Tag: Badai

  • The Fed Dongkrak Rupiah

    The Fed Dongkrak Rupiah

    Jakarta: Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan pagi ini melanjutkan penguatannya. Mata uang Garuda tersebut sudah perkasa sejak perdagangan kemarin sore.
     
    Melansir data Bloomberg, Jumat, 8 November 2024, rupiah menguat ke level Rp15.640 per USD dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di posisi Rp15.740 per USD.
     
    Nilai tukar rupiah sudah bergerak menguat hingga 99,50 poin atau setara 0,63 persen.
    Senada, melansir data Yahoo Finance, rupiah diperdagangkan ke posisi Rp15.634 per USD. Gerak rupiah terpantau menguat hingga 95 poin atau setara 0,60 persen.
     
     

     

    The Fed pangkas suku bunga

    Bank Sentral AS Federal Reserve memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin di tengah meredanya inflasi dan melemahnya pasar tenaga kerja. Hal ini menandai pemangkasan suku bunga kedua dalam siklus pelonggaran ini.
     
    “Sejak awal tahun, kondisi pasar tenaga kerja secara umum mereda, dan tingkat pengangguran meningkat tetapi tetap rendah. Inflasi telah mencapai kemajuan menuju target Komite sebesar dua persen tetapi tetap agak tinggi,” kata Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), badan penentu kebijakan bank sentral, dalam sebuah pernyataan, dilansir Xinhua, Jumat, 8 November 2024.
     
    Untuk mendukung tujuannya, komite memutuskan untuk menurunkan kisaran target suku bunga dana federal sebesar 0,25 poin persentase menjadi 4,5 persen hingga 4,75 persen. Keputusan terbaru Fed muncul setelah laporan ketenagakerjaan yang lemah, yang menunjukkan pengusaha AS hanya menambah 12 ribu pekerjaan pada Oktober, di tengah pasar tenaga kerja yang mendingin. Perlambatan ini diperburuk oleh pemogokan dan dampak badai baru-baru ini.
     
    Laporan terbaru juga merevisi turun ketenagakerjaan untuk Agustus dan September, menjadi kenaikan masing-masing sebesar 78 ribu dan kenaikan sebesar 223 ribu. Dengan revisi ini, ketenagakerjaan dalam dua bulan tersebut digabungkan menjadi 112 ribu lebih rendah dari yang dilaporkan sebelumnya.
     
    Setelah pertemuannya pada 17-18 September, bank sentral memangkas kisaran target untuk suku bunga dana federal sebesar 50 basis poin, yang menandai pemotongan suku bunga pertama dalam lebih dari empat tahun dan menandakan dimulainya siklus pelonggaran.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (AHL)

  • Peristiwa Langka! Salju Turun di Gurun Pasir Arab Saudi

    Peristiwa Langka! Salju Turun di Gurun Pasir Arab Saudi

    Jakarta

    Salju turun di Arab Saudi saja sudah momen langka. Apalagi, saljunya turun di gurun pasir di wilayah Al-Jawf. Padang gersang menjadi negeri musim dingin.

    Wilayah Al-Jawf di Arab Saudi baru saja mengalami hujan salju pertama yang pernah tercatat. Peristiwa langka ini mengubah padang pasir yang gersang menjadi negeri musim dingin, dengan salju menutupi pohon palem dan bukit pasir.

    Badai salju bersejarah ini bukan sekadar debu biasa. Badai ini terjadi setelah hujan lebat dan hujan es yang melanda seluruh wilayah Kerajaan Arab Saudi. Bentang alam gurun yang dulunya kering kini tampak lebih seperti Pegunungan Alpen Swiss.

    Dikutip dari CNBC TV18, untuk pertama kalinya juga dalam sejarah, media sosial diramaikan dengan foto dan video pasir yang tertutup salju, yang kontras dengan rona keemasan gurun yang biasa terlihat.

    [Gambas:Twitter]

    Apa yang menyebabkan peristiwa meteorologi yang aneh ini? Sementara kita tahu di bagian Bumi lain yang sejumlah negara mengalami panas ekstrem. Badan meteorologi Uni Emirat Arab (UEA), National Centre of Meteorology (NCM), menyebutkan penyebabnya adalah sistem tekanan rendah yang terbentuk di Laut Arab.

    Sistem ini membawa gelombang udara yang mengandung uap air yang bertabrakan dengan panas gurun, menghasilkan guntur, hujan es, dan salju.

    [Gambas:Twitter]

    Foto: Screenshot X @GlobalDiss

    Mengenai dampaknya, departemen cuaca Arab Saudi mengimbau penduduk untuk bersiap menghadapi lebih banyak badai petir, hujan es, dan angin kencang dalam beberapa hari mendatang. Penduduk setempat diminta untuk tetap waspada terhadap cuaca yang lebih tidak biasa.

    (rns/fay)

  • Melihat Keuntungan Elon Musk yang Sukses Bawa Donald Trump Menang Pemilu AS

    Melihat Keuntungan Elon Musk yang Sukses Bawa Donald Trump Menang Pemilu AS

    Jakarta, Beritasatu.com – Calon presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump keluar sebagai pemenang pada Pemilihan Presiden (Pilpres) AS 2024. Salah satu pendukung dan donatur Trump, yakni miliarder Elon Musk. Namun, apa yang didapat Elon Musk setelah Trump bakal kembali ke Gedung Putih?

    Melansir CNBC International, Jumat (8/11/2024), Elon Musk disebut telah mendapatkan keuntungan dari melonjaknya saham Tesla hingga 15% pada Rabu (6/11/2024), setelah kemenangan Trump. Pada saat Trump merayakan kemenangannya, Musk ikut hadir dan mengucapkan selamat ke Trump.

    Trump mengucapkan terima kasih ke orang terkaya di dunia itu karena telah menghabiskan waktu selama 2 minggu untuk berkampanye di Pennsylvania.

    “Seorang bintang telah lahir, Elon,” ucap Trum ke CEO Tesla tersebut.

    Musk disebut mengeluarkan dana sebesar US$ 130 juta atau Rp 2 triliun untuk mendukung Trump di Pemilu AS 2024. Ia juga tampil secara full time memberikan dukungan ke Trmp dan juga mendanai kampanye di negara bagian yang menjadi wilayah penentu kemenangan.

    Pada akhirnya, investasi Musk pada Trump telah membuahkan hasil, meskipun presiden AS ke 47 itu baru akan menjabat pada 20 Januari 2025 mendatang.

    Diketahui, saham Tesla melonjak 15% dan menambah sekitar US$ 15 miliar terhadap kekayaan bersih Musk. Produsen kendaraan listrik itu menghadapi hambatan di pasar global dari pesaing yang berbasis di Tiongkok, penurunan penjualan di Eropa, dan kritik konsumen terhadap pandangan politik Musk.

    Namun, dengan Musk memberikan dukungan Trump dan menjadi presiden terpilih, maka pemimpin AS ke depan itu berjanji untuk memangkas jenis regulasi yang dibenci Musk.

    Pada pidato kemenangannya, Trump juga memuji SpaceX milik Musk dan berterima kasih kepada orang kaya di dunia itu karena telah mengirimkan terminal WiFi Starlink ke wilayah AS yang dilanda Badai.

    Kemenangan Trump membawa angin segar bagi bisnis Musk ke depannya dan akan membuahkan hasil yang baik.

  • The Fed Pangkas Suku Bunga 25 Bps, Ini Alasannya

    The Fed Pangkas Suku Bunga 25 Bps, Ini Alasannya

    Jakarta

    Bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed) resmi memangkas suku bunga acuan 25 basis poin (bps) menjadi 4,50-4,75%. Penurunan suku bunga disepakati dengan suara bulat pada Federal Open Market Committee (FOMC) salah satunya mempertimbangkan angka pengangguran yang naik di AS.

    Dikutip dari CNBC, Jumat (8/11/2024), pemangkasan ini kali kedua yang dilakukan The Fed dalam dua pertemuan FOMC secara beruntun. Sebelumnya, pada September lalu The Fed memangkas suku bunga 50 bps. Dengan demikian, secara akumulasi suku bunga The Fed sudah dipangkas 75 bps.

    Setelah pertemuan tersebut, saham ditutup positif, Nasdaq menguat 1,5%. Baik Nasdaq maupun S&P 500 ditutup pada rekor tertinggi. Sementara imbal hasil Treasury anjlok setelah melonjak pada hari sebelumnya.

    Pernyataan usai pertemuan mencerminkan beberapa perubahan dalam cara Fed memandang ekonomi, salah satunya yakni cara menilai upaya untuk menurunkan inflasi sambil mendukung pasar tenaga kerja. The Fed melihat dukungan terhadap lapangan kerja menjadi prioritas yang sama pentingnya dengan menahan inflasi.

    “Komite menilai bahwa risiko untuk mencapai sasaran ketenagakerjaan dan inflasi secara kasar seimbang,” kata The Fed dalam dokumen.

    Inflasi AS kembali ke target bank sentral sebesar 2%, sementara pasar tenaga kerja telah menunjukkan beberapa indikasi pelemahan. Gubernur The Fed Jerome Powell telah berbicara tentang penataan ulang kebijakan ke arah yang tidak seketat sebelumnya saat berfokus pada penjinakan inflasi.

    “Kalibrasi ulang lebih lanjut dari sikap kebijakan kami akan membantu mempertahankan kekuatan ekonomi dan pasar tenaga kerja, dan akan terus memungkinkan kemajuan lebih lanjut pada inflasi saat kami bergerak menuju sikap yang lebih netral,” kata Powell pada konferensi pers usai pertemuan.

    Berlanjut ke halaman berikutnya.

    Secara umum, pasar tenaga kerja masih bertahan dengan baik. Namun, lapangan kerja nonpertanian meningkat hanya 12.000 pada Oktober, di bawah estimasi 100.000. Akan tetapi pelemahan tersebut disebabkan oleh badai di Tenggara dan aksi mogok buruh.

    Di sisi lain, keputusan pemangkasan suku bunga ini terjadi di tengah perubahan latar belakang politik. Donald Trump memperoleh kemenangan dalam pemilihan presiden (pilpres) AS pada hari Selasa.

    Para ekonom sebagian besar memperkirakan, kebijakan-kebijakannya menimbulkan tantangan bagi inflasi, salah satunya yakni pengenaan tarif hukuman dan deportasi massal bagi imigran tidak berdokumen.

    Trump juga telah menjadi kritikus keras Powell dan rekan-rekannya selama masa jabatan pertamanya. Para bankir sentral dengan tekun menghindari komentar tentang masalah politik, tetapi dinamika Trump dapat menjadi beban bagi arah kebijakan ke depan.

    Akselerasi aktivitas ekonomi di bawah Trump dapat membuat The Fed memangkas suku bunga lebih sedikit, tergantung inflasi. Meski begitu, Powell mengatakan pemerintahan baru tidak akan secara langsung memengaruhi kebijakan moneter.

    “Dalam waktu dekat, pemilihan umum tidak akan mempengaruhi keputusan kebijakan kami,” kata Powell.

    Selain itu, Powell juga mengatakan, dia tidak akan mengundurkan diri bahkan jika presiden terpilih meminta pengunduran dirinya. Powell akan menjabat hingga 2026.

    Lihat juga video: IHSG Stagnan Menunggu Kabar The Fed

  • Harga Minyak Naik Hampir 1 Persen, Pasar Tunggu Arah Kebijakan Donald Trump

    Harga Minyak Naik Hampir 1 Persen, Pasar Tunggu Arah Kebijakan Donald Trump

    Jakarta, Beritasatu.com – Harga minyak mentah pada Kamis (7/11/2024) melonjak hampir 1% seiring investor mulai mengevaluasi dampak kebijakan Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat (AS) terhadap pasokan minyak.

    Sementara itu, para pengebor bersiap menghadapi Badai Rafael dengan memangkas produksi. Kenaikan ini tertahan oleh penguatan dolar dan penurunan impor minyak mentah di China.

    Dilansir dari Reuters, harga minyak mentah Brent ditutup naik 71 sen atau 0,95%, menjadi US$ 75,63 per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS meningkat 67 sen atau 0,93% menjadi $72,36 per barel.

    Menurut Presiden Lipow Oil Associates Andrew Lipow, kenaikan harga minyak ini didorong oleh harapan bahwa pemerintahan Trump akan memperketat sanksi terhadap Iran dan Venezuela, yang diperkirakan akan mengurangi pasokan minyak di pasar

    “Pasar sekarang mengantisipasi langkah kebijakan apa yang akan diambil oleh Donald Trump, dan reaksi terhadap prospek ini sangat kuat,” ujar Lipow.

    Pada masa jabatannya sebelumnya, Trump menerapkan sanksi yang lebih keras terhadap sektor minyak Iran dan Venezuela, yang sempat dicabut oleh pemerintahan Joe Biden, tetapi diberlakukan kembali.

    Selain itu, dukungan untuk harga minyak juga datang dari keputusan Federal Reserve (The Fed) yang menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) ke kisaran 4,50%-4,75%.

  • Kebijakan Penghapusan Utang Bakal Buat UMKM Reborn

    Kebijakan Penghapusan Utang Bakal Buat UMKM Reborn

    Jakarta

    Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menyambut baik kebijakan penghapusan utang untuk UMKM, nelayan dan petani. Menurutnya, kebijakan ini akan membuat UMKM yang lesu bertumbuh kembali.

    “Penghapusan utang ini pastinya berdampak positif, UMKM bisa reborn (tumbuh kembali) sehingga akan membantu pertumbuhan ekonomi kita,” kata Cucun dalam keterangannya, Kamis (7/11/2024).

    Cucun mengatakan kebijakan yang diambil Presiden Prabowo Subianto itu merupakan langkah yang tepat. Menurutnya, penghapusan utang itu salah satu upaya menjaga perekonomian.

    “Di tengah banyaknya badai PHK yang belakangan terjadi dan dinamika ekonomi yang penuh tantangan, UMKM bisa menjadi jaring pengaman sosial. Sehingga penghapusan utang bagi pelaku UMKM dan kelompok masyarakat di sektor riil seperti petani dan nelayan dapat menjaga perekonomian Indonesia,” ujarnya.

    Menurut Cucun, menjaga UMKM dari kesulitan keuangan juga berarti menjaga roda ekonomi negara. Sebab, UMKM memiliki peran yang cukup dominan terhadap perekonomian nasional karena berhasil menyumbang sekitar 99% dari total unit usaha yang ada di Indonesia.

    “Selain banyak membuka lapangan pekerjaan dan berkontribusi pada PDB, keberadaan UMKM juga akan memutar roda perekonomian pada suatu daerah. Dan saat daerah maju, kesejahteraan masyarakat akan meningkat sehingga diperlukan intervensi bagi UMKM-UMKM yang sedang terpuruk,” papar Cucun.

    “Pendampingan berkelanjutan tetap harus dilakukan agar para pelaku UMKM bisa bangkit lagi. Misalnya dengan pendidikan finansial agar mereka tidak kembali terjerat dalam utang,” ucapnya.

    Cucun bicara perlunya pelatihan finansial diharapkan dapat memaksimalkan potensi dan kemandirian usaha UMKM. Kemudian juga pelatihan teknologi untuk memajukan usaha.

    “Pelatihan dalam pemasaran digital dan teknologi terbaru yang relevan sangat dibutuhkan UMKM. Dukungan ini sangat penting untuk mendorong peningkatan efisiensi dan daya saing UMKM di pasar yang lebih luas,” lanjut Cucun.

    Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2024. PP itu terkait penghapusan piutang macet usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

    “Saya akan menandatangani PP Nomor 47 Tahun 2024 tanggal 5 November 2024 tentang penghapusan piutang macet kepada usaha mikro, kecil, dan menengah dalam bidang pertanian perkebunan peternakan perikanan dan kelautan, serta UMKM lainnya,” ujar Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (5/11).

    Dengan ini, menurut Prabowo, pemerintah berharap dapat membantu para produsen yang bekerja di bidang pertanian, UMKM, dan sebagai nelayan. Menurut Prabowo, petani hingga nelayan merupakan produsen pangan yang sangat penting.

    (eva/whn)

  • Banyak yang Takut, Ramal Trump Menang Tanda Malapetaka Umat Manusia

    Banyak yang Takut, Ramal Trump Menang Tanda Malapetaka Umat Manusia

    Jakarta, CNBC Indonesia – Donald Trump terpilih kembali jadi Presiden Amerika Serikat. Namun, hal tersebut membuat banyak ilmuwan iklim khawatir.

    Ketidakpedulian Trump terhadap malapetaka perubahan iklim bisa membahayakan masa depan Planet Bumi dan umat manusia di dalanya. Dalam beberapa kesempatan Trump tak segan menyebut perubahan iklim adalah hoax dan salah satu penipuan terbesar sepanjang masa.

    Ia juga berencana menghapus pengeluaran energi bersih, menghapuskan insentif yang ia sebut “gila” bagi orang AS untuk mengendarai mobil listrik.

    Rencana tersebut akan dilakukan selama periode empat tahun Trump menjabat sehingga waktu tersebut merupakan dekade penting bagi para ilmuwan.

    Dalam masa tersebut, ahli menyatakan AS dan dunia harus memangkas polusi yang memanaskan planet hingga setengahnya untuk menghindari kerusakan iklim yang membawa bencana.

    Saat ini, penghasil emisi utama seperti AS sangat tertinggal dalam komitmen untuk memangkas emisi yang cukup untuk menghindari kenaikan suhu global sebesar 1,5 derajat Celcius di atas era pra-industri.

    Dengan pemanasan rata-rata hanya lebih dari 1 derajat Celcius sejauh ini, dunia telah mengalami gelombang panas yang memecahkan rekor, kebakaran hutan, badai dahsyat, punahnya satwa liar dan ancaman lainnya.

    “Kita harus menghentikan penggunaan bahan bakar fosil secepat mungkin,” kata Michael Mann, seorang ilmuwan iklim di Universitas Pennsylvania. “Sulit untuk melihat hal itu terjadi jika Trump menang,” imbuhnya.

    Jadi saat nanti memimpin, AS bisa saja kembali keluar dari perjanjian iklim Paris dan tidak mematuhi rencana PBB untuk menangani krisis iklim yang dinilai makin parah.

    Para analis memperkirakan kedua langkah tersebut melemahkan pengaruh AS dalam perundingan iklim PBB, membatasi tindakan negara itu sendiri terhadap perubahan iklim, dan mengurangi tekanan pada penghasil gas rumah kaca besar lainnya seperti China untuk menyerahkan rencana iklim yang ambisius kepada PBB tahun depan.

    Ini berarti negara dengan emisi terbesar kedua di dunia tidak perlu lagi menyerahkan rencana aksi iklim nasional kepada PBB setiap lima tahun.

    Namun, karena semua negara diharapkan menerbitkan rencana terbarunya tahun depan sebelum AS di bawah kepemimpinan Trump, Washington tetap diharapkan untuk menyerahkannya.

    (dem/dem)

  • Elon Musk di Atas Angin, Donald Trump Terang-terangan Sebut Ini

    Elon Musk di Atas Angin, Donald Trump Terang-terangan Sebut Ini

    Jakarta, CNBC Indonesia – Nama orang terkaya di dunia, Elon Musk, disebut-sebut dalam pidato kemenangan Donald Trump.

    Musk mendapat perhatian khusus saat Presiden Amerika Serikat (AS) ke-45 sekaligus terpilih sebagai Presiden AS ke-47 itu mengklaim kemenangan Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) AS di Florida. Ia berbicara banyak mengenai sosok bos Tesla itu.

    “Kami memiliki bintang baru. Seorang bintang lahir, Elon. Dia adalah pria yang luar biasa,” kata Trump yang memicu sorak sorai dari penonton.

    Musk menjadi salah satu pendukung utama Trump dalam Pemilu AS kali ini. Miliarder berusia 53 tahun itu mengubah X (dulunya Twitter) menjadi platform kampanye dan telah menyumbangkan sekitar US$120 juta untuk mendukung kampanye elektoral Trump. Dedikasinya telah mendapat pengakuan dari Trump dalam beberapa kesempatan.

    “Dia orang yang luar biasa. Kami menghabiskan dua minggu di Philadelphia dan berbagai daerah di Pennsylvania untuk berkampanye,” ujarnya.

    Trump juga berbicara mengenai prestasi SpaceX dalam menangkap roket pendorong Super Heavy di udara setelah uji terbang kelima pesawat antariksa Starship.

    Mengacu pada roket tersebut, ia berkata, “Roket itu turun pelan-pelan terus-menerus, dan Anda melihat api menyala dan saya pikir hanya Elon yang bisa melakukannya.”

    “Saya pikir itu adalah film tentang era luar angkasa atau semacamnya,” kata Trump.

    Ia mengatakan roket itu tampak seperti akan menghantam tanah, tetapi roket itu turun dengan sangat ‘lembut’ sebelum ditangkap.

    Trump bercerita dia kemudian menelepon Musk sesudah peluncuran itu. “Ia memberi tahu saya siapa lagi yang bisa melakukan itu,” tambahnya.

    Dia berkata bahwa dia bertanya kepada Musk apakah China, Rusia, atau bahkan AS dapat melakukan sesuatu seperti itu, yang lalu dijawab Musk bahwa mereka tidak bisa.

    “Itulah mengapa aku mencintaimu Elon,” kata Trump.

    Ia menambahkan bahwa AS perlu melindungi para genius seperti Elon Musk, karena negara tersebut tak memiliki banyak orang seperti sosok terkaya di dunia itu.

    Trump juga mengatakan bahwa dia meminta Musk untuk menyediakan koneksi Starlink ke daerah-daerah yang terkena dampak Badai Helene di Carolina Utara.

    “Dia sampai di sana begitu cepat, itu luar biasa. Dia menyelamatkan banyak nyawa,” kata Musk.

    Trump telah memberikan pernyataan tentang keinginannya agar Musk dapat masuk ke dalam pemerintahannya. Trump ingin Musk terlibat dalam efisiensi biaya di pemerintahannya mendatang.

    (fab/fab)

  • Suram! 2024 Jadi Tahun Pertama Lewati Ambang Batas 1,5 Derajat Celcius

    Suram! 2024 Jadi Tahun Pertama Lewati Ambang Batas 1,5 Derajat Celcius

    Jakarta

    Tahun 2024 akan tercatat dalam sejarah sebagai tahun yang suram bagi planet kita. Berbagai lembaga klimatologi dunia telah mengkonfirmasi bahwa suhu rata-rata global tahun ini telah melewati ambang batas 1,5 derajat Celcius di atas tingkat pra-industri.

    Batas ini, yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris 2015, merupakan tonggak penting yang menandai percepatan dampak perubahan iklim.

    “Pada titik ini, kecuali dampak asteroid atau letusan gunung berapi besar-besaran… Saya pikir aman untuk mengatakan ini akan menjadi tahun pertama di atas 1,5 derajat,” kata Zeke Hausfather di organisasi nirlaba AS Berkeley Earth dikutip dari New Science.

    Suhu udara rata-rata tahunan adalah tolok ukur penting dari perubahan iklim kita. Ada variasi dari tahun ke tahun, tetapi melacak tren menunjukkan suhu dunia terus menghangat.

    Tahun lalu saja rata-rata temperatur dunia mencapai kenaikan 1,45 derajat Celcius di atas suhu rata-rata di masa pra-industri.

    Konsekuensi yang Mengancam

    Perubahan 1,5 derajat mungkin tampak kecil. Memang kita kerap mengalami perubahan suhu yang jauh lebih besar dari ini selama sehari.

    Tetapi ini adalah perubahan dalam rata-rata klimatologis (rata-rata semua hari selama periode seperti 30 tahun). Artinya mewakili perubahan besar dalam sistem iklim kita.

    Dampaknya akan terasa nyata di seluruh dunia, antara lain:

    Peningkatan Kejadian Cuaca Ekstrem: Gelombang panas yang lebih intens dan berkepanjangan, kekeringan parah, banjir bandang, dan badai dahsyat akan menjadi lebih sering terjadi.Kenaikan Permukaan Laut: Mencairnya es di kutub akan mempercepat kenaikan permukaan laut, mengancam pulau-pulau kecil dan wilayah pesisir yang padat penduduk.Krisis Ketahanan Pangan: Perubahan iklim akan mengganggu produksi pangan global, meningkatkan risiko kelaparan dan malnutrisi.Kepunahan Spesies: Banyak spesies akan kesulitan beradaptasi dengan perubahan iklim yang cepat, meningkatkan risiko kepunahan.Apa yang Bisa Kita Lakukan?

    Setiap individu, pemerintah, dan sektor swasta memiliki peran penting dalam mengatasi krisis iklim ini. Menurut Zeke ada beberapa langkah konkret yang dapat dilakukan antara lain:

    Transisi ke Energi Terbarukan: Mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan beralih ke sumber energi terbarukan seperti surya dan angin.Meningkatkan Efisiensi Energi: Menggunakan energi secara lebih bijak di rumah, tempat kerja, dan dalam transportasi.Melindungi dan Memulihkan Hutan: Hutan berperan penting dalam menyerap karbon dioksida dari atmosfer.

    (afr/afr)

  • 10 Hal Aneh yang Pernah Turun dari Langit, Hujan Uang hingga Darah

    10 Hal Aneh yang Pernah Turun dari Langit, Hujan Uang hingga Darah

    Jakarta

    Kita mungkin pernah mendengar ungkapan ‘menunggu hujan uang turun dari langit’. Nyatanya, peristiwa semacam itu memang pernah terjadi. Selain uang, ada hal-hal aneh lainnya yang pernah turun langit.

    Beberapa kejadian terjadi lebih dari satu kali dan merupakan akibat dari sebab-sebab alamiah. Sedangkan kejadian lainnya lebih acak dan kecil kemungkinannya untuk terulang kembali. Berikut 10 hal aneh yang pernah turun dari langit, dikutip dari Mental Floss.

    1. Hujan Daging Mentah

    Terjadi di 1876, di Kentucky, Amerika Serikat (AS), peristiwa ini dikenal sebagai Kentucky Meat Shower. Para ahli menduga burung camar adalah penyebab muntahan daging dari hewan hasil mangsa beterbangan dan jatuh dari langit. Peristiwa serupa terjadi di 2012 di Virginia. Beberapa potong unggas jatuh dari langit di Virginia, AS. Salah satunya mendarat di kepala seorang remaja yang sedang mengikuti pelajaran berkuda.

    2. Hujan Ikan

    Biasanya, ikan diangkut oleh semburan air dan dijatuhkan secara berkelompok. Itulah yang terjadi di Texarkana, Texas, AS pada 2021, dan kota terpencil Lajamanu di Australia pada 2010.

    3. Hujan darah

    Di 2001, hujan berwarna merah seperti darah turun di negara bagian Kerala, India. Penyebab kejadian misterius ini membingungkan para ilmuwan. Beberapa orang berspekulasi bahwa debu atau spora jamur adalah penyebab hujan dengan warna aneh ini, sementara yang lain berspekulasi bahwa hujan merah ini berasal dari luar Bumi.

    4. Hujan Katak

    Seperti ikan, katak adalah target yang mudah bagi arus udara ke atas dan dapat dibawa serta dijatuhkan dalam jarak hingga berkilometer jauhnya. Dalam satu insiden di 2009, pernah terjadi peristiwa kecebong menghujani sebuah kota di Jepang bagian tengah.

    5. Hujan Hiu

    Pada 2012, seekor hiu macan tutul jatuh di lapangan golf di California, AS. Seorang petugas lapangan menemukannya dan membawanya kembali ke laut, tempat hiu itu berhasil dilepaskan. Para saksi mengatakan hiu itu memiliki luka tusuk dan menyimpulkan bahwa hiu itu ‘disendok’ seekor burung dan dibawa ke daratan sebelum berhasil melepaskan diri.

    6. Hujan Cacing

    Semburan air diduga menjadi penyebab sekitar 120 ekor cacing berjatuhan secara berkelompok ke sekelompok pelajar saat pelajaran olahraga di Norwegia. Peristiwa ini terjadi di 2011.

    7. Hujan Bola Golf

    Puluhan bola golf jatuh di kota Punta Gorda di pesisir teluk Florida, AS pada 1969. Semburan air dan banyaknya lapangan golf diduga sebagai penyebab kejadian aneh dan berbahaya tersebut.

    8. Hujan Uang

    Di 2007, seorang wanita di Jerman berhasil mengumpulkan sejumlah besar uang yang jatuh dari langit saat ia sedang mengemudi. Tidak diketahui siapa pemilik uang yang jatuh dari langit ini. Wanita itu memilih untuk menyerahkan uang tersebut kepada polisi.

    9. Hujan Laba-laba

    Laba-laba tidak bisa terbang, tetapi mereka dapat membuat parasut dengan sangat baik. Ini adalah fenomena yang cukup umum ketika cuaca memanas di Brasil bagian tenggara.

    10. Hujan Lumpur

    JW Moore dari Easton, Pennsylvania, AS, melaporkan hujan lumpur yang disebabkan badai debu dan hujan susulan yang terjadi pada 12 April 1902. Kejadian itu kembali terjadi di tahun yang sama, kali ini di Selandia Baru pada bulan November.

    (rns/rns)