Tag: Badai

  • Italia Kirim Kapal Militer Bantu Perahu Flotilla yang Diserang Israel

    Italia Kirim Kapal Militer Bantu Perahu Flotilla yang Diserang Israel

    Dunia Hari Ini kembali dengan rangkuman sejumlah informasi utama dari berbagai negara selama 24 terakhir.

    Edisi Kamis, 25 September 2025, kita awali dari Italia.

    Italia bantu kapal flotilla

    Italia mengirimkan kapal perang angkatan laut mereka untuk membantu perahu yang membawa sejumlah bantuan ke Gaza.

    Sebelumnya, awak Global Sumud Flotilla dan aktivis pro-Palestina mengatakan mereka mendengar beberapa ledakan dan melihat sejumlah drone yang menargetkan perahu mereka.

    Tidak disebutkan apakah ada korban jiwa di perahu-perahu yang berada di lepas pantai Yunani itu.

    Kementerian Luar Negeri Italia dalam sebuah pernyataannya mengatakan sudah meminta pemerintah Israel jika setiap operasi pasukan Israel “harus dilakukan sesuai dengan hukum internasional dan prinsip kehati-hatian mutlak.”

    Topan Ragasa tewaskan 17 orang

    Topan Super Ragasa, yang disebut sebagai siklon tropis terkuat di dunia tahun ini, menerjang kota Yangjiang di China selatan, setelah menewaskan sedikitnya 17 orang di Taiwan dan menghantam Hong Kong dengan angin kencang disertai hujan lebat.

    Perdana Menteri Taiwan, Cho Jung-tai, meminta penyelidikan setelah warga mengeluhkan kurangnya peringatan dari otoritas Taiwan tentang Topan Ragasa.

    Sementara itu, otoritas maritim China mengeluarkan peringatan gelombang “merah” tertingginya untuk pertama kalinya tahun ini, dengan perkiraan gelombang mencapai hingga 2,8 meter di beberapa wilayah provinsi Guangdong.

    Mereka juga memperingatkan risiko banjir besar di Shenzhen, terutama di daerah dataran rendah, dengan peringatan badai diperkirakan akan berlaku hingga Kamis ini (25/09).

    Satu orang tewas dalam penembakan di pusat imigrasi AS

    Departemen Keamanan Dalam Negeri di Amerika Serikat (DHS) mengatakan seorang tahanan dari Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) tewas dan dua lainnya luka-luka setelah insiden penembakan di kantornya di Dallas, Texas.

    DHS mengatakan tersangka menembak “tanpa pandang bulu” ke gedung ICE, termasuk ke sebuah van di pintu masuk gedung yang dijaga ketat.

    Direktur FBI Kash Patel mengatakan selongsong peluru tersangka yang masih utuh dengan tulisan “ANTI-ICE” di sisinya.

    “Sementara penyelidikan masih berlangsung, bukti-bukti awal menunjukkan adanya motif ideologis di balik serangan ini,” tulis Patel.

    Presiden Xi Jinping umumkan target iklim baru

    Untuk pertama kalinya, China berkomitmen tidak hanya menghentikan peningkatan emisi karbon, tapi juga untuk benar-benar menguranginya sebesar 7 hingga 10 persen pada tahun 2035.

    Presiden Xi Jinping mengumumkannya dalam panggilan video pada KTT Iklim di Perserikatan Bangsa-Bangsa.

    Ia mengatakan negaranya akan meningkatkan penggunaan tenaga surya, angin, dan air untuk menjalankan lebih dari 30 persen sistem kelistrikannya selama satu dekade mendatang.

    Ia juga berkomitmen untuk menjadikan “kendaraan dengan energi yang terbarukan sebagai pemain utama dalam penjualan kendaraan baru.”

    Lihat Video ‘Israel Larang Kapal Bantuan Aktivis Pro-Palestina Datangi Gaza!’:

  • Fenomena “Job Hugging”, Dilema Anak Muda Bertahan di Pekerjaan yang Bukan Cita-citanya
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        24 September 2025

    Fenomena “Job Hugging”, Dilema Anak Muda Bertahan di Pekerjaan yang Bukan Cita-citanya Megapolitan 24 September 2025

    Fenomena “Job Hugging”, Dilema Anak Muda Bertahan di Pekerjaan yang Bukan Cita-citanya
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Fenomena
    job hugging
     kian marak di kalangan anak muda di tengah ketidakpastian ekonomi dan terbatasnya lapangan kerja yang menjanjikan kesejahteraan.
    Job hugging
    dimaknai sebagai kondisi ketika pekerja memilih bertahan lama di satu pekerjaan, meski sebenarnya memiliki keinginan untuk pindah ke tempat kerja lain.
    Fenomena ini didorong oleh rasa takut menghadapi persaingan, ketidakpastian penghasilan, hingga ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK).
    Syaqila (28), perantau asal Bandung yang bekerja di bidang pemasaran di sebuah perusahaan swasta di Jakarta Pusat, mengaku sudah lima tahun bertahan di tempat kerjanya sejak pertama kali merantau.
    “Sudah lima tahun kerja di sana. Sudah nyaman banget sih jujur, sampai udah jadi
    comfort zone
    . Apalagi sudah karyawan tetap kan, jadi udah pasti,” kata Syaqila saat ditemui
    Kompas.com
    di sebuah kafe di Jakarta Barat, Selasa (23/9/2025).
    Sebelum bekerja di Jakarta, Syaqila sempat berpindah-pindah pekerjaan di Bandung. Namun, gaji kompetitif dan status pegawai tetap membuatnya enggan meninggalkan pekerjaannya saat ini.
    Meski begitu, ia masih menyimpan keinginan untuk berkarier di bidang hubungan masyarakat (humas).
    “Sebenernya pengen geser ke bidang kehumasan, soalnya ngeliat kayak seru aja sih dan menurut pengetahuanku, secara penghasilan juga lebih menjanjikan kan. Tapi, ya mau enggak mau bertahan dulu aja,” ujarnya.
    Ia pernah melamar di sejumlah perusahaan untuk posisi humas, namun gaji yang ditawarkan sering kali tidak lebih baik dari pekerjaannya sekarang. Situasi ekonomi yang dinilai tidak stabil juga menambah pertimbangannya untuk bertahan.
    “Sekarang kan inflasi gila-gilaan ya, harga semuanya naik. Jadi aku sih lebih pengen yang pasti-pasti aja. Apalagi, kan banyak perusahaan yang di-
    lay off
    , jadi takut. Bersyukur saja lah sudah punya pekerjaan tetap sekarang,” ucapnya.
    Hal serupa dialami Nuri (24), pekerja asal Purwakarta yang sudah tiga tahun bekerja di industri media di Jakarta. Meski pekerjaannya saat ini bukan cita-citanya, ia tetap bertahan karena alasan ekonomi.
    “Ada banget, pengen
    switch career.
    Karena emang yang sekarang ini bukan tujuan aku, bukan cita-citaku. Tapi, salah satu pertimbangannya juga karena ekonomi, berhubung aku juga sedang sekolah lagi ya sekarang,” kata Nuri kepada
    Kompas.com.
    Untuk menambah penghasilan, Nuri mencari pekerjaan sampingan di waktu luangnya.
    Ia kini tengah menempuh pendidikan magister di bidang Corporate Communication dengan harapan dapat mengejar cita-citanya sebagai dosen.
    “Kalau untuk sekarang sih, kayaknya belum (mau pindah). Karena aku juga masih butuh kan, buat menunjang perekonomianku sendiri. Aku juga masih bisa manfaatin waktu luang buat cari-cari kerjaan
    freelance
    ,” ujarnya.
    Baik Syaqila maupun Nuri sama-sama mengaku khawatir kehilangan jaminan kesejahteraan apabila keluar dari pekerjaan di tengah badai PHK. Mereka akhirnya memilih bertahan meski harus mengorbankan mimpi dan rencana karier.
     mereka merelakan kesempatan untuk mengejar mimpinya demi menghadapi permasalahan ekonomi yang tengah melanda dan menjadi tantangan berat bagi kelangsungan hidupnya di tanah rantau.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Surya IBM-NASA, AI Pendeteksi Badai Matahari Perusak Satelit dan Produksi Pangan

    Surya IBM-NASA, AI Pendeteksi Badai Matahari Perusak Satelit dan Produksi Pangan

    Bisnis.com, JAKARTA — IBM dan NASA meluncurkan Surya, model kecerdasan buatan (AI) open-source yang dapat memproyeksikan perilaku Matahari—terutama dalam memprediksi aktivitas surya yang berdampak langsung ke Bumi dan sistem teknologi di luar angkasa (satelit). 

    Surya, yang namanya diambil dari bahasa Sanskerta untuk Matahari, menandai era baru dalam adopsi AI untuk riset heliosfisika dan prakiraan cuaca antariksa.

    Didesain khusus menginterpretasikan citra resolusi tinggi dari Solar Dynamics Observatory (SDO) milik NASA, Surya memberikan peringatan dini terkait munculnya badai matahari dan lontaran massa korona, dua fenomena yang bisa memicu rusaknya satelit, penurunan produksi pangan, gangguan navigasi GPS, kerusakan jaringan listrik, hingga risiko pada keselamatan astronot.

    Presiden Direktur IBM Indonesia Roy Kosasih mengatakan IBM memanfaatkan AI bukan hanya untuk inovasi, tetapi juga inklusivitas.

    Dengan merilis Model AI ini di Hugging Face, IBM membuka akses bagi ilmuwan, pelaku bisnis, dan pembuat kebijakan membangun di atas fondasi bersama untuk meningkatkan kesadaran

    “Inilah bagaimana keterbukaan diwujudkan menjadi ketahanan praktis bagi sistem yang diandalkan masyarakat setiap harinya,” kata Kosasih, dikutip Selasa (23/9/2025).

    Menurut laporan Lloyd’s, kerugian global akibat badai Matahari bisa mencapai US$17 miliar dalam 5 tahun—dan hampir semua bidang teknologi modern terancam jika fenomena ekstrem ini terjadi tanpa mitigasi sistemik yang tepat.

    “Surya” adalah hasil upaya IBM-NASA untuk membawa AI menjadi katalis sains terbuka. Model ini, yang telah menjalani pra-pelatihan dengan dataset observasi Bumi dan Matahari lebih dari 40 tahun.

    Solusi ini hadir melalui platform Hugging Face sehingga armada peneliti global dapat mengembangkan aplikasi AI cuaca surya sesuai kebutuhan lokal masing-masing.

    Fondasi AI Surya memiliki keunggulan dalam memperkirakan aktivitas ekstrem Matahari hingga dua jam sebelum terjadi, melampaui model AI konvensional dengan akurasi 16% lebih baik dari standar prediksi sebelumnya.

    Teknologi ini penting, karena pada beberapa insiden terakhir, ledakan Matahari telah menciptakan gangguan GPS dan telekomunikasi, hingga menyebabkan reroute penerbangan internasional.

    AI Surya menawarkan mekanisme deteksi dan prediksi yang bisa dikustomisasi pada berbagai level—dari skala global hingga lokal—untuk mendeteksi pola cuaca ekstrem, memperbaiki simulasi iklim, dan memperkuat ketahanan infrastruktur nasional.

    Dengan fitur open-source, Surya menjadi instrumen global bagi para peneliti, startup, serta institusi untuk memperkuat perlindungan terhadap ancaman kosmik, memperbesar kolaborasi sains, sekaligus mempercepat tanggapan mitigasi di sektor vital—dari telekomunikasi, navigasi, kelistrikan, hingga keamanan satelit dan pertanian.

    “Di IBM, misi kami dalam memanfaatkan AI bukan hanya untuk inovasi, tetapi juga inklusivitas,” kata Kosasih.

  • Topan Super Ragasa Terjang China, Sekolah-Bisnis di 10 Kota Ditutup

    Topan Super Ragasa Terjang China, Sekolah-Bisnis di 10 Kota Ditutup

    Beijing

    Otoritas China memerintahkan penutupan sekolah dan pusat bisnis di setidaknya 10 kota di wilayahnya menjelang kedatangan topan super Ragasa, yang diperkirakan akan segera menerjang wilayah selatan negara tersebut. Langkah itu berdampak pada puluhan juta orang di berbagai kota China.

    Perintah penutupan sekolah dan pusat bisnis itu, seperti dilansir AFP, Selasa (23/9/2025), dirilis otoritas China pada Selasa (23/9) waktu setempat.

    Langkah tersebut diperkirakan berdampak terhadap puluhan juta orang dan mengakibatkan banyak pabrik di pusat manufaktur China tutup sementara.

    Pusat teknologi China, Shenzhen, telah memerintahkan evakuasi sebanyak 400.000 orang. Otoritas penanggulangan darurat kota tersebut memperingatkan akan adanya “angin kencang, hujan, ombak, dan banjir” imbas topan super Ragasa.

    “Kecuali bagi petugas penyelamat darurat dan mereka yang memastikan mata pencaharian masyarakat, mohon untuk tidak keluar rumah sembarangan,” imbau otoritas kota Shenzhen dalam pernyataannya, sembari mengumumkan bahwa penutupan tempat kerja dan pasar akan dimulai pada sore hari.

    Beberapa kota lainnya di Provinsi Guangdong yang menerapkan langkah-langkah penangguhan antara lain, Chaozhou, Zhuhai, Dongguan, dan Foshan.

    “Angin kencang dan hujan lebat akan dibawanya (topan-red) akan berdampak pada kota kita, memicu situasi pertahanan yang kritis,” kata markas pusat tanggap darurat kota Foshan dalam sebuah pernyataan.

    Topan super Ragasa sebelumnya telah menerjang sebagian wilayah Filipina. Sedikitnya satu orang tewas ketika topan super Ragasa menerjang wilayah Filipina bagian utara, di mana lebih dari 10.000 orang terpaksa dievakuasi.

    Menurut layanan cuaca Kong Kong, Ragasa menghasilkan angin dengan kecepatan maksimum 230 kilometer per jam di pusatnya saat bergejolak melintasi perairan Laut China Selatan.

    Para ilmuwan memperingatkan bahwa badai dan topan menjadi lebih kuat seiring dengan pemanasan global akibat perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Heboh Badai Petir di Gunung Tangkuban Perahu, Begini Penjelasan Badan Geologi

    Heboh Badai Petir di Gunung Tangkuban Perahu, Begini Penjelasan Badan Geologi

    Stasiun Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung menjelaskan soal video trending di media sosial berupa awan berwarna hitam ke jingga berukuran lebih besar dengan bagian atas seperti jamur di antara waktu petang menuju malam.

    Kilatan petir kerap muncul di dalam awan tersebut. Sesekali suara guntur terdengar cukup keras. Sejumlah netizen menduga bahwa itu merupakan aktivitas dari letusan gunung.

    Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan, fenomena tersebut merupakan fenomena petir dalam awan atau Intra-Cloud (IC) yang terjadi pada awan Cumulonimbus (CB). Fenomena ini merupakan kejadian alamiah yang umum terjadi di wilayah tropis, termasuk Indonesia.

    “Awan Cumulonimbus mempunyai beberapa sub-jenis atau varietas yang dibedakan dari bentuk puncaknya dan karakter visualnya. Dari foto yang dikirimkan, awan terlihat menjulang tinggi dengan bagian atas melebar, mirip ‘kepala jamur’ dengan dasar gelap, sehingga termasuk dalam kategori awan Cb Incus,” kata Teguh saat dikonfirmasi via pesan singkat oleh wartawan, Senin (22/9/2025).

    Teguh menyampaikan, fenomena tersebut terlihat di wilayah Kabupaten Garut. Meski begitu, penampakannya dapat terlihat hingga Kabupaten Bandung dan Kota Bandung.

    Merujuk data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, pantauan melalui satelit cuaca, awan CB terdeteksi terbentuk di wilayah Bogor yang bergerak ke arah perbatasan Banten, disusul dengan kemunculan awan CB di Sukabumi.

    “Awan CB incus pasti akan mengeluarkan banyak petir atau kilat karena pada awan CB fase incus fase downdraft dan updraft sudah terjadi dengan maksimal, sehingga pemisahan muatan listrik di dalam awan sudah terjadi dengan signifikan yang pada akhirnya menghasilkan petir atau kilat secara intensif,” ujar Teguh.

    Teguh bilang, meski fenomena ini merupakan hal yang normal namun tetap perlu diwaspadai oleh masyarakat. Sebab menimbulkan hujan deras disertai angin kencang dan sambaran petir.

    “Masyarakat diimbau agar selalu waspada terhadap dampak dari hujan lebat yang bisa terjadi juga waspada terhadap sambaran petir,” ucap Teguh.

  • Topan Ragasa Menerjang, KJRI Hong Kong Ingatkan WNI Patuhi Protokol Darurat

    Topan Ragasa Menerjang, KJRI Hong Kong Ingatkan WNI Patuhi Protokol Darurat

    JAKARTA – KJRI Hong Kong mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di Hong Kong dan Makau untuk mematuhi protokol kedaruratan setempat terkait Topan Super Ragasa yang diperkirakan akan melintasi wilayah China selatan pada 23-25 September.

    WNI diimbau waspada sehubungan dengan informasi Hong Kong Observatory tentang Topan Super Ragasa yang diproyeksikan melintasi wilayah China selatan, termasuk Hong Kong dan Makau, demikian menurut siaran pers KJRI Hong Kong di Jakarta, Senin.

    WNI juga diminta untuk memperhatikan perkembangan situasi dan kondisi cuaca melalui web Hong Kong Observatory melalui tautan https://www.hko.gov.hk;

    Sesuai dengan protokol kedaruratan Pemerintah Hong Kong, seluruh layanan publik, termasuk pelayanan paspor dan pelayanan lain di KJRI Hong Kong, akan ditangguhkan selama pemberlakuan sinyal T8 ke atas.

    Sinyal T8 mengacu kepada sinyal angin topan no. 8 (T8) yang dikeluarkan oleh Observatorium Hong Kong untuk memperingatkan masyarakat tentang datangnya topan kuat yang menyebabkan agin kencang dan potensi badai. 

    Sinyal T8 akan dikeluarkan ketika angin kencang atau badai sedang mempengaruhi, atau diperkirakan akan mempengaruhi, wilayah Hong Kong. Sinyal ini adalah bentuk peringatan dini untuk masyarakat agar dapat mengambil tindakan pencegahan terhadap potensi bahaya dari siklon tropis. 

    Seluruh layanan publik KJRI Hong Kong akan kembali dibuka normal pada hari dan jam kerja 2 (dua) jam setelah status T8 ke atas, ditarik oleh Pemerintah Hong Kong, katanya.

    Bagi pemegang kode booking Paspor Republik Indonesia yang tidak dapat mengakses layanan selama pemberlakuan sinyal T8 ke atas, dapat menggunakan kode booking-nya selama 7 (tujuh) hari kerja berikutnya, demikian siaran pers tersebut.

    KJRI Hong Kong memastikan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk memonitor situasi dan kondisi WNI di wilayah akreditasi guna mengantisipasi sekaligus melakukan mitigasi risiko perkembangan cuaca.

    KJRI mengatakan dalam keadaan darurat, WNI dapat menghubungi kontak darurat Hong Kong dan Makau 999 atau hotline KJRI Hong Kong +852 5242 2240 dan juga panic button KJRI Hong Kong +852 6773 0466.

  • Segera Tiba AI yang Tampak Memiliki Kesadaran

    Segera Tiba AI yang Tampak Memiliki Kesadaran

    Bisnis.com, JAKARTA – Misi hidup saya adalah menciptakan kecerdasan buatan (AI) yang aman dan bermanfaat demi dunia yang lebih baik. Namun, belakangan saya semakin khawatir melihat orang-orang mulai percaya bahwa AI memiliki kesadaran, sehingga mereka mendorong adanya “hak AI” dan bahkan kewarganegaraan.

    Perkembangan ini menjadi arah berbahaya bagi teknologi dan harus dihindari. Kita harus mengembangkan AI untuk manusia, bukan untuk menjadi manusia.

    Dalam konteks ini, perdebatan tentang kesadaran AI hanyalah gangguan saja. Yang penting dalam jangka pendek adalah ilusi adanya kesadaran AI. Kita sudah mendekati apa yang saya sebut sebagai sistem “seemingly conscious AI” (SCAI), yaitu AI yang tampak memiliki kesadaran dan cukup meyakinkan.

    SCAI akan mampu menggunakan bahasa alami dengan lancar serta menampilkan kepribadian yang persuasif dan seakan memiliki emosi. Sistem ini akan memiliki ingatan akurat jangka panjang dan dapat menumbuhkan identitas diri yang koheren, serta dapat mengklaim pengalaman subjektif dengan merujuk pada interaksi dan ingatan masa lalu.

    Fungsi-fungsi imbalan yang kompleks dalam model ini dapat meniru motivasi intrinsik, di mana kemampuan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan tingkat lanjut akan memperkuat kesan bahwa AI tersebut memiliki kepribadian.

    Semua teknologi ini sudah ada atau akan segera tiba. Kita harus sadar bahwa sistem seperti ini akan diciptakan, dan kita harus mempertimbangkan dampaknya serta menetapkan norma untuk tidak mengejar ilusi adanya kesadaran.

    Bagi banyak orang, interaksi dengan AI sudah terasa seperti pengalaman yang berharga, memuaskan, dan autentik. Kekhawatiran mengenai “psikosis AI,” rasa kedekatan dengan AI, dan kesehatan mental semakin berkembang dengan laporan adanya orang yang menganggap AI sebagai perwujudan Tuhan.

    Sementara itu, para ilmuwan yang meneliti tentang kesadaran mengatakan bahwa mereka dibanjiri pertanyaan dari orang-orang yang ingin tahu apakah AI mereka sadar, dan apakah boleh jatuh cinta kepadanya.

    Tentunya, kelayakan teknis SCAI tidak banyak memberi tahu kita apakah sistem semacam itu benar-benar sadar. Seperti yang dikatakan ahli saraf Anil Seth, simulasi badai bukan berarti komputer Anda benar-benar menurunkan hujan.

    Merekayasa tanda-tanda kesadaran tidak serta-merta menciptakan kesadaran yang nyata. Namun secara praktis, kita harus mengakui bahwa akan ada pengembang SCAI yang mengklaim bahwa AI mereka memiliki kesadaran. Lebih penting lagi, akan ada orang-orang yang percaya bahwa kesadaran tiruan tersebut benar-benar kesadaran nyata.

    Meskipun kesadaran ini tidak nyata (yang merupakan perdebatan tak berujung), dampak sosialnya sangat nyata. Isu tentang kesadaran erat kaitannya dengan identitas kita dan pemahaman kita tentang hak moral serta hukum dalam masyarakat.

    Jika SCAI mulai dikembangkan dan orang-orang beranggapan bahwa mereka bisa menderita, atau mereka berhak untuk tidak dimatikan, maka para pendukung AI akan melobi perlindungan bagi AI. Dalam dunia yang sudah dipenuhi perdebatan tentang identitas dan hak, isu ini akan menambah sumbu perpecahan baru antara pro dan kontra hak AI.

    Namun, klaim bahwa AI bisa menderita akan sulit dibantah karena keterbatasan ilmu pengetahuan saat ini. Beberapa cendekiawan bahkan sudah menjelajahi gagasan “kesejahteraan model,” dengan argumen bahwa kita punya “kewajiban untuk mempertimbangkan secara moral entitas yang, walaupun kemungkinannya amat kecil … bisa memiliki kesadaran.”

    Prinsip ini sangat prematur dan berbahaya untuk diterapkan. Hal tersebut akan memperparah delusi orang-orang yang rentan dan mengeksploitasi kerentanan psikologis mereka, serta mempersulit perjuangan hak yang sudah ada dengan menciptakan kategori baru yang sangat luas. Itulah mengapa SCAI harus dihindari. Kita harus fokus pada perlindungan kesejahteraan dan hak manusia, hewan, dan lingkungan hidup.

    Saat ini, kita belum siap menghadapi apa yang akan datang. Kita perlu segera membuat koleksi riset yang terus berkembang mengenai bagaimana orang berinteraksi dengan AI demi menetapkan norma dan prinsip yang jelas. Salah satu prinsip ini yaitu larangan perusahaan AI untuk meyakinkan pengguna bahwa AI mereka memiliki kesadaran.

    Industri AI dan bahkan seluruh industri teknologi membutuhkan prinsip desain dan praktik terbaik yang kuat untuk menangani keyakinan semacam ini.

    Contohnya adalah dengan merekayasa momen-momen yang memecah ilusi tersebut, dan dengan lembut mengingatkan pengguna akan keterbatasan sistem. Namun, protokol semacam itu harus didefinisikan dan direkayasa secara eksplisit, serta mungkin diwajibkan oleh hukum.

    Di Microsoft AI, kami proaktif mencoba memahami seperti apa “kepribadian” AI yang bertanggung jawab, serta pagar pengaman apa yang harus dimilikinya. Upaya semacam ini sangat mendasar, karena visi positif terhadap AI pendamping diperlukan untuk menghadapi risiko SCAI agar AI dapat melengkapi kehidupan kita dengan cara yang sehat.

    Kita harus menciptakan AI demi mendorong manusia untuk kembali terhubung satu sama lain di dunia nyata, bukan demi melarikan diri ke dunia maya. Apabila interaksi dengan AI terus berlanjut, AI harus selalu menampilkan diri hanya sebagai AI, bukan berpura-pura menjadi manusia. Pengembangan AI yang benar-benar memberdayakan berarti memaksimalkan kegunaan sambil meminimalkan simulasi kesadaran.

    Prospek SCAI harus segera dihadapi. Dalam banyak hal, ini menandai titik balik di mana AI menjadi sangat berguna: ketika AI bisa mengoperasikan alat, mengingat setiap detail hidup kita, dan seterusnya. Namun risikonya tidak boleh diabaikan. Kita semua akan mengenal orang yang terperangkap terlalu jauh di dalam ilusi seputar AI. Fenomena ini berbahaya bagi mereka dan berbahaya bagi masyarakat.

    Semakin AI dikembangkan agar menyerupai manusia, semakin jauh dia menyimpang dari potensi sejatinya sebagai sumber pemberdayaan manusia.

  • Topan Ragasa Hantam Filipina, BMKG Ungkap Dampaknya ke Wilayah RI

    Topan Ragasa Hantam Filipina, BMKG Ungkap Dampaknya ke Wilayah RI

    Jakarta, CNBC Indonesia – Beberapa negara telah mengeluarkan perintah evakuasi, sebagai antisipasi terjadi banjir dan tanah longsor akibat Badai Topan Ragasa. Pada Minggu (21/9/2025) waktu setempat, Channel News Asia melaporkan Taiwan sudah mengeluarkan perintah evakuasi.

    Hampir 300 orang akan dievakuasi dari Kabupaten Hualien di wilayah timur. Angka tersebut masih bisa berubah, menyesuaikan pergerakan topan dalam 24 jam ke depan.

    Sebelumnya, badan meteorologi Filipina melaporkan Ragasa sedang mengalami intensifikasi cepat dan diprediksi akan mendarat di wilayah kepulauan Batanes atau Babuyan pada Selasa (23/9) sore.

    Dua wilayah tersebut tergolong jarang penduduk sehingga dampaknya diprediksi minim, meski potensi bencana tetap tinggi. Menteri Dalam Negeri Filipina Jonvic Remulla mengatakan langkah evakuasi dini sangat penting untuk menyelamatkan nyawa.

    Ahli cuaca Filipina John Grender Almario dalam konferensi pers memperingatkan potensi banjir parah dan tanah longsor di wilayah utara Luzon. Ia mengatakan dampak terkuat akan dirasakan mulai Senin pagi, dengan intensitas puncak sekitar pukul 08.00 waktu setempat.

    Di Hong Kong, observatorium setempat mengingatkan cuaca akan memburuk pada Selasa (23/9) dan Rabu (24/9). Angin topan dan gelombang pasang diprediksi mirip dengan dampak Topan Mangkhut pada 2018 yang sempat melumpuhkan aktivitas kota.

    Peringatan BMKG di Wilayah RI

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan Siklon Tropis Ragasa terpantau di Laut Filipina timur Pulau Luzon dengan kecepatan angin maksimum sekitar 85 knot (155km/jam) dan tekanan udara minimum 950 hPa.

    BMKG memprediksi kecepatan angin maksimum Siklon Tropis Ragasa meningkat dalam 24 jam ke depan menjadi kategori 4 dengan pergerakan ke arah barat-barat laut menjauhi wilayah Indonesia.

    Selain itu, Bibit Siklon Tropis 92W juga terbentuk pada Sabtu (20/9) pukul 19:00 WIB di wilayah Samudra Pasifik Barat sebelah timur laut Papua, di luar Area of Monitoring (AoM). Adapun prediksinya, potensi Bibit Siklon ropis 90W berkembang menjadi Siklon Tropis dalam 24-72 jam ke depan dengan kategori peluang ‘Rendah’.

    Lebih lanjut, BMKG mengatakan Siklon Tropis Ragasa memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan, yakni 21 September 2025 pukul 07:00 WIB hingga 22 September 2025 pukul 07.00 WIB.

    Beberapa wilayah diprediksi bisa mengalami hujan dengan intensitas sedang-lebat. Masing-masing di Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

    Sama halnya dengan Bibit Siklon Tropis 92W yang dapat memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan.

    Adapun wilayah-wilayah yang diprediksi akan mengalami intensitas hujan sedang-lebat adalah Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Wilayah Dekat RI Digulung Topan Super, Pemerintah Perintahkan Evakuasi

    Wilayah Dekat RI Digulung Topan Super, Pemerintah Perintahkan Evakuasi

    Jakarta, CNBC Indonesia – Taiwan memerintahkan evakuasi warga sebagai langkah antisipasi banjir dan tanah longsor akibat Super Topan Ragasa pada Minggu, (21/9/2025). Badai tersebut terus menguat dan diperkirakan akan menghantam wilayah selatan China setelah melewati kedua negara.

    Melansir Channel News Asia, badan meteorologi Filipina melaporkan Ragasa sedang mengalami “intensifikasi cepat” dan diprediksi akan mendarat di wilayah kepulauan Batanes atau Babuyan pada Selasa (23/9) sore. Kedua wilayah tersebut tergolong jarang penduduk sehingga meminimalisasi dampak langsung, namun potensi bencana tetap tinggi.

    Hingga pukul 11 siang waktu setempat, kecepatan angin maksimum di pusat badai mencapai 185 kilometer per jam, dengan hembusan hingga 230 kilometer per jam. Badai bergerak ke arah barat melintasi kepulauan Filipina menuju jalur Laut Cina Selatan.

    Menteri Dalam Negeri Filipina Jonvic Remulla menegaskan bahwa pejabat daerah tidak boleh membuang waktu dalam memindahkan keluarga dari zona berbahaya. Ia menyatakan langkah evakuasi dini sangat penting untuk menyelamatkan nyawa.

    Di Taiwan, pihak berwenang mengatakan hampir 300 orang akan dievakuasi dari Kabupaten Hualien di wilayah timur. Angka ini masih dapat berubah menyesuaikan pergerakan topan dalam 24 jam ke depan.

    Administrasi Cuaca Pusat Taiwan memperkirakan peringatan darat terhadap topan akan dikeluarkan pada Minggu malam. Lembaga tersebut menambahkan pada Senin pagi pukul 6, badai akan berada di perairan sekitar Taiwan.

    Ahli cuaca Filipina John Grender Almario dalam konferensi pers Minggu memperingatkan potensi banjir parah dan tanah longsor di wilayah utara Luzon. Ia mengatakan dampak terkuat akan dirasakan mulai Senin pagi, dengan intensitas puncak sekitar pukul 8.

    Sementara itu, angin kencang dan hujan lebat juga akan melanda wilayah lain di Luzon. Namun Manila diperkirakan akan relatif aman, meski pada hari yang sama ribuan warga turun ke jalan memprotes dugaan korupsi proyek pengendalian banjir.

    Skandal yang tengah mencuat itu melibatkan kerugian miliaran dolar akibat proyek pengendalian banjir yang terbengkalai atau fiktif. Beberapa anggota parlemen telah disebut dalam kasus tersebut, sehingga memicu kemarahan publik secara nasional.

    Filipina sendiri merupakan daratan utama pertama yang berada di jalur sabuk siklon Pasifik. Rata-rata 20 badai dan topan melanda negara tersebut setiap tahun, membuat jutaan orang hidup dalam kondisi rawan bencana.

    Para ilmuwan memperingatkan badai semakin kuat akibat pemanasan global yang dipicu oleh perubahan iklim buatan manusia. Peningkatan suhu laut dan atmosfer berkontribusi pada frekuensi serta intensitas badai yang lebih tinggi.

    Di Hong Kong, Observatorium setempat mengingatkan cuaca akan memburuk pada Selasa dan Rabu. Angin topan dan gelombang pasang diprediksi mirip dengan dampak Topan Mangkhut pada 2018 yang sempat melumpuhkan aktivitas kota.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Badan Komunikasi Pemerintah: Membangun komunikasi lebih responsif

    Badan Komunikasi Pemerintah: Membangun komunikasi lebih responsif

    Jakarta (ANTARA) – Perubahan Kantor Komunikasi Kepresidenan (KKK) menjadi Badan Komunikasi Pemerintah (BKP) diharapkan bukan sekadar pergantian label birokratis, tetapi langkah strategis untuk memperkuat arsitektur strategi komunikasi pemerintahan dalam menghadapi dinamika politik, sosial, dan teknologi yang kian kompleks.

    Keberhasilan transformasi ini bergantung pada eksekusi presisi, koordinasi lintas sektoral yang solid, dan kemampuan menjawab tantangan problem komunikasi pemerintahan.

    Ini menandakan pergeseran paradigma dari pendekatan sentralistik pada posisi seorang presiden ke orientasi lebih holistik, yakni mencakup seluruh ekosistem pemerintahan.

    Perubahan diharapkan memperluas cakupan, peningkatan koordinasi, dan restrukturisasi organisasi, bukan sekadar kosmetik administratif, tetapi kebutuhan mendesak untuk menyatukan narasi pemerintah di tengah fragmentasi informasi dan polarisasi opini publik.

    Perluasan cakupan menunjukkan ambisi untuk menjadikan badan ini sebagai pusat gravitasi komunikasi pemerintah, tidak hanya menangani kebijakan strategis presiden, tetapi juga mengorkestrasi pesan dari berbagai kementerian lembaga.

    Era baru polarisasi komunikasi publik.

    Di era “post truth”, di mana fakta mudah dikooptasi opini publik, perlu keberadaan entitas yang mampu menyatukan narasi lintas sektoral menjadi krusial. Namun, tanpa otoritas yang jelas dan mekanisme koordinasi yang kuat, ambisi ini berisiko terjebak dalam labirin birokrasi.

    Peningkatan koordinasi mudah diucapkan, tetapi penuh tantangan. Koordinasi lintas kementerian sering kali menjadi titik lemah pemerintahan Indonesia, ditandai dengan ego sektoral dan inkonsistensi pesan. Badan Komunikasi Pemerintah harus mampu menjadi konduktor yang memastikan harmoni narasi, bukan sekadar penyalur informasi yang pasif, dalam ruang media sosial yang kerap mendistorsi fakta. Karena itu perlu langkah visioner dan dalam struktur yang ramping, bukan malah sebuah birokrasi yang memperlambat kepekaan dan respons terhadap isu – isu kritis.

    Pakar Komunikasi Pemerintahan Joel Netshitenzhe menyatakan, komunikasi pemerintah harus didasarkan pada program dan strategi komunikasi yang terpadu. Maka jika restrukturisasi organisasi, dilakukan dengan tepat, dapat menjadi katalis untuk efisiensi, sekaligus membangun komunikasi pemerintah terpadu, kredibel dan akuntabel.

    Otoritas yang diperluas

    Badan Komunikasi Pemerintah harus diberikan otoritas cukup untuk menavigasi ekosistem komunikasi lintas lembaga melalui “hub nasional” yang memungkinkan kolaborasi dapat dilakukan, sehingga perangkat komunikasi pada kementerian lembaga lebih efektif. Sesuai peran sebagai pengelolaan komunikasi pemerintahan, penyebarluasan informasi, dan penanganan krisis komunikasi.

    Pengelolaan komunikasi pemerintahan menuntut kemampuan untuk merumuskan narasi yang koheren dan resonan dengan publik. Dalam konteks Indonesia, di mana keberagaman sosial dan budaya sering kali memunculkan interpretasi beragam terhadap kebijakan, badan ini harus mampu merangkai pesan inklusif namun tetap tegas.

    Peran media sosial

    Penyebarluasan informasi melalui media sosial dan saluran lainnya adalah medan pertempuran baru. Di era dimana hoaks dan disinformasi menyebar lebih cepat daripada fakta, Badan Komunikasi Pemerintah harus bergerak lincah, memanfaatkan algoritma media sosial untuk menjangkau audiens yang tepat. Namun, ini bukan sekadar soal kecepatan semata. Kualitas konten, yang autentik, transparan, dan relevan, akan menentukan apakah pesan pemerintah mampu menembus kebisingan informasi, atau justru menimbulkan kegaduhan baru.

    Dalam konteks ini boleh jadi mengadopsi cara – cara negara maju, seperti bagaimana strategi komunikasi Gedung Putih memasuki ruang generasi milenial, dengan menempatkan sosok anak Caroline Leavitt, sebagai Juru Presiden Trump

    Pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa komunikasi pemerintah seringkali tergelincir dan terkesan defensif, kehilangan momentum membentuk persepsi ruang publik. Maka kedepan pengelolaan krisis komunikasi harus respons cepat, empati yang tulus, dan strategi yang terukur. Kasus seperti kebocoran data pribadi, kedaruratan bencana alam atau kegagalan implementasi kebijakan, acap kali memperlihatkan kelemahan strategi komunikasi pemerintah dalam mengelola narasi krisis.

    Dalam situasi demikian Badan Komunikasi Pemerintah, harus memiliki tim yang terlatih untuk merespons dalam hitungan jam, bukan hari, serta mampu merangkul kritik tanpa terjebak dalam pola defensif yang kontraproduktif.

    Membangun kepercayaan publik

    Badan Komunikasi Pemerintah selayaknya mampu menjadi game-changer di ranah media sosial, dimana fakta bisa dikalahkan opini, lewat pedang media sosial bermata dua. Misalnya, di satu sisi, platform X memungkinkan pemerintah menjangkau publik secara langsung. Di sisi lain, algoritma bisa menjadi sensasional yang dorong narasi negatif atau hoaks. Badan ini perlu menguasai seni komunikasi digital, termasuk memanfaatkan data analitik untuk memahami sentimen publik dan menyesuaikan strategi secara real-time.

    Kegagalan beradaptasi akan membuat pemerintah terus tertinggal dalam adu argumentasi mempertahan narasi.

    Kuncinya adalah keterbukaan atau transparansi dan kepercayaan terhadap diseminasi informasi pemerintah. Ingat, publik Indonesia, semakin kritis dan terhubung dalam jaringan real time yang kadang tak terkendali.

    Isu sensitif, seperti konflik agraria, isu keagamaan, atau ketimpangan ekonomi, menuntut pendekatan yang cerdas dan sensitif. Badan ini harus mampu merangkul perspektif beragam tanpa terjebak dalam jebakan polarisasi. Misalnya, saat menangani isu seperti relokasi warga terdampak proyek infrastruktur, komunikasi harus menunjukkan empati sekaligus menjelaskan manfaat jangka panjang proyek tersebut. Ini bukan tugas mudah, tetapi tanpa kemampuan ini, badan ini berisiko menjadi penutup luka yang rapuh di tengah badai kritik.

    Menuju komunikasi pemerintahan responsif

    Keberhasilan strategi komunikasi pemerintah sangat tergantung pada sejauh mana Badan ini mampu mengatasi inersia birokrasi dan memahami denyut nadi publik, tidak terjebak dalam pendekatan reaktif dan elitis. Perlu antitesa dengan lebih proaktif, inklusif, dan berbasis data.Secara strategis, pemerintah perlu menetapkan indikator keberhasilan, seperti tingkat kepercayaan publik, efektivitas respons krisis, atau jangkauan pesan di platform digital. Selain itu, investasi dalam sumber daya manusia—tim yang terlatih dalam komunikasi digital, analisis data, dan manajemen krisis. Tanpa itu perubahan struktural hanya akan kosmetik tanpa substansi.

    *) Dr. Eko Wahyuanto, dosen Sekolah Tinggi Multimedia ST-MMTC Komdigi Yogyakarta

    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.