jo****.

    “Ketika Allah Swt sudah berkehendak, nggak perlu rudal, pesawat tempur atau bom, hanya dengan api dan angin jadi gosong dalam waktu sekejap,” komentar @iw****.

    “Mereka mengirimkan bantuan dan persenjataan. Allah mengirimkan api dan angin,” cuit @ma***.

    “Baru ngeliat kebakaran kek gini, Amerika dibikin neraka duluan, Mungkin karma atas dukungan genosida di Palestina,” ujar @qb***.

    “Karma AS, bagai neraka di Hollywood Hills,” kata @YB******.

  • 2024 Jadi Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah, Ini Wanti-wanti Ilmuwan

    2024 Jadi Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah, Ini Wanti-wanti Ilmuwan

    Jakarta

    Dunia baru saja mencetak rekor baru sebagai tahun pertama saat suhu global melampaui 1,5 derajat Celsius di atas masa pra-industri, demikian pengumuman para ilmuwan pada Jumat (10/11/2024).

    Catatan sejarah tersebut dikonfirmasi layanan perubahan iklim European Union’s Copernicus Climate Change Service (C3S) Uni Eropa, yang menyatakan perubahan iklim mendorong suhu planet ke tingkat yang belum pernah dialami oleh manusia sebelumnya.

    “Lintasannya sungguh luar biasa,” kata Direktu C3S Carlo Buontempo kepada Reuters, menjelaskan bagaimana setiap bulan pada 2024 adalah suhu terpanas atau kedua terpanas, sejak pencatatan dimulai.

    Suhu rata-rata planet pada 2024 adalah 1,6 derajat celsius. Lebih tinggi daripada 1850-1900, ‘periode pra-industri’ sebelum manusia mulai membakar bahan bakar fosil yang mengeluarkan CO2 dalam skala besar.

    Tahun lalu menjadi tahun terpanas di dunia sejak pencatatan dimulai, dan masing-masing dari 10 tahun terakhir termasuk di antara 10 tahun terpanas yang pernah tercatat.

    Dampak perubahan iklim kini terlihat di setiap benua.

    Kebakaran hutan yang melanda California minggu ini menewaskan sedikitnya lima orang dan menghancurkan ratusan rumah.

    Pada 2024, Bolivia dan Venezuela juga mengalami kebakaran parah, sementara banjir besar melanda Nepal, Sudan, dan Spanyol, serta gelombang panas di Meksiko dan Arab Saudi menewaskan ribuan orang.

    Perubahan iklim memperburuk badai dan hujan lebat, karena atmosfer yang lebih panas dapat menampung lebih banyak air, menyebabkan hujan deras. Jumlah uap air di atmosfer planet ini mencapai rekor tertinggi pada 2024.

    Chukwumerije Okereke, seorang profesor tata kelola iklim global di Universitas Bristol, Inggris, mengatakan tonggak sejarah 1,5 derajat Celsius seharusnya menjadi peringatan keras bagi para pemangku kebijakan untuk membuat ramah lingkungan.

    “Terlepas dari semua peringatan yang telah diberikan para ilmuwan, negara-negara terus gagal memenuhi tanggung jawab mereka,” katanya kepada Reuters.

    Konsentrasi karbon dioksida di atmosfer, gas rumah kaca utama, mencapai titik tertinggi baru sebesar 422 bagian per juta pada 2024, kata C3S.

    Zeke Hausfather, ilmuwan peneliti di Berkeley Earth nirlaba AS mengatakan ia memperkirakan 2025 akan menjadi salah satu tahun terpanas yang pernah tercatat, tetapi kemungkinan tidak akan menduduki peringkat teratas.

    “Tahun ini masih akan masuk dalam posisi tiga besar tahun terpanas,” katanya.

    Hal ini terjadi karena meskipun faktor terbesar menyebabkan pemanasan iklim adalah emisi yang disebabkan manusia, suhu pada awal 2024 mendapat dorongan tambahan dari El Nino, pola cuaca yang memanas kini cenderung mengarah ke La Nina yang lebih dingin.

    (naf/naf)

  • Cuaca Ekstrem, Masyarakat & Wisatawan Diimbau Tak Melakukan Pendakian Gunung Agung di Bali – Halaman all

    Cuaca Ekstrem, Masyarakat & Wisatawan Diimbau Tak Melakukan Pendakian Gunung Agung di Bali – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, BALI – Masyarakat dan wisatawan diimbau agar tidak melakukan pendakian ke Gunung Agung selama kondisi cuaca ekstrem.

    Gunung Agung adalah gunung tertinggi di Pulau Bali dengan ketinggian 3.142 mdpl. 

    Gunung berapi ini terletak di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali.

    Imbauan ini disampaikan Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

    Hal ini berdasarkan laporan dari berbagai pihak mengenai peningkatan risiko keselamatan akibat hujan deras dan badai di kawasan puncak kawah Gunung Agung.

    Imbauan ini dituangkan dalam Surat Edaran Plt. Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali Nomor B.24.500.4.1/95/UPTD.KPHBT/DKLH Tahun 2025 tentang Pencegahan Risiko Pendakian ke Gunung Agung Pada Kondisi Cuaca Ekstrem yang dikeluarkan di Denpasar, Jumat (10/1/2024). 

    Plt Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali I Made Rentin menyampaikan imbauan agar menghindari pendakian pada kondisi cuaca ekstrem.

    “Para pendaki diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pendakian ke Gunung Agung pada saat cuaca buruk, seperti hujan lebat, badai, atau potensi cuaca ekstrem lainnya yang dapat membahayakan keselamatan,” demikian bunyi poin satu dalam surat edaran.
     
    Selanjutnya pendaki diwajibkan untuk menggunakan pemandu lokal. 

    “Pendaki yang tetap memilih melakukan pendakian diwajibkan untuk menggunakan jasa pemandu lokal yang memiliki pengalaman dan pengetahuan memadai terkait jalur pendakian serta kondisi lingkungan Gunung Agung,” tambahnya.

    Pendaki juga diminta mematuhi seluruh aturan yang berlaku serta mengikuti arahan dari petugas di pos pendakian guna memastikan keselamatan selama perjalanan.

    “Informasi terkini mengenai kondisi cuaca dari BMKG wajib diperhatikan. Sosialisasi terkait potensi risiko kepada masyarakat dan pendaki juga menjadi prioritas untuk meminimalkan kejadian yang tidak diinginkan,” bunyi poin terakhir.

    Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan Bali Timur, Made Maha Widyartha yang juga ditunjuk sebagai narahubung, dapat dihubungi melalui nomor telepon 08125651052 untuk memberikan informasi lebih lanjut.

    Pemandu wisata pendakian Gunung Agung bersama tim SAR gabungan mengevakuasi 2 pendaki yang sempat hilang di Gunung Agung dan berhasil ditemukan dengan selamat pada Jumat (27/12/2024). (Istimewa)

    Rentin mengatakan surat Edaran ini dibuat sebagai upaya untuk menjaga keselamatan para pendaki serta kelestarian lingkungan Gunung Agung. 

    “Kami berharap seluruh pihak terkait dapat mendukung dan melaksanakan imbauan ini dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

    WNA Korsel Tewas saat Mendaki di Gunung Agung

    Kyung Dam Oh (31), warga negara Korea Selatan (Korsel) ditemukan meninggal dunia setelah dikabarkan menghilang karena tersesat saat mendaki Gunung Agung, Karangasem, Bali, Kamis (2/1/2025).

    Kronologis kejadian bermula saat Kyung Dam Oh mendaki Gunung Agung sendirian tanpa didampingi pemandu lokal, Rabu (1/1/2025) pagi.

    Ia mendaki Gunung Agung melalui jalur Pura Pasar Agung, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem.

    Sebelum dikabarkan menghilang, Kyung Dam Oh sempat menghubungi temannya yang berada di Korea Selatan pada pukul 09.00 Wita, Rabu, 1 Januari 2025.

    Saat itu, Kyung Dam Oh mengabarkan jika dirinya berada di ketinggian 2000 Mdpl.

    Kabar menghilangnya Kyung Dam Oh diterima Kantor Pos Basarnas Bali pada Kamis (2/1/2025) siang setelah menerima laporan dari Konsulat Korea Selatan. 

    Setelah menerima laporan, tim SAR gabungan langsung dikerahkan untuk mencari keberadaan Kyung Dam Oh melalui jalur Pura Pasar Agung, Desa Sebudi, Kecamatan Selat.

    Pada pukul 13.20 Wita, sebanyak 23 orang pemandu lokal sudah bergerak dari jalur Pasar Agung Selat dan 4 orang lainnya sudah mendahului pencarian dari jalur Pasar Agung Bebandem.

    “Jadi tim pemandu ini kita bagi menjadi 2 SRU, mengingat memang tidak ada saksi mata yang melihat WNA ini saat akan mendaki,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, Kamis (2/1/2024).

    Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pun lantas menggali informasi dengan pihak konsulat Korea Selatan untuk mencari petunjuk arah pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan.

    Setelah dilakukan pengecekan di lokasi titik terakhir korban, ditemukan motor rental yang disewa korban terparkir di Pura Pasar Agung. 

    Kemudian pencarian pun mulai dipusatkan. 

    Pada pukul 13.30 Wita personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem berjumlah 8 orang pun tiba di posko SAR gabungan. 

    Pada pukul 13.45 Wita menyusul 10 orang tim SAR gabungan memulai pendakian dari Pasar Agung Sebudi, yang terdiri dari 5 orang dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, 3 orang pemandu lokal dan 2 orang dari TRC BPBD Kabupaten Karangasem.

    Unsur SAR lainnya yang terlibat dalam pencariab tersebut di antaranya Koramil Selat dan Polsek Selat.

    Pada pencarian di hari pertama, Kamis (2/1/2025) tim SAR gabungan belum berhasil menemukan keberadaan korban.

    Pada hari kedua pencarian, tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia. 

    Tubuh Kyung Dam Oh ditemukan pada ketinggian 2.200 Mdpl, Jumat (3/1/2025) pukul 10.00 WITA. 

    “Tim Search Rescue atau SRU 1 yang bergerak dari Pura Pasar Agung sekitar pukul 07.00 Wita melihat tubuh korban posisi tertelungkup saat penyisiran di jalur pendakian pasar Agung, posisi jenazahnya berada kurang lebih 100 meter di bawah,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, Jumat (3/12/2025).

  • Cap Jempol Darah, PDIP Bandung Dukung Bu Mega jadi Ketum Lagi

    Cap Jempol Darah, PDIP Bandung Dukung Bu Mega jadi Ketum Lagi

    JABAR EKSPRES – Dukungan kepada Megawati Soekarno Putri untuk kembali memimpin Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) terus mengalir. Salah satunya dari para kader dan simpatisan di Kota Bandung.

    Bahkan, para kader sampai cap jempol darah sebagai bentuk kesolidan dukungan itu. Aksi itu dilakukan pada Jumat (10/1/2025).

    Mereka membubuhkan cap jempol darah di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Bandung. Itu juga bagian dari Peringatan HUT ke-52 PDI Perjuangan.

    BACA JUGA:Anggota DPRD Banjar dari PDIP Dilaporkan ke Polisi Karena Nikah Sirih!

    Cap jempol darah diawali Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bandung Andri Gunawan. Dilanjutkan para pengurus dan kader. Nampak juga Dandan Riza Wardana, kader yang sempat bertarung dalam Pilkada Kota Bandung.

    Andri Gunawan menjelaskan, cap jempol darah itu bukan perintah dari pusat. Tapi murni inisiatif dari DPC. “PDI Perjuangan solid dan setia kepada Ibu Ketum kami. Ibu Mega,” tegasnya.

    Andri melanjutkan, cap jempol darah itu pernah dilakukan dalam sejarah perjuangan PDI Perjuangan. Yakni rangkaian peristiwa bersejarah kuda tuli 27 Juli 1996.

    BACA JUGA:Rayakan HUT ke-52, PDI Perjuangan Jabar Potong Tumpeng dan Berikan Santunan

    Menurut Andri, saat ini kondisi partainya juga sedang tidak baik – baik saja. Banyak goncangan jelang kongres. Termasuk di Kota Bandung. “Kalau di Bandung contoh yang nampak adalah spanduk – spanduk yang berisi fitnah dan cemooh,” katanya.

    Andri menegaskan, semangat peristiwa Kuda Tuli itu akan dibawa saat ini. Sehingga para kader akan menghadapi badai dan guncangan dengan tidak gentar. “Jangankan diganggu dengan spanduk, kantor kami dibakar saja akan kami hadapi,” tegasnya.

    Selain cap jempol darah, DPC PDI Perjuangan Kota Bandung juga telah membentuk satgas. Yakni satgas yang akan mengamankan sampai pelaksanaan kongres PDI Perjuangan nanti.(son)

  • Cegah Kebakaran Seperti di Los Angeles, Ini 8 Penyebab Kebakaran Hutan Paling Umum

    Cegah Kebakaran Seperti di Los Angeles, Ini 8 Penyebab Kebakaran Hutan Paling Umum

    Jakarta: Kebakaran hutan telah menjadi masalah global yang menghancurkan jutaan hektare lahan dan menimbulkan kerugian besar bagi manusia, hewan, dan ekosistem.

    Contoh nyata adalah kebakaran besar di Los Angeles baru-baru ini yang menghanguskan lebih dari 34.921 hektare lahan, menyebabkan 10 kematian, dan memaksa 179.000 orang mengungsi.

    Peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya memahami faktor-faktor yang dapat memicu kebakaran hutan, yuk simak apa saja.
     
    1. Petir Panas
    Petir panas adalah salah satu penyebab alami kebakaran hutan yang paling sering terjadi. Tidak seperti petir dingin yang berlangsung singkat, petir panas memiliki durasi lebih lama dan menghasilkan panas intens yang cukup untuk membakar vegetasi kering.

    Di Kanada, misalnya, petir panas menyebabkan sekitar 60% kebakaran hutan setiap tahun di provinsi British Columbia.

    Selain itu, kebakaran Bay Area pada 2020 yang menghancurkan 5 juta hektare lahan juga disebabkan oleh badai petir setelah gelombang panas ekstrem.
     
    2. Vegetasi Kering
    Kondisi vegetasi yang kering akibat musim panas panjang atau curah hujan rendah membuat hutan menjadi sangat rentan terhadap kebakaran.

    Sebagai contoh, pada 2021, California mengalami kenaikan 65% pada jumlah vegetasi kering dalam beberapa bulan, meningkatkan risiko kebakaran besar.

    Fenomena serupa terjadi di Australia, di mana curah hujan yang rendah dan suhu panas ekstrem menciptakan kondisi ideal untuk kebakaran, seperti krisis bushfire tahun 2019 yang membakar 11 juta hektare lahan.
     
    3. Peralatan Listrik dan Kabel Terbuka
    Kabel listrik yang putus atau mengalami kerusakan dapat menghasilkan percikan api yang memulai kebakaran, terutama di daerah berhutan yang kering.

    Kebakaran ini sering kali diperburuk oleh angin kencang, seperti yang terlihat dalam beberapa insiden kebakaran hutan di Amerika Serikat.
     
    4. Kegiatan Pertanian
    Beberapa kebakaran dimulai dari praktik pembakaran lahan pertanian untuk membuka tanah baru.

    Ketika tidak dikontrol dengan baik, api dapat meluas ke area hutan yang berdekatan, sering kali menyebabkan kerugian ekosistem yang signifikan. Hal ini menjadi masalah besar di Asia Tenggara.
     
    5. Peningkatan Suhu Global
    Perubahan iklim memperburuk risiko kebakaran hutan dengan meningkatkan suhu global dan mengurangi curah hujan.

    Dengan setiap kenaikan 1°C suhu, frekuensi sambaran petir meningkat sekitar 12%, memperbesar peluang terjadinya kebakaran hutan. Perubahan iklim juga membuat musim kebakaran menjadi lebih panjang dan lebih intens.
     
    6. Kegagalan Mesin dan Kendaraan
    Kendaraan atau mesin yang mengeluarkan percikan api saat berada di dekat vegetasi kering dapat memicu kebakaran.

    Kegagalan peralatan seperti gergaji mesin atau kendaraan berat sering dikaitkan dengan insiden ini.
     
    7. Aktivitas Api Terbuka
    Api unggun, kembang api, atau pembakaran sampah yang tidak diawasi dengan benar dapat dengan mudah menyulut kebakaran hutan, terutama di musim kemarau.

    Data menunjukkan bahwa sekitar 85% kebakaran hutan di Amerika Utara disebabkan oleh aktivitas manusia, termasuk api unggun dan pembakaran debris.
     
    8. Sambaran Api dari Letusan Gunung Berapi
    Di beberapa wilayah, letusan gunung berapi dapat menghasilkan aliran lava atau abu panas yang memicu kebakaran hutan di sekitarnya. Fenomena ini, meskipun jarang, dapat menyebabkan kerusakan besar dalam waktu singkat.

    Mencegah kebakaran hutan membutuhkan pemahaman mendalam tentang penyebabnya dan upaya mitigasi yang terkoordinasi.

    Tragedi kebakaran di Los Angeles pada Januari 2025 menekankan pentingnya langkah konkret seperti program adaptasi iklim, regulasi pembakaran lahan, dan peningkatan sistem respons darurat.

    Dengan tindakan yang tepat, risiko kerusakan besar akibat kebakaran hutan dapat diminimalkan.

    Baca Juga:
    Kobaran Api Makin Besar, 100 Ribu Orang di Los Angeles Mengungsi

    Jakarta: Kebakaran hutan telah menjadi masalah global yang menghancurkan jutaan hektare lahan dan menimbulkan kerugian besar bagi manusia, hewan, dan ekosistem.
     
    Contoh nyata adalah kebakaran besar di Los Angeles baru-baru ini yang menghanguskan lebih dari 34.921 hektare lahan, menyebabkan 10 kematian, dan memaksa 179.000 orang mengungsi.
     
    Peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya memahami faktor-faktor yang dapat memicu kebakaran hutan, yuk simak apa saja.
     
    1. Petir Panas
    Petir panas adalah salah satu penyebab alami kebakaran hutan yang paling sering terjadi. Tidak seperti petir dingin yang berlangsung singkat, petir panas memiliki durasi lebih lama dan menghasilkan panas intens yang cukup untuk membakar vegetasi kering.

    Di Kanada, misalnya, petir panas menyebabkan sekitar 60% kebakaran hutan setiap tahun di provinsi British Columbia.
     
    Selain itu, kebakaran Bay Area pada 2020 yang menghancurkan 5 juta hektare lahan juga disebabkan oleh badai petir setelah gelombang panas ekstrem.
     

    2. Vegetasi Kering
    Kondisi vegetasi yang kering akibat musim panas panjang atau curah hujan rendah membuat hutan menjadi sangat rentan terhadap kebakaran.
     
    Sebagai contoh, pada 2021, California mengalami kenaikan 65% pada jumlah vegetasi kering dalam beberapa bulan, meningkatkan risiko kebakaran besar.
     
    Fenomena serupa terjadi di Australia, di mana curah hujan yang rendah dan suhu panas ekstrem menciptakan kondisi ideal untuk kebakaran, seperti krisis bushfire tahun 2019 yang membakar 11 juta hektare lahan.
     
    3. Peralatan Listrik dan Kabel Terbuka
    Kabel listrik yang putus atau mengalami kerusakan dapat menghasilkan percikan api yang memulai kebakaran, terutama di daerah berhutan yang kering.
     
    Kebakaran ini sering kali diperburuk oleh angin kencang, seperti yang terlihat dalam beberapa insiden kebakaran hutan di Amerika Serikat.
     
    4. Kegiatan Pertanian
    Beberapa kebakaran dimulai dari praktik pembakaran lahan pertanian untuk membuka tanah baru.
     
    Ketika tidak dikontrol dengan baik, api dapat meluas ke area hutan yang berdekatan, sering kali menyebabkan kerugian ekosistem yang signifikan. Hal ini menjadi masalah besar di Asia Tenggara.
     
    5. Peningkatan Suhu Global
    Perubahan iklim memperburuk risiko kebakaran hutan dengan meningkatkan suhu global dan mengurangi curah hujan.
     
    Dengan setiap kenaikan 1°C suhu, frekuensi sambaran petir meningkat sekitar 12%, memperbesar peluang terjadinya kebakaran hutan. Perubahan iklim juga membuat musim kebakaran menjadi lebih panjang dan lebih intens.
     
    6. Kegagalan Mesin dan Kendaraan
    Kendaraan atau mesin yang mengeluarkan percikan api saat berada di dekat vegetasi kering dapat memicu kebakaran.
     
    Kegagalan peralatan seperti gergaji mesin atau kendaraan berat sering dikaitkan dengan insiden ini.
     
    7. Aktivitas Api Terbuka
    Api unggun, kembang api, atau pembakaran sampah yang tidak diawasi dengan benar dapat dengan mudah menyulut kebakaran hutan, terutama di musim kemarau.
     
    Data menunjukkan bahwa sekitar 85% kebakaran hutan di Amerika Utara disebabkan oleh aktivitas manusia, termasuk api unggun dan pembakaran debris.
     
    8. Sambaran Api dari Letusan Gunung Berapi
    Di beberapa wilayah, letusan gunung berapi dapat menghasilkan aliran lava atau abu panas yang memicu kebakaran hutan di sekitarnya. Fenomena ini, meskipun jarang, dapat menyebabkan kerusakan besar dalam waktu singkat.
     
    Mencegah kebakaran hutan membutuhkan pemahaman mendalam tentang penyebabnya dan upaya mitigasi yang terkoordinasi.
     
    Tragedi kebakaran di Los Angeles pada Januari 2025 menekankan pentingnya langkah konkret seperti program adaptasi iklim, regulasi pembakaran lahan, dan peningkatan sistem respons darurat.
     
    Dengan tindakan yang tepat, risiko kerusakan besar akibat kebakaran hutan dapat diminimalkan.
     
    Baca Juga:
    Kobaran Api Makin Besar, 100 Ribu Orang di Los Angeles Mengungsi

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (WAN)

  • Badai PHK Menggila, Tak Capai Target Langsung Dipecat

    Badai PHK Menggila, Tak Capai Target Langsung Dipecat

    Jakarta, CNBC Indonesia – Badai PHK masih terus mengguncang industri teknologi. Terbaru, Microsoft kembali memangkas karyawan di berbagai departemen.

    Pada awal 2024, Microsoft sudah merumahkan 1.900 karyawan. PHK massal Microsoft juga terjadi pada 2023, ketika raksasa software itu mengumumkan pemberhentian 10.000 karyawan.

    Berbeda dari PHK sebelumnya, kali ini Microsoft menegaskan perusahaan memilih karyawan yang diberhentikan berdasarkan kinerja.

    “Di Microsoft, kami fokus pada talenta yang memiliki performa tinggi,” kata juru bicara Microsoft melalui email kepada CNBC International, dikutip Jumat (10/1/2025).

    Kami selalu membantu karyawan untuk belajar dan bertumbuh. Ketika karyawan tidak menunjukkan kinerjanya, kami mengambil tindakan yang tepat,” ia menambahkan.

    PHK ini akan berdampak ke kurang dari 1% karyawan Microsoft, menurut sumber yang familiar dengan rencana tersebut.

    Microsoft memiliki 228.000 karyawan terhitung per akhir Juni 2024 lalu. Meski margin penghasilan perusahaan hampir 38% dan mendekati rekor tertingginya sejak awal 2000-an, namun kinerja saham Microsoft tidak secerah perusahaan lain pada tahun lalu.

    Saham Microsoft naik 12% sepanjang 2024, namun Nasdaq naik mencapai 29%.

    Di awal 2025, hubungan Microsoft dengan OpenAI dilaporkan merenggang. Microsoft membekingi raksasa kecerdasan buatan (AI) di balik layanan populer ChatGPT tersebut dengan pendanaan lebih dari US$13 miliar.

    Kemitraan itu membantu kapitalisasi pasar Microsoft meningkat dan melewati US$3 triliun pada tahun lalu.

    Kendati demikian, pada pertengahan tahun lalu, Microsoft menambahkan OpenAI dalam daftar kompetitornya. CEO Microsoft Nadella menggunakan frasa “ketegangan kerja sama” saat mendiskusikan hubungannya dengan OpenAI dalam sebuah podcast yang dirilis bulan lalu.

    (fab/fab)

  • Sebelum Kebakaran Hebat Los Angeles, Damkar LA Keluhkan Anggaran Dipangkas, 58 Jabatan Dihapus

    Sebelum Kebakaran Hebat Los Angeles, Damkar LA Keluhkan Anggaran Dipangkas, 58 Jabatan Dihapus

    JAKARTA – Kepala Departemen Pemadam Kebakaran (Damkar) Los Angeles (LA) atau LAFD, Kristin Crowley mengatakan pemotongan anggaran menghambat pihaknya untuk menanggapi bencana darurat. Hal itu diungkapkan Crowley sebelum kebakaran hutan melanda LA.

    Mengutip CBS News, Jumat 10 Januari, keluhan akan pemotongan anggaran tersebut telah tertulis dalam memo departemen damkar LA tertanggal Juli 2024. 

    Crowley mengatakan, pemangkasan anggaran jam lembur sebesar 7 juta dolar AS telah membuat departemen kebakaran Los Angeles kesulitan melakukan sejumlah mitigasi kebakaran berskala besar seperti pembersihan semak belukar dan kontrol terhadap rumah-rumah.

    Pemotongan anggaran departemen damkar LA tahun 2024 itu telah menghapus 58 jabatan, penyesuaian gaji pegawai, dan penghapusan biaya sebanyak satu kali, seperti pembelian peralatan alat bantu pernapasan untuk petugas.

    Keluhan akan masalah pendanaan dan kepegawaian juga telah disampaikan Komisaris Departemen Damkar LA, Genethia Hudley-Hayes dalam rapat bersama dewan LA pada 17 Desember 2024. 

    “Tidaklah tidak adil untuk mengatakan bahwa kita sedang dalam mode krisis di dalam Departemen Pemadam Kebakaran Los Angeles,” kata Hudley-Hayes. 

    “Siapa pun yang mengenal anggota dewan harus pergi ke dewan kota, berbicara dengan anggota dewan tersebut, berbicara di dewan lingkungan mereka, melakukan apa pun yang perlu mereka lakukan karena kita benar-benar berada pada titik krisis,” lanjutnya.

    Saat ditanya awak media dalam konferensi pers, Kamis 9 Januari 2025, Wali Kota LA, Karen Bass mengatakan pemangkasan anggaran tidak memengaruhi kemampuan departemen damkar LA untuk menangani kebakaran yang terjadi saat ini.

    “Tidak ada pengurangan yang dilakukan yang akan memengaruhi situasi yang sedang kita hadapi selama beberapa hari terakhir,” katanya,” kata Bass.

    Bass menekankan, departemen damkar LA juga menerima dana tambahan dari kontrak kota dengan serikat pekerja. 

    Dia menekankan, yang terpenting saat ini fokus menghadapi kebakaran hutan LA yang telah menghanguskan banyak rumah dan fasilitas umum dan diperparah angin kencang sehingga potensi titik api merembet sangat tinggi.

    “Badai angin yang belum pernah terjadi sebelumnya, angin yang sangat kencang yang belum pernah kita lihat selama bertahun-tahun, adalah konteks saat kita menghadapi ini,” sambungnya.

  • Jejeran Bintang Hollywood yang Mengungsi, Rumahnya Ikut Terbakar, Paris Hilton hingga Mandy Moore – Halaman all

    Jejeran Bintang Hollywood yang Mengungsi, Rumahnya Ikut Terbakar, Paris Hilton hingga Mandy Moore – Halaman all

    Kebakaran hutan telah terjadi di Los Angeles dan melanda kawasan Pacific Palisades.
    180.000 warga mengungsi dan 5 orang meninggal dunia
    Bintang Hollywood termasuk Paris Hilton dan Billy Crystal kehilangan rumah mereka.
    Sejumlah kawasan perumahan elite ikut terbakar hangus
    Harga rumah rata-rata di wilayah utara LA yang terbakar $4,5 juta (Rp 73 miliar), menurut data Realtor.com.

    TRIBUNNEWS.COM, AS –  Kebakaran hutan melanda Los Angeles, Amerika Serikat (AS), telah menyebar ke Hollywood Hills pada Rabu (8/1/2025) waktu setempat. 

    Api terus membakar sejumlah kawasan disebabkan angin kencang.

    Sedikitnya lima orang tewas.

    Ratusan rumah hangus terbakar dan 180.000 warga mengungsi menurut data Assoaciated Press.

    Kebakaran itu juga membakar ribuan hektar hutan dan hutan sejak terjadi hari Selasa lalu.

    “Ini merupakan badai api  yang terbesar,” kata Wali Kota Los Angeles, Karen Bass.

    Rumah penyanyi Mandy Moore di Altadena dekat Pasadena hangus terbakar akibat kebakaran hutan di Los Angeles (Instagram @mandymooremm)

    Selebriti Hollywood Ikut Mengungsi

    Kebakaran mengancam kawasan pemukiman padat penduduk.

    Termasuk rumah orang-orang kaya di Los Angeles dan Hollywood.

    Kawasan pemukiman Calabasas dan Santa Monica, tempat tinggal orang-orang kaya dan terkenal di California, juga ikut mengungsi. 

    Bintang-bintang Hollywood termasuk Mark Hamill, Mandy Moore, dan James Woods termasuk di antara mereka yang terpaksa mengungsi.

    Moore kemudian mengatakan bahwa ia kehilangan rumahnya di Altadena .

    Rumah Ratusan Miliar Selebriti Hangus

    Daerah yang terletak di antara Santa Monica dan Malibu di Los Angeles utara juga termasuk yang ikut terbakar. 

    Ini juga termasuk kawasan real estat termahal di AS.

    Harga rumah rata-rata adalah $4,5 juta (Rp 73 miliar), menurut data Realtor.com. 

    Ben Affleck , misalnya, membeli rumah mewahnya seharga $20,5 juta (Rp 325 miliar) di sana pada bulan Juli.

    Selebriti lain, termasuk Tom Hanks, Reese Witherspoon , Michael Keaton, Adam Sandler, Miles Teller , dan Eugene Levy, juga tinggal di lingkungan tersebut.

    Kebakaran dimulai pada hari Selasa di Pacific Palisades sebelum menyebar ke arah barat menuju bagian Malibu di Pacific Coast Highway.

    Pada hari Rabu, kota Malibu mengeluarkan pernyataan pada X yang menyarankan penduduk untuk bersiap mengungsi.

    Bintang Amerika Serikat, Paris Hilton (twitter)

    Paris Hilton Rumahnya Hancur

    Paris Hilton mengatakan dia ‘membangun kenangan berharga’ di rumahnya yang hancur di Malibu

    Pada hari Rabu, Paris Hilton berbagi di Instagram bahwa dia “sangat sedih” saat mengetahui rumahnya di Malibu hancur dalam kebakaran.

    “Duduk bersama keluarga, menonton berita, dan melihat rumah kami di Malibu terbakar habis di TV langsung adalah sesuatu yang tidak seharusnya dialami siapa pun,” tulis Hilton.

    “Rumah ini adalah tempat kami membangun begitu banyak kenangan berharga.”

    Meskipun kehilangan tersebut terasa “sangat berat,” dia mengatakan dia bersyukur bahwa keluarga dan hewan peliharaannya selamat.

    Rumah Melissa Rivers Juga Terbakar

    Melissa Rivers, putri mendiang aktor dan komedian Joan Rivers, mengatakan rumahnya terbakar dalam sebuah unggahan Instagram pada hari Rabu.

    “Keluarga saya dan saya telah dievakuasi dengan selamat, dan kami sangat bersyukur tidak terluka,” tulisnya.

     “Saya sangat sedih melihat kehancuran yang disebabkan oleh kebakaran, yang telah menghancurkan rumah saya secara tragis.”

    Ia juga berbagi lebih banyak detail tentang evakuasinya dan mendesak orang lain untuk bersiap dalam wawancara langsung dengan CNN.

    “Sejujurnya, saya mengambil piala Emmy milik ibu saya, foto ayah saya, dan gambar yang dibuat ibu saya tentang saya dan anak saya,” ungkapnya.

    Rumah Billy Crystal Terbakar

    Rumah Billy Crystal , tempat ia tinggal bersama keluarganya selama 46 tahun, terbakar habis.

    “Kami membesarkan anak-anak dan cucu-cucu kami di sini. Setiap inci rumah kami dipenuhi dengan cinta. Kenangan indah yang tidak dapat dilupakan. Tentu saja kami patah hati, tetapi dengan cinta dari anak-anak dan teman-teman kami, kami akan melewati ini,” kata Crystal dalam sebuah pernyataan kepada People .

    “Pacific Palisades adalah komunitas tangguh yang terdiri dari orang-orang hebat dan kami tahu seiring berjalannya waktu komunitas ini akan bangkit kembali. Ini adalah rumah kami,” katanya.

    Aktor yang dinominasikan Oscar James Woods menulis di X Wednesday “Semua detektor asap berbunyi di rumah kami dan memancarkannya ke iPhone kami. Saya tidak percaya rumah kecil kami yang indah di perbukitan ini bisa bertahan selama ini. Rasanya seperti kehilangan orang yang dicintai.”

    Bintang “The Hills” Heidi Montag dan Spencer Pratt juga kehilangan rumah mereka.

    “Saya sangat sedih rumah kami hilang. Saya berharap bisa kembali dan mendapatkan lebih banyak,” kata Montag sambil menangis dalam sebuah video yang diunggahnya di TikTok pada hari Rabu.

    Sementara itu TMZ menerbitkan rekaman rumah Adam Brody dan Leighton Meester yang terbakar, serta foto rumah Anna Faris yang hangus terbakar.

    Penulis lagu Diane Warren, nominasi Oscar 15 kali yang pernah bekerja dengan bintang-bintang seperti Beyoncé dan Taylor Swift , berbagi di Instagram bahwa rumah pantai miliknya yang dihuni selama hampir 30 tahun kemungkinan telah hilang.

    “Sepertinya hilang dalam kebakaran tadi malam. Ada pelangi yang bersinar di sana, yang saya anggap sebagai tanda harapan bagi semua makhluk yang terkena dampak tragedi ini,” tulis Warren. “Namun, hewan-hewan dan peternakan yang diselamatkan baik-baik saja, yang merupakan hal terpenting. Tetaplah aman, semuanya.”

    Dievakuasi Bareng Keluarga

    Pada hari Rabu, aktor “The Princess Bride” Cary Elwes menulis di Instagram bahwa ia dan keluarganya dievakuasi dari daerah tersebut dengan selamat, tetapi mengatakan rumah mereka hancur.

    Ia menulis: “Kami sangat sedih kehilangan rumah, tetapi kami bersyukur bisa selamat dari kebakaran yang sangat dahsyat ini. Kami turut berduka cita kepada semua keluarga yang terdampak oleh peristiwa tragis ini dan kami juga ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada semua petugas pemadam kebakaran, petugas tanggap darurat, dan penegak hukum yang bekerja tanpa lelah sepanjang malam dan masih terus berjuang.”

    Ricki Lake, bintang film asli “Hairspray” dan acara bincang-bincangnya yang berjudul sama, menulis dalam sebuah unggahan Instagram pada hari Rabu bahwa “rumah impiannya” yang menghadap Malibu telah “hilang.”

    Dalam keterangan fotonya, Lake mengatakan dia dan suaminya melarikan diri dari rumah bersama Dolly, anjing mereka, “dan tidak banyak lagi.”

    Mark Hamill mengevakuasi rumahnya dan menggambarkan kebakaran itu sebagai ‘mengerikan’

    Di antara sedikitnya 180.000 warga Los Angeles yang diminta mengungsi dari rumah mereka adalah aktor ” Star Wars ” Mark Hamill.

    Ia mengatakan di Instagram bahwa ia telah meninggalkan rumahnya di Malibu pada hari

    Selasa bersama istrinya, Marilou, dan anjing mereka, Trixie. Ia menggambarkan kejadian itu sebagai “kebakaran paling mengerikan sejak tahun 1993.”

    “Dievakuasi dari Malibu sehingga pada menit-menit terakhir terjadi kebakaran kecil di kedua sisi jalan saat kami mendekati PCH,” tulisnya.

    Levy mengatakan kepada The Los Angeles Times pada hari Selasa bahwa ia terjebak saat mencoba meninggalkan lingkungannya. “Asap terlihat sangat hitam dan pekat di atas Temescal Canyon,” kata Levy. “Saya tidak melihat api apa pun, tetapi asapnya sangat gelap.”

    Chet Hanks , putra aktor Tom Hanks dan Rita Wilson , menulis dalam sebuah cerita Instagram pada hari Selasa: “Lingkungan tempat saya dibesarkan sedang terbakar habis saat ini. Berdoalah untuk Palisades.”

    Aktor dan penyanyi Mandy Moore mengatakan dalam sebuah cerita Instagram yang diunggah pada hari Selasa bahwa ia termasuk di antara warga yang diperintahkan untuk mengungsi.

    Pada hari Rabu, penyanyi tersebut mengatakan dalam sebuah cerita lanjutan bahwa ia tidak yakin apakah rumahnya “berhasil.”

    “Sejujurnya, saya terkejut dan merasa mati rasa atas kehilangan banyak orang, termasuk keluarga saya,” tulisnya dalam unggahan Instagram. “Sekolah anak-anak saya tutup. Restoran favorit kami hancur. Begitu banyak teman dan orang terkasih juga kehilangan segalanya.”

    Jamie Lee Curtis mengatakan ‘banyak’ teman telah kehilangan rumah mereka
    Pada Rabu malam, aktor “Halloween” Jamie Lee Curtis tampil di “The Tonight Show Starring Jimmy Fallon” dan berkata sambil menahan air mata: “Tempat tinggalku sedang terbakar sekarang.”

    Ia menambahkan: “Ini benar-benar bencana di California Selatan. Jelas, ada kebakaran hebat di banyak tempat. Ini benar-benar tempat saya tinggal. Semuanya — pasar tempat saya berbelanja, sekolah tempat anak-anak saya bersekolah, teman-teman.

    “Banyak, banyak, banyak, banyak, banyak teman kini telah kehilangan rumah mereka.”

    Kate Beckinsale menulis dalam unggahan Instagramnya pada hari Rabu bahwa “hancurnya seluruh Palisades sungguh mengerikan dan tak terbayangkan.

    “Putri saya dan saya tinggal di sana selama sebagian besar masa kecilnya dan sebagian besar masa kecilnya telah berlalu.”

    Aktor ” Serendipity ” itu membagikan beberapa unggahan lainnya, termasuk ucapan terima kasih kepada petugas pemadam kebakaran setempat dan informasi lainnya tentang cara merakit tas darurat.

    Acara industri di Hollywood telah dibatalkan

    Menurut The Hollywood Reporter, Palisades Charter High School juga terkena dampak. Kampus tersebut digunakan untuk pembuatan film-film seperti “Carrie,” “Freaky Friday,” “Project X,” dan serial TV “Teen Wolf” milik MTV.

    Penayangan perdana ” Wolf Man ” dan “Unstoppable,” yang dijadwalkan pada hari Selasa, dibatalkan.

    ‘Ini tahun kebakaran’

    Kebakaran yang dimulai pada hari Selasa menyebar dengan cepat akibat angin Santa Ana, yang menciptakan hembusan angin berkecepatan hingga 100 mil per jam. Kekeringan di California Selatan juga memperburuk situasi , menciptakan kondisi kering yang berbahaya.

    Kebakaran hutan di AS bagian barat terus membesar dan semakin parah selama beberapa dekade, sementara waktu peningkatan risiko yang dikenal sebagai “musim kebakaran” semakin panjang setiap tahunnya .

    Sebuah makalah yang diterbitkan pada tahun 2023 oleh para peneliti dari Universitas California, Irvine, menemukan bahwa krisis iklim yang disebabkan oleh manusia adalah “pendorong utama” peningkatan kebakaran hutan di negara bagian tersebut selama seperempat abad terakhir.

    “November, Desember, sekarang Januari — tidak ada musim kebakaran, ini tahun kebakaran. Kebakaran terjadi sepanjang tahun,” kata Gubernur California Gavin Newsom dalam konferensi pers pada hari Selasa.

    Pada tahun 2018, Kebakaran Woolsey membakar hampir 100.000 hektar lahan di California, yang memengaruhi penduduk Malibu yang terkenal seperti Lady Gaga, Gerard Butler, Miley Cyrus , dan beberapa anggota keluarga Kardashian.

    Kim Kardashian dan suaminya saat itu Kanye West dikritik secara luas karena menyewa petugas pemadam kebakaran swasta untuk melindungi rumah mereka senilai $60 juta di Hidden Hills.

    Sumber: AP/Business Insider