Tag: Badai

  • Diterjang Badai Tengah Malam, 2 Nelayan Mentawai Diselamatkan SAR

    Diterjang Badai Tengah Malam, 2 Nelayan Mentawai Diselamatkan SAR

    Padang, Beritasatu.com– Operasi penyelamatan dramatis dilakukan Tim SAR gabungan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, terhadap dua nelayan yang kapalnya mati mesin dan terombang-ambing di tengah laut di perairan Gosong, Dusun Mappadegat, Kecamatan Sipora Utara. Evakuasi berlangsung ekstrem di tengah gelombang setinggi 2,5 meter dan badai angin kencang hingga 20 knot.

    Perahu jenis long boat yang digunakan kedua nelayan dilaporkan mengalami kerusakan mesin dan tak bisa kembali ke daratan. Mendapat laporan tersebut, Kantor SAR Mentawai langsung menerjunkan satu unit perahu karet bermesin Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk menjangkau lokasi.

    Namun cuaca ekstrem menyulitkan akses penyelamatan. Gelombang tinggi dan badai membuat RIB tidak mampu menembus titik koordinat kapal nelayan. Operasi pun dialihkan menggunakan KN SAR Ramawijaya yang diberangkatkan dari Tuapeijat menuju lokasi sejauh 2,5 mil laut.

    “Kami tiba di lokasi sekitar pukul 00.30 WIB dini hari, Sabtu 26 Juli 2025, setelah menembus gelombang tinggi. Proses evakuasi cukup menantang karena cuaca kembali memburuk saat tim melakukan penyelamatan,” ujar Kepala Kantor SAR Mentawai, Rudi, Sabtu (26/7/2025).

    Kedua nelayan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat meski mengalami kedinginan akibat terlalu lama terpapar angin dan ombak. Setelah berhasil diangkat ke kapal penyelamat, keduanya langsung dibawa ke Pelabuhan Tuapeijat untuk pemeriksaan kesehatan awal.

    “Syukurlah keduanya stabil. Namun ini jadi peringatan penting bagi seluruh nelayan dan pelaku pelayaran di Mentawai agar lebih waspada,” kata Rudi.

    Ia juga mengimbau masyarakat pesisir dan operator kapal untuk selalu memantau informasi cuaca sebelum melaut, mengingat dalam beberapa pekan terakhir cuaca ekstrem masih mengancam kawasan perairan Sumatera Barat, terutama Mentawai.

    Operasi ini menegaskan kembali pentingnya kesiapsiagaan dan profesionalitas tim SAR di tengah kondisi cuaca yang terus berubah akibat anomali iklim laut.

  • Neraka Bocor Muncul di Mana-mana, Warga Rasakan Panas Mendidih!

    Neraka Bocor Muncul di Mana-mana, Warga Rasakan Panas Mendidih!

    Jakarta, CNBC Indonesia – Dampak perubahan iklim makin terasa nyata. Pasalnya, gelombang panas ekstrem tengah melanda berbagai belahan dunia saat ini. Mulai dari wilayah Timur Tengah sampai ke Asia hingga Eropa, suhu udara tengah mengalami lonjakan yang cukup signifikan hingga di beberapa daerah mencatatkan rekor terpanasnya.

    Hal ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran terhadap kenyamanan dan juga Kesehatan terhadap masyarakat global. Tak hanya itu, kekurangan air pun menjadi masalah tambahan di kala dunia sedang menghadapi gelombang panas ekstrem ini.

    Berapa Negara Tengah Menghadapi Ancaman Serius

    Di Iran misalnya, tengah menghadapi badai panas disertai krisis air yang membuat situasi kian genting. Suhu udara di beberapa wilayah tercatat melampaui 50°C sementara di ibu kota Tehran suhu udara menunjukkan angka 40°C pada 20 Juli 2025. Pemerintah Iran bahkan menetapkan hari libur nasional di Provinsi Tehran guna mengurangi penggunaan listrik dan air.

    Krisis air yang melanda Sebagian besar wilayah Selatan Iran ini diperparah oleh kesalahan kelola pada air tanah dan ditambah terjadinya penurunan curah hujan berkepanjangan. Pihak otoritas Iran telah menyerukan untuk melakukan penghematan air setidaknya hingga 20%, karena waduk utama yang menyuplai air bersih ke Tehran kini berada pada level terendah dalam satu abad terakhir.

    Sementara itu, Korea Selatan juga tengah menghadapi gelombang panas. Badan Meteorologi Korea (KMA) tengah mengeluarkan peringatan gelombang panas ekstrem untuk seluruh wilayah Seoul pada Kamis (24/7/2025) hal ini menjadikan ibu kota Korea Selatan tersebut kembali di bawah status peringatan suhu panas setelah sempat mereda selama 11 hari.

    Menurut Badan Meteorologi Korea (KMA), peringatan gelombang panas diterbitkan setelah KMA memperikarakan suhu udara akan tetap berada diatas 35 derajat Celsius selama lebih dari dua hari. Kam juga turut memperkirakan bahwa udara panas dapat menyebabkan kerusakan berskala besar.

    Saat ini, dari 183 zona cuara daratan di Korea Selatan, sebanyak 126 zona atau sekitar 69% sedang berada di dalam status peringatan gelombang panas. Sementara 51 zona atau sekitar 28% berada dalam status waspada.

    Selain Korea, Yunani juga tengah Bersiap menghadapi gelombang panas ekstrem yang dimulai pada pekan ini, suhu udara diproyeksikan akan mencapai sekitar 43 derajat Celsius. Kondisi ini mendorong pemerintah Yunani dalam mengambil langkah-langkah untuk melindungi keamanan Masyarakat, terutama pada pekerja yang bekerja di luar ruangan.

    Menurut Layanan Meteorologi Nasional Yunani (EMY), wilayah daratan utama Yunani menjadi daerah yang paling terdampak, dengan wilaya Makedonia Tengah dan Thessaly diperkirakan akan mencatatkan suhu tertinggi masing-masing 42 hingga 43 derajat Celsius.

    Sementara itu, di Athena dan Thessaloniki diperkirakan suhu udara akan berkisar antara 39 hingga 40 derajat Celsius. Serta di pulau-pulai Aegea bagian timur dan wilayah Dodecanese suhu udara juga bisa mencapai 40 derajat Celsius.

    Christos Giannaros, seorang ahli meteorologi di Observatorium Nasional Athena, menyampaikan kepada stasiun televisi negara ERT bahwa tubuh manusia kesulitan mengatur suhu dalam kondisi panas ekstrem seperti ini. Hal tersebut dapat mengganggu fungsi fisiologis penting. Gejala stres panas dapat berupa sakit kepala, pusing, keringat berlebihan, mual, muntah, serta detak jantung cepat namun lemah.

    China pun juga tengah menghadapi hal yang sama, menurut laporan dari badan meterologi China, saat ini sedang terjadi kenaikan suhu udara ekstrem yang bahkan memecahkan rekor terpanas nya pada Maret 2025 lalu.

    Suhu udara mencapai 40 derajat Celsius sejak pertengahan Juli ini. Di beberapa provinsi seperti Hubei dan Hunan suhu udara bahkan mencapai tertingginya yakni 50 derajat Celsius pada minggu lalu.

    Kenaikan suhu udara di China ini juga menciptakan permasalahan baru yakni melonjaknya permintaan listrik ke level tertinggi dalam sejarah, hingga menembus 1,5 miliar kilowatt. Kenaikan penggunaan Listrik ini seiring dengan meningkatnya penggunaan AC dan kipas angin untuk mengatasi kenaikan suhu udara.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Badai Pasti Berlalu, Pemerintah Yakin Penjualan Mobil Segera Bangkit

    Badai Pasti Berlalu, Pemerintah Yakin Penjualan Mobil Segera Bangkit

    Jakarta

    Penjualan mobil di Indonesia tahun ini anjlok. Penyebabnya, daya beli masyarakat sedang melemah. Meski begitu, pemerintah yakin masyarakat bakal mengeluarkan uangnya lagi untuk belanja mobil baru.

    Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil secara wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer) pada semester I tahun 2025 tercatat sebanyak 374.740 unit. Angka itu turun 8,6 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Dari retail sales (dari dealer ke konsumen) penjualan mobil semester I tahun ini hanya sebanyak 390.467 unit, turun 9,7 persen dari tahun lalu.

    Merosotnya penjualan mobil di Indonesia ini dilandasi faktor ekonomi dan daya beli masyarakat yang tengah merosot.

    “Saya minta kepada pelaku industri untuk have trust, percaya kepada pasar Indonesia. Sekarang memang kita sedang mengalami kesulitan, daya beli rendah, tapi saya percaya tidak terlalu lama lagi masyarakat Indonesia akan kembali membeli alat transportasi termasuk otomotif,” kata Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dalam upacara pembukaan GIIAS 2025 di ICE, BSD, Tangerang, Kamis (24/7/2025).

    Menurut Agus, pasar otomotif Indonesia masih potensial. Sebab, rasio kepemilikan kendaraan di Indonesia dibandingkan populasinya masih jauh di bawah negara lain.

    “Berdasarkan data Vehicles in Use pada tahun 2024 yang dirilis oleh International Organization of Motor Vehicle Manufacturers, Indonesia sebagai negara yang memiliki populasi terbesar di ASEAN, rasio kepemilikan kendaraannya 99 unit per 1.000 orang. Angka ini jauh di bawah Malaysia yang 490 unit, Thailand 275 unit, Singapura 211 unit (per 1.000 orang),” beber Agus.

    “Tapi menariknya, Indonesia tetap mencatat sebagai negara yang penjualan alat transportasinya terbesar di ASEAN, walaupun rasionya rendah sekali. Ini membuktikan potensi yang besar terhadap pertumbuhan pasar otomotif nasional dalam jangka panjang,” lanjut Agus.

    (rgr/din)

  • Negara Wajib Lindungi Iklim atau Dianggap Langgar Hukum

    Negara Wajib Lindungi Iklim atau Dianggap Langgar Hukum

    Den Haag

    Mahkamah Internasional (ICJ) menyatakan bahwa lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan adalah hak asasi manusia. Kegagalan negara dalam melindungi planet ini dari dampak perubahan iklim dapat dianggap sebagai pelanggaran hukum internasional.

    ICJ menegaskan bahwa negara memiliki kewajiban hukum untuk melindungi hak asasi warga dari dampak perubahan iklim, demi generasi sekarang dan mendatang. Presiden ICJ, Yuji Iwasawa, menyebut emisi gas rumah kaca sebagai ancaman eksistensial yang disebabkan oleh aktivitas manusia dan berdampak lintas batas.

    Ia menekankan pentingnya kerja sama antarnegara dan target iklim nasional yang ambisius.

    Vishal Prasad dari Pacific Islands Students Fighting Climate Change menyambut putusan ini sebagai “jalur hidup” bagi negara-negara kecil yang paling terdampak, dan menilai keputusan ICJ sebagai langkah penting menuju akuntabilitas global.

    Mary Robinson, mantan Komisaris Tinggi HAM PBB dan anggota The Elders, menyebut putusan ICJ sebagai “alat baru yang ampuh” untuk melindungi umat manusia dari dampak perubahan iklim.

    “Ini adalah hadiah dari Pasifik dan para pemuda dunia untuk komunitas global. Sebuah titik balik hukum yang dapat mempercepat langkah menuju masa depan yang lebih adil dan aman,” kata Mary Robinson.

    Kasus terbesar dalam sejarah ICJ

    Kasus ini bermula dari inisiatif mahasiswa Kepulauan Pasifik yang mendorong pemerintah mereka untuk meminta klarifikasi hukum terkait tanggung jawab negara atas krisis iklim. Vanuatu kemudian mengajukan permintaan resmi ke Mahkamah Internasional (ICJ) untuk menilai kewajiban negara dalam melindungi iklim dan hak generasi kini dan mendatang dari dampak emisi gas rumah kaca.

    Pada Desember lalu, ICJ mendengarkan kesaksian dari hampir 100 negara dan 12 organisasi internasional. Perdana Menteri Antigua dan Barbuda, Gaston Browne, menyampaikan bahwa naiknya permukaan laut akibat emisi tak terkendali telah mengikis garis pantai dan mengancam wilayah vital negaranya.

    Negara-negara kepulauan di Karibia kini menghadapi dampak nyata dari krisis iklim, termasuk erosi pantai dan badai yang semakin dahsyat.

    Dalam sidang Desember lalu, negara-negara penghasil emisi tinggi seperti Amerika Serikat (AS) berpendapat bahwa perjanjian iklim yang ada, terutama Perjanjian Paris 2015, sudah menetapkan kewajiban hukum untuk mengatasi perubahan iklim.

    Namun, Presiden Donald Trump kemudian menarik AS dari perjanjian tersebut, yang sebelumnya menyatukan 195 negara untuk menurunkan emisi dan membatasi pemanasan global hingga 1,5°C.

    Meski penting, para ahli menilai Perjanjian Paris bukan satu-satunya dasar hukum. Joie Chowdhury dari Pusat Hukum Lingkungan Internasional menyatakan bahwa kompleksitas krisis iklim membuka ruang bagi berbagai instrumen hukum lain.

    “Perjanjian iklim tetap vital, tapi bukan satu-satunya jalan,” katanya kepada DW.

    Akhir dari era janji palsu?

    Dalam membawa kasus ini ke Mahkamah Internasional, Vanuatu juga meminta kejelasan hukum atas konsekuensi bagi negara-negara yang gagal menurunkan emisi.

    Sejumlah pakar menilai bahwa negara-negara dengan kontribusi emisi historis terbesar, seperti Amerika Serikat, Cina, Rusia, dan Uni Eropa yang memikul tanggung jawab utama atas krisis iklim.

    “Emisi masa lalu penting,” kata Joie Chowdhury dari Pusat Hukum Lingkungan Internasional kepada DW. Ia menambahkan bahwa kerusakan telah terjadi, dan harus diakui serta diperbaiki.

    Negara-negara miskin telah lama menuntut negara kaya untuk bertanggung jawab atas kerusakan akibat cuaca ekstrem yang dipicu oleh emisi pemanasan global. Meski kontribusi mereka terhadap krisis iklim sangat kecil, negara-negara ini justru menanggung dampak terburuk.

    ICJ memperingatkan bahwa kerugian akan terus meningkat seiring naiknya suhu global, dan negara-negara yang gagal memenuhi kewajiban iklimnya bisa menghadapi tuntutan hukum dari pihak yang terdampak.

    Meski dana kompensasi untuk mengatasi kerugian dan kerusakan telah diluncurkan dalam negosiasi iklim PBB dua tahun lalu di Dubai, komitmen yang masuk baru sekitar $700 juta (setara Rp11,4 triliun), masih jauh dari ratusan miliar dolar yang diperkirakan dibutuhkan pada 2030.

    ICJ membuka jalan bagi gugatan iklim global

    Pendapat penasihat ICJ menjadi salah satu dari tiga pendapat hukum penting yang dirilis dalam beberapa bulan terakhir, yang menegaskan kewajiban negara dalam menghadapi krisis iklim. Awal Juli, Pengadilan HAM Antar-Amerika juga menyatakan bahwa negara wajib menjamin lingkungan sehat dan iklim stabil sebagai bagian dari perlindungan hak asasi manusia.

    Meski tidak mengikat secara hukum, pendapat penasihat ini memiliki bobot hukum dan moral yang kuat, serta berpotensi mempengaruhi litigasi iklim global. Saat ini, lebih dari 3.000 kasus iklim telah diajukan di hampir 60 negara. Joana Setzer dari London School of Economics menyebut pendapat ICJ sebagai “titik balik” yang dapat memperkuat posisi pengadilan dan advokat dalam menuntut akuntabilitas pemerintah.

    Joie Chowdhury menambahkan bahwa pendapat ini bisa berdampak besar pada negosiasi iklim COP30 di Brasil, karena beberapa isu kini telah memiliki definisi hukum yang jelas.

    Lucia Schulten berkontribusi pada pelaporan dari Mahkamah Internasional di Den Haag, Belanda

    Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

    Diadaptasi oleh Levie Wardana

    Editor: Prihardani Purba

    (nvc/nvc)

  • Nego Tarif Trump Jadi 19%, Prabowo Bilang Masih Banyak yang Nyinyir

    Nego Tarif Trump Jadi 19%, Prabowo Bilang Masih Banyak yang Nyinyir

    Jakarta

    Presiden Prabowo Subianto mengatakan banyak yang nyinyir ke pemerintah usai melakukan negosiasi tarif dagang dengan pemerintah Amerika Serikat (AS). Tarif barang Indonesia masuk ke pasar AS turun, dari 32% ke 19%.

    Prabowo menjelaskan selama ini semua negara harus menghadapi alotnya negosiasi pemerintah AS di bawah komando Presiden Donald Trump. Namun setelah Pemerintah berhasil bernegosiasi dengan Pemerintah AS justru banyak pihak yang nyinyir

    “Di bidang ekonomi semua negara sedang menghadapi Amerika serikat yang alot, punya garis alot,” sebut Prabowo dalam Harlah PKB yang disiarkan akun YouTube DPP PKB, Rabu (23/7/2025).

    “Tapi ada, selalu ada yang nyinyir, jadi gimana ya kita perlu kritik dan pengawasan tapi kalau nyinyir agak lain ya, nyinyir kan, kita nggak ada yang benar ya kan, kita mau kerja baik nggak ada yang benar,” lanjut Prabowo.

    Menurut Prabowo, niat pemerintah bernegosiasi demi melindungi kepentingan masyarakat dari dampak-dampak negatif imbas tarif tinggi AS

    Contohnya dampak ke sektor industri yang kehilangan pesanan karena tarif tinggi, hal itu bisa saja menimbulkan badai PHK. Prabowo tidak ingin hal itu terjadi.

    “Tapi itu fakta kita harus berurusan, pendekatan kita, pendekatan saya, adalah tanggung jawab saya untuk melindungi kepentingan bangsa Indonesia. Kewajiban saya adalah melindungi rakyat Indonesia, dalam bidang ekonomi saya harus menjaga asal tidak alasan untuk PHK pekerja-pekerja kita, maka itu saya bermusyarawah dan negosiasi,” beber Prabowo.

    (hal/hns)

  • Tragis! 34 Turis Meninggal Usai Kapal Wisata Tenggelam Dihantam Badai

    Tragis! 34 Turis Meninggal Usai Kapal Wisata Tenggelam Dihantam Badai

    Teluk Ha Long adalah salah satu tujuan wisata paling populer di Vietnam, dengan jutaan orang mengunjungi perairan biru kehijauan dan pulau-pulau kapur yang diselimuti hutan hujan setiap tahunnya. Tahun lalu, 30 kapal tenggelam di area kunci perahu di Provinsi Quang Ninh pesisir di sepanjang Teluk Ha Long setelah Topan Yagi membawa angin kencang dan ombak. (AFP/NHAC NGUYEN)

  • Hong Kong Keluarkan Peringatan Topan Wipha, Ratusan Penerbangan Dibatalkan

    Hong Kong Keluarkan Peringatan Topan Wipha, Ratusan Penerbangan Dibatalkan

    Hong Kong

    Hong Kong mengeluarkan peringatan siklon tropis tertinggi ketika Topan Wipha hari ini. Pihak berwenang membatalkan kegiatan belajar-mengajar dan ratusan penerbangan.

    Dilansir AFP, Minggu (20/7/2025), Wipha terletak sekitar 60 kilometer di tenggara Hong Kong pada pukul 10.00 pagi waktu setempat. Gelombang besar terpantau di lepas pantai timur Hong Kong.

    Observatorium telah mengeluarkan peringatan badai T10, yang menyatakan angin dengan kecepatan rata-rata 118 kilometer per jam atau lebih diperkirakan terjadi dan menimbulkan ‘ancaman besar bagi Hong Kong’.

    “Di bawah pengaruh dinding matanya, angin kencang badai memengaruhi bagian selatan wilayah tersebut,” kata observatorium cuaca Hong Kong dalam peringatan kepada masyarakat.

    Kantor berita Xinhua juga melaporkan Provinsi Hainan dan Guangdong di China juga berada dalam status siaga tinggi. Perwakilan dari Otoritas Bandara Hong Kong mengatakan sekitar 500 penerbangan telah dibatalkan karena cuaca hari ini.

    Sementara, sekitar 400 penerbangan dijadwalkan lepas landas atau mendarat di kemudian hari. Lebih dari 200 orang telah mengungsi di tempat penampungan sementara yang dikelola pemerintah.

    Pihak berwenang juga menangguhkan kegiatan belajar mengajar di semua sekolah dan tempat penitipan anak. Layanan kereta api lokal juga dibatasi sementara operasi di jalur terbuka dihentikan.

    Lihat juga Video: Bandara Budapest Ditutup Sementara Akibat Cuaca Buruk

    (haf/imk)

  • Tragis! 34 Turis Meninggal Usai Kapal Wisata Tenggelam Dihantam Badai

    Kapal Wisata Vietnam Terbalik di Halong Bay, 27 Orang Tewas

    Jakarta, CNBC Indonesia – Kapal wisata terbalik di Halong Bay, Vietnam setelah mengalami cuaca buruk, Sabtu (19/7). Sebanyak 27 orang tewas tewas dan belasan lainnya hilang.

    Menurut laporan media pemerintah yang dikutip Reuters, kapal yang membawa 53 orang itu terbalik sekitar pukul 14.00 waktu setempat, saat Badai Wipha menerjang Vietnam melalui Laut Cina Selatan. Angin kencang, hujan lebat, dan petir dilaporkan terjadi di wilayah tersebut.

    Menurut surat kabar lokal VnExpress, sebagian besar wisatawan berasal dari ibu kota, Hanoi. Tim penyelamat menemukan 11 korban selamat dan mengevakuasi 27 jenazah, delapan di antaranya anak-anak.

    Belum ada pengumuman resmi mengenai kewarganegaraan para wisatawan asing tersebut karena tim tanggap darurat terus mencari korban selamat.

    Halong Bay sendiri adalah salah satu tujuan wisata paling terkenal di Asia. Tur menggunakan kapal wisata sangat populer dan banyak wisatawan mengunjungi tempat wisata tersebut untuk berlibur.

    Badai Wipha, topan ketiga yang menghantam Laut Cina Selatan tahun ini, diperkirakan akan mendarat di pesisir utara Vietnam awal pekan depan.

    Cuaca yang terkait dengan badai juga mengganggu perjalanan udara. Bandara Noi Bai menyatakan sembilan penerbangan yang tiba dialihkan ke bandara lain, dan tiga penerbangan yang berangkat ditunda sementara pada hari Sabtu.

    (hsy/hsy)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Kapal Wisata Terbalik di Teluk Ha Long Vietnam, 34 Orang Tewas

    Kapal Wisata Terbalik di Teluk Ha Long Vietnam, 34 Orang Tewas

    Jakarta

    Sebuah kapal yang membawa wisatawan di sekitar Teluk Ha Long, Vietnam, terbalik akibat badai. Media pemerintah melaporkan sebanyak 34 orang ditanyakan tewas.

    Dilansir AFP, Minggu (20/7/2025), situs berita VNExpress melaporkan kapal tersebut membawa 48 penumpang dan lima awak kapal. Kapal terbalik di situs Warisan Dunia UNESCO tersebut akibat hujan deras yang datang tiba-tiba.

    Sebagian besar penumpang adalah keluarga yang berkunjung dari ibu kota Hanoi, dengan lebih dari 20 anak-anak di antara penumpangnya. Insiden ini terjadi pada Sabtu sore kemarin.

    “Penjaga perbatasan menyelamatkan 11 orang dan menemukan 34 jenazah,” tambahnya.

    Upaya penyelamatan akan terus berlanjut hingga malam untuk menemukan delapan orang yang masih hilang.

    Pekerja kantor Ha Long Bay, Tran Trong Hung, mengatakan kepada AFP bahwa badai mulai terjadi pada sore hari.

    Salah satu korban yang diselamatkan, seorang anak laki-laki berusia 10 tahun. Korban berusaha berenang saat insiden terjadi.

    “Saya menarik napas dalam-dalam, berenang melalui celah, menyelam, lalu berenang ke atas. Saya bahkan berteriak minta tolong, lalu saya ditarik oleh perahu berisi tentara,” kata korban kepada media pemerintah VietnamNet.

    Pihak berwenang akan “menyelidiki dan mengklarifikasi penyebab insiden tersebut serta menangani pelanggaran secara ketat”, demikian pernyataan di situs web pemerintah.

    Hujan deras juga mengguyur Hanoi utara, Provinsi Thai Nguyen, dan Provinsi Bac Ninh pada hari Sabtu. Di ibu kota yang berjarak sekitar 175 kilometer, beberapa pohon tumbang akibat angin kencang.

    Badai ini terjadi setelah tiga hari cuaca panas yang intens, dengan suhu mencapai 37 derajat Celcius di beberapa wilayah.

    Mai Van Khiem, direktur Pusat Prakiraan Hidrometeorologi Nasional, dikutip di VNExpress mengatakan bahwa badai petir di Vietnam utara tidak disebabkan oleh pengaruh Badai Tropis Wipha di Laut Cina Selatan.

    Teluk Ha Long adalah salah satu tujuan wisata paling populer di Vietnam, dengan jutaan orang mengunjungi perairan biru kehijauan dan pulau-pulau kapur yang diselimuti hutan hujan setiap tahunnya.

    Tahun lalu, 30 kapal tenggelam di area kunci perahu di Provinsi Quang Ninh pesisir di sepanjang Teluk Ha Long setelah Topan Yagi membawa angin kencang dan ombak.

    (lir/lir)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Peringatan Banjir Melanda Inggris Raya hingga Sabtu Mendatang, Berpeluang Hujan Es

    Peringatan Banjir Melanda Inggris Raya hingga Sabtu Mendatang, Berpeluang Hujan Es

    JAKARTA – Met Office mengeluarkan peringatan dini akan potensi datangnya bencana banjir melanda Inggris selama tiga hari mendatang.

    Mengutip Metro UK, Kamis 17 Juli, lembaga meteorologi Inggris itu memprediksi hujan dengan intensitas tinggi berujung banjir menerjang sebagian besar wilayah Inggris dari 17-20 Juli 2025.

    Dampak dari banjir itu dapat menyebabkan pemadaman listrik dan pembatalan operasional kereta api jarak jauh dan dekat.

    Peringatan cuaca ekstrem ini sudah berlaku untuk sebagian wilayah Irlandia Utara hari ini, yang diperkirakan merembet pada sebagian besar wilayah Inggris pada Jumat 18 Juli dan Sabtu 19 Juli.

    Untuk wilayah Irlandia Utara, peringatan cuaca ekstrem meliputi kawasan Londonderry/Derry, Coleraine, dan Enniskillen yang berpotensi terdampak. 

    Status cuaca di sebagian besar wilayah Inggris utara, tengah, dan selatan akan berada pada tingkatan “kuning” selama 21 jam mulai pukul 21.00 pada hari Jumat dan berlangsung hingga pukul 18.00 pada Sabtu.

    Peringatan badai petir tingkatan “kuning kedua” juga berlaku mulai siang hingga pukul 20.00 pada Jumat untuk wilayah Timur Laut Inggris, termasuk Leeds, York, Middlesborough, Hull, dan Scarborough.

    Met Office mengatakan jutaan warga Inggris di wilayah diperkirakan terdampak harus bersiap menghadapi banjir mendadak yang dapat mengganggu perjalanan darat.

    Selain rumah dan properti bisnis, cuaca ektrem juga berpotensi diiringi hujan es, petir atau angin kencang.