Tag: Badai

  • Korban Tewas Akibat Tornado di AS Bertambah Jadi 24 Orang

    Korban Tewas Akibat Tornado di AS Bertambah Jadi 24 Orang

    Jakarta

    Korban tewas akibat badai dan tornado dengan angin dahsyat kembali bertambah. Saat ini total korban tewas akibat peristiwa itu menjadi 24 orang.

    Dilansir AFP, Minggu (2/4/2023), Tennessee merupakan salah satu negara bagian terparah yang diterjang badai yang dimulai Jumat. Awalnya jumlah korban tewas sebanyak 7 orang, tetapi kini meningkat menjadi sembilan orang tewas, berdasarkan saluran berita WREG yang berbasis Memphis.

    Sejumlah pemandangan kehancuran dari jalur yang terkena tornado misalnya rumah rata menjadi tumpukan papan kayu, dan merobek dinding dari bangunan.

    “Seluruh rumah, Anda bisa merasakannya berguncang,” kata Janice Pieterick, yang pintu rumah dan jendela kacanya pecah saat tornado menyapu Lewis County. “Kami hanya berjongkok.”

    Jumlah korban di Tennessee melebihi 15 kematian yang dilaporkan di Arkansas, Mississippi dan Alabama di selatan, Indiana dan Illinois di Midwest, dan Delaware di pertengahan Atlantik.

    Badai yang menyebabkan puluhan orang terluka melanda pantai timur AS pada Sabtu dengan diikuti badai petir, hujan es dan angin kencang diprediksi akan berlangsung hingga Minggu malam.

    Badai dan tornado dengan beberapa ukuran besar menyapu Arkansas. Gubernur negara bagian Arkansas melaporkan sedikitnya 5 orang tewas dalam peristiwa itu.

    Gubernur negara bagian Arkansas Sarah Huckabee Sanders telah mengumumkan keadaan darurat dan mengaktifkan penjaga nasional untuk membantu upaya pemulihan.

    Dia mengatakan telah berbicara dengan Presiden Joe Biden, yang berjanji untuk mempercepat bantuan federal.

    Kota Wynne, di timur laut Arkansas, “terbelah dua akibat kerusakan dari timur ke barat,” kata Walikota Wynne, Jennifer Hobbs kepada CNN.

    Layanan Cuaca Nasional telah mengeluarkan peringatan tornado untuk beberapa negara bagian lain, dari sejauh utara hingga Iowa hingga negara bagian selatan Mississippi, tempat angin puting beliung pekan lalu menewaskan 25 orang dan menyebabkan kerusakan properti yang luas.

    (yld/idn)

  • Korban Tewas Akibat Tornado di AS Bertambah Jadi 24 Orang

    Bertambah, Korban Tewas Tornado di AS Jadi 21 Orang

    Jakarta

    Jumlah korban tewas akibat badai besar dan tornado yang menerjang bagian selatan-tengah dan timur Amerika Serikat meningkat. Kini jumlah korban tewas dalam insiden itu menjadi 21 orang, dengan puluhan lainnya terluka.

    Dilansir AFP, Minggu (2/4/2023), seorang juru bicara badan manajemen darurat di Tennessee yang merupakan salah satu negara bagian yang dilanda badai paling parah sejak Jumat mengonfirmasi 7 kematian akibat bencana cuaca.

    Sementara itu sebanyak 14 kematian dilaporkan di Arkansas, Mississippi dan Alabama di selatan, serta Indiana dan Illinois di Midwest. Sebelumnya badai melanda pantai timur AS dengan badai petir, hujan es, dan angin kencang yang diperkirakan hingga Minggu malam.

    Pada Jumat, badai dengan beberapa tornado berukuran besar menyapu Arkansas, termasuk ibu kota Little Rock, dimana sedikitnya 5 orang tewas.

    Akibat badai dan tornado tersebut sejumlah terlihat kerusakan parah, dengan beberapa rumah terkoyak, mobil terbalik, kabel listrik tumbang, dan pepohonan tumbang dari tanah.

    Gubernur Arkansas, Sarah Huckabee Sanders mengumumkan keadaan darurat dan mengaktifkan penjaga nasional untuk membantu upaya pemulihan.

    Dia mengatakan telah berbicara dengan Presiden Joe Biden, yang telah berjanji untuk mempercepat bantuan federal.

    (yld/gbr)

  • Korban Tewas Akibat Tornado di AS Bertambah Jadi 24 Orang

    Tornado di Arkansas AS Tewaskan 5 Orang, Puluhan Lainnya Terluka

    Washington

    Tornado dahsyat melanda pantai timur Amerika Serikat (AS). Peristiwa itu menghancurkan beberapa negara bagian tengah yang menewaskan sedikitnya 11 orang dan puluhan orang lainnya terluka.

    Dilansir AFP, Minggu (2/4/2023), tornado menyapu Arkansas pada Jumat (31/3), termasuk di ibu kota Little Rock yang menewaskan sedikitnya lima orang. Gubernur negara bagian itu, Sarah Huckabee Sanders melaporkan puluhan orang lainnya terluka akibat kejadian itu.

    Kerusakan parah di daerah yang terkena dampak, dengan beberapa rumah rusak, mobil terbalik, dan pepohonan tumbang.Gubernur Sarah telah mengumumkan keadaan darurat dan mengaktifkan penjaga nasional untuk membantu upaya pemulihan.

    Kota Wynne, di bagian timur laut negara bagian itu “terbelah dua akibat kerusakan dari timur ke barat,” kata Wali Kota Jennifer Hobbs.

    Layanan cuaca nasional juga telah mengeluarkan peringatan tornado untuk beberapa negara bagian lain, dari sejauh utara hingga Iowa hingga negara bagian selatan Mississippi, di mana angin puting beliung minggu lalu menewaskan 25 orang dan menyebabkan kerusakan properti yang luas.

    Bencana melanda kota Illinois Belvidere, di luar Chicago, ketika cuaca buruk menyebabkan atap dan bagian fasad Teater Apollo runtuh. Kepala Pemadam Belvidere, Shawn Schadle melaporkan satu kematian dan 28 luka-luka, termasuk lima orang yang dirawat di rumah sakit dengan luka serius.

    Di negara bagian tetangga Indiana, tiga orang tewas akibat badai di Sullivan County, beberapa media AS melaporkan, mengutip pihak berwenang setempat.

    Saat sistem tersebut menuju ke pantai timur AS pada Sabtu, beberapa negara bagian tengah Atlantik berada di bawah peringatan angin kencang.

    “Hembusan angin maksimum bisa mendekati 60 mil (100 kilometer) per jam di sebagian besar Appalachian, Lembah Ohio bagian atas, dan Atlantik Tengah hari ini,” tulis Sistem Cuaca Nasional memperingatkan.

    Tornado biasa terjadi di Amerika Serikat, terutama di bagian tengah dan selatan negara itu. Presiden Joe Biden pada Jumat lalu mengunjungi kota Rolling Fork di Mississippi, salah satu daerah yang paling parah dilanda tornado minggu lalu.

    Pada Desember 2021, sekitar 80 orang tewas akibat tornado di Kentucky.

    (fas/fas)

  • 5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

    5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

    Jakarta

    Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mencetak sejarah setelah dewan juri pengadilan Manhattan di New York, Amerika Serikat (AS) mendakwanya terkait kasus uang tutup mulut terhadap seorang bintang porno saat kampanye Pilpres 2016. Trump menjadi mantan Presiden AS pertama yang menghadapi tuntutan pidana.

    Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (1/4/2023), pengacara Trump mengungkapkan bahwa Trump, yang saat ini berada di kediaman mewahnya di Mar-a-Lago di Florida, awalnya “kaget” dengan dakwaan tersebut. Namun, “dia sekarang dalam posisi siap untuk melawan ini,” ujarnya.

    Trump akan diperiksa, diambil sidik jarinya, dan akan difoto di gedung pengadilan Manhattan pada Selasa sore mendatang, sebelum tampil di hadapan hakim sebagai presiden Amerika Serikat pertama yang menghadapi tuntutan pidana.

    Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (1/4/2023):

    – Tornado Dahsyat Tewaskan 3 Orang di Arkansas, 1 Tewas di Illinois

    Setidaknya tiga orang tewas akibat tornado dahsyat yang mengguncang negara bagian Arkansas di Amerika Serikat bagian selatan.

    Sementara itu di hari yang sama pada Jumat (31/3) waktu setempat, badai hebat melanda Illinois dan menyebabkan atap sebuah teater ambruk. Akibatnya satu orang tewas dan 28 orang lainnya luka-luka..

    Sanders mengatakan dua orang tewas di kota Wynne di bagian timur Arkansas, sementara seorang pejabat di Pulaski County, yang mengelilingi ibu kota Little Rock, mengonfirmasi satu korban jiwa di sana.

    – Rebut Pistol Polisi Israel, Pria Arab Ditembak Mati

    Polisi Israel menembak mati seorang pria Arab-Israel yang merebut pistol dari seorang polisi dan menembakkannya dalam perkelahian di Kota Tua Yerusalem.

    Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (1/4/2023), polisi Israel mengatakan serangan itu terjadi sekitar tengah malam di dekat Chain Gate, titik akses ke kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem timur yang dicaplok Israel.

    Dalam sebuah pernyataan, polisi Israel mengatakan bahwa para polisi menghentikan tersangka dan, saat dia diinterogasi, dia tiba-tiba menyerang salah satu polisi, mengambil senjatanya dan berhasil menembakkannya.

    – Ukraina Pesan 100 Kendaraan Lapis Baja dari Polandia

    Pemerintah Ukraina telah memesan 100 kendaraan lapis baja serba guna Rosomak, yang dibuat di Polandia di bawah lisensi Finlandia. Perdana Menteri (PM) Polandia Mateusz Morawiecki menyampaikan hal tersebut pada Sabtu (1/4/2023).

  • Neptunus Punya Cincin Seperti Saturnus? James Webb Buka Rahasianya

    Neptunus Punya Cincin Seperti Saturnus? James Webb Buka Rahasianya

    Jakarta, CNN Indonesia

    Planet yang identik dengan cincin yang melingkarinya tak cuma milik Saturnus. Baru-baru ini, teleskop James Webb (JWST) menangkap momen Neptunus bercincin.

    Gambar itu merupakan yang pertama kali didapat Webb dari Neptunus.

    Dikutip dari situs badan antariksa AS (NASA), Webb tidak hanya menangkap pemandangan paling jelas dari cincin planet  itu. Kameranya juga mampu mengungkap gambaran planet es raksasa itu dalam cahaya yang sama sekali baru.

    Yang paling mencolok dalam gambar baru Webb adalah tampilan cincin planet yang tajam, beberapa di antaranya belum terdeteksi sejak Voyager 2 NASA menjadi pesawat ruang angkasa pertama yang mengamati Neptunus pada 1989.

    Apa yang tampaknya hilang dari gambar Neptunus JWST adalah warna biru khas yang dikaitkan dengan raksasa es dari foto yang diambil oleh Teleskop Luar Angkasa Hubble.

    Dikutip dari Space, selain beberapa cincin terang terlihat, gambar Webb dengan jelas menunjukkan pita debu Neptunus yang lebih redup.

    “Sudah tiga dekade sejak terakhir kali kami melihat cincin samar dan berdebu ini, dan ini adalah pertama kalinya kami melihatnya dalam inframerah,” kata Heidi Hammel, pakar sistem Neptunus dan ilmuwan interdisipliner untuk Webb.

    Menurutnya, kualitas gambar Webb yang sangat stabil dan presisi memungkinkannya mendeteksi cincin yang sangat redup yang begitu dekat dengan Neptunus.

    Neptunus, yang berjarak 4,3 miliar hingga 4,7 miliar kilometer dari Bumi, itu memesona para peneliti sejak penemuannya pada 1846.

    Planet kedelapan di Tata Surya itu mengorbit di daerah terpencil yang gelap bagian luar. Pada jarak ekstrem, Matahari begitu kecil dan redup sehingga tengah hari di Neptunus mirip dengan senja di Bumi.

    Ia dicirikan sebagai raksasa es karena susunan kimiawi interiornya. Dibandingkan dengan raksasa gas, Jupiter dan Saturnus, Neptunus jauh lebih kaya akan unsur-unsur yang lebih berat daripada hidrogen dan helium.

    Ini terlihat jelas dalam penampakan biru khas Neptunus dalam gambar Teleskop Luar Angkasa Hubble pada panjang gelombang yang terlihat, yang disebabkan oleh sejumlah kecil gas metana.

    Kamera Inframerah Dekat (NIRCam) Webb memotret objek dalam kisaran inframerah-dekat dari 0,6 hingga 5 mikron, sehingga Neptunus tidak tampak biru bagi Webb.

    Faktanya, gas metana sangat kuat menyerap cahaya merah dan inframerah sehingga planet ini cukup gelap pada panjang gelombang inframerah-dekat ini, kecuali di mana ada awan di ketinggian.

    Gambar JWST juga menyoroti pita awan lintang tinggi yang terus menerus mengelilingi pusaran yang sebelumnya diketahui terletak di kutub selatan Neptunus.

    Garis kecerahan yang tipis dan samar juga dapat terlihat mengelilingi ekuator planet yang mungkin mengindikasikan sirkulasi global atmosfer Neptunus yang mendorong angin dan badai melintasi raksasa es itu.

    (can/arh)

    [Gambas:Video CNN]

  • Wahana Parker Pecahkan Rekor Jarak Terdekat ke Matahari

    Wahana Parker Pecahkan Rekor Jarak Terdekat ke Matahari

    Jakarta, CNN Indonesia

    Wahana Parker milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pada Selasa (6/9) memecahkan rekor penerbangan terdekat Matahari yang telah bertahan selama 46 tahun.

    Rekor penerbangan wahana antariksa terdekat Matahari sebelumnya dipegang wahana Helios 2 milik NASA pada 1976. Jarak wahana antariksa itu dengan pusat Tata Surya hanya 43,5 juta kilometer.

    Parker telah mengalahkan rekor tersebut dengan terbang dalam jarak 8,5 juta kilometer dari Matahari.

    “Tidak ada yang pernah terbang melalui peristiwa Matahari yang begitu dekat dengan Matahari sebelumnya,” kata ilmuwan proyek Parker Solar Probe Nour Raouafi dari Laboratorium Fisika Terapan Universitas Johns Hopkins (JHUAPL), seperti dikutip Space.

    “Datanya akan benar-benar baru, dan kami pasti akan belajar banyak darinya,” tambahnya.

    Parker diluncurkan pertama kali pada 2018. Sejak saat itu, wahana antariksa ini sudah mendekati Matahari sebanyak 13 kali.

    Selain karena jaraknya yang sangat dekat, penerbangan Parker kali ini juga cukup istimewa pasalnya terjadi saat Matahari sangat aktif.

    Beberapa waktu lalu, Matahari melontarkan beberapa kali suar yang menyebabkan badai Matahari.

    Peningkatan aktivitas ini disebut karena siklus 11 tahunan Matahari. Saat ini Matahari sudah mulai memasuki fase awal siklus tersebut, sehingga aktivitasnya terus meningkat.

    Parker sendiri belum pernah mengalami aktivitas seperti itu selama terbang jarak dekat dengan Matahari, tetapi para ilmuwan memperkirakan pesawat ruang angkasa itu mungkin akan meledak kali ini.

    Penerbangan ke Matahari memiliki banyak tantangan. Panas yang ekstrem adalah kekhawatiran yang paling jelas. Suhu permukaan Matahari adalah 5.726 derajat Celcius tetapi anehnya, daerah yang mengelilingi Matahari malah lebih panas.

    Salah satu daerah Matahari yang sangat panas adalah bagian korona yang berjarak 2.100 kilometer dari permukaan Matahari dan memanjang hingga ke luar angkasa.

    Dilansir dari How Stuff Works, korona bisa memiliki suhu 300 kali lipat suhu permukaan Matahari.

    Pada penerbangan April 2021 lalu, korona menjadi salah satu wilayah yang coba didekati Parker.

    (lom/fea)

    [Gambas:Video CNN]

  • Dahsyatnya Efek Polusi Karbon Jauh Lebihi Prediksi

    Dahsyatnya Efek Polusi Karbon Jauh Lebihi Prediksi

    Jakarta, CNN Indonesia

    Polusi karbon dioksida memiliki dampak yang jauh lebih brutal dari yang dibayangkan, bahkan ketika dikonversikan dalam nilai uang, dampak polusi tersebut bernilai sangat besar.

    Dalam sebuah makalah yang diterbitkan di jurnal Nature pada Kamis (1/9), peneliti menyebut setiap ton karbon dioksida yang keluar dari cerobong asap atau knalpot menyebabkan kerusakan yang jauh lebih besar daripada yang diperhitungkan oleh pemerintah.

    Intensitas perubahan iklim yang semakin besar menyebabkan badai besar, kebakaran hutan yang ekstrem, kekeringan, dan hujan lebat. Sederet kejadian alam ini berujung pada rusaknya rumah serta banyak kehidupan di seluruh dunia.

    Para peneliti menyebut dampak sains, ekonomi, dan kesehatan yang disebabkan oleh jejak karbon ini sebagai biaya sosial karbon. Artinya, harga yang mewakili total kerusakan iklim yang ditimbulkan kepada masyarakat melalui emisi karbon.

    Pemerintah Amerika Serikat (AS) memperkirakan harga US$51 (sekitar Rp752 ribu) untuk biaya sosial karbon per ton karbon dioksida yang dikeluarkan. Dengan kata lain, ada kerusakan senilai US$51 di tahun-tahun berikutnya akibat emisi karbon.

    Sementara itu, provinsi New York memiliki biaya sosial karbon yang jauh lebih tinggi, yakni US$125 untuk setiap ton emisi karbon yang dikeluarkan. Biaya ini merupakan biaya sosial karbon yang diperbarui otoritas wilayah tersebut pada 2020.

    Meski demikian, para peneliti mengatakan biaya sosial karbon yang berlaku di AS ternyata lebih tinggi, mencapai US$185 per ton emisi karbon. Angka tersebut hampir empat kali lipat lebih besar dari yang dinyatakan pemerintahan yang dipimpin Biden.

    “Hasil kami menunjukkan bahwa kami sangat meremehkan bahaya dari setiap tambahan ton karbon dioksida di atmosfer,” kata Kevin Rennert, seorang penulis studi dan direktur inisiatif kebijakan iklim federal di Resources for the Future, sebuah organisasi nirlaba lingkungan yang berbasis di Washington, D.C, seperti dikutip AP News.

    “Dan implikasinya adalah bahwa manfaat dari kebijakan pemerintah dan tindakan lain yang mengurangi polusi pemanasan global lebih besar dari yang diperkirakan,” imbuhnya.

    Rennert dan koleganya mengatakan perlu adanya tambahan seperti perhitungan yang lebih baik dari ketidakpastian kebijakan iklim di masa depan, pertumbuhan ekonomi dan fenomena lingkungan seperti kenaikan permukaan laut.

    Tambahan ini termasuk juga kerusakan ekosistem, keanekaragaman hayati, dan kesehatan manusia, yang sebelumnya tidak diperhitungkan dalam biaya sosial karbon.

    “Kerusakan paling substansial dari perubahan iklim didorong oleh tingkat kematian yang lebih besar dari peningkatan suhu dan dampak pada sektor pertanian,” kata Rennert, seperti dikutip Japan Times.

    Lebih lanjut, para peneliti mulai menghitung dampak kerusakan dari emisi karbon pada 1980-an, tetapi pembaruan terakhir untuk pemodelan ini dilakukan pada awal hingga pertengahan 1990-an.

    “Banyak hal telah terjadi dalam ilmu pengetahuan,” kata Max Auffhammer, profesor pembangunan berkelanjutan internasional di University of California, Berkeley yang tidak terlibat dalam penelitian jurnal Nature.

    “Banyak kumpulan data yang luar biasa telah datang online bagi kami untuk mempelajari bagaimana perubahan lingkungan diterjemahkan menjadi hasil yang kami pedulikan. Jadi, itu ada di sana sekarang,” imbuhnya.

    (lom/lth)

  • Misi Artemis 1 NASA Ke Bulan Dijadwalkan Ulang pada 3 September

    Misi Artemis 1 NASA Ke Bulan Dijadwalkan Ulang pada 3 September

    Jakarta, CNN Indonesia

    Misi Artemis 1 NASA ke Bulan resmi dijadwalkan ulang untuk peluncuran pada Sabtu (3/9) pukul 14:17 ET atau Minggu (4/9) 1:17 WIB.

    Sebelumnya misi ini sempat dikabarkan berpotensi diluncurkan ulang pada Jumat (2/9). Namun NASA memutuskan memundurkan jadwal tersebut.

    Peluncuran roket SLS yang membawa pesawat antariksa Orion pada Senin (29/8) terpaksa dibatalkan karena ada masalah pada beberapa bagian roket.

    Setelah peluncuran dibatalkan, tim Artemis 1 tengah mengevaluasi data yang dikumpulkan selama upaya tersebut. Sementara roket Space Launch System (SLS) dan pesawat ruang angkasa Orion masih berada di Launchpad 39B di Kennedy Space Center di Florida.

    Salah satu dari empat mesin RS-25 roket, yang disebut sebagai mesin #3 tidak dapat mencapai suhu tepat yang diperlukan mesin untuk memulai lepas landas, sehingga peluncuran dibatalkan.

    Dilansir dari CNN, mesin perlu dikondisikan secara termal sebelum propelan superdingin mengalir melaluinya sebelum lepas landas. Kemudian untuk mencegah mesin mengalami guncangan suhu, pengontrol peluncuran meningkatkan tekanan tangki hidrogen cair tahap inti untuk mengirim sedikit hidrogen cair ke mesin, atau proses yang dikenal sebagai “bleed.”

    Hidrogen cair yang digunakan tersebut memiliki suhu sekitar minus 252 derajat Celcius.

    Manajer Program Sistem Peluncuran Luar Angkasa di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Marshall NASA di Alabama John Honeycutt menyebut mesin #3 mungkin sekitar 30 hingga 40 derajat lebih hangat daripada mesin lainnya yang mencapai sekitar minus 245 derajat Celcius.

    “Cara sensor bekerja tidak sejalan dengan situasi fisik,” kata Honeycutt.

    Dalam peluncuran Sabtu nanti, tim berencana memulai bleed 30 sampai 45 menit lebih awal dalam hitungan mundur dibandingkan proses peluncuran pada Senin dan memantau suhu mesin selama bleed.

    Manajer misi Artemis di Markas Besar NASA Mike Sarafin mengatakan jika mereka tidak dapat mengondisikan mesin secara termal, mereka tidak akan meluncurkannya

    “Itu adalah syarat yang sama yang akan kita lakukan pada hari Sabtu,” tuturnya.

    Sementara itu, Direktur peluncuran Artemis di Program Sistem Tanah Eksplorasi NASA Charlie Blackwell-Thompson menyebut melepas dan mengganti sensor akan sulit di landasan peluncuran, jadi satu-satunya alternatif adalah menggulungnya kembali ke Gedung Perakitan Kendaraan untuk diservis.

    Selain masalah suhu, beberapa masalah lain, seperti badai, kebocoran pada saluran 8 inci yang digunakan untuk mengisi dan mengalirkan hidrogen cair tahap inti roket dan kebocoran hidrogen dari katup ventilasi pada intertank tahap inti juga menyebabkan penundaan pada peluncuran.

    “Kami menyetujui apa yang disebut opsi satu, yaitu mengubah prosedur pemuatan secara operasional dan memulai pendinginan mesin kami lebih awal. Kami juga setuju untuk melakukan beberapa pekerjaan di pad untuk mengatasi kebocoran yang kami lihat di pusat layanan hidrogen,” kata Sarafin.

    Prakiraan saat ini untuk hari Sabtu mencakup kemungkinan hujan dan badai petir di pagi dan sore hari, sehingga tim peluncuran akan terus memantau prakiraan tersebut.

    Ada kemungkinan 60 persen cuaca buruk akan terjadi selama peluncuran.

    Maka dari itu masih ada kemungkinan peluncuran diundur kembali menjadi 5 September.

    Misi Artemis 1 merupakan tahap awal dari sebuah program yang bertujuan untuk membawa manusia ke Bulan dan akhirnya mendaratkan misi berawak di Mars.

    (lom/fea)

    [Gambas:Video CNN]

  • Suar Matahari Bikin Kacau Sinyal di Eropa dan Afrika

    Suar Matahari Bikin Kacau Sinyal di Eropa dan Afrika

    Jakarta, CNN Indonesia

    Fenomena suar Matahari kuat menghantam Bumi dan mengacaukan sinyal di Eropa dan Afrika pada Jumat (26/8) lalu.

    “Sunspot AR3089 bergerak dengan serangkaian semburan matahari kelas M [sedang] yang semakin intensif,” kata SpaceWeather.com pada Jumat (26/8).

    Solar Dynamics Observatory Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menangkap suar yang sangat kuat pada pukul 07:16 EDT (18:16 WIB). Suar Matahari ini disebut membuat masyarakat di Eropa dan Afrika mengalami pemadaman radio singkat, seperti dikutip Live Science.

    Aktivitas matahari cukup kuat dalam beberapa waktu ke belakang, setelah bintang ini mengeluarkan sederet cuaca luar angkasa yang menandai dimulainya aktivitas maksimum siklus 11 tahunan Matahari.

    Samantha Cristoforetti dari Badan Antariksa Eropa yang tengah berada di luar angkasa pada awal pekan lalu mengatakan dirinya melihat sejumlah aurora di kutub utara dan selatan Bumi.

    Fenomena langit yang disebabkan cuaca luar angkasa ini bahkan terlihat dari luar angkasa, menandakan fenomena yang sangat kuat.

    Sebagian besar cuaca luar angkasa biasanya memberi pertunjukan luar biasa bagi orang-orang di atau dekat Bumi, tetapi beberapa badai yang sangat kuat dapat merusak saluran listrik, satelit, dan infrastruktur vital lainnya yang menjadi tumpuan teknologi planet kita.

    Matahari lebih rentan terhadap temper tantrum ketika mencapai aktivitas maksimumnya, karena bintik matahari menyebar di permukaan dan garis magnet berputar dan patah. Badai Matahari yang mengarah ke Bumi dapat menyebabkan aurora, pemadaman, dan efek lainnya.

    Selain pada Jumat (26/8), suar Matahari juga diketahui menghantam Bumi pada Senin (29/8). Suar Matahari kelas M8 tersebut menghantam Bumi pada 7:07 a.m. EDT (18:07 WIB), seperti dikutip Space.

    Sebagai informasi, para ilmuwan mengurutkan suar Matahari dalam lima kategori huruf, di mana M adalah yang terkuat keempat. Dalam setiap kategori, angka yang lebih tinggi mewakili ledakan yang lebih besar.

    (lom/fea)

    [Gambas:Video CNN]

  • NASA Tunda Peluncuran Roket Artemis 1 Akibat Masalah Pendinginan Mesin

    NASA Tunda Peluncuran Roket Artemis 1 Akibat Masalah Pendinginan Mesin

    Jakarta, CNN Indonesia

    Masalah pendinginan mesin pada roket raksasa Artemis 1 memaksa badan penerbangan dan antariksa AS (NASA) membatalkan peluncurannya yang dijadwalkan hari ini, Senin pagi waktu setempat atau malam WIB.

    Sebelumnya, NASA telah mengisi bahan bakar megaroket Space Launch System (SLS) pertamanya itu untuk meluncurkan misi bulan Artemis 1 yang dijadwalkan pada 08:33 EDT (19.33 WIB).

    Namun, pengontrol peluncuran tidak dapat mendinginkan salah satu dari empat mesin utama ke suhu yang dibutuhkan untuk menangani propelan atau peluncur super dinginnya.

    Dikutip dari Space, masalah ini menghentikan rencana peluncuran roket SLS dan pesawat ruang angkasa Orion yang tidak berawak untuk uji terbang 42 hari di sekitar bulan.

    Pejabat NASA menyebut pendinginan mesin roket SLS sebelum mengalirkan hidrogen cair kriogenik dan oksigen cair adalah langkah yang dibutuhkan sebelum roket dapat diluncurkan. Menurutnya, tiga mesin lulus proses itu. Namun, mesin No. 3 gagal.

    “Pengontrol peluncuran mengkondisikan mesin dengan meningkatkan tekanan pada tangki tahap inti untuk mengalirkan beberapa propelan kriogenik ke mesin agar mencapai kisaran suhu yang tepat untuk memulainya,” kata pejabat NASA dalam sebuah pernyataan.

    “Mesin 3 tidak dikondisikan dengan benar melalui proses pembuangan, dan para insinyur sedang memecahkan masalah,” lanjut dia.

    Keempat mesin ini terbang pada program pesawat ulang-alik NASA dari kendaraan yang dapat digunakan kembali.

    Menurut juru bicara NASA Derrol Nail, pengkondisian mesin bukanlah sesuatu yang dapat diverifikasi tim selama proses “latihan pakaian basah” (wet dress) yang berakhir pada bulan Juni.

    “Ini adalah hal yang ingin mereka uji selama Wet Dress 4 tetapi tidak bisa,” kata Nail.

    “Jadi ini adalah kesempatan pertama bagi tim untuk melihatnya secara langsung. Masalahnya sangat rumit bahkan untuk mendapatkan suhu yang ditentukan, menurut para insinyur,” urainya.

    Masalah pengkondisian Mesin No. 3 ini muncul saat NASA bekerja melalui serangkaian gangguan selama hitungan mundur, termasuk kebocoran hidrogen cair di awal proses pengisian bahan bakar dan kemungkinan retakan di bagian penguat inti yang dikenal sebagai flensa antartank.

    Bagian irtu menghubungkan tangki hidrogen cair dan oksigen cair raksasa SLS. Tangki tersebut dapat menampung 730.000 galon (3,3 juta liter) propelan gabungan.

    “Flensa adalah sambungan sambungan yang berfungsi seperti jahitan pada kemeja, ditempelkan di bagian atas dan bawah intertank sehingga kedua tangki dapat dilampirkan,” kata NASA dalam pembaruan.

    Insinyur NASA menemukan bahwa retakan itu sebenarnya pada busa isolasi pada flensa, bukan pada struktur logam roket.

    “Es yang terbentuk pada dasarnya adalah udara yang didinginkan oleh tangki yang terperangkap di dalam celah busa tetapi bukan tangki sebenarnya,” kata Nail.

    Personel NASA, katany, telah melihat retakan serupa pada busa ketika digunakan pada pesawat ulang-alik sebelum pensiun pada 2011.

    Masalah Mesin No. 3 dan keretakan itu sejalan kekhawatiran tentang kebocoran hidrogen cair roket. Kebocoran selama proses pengisian bahan bakar tampak mirip dengan yang terjadi selama tes pengisian bahan bakar SLS awal tahun ini, kata Nail.

    “Meskipun masalah serupa diidentifikasi dalam latihan wet dress sebelumnya, itu mungkin tidak selalu menjadi penyebab yang sama,” tulis pejabat NASA.

    NASA menghentikan dan memulai kembali aliran hidrogen cair ke dalam tangki dalam upaya untuk memverifikasi kebocoran dan bahkan melanjutkan dengan mengisi bahan bakar tahap atas roket setinggi 322 kaki (98 meter) sementara para insinyur mengerjakan masalah tersebut.

    Badai

    Sebelum masalah pendinginan, NASA menghadapi tantangan selama hitungan mundur peluncuran. Badai lepas pantai dan kilat menunda pengisian bahan bakar roket SLS hampir satu jam, memaksa pengontrol peluncuran bekerja ngebut.

    Dengan pembatalan peluncuran hari ini, NASA bisa mencoba setidaknya dua hari berikutnya untuk menerbangkan Artemis 1 ke bulan.

    Jika masalah Mesin No. 3 terpecahkan, lembaga ini dapat mencoba meluncurkan lagi Jumat (2/9) atau Senin (5/9), jika cuaca memungkinkan.

    Jika NASA tidak dapat meluncurkan pada 5 September, percobaan peluncuran berikutnya kemungkinan akan dilakukan pada Oktober, kata manajer misi. Peluang peluncuran terutama dibatasi oleh fase Bulan dan kondisi pencahayaan saat proses masuk kembali.

    “Kesempatan paling awal, tergantung pada apa yang terjadi dengan mesin ini, akan terjadi pada 2 September,” kata Nail. “Namun, kami akan menunggu penentuan seperti apa rencananya ke depan.”

    (tim/arh)

    [Gambas:Video CNN]