Meredupnya Kejayaan Pasar-pasar “Legend” di Jakarta…
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Eksistensi sejumlah pasar legend di Jakarta seperti
Pasar Baru
,
Pasar Gembrong
, hingga
Pasar Ular
kini berada di ujung tanduk.
Ketenaran mereka tak lagi seterang dulu. Kesan ramai juga tak lagi melekat pada ketiga pasar tersebut.
Pasar-pasar legend Jakarta tersebut kini hidup bak hidup setengah nyawa, dan berharap adanya intervensi pemerintah untuk kembali menghidupkan jati diri mereka.
Pasar Baru di Jakarta Pusat, dulu dikenal sebagai pusat perdagangan tertua dan tersibuk di Jakarta.
Namun, eksistensi pasar tersebut kini tampak meredup, jauh dari ingar-bingar aktivitas niaga yang pernah menjadi denyut nadi kehidupan di sana.
Meredupnya eksistensi Pasar Baru dapat dilihat dari pemasangan sejumlah spanduk penyewaan atau penjualan ruko oleh pemilik.
Rudi (46), pemilik toko sepatu kulit, mengaku pasrah dengan kondisi yang terjadi saat ini.
“Kalau tidak buka, siapa yang mau bayar listrik, sewa, gaji karyawan? Tapi pembeli makin sedikit. Yang bertahan di sini cuma yang sudah lama, sudah punya pelanggan tetap,” kata Rudi, Rabu (4/6/2025).
Seorang petugas keamanan, Sandra (46) menyebutkan, pandemi Covid-19 menjadi titik balik yang menghantam roda ekonomi kawasan ini.
Ia menyebutkan, lebih dari 100 unit ruko yang ada, sebagian besar kini tutup atau hanya buka saat momen-momen tertentu, seperti Ramadhan.
“Departement store sekarang cuma buka sebulan pas Ramadhan. Yang lain malah tutup total sejak Covid-19,” ujar dia.
Baharu (59), pedagang uang kuno yang sudah berjualan sejak 1985, turut merasakan langsung dampaknya.
“Kalau sebelum Covid-19, setiap hari pasti ada yang beli. Sekarang, bisa empat hari enggak laku,” ucap dia.
Meski begitu, Baharu tetap memilih bertahan. Ia menjual uang kuno dari berbagai era, termasuk sebelum kemerdekaan, yang sering diburu untuk mahar atau koleksi.
“Saya suka sejarah. Uang kuno ini buat saya bukan cuma dagangan, tapi juga pelestarian budaya,” ujar dia.
Kondisi sama juga dialami Pasar Gembrong, Jakarta Timur. Pasar Gembrong dahulunya dikenal sebagai surga mainan anak-anak, kini hanya hidup setengah nyawa.
Nafas para pedagang seolah sepenuhnya bergantung pada geliat sekolah-sekolah. Sebab, sebagian besar pembeli yang masih datang ke sana adalah pedagang kecil yang menjajakan mainan ke warung dan lingkungan sekolah.
Saat bel istirahat berhenti berdenting dan ruang kelas kosong karena libur panjang, denyut Pasar Gembrong pun ikut meredup.
Harapan para pedagang kecil ikut mengempis, menunggu waktu hingga keramaian anak-anak kembali pulih.
“Kebanyakan pembeli sekarang itu pedagang di sekolahan ataupun warung, hampir 70 persen langganan saya dari sana. Kalau sekolah libur, ya tamat kita, karena napas kita ada di sekolahan,” ujar Agus (57), salah satu pedagang mainan, Senin (23/6/2025).
Agus mengingat, dulu, Pasar Gembrong adalah tempat yang tak pernah tidur. Orang dari segala penjuru datang, termasuk kalangan pesohor, untuk membeli mainan.
Kini, sejak direlokasi akibat proyek Tol Becakayu dan diterpa badai pandemi, pasar itu tinggal bayang-bayang kejayaannya.
“Jauh banget kalau dibandingkan dengan dulu, apa saja bisa laku di sana (tempat lama), pengunjungnya datang dari mana-mana. Bahkan kelas artis pun dulu belanjanya ke situ,” kenangnya.
Sejak berpindah lokasi pada 2018 dan dihantam pandemi Covid-19, penghasilan Agus merosot tajam.
Akses ke pasar yang sekarang juga lebih sulit, membuat calon pembeli berpaling ke tempat lain yang lebih mudah dijangkau.
“Sejak Corona, lalu ditambah relokasi karena jalan Tol Becakayu, pendapatan menurun drastis. Akses ke sini juga lebih sulit,” kata Agus.
Senada dengan Agus, Ifah (46), pedagang boneka di Pasar Gembrong, juga merasakan betapa sepinya pasar selama beberapa tahun terakhir.
Meski masih terbantu dengan penjualan daring dan pelanggan tetap, situasi di lapangan tetap menyayat.
“Untuk pengunjung ya begini-begini saja, tidak terlalu ramai. Kebanyakan pesanan saya dari online dan pelanggan tetap,” ucap Ifah.
Kondisi Pasar Ular di Jakarta Utara mengikuti jejak dua pasar legend sebelumnya.
Pada masa jayanya, para pembeli berebut datang, kini para pedagang hanya bisa menanti.
Kala itu, pasar ini bukan sekadar tempat belanja, tetapi jadi ruang nostalgia, tempat orang-orang dari berbagai kalangan, termasuk artis dan pejabat berburu pakaian bermerek dengan harga miring.
“Di masa pemerintahan Soeharto dan SBY ramainya. Di sini jual pakaian aja, tapi kan banyak artis-artis, pelawak-pelawak datang ke sini,” kenang Alfons (65), pedagang yang sudah puluhan tahun bertahan, Kamis (3/7/2025).
Kini, lorong-lorong pasar itu terasa lengang. Hanya segelintir pembeli yang datang.
Blok A, Blok B, dan Blok Lorong, tiga bagian utama Pasar Ular masih berdiri, tetapi denyut perdagangannya nyaris menghilang.
“Ada sekitar 250-an pedagang,” ucap Alfons. “Tapi hampir 65 persennya sudah enggak buka lagi.”
Pandemi Covid-19 menjadi awal dari kemunduran. Namun, perubahan rezim disebut memperparah keadaan.
“Benar-benar anjlok, sama sekali enggak ada pembelinya. Ini pas zaman Jokowi masih ada pembelinya, masih mending. Tapi begitu pergantian Prabowo, habis total sama sekali, anjlok,” tutur Alfons, getir.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jakarta tengah mengkaji untuk membenahi kawasan Pasar Baru Jakarta.
“Kami sedang mengkaji untuk Pasar Baru, setelah Blok M hampir selesai, tentunya Pasar Baru sebagai salah satu simbol utama Jakarta, nanti akan kita lakukan perbaikan,” ucap Gubernur Jakarta Pramono Anung kepada wartawan di Cakung, Jakarta Timur, Kamis (5/6/2025).
Sebagai langkah awal, Pramono akan membersihkan kawasan Pasar Baru terlebih dahulu, sebelum nanti berlanjut ke revitalisasi sarana dan transportasi di sekitar kawasan.
“Kemudian juga melakukan perbaikan sarana transportasi dan juga keindahan yang ada di Pasar Baru,” terang Pramono.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Badai
-

Guru Besar IPB nilai sektor kelautan dapat jaga ketahanan pangan
Jakarta (ANTARA) – Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University Dietriech G Bengen menilai sektor kelautan, khususnya subsektor perikanan, bisa menjaga ketahanan pangan nasional sebagai pemasok protein hewani.
“Dalam periode ketidakstabilan ekonomi, yang sering diiringi oleh ketidakstabilan harga pangan, perikanan dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional,” ucap Dietriech ketika dihubungi ANTARA dari Jakarta, Rabu.
Menurut dia, meningkatkan produksi akuakultur dan perikanan tangkap secara berkelanjutan akan menyediakan pasokan reguler dan berkontribusi pada stabilitas harga pangan di pasar domestik.
Prof Dietriech menyampaikan perluasan produk perikanan yang tidak terbatas pada pengolahan perikanan juga dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi dan daya saing.
Lebih dari itu, komoditas perikanan dan kelautan Indonesia juga ia yakini sangat kompetitif di dunia.
“Memfasilitasi potensi ekspor udang, tuna, rumput laut, kepiting, dan lainnya dapat menghasilkan devisa yang besar,” kata Dietriech.
Untuk mencapai hal tersebut, ia menilai perlu adanya peningkatan kualitas produk, menciptakan standar produk agar sesuai dengan standar internasional, dan mengembangkan pasar ekspor.
Ia menambahkan akses pasar dunia dan pemasaran produk perikanan Indonesia merupakan penentu kemajuan dari sektor tersebut.
“Laut dapat menjadi fondasi ekonomi Indonesia yang kuat bagi perekonomian Indonesia dalam menghadapi badai gejolak ekonomi,” tuturnya.
Meskipun demikian, Dietriech juga menyoroti sejumlah tantangan di sektor kelautan Indonesia, antara lain penangkapan ikan ilegal. Tindakan tersebut menyebabkan kerugian dan membahayakan konservasi sumber daya laut.
“Penegakan hukum yang tegas dan pengawasan yang intensif sangat diperlukan,” ucapnya.
Pemerintah juga perlu memastikan ketersediaan pelabuhan, cold storage, dan jaringan transportasi yang efisien untuk mendukung rantai pasok.
Di sisi lain, sektor kelautan juga tidak terlepas dari ancaman perubahan iklim dan kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, Dietriech menegaskan ancaman terhadap ekosistem laut menuntut tindakan konservasi dan mitigasi yang ketat.
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2025Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
-

PHK Massal di Mana-mana, Raksasa AS Pekerjakan 1 Juta Robot
Jakarta, CNBC Indonesia – Amazon mengumumkan pencapaian baru dalam sektor robotik dan kecerdasan buatan (AI). Raksasa e-commerce asal Amerika Serikat (AS) tersebut mengatakan sudah memperkerjakan 1 juta robot di gudang penyimpanan paket.
“Kami baru saja meluncurkan robot ke-1 juta, yang memperkuat posisi kami sebagai produsen dan operator robotika bergerak terbesar di dunia,” tulis VP Amazon Robotics, Scott Dresser, di laman resmi About Amazon, dikutip Selasa (1/7/2025).
Robot Amazon baru-baru ini dikirim ke pusat pemenuhan pesanan di Jepang. Amazon sendiri memiliki 300 fasilitas gudang alias warehouse di seluruh dunia.
“Kami juga memperkenalkan model dasar AI generatif baru yang telah kami rancang untuk membuat seluruh armada robot kami lebih cerdas dan lebih efisien,” Dresser menambahkan.
Model AI itu disebut ‘DeepFleet’, yakni sistem yang akan mengoordinasikan pergerakan robot di seluruh jaringan pemenuhan pesanan Amazon. Sistem ini diklaim mampu meningkatkan waktu tempuh armada robot Amazon hingga 10%. Dengan begitu, pengiriman paket ke pelanggan lebih cepat dan dengan biaya murah.
DeepFleet dibangun menggunakan kumpulan data perusahaan yang lengkap dan ekstensif tentang pergerakan inventaris di dalam situsnya, serta memanfaatkan berbagai tool AWS, termasuk Amazon SageMaker.
“Model ini memungkinkan kami untuk menyimpan lebih banyak produk dengan jarak dekat ke pelanggan, sehingga pengiriman menjadi lebih cepat dan murah. Selain itu, karena dibangun di atas AI yang belajar dan berkembang seiring waktu, model ini akan terus menemukan cara baru untuk mengoptimalkan cara kerja robot kami,” Amazon menjelaskan,” Dresser menjelaskan.
Amazon mulai mengembangkan robot sebagai pekerja di warehouse sejak 2012. Kala itu, hanya satu jenis robot yang dapat memindahkan rak inventaris di seluruh lantai gudang.
Kini, Amazon mengoperasikan armada robot yang beragam, dirancang untuk membuat pekerjaan karyawan lebih mudah dan aman, serta operasi lebih efisien.
Robot Hercules Amazon dapat mengangkat dan memindahkan inventaris hingga 1.250 pon. Robot Pegasus Amazon menggunakan sabuk konveyor presisi untuk menangani paket-paket individual.
Selanjutnya, robot Proteus yang merupakan robot bergerak pertama Amazon yang sepenuhnya otonom, dapat bergerak dengan aman di sekitar karyawan di area terbuka untuk memindahkan kereta dorong berat yang berisi pesanan pelanggan.
“Robot-robot ini bekerja bersama karyawan kami, mengangkat beban berat dan tugas-tugas berulang sekaligus menciptakan peluang baru bagi operator garis depan kami untuk mengembangkan keterampilan teknis,” tulis Dresser.
Badai PHK Gila-gilaan
Lantas, apakah inisiatif robot Amazon akan memperparah badai PHK karena peran manusia sudah tergantikan?
Sebagai informasi, Amazon merupakan salah satu raksasa teknologi yang ‘rajin’ melakukan PHK dalam beberapa tahun terakhir. Data dari Statista menunjukkan Amazon merupakan perusahaan teknologi dengan tingkat PHK tertinggi pada periode 2020-2023.
Sebanyak 27.410 karyawan Amazon dirumahkan dalam periode 2022-2023, melalui 6 gelombang PHK massal yang diumumkan perusahaan.
Amazon juga beberapa kali mengumumkan PHK lanjutan sepanjang 2024-2025. Pada September 2024, Amazon mengumumkan PHK yang berdampak pada 15% pegawai di jenjang manajer dan kontributor.
Digadang-gadang, angkanya mencapai 14.000, namun hal ini dibantah oleh juru bicara Amazon, Brad Glasser, dalam wawancara dengan Fast Company. Amazon tak mengungkap angka pasti karyawan yang terdampak.
Di 2025, Amazon beberapa kali mengumumkan PHK. Antara lain dilaporkan pada Januari, Mei, dan Juni, yang berdampak pada beberapa karyawan lintas divisi.
Dalam beberapa kesempatan, Amazon berdalih PHK dilakukan karena perusahaan sedang melakukan pembentukan kembali organisasinya. Kendati demikian, Amazon mengindikasikan bahwa penerapan robot sebagai pegawai bukan alasan untuk memangkas karyawan.
“Sejak 2019, kami telah membantu meningkatkan keterampilan lebih dari 700.000 karyawan melalui berbagai inisiatif pelatihan, banyak yang berfokus pada penggunaan teknologi canggih. Faktanya, di pusat pemenuhan generasi berikutnya, yang diluncurkan akhir tahun lalu di Shreveport, Louisiana, robotika canggih membutuhkan 30% lebih banyak karyawan dalam peran keandalan, pemeliharaan, dan teknik,” Dresser menuturkan.
Kombinasi pencapaian 1 juta robot dan DeepFleet menunjukkan dinilai Amazon sebagai permulaan masa depan yang menarik. Robotika dan AI disebut akan bekerja sama untuk menata kembali proses pemenuhan dan pengiriman paket ke konsumen.
“Ini baru permulaan. Seiring dengan makin banyaknya data yang dipelajari DeepFleet, perusahaan ini akan terus menjadi lebih cerdas dan mampu mendorong efisiensi yang lebih mendalam, membuka lebih banyak pilihan yang lebih dekat dengan pelanggan, dan menata ulang apa yang mungkin dilakukan dalam logistik robotik. Saya tidak sabar untuk berbagi lebih banyak tentang ke mana perjalanan ini akan membawa kita,” Dresser memungkasi.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]
-

Heat Dome Terasa Lebih Membara dan Bertahan Lama Karena Kondisi Arktik
Jakarta –
Penelitian terbaru menunjukkan, pemanasan global yang cepat di Kutub Utara menyebabkan cuaca ekstrem di musim panas yang berlangsung lama, seperti suhu terik di wilayah AS yang membara di bulan ini.
Dikutip dari Scientific American, suhu di AS bagian timur akhirnya turun saat heat dome yang ganas mulai mereda. Namun, panas terik di awal musim panas akan semakin sering terjadi di tahun-tahun mendatang.
“Hal itu karena gelombang panas di AS minggu ini, yang memecahkan rekor suhu berusia seabad di beberapa wilayah, jelas dipengaruhi oleh perubahan iklim,” kata para ilmuwan.
Heat dome hanyalah salah satu konsekuensi dari pola cuaca ‘macet’ yang meningkat seiring dengan pemanasan planet ini. Sebuah studi terkini, yang diterbitkan pada 16 Juni di jurnal ilmiah Proceedings of the National Academy of Sciences, memperingatkan tentang meningkatnya bahaya pola cuaca jangka panjang tersebut, yang dapat memicu tidak hanya gelombang panas tetapi juga hujan lebat dan banjir.
Studi lainnya menunjukkan bahwa fenomena di balik cuaca ekstrem tersebut mungkin memiliki asal yang mengejutkan: pemanasan cepat, ratusan kilometer jauhnya, yakni di Kutub Utara yang dingin.
Para peneliti dari University of Pennsylvania dan Lawrence Berkeley National Laboratory menyelidiki pola atmosfer alami yang dikenal sebagai gelombang planet. Arus udara yang goyang ini berkelok-kelok naik turun saat mengitari dunia, dan saat menguat, terkadang menyebabkan badai atau heat dome yang bertahan di tempat selama berhari-hari.
Studi tersebut mengamati frekuensi ‘peristiwa resonansi’ gelombang planet, atau intensifikasi sementara. Mereka menemukan bahwa pola atmosfer yang terhenti seperti ini telah meningkat tiga kali lipat selama 70 tahun terakhir. Pada saat yang sama, cuaca musim panas yang ekstrem, seperti gelombang panas dan banjir, juga semakin umum terjadi.
“Model iklim telah lama meramalkan bahwa pola-pola ini akan lebih sering terjadi seiring perubahan iklim. Namun, penelitian baru ini adalah yang pertama menunjukkan bahwa hal itu sudah terjadi,” kata para penulis.
Meski begitu, penyebab pasti dari peristiwa gelombang planet ini masih menjadi topik penelitian yang aktif. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemanasan cepat di Kutub Utara – yang memanas empat kali lebih cepat daripada bagian dunia lainnya, mengubah atmosfer dengan cara yang menggeser aliran jet ke selatan dan memengaruhi gelombang planet.
Penelitian lain menunjukkan bahwa pemanasan tropis sebenarnya dapat menarik aliran jet ke arah kutub. Dan beberapa peneliti mengatakan gelombang planet mungkin terpengaruh oleh tarik-menarik antara kedua pengaruh ini.
Model komputer tidak selalu mampu mensimulasikan respons fisik ini secara penuh, sehingga menjadikannya subjek yang sulit untuk dipelajari. Para ilmuwan telah menyelidiki dampak fisik pasti dari pemanasan global pada pola sirkulasi atmosfer selama bertahun-tahun.
Pemanasan Arktik Berperan
Namun, studi baru ini menambah bukti bahwa pemanasan Arktik berperan. Studi ini menunjukkan bahwa periode suhu yang lebih hangat di lintang tinggi dikaitkan dengan peningkatan peristiwa resonansi gelombang planet.
Studi ini juga menunjukkan bahwa kontras global yang semakin besar antara suhu daratan dan suhu lautan, karena daratan memanas lebih cepat daripada air di seluruh dunia, juga berperan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa peristiwa lain juga memiliki pengaruh. Peristiwa El Niño yang kuat, yang menyebabkan suhu menghangat di Samudra Pasifik, juga tampaknya mendorong lonjakan sementara dalam peristiwa gelombang planet yang menghambat cuaca.
Singkatnya, banyak faktor, baik yang disebabkan oleh alam maupun manusia, berperan. Namun, perubahan iklim merupakan pengaruh yang pasti, demikian catatan penelitian tersebut, yang memperingatkan bahwa cuaca musim panas yang ekstrem akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya suhu global. Penelitian lain juga menunjukkan jejak perubahan iklim pada suhu panas terkini.
Climate Central, sebuah organisasi nirlaba di bidang sains dan komunikasi iklim, telah mengembangkan metrik ilmiah yang dikenal sebagai Indeks Pergeseran Iklim yang mengevaluasi pengaruh pemanasan global terhadap suhu di seluruh dunia.
Alat tersebut memperkirakan bahwa suhu tinggi di sebagian besar wilayah timur AS selama beberapa hari terakhir setidaknya lima kali lebih mungkin terjadi karena perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia.
“Luasnya heat dome awal musim panas di Amerika Serikat ini sungguh luar biasa,” kata ilmuwan Climate Central Zachary Labe dalam sebuah pernyataan.
“Ini adalah pengingat yang jelas bahwa perubahan iklim membuat gelombang panas yang berbahaya dan menindas ini jauh lebih mungkin terjadi, yang memengaruhi jutaan orang,” jelasnya.
(rns/rns)
-
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5054148/original/059857700_1734393539-batik.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
2 Insiden Batik Air dalam Sehari, Ada Apa? – Page 3
Pesawat Batik Air rute Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) menuju Bandara Silampari di Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel) terpaksa putar balik ke bandara asal akibat cuaca buruk yang dapat mengganggu keselamatan saat hendak mendarat di tujuan. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 28 Juni 2025 kemarin.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Lukman F Laisa mengatakan, pesawat Batik Air tersebut mengalami kendala saat hendak melakukan pendaratan di Bandara Silampari, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, sehingga kembali mendarat di Bandara Seotta di Tangerang, Banten.
Pesawat yang mengangkut 141 penumpang tersebut dijadwalkan tiba pukul 15.20 WIB. Namun karena kondisi tidak kunjung membaik meski sempat dilakukan prosedur go around dan holding, pilot akhirnya memutuskan untuk kembali ke Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 15.40 WIB.
Keputusan tersebut diambil demi keselamatan penerbangan dan telah sesuai dengan standar prosedur penerbangan internasional.
Berdasarkan data meteorologi dari pengamatan cuaca Bandara Silampari, pada pukul 15.30 WIB, dilaporkan kondisi Jarak pandang hanya 1000 meter dan hujan badai dengan intensitas lebat serta terdapat awan Cumulonimbus (CB) di atas area bandara.
“Kondisi tersebut menyebabkan cuaca berada di bawah ambang minimum untuk proses pendaratan. Pilot sempat melakukan prosedur go around dan holding sambil menunggu kemungkinan perbaikan cuaca,” jelasnya.
Namun, lanjut Lukman, karena situasi tidak menunjukkan perubahan signifikan, atas pertimbangan keselamatan penerbangan, pilot memutuskan untuk putar balik ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 15.40 WIB.
-

Viral Batik Air Mendarat Miring di Soetta, Terungkap Kronologi Lengkap dan Biang Keroknya
PIKIRAN RAKYAT – Sebuah video pesawat Batik Air mendarat dengan posisi miring di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, viral di media sosial akhir pekan ini. Tayangan tersebut ramai diperbincangkan publik karena memperlihatkan manuver pendaratan dramatis yang hampir membuat sayap pesawat menyentuh landasan.
Akun Instagram @velljet.vjt menjadi salah satu yang pertama kali mengunggah momen tersebut. Dalam video, terlihat badan pesawat condong miring ke salah satu sisi di tengah guyuran hujan lebat dan tiupan angin kencang.
“Batik Air sampai mendarat miring banget sampai mesin sebelah hampir menyentuh runway,” ucap akun tersebut dalam keterangan video.
Cuaca Buruk Jadi Penyebab Utama
Pihak Batik Air buka suara menjelaskan kronologi insiden tersebut. Corporate Communications Strategic Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, mengatakan pesawat dengan registrasi PK-LDJ memang melakukan pendaratan saat cuaca buruk.
“Pendaratan pesawat berlangsung dalam kondisi aman dan telah mengikuti seluruh prosedur operasional standar penerbangan,” ujar Danang, Minggu 29 Juni 2025.
Danang menjelaskan bahwa saat pesawat mendekati landasan pacu, terjadi peningkatan kecepatan angin dari arah samping (crosswind). Kecepatan angin di permukaan landasan sempat bertambah meskipun arahnya tetap stabil. Meski demikian, limitasi kecepatan angin tidak dilanggar sehingga pesawat masih dinilai aman untuk mendarat.
“Perlu kami sampaikan bahwa secara limitasi (batas maksimal) kecepatan angin, tidak ada yang dilanggar, sehingga pesawat tetap dalam kondisi aman untuk mendarat,” ucap Danang.
Pesawat Dinyatakan Aman Terbang
Sesaat setelah mendarat, tim teknisi Batik Air langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh pada pesawat. Hasilnya, tidak ditemukan kerusakan. Pesawat pun dinyatakan laik terbang untuk melanjutkan operasional.
“Kami terus berkomitmen menjalankan prosedur sesuai standar keselamatan penerbangan yang berlaku,” ucap Danang.
Putar Balik di Rute Lain Akibat Cuaca Buruk
Pada hari yang sama, Batik Air juga menghadapi tantangan cuaca di rute lain. Kementerian Perhubungan mengonfirmasi bahwa pesawat Batik Air rute Soekarno-Hatta menuju Bandara Silampari, Lubuklinggau, terpaksa kembali ke bandara asal akibat cuaca ekstrem di tujuan.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa menjelaskan pesawat yang membawa 141 orang tersebut awalnya dijadwalkan tiba di Lubuklinggau pukul 15.20 WIB. Namun, jarak pandang di Bandara Silampari hanya 1.000 meter dengan hujan badai disertai awan cumulonimbus di atas area bandara.
“Kondisi tersebut menyebabkan cuaca berada di bawah ambang minimum untuk proses pendaratan. Pilot sempat melakukan prosedur go around dan holding sambil menunggu kemungkinan perbaikan cuaca,” kata Lukman.
Namun, situasi cuaca tak kunjung membaik sehingga pilot memutuskan Return to Base (RTB) ke Soekarno-Hatta. Penerbangan pengganti kemudian berhasil berangkat kembali dan mendarat dengan aman di Silampari pukul 19.22 WIB.
“Berdasarkan laporan terakhir yang diterima Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, pesawat Batik Air ID 6820 kembali diberangkatkan dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 18.05 WIB dan mendarat dengan selamat dan aman di Bandara Silampari pukul 19.22 WIB,” tutur Lukman.***
-

Waspada! Tetangga RI Ini Bakal Kena Hantam ‘Bom Cuaca’
Jakarta, CNBC Indonesia – Tetangga RI yakni Australia diprediksi akan ditimpa ‘bom cuaca’ pada pekan depan. Badai musim ini bahkan dinilai bisa menjadi East Coast Low (ECL) pertama dalam tiga tahun terakhir, yang berpotensi menimbulkan kombinasi hujan lebat, angin kencang, dan ombak yang merusak.
Adapun wilayah yang akan merasakan dampak ‘bom cuaca’ paling buruk ini adalah New South Wales. Namun, hal ini akan terasa sampai pada pesisir pantau hingg timur Victoria hingga utara Queensland yang beriklim tropis.
Mengutip ABCNews, ketika sistem tekanan rendah berubah dari tidak ada menjadi badai dahsyat hanya dalam waktu satu hari, para ahli meteorologi menamakannya sebagai “siklon bom”, atau sistem yang mengalami “bombogenesis”.
Ungkapan “bom” disebabkan oleh kecepatan perkembangannya yang eksplosif, namun penggunaannya hanya terbatas pada sistem di mana penurunan tekanannya melebihi tingkat tertentu berdasarkan garis lintang.
Untuk Laut Tasman, penurunan tekanan sentral yang diperlukan dalam periode 24 jam berkisar antara 18 hektopascal (hPa) di dekat Tasmania hingga 14 hPa di dekat perbatasan Queensland-NSW.
Adapun titik terendah minggu depan diprediksi oleh pemodelan akan semakin dalam antara 22 hPa dan 24 hPa dalam satu hari – dengan mudah melewati kriteria bom cuaca.
Mengingat definisi di atas hanya didasarkan pada tekanan, istilah “bom hujan” yang tidak masuk akal menjadi kekeliruan yang tidak masuk akal, tidak memiliki validitas ilmiah.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
/data/photo/2025/07/03/68663eeb8ddae.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)


