Tag: Ayatollah Ali Khamenei

  • 8
                    
                        Ajudan Pemimpin Tertinggi Iran Peringatkan agar Tak Balas Serangan Israel
                        Internasional

    8 Ajudan Pemimpin Tertinggi Iran Peringatkan agar Tak Balas Serangan Israel Internasional

    Ajudan Pemimpin Tertinggi Iran Peringatkan agar Tak Balas Serangan Israel
    Penulis
    TEHERAN, KOMPAS.com
    – Ali Larijani, seorang ajudan Pemimpin Tertinggi
    Iran

    Ayatollah Ali Khamenei
    memberingatkan agar Iran tidak membalas serangan
    Israel
    .
    Sebelumnya, Israel melancarkan serangan udara di Iran pada bulan lalu sebagai bentuk balasan atas serangan Iran ke Israel 1 Oktober 2024.
    Pada 26 Oktober 2024, pesawat tempur Israel menyerang lokasi militer di Iran.
    “Israel bermaksud membawa konflik ke Iran. Kita harus bertindak bijak untuk menghindari jebakannya dan tidak bereaksi secara naluriah,” kata ajudan atau penasihat
    pemimpin tertinggi Iran
    kepada televisi pemerintah Kamis (7/11/2024) malam.
    Iran mengatakan telah menembakkan 200 rudal ke Israel pada 1 Oktober sebagai tanggapan atas tewasnya pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah dalam serangan di Beirut dan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh saat ia berada di Teheran.
    Setelah Israel membalas, negara itu memperingatkan Iran agar tidak melakukan serangan balik, tetapi Iran telah berjanji untuk menanggapinya.
    “Tindakan dan reaksi kita ditentukan secara strategis, jadi kita harus menghindari tanggapan yang berdasarkan naluri atau emosional serta tetap sepenuhnya rasional,” imbuh Larijani, dikutip dari
    AFP.
    Mantan juru bicara parlemen itu juga memuji Nasrallah karena menerima gencatan senjata selama
    perang Israel-Hizbullah
    2006 daripada membuat “keputusan yang emosional”.
    Sedangkan pada Minggu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa gencatan senjata potensial antara sekutu Teheran dan Israel dapat memengaruhi tanggapan Iran terhadap serangan Israel.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Jet Tempur F-15 AS Tiba di Timur Tengah, Peringatan untuk Iran!

    Jet Tempur F-15 AS Tiba di Timur Tengah, Peringatan untuk Iran!

    Jakarta

    Jet-jet tempur F-15 Amerika Serikat tiba di Timur Tengah pada hari Kamis (7/11) waktu setempat. Demikian disampaikan militer AS setelah Washington mengumumkan pengerahan aset tambahan ke wilayah tersebut sebagai peringatan kepada Iran.

    “Hari ini, F-15E Strike Eagle Angkatan Udara AS dari Skuadron Tempur ke-492, RAF Lakenheath, Inggris, tiba di wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS,” kata Komando Pusat AS di media sosial, dilansir kantor berita AFP, Jumat (8/11/2024). Komando Pusat AS merupakan komando militer yang bertanggung jawab atas Timur Tengah.

    Sebelumnya, Amerika Serikat mengumumkan pada tanggal 1 November lalu, bahwa mereka akan mengirim pesawat pengebom, pesawat tempur dan tanker serta kapal perusak pertahanan rudal balistik ke Timur Tengah.

    “Jika Iran, mitra-mitranya, atau proksi-proksinya menggunakan momen ini untuk menargetkan personel atau kepentingan Amerika di wilayah tersebut, Amerika Serikat akan mengambil setiap tindakan yang diperlukan untuk membela rakyat kami,” kata juru bicara Pentagon Mayor Jenderal Pat Ryder dalam sebuah pernyataan tentang pengerahan tersebut.

    Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada tanggal 26 Oktober, menghantam infrastruktur militer, namun menjauhi lokasi nuklir dan minyak yang penting. Serangan yang menewaskan lima orang itu menjadi konfrontasi langsung terbaru antara kedua negara yang saling bermusuhan tersebut.

    Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah bersumpah bahwa Teheran akan membalas serangan Israel tersebut.

    Sementara itu, citra satelit terbaru menunjukkan enam pesawat pengebom berat B-52 milik Amerika Serikat (AS) telah dipindahkan ke Qatar pekan ini, setelah lebih banyak pasukan dan pertahanan udara AS dikerahkan di Israel menjelang kemungkinan serangan balasan dari Iran terhadap negara Yahudi tersebut.

  • 2
                    
                        Tanggapan Iran Setelah AS Kerahkan Pesawat Pengebom B-52 ke Timur Tengah
                        Internasional

    2 Tanggapan Iran Setelah AS Kerahkan Pesawat Pengebom B-52 ke Timur Tengah Internasional

    Tanggapan Iran Setelah AS Kerahkan Pesawat Pengebom B-52 ke Timur Tengah
    Penulis
    TEHERAN, KOMPAS.com –
    Iran menanggapi langkah Amerika Serikat (AS) yang mengerahkan
    pesawat pengebom B-52
    ke Timur Tengah akhir pekan lalu.
    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada Senin (4/11/2024) mengkritik, apa yang disebutnya sebagai kehadiran Amerika Serikat yang mengganggu stabilitas tersebut.
    “Kami selalu percaya bahwa kehadiran Amerika di wilayah ini adalah kehadiran yang mengganggu stabilitas,” kata Baghaei dalam sebuah konferensi pers, sebagaimana dilansir
    AFP.
    Ia menambahkan, pengerahan pesawat tersebut tidak akan menghalangi tekad Iran untuk mempertahankan diri.
    Militer AS pada Sabtu (2/11/2024) mengumumkan pengerahan pesawat pengebom B-52 ke Timur Tengah sebagai peringatan kepada Iran yang telah bersumpah untuk menanggapi serangan Israel terhadap situs-situs militernya pada 26 Oktober.
    Serangan Israel merupakan pembalasan atas serangan rudal Iran pada 1 Oktober, yang juga merupakan pembalasan atas pembunuhan para pemimpin kelompok yang didukung Iran dan seorang komandan Garda Revolusi.
    Sedikitnya empat tentara dilaporkan tewas dalam serangan yang juga menyebabkan kerusakan pada beberapa sistem radar Iran itu. Media Iran melaporkan bahwa seorang warga sipil juga tewas.
    Baghaei mengatakan, tanggapan Iran akan “pasti dan tegas”.
    Dia menambahkan, Iran mendukung semua inisiatif dan upaya untuk mendorong gencatan senjata di Gaza dan Lebanon, di mana Israel berperang dengan Hamas dan Hizbullah yang didukung oleh Iran.
    Israel mengatakan, serangannya pada tanggal 26 Oktober menargetkan kemampuan pertahanan dan produksi rudal Iran, namun Teheran mengatakan produksi rudalnya tetap utuh.
    Pada Senin, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan negaranya memiliki rudal sehingga Israel tidak akan berani menyerang.
    Dalam konferensi pers tersebut, Baghaei menyampaikan, posisi resmi Iran menentang perubahan doktrin nuklir dan upaya untuk mengembangkan senjata atom tetap sama.
    Mengutip pidato pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei baru-baru ini, Baghaei mengatakan, republik Islam Iran akan “dilengkapi dengan semua yang diperlukan untuk mempertahankan” diri.
     
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Iran Isyaratkan Respons Lebih Lunak Jika Israel Setuju Gencatan Senjata

    Iran Isyaratkan Respons Lebih Lunak Jika Israel Setuju Gencatan Senjata

    Teheran

    Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan potensi gencatan senjata antara sekutu-sekutunya dan Israel “bisa mempengaruhi intensitas” respons Teheran terhadap serangan Israel baru-baru ini terhadap target-target militer Iran.

    “Jika mereka (Israel-red) mempertimbangkan kembali perilaku mereka, menerima gencatan senjata dan berhenti membantai orang-orang yang tertindas dan tidak bersalah di wilayah tersebut, hal ini dapat mempengaruhi intensitas dan jenis respons kami,” ucap Pezeshkian seperti dilansir AFP, Senin (4/11/2024).

    Dalam pernyataan seperti dikutip kantor berita IRNA, Pezeshkian menambahkan bahwa Iran “tidak akan membiarkan agresi apa pun terhadap kedaulatan dan keamanannya tidak ditanggap”.

    Pada 26 Oktober lalu, jet-jet tempur Israel melancarkan serangan udara terhadap target-target militer Iran. Tel Aviv menyebut serangan itu sebagai pembalasan atas serangan rudal Teheran pada 1 Oktober lalu.

    Sejak melancarkan serangan pada akhir bulan lalu, Israel telah memperingatkan Iran agar tidak membalas. Namun Teheran telah bersumpah untuk membalas serangan Tel Aviv tersebut.

    Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam pernyataan pada Sabtu (2/11), menegaskan Iran dan sekutu-sekutu regionalnya akan memberikan “respons yang menghancurkan” terhadap Israel, serta sekutunya Amerika Serikat (AS), setelah serangan Tel Aviv terhadap Teheran pada akhir Oktober lalu.

    Khamenei merupakan sosok yang memegang keputusan akhir dalam semua urusan negara di Iran.

  • Wakil Panglima Garda Revolusi Iran Pastikan Balas Serangan Israel!

    Wakil Panglima Garda Revolusi Iran Pastikan Balas Serangan Israel!

    Teheran

    Seorang komandan senior Garda Revolusi Iran, Ali Fadavi, menegaskan negaranya “pasti” akan melancarkan serangan baru terhadap Israel. Penegasan ini disampaikan setelah pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, bersumpah akan melakukan pembalasan yang keras.

    “Detailnya tidak bisa dibicarakan, tapi pasti akan dilaksanakan,” tegas Fadavi yang menjabat Wakil Panglima Garda Revolusi Iran dalam pernyataannya, seperti dikutip kantor berita ISNA dan dilansir Al Arabiya, Senin (4/11/2024).

    Kantor berita ISNA menyebut kemungkinan serangan balasan Iran diperkirakan akan diberi nama “Operasi Janji Jujur 3”, yang sejalan dengan serangan rudal sebelumnya terhadap Israel pada April dan Oktober lalu.

    Khamenei, dalam pernyataan pada Sabtu (2/11), menegaskan Iran dan sekutu-sekutu regionalnya akan memberikan “respons yang menghancurkan” terhadap Israel, serta sekutunya Amerika Serikat (AS), setelah serangan Tel Aviv terhadap Teheran pada akhir Oktober.

    Dalam serangan udara pada 26 Oktober lalu, jet-jet tempur Israel melancarkan serangan mematikan terhadap target-target militer Iran. Disebutkan oleh Tel Aviv bahwa serangannya itu membalas serangan rudal Teheran pada 1 Oktober lalu, yang melibatkan 200 rudal meskipun sebagian besar ditembak jatuh.

    Iran pada saat itu menyebut serangan rudalnya sebagai pembalasan atas pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh dan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah, juga kematian seorang komandan senior Garda Revolusi Iran.

  • Siap-Siap Israel, Iran Ngamuk Pimpinan Tertinggi Beri Peringatan Ini

    Siap-Siap Israel, Iran Ngamuk Pimpinan Tertinggi Beri Peringatan Ini

    Jakarta, CNBC Indonesia – Pemimpin Tertinggi iRan Ayatollah Ali Khamenei memberikan peringatan keras kepada Israel pada hari Sabtu kemarin (2/11/2024). Pihaknya bersumpah akan melakukan serangan balasan kepada Israel dan sekutunya Amerika Serikat (AS)

    Mengutip AFP, beberapa hari sebelum pemilihan presiden di negara pemasok utama militer Israel, Amerika Serikat, Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan bahwa respon Iran akan mencakup serangan terhadap republik Islam dan sekutunya.

    Militer Israel mengatakan telah mencegat tiga pesawat tak berawak di atas Laut Merah, setelah pada hari Jumat malam melaporkan tujuh pesawat tak berawak yang diluncurkan dari “beberapa front”. Perlawanan Islam di Irak mengaku bertanggung jawab atas empat serangan pesawat tak berawak di Eilat.

    Sejak akhir September Israel telah terlibat dalam perang skala penuh melawan Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon sementara pertempuran terus berlanjut melawan kelompok Islamis Palestina, Hamas, yang memicu perang Gaza dengan menyerang Israel pada tanggal 7 Oktober tahun lalu.

    Pada hari Sabtu, Israel kembali melakukan serangan udara mematikan di Gaza utara, di mana PBB menyebut kondisinya “apokaliptik”, dan Hizbullah mengintensifkan tembakan roket di dekat pusat komersial Israel, Tel Aviv.

    “Musuh-musuh, baik Amerika Serikat maupun rezim Zionis, harus tahu bahwa mereka pasti akan menerima tanggapan yang menghancurkan,” kata Khamenei, mengacu pada kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Iran, termasuk yang ada di Yaman dan Suriah.

    Sebagaimana diketahui, Pada tanggal 26 Oktober, Israel melancarkan serangan terhadap “lokasi militer” di Iran, sebagai tanggapan atas serangan rudal Iran terhadap Israel pada tanggal 1 Oktober, yang merupakan tanggapan atas pembunuhan Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, Hassan Nasrallah, di Lebanon dan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, selama kunjungan resmi ke Teheran.

    (pgr/pgr)

  • Khamenei Bersumpah Akan Balas Serangan Israel-AS terhadap Iran!

    Khamenei Bersumpah Akan Balas Serangan Israel-AS terhadap Iran!

    Jakarta

    Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bersumpah akan membalas serangan Israel dan sekutunya Amerika Serikat, yang menargetkan Teheran dan kelompok-kelompok yang didukungnya di wilayah tersebut.

    “Musuh-musuh, baik AS maupun rezim Zionis, harus tahu bahwa mereka pasti akan menerima respons yang sangat keras atas apa yang mereka lakukan terhadap Iran, bangsa Iran, dan front perlawanan,” kata Khamenei dalam pidatonya di depan para mahasiswa di Teheran, ibu kota Iran, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (2/11/2024).

    Dia merujuk pada aliansi kelompok-kelompok bersenjata yang didukung Teheran, yang meliputi kelompok pemberontak Houthi di Yaman, gerakan Hizbullah di Lebanon, dan kelompok milisi Palestina, Hamas.

    Ketegangan regional telah meningkat sejak pecahnya perang Israel-Hamas di Gaza pada Oktober tahun lalu, yang melibatkan kelompok-kelompok yang berpihak pada Iran dan kelompok lain dari Irak dan Suriah.

    Hizbullah dan Israel telah terlibat saling serang lintas perbatasan selama hampir setahun setelah serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, sebelum Israel meningkatkan konflik pada 23 September lalu.

    Pada 26 Oktober, Israel melakukan serangan udara di lokasi-lokasi militer di Iran sebagai respons atas serangan Teheran pada 1 Oktober terhadap Israel, yang merupakan pembalasan atas terbunuhnya para pemimpin militan yang didukung Iran dan seorang komandan Garda Revolusi Iran.

    Setidaknya empat tentara Iran tewas dalam serangan tersebut, yang menurut Iran menyebabkan “kerusakan terbatas” pada beberapa sistem radar. Media Iran mengatakan seorang warga sipil juga tewas.

  • Iran Kembali Janjikan Balasan Keras untuk Serangan Israel

    Iran Kembali Janjikan Balasan Keras untuk Serangan Israel

    Teheran

    Otoritas Iran kembali mengingatkan akan adanya balasan yang “keras” terhadap serangan mematikan Israel pekan lalu. Serangan balasan akan menandai aksi saling membalas yang terus terjadi antara Teheran dan Tel Aviv selama beberapa waktu terakhir.

    Jet-jet tempur Israel melancarkan serangan terhadap target-target militer Iran pada 26 Oktober lalu. Serangan itu merespons serangan rudal Teheran pada 1 Oktober lalu, yang melibatkan sekitar 200 rudal untuk membalas kematian pemimpin Hamas dan Hizbullah serta jenderal Garda Revolusi Iran.

    Sejak serangan itu, Israel memperingatkan Iran untuk tidak melakukan pembalasan. Sementara Teheran menyatakan tidak ingin berperang melawan Tel Aviv, namun berjanji akan memberikan respons mereka.

    Penegasan kembali soal Iran akan membalas serangan Israel itu, seperti dilansir AFP, Jumat (1/11/2024), disampaikan oleh seorang pejabat tinggi Teheran bernama Mohammad Mohammadi Golpayegani, yang merupakan asisten senior pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

    “Tindakan rezim Zions baru-baru ini dalam menyerang beberapa bagian negara kita merupakan tindakan putus asa dan Republik Islam Iran akan memberikan respons yang keras dan sangat disesalkan,” cetus Golpayegani dalam pernyataannya seperti dikutip kantor berita Tasnim.

    Golpayegani memuji kinerja pertahanan udara Iran dalam “mencegah masuknya para petempur rezim Zionis ke wilayah kita” dan menyebut kerusakan akibat serangan tersebut “minimal”.

    Golpayegani merupakan ulama berpengaruh yang menjabat sebagai kepala kantor Khamanei, yang memiliki keputusan akhir dalam segara urusan negara di Iran.

  • Khamenei Bilang Serangan Israel ke Iran Jangan Dilebih-lebihkan

    Khamenei Bilang Serangan Israel ke Iran Jangan Dilebih-lebihkan

    Teheran

    Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengomentari serangan udara terbaru Israel terhadap negaranya. Khamenei mengatakan bahwa serangan Tel Aviv “tidak boleh dibesar-besarkan atau diremehkan”.

    “Kejahatan yang dilakukan oleh rezim Zionis dua malam lalu tidak boleh dibesar-besarkan atau diremehkan,” ucap Khamenei dalam pernyataannya via media sosial X, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Senin (28/10/2024).

    Tanpa menjelaskan lebih lanjut, Khamenei menggambarkan serangan udara Israel terhadap Iran pada Sabtu (26/10) dini hari sebagai “salah perhitungan”.

    Jet-jet tempur Israel dikerahkan untuk menyerang wilayah Iran pada Sabtu (26/10) dini hari, dengan Tel Aviv mengklaim serangannya sebagai “serangan presisi terhadap target-target militer di Iran” sebagai respons atas apa yang disebutnya sebagai “serangan terus-menerus selama berbulan-bulan dari rezim di Iran”.

    Israel menyebut serangannya sebagai pembalasan atas serangan rudal Iran pada 1 Oktober lalu, yang melibatkan sekitar 200 rudal dengan sebagian besar dicegat pertahanan udara canggih. Teheran saat itu menyebut serangannya sebagai respons atas pembunuhan petinggi Hamas dan Hizbullah, juga atas situasi konflik di Jalur Gaza dan Lebanon.

    Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu mengklaim serangan udara Israel telah menghantam Iran dengan “tepat sasaran dan kuat”. Netanyahu menyebut serangan Tel Aviv terhadap Teheran telah mencapai semua tujuannya.

    “Pada Sabtu (26/10), kami telah menyerang… Serangan di Iran tepat sasaran dan kuat, telah mencapai semua tujuannya,” ucap Netanyahu dalam pernyataannya.

  • Tekad Kami untuk Membela Diri Tak Kenal Batas

    Tekad Kami untuk Membela Diri Tak Kenal Batas

    Teheran

    Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan bahwa Iran bertekad untuk mempertahankan diri setelah pesawat tempur Israel menyerang pangkalan militer dan lokasi rudal di beberapa provinsi Iran. Iran menegaskan tekadnya untuk mempertahankan diri tak kenal batas.

    “Saya pikir kami telah menunjukkan bahwa tekad kami untuk membela diri tidak mengenal batas,” kata Araghchi dalam sebuah wawancara dengan situs web resmi pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei seperti dilansir AFP, Sabtu (26/10/2024).

    Komentar menteri tersebut adalah yang pertama oleh seorang pejabat senior Iran sejak serangan sebelum Sabtu dini hari.

    Israel telah bersumpah untuk membalas setelah peristiwa 1 Oktober, ketika Iran menembakkan sekitar 200 rudal dalam serangan keduanya terhadap musuh bebuyutannya.

    Pada bulan April, dalam serangan pertamanya terhadap wilayah Israel, Iran meluncurkan lebih dari 300 pesawat nirawak dan rudal. Teheran mengatakan serangan itu merupakan balasan atas serangan terhadap kantor konsulat Iran di Damaskus yang menewaskan komandan Korps Garda Revolusi Islam.

    “Kami akan mempertahankan wilayah dan tanah air kami,” kata Araghchi.

    “Saya kira semua orang sudah melihatnya,” imbuhnya.

    (lir/lir)