Tag: Badai

  • Wali Kota Los Angeles Karen Bass Dianggap Remehkan Bencana, Saat Kebakaran, Malah Pergi ke Afrika – Halaman all

    Wali Kota Los Angeles Karen Bass Dianggap Remehkan Bencana, Saat Kebakaran, Malah Pergi ke Afrika – Halaman all

    Wali Kota Los Angeles Karen Bass Dianggap Remehkan Bencana, Saat Kebakaran, Malah Pergi ke Afrika

    TRIBUNNEWS.COM- Ketidakhadiran Wali Kota Los Angeles dianggap sebagai tanda pemerintah lokal Los Angeles meremehkan risiko kebakaran.

    Beberapa warga mengatakan Wali Kota Karen Bass seharusnya membatalkan perjalanannya ke Ghana ketika peringatan cuaca di Los Angeles semakin buruk.

    Ketika serangkaian kebakaran berbahaya yang disebabkan angin terjadi pada hari Selasa di wilayah Los Angeles menjadi sorotan dunia, Walikota Karen Bass berada di belahan dunia lain.

    Bagian dari delegasi yang dikirim oleh Presiden Biden ke Ghana untuk pelantikan presiden barunya.

    Ibu Bass, mantan anggota kongres Demokrat yang menjadi wali kota pada akhir tahun 2022, tidak kembali ke Los Angeles hingga Rabu sore, saat itu lebih dari 1.000 rumah telah terbakar dan 100.000 orang di seluruh wilayah terpaksa meninggalkan rumah mereka.

    Ketidakhadiran wali kota menuai kritik dari sejumlah warga Los Angeles. 

     

     

     

     

     

     

    Banyak yang mengatakan tidak ada peringatan yang memadai dari pejabat tentang kemungkinan terjadinya kebakaran hebat, meskipun prakiraan cuaca meramalkan bahaya ekstrem minggu ini.

    Pada hari Kamis minggu lalu, Badan Cuaca Nasional di Los Angeles mulai memperingatkan tentang “kondisi cuaca ekstrem yang dapat memicu kebakaran.” 

    Pada hari Minggu, peringatan tersebut menjadi lebih mengerikan — “pertumbuhan api yang cepat dan perilaku ekstrem saat kebakaran terjadi.”

    Namun, Wali Kota Bass mengunggah peringatan pertamanya di X tentang badai angin pada hari Senin, saat ia sudah berada di Ghana. 

    Kantornya tidak mengirimkan rilis berita tentang risiko kebakaran hingga hampir pukul 11 ​​pagi pada hari Selasa pagi, setelah kebakaran di Pacific Palisades telah terjadi.

    “Tidak ada persiapan sama sekali. Tidak ada pemikiran sama sekali di sini,” kata Michael Gonzales, 47 tahun, yang rumahnya terbakar di Pacific Palisades, kawasan kumuh yang menghadap Samudra Pasifik. 

    Keluarganya yang beranggotakan lima orang berkemah di sebuah hotel di Santa Monica pada hari Rabu saat mereka mulai mencari tahu di mana mereka akan tinggal.

    Tn. Gonzales, seorang pengacara, mengatakan dia yakin Wali Kota Bass membuat keputusan yang buruk untuk tetap berada di luar negeri meskipun para peramal cuaca memperingatkan tentang kondisi kebakaran paling berbahaya dalam lebih dari satu dekade.

    “Itu adalah kegagalan kepemimpinan yang total dan itu dimulai dari kantor wali kota,” katanya dalam sebuah wawancara.

    Dalam konferensi pers pertamanya sejak kembali ke Los Angeles, Wali Kota Bass pada hari Rabu membela pemerintahannya ketika ditanya tentang kritikan atas tanggapan kota terhadap kebakaran tersebut. 

    Ia mengatakan bencana tersebut merupakan akibat dari hujan dan angin yang jarang terjadi selama berbulan-bulan yang tidak pernah terjadi di kota tersebut selama sedikitnya 14 tahun.

    “Kita harus melawan segala upaya yang ingin memecah belah kita,” ungkapnya.

    Ibu Bass mengatakan bahwa dia kembali ke rumah secepat yang dia bisa setelah kebakaran melanda Pacific Palisades dan wilayah lain di California Selatan.

    “Saya mengambil rute tercepat untuk kembali, termasuk menggunakan pesawat militer,” ungkapnya.

    Departemen Air dan Tenaga Los Angeles telah mengisi semua 114 waduk dan fasilitas penyimpanan air yang tersedia sebelum badai angin, termasuk yang berada di area Palisades, kata Janisse Quiñones, kepala eksekutif departemen tersebut. 

    Tanpa pasokan air melalui udara, penggunaan hidran kebakaran yang berlebihan telah menguras tangki-tangki, yang kini tengah diisi ulang oleh para petugas, katanya.

    Rick Caruso, seorang pengembang real estate yang kalah dari Ibu Bass dalam pemilihan wali kota pada tahun 2022, mengatakan bahwa ia memiliki tim pemadam kebakaran swasta di Pacific Palisades pada Selasa malam untuk membantu melindungi ruang ritel luar ruangan besar yang dimilikinya, serta beberapa rumah di dekatnya. 
    Sepanjang malam, katanya, mereka memberi tahu dia bahwa persediaan air terbatas.

    Pejabat kota mengonfirmasi bahwa tangki air habis selama baku tembak hebat Rabu dini hari di Pacific Palisades karena permintaan melonjak empat kali lipat dari tingkat normal selama 15 jam. 

    Sistem itu, menurut mereka, tidak dirancang untuk memasok begitu banyak air dalam waktu sesingkat itu.

    “Kurangnya air di hidran, menurut saya tidak ada alasan,” kata Tn. Caruso. 

    “Ini sangat bisa diprediksi,” katanya, mengacu pada prakiraan yang meramalkan badai angin yang dahsyat itu.

    Tn. Caruso, yang menjabat dua kali sebagai presiden Departemen Air dan Listrik Los Angeles, mengatakan bahwa perlu waktu untuk menjelaskan mengapa petugas pemadam kebakaran kesulitan mendapatkan cukup air untuk memadamkan api.

    “Ini adalah kegagalan besar yang sangat fatal,” katanya. “Mengetahui badai akan datang dan kemudian pergi, dan tidak terburu-buru kembali. Kepemimpinan itu penting dan yang pertama adalah hadir.”

    SUMBER: NEW YORK TIMES

  • Elon Musk Kerahkan Tesla Cybertruck Bantu Korban Kebakaran di Los Angeles

    Elon Musk Kerahkan Tesla Cybertruck Bantu Korban Kebakaran di Los Angeles

    JAKARTA – Ketika kebakaran hutan besar yang melanda wilayah Los Angeles, Amerika Serikat (AS), Elon Musk langsung mengambil tindakan nyata untuk membantu para korban.

    Melalui akun X resminya, @elonmusk, mengumumkan akan menempatkan kendaraan listrik Cybertruck dengan stasiun Starlink dan Wi-Fi gratis dalam pola grid di area yang paling membutuhkan di wilayah Los Angeles dan Malibu.

    We are going to position Cybertrucks with Starlinks and free WiFi in a grid pattern in the areas that most need it in the greater LA/Malibu area https://t.co/oWilgDyVh5

    — Elon Musk (@elonmusk) January 12, 2025

    “Kami akan menggunakan Cybertruck sebagai stasiun basis mobile untuk menyediakan daya ke terminal internet Starlink di area LA yang kehilangan konektivitas,” tulis Musk.

    Keputusan ini diambil meskipun berarti menunda pengiriman Cybertruck kepada pelanggan di California dalam beberapa hari mendatang. Musk menegaskan bahwa membantu sesama adalah prioritas utama.

    “Ketika terjadi bencana, kebanyakan perusahaan hanya mengirimkan uang atau memposting tentangnya di media sosial. Tetapi Elon Musk? Dia langsung bertindak,” ungkap akun X/@RealJoePortman membalas bantuan dari Elon Musk ini.

    Contoh nyata lainnya dari tindakan kemanusiaan Musk adalah pengiriman ribuan perangkat internet Starlink ke Ukraina selama perang. Selain itu, SpaceX juga telah memberikan bantuan berupa layanan Starlink gratis kepada korban badai Helene dan Milton di Amerika Serikat.

    Sementara akun X Tesla sendiri juga memposting sejumlah usaha Tesla terkait kebakaran hebat ini di antaranya menyediakan akomodasi perumahan dan memberikan dukungan transportasi serta makanan kepada karyawan yang terdampak. Lalu menyebut semua stasiun Supercharger telah kembali beroperasi, kecuali Supercharger Pasadena yang berada di tengah-tengah kebakaran.

  • Usai Viral Ditinggal Ibu, Talitha Curtis Kembali Dapat Tawaran Syuting, Sambil Tetap Jualan Risol

    Usai Viral Ditinggal Ibu, Talitha Curtis Kembali Dapat Tawaran Syuting, Sambil Tetap Jualan Risol

    TRIBUNJATIM.COM – Artis Talitha Curtis kembali mendapat tawaran syuting usai kisahnya viral jualan risol dan ditinggal ibu kandungnya.

    Talitha akan mencoba kembali ke layar kaca usai vakum sejak 2021.

    “Alhamdulillah ada pekerjaan lagi di televisi, tapi tetap jualan,” kata Talitha di Studio 41, Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (6/1/2025), dikutip dari Bangka Pos.

    Talitha yang merupakan keturunan Inggris itu mengaku mau kembali ke entertainment dan masih tetap berjualan.

    Kata dia, selain menjadi bintang tamu program televisi, banyak tawaran akting mulai kembali berdatangan.

    “Aku mau kembali ke entertainment, kerjaan sampingan tetap jualan,” kata Talitha.

    “Aku menikmati juga pekerjaan dengan berjualan risol dan ricebowl,” ujarnya.

    Talitha Curtis Winn adalah mantan pemain sinetron Ganteng Ganteng Serigala (GGS) dan dijuluki sebagai Ratu FTV.

    Namanya terkenal setelah membintangi sinetron tersebut.

    Lahir di Bandung, Jawa Barat 6 Juli 2002, usia atau umur Talitha Curtis saat ini adalah 22 tahun.

    Talitha merupakan aktris berkebangsaan Indonesia yang telah membintangi berbagai serial FTV, sinetron hingga drama kolosal.

    Ia memiliki paras bule dipengaruhi oleh darah Eropa yang diwarisi dari sang ayah.

    Sosok Talitha Curtis. Dulu terkenal main FTV dan sinetron, nasib artis cantik ini berubah drastis. Kariernya meredup karena tak ada tawaran TV lagi. (Kolase YouTube dan TikTok)

    Talitha memulai debutnya di dunia akting sejak memerankan tokoh Fara dalam sinetron BADAI pada 2014.

    Ia mulai terjun ke dunia seni peran sejak usianya masih menginjak 8 tahun.

    Talitha terus merangkak naik dalam dunia hiburan. 

    Dengan memiliki postur tubuh yang ideal dan langsing, Talitha juga memiliki bakat modelling.

    Sepak terjang Thalitha semakin melesat setelah meraih gelar Miss Best Acting di ajang Miss Celebrity Indonesia 2015 mewakili Kota Jakarta.

    Penampilan tersebut menjadi langkah awal yang signifikan bagi Talitha untuk memasuki industri hiburan.
     
    Di tahun yang sama, Talitha berhasil menarik perhatian publik dengan perannya dalam sinetron Ganteng-Ganteng Serigala yang diproduksi oleh Amanah Surga Productions. 

    Dalam sinetron ini, Talitha berperan sebagai Elis, sebuah karakter yang semakin memperkuat reputasinya sebagai aktris muda yang berbakat.

    Hingga akhirnya, wajah Talitha mulai sering terlihat di televisi membintangi sejumlah FTV.

    Talitha pun pernah menjadi pemeran utama dalam sinetron drama kolosal, yang bertajuk ‘Nyi Roro Kidul’ berperan sebagai Nyi Roro Kidul.

    Di sisi lain, Talitha Curtis Winn juga diketahui memiliki bakat dalam bidang musik.
     
    Wanita cantik blasteran ini juga dulunya dikenal hobi traveling dan kerap membagikan momen-momen perjalanannya di akun Instagram.

    Talitha sempat mengalami perubahan drastis soal penampilannya.

    Publik dibuat pangling dengan perubahan fisik Talitha yang gemuk.

    Pasalnya, aktris yang dulu memiliki berat badan ideal itu kini mengalami kenaikan yang drastis.

    Kepada Melaney Ricardo, Thalita mengatakan penyebab perubahan berat badannya yang tergolong drastis itu berawal dari penyakit mental yang ia idap.

    Talitha Curtis membongkar hubungannya dengan ibu angkatnya saat ini. (Instagram.com/@talithacurtis_)

    “Awalnya mental problem. Mental problem itu kan melingkup semuanya, gaya hidup, pergaulan, minum-minum, makan nggak kontrol, dan aku punya kelainan juga overeating,” ungkap Talitha, dikutip dari YouTube Melaney Ricardo, Senin (16/12/2024).

    Kelainan yang ia alami Talitha itu lah yang menyebabkan dirinya memiliki porsi makan yang lebih banyak.

     “Jadi aku kalau stres itu akan bisa makan 7-8 kali dalam satu waktu,” ujarnya.

    Tanpa disadari, berat badan aktris 22 tahun itu pun semakin naik.

    “Terus ya overeating itu akhirnya aku nggak aware sama my body. Tiba-tiba sadar-sadar udah tiga tahun kemudian,” papar Talitha.

    Saat itu kata Talitha, berat badannya mencapai 115kg, padahal tiga tahun lalu beratnya 55-70kg.

    “Tiba-tiba pas nimbang udah 115 kilo, (dulunya) 55, 59, 60. Paling berati aku itu di 70,” bebernya.

    Pemain Nyi Roro Kidul itu bahkan tidak memiliki kaca di kamarnya.

    Hal itu lantaran Talitha enggan melihat dirinya terlalu sering.

    “Karena aku nggak pernah punya kaca di dalam kamarku. I don’t like to seeing my self that sadly (aku tidak suka melihat diriku semenyedihkan itu) gitu. Kayak i’m too sad (aku terlalu buruk) gitu.”

    “Aku avoding (menghindari) banget yang istilahnya aku bisa ngelihat diriku itu lama, aku nggak bisa,” tandasnya.

    Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews Tribunjatim.com

  • 10 Rute Penerbangan dengan Turbulensi Tertinggi di Dunia 2024

    10 Rute Penerbangan dengan Turbulensi Tertinggi di Dunia 2024

    Jakarta, CNBC Indonesia – Turbulensi merupakan salah satu hal yang ditakuti penumpang pesawat. Turbulensi kerap dirasakan penumpang pesawat tebang ketika kondisi cuaca buruk, namun ternyata turbulensi juga dapat terjadi pada saat cuaca cerah, sehingga dapat dikatakan bahwa turbulensi dapat terjadi kapan saja dan dimana saja.

    Dalam penerbangan biasanya turbulensi disebabkan oleh pegunungan, badai, atau arus jet stream yang kuat. Ada beberapa rute penerbangan di dunia yang paling banyak mengalami turbulensi pada tahun 2024

    Laporan CNN yang mengutip situs pelacak Turbli.com, pegunungan Andes di Amerika Selatan dan Pegunungan Himalaya di Asia merupakan faktor penyebab turbulensi terjadi. Hal ini didasarkan pada data dari Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional dan Kantor Meteorologi Inggris.

    Setelah menganalisis 10.000 rute yang menghubungkan 550 bandara terbesar di dunia, ditemukan bahwa rute yang paling rentan terhadap turbulensi adalah perjalanan sejauh 196 kilometer antara Mendoza (MDZ) dan Santiago (SCL).

    Meningkatnya suhu juga dapat menyebabkan peningkatan turbulensi udara bersih yang parah, yang terjadi dengan cepat dan tidak memberikan petunjuk visual. Meskipun insiden diperkirakan akan meningkat, para ahli mengatakan itu tidak berarti terbang akan menjadi kurang aman.

    Cara pemeringkatan rute turbulensi

    Sekitar 10.000 rute yang menghubungkan 550 bandara terbesar di dunia telah diperingkat menggunakan arsip prakiraan turbulensi. Tim mengevaluasi turbulensi di sepanjang jalur penerbangan yang tersedia yang terekam selama tahun tersebut.

    Turbulensi dinyatakan dalam tingkat disipasi pusaran (eddy dissipation rate/EDR). Tingkat turbulensi adalah ringan (0-20), sedang (20-40), kuat (40-60), parah (60-80), dan ekstrem (80-100).

    Rute paling tinggi turbulensi baik dari jarak dan benua 2024 menurut Turbli:

    1. Mendoza (MDZ) – Santiago (SCL)

    2. Kordoba (COR) – Santiago (SCL)

    3. Mendoza (MDZ) – Salta (SLA)

    4. Mendoza (MDZ) – San Carlos de Bariloche (BRC)

    5. Kathmandu (KTM) – Lhasa (LXA)

    6. Chengdu (CTU) – Lhasa (LXA)

    7. Santa Cruz (VVI) – Santiago (SCL)

    8. Kathmandu (KTM) – Paro (PBH)

    9. Chengdu (CTU) – Xining (XNN)

    10. San Carlos de Bariloche (BRC) – Santiago (SCL)

    (hsy/hsy)

  • Neraka yang Dijanjikan Trump ke Gaza Terjadi di LA, Pakar: Tak Ada Sistem Air yang Mampu Tangani – Halaman all

    Neraka yang Dijanjikan Trump ke Gaza Terjadi di LA, Pakar: Tak Ada Sistem Air yang Mampu Tangani – Halaman all

    Neraka yang Dijanjikan Trump ke Gaza Terjadi di LA, Pakar: Tak Ada Sistem Air yang Mampu Tangani

     

    TRIBUNNEWS.COM – Kebakaran hutan terus berkobar sejak Rabu (8/1/2025) di California Selatan, sudah menewaskan sedikitnya 11 orang dan menghancurkan ribuan rumah per Minggu (12/1/2025).

    Saat tim pemadam kebakaran berupaya menghitung kerusakan dan menentukan penyebabnya, para ahli menduga kalau kombinasi berbagai faktor, termasuk perubahan iklim, angin kencang, dan kondisi kekeringan, berkontribusi terhadap kerusakan hebat yang meluas.

     
    Tinjauan CNN terhadap laporan pemerintah dan wawancara dengan para ahli mengungkapkan kalau meskipun sistem air beroperasi dengan kapasitas penuh, kebakaran yang terjadi minggu ini akan sulit dikendalikan.

    Hal itu terutama karena angin kencang yang menghentikan upaya pemadaman kebakaran melalui udara.

    “Saya kira tidak ada sistem air di dunia yang mampu menangani kejadian seperti ini,” kata Greg Pierce, pakar sumber daya air di University of California.

    Meskipun pengaktifan penuh sistem air mungkin tidak sepenuhnya memadamkan api, para ahli yakin hal itu dapat membantu mengurangi kerusakan, berpotensi menyelamatkan beberapa rumah dan mengendalikan bara api di area tertentu.

    Kebakaran yang dipicu oleh angin kencang yang mencapai kecepatan 100 mph telah memaksa para pejabat untuk menyebut bencana itu sebagai “badai yang sempurna,” sehingga semakin sulit dikendalikan.

    Kombinasi yang tidak biasa dari kondisi kering, angin kencang, dan kebakaran terus-menerus di wilayah yang sama membuat kerusakan skala besar hampir tak terelakkan.

    Meskipun angin sedikit mereda pada hari Jumat, situasi masih berbahaya dengan kekeringan ekstrem yang memperburuk penyebaran api.

    Tim tanggap darurat beroperasi dengan sumber daya terbatas saat mereka memadamkan kebakaran besar di Malibu dan Pacific Palisades, tempat rumah-rumah mewah telah hangus terbakar.

    Wali Kota Los Angeles Karen Bass telah menjanjikan investigasi menyeluruh terhadap bencana tersebut, dan berjanji untuk mengevaluasi apa yang berhasil, apa yang tidak, dan meminta pertanggungjawaban individu atau lembaga.

    Warga di daerah yang terkena dampak menggambarkan pemandangan itu sebagai “akhir dunia,”.

    Seorang penyintas, Oren Waters, berdiri di depan rumahnya yang terbakar, dan menyebut kehancuran itu “tak terbayangkan.”

    Presiden AS Joe Biden membandingkan kehancuran itu dengan “zona perang” dan lokasi “operasi pengeboman.”

    Neraka yang Dijanjikan Trump di Gaza Malah Terjadi LA

    Bicara soal zona perang dan lokasi pengeboman, Presiden Terpilih AS, Donald Trump pernah mengancam akan menjadikan Gaza seperti nereka, terkait desakannya bagi gerakan pembebasan Palestina, Hamas, untuk menuruti syarat Israel di negosiasi gencatan senjata.

    Ancaman Trump ini terjadi tepat sehari sebelum kebakaran hebat di LA itu terjadi.

    Di Gaza, neraka yang dijanjikan Trump itu bukan sekadar pengeboman, namun juga pemutusan semua sumber kehidupan, termasuk air dan segala kebutuhan dasar penunjang hidup.

    Persis apa yang dijanjikan Trump di Gaza, ‘nereka’ yang digambarkan itu justru dilamai oleh Amerika Serikat Sendiri.

    Mengomentari berita tentang kebakaran hutan,  milisi yang didukung Iran di Irak merayakan insiden tersebut dengan menggunakan tagar #America is Burning.

    Mereka merayakan kebakaran hutan di Los Angeles sebagai salah satu tentara Allah dan pembalasan atas dukungan AS terhadap Israel.

    Beberapa orang berbagi video dan foto, disertai dengan ayat-ayat Al-Quran tentang “murka Allah terhadap para pelanggar hukum.”

    Seorang anggota senior gerakan Ansar Allah Houthi mengejek pernyataan Presiden terpilih Trump tentang pembebasan sandera di Gaza, dengan mengatakan: “Inilah neraka yang dijanjikan Trump.”

    Hukuman Tuhan Atas Dukungan AS Bagi Israel yang “Membakar Palestina”.

    Pada tanggal 9 Januari 2025, sebuah media menerbitkan komentar yang berjudul:

    “Kebakaran Hutan Melanda Negara Bagian California, Amerika, Menyebabkan Kerugian Miliaran Dolar bagi Geng Penguasa.”

    “Mereka mendukung kaum Yahudi dengan segala senjata mereka untuk membakar Palestina. Mereka mengalokasikan dana, kemampuan, dan peralatan untuk menghancurkan negara-negara Muslim. Mereka terus melakukan agresi, dan dengan sombong membanggakan: ‘Siapa yang lebih kuat dari kita?’ Selanjutnya, hukuman datang kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari.”

    Setelah menggambarkan kebakaran hutan sebagai “prajurit Allah SWT,” yang cukup untuk mengingatkan “para hamba Setan” bahwa mereka hanyalah “serangga di hadapan murka Allah, Sang Pembalas!” tulisnya menambahkan.

    Yang lainnya, di Telegram membagikan foto dari luar angkasa yang memperlihatkan daerah-daerah di Los Angeles County yang dilalap api, dan menulis: 

    “Amerika sedang terbakar, semoga Allah menambah berkah-Nya.”

    “Puaskan Mata Anda dengan Kemarahan Amerika”

    Pada tanggal 9 Januari, sebuah grup  di Telegram membagikan video media arus utama tentang kebakaran hutan di California. 

    Dengan judul: “Amerika dan Perangnya terhadap Islam,” grup tersebut berkomentar: 
    “Puaskan mata kalian, rakyat kami di Palestina, rakyat kami di Gaza… Puaskan mata kalian dengan Amerika yang terbakar. Ini adalah pembalasan Allah kepada mereka yang memasok musuh kalian dengan rudal yang membunuh kalian.” 

    Postingan tersebut selanjutnya menyatakan bahwa inilah yang menimpa “Amerika yang tiran dan arogan.” 

    Anggota Politbiro Houthi: “Inikah Neraka yang Diancam Trump?”

    Pada tanggal 8 Januari, seorang anggota Biro Politik Houthi Ansar Allah membagikan rekaman video di akun X miliknya tentang kebakaran hutan Los Angeles, yang masih berkobar. 

    Merujuk pada pernyataan terbaru di mana Presiden terpilih Trump mengatakan bahwa jika sandera Israel yang ditahan di Gaza tidak dibebaskan sebelum ia menjabat pada tanggal 20 Januari, “semua neraka akan pecah.” 

    Pengguna tersebut berkomentar dengan nada mengejek: “Apakah ini neraka yang diancam Trump?”

    “Sekarang, Sesuai dengan Jam Surgawi, Amerika Sedang Terbakar”

    Pada tanggal 8 Januari, sebuah saluran Telegram yang berafiliasi dengan milisi yang didukung Iran di Irak membagikan sebuah unggahan yang menggambarkan sebuah gedung yang terbakar, dan gambar Abu Mahdi Al-Muhandis, wakil pemimpin Unit Mobilisasi Rakyat Irak (PMU), yang tewas dalam serangan udara AS pada bulan Januari 2020 di Baghdad. 

    Unggahan tersebut memperlihatkan Al-Muhandis sedang melihat jam tangannya, dengan teks yang berbunyi: “Sekarang, sesuai dengan jam surgawi, Amerika sedang terbakar.”

    Dalam pemandangan udara yang diambil dari helikopter ini, rumah-rumah yang terbakar terlihat dari atas selama kebakaran Palisades di wilayah Los Angeles, California pada 9 Januari 2025. Kebakaran hutan besar-besaran yang melanda seluruh lingkungan dan membuat ribuan orang di Los Angeles terpaksa mengungsi, masih belum dapat dikendalikan pada 9 Januari 2025. , kata pihak berwenang, ketika tentara Garda Nasional AS bersiap turun ke jalan untuk membantu memadamkan kekacauan. Sebagian besar kota terbesar kedua di Amerika Serikat itu hancur, asap menyelimuti langit dan bau menyengat memenuhi hampir setiap bangunan. (Photo by JOSH EDELSON / AFP) (AFP/JOSH EDELSON)

    Pendukung Hamas: “Los Angeles Tidak Memerlukan Banyak Bom GBU-31 yang Merusak”

    Pada tanggal 9 Januari, seorang pendukung Hamas dan kelompok jihad Suriah Hay’at Tahrir Al-Sham (HTS) mengunggah foto berdampingan yang membandingkan dampak kampanye militer Israel di Jabaliya di Jalur Gaza, dan wilayah Los Angeles setelah kebakaran hutan yang dahsyat.

    Ia menulis: “Los Angeles tidak membutuhkan banyak bom GBU-31 yang merusak seperti yang dipasok Washington ke Israel, tetapi perintah Allah telah datang kepadanya, dan itu sudah cukup.” 

    Mengutip sebuah ayat dari Al-Quran, ia menambahkan: “Amerika terbakar dengan kekuatan Allah… Neraka yang dijanjikan Trump untuk Gaza, Palestina, dan Timur Tengah melahap kota Los Angeles di Amerika.”

    Media Iran: “Ini adalah Api Neraka yang Nyata”

    Sebuah saluran Telegram yang mendukung “Poros Perlawanan” yang didukung Iran, menerbitkan komentar, menggunakan tagar #Amerika sedang terbakar. 

    Postingan tersebut berbunyi: “Ini adalah api neraka yang sesungguhnya. Trump mengatakan dia akan mengubah Timur Tengah menjadi neraka, sementara mereka tidak mampu memadamkan api yang berkobar, karena kerugian mereka mencapai miliaran dolar dalam waktu kurang dari 24 jam.” 

    Selain itu, saluran tersebut juga membagikan poster yang memperlihatkan Presiden terpilih Trump memegang bendera AS dan berteriak. Judul poster tersebut berbunyi: “Neraka sungguhan.”

    Petugas memadamkan kebakaran yang melanda wilayah Los Angeles, Amerika Serikat (AS). (Tangkapan layar AP News)

    Unggahan Israel Tuai Reaksi Keras

    Sebagai bentuk “solidaritas”, kedutaan besar Israel di Washington menyuarakan dukungan bagi para penduduk, tetapi pesan mereka mendapat reaksi keras di dunia maya.

    “Kami turut berduka cita kepada warga California Selatan karena kebakaran hutan terus berdampak pada masyarakat,” tulis kedutaan Israel di X. 

    “Israel menyatakan solidaritasnya kepada mereka yang terdampak, dan kami mengirimkan kekuatan kepada petugas pemadam kebakaran dan penanggap pertama yang bekerja tanpa lelah untuk melindungi jiwa dan rumah.”

    Hati kami bersama penduduk California Selatan saat kebakaran hutan terus berdampak pada masyarakat. 

    Israel menunjukkan solidaritas kepada mereka yang terdampak, dan kami mengirimkan kekuatan kepada petugas pemadam kebakaran dan penanggap pertama yang bekerja tanpa lelah untuk melindungi jiwa dan rumah.

    Kedutaan Besar Israel untuk AS (@IsraelinUSA),” begitu bunyi unggahan itu.

    Kini, pengguna media sosial justru mempertanyakan empati Israel mengingat perang yang sedang berlangsung di Gaza yang telah berlangsung lebih dari 15 bulan.

    Israel telah menerima sekitar $26 miliar bantuan militer dari pemerintahan Biden. 
    Dana tersebut telah digunakan untuk menargetkan Gaza sejak serangan Hamas pada 7 Oktober di Israel selatan. 

    Perang yang sedang berlangsung tersebut telah menewaskan lebih dari 46.000 warga Palestina, sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

    Seorang pengguna menulis, “Anda membakar rumah sakit dan pengungsi melalui siaran langsung.”

    “Anda membakar rumah sakit dan pengungsi melalui siaran langsung” tulis Talha Ahmad (@talhaahmad967).

    Yang lain bertanya, “Mengapa jantung ini tidak berdetak untuk Palestina?”

    “Mengapa jantung ini tidak berdetak untuk Palestina?” tulis Radhika Bartender.

    “Anda mengirimkan pikiran??? Lol setelah AS mengirimi Anda miliaran dolar. Saya pikir mereka sekutu terbesar Anda lol. Rakyat AS harus bangun!!! Miliaran dolar dikirim ke Israel sementara rumah-rumah warga Amerika terbakar habis,” tulis sebuah komentar.

    Seseorang berkomentar, “Hati? Kamu tidak punya itu.”

    Sejak 7 Oktober, pemerintahan Biden telah mengirimkan lebih dari seratus bantuan militer, termasuk amunisi tank, bom, dan senjata ringan, ke Israel. 

    Pemerintah yang dipimpin Benjamin Netanyahu juga telah menerima senjata cepat dari persediaan AS. 

    AS juga setuju untuk menyewakan dua sistem pertahanan rudal Iron Dome ke Israel setelah serangan Hamas. 

    Pada April 2024, AS mempertimbangkan kesepakatan militer senilai $18 miliar dengan Israel, termasuk lima puluh jet tempur F-15. Israel juga membeli pesawat nirawak pengintai dari perusahaan-perusahaan AS yang lebih kecil.

    Kebakaran hutan yang melanda daerah Los Angeles telah menyebabkan kerusakan yang luas dan memaksa puluhan ribu orang mengungsi. 

    Petugas pemadam kebakaran bergerak maju saat angin mulai melemah, tetapi kebakaran baru di dekat perbatasan LA-Ventura telah memicu lebih banyak evakuasi.

    Seiring memburuknya kualitas udara, lingkungan sekitar terus menderita, dengan sekitar 10.000 bangunan hancur, terutama akibat Kebakaran Palisades dan Eaton. 
    Pemerintah Kabupaten LA telah meminta dukungan dari Garda Nasional dan memperingatkan tentang penjarahan di daerah yang terkena dampak, sementara dampak penuh dari kebakaran ini masih belum jelas.

     

    (oln/rntv/ndtv/*)

     

  • Kerugian Kebakaran Los Angeles 3 Kali Lipat dari Bantuan AS untuk Operasi Israel di Gaza

    Kerugian Kebakaran Los Angeles 3 Kali Lipat dari Bantuan AS untuk Operasi Israel di Gaza

    GELORA.CO – Total kerugian akibat kebakaran hebat yang melululantakkan Los Angeles, California, diperkirakan mencapai hampir Rp 1.000 triliun. Angka tersebut hampir tiga kali lipat dari bantuan Amerika Serikat (AS) untuk operasi militer Israel yang telah menghabiskan lebih dari 22 miliar dolar AS atau sekitar Rp 356,8 triliun. Artinya, kerugian akibat kebakaran di Los Angeles hampir tiga kali lipat lebih besar.

    Ken Clark dari AccuWeather menyampaikan kondisi kekeringan dan angin kencang yang terjadi di awal tahun yang menyebabkan banyaknya kebakaran hutan di wilayah selatan negara bagian California. “Perkiraan awal AccuWeather mengenai total kerusakan dan kerugian ekonomi akibat kebakaran hutan dahsyat di California Selatan sekitar 52 miliar dolar AS hingga 57 miliar dolar AS (sekitar Rp 843 triliun hingga Rp 923 triliun,” ujar Clark dalam laman AccuWeather yang dilansir Republika di Jakarta, Jumat (10/1/2025).

    Kepala Meteorologi AccuWeather Jonathan Porter mengatakan, peristiwa ini menjadi salah satu kebakaran hutan terburuk dalam sejarah California. Porter menyampaikan kebakaran terburuk terjadi di area dari Santa Monica hingga Malibu, yang berdampak pada beberapa real estat termahal di negara ini dengan nilai rumah rata-rata lebih dari dua juta dolar AS atau sekitar Rp 32 miliar.

    Porter menyebut terdapat risiko besar terhadap aspek pariwisata dan kesehatan karena menghirup asap dan kerusakan akibat asap pada bangunan yang tidak hancur di masa mendatang. Porter menyebut perkiraan ini masih awal, karena kobaran api terus menyebar dan dampak terus terjadi, dan beberapa area belum melaporkan informasi tentang kerusakan, cedera, dan dampak lainnya.

    Porter mengatakan, tingkat kerusakan menunjukkan proses pemulihan yang panjang dan menantang yang akan membutuhkan upaya kolektif masyarakat dan dukungan dari pihak berwenang. Banyak penduduk di Pacific Palisades melaporkan bahwa mereka tidak memiliki asuransi properti karena perusahaan asuransi tidak lagi memberikan perlindungan untuk real estate di area yang sangat mahal dan berisiko tinggi.

    “Yang penting, jika kebakaran terus menyebar dengan cepat ke lingkungan yang padat penduduk, ribuan bangunan tambahan yang sangat mahal akan berisiko terbakar,” ucap Porter.

    Porter menyampaikan kobaran api yang bergerak cepat dan didorong angin akan mengancam nyawa dan menyebabkan kerusakan dahsyat. Porter menyebut perkiraan AccuWeather untuk total kerusakan dan total kerugian ekonomi akan direvisi naik secara substansial.

    “Ini bencana yang mengerikan. Kami baru mulai melihat dengan jelas besarnya kerusakan dan kerugian. Angin lepas pantai yang kencang bertiup dengan kecepatan 70-100 mph. Petugas pemadam kebakaran berhadapan dengan hembusan angin sekuat badai saat mereka dengan gagah berani mencoba memadamkan api dan mengendalikan kebakaran ini,” sambung Porter.

    Saat kebakaran terjadi Selasa malam, ucap Porter, evakuasi massal terjadi di seluruh wilayah. Lalu lintas macet hingga orang-orang meninggalkan mobil mereka, meninggalkan kendaraan yang menyumbat jalan. Negara bagian harus mendatangkan peralatan berat untuk membersihkan kendaraan yang terbengkalai dan membuka jalan bagi petugas pemadam kebakaran.

    Ahli Meteorologi Senior AccuWeather dan Pakar Cuaca AS Bagian Barat Dave Houk mengatakan kebakaran lain di wilayah tersebut, termasuk kebakaran Eaton, Woodley, dan Hurst, menambah kerusakan, membakar semak belukar serta bangunan komersial dan perumahan. Risiko kebakaran lain masih ada. Tragisnya, sedikitnya dua korban jiwa dilaporkan dalam kebakaran Eaton.

    “Hembusan angin kencang telah menerbangkan bara api dari rumah ke rumah, yang memungkinkan kebakaran hutan ini meledak dengan cepat dan tak terkendali. Angin lepas pantai semakin mengeringkan tumbuhan dan mengurangi kelembapan relatif, yang meningkatkan risiko kebakaran,” ujar Dave.

    Dave mendorong masyarakat mematuhi seluruh perintah evakuasi resmi. Hal ini merupakan situasi yang mengancam jiwa yang akan terus berlanjut setelah gelap malam ini, bahkan setelah angin kencang mereda karena angin kencang berkecepatan 25-45 mph akan terus berlanjut di area kebakaran.

    Dave menyampaikan hembusan angin di sekitar kebakaran akan mencapai setidaknya 40 mph hingga Rabu malam. Kondisi berangin sepoi-sepoi hingga berangin lokal akan terus berlanjut hingga Kamis, dan bahkan mungkin akan ada peningkatan angin di area rawan Santa Ana pada Kamis sore hingga Kamis malam dan hingga Jumat dini hari.

    “Risiko kebakaran masih bisa ekstrem. Untuk upaya pemadaman kebakaran, angin akan mereda sepanjang sisa hari Jumat. Putaran angin kencang lainnya dan peningkatan risiko kebakaran diperkirakan akan kembali terjadi di wilayah tersebut awal minggu depan,” kata Dave.

    Bantuan AS

    Per 1 Januari 2025, AS telah menghabiskan lebih dari 22 miliar dolar AS (sekitar Rp 356,8 triliun) untuk mendukung operasi militer Israel. Operasi itu terjadi di Gaza, Lebanon, dan Suriah Sejak 7 Oktober 2023. Menurut Stockholm International Peace Research Institute, AS memasok 69 persen kebutuhan senjata Israel periode 2019–2023.

    Angka itu meningkat menjadi 78 persen pada akhir 2023. Hingga Desember 2023, AS telah mengirimkan lebih dari 10 ribu ton senjata senilai 2,4 miliar dolar AS (sekitar Rp38,9 triliun). Jumlah itu meningkat jadi 50 ribu ton pada Agustus 2024, yang diangkut melalui ratusan pesawat dan kapal.

    Sebagai sekutu terbesar Israel, AS telah menyediakan berbagai perlengkapan militer canggih, termasuk rudal untuk sistem pertahanan Iron Dome, bom presisi, helikopter angkut berat CH-53, helikopter serang AH-64 Apache, peluru artileri 155mm, amunisi penghancur bunker, dan kendaraan lapis baja.

    AS sejak 1946 telah memberikan lebih dari 310 miliar dolar AS (sekitar Rp5 kuadriliun) bantuan militer dan ekonomi kepada Israel, setelah disesuaikan dengan inflasi, menurut Dewan Hubungan Luar Negeri, sebuah lembaga pemikir Amerika.

    Perjanjian bantuan militer senilai 38 miliar dolar AS (sekitar Rp616,2 triliun) yang ditandatangani pada 2016 masih berlaku hingga saat ini, dengan alokasi 3,8 miliar dolar AS (sekitar Rp61,6 triliun) per tahun untuk pembiayaan militer asing dan pertahanan rudal.

    Paket darurat pada tahun 2024 menambahkan miliaran dolar lagi, termasuk 14,1 miliar dolar AS (sekitar Rp228,6 triliun) yang disetujui pada Februari dan pengiriman senjata senilai 2,5 miliar dolar AS (sekitar Rp40,5 triliun) pada Maret.

    Penggunaan senjata tersebut di area sipil menimbulkan kekhawatiran dan kritik, terutama karena pengawasan terbatas dari Kongres terhadap transfer senjata tersebut.

    Hingga 2024, AS telah mengizinkan lebih dari 100 kesepakatan penjualan senjata untuk Israel, yang sebagian besar mendukung sistem pertahanan rudal dan mengisi kembali stok persenjataan, meskipun ada pengawasan ketat atas dampaknya terhadap penduduk sipil di Gaza. 

  • Fenomena Badai Matahari Cetak Rekor Terbanyak pada 2024

    Fenomena Badai Matahari Cetak Rekor Terbanyak pada 2024

    Bisnis.com, JAKARTA – Jumlah badai matahari terkuat dan berpotensi berbahaya mencapai rekor tertinggi pada 2024. 

    Lonjakan tersebut menandai puncak matahari yang sangat aktif, yang dapat terus meningkat pada tahun ini.

    Namun aktivitas matahari mungkin bukan satu-satunya alasan jumlah ledakan matahari supercharged meroket tahun lalu, kata para ahli kepada Live Science.

    Ada total 54 jilatan api kelas X pada tahun 2024, menurut SpaceWeatherLive.com, yang menyimpan kumpulan data jilatan api matahari tertua dan paling akurat yang tersedia untuk umum. Jumlah tersebut merupakan jumlah tertinggi setidaknya sejak tahun 1996, ketika kumpulan data ini dimulai.

    NASA telah melacak aktivitas jilatan api matahari sejak pertengahan tahun 1970an, namun data sebelumnya belum tersedia untuk umum dan kurang dapat diandalkan dibandingkan catatan modern, kata perwakilan SpaceWeatherLive.com dilansir dari Live Science.

    Rekor jumlah suar kelas X sebelumnya dalam kumpulan data adalah 34, tercatat pada tahun 2001, dan hanya pada empat kesempatan lainnya pada tahun 2000, 2003, 2005 dan 2014 yang total tahunannya meningkat di atas 20. Jadi total tahun lalu merupakan hal yang mengejutkan. lonjakan tajam frekuensi suar kelas X.

    Dampak dari flare kelas X yang lebih sering dirasakan secara luas di Bumi pada tahun 2024. Misalnya, pada bulan Mei, rangkaian ledakan cepat dari setidaknya empat flare kelas X meluncurkan awan plasma, yang dikenal sebagai coronal mass ejections (CMEs), yang menghantam Bumi dan memicu badai geomagnetik terkuat dalam 21 tahun, yang pada gilirannya memicu beberapa penampakan aurora paling terang dan tersebar luas di langit kita selama 500 tahun terakhir.

    Lalu mengapa terjadi lonjakan besar pada flare kelas X tahun lalu?

    Alasan yang jelas untuk peningkatan frekuensi ini adalah datangnya solar maksimum. Puncak siklus aktivitas matahari selama kurang lebih 11 tahun ini, yang dipicu oleh melemahnya dan akhirnya membalik medan magnet matahari, secara mengejutkan masih aktif sejauh ini dan diperkirakan akan terus berlanjut hingga tahun 2025 dan mungkin setelahnya.

    Pada bulan Oktober 2024, para ilmuwan dari NASA dan Panel Prediksi Siklus Matahari internasional (SCPP) mengumumkan bahwa kita telah memasuki titik maksimum matahari dan puncak ledakan kemungkinan besar dimulai pada awal tahun lalu, lebih cepat dari perkiraan awal mereka.

    Jumlah maksimum yang sedang berlangsung juga terbukti lebih aktif daripada perkiraan awal sebagian besar ilmuwan. Misalnya, pada bulan Agustus, jumlah bintik matahari yang terlihat di bintang asal kita, yang merupakan metrik utama untuk memantau aktivitas matahari, mencapai angka tertinggi dalam 23 tahun.

    Namun banyaknya ledakan kelas X telah menjadi kejutan terbesar bagi sebagian besar fisikawan surya. “Saya pikir kita semua terkejut [tentang jumlah suar],” Hugh Hudson, fisikawan surya di Universitas Glasgow di Inggris, mengatakan kepada Live Science.

    Beberapa peneliti seperti Hudson percaya bahwa peningkatan semburan api kelas X semata-mata disebabkan oleh peningkatan aktivitas selama matahari maksimum. Namun, para ahli lain berpendapat bahwa meskipun puncak matahari tidak diragukan lagi memainkan peran penting dalam lonjakan ini, hal itu bukanlah satu-satunya alasan. Para peneliti ini berpendapat bahwa rekor jumlah suar kelas X yang teramati juga disebabkan oleh fakta bahwa kita telah jauh lebih baik dalam mendeteksinya, sehingga sedikit menyimpang dari kurva penilaian.

  • Tembakan Militer Israel Tewaskan 2 Warganya di Nahal Oz pada 7 Oktober 2023 – Halaman all

    Tembakan Militer Israel Tewaskan 2 Warganya di Nahal Oz pada 7 Oktober 2023 – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Setelah 15 bulan konflik yang berlangsung di Gaza, militer Israel akhirnya mengakui bahwa mereka telah membunuh warganya sendiri dalam insiden tragis pada 7 Oktober 2023.

    Berdasarkan laporan dari Jerusalem Post, pada tanggal tersebut, serangan oleh Hamas menyebabkan militer Israel menembaki dua warganya, Tomer Eliaz Arava dan Dikla Arava, yang berasal dari kibbutz Nahal Oz.

    Investigasi militer Israel mengungkapkan bahwa pejuang Hamas telah membobol rumah keluarga Arava dan melepaskan tembakan ke ruang aman tempat keluarga itu berlindung.

    Tomer berhasil keluar dari rumah mereka, namun kemudian ditembak oleh pasukan keamanan Israel di daerah tersebut.

    Di sisi lain, Dikla tewas dalam mobilnya akibat tembakan tentara Israel, yang mengeklaim bahwa dia berada dalam kendaraan bersama pejuang Hamas.

    Setelah insiden tersebut, situasi di Gaza terus memburuk dengan sekitar 250 orang ditahan selama operasi Badai Al-Aqsa yang dilancarkan Hamas.

    Meski 105 tawanan berhasil dibebaskan selama gencatan senjata di bulan November, tekanan untuk mencapai kesepakatan antara Israel dan Hamas semakin meningkat.

    Bagaimana Perkembangan Gencatan Senjata?

    Perundingan gencatan senjata antara Israel dan Hamas terus berlangsung, meskipun belum ada kemajuan yang berarti.

    Pada 10 Januari 2025, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengadakan pertemuan mendesak dengan menteri pertahanannya setelah Qatar menyampaikan pesan positif dari Hamas mengenai kesediaan untuk berunding.

    Sumber dari pihak Palestina menyatakan bahwa kedua belah pihak berada pada titik paling dekat untuk mencapai kesepakatan sejak negosiasi dimulai.

    Di tengah upaya tersebut, utusan Timur Tengah dari pemerintahan Donald Trump, Steve Witkoff, terbang ke Doha, Qatar untuk mempercepat perundingan.

    Para pejabat Trump menyatakan bahwa mereka ingin mencapai kesepakatan sebelum pelantikan Trump pada 20 Januari.

    Berapa Jumlah Korban Tewas di Gaza?

    Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal medis The Lancet, jumlah korban tewas di Gaza selama sembilan bulan pertama konflik diperkirakan jauh lebih tinggi dari angka resmi.

    Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa hingga 30 Juni tahun lalu, jumlah korban tewas tercatat sebanyak 37.877.

    Namun, studi tersebut memperkirakan bahwa militer Israel menewaskan antara 55.298 dan 78.525 orang antara Oktober 2023 dan Juni 2024.

    Perkiraan terbaik dari studi itu mencatat sekitar 64.260 korban, menunjukkan bahwa jumlah resmi mungkin kurang dari kenyataan hingga 41 persen.

    Hingga saat ini, angka resmi dari kementerian tersebut melaporkan 46.000 korban tewas di Gaza.

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

  • Setelah 15 Bulan, Israel Akui Bunuh Warganya Sendiri pada 7 Oktober 2023 – Halaman all

    Setelah 15 Bulan, Israel Akui Bunuh Warganya Sendiri pada 7 Oktober 2023 – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Setelah 15 bulan sejak perang meletus di Gaza, militer Israel akhirnya mengakui telah membunuh warganya sendiri pada 7 Oktober 2023 lalu.

    Tembakan militer Israel menewaskan Tomer Eliaz Arava dan Dikla Arava dari Nahal Oz selama serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, kata tentara Israel pada Jumat (10/1/2025) setelah melakukan penyelidikan atas insiden tersebut, lapor Jerusalem Post.

    Investigasi militer Israel menyimpulkan bahwa pejuang Hamas membobol rumah keluarga Arava-Elyakim dan melepaskan tembakan ke ruang aman tempat keluarga itu berlindung.

    Menurut investigasi, Tomer berhasil keluar dari rumah, tetapi kemudian ia ditembak oleh pasukan keamanan di kibbutz (pemukiman) tersebut.

    Sementara itu, Dikla tewas oleh tembakan tentara Israel di dalam mobil.

    Militer mengklaim bahwa Dikla berada di mobil itu bersama pejuang Hamas.

    Sekitar 250 orang ditawan pada 7 Oktober tahun lalu selama operasi Badai Al-Aqsa, operasi balasan oleh kelompok perlawanan Gaza.

    Hamas membebaskan 105 tawanan selama gencatan senjata selama sepekan pada November lalu.

    Seorang personel militer Israel (IDF) membidik sasaran dalam agresi militer mereka di Gaza Utara. (khaberni/tangkap layar)

    Hamas mengatakan pihaknya hanya akan membebaskan tawanan jika Israel sepenuhnya menghentikan agresinya terhadap Gaza dan setuju untuk membebaskan ratusan warga Palestina yang ditahan di penjara Israel.

    Tekanan publik dan diplomatik telah meningkat pada rezim Benjamin Netanyahu untuk berbuat lebih banyak guna mencapai kesepakatan dalam upaya membebaskan tawanan yang masih ditahan di Jalur Gaza yang terkepung.

    Update Perundingan Gencatan Senjata Israel-Hamas

    Perundingan gencatan senjata antara Israel dan Hamas masih berlangsung meskipun belum ada perkembangan berarti.

    Pada Jumat (10/1/2025), Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengadakan pertemuan mendesak dengan menteri pertahanannya setelah Qatar menyampaikan pesan positif dari Hamas tentang kesediaan untuk mencapai kesepakatan, menurut laporan lembaga penyiaran publik Israel, Kan.

    Kedua belah pihak disebut berada pada titik paling dekat untuk mencapai kesepakatan sejak negosiasi dimulai, kata seorang sumber Palestina kepada situs saudara The New Arab yang berbahasa Arab, Al-Araby Al-Jadeed.

    Kelompok tersebut mengharapkan tanggapan dari Israel segera.

    Donald Trump Campur Tangan

    Hal ini terjadi pada hari yang sama ketika utusan Timur Tengah Donald Trump, Steve Witkoff, terbang ke Doha dalam upaya mempercepat negosiasi.

    Para pejabat dalam pemerintahan Trump telah menegaskan bahwa mereka ingin kesepakatan dicapai sebelum Trump dilantik pada 20 Januari.

    Witkoff bertemu dengan Perdana Menteri Qatar, Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani, dan telah berunding dengan pejabat pemerintahan Biden serta anggota pemerintah Israel.

    Qatar, Mesir, dan AS telah berupaya merundingkan akhir perang selama berbulan-bulan.

    Namun, putaran perundingan berturut-turut di ibu kota Qatar gagal menghasilkan kesepakatan.

    Hamas dan Israel saling menyalahkan atas kegagalan mencapai kesepakatan.

    Korban Tewas di Gaza

    Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet pada hari Jumat (10/1/2025), jumlah korban tewas di Gaza selama sembilan bulan pertama perang ternyata sekitar 40 persen lebih tinggi dari angka resmi.

    Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan jumlah korban tewas sebanyak 37.877 hingga 30 Juni tahun lalu.

    Studi ini menunjukkan angka itu jauh lebih rendah dari yang sebenarnya. 

    Dengan menggunakan data dari kementerian, survei daring, dan berita kematian di media sosial, para peneliti memperkirakan bahwa militer Israel menewaskan antara 55.298 dan 78.525 orang antara Oktober 2023 dan 30 Juni 2024.

    Perkiraan terbaik studi tersebut adalah 64.260, yang berarti jumlah korban tewas resmi telah kurang dari yang sebenarnya hingga 41 persen.

    Hingga saat ini, menurut perhitungan resmi kementerian tersebut, jumlah korban tewas di Gaza saat ini mencapai 46.000 orang.

    (Tribunnews.com)

  • PBB Buka-bukaan Sebut RI di Ambang Malapetaka

    PBB Buka-bukaan Sebut RI di Ambang Malapetaka

    Jakarta, CNBC Indonesia – Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) memberikan peringatan khusus untuk sejumlah negara Asia, termasuk Indonesia. Secara spesifik, peringatan itu terkait ‘petaka’ yang mengancam wilayah asia, dipicu fenomena perubahan iklim.

    Peringatan tersebut mengacu pada laporan lembaga PBB, Badan Meteorologi Dunia (WMO), yang bertajuk State of the Climate in Asia 2023 dengan menganalisa bencana yang terjadi di 2023 dan polanya di masa depan.

    Dikatakan ada laju percepatan indikator perubahan iklim utama seperti suhu permukaan, pencairan gletser, dan kenaikan permukaan air laut.

    Asia disebut masih menjadi wilayah yang paling banyak dilanda masalah alam di dunia akibat cuaca dan iklim. Benua ini mengalami pemanasan lebih cepat dari rata-rata global dengan tren meningkat hampir dua kali lipat sejak periode 1961-1990.

    “Kesimpulan dari laporan ini sangat menyadarkan kita,” kata Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo dalam keterangan yang diterima CNBC Indonesia, dikutip Sabtu (11/1/2025).

    WMO mencatat, banyak negara di Asia mengalami tahun terpanas yang pernah tercatat pada tahun 2023, bersamaan dengan kondisi ekstrim, mulai dari kekeringan dan gelombang panas hingga banjir dan badai.

    Perubahan frekuensi iklim dan tingkat keparahan peristiwa tersebut, berdampak besar pada masyarakat, ekonomi, dan yang terpenting, kehidupan manusia dan lingkungan tempat makhluk hidup tinggal.

    Pada 2023, total 79 bencana yang terkait dengan bahaya hidrometeorologi dilaporkan di Asia, sebagaimana dilaporkan pula oleh Emergency Events Database. Dari jumlah tersebut, lebih dari 80% terkait dengan peristiwa banjir dan badai, dengan lebih dari 2.000 korban jiwa dan sembilan juta orang terkena dampak langsung.

    Panas ekstrem juga menjadi laporan lain. Meskipun risiko kesehatan yang ditimbulkan semakin meningkat, penduduk Asia masih beruntung karena tidak ada kematian yang dilaporkan.

    “Sekali lagi, di tahun 2023, negara-negara yang rentan terkena dampak yang tidak proporsional. Sebagai contoh, topan tropis Mocha, topan terkuat di Teluk Benggala dalam satu dekade terakhir, menghantam Bangladesh dan Myanmar,” jelas Sekretaris Eksekutif Komisi Ekonomi dan Sosial untuk Asia dan Pasifik (ESCAP), Armida Salsiah Alisjahbana yang menjadi mitra dalam penyusunan laporan ini.

    “Peringatan dini dan kesiapsiagaan yang lebih baik telah menyelamatkan ribuan nyawa,” ujarnya.

    Sementara itu, dalam laporan yang sama juga dimuat bagaimana kenaikan permukaan laut dari Januari 1993 hingga Mei 2023. State of the Climate in Asia 2023 juga memberikan data indikasi kenaikan air laut yang meliputi wilayah Indonesia.

    Tercatat, banyak area mengindikasikan Global Mean Sea Level (GMSL) di atas rata-rata global yakni 3,4 atau ± 0,33 mm per tahun. Indonesia sendiri berada di wilayah berwarna kuning yang mengindikasikan peringatan.

    Sebelumnya, kajian proyeksi USAID di 2016), menyebutkan kenaikan air laut akan menenggelamkan 2.000 pulau kecil pada tahun 2050. Ini berarti terdapat 42 juta penduduk berisiko kehilangan tempat tinggalnya.

    Untuk itu, laporan ini sebaiknya jadi bahan perenungan bagi semua pihak untuk terus menjaga lingkungan demi meredam dampak perubahan iklim yang kian parah.

    (luc/luc)