Tag: Badai

  • Demi Selamatkan Umat Manusia, IBM dan NASA Ciptakan Matahari Digital

    Demi Selamatkan Umat Manusia, IBM dan NASA Ciptakan Matahari Digital

    Jakarta

    International Business Machines Corporation (IBM) dan Badan Antariksa Amerika Serikat behasil menciptakan matahari digital dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

    Matahari digital yang dinamakan Surya itu terlahir berkat data yang dikumpulkan dari satelit Solar Dynamic Observatory (SDO), mulai dari pencitraan interior, atmosfer, hingga medan magnet Matahari selama sembilan tahun.

    Model AI tersebut berbeda secara umum karena teknologi ini memanfaatkan arsitektur foundation model yang diklaim mampu mempelajari data mentah Matahari secara langsung.

    Saat ini, para ilmuwan menggunakan data ini untuk memprediksi badai mataharidan memahami variabilitas matahari dengan lebih baik. Namun, karena faktor manusia, analisis data SDO mungkin berjalan lambat.

    “Di sinilah Surya, model AI baru yang dikembangkan IBM dan NASA berperan. Surya dapat memproses data SDO lebih cepat daripada manusia dan menghasilkan prakiraan lebih cepat,” dikutip dari Orbital Today, Selasa (26/8/2025).

    Dengan menerima prakiraan badai Matahari secara cepat, penduduk Bumi akan dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik menghadapi peristiwa antariksa yang berkaitan dengan bintang tersebut.

    Model AI baru ini merupakan model sumber terbuka yang menggunakan delapan kanal Atmospheric Imaging Assembly (AIA), yang memberikan pandangan berbeda tentang Korona Matahari. Model ini juga menggunakan lima produk Helioseismic and Magnetic Imager (HMI) untuk mempelajari representasi matahari. Instrumen HMI ini mempelajari osilasi dan medan magnet permukaan Matahari.

    Tak hanya itu, Surya ini tidak hanya dapat mendeteksibadai matahari di luar angkasa, tetapi juga dapat mempelajari fisika dasar evolusi matahari.

    Dalam waktu dekat, IBM dan NASA akan menggunakan Surya untuk memprediksi dinamika matahari, angin matahari, dan semburan matahari. Model AI baru ini juga akan membantu mendeteksi spektrum ultraviolet ekstrem (EUV).

    Selama pengujian model AI baru ini, model tersebut mampu mendeteksi apakah wilayah tertentu di Matahari akan memicu jilatan matahari satu atau dua jam sebelum terjadi. Pengujian juga membuktikan bahwa model AI tersebut belajar dengan cepat melalui observasi dan studi terhadap kumpulan data yang diberikan.

    Menurut IBM, kecepatan model ini menunjukkan peningkatan sebesar 16% dibandingkan metode prediksi yang saat ini digunakan. Di masa mendatang, kami berharap dapat melihat Surya beraksi secara penuh, memprediksi badai matahari, dan membantu menjaga keselamatan astronot dansatelit di luar angkasa.

    (agt/rns)

  • Topan Kajiki Mengancam, Vietnam Evakuasi 300.000 Warganya

    Topan Kajiki Mengancam, Vietnam Evakuasi 300.000 Warganya

    Jakarta

    Vietnam mengatakan bahwa mereka berencana mengevakuasi lebih dari 300.000 orang saat Topan Kajiki mendekat wilayah mereka. Vietnam telah membatalkan lebih dari selusin penerbangan domestik mengantisipasi Topan Kajiki.

    Dilansir AFP, Minggu (24/8/2025), lebih dari 325.500 penduduk di lima provinsi pesisir akan dipindahkan ke sekolah dan gedung-gedung publik yang diubah menjadi pusat evakuasi sementara, kata pihak berwenang, sementara maskapai nasional Vietnam Airlines dan Vietjet mengumumkan pembatalan penerbangan.

    Badai tersebut diperkirakan akan mendarat di pantai timur Vietnam pada Senin (25/8).

    “Situasinya sangat berbahaya dan tidak aman untuk kendaraan atau bangunan apa pun seperti kapal pariwisata atau kapal penangkap ikan dan fasilitas budidaya perairan,” kata otoritas bencana yang bekerja di bawah Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup.

    Topan Kajiki meluncur perlahan melewati pantai selatan Tiongkok dengan kecepatan angin maksimum berkelanjutan 90 knot (167 kilometer per jam), menurut Pusat Peringatan Topan Gabungan, dan diperkirakan akan semakin menguat.

    Hujan deras diperkirakan akan melanda sebagian Provinsi Ha Tinh dan Nghe An di Vietnam pada Senin (25/8) dan Selasa (26/8), menurut Badan Meteorologi Tiongkok. Angin kencang kemungkinan akan memengaruhi fasilitas listrik, transportasi, dan industri lainnya.

    Ini adalah badai tropis kelima yang melanda Vietnam tahun ini, dengan lebih dari 100 orang tewas atau hilang akibat bencana alam dalam tujuh bulan pertama tahun 2025, menurut Kementerian Pertanian.

    Kerugian ekonomi diperkirakan lebih dari $21 juta. Resor tropis Hainan di Tiongkok meningkatkan tanggap daruratnya ke tingkat tertinggi dan mengevakuasi sekitar 20.000 penduduk pada Minggu (24/9), menurut kantor berita pemerintah Xinhua.

    Kota utama pulau itu, Sanya, menutup area wisata dan menghentikan operasional bisnis.

    Vietnam menderita kerugian ekonomi sebesar $3,3 miliar September lalu akibat Topan Yagi, yang melanda wilayah utara negara itu dan menyebabkan ratusan korban jiwa.

    Para ilmuwan mengatakan perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia memicu pola cuaca yang lebih ekstrem dan tidak dapat diprediksi yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya banjir dan badai yang merusak, terutama di daerah tropis.

    Halaman 2 dari 2

    (rfs/lir)

  • Banjir di Meksiko Imbas Hujan Deras, 2 Orang Tewas

    Banjir di Meksiko Imbas Hujan Deras, 2 Orang Tewas

    Jakarta

    Hujan deras mengakibatkan banjir di wilayah Meksiko tengah. Akibat banjir tersebut, 2 orang tewas.

    Sedikitnya dua jenazah ditemukan di kota Queretaro sesaat sebelum tengah malam pada Jumat kemarin.

    “Mereka tersapu oleh air hujan,” kata laporan perlindungan sipil, dilansir AFP, Minggu (24/8/2025).

    Diketahui, hujan lebat melanda wilayah Queretaro pada Sabtu. Akibatnya, sejumlah properti dilaporkan rusak dan mendorong otoritas federal untuk memulai rencana tanggap darurat militer.

    Sementara itu, di Mexico City, yang juga dilanda hujan lebat, pemerintah setempat sempat menghentikan operasional di Bandara Internasional Benito Juarez, salah satu bandara tersibuk di Amerika Latin. Penghentian sementara itu dilakukan akibat buruknya jarak pandang.

    Sebelumnya pada awal bulan Agustus, banjir melanda ibu kota dan sekitarnya serta mengakibatkan sejumlah penerbangan di bandara yang sama terganggu. Meksiko mengalami badai besar setiap tahun, biasanya antara bulan Mei dan November.

    Lihat juga Video: Penampakan Kerusakan Seusai Banjir Bandang di Buner, Pakistan

    (yld/gbr)

  • Rekor Sempurna Persija Runtuh, PSBS vs Persis Berbagi Poin

    Rekor Sempurna Persija Runtuh, PSBS vs Persis Berbagi Poin

    JAKARTA – Pekan ketiga Super League 2025/2026 pada Sabtu, 23 Agustus 2025, menyajikan dua pertandingan penuh drama antara Persija Jakarta vs Malut United dan PSBS Biak vs Persis Solo.

    Kedua laga itu berakhir seri. Macan Kemayoran hanya meraih satu poin dengan skor 1-1 saat menjamu Malut United. Sementara PSBS berbagi angka dengan Persis usai laga berakhir 2-2.

    Catatan itu membuat dua rekor persija ternodai. Catatan sempurna Macan Kemayoran dirusak Malut United.

    Selain itu, clean-sheet Persija yang mana bertahan di dua laga awal juga dihancurkan Malut United.

    Persija dan Malut United bermain terbuka sejak awal laga. Kedua tim bergantian menekan.

    Tuan rumah langsung menciptakan peluang ketika laga baru berjalan semenit. Hanya saja, Rayhan Hanna gagal memanfaatkan umpan silang Rio Fahmi.

    Petaka kemudian datang pada menit kesembilan karena striker Malut United, David Da Silva, terpaksa keluar karena cedera.

    Setelah itu, Persija mendapat peluang emas pada menit ke-11 lewat sepakan Gustavo Franca, tapi masih membentur tiang.

    Malut United baru bisa menebar ancaman pada menit ke-24 melalui Tyronne Del Pino yang berhadapan satu lawan satu dengan kiper Carlos Eduardo. Namun, dia sudah terjebak offside.

    Sejumlah peluang kemudian tercipta bagi kedua tim, tapi tak ada satu pun berbuah gol pada paruh pertama.

    Memasuki babak kedua, tensi semakin panas. Serangan cepat Malut United begitu merepotkan tuan rumah.

    Malapetaka datang bagi Persija pada menit ke-60 ketika Rio Fahmi mendapat kartu merah langsung usai menghentikan Yance Sayuri yang tengah melakukan serangan balik cepat.

    Unggul jumlah pemain membuat Malut United semakin intens mencari gol pembuka. Baru pada menit ke-72 gol yang dinanti lahir.

    Yance Sayuri melepas tembakan keras dari luar kotak penalti yang gagal dihalau Carlos Eduardo.

    Alih-alih memilih bertahan, Persija justru tampil lebih menyerang dalam kondisi tertinggal 0-1. Mereka memasukkan Bruno Tubarao, Eksel Runtukahu, dan Alfriyanto Nico untuk menambah daya gedor.

    Tekanan demi tekanan akhirnya berbuah mani pada menit ke-82. Maxwell menerima bola di kotak penalti dan langsung melepas tembakan voli kaki kiri. Skor 1-1.

    Persija hampir unggul ketika wasit menunjuk titik penalti pada injury time setelah ada pelanggaran di kotak penalti. Namun, sang pengadil membatalkan keputusan tersebut setelah mengecek VAR.

    Skor 1-1 bertahan hingga laga usai. Hasil itu menyetop hasil tripoin Persija dalam dua laga sebelumnya.

    Meski demikian, tambahan satu poin membuat Persija memimpin klasemen dengan tujuh poin. Sementara Malut United ada di tangga keempat dengan lima poin.

    Bergeser ke partai lain yang berlangsung pada jam sama, laga PSBS vs Persis Solo di Stadion Maguwoharjo berakhir seri 2-2.

    Persis mampu unggul lebih dahulu ketika laga baru berjalan sembilan menit melalui Sho Yamamoto.

    Sho Yamamoto mampu menyambar operan silang Giovani Numberi dari sisi kanan penyerangan. Tembakan Sho Yamamoto mengarah ke pojok kanan gawang PSBS Biak kawalan Aldo Geraldo Manuel Monteiro.

    PSBS Biak langsung bereaksi. Selang semenit setelah kebobolan, tim beralias Badai Pasifik tersebut nyaris menyamakan kedudukan lewat tembakan Claudio Lucas Morasi Ferreira dos Santos. Namun, tembakan Claudio masih bisa ditepis oleh kiper Persis Solo, Muhammad Riyandi.

    Lalu, pada menit ke-14, wasit sempat menunjuk titik putih setelah Riyandi mengganjal laju Ruyeri Alfonso Blanco Yus.

    Akan tetapi, sang pengadil kemudian merevisi keputusannya dikarenakan Ruyery lebih dulu terperangkap offside sebelum dilanggar oleh Riyandi.

    PSBS Biak baru benar-benar menjebol gawang Persis Solo pada menit ke-34. Bermula dari sepak pojok di sisi kiri, Eduardo Miguel Ramos Barbosa mampu memberikan operan tarik ke arah mulut gawang.

    Servis dari Eduardo Miguel Ramos Barbosa berhasil dituntaskan dengan apik oleh Ruyery Blanco. Skor 1-1 bertahan hingga jeda.

    Berlanjut ke babak kedua, laga semakin seru. PSBS berbalik unggul berkat penalti Claudio pada menit ke-68.

    Penalti lahir usai Jordy Tutuarima dinilai menginjak Heri Susanto di kotak penalti.

    Jordy Tutuarima kemudian membalas lunas kesalahannya itu dengan gol penyama kedudukan pada menit ke-78.

    Ia memaksimalkan operan silang Athaf Indie dari sisi kanan. Jordy Tutuarima mengarahkan bola ke tiang dekat dan memastikan skor jadi 2-2.

    Memasuki menit ke-90, PSBS Biak nyaris saja bisa unggul lagi. Namun, tembakan Ilhamudin Armayn di dalam kotak penalti masih bisa dibendung Muhammad Riyandi.

    Raihan satu poin membuat PSBS belum bisa beranjak dari zona merah, berada di peringkat ke-17 dengan satu poin. Sementara Persis ada di peringkat kedelapan dengan koleksi empat poin.

  • Dulu Jadi Rebutan, Lulusan Ilmu Komputer Sekarang Banyak Pengangguran

    Dulu Jadi Rebutan, Lulusan Ilmu Komputer Sekarang Banyak Pengangguran

    Jakarta, CNBC Indonesia – Badai PHK masih terus menghantui dunia, seiring ketidakpastian ekonomi, konflik geopolitik, dan kemunculan teknologi kecerdasan buatan (AI). Banyak profesi yang dulunya populer sekarang sudah tak relevan. 

    Lulusan universitas ternama dengan jurusan yang ramai peminat juga tak menjamin mudah mendapat pekerjaan. Salah satunya jurusan Ilmu Komputer yang beberapa tahun lalu sempat naik daun.

    Bahkan, jurusan Ilmu Komputer sempat disebut-sebut sebagai pencetak tenaga kerja bergaji tinggi. Sayangnya, perkembangan AI yang kian masif menjadi biang kerok jurusan Ilmu Komputer tak lagi menjadi jurusan ’emas’.

    Pengangguran dari lulusan kalangan lulusan Ilmu Komputer terpantau meningkat, misalnya di Amerika Serikat (AS). Jurusan Ilmu Komputer menduduki peringkat ke-7 dengan tingkat pengangguran tertinggi, yakni sebesar 6,1%, menurut The Federal Reserve Bank of New York.

    Angka tersebut mencerminkan dampak dari PHK yang meluas di seluruh industri teknologi, termasuk di perusahaan-perusahaan seperti Amazon dan Google, yang telah mengurangi kesempatan kerja bagi lulusan baru.

    Tingkat penganggurannya hanya sedikit di belakang jurusan-jurusan ‘tradisional’ lainnya seperti Fisika (7,8%) dan Antropologi (9,4%).

    “Setiap anak dengan laptop merasa mereka adalah Zuckerberg berikutnya, tetapi kebanyakan tidak dapat memiliki level kompetensi paling minimal sekalipun,” kata Michael Ryan seorang pakar keuangan kepada Newsweek.

    Teknik Komputer, yang sering kali tumpang tindih dengan Ilmu Komputer di banyak universitas, menunjukkan tingkat pengangguran yang lebih tinggi yaitu 7,5%.

    Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang prospek pekerjaan di bidang tersebut. Sebaliknya, jurusan seperti Ilmu Gizi, Jasa Konstruksi, dan Teknik Sipil mencatatkan tingkat pengangguran terendah, berkisar antara 1% hingga 0,4%.

    “Jurusan Ilmu Komputer telah lama dimanjakan dengan mimpi yang tidak sesuai kenyataan,” menurut konsultan SDM Bryan Driscoll.

    Namun, seperti banyak jurusan dan pekerjaan terkait lainnya, kenyataan yang ada sangat menyakitkan. Kondisi saat ini jumlah lulusan komputer lebih besar dibandingkan dengan lapangan pekerjaan yang tersedia.

    “Utang mahasiswa yang besar, dan pasar yang lebih mengutamakan silsilah daripada potensi,” kata Driscoll.

    Laporan terbaru oleh Oxford Economics, yang dikutip oleh CBS News, menemukan bahwa lulusan baru yang menganggur menyumbang 12% dari kenaikan 85% tingkat pengangguran AS sejak pertengahan 2023, meskipun hanya menyumbang 5% dari total angkatan kerja.

    Laporan tersebut mengaitkan peningkatan pengangguran lulusan baru dengan ketidaksesuaian antara meningkatnya jumlah pemegang gelar dan menurunnya permintaan bisnis di bidang tertentu. Kesenjangan ini paling menonjol di sektor teknologi, di mana lulusan ilmu komputer lebih banyak jumlahnya daripada lulusan dari disiplin ilmu lainnya.

    Meskipun Ilmu Komputer tetap menjadi salah satu bidang sarjana yang paling cepat berkembang, menurut Pusat Statistik Pendidikan Nasional, bidang ini juga sangat rentan terhadap otomatisasi. Kemajuan AI telah meningkatkan kekhawatiran tentang stabilitas pekerjaan jangka panjang bagi para profesional di industri ini.

    “Ada ketidaksesuaian antara permintaan bisnis dan pasokan tenaga kerja secara keseluruhan,” menurut Matthew Martin, ekonom senior AS di Oxford Economics.

    “Dan hal itu sangat terkonsentrasi di sektor teknologi,” ia menambahkan.

    Pesan Menohok Bos Nvidia

    Sejalan dengan kekhawatiran terhadap nasib lulusan Ilmu Komputer, CEO Nvidia Jensen Huang blak-blakan menyebut manusia tak perlu lagi belajar Ilmu Komputer. Sebab, di masa depan, komputer akan makin canggih dan manusia tak perlu membuat pemrograman yang rumit.

    Hal ini, menurut dia, akan mendemokratisasi industri teknologi. Sebab, ia menilai semua orang akan makin melek teknologi berkat perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).

    “Kami akan membuat komputer jadi lebih pintar, sehingga tak ada lagi yang perlu belajar ilmu komputer untuk membuat pemrograman komputer,” kata dia, dalam wawancara bersama Jim Cramer di CNBC International, beberapa saat lalu.

    Lebih lanjut, Huang mengatakan tujuan AI adalah membuat komputer mengerti bahasa manusia. Saat ini, manusia yang perlu memahami bahasa komputer untuk menciptakan inovasi.

    Oleh sebab itu, dalam beberapa dekade terakhir, profesi computer engineer menjadi incaran. Jurusan IT pun jadi sasaran bagi lulusan SMA yang ingin mendaftar kuliah karena masa depannya dinilai gemilang.

    “Komputer harus bisa memahami apa yang manusia inginkan dan tujuan manusia. Manusia hanya perlu memberikan perintah untuk komputer dengan bahasa manusia, agar mereka mengerjakan apa yang dibutuhkan manusia,” kata Huang.

    Huang mengatakan di masa depan manusia akan melihat pabrik-pabrik dijalankan oleh serangkaian robot canggih. Kendati demikian, ia tak sepakat jika disebut robot akan menggantikan manusia.

    Sebab, robot-robot yang diciptakan oleh AI perlu dilatih oleh manusia untuk menjadi robot produktif. Robot harus belajar dari data. Ke depannya, data itu akan bisa langsung dipelajari dan dianalisa dari pergerakan manusia sehari-hari.

    Peran manusia sangat krusial dalam pelatihan robot, sehingga Huang memprediksi manusia tak akan jadi pengangguran.

    “Ini justru akan menciptakan lapangan pekerjaan dan membuat perusahaan lebih produktif,” kata dia.

    “Ketika perusahaan lebih produktif, pendapatan mereka akan naik. Ketika itu terjadi, mereka akan merekrut lebih banyak karyawan,” ia menuturkan.

    Di tengah kesulitan mencari pekerjaan, semoga kita semua diberi kekuatan untuk terus semangat. Semoga informasi ini bermanfaat!

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • PBB Sebut RI Dalam Bahaya, Petaka Besar Menghantui

    PBB Sebut RI Dalam Bahaya, Petaka Besar Menghantui

    Jakarta, CNBC Indonesia – Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) memberikan peringatan khusus bagi beberapa negara di Asia, termasuk Indonesia. Peringatan tersebut dalam konteks lingkungan, yakni fenomena perubahan iklim yang kian mengkhawatirkan.

    Badan Meteorologi Dunia (WMO) yang merupakan salah satu lembaga di bawah PBB mengeluarkan laporan bertajuk ‘State of the Climate in Asia 2024’,

    “Pada tahun 2024, Asia mengalami tahun terhangat atau kedua terhangat yang pernah tercatat, dengan gelombang panas yang meluas dan berkepanjangan,” tertera dalam laporan yang dipublikasikan WMO pada 23 Juni 2025 tersebut, dikutip dari laman resminya, Jumat (22/8/2025).

    WMO mengatakan suhu permukaan laut mencapai rekor tertinggi dan gelombang panas laut memengaruhi wilayah yang luas. Sementara itu, kenaikan muka air laut di Samudra Pasifik dan Hindia melampaui rata-rata global. Hal ini meningkatkan risiko bagi wilayah pesisir dataran rendah.

    Asia disebut masih menjadi wilayah yang paling banyak dilanda masalah alam di dunia akibat cuaca dan iklim. Benua ini mengalami pemanasan lebih cepat dari rata-rata global dengan tren meningkat hampir dua kali lipat sejak periode 1961-1990.

    “Kesimpulan dari laporan ini sangat menyadarkan kita,” kata Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo dalam keterangan yang diterima CNBC Indonesia, dikutip Minggu (5/1/2025).

    Tren pemanasan global pada periode 1991-2024 disebut sudah dua kali lipat ketimbang periode 1961-1990. Untuk tahun glasial 2024, 23 dari 24 gletser di wilayah High Mountain Asia (HMA) menunjukkan kehilangan massa yang berkelanjutan.

    Suhu permukaan laut (SST) juga merupakan indikator fisik penting bagi sistem iklim Bumi. Perubahan suhu permukaan laut memengaruhi pola sirkulasi regional dan global, serta berdampak kritis terhadap ekosistem laut.

    “SST memengaruhi pola cuaca dan iklim regional, seperti pola curah hujan ekstrem di Indonesia dan India, monsun musim panas Asia, aktivitas kebakaran hutan, dan variabilitas es laut,” tertera dalam laporan tersebut.

    Sepanjang tahun lalu, 26 siklon tropis terbentuk di Samudra Pasifik Utara bagian barat dan Laut Cina Selatan. Siklon tropis terkuat, Yagi, yang mengakibatkan korban jiwa, pengungsian, dan kerusakan dilaporkan di Vietnam, Filipina, Republik Demokratik Rakyat Laos, Thailand, Myanmar, dan China.

    Banjir melanda sebagian besar wilayah Asia Tengah pada tahun 2024, terutama di Kazakhstan dan Federasi Rusia bagian barat daya. Sebanyak 12.000 bangunan tempat tinggal terendam banjir dan 118.000 orang dievakuasi. Banjir ini tercatat sebagai banjir terburuk di kawasan tersebut setidaknya dalam 70 tahun terakhir.

    Pada akhir September 2024, kekeringan yang makin parah di Provinsi Sichuan, Chongqing, dan wilayah tengah Sungai Yangtze di China. Hal ini berdampak ke lebih dari empat juta orang dan merusak lebih dari 300.000 hektar tanaman, yang menyebabkan kerugian ekonomi yang diperkirakan mencapai 2,89 miliar yuan.

    Beberapa wilayah India mengalami gelombang panas hebat pada tahun 2024, yang menyebabkan lebih dari 450 kematian di seluruh negeri.

    Pada 10 Juli 2025, petir di India merenggut sekitar 1.300 nyawa di berbagai wilayah negara. Peristiwa petir yang sangat mematikan terjadi pada 10 Juli, menewaskan 72 orang dalam satu hari.

    Tak cuma itu, badai debu parah melanda sebagian besar wilayah Asia, dengan jumlah hari kejadian debu tertinggi tercatat di Irak barat dan Turkmenistan timur.

    Sebelumnya, kajian proyeksi USAID di 2016 menyebutkan kenaikan air laut akan menenggelamkan 2.000 pulau kecil pada tahun 2050. Ini berarti terdapat 42 juta penduduk berisiko kehilangan tempat tinggalnya.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Pendiri AI Google Sebut Gelar Dokter dan Pengacara Akan Sia-sia

    Pendiri AI Google Sebut Gelar Dokter dan Pengacara Akan Sia-sia

    Jakarta

    Salah satu pelopor kecerdasan buatan di Google memperingatkan calon dokter dan pengacara bahwa AI dapat mencuri masa depan mereka. Mengapa demikian?

    Dalam wawancara dengan Business Insider, Jad Tarifi, pendiri tim AI generatif pertama Google yang keluar di 2021 untuk membuat startup Integral AI, menyatakan kemampuan AI yang terus meningkat mungkin segera membuat gelar sarjana hukum atau kedokteran menjadi sia-sia.

    Dikutip detikINET dari Futurism, Tarifi juga memberi saran bahwa tidak seorang pun harus menempuh gelar PhD kecuali mereka terobsesi dengan bidang ilmunya.

    Tarifi sendiri lulus PhD bidang AI tahun 2012, ketika subjek itu masih kurang umum. Namun saat ini, kata pria berusia 42 tahun itu, lebih baik menghabiskan waktu mempelajari topik khusus terkait AI, seperti AI untuk biologi. Bahkan mungkin orang sudah tidak perlu gelar sama sekali.

    “Pendidikan tinggi seperti yang kita kenal sekarang berada di ambang kepunahan. Keberhasilan di masa depan takkan datang dari mengumpulkan kredensial, melainkan dari mengembangkan perspektif unik, kesadaran emosional, dan ikatan antarmanusia yang kuat,” cetusnya.

    “Saya mendorong kaum muda untuk berfokus pada dua hal yaitu seni terhubung secara mendalam dengan orang lain, dan upaya batin untuk terhubung dengan diri sendiri,” papar Tarifi.

    Menurutnya, belajar jadi dokter medis atau pengacara mungkin tak lagi sepadan. Meraih gelar di bidang tersebut perlu waktu sangat lama dibandingkan seberapa cepat AI berevolusi sehingga dapat mengakibatkan siswa hanya membuang tahun-tahun dalam hidup mereka.

    “Dalam sistem medis saat ini, apa yang Anda pelajari di sekolah kedokteran sangat ketinggalan zaman dan didasarkan pada hafalan,” katanya.

    Tarifi tidak sendirian menilai pendidikan tinggi tidak mengikuti gelombang AI yang terus berubah. Meningkatnya biaya sekolah dipadukan dengan kurikulum yang ketinggalan zaman menciptakan badai sempurna bagi tenaga kerja yang tidak siap.

    “Saya tidak yakin bahwa perguruan tinggi mempersiapkan orang untuk pekerjaan yang mereka butuhkan saat ini. Saya pikir ada masalah besar tentang itu dan juga semua masalah utang mahasiswa,” kata Mark Zuckerberg belum lama ini.

    Adapun CEO OpenAI Sam Altman mengjlaim model AI terbaru perusahaannya sudah dapat bekerja dengan cara yang setara dengan mereka yang memiliki gelar PhD.

    “GPT-5 benar-benar terasa seperti berbicara dengan pakar tingkat PhD dalam topik apa pun. Sesuatu seperti GPT-5 hampir tak terbayangkan di masa lain dalam sejarah,” cetus Altman.

    (fyk/fay)

  • BigBang Rayakan Ulang Tahun ke-19 sejak Debut

    BigBang Rayakan Ulang Tahun ke-19 sejak Debut

    JAKARTA – BigBang mungkin tak lagi lengkap, tapi mereka utuh. G-Dragon, Taeyang dan Daesung merayakan karier grup mereka yang ke-19 pada hari ini, 19 Agustus 2025.

    Mengawali karier sebagai grup lima personel, kini mereka melanjutkan perjalanan dengan tiga member. Dengan segala badai yang dihadapi, BigBang tetap bertahan sejauh ini.

    Masing-masing member sibuk dengan kegiatan individu, tapi tetap meluangkan waktu untuk satu sama lain. Apalagi setelah bersatu kembali di lagu G-Dragon, Home Sweet Home, fans tak meragukan kebersamaan mereka.

    BigBang pun merayakan anniversary ke-19 dengan tampil di program Daesung di YouTube, ZIP Daesung. Di episode pembukaan, tiga idol senior ini melakukan ritual tiup lilin dengan sebuah cake berwarna cerah.

    “Wah anniversary ke-19 kita, tak terasa ya?” ucap G-Dragon. “BigBang sudah berusia 19 tahun sekarang,” timpal Daesung.

    Sebagai cuplikan untuk episode berikutnya, para personel BigBang akan memutar kenangan dengan beberapa foto, memorabilia dan cerita seru.

    Tak hanya itu, beberapa tamu spesial yang jadi saksi perjalanan BigBang juga akan turut hadir dan berbagi cerita. Episode ulang tahun BigBang ke-19 akan tayang Jumat, 22 Agustus mendatang di YouTube ZIP Daesung.

  • Badai PHK Tekstil Masih Terjadi, Pengusaha Tuding Mafia Impor Biang Keladi

    Badai PHK Tekstil Masih Terjadi, Pengusaha Tuding Mafia Impor Biang Keladi

    Bisnis.com, JAKARTA — Kalangan pegiat industri tekstil dan produk tekstil (TPT) menuding mafia kuota impor sebagai biang kerok keterpurukan sektor tekstil nasional. Kehadiran mafia impor juga menjadi salah satu pemicu badai pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terus terjadi.

    Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen (APSyFI) mencatat sekitar 250.000 pekerja terkena PHK akibat penutupan 60 pabrik sepanjang 2023-2024.

    Sementara itu, Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) baru-baru ini juga merilis data pengurangan tenaga kerja sampai dengan Agustus 2025 sekitar 400.000 orang yang didominasi sektor TPT dan alas kaki.

    Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Rayon Tekstil menilai hal tersebut terjadi tak lepas dari kehadiran mafia kuota impor. Adapun, kuota impor yang dikeluarkan oleh Kementerian Perindustrian setiap tahunnya terus naik.

    “Tapi di sisi lain kita lihat banyak perusahaan tutup dan PHK karena tidak mampu bersaing dengan barang impor. Artinya, kuota impor yang dikeluarkan Kemenperin telah memakan porsi produk lokal di pasar domestik,” kata Agus dalam keterangan resminya, Selasa (19/8/2025).

    Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), impor benang dan kain pada 2016 masing-masing hanya sebesar 230.000 ton dan 724.000 ton. Namun, pada 2024, impor kedua produk tersebut masing-masing telah mencapai 462.000 ton dan 939.000 ton.

    Untuk diketahui, kuota impor tekstil diterbitkan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui pertimbangan teknis (Pertek) berdasarkan peraturan tata niaga impor dari Kementerian Perdagangan.

    Dalam hal ini, Agus menerangkan bahwa tak sedikit keluhan dari industri lokal tentang kuota impor yang
    mereka ajukan umumnya hanya diberikan kurang dari sepertiga kapasitas produksinya per tahun.

    “Kalau kebutuhan industri dari impor hanya diberikan 30%, tapi data impornya naik, lantas kuota impor yang besar diberikan pada siapa?” ungkap Agus.

    Di sisi lain, Sekjen APSyFI Farhan Aqil Syauqi menyoroti kontribusi sektor TPT terhadap produk domestik bruto (PDB) setiap tahunnya terus turun dari 1,16% pada 2016 hingga hanya 0,99% pada 2024.

    Tak hanya itu, neraca perdagangan TPT juga turun dari US$3,6 miliar pada 2016 hingga hanya US$2,4 miliar pada 2024.

    “Bahkan dari sisi volume, perdagangan TPT kita sudah minus 57.000 ton sejak tahun 2017 dan defisitnya terus membesar karena pertumbuhan impor yang lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekspor,” ungkapnya.

    Terkait dengan data pertumbuhan industri TPT sebesar 4,35% pada kuartal II/2025 secara tahunan yang
    dipublikasikan oleh BPS, dia menjelaskan bahwa data BPS sudah benar sesuai dengan metode statistik yang digunakan.

    “Tapi memang BPS kan tidak menghitung importasi ilegal yang seharusnya menjadi pengurang dalam perhitungan PDB,” ungkapnya.

    Pihaknya juga mengakui bahwa ada investasi baru yang juga mendongkrak angka pertumbuhan. Namun, di sisi lain,  terdapat investasi mangkrak yang tidak diperhitungkan.

    “Ya memang kan dalam perhitungan PDB yang dihitung hanya tambahan investasinya saja, investasi yang berhenti tidak dihitung sebagai pengurang,” jelasnya.

    Terkait dengan mafia kuota impor tekstil yang dituduhkan, Aqil enggan menanggapinya meskipun anggotanya sangat terpengaruh dengan banjirnya barang impor.

    “Perlu diselidiki lebih lanjut, tapi dengan posisi Kemenperin yang menolak usulan pengenaan bea masuk antidumping [BMAD] untuk benang filamen, sepertinya mafia kuota impor itu memang ada,” pungkasnya.

    Bisnis telah mencoba menghubungi pihak Kemenperin, dalam hal ini Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arief, untuk memberikan tanggapan. Namun, tidak ada respons hingga berita ini ditayangkan.

  • Buruh Wanti-Wanti Ancaman PHK Massal Buntut HGBT Dibatasi

    Buruh Wanti-Wanti Ancaman PHK Massal Buntut HGBT Dibatasi

    Bisnis.com, JAKARTA — Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) memprediksi bahwa badai pemutusan hubungan kerja (PHK) masih akan terjadi di Indonesia dalam satu tahun ke depan.

    Presiden KSPN Ristadi menyoroti regulasi pemerintah sebagai salah satu variabel yang berpengaruh terhadap kondisi industri dalam negeri, yang berimplikasi langsung dengan tingkat pengangguran.

    “Saya kira tren ke depan dalam satu tahun ini PHK akan masih terus terjadi, tinggal nanti soal fluktuasinya apakah lebih besar dari kemarin atau tidak,” kata Ristadi kepada Bisnis, Senin (18/8/2025).

    Terbaru, pihaknya menerima informasi bahwa pemerintah akan membatasi dan menaikkan harga gas bumi tertentu (HGBT). Hal ini diperkirakan akan berdampak terhadap kelangsungan usaha industri padat energi seperti keramik, baja, hingga kaca.

    Sebelumnya, sejumlah pelaku industri mengeluhkan kondisi pasokan gas yang tidak stabil, terlebih untuk kebijakan gas murah industri atau Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT). Alhasil, pengusaha harus menanggung beban harga gas regasifikasi yang lebih mahal.

    Adapun, kebijakan gas murah industri atau harga gas bumi tertentu (HGBT) tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 76.K/MG.01/MEM.M/2025 yang ditandatangani Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada 26 Februari 2025.

    Mengacu beleid tersebut, pemerintah mematok harga gas yang lebih mahal dari periode sebelumnya yakni US$6,5 per MMbtu menjadi US$7 per MMbtu.

    PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) sebelumnya memberi sinyal adanya defisit pasokan gas yang dikelola oleh perusahaan. Hal ini seiring dengan penurunan alami produksi gas kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), keandalan infrastruktur, hingga aspek harga.

    Menanggapi hal tersebut, Ristadi mengatakan bahwa data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan saat ini terdapat sekitar 100.000 hingga 150.000 tenaga kerja yang bergelut di industri padat energi seperti keramik, baja hingga kaca yang dikhawatirkan dapat terkena PHK.

    “Itu [buruh] juga akan terancam kalau kemudian suplai energinya itu tidak konsisten dan kemudian harganya akan dinaikkan,” jelasnya.

    Aturan Impor

    Lebih lanjut, Ristadi mengatakan para buruh turut mengamati arah kebijakan investasi pemerintah. Dia menilai kebijakan yang tepat dapat menjaga keberlangsungan sektor industri yang masih resilien pada saat ini.

    Dia mencontohkan perihal pencabutan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 8/2024 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor belum lama ini, yang dinilai sebagai bentuk pengendalian atas membeludaknya produk luar negeri di Tanah Air.

    KSPN meyakini kebijakan seperti itulah yang dapat memperpanjang napas industri dalam negeri dan pada gilirannya menurunkan tingkat pengangguran.

    “Ya mudah-mudahan kalau ini kemudian dijalankan dengan serius, on the track, saya kira ini bisa menjadi harapan,” pungkas Ristadi.

    Sebelumnya, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dalam survei terbarunya mengungkap bahwa lebih dari 50% responden menyatakan telah mengurangi tenaga kerjanya imbas ketidakpastian ekonomi yang tengah terjadi saat ini. Kondisi ini diperkirakan terus berlangsung ke depannya.

    Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani menyampaikan, situasi ekonomi global yang terus berubah, kondisi geopolitik yang semakin tinggi, hingga proyeksi pertumbuhan yang terus menurun telah membuat banyak perusahaan tidak memiliki cukup informasi untuk mengambil keputusan.

    “Akhirnya, banyak yang bersikap dengan menahan ekspansi, memperlambat rekrutmen, dan fokus pada efisiensi dibanding mengambil risiko baru,” kata Shinta dalam sambutannya di Kantor BRIN, Jakarta Pusat, Senin (28/7/2025).