Tag: Badai

  • 9
                    
                        Meredupnya Kejayaan Pasar-pasar "Legend" di Jakarta…
                        Megapolitan

    9 Meredupnya Kejayaan Pasar-pasar "Legend" di Jakarta… Megapolitan

    Meredupnya Kejayaan Pasar-pasar “Legend” di Jakarta…
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Eksistensi sejumlah pasar legend di Jakarta seperti
    Pasar Baru
    ,
    Pasar Gembrong
    , hingga
    Pasar Ular
    kini berada di ujung tanduk.
    Ketenaran mereka tak lagi seterang dulu. Kesan ramai juga tak lagi melekat pada ketiga pasar tersebut.
    Pasar-pasar legend Jakarta tersebut kini hidup bak hidup setengah nyawa, dan berharap adanya intervensi pemerintah untuk kembali menghidupkan jati diri mereka.
    Pasar Baru di Jakarta Pusat, dulu dikenal sebagai pusat perdagangan tertua dan tersibuk di Jakarta.
    Namun, eksistensi pasar tersebut kini tampak meredup, jauh dari ingar-bingar aktivitas niaga yang pernah menjadi denyut nadi kehidupan di sana.
    Meredupnya eksistensi Pasar Baru dapat dilihat dari pemasangan sejumlah spanduk penyewaan atau penjualan ruko oleh pemilik.
    Rudi (46), pemilik toko sepatu kulit, mengaku pasrah dengan kondisi yang terjadi saat ini.
    “Kalau tidak buka, siapa yang mau bayar listrik, sewa, gaji karyawan? Tapi pembeli makin sedikit. Yang bertahan di sini cuma yang sudah lama, sudah punya pelanggan tetap,” kata Rudi, Rabu (4/6/2025).
    Seorang petugas keamanan, Sandra (46) menyebutkan, pandemi Covid-19 menjadi titik balik yang menghantam roda ekonomi kawasan ini.
    Ia menyebutkan, lebih dari 100 unit ruko yang ada, sebagian besar kini tutup atau hanya buka saat momen-momen tertentu, seperti Ramadhan.
    “Departement store sekarang cuma buka sebulan pas Ramadhan. Yang lain malah tutup total sejak Covid-19,” ujar dia.
    Baharu (59), pedagang uang kuno yang sudah berjualan sejak 1985, turut merasakan langsung dampaknya.
    “Kalau sebelum Covid-19, setiap hari pasti ada yang beli. Sekarang, bisa empat hari enggak laku,” ucap dia.
    Meski begitu, Baharu tetap memilih bertahan. Ia menjual uang kuno dari berbagai era, termasuk sebelum kemerdekaan, yang sering diburu untuk mahar atau koleksi.
    “Saya suka sejarah. Uang kuno ini buat saya bukan cuma dagangan, tapi juga pelestarian budaya,” ujar dia.
    Kondisi sama juga dialami Pasar Gembrong, Jakarta Timur. Pasar Gembrong dahulunya dikenal sebagai surga mainan anak-anak, kini hanya hidup setengah nyawa.
    Nafas para pedagang seolah sepenuhnya bergantung pada geliat sekolah-sekolah. Sebab, sebagian besar pembeli yang masih datang ke sana adalah pedagang kecil yang menjajakan mainan ke warung dan lingkungan sekolah.
    Saat bel istirahat berhenti berdenting dan ruang kelas kosong karena libur panjang, denyut Pasar Gembrong pun ikut meredup.
    Harapan para pedagang kecil ikut mengempis, menunggu waktu hingga keramaian anak-anak kembali pulih.
    “Kebanyakan pembeli sekarang itu pedagang di sekolahan ataupun warung, hampir 70 persen langganan saya dari sana. Kalau sekolah libur, ya tamat kita, karena napas kita ada di sekolahan,” ujar Agus (57), salah satu pedagang mainan, Senin (23/6/2025).
    Agus mengingat, dulu, Pasar Gembrong adalah tempat yang tak pernah tidur. Orang dari segala penjuru datang, termasuk kalangan pesohor, untuk membeli mainan.
    Kini, sejak direlokasi akibat proyek Tol Becakayu dan diterpa badai pandemi, pasar itu tinggal bayang-bayang kejayaannya.
    “Jauh banget kalau dibandingkan dengan dulu, apa saja bisa laku di sana (tempat lama), pengunjungnya datang dari mana-mana. Bahkan kelas artis pun dulu belanjanya ke situ,” kenangnya.
    Sejak berpindah lokasi pada 2018 dan dihantam pandemi Covid-19, penghasilan Agus merosot tajam.
    Akses ke pasar yang sekarang juga lebih sulit, membuat calon pembeli berpaling ke tempat lain yang lebih mudah dijangkau.
    “Sejak Corona, lalu ditambah relokasi karena jalan Tol Becakayu, pendapatan menurun drastis. Akses ke sini juga lebih sulit,” kata Agus.
    Senada dengan Agus, Ifah (46), pedagang boneka di Pasar Gembrong, juga merasakan betapa sepinya pasar selama beberapa tahun terakhir.
    Meski masih terbantu dengan penjualan daring dan pelanggan tetap, situasi di lapangan tetap menyayat.
    “Untuk pengunjung ya begini-begini saja, tidak terlalu ramai. Kebanyakan pesanan saya dari online dan pelanggan tetap,” ucap Ifah.
    Kondisi Pasar Ular di Jakarta Utara mengikuti jejak dua pasar legend sebelumnya.
    Pada masa jayanya, para pembeli berebut datang, kini para pedagang hanya bisa menanti.
    Kala itu, pasar ini bukan sekadar tempat belanja, tetapi jadi ruang nostalgia, tempat orang-orang dari berbagai kalangan, termasuk artis dan pejabat berburu pakaian bermerek dengan harga miring.
    “Di masa pemerintahan Soeharto dan SBY ramainya. Di sini jual pakaian aja, tapi kan banyak artis-artis, pelawak-pelawak datang ke sini,” kenang Alfons (65), pedagang yang sudah puluhan tahun bertahan, Kamis (3/7/2025).
    Kini, lorong-lorong pasar itu terasa lengang. Hanya segelintir pembeli yang datang.
    Blok A, Blok B, dan Blok Lorong, tiga bagian utama Pasar Ular masih berdiri, tetapi denyut perdagangannya nyaris menghilang.
    “Ada sekitar 250-an pedagang,” ucap Alfons. “Tapi hampir 65 persennya sudah enggak buka lagi.”
    Pandemi Covid-19 menjadi awal dari kemunduran. Namun, perubahan rezim disebut memperparah keadaan.
    “Benar-benar anjlok, sama sekali enggak ada pembelinya. Ini pas zaman Jokowi masih ada pembelinya, masih mending. Tapi begitu pergantian Prabowo, habis total sama sekali, anjlok,” tutur Alfons, getir.
    Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jakarta tengah mengkaji untuk membenahi kawasan Pasar Baru Jakarta.
    “Kami sedang mengkaji untuk Pasar Baru, setelah Blok M hampir selesai, tentunya Pasar Baru sebagai salah satu simbol utama Jakarta, nanti akan kita lakukan perbaikan,” ucap Gubernur Jakarta Pramono Anung kepada wartawan di Cakung, Jakarta Timur, Kamis (5/6/2025).
    Sebagai langkah awal, Pramono akan membersihkan kawasan Pasar Baru terlebih dahulu, sebelum nanti berlanjut ke revitalisasi sarana dan transportasi di sekitar kawasan.
    “Kemudian juga melakukan perbaikan sarana transportasi dan juga keindahan yang ada di Pasar Baru,” terang Pramono.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Guru Besar IPB nilai sektor kelautan dapat jaga ketahanan pangan

    Guru Besar IPB nilai sektor kelautan dapat jaga ketahanan pangan

    Jakarta (ANTARA) – Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University Dietriech G Bengen menilai sektor kelautan, khususnya subsektor perikanan, bisa menjaga ketahanan pangan nasional sebagai pemasok protein hewani.

    “Dalam periode ketidakstabilan ekonomi, yang sering diiringi oleh ketidakstabilan harga pangan, perikanan dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional,” ucap Dietriech ketika dihubungi ANTARA dari Jakarta, Rabu.

    Menurut dia, meningkatkan produksi akuakultur dan perikanan tangkap secara berkelanjutan akan menyediakan pasokan reguler dan berkontribusi pada stabilitas harga pangan di pasar domestik.

    Prof Dietriech menyampaikan perluasan produk perikanan yang tidak terbatas pada pengolahan perikanan juga dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi dan daya saing.

    Lebih dari itu, komoditas perikanan dan kelautan Indonesia juga ia yakini sangat kompetitif di dunia.

    “Memfasilitasi potensi ekspor udang, tuna, rumput laut, kepiting, dan lainnya dapat menghasilkan devisa yang besar,” kata Dietriech.

    Untuk mencapai hal tersebut, ia menilai perlu adanya peningkatan kualitas produk, menciptakan standar produk agar sesuai dengan standar internasional, dan mengembangkan pasar ekspor.

    Ia menambahkan akses pasar dunia dan pemasaran produk perikanan Indonesia merupakan penentu kemajuan dari sektor tersebut.

    “Laut dapat menjadi fondasi ekonomi Indonesia yang kuat bagi perekonomian Indonesia dalam menghadapi badai gejolak ekonomi,” tuturnya.

    Meskipun demikian, Dietriech juga menyoroti sejumlah tantangan di sektor kelautan Indonesia, antara lain penangkapan ikan ilegal. Tindakan tersebut menyebabkan kerugian dan membahayakan konservasi sumber daya laut.

    “Penegakan hukum yang tegas dan pengawasan yang intensif sangat diperlukan,” ucapnya.

    Pemerintah juga perlu memastikan ketersediaan pelabuhan, cold storage, dan jaringan transportasi yang efisien untuk mendukung rantai pasok.

    Di sisi lain, sektor kelautan juga tidak terlepas dari ancaman perubahan iklim dan kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, Dietriech menegaskan ancaman terhadap ekosistem laut menuntut tindakan konservasi dan mitigasi yang ketat.

    Pewarta: Putu Indah Savitri
    Editor: Kelik Dewanto
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • PHK Massal di Mana-mana, Raksasa AS Pekerjakan 1 Juta Robot

    PHK Massal di Mana-mana, Raksasa AS Pekerjakan 1 Juta Robot

    Jakarta, CNBC Indonesia – Amazon mengumumkan pencapaian baru dalam sektor robotik dan kecerdasan buatan (AI). Raksasa e-commerce asal Amerika Serikat (AS) tersebut mengatakan sudah memperkerjakan 1 juta robot di gudang penyimpanan paket.

    “Kami baru saja meluncurkan robot ke-1 juta, yang memperkuat posisi kami sebagai produsen dan operator robotika bergerak terbesar di dunia,” tulis VP Amazon Robotics, Scott Dresser, di laman resmi About Amazon, dikutip Selasa (1/7/2025).

    Robot Amazon baru-baru ini dikirim ke pusat pemenuhan pesanan di Jepang. Amazon sendiri memiliki 300 fasilitas gudang alias warehouse di seluruh dunia.

    “Kami juga memperkenalkan model dasar AI generatif baru yang telah kami rancang untuk membuat seluruh armada robot kami lebih cerdas dan lebih efisien,” Dresser menambahkan.

    Model AI itu disebut ‘DeepFleet’, yakni sistem yang akan mengoordinasikan pergerakan robot di seluruh jaringan pemenuhan pesanan Amazon. Sistem ini diklaim mampu meningkatkan waktu tempuh armada robot Amazon hingga 10%. Dengan begitu, pengiriman paket ke pelanggan lebih cepat dan dengan biaya murah.

    DeepFleet dibangun menggunakan kumpulan data perusahaan yang lengkap dan ekstensif tentang pergerakan inventaris di dalam situsnya, serta memanfaatkan berbagai tool AWS, termasuk Amazon SageMaker.

    “Model ini memungkinkan kami untuk menyimpan lebih banyak produk dengan jarak dekat ke pelanggan, sehingga pengiriman menjadi lebih cepat dan murah. Selain itu, karena dibangun di atas AI yang belajar dan berkembang seiring waktu, model ini akan terus menemukan cara baru untuk mengoptimalkan cara kerja robot kami,” Amazon menjelaskan,” Dresser menjelaskan.

    Amazon mulai mengembangkan robot sebagai pekerja di warehouse sejak 2012. Kala itu, hanya satu jenis robot yang dapat memindahkan rak inventaris di seluruh lantai gudang.

    Kini, Amazon mengoperasikan armada robot yang beragam, dirancang untuk membuat pekerjaan karyawan lebih mudah dan aman, serta operasi lebih efisien.

    Robot Hercules Amazon dapat mengangkat dan memindahkan inventaris hingga 1.250 pon. Robot Pegasus Amazon menggunakan sabuk konveyor presisi untuk menangani paket-paket individual.

    Selanjutnya, robot Proteus yang merupakan robot bergerak pertama Amazon yang sepenuhnya otonom, dapat bergerak dengan aman di sekitar karyawan di area terbuka untuk memindahkan kereta dorong berat yang berisi pesanan pelanggan.

    “Robot-robot ini bekerja bersama karyawan kami, mengangkat beban berat dan tugas-tugas berulang sekaligus menciptakan peluang baru bagi operator garis depan kami untuk mengembangkan keterampilan teknis,” tulis Dresser.

    Badai PHK Gila-gilaan 

    Lantas, apakah inisiatif robot Amazon akan memperparah badai PHK karena peran manusia sudah tergantikan?

    Sebagai informasi, Amazon merupakan salah satu raksasa teknologi yang ‘rajin’ melakukan PHK dalam beberapa tahun terakhir. Data dari Statista menunjukkan Amazon merupakan perusahaan teknologi dengan tingkat PHK tertinggi pada periode 2020-2023.

    Sebanyak 27.410 karyawan Amazon dirumahkan dalam periode 2022-2023, melalui 6 gelombang PHK massal yang diumumkan perusahaan.

    Amazon juga beberapa kali mengumumkan PHK lanjutan sepanjang 2024-2025. Pada September 2024, Amazon mengumumkan PHK yang berdampak pada 15% pegawai di jenjang manajer dan kontributor.

    Digadang-gadang, angkanya mencapai 14.000, namun hal ini dibantah oleh juru bicara Amazon, Brad Glasser, dalam wawancara dengan Fast Company. Amazon tak mengungkap angka pasti karyawan yang terdampak.

    Di 2025, Amazon beberapa kali mengumumkan PHK. Antara lain dilaporkan pada Januari, Mei, dan Juni, yang berdampak pada beberapa karyawan lintas divisi.

    Dalam beberapa kesempatan, Amazon berdalih PHK dilakukan karena perusahaan sedang melakukan pembentukan kembali organisasinya. Kendati demikian, Amazon mengindikasikan bahwa penerapan robot sebagai pegawai bukan alasan untuk memangkas karyawan.

    “Sejak 2019, kami telah membantu meningkatkan keterampilan lebih dari 700.000 karyawan melalui berbagai inisiatif pelatihan, banyak yang berfokus pada penggunaan teknologi canggih. Faktanya, di pusat pemenuhan generasi berikutnya, yang diluncurkan akhir tahun lalu di Shreveport, Louisiana, robotika canggih membutuhkan 30% lebih banyak karyawan dalam peran keandalan, pemeliharaan, dan teknik,” Dresser menuturkan.

    Kombinasi pencapaian 1 juta robot dan DeepFleet menunjukkan dinilai Amazon sebagai permulaan masa depan yang menarik. Robotika dan AI disebut akan bekerja sama untuk menata kembali proses pemenuhan dan pengiriman paket ke konsumen.

    “Ini baru permulaan. Seiring dengan makin banyaknya data yang dipelajari DeepFleet, perusahaan ini akan terus menjadi lebih cerdas dan mampu mendorong efisiensi yang lebih mendalam, membuka lebih banyak pilihan yang lebih dekat dengan pelanggan, dan menata ulang apa yang mungkin dilakukan dalam logistik robotik. Saya tidak sabar untuk berbagi lebih banyak tentang ke mana perjalanan ini akan membawa kita,” Dresser memungkasi.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Heat Dome Terasa Lebih Membara dan Bertahan Lama Karena Kondisi Arktik

    Heat Dome Terasa Lebih Membara dan Bertahan Lama Karena Kondisi Arktik

    Jakarta

    Penelitian terbaru menunjukkan, pemanasan global yang cepat di Kutub Utara menyebabkan cuaca ekstrem di musim panas yang berlangsung lama, seperti suhu terik di wilayah AS yang membara di bulan ini.

    Dikutip dari Scientific American, suhu di AS bagian timur akhirnya turun saat heat dome yang ganas mulai mereda. Namun, panas terik di awal musim panas akan semakin sering terjadi di tahun-tahun mendatang.

    “Hal itu karena gelombang panas di AS minggu ini, yang memecahkan rekor suhu berusia seabad di beberapa wilayah, jelas dipengaruhi oleh perubahan iklim,” kata para ilmuwan.

    Heat dome hanyalah salah satu konsekuensi dari pola cuaca ‘macet’ yang meningkat seiring dengan pemanasan planet ini. Sebuah studi terkini, yang diterbitkan pada 16 Juni di jurnal ilmiah Proceedings of the National Academy of Sciences, memperingatkan tentang meningkatnya bahaya pola cuaca jangka panjang tersebut, yang dapat memicu tidak hanya gelombang panas tetapi juga hujan lebat dan banjir.

    Studi lainnya menunjukkan bahwa fenomena di balik cuaca ekstrem tersebut mungkin memiliki asal yang mengejutkan: pemanasan cepat, ratusan kilometer jauhnya, yakni di Kutub Utara yang dingin.

    Para peneliti dari University of Pennsylvania dan Lawrence Berkeley National Laboratory menyelidiki pola atmosfer alami yang dikenal sebagai gelombang planet. Arus udara yang goyang ini berkelok-kelok naik turun saat mengitari dunia, dan saat menguat, terkadang menyebabkan badai atau heat dome yang bertahan di tempat selama berhari-hari.

    Studi tersebut mengamati frekuensi ‘peristiwa resonansi’ gelombang planet, atau intensifikasi sementara. Mereka menemukan bahwa pola atmosfer yang terhenti seperti ini telah meningkat tiga kali lipat selama 70 tahun terakhir. Pada saat yang sama, cuaca musim panas yang ekstrem, seperti gelombang panas dan banjir, juga semakin umum terjadi.

    “Model iklim telah lama meramalkan bahwa pola-pola ini akan lebih sering terjadi seiring perubahan iklim. Namun, penelitian baru ini adalah yang pertama menunjukkan bahwa hal itu sudah terjadi,” kata para penulis.

    Meski begitu, penyebab pasti dari peristiwa gelombang planet ini masih menjadi topik penelitian yang aktif. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemanasan cepat di Kutub Utara – yang memanas empat kali lebih cepat daripada bagian dunia lainnya, mengubah atmosfer dengan cara yang menggeser aliran jet ke selatan dan memengaruhi gelombang planet.

    Penelitian lain menunjukkan bahwa pemanasan tropis sebenarnya dapat menarik aliran jet ke arah kutub. Dan beberapa peneliti mengatakan gelombang planet mungkin terpengaruh oleh tarik-menarik antara kedua pengaruh ini.

    Model komputer tidak selalu mampu mensimulasikan respons fisik ini secara penuh, sehingga menjadikannya subjek yang sulit untuk dipelajari. Para ilmuwan telah menyelidiki dampak fisik pasti dari pemanasan global pada pola sirkulasi atmosfer selama bertahun-tahun.

    Pemanasan Arktik Berperan

    Namun, studi baru ini menambah bukti bahwa pemanasan Arktik berperan. Studi ini menunjukkan bahwa periode suhu yang lebih hangat di lintang tinggi dikaitkan dengan peningkatan peristiwa resonansi gelombang planet.

    Studi ini juga menunjukkan bahwa kontras global yang semakin besar antara suhu daratan dan suhu lautan, karena daratan memanas lebih cepat daripada air di seluruh dunia, juga berperan.

    Penelitian ini menunjukkan bahwa peristiwa lain juga memiliki pengaruh. Peristiwa El Niño yang kuat, yang menyebabkan suhu menghangat di Samudra Pasifik, juga tampaknya mendorong lonjakan sementara dalam peristiwa gelombang planet yang menghambat cuaca.

    Singkatnya, banyak faktor, baik yang disebabkan oleh alam maupun manusia, berperan. Namun, perubahan iklim merupakan pengaruh yang pasti, demikian catatan penelitian tersebut, yang memperingatkan bahwa cuaca musim panas yang ekstrem akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya suhu global. Penelitian lain juga menunjukkan jejak perubahan iklim pada suhu panas terkini.

    Climate Central, sebuah organisasi nirlaba di bidang sains dan komunikasi iklim, telah mengembangkan metrik ilmiah yang dikenal sebagai Indeks Pergeseran Iklim yang mengevaluasi pengaruh pemanasan global terhadap suhu di seluruh dunia.

    Alat tersebut memperkirakan bahwa suhu tinggi di sebagian besar wilayah timur AS selama beberapa hari terakhir setidaknya lima kali lebih mungkin terjadi karena perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia.

    “Luasnya heat dome awal musim panas di Amerika Serikat ini sungguh luar biasa,” kata ilmuwan Climate Central Zachary Labe dalam sebuah pernyataan.

    “Ini adalah pengingat yang jelas bahwa perubahan iklim membuat gelombang panas yang berbahaya dan menindas ini jauh lebih mungkin terjadi, yang memengaruhi jutaan orang,” jelasnya.

    (rns/rns)

  • Tragedi WNA Brasil jadi pelajaran tata wisata lebih nyaman

    Tragedi WNA Brasil jadi pelajaran tata wisata lebih nyaman

    Pemprov NTB untuk lebih meningkatkan upaya perlindungan dan keamanan bagi setiap wisatawan yang berkunjung ke provinsi ini.

    Mataram (ANTARA) – Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Baiq Isvie Rupaeda berharap tragedi kematian WNA Brasil Juliana Marins akibat terjatuh di Gunung Rinjani hendaknya menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk menata pariwisata setempat menjadi lebih aman dan nyaman.

    “Semoga ini menjadi pembelajaran buat kita untuk menata lebih baik lagi tempat wisata yang kini menjadi perhatian masyarakat, baik nasional maupun internasional,” kata Baiq Isvie Rupaeda di Mataram, Senin.

    Isvie menyampaikan dukacita mendalam atas insiden tersebut.

    Ia mengapresiasi kinerja sejumlah pihak yang turut terlibat aktif untuk membantu pencarian dan evakuasi Juliana meski tim evakuasi sempat mengalami kendala adanya cuaca buruk, termasuk kabut tebal dan badai.

    Kendati demikian, lokasi Juliana baru berhasil ditemukan pada hari Senin (23/6) di kedalaman sekitar 600 meter.

    “Atas nama pimpinan DPRD NTB kami berterima kasih kepada tim SAR gabungan mulai Basarnas, TNI/Polri, Pemprov NTB, dokter forensik RS Bali Mandara Bali, serta dua pendaki profesional menggunakan helikopter dan drone thermal untuk mencari korban hingga diketemukan,” katanya.

    “Jajaran pemprov dan pemkab juga harus berkolaborasi untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan wisatawan selama berada di NTB,” katanya.

    Pewarta: Nur Imansyah
    Editor: D.Dj. Kliwantoro
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • 2 Insiden Batik Air dalam Sehari, Ada Apa? – Page 3

    2 Insiden Batik Air dalam Sehari, Ada Apa? – Page 3

    Pesawat Batik Air rute Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) menuju Bandara Silampari di Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel) terpaksa putar balik ke bandara asal akibat cuaca buruk yang dapat mengganggu keselamatan saat hendak mendarat di tujuan. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 28 Juni 2025 kemarin.

    Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Lukman F Laisa mengatakan, pesawat Batik Air tersebut mengalami kendala saat hendak melakukan pendaratan di Bandara Silampari, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, sehingga kembali mendarat di Bandara Seotta di Tangerang, Banten.

    Pesawat yang mengangkut 141 penumpang tersebut dijadwalkan tiba pukul 15.20 WIB. Namun karena kondisi tidak kunjung membaik meski sempat dilakukan prosedur go around dan holding, pilot akhirnya memutuskan untuk kembali ke Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 15.40 WIB.

    Keputusan tersebut diambil demi keselamatan penerbangan dan telah sesuai dengan standar prosedur penerbangan internasional.

    Berdasarkan data meteorologi dari pengamatan cuaca Bandara Silampari, pada pukul 15.30 WIB, dilaporkan kondisi Jarak pandang hanya 1000 meter dan hujan badai dengan intensitas lebat serta terdapat awan Cumulonimbus (CB) di atas area bandara.

    “Kondisi tersebut menyebabkan cuaca berada di bawah ambang minimum untuk proses pendaratan. Pilot sempat melakukan prosedur go around dan holding sambil menunggu kemungkinan perbaikan cuaca,” jelasnya.

    Namun, lanjut Lukman, karena situasi tidak menunjukkan perubahan signifikan, atas pertimbangan keselamatan penerbangan, pilot memutuskan untuk putar balik ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 15.40 WIB.

  • Viral Batik Air Mendarat Miring di Soetta, Terungkap Kronologi Lengkap dan Biang Keroknya

    Viral Batik Air Mendarat Miring di Soetta, Terungkap Kronologi Lengkap dan Biang Keroknya

    PIKIRAN RAKYAT – Sebuah video pesawat Batik Air mendarat dengan posisi miring di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, viral di media sosial akhir pekan ini. Tayangan tersebut ramai diperbincangkan publik karena memperlihatkan manuver pendaratan dramatis yang hampir membuat sayap pesawat menyentuh landasan.

    Akun Instagram @velljet.vjt menjadi salah satu yang pertama kali mengunggah momen tersebut. Dalam video, terlihat badan pesawat condong miring ke salah satu sisi di tengah guyuran hujan lebat dan tiupan angin kencang.

    “Batik Air sampai mendarat miring banget sampai mesin sebelah hampir menyentuh runway,” ucap akun tersebut dalam keterangan video.

    Cuaca Buruk Jadi Penyebab Utama

    Pihak Batik Air buka suara menjelaskan kronologi insiden tersebut. Corporate Communications Strategic Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, mengatakan pesawat dengan registrasi PK-LDJ memang melakukan pendaratan saat cuaca buruk.

    “Pendaratan pesawat berlangsung dalam kondisi aman dan telah mengikuti seluruh prosedur operasional standar penerbangan,” ujar Danang, Minggu 29 Juni 2025.

    Danang menjelaskan bahwa saat pesawat mendekati landasan pacu, terjadi peningkatan kecepatan angin dari arah samping (crosswind). Kecepatan angin di permukaan landasan sempat bertambah meskipun arahnya tetap stabil. Meski demikian, limitasi kecepatan angin tidak dilanggar sehingga pesawat masih dinilai aman untuk mendarat.

    “Perlu kami sampaikan bahwa secara limitasi (batas maksimal) kecepatan angin, tidak ada yang dilanggar, sehingga pesawat tetap dalam kondisi aman untuk mendarat,” ucap Danang.

    Pesawat Dinyatakan Aman Terbang

    Sesaat setelah mendarat, tim teknisi Batik Air langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh pada pesawat. Hasilnya, tidak ditemukan kerusakan. Pesawat pun dinyatakan laik terbang untuk melanjutkan operasional.

    “Kami terus berkomitmen menjalankan prosedur sesuai standar keselamatan penerbangan yang berlaku,” ucap Danang.

    Putar Balik di Rute Lain Akibat Cuaca Buruk

    Pada hari yang sama, Batik Air juga menghadapi tantangan cuaca di rute lain. Kementerian Perhubungan mengonfirmasi bahwa pesawat Batik Air rute Soekarno-Hatta menuju Bandara Silampari, Lubuklinggau, terpaksa kembali ke bandara asal akibat cuaca ekstrem di tujuan.

    Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa menjelaskan pesawat yang membawa 141 orang tersebut awalnya dijadwalkan tiba di Lubuklinggau pukul 15.20 WIB. Namun, jarak pandang di Bandara Silampari hanya 1.000 meter dengan hujan badai disertai awan cumulonimbus di atas area bandara.

    “Kondisi tersebut menyebabkan cuaca berada di bawah ambang minimum untuk proses pendaratan. Pilot sempat melakukan prosedur go around dan holding sambil menunggu kemungkinan perbaikan cuaca,” kata Lukman.

    Namun, situasi cuaca tak kunjung membaik sehingga pilot memutuskan Return to Base (RTB) ke Soekarno-Hatta. Penerbangan pengganti kemudian berhasil berangkat kembali dan mendarat dengan aman di Silampari pukul 19.22 WIB.

    “Berdasarkan laporan terakhir yang diterima Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, pesawat Batik Air ID 6820 kembali diberangkatkan dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 18.05 WIB dan mendarat dengan selamat dan aman di Bandara Silampari pukul 19.22 WIB,” tutur Lukman.***

  • Waspada! Tetangga RI Ini Bakal Kena Hantam ‘Bom Cuaca’

    Waspada! Tetangga RI Ini Bakal Kena Hantam ‘Bom Cuaca’

    Jakarta, CNBC Indonesia – Tetangga RI yakni Australia diprediksi akan ditimpa ‘bom cuaca’ pada pekan depan. Badai musim ini bahkan dinilai bisa menjadi East Coast Low (ECL) pertama dalam tiga tahun terakhir, yang berpotensi menimbulkan kombinasi hujan lebat, angin kencang, dan ombak yang merusak.

    Adapun wilayah yang akan merasakan dampak ‘bom cuaca’ paling buruk ini adalah New South Wales. Namun, hal ini akan terasa sampai pada pesisir pantau hingg timur Victoria hingga utara Queensland yang beriklim tropis.

    Mengutip ABCNews, ketika sistem tekanan rendah berubah dari tidak ada menjadi badai dahsyat hanya dalam waktu satu hari, para ahli meteorologi menamakannya sebagai “siklon bom”, atau sistem yang mengalami “bombogenesis”.

    Ungkapan “bom” disebabkan oleh kecepatan perkembangannya yang eksplosif, namun penggunaannya hanya terbatas pada sistem di mana penurunan tekanannya melebihi tingkat tertentu berdasarkan garis lintang.

    Untuk Laut Tasman, penurunan tekanan sentral yang diperlukan dalam periode 24 jam berkisar antara 18 hektopascal (hPa) di dekat Tasmania hingga 14 hPa di dekat perbatasan Queensland-NSW.

    Adapun titik terendah minggu depan diprediksi oleh pemodelan akan semakin dalam antara 22 hPa dan 24 hPa dalam satu hari – dengan mudah melewati kriteria bom cuaca.

    Mengingat definisi di atas hanya didasarkan pada tekanan, istilah “bom hujan” yang tidak masuk akal menjadi kekeliruan yang tidak masuk akal, tidak memiliki validitas ilmiah.

    (pgr/pgr)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Penjelasan Ilmiah Mengapa Kita Terjatuh di Gunung

    Penjelasan Ilmiah Mengapa Kita Terjatuh di Gunung

    Jakarta, CNBC Indonesia – Mendaki sebuah gunung harus disertai dengan persiapan yang matang, tak bisa dipungkiri terdapat berbagai risiko pendakian mengintai seperti terjatuh di gunung.

    Kasus terbaru, seorang pendaki asal Brasil yakni Juliana Marins tewas dalam pendakiannya di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kasus Juliana tersebut memperingatkan semua orang yang akan melakukan pendakian untuk terus waspada saat mendaki gunung.

    Melansir Outside Online, terdapat sekitar 40 juta orang per tahun mengunjungi ketinggian di atas 6.500 kaki di Pegunungan Alpen setiap tahun. Sebagian besar dari mereka ada di sana untuk mendaki, beberapa dengan pengalaman yang sangat sedikit dan kondisi fisik yang buruk. Angka-angka belaka berarti bahwa meskipun hiking relatif aman, jumlah kecelakaan dengan kemungkinan rendah bertambah.

    Sebagai contoh, sebuah studi tentang kecelakaan gunung di Prancis tahun lalu menemukan bahwa hanya 4% kecelakaan pendakian di jalur di mana penyelamatan gunung disebut mengakibatkan kematian.

    Sebagai perbandingan, 15% panggilan hiking off-trail, 20% panggilan pendakian gunung salju, 35% panggilan air putih, dan 47% panggilan BASE-jumping melibatkan kematian.

    Tetapi karena perbedaan partisipasi, hiking sebenarnya adalah penyebab keseluruhan utama kematian terkait olahraga di Swiss, menyumbang 25% dari total, dibandingkan dengan 17 persen untuk pendakian gunung, 8% untuk tur ski, 2,7% untuk panjat tebing, dan hanya 1,8% untuk BASE jumping.

    Lantas bagaimana risiko terjatuh saat mendaki gunung?

    Menurun lebih berisiko. Lebih dari 75% jatuh terjadi selama penurunan, dibandingkan dengan 20% pada pendakian dan 5% pada tanah datar.

    Beberapa faktor mungkin berkontribusi terhadap hal ini: Anda bergerak lebih cepat di menuruni bukit, Anda memukul paha depan Anda dengan kontraksi otot eksentrik yang tidak dikenal, Anda mungkin telah minum bir di pondok puncak, dan Anda sudah lelah dari pendakian.

    Kondisi eksternal bukanlah faktor yang besar. Kecelakaan yang kita bicarakan di sini sebagian besar bukanlah klise dari pendaki bodoh yang berkeliaran di jalan setapak saat senja dalam kabut tebal atau badai hujan lebat. Faktanya, 90% kecelakaan terjadi saat cuaca baik, tanpa curah hujan, kabut, atau kegelapan. Selain itu, 81% kecelakaan terjadi di jalan setapak atau jalan setapak yang ditandai, meskipun jalan setapak itu melewati medan berbatu dalam 61% kasus. Untuk sebagian besar, para pendaki melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan ketika mereka jatuh.

    Kasus fatal lebih banyak terjadi pada laki-laki. Faktanya, wanita menyumbang lebih dari setengah kecelakaan secara keseluruhan-tetapi mereka cenderung tidak mengalami kecelakaan serius. Wanita memiliki 55% kecelakaan yang tidak fatal, tetapi hanya 28% yang fatal. Pria secara signifikan lebih mungkin mengalami kecelakaan hiking di luar jalur daripada wanita.

    Kasus Juliana Marins

    Juliana diduga jatuh di Danau Segara Anak, tepatnya di sekitar titik Cemara Nunggal, pada Sabtu (21/6) pagi. Insiden nahas itu terjadi saat Juliana hendak menuju puncak Gunung Rinjani.

    Pada Senin, 23 Juni 2025, Tim SAR Gabungan terus melanjutkan proses evakuasi terhadap Juliana. Pukul 06.30 WITA, korban berhasil terpantau menggunakan drone, dalam posisi tersangkut di tebing batu pada kedalaman ±500 meter dan secara visual dalam keadaan tidak bergerak.

    “Dua personel rescue diturunkan untuk menjangkau lokasi korban dan mengecek titik pembuatan anchor kedua di kedalaman ±350 meter. Namun, setelah observasi, ditemukan dua overhang besar sebelum bisa menjangkau korban membuat pemasangan anchor tidak memungkinkan, Tim rescue harus melakukan climbing untuk bisa menjangkau korban,” tulis Balai TN Gunung Rinjani.

    Evakuasi ini menghadapi medan ekstrem dan cuaca dinamis, kondisi kabut tebal mempersempit pandangan dan meningkatkan risiko. Demi keselamatan, tim rescue ditarik kembali ke posisi aman.

    Pukul 14.30 WITA, rapat evaluasi digelar via Zoom bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. Gubernur berencana meminjam helikopter milik PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) untuk mempercepat proses penyelamatan.

    “Lakukan kemampuan terbaik kita, termasuk kemungkinan rescue melalui airlifting menggunakan helikopter dengan pilot spesifikasi airlifter. Supaya tidak kehilangan golden time (72 jam) penyelamatan,” ujar Iqbal dalam rapat koordinasi virtual, dikutip dari Detikcom.

    Kepala Kantor Basarnas Mataram secara teknis menjelaskan proses evakuasi mempergunakan helikopter dimungkinkan namun harus dipastikan spesifikasi helikopter paling tidak memiliki Hois untuk air lifting dan cuaca yang sangat cepat berubah juga mempengaruhi bisa tidaknya proses evakuasi mempergunakan helikopter.

    (fsd/fsd)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Juliana Marins Tewas di Rinjani, Netizen Brasil Salahkan Indonesia

    Juliana Marins Tewas di Rinjani, Netizen Brasil Salahkan Indonesia

    Jakarta

    Insiden tragis yang menimpa Juliana Marins, pendaki asal Brasil berusia 26 tahun yang jatuh ke jurang sedalam ratusan meter di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Sabtu (21/6/2025), telah memicu polemik sengit di media sosial antara netizen Indonesia dan Brasil.

    Kejadian ini tidak hanya menjadi sorotan dunia pendakian, tetapi juga memunculkan ketegangan di dunia maya, terutama setelah video drone yang menunjukkan Juliana masih hidup pasca-jatuh menjadi viral, memicu kemarahan netizen Brasil atas lambatnya penyelamatan selama dua hari.

    Kronologi Insiden dan Video Drone yang Viral

    Juliana Marins terjatuh di area Cemara Nunggal, jalur menuju puncak Rinjani, sekitar pukul 06.30 WITA saat mendaki melalui jaluransi. Lokasi tersebut dikenal ekstrem dengan lereng curam dan berbatu, ditambah kondisi cuaca berkabut tebal.

    Menurut laporan, Juliana sempat meminta istirahat karena kelelahan. Namun karena jadwal pendakian yang ketat dan cuaca yang tidak menentu, rombongan melanjutkan perjalanan.

    Sekitar pukul 09:40 WITA, otoritas Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menerima laporan insiden, dan tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, TNGR, BPBD, hingga relawan dikerahkan.

    Pada Sabtu sore, drone yang dioperasikan oleh turis Spanyol merekam Juliana masih hidup, terlihat duduk dan bergerak di tanah berabu kelabu, sekitar 300 meter di bawah jalur pendakian. Rekaman ini, yang menyebar luas di media Brasil, menunjukkan Juliana dalam kondisi terluka namun sadar, memicu harapan keluarga dan netizen Brasil.

    Namun, tim SAR yang turun hingga 300 meter pada hari itu gagal menemukannya karena kabut tebal dan medan berbahaya. Pada Minggu pagi (22/6/2025), drone menunjukkan Juliana tidak lagi di lokasi awal, diduga tergelincir lebih jauh ke jurang. Hingga Senin (23/6/2025), drone thermal mendeteksi Juliana pada kedalaman 500 meter, namun dalam kondisi tak bergerak. Baru pada Selasa (24/6/2025), tim SAR mencapai korban dan memastikan Juliana telah meninggal dunia.

    Tanggapan Netizen Indonesia dan Upaya Pemerintah

    Foto: dok. SAR Mataram

    Netizen Indonesia membela tim SAR, menyoroti tantangan medan Rinjani yang ekstrem. Pengguna X, @faiueo__, menulis, “Netizen Brasil menyalahkan SAR Indo, padahal tebing curam 500 meter di Rinjani dengan kabut tebal dan badai bukan mainan!”.

    Akun @MurtadhaOne1 menambahkan, “Brasil marah soal penyelamatan lamban, tapi Juliana ditemukan tewas setelah tiga hari tanpa air di medan vertikal. Ini bukan soal kemauan, tapi kondisi!”.

    Netizen Indonesia juga menegaskan bahwa drone tidak bisa mengangkut logistik berat karena risiko angin kencang, seperti ditulis @HjHitler, “Drone perekam tidak kehabisan daya, tapi drone logistik butuh spesifikasi khusus. Ini yang netizen Brasil tidak paham!”.

    Pemerintah Indonesia menegaskan upaya maksimal. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni berkoordinasi dengan Basarnas, Kapolda NTB, dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, yang meminta bantuan helikopter dari PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), meski cuaca buruk membatasi operasi.

    Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memerintahkan penguatan SOP destinasi ekstrem, menyampaikan duka cita, dan menjamin komunikasi transparan dengan keluarga Juliana serta Kedutaan Brasil. Kepala Balai TNGR, Yarman Wasur, menutup jalur Sembalun mulai 24 Juni 2025 untuk memfokuskan evakuasi.

    Basarnas mengerahkan tim elit Basarnas Special Group (BSG) dengan peralatan vertikal, meski dua overhang besar di tebing menyulitkan pemasangan anchor.

    Kemarahan Netizen Brasil

    Evakuasi Juliana di Rinjani. Foto: (dok. Istimewa)

    Video drone yang menunjukkan Juliana masih hidup pasca-jatuh memicu kemarahan netizen Brasil, yang menilai Indonesia lalai karena tidak segera menyelamatkan korban selama dua hari.

    Akun Instagram Presiden Prabowo Subianto (@prabowo) dan @presidenrepublikindonesia dibanjiri ribuan komentar, dengan tagar #savejuliana dan seruan “Salvem a Juliana”.

    Seorang netizen Brasil di X, @fodiida menulis, “Juliana TIDAK mati karena jatuh! Drone merekam dia masih hidup, duduk, meski terluka. Indonesia negligen, jika cepat bertindak, dia bisa selamat!”

    Netizen lain, @ladyhepburns mengkritik, “Indonesia bisa pakai drone untuk merekam tubuh Juliana, tapi tidak untuk mengirim air atau makanan pada 300 meter? Cuaca buruk cuma alasan!”

    Banyak netizen Brasil menyoroti bahwa Juliana terlantar tanpa makanan, air, atau pakaian hangat di suhu dingin dan kabut tebal selama lebih dari 60 jam.

    @rekiwrs menulis, “Mereka bilang tidak bisa kirim air dengan drone karena takut Juliana bergerak dan jatuh lagi, tapi dia tetap tergelincir! Juliana mati karena kelalaian, bukan jatuh!”

    Komentar serupa dari @_laeasy_ menyebut, “Drone menunjukkan Juliana tak bergerak, tapi Indonesia gagal menjangkau. 100% salah Indonesia!”.

    Keluarga Juliana, melalui akun @resgatejulianamarins, juga menyatakan kekecewaan, menyebut tim SAR hanya maju 250 meter dalam sehari dan mundur saat 350 meter lagi mendekati Juliana, meski drone terus memantau.

    Halaman 2 dari 3

    (afr/afr)