Tag: Arifin

  • ASDP: Jumlah Penumpang di Pelabuhan Merak Melonjak pada 28-30 Desember

    ASDP: Jumlah Penumpang di Pelabuhan Merak Melonjak pada 28-30 Desember

    Bisnis.com, JAKARTA – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkirakan peningkatan penumpang yang akan menyeberang dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatra lewat Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, meningkat pada 28-30 Desember 2024.

    “Diperkirakan akan terjadi puncak arus pergerakan jelang libur akhir tahun, khususnya peningkatan jumlah pengguna jasa pada tanggal 28, 29, dan 30 Desember 2024,” ujar Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin dalam keterangannya diterima di Serang, Kamis (28/12/2024).

    Shelvy mengatakan pergerakan masyarakat pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2024/2025 dari Pulau Jawa menuju Sumatra melalui Pelabuhan Merak, Banten, terpantau ramai lancar sejak 18 Desember 2024 atau H-7, meski tidak ada kenaikan signifikan bila dibandingkan tahun lalu.

    Pada hari H natal, pergerakan masyarakat alami peningkatan cukup tinggi dari Merak menuju Bakauheni. Sejak pagi, terjadi peningkatan jumlah kendaraan pribadi yang signifikan mulai pukul 11.00 hingga 17.00 WIB.

    “Dan setelah kami cek di lapangan, masih banyak pengguna jasa dengan jadwal keberangkatan sore hari telah tiba lebih awal, sehingga menyebabkan antrean padat di area parkir siap muat,” ujar dia.

    Ia mengungkapkan, kemarin petugas telah cukup sigap menangani persoalan yang timbul saat terjadi ketegangan dengan pengguna jasa, karena harus mengantre cukup lama saat akan naik ke kapal sekitar pukul 15.00 WIB.

    Untuk mengurai kepadatan, langkah rekayasa lalu lintas diterapkan, termasuk memanfaatkan area Medaksa dan mengarahkan kendaraan ke selasar sebelum menuju tollgate.

    Shelvy menjelaskan bahwa penjualan tiket Ferizy sudah disesuaikan dengan port capacity management, yaitu pengelolaan kapasitas berdasarkan area parkir kendaraan dan kapal yang tersedia di pelabuhan.

    Selain itu, pada periode libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 ini, ASDP bersama dengan KSOP dan mitra kerja sepakat mengoperasikan kapal-kapal berukuran besar untuk memastikan kelancaran arus kendaraan yang akan menyeberang pada saat peak season.

    “Masih banyaknya pengguna jasa yang datang ke pelabuhan tidak sesuai jam atau jadwalnya, yang kemudian menimbulkan antrean karena telah memadati area parkir siap muat di pelabuhan. Sementara, kami juga harus melayani pengguna jasa yang telah disiplin tiba di pelabuhan sesuai jadwal,” ujar Shelvy.

    Karenanya, kami memohon agar pengguna jasa memperhatikan jadwal yang tertera di tiket, karena telah diatur jam masuk pelabuhan, dan waktu akan naik ke kapal.

    “Di saat periode libur saat ini, volume kendaraan alami kenaikan di waktu bersamaan, sehingga berpotensi terjadi antrean,” ujar Shelvy.

    ASDP mengimbau para pengguna jasa untuk mematuhi jadwal tiket, mengatur keberangkatan dari kediaman dengan tepat waktu, serta memanfaatkan kanal pembelian tiket resmi Ferizy untuk kenyamanan perjalanan.

    Pengguna jasa juga diharapkan memastikan kesehatan fisik dan kendaraannya menilik cuaca ekstrem yang diprediksi akan terjadi selama periode akhir tahun ini.

    “ASDP bekerja sama dengan BMKG dan stakeholder lainnya terus berupaya memastikan keamanan dan kenyamanan perjalanan pengguna jasa dengan memantau kondisi lalu lintas dan cuaca. Dengan demikian, pengguna jasa khususnya yang akan menyeberang ke Pulau Sumatra dapat menikmati libur akhir tahun yang menyenangkan,” kata dia lagi.

    PT ASDP Indonesia Ferry Persero Cabang Utama Merak mencatat sebanyak 44.800 orang penumpang menyeberang dari Pulau Jawa ke Sumatra pada hari Natal 2024, berdasarkan data Posko Merak selama 24 jam.

    “Realisasi total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatra pada hari H itu mencapai 44.800 orang atau naik 10%,” ujar General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Persero Cabang Utama Merak Rudi Sunarko dalam keterangannya di Serang, Banten, Kamis.

    Angka tersebut naik dibandingkan realisasi periode yang sama pada tahun 2023 sebanyak 40.888 orang.

    Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatra mulai dari H-7 hingga hari H tercatat 310.317 orang atau turun 12% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 354.247 orang.

    Pada periode 25 Desember 2024 pukul 00.00- 23.59 WIB tercatat jumlah kapal yang beroperasi sebanyak 27 unit kapal.

    Tercatat realisasi kendaraan roda dua yang telah menyeberang pada H mencapai 1.856 unit atau naik 63% dibandingkan realisasi tahun lalu mencapai 1.141 unit.

    Kendaraan roda empat mencapai 5.260 unit atau naik 5% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 4.999 unit.

    Total seluruh kendaraan tercatat 10.580 unit yang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatra pada hari H atau naik 34 % dibandingkan realisasi periode dengan tahun lalu sebanyak 7.879 unit.

    Untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 73.920 unit atau turun 8% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 80.274 unit.

  • ASDP Catat 44.800 Orang Tinggalkan Pulau Jawa Menuju Sumatera saat Libur Natal 2024 – Halaman all

    ASDP Catat 44.800 Orang Tinggalkan Pulau Jawa Menuju Sumatera saat Libur Natal 2024 – Halaman all

    Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nitis Hawaroh 

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin mencatat, total penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni pada hari H Natal atau 25 Desember 2024 sebanyak 44.800 orang. Jumlah itu naik 10 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 40.888 orang. 

    Kendaraan roda empat mencapai 5.260 unit atau naik 5 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 4.999 unit. 

    Sehingga total seluruh kendaraan tercatat 10.580 unit yang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera pada H atau naik 34 persen dibandingkan realisasi periode dengan tahun lalu sebanyak 7.879 unit.

    “Pada hari H kemarin, pergerakan masyarakat alami peningkatan cukup tinggi dari Merak menuju Bakauheni. Sejak pagi terjadi peningkatan jumlah kendaraan pribadi yang signifikan mulai pukul 11.00 hingga 17.00 WIB,” kata Shelvy dalam keterangannya, Kamis (26/12/2024).

    Shelvy bilang, kenaikan volume penumpang itu membuat antrean panjang lantaran banyak dari pengguna jasa justru datang lebih awal dari jadwal keberangkatan.

    Meski begitu ia mengungkapkan, ASDP berhasil menangani persoalan yang timbul saat terjadi ketegangan dengan pengguna jasa karena harus mengantri cukup lama saat akan naik ke kapal sekitar pukul 15.00 WIB. 

    “Dan setelah kami cek di lapangan, masih banyak pengguna jasa dengan jadwal keberangkatan sore hari telah tiba lebih awal, sehingga menyebabkan antrean padat di area parkir siap muat,” ujarnya. 

    Untuk mengurai kepadatan, langkah rekayasa lalu lintas diterapkan, termasuk memanfaatkan area Medaksa dan mengarahkan kendaraan ke selasar sebelum menuju tollgate.

    Shelvy menjelaskan bahwa penjualan tiket Ferizy sudah disesuaikan dengan port capacity management, yaitu pengelolaan kapasitas berdasarkan area parkir kendaraan dan kapal yang tersedia di pelabuhan. 

    Selain itu, pada periode libur Nataru ini, ASDP bersama dengan KSOP dan mitra kerja sepakat mengoperasikan kapal-kapal berukuran besar untuk memastikan kelancaran arus kendaraan yang akan menyeberang pada saat peak season. 

    “Masih banyaknya pengguna jasa yang datang ke pelabuhan tidak sesuai jam atau jadwalnya, yang kemudian menimbulkan antrian karena telah memadati area parkir siap muat di pelabuhan. Sementara, kami juga harus melayani pengguna jasa yang telah disiplin tiba di pelabuhan sesuai jadwal,” papar Shelvy.

    Untuk itu, Shelvy meminta pengguna jasa memperhatikan jadwal yang tertera di tiket, karena telah diatur jam masuk pelabuhan, dan waktu akan naik ke kapal. 

    ASDP mengimbau para pengguna jasa untuk mematuhi jadwal tiket, mengatur keberangkatan dari kediaman dengan tepat waktu, serta memanfaatkan kanal pembelian tiket resmi Ferizy untuk kenyamanan perjalanan.

    “Di saat periode libur saat ini, volume kendaraan alami kenaikan di waktu bersamaan, sehingga berpotensi terjadi antrian,” ujar Shelvy.

     

  • Daftar kasus kriminal yang jadi pusat perhatian di wilayah Polda Metro selama 2024

    Daftar kasus kriminal yang jadi pusat perhatian di wilayah Polda Metro selama 2024

    Jakarta (ANTARA) – Sepanjang tahun 2024, Polda Metro Jaya telah menangani sejumlah kasus kriminal yang menonjol di wilayah hukumnya mulai kasus penganiayaan, judi online, pemerasan oknum polisi dan kasus-kasus yang viral di masyarakat.

    Tahun 2024 juga menjadi tantangan bagi Polda Metro Jaya yang masih menangani kasus yang belum selesai pada tahun 2023, seperti kasus dugaan pemeresan eks Ketua KPK Firli Bahuri terhadap mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL).

    Selain itu tahun ini juga menjadi tahun yang cukup berat bagi Polri khususnya Polda Metro Jaya karena internalnya mengalami masalah yang cukup kompleks, seperti dugaan pemerasan yang dilakukan oleh anggota.

    Berikut sejumlah kasus-kasus menonjol yang ditangani oleh Polda Metro Jaya selama tahun 2024.

    1. Kematian anak Tamara Tyasmara

    Sejumlah barang bukti di antaranya berupa baju renang dipajang oleh polisi terkait kasus kekerasan terhadap anak dan pembunuhan berencana yang menewaskan Dante anak dari artis Tamara Tyasmara saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/2/2024). Polisi menerangkan bahwa berdasarkan dari pemantauan CCTV tersangka Yudha Arfandi diduga menenggelamkan Dante sebanyak 12 kali hingga meninggal dunia. ANTARA FOTO/ Erlangga Bregas Prakoso/YU

    Raden Andante Khalif Pramudityo alias Dante (6) yang merupakan anak dari artis Tamara Tyasmara dilaporkan meninggal dunia karena tenggelam di kolam renang di kawasan Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur pada Sabtu (27/1).

    Kasus yang sebelumnya ditangani oleh Polres Jakarta Timur, diambil alih Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya sejak Kamis (1/2) dengan alasan untuk memudahkan dan mempercepat proses penyelidikan.

    Usai diambil alih oleh Polda Metro Jaya, pihak Ditreskrimum langsung bergerak dengan meminta keterangan sejumlah pihak mulai dari keluarga, pengelola kolam renang dan juga saksi lainnya yang berjumlah 20 orang.

    Tidak hanya mengambil keterangan saksi, Polda Metro Jaya juga melakukan ekshumasi jenazah korban dan setelah dilakukan serangkaian penyelidikan akhirnya Polisi menetapkan kekasih Tamara Tyasmara yakni Yudha Arfandi alias YA sebagai tersangka.

    Tamara Tyasmara didampingi kuasa hukumnya Sandy Arifin (kanan) dan ibunya Ristia Aryuni (kiri) usai diperiksa di Polda Metro Jaya, Rabu (21/2/2024) (ANTARA/Ilham Kausar)

    Menurut Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra berdasarkan rekaman CCTV, Tersangka YA terbukti membenamkan kepala korban sebanyak 12 kali di kolam renang.

    Wira menyebutkan tersangka melakukan hal tersebut dengan dalih melatih pernapasan korban agar lebih kuat dan tidak panik.

    Akibat perbuatan tersebut tersangka telah divonis 20 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur.

    Majelis hakim menilai Yudha terbukti melanggar pasal 340 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan berencana.

    Putusan hakim itu lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut hukuman mati kepada Yudha.

    Halaman selanjutnya: Penemuan mayat dalam koper di Bekasi

    Editor: Alviansyah Pasaribu
    Copyright © ANTARA 2024

  • Dana yang Berhasil Dihimpun Lazisnu PBNU di 2024 Naik 157 Persen – Halaman all

    Dana yang Berhasil Dihimpun Lazisnu PBNU di 2024 Naik 157 Persen – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) PBNU menutup tahun 2024 dengan menghimpun dana mencapai Rp105.823.262.242.

    Angka ini mengalami kenaikan signifikan hingga 157 persen dibanding tahun 2023.

    Demikian disampaikan Ketua Lazisnu  PBNU, Ali Hasan Bahar di kantor NU Care-Lazisnu  PBNU, Jakarta, Selasa (24/12/2024).

    “Selain itu, pada tahun ini NU Care-Lazisnu di tingkat pusat telah memberikan manfaat kepada 1.693.170 penerima manfaat yang tersebar di lima program utama Lazisnu  yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, serta dakwah dan kemanusiaan,” jelas Habib Ali Hasan.

    Menurutnya, pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat semakin mempercayakan NU Care-Lazisnu sebagai lembaga filantropi yang amanah dan berdedikasi tinggi dalam menjalankan misi sosial-kemanusiaan.

    Keberhasilan itu, katanya, tidak lepas dari peran seluruh pihak yang mendukung, dari kalangan muzakki, munfiq, serta semua mitra strategis.

    “Alhamdulillah, ini adalah hasil kerja sama yang luar biasa. Kepercayaan yang diberikan kepada kami adalah amanah besar yang akan terus kami jaga dengan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi umat,” ungkapnya.

    Dirinya melanjutkan, program unggulan seperti NU Peduli Palestina tetap menjadi perhatian utama di tahun 2024, selain penyaluran bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya di Aceh dan aksi global lainnya seperti dukungan pembangunan Masjid dan Pesantren NU di Jepang.

    “NU Care-Lazisnu dalam program NU Peduli Palestina terus memberikan dukungan kepada saudara-saudara kita di Palestina yang tengah menghadapi berbagai kesulitan. Juga bantuan untuk pengungsi Rohingya dan bantuan untuk Masjid NU Jepang. Selain itu, respons cepat terhadap bencana alam di dalam negeri juga menjadi bagian dari komitmen NU Care-Lazisnu  seperti bantuan untuk korban banjir di Jawa dan Sumatera, erupsi gunung Lewotobi di NTT serta penanganan bencana yang melanda Sukabumi, Cianjur, dan daerah sekitarnya,” papar Habib Ali Hasan.

    Selain bantuan dalam pilar program dakwah dan kemanusiaan, NU Care-Lazisnu  PBNU juga menyalurkan bantuan di bidang pendidikan seperti beasiswa santri duafa, renovasi sekolah terdampak kebakaran, dan bantuan fasilitas pendidikan.

    “Di bidang ekonomi ada bantuan modal usaha untuk duafa dan penyintas kebakaran, serta pelatihan bagi penggerak UMKM. Kemudian di bidang kesehatan ada kegiatan cek kesehatan gratis untuk santri duafa, dan alat bantu bagi difabel. Sementara di bidang lingkungan hidup, ada program penanaman pohon dan bantuan MCK untuk pesantren di Banten,” terangnya.

    Pihaknya menegaskan bahwa sebagai lembaga zakat nasional, NU Care-Lazisnu  berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan program yang dijalankan.

    “Dengan adanya konsolidasi dan kerja sama yang semakin solid, NU Care-Lazisnu optimis akan mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat, baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” katanya.

    Ia juga menyebut, sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas lembaga, NU Care-Lazisnu dari tahun ke tahun mendapatkan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik (KAP) atas audit laporan keuangan NU Care-Lazisnu.

    “Terakhir, Lazisnu kembali mendapat predikat WTP dari KAP Mansur Arifin Suharyono dan Rekan atas Laporan Keuangan Lazisnu  Tahun 2023. Sementara untuk audit KAP tahun 2024 ini masih dalam proses,” ujar Habib Ali Hasan. 

    Belum lama ini, sambungnya, NU Care-Lazisnu yang merupakan mitra program kemaslahatan dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI juga mendapat penghargaan.

    “Penghargaan NU Care-Lazisnu  sebagai Juara Kategori GRC (Governance, Risk, and Compliance) dalam kegiatan ‘Awarding Mitra Kemaslahatan BPKH 2024’ yang digelar pada 19 Desember 2024,” katanya.

    Selama tahun 2024, lanjutnya, NU Care-Lazisnu juga aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk memperkuat lembaga dan memperluas jangkauan kemanusiaan. Salah satunya adalah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) NU Care-LAZISNU yang digelar pada 6-8 September 2024.

    “Rakernas ini bertujuan untuk memastikan bahwa program-program NU Care-Lazisnu dapat tekonsolidasi dengan baik, berjalan dengan lancar dan tepat sasaran, baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah,” jelas mubalig dan akademisi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

    Pihaknya juga menyebut, tahun 2024 juga menjadi momentum penting dalam merayakan Harlah ke-20 Lazisnu yang jatuh pada 1 Desember 2024.

    “Perayaan Harlah 2 DekadeLazisnu dirayakan dengan kegiatan Maulidan bersama Gen-Z, satu acara yang melibatkan generasi muda untuk mengenalkan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial. Tidak hanya itu, berbagai perlombaan juga digelar untuk masyarakat, sebagai bentuk apresiasi atas dukungan mereka terhadap lembaga filantropi ini,” bebernya.

    Menjelang akhir tahun, NU Care-Lazisnu kembali menunjukkan komitmennya untuk terus bergerak maju dengan menyelenggarakan Raker Lazisnu PBNU.

    “Rapat kerja ini bertujuan untuk merumuskan berbagai program strategis yang akan dijalankan di tahun 2025. Program-program tersebut dirancang untuk menjawab berbagai tantangan Lazisnu  ke depannya, terutama dalam mewujudkan   sebagai Lembaga Filantropi Islam Terkemuka,” jelasnya.

    Menyambut tahun baru 2025, ia pun mengajak masyarakat untuk terus merawat kepedulian dan membangun kemandirian umat.

    “Mari kita sambut tahun 2025 dengan optimisme dan semangat baru untuk terus menebar manfaat. Dan jangan lupa untuk menunaikan zakat akhir tahun saudara semua, sebagai kewajiban dan wujud rasa syukur kita kepada Allah,” tegasnya.

  • ESDM Siap Buka-bukaan ke KPPU soal Dugaan Fraud Tender Proyek Cisem II

    ESDM Siap Buka-bukaan ke KPPU soal Dugaan Fraud Tender Proyek Cisem II

    Bisnis.com, MEDAN – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera berkoordinasi dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terkait dugaan kecurangan atau fraud dalam tender proyek pembangunan pipa transmisi gas bumi Cirebon-Semarang (Cisem) Tahap 2 ruas Batang-Cirebon-Kandanghaur.

    Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menekankan bahwa Kementerian ESDM menghormati langkah KPPU terkait penyelidikan pada kasus tersebut.

    Dia pun menegaskan bahwa pelaksanaan proyek strategis nasional (PSN) itu dilakukan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah melalui Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Kementerian ESDM. 

    “Ini kami akan lihat dan koordinasikan dengan KPPU. Dalam hal ini bukan persaingan usaha, tapi adalah bagaimana kita melihat ini penyaluran gas ini relatif sumbernya satu, Pertamina, dan penyalurannya nggak mungkin banyak operator, tetep itu ditunjuk operatornya,” kata Yuliot di Medan, dikutip Selasa (24/12/2024).

    Dia pun mengatakan, Kementerian ESDM mendukung penuh proses pemeriksaan KPPU dan akan menyampaikan semua informasi pelaksanaan tender proyek Cisem II sehingga memberikan kejelasan kepada publik. 

    Selain itu, Kementerian ESDM juga berkomitmen untuk mendukung kelancaran proses pemeriksaan. Menurut Yuliot, hal ini mencerminkan sikap proaktif Kementerian dalam menjaga integritas dan kepercayaan publik. 

    “Kami juga akan menyiapkan apa yang disampaikan keberatan oleh KPPU. Nanti kami akan jelaskan lebih detail,” ucap Yuliot.

    KPPU melaksanakan penyelidikan atas laporan yang berkaitan dengan dugaan persekongkolan tender Pembangunan Pipa Transmisi Gas Bumi Cirebon-Semarang Tahap 2 (Ruas Batang-Cirebon-Kandang Haur Timur) multi years contract (Cisem 2) dengan nilai pagu tender kisaran Rp3 triliun.  

    Dalam hal ini, mantan Menteri ESDM pada Kabinet Indonesia Maju Arifin Tasrif telah memenuhi panggilan KPPU dalam penyelidikan kasus dugaan persekongkolan tender dalam pengadaan pekerjaan konstruksi terintegrasi rancang dan bangun pembangunan proyek tersebut yang dilaksanakan oleh Kementerian ESDM pada tahun 2024. 

    Tender yang diumumkan pada 23 April 2024 tersebut meliputi berbagai pekerjaan seperti pembuatan rancangan rinci, pengadaan material/komponen, manufaktur dan pabrikasi material/komponen, konstruksi dan instalasi jaringan pipa gas +245 km dan instalasi termasuk pembangunan stasiun/instalasi metering dan uji commissioning.  

    Instalasi baja karbon berdiameter 20 inci tersebut bertujuan untuk mentransmisikan gas alam dengan kapasitas 183 MMscfd dari Batang ke Kandanghaur Timur. Tender pembangunan pipa gas bumi tersebut dimenangkan oleh KSO PT Timas Suplindo – PT Pratiwi Putri Sulung yang diumumkan pada 14 Juli 2024. 

    Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Sekretariat Jenderal KPPU Deswin Nur mengatakan, tender tersebut dilaporkan terindikasi memuat dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999. 

    Untuk itu, sejak 4 September 2024, KPPU mulai melakukan penyelidikan atas dugaan tersebut dan mengagendakan berbagai panggilan guna mengumpulkan minimal dua jenis alat bukti.  

    Panggilan penyelidikan tersebut antara lain dialamatkan ke berbagai pihak terkait, termasuk mantan Menteri ESDM Arifin Tasrif. Dalam waktu dekat, KPPU juga akan meminta keterangan kepada pihak-pihak lain yang berkaitan dengan tender tersebut. 

    “Kami meminta semua pihak untuk kooperatif dalam memenuhi panggilan KPPU dan menyerahkan alat bukti yang diperlukan. Bagi yang menolak, dapat dilakukan penyidikan dan diancam pidana denda atau pidana kurungan paling lama satu tahun sebagai pengganti pidana denda”, jelas Deswin. 

  • Makan Bergizi Gratis di Magetan Bakal Sasar Ribuan Anak di 19 Sekolah

    Makan Bergizi Gratis di Magetan Bakal Sasar Ribuan Anak di 19 Sekolah

    Magetan (beritajatim.com) – Komandan Kodim 0804/Magetan, Letkol Inf Hasan Dasuki, memperkenalkan inovasi baru berupa pembentukan dapur umum yang diberi nama Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG). SPPG ini menjadi salah satu terobosan penting untuk mendukung pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah di wilayah Kabupaten Magetan.

    Menurut Letkol Inf Hasan Dasuki, SPPG resmi berdiri sejak Januari dengan tujuan utama menyediakan makanan bergizi bagi 3.000 anak sekolah setiap harinya.

    “Dalam operasionalnya, SPPG dipimpin oleh seorang Kepala DPPG dengan dukungan tim yang telah dilatih untuk memastikan proses memasak, mengemas, hingga pengantaran makanan berjalan lancar,” jelas Hasan, Selasa (24/12/2024)

    SPPG melibatkan 47 tenaga kerja yang berasal dari masyarakat umum di sekitar lokasi dapur umum. Mereka bertugas sesuai dengan pembagian tanggung jawab, mulai dari memasak, mencuci peralatan, hingga distribusi. Sasaran dari program ini adalah siswa-siswi di 19 sekolah, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK.

    “Saat ini SPPG masih disiapkan, lokasinya di Jalan S Parman, di kawasan Asrama Kodim Magetan, masuk Kelurahan Tambran, Magetan,” katanya.

    Pj Bupati Magetan, Nizhamul Arifin, mengungkapkan bahwa pemerintah kabupaten siap mendukung penuh program ini.

    “Kami dari Pemkab Magetan sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp6 miliar untuk mendukung keberlangsungan program ini. Jika ada kendala terkait anggaran dari pemerintah pusat, Pemkab siap membackup,” ujar Nizhamul.

    Kehadiran SPPG ini diharapkan dapat menjadi solusi nyata dalam mengatasi permasalahan gizi anak-anak sekolah di Magetan, sekaligus mendukung generasi muda untuk tumbuh sehat dan produktif. [fiq/beq]

  • Suami Istri Ditemukan Tewas di Rumah yang Terkunci Kudus Jawa Tengah, Anak Ungkap Kronologis – Halaman all

    Suami Istri Ditemukan Tewas di Rumah yang Terkunci Kudus Jawa Tengah, Anak Ungkap Kronologis – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, KUDUS – Sepasang suami istri ditemukan tewas di dalam rumahnya di Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Senin (23/12/2024).

    Jasad korban berinisial S (69) dan R ditemukan di ruang terpisah.

    S ditemukan di ruang tengah, sedangkan R ditemukan di dalam kamar. 

    Pintu dan jendela rumah korban dalam kondisi terkunci dari dalam. 

    S diketahui merupakan pensiunan guru yang memiliki dua anak yang tinggal terpisah. 

    Setelah istri S meninggal, kemudian menikah lagi dengan R dan tinggal bersama di rumah tempat kejadian.

    Sebelum kejadian, Senin pagi, cucu dari anak pertama S datang ke rumah kakeknya untuk mengantarkan sarapan.

    Namun, kondisi pintu rumah dalam keadaan terkunci.

    Sehingga sarapan yang sedianya ingin diberikan langsung kepada kakek S kemudian digantung di gagang pintu.

    “Pagi anak pertama saya mengantarkan makanan, kebetulan lagi masak banyak, tapi pintu rumah terkunci, dipanggil-panggil enggak ada jawaban. Kemudian sarapan yang dibawa anak saya ditaruh di gagang pintu,” kata putri pertama S, Ihda Masfiyah (47).

    Tetangga S sempat menaruh curiga lantaran S dan R sejak Senin pagi hingga siang hari belum terlihat keluar rumah.

    Sedangkan nasi sarapan masih menggantung di gagang pintu, juga lampu teras rumah masih menyala.

    Warga sekitar pun menghubungi Ihda,anak S untuk mengecek kondisi orang tuanya di dalam rumah yang terkunci. 

    “Sarapan yang dibawa anak saya gak diambil, rumah masih terkunci, tidak ada yang melihat keluar, (pintu) digedor-gedor enggak ada jawaban. Akhirnya jendela samping didobrak (buka paksa) sekitar pukul 13.30 WIB untuk mengecek apa yang terjadi di dalam rumah,” ujar dia. 

    Setelah dicek, Ihda sempat syok lantaran ayahnya S ditemukan terkapar sudah tidak bernyawa di ruang tengah.

    Sedangkan ibunya R juga ditemukan meninggal di dalam kamar. 

    Dia sempat tidak percaya jika orangtuanya meninggal bersamaan tanpa diketahui penyebabnya.

    Padahal, lanjutnya, Ihda masih bertemu dengan ayahnya pada Minggu pagi sebelum kejadian. 

    Kala itu ayahnya dinilai masih dalam keadaan sehat dan bugar ketika bermain dengan cucunya dan pergi ke sawah.

    Namun, S dan R justru ditemukan dalam keadaan meninggal pada Senin siang.
     
    “Ketemu terakhir sama bapak Minggu pagi, (dia) nungguin si kecil (cucu), kemudian agak siang ke sawah. Jadi tidak menyangka saja kalau bapak dan ibu sudah meninggal, kaget saja, soalnya ketemu terakhir Minggu masih sehat-sehat saja,” jelas dia. 

    Ihda menyebut bahwa hubungannya dengan ayahanda S cukup dekat.

    Bahkan, ketika dia bekerja di Semarang, diminta untuk kembali ke Kudus dan mencari pekerjaan di Kudus agar bisa lebih dekat dengan orang tua. 

    Ihda mengaku tidak mengenal banyak sosok ibu sambungnya lantaran sudah sibuk dengan pekerjaan dan urusan keluarga sendiri. 

    Meski dia dekat dengan ayahnya, namun S tidak pernah cerita apakah pernah terjadi cek-cok antara S dan istrinya R.

    Hanya saja, ayahnya pernah berkata kepada Ihda bahwa ibu sambungnya memiliki sifat yang cukup keras. 

    “Kalau cek-cok sepertinya tidak pernah dengar, ya baik-baik saja meskipun ibu kata bapak agak keras. Kalau dengan orang lain, tetangga, teman, saya kurang paham,” ucapnya. 

    Keponakan S, Agung Setiadi menambahkan bahwa dirinya baru mendapatkan kabar jika S dan R ditemukan meninggal kurang lebih pukul 16.00 WIB.

    Setahu dia, S dan R hanya tinggal berdua menjalani kegiatan sehari-hari berdua. 

    Sementara dua anaknya sudah berumah tangga dan tinggal terpisah. 

    “Saya sampai di lokasi rumah duka sudah banyak orang, sudah sore sekitar pukul 16.00 WIB,” ucap dia.

    Jajaran Inafis dan Satreskrim Polres Kudus melakukan olah TKP di rumah duka hingga pukul 17.20 WIB. 

    Selanjutanya jasad S dan R dibawa ke RSUD dr. Loekmono Hadi untuk dilakuan autopsi.

    Kasatreskrim Polres Kudus, AKP Danail Arifin mengungkapkan bahwa S dan R ditemukan warga dalam kondisi sudah meninggal. 

    Jajarannya sudah melakukan olah TKP untuk mencari bukti-bukti di lokasi kejadian. 

    “Kami dapat laporan penemuan jasad, selanjutnya kami lakukan olah TKP. Saat ini masih kami dalami apa penyebab kematian S dan R,” katanya.

     

    Penulis: Saiful Ma sum

  • Warga Cikini minta Pemkot Jakpus fasilitasi pengembangan bank sampah

    Warga Cikini minta Pemkot Jakpus fasilitasi pengembangan bank sampah

    Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin melakukan silaturahmi dengar pendapat dengan warga RW 03 Kelurahan Cikini, Kecamatan Menteng di Balai RW setempat, Minggu (22/12/2024). ANTARA/HO-Pemerintah Kota Jakarta Pusat.

    Warga Cikini minta Pemkot Jakpus fasilitasi pengembangan bank sampah
    Dalam Negeri   
    Editor: Novelia Tri Ananda   
    Senin, 23 Desember 2024 – 12:15 WIB

    Elshinta.com – Warga Cikini, Menteng meminta kepada Pemerintah Kota Jakarta Pusat (Jakpus) memfasilitasi pengembangan bank sampah dalam rangka menuntaskan persoalan sampah di wilayah tersebut.

    “Saat temu warga di Cikini, mereka meminta untuk pengembangan bank sampah sekaligus menghadirkan Lembaga Pengolahan Sampah (LPS),” kata Wali Kota Jakarta Pusat Arifin di Jakarta, Senin

    Arifin menjelaskan sudah meminta Suku Dinas (Sudin) Lingkungan Hidup dan Sudin Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) setempat untuk segera menindaklanjuti permintaan warga. Terkait dengan kunjungan ke Cikini, Arifin menyatakan sudah berkeliling ke sudut-sudut lingkungan warga serta menilai warga di kawasan tersebut terlihat guyub (rukun) terutama saat bergotong royong menjaga kebersihan.

    “Semoga bisa terus dipertahankan,” ucap Arifin.

    Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Pusat dalam temu warga menyosialisasikan soal retribusi pelayanan dan penanganan kebersihan (sampah) ke Bidang Pengelolaan Sampah Rukun Warga (BPS RW) hingga pengurus bank sampah.

    “Sosialisasi ini untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memilah sampah langsung dari sumbernya dan memperbanyak bank sampah,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asekbang) Sekko Administrasi Jakarta Pusat, Bakwan Ferizan Ginting di Jakarta, Rabu (18/12).

    Langkah ini sesuai Peraturan Daerah (Perda) Provinsi DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

    Pangkas pohon

    Dalam kesempatan tersebut warga Cikini juga meminta agar Pemkot Jakarta Pusat segera memangkas pohon-pohon besar yang berada di sekitar kawasan untuk mencegah tumbang saat terjadi hujan deras. Menanggapi hal itu, Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Pusat menyatakan segera menindaklanjuti keinginan warga.

    “Kita segera tindak lanjuti meski secara rutin kita sudah pangkas baik ringan, sedang, hingga berat di seluruh wilayah Jakarta Pusat,” ujar Kepala Sudin Tamhut Jakarta Pusat Mila Ananda saat dihubungi di Jakarta, Selasa (17/12).

    Sumber : Antara

  • Kronologi Penemuan Jasad Suami Istri di Kudus yang Gegerkan Warga Ternadi

    Kronologi Penemuan Jasad Suami Istri di Kudus yang Gegerkan Warga Ternadi

    TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Suasana Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, Kudus mendadak gempar pada Senin (23/12/2024) setelah warga menemukan jasad pasangan suami istri, S (69) dan R, di dalam rumah mereka.

    S ditemukan tergeletak di ruang tengah, sementara R ditemukan di dalam kamar. Kejadian ini mengundang perhatian warga sekitar yang selama ini mengenal pasangan tersebut sebagai sosok yang hidup rukun.

    Senin Pagi – Sarapan yang Tak Tersampaikan

    Pagi itu, cucu dari anak pertama S datang mengantarkan sarapan ke rumah kakeknya. Namun, rumah dalam kondisi terkunci. Karena tidak ada jawaban setelah beberapa kali dipanggil, cucu S akhirnya menggantungkan sarapan tersebut di gagang pintu.

    “Pagi anak pertama saya mengantarkan makanan, tapi rumah terkunci. Dipanggil tidak ada jawaban, akhirnya sarapan digantung di pintu,” ujar Ihda Masfiyah (47), putri pertama S.

    Siang Hari – Kecurigaan Tetangga Meningkat

    Waktu berlalu, namun tak ada tanda-tanda kehidupan dari dalam rumah S dan R. Hingga siang hari, lampu teras rumah masih menyala dan sarapan tetap tergantung di gagang pintu. Kondisi ini menimbulkan kecurigaan tetangga.

    “Biasanya bapak dan ibu keluar rumah pagi-pagi. Tapi sampai siang kok tidak kelihatan. Kami jadi curiga,” kata salah seorang tetangga.

    Pukul 13.30 WIB – Pintu Didobrak, Jasad Ditemukan

    Kecurigaan warga semakin kuat, mereka pun menghubungi Ihda untuk memastikan kondisi orangtuanya. Setelah upaya memanggil dari luar rumah tak membuahkan hasil, warga bersama Ihda memutuskan mendobrak jendela samping.

    “Kami dobrak jendela sekitar pukul 13.30 WIB. Setelah masuk, saya terkejut mendapati ayah sudah terkapar di ruang tengah dan ibu di dalam kamar,” ungkap Ihda dengan suara bergetar.

    Sore Hari – Proses Evakuasi dan Olah TKP

    Sekitar pukul 16.00 WIB, kabar duka ini menyebar. Keponakan S, Agung Setiadi, tiba di lokasi saat rumah sudah dipenuhi warga. “Saya datang jam 4 sore, sudah ramai orang di rumah duka,” katanya.

    Tim Inafis dan Satreskrim Polres Kudus tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP hingga pukul 17.20 WIB. Setelah itu, jasad S dan R dibawa ke RSUD dr. Loekmono Hadi untuk diautopsi.

    Keterangan Polisi – Penyebab Kematian Masih Didalami

    Kasatreskrim Polres Kudus, AKP Danail Arifin, menyatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki penyebab kematian S dan R. “Kami masih mendalami penyebab kematian. Olah TKP telah dilakukan dan bukti-bukti sedang kami kumpulkan,” ujar Danail.

    Kehidupan S dan R yang Dikenal Harmonis

    S dikenal sebagai pensiunan guru yang memiliki dua anak, sementara R adalah istri kedua S setelah istri pertamanya meninggal dunia. Pasangan ini dikenal rukun oleh warga sekitar, dan tidak ada tanda-tanda perselisihan dalam rumah tangga mereka.

    “Bapak dan ibu baik-baik saja, walau ibu sambung saya memang agak keras, tapi tidak pernah ada cek-cok yang terlihat,” kata Ihda. Dia pun masih sulit percaya bahwa kedua orangtuanya meninggal secara bersamaan.

    Kini, keluarga menanti hasil autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian pasangan tersebut. Kejadian ini menjadi duka mendalam bagi keluarga besar dan warga Desa Ternadi yang mengenal mereka sebagai pasangan harmonis dan ramah.

     

  • BREAKING NEWS Pasangan Suami Istri Ditemukan Tewas Dalam Rumah di Kudus

    BREAKING NEWS Pasangan Suami Istri Ditemukan Tewas Dalam Rumah di Kudus

    TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Warga Dukuh Ngleko RT 5 RW 03 Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus digegerkan penemuan jasad sepasang suami istri diketahui berinisial S (69) dan R di dalam rumah, Senin (23/12/2024).

    S dan R ditemukan terpisah dalam keadaan sudah terkapar tak bernyawa dengan kondisi pintu dan jendela rumah korban terkunci dari dalam. 

    Jasad S ditemukan di ruang tengah, sedangkan R ditemukan di dalam kamar. 

    Ihwal penemuan jasad S dan R sempat menarik perhatian masyarakat sekitar.

    S diketahui merupakan pensiunan guru yang memiliki dua anak yang tinggal terpisah. 

    Setelah istri S meninggal, kemudian menikah lagi dengan R dan tinggal bersama di RT 5 RW 03 Desa Ternadi sebagai rumah duka.

    Sedangkan dua anaknya sudah berkeluarga dan tinggal terpisah dari orangtuanya. 

    Hubungan S dan istri sambungnya R dikenal baik-baik saja, baik dari pandangan anak maupun warga sekitar.

    Hingga akhirnya warga dikagetkan lantaran S dan R ditemukan meninggal di rumah sendiri. 

    Sebelum kejadian Senin pagi, cucu dari anak pertama S datang ke rumah kakeknya untuk mengantarkan sarapan.

    Namun, kondisi pintu rumah dalam keadaan terkunci, sehingga sarapan yang sedianya ingin diberikan langsung kepada kakeknya S, kemudian digantung di gagang pintu.

    “Pagi anak pertama saya mengantarkan makanan, kebetulan lagi masak banyak, tapi pintu rumah terkunci, dipanggil-panggil enggak ada jawaban. Kemudian sarapan yang dibawa anak saya ditaruh di gagang pintu,” terang putri pertama S, Ihda Masfiyah (47).

    Tetangga S sempat menaruh curiga lantaran S dan R sejak Senin pagi hingga siang hari belum terlihat keluar rumah.

    Sedangkan nasi sarapan masih menggantung di gagang pintu, juga lampu teras rumah masih menyala.

    Warga sekitar pun menghubungi Ihda selaku salah satu anak S untuk mengecek kondisi orangtuanya di dalam rumah yang terkunci. 

    “Sarapan yang dibawa anak saya gak diambil, rumah masih terkunci, tidak ada yang melihat keluar, (pintu) digedor-gedor enggak ada jawaban. Akhirnya jendela samping didobrak (buka paksa) sekitar pukul 13.30 WIB untuk mengecek apa yang terjadi di dalam rumah,” lanjut dia. 

    Setelah dicek, Ihda sempat syok lantaran ayahnya S ditemukan terkapar sudah tidak bernyawa di ruang tengah.

    Sedangkan ibunya R juga ditemukan meninggal di dalam kamar. 

    Dia sempat tidak percaya jika orangtuanya meninggal bersamaan tanpa diketahui penyebabnya.

    Padahal, lanjutnya, Ihda masih bertemu dengan ayahnya pada Minggu pagi sebelum kejadian. 

    Kala itu ayahnya dinilai masih dalam keadaan sehat dan bugar ketika bermain dengan cucunya dan pergi ke sawah.

    Namun, S dan R justru ditemukan dalam keadaan meninggal pada Senin siang.
     
    “Ketemu terakhir sama bapak Minggu pagi, (dia) nungguin sikecil (cucu), kemudian agak siang ke sawah. Jadi tidak menyangka saja kalau bapak dan ibu sudah meninggal, kaget saja, soalnya ketemu terakhir Minggu masih sehat-sehat saja,” jelas dia. 

    Dikenal Dekat dengan Anak Pertama

    Ihda menyebut bahwa hubungannya dengan ayahanda S cukup dekat.

    Bahkan, ketika dia bekerja di Semarang, diminta untuk kembali ke Kudus dan mencari pekerjaan di Kudus agar bisa lebih dekat dengan orangtua. 

    Ihda mengaku tidak mengenal banyak sosok ibu sambungnya lantaran sudah sibuk dengan kerjaan dan urusan keluarga sendiri. 

    Meski dia dekat dengan ayahnya, namun S tidak pernah cerita apakah pernah terjadi cek-cok antara S dan istrinya R.

    Hanya saja, ayahnya pernah berkata kepada Ihda bahwa ibu sambungnya memiliki sifat yang cukup keras. 

    “Kalau cek-cok sepertinya tidak pernah dengar, ya baik-baik saja meskipun ibu kata bapak agak keras. Kalau dengan orang lain, tetangga, teman, saya kurang paham,” ucapnya. 

    Keponakan S, Agung Setiadi menambahkan bahwa dirinya baru mendapatkan kabar jika S dan R ditemukan meninggal kurang lebih pukul 16.00 WIB.

    Setau dia, S dan R hanya tinggal berdua menjalani kegiatan sehari-hari berdua. Sementara dua anaknya sudah berumahtangga dan tinggal terpisah. 

    “Saya sampai di lokasi rumah duka sudah banyak orang, sudah sore sekitar jam 4 sore,” lanjut dia.

    Jajaran Inafis dan Satreskrim Polres Kudus melakukan olah TKP di rumah duka hingga pukul 17.20 WIB. 

    Selanjutanya jasad S dan R dibawa ke RSUD dr. Loekmono Hadi untuk dilakuan autopsi.

    Kasatreskrim Polres Kudus, AKP Danail Arifin mengungkapkan bahwa S dan R ditemukan warga dalam kondisi sudah meninggal. 

    Jajarannya sudah melakukan olah TKP untuk mencari bukti-bukti di lokasi kejadian. 

    “Kami dapat laporan penemuan jasad, selanjutnya kami lakukan olah TKP. Saat ini masih kami dalami apa penyebab kematian S dan R,” tuturnya. (Sam)