Tag: Badai

  • Metode Tarif Tambahan Impor Trump Cacat dan Merugikan Indonesia

    Metode Tarif Tambahan Impor Trump Cacat dan Merugikan Indonesia

    Jakarta, Beritasatu.com – Ekonom menilai metode penghitungan tarif impor Amerika Serikat (AS) terhadap Indonesia, tergolong cacat. Tarif Impor terhadap produk Indonesia sebesar 32% yang diputuskan Presiden AS Donald Trump terjadi karena Indonesia mengenakan tarif hingga 64% terhadap produk asal Paman Sam tersebut.

    Kepala Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho menilai, metode penghitungan tarif tersebut cacat prosedur dikarenakan pertimbangan proteksi terhadap barang impor asal Indonesia secara terang-terangan. Kebijakan tersebut dinilai Andry sangat merugikan Indonesia.

    “Metode ini cacat dan sangat menyesatkan karena dihitung dengan membagi defisit perdagangan dengan total ekspor, bukan berdasarkan tarif sebenarnya,” jelas Andry pada Jumat (4/4/2025).

    Dia melanjutkan, kebijakan tarif sebesar 32% tersebut jelas menghantam sektor ekspor utama dari Indonesia ke AS. Ia menuturkan, sektor tekstil, pakaian jadi, alas kaki, kelapa sawit sampai karet, akan mengalami dampak terbesar dari kebijakan tarif impor AS tersebut.

    “Tekstil, pakaian, dan alas kaki menyumbang 27,5% dari total ekspor kita ke AS. Ini belum termasuk kelapa sawit serta karet yang juga menjadi komoditas strategis Indonesia,” tutur Andry terkait tarif impor Trump.

    Lebih lanjut, Andry mengatakan dirinya khawatir kebijakan tarif impor Paman Sam itu dapat menghadirkan kembali badai pemutusan hubungan kerja (PHK) lanjutan. Terlebih, dia mengatakan badai PHK lanjutan di Indonesia ini akan cenderung lebih dahsyat.

    “Jika pemerintah terus diam, kita bukan hanya kehilangan pasar utama, tetapi juga akan muncul badai PHK lanjutan yang jauh lebih besar,” katanya.

    Diketahui sebelumnya, Pemerintah Indonesia akan mengirimkan tim lobi tingkat tinggi ke AS untuk menegosiasikan pengenaan tarif impor sebesar 32% yang baru saja diumumkan Presiden AS Donald Trump. Secara paralel, pemerintah juga tengah menghitung dengan cermat dampak dari penerapan tarif tersebut.

    “Pemerintah mengirimkan tim lobi tingkat tinggi untuk bernegosiasi dengan pemerintah AS,” kata Kepala Kantor Komunikasi Presiden Hasan Nasbi dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Jumat (4/4/2025).

    Hasan menambahkan, Presiden Prabowo Subianto juga telah mempersiapkan tiga langkah strategis menghadapi gejolak ekonomi global, terutama akibat adanya kebijakan tarif impor baru AS oleh Donald Trump.

    Tiga strategi hadapi tarif impor Trump itu, yakni memperluas mitra dagang Indonesia, mempercepat hilirisasi sumber daya alam, dan memperkuat resiliensi konsumsi dalam negeri.
     

  • Dampak Tarif Trump Bikin Ngeri, Pengusaha Waswas Ada Badai PHK

    Dampak Tarif Trump Bikin Ngeri, Pengusaha Waswas Ada Badai PHK

    Jakarta

    Pengenaan kebijakan tarif impor baru yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke sejumlah negara, termasuk Indonesia dinilai dapat memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Indonesia sendiri dikenakan tarif impor sebesar 32%.

    Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta Kamdani mengatakan kebijakan tersebut dapat memberikan tekanan terhadap daya saing, iklim usaha maupun investasi secara nasional. Adapun efek lainnya, Shinta menyebut industri dengan pangsa pasar lebih besar ke AS akan lebih sulit bertahan dalam situasi ini.

    Menurut dia, setidaknya ada sejumlah sektor yang berdampak kebijakan tarif impor karena pasar ekspornya yang lebih besar ke AS, seperti garmen, alas kaki, furnitur, dan perikanan.

    “Dalam perkiraan sementara kami, sektor garmen, sepatu, karet, perikanan, & furniture akan sangat terdampak karena share ekspornya yang besar ke AS & kondisi industrinya masing-masing yang memiliki korelasi supply chain dengan UMKM. Atau karena kurangnya fleksibilitas untuk menciptakan diversifikasi ekspor secara segera/immediate,” kata Shinta kepada detikcom, Jumat (4/4/2025).

    Sementara, untuk sektor lain seperti minyak kelapa sawit (CPO), biofuel, komponen produk elektronik, hingga mesin kendaraan dapat terkena dampak kebijakan tarif impor Trump. Meski begitu, Shinta menyebut sektor-sektor tersebut dapat bertahan karena lebih fleksibel dan permintaan dalam negeri masih ada.

    Selain itu, pihaknya juga cemas kebijakan tersebut akan memicu gelombang PHK di sektor padat karya, seperti tekstil. Menurut dia, kinerja industri tekstil telah sedari lama menghadapi berbagai tantangan.

    “Kekhawatiran kami yang terbesar adalah tekanan layoff (PHK) yang lebih besar di sektor padat karya (garment terutama) pasca kebijakan ini. Karena industrinya sendiri sudah lama struggling untuk mempertahankan kinerja usaha, kinerja ekspor dan lapangan kerja,” imbuh dia.

    Untuk itu, Shinta menekankan perlunya dukungan yang segera terhadap sektor padat karya berorientasi ekspor seperti stimulus-stimulus yang diagendakan untuk segera direalisasikan di lapangan, penegakan disiplin atas impor-impor barang konsumsi yang bersifat predatory di lapangan, seperti impor ilegal hingga dumping.

    Di sisi lain, Shinta berharap pemerintah mendukung pembenahan efisiensi, kepastian dan prediktabilitas iklim usaha serta investasi nasional. Dengan begitu, reaksi pelaku pasar domestik dan internasional terhadap ekonomi Indonesia lebih terkendali dan tidak spekulatif.

    “Tentu kami berharap pemerintah segera melakukan diplomasi bilateral dengan AS untuk menciptakan ‘carve out’ bagi produk ekspor Indonesia. Bila memungkinkan kami ingin agar Indonesia dan AS menciptakan kesepakatan dagang bilateral agar tarif bisa dieliminasi sepenuhnya untuk produk-produk asal Indonesia dan Indonesia bisa menciptakan supply chain perdagangan yang efisien dengan industri-industri di AS,” jelas dia.

    Senada, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan kebijakan tersebut akan berdampak signifikan pada neraca pembayaran, khususnya neraca perdagangan dan arus investasi. Apalagi, menurut dia, AS merupakan pemasok valuta asing terbesar, yang menyumbang surplus perdagangan sebesar US$ 16,8 miliar pada 2024.

    “Hampir semua ekspor komoditas utama Indonesia ke AS meningkat pada tahun 2024. Sebagian besar barang Indonesia yang diekspor ke AS adalah produk manufaktur, yaitu peralatan listrik, alas kaki, pakaian, bukan komoditas mentah,” kata Anindya dalam keterangannya.

    Dia menilai dampak negatif kebijakan tersebut perlu dihitung dengan cermat. Menurut dia, penurunan ekspor alas kaki, pakaian hingga produk elektronik Indonesia ke AS akan berdampak pada ketenagakerjaan.

    “Kadin mengimbau agar pemerintah dan pelaku usaha bersama-sama mencegah PHK,” jelas Anindya.

    (acd/acd)

  • Efek Tarif Trump, Industri Padat Karya RI Dibayangi Badai PHK Massal

    Efek Tarif Trump, Industri Padat Karya RI Dibayangi Badai PHK Massal

    Bisnis.com, JAKARTA – Kebijakan tarif baru Amerika Serikat (AS) terhadap produk Indonesia berpotensi menimbulkan dampak serius bagi perekonomian nasional, khususnya sektor industri padat karya yang sangat bergantung pada pasar ekspor Negeri Paman Sam. 

    Direktur Eksekutif NEXT Indonesia Center, Christiantoko menilai bahwa setelah 9 April 2025, AS resmi memberlakukan bea masuk sebesar 32% terhadap sejumlah produk asal Indonesia.

    Hal tersebut menyusul pengumuman tarif timbal balik atau tarif resiprokal yang diklaim Presiden Donald Trump sebagai bagian dari ‘Hari Pembebasan’.

    Akibat kebijakan tersebut industri padat karya diperkirakan menjadi kelompok usaha yang paling terdampak.

    Dia memerinci bahwa sektor yang terdampak program tarif Trump antara lain, tekstil dan produk tekstil (TPT), serta furnitur dan perabot rumah tangga. Selain itu, produk olahan hasil perikanan dan peternakan juga masuk dalam daftar komoditas yang terkena dampak signifikan.

    “Kebijakan ini menimbulkan risiko yang cukup signifikan bagi Indonesia karena memukul industri yang menyerap jutaan tenaga kerja dan memiliki ketergantungan besar pada pasar ekspor AS,” ujarnya melalui rilisnya, Jumat (4/4/2025). 

    Dia melanjutkan bahwa dari hasil riset NEXT Indonesia, ada tiga komoditas utama padat karya yang paling terpukul, yaitu pakaian dan aksesoris rajutan (HS 61), pakaian dan aksesoris bukan rajutan (HS 62), serta mebel dan furnitur (HS 94). 

    Selama 2024 saja, kata Christiantoko, nilai ekspor ketiga komoditas ini ke Amerika Serikat mencapai US$6 miliar, sedangkan dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2020–2024), nilai ekspornya tercatat sebesar US$30,4 miliar. 

    Menurutnya, tingginya ketergantungan ekspor pada pasar Amerika membuat kebijakan tarif ini menjadi ancaman nyata.

    Amerika Serikat menyerap lebih dari separuh total ekspor Indonesia untuk ketiga jenis komoditas tersebut. Perinciannya, untuk pakaian dan aksesoris rajutan, pasar Amerika menyerap 60,5 persen ekspor Indonesia, setara dengan US$12,2 miliar selama periode 2020–2024.

    Sementara itu, untuk pakaian dan aksesoris bukan rajutan, daya serap Amerika mencapai 50,5 persen atau senilai US$10,7 miliar. Untuk komoditas mebel dan furnitur, serapan pasar AS berada di angka 58,2 persen, senilai US$7,5 miliar.

    Ancaman PHK

    Christiantoko mengingatkan, bila pengiriman ekspor ke AS terganggu akibat tarif tinggi, maka penjualan produk-produk tersebut bisa anjlok tajam atau bahkan terhenti sama sekali. 

    “Karena lebih dari separuh produk-produk tersebut diserap oleh pasar Amerika,” tegasnya.

    Dampak serius dari kebijakan ini juga mengancam nasib jutaan tenaga kerja di sektor padat karya, terutama di industri tekstil dan produk tekstil yang diperkirakan menyerap lebih dari 3 juta orang.

    “Jika ekspor turun drastis, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal bisa menjadi kenyataan. Ini masalah serius yang harus dipikirkan oleh pemerintah, apalagi saat ini sedang marak informasi soal potensi PHK,” ujarnya.

    Tak hanya sektor tekstil dan furnitur, produk olahan dari daging, ikan, krustasea (seperti udang), dan moluska (seperti cumi dan siput) juga terkena imbas. Sepanjang periode 2020–2024, Amerika Serikat menyerap US$4,3 miliar atau 60,2 persen dari total ekspor Indonesia untuk komoditas hasil perikanan dan peternakan tersebut. 

    Namun, ada juga komoditas ekspor besar Indonesia yang relatif tidak terlalu terdampak oleh kebijakan tarif baru ini. Misalnya, komoditas mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS 85) tercatat sebagai yang paling besar diekspor ke AS dengan nilai US$4,2 miliar pada 2024, dan total US$14,7 miliar selama 2020–2024. 

    Meski nilainya besar, dia melanjutkan bahwa tingkat ketergantungan Indonesia terhadap pasar AS untuk komoditas ini hanya 22,6 persen, jauh lebih rendah dibandingkan komoditas padat karya lainnya. Artinya, dampak dari kenaikan tarif terhadap sektor ini masih bisa ditoleransi. 

    Christiantoko menekankan, diplomasi menjadi langkah paling mendesak yang harus dilakukan pemerintah Indonesia saat ini. Pemerintah diminta segera menggunakan jalur bilateral, misalnya lewat Kedutaan Besar RI di Washington DC, untuk melobi dan memperjuangkan penurunan tarif atau bahkan pengecualian terhadap produk-produk tertentu yang menjadi andalan ekspor nasional.

    “Jangan sampai terlambat, saatnya diplomasi segera dilakukan. Karena masih ada waktu sebelum tarif diberlakukan penuh pada 9 April nanti,” pungkas Christiantoko.

  • Indef: Was-was Badai PHK jika Prabowo Gagal Melobi Donald Trump Soal Kebijakan Tarif

    Indef: Was-was Badai PHK jika Prabowo Gagal Melobi Donald Trump Soal Kebijakan Tarif

    Bisnis.com, JAKARTA – Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mewanti-wanti potensi hantaman pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat kebijakan tarif Trump. 

    Tauhid menyampaikan bahwa adanya negosiasi perdagangan menjadi penting karena akan berdampak pada keberlangsungan industri yang berorientasi ekspor. 

    Pasalnya, tarif bea masuk sebesar 32% untuk barang ekspor dari Indonesia akan otomatis menyebabkan kenaikan harga dan membuat produsen melakukan penyesuaian kapasitas industri.  

    “[Efeknya] ke masyarakat, adalah kemungkinan PHK dapat terjadi pada perusahaan-perusahaan eksportir,” ujarnya dalam Diskusi Publik Indef: Waspada Genderang Perang Dagang, Jumat (4/4/2025). 

    Tauhid memandang bahwa dalam enam bulan pertama, kemungkinan besar perusahaan masih dapat bertahan. 

    Apabila dalam enam bulan pemerintah tak dapat menemukan titik terang terkait tarif tersebut, maka potensi PHK tidak dapat dibendung. 

    Pada kesempatan yang sama, Peneliti Center of Industry, Trade, and Investment Indef Ahmad Heri Firdaus menyampaikan bukan hanya Indonesia yang perlu melakukan negosiasi, namun juga seluruh negara yang terkena tarif resiprokal. 

    Kalau tidak, hal tersebut akan mempengaruhi ekspor masing-masing negara ke Amerika Serikat. 

    Meski demikian, di tengah hal tersebut, terdapat kemungkinan yang akan terjadi terhadap tatanan perdagangan internasional. 

    Heri melihat akan ada diversi perdagangan ke negara-negara yang pasarnya besar, salah satunya Indonesia. Kemudian yang kedua adalah penurunan ekspor kita ke negara-negara mitra. 

    “Akan ada penurunan ekspor ke sana, sehingga nanti neraca perdagangannya itu tidak hanya terpengaruh langsung dari kebijakan AS, tetapi neraca perdagangan kita dengan negara-negara mitra,” ujarnya. 

  • Awas Salah Respons Tarif Impor Trump, Badai PHK Makin Parah – Page 3

    Awas Salah Respons Tarif Impor Trump, Badai PHK Makin Parah – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta Kelompok pelaku industri tekstil dan produk tekstil (TPT) meminta pemerintah tidak salah langkah dalam merespons kebijakan tarif impor AS terbaru dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

    Sebab jika itu terjadi, angka pemutusan hubungan kerja (PHK) pada industri TPT bakal semakin membludak dengan adanya kebijakan tarif Trump sebesar 32 persen terhadap Indonesia.

    Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa mengatakan, tujuan tarif resiprokal Trump adalah jelas, agar defisit perdagangan antara Amerika Serikat dengan mitra dagangnya bisa berkurang.

    Sehingga, Indonesia sebagai salah satu negara yang terkena sanksi itu wajib memitigasinya dengan cermat.

    “Kami minta perlindungan dari pemerintah untuk segera menyusun tim negosiasi, berangkatkan ke Amerika dan bicara dengan tim Trump untuk turunkan trade deficit. Dengan harapan angka 32 persen bisa dapat tarif lebih ringan,” ujarnya dalam sesi konferensi pers virtual, Jumat (4/4/2025).

    Cari Pasar Alternatif

    Menurut dia, banyak negara yang juga terkena tarif impor Trump bakal mencari pasar alternatif untuk membuang produknya. Adapun Indonesia diyakini sebagai salah satu pasar paling potensial di luar Amerika Serikat.

    Alhasil, pasar Indonesia akan semakin dibanjiri produk-produk tekstil dari berbagai negara. Situasi tersebut bakal membuat sektor industri TPT dalam negeri semakin lemah, sehingga badai PHK lanjutan tak lagi terelakkan.

    “Jangan sampai Indonesia dengan populasi banyak jadi tujuan ekspor. Nanti dibuang ke Indonesia, akan membuat dampaknya ke PHK semakin parah di sektor TPT,” tegas Jemmy.

     

     

     

     

     

     

     

     

     

  • Usai Badai PHK, Tarif Impor Trump Ancam Kelanjutan Industri Tekstil – Page 3

    Usai Badai PHK, Tarif Impor Trump Ancam Kelanjutan Industri Tekstil – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta Ujian terhadap sektor industri tekstil dan produk tekstil (TPT) diramal bakal terus berlanjut, usai adanya badai pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan sejumlah pabrikan tekstil semisal PT Sri Isman Rejeki (sritex).

    Pasalnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan tarif impor baru sebesar 32 persen kepada Indonesia. Lantaran defisit perdagangan AS kian memburuk, dan Indonesia dianggap tidak memberikan timbal balik sepadan terhadap Negeri Paman Sam.

    Kepala Pusat Industri, Perdagangan dan Investasi INDEF Andry Satrio Nugroho menilai, tarif impor Trump sebesar 32 persen terhadap produk Indonesia jadi ancaman serius yang tidak boleh diabaikan.

    Sebab, itu langsung menghantam sektor eskpor utama Indonesia. Semisal tekstil dan alas kaki yang menyumbang 27,5 persen dari total ekspor Indonesia ke AS.

    Berkaca kepada angka perdagangan di 2024, ekspor produk tekstil dan alas kaki Indonesia ke Amerika Serikat mencapai sekitar USD 7 miliar, atau setara Rp 117,25 triliun (kurs Rp 17.750 per dolar AS). Dengan adanya tarif impor baru, tekstil dan produk turunannya berpotensi kehilangan pendapatan ekspor luar biasa besar.

    “Seberapa besar sih sebetulnya dampak dari tarif tambahan ini? bisa jadi menurut saya di fase awal itu penurunannya akan bisa lebih daripada 20 persen. Ini yang kita takutkan, karena skenarionya di penurunan 20 persenan dari value yang ada ini, tentunya akan memberikan ancaman bagi sektor TPT,” ujar Andry kepada Liputan6.com, Jumat (4/4/2025).

    Ketergantungan Pasar AS

    Andry mengatakan, kebergantungan sektor TPT terhadap pasar Amerika Serikat cukup besar. Sehingga, tarif Trump bakal sangat berpengaruh terhadap kelanjutan industri tekstil di Indonesia.

    “Dependensi terhadap pasar TPT dan alas kaki, kurang lebih 38,1 persen. Artinya, sebanyak 38,1 persen produk yang diekspor oleh Indonesia larinya ke US. Kalau kita diberikan tarif impor yang cukup besar itu, ya maka menurut saya ini pasti akan ada pengurangan yang cukup dalam,” urainya.

    “Jika penurunan tadi bisa menurun sampai 20 persen, maka 38,1 persen ekspor kita ke US pasti akan berkurang. Dari 38 persen itu bisa menjadi hanya 30 persen saja,” dia menekankan.

     

  • Harga Emas Antam Turun Hari Ini Usai Cetak Rekor Termahal – Page 3

    Harga Emas Antam Turun Hari Ini Usai Cetak Rekor Termahal – Page 3

    Harga emas dunia turun pada perdagangan hari Selasa karena aksi ambil untung. Namun meskipun turun, harga emas masih tetap mendekati rekor tertinggi. Seperti diketahui, harga emas dunia menyentuh rekor termahal sepanjang masa karena investor beralih ke aset safe haven menjelang pengumuman tarif besar-besaran oleh Presiden Donald Trump terhadap negara-negara yang memiliki ketidakseimbangan perdagangan dengan AS.

    Mengutip CNBC, Rabu (2/4/2025) harga emas di pasar spot turun 0,3% menjadi USD 3.113,43 per ons, setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di USD 3.148,88 per ons pada awal perdagangan hari Selasa waktu setempat.

    Sedangkan untuk harga emas berjangka AS ditutup 0,1% lebih rendah pada USD 3.146 per ons.

    “Tidak mengherankan melihat sedikit aksi ambil untung, terutama mengingat pasar telah menjadi agak overbought. Saya tidak benar-benar melihat banyak perubahan dalam fundamental. Ini adalah badai yang sempurna untuk emas,” kata Wakil Presiden dan analis logam senior Zaner Metals Peter Grant.

    Pelaku pasar dan konsumen emas tengah menunggu rincian tarif yang direncanakan oleh Presiden AS Donald Trump, yang akan diumumkan pada hari Rabu waktu setempat. Washington Post melaporkan pada hari Selasa bahwa para pejabat Gedung Putih telah menyusun rencana untuk tarif sekitar 20% pada sebagian besar impor AS.

    Emas, yang secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, menutup kuartal terkuatnya sejak 1986 pada hari Senin, dan naik lebih dari USD 3.100 per ons, menandai salah satu kenaikan paling signifikan dalam sejarah logam mulia tersebut.

  • Penerbangan Langsung dari China Bawa 137 Turis Mendarat di Manado

    Penerbangan Langsung dari China Bawa 137 Turis Mendarat di Manado

    Liputan6.com, Manado – Pariwisata Sulut kembali mulai bergairah, setelah sebelumnya lesu apalagi usai dihantam badai Covid-19. Ini ditandai dengan dibukanya kembali jalur penerbangan langsung dari Cina ke Bandara Sam Ratulangi Manado. Pada penerbangan perdana, Senin (31/3/2025), ada 137 turis asal Negeri Tirai Bambu itu yang datang ke Bumi Nyiur Melambai.

    Kedatangan penerbangan perdana Maskapai Trans Nusa rute Nanjing-Manado ini disambut langsung Yulius Selvanus, Wagub Sulut Victor Mailangkay, serta Sekprov Steve Kepel dan Jajaran pejabat Pemprov Sulut, di Bandara Samratulangi Manado.

    Maskapai Trans Nusa dengan Nomor Penerbangan 8B132 yang membawa 137 Turis asal Nanjing ini tiba di Kota Manado, Sulut pada pukul 15.30 Wita.

    Dalam paparannya, Gubernur Yulius menyambut baik kehadiran para Wisatawan asal Nanjing pada penerbangan perdana ini, meskipun dengan cuaca yang kurang baik, bisa mendarat dengan selamat di Kota Manado.

    “Kami sangat senang dengan kehadirannya di Kota Manado. Selama 5 hari ke depan Bapak Ibu dapat menikmati keindahan alam Manado, Sulut, dengan langit biru, laut biru, dan semuanya hijau di darat,” ujar Yulius Selvanus.

    Yulius Selvanus mengatakan, bahwa selama 5 hari berada di Sulut, banyak destinasi wisata yang bisa dikunjungi. Bahkan, masyarakat Sulut ramah dalam menyambut para wisatawan.

    “Selama lima hari bisa kunjungi banyak spot, baik di gunung, perkebunan, di air panas, bahkan di laut, semuanya indah,” tuturnya.

    Dia menyebutkan, masyarakat Sulut memiliki kesamaan, baik warna kulit maupun tinggi badan dengan masyarakat Cina. Di Sulut juga tersedia banyak makanan yang diminati wisatawan Cina.

    “Kami akan perbaiki terus, agar Sulut lebih bagus lagi ke depannya. Selamat datang di Sulut!” ujarnya.

    GM PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Samratulangi Manado Maya Damayanti, mengatakan, rute Nanjing-Manado akan beroperasi setiap lima hari, di mana nantinya akan terkoneksi langsung ke Denpasar, Bali. Menurutnya, pembukaan rute baru ini memang sudah lama dinantikan.

    “Untuk itu, kami sangat berterima kasih kepada semua pihak, terutama pihak pemerintah yang punya komitmen yang baik,” ujarnya.

    Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan, Kementerian Pariwisata RI Vinsensius Jemadu mengatakan bahwa dengan terbukanya jalur penerbangan Nanjing-Manado, sudah tentu akan berdampak baik bagi Sulut.

    “138 penumpang, berhasil mendarat di Kota Manado. Kalau Bali bisa menerima ratusan ribu seperti ini, mengapa Manado tidak. Selain Bali, yang menerima Turis dari Tiongkok adalah Kota Manado. Peminatnya banyak dari Tiongkok,” ungkap Vinsensius.

  • Tak Banyak yang Tahu! Inilah 103 Film yang Dibintangi Ray Sahetapy

    Tak Banyak yang Tahu! Inilah 103 Film yang Dibintangi Ray Sahetapy

    Jakarta, Beritasatu.com – Dunia perfilman Indonesia kehilangan salah satu aktor terbaiknya, Ray Sahetapy, yang meninggal dunia pada Selasa (1/4/2025) di usia 68 tahun.

    Sejak 2023, ia telah berjuang melawan penyakit strok. Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam, mengingat kontribusinya yang besar dalam industri hiburan Tanah Air.

    Perjalanan karier Ray Sahetapy di dunia film dimulai dengan perannya dalam Gadis (1980). Sejak itu, ia terus berkiprah di dunia perfilman, membangun reputasi sebagai aktor berbakat dengan karakter yang kuat.

    Sepanjang kariernya, Ray tercatat telah menerima tujuh nominasi Piala Citra di Festival Film Indonesia, enam di antaranya dalam kategori Aktor Terbaik, menjadikannya salah satu aktor dengan nominasi terbanyak tanpa kemenangan.

    Berikut adalah daftar film layar lebar yang pernah dibintangi oleh Ray Sahetapy:

    Daftar Film yang Diperankan Ray Sahetapy

    1980-an

    Gadis (1980)Sejuta Serat Sutera (1981)Dukun Ilmu Hitam (1981)Kabut Ungu di Bibir Pantai (1981)Tapak-Tapak Kaki Wolter Monginsidi (1982)Ponirah Terpidana (1983)Cinta Semalam (1983)Darah dan Mahkota Ronggeng (1983)Hati Seorang Wanita (1984)Pelangi di Balik Awan (1984)Kabut Perkawinan (1984)Kerikil-Kerikil Tajam (1984)Tirai Kasih (1984)Secangkir Kopi Pahit (1984)Sebening Kaca (1985)Opera Jakarta (1985)Melintas Badai (1985)Cinta yang Terjual (1986)Secawan Anggur Kebimbangan (1986)Di Balik Dinding Kelabu (1986)Pesona Natalia (1986)7 Manusia Harimau (1986)Tahu Sama Tahu (1986)Tatkala Mimpi (1987)Harga Diri (1987)Mekar Diguncang Prahara (1987)Luka di Atas Luka (1987)Noesa Penida (1988)Kanan Kiri OK (1989)Giliran Saya Mana (1989)Api Cemburu (1989)Cas Cis Cus (1989)

    1990-an

    Kanan Kiri OK 2 (1990)Nona Manis (1990)Jangan Bilang Siapa-Siapa (1990)Kanan Kiri OK III (1990)Sejak Cinta Diciptakan (1990)Curi-Curi Kesempatan (1990)

    2000-an

    Dunia Maya (2006)Terowongan Casablanca (2007)Jakarta Undercover (2007)The Wall (2007)Mereka Bilang Saya Monyet! (2008)Mengaku Rasul: Sesat (2008)Anak Ajaib (2008)Jagad X Code (2009)Terowongan Rumah Sakit (2009)Rasa (2009)Identitas (2009)

    2010-2015

    Jinx (2010)Bahwa Cinta Itu Ada (2010)Akibat Pergaulan Bebas (2010)Demi Dewi (2010)Mudik Lebaran (2011)Dilema (2012)The Raid (2012)Sang Martir (2012)Loe Gue End (2012)Air Terjun Pengantin (2013)True Heart (2013)Hari Ini Pasti Menang (2013)Finding Srimulat (2013)Crazy Love (2013)Merry Go Round (2013)Make Money (2013)Eyang Kubur (2013)Pukulan Maut (2014)Killers (2014)Sepatu Dahlan (2014)Runaway (2014)Negeri Tanpa Telinga (2014)Haji Backpacker (2014)Mantan Terindah (2014)Salah Bodi (2014)Kukejar Cinta ke Negeri Cina (2014)Erau Kota Raja (2015)Bulan di Atas Kuburan (2015)Comic 8: Casino Kings Part 1 (2015)

    2016-2020

    I Am Hope (2016)Jingga (2016)Comic 8: Casino Kings Part 2 (2016)Romansa: Gending Cinta di Tanah Turki (2016)Raksasa dari Jogja (2016)Captain America: Civil War (2016)Pacarku Anak Koruptor (2016)Mimpi Anak Pulau (2016)Ini Kisah Tiga Dara (2016)Spy in Love (2016)Senjakala di Manado (2016)Gerbang Neraka (2017)Chrisye (2017)Insya Allah Sah 2 (2018)Sebelum Iblis Menjemput (2018)The Origins of Santet (2018)Keira, Kisah Gadis dengan Tujuh Kepribadian (2018)Boundless Love (2019)Nagabonar Reborn (2019)Darah Daging (2019)Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 (2020)100 Persen Halal (2020)

    2023-2024

    Jin Khodam (2023)Kutukan Peti Mati (2023)Lokananta (2024)

    Dengan gaya aktingnya yang khas dan penuh penghayatan, Ray Sahetapy berhasil menciptakan berbagai karakter yang melekat di hati penonton. Warisannya dalam dunia perfilman Indonesia akan selalu dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

  • Pesawat Antariksa Perekam Miliaran Bintang ‘Tolak’ Dipensiunkan

    Pesawat Antariksa Perekam Miliaran Bintang ‘Tolak’ Dipensiunkan

    Jakarta

    Saat bersiap mematikan pesawat antariksa Gaia, Badan Antariksa Eropa atau ESA (European Space Agency), menemui hambatan tidak biasa. Wahana antariksa itu, yang telah menciptakan peta tiga dimensi sangat terperinci dari lebih dari semiliar bintang di seluruh Bima Sakti dan sekitarnya, sangat sulit dimatikan.

    “Mematikan wahana antariksa di akhir misinya terdengar seperti pekerjaan yang cukup mudah. Namun wahana antariksa sebenarnya tidak ingin dimatikan,” kata operator wahana antariksa Gaia, Tiago Nogueira.

    Para kreator Gaia membuatnya sangat tangguh menghadapi lingkungan tidak bersahabat. “Gaia dirancang untuk menahan kegagalan seperti badai radiasi, dampak mikrometeorit, atau hilangnya komunikasi dengan Bumi,” jelas Nogueira yang dikutip detikINET dari Futurism.

    Gaia memiliki beberapa sistem yang memastikannya dapat selalu boot ulang dan melanjutkan operasi jika terjadi gangguan. Akibatnya, tim harus merancang strategi penghentian operasional khusus. Ilmuwan tak ingin Gaia aktif kembali di masa mendatang jika panel suryanya menemukan sinar Matahari.

    Observatorium luar angkasa tersebut diluncurkan tahun 2013 untuk membuat katalog luar angkasa terbesar dalam sejarah. Gaia memetakan Bima Sakti dengan tingkat detail yang belum pernah dicapai sebelumnya. Bertahun-tahun, ia mencatat posisi, gerakan, jarak, dan sifat fisik hampir 2 miliar bintang.

    Data yang dihasilkan merevolusi pemahaman kita tentang struktur dan evolusi galaksi, dan memberikan wawasan tentang segala hal mulai dari lubang hitam dan eksoplanet hingga asteroid, komet, dan galaksi yang jauh.

    “Rilis data Gaia yang ekstensif merupakan harta karun yang unik untuk penelitian astrofisika, dan memengaruhi hampir semua disiplin ilmu dalam astronomi,” kata ilmuwan Proyek Gaia Johannes Sahlmann.

    Namun setelah lebih dari satu dekade, Gaia mencapai usia pensiun. Dalam satu aktivitas terakhir minggu lalu, ia pindah ke orbit pensiun stabil di sekitar Matahari untuk memastikan ia tidak akan pernah mendekati Bumi setidaknya selama 100 tahun ke depan.

    Para ilmuwan menonaktifkan instrumen dan subsistemnya satu per satu. Tim kemudian sengaja merusak perangkat lunak di dalamnya untuk memastikannya tidak akan menyala kembali.

    (fyk/ask)