Tag: Badai

  • Gerhana Matahari Buatan-Korona, Apa Hubungannya dengan Jaringan Ponsel-Listrik Bumi?

    Gerhana Matahari Buatan-Korona, Apa Hubungannya dengan Jaringan Ponsel-Listrik Bumi?

    Jakarta

    Awal Juni lalu, misi Solar Orbiter, kolaborasi Badan Antariksa Eropa (ESA) dan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), untuk pertama kalinya berhasil mengamati kutub-kutub matahari.

    Tak sampai seminggu kemudian, Proba-3 — misi Eropa lainnya yang diluncurkan dari India pada Desember 2024 — memfokuskan pengamatannya pada korona matahari, yaitu lapisan terluar dari atmosfer matahari.

    Proba-3 mencetak prestasi baru

    Misi ini terdiri dari dua pesawat antariksa yang terbang berjarak sekitar 150 meter. Kedua pesawat tersebut melakukan manuver terbang dengan presisi hingga milimeter, sehingga salah satu pesawat dapat membayangi yang lain, menciptakan gerhana matahari buatan.

    Gerhana buatan ini memungkinkan Proba-3 memblokir sinar terang matahari secara langsung, sehingga hanya korona di sekelilingnya yang tampak. Sejauh ini, tidak ada wahana lain yang berhasil mengamati korona sedekat ini dengan permukaan matahari.

    Mengapa korona matahari menarik perhatian ilmuwan

    Korona matahari menjadi sumber misteri dan kebingungan bagi para ilmuwan. Sementara, peluang untuk mengamati seluruh korona secara utuh sangat terbatas.

    Korona memiliki tiga bagian utama: Korona atas, korona bawah, dan sebuah celah di antara keduanya. Meskipun sudah ada instrumen yang dapat mempelajari korona atas dan bawah, celah tersebut biasanya hanya terlihat dari Bumi saat terjadi gerhana matahari alami.

    Satu hal yang membingungkan: Korona jauh lebih panas dibanding permukaan matahari.

    Para astronom memperkirakan, karena korona berada jauh di atas permukaan dan membentang jauh ke luar angkasa, seharusnya korona lebih dingin, bukan lebih panas.

    Proba-3: Teknologi antariksa dengan presisi tinggi

    Dua pesawat Proba-3 — Occulter dan Coronagraph — secara rutin menciptakan gerhana matahari buatan setiap 19 jam 36 menit saat mengorbit, dan menjaga formasi presisi selama enam jam.

    Teleskop biasa akan terganggu oleh cahaya matahari yang sangat terang sehingga tak bisa melihat korona. Namun, Occulter dengan tepat memblokir cahaya tersebut. Dengan diameter hanya 1,4 meter, cakram ini menghasilkan bayangan selebar delapan sentimeter, cukup untuk menciptakan gerhana buatan.

    “Melihat gambar-gambar menakjubkan ini yang mengonfirmasi teknologi kami sungguh sangat membanggakan,” ujar Direktur Teknologi ESA, Dietmar Pilz, dalam siaran pers baru-baru ini.

    Pesawat-pesawat ini terbang secara otonom, menggunakan penjejak bintang untuk mengenali rasi bintang dan GPS untuk navigasi.

    Cara baru mengamati matahari

    Para astronom kini mendapatkan pemahaman baru yang cepat mengenai matahari. Pada awal Juni 2025, ESA dan NASA merilis gambar pertama kutub matahari hasil observasi Solar Orbiter.

    Solar Orbiter menggunakan orbit baru yang dirancang khusus untuk mengamati kutub matahari dan mengumpulkan data tentang medan magnet, siklus matahari, serta fenomena cuaca matahari.

    “Kutub matahari benar-benar wilayah yang belum pernah dijelajahi sebelumnya,” papar Sami Solanki dari Max Planck Institute for Solar System Research dalam siaran pers ESA, 11 Juni lalu.

    Sementara itu, pada tahun 2021, Parker Solar Probe NASA menjadi wahana pertama yang terbang melewati korona matahari. Probe ini dirancang tahan panas dan radiasi, sehingga dapat memberikan pengamatan paling dekat terhadap bintang kita.

    Misi Proba-3 juga berupaya meningkatkan pemahaman tentang cuaca matahari seperti lontaran massa korona dan badai matahari, yang dapat berdampak pada satelit komunikasi dan jaringan listrik di Bumi.

    Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
    Diadaptasi oleh Ayu Purwaningsih
    Editor: Agus Setiawan

    (ita/ita)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Astronaut NASA Bagikan Potret Tak Terduga Bumi dari Luar Angkasa

    Astronaut NASA Bagikan Potret Tak Terduga Bumi dari Luar Angkasa

    Jakarta, CNBC Indonesia – Jonny Kim, seorang astronaut NASA, berhasil mengabadikan pemandangan luar biasa Bumi yang dilihatnya dari Stasiun Luar Angkasa (ISS). Video time lapse-nya diunggah ke akun X miliknya.

    Pemandangan tersebut gabungan dari aurora, badai petir dan lampu-lampu kota yang berada di sisi malam Bumi. Berkat rekannya sesama kru ISS, Nichole ‘Vapor’ Ayers, Kim berhasil menangkap gambar aurora pertamanya.

    “Setelah melihat hasilnya, saya mengatakan [kepada Vapor] ini seperti memancing. Kami menyiapkan kamera, sudut, pengaturan, dudukan, dan mengatur pengatur waktu, dan kembali dengan harapan bisa mendapatkannya,” kata dia dalam unggahannya, dikutip dari Space, Senin (16/4/2025).

    “Dan setelah menangkap ikan pertama saya, saya ketagihan. Terima kasih, Vapor!” jelasnya menambahkan.

    Foto: Seorang astronot mengabadikan momen aurora berkilauan dari luar angkasa yang dibagikan pada sosial media X pribadinya. (X/@JonnyKimUSA)
    Seorang astronot mengabadikan momen aurora berkilauan dari luar angkasa yang dibagikan pada sosial media X pribadinya. (X/@JonnyKimUSA)

    Rekaman video itu dimulai saat Matahari terlihat terbenam di sisi lain Bumi. Bintang-bintang terlihat bersinar di atas garis luar atmosfer planet dan mengandung gas saat Matahari terbenam.

    [Gambas:Twitter]

    Sementara itu, lampu-lampu kota dan badai petir ikut tertangkap kamera Kim. Keduanya berada di bagian bawah awan selama video.

    Space menuliskan pemandangan warna-warni dari video Kim akibat partikel-partikel energik yang dibawa angin Matahari bertabrakan dengan Bumi. Fenomena tersebut menarik oksigen dan nitrogen yang berada di bagian atas atmosfer.

    Video itu berakhir saat ISS berada di sisi siang planet. Stasiun tersebut melakukan 16 putaran planet setiap 24 jam dengan rata-rata kecepatan mencapai 28 ribu per jam.

    Kim yang seorang mantan anggota Angkatan Laut AS SEAL pergi ke ISS pada 8 April 2025. Dia menggunakan pesawat antariksa Soyuz dari Rusia menuju ke luar angkasa.

    Selama 8 bulan di ISS, dia akan bekerja sebagai teknisi penerbangan untuk Expedition 73.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Buruh Pabrik Rokok Waswas Badai PHK Massal, Ini Biang Keroknya!

    Buruh Pabrik Rokok Waswas Badai PHK Massal, Ini Biang Keroknya!

    Bisnis.com, JAKARTA — Pekerja di sektor industri hasil tembakau (IHT) mulai waswas dengan potensi badai pemutusan hubungan kerja (PHK) massal imbas makin tingginya ongkos produksi rokok. Kondisi ini disebut dapat memicu efisiensi dan penghematan produksi di pabrik.

    Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM SPSI) Sudarto AS mengatakan awal tahun ini hampir seluruh pabrik rokok yang memproduksi Sigaret Putih Mesin (SPM) dan Sigaret Kretek Mesin (SKM) melakukan efisiensi. 

    “Tentunya ada [efisiensi] terutama di sektor SKM, SPM. Hampir semuanya khusunya yang memproduksi SKM dan SPM,” kata Sudarto kepada Bisnis, Rabu (18/6/2026). 

    Adapun, dua produk tersebut khususnya yang termasuk dalam rokok golongan I dengan kenaikan tarif cukai yang tinggi beberapa tahun terakhir. Rata-rata cukai yang dikenakan tahun lalu sebesar 10%. 

    Alhasil, produk rokok tersebut kini terlampau mahal imbas pita cukai yang meningkat dengan total 70% disumbangkan ke penerimaan negara. Dia pun mengusulkan moratorium cukai hasil tembakau (CHT) untuk tiga tahun ke depan. 

    “Sudah seharusnya cukai tidak naik, terlebih di kondisi saat ini dan ke depan yang sama sama seharusnya kita perlu menjaga stabilitas,” jelasnya. 

    Dia menerangkan, produk rokok yang kini mahal mulai tergeser dengan rokok murah yang tidak menggunakan cukai atau cukai palsu alias rokok ilegal. 

    “Rokok ilegal tanpa cukai dan/atau cukai palsu yang sekarang ini tumbuh subur, itu yang harusnya digusur atau dibasmi. Jangan menambah beban yang legal,” tuturnya.

    Sudarto menilai kebijakan fiskal yang terlalu agresif, khususnya dalam bentuk kenaikan cukai, telah berdampak langsung pada kinerja industri padat karya dan ancaman PHK di sektor ini. 

    “Di situasi ekonomi yang stagnan bahkan melemah dan PHK besar-besaran, otomatis daya beli ikut stagnan, bahkan menurun, harga rokok sudah tinggi dan mahal, serta peredaran rokok ilegal meningkat,” ujarnya.

    Sudarto menekankan bahwa kebijakan fiskal yang tidak tepat dapat berdampak pada IHT sebagai sektor padat karya strategis, khususnya berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja dan keberlangsungan industri domestik. 

    Untuk diketahui, sebelumnya kondisi pabrikan rokok di Jawa Tengah memutuskan untuk menahan produksi, salah satunya PT Gudang Garam Tbk (GGRM). 

    Bupati Temanggung Agus Setyawan mengungkap kondisi penyerapan hasil pertanian tembakau oleh pabrikan rokok golongan I mengalami penurunan. 

    “Penjualan rokok seluruh Indonesia ini kan turun ini, yang paling parah itu di golongan rokok golongan satu. Salah satu golongan I yang ambil bahan baku tembakau Temanggung itu Gudang Garam dan Djarum yang paling banyak,” kata Agus kepada Bisnis, Senin (16/6/2025). 

    Dia bercerita, sejak tahun lalu pabrik Gudang Garam mengurangi pembelian bahan baku di Temanggung. Bahkan, pada tahun ini perusahaan tersebut juga tidak dapat lagi membeli tembakau di wilayah tersebut. 

    “Gudang Garam posisi saat ini memang dari manajemen mengatakan posisinya secara perusahaan tidak baik-baik saja karena pasar-pasarnya kan turun drastis,” ujarnya. 

    Adapun, hasil panen tembakau di Temanggung berkisar 10.000-11.000 ton per tahun, sementara Gudang Garam menjadi penyerap terbesar yakni 7.000-8.000 ton. 

    Tak hanya Gudang Garam, produsen rokok Djarum juga disebut menurunkan pembelian hingga di kisaran 4.000 ton. Di wilayah Kudus, Nojorono juga mengalami penurunan serapan tembakau. 

    “Itu Temanggung, belum daerah di sekitar Temanggung ada Wonosobo, ada Kendal, ada Magelang, ada Boyolali. Itu kan juga sebetulnya kebanyakan masuk ke Temanggung, sama kondisinya,” imbuhnya. 

  • Badai Emas Pegadaian 2025: Transaksi Digital dan Bawa Pulang Emas 1 Kg

    Badai Emas Pegadaian 2025: Transaksi Digital dan Bawa Pulang Emas 1 Kg

    Jakarta, CNBC Indonesia – PT Pegadaian resmi menghadirkan kembali program loyalitas tahunan yakni Badai Emas Pegadaian 2025. Program ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi kepada para nasabah setia Pegadaian. Lebih dari itu, program tersebut juga ditujukan untuk mendorong pemanfaatan layanan digital lewat aplikasi Pegadaian Digital.

    Program Badai Emas Pegadaian 2025 berlangsung selama delapan bulan, mulai Mei hingga Desember 2025, serta dibagi dalam dua periode undian. Sejumlah hadiah disiapkan untuk mendukung kebutuhan nasabah, mulai dari investasi, usaha, gaya hidup, hingga ibadah.

    Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil XI Semarang, Edy Purwanto mengatakan, program Badai Emas Pegadaian 2025 diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi para nasabah untuk terus meningkatkan transaksi digital di Pegadaian.

    “Ini juga merupakan bentuk apresiasi nyata atas kepercayaan nasabah terhadap produk gadai, pembiayaan non-gadai, dan layanan Bank Emas,” kata dia dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (18/6/2025).

    Sebagai informasi, Pegadaian menghadirkan hadiah sesuai kategori kebutuhan nasabah. Untuk kategori investasi, terdapat hadiah berupa tabungan emas 1 kilogram, 12 emas batangan Galeri24 masing-masing 124 gram dan 400 tabungan emas masing-masing 1,24 gram.

    Untuk kategori usaha, ada hadiah 12 mobil niaga Gran Max Pick Up dan 40 tablet Samsung A9+. Di kategori gaya hidup, ada hadiah berupa 12 Samsung S24 Ultra dan 4 paket wisata luar negeri masing-masing senilai Rp 20 juta.

    Sementara untuk kategori ibadah (Pegadaian Syariah), ada hadiah 1 paket Haji Plus senilai Rp 240 juta, 20 paket umrah masing-masing senilai Rp 40 juta dan 400 tabungan emas masing-masing 1 gram.

    Mekanisme dan Syarat

    Nasabah Pegadaian dapat mengikuti undian dengan menukar poin transaksi menjadi kupon undian sesuai kategori hadiah. Khusus nasabah Pegadaian Syariah, tiket undian diberikan otomatis setiap kali transaksi dilakukan.

    Untuk hadiah utama seperti tabungan emas 1 kg, terdapat berlaku syarat khusus sesuai ketentuan program. Dalam hal ini, setiap nasabah hanya bisa memenangkan satu hadiah per periode.

    Pegadaian memastikan bahwa seluruh proses undian dilakukan secara sah, disaksikan oleh Kementerian Sosial, Dinas Sosial, dan notaris. Pegadaian menegaskan bahwa program ini tidak memungut biaya apapun. Pemenang Badai Pegadaian 2025 akan diumumkan melalui akun Instagram resmi @SahabatPegadaian.

    “Seluruh pajak dan ongkos kirim ditanggung Pegadaian. Nasabah perlu waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan program ini,” jelas Edy.

    (rah/rah)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Pertamina akan Pastikan BBM dan Crude Impor dari AS Sesuai dengan Spek Kilang Indonesia

    Pertamina akan Pastikan BBM dan Crude Impor dari AS Sesuai dengan Spek Kilang Indonesia

    JAKARTA – PT Pertamina (Persero) akan memastikan BBM dan minyak mentah atau crude yang akan diimpor dari Amerika Serikat (AS) harus sesuai dengan spesifikasi dan rincian teknis dari kilang-kilang minyak di Indonesia.

    Hal ini menjawab kritik dari beberapa pengamat energi yang meragukan keputusan Indonesia untuk melakukan shifting impor dari Singapura ke Amerika Serikat.

    Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menyatakan, spesifikasi BBM merupakan salah satu pertimbangan Pertamina dalam proses kajian shifting impo ini.

    “Harus dipastikan sesuai karena kan ya buat apa mengimpor sesuatu yang tidak sesuai spek, makanya kita kaji secara komprehensif,” ujarnya kepada awak media saat ditemui usai Sosialisasi Anugerah Jurnalistik Pertamina 2025, Selasa, 17 Juni.

    Fadjar merinci, hal-hal yang menjadi bahan kajian pertamina dalam melakukan shifting antara lain jenis crude, jarak serta waktu tempuh kapal tanker, sebelum nantinya disampaikan kepada pemerintah untuk dipertimbangkan.

    Kendati demikian Fadjar tidak mengungkapkan sudah sejauh mana proses kajian yang telah dilakukan oleh perusahaan migas pelat merah ini. Apalagi, kata dia, Pertamina masih menunggu payung hukum dari pemerintah sebelum proses shifting impor ini dilakukan.

    “Kebijakan impor ini kan kita juga memerlukan (payung) hukum dari pemerintah berupa regulasi jadi ketika kajiannya memang sudah selesai dan memang secara regulasi nanti juga sudah diterbitkan oleh pemerintah baru kita bisa eksekusi,” sambung Fadjar.

    Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri mengatakan, terdapat beberapa risiko yang harus dihadapi Pertamina jika nantinya kegiatan impor BBM dan elpiji dialihkan kepada AS, antara lain dari sisi jarak dan waktu pengiriman dari Amerika Serikat yang jauh lebih panjang yaitu sekitar 40 hari dibandingkan sumber pasokan dari Timur Tengah ataupun negara Asia.

    Untuk mengatasi masalah tersebut Simon juga meminta dukungan berupa payung hukum baik melalui Peraturan Presiden maupun Peraturan Menteri sebagai dasar pelaksanaan kerja sama suplai energi bagi Pertamina dari AS.

    “Apabila terjadi kendala faktor cuaca seperti badai ataupun kabut maka akan berdampak langsung pada ketahanan stok nasional,” sambung Simon.

  • Badai Emas Pegadaian 2025 Banjir Hadiah! Ada Tabungan hingga Paket Umrah dan Haji – Page 3

    Badai Emas Pegadaian 2025 Banjir Hadiah! Ada Tabungan hingga Paket Umrah dan Haji – Page 3

    Liputan6.com, Semarang Badai Emas Pegadaian 2025 kembali hadir. Program itu pun menjadi simbol apresiasi PT Pegadaian untuk nasabah sekaligus mendorong penggunaan layanan digital lewat aplikasi Pegadaian Digital.

    Badai Emas Pegadaian 2025 berlangsung selama delapan bulan, mulai dari Mei hingga Desember 2025. Program tersebut dibagi dalam dua periode undian.

    “Program Badai Emas Pegadaian 2025 diharapkan memberikan semangat baru bagi nasabah untuk terus meningkatkan transaksi digital,” kata Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil XI Semarang, Edy Purwanto, Selasa (17/6/2025).

    “Ini juga merupakan bentuk apresiasi nyata atas kepercayaan nasabah terhadap produk gadai, pembiayaan non-gadai, dan layanan Bank Emas,” jelasnya.

    Sebagai informasi, Pegadaian menghadirkan hadiah sesuai kategori kebutuhan nasabah. Untuk kategori investasi, hadiah berupa tabungan emas 1 kilogram, 12 emas batangan Galeri24 masing-masing 124 gram dan 400 tabungan emas masing-masing 1,24 gram.

    Kategori usaha, ada hadiah 12 mobil niaga Gran Max Pick Up dan 40 tablet Samsung A9+. Kategori gaya hidup, hadiah berupa 12 Samsung S24 Ultra dan 4 paket wisata luar negeri masing-masing senilai Rp 20 juta.

    Sedangkan untuk kategori ibadah (Pegadaian Syariah), ada hadiah 1 paket Haji Plus senilai Rp 240 juta, 20 paket umrah masing-masing senilai Rp 40 juta dan 400 tabungan emas masing-masing 1 gram.

  • Pengusaha Travel Buka Suara soal Kabar Badai PHK di Sektor Pariwisata

    Pengusaha Travel Buka Suara soal Kabar Badai PHK di Sektor Pariwisata

    Jakarta

    Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA) buka-bukaan soal kondisi industri pariwisata. Hal ini menyusul adanya kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor tersebut di Bali.

    Ketua Umum DPP ASITA Rusmiati menjelaskan PHK di sektor pariwisata terjadi imbas efisiensi anggaran dan pembatasan kegiatan Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) yang biasanya dilakukan pemerintah. Namun, ia menyebut kondisi ini tidak terjadi merata di seluruh ekosistem industri pariwisata.

    Rusmiati menyebut, subsektor perhotelan dan restoran yang terimbas paling parah akibat pembatasan kegiatan MICE pemerintah. Ia mengatakan PHK ini utamanya terjadi di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung.

    “Sejak awal 2025, beberapa pemerintah daerah dan instansi pusat menerapkan kebijakan efisiensi anggaran, termasuk pembatasan kegiatan MICE di hotel. Hal ini menyebabkan penurunan okupansi hotel hingga 20-30%, memaksa banyak pengelola hotel untuk merumahkan sebagian karyawan, terutama di level operasional,” terang Rusmiati kepada detikcom, Senin (16/6/2025).

    Terkait Bali, terang Rusmiati, PHK yang terjadi di subsektor pariwisata juga disumbang oleh menjamurnya penginapan pribadi dan akomodasi tidak resmi yang dipasarkan lewat platform online. Hal ini yang menimbulkan anomali di tengah stabilnya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Bali yang rata-rata 18.000 orang per hari di kuartal I 2025.

    “Wisatawan ramai, tapi hotel resmi sepi. Ini berdampak langsung pada pendapatan hotel legal dan pengurangan tenaga kerja secara bertahap, meski tidak diumumkan secara besar-besaran,” jelasnya.

    Rusmiati menjelaskan, jumlah PHK secara nasional juga menyebabkan terjadinya penurunan perjalanan wisata ke sejumlah destinasi. Pasalnya dalam kondisi ini, daya beli masyarakat melemah dan mempengaruhi pembelian tiket perjalanan.

    Namun begitu, dampaknya tidak sampai membuat perusahaan perjalanan wisata melakukan PHK karyawan. Rusmiati menjelaskan, sektor perjalanan wisata sendiri umumnya memiliki struktur kerja yang fleksibel dengan tenaga kontrak lepas seperti pemandu wisata freelance.

    “Dalam kondisi menurun, mereka lebih cenderung mengurangi jam kerja atau menunda proyek, bukan langsung memutus hubungan kerja secara besar-besaran,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Rusmiati menyebut permintaan di industri pariwisata dan tren perjalanan masih tetap tumbuh hingga saat ini. Berdasarkan data yang ia berikan, tercatat sebanyak 410,99 juta perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) sampai April 2025 atau naik 15,7% yoy. Sementara kunjungan (wisman) di kuartal I2025 tercatat 2,74juta yoy.

    Adapun provinsi tujuan terbanyak hingga April 2025 yakni Pulau Jawa sebesar 84,07 juta perjalanan atau sekitar 65,38% dari total perjalanan nasional, yang meliputi Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

    “Secara agregat, kami melihat demand tetap tumbuh,” imbuhnya.

    (acd/acd)

  • Astronaut NASA Rekam Pertunjukan Aurora Warna-warni dari Antariksa

    Astronaut NASA Rekam Pertunjukan Aurora Warna-warni dari Antariksa

    Jakarta

    Astronaut NASA Jonny Kim mengunggah video Bumi dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), yang menampilkan aurora menakjubkan, badai petir, dan lampu-lampu kota yang menerangi sisi malam permukaan planet kita.

    Mantan Marinir AS tersebut diluncurkan ke ISS pada 8 April 2025 dengan menumpang pesawat antariksa Soyuz buatan Rusia, memulai tugasnya selama delapan bulan sebagai teknisi penerbangan untuk Ekspedition 73.

    Sebelum mengambil rekaman time-lapse pertama Bumi, Kim meminta saran dari sesama anggota kru Nichole ‘Viper’ Ayers, yang secara rutin mengunggah astrofotografi di akun media sosialnya, memperlihatkan kemegahan planet yang dijuluki sebagai Blue Marble ini.

    “Berkat beberapa petunjuk dan kiat dari @Astro_Ayers, saya menangkap aurora pertama saya,” tulis Kim dalam unggahannya di X.

    “Setelah melihat hasilnya, saya mengatakan kepadanya bahwa pengalaman ini terasa seperti memancing. Mempersiapkan kamera, sudut, pengaturan, dudukan, lalu mengatur pengatur waktu dan kembali untuk mengeceknya, berharap berhasil menangkapnya. Dan setelah menangkap ‘ikan’ pertama, sepertinya saya ketagihan. Terima kasih, Vapor!,” katanya.

    Time-lapse milik Kim menangkap perpaduan rumit antara fenomena alam dan lampu-lampu kota di permukaan Bumi, saat panel surya stasiun luar angkasa bergeser posisinya untuk mengumpulkan sinar Matahari untuk memberi daya pada ISS.

    Rekaman dimulai dengan Matahari terbenam di balik cakram Bumi, menandai dimulainya malam di ISS. Ini adalah periode 45 menit saat ISS melewati bayangan planet kita. Bintang-bintang dapat terlihat bersinar di atas garis luar atmosfer planet kita yang padat dan mengandung gas saat Matahari terbenam, sementara lampu-lampu kota dan badai petir bermain di pemandangan berawan di bawahnya.

    Aurora Tampak Beriak

    Aurora hijau terang terlihat beriak di langit malam menjelang akhir video, saat ISS melewati Asia Tenggara dan Australia. Pertunjukan warna-warni ini muncul ketika partikel-partikel energik yang dibawa oleh angin Matahari bertabrakan dengan planet kita, menarik partikel oksigen dan nitrogen di atmosfer atas, menyebabkannya bersinar.

    Time-lapse Kim berakhir saat ISS kembali ke sisi siang Bumi, dengan panel surya terkena sinar Matahari langsung. ISS menyelesaikan 16 putaran Bumi setiap 24 jam sambil melaju dengan kecepatan rata-rata 28.000 km/jam.

    (rns/rns)

  • Kemkomdigi imbau perusahaan media “upskilling” karyawan, alih-alih PHK

    Kemkomdigi imbau perusahaan media “upskilling” karyawan, alih-alih PHK

    Jakarta (ANTARA) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Ismail mengimbau perusahaan media meningkatkan keterampilan karyawan (“upskilling”) selama proses transformasi digital, alih-alih memutus hubungan kerja (PHK).

    “Seharusnya menempatkan solusi berupa PHK karyawan itu pada pilihan paling akhir, upaya-upaya efisiensi yang lain masih bisa dilakukan. Dengan melakukan konsolidasi perubahan transformasi digital di internal mereka, maka pekerja media dilakukan peningkatan dari kemampuannya untuk bisa terlibat juga di dalam industri media baru,” kata Ismail saat berbicara di webinar bertajuk “Badai PHK Terjang Industri Media, Salah Siapa?” yang disimak secara daring, Minggu dinihari.

    Ismail berpandangan bahwa karyawan merupakan aset terpenting sebuah media massa, dan perlu diberdayakan untuk meningkatkan efisiensi operasional dalam menghadapi tantangan era digital.

    Dia menambahkan, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan terus memantau dinamika PHK karyawan media massa yang terjadi, baik di tingkat nasional maupun global, sembari menekankan dialog yang solutif dalam meminimalkan dampak PHK terhadap para karyawan.

    Ismail juga mengisyaratkan bahwa Kemkomdigi sedang menyusun berbagai pendekatan untuk mendorong media massa agar berinvestasi pada peningkatan keterampilan karyawan untuk mengawasi konten bertanggung jawab, beretika, dan bisa diyakini kebenarannya, yang bisa diakses pekerja media.

    “Kami di Kementerian Komdigi ini sudah menyusun suatu direktorat jenderal baru yang khusus menangani penanganan kesehatan pengawasan terhadap ruang digital, termasuk media sosial dan sebagainya… dan memberikan kewajiban-kewajiban yang ‘level playing field’-nya berlaku, antara media konvensional maupun media digital itu,” kata Ismail.

    Sumber:

    Pewarta: Abdu Faisal
    Editor: Edy M Yakub
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Bambang Soesatyo Menjadi Ketum PB Kodrat Kedua Kalinya

    Bambang Soesatyo Menjadi Ketum PB Kodrat Kedua Kalinya

    Jakarta

    Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB Kodrat) periode 2025-2029 resmi dilantik dengan formasi kepemimpinan baru, kali ini Bambang Soesatyo menjadi Ketua Umum untuk kedua kalinya. Dalam pelantikan ini Bamsoet menyebut, pelantikan ini sebagai momentum penting bagi perkembangan beladiri asli Indonesia.

    Kepengurusan pada periode 2025-2029 diperkuat dengan formasi Ketua Dewan Pembina Jenderal Pol (Purn”) Budi Gunawan, Ketua Dewan Penasehat Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, Ketua Harian Brigjen Pol Putu Putera Sadana, dan Sekjen Brigjen TNI AD Asep Sugiharto.

    Tarung Derajat yang mengedepankan filosofi ‘Aku Ramah Bukan Berarti Takut, Aku Tunduk Bukan Berarti Takluk’, bukan sekadar sebuah cabang olahraga, tetapi juga cerminan karakter dan budaya bangsa.

    “Dengan semangat baru dari kepengurusan PB Kodrat periode 2025-2029, harapan besar tertumpu pada langkah-langkah nyata dan keberanian dalam membuka jalan internasionalisasi Tarung Derajat. Ini bukan hanya soal olahraga, tetapi juga tentang mengangkat marwah bangsa melalui jalur prestasi olahraga. Karena pada akhirnya, setiap tetes keringat petarung Tarung Derajat bukan hanya demi medali, tetapi demi nama baik Indonesia di mata dunia,” ujar Bamsoet dalam keterangan resmi pada, Sabtu (14/06/2025).

    Hal ini disampaikan pada saat Pelantikan Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB Kodrat) periode 2025-2029 di Jakarta.

    Dalam acara pelantikan juga dihadiri jajaran Pengurus PB Kodrat antara lain, Sang Guru Achmad Dradjat, Indung Aprilyanti, Sang Guru Badai Meganagara, Sang Guru Rimba Dirgantara, Sang Guru Dara Mentari, Ketua Dewan Penasehat Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, Dewan Penasehat Rivan A. Purwantono, Ketua Umum Bambang Soesatyo, Ketua Harian Brigjen Pol. Putu Putera Sadana dan Sekjen Brigjen TNI AD Asep Sugiharto. Hadir pula Wakil Ketua Umum II KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Soedarmo.

    Hal Ini membuktikan bahwa semangat Tarung Derajat melampaui sekat geografis dan etnis, menjadi bagian dari denyut nadi nasionalisme dan semangat kebangsaan.

    ‘Kiprah Tarung Derajat di kancah nasional sudah tidak diragukan lagi. Cabang ini rutin dipertandingkan dalam ajang multievent seperti Pekan Olahraga Nasional (PON), Kejuaraan Nasional (Kejurnas), Kejuaraan Daerah (Kejurda), Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) dan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) yang terus menghidupkan semangat kompetitif di kalangan atlet Tarung Derajat,” kata Bamsoet.

    Dengan upaya strategis yang akan dilakukan oleh PB Kodrat bersama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Luar Negeri, serta KONI, Tarung Derajat diharapkan dapat mendapatkan pengakuan resmi dari badan olahraga internasional seperti Olympic Council of Asia (OCA) dan International Olympic Committee (IOC). Ini adalah langkah penting untuk memantapkan posisi Tarung Derajat di dunia internasional dan membuka peluang selebar-lebarnya bagi atlet Indonesia meraih prestasi di kancah internasional.

    “Dengan keberlanjutan dan kesinambungan program-program yang ada, diharapkan dapat terus menarik minat bagi generasi muda untuk terlibat dalam Tarung Derajat. Kegiatan pembinaan atlet muda serta pengembangan pelatihan yang profesional adalah hal yang mendesak untuk dilaksanakan. Dengan pendekatan yang tepat, Tarung Derajat berpotensi mencetak atlet berprestasi siap untuk berlaga di tingkat internasional,” pungkas Bamsoet.

    Kepengurusan organisasi PB Kodrat mulai dibentuk sejak tahun 1994. Ketua Umum pertama dipegang Wakil Gubernur Jawa Barat Brigade Jenderal TNI H.M. Sampurna (1994-1997). Selanjutnya Letnan Jenderal TNI (purn) Soeryatama Soebrata (1997-2002), Kepala Staf/TNI Angkatan Darat ke-23 Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu (2002-2006), Menteri Kehutanan ke-9 M.S. Kaban (2006-2010), Menteri Kehutanan Indonesia ke-10 Zulkifli Hasan (2010- 2014), Letnan Jenderal TNI Mar (purn) Alfan Baharudin (2014-2017), dan Harry Tanoesoedibjo (2017-2021) dan Ketua MPR RI ke-15 Bambang Soesatyo (2021-2025).

    Dengan adanya kepengurusan yang baru, diharapkan Tarung Derajat dapat meningkatkan prestasi serta mempertahankan dan memperkuat identitasnya sebagai seni bela diri yang khas dari Indonesia.

    (prf/prf)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini