Tag: Arifin

  • Satu Keluarga di Tangsel Tewas, Yani Sempat Menduga Iparnya Kabur Usai Bunuh Istri & Anak, Ternyata – Halaman all

    Satu Keluarga di Tangsel Tewas, Yani Sempat Menduga Iparnya Kabur Usai Bunuh Istri & Anak, Ternyata – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Satu keluarga di Cirendeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten ditemukan tewas, Minggu (15/12/2024).

    Mereka adalah kepala keluarga AF (31), istrinya YL (28) dan anak laki-laki mereka AH berusia 3 tahun.

    AF ditemukan di dalam kamar mandi dengan kondisi menggantung di plafon. 

    Sementara istrinya, YL dan anak balitanya AA tergeletak di kamar tidur.

    Adalah Yani (39) kakak dari korban YL orang yang pertama kali menemukan jasad satu keluarga itu.

    Awalnya Yani menemukan AA dan YL di kamar tidur dalam kondisi sudah tak bernyawa.

    Yani sempat curiga bahwa adik dan keponakannya itu dibunuh oleh AF, suami dari korban YL sekaligus adik ipar Yani.

    Setelah membunuh, AF diduga kabur.

    Yani pun mencari keberadaan AF.

    Namun saat hendak masuk ke kamar mandi ternyata pintu kamar mandi terkunci. 

    Yani pun kemudian memanggil warga lainnya untuk mendobrak pintu tersebut.  

    “Saya kira enggak ada suaminya, apa kabur apa ke mana gitu, tapi ada motornya,” kata Yani saat ditemui di lokasi, Minggu (15/12/2024).

    “Nah, udah gitu kata encing saya coba liat di kamar mandi. Tahu-tahu dia gantung diri di kamar mandi, pintunya ditutup dari dalam,” ujarnya.

    Kondisi Jasad saat Ditemukan

    Yani mengatakan keponakannya, AA ditemukan tewas dengan kondisi leher terluka dan mulutnya berbusa. 

    “Berbusa (mulut AA). Udah gitu di sininya berdarah (nunjuk arah pinggir bibir). Di sininya (leher) ada semacam bekas geretan gitu. Biru lehernya kayak habis diiket,” kata Yani.

    AA ditemukan di kamar tidur rumah tersebut. 

    Di sampingnya, berbaring jasad sang ibu.  

    Yani dan keluarga sempat membawa AA ke klinik terdekat. 

    Akan tetapi, AA sudah tewas sejak ditemukan.

    Terdapat sebuah tali tambang biru di sebelah jenazah keponakannya.  

    Tubuh AA dikelilingi bantal di kanan dan kirinya. Kepalanya berbaring di atas bantal. 

    Sementara itu, posisi YL selayaknya orang tidur. 

    Matanya terpejam, nampak tenang.

    Usai ditemukan, ketiga jenazah tersebut dibawa ke RS Fatmawati untuk divisum. 

    Hingga kini, polisi belum mengetahui penyebab tewasnya ketiga orang tersebut.

    Kronologis Penemuan Jasad Korban

    Kapolsek Ciputat Timur Kompol Kemas MS Arifin mengatakan dari pemeriksaan saksi, jenazah ketiganya ditemukan pertama kali oleh dua orang saksi yang merupakan keluarga korban sekira pukul 11.00 WIB.

    Saksi saat itu datang ke rumah korban untuk menyalakan air yang tombol mesinnya berada di rumah korban.

    “Datang ke rumah korban untuk menyalakan air yang kebetulan tombolnya berada di dalam rumah korban,” kata Kompol Kemas, Minggu malam.

    Ketika kedua saksi hendak menghidupkan mesin air, ternyata pintu rumah korban dalam kondisi terkunci.

    Kedua saksi akhirnya mencoba membuka pintu tersebut melalui jendela yang tidak terkunci. 

    Setelah bisa masuk ke dalam, kedua saksi melihat YL dan anaknya AH sudah dalam keadaan berbaring dengan tubuh yang kaku di dalam kamar.

    “Kemudian saksi lain berusaha membawa korban AH (anak) ke Klinik Medika Cirendeu, namun sesampai di lokasi menurut keterangan petugas medis korban sudah dinyatakan meninggal dunia,” ucapnya.

    Tak lama kemudian, saksi pun menemukan jasad korban lainnya yakni AF dalam kondisi tergantung.

    “Untuk korban AF ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tergantung di dapur dengan menggunakan tali tambang yang terikat di atas kayu plafon,” jelasnya.

    Saat ini, ketiga jenazah sudah dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan untuk dilakukan visum et repertum guna proses penyelidikan lebih lanjut.

    Terlilit Pinjaman Online?

    Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus tewasnya satu keluarga tersebut.

    Dari informasi yang beredar, terjerat pinjaman online (pinjol) menjadi dugaan penyebab satu keluarga tersebut memutuskan mengakhiri hidup.

    Hal ini diketahui setelah seorang saksi yang mengatakan korban berinisial YL sempat bercerita jika suaminya sedang terjerat pinjol.

    Namun, Kapolsek Ciputat Timur Kompol Kemas MS Arifin belum bisa menyimpulkan motif di balik kematian satu keluarga tersebut.

    “Motif kematian ketiga korban masih dalam penyelidikan unit Reskrim Polsek Ciputat Timur dan Sat Reskrim Polres Tangsel,” kata Kemas dalam keterangannya, Minggu (15/12/2024).

    Disclaimer: 

    Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.

    Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Kesaksian Kerabat Soal Kematian Satu Keluarga di Ciputat Timur, Sempat Bawa Korban Balita ke RS

  • ‘Saya Sebal,’ Kata Gisel soal Video Porno Mirip Dirinya

    ‘Saya Sebal,’ Kata Gisel soal Video Porno Mirip Dirinya

    JAKARTA, (VOI.id) – Artis Gisella Anastasia sebal dengan beredarnya video perempuan telanjang yang disebut-sebut sebagai dirinya. Video itu beredar di media sosial, baik Twitter atau WhatsApp, beberapa pekan ini. Kesebalannya memuncak ketika video tersebut sampai ke hadapannya.

    Dia kaget setelah menyaksikan video tersebut. Gisel takut ini akan memengaruhi kehidupannya, barang tentu untuk keluarganya. Saat menyaksikan video itu, Gisella sedang bersama manager dan orang terdekatnya. Mereka juga kaget.

    “Saya sebal. Sekecil apapun anda ikut sebarkan link itu berpengaruh ke kehidupan saya,” kata Gisel usai diperiksa di Mapolda Metro Jaya, kemarin, Rabu 30 Oktober. Dia diperiksa sebagai terlapor atas kasus ini dan diminta menjawab 19 pertanyaan oleh penyidik. 

    Lima hari sebelumnya, saat video ini sedang viral-viralnya, dia melayangkan surat laporan ke polisi yang teregistrasi  LP/6864/X/219/PMJ/Dit. Reskrimsus. Dia ingin polisi menangkap akun media sosial pengunggah dan penyebar video tersebut. Gisel menyangkakan pelaku dengan Pasal 27 ayat 1 junto Pasal 45 ayat 1 atau Pasal 27 ayat 3 junto Pasal23 ayat 3 UU nomor 19/2016 tentang ITE.

    Kuasa hukum Gisel, Sandy Arifin mengatakan, kliennya sudah memberikan keterangan sejelas mungkin kepada penyidik saat diperiksa. Gisel, katanya, juga membawa sejumlah barang bukti yang dikumpulkan selama tiga hari belakangan. Bukti ini berupa tangkap layar dari media sosial yang berkaitan dengan video tersebut.

    Jika bukti dan keterangan ini dirasa kurang oleh penyidik, Sandy menambahkan, mereka akan menyiapkan sejumlah saksi dan alat bukti tambahan. Saksi dan alat bukti ini untuk merunut soal kronologis pertama kalinya Gisel tahu video tersebut.

    “Seminggu ke depan kami sudah siapkan beberapa saksi-saksi dan bukti-bukti dimana Gisel sudah minta beberapa rekannya yang lihat ada postingan-postingan di media sosialnya,” kata Sandy.

  • Polisi Dalami Motif Dugaan Bunuh Diri Satu Keluarga di Cirendeu Tangsel

    Polisi Dalami Motif Dugaan Bunuh Diri Satu Keluarga di Cirendeu Tangsel

    loading…

    Polisi melakukan olah TKP di rumah satu keluarga ditemukan meninggal dunia di Kampung Poncol, Cirendeu, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten, Minggu (15/12/2024) malam. FOTO/FELLDY UTAMA

    TANGERANG SELATAN – Satu keluarga ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia di kawasan Kampung Poncol, Cirendeu, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan , Banten, Minggu (15/12/2024) siang. Polisi masih mendalami motif dugaan bunuh diri satu keluarga tersebut.

    “Masih didalami lebih lanjut soal kematiannya, termasuk juga motif dugaan bunuh dirinya,” kata Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Kemas MS Arifin saat dikonfirmasi, Minggu (15/12/2024).

    Menurutnya, korban AF (31) selaku suami ditemukan dalam kondisi tergantung tali tambang di atas kayu plafon bagian dapur. Sedangkan korban YL (28) selaku istri dan AH (3) selaku anak ditemukan dalam kondisi terbaring kaku.

    Polisi, kata dia, belum menyimpulkan secara pasti bagaimana sang istri dan anaknya bisa sampai meninggal dunia. Dari keterangan saksi yang telah diperiksa, ada dugaan satu keluarga itu meninggal dunia karena bunuh diri pascasuami terlibat pinjaman online (pinjol).

    Namun, polisi masih mendalaminya lebih lanjut tentang motif tersebut.

    “Korban YL (Istri) sempat bercerita (ke tetangganya) bahwa AF (Suami) telah mempunyai sangkutan atau pinjaman online (pinjol), tapi kami masih dalami kebenaran informasi tersebut,” katanya.

    Sementara itu, malam ini warga sekitar menggelar pengajian tak jauh dari tempat kejadi perkara (TKP). Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 22.30 WIB, warga sekitar berdatangan di rumah saudara korban yang tak jauh dari TKP. Lantunan tahlil dan doa dipanjatkan bagi korban satu keluarga yang meninggal dunia. Pengajian digelar tak sampai satu jam.

    Usai gelar pengajian, warga sekitar kembali ke rumahnya masing-masing. Sementara, jenazah masih berada di Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk menjalani proses visum.

    Dari pengakuan sejumlah warga, jenazah akan dibawa ke rumah duka Senin (16/12/2024) besok pagi, dan dilanjutkan pemakaman yang tak jauh dari rumah duka.

    (abd)

  • Kematian Satu Keluarga di Tangerang Selatan Diduga Akibat Terjerat Pinjol, Polisi Usut Motif – Halaman all

    Kematian Satu Keluarga di Tangerang Selatan Diduga Akibat Terjerat Pinjol, Polisi Usut Motif – Halaman all

    Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdi Ryanda Shakti 

    TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG SELATAN – Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus tewasnya satu keluarga di kawasan Cirendeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten.

    Diketahui satu keluarga yang terdiri dari ayah berinisial AF (31), ibu berinisial YL (28), dan anaknya berinisial AH (3) ditemukan tak bernyawa di dalam rumahnya, Minggu (15/12/2024) siang.

    Dari informasi yang beredar, terjerat pinjaman online (pinjol) menjadi dugaan penyebab satu keluarga tersebut memutuskan mengakhiri hidup.

    Hal ini diketahui setelah seorang saksi yang mengatakan korban berinisial YL sempat bercerita jika suaminya sedang terjerat pinjol.

    Namun, Kapolsek Ciputat Timur Kompol Kemas MS Arifin belum bisa menyimpulkan motif di balik kematian satu keluarga tersebut.

    “Motif kematian ketiga korban masih dalam penyelidikan unit Reskrim Polsek Ciputat Timur dan Sat Reskrim Polres Tangsel,” kata Kemas dalam keterangannya, Minggu (15/12/2024).

    Sebelumnya, Warga di kawasan Cirendeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan digegerkan dengan adanya satu keluarga ditemukan tewas pada Minggu siang.

    Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan polisi, jenazah ketiganya ditemukan pertama kali oleh dua orang saksi yang merupakan keluarga korban sekira pukul 11.00 WIB.

    Saksi saat itu datang ke rumah korban dengan tujuan untuk menyalakan air yang tombol mesinnya berada di rumah korban.

    “Datang ke rumah korban untuk menyalakan air yang kebetulan tombolnya berada di dalam rumah korban,” kata Kemas.

    Ketika kedua saksi hendak menghidupkan mesin air, ternyata pintu rumah korban dalam kondisi terkunci.

    Kedua saksi akhirnya mencoba membuka pintu tersebut melalui jendela yang tidak terkunci. 

    Setelah bisa masuk ke dalam, kedua saksi melihat YL dan anaknya AH sudah dalam keadaan berbaring dengan tubuh yang kaku di dalam kamar.

    “Kemudian saksi lain berusaha membawa korban AH (anak) ke Klinik Medika Cirendeu, namun sesampai di lokasi menurut keterangan petugas medis korban sudah dinyatakan meninggal dunia,” ucapnya.

    Tak lama dari sana, saksi pun menemukan jasad korban lainnya yakni AF dalam kondisi tergantung.

    “Untuk korban AF ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tergantung di dapur dengan menggunakan tali tambang yang terikat di atas kayu plafon,” jelasnya.

    Saat ini, lanjut Kemas, ketiga jenazah sudah dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan untuk dilakukan visum et repertum guna proses penyelidikan lebih lanjut.

    Disclaimer: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.

    Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

  • Satu Keluarga Ditemukan Tewas di Ciputat Timur, Diduga Bunuh Diri

    Satu Keluarga Ditemukan Tewas di Ciputat Timur, Diduga Bunuh Diri

    Jakarta, CNN Indonesia

    Satu keluarga yang terdiri atas tiga orang ditemukan tewas diduga karena bunuh diri di Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (15/12).

    Kapolsek Ciputat Timur Kompol Kemas MS Arifin mengatakan tiga jenazah itu terdiri atas AF (laki-laki usia 31), YL (perempuan usia 28) dan AH (laki-laki usia 3 tahun). 

    “Benar  telah ditemukan adanya 3 (tiga) orang jenazah (satu keluarga) di Kp. Poncol No.102 RT.5/2 Kel. Cirendeu Kec. Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan,” ujar Kemas kepada awak media.

    Dia menerangkan jasad-jasad satu keluarga itu pertama kali ditemukan saksi Y dan N yang masih kerabat korban.

    Sekitar pukul 11.00 WIB, saksi Y akan menyalakan air yang kebetulan tombol on/off nya berada di dalam rumah korban, namun pintu rumah masih dalam kondisi terkunci. Kemudian saksi N berusaha membuka pintu rumah melalui jendela samping.

    Saat itulah, kata Kemas, saksi melihat di dalam kamar korban ada YL dan AH yang sudah terbaring kaku.

    “Sementara untuk korban AF ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tergantung di dapur dengan menggunakan tali tambang yang terikat di atas kayu plafon,” ujar Kemas.

    Korban anak AH, kata Kemas, sempat berupaya diselamatkan nyawanya oleh saksi dengan dibawa ke Klinik Medika Cirendeu.

    “Namun sesampai di lokasi menurut keterangan petugas medis korban sudah dinyatakan meninggal dunia,” ujar Kemas.

    Selanjutnya, sambung dia, jenazah tiga korban itu dibawa ke RS. Fatmawati untuk dilakukan Visum Et Repertum.

    Kemas mengatakan pihaknya masih menyelidiki dugaan motif diduga bunuh diri satu keluarga di Ciputat Timur tersebut.

    “Sedangkan motif kematian ketiga korban masih dalam penyelidikan unit Reskrim Polsek Ciptim dan Sat Reskrim Polres Tangsel,” katanya.

    (kid)

    [Gambas:Video CNN]

  • Kronologis Satu Keluarga Ditemukan Tewas di Ciputat Timur Tangsel, Ibu-Anak Terbaring Kaku di Kamar – Halaman all

    Kronologis Satu Keluarga Ditemukan Tewas di Ciputat Timur Tangsel, Ibu-Anak Terbaring Kaku di Kamar – Halaman all

    Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdi Ryanda Shakti 

    TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG SELATAN – Polisi mengungkap kronologi penemuan jasad satu keluarga di Kampung Poncol, Cirendeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Minggu (15/12/2024).

    Diketahui korban satu keluarag tersebut terdiri dari ayah, ibu, dan anak.

    Ketiga korban masing-masing berinisial AF usia 31 tahun (suami), YL usia 28 tahun (istri) dan AH anak laki-laki umur 3 tahun.

    Kapolsek Ciputat Timur Kompol Kemas MS Arifin mengatakan dari pemeriksaan saksi, jenazah ketiganya ditemukan pertama kali oleh dua orang saksi yang merupakan keluarga korban sekira pukul 11.00 WIB.

    Saksi saat itu datang ke rumah korban dengan tujuan untuk menyalakan air yang tombol mesinnya berada di rumah korban.

    “Datang ke rumah korban untuk menyalakan air yang kebetulan tombolnya berada di dalam rumah korban,” kata Kemas Minggu malam.

    Ketika kedua saksi hendak menghidupkan mesin air, ternyata pintu rumah korban dalam kondisi terkunci.

    Kedua saksi akhirnya mencoba membuka pintu tersebut melalui jendela yang tidak terkunci. 

    Setelah bisa masuk ke dalam, kedua saksi melihat YL dan anaknya AH sudah dalam keadaan berbaring dengan tubuh yang kaku di dalam kamar.

    “Kemudian saksi lain berusaha membawa korban AH (anak) ke Klinik Medika Cirendeu, namun sesampai di lokasi menurut keterangan petugas medis korban sudah dinyatakan meninggal dunia,” ucapnya.

    Tak lama dari sana, saksi pun menemukan jasad korban lainnya yakni AF dalam kondisi tergantung.

    “Untuk korban AF ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tergantung di dapur dengan menggunakan tali tambang yang terikat di atas kayu plafon,” jelasnya.

    Saat ini, lanjut Kemas, ketiga jenazah sudah dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan untuk dilakukan visum et repertum guna proses penyelidikan lebih lanjut.

    Disclaimer: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.

    Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

  • 8
                    
                        Sekeluarga Tewas di Ciputat, Ayah Ditemukan di Dapur, Ibu dan Anak di Kamar
                        Megapolitan

    8 Sekeluarga Tewas di Ciputat, Ayah Ditemukan di Dapur, Ibu dan Anak di Kamar Megapolitan

    Sekeluarga Tewas di Ciputat, Ayah Ditemukan di Dapur, Ibu dan Anak di Kamar
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Sekeluarga yang tewas di Kampung Poncol, Cirendeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Minggu (15/12/2024), ditemukan di lokasi yang berbeda dalam satu rumah.
    Mereka terdiri dari ayah berinisial AF (31), ibu berinisial YL (28), dan anak berinisial AA (3).
    AA ditemukan di atas kasur di kamar tidur keluarga tersebut. Sementara YL ditemukan di bawah kasur di sebelah jenazah AA.
    Sementara itu, AF ditemukan menggantung di dapur rumahnya.
    “AF gantung diri di dapur dengan menggunakan tali tambang yang terikat di atas kayu plafon. YL dan AA terbaring di kamar tidur,” kata Kapolsek Ciputat Timur Kompol Arifin dalam keterangan tertulis, Minggu (15/12/2024).
    Pihak kepolisian kemudian membawa ketiga jenazah tersebut ke Rumah Sakit Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan untuk divisum.
    Belum diketahui pasti penyebab kematian YL dan AA yang ditemukan tewas dalam keadaan tertidur.
    Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami kejadian tersebut.
    “Penyebab masih dalam proses penyidikan,” kata Arifin.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • BREAKING NEWS: Satu Keluarga Ditemukan Tewas Diduga Bunuh Diri di Ciputat Timur Tangerang Selatan – Halaman all

    BREAKING NEWS: Satu Keluarga Ditemukan Tewas Diduga Bunuh Diri di Ciputat Timur Tangerang Selatan – Halaman all

    Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdi Ryanda Shakti 

    TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG SELATAN – Satu keluarga ditemukan tewas di kawasan Cirendeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Minggu (15/12/2024).

    Kapolsek Ciputat Timur Kompol Kemas MS Arifin membenarkan adanya temuan satu keluarga tewas diduga bunuh diri di wilayahnya.

    “Iya (ada satu keluarga tewas),” kata Kemas saat dihubungi wartawan, Minggu.

    Dari informasi yang dihimpun satu keluarga yang tewas itu berjumlah tiga orang. 

    Mereka yakni sepasang suami-istri berinisial AF (31) dan YL (28). 

    Selanjutnya, anak dari pasangan tersebut berinisial AA (3).

    Meski begitu, belum diketahui penyebab kematian satu keluarga tersebut.

    Kemas pun belum merinci lebih detil terkait hal tersebut.

    “Nanti di-update lagi,” ungkapnya.

    Temuan jasad ketiganya berawal saat seorang keluarga datang ke rumah korban untuk menyalakan air.

    Kebetulan, tombol untuk menyalakan pompa air tersebut berada di rumah korban.

    Tetapi, saat itu pintu rumah korban dalam kondisi terkunci.

    Akhirnya keluarga korban tersebut berupaya membuka pintu rumah melalui jendela samping.

    Saat hendak membuka jendela, ia melihat korban YL (28) dan AA (3) dalam kondisi terbaring kaku.

    Sedangkan AF ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung tali tambang di atas kayu plafon bagian dapur.

    Keluarga korban sempat membawa AA ke klinik terdekat, tetapi bocah 3 tahun sudah dinyatakan meninggal.

    Kini, jenazah ketiga orang tersebut telah dibawa ke RS Fatmawati, Jakarta Selatan guna keperluan visum.

    Disclaimer: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.

    Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

  • Tanggul Laut Belum Tuntaskan Masalah Warga Tambaklorok, Rembesan Rob dan Limbah "Menghantui"
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        15 Desember 2024

    Tanggul Laut Belum Tuntaskan Masalah Warga Tambaklorok, Rembesan Rob dan Limbah "Menghantui" Regional 15 Desember 2024

    Tanggul Laut Belum Tuntaskan Masalah Warga Tambaklorok, Rembesan Rob dan Limbah “Menghantui”
    Tim Redaksi
    SEMARANG, KOMPAS.com
    – Proyek tanggul laut sepanjang 3,6 kilometer di Semarang, Jawa Tengah (Jateng), yang telah selesai dibangun pada 2024, justru menghadirkan ancaman baru bagi
    warga Tambaklorok
    .
    Sebab, setelah proyek pemerintah pusat tersebut selesai dibangun, air rob masih merembes ke permukiman warga. 
    Sebelum adanya tanggul laut, luapan air rob yang membanjiri pemukiman terjadi akibat kolam retensi menyatu dengan laut. Lalu air rob membludak saat gelombang tinggi.
    Diketahui, tanggul laut itu membentang dari ujung kawasan Pelabuhan Tanjung Emas hingga mengelilingi pemukiman warga Tambaklorok di Kota Semarang.
    Proyek infrastuktur nasional senilai Rp 386 miliar tersebut digarap dalam dua tahap sejak tahun 2016 hingga 2024.
    Tanggul laut itu diharapkan mampu mengatasi masalah banjir rob dan penurunan muka tanah atau l
    and subsidence
    yang merenggut ruang hidup warga selama puluhan tahun.
    Kompas.com menyusuri permukiman dalam area tanggul laut. Walaupun tidak dalam kondisi pasang air laut, tapi masih banyak rembesan terlihat menggenangi jalanan kampung.
    Titik rembesan itu berada tak jauh dari warung di ujung kampung Tambakmulyo yang mempertemukan gabungan proyek tanggul laut tahap 1 dan tahap 2.
    Rembesan air
    laut itu langsung masuk ke jalanan kampung Tambakmulyo dan menyebar sepanjang lima meter.
    Kemudian saat melintasi gang kecil yang menghubungkan kampung Tambakrejo menuju Tambakmulyo, tampak kolam tambak di belakang pemukiman bak lautan sampah plastik.
    Sekilas terlihat tekstur air di sana kental, sedikit berbusa dan mengeluarkan bau tak sedap. 
    Air rob masih merembes ke permukiman warga di kawasan Tambaklorok yang mencakup Kampung Tambakrejo di sebelah timur dan Tambakmulyo di sebelah barat. Kawasan ini dihuni oleh sekitar 2.250 Kepala Keluarga dengan lebih dari 9.000 jiwa.
    Pantauan Kompas.com di RW 16 Tambakrejo menunjukkan air rob dan limbah merembes melalui sela-sela pondasi, membanjiri jalanan kampung hingga ke teras rumah warga.
    Pada puncak pasang saat gelombang laut tinggi, rembesan ini bisa mencapai ketinggian 30 cm. Sedangkan pada hari biasa, genangan air berkisar antara 5-10 cm. Rembesan paling deras biasanya terjadi tengah malam atau dini hari sekitar pukul 04.00-06.00 WIB.
    Kondisi ini mengganggu sanitasi warga, termasuk merendam kamar mandi mereka. Akibatnya, warga kesulitan buang air kecil, buang air besar, bahkan mandi. Air bilasan sering kali menggenang di dalam kamar mandi.
    Deretan rumah warga RT 1 RW 16 Tambakrejo, termasuk rumah milik Endang Susi (33), terdampak parah. Rumahnya yang terletak dekat gapura selamat datang Kampung Tambakrejo, mengalami
    rembesan air
    rob setiap hari.
    “Udah enggak kaya dulu sih, luapan dari depan (kolam retensi) dulu sampai selutut. Tapi rembesan ini tetap mengganggu, apalagi saya jualan nasi kucing tiap sore sampai malam. Jadi jualan basah-basah walaupun setiap hari sudah dibersihkan,” ungkap Endang, Sabtu (14/12/2024).
    Endang juga mengeluhkan jalan beton kampung yang kini berlumut akibat genangan air yang jarang surut. Anak-anak kerap terpeleset saat melewati jalanan depan rumahnya.
    “Akhirnya repot licin bersihin terus, sering ada anak kepleset di situ. Kadang anak-anak keceh (main air) di situ, ini gatel semua (kaki) anaknya,” ujar Endang sambil menunjukkan kondisi kulit kaki putri bungsunya yang penuh bekas gatal.
    Kamar mandi rumah Endang sering tenggelam saat air pasang karena permukaan lantainya lebih rendah dari jalanan kampung.
    “Iya gatel, airnya baunya enggak enak, kakinya kalau pakai kamar mandi jadi kaya tempat pembuangan sampah. Untungnya air pasang yang bikin kamar mandi terendam itu biasanya sekitar jam 1-2 siang, tapi itu tidak pasti,” ujarnya.
    Kesulitan lain yang dihadapi Endang adalah saat menstruasi. Ia kesulitan mengganti pembalut dan terpaksa menumpang di rumah orang tua untuk buang air besar.
    “Kalau kondisinya lagi kayak gitu (mens) atau mau BAB, ya mau enggak mau pergi ke rumah orang tua buat numpang kamar mandi. Kalau numpang tetangga enggak enak (sungkan), dan kalau ke toilet masjid itu sekarang pintunya sering dikunci,” katanya.
    Air rob juga menyebabkan kendaraan warga, terutama sepeda motor, cepat rusak karena karat.
     

    Eman-eman
    (sayang sekali) motornya, buat nganter sekolah aja, tapi cepet rusak. Sekali service bisa Rp250 ribu,” keluh Endang.
    Anak-anak yang berangkat sekolah dengan berjalan kaki juga harus menerjang genangan air. Mereka biasanya memakai sandal saat berangkat dan berganti sepatu setibanya di sekolah.
    Endang berharap pemerintah segera menangani masalah rembesan air rob yang muncul sejak pembangunan tanggul laut tahap pertama pada 2016.
    “Kalau bisa solusinya jangan ditinggikan lagi jalannya, karena kalau jalan ditinggikan terus, berarti kita harus mengikuti buat meninggikan rumah lagi, dan itu menghabiskan banyak uang, apalagi sekarang kebutuhan banyak, ada 3 anak,” harap Endang.
    Manajer Advokasi dan Kampanye Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Tengah, Iqbal Alma mengungkap rembesan yang sudah lama terjadi itu bukan hanya air rob, tapi juga limbah domestik atau rumah tangga. 
    “Selain rembesan air rob dari retakan-retakan atau dari sela-sela tanggul laut, rembesan juga sebenernya dari limbah MCK warga, kloset mereka dan sebagainya,” tutur Iqbal.
    Dia mengatakan selama ini limbah rumah tangga langsung dibuang ke laut. Adanya tanggul laut membuat limbah domestik menggenang di tambak belakang rumah warga.
    “Tambak itu ditutup oleh tanggul, sehingga air (limbah domestik) itu dia tidak bisa keluar (ke laut), makanya itu buangan domestik warga akhirnya kembali ke mereka dan menyebabkan banyak pencemaran air, penyakit, dan nyamuk. Jadi lingkungan warga akhirnya jadi kotor,” ucap Iqbal.
    Lalu saat air rob dari luar tanggul merembes ke kawasan pemukiman akan bercampur dengan limbah domestik itu. Akibatnya air tercemar itu memenuhi jalan kampung dan juga meluap kembali di kamar mandi warga.
    “Nah selain itu sebenernya jadi satu dilema bagi warga karena pembangunan tanggul ini dia tidak diimbangi dengan mempersiapkan sanitasi warga, lalu pembuangan-pembuangan domestik warga dan sebagainya,” beber dia.
    Walhi Jateng menilai mestinya dalam melakukan proyek nasional pemerintah dapat melakukan perencanaan dan persiapan lebih matang agar tidak merugikan warga.
    Belakangan warga gencar melaporkan kondisi tersebut ke sejumlah instansi terkait, tapi belum ada solusi konkrit untuk menjawab permasalahan tersebut.
    Staf Teknik BBWS Pemali Juana, Muhammad Zainal Arifin mengakui adanya rembesan di sejumlah titik dari proyek tanggul laut tahap satu yang dibangun pada 2016 silam. 
    Menurutnya, hantaman gelombang tinggi air laut itu turut memicu terjadinya penurunan muka tanah di lokasi proyek.
    “Di tanggul tahap satu itu kan dihantam gelombang air laut yang semakin naik terus menerus selama bertahun-tahun, lalu kami menduga ada penurunan muka tanah yang menyebabkan munculnya celah air laut untuk bisa merembes ke pemukiman,” ungkap Arifin.
    Pihaknya akan memperbaiki saluran drainase di sepanjang jalan kampung Tambakmulyo untuk mengatasi rembesan tersebut. Nantinya air rembesan akan dialirkan ke kolam retensi.
    Tiga pompa berkecepatan 500 liter per kubik telah disiapkan untuk membuang air tampungan di kolam retensi ke laut.
    “Mitigasinya (jangka panjang) kita akan mengidentifikasi terhadap penurunan tanah. Nanti ada berbagai macam tekniknya, kita core atau kita lubangin per berapa titik, nanti kita menguji lewat lab bahwa di situ penurunan tanah enggak? Kan nanti bisa terlihat kalau sudah dilubangi,” papar dia.
    Sementara di sepanjang permukiman warga kampung Tambakrejo, Arifin belum memiliki solusi jangka pendek. Pasalnya, tidak terdapat drainase di tepi jalan kampung itu untuk mengendalikan luapan air rembesan.
    “Dulu memang pernah ada drainase kecil di sepanjang jalan di depan rumah warga Tambakrejo, tapi mohon maaf sekarang sudah hilang karena warga memperluas teras dengan menutup drainase. Mungkin itu setelahnya diikuti semua warga di sana,” ungkap dia.
    Terlepas dari dugaan penurunan muka tanah yang menyebabkan terjadinya rembesan, Arifin menilai kesadaran akan pentingnya drainase masih kurang di Tambakrejo.
    Tak hanya itu, BBWS juga terkendala pembebasan lahan milik warga Tambakrejo sepanjang 50 meter yang mestinya digarap di tahap 1 2016 silam. Hal ini memperburuk kondisi rembesan air rob dan limbah domestik yang membanjiri kampung Tambakrejo.
    “Saat ini sudah mau dibebaskan, mungkin tahun depan dapat dikerjakan sisanya (50 meter) tanggulnya,” imbuh dia.
    Lebih lanjut, Arifin mengaku akanmengajukan rencana perbaikan permanen di titik temuan rembesan tersebut.
    “Kalau memang sudah ada pelubangan (identifikasi penurunan muka tanah) kayak gitu. Ya mau, tidak mau, mungkin kita akan bongkar (kerangka bawah tanggul), kita isi timbunan tanah lagi, tapi dengan lapisan geotek lagi, dan nanti akan peninggian terus,” tegas dia.
    Dia juga menolak peninggian jalan sebagai solusi mengatasi rembesan di pemukiman warga Tambakrejo. Dia mendorong agar perbaikan sistem drainase dapat dilakukan di sana.
     Arifin menunjukkan perbandingan hasil infrastruktur proyek tahap 1 dan tahap 2. Tanggul tahap 1, yang dibangun beberapa tahun lalu, kini mengalami masalah serius.
    Ratusan tiang beton penyangga tanggul tahap 1 kini telah tenggelam dari permukaan laut karena terjadinya penurunan muka tanah di dasar tanggul itu. Hanya sisa sebagian pendek penyangga yang dapat dilihat mata.
    “Kalau sekarang terpaut penurunan tanah 1 meteranlah dari 2016 sampai sekarang, kalau saya lihat dari bangunan lama tahap 1 sama yang baru tahap 2,” katanya.
    Sementara proyek tanggul tahap 2 yang baru diselesaikan tahun ini masih terlihat dengan jelas penyangga di bawah tanggul setinggi 1 meter lebih.
    BBWS Pemali Juana meyakini terjadinya rembesan di tanggul tahap 1 bukan karena kelalaian saat menggarap proyek. Namun gelombang dan penurunan tanah yang terjadi di luar prediksi.
    “Itu (tanggul) kalau bisa sampai 30 tahun alhamdulillah, kalau enggak paling 10-15 tahun,” ujar Arifin.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kronologi Satu Keluarga Bunuh Diri di Ciputat yang Diduga Terlilit Pinjol

    Kronologi Satu Keluarga Bunuh Diri di Ciputat yang Diduga Terlilit Pinjol

    Ciputat, Beritasatu.com – Satu keluarga terdiri suami, istri dan satu orang anak ditemukan merenggang nyawa akibat melakukan bunuh diri yang diduga terlilit pinjaman online (pinjol). Berikut kronologi kejadiannya.

    Kapolsek Ciputat Timur Kompol Kemas MS Arifin mengatakan, meninggalnya satu keluarga tersebut ditemukan oleh dua orang warga yang ingin menyalakan air.

    “Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 11.00 WIB, ada dua orang warga datang ke rumah korban untuk menyalakan air. Kebetulan tombolnya berada di rumah korban,” ucap Kapolsek Ciputat Timur Kompol Kemas MS Arifin kepada awak media, di lokasi kejadian, Kampung Poncol, Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Minggu (15/12/2024).

    “Karena pintu rumah dicoba untuk diketuk, tetapi tidak ada jawaban dari dalam rumah. Hingga akhirnya, warga mencoba masuk dari arah yang lain,” jelasnya lagi.

    Kompol Kemas MS Arifin menyebut, warga tersebut mencoba masuk dari jendela pintu yang ternyata tidak dikunci oleh satu keluarga tersebut.

    “Warga berusaha membuka pintu rumah melalui jendela samping yang kebetulan tidak terkunci. Pada saat warga mencoba masuk ke dalam rumah, tiba-tiba melihat di dalam kamar korban terdapat seorang wanita berinisial YL (istri) dan seorang laki-laki berinisial AAH (anak) sudah terbaring kaku,” ungkapnya lagi.

    “Salah satu warga yang melihat saudara AAH mencoba membawa ke rumah sakit. Sayangnya, nyawa AAH tidak tertolong sesuai yang diutarakan petugas Klinik Medika Cirendeu,” tuturnya.

    Kompol Kemas MS Arifin mengatakan, sejumlah warga yang lain mencoba menyisir bagian rumah lainnya. Kemudian, warga kembali mendapatkan seorang pria berinisial AF yang merenggang nyawa dengan cara gantung diri.

    “Pada saat di dalam rumah, warga mencoba mendobrak pintu dapur karena dalam posisi terkunci. Setelah terbuka ditemukan seorang pria berinisial AF (suami),” jelasnya.

    “Kemudian pada pukul 14.30 WIB, ketiga korban dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati untuk dilakukan visum,” bebernya.

    Kemas MS Arifin menngatakan, dugaan sementara akibat saudara AF terlibat utang pada pinjaman online.

    “Untuk peristiwa bunuh diri yang melibatkan satu keluarga tersebut belum diketahui motifnya. Namun, berdasarkan keterangan 4 saksi menyebut suaminya berinisial AF memiliki sangkutan atau pinjaman online (pinjol),” tambahnya.

    Kompol Kemas MS Arifin menyebut, empat orang saksi mengatakan sempat berbincang dengan istri korban yang membahas soal hutang dengan pinjaman online.

    “Empat orang saksi ini mengatakan sekitar pukul 19.00 WIB, korban perempuan berinisial YL sekaligus sebagai istri dan anaknya berinisial AAH sempat bercerita jika suaminya AF berurusan dengan utang,” tutur Kapolsek Ciputat Timur Kompol Kemas MS Arifin terkait satu keluarga bunuh diri.