Tag: Badai

  • Cerita Para Dokter yang Mengoperasi Dirinya Sendiri, Ada yang Angkat Usus Buntu    
        Cerita Para Dokter yang Mengoperasi Dirinya Sendiri, Ada yang Angkat Usus Buntu

    Cerita Para Dokter yang Mengoperasi Dirinya Sendiri, Ada yang Angkat Usus Buntu Cerita Para Dokter yang Mengoperasi Dirinya Sendiri, Ada yang Angkat Usus Buntu

    Jakarta

    Operasi umumnya merupakan prosedur kompleks dan rumit yang dilakukan dokter terhadap pasien.

    Namun dalam sejumlah kasus, dedikasi untuk lebih memahami tubuh manusia mendorong dokter untuk ‘nekat’ melakukan pembedahan pada diri mereka sendiri.

    Pada kasus lain, dokter terpaksa membedah diri sendiri agar bisa lepas dari situasi yang mengancam nyawanya.

    Operasi diri sendiri tentu bukan sesuatu yang sering terjadi, tetapi hal itu memang pernah terjadi. Dikutip dari Medical News Today, berikut empat contoh kasusnya.

    1. Kateterisasi Jantung

    Werner Theodor Otto Forssmann sedang menempuh pendidikan kedokteran di Jerman pada 1920-an ketika seorang profesor melontarkan pertanyaan yang membekas di pikirannya: Apakah mungkin untuk mencapai jantung melalui pembuluh vena atau arteri tanpa operasi traumatis?

    Saat itu, satu-satunya cara mengakses jantung adalah dengan melakukan pembedahan yang cukup berisiko.

    Forssmann menemukan artikel yang menjelaskan bagaimana seorang dokter hewan dapat mencapai jantung seekor kuda dengan kateter melalui vena jugularis interna. Kateter ini menyalurkan darah dari otak, wajah, dan leher ke jantung.

    Forsmann pun menyimpulkan dia dapat menggunakan kateter ureter untuk mencapai jantung manusia melalui vena cubital, yang terletak dekat permukaan lengan dan mengalir ke jantung.

    Forssmann pun berencana mencoba prosedur itu pada seorang pasien. Namun kepala perawat yang khawatir dengan keselamatan pasien menghalangi rencananya.

    Forssmann akhirnya memutuskan untuk melakukan prosedur tersebut pada dirinya sendiri. Setelah mengelabui seorang perawat, Forssmann sukses memasukkan kateter sejauh 30 cm ke dalam lengannya. Dia juga meminta bantuan perawat sinar-X untuk memetakan perjalanan internal kateter dari lengan ke jantungnya.

    Prosedurnya berhasil, namun Forssman diberhentikan dari residensinya. Namun 17 tahun kemudian, bersama dua orang lainnya, Forssmann memenangkan hadiah Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran atas perannya dalam penemuan kateterisasi jantung.

    2. Operasi Usus Buntu

    Leonid Rogozov adalah satu-satunya tenaga medis dari tim ekspedisi Antartika Soviet ke-6 pada 1960. Beberapa minggu setelah ekspedisi, dokter berusia 27 tahun itu menyadar beberapa gejala radang usus buntu pada dirinya sendiri, seperti lemas, mual, dan nyeri hebat di perut bagian kanan bawah.

    Obat-obatan yang ada tidak mampu memperbaiki kondisinya. Dia juga tidak memiliki harapan bisa kembali ke kota untuk mendapatkan penanganan yang layak.

    “Saya tidak tidur sama sekali tadi malam. Sakitnya seperti setan! Badai salju menerjang jiwa saya, merintih seperti seratus serigala,” tulis Rogozov dalam jurnalnya.

    Satu-satunya pilihan Rogozov untuk bertahan hidup adalah dengan melakukan operasi usus buntu pada dirinya sendiri. Dia kemudian merekrut tiga orang rekannya untuk membantu; satu orang memegang cermin dan mengatur lampu, satu orang menyerahkan peralatan bedah kepadanya, dan satu orang bertindak sebagai cadangan seandainya salah satu dari mereka pingsan atau mual.

    Pada pukul 2 pagi tanggal 1 Mei 1961, setelah melakukan anestesi lokal pada dirinya sendiri, Rogozov membuat sayatan pertama sepanjang 10-12 cm di perutnya. Setelah sekitar 30 menit, Rogozov menjadi lemah dan perlu istirahat secara teratur, tetapi dia tetap bertahan.

    Operasi tersebut pun berhasil, dan setelah dua minggu, kesehatannya pulih sepenuhnya.

    Next: Pengangkatan usus buntu dan operasi batu ginjal

  • 3 Nelayan Mukomuko Bengkulu yang Hilang Ditemukan Selamat
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        25 Januari 2025

    3 Nelayan Mukomuko Bengkulu yang Hilang Ditemukan Selamat Regional 25 Januari 2025

    3 Nelayan Mukomuko Bengkulu yang Hilang Ditemukan Selamat
    Tim Redaksi
    BENGKULU, KOMPAS.com –
    Tiga orang nelayan Kabupaten Mukomuko,
    Bengkulu
    yang hilang akibat
    kapal karam
    ditemukan tim SAR dalam keadaan sehat, pada Sabtu (25/1/2025) pukul 15.00 wib,.
    Ketiganya ditemukan di tepi pantai berjarak 5 mil dari tempatnya hilang yakni di Perairan Pasar Sebelah, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.
    “Saat ditemukan ketiga nelayan dalam keadaan sehat. Satu orang terluka pada bagian kaki,” ungkap Humas Basarnas Bengkulu, Mega Maysilva, dalam keterangan tertulisnya diterima kompas.com, Sabtu (25/1/2025).
    Bersama dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat maka operasi pencarian dinyatakan ditutup.
    Sebelumnya diberitakan, tiga nelayan Kabupaten Mukomuko, Bengkulu dikabarkan hilang setelah kapalnya dihantam badai saat hendak pulang ke darat, pukul 10.15 wib, Sabtu (25/1/2025).
    Kecelakaan kapal karam itu tepatnya di Perairan Pasar Sebelah, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.
     
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Solidaritas dan Harapan: Kunjungan Trump ke Pacific Palisades – Halaman all

    Solidaritas dan Harapan: Kunjungan Trump ke Pacific Palisades – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Kehadiran seorang pemimpin di lokasi bencana sering kali memberikan harapan di tengah duka.

    Pada Jumat, 24 Januari 2025, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bersama Ibu Negara Melania Trump, mengunjungi kawasan Asheville, Carolina Utara.

    Kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak Badai Helene yang merusak wilayah tersebut pada bulan Oktober 2024.

    Menghampiri Korban Bencana Alam

    Badai Helene menyisakan jejak kehancuran yang tak terbayangkan.

    Saat berinteraksi dengan pejabat setempat, Trump mengungkapkan betapa pentingnya pemulihan bagi masyarakat yang terkena dampak. “Kami akan memastikan bantuan federal mengalir dengan cepat untuk mendukung pemulihan,” ujarnya dengan tegas.

    Di tengah suasana duka, ungkapan tersebut menjadi sinar harapan bagi banyak warga yang kehilangan rumah dan harta benda.

    Pemulihan bukan hanya soal material, tetapi juga soal kebangkitan semangat komunitas yang hancur.

    Melangkah Menuju Pacific Palisades: Menyaksikan Kehancuran

    Setelah mengunjungi Carolina Utara, langkah Trump berlanjut ke Pacific Palisades, California Selatan, yang tidak kalah parah akibat kebakaran hutan.

    Dengan latar belakang matahari terbenam yang berwarna jingga, Trump melihat reruntuhan rumah yang hangus.

    Suasana seakan mengisahkan penderitaan yang terpendam.

    “Menyaksikan kehancuran ini secara langsung membuat saya terkejut. Kita harus bekerja sama untuk menyelesaikan masalah ini,” katanya, menyoroti pentingnya solidaritas dalam menghadapi bencana.

    Ucapan ini menggugah empati, seakan merangkul semua orang yang kehilangan tempat tinggal.

    Dukungan Federal untuk Pemulihan

    Dalam kunjungan tersebut, Trump tidak hanya melihat, tetapi juga berjanji untuk berkolaborasi dengan pejabat California.

    Dia menyatakan niatnya untuk memberikan bantuan yang lebih besar daripada yang pernah diberikan presiden sebelumnya.

    “Kita harus mempercepat proses izin federal untuk memulai kembali pembangunan,” tegas Trump.

    Janji ini memberikan secercah harapan bagi masyarakat yang merasa putus asa.

    Namun, di balik janji tersebut, terdapat kontroversi terkait pengelolaan air yang disampaikan oleh Trump.

    Kontroversi Pengelolaan Air dan Tanggapan Gubernur

    Trump menyoroti masalah pengelolaan air di California, mengeklaim bahwa kebijakan yang ada turut memperburuk kebakaran.

    Gubernur California, Gavin Newsom, dengan tegas membantah pernyataan tersebut, menyatakan bahwa perubahan pengelolaan air di wilayah utara tidak akan mempengaruhi penanggulangan kebakaran.

    “Bantuan setelah bencana adalah masalah kemanusiaan, bukan politik,” ungkap Anggota DPR Young Kim, menyoroti pentingnya kesatuan di tengah perpecahan politik.

    Di saat banyak yang melihat bencana ini sebagai panggilan untuk berkolaborasi, ada suara-suara yang tetap mengingatkan akan pentingnya mengesampingkan perbedaan dalam menghadapi tragedi bersama.

    Refleksi di Tengah Bencana

    Kunjungan Trump ke Carolina Utara dan Pacific Palisades mengingatkan kita bahwa di balik setiap bencana terdapat kisah kesedihan, keberanian, dan harapan.

    Para korban bencana tidak hanya membutuhkan bantuan materi, tetapi juga dukungan moral untuk bangkit dari keterpurukan.

    Dengan kehadiran pemimpin dan janji-janji yang diucapkan, harapan akan pemulihan perlahan mulai menguar, meskipun tantangan masih membayangi di depan.

    Dalam situasi yang menyedihkan ini, penting bagi kita semua untuk bersatu dan memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan.

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

  • Trump Tekan OPEC, Harga Minyak Jadi Makin Murah – Page 3

    Trump Tekan OPEC, Harga Minyak Jadi Makin Murah – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Harga minyak stabil pada perdagangan hari Jumat tetapi jika dihitung dalam sepekan ini harga minyak mengalami penurunan. Pelemahan harga minyak pada pekan ini menghentikan kenaikan dalam empat minggu berturut-turut.

    Harga minyak turun pada pekan ini setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana besar untuk meningkatkan produksi dalam negeri sambil menuntut OPEC untuk menurunkan harga minyak mentah.

    Mengutip CNBC, Sabtu (25/1/2025), harga minyak mentah Brent berjangka naik 21 sen atau 0,27% ditutup pada USD 78,50 per barel. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 4 sen atau 0,05% dan ditutup pada USD 74,66 per barel.

    Harga minyak Brent telah kehilangan 2,83% sepanjang minggu ini dan harga minyak WTI turun 4,13%.

    Donald Trump pada hari Jumat menegaskan kembali seruannya kepada Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk memangkas harga minyak guna merugikan keuangan Rusia yang kaya minyak dan membantu mengakhiri perang di Ukraina.

    “Salah satu cara untuk menghentikannya dengan cepat adalah dengan meminta OPEC berhenti menghasilkan begitu banyak uang dan menurunkan harga minyak. Perang itu akan segera berhenti,” kata Trump saat ia mendarat di North Carolina untuk melihat kerusakan akibat badai.

    Analis StoneX Alex Hodes dalam sebuah catatan pada hari Jumat menuliskan bahwa ancaman sanksi keras AS terhadap Rusia dan Iran, yang merupakan produsen minyak utama, dapat merusak tujuan Trump untuk menurunkan biaya energi.

    “Trump mengetahui hal ini dan telah menekan OPEC untuk menutupi kekosongan yang akan ditimbulkannya,” kata Hodes.

    Pada hari Kamis, Trump mengatakan kepada Forum Ekonomi Dunia bahwa ia akan menuntut OPEC dan pemimpin de facto-nya, Arab Saudi, untuk menurunkan harga minyak mentah.

    OPEC+, yang di dalamnya ada Rusia, belum bereaks., Delegasi dari kelompok tersebut memastikan bahwa kesepakatan yang ada saat ini adalah untuk mulai meningkatkan produksi minyak mulai April 2025.

    “Saya tidak benar-benar berharap OPEC akan mengubah kebijakan kecuali ada perubahan fundamental,” kata analis komoditas UBS Giovanni Staunovo.

    “Pasar akan relatif tenang sampai kita mendapatkan kejelasan lebih lanjut tentang kebijakan sanksi dan tarif.”

     

     

     

  • Muncul Lagi Kebakaran Los Angeles! Angin Santa Ana Mempercepat 100 Kali Lipat

    Muncul Lagi Kebakaran Los Angeles! Angin Santa Ana Mempercepat 100 Kali Lipat

    Kebakaran Los Angeles belum padam, kini Los Angeles justru kembali dilanda kobaran api baru di bagian utara kota tersebut…Lalu menyebar hingga 100 k

    Tayang: Jumat, 24 Januari 2025 15:51 WIB | Diperbarui: Jumat, 24 Januari 2025 16:24 WIB

    Kompas.com/Istimewa

    Kebakaran hutan di Los Angeles menghanguskan rumah-rumah mewah di Pacific Palisades, Rabu (8/1/2025). Sedkitnya lima orang tewas dalam salah satu badai api terparah ini.(GETTY IMAGES NORTH AMERICA/APU GOMES via AFP) 

    Muncul Lagi Kebakaran Los Angeles! Angin Santa Ana Mempercepat 100 Kali Lipat

    TRIBUNAJTENG.COM- Kebakaran Los Angeles belum padam, kini Los Angeles justru kembali dilanda kobaran api baru di bagian utara kota tersebut.

    Sebelumnya, kebakaran terjadi di Palisades dan Eaton pada Rabu 7 Januari 2025 dan belum padam hingga sekarang.

    Kini api muncul pada Rabu (22/1/2025) di sebelah utara Castaic yang telah meluas dengan cepat hingga lebih dari 10.000 hektare. 

    Tidak ada bangunan yang dilaporkan rusak.

    Namun lokasi itu berbatasan dengan sejumlah permukiman dan sekolah.

    Departemen Kehutanan dan Perlindungan Kebakaran California melaporkan bahwa api Hughes awalnya membakar lahan seluas 50 hektare. Lalu menyebar hingga 100 kali lipat dalam waktu dua jam menjadi 5.000 hektare.

    Penyebaran api yang sangat cepat itu dipicu oleh angin Santa Ana. Hingga pukul 10 malam, petugas pemadam kebakaran baru mengendalikan api sebesar 14 persen.

    (*)

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://jateng.tribunnews.com/ajax/latest?callback=?”, {start: newlast,section:’16’,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    newlast = newlast + 1;
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.thumb) img = “”+vthumb+””;
    else img = ”;
    if(val.c_title) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    $.getJSON(“https://jateng.tribunnews.com/ajax/latest?callback=?”, {start: newlast,section:’16’,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }

    Berita Terkini

  • Ada Ledakan Badai Matahari Dahsyat Pekan Ini, Picu Gangguan Listrik dan Munculnya Aurora

    Ada Ledakan Badai Matahari Dahsyat Pekan Ini, Picu Gangguan Listrik dan Munculnya Aurora

    Bisnis.com, JAKARTA – Ledakan badai matahari yang dahsyat diperkirakan akan melanda bumi akhir pekan ini, berpotensi memicu gangguan jaringan listrik dan membuat aurora warna-warni terlihat di sebagian besar wilayah utara AS.

    Dilansir dari livescience, ledakan tersebut, yang dikenal sebagai coronal mass ejection (CME), meletus dari matahari pada 21 Januari dan diperkirakan akan menghantam medan magnet bumi pada Jumat malam (24 Januari) atau Sabtu dini hari (25 Januari), menurut data tersebut. Pusat Prediksi Cuaca Luar Angkasa National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).

    Dampaknya dapat memicu badai geomagnetik kelas G1 – gangguan sementara pada medan magnet bumi yang dapat mengakibatkan pemadaman radio, fluktuasi jaringan listrik, kegagalan fungsi satelit, dan dampak buruk lainnya. Peristiwa G1 adalah jenis badai geomagnetik yang paling lemah dan biasanya luput dari perhatian sebagian besar orang.

    Namun, setiap badai geomagnetik mempunyai peluang untuk mendorong cahaya utara ke garis lintang yang jauh lebih rendah dari biasanya, sehingga berpotensi membuat jendela atap berwarna-warni terlihat oleh jutaan pengamat langit di Amerika Utara.

    Jika badai matahari melanda akhir pekan ini, aurora dapat terlihat di sebagian besar wilayah utara AS, termasuk di bagian utara Michigan dan Maine, menurut perkiraan aurora NOAA.

    Aurora terjadi ketika partikel bermuatan dari matahari bertabrakan dengan medan magnet bumi, atau magnetosfer. Partikel-partikel ini meluncur di sepanjang garis medan magnet planet kita menuju kutub Utara dan Selatan, dan menghantam molekul atmosfer di sepanjang jalurnya.

    Molekul-molekul tersebut kemudian menjadi berenergi, memancarkan energi dalam bentuk cahaya warna-warni. Warna cahaya aurora bergantung pada jenis molekul yang diberi energi, yang juga terkait dengan ketinggiannya di atmosfer.

    Untuk melihat aurora di dekat Anda, menjauhlah sejauh mungkin dari sumber cahaya buatan, gunakan peta langit gelap jika perlu. Biarkan matamu menyesuaikan diri dengan kegelapan; lalu lihat saja ke atas.

    Anda tidak memerlukan teropong pengamatan bintang atau teleskop halaman belakang yang canggih untuk melihat aurora, namun warnanya bisa tampak lebih cerah dan tajam jika dilihat melalui layar ponsel cerdas. Itu karena perangkat ini lebih sensitif terhadap cahaya dibandingkan mata manusia, sehingga membiarkan lebih banyak cahaya masuk dengan aperture lebih besar.

  • Kebakaran Los Angeles: Hujan Ringan Diprediksi Turun Mulai Jumat Malam-Sabtu Dini Hari – Halaman all

    Kebakaran Los Angeles: Hujan Ringan Diprediksi Turun Mulai Jumat Malam-Sabtu Dini Hari – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Setelah berhari-hari diterpa angin kencang yang memperburuk kebakaran di Los Angeles, California Selatan, wilayah ini diprediksi akan diguyur hujan ringan.

    Hujan ringan yang diperkirakan akan turun mulai Jumat (24/1/2025) malam hingga Sabtu (25/1/2025) pagi.

    Meskipun hujan ini disebut tidak akan mengakhiri kebakaran secara drastis, guyuran air hujan disebut sangat dinantikan.

    Curah hujan yang diperkirakan kurang dari sepertiga inci di daerah Los Angeles diharapkan bisa membantu wilayah yang sedang menghadapi kemarau panjang tersebut.

    Bryan Lewis, ahli meteorologi dari National Weather Service di Oxnard, menyebut bahwa meski hujan ringan ini akan sangat membantu, itu tidak cukup untuk mengakhiri musim kebakaran.

    Ada potensi bahaya lain yang perlu diwaspadai, Los Angeles Times melaporkan.

    Hujan yang turun dalam jumlah besar dalam waktu singkat bisa menyebabkan tanah longsor, terutama di daerah yang sebelumnya dilanda kebakaran.

    Traci Park, Anggota Dewan Kota Los Angeles yang distrik wilayahnya mencakup Pacific Palisades, mengingatkan bahwa tanah yang sudah terbakar tercampur air bisa sangat rentan terhadap longsor.

    Persiapan Potensi Dampak Hujan

    Menanggapi potensi dampak hujan, Wali Kota Los Angeles, Karen Bass, telah mengeluarkan perintah eksekutif untuk mempersiapkan infrastruktur dan melindungi daerah-daerah yang terdampak kebakaran.

    Langkah-langkah ini meliputi pemasangan penghalang untuk menghalangi aliran puing beracun dan pembuangan air hujan ke saluran pembuangan yang telah disiapkan untuk mengolahnya.

    California Selatan juga mewaspadai kemungkinan adanya badai petir atau hujan deras yang bisa memperburuk situasi.

    Ahli meteorologi memperkirakan bahwa potensi terjadinya badai petir cukup rendah, namun kondisi cuaca tetap bisa berubah.

    Sementara hujan yang diperkirakan bisa sedikit meredakan ancaman kebakaran di Los Angeles tetap dalam kondisi yang sangat rentan.

    Pada Selasa (21/1/2025), Badan Cuaca Nasional memperpanjang peringatan “bendera merah” yang menandakan adanya kondisi cuaca berbahaya.

    Angin kencang diperkirakan bertiup kembali pada Kamis (24/1/2025) pagi.

    Selama periode ini, risiko kebakaran hutan tetap tinggi.

    Ribuan rumah tangga di California Selatan terpaksa mengalami pemadaman listrik sebagai langkah pencegahan terhadap potensi kebakaran yang bisa dipicu oleh peralatan listrik.

    Pemadaman ini memengaruhi lebih dari 90.000 pelanggan di wilayah Los Angeles, Ventura, dan Riverside.

    Kebakaran Merembet sampai San Diego

    Kebakaran besar di Palisades dan Eaton masih terus berlanjut meskipun upaya pemadaman terus dilakukan.

    Kebakaran Eaton, yang telah membakar lebih dari 14.000 hektar, saat ini berada di tahap pemadaman 89 persen.

    Kebakaran ini telah merusak lebih dari 9.400 bangunan dan menelan korban jiwa.

    Hingga kini, jumlah korban tewas akibat kebakaran ini telah mencapai 28 orang, dengan angka ini diperkirakan masih akan bertambah.

    Selain kebakaran di Los Angeles dan Ventura, kebakaran juga melanda beberapa wilayah di San Diego pada Selasa (21/1/2025), San Diego Union-Tribune melaporkan.

    Beberapa kebakaran kecil dilaporkan terjadi di area seperti Poway dan Pala di Fallbrook, yang berhasil dikendalikan oleh petugas pemadam kebakaran.

    Di Poway, kebakaran membakar sekitar tiga hektar lahan, sementara kebakaran di Pala, Fallbrook membakar sekitar 17 hektar.

    Kebakaran di Lilac, yang terjadi di dekat Old Highway 395 dan Lilac Road di Bonsall, memaksa evakuasi sekitar 85 hektar lahan. Namun, pada malam hari, evakuasi dihentikan dan api telah terkendali hingga 50 persen.

    Di daerah Fashion Valley, San Diego, kebakaran kecil juga terjadi, yang sempat memaksa evakuasi rumah-rumah di sekitar pusat perbelanjaan tersebut, San Diego Union-Tribune melaporkan.

    Meskipun petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan api dengan cepat, mereka tetap berada di lokasi untuk membersihkan titik api dan mencegah kebakaran menyebar lebih luas.

    Sementara itu, kebakaran besar yang terjadi di Palisades dan Eaton tetap menjadi perhatian utama di California Selatan, dengan upaya pemadaman yang terus berlanjut.

    (Tribunnews.com, Andari Wulan Nugrahani)

  • Pegadaian Umumkan Pemenang Badai Emas Periode III 2024

    Pegadaian Umumkan Pemenang Badai Emas Periode III 2024

    Jakarta, Beritasatu.com – Pegadaian berikan kejutan awal tahun bagi para nasabahnya melalui pengundian Badai Emas periode III Tahun 2024. Tidak tanggung-tanggung, di usianya yang ke 123 tahun ini Pegadaian memberikan hadiah serba emas untuk nasabah setianya.

    Setelah dilaksanakannya pengundian periode I dan periode II tahun lalu, Pegadaian kembali menyelenggarakan pengundian Badai Emas untuk periode III. Pengumpulan data periode III Badai Emas Pegadaian berlangsung dari 1 Oktober hingga 31 Desember 2024, lalu diundi di Gedung Pegadaian Kenari, pada Kamis (23/1/2025).

    Dalam kegiatan ini turut hadir Senior Vice President (SVP) Divisi Pemasaran PT Pegadaian Yudi Sadono, serta pihak Kementerian Sosial (Kemensos), Dinas Sosial DKI Jakarta (Dinsos), dan Notaris. Dalam sambutannya, Yudi mengatakan Badai Emas Pegadaian merupakan wujud apresiasi Pegadaian kepada seluruh nasabah setia yang senantiasa menggunakan produk dan layanan Pegadaian hingga saat ini.

    “Program Badai Emas ini tidak hanya menjadi wadah untuk mengapresiasi kepercayaan dan dukungan yang telah nasabah berikan kepada kami, tetapi juga sebagai bentuk terima kasih atas kesetiaan dan dedikasi kepada PT Pegadaian,” ungkap Yudi.

    Setiap tahapan pengundian hingga pengumuman pemenang Badai Emas Pegadaian Periode III disaksikan dan disahkan pihak Kemensos, Dinsos, dan Notaris. Hal ini dilakukan untuk menjamin keabsahan dan transparansi proses pengundian. Di Badai Emas Pegadaian dan Syariah Periode III ini, tercatat ada 622.294 nasabah (CIF) yang ikut berpartisipasi dengan total 65.768.405 kupon hadiah.

    “Pegadaian menggunakan aplikasi undian yang sudah terlebih dahulu dilakukan pengecekan keabsahannya, selanjutnya pemenang akan disahkan oleh pihak Kemensos, Dinsos, dan Notaris,” jelas Yudi.

    Para pemenang beruntung Badai Emas Pegadaian periode III tahun 2024 akan menerima hadiah sebagai berikut:

    • 100 Tabungan Emas @ 1,23 gram.

    • 20 voucher belanja emas di Galeri 24 @ Rp12,3 juta.

    • 3 grand prize emas 24 karat @ 123 gram.

    Sementara itu, Pegadaian akan memberikan hadiah kepada pemenang Badai Emas Pegadaian Syariah periode III 2024 berupa:

    • 100 Tabungan Emas @ 1 gram.

    • 20 emas batangan 24 karat dari Galeri 24 @ 2 gram.

    • 3 grand prize paket umroh Senilai 35 juta.

    Untuk informasi pengumuman pemenang Badai Emas Pegadaian periode III tahun 2024 dapat diperoleh melalui akun Instagram @sahabatpegadaian atau artikel website sahabat.pegadaian.co.id.

    Waspada Penipuan Mengatasnamakan PT Pegadaian

    Pegadaian menegaskan bahwa seluruh biaya dan pajak hadiah ditanggung Perusahaan. Nasabah diimbau untuk waspada terhadap penipuan dan hanya mengikuti informasi resmi melalui situs Sahabat Pegadaian dan Instagram @sahabatpegadaian.

    Pihak Pegadaian mengucapkan terima kasih kepada seluruh nasabah yang sudah berpartisipasi dalam program Badai Emas di tahun 2024. Nantikan program undian Badai Emas Pegadaian berikutnya di tahun 2025!

  • BMKG Keluarkan Peringatan Dini, 5 Daerah di Jawa Timur Berpotensi Badai Petir Hari Ini Senin 23 Januari 2025

    BMKG Keluarkan Peringatan Dini, 5 Daerah di Jawa Timur Berpotensi Badai Petir Hari Ini Senin 23 Januari 2025

    Surabaya (beritajatim.com)– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang diprediksi terjadi pada hari ini Kamis, 23 Januari 2025.

    Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang.

    Sementara di Kawasan Jawa Timur, BMKG memberikan peringatan da 5 daerah yang dimungkinkan mengalami cuaca ekstrem berupa badai petir. Kelima Kawasan tersebut di antaranya Surabaya, Malang, Kediri, Jember dan Madiun.

    Kelima Kawasan ini meskipun kondisi prakiraan cukup landau yakni berawan namun dimungkinkan akan terjadi hujan ringan hingga berpotensi badai petir utamanya pad sore hri.

    Untuk suhu Udara rata rata di kisaran 22 hingga 29 derajat celcius. Hanya Kota Surabaya yang pada siang hari nanti diprediksikan mengalami peningkatan ingga ke 31 derajat celcius.

    BMKG juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu dengan menghindari aktivitas di luar ruangan saat terjadi hujan deras atau badai petir.

    Selain itu warga juga hendaknya memastikan saluran air dan drainase di sekitar tempat tinggal berfungsi dengan baik untuk mencegah banjir lokal.

    “Mengikuti informasi cuaca terkini dari sumber resmi seperti BMKG. Tetap waspada dan persiapkan diri Anda menghadapi kondisi cuaca yang dapat berubah. Keselamatan Anda dan keluarga adalah prioritas utama,” tulis BMKG.

    Sementara prediksi dan pantauan BMKG, ada 13 daerah yang berpotensi mengalami hujan lebat disertai cuaca ekstrem di antaranya Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi
    Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. [aje]

  • Hujan Berpotensi Mengguyur Kab Bandung hingga Februari 2025

    Hujan Berpotensi Mengguyur Kab Bandung hingga Februari 2025

    JABAR EKSPRES – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menganalisa bahwa wilayah Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat terjadi pegerakan angin yang berpotensi membentuk awan hujan.

    Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu mengatakan, potensi turunnya hujan tak hanya diprediksi terjadi di Kabupaten Bandung saja, namum juga di sejumlah daerah di wilayah Provinsi Jawa Barat.

    “Terpantau adanya konvergensi dan belokan angin melewati Jawa Barat yang berpengaruh terhadap pertumbuhan awan-awan hujan di Kabupaten Bandung dan sekitarnya,” katanya kepada Jabar Ekspres melalui seluler, Rabu (22/1).

    Rahayu atau akrab disapa Ayu menerangkan, anomali suhu permukaan air laut (SST) diperairan Jawa Barat tergolong hangat.

    BACA JUGA:Cuaca Panas Landa Kabupaten Bandung, BMKG Sebut Faktonya Angin Monsun Asia Disertai Fenomena La Nina

    Oleh sebab itu, ada kontribusi terhadap pertumbuhan awan-awan hujan pada skala lokal, kelembapan udara di wilayah Jawa Barat pada lapisan 850 hingga 700 milibar (mb) dengan kelembapan berkisar antara 60 sampai 95 persen.

    “Berdasarkan prediksi kondisi global, regional, dan probabilistik model diprakirakan pada umumnya cuaca di wilayah Jawa Barat berawan berpotensi hujan,” terangnya.

    Ayu menjelaskan, hujan yang berpotensi mengguyur tersebut, diprediksi dengan intensitas ringan hingga lebat di sebagian wilayah Jawa Barat.

    Sedangkan untuk potensi angin kencang masih terdapat di sebagian wilayah Jawa Barat termasuk daerah Kabupaten Bandung.

    BACA JUGA:Melemahnya Dominasi Angin Monsun Australia jadi Penanda Musim Hujan, BMKG Peringati Ancaman Badai Hidrometeorologi

    Berdasarkan data BMKG Bandung, tercatat untuk suhu udara minimum terendah pada awal 2025, tepatnya di 8 Januari sebesar 20,6 selsius, suhu maksimum tertinggi di 13 Januari yakni 31,6 selsius.

    “Pada siang hari terdapat proses pembentukan awan-awan hujan (proses konveksi) sehingga suhu di siang hari panas,” jelasnya.

    “Jika pada sore, malam dan pagi hari hujan, maka suhu turun menjadi lebih dingin karena panas telah terlepaskan,” lanjut Ayu.

    Sedangkan untuk analisis dan prediksi musim di Kabupaten Bandung, pada dasarian IIl Januari 2025, ujar Ayu sudah memasuki musim hujan.

    BACA JUGA:Nyaris Menimpa Pejabat! Angin Kencang Robohkan Videotron Saat Peresmian Rumah Susun di Rancaekek