Tag: Arifin

  • Perampok Sadis Pura-pura Jadi Pembeli, Korban Diseret hingga Tewas, Puluhan Juta Digasak

    Perampok Sadis Pura-pura Jadi Pembeli, Korban Diseret hingga Tewas, Puluhan Juta Digasak

    TRIBUNJATENG.COM, Lampung Tengah – Kasus perampokan sadis terjadi di Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung.

    Korban seorang ibu rumah tangga meninggal dunia.

    Sementara suaminya mengalami luka parah dan saat ini masih di rumah sakit.

    Sedangkan pelaku masih dalam kejaran polisi.

    Atas perampokan maut tersebut pihak kepolisian sudah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) yang berlokasi di Kampung Sidodadi, Kecamatan Bandar Surabaya, Kabupaten Lampung Tengah.

    Bahkan polisi melakukan olah TKP hingga mengumpulkan bahan keterangan terkait peristiwa perampokan sadis itu.  

    Pihak Polsek Seputih Surabaya mendapati rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal hingga raibnya uang tunai Rp 50 juta.

    Berikut kronologi perampokan di Lampung Tengah hingga mengakibatkan IRT meninggal dunia:

    Kedatangan Pembeli

    Diketahui korban pasangan suami istri atau pasutri, Didik Suprayogi (56) dan Sri Lestari (46) merupakan pemilik usaha sembako di Kampung Sidodadi, Kecamatan Bandar Surabaya, Kabupaten Lampung Tengah.

    Saat jelang lebaran seperti saat ini, usaha pasutri tersebut tergolong ramai sampai menyetok barang dagangan di rumah. Seperti jajanan untuk Hari Raya Idul Fitri.

    Malam itu, Jumat (21/3/2025) sekira pukul 21.30 WIB korban kedatangan konsumen yang hendak membeli minuman.

    Namun yang tak terduga bagi pasutri itu konsumen tersebut ternyata malapetaka bagi mereka.

    Pelaku Beraksi

    Kapolsek Seputih Surabaya AKP Mahdum Yazin menceritakan pelaku beraksi saat korban sedang menyiapkan barang yang dipesan. 

    Tiba-tiba korban yang sedang menyiapkan pesanan itu dipukul pakai botol dari arah belakang. Korban lantas terjatuh tidak sadarkan diri.

    Tak hanya itu saja, lanjut Mhdum Yazin, korban diseret ke dalam gudang lalu lehernya diikat.

    Suami Korban Luka Parah

    Ternyata suami korban, Didik Suprayogi juga mendapat perlakuan yang sama.

    Suprayogi babak belur hingga dilarikan ke rumah sakit atas insiden perampokan itu.

    Ahmad Arifin selaku Camat Bandar Surabaya membenarkan, atas insiden tersebut, Suprayogi harus mendapat perawatan medis akibat luka serius yang dideritanya.

    “Untuk korban Sri Lestari tewas dengan luka berat dan leher terikat di ranjang. Keduanya menjadi korban perampokan saat melayani orang yang pembeli minuman di tokonya,” kata Arifin saat dikonfirmasi Tribunlampung.co.id, Minggu (23/3/2025).

    Arifin mengatakan, insiden perampokan di bulan ramadhan itu sudah dilaporkan ke Polsek Seputih Surabaya pada Sabtu, 22 Maret 2025 dengan nomor LP / B / 05 / III / 2025 / SPKT / SEK SEBAYA / RES LT / POLDA LPG.

    Sempat Sadar Minta Bantuan

    Seorang korban sempat sadar minta bantuan atas peristiwa perampokan tersebut. 

    Ditambahkan Kapolsek Seputih Surabaya AKP Mahdum Yazin, saat bantuan datang korban Sri Lestari ditemukan sudah meninggal dunia.

    “Korban sempat sadar, meminta bantuan pukul 02.00 WIB. Namun ketika pertolongan datang, Sri Lestari sudah meninggal di kamarnya, dan suaminya babak belur tak berdaya,” kata kapolsek.

    Pelaku Bawa Kabur Uang Tunai Rp 50 Juta

    Dalam perampokan tersebut diketahui pelaku berhasil membawa kabur uang tunai Rp 50 juta.

    Tak hanya uang tunai, pelaku juga membawa dua unit handphone dan satu unit mesin EDC (Electronic Data Capture).

    Polisi Buru Pelaku

    Kapolsek Seputih Surabaya AKP Mahdum Yazin menyatakan bahwa pihaknya saat ini sedang memburu pelaku perampokan yang akibatkan korban meninggal.

    Dia berjanji akan mengerjakan maksimal kasus ini untuk menangkap pelaku secepat mungkin. 

    Yazin pun meminta masyarakat Lampung Tengah khususnya Kecamatan Bandar Surabaya untuk tetap waspada dan segera melapor jika memiliki informasi yang dapat membantu penyelidikan.

    “Kami akan bekerja maksimal untuk mengungkap kasus ini, mohon doa agar para pelaku segera tertangkap,” pungkasnya. 

    Warga Diminta Aktifkan Siskamling

    Ahmad Arifin selaku Camat Bandar Surabaya berharap kepada pihak kepolisian untuk dapat mengusut tuntas kasus perampokan yang dialami warganya.

    Arifin juga turut mewanti-wanti masyarakat untuk waspada aksi kejahatan menjelang lebaran.

    “Dari kejadian ini saya mengajak warga meningkatkan kewaspadaan menjelang lebaran dan aktifkan kembali siskamling atau ronda malam,” kata dia. ( Tribunlampung.co.id)

  • Pasutri Pemilik Toko Kelontong di Lampung Tengah Dirampok, Istri Meninggal Dunia – Halaman all

    Pasutri Pemilik Toko Kelontong di Lampung Tengah Dirampok, Istri Meninggal Dunia – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG TENGAH –  Pasangan suami istri (pasutri) Didik Suprayogi (56) dan Sri Lestari (46), pemilik toko sembako di Lampung Tengah, menjadi korban perampokan.

    Suprayogi menderita luka-luka sementara Sri Lestari meninggal dunia. Perampokan tersebut terjadi di Kampung Sidodadi, Kecamatan Bandar Surabaya, Kabupaten Lampung Tengah.

    Kronologis

    Toko Didik dan Sri kedatangan konsumen hendak membeli minuman pada Jumat (21/3/2025) sekira pukul 21.30 WIB.

    Korban yang sedang menyiapkan pesanan itu dipukul pakai botol dari arah belakang oleh konsumen tersebut. Korban lantas terjatuh tidak sadarkan diri.

    Korban kemudian diseret ke dalam gudang lalu lehernya diikat.

    Didik Suprayogi juga mendapat perlakuan yang sama.

    Suprayogi babak belur hingga dilarikan ke rumah sakit atas insiden perampokan itu.

    Ahmad Arifin selaku Camat Bandar Surabaya membenarkan, atas insiden tersebut, Suprayogi harus mendapat perawatan medis akibat luka serius yang dideritanya.

    “Untuk korban Sri Lestari tewas dengan luka berat dan leher terikat di ranjang. Keduanya menjadi korban perampokan saat melayani orang yang pembeli minuman di tokonya,” kata Arifin saat dikonfirmasi Tribunlampung.co.id, Minggu (23/3/2025).

    Arifin mengatakan, insiden perampokan di bulan ramadhan itu sudah dilaporkan ke Polsek Seputih Surabaya pada Sabtu, 22 Maret 2025 dengan nomor LP / B / 05 / III / 2025 / SPKT / SEK SEBAYA / RES LT / POLDA LPG.

    Sempat Sadar Minta Bantuan

    Kapolsek Seputih Surabaya AKP Mahdum Yazin, mengatakan Sri Lestari ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

    “Korban sempat sadar, meminta bantuan pukul 02.00 WIB. Namun ketika pertolongan datang, Sri Lestari sudah meninggal di kamarnya, dan suaminya babak belur tak berdaya,” kata kapolsek.

    Dalam perampokan tersebut diketahui pelaku berhasil membawa kabur uang tunai Rp 50 juta.

    Tak hanya uang tunai, pelaku juga membawa dua unit handphone dan satu unit mesin EDC (Electronic Data Capture).

    Polisi Buru Pelaku

    Mahdum Yazin Yazin pun meminta masyarakat Lampung Tengah khususnya Kecamatan Bandar Surabaya tetap waspada dan segera melapor jika memiliki informasi yang dapat membantu penyelidikan.

    “Kami akan bekerja maksimal untuk mengungkap kasus ini, mohon doa agar para pelaku segera tertangkap,” pungkasnya. 

    (Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq)

  • Hindari Antrean Arus Mudik di Pelabuhan, ASDP Imbau Pemudik Tiba Sesuai Jadwal – Halaman all

    Hindari Antrean Arus Mudik di Pelabuhan, ASDP Imbau Pemudik Tiba Sesuai Jadwal – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Video beredar di media sosial menunjukkan antrean kendaraan memadati area parkir Pelabuhan Merak, Banten, mulai Sabtu (22/3/2025) pukul 23.30 WIB hingga Minggu (23/3/2025) pukul 06.00 WIB.

    Kendaraan-kendaraan dalam video disebut tengah menunggu masuk ke kapal. Kabarnya para pengguna jasa penyeberangan kapal tersebut harus menunggu selama tujuh jam sebelum akhirnya berada di kapal.

    Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin, menjelaskan terkait antrean kendaraan yang dikeluhkan pengguna jasa pada akhir pekan kemarin, ASDP saat ini tengah melakukan percepatan perbaikan Dermaga VI Merak pascainsiden tertabraknya KMP Portlink III saat akan sandar beberapa waktu lalu.

    “Untuk tetap memastikan kelancaran operasional, ASDP memaksimalkan proses bongkar muat kendaraan melalui rampa samping kapal, yang kemudian didistribusikan ke car deck. Proses ini memang membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan mekanisme normal, sehingga berdampak pada tambahan waktu bongkar muat,” tutur Shelvy dalam keterangan resmi, Minggu (23/3/2025).

    Meskipun demikian, ASDP terus berupaya mengoptimalkan layanan agar perjalanan tetap lancar bagi seluruh pengguna jasa.

    Selain itu, Shelvy meminta calon pengguna jasa penyeberangan kapal untuk datang ke pelabuhan sesuai jadwal agar tidak terjadi antrean.

    “Kami juga mengimbau kepada para pengguna jasa untuk memperhatikan jadwal keberangkatan yang tertera di tiket dan tiba di pelabuhan sesuai waktu yang ditentukan. Kedisiplinan dalam mengikuti jadwal sangat penting untuk menghindari kepadatan yang tidak perlu,” ungkapnya.

    Sebagai contoh, jika jadwal keberangkatan tercantum pukul 18.00 WIB, pengguna jasa sebaiknya tiba di pelabuhan 2-3 jam sebelumnya, bukan sejak pagi hari, misalnya pukul 09.00 WIB, karena kendaraan yang datang terlalu awal belum dapat masuk antrean naik ke kapal.

    ASDP memastikan bahwa manajemen akan tetap memprioritaskan kendaraan yang tiba sesuai jadwal tiket untuk masuk dalam antrean menuju kapal.

    “Kami berterima kasih atas pengertian dan kerja sama pengguna jasa dalam menciptakan perjalanan yang lebih tertib dan nyaman bagi semua,” ucap Shelvy.

  • Hindari Antrean Arus Mudik di Pelabuhan, ASDP Imbau Pemudik Tiba Sesuai Jadwal – Halaman all

    H-9 Lebaran, Pemudik di Pelabuhan Merak Meningkat 79 Persen – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Guna menghindari kemacetan parah saat puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada 28 Maret 2025, pemerintah mendorong masyarakat untuk pulang kampung lebih awal.

    Berbagai kebijakan dikeluarkan, termasuk diantaranya memberikan libur lebih awal untuk anak sekolah hingga meminta perusahaan melakukan Work From Anywhere (WFA).

    Berkat arahan pemerintah, pemudik sepertinya memulai momen kembali ke kampung halaman lebih cepat. Terlihat dari kenaikan penumpang kapal Ferry di Pelabuhan Merak, Banten.

    PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat sejak Jumat (21/3/2025) atau H-10 hingga Sabtu (22/3/2025) atau H-9, total 88.396 orang dan 20.887 unit kendaraan telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak.

    Jumlah ini meningkat 47 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan dominasi kendaraan roda empat yang mengalami lonjakan signifikan.

    Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin, mengungkap pada Sabtu (22/3/2025) atau H-9, total penumpang mencapai 50.055 orang, naik 79 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 27.898 orang.

    “Kendaraan roda empat mencapai 6.015 unit atau melonjak 102 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 2.983 unit,” ungkap Shelvy dalam keterangan, Minggu (23/3/2025).

    Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano, mengatakan lonjakan ini sudah diprediksi mengingat libur Lebaran tahun ini lebih panjang.

    “Kami memperkirakan sekitar 30.000 kendaraan kecil akan menyeberang melalui Pelabuhan Merak pada 27-29 Maret mendatang. Karena itu, sebagian antrean kendaraan akan dialihkan ke Pelabuhan Indah Kiat agar tidak menumpuk hingga jalan utama,” jelas Yossianis.

    Untuk mendukung kelancaran arus mudik, ASDP menerapkan diskon tarif hingga 36 persen atau tarif satu harga pada layanan ekspres lintasan Merak-Bakauheni mulai Senin (24/3/2025) hingga Minggu (30/3/2025).

    Diskon ini berlaku untuk Pejalan Kaki, Golongan IVA, IVB, VA, dan VIA guna mendorong pemerataan arus penyeberangan.

    Strategi distribusi kendaraan juga diterapkan, dimana mobil pribadi dan bus diarahkan melalui Pelabuhan Merak, sementara sepeda motor serta truk Golongan VB dan VIB melalui Pelabuhan Ciwandan.

    Truk Golongan VII, VIII, dan IX akan dialihkan ke Pelabuhan Bandar Bakau Jaya. Di jalur tol, kendaraan dari Exit Tol Cilegon Timur diarahkan ke Pelabuhan Merak, Ciwandan dan BBJ. Sementara kendaraan dari Exit Tol Merak masuk sesuai jadwal check-in. 

    Di sisi lain, pergerakan penumpang dari Sumatera ke Jawa juga mengalami kenaikan..Berdasarkan data Posko Bakauheni, pada H-9 total penumpang yang menyeberang mencapai 37.465 orang, naik 38 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 27.208 orang. Kendaraan roda empat tercatat 3.211 unit, naik 20 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 2.685 unit.

    Guna memperlancar arus mudik, Kementerian Perhubungan, ASDP dan stakeholder terkait akan menggunakan Pelabuhan Indah Kiat sebagai buffer zone.

    Pelabuhan Indah Kiat memiliki luas 93.426 meter persegi dan mampu menampung hingga 2.072 kendaraan kecil. Selain itu, Jalan Lingkar Selatan (JLS) juga akan difungsikan sebagai kantong parkir tambahan jika kapasitas di Pelabuhan Ciwandan mencapai batas maksimal.

    “Jika area parkir di Pelabuhan Merak hampir penuh, kendaraan pribadi roda empat akan segera diarahkan ke Pelabuhan Indah Kiat sebagai area penyangga untuk menghindari antrean panjang,” jelas Menteri Perhubungan Dudi Purwagandhy.

     

  • Pelabuhan Merak Mulai Dipadati Pemudik, ASDP Siapkan Strategi Distribusi Penumpang

    Pelabuhan Merak Mulai Dipadati Pemudik, ASDP Siapkan Strategi Distribusi Penumpang

    Bisnis.com, JAKARTA – Lonjakan jumlah penumpang dan kendaraan di Pelabuhan Merak mulai terlihat seiring dengan meningkatnya pergerakan mudik Lebaran 2025. Kebijakan work from anywhere (WFA) yang diterapkan pemerintah mendorong masyarakat memilih mudik lebih awal guna menghindari kepadatan arus mudik, terutama pada akhir pekan.

    Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengungkapkan bahwa sejak Jumat (21/3/2025) atau H-10 hingga Sabtu (22/3/2025) atau H-9, sebanyak 88.396 orang dan 20.887 unit kendaraan telah menyeberang dari Jawa ke Sumatra melalui Pelabuhan Merak. Jumlah ini meningkat 47% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

    “Pada Sabtu atau H-9 saja, jumlah penumpang mencapai 50.055 orang, naik 79% dibandingkan tahun lalu sebanyak 27.898 orang. Sementara itu, kendaraan roda empat mencapai 6.015 unit atau melonjak 102 persen dari 2.983 unit pada periode yang sama tahun lalu,” kata Shelvy dalam keterangan resmi, Minggu (23/3/2025). 

    Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano mengatakan bahwa lonjakan volume kendaraan telah diprediksi, mengingat libur Lebaran yang lebih panjang tahun ini. ASDP memperkirakan sekitar 30.000 kendaraan kecil akan menyeberang melalui Pelabuhan Merak pada 27-29 Maret mendatang. 

    Untuk mengantisipasi kepadatan, sebagian antrean kendaraan akan dialihkan ke Pelabuhan Indah Kiat sebagai buffer zone. Pelabuhan ini memiliki luas 93.426 meter persegi dengan kapasitas tampung hingga 2.072 kendaraan kecil.

    Selain itu, ASDP juga memanfaatkan Jalan Lingkar Selatan (JLS) sebagai kantong parkir tambahan jika Pelabuhan Ciwandan mencapai kapasitas maksimal. Di sisi lain, kendaraan roda dua serta truk Golongan VB dan VIB akan diarahkan ke Pelabuhan Ciwandan, sementara truk Golongan VII, VIII, dan IX dialihkan ke Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ). 

    Untuk mengurangi antrean di Pelabuhan Merak, ASDP menerapkan strategi distribusi kendaraan dengan mengarahkan mobil pribadi dan bus ke Pelabuhan Merak, sedangkan sepeda motor dan truk tertentu dialihkan ke pelabuhan lain. 

    Shelvy Arifin menjelaskan bahwa antrean kendaraan pada akhir pekan kemarin juga dipicu oleh perbaikan Dermaga VI Merak pasca-insiden tertabraknya KMP Portlink III. Saat ini, proses bongkar muat kendaraan dilakukan melalui rampa samping kapal menuju car deck, yang memakan waktu lebih lama dibandingkan mekanisme normal.

    Tak hanya arus mudik dari Jawa ke Sumatra, pergerakan penumpang dari Sumatra ke Jawa juga mengalami peningkatan. Berdasarkan data Posko Bakauheni, pada H-9 tercatat 37.465 orang telah menyeberang, naik 38% dibandingkan tahun lalu sebanyak 27.208 orang. Kendaraan roda empat tercatat 3.211 unit, naik 20% dari 2.685 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

  • Kriminal sepekan, kasus mahasiswa UKI hingga ormas minta THR

    Kriminal sepekan, kasus mahasiswa UKI hingga ormas minta THR

    Jakarta (ANTARA) – Peristiwa kriminal terjadi di wilayah DKI Jakarta selama sepekan mulai dari polisi membenarkan telah memberikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) kepada pelapor kasus kematian mahasiswa UKI hingga Polres Pelabuhan Tanjung Priok menindak tegas para oknum dari organisasi kemasyarakatan (ormas) yang meminta tunjangan hari raya (THR).

    1. Polisi benarkan beri SP2HP ke pelapor kasus tewasnya mahasiswa UKI

    Polisi membenarkan telah memberikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) kepada pelapor dari kasus kematian mahasiswa Kristen Indonesia (UKI), Kenzha Ezra Walewangko pada Selasa (4/3) di area kampus.

    Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly menjelaskan SP2HP itu sudah diberikan kepada pelapor untuk merespons pernyataan keluarga korban yang menyatakan belum pernah menerima SP2HP.

    2. Polrestro Jakbar rekonstruksi kasus pembunuhan ibu-anak di Tambora

    Polres Metro Jakarta Barat merekonstruksi kasus pembunuhan ibu dan anak berinisial TSL (59) dan ES (35) yang jasadnya ditemukan dalam toren penampungan air di dalam rumah di Jalan Angke Barat, Tambora, Jakarta Barat.

    “Tersangka FA memperagakan 76 adegan,” kata Kasat Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat AKBP Arfan Zulkan Sipayung di Jakarta, Jumat.

    3. Konten kreator Fuji datangi Polres Jaksel terkait penggelapan agensi

    Pembuat konten media sosial (content creator) Fujianti Utami Putri atau disapa Fuji mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan terkait penggelapan dana agensi.

    “Agendanya hari ini kita lagi mau konsulasi dulu sekaligus mau menunjukkan beberapa bukti yang mau kita konsul dulu,” kata kuasa hukum Fuji, Sandi Arifin kepada wartawan di Jakarta, Kamis.

    4. Polisi tindak ormas minta THR ke pengusaha di Pelabuhan Tanjung Priok

    Polres Pelabuhan Tanjung Priok bakal menindak tegas para oknum dari organisasi kemasyarakatan (ormas) yang meminta tunjangan hari raya (THR) ke pengusaha di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

    “Aksi pemaksaan tersebut merupakan tindak pidana dan bisa diproses secara hukum,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Martuasah H Tobing di Jakarta, Kamis.

    5. Terdakwa penembak bos rental minta vonis bebas karena tak bersalah

    Terdakwa oknum anggota TNI Angkatan Laut (AL) dalam kasus penembakan bos rental mobil di tempat istirahat (rest area) KM45 Tol Tangerang-Merak meminta Majelis Hakim Pengadilan Militer II-08 Jakarta untuk menjatuhkan vonis bebas karena tidak bersalah.

    Tiga terdakwa tersebut, yakni terdakwa satu atas nama Kelasi Kepala (KLK) Bambang Apri Atmojo, terdakwa dua Sersan Satu Akbar Adli dan terdakwa tiga Sersan Satu Rafsin Hermawan.

    Pewarta: Siti Nurhaliza
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

  • Potensi zakat fitrah nasional 2025 capai Rp8 triliun

    Potensi zakat fitrah nasional 2025 capai Rp8 triliun

    Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengungkapkan potensi zakat fitrah secara nasional di tahun 2025 mencapai 604.813.992 ton beras atau setara dengan Rp8 triliun.

    BAZNAS RI: Potensi zakat fitrah nasional 2025 capai Rp8 triliun
    Dalam Negeri   
    Editor: Calista Aziza   
    Sabtu, 22 Maret 2025 – 16:44 WIB

    Elshinta.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengungkapkan potensi zakat fitrah secara nasional di tahun 2025 mencapai 604.813.992 ton beras atau setara dengan Rp8 triliun. Estimasi ini dihitung berdasarkan harga rata-rata beras medium pada setiap provinsi di Indonesia, yaitu Rp14.337 per kilogram.

    Potensi zakat fitrah dihitung berdasarkan total populasi Muslim di Indonesia yang mencapai 244,41 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, 91,43 persen diperkirakan berada di luar garis kemiskinan, sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2024. Perhitungan dilakukan dengan mengalikan jumlah tersebut dengan harga rata-rata beras sebesar Rp14.337 per kilogram.  Hasilnya, estimasi potensi zakat fitrah tahun 2025 mencapai Rp8 triliun.

    Hal tersebut mengemuka dalam Konferensi Pers Zakat Fitrah BAZNAS 2025, di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Jumat (21/3/2025). Hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mokhamad Mahdum, MIDEC, AK, CA, CPA, CWM, CGRCOP, GRCE, CHRP., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., beserta jajaran.

    Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec, mengungkapkan, potensi zakat fitrah di Indonesia sangat besar jika seluruh umat Islam menunaikan kewajiban zakatnya.

    Dengan jumlah penduduk Muslim sekitar 244 juta jiwa, ia mengatakan, jika 1,34 persen dari populasi tersebut membayar zakat fitrah, maka jumlah beras yang terkumpul bisa mencapai ratusan ribu ton. “Jika dikelola dengan baik, zakat fitrah tidak hanya menjadi ibadah wajib, tetapi juga instrumen strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Zainulbahar.

    Zainulbahar menjelaskan, berdasarkan tren pertumbuhan pengumpulan zakat fitrah dalam neraca tahunan 2021 hingga 2024, yang rata-rata meningkat 21,28 persen, proyeksi pengumpulan zakat fitrah 2025 diperkirakan mencapai Rp631,77 miliar.

    “Dengan optimalisasi pengelolaan, pemanfaatan teknologi digital, serta koordinasi dengan lembaga zakat lainnya, angka ini diperkirakan bisa meningkat hingga Rp758,13 miliar,” ungkap Zainulbahar.

    “Kami melihat adanya peluang besar untuk meningkatkan penghimpunan zakat fitrah melalui pendekatan digital dan sistem pembayaran yang lebih mudah diakses masyarakat,” tambahnya.

    Ke depan, kata Zainulbahar, BAZNAS juga akan memperketat pengawasan terhadap pengelolaan zakat agar dana benar-benar disalurkan sesuai dengan ketentuan syariah. 

    “Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang terhimpun memberikan manfaat nyata bagi mustahik,” kata Zainulbahar.

    Ia juga mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat fitrah melalui lembaga resmi agar distribusinya lebih efektif. Dengan demikian, zakat fitrah tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga solusi dalam meningkatkan kesejahteraan umat dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

    “Harapan kami, zakat fitrah bukan hanya sekadar ibadah di bulan Ramadhan saja, tetapi juga bagian dari solusi sosial yang lebih luas,” ucapnya.

    Pada kesempatan tersebut, Direktur Kajian dan Pengembangan ZIS-DSKL BAZNAS RI Muhammad Hasbi Zaenal, Ph.D., menambahkan, Pulau Jawa masih menjadi wilayah dengan potensi zakat fitrah terbesar. Lima provinsi dengan kontribusi terbesar adalah Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Banten, dengan total potensi lebih dari Rp5 triliun. 

    Sementara itu, lanjut Hasbi, wilayah Indonesia Timur dan Papua memiliki potensi lebih kecil karena jumlah penduduk Muslim yang lebih sedikit serta faktor sosial-ekonomi yang berbeda.

    “BAZNAS terus berupaya mengoptimalisasi pengelolaan zakat, mulai dari penguatan regulasi, penerapan PSAK 409 untuk transparansi dan akuntabilitas, kewajiban UPZ untuk menyusun laporan keuangan konsolidasi, serta kolaborasi dengan DKM dan tokoh setempat dalam distribusi zakat,” ujar Hasbi.

    “Kami juga akan memperluas pemanfaatan teknologi digital dalam pembayaran zakat, sehingga masyarakat semakin mudah dalam menunaikan kewajibannya,” jelasnya.

    “Peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat merupakan kunci dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga zakat,” ucapnya.

    Hasbi juga mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat, berinfak, dan bersedekah melalui lembaga resmi seperti BAZNAS. Menurutnya, menyalurkan dana ke lembaga terpercaya tidak hanya memastikan distribusi yang tepat sasaran, tetapi juga mendukung transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat.

    Turut hadir dalam acara tersebut Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA., Deputi 1 BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Mohamad Arifin Purwakananta, serta Deputi 2 BAZNAS RI Bidang Pendistriusian dan Pendayagunaan Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si.

    Sumber : Elshinta.Com

  • Hasil PSU Pilkada Siak: Paslon Petahana Kalah Telak

    Hasil PSU Pilkada Siak: Paslon Petahana Kalah Telak

    Siak, Beritasatu.com – Pasangan calon (paslon) petahana dengan nomor urut 3 Alfedri-Husni Merza kalah dalam pemungutan suara ulang atau PSU Pilkada Siak, Riau. PSU yang digelar di tiga TPS, Sabtu (22/3/2025), dimenangkan paslon nomor urut 2 Afni Zulkifli- Syamsurizal.

    Pantauan di TPS 3 Jayapura, Kecamatan Bungaraya, paslon Afni Zulkifli-Syamsurizal meraih kemenangan dengan 272 suara. Sementara pasangan Alfedri-Husni Merza meraup 157 suara, dan paslon nomor 1 Irving Kahar Arifin-Sugianto hanya mendapat satu suara.

    Ketua KPU Siak Said Dharma Setiawan mengatakan pada pelaksanaan PSU ini dilakukan pemilihan pemungutan dan penghitungan. Keesokan harinya dilakukan pleno tingkat panitia pemungutan suara (PPS) dan panitia pemilu kecamatan (PPK).

    “Pada Senin (24/3/2025) dilakukan pleno tingkat Kabupaten Siak. Sesuai amar putusan MK apa yang jadi pilihan masyarakat itulah pemenangnya,” katanya dikutip dari Antara.

    Pada dua TPS lainnya, yakni TPS 3 Buantan Besar, Kecamatan Siak, Afni Zulkifli-Syamsurizal juga menang dengan mengumpulkan 211 suara. Sementara Alfedri-Husni Merza hanya sebanyak 159 suara dan paslon nomor 1 Irving Kahar Arifin-Sugianto juga memperoleh satu suara dalam PSU Pilkada Siak itu.

    Sebelumnya pada TPS lokasi khusus Rumah Sakit Umum Daerah Tengku Rafian Siak, paslon Afni Zulkifli-Syamsurizal juga unggul. Hasilnya hampir semuanya dari 64 pemilih menyalurkan hak pilihnya.

    Berdasarkan formulir C1 plano di TPS tersebut terlihat paslon Afni Zulkifli-Syamsurizal memperoleh 33 suara, Paslon Alfedri-Husni Merza meraih 28 suara, dan paslon Irving kahar-Sugianto nol suara.

    Afni Zulkifli dalam pernyataannya usai mengetahui itu mengatakan ini kemenangan bagi masyarakat Siak. Setelah menunggu cukup akhirnya masyarakat Siak sudah terpilih pemimpinnya.

    “Terimakasih sebesar-besarnya kepada penyelenggara pemilu Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilu, kepolisian, relawan dan simpatisan serta masyarakat. Sangat banyak hutang kami ke masyarakat Siak,” ungkapnya menyikapi hasil PSU Pilkada Siak.

  • Pohon Tumbang Memakan Korban di Kuta Bali, Ibu Rumah Tangga Tewas, Anaknya Selamat – Halaman all

    Pohon Tumbang Memakan Korban di Kuta Bali, Ibu Rumah Tangga Tewas, Anaknya Selamat – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, Bali – Cuaca ekstrem yang melanda Bali menyebabkan pohon tumbang di Jalan Raya Kuta, Bali, menimpa sebuah mobil yang sedang melaju.

    Insiden ini mengakibatkan seorang wanita meninggal dunia, sementara anaknya berhasil selamat.

    Menurut Kapolsek Kuta, AKP I Komang Agus Dharmayana, kejadian tersebut berlangsung pada Sabtu, 22 Maret 2025, saat hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah tersebut.

     “Proses evakuasi korban mobil dan pohon yang tumbang membutuhkan waktu cukup lama,” ungkapnya.

    Proses Evakuasi

    Tim dari Polsek Kuta, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan masyarakat setempat segera melakukan evakuasi.

    “Arus lalu lintas dialihkan sementara selama proses evakuasi berlangsung,” tambah Agus.

    Di dalam mobil terdapat dua orang, seorang ibu dan anaknya.

    Sang ibu, berusia sekitar 40 tahun, meninggal dunia di tempat kejadian akibat tertimpa dan terhimpit batang pohon besar.

    Sementara itu, anak laki-laki berinisial K, yang berusia sekitar 8 tahun, berhasil selamat.

    “Dia duduk di belakang sopir, sehingga masih bisa diselamatkan oleh warga,” jelasnya.

    Setelah kejadian, jenazah korban dibawa ke RS Prof Ngoerah, sementara anak korban masih menunggu kedatangan keluarganya dari Jakarta.

    “Anaknya selamat dan sekarang masih menunggu orang tuanya,” tutup AKP Agus.

    (Tribun-Bali.com/Zaenal Nur Arifin)

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

  • Viral Takaran Beras SPHP 5 Kg Disunat, Wadirut Bulog Sebut Itu Palsu – Halaman all

    Viral Takaran Beras SPHP 5 Kg Disunat, Wadirut Bulog Sebut Itu Palsu – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, KLATEN – Wakil Direktur Utama (Wadirut) Perum Bulog Marga Taufiq menyebut keberadaan beras merek Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) 5 kg yang takarannya disunat merupakan barang palsu alias bukan produksi milik mereka.

    Sebagaimana diketahui, beredar video menampilkan warga yang memperlihatkan beras SPHP yang tak sesuai dengan takarannya.

    Beras SPHP yang pada kemasannya tertulis 5 kg, tapi saat ditimbang, berat beras itu hanya 4,8-4,7 kg.

    “Bukan. Itu bukan punya Bulog. Palsu,” kata Marga Taufiq ketika ditemui usai acara panen bersama di Desa Sumber, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Jumat (21/3/2025).

    Menurut dia, beras SPHP yang diproduksi oleh Bulog sudah pasti takarannya sesuai dengan yang tertera di kemasan, yaitu 5 kg.

    Terlebih, Bulog diawasi oleh banyak pihak. Sehingga, jika ada yang berani bermain dengan takaran, ia menyebut pasti langsung dihukum.

    “Pasti 5 kilogram. Kami diawasi, semua mata memandang kami. Bahkan, kami sendiri kalau ada yang ketahuan [melakukan pelanggaran, red], langsung dihukum,” ujar Marga Taufiq.

    Berdasarkan video TikTok yang diunggah akun @sekitar.pontianak pada 20 Februari 2025, terdapat beras SPHP yang diproduksi Bulog ternyata hanya memiliki timbangan sebesar 4,7-4,8 kg.

    Orang dalam video tersebut menimbang tiga beras SPHP yang masih tersegel dan mendapati ketiganya memiliki bobot kurang dari 5 kg.

    Padahal, beras SPHP seharusnya memiliki beban sebesar 5 kg, sebagaimana tertulis pada kemasannya.

    Sementara itu, Satgas Pangan Polri mengaku telah mengetahui adanya informasi viral di media sosial yang menyebutkan adanya dugaan praktik sunat takaran beras kemasan 5 kilogram.

    Wakasatgas Pangan Polri Kombes Samsu Arifin mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman atas informasi tersebut.

    “Informasinya sudah kita peroleh dan kita sedang mendalami itu,” kata Samsu kepada wartawan di Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (20/3/2025).

    Ia memastikan, pihak kepolisian terus mengikuti perkembangan mengenai bahan kebutuhan pokok, terutama dalam tahapan hari besar keagaman nasional (HBKN).  

    Menurutnya, di waktu-waktu yang demikian, potensi terjadinya penyimpangan-penyimpangan produk pangan selalu terjadi.

    “(HKBN) sehingga potensi terjadinya penyimpangan-penyimpangan, baik dalam takaran, ukuran, harga, ini selalu terjadi,” ungkap Samsu.

    Terkait dengan kecurangan takaran beras, Samsu belum menjelaskan lebih rinci terkait lokasi temuan, maupun proses penyelidikannya.

    “Kami masih melakukan penyelidikan,” katanya.