Tag: Arifin

  • Terima Mandat DPP, Ketua DPC PDIP Pasuruan Arifin Tancap Gas Konsolidasikan Mesin Partai

    Terima Mandat DPP, Ketua DPC PDIP Pasuruan Arifin Tancap Gas Konsolidasikan Mesin Partai

    Pasuruan (beritajatim.com) – Pasca menerima mandat resmi dari DPP PDI Perjuangan, nakhoda baru DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan langsung tancap gas menyusun strategi organisasi untuk lima tahun ke depan. Jajaran pengurus periode terbaru mulai merapatkan barisan guna memastikan mesin partai PDI Perjuangan di Kabupaten Pasuruan berjalan optimal.

    Langkah perdana yang diambil kepengurusan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan adalah melakukan pembenahan struktur internal dan penguatan soliditas hingga tingkat akar rumput. Fokus utama diarahkan pada penguatan koordinasi pengurus mulai dari tingkat kecamatan hingga desa di seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan.

    Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan, Arifin, menegaskan bahwa komunikasi intensif dengan berbagai elemen menjadi prioritas utama dalam kepemimpinannya. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat posisi partai, baik secara internal maupun eksternal.

    “Kami akan menjalin komunikasi dengan lintas partai, tokoh masyarakat, dan tokoh agama agar hubungan eksternal semakin baik,” jelas Arifin, Selasa (23/12/2025).

    Selain membangun relasi eksternal, jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan juga dijadwalkan melakukan sowan kepada para senior partai di daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk menyerap aspirasi sekaligus sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi pengurus sebelumnya dalam membesarkan PDI Perjuangan di Kabupaten Pasuruan.

    Arifin menegaskan bahwa semangat perjuangan partai tetap berpijak pada nilai-nilai kebangsaan yang selama ini menjadi pedoman utama PDI Perjuangan secara nasional. Ia berkomitmen seluruh gerak langkah kader akan berlandaskan pada ajaran Trisakti Bung Karno demi memperjuangkan kepentingan masyarakat luas.

    “Yang sudah baik akan kami lanjutkan, yang masih kurang akan kami perbaiki demi membawa dampak yang positif,” pungkas Arifin. [ada/beq]

  • Sengkarut Panjang Ijazah Palsu, Wagub Babel Hellyana Kini Tersangka

    Sengkarut Panjang Ijazah Palsu, Wagub Babel Hellyana Kini Tersangka

    Sengkarut Panjang Ijazah Palsu, Wagub Babel Hellyana Kini Tersangka
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Sengkarut dugaan penggunaan ijazah palsu yang menjerat Wakil Gubernur Bangka Belitung, Hellyana, memasuki babak baru.
    Mabes Polri membenarkan bahwa Hellyana telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut.
    Kepastian itu disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (22/12/2025) malam.
    “Iya benar (Hellyana ditetapkan tersangka),” ujar Trunoyudo singkat.
    Penetapan tersangka terhadap Hellyana sebelumnya diungkap kuasa hukum pelapor, Herdika Sukma Negara.
    Ia mengaku telah menerima surat resmi dari Mabes Polri yang menyatakan status hukum Wakil Gubernur Bangka Belitung tersebut.
    “Benar terkait informasi tersebut. Kami juga sudah menerima surat pemberitahuan penetapan tersangka dari Mabes Polri yaitu tentang perihal ijazah Wakil Gubernur yaitu Ibu Hellyana,” kata Herdika dalam keterangannya, Senin.
    Berdasarkan dokumen yang diterima pihak pelapor, penetapan tersangka Hellyana tertuang dalam Surat Ketetapan Nomor S.Tap/S-4/104/XII/2025/Dittipidum/Bareskrim tertanggal 17 Desember 2025.
    Herdika menjelaskan, dugaan penggunaan
    ijazah palsu
    tersebut mengacu pada hasil penelusuran data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI).
    Dalam data PDDIKTI, Hellyana tercatat mulai menempuh pendidikan tinggi pada 2013.
    Namun, status akademiknya disebut mengundurkan diri pada 2014.
    “Tidak mungkin ijazah sudah keluar hanya kuliah satu tahun saja,” terang Herdika.
    Menurut dia, temuan tersebut menjadi salah satu dasar kuat bagi pelapor untuk meyakini adanya dugaan penggunaan ijazah yang tidak sah.
    Di sisi lain, kuasa hukum Hellyana membantah kabar yang menyebut kliennya telah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Bareskrim Polri.
    Kuasa hukum Hellyana, M. Zainul Arifin, menegaskan bahwa hingga kini pihaknya belum pernah menerima surat penetapan tersangka secara resmi dari Mabes Polri.
    “Sampai hari ini tidak pernah ada surat penetapan tersangka yang kami terima secara resmi dari penyidik. Karena itu, kami meminta publik dan media untuk tidak berspekulasi serta menunggu penjelasan resmi dari aparat penegak hukum,” kata Zainul dalam keterangannya, Senin.
    Menurut Zainul, informasi yang beredar di publik dinilai prematur dan berpotensi menyesatkan.
    Ia pun meminta semua pihak menghormati proses hukum yang masih berjalan.
    Zainul juga menegaskan, apabila benar terdapat dugaan pemalsuan ijazah dalam perkara ini, maka secara hukum kliennya justru merupakan pihak yang dirugikan, bukan pelaku tindak pidana.
    “Jika pun ada dugaan pemalsuan ijazah, maka secara hukum klien kami justru adalah pihak yang paling dirugikan. Tidak mungkin peristiwa seperti itu berdiri sendiri tanpa adanya pihak lain yang memiliki peran dan kepentingan,” tegas Zainul.
    Lebih lanjut, Zainul menyampaikan bahwa pihaknya telah menyerahkan seluruh dokumen dan alat bukti kepada penyidik, termasuk bukti keaslian ijazah serta dokumen yang menunjukkan bahwa Hellyana pernah menempuh pendidikan secara sah.
    “Kami sudah menyerahkan seluruh dokumen, termasuk bukti keaslian ijazah dan bukti bahwa klien kami benar pernah kuliah di Azzahra. Fakta-fakta ini seharusnya menjadi pertimbangan objektif dalam proses hukum,” lanjutnya.
    Zainul menambahkan, Hellyana bersikap kooperatif dan menghormati proses penyidikan yang dilakukan aparat penegak hukum.
    Namun, ia mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.
    “Kami menghormati proses penyidikan, tetapi kami juga meminta agar asas praduga tak bersalah dijunjung tinggi dan tidak ada trial by the press,” pungkas Zainul.
    Kasus ini bermula dari laporan seorang mahasiswa Universitas Bangka Belitung bernama Ahmad Sidik, yang didampingi kuasa hukumnya Herdika Sukma Negara.
    Laporan dugaan kepemilikan ijazah palsu itu dilayangkan ke Bareskrim Polri dan diterima Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri dengan nomor registrasi LP/B/339/VII/2025/SPKT/BARESKRIM POLRI tertanggal 21 Juli 2025.
    Dalam laporan tersebut, Hellyana diduga melanggar Pasal 263 KUHP dan/atau Pasal 264 KUHP tentang Pemalsuan Surat dan/atau Akta Autentik.
    Selain itu, ia juga disangkakan melanggar Pasal 93 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi serta Pasal 69 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Bareskrim Tetapkan Wagub Babel jadi Tersangka Kasus Dugaan Ijazah Palsu

    Bareskrim Tetapkan Wagub Babel jadi Tersangka Kasus Dugaan Ijazah Palsu

    Bisnis.com, JAKARTA — Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri telah menetapkan Wakil Gubernur (Wagub) Bangka Belitung, Hellyana sebagai tersangka kasus dugaan ijazah palsu.

    Informasi penetapan tersangka ini telah dibenarkan langsung oleh Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko melalui pesan singkat.

    “Iya benar [Wagub Babel Hellyana ditetapkan sebagai tersangka]” kata Trunoyudo saat dihubungi, Senin (22/12/2025).

    Berdasarkan surat pemberitahuan penetapan tersangka yang dilihat Bisnis, Hellyana ditetapkan sejak (17/12/2025). Dia ditetapkan sebagai tersangka Hellyana melalui Surat Ketetapan tentang Penetapan Tersangka Nomor: S.Tap/S-4/104/XII/2025/Dittipidum/Bareskrim.

    Masih dalam surat yang sama, Hellyana dipersangkakan Pasal 263 KUHP dan/atau Pasal 264 KUHP dan/atau Pasal 93 UU No.12/2012 tentang Pendidikan Tinggi dan/atau Pasal 69 UU No.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

    Sekadar informasi, kasus ini dilaporkan oleh masyarakat Ahmad Sidik pada Senin (21/7/2025). Laporan ini pun teregister dalam nomor LP/B/339/VII/2025/SPKT/BARESKRIM.

    Adapun, pelapor mengendus perkara dugaan ijazah palsu ini dari pemberitaan pada 16 Mei 2025 yang berisi informasi soal kelulusan sarjana Hellyana dari Universitas Azzahra Jakarta pada 2012.

    Namun, berdasarkan penelusuran pelapor, Hellyana memang tercatat sebagai mahasiswa Universitas Azzahra pada 2013. Hanya saja, status mahasiswa Hellyana tidak aktif sejak 2014. 

    Oleh sebab itu, temuan inilah yang membuat pelapor melaporkan peristiwa dugaan pemalsuan ijazah ini ke Bareskrim Polri.

    Di samping itu, Kuasa Hukum Hellyana, Zainul Arifin menyatakan bahwa pihaknya telah menyerahkan ijazah asli yang otentik dari Universitas Azzahra ke penyidik.

    Dia juga menegaskan bahwa kubu Hellyana bakal bersikap kooperatif dan menghormati proses hukum yang berjalan. Namun demikian, Zainul menegaskan pentingnya asas praduga tak bersalah serta meminta agar tidak terjadi penggiringan opini publik dalam perkara ini.

    “Kami sudah menyerahkan seluruh dokumen, termasuk bukti keaslian ijazah dan bukti bahwa klien kami benar pernah kuliah di Azzahra. Fakta-fakta ini seharusnya menjadi pertimbangan objektif dalam proses hukum,” pungkasnya.

  • Lestari Moerdijat: Perempuan Adalah Pengendali Peradaban

    Lestari Moerdijat: Perempuan Adalah Pengendali Peradaban

    Jakarta: Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat meresmikan Musyawarah Ibu Bangsa 2025 yang berlangsung Senin, 22 Desember 2025 di gedung Nusantara V, komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan. 

    Rerie, sapaan Lestari Moerdijat mengatakan bahwa kegiatan yang juga bertepatan dengan Hari Ibu bukan sekadar ajang berkumpul ataupun seremoni.

    “Ini sebetulnya adalah bentuk dan cara bagi kita untuk menegaskan kembali siapa sesungguhnya pengendali peradaban di Indonesia, yaitu perempuan, ibu bangsa,” buka Rerie dalam pidatonya yang bertema ‘Mewujudkan Indonesia Emas Berkeadilan 2025: Agenda Setting Ibu Bangsa,” Senin (22/12).

    “Ibu bangsa bukan sekadar simbol seremonial, atau ibu juga bukan sekadar peran, perempuan merupakan pengendali peradaban, karena dari perempuanlah nilai-nilai kehidupan dijaga dan diwariskan,” lanjutnya.
     

    Ia berujar, sejarah mengajarkan bahwa persatuan mengantarkan perempuan mencapai tujuan. Persatuan perempuan adalah kekuatan kebangsaan namun ketika para perempuan bergerak sendiri suaranya akan sangat mudah diabakan.

    “Ketika kita perempuan bersatu bergerak bersama yakinlah bahwa suara kita akan menjadi bagian penentu dan arah perjalanan bangsa,” tegas Rerie.

    “Mari kita jadikan peringatan hari ibu ini sekaligus pengingat bagi kita semua apa yang terjadi di 1928 ketika para perempuan bergerak tanpa menunggu kondisi yang sempurna, mereka bergerak karena menyadari bahwa masa depan bangsa tidak bisa menunggu kesiapan,” terangnya lagi.

    Rerie menambahkan, untuk mewujudkan Indonesia Emas pada 2045, seluruh pekerjaan rumah untuk menghadirkan keadilan bagi perempuan harus segera dituntaskan.

    “Semoga musyawarah ini melahirkan pemikiran kesepakatan dan agenda kebangsaan yang dapat menumbuhkan peran perempuan sebagai ibu bangsa pengendali peradaban, menjaga arah indonesia menuju Indonesia Emas Berkeadilan 2045,” pungkasnya. 

    Musyawarah Ibu Bangsa juga dalam rangka peringatan Hari Ibu ke-97. Musyawarah ini dihadiri oleh banyak tokoh penting, antara lain, Gusti Kanjeng Ratu Hemas (Wakil Ketua DPD RI), Arifatul Choiri Fauzi (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), Stella Christie (Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi), Nurul Arifin (Anggota DPR RI), Kanti W. Janis (Ketua Presidium Kaukus Perempuan Politik Indonesia /KPPI), dan Badikenita Br Sitepu (Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia/KPPRI).

    Jakarta: Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat meresmikan Musyawarah Ibu Bangsa 2025 yang berlangsung Senin, 22 Desember 2025 di gedung Nusantara V, komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan. 
     
    Rerie, sapaan Lestari Moerdijat mengatakan bahwa kegiatan yang juga bertepatan dengan Hari Ibu bukan sekadar ajang berkumpul ataupun seremoni.
     
    “Ini sebetulnya adalah bentuk dan cara bagi kita untuk menegaskan kembali siapa sesungguhnya pengendali peradaban di Indonesia, yaitu perempuan, ibu bangsa,” buka Rerie dalam pidatonya yang bertema ‘Mewujudkan Indonesia Emas Berkeadilan 2025: Agenda Setting Ibu Bangsa,” Senin (22/12).

    “Ibu bangsa bukan sekadar simbol seremonial, atau ibu juga bukan sekadar peran, perempuan merupakan pengendali peradaban, karena dari perempuanlah nilai-nilai kehidupan dijaga dan diwariskan,” lanjutnya.
     

     
    Ia berujar, sejarah mengajarkan bahwa persatuan mengantarkan perempuan mencapai tujuan. Persatuan perempuan adalah kekuatan kebangsaan namun ketika para perempuan bergerak sendiri suaranya akan sangat mudah diabakan.
     
    “Ketika kita perempuan bersatu bergerak bersama yakinlah bahwa suara kita akan menjadi bagian penentu dan arah perjalanan bangsa,” tegas Rerie.
     
    “Mari kita jadikan peringatan hari ibu ini sekaligus pengingat bagi kita semua apa yang terjadi di 1928 ketika para perempuan bergerak tanpa menunggu kondisi yang sempurna, mereka bergerak karena menyadari bahwa masa depan bangsa tidak bisa menunggu kesiapan,” terangnya lagi.
     
    Rerie menambahkan, untuk mewujudkan Indonesia Emas pada 2045, seluruh pekerjaan rumah untuk menghadirkan keadilan bagi perempuan harus segera dituntaskan.
     
    “Semoga musyawarah ini melahirkan pemikiran kesepakatan dan agenda kebangsaan yang dapat menumbuhkan peran perempuan sebagai ibu bangsa pengendali peradaban, menjaga arah indonesia menuju Indonesia Emas Berkeadilan 2045,” pungkasnya. 
     
    Musyawarah Ibu Bangsa juga dalam rangka peringatan Hari Ibu ke-97. Musyawarah ini dihadiri oleh banyak tokoh penting, antara lain, Gusti Kanjeng Ratu Hemas (Wakil Ketua DPD RI), Arifatul Choiri Fauzi (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), Stella Christie (Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi), Nurul Arifin (Anggota DPR RI), Kanti W. Janis (Ketua Presidium Kaukus Perempuan Politik Indonesia /KPPI), dan Badikenita Br Sitepu (Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia/KPPRI).
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (PRI)

  • Arifin Resmi Jabat Ketua DPC PDIP Kabupaten Pasuruan 2025–2030

    Arifin Resmi Jabat Ketua DPC PDIP Kabupaten Pasuruan 2025–2030

    Pasuruan (beritajatim.com) – Tongkat estafet kepemimpinan banteng di Kabupaten Pasuruan kini resmi berpindah tangan melalui mekanisme Konfercab di Surabaya. Arifin terpilih mengungguli kandidat lainnya dan telah dikukuhkan oleh DPP PDI Perjuangan untuk menahkodai partai selama lima tahun ke depan.

    Struktur kepengurusan baru ini juga tetap mempertahankan wajah lama guna menjaga stabilitas organisasi. Muhamad Zaini kembali dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris, sementara posisi Bendahara kini dijabat oleh Sugianto.

    Langkah awal yang akan diambil oleh ketua terpilih adalah merapatkan barisan di seluruh tingkatan pengurus. Fokus utama kepemimpinannya adalah memastikan mesin partai tetap panas melalui konsolidasi internal yang masif.

    “Konsolidasi internal menjadi prioritas utama agar struktur partai semakin solid dan siap menjalankan agenda perjuangan ke depan,” ujar Arifin saat dikonfirmasi, Senin (22/12/2025).

    Selain penguatan internal, regenerasi menjadi poin krusial dengan melibatkan lebih banyak elemen pemuda dalam struktur DPC. Hal ini dilakukan demi menanamkan nilai-nilai ideologi Bung Karno kepada para kader muda di wilayah Kabupaten Pasuruan.

    Target ambisius juga telah dicanangkan untuk menghadapi kontestasi politik pada tahun 2029 mendatang. Arifin menargetkan perolehan kursi legislatif naik menjadi 10 kursi serta memenangkan pemilihan kepala daerah.

    “Api semangat perjuangan yang telah ditanamkan akan kami rawat dan kami kobarkan lebih besar lagi untuk kejayaan PDI Perjuangan di Kabupaten Pasuruan,” pungkasnya.

    Di sisi lain, mantan Ketua DPC periode sebelumnya, Andri Wahyudi, mendapatkan mandat baru di tingkat provinsi. Ia kini resmi menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Reformasi Sistem Hukum Nasional di DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. [ada/aje]

  • Bengkel Mobil Kelingan Satlantas Polres Gresik Siap Bantu Pemudik dan Wisatawan

    Bengkel Mobil Kelingan Satlantas Polres Gresik Siap Bantu Pemudik dan Wisatawan

    Gresik (beritajatim.com) – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Satlantas Polres Gresik melakukan inovasi layanan dengan menyiagakan bengkel mobil keliling “Kelingan Aman”. Unit ini ditujukan untuk membantu pemudik dan wisatawan yang mengalami kendala teknis pada kendaraan saat perjalanan.

    Mobil berwarna dasar putih-biru tersebut disiapkan untuk mendukung pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2025 dan ditempatkan di kawasan Gressmall, Jalan Sumatera, Gresik.

    Kendaraan ini dirancang sebagai unit reaksi cepat untuk menangani gangguan ringan kendaraan. Di dalamnya tersedia berbagai peralatan mekanik seperti kompresor angin, kunci teknis, dan perlengkapan pendukung lainnya, guna memastikan kendaraan kembali laik jalan.

    “Wah saya terbantu sekali adanya mobil Kelingan Aman ini saat motor kami bannya kempes,” ujar Firman, warga Pulopancikan Gresik, Minggu (21/12/2025).

    Petugas siaga langsung mengerahkan mobil tersebut untuk melakukan pengisian angin dan pengecekan kendaraan secara gratis sehingga pengendara dapat melanjutkan perjalanan dengan aman.

    Kasatlantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin, menjelaskan bahwa kehadiran mobil bengkel keliling ini merupakan bagian dari rangkaian Operasi Lilin Semeru 2025 yang berfokus pada peningkatan layanan kepada masyarakat selama masa libur Nataru.

    “Tujuannya memastikan masyarakat yang sedang menikmati liburan tidak terhambat oleh kendala teknis kendaraan. Gangguan ringan seperti ban kempes atau masalah mesin bisa terjadi kapan saja,” ujarnya.

    Pama Polres Gresik itu menambahkan, layanan bengkel keliling ini diharapkan mampu menekan potensi kecelakaan lalu lintas akibat kendaraan tidak layak jalan, sekaligus mencegah kemacetan akibat kendaraan mogok di kawasan ramai.

    “Dengan inovasi ini, kami menegaskan komitmen memberikan rasa aman, nyaman, dan perlindungan maksimal bagi pemudik maupun wisatawan saat menikmati liburan Natal dan Tahun Baru,” pungkasnya. [dny/but]

  • 25 ABK Korban KM Maulana Terbakar di Perairan Lampung Dipulangkan ke Jakarta

    25 ABK Korban KM Maulana Terbakar di Perairan Lampung Dipulangkan ke Jakarta

    Jakarta

    Proses pencarian 8 Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Maulana-30 asal Jakarta terbakar di perairan Tanjung Belimbing Selatan, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, masih terus dilakukan. Sementara 25 ABK yang selamat kini telah dipulangkan ke Jakarta.

    Kepala Basarnas Lampung, Deden Ridwansyah mengatakan seluruh korban selamat telah dievakuasi ke kapal milik Kementerian Perikanan.

    “Dini hari tadi, KP Orcha 05 tiba di Pulau Tabuan, kemudian berkoordinasi dengan KN SAR 224 Basudewa untuk mengevakuasi ABK KM Maulana 30 berjumlah 25 orang dalam keadaan selamat,” kata Deden dilansir detikSumbagsel, Minggu (21/12/2025).

    “Selanjutnya ABK diserahkan ke KP Orcha 05 milik Kementerian Perikanan untuk dibawa menuju Ke Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zacman, Muara Baru, Jakarta,” ungkapnya.

    Sementara untuk proses pencarian 8 ABK lainnya dihentikan dan dilanjutkan proses pencarian hari ini.

    Berikut daftar ABK KM Maulana yang selamat:

    1.⁠ ⁠Sulis Khoirih, nakhoda, (36) Pekalongan
    2.⁠ ⁠Rudi Hartoyo (35) Pekalongan
    3.⁠ ⁠Firman Nur Arifin (29) Pekalongan
    4.⁠ ⁠Zulfi ilalquadhi (24) Pekalongan
    5.⁠ ⁠Rowo Hendi Abdullah (35) Pekalongan
    6.⁠ ⁠Luthfi (31) Pekalongan
    7.⁠ ⁠Taryono (43) Pekalongan
    8.⁠ ⁠Ismanto (29) Pekalongan
    9.⁠ ⁠Hermawan (28) Pekalongan
    10.⁠ ⁠M. Sofiyyul Maula (25) Pekalongan
    11.⁠ ⁠Achmad Cholidin (45) Pekalongan
    12.⁠ ⁠Purwo Raharjo (42) Batang
    13.⁠ ⁠Khoirul Arifin (22) Purbalingga
    14.⁠ ⁠Dena Bagas Aji (19) Bekasi
    15.⁠ ⁠Tasib (36) Pekalongan
    16.⁠ ⁠Patwa (26) Palembang
    17.⁠ ⁠Hendri Setiadi (32) Bandung
    18.⁠ ⁠Eko wahyudin (24) Klaten
    19.⁠ ⁠Karimun (41) Tegal
    20.⁠ ⁠Qomarudin (34) Pekalongan
    21.⁠ ⁠M. Priyadi (20) Pekalongan
    22.⁠ ⁠Hari Supriyadi (23) Purbalingga
    23.⁠ ⁠Taimin (31) Pekalongan
    24.⁠ ⁠Jaka Hermawan (25) Tasikmalaya
    25.⁠ ⁠Erik Prastio (35) Jakbar

    (fca/imk)

  • Ini Daftar 38 Ketua DPC PDI Perjuangan se-Jawa Timur, Siapa Saja?

    Ini Daftar 38 Ketua DPC PDI Perjuangan se-Jawa Timur, Siapa Saja?

    Surabaya (beritajatim.com) – Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Said Abdullah mengatakan, sebanyak 52 persen pengurus, baik di DPD dan DPC se-Jatim berusia muda atau di rentang usia 25-40 tahun.

    “Yang pertama konferda-konfercab sudah selesai. Kalau melihat komposisi dari personalia DPD-DPC, saya bersyukur, karena apa? Karena ternyata dari seluruh kepengurusan itu hampir 52 persen usianya rentang 25-40. Artinya, regenerasi di PDIP perjuangan sudah saya nyatakan untuk Jawa Timur relatif berhasil. Walaupun awalnya saya menginginkan sampai 60 persen usia rentang 25 sampai 40,” kata Said kepada wartawan di Hotel Shangri-La Surabaya, Minggu (21/12/2025).

    Ini daftar Ketua DPC PDI Perjuangan di 38 kabupaten/kota se-Jatim:

    1. Bangkalan – Ketua: Lukman Hakim; Personalia: Nur Hakim, Farida Tri Astutik
    2. Banyuwangi – Ketua: Ana Aniati; Personalia: Fiki Sevtarinda, Yusi Teguh
    3. Kota Batu – Ketua: Syaifudin Zuhri; Personalia: Ganisha Pratiwi Rumpoko, Amin Tohari
    4. Blitar Kabupaten – Ketua: Guntur Wahono; Personalia: Supriadi, Basori
    5. Blitar Kota – Ketua: Yudi Meira; Personalia: Sugeng Praptono, Sudarwati
    6. Bojonegoro – Ketua: Bambang Sutriyono; Personalia: Donny Bayu, Natasha Devianti
    7. Bondowoso – Ketua: Sinung Sudrajad; Personalia: Andi Hermanto, Evi Sulistiani
    8. Gresik – Ketua: Gus Yani; Personalia: H. Thoriqi Fajrin, H. Nadril
    9. Jember – Ketua: Widarto; Personalia: Edi Cahyo P., Candra Ary F.
    10. Jombang – Ketua: Sumrambah; Personalia: Donny Anggun, Adi Artama Putra

    11. Kediri Kabupaten – Ketua: Hanindito Himawan Pramana; Personalia: Dodi Purwanto, Danang Saputro
    12. Kediri Kota – Ketua: Yoga Pratama Putra; Personalia: Dimas Rangga Satria Ilham, Sunarsiwi Kurnia Ganik Praman
    13. Lamongan – Ketua: Husain; Personalia: Erna Sujarwati, Irham Akbar Aksara
    14. Lumajang – Ketua: Widarto; Personalia: Edi Cahyo Purnomo, Candra Ary Fianto
    15. Madiun Kabupaten – Ketua: Fery Sudarsono; Personalia: Lussy Endang, Suprapto
    16. Madiun Kota – Ketua: Sutardi; Personalia: Indah Raya, Hanura Kelana
    17. Magetan – Ketua: Diana AV; Personalia: Suyono, Sofyan
    18. Malang Kabupaten – Ketua: Didik Gatot Subroto; Personalia: Abdul Korid, Tantri Baroroh
    19. Malang Kota – Ketua: Amitia Ratmagani; Personalia: Abhad Wanedi, Ahmad Zakaria
    20. Mojokerto Kabupaten – Ketua: Ida Bagus Nugroho; Personalia: Nurida Lukitasari, Setia Pudji Lestari

    21. Mojokerto Kota – Ketua: Santoso Bekti Wibowo; Personalia: Rahman Sidarta A., Silvia Elya R.
    22. Nganjuk – Ketua: Marhaen Djumadi; Personalia: Marianto, Bambang
    23. Ngawi – Ketua: Dwi Rianto Jatmiko; Personalia: Feligia Agit Hendiadi, Agung Rezkina Pramesti
    24. Pacitan – Ketua: Heru Setyanto; Personalia: Heriyanto, Lilik Hidayat
    25. Pamekasan – Ketua: Taufadi; Personalia: Nady Mulyadi, Muhammad Sofwan Efendi
    26. Pasuruan Kabupaten – Ketua: Arifin; Personalia: Muhammad Zaini, Sugianto
    27. Pasuruan Kota – Ketua: Mahfud Husairi; Personalia: Tatit Panji Suryo Putro, Andri Setyani
    28. Ponorogo – Ketua: Siswandi; Personalia: Johan Bakhtiar, Evi Dwitasari
    29. Probolinggo Kabupaten – Ketua: Khairul Anam; Personalia: Abdul Basyit, Arif Hidayat
    30. Probolinggo Kota – Ketua: Tommy Wahyu Prakoso; Personalia: Sukardi Mitho, Sahri Trigiantoro

    31. Sampang – Ketua: Iwan Efendi; Personalia: Suhufil Mukarromah, Hakam
    32. Sidoarjo – Ketua: Hari Yulianto; Personalia: Reimond Tara Wahyudi, Kasipah
    33. Situbondo – Ketua: Andi Handoko; Personalia: Fathor Rahman, Ningsih
    34. Sumenep – Ketua: Achmad Fauzi Wongsojudo; Personalia: Abrari, Indriyani Yulia Mariska
    35. Surabaya – Ketua: Armuji; Personalia: Syaifuddin Zuhri, Agata Retno Sari
    36. Trenggalek – Ketua: Mochamad Nur Arifin; Personalia: Doding Rahmadi, Didit Sasongko
    37. Tuban – Ketua: Ony Setiawan; Personalia: Kusmen, Mustain
    38. Tulungagung – Ketua: Erma Susanti; Personalia: Samsul Huda, Binti Luklukah

    (tok/but)

  • Caplang dan Benih Baik Salurkan Sembako untuk Dapur Umum di Dua Wilayah Aceh

    Caplang dan Benih Baik Salurkan Sembako untuk Dapur Umum di Dua Wilayah Aceh

    ‎Aceh Utara: Caplang dan Benih Baik, melalui yayasan Media Group, menyalurkan bantuan sembako untuk mendukung operasional dapur umum bagi masyarakat terdampak bencana di dua wilayah Aceh, yakni Keude Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, serta di Dapur Umum Satgas Penanggulangan Bencana Kodam Iskandar Muda di KM 43, Desa Seni Antara, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah.

    ‎Bantuan tersebut disalurkan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan logistik dapur umum yang saat ini melayani masyarakat dan personel di lapangan.

    Setiap dapur umum menerima bantuan bahan pokok dalam jumlah besar guna menjamin ketersediaan makanan bagi para pengungsi dan petugas.

    ‎Adapun bantuan yang diterima masing-masing dapur umum meliputi beras sebanyak 1,2 ton, air mineral 60 dus, gula pasir 50 kilogram, minyak goreng 48 pcs, daging sapi 25 kilogram, telur 80 papan, serta berbagai bumbu dapur dan bahan masakan lainnya. Secara keseluruhan, terdapat 16 item kebutuhan pokok yang disalurkan dalam bantuan tersebut.

     


    ‎Letkol Arh Jamal Dani Arifin Dandim 0103/Aceh Utara/ menyampaikan ribuan terima kasih kepada pihak Caplang dan Benih Baik, atas bantuan yang di salurkan oleh tim Yayasan Media Group, di dapur umum TNI, dimana tiap harinya menyediakan 500 porsi untuk sekali makan, dalam sehari sebanyak tiga kali untuk personel TNI yang mengerjakan akases jalan dari Kabupaten Aceh Utara menuju Kabupaten Bener Meriah, selain itu juga untuk relawan dan masyarakat sekitar. 

    “Semoga bantuan ini kami bisa lebih amanah, dan memanfaatkannya semaksimal mungkin untuk kepada mereka yang benar benar membutuhkan,” kata ‎Letkol Jamal.

    ‎”Sekali lagi terima kasih, salam hormat dari kami, semoga bantuan yang diberikan ini mendapatkan keberkahan, kesehatan, dan sukses selalu untuk para donatur” pungkasnya.

    ‎Aceh Utara: Caplang dan Benih Baik, melalui yayasan Media Group, menyalurkan bantuan sembako untuk mendukung operasional dapur umum bagi masyarakat terdampak bencana di dua wilayah Aceh, yakni Keude Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, serta di Dapur Umum Satgas Penanggulangan Bencana Kodam Iskandar Muda di KM 43, Desa Seni Antara, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah.

    ‎Bantuan tersebut disalurkan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan logistik dapur umum yang saat ini melayani masyarakat dan personel di lapangan.
     
    Setiap dapur umum menerima bantuan bahan pokok dalam jumlah besar guna menjamin ketersediaan makanan bagi para pengungsi dan petugas.

    ‎Adapun bantuan yang diterima masing-masing dapur umum meliputi beras sebanyak 1,2 ton, air mineral 60 dus, gula pasir 50 kilogram, minyak goreng 48 pcs, daging sapi 25 kilogram, telur 80 papan, serta berbagai bumbu dapur dan bahan masakan lainnya. Secara keseluruhan, terdapat 16 item kebutuhan pokok yang disalurkan dalam bantuan tersebut.
     

     


    ‎Letkol Arh Jamal Dani Arifin Dandim 0103/Aceh Utara/ menyampaikan ribuan terima kasih kepada pihak Caplang dan Benih Baik, atas bantuan yang di salurkan oleh tim Yayasan Media Group, di dapur umum TNI, dimana tiap harinya menyediakan 500 porsi untuk sekali makan, dalam sehari sebanyak tiga kali untuk personel TNI yang mengerjakan akases jalan dari Kabupaten Aceh Utara menuju Kabupaten Bener Meriah, selain itu juga untuk relawan dan masyarakat sekitar. 

    “Semoga bantuan ini kami bisa lebih amanah, dan memanfaatkannya semaksimal mungkin untuk kepada mereka yang benar benar membutuhkan,” kata ‎Letkol Jamal.

    ‎”Sekali lagi terima kasih, salam hormat dari kami, semoga bantuan yang diberikan ini mendapatkan keberkahan, kesehatan, dan sukses selalu untuk para donatur” pungkasnya.

    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (PRI)

  • Polri Mutasi Besar-besaran Perwira Polda Kepri, 3 Kapolres Diganti

    Polri Mutasi Besar-besaran Perwira Polda Kepri, 3 Kapolres Diganti

    Liputan6.com, Jakarta – Sejumlah perwira Polri yang bertugas di Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Riau (Kepri) dimutasi, jelang pergantian tahun. Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad membenarkan adanya mutasi dan rotasi sejumlah pejabat dan Kapolres.

    “Mutasi dan alih tugas jabatan organisasi Polri sebagai bagian dari penyegaran, pembinaan karir, serta peningkatan profesionalime personel melalui mekanisme tour of duty dan tour of area,” kata Pandra.

    Mutasi dan rotasi pejabat Polda Kepri ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor:ST/2781A/XII/2025; ST/2781B/XII/2025 dan ST2781C/XII/2025 tertanggal 15 Desember 2025 yang ditandatangani oleh Asisten Kapolri bidang SDM Irjen Pol. Anwar atas nama Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

    Sejumlah pejabat utama Polda Kepri yang dimutasi yakni Kombes Pol Taovik Ibnu Subarkah, Karo SDM Pola Kepri dimutasi sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Jianstra SSDM Polri dalam rangka Dikbangti T.A 2026.

    Jabatan Karo SDM Polda Kepri diganti oleh Kombes Pol. Andy Pramudya Wardana, Kabid Humas Polda Bengkulu.

    Kombes Pol Anggoro Wicaksono, Diresnarkoba Polda Kepri dimutasi sebagai Kapolresta Barelang. Jabatan Ditresnarkoba Polda Kepri digantikan oleh Kombes Pol Suyono selaku Kapolresta Pontianak.

    Dirlantas Polda Kepri Kombes Pol Andhika Bayu Adhittam dimutasi sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Regident Korlantas Polri dalam rangka Dikbangti T.A 2026. Posisi Dirlantas Polda Kepri diisi oleh Kombes Pol. Taufiq Lukman Nurhidayat, Dirlantas Polda Riau.

    Dirpolairud Polda Kepri Kombes Pol. Handono Subianto dimutasi sebagai Ditpolairud Polda Sumatera Utara. Posisi Dirpolairud Polda Kepri digantikan oleh Kombes Pol. Ade Mulyana yang sebelumnya menjabat sebagai Direskrimum Polda Kepri.

    Kemudian Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad dimutasi sebagai Kabidhumas Polda Riau. Posisinya digantikan oleh Kombes Pol. Nona Pricillia Ohei, sebelumnya menjabat sebagai Penata Kehumasan Polri Divhumas Polri.

    Sementara itu tiga Kapolres yang diganti, yakni Kapolresta Barelang Kombes Pol. Zaenal Arifin dimutasi sebagai Agen Intelijen Kepolisian madya TK II Baintelkam Polri.

    Kapolres Karimun AKBP Robby Topan Manusiwa dimutasi sebagai Wadirreskrimum Polda Kepri, jabatannya digantikan oleh AKBP Yunita Stevani yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Bintan.

    Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol. Hamam Wahyudi dimutasi sebagai Kasubditaudit Sispamobvitnas Baharkam Polri. Penggantinya AKBP Indra Ranu Dikarta yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolresta Bogor Kota.

    “Mutasi ini diharapkan dapat membawa semangat baru, meningkatkan kinerja organisasi, serta memperkuat pelayanan kepolisian kepada masyarakat di Kepri,” kata Pandra.

    Pandra menambahkan, para pejabat yang dimutasi diwajibkan untuk melaksanakan tugas di jabatan barunya paling lambat 14 hari terhitung mulai tanggal ditetapkannya Surat Telegram Kapolri tersebut.

    “Ketentuan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran pelaksanaan tugas dan tanggungjawab di masing-masing jabatan baru,” ujarnya.