Tag: Arief Rachman

  • Sejarah Hari Ini, 10 Januari Jalan Menuju Orde Baru dan Lahirnya Tritura

    Sejarah Hari Ini, 10 Januari Jalan Menuju Orde Baru dan Lahirnya Tritura

    Bisnis.com, JAKARTA —  Tanggal 10 Januari memiliki arti penting dalam sejarah politik Indonesia. Pada hari inilah gelombang tuntutan yang dikenal sebagai Tri Tuntutan Rakyat (Tritura) mulai menguat dan menjadi simbol tekanan rakyat terhadap pemerintahan Presiden Soekarno di penghujung masa Orde Lama.

    Masa Orde Lama itu ditandai dengan berbagai penyimpangan dalam praktik ketatanegaraan setelah diberlakukannya Demokrasi Terpimpin melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Sejumlah lembaga negara dibentuk di luar ketentuan UUD 1945, sementara stabilitas politik terus melemah, seperti yang dilansir dari jurnal Tumbangnya Masa Orde Lama dan Datangnya Masa Orde Baru karya Mochamad Fikri, Jumat (9/1/2026).

    Situasi semakin rumit dengan menguatnya peran Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam pemerintahan, yang memicu kecemasan di berbagai kalangan, termasuk Angkatan Darat dan kelompok mahasiswa. Ketegangan ini memuncak setelah peristiwa G30S 1965, yang kemudian mempercepat krisis legitimasi pemerintahan Soekarno.

    Isi Tritura dan Aksi Mahasiswa

    Dalam kondisi tersebut, berbagai kesatuan aksi seperti Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), Kesatuan Aksi Pemuda Indonesia (KAPI), serta organisasi profesi dan pemuda lainnya membentuk Front Pancasila. Melalui front inilah Tritura disampaikan secara terbuka kepada pemerintah.

    Tritura memuat tiga tuntutan utama, yaitu:

    1. Pembubaran PKI beserta organisasi massanya

    2. Perombakan Kabinet Dwikora

    3. Penurunan harga kebutuhan pokok

    Aksi besar penyampaian Tritura dilakukan dengan mendatangi Gedung DPR-GR pada 12 Januari 1966, yang kemudian memperkuat posisi 10 Januari sebagai momentum awal rangkaian tuntutan rakyat.

    Eskalasi Konflik dan Supersemar

    Presiden Soekarno merespons tekanan tersebut dengan melakukan reshuffle Kabinet Dwikora pada 21 Februari 1966. Namun langkah ini justru memicu kekecewaan lebih luas karena dinilai masih melibatkan unsur-unsur yang dianggap dekat dengan PKI.

    Situasi memanas pada 24 Februari 1966 saat pelantikan kabinet baru. Dalam bentrokan antara demonstran dan pasukan pengamanan, mahasiswa Arief Rachman Hakim gugur tertembak. Peristiwa ini semakin melemahkan wibawa pemerintah dan memperbesar gelombang perlawanan mahasiswa yang kemudian dikenal sebagai Angkatan 66.

    Peran mahasiswa dalam peristiwa 1966 terdokumentasi dalam buku Pengumpulan Sumber Sejarah Lisan: Gerakan Mahasiswa 1966 dan 1998 yang diterbitkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) pada 2011. Buku tersebut memuat kesaksian tokoh-tokoh Angkatan 66 mengenai dinamika gerakan mahasiswa dan perannya dalam perubahan politik nasional.

    Tekanan politik yang terus meningkat akhirnya berujung pada dikeluarkannya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada 11 Maret 1966. Melalui surat tersebut, Presiden Soekarno memberikan kewenangan kepada Letjen Soeharto untuk mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu guna memulihkan keamanan dan ketertiban.

    Dalam jurnal karya Alfath Bagus Panuntun El Nur Indonesia, dijelaskan bahwa Supersemar menjadi titik balik penting dalam sejarah politik Indonesia. Sejak saat itu, kekuasaan Presiden Soekarno semakin tergerus, sementara Soeharto mulai mengambil peran dominan dalam pemerintahan.

    Langkah-langkah seperti pembubaran PKI, pembersihan kabinet dari unsur komunis, penataan lembaga negara, serta pembentukan Kabinet Ampera menandai lahirnya Orde Baru. Proses ini berpuncak pada Sidang Istimewa MPRS 1967 yang mencabut kekuasaan Presiden Soekarno dan mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden. (Angela Keraf)

  • Ikuti Reformasi Global, BI Ungkap Alasan Penggantian JIBOR ke INDONIA

    Ikuti Reformasi Global, BI Ungkap Alasan Penggantian JIBOR ke INDONIA

    JAKARTA – Bank Indonesia (BI) secara resmi menghentikan publikasi Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR) mulai 1 Januari 2026 dan sebagai penggantinya, pasar keuangan nasional kini menggunakan Indonesia Overnight Index Average (INDONIA), yakni suku bunga acuan rupiah yang disusun berdasarkan transaksi pinjam-meminjam antarbank yang benar-benar terjadi.

    Direktur Departemen Pengembangan Pasar Keuangan BI Arief Rachman menjelaskan bahwa INDONIA dinilai lebih presisi, objektif, serta mampu merefleksikan kondisi likuiditas pasar yang sesungguhnya.

    Menurutnya penerapan INDONIA juga menjadi bagian dari reformasi suku bunga acuan yang mengikuti praktik terbaik internasional guna memperdalam dan memperkuat pasar keuangan Indonesia.

    Menurut Arief, INDONIA menawarkan tingkat transparansi dan kredibilitas yang lebih tinggi sehingga layak dijadikan referensi oleh pelaku pasar.

    “Jadi yang kita lakukan di Indonesia ini, ketika kita menghentikan JIBOR, memperkenalkan INDONIA, ini merupakan bagian dari global benchmark reform di dunia. Jadi bukan pandai-pandaian BI, tapi ini merupakan suatu reformasi di pasar keuangan global,” kata Arief dalam Taklimat Medi, Rabu, 7 Januari.

    Ia menjelaskan sebelum JIBOR digunakan, pasar keuangan global mengenal London Interbank Offered Rate (LIBOR) sebagai suku bunga acuan yang memiliki karakteristik serupa dengan JIBOR dan selama bertahun-tahun menjadi rujukan utama industri keuangan dunia, terutama untuk pinjaman jangka pendek antar lembaga keuangan dengan tenor mulai dari satu hari hingga satu tahun.

    Arief menambahkan dalam perkembangannya, LIBOR yang ditetapkan berdasarkan kuotasi bank kontributor terbukti rentan terhadap manipulasi.

    “Di 2012 ini terungkap bahwa memang kemudian ada yang namanya fraud, fraud terkait dengan LIBOR. Fraudnya bagaimana? Karena sifatnya ini merupakan suku bunga yang berdasarkan overtrade yang ditawarkan, jadi mereka bisa mengubah,” jelasnya.

    Ia menjelaskan bahwa Otoritas Jasa Keuangan Inggris, Financial Conduct Authority (FCA), merespons dengan mengganti pengelola LIBOR dari British Bankers Association (BBA) ke Intercontinental Exchange Benchmark Administration (IBA) pada 2014.

    Kendati demikian, Arief menyampaikan upaya tersebut belum sepenuhnya memulihkan kepercayaan pasar dan hingga akhirnya FCA memutuskan bahwa bank-panel tidak lagi diwajibkan mendukung LIBOR setelah 31 Desember 2021.

    “Beberapa negara juga mulai memperkenalkan, negara-negara lain itu mulai memperkenalkan pengganti LIBOR. Posisinya dibandingkan negara lain, kita relatif tidak terlalu depan, tidak terlalu belakang. Kita posisinya nomor empat,” tuturnya.

    Sebagai respons atas kelemahan tersebut, Arief menambahkan bahwa BI memperkenalkan INDONIA, yaitu indeks suku bunga yang berasal dari transaksi pinjam-meminjam rupiah tanpa agunan antarbank untuk tenor overnight.

    Menurutnya seluruh transaksi tersebut dilaporkan oleh bank kepada BI, sehingga suku bunga yang terbentuk benar-benar mencerminkan mekanisme pasar.

    Adapun, INDONIA dihitung menggunakan metode rata-rata tertimbang berdasarkan nilai nominal transaksi (volume-weighted average) dari seluruh transaksi yang terjadi pada hari berjalan dan data transaksi dilaporkan melalui sistem laporan harian bank umum dalam rentang waktu pukul 07.00 hingga 18.00 WIB, dengan fasilitas koreksi daring hingga pukul 19.00 WIB.

    Arief menyampaikan reformasi suku bunga acuan ini telah disiapkan BI sejak beberapa tahun lalu untuk memastikan transisi yang mulus dari JIBOR ke INDONIA.

    Adapun, publikasi operasional INDONIA telah dimulai sejak 1 Agustus 2018 dan berjalan paralel dengan JIBOR hingga pengakhiran JIBOR diumumkan secara resmi pada 27 September 2024.

    Selain itu, proses transisi ini turut dilengkapi dengan Panduan Transisi Pengakhiran JIBOR yang disusun oleh National Working Group on Benchmark Reform (NWGBR).

    Disisi lain, pelaku pasar telah secara bertahap beralih menggunakan INDONIA dan Berdasarkan survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai kontrak keuangan yang jatuh tempo sebelum 31 Desember 2025 dan masih menggunakan JIBOR sebagai acuan tercatat turun signifikan sebesar 67,7 persen, dari Rp140,37 triliun pada September 2024 menjadi Rp45,28 triliun pada September 2025.

    Sementara itu, nilai kontrak yang telah memiliki fallback rate yakni suku bunga pengganti yang disepakati apabila JIBOR dihentikan untuk kontrak yang jatuh tempo setelah 31 Desember 2025 justru meningkat 35,9 persen, dari Rp164,48 triliun menjadi Rp223,76 triliun pada periode yang sama.

    Sejalan dengan meningkatnya transparansi, kinerja Pasar Uang Antarbank (PUAB) juga menunjukkan tren positif yaitu hingga 19 Desember 2025, rata-rata transaksi pinjam-meminjam antarbank dalam rupiah mencapai sekitar Rp15,4 triliun per hari, atau setara dengan 63,5 persen dari total transaksi pasar uang.

  • INDONIA Lebih Transparan dan Kredibel

    INDONIA Lebih Transparan dan Kredibel

    Jakarta

    Bank Indonesia (BI) resmi menghentikan publikasi Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR) mulai 1 Januari 2026. Sebagai gantinya, pasar keuangan Indonesia menggunakan Indonesia Overnight Index Average (INDONIA) yaitu suku bunga acuan Rupiah yang dihitung berdasarkan transaksi aktual pinjam-meminjam antarbank.

    Direktur Departemen Pengembangan Pasar Keuangan BI, Arief Rachman, mengatakan INDONIA lebih akurat, objektif dan mencerminkan kondisi likuiditas pasar secara riil. Hal ini juga merupakan bagian dari reformasi suku bunga acuan yang sejalan dengan praktik terbaik global, guna memperkuat pendalaman pasar keuangan Indonesia.

    “INDONIA itu adalah harga yang lebih transparan dan lebih kredibel sehingga bisa digunakan sebagai acuan oleh pelaku pasar. Jadi yang kita lakukan di Indonesia ini, ketika kita menghentikan JIBOR, memperkenalkan INDONIA, ini merupakan bagian dari global benchmark reform di dunia. Jadi bukan pandai-pandaian BI, tapi ini merupakan suatu reformasi di pasar keuangan global,” kata Arief dalam Taklimat Media di Amanaia Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2026).

    Jauh sebelum ada JIBOR, Arief menyebut suku bunga acuan yang digunakan di pasar keuangan bernama LIBOR (London Interbank Offered Rate) yang mirip dengan JIBOR. LIBOR digunakan sebagai angka acuan dalam industri keuangan global, di mana bank-bank di Inggris akan membebankan suku bunga ini kepada lembaga keuangan lain untuk pinjaman jangka pendek dengan jangka waktu berkisar antara satu hari hingga satu tahun.

    Dengan berjalannya waktu, LIBOR yang ditentukan berdasarkan kuotasi bank kontributornya memicu banyak kasus manipulasi yang merugikan pelaku pasar. Financial Conduct Authority (FCA) UK menindaklanjutinya dengan mengganti intitusi pengelola LIBOR dari British Bankers Association (BBA) kepada Intercontinental Exchange Benchmark Administration (IBA) pada 2014.

    Langkah tersebut ternyata belum dapat mengembalikan kepercayaan pelaku pasar. Sampai akhirnya FCA menyatakan panel bank tidak lagi diwajibkan untuk mendukung LIBOR setelah 31 Desember 2021.

    “Jadi di 2012 ini terungkap bahwa memang kemudian ada yang namanya fraud, fraud terkait dengan JIBOR. Fraudnya bagaimana? Karena sifatnya ini merupakan suku bunga yang berdasarkan overtrade yang ditawarkan, jadi mereka bisa mengubah,” beber Arief.

    Akhirnya lahirlah INDONIA sebagai indeks suku bunga atas transaksi pinjam-meminjamkan rupiah tanpa agunan yang dilakukan antarbank untuk jangka waktu overnight di Indonesia yang dilaporkan oleh seluruh bank kepada BI. Dengan demikian, INDONIA merupakan suku bunga transaksi yang terbentuk dari transaksi pasar.

    Penetapan INDONIA dilakukan dengan menghitung rata-rata tertimbang berdasarkan nilai nominal transaksi (volume-weighted average) atas seluruh data transaksi yang dilakukan pada hari transaksi, yang dilaporkan oleh bank kepada BI melalui sistem laporan harian bank umum sejak pukul 07.00-18.00 WIB (dan koreksi online hingga pukul 19.00 WIB).

    Reformasi suku bunga acuan ini telah dipersiapkan sejak lama oleh BI untuk memastikan kesiapan pelaku pasar keuangan beralih dari JIBOR ke INDONIA. Operasional INDONIA telah dipublikasikan mulai 1 Agustus 2018 secara paralel dengan publikasi JIBOR, hingga kebijakan pengakhiran JIBOR diumumkan sejak 27 September 2024 disertai dengan Panduan Transisi Pengakhiran JIBOR yang disusun oleh National Working Group on Benchmark Reform (NWGBR).

    “Beberapa negara juga mulai memperkenalkan, negara-negara lain itu mulai memperkenalkan pengganti LIBOR. Posisinya dibandingkan negara lain, kita relatif tidak terlalu depan, tidak terlalu belakang. Kita posisinya nomor empat,” beber Arief.

    Pelaku pasar secara bertahap diklaim telah mengacu pada INDONIA. Survei yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa nilai kontrak keuangan yang jatuh tempo sebelum 31 Desember 2025 yang menggunakan JIBOR sebagai acuan telah turun 67,7% dari Rp 140,37 triliun pada September 2024, menjadi Rp 45,28 triliun pada September 2025.

    Nilai kontrak yang memiliki fallback rate (telah dinegosiasikan dengan rate yang baru pada saat JIBOR dihapuskan) yang jatuh tempo setelah 31 Desember 2025, meningkat 35,9% dari Rp 164,48 triliun pada September 2024 menjadi Rp 223,76 triliun pada September 2025.

    Seiring dengan peningkatan transparansi pasar, aktivitas transaksi di Pasar Uang Antarbank (PUAB) juga menunjukkan kinerja baik. Sampai 19 Desember 2025, rata-rata nilai transaksi pinjam-meminjam antarbank dalam Rupiah mencapai sekitar Rp 15,4 triliun per hari atau sekitar 63,5% dari total transaksi pasar uang.

    Tonton juga video “BI Rate Tetap 4,75% Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Mempertahankan Stabilitas”

    (aid/fdl)

  • Mengenal vNOTES, Teknik Bedah Ginekologi Tanpa Luka di Mayapada Hospital

    Mengenal vNOTES, Teknik Bedah Ginekologi Tanpa Luka di Mayapada Hospital

    Jakarta

    Banyak perempuan cemas menjalani operasi ginekologi seperti sesar berulang atau operasi kanker karena khawatir luka besar, nyeri, dan pemulihan lama. Kini, perkembangan teknologi kedokteran menghadirkan vNOTES (Vaginal Natural Orifice Transluminal Endoscopic Surgery), metode operasi minimal invasif tanpa sayatan, lebih aman dan nyaman bagi pasien.

    vNOTES adalah teknik operasi ginekologi minimal invasif melalui vagina tanpa sayatan perut. Dengan kamera endoskopi, dokter dapat menangani mioma, kista ovarium, endometriosis, pengangkatan rahim, hingga kehamilan ektopik dengan trauma jaringan lebih kecil dibanding metode konvensional.

    Mayapada Hospital Kuningan (MHKN) menjadi rumah sakit swasta pertama di Indonesia yang menghadirkan teknologi vNOTES. Metode vNOTES menawarkan prosedur operasi lebih aman, nyaman, dan modern sesuai standar internasional, dengan pemulihan cepat, minim nyeri, serta hasil kosmetik lebih baik tanpa luka besar di perut.

    CCD, seorang pasien perempuan (38) dengan kista ovarium sempat khawatir operasi konvensional. Setelah konsultasi, ia memilih vNOTES di Mayapada Hospital Kuningan bersama dr. Ichnandy Arief Rachman, Sp.OG, FMAS, CCD. Operasi berlangsung lancar tanpa sayatan perut, dengan nyeri ringan dan pemulihan lebih cepat.

    “Awalnya saya takut operasi karena membayangkan luka besar di perut dan pemulihannya lama. Namun melalui vNOTES, saya justru merasakan prosedur yang lebih nyaman, nyeri minimal, dan bisa kembali beraktivitas tanpa rasa cemas,” tuturnya dalam keterangan tertulis, Senin (29/12/2025).

    Pengalaman ini menunjukkan vNOTES sebagai solusi operasi lebih nyaman, dijalankan tim terlatih dengan teknologi modern di Obstetrics & Gynecology Center Mayapada Hospital Kuningan.

    Layanan yang diberikan mencakup perencanaan kehamilan, pemeriksaan kesehatan ibu dan janin, perawatan hingga persalinan, serta penanganan masalah kandungan seperti gangguan hormonal, fertilitas, menopause, infeksi, hingga tindakan minimal invasif untuk tumor dan kanker.

    Hospital Director Mayapada Hospital Kuningan, dr. Deasy Sugesty, MARS menyampaikan rumah sakit berkomitmen menghadirkan layanan ginekologi berstandar internasional melalui inovasi medis terkini, kolaborasi tim multidisiplin berpengalaman, dan manajemen perawatan komprehensif dari konsultasi hingga pemulihan.

    Lebih lanjut, Dokter Deasy menambahkan dengan dukungan dokter spesialis terlatih dan teknologi vNOTES, setiap prosedur dijalankan sesuai standar global dengan minim rasa sakit (painless), tanpa sayatan, serta pemulihan lebih cepat.

    “Perawatan dengan pendekatan personal (patient-centered care) juga mendukung komitmen kami dalam menghadirkan patient journey yang optimal, dengan kualitas penyembuhan yang maksimal serta peningkatan kualitas hidup pasien,” ujar Dokter Deasy menambahkan.

    Informasi lebih lanjut mengenai layanan dapat diakses melalui call center 150770 atau aplikasi MyCare, yang juga memiliki fitur Health Articles & Tips seputar kesehatan reproduksi perempuan, serta fitur Personal Health, yang terhubung dengan Health Access dan Google Fit, untuk memantau jumlah langkah harian, kalori, detak jantung, hingga BMI.

    (akd/ega)

  • Tak Mau Kecolongan, Polres Gresik Sterilisasi Gereja dan Gelar Patroli

    Tak Mau Kecolongan, Polres Gresik Sterilisasi Gereja dan Gelar Patroli

    Gresik (beritajatim.com) – Tak mau kecolongan memastikan keamanan dan kenyamanan pelaksanaan Hari Natal. Polres Gresik melakukan sterilisasi gereja di sejumlah tempat. Selain itu, aparat penegak hukum setempat juga menggelar patroli skala besar.

    Dua gereja besar di Gresik menjadi sasaran sterilisasi. Yakni Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, dan Gereja Santa Perawan Maria di Jalan Arief Rachman Hakim yang selalu dipadati jemaat saat merayakan ibadah natal.

    Di setiap gereja, personel melakukan sterilisasi secara menyeluruh meliputi area dalam gereja, altar, mimbar, kursi jemaat, hingga lingkungan sekitar gereja guna memastikan tidak ada potensi gangguan keamanan

    Wakapolres Gresik Kompol Shabda Purusha Putra mengatakan, sterilisasi ini dilakukan guna meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi kerawanan.

    “Di setiap gereja, personel melakukan sterilisasi secara menyeluruh meliputi area dalam gereja, altar, mimbar, kursi jemaat, hingga lingkungan sekitar gereja guna memastikan tidak ada potensi gangguan keamanan,” katanya, Kamis (25/12/2025).

    Pamen Polri ini menambahkan, semua kegiatan ini menjadi langkah utama Polres Gresik dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada umat.

    “Kami melakukan sterilisasi gereja untuk memastikan seluruh area ibadah benar-benar aman. Harapannya, dapat melaksanakan ibadah Natal dengan aman, nyaman, dan penuh khidmat,” imbuhnya.

    Selain sterilisasi, Polres Gresik juga menyiagakan personel pengamanan di setiap gereja serta melaksanakan patroli mobile di titik-titik rawan dan pos pengamanan.

    Sementara itu, Steven salah satu jemaat yang hendak melakukan ibadah di Gereja Santa Perawan Maria menuturkan, dirinya merasa lega aparat kepolisian kegiatan pengamanan saat pelaksanaan Hari Raya Natal.

    “Mudah-mudahan perayaan kali ini berjalan damai tanpa ada kendala gangguan,” pungkasnya. [dny/ian]

  • 6 Tahun Pencak Silat Diakui UNESCO, Kemenbud Tegaskan Komitmen Pelestarian

    6 Tahun Pencak Silat Diakui UNESCO, Kemenbud Tegaskan Komitmen Pelestarian

    Jakarta

    Dalam rangka enam tahun pencatatan Tradisi Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia oleh UNESCO, Kementerian Kebudayaan bersama Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia (KPSTI) menyelenggarakan kegiatan Tasyakur dan Tafakur: Retrospeksi 6 Tahun Pencak Silat Tradisi Pasca Diakui UNESCO. Acara ini digelar di Gedung Serbaguna Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

    Kehadiran Kementerian Kebudayaan dalam momentum tersebut menegaskan komitmen negara untuk menjaga keberlanjutan, perlindungan, serta penguatan ekosistem Pencak Silat sebagai identitas budaya yang hidup, diwariskan lintas generasi, dan tetap relevan di tengah dinamika zaman.

    UNESCO telah mencatatkan Tradisi Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Takbenda untuk Kemanusiaan dalam sidang yang berlangsung di Bogota, Kolombia, pada 2009. Lebih dari sekadar olahraga bela diri khas Indonesia, Pencak Silat merupakan warisan budaya luhur yang sarat akan nilai falsafah, spiritualitas, dan unsur kesenian.

    Dalam orasi budaya yang disampaikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon, ia menekankan kekayaan budaya dan tradisi bangsa yang telah tercatat sebagai warisan budaya. Hingga Oktober 2025, tercatat sebanyak 2.727 Warisan Budaya Takbenda tingkat nasional, dengan potensi lebih dari 30.000 Objek Pemajuan Kebudayaan. Sementara itu, hingga 2024, sebanyak 16 elemen Warisan Budaya Takbenda Indonesia telah terinskripsi di UNESCO, termasuk Pencak Silat.

    Fadli menegaskan tradisi Pencak Silat sebagai media pendidikan karakter berbasis budaya dan instrumen diplomasi budaya strategis yang harus dilestarikan.

    Menurutnya, pengakuan UNESCO perlu dimaknai sebagai titik tolak ekosistem tradisi Pencak Silat, bukan sebagai seremonial belaka. Sehubungan dengan hal tersebut, Fadli mempertegas komitmen Kementerian Kebudayaan dalam memperkuat pelindungan dan dokumentasi Pencak Silat dan membangun kemitraan berkelanjutan dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk KPSTI.

    “Kita berharap ekosistem Pencak Silat semakin terbentuk. Jika ekosistem, khususnya Silat Tradisi, dapat terbentuk dengan baik, maka Pencak Silat Tradisi akan tumbuh dan berkembang di berbagai provinsi di Indonesia,” pungkasnya.

    Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana, Yusron, dalam laporan kegiatan yang disampaikannya menggarisbawahi pentingnya menentukan arah Pencak Silat ke depan.

    “Kita berharap, selain mensyukuri penetapan ini, kita merenungkan kembali arah Pencak Silat Tradisi setelah dinyatakan sebagai Warisan Budaya Takbenda dunia, milik bangsa Indonesia,” tuainya.

    Berangkat dari tema besar yang mengusung pesan retrospeksi, Ketua Umum KPSTI, Mahfudz Abdurrahman, mendorong agar warisan budaya Pencak Silat tidak hanya sekadar diakui, tetapi juga terus eksis, dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, serta tampil di panggung dunia melalui pelestarian yang dilakukan secara kolaboratif.

    Langkah strategis tak hanya berfokus pada bidang teknis, tetapi juga aksi kolaboratif yang dirancang secara masif dan sistematis.

    “Komunitas Pencak Silat, IPSI, KPSTI, kemudian organisasi lainnya yang mewadahi Pencak Silat berkewajiban melestarikan, mendayagunakan warisan-warisan, terutama warisan Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Takbenda,” jelasnya.

    Bertepatan dengan momentum tersebut, KPSTI turut menyerahkan KPSTI Award kepada para tokoh, baik pejabat publik, budayawan, akademisi, praktisi, maupun komunitas atau lembaga yang dinilai memiliki dedikasi dalam mengusulkan, memajukan, serta mengupayakan pelestarian berkelanjutan Tradisi Pencak Silat hingga diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda.

    Fadli Zon menjadi salah satu penerima KPSTI Award bersama sejumlah tokoh lainnya, di antaranya Bapak Pencak Silat Dunia Eddie Marzuki Nalapraya (alm.), Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan Restu Gunawan, budayawan sekaligus akademisi Arief Rachman, Edwin Sanjaya, serta Edi Sedyawati (alm.).

    Dalam kesempatan tersebut, Fadli didampingi Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan dan Direktur Bina Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat Sjamsul Hadi. Turut hadir sejumlah tamu undangan, antara lain Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Edwin Hidayat Abdullah, Direktur Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jakarta Herinto Sidik Iriansyah, budayawan Jatnika Nanggamiharja, Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Edwin Senjaya, perwakilan anggota DPRD DKI Jakarta.

    Turut hadir pengurus Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia (KPSTI), Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), dan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), serta berbagai komunitas dan tokoh pencak silat.

    (akn/ega)

  • Operasi Ginekologi Tanpa Luka, Mayapada Hospital Kuningan Kenalkan vNOTES

    Operasi Ginekologi Tanpa Luka, Mayapada Hospital Kuningan Kenalkan vNOTES

    Jakarta

    Tidak sedikit perempuan khawatir ketika menjalani operasi ginekologi. Kekhawatiran tersebut muncul karena tindakan tersebut berpotensi untuk menimbulkan luka besar, proses operasi yang lama, nyeri, hingga proses pemulihan yang cukup panjang.

    Meskipun begitu, saat ini, perkembangan teknologi kedokteran sudah menghadirkan solusi yang jauh lebih ramah bagi pasien yakni Vaginal Natural Orifice Transluminal Endoscopic Surgery (vNOTES).

    vNOTES adalah teknik operasi ginekologi minimal invasif tanpa luka terbaru yang dilakukan melalui lubang alami (vagina), sehingga tidak memerlukan sayatan di perut. Memanfaatkan bantuan kamera endoskopi beresolusi tinggi, dokter dapat menangani kasus seperti mioma, kista ovarium, endometriosis, pengangkatan rahim, hingga kehamilan ektopik dengan trauma jaringan yang jauh lebih minimal dibandingkan metode konvensional.

    Mayapada Hospital Kuningan (MHKN) menjadi rumah sakit swasta pertama di Indonesia yang menghadirkan teknologi vNOTES. Teknologi itu memberi harapan baru bagi pasien yang menginginkan prosedur operasi yang lebih aman, nyaman, dan modern.

    Selain itu, Mayapada Hospital Kuningan memastikan layanan yang dihadirkan mengacu pada standar internasional yang kini bisa diakses pasien di Indonesia tanpa harus ke luar negeri. Metode ini memungkinkan pemulihan lebih cepat, minim nyeri, serta hasil kosmetik yang lebih baik karena tidak meninggalkan bekas luka besar di perut.

    Salah satu pasien yang ditangani di layanan Obstetrics & Gynecology Center Mayapada Hospital Kuningan bersama dr. Ichnandy Arief Rachman, Sp.OG, FMAS, CCD adalah seorang perempuan 38 tahun dengan kista ovarium.

    dr. Ichnandy Arief Rachman bercerita pasien tersebut sempat merasa khawatir karena membayangkan operasi dengan luka besar dan masa pemulihan yang lama. Setelah melalui konsultasi medis, akhirnya pasien memutuskan menjalani vNOTES di Mayapada Hospital Kuningan. Operasi berjalan lancar tanpa sayatan di perut, dengan nyeri lebih ringan dan pemulihan lebih cepat dari perkiraannya.

    “Awalnya saya takut operasi karena membayangkan luka besar di perut dan pemulihannya lama. Namun melalui vNOTES, saya justru merasakan prosedur yang lebih nyaman, nyeri minimal, dan bisa kembali beraktivitas tanpa rasa cemas,” katanya dalam keterangannya, Rabu (19/11/2025).

    Pengalaman ini menjadi contoh bagaimana teknologi vNOTES dapat memberikan solusi yang lebih nyaman bagi pasien. Di Mayapada Hospital Kuningan, prosedur ini dilakukan bersama tim multidisiplin yang terlatih serta teknologi terkini di layanan Obstetrics & Gynecology Center.

    Sementara itu, Hospital Director Mayapada Hospital Kuningan dr. Deasy Sugesty, MARS mengatakan layanan yang diberikan mencakup perencanaan kehamilan, pemeriksaan kesehatan ibu dan janin, perawatan hingga persalinan, serta penanganan masalah kandungan seperti gangguan hormonal, fertilitas, menopause, infeksi, hingga tindakan minimal invasif untuk tumor dan kanker.

    “Mayapada Hospital Kuningan berkomitmen menghadirkan layanan ginekologi berstandar internasional melalui sinergi inovasi medis terkini, kolaborasi tim multidisiplin berpengalaman, dan manajemen perawatan komprehensif, mencakup tahap konsultasi, tindakan, hingga pemulihan,” ujar dr. Deasy Sugesty.

    “Dengan dukungan dokter spesialis yang terlatih dan hadirnya teknologi vNOTES, kami memastikan setiap prosedur dilakukan dengan minim rasa sakit (painless), tanpa sayatan (scarless), dan pemulihan lebih cepat (faster recovery) sesuai standar global. Perawatan dengan pendekatan personal (patient-centered care) juga mendukung komitmen kami dalam menghadirkan patient journey yang optimal, dengan kualitas penyembuhan yang maksimal serta peningkatan kualitas hidup pasien,” tutupnya.

    Sebagai informasi tambahan, untuk mengetahui lebih dalam terkait layanan tersebut dapat diakses melalui call center 150770 atau aplikasi MyCare yang juga memiliki fitur Health Articles & Tips seputar kesehatan reproduksi perempuan. Adapula fitur Personal Health yang terhubung dengan Health Access dan Google Fit untuk memantau jumlah langkah harian, kalori, detak jantung, hingga BMI.

    (ega/ega)

  • Kemendagri susun manual mutu untuk wujudkan good governance

    Kemendagri susun manual mutu untuk wujudkan good governance

    Jakarta (ANTARA) – Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kini tengah menyusun manual mutu dan standar operasional prosedur (SOP) dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), khususnya dalam pengelolaan barang milik negara (BMN).

    Sekretaris Ditjen Bina Adwil, Sri Purwaningsih, menegaskan bahwa penyusunan SOP tidak boleh berhenti pada jargon, melainkan harus diimplementasikan nyata dalam tata kelola BMN yang bersih, transparan, dan akuntabel.

    “Cara kerja yang mengedepankan sinergi dan kolaborasi merupakan kunci penguatan kelembagaan. Koordinasi dan komunikasi yang terbuka dengan stakeholder akan memperkuat kepercayaan publik,” kata Sri dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

    Hal tersebut disampaikan Sri dalam Rapat Penyusunan Manual Mutu Bagian Umum mengenai Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Penguatan Kelembagaan pada di Jakarta, Selasa.

    Rapat dihadiri puluhan peserta yang terdiri dari para pejabat administrator, pelaksana, dan fungsional di lingkungan Ditjen Bina Adwil.

    Pembahasan materi meliputi pemahaman SNI ISO 9001:2015 serta SNI ISO 37001 dalam mendukung budaya mutu dan tata kelola yang baik di lingkungan Ditjen Bina Adwil.

    Rapat menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Direktur Sistem dan Harmonisasi Pengembangan Standar Badan Standarisasi Nasional Triningsih Herlinawati, Direktur Eksekutif Dignity Indonesia Jefri Adriansyah, dan Analis SDMA Ahli Muda Biro Organisasi dan Tatalaksana Kemendagri Arief Rachman. Turut hadir peneliti muda BRIN Suci Emilia Fitri sebagai moderator.

    Para narasumber hadir untuk membahas berbagai aspek teknis mengenai penyusunan SOP berbasis standar mutu dan penguatan kelembagaan.

    Selain itu, para narasumber menekankan pentingnya SOP sebagai instrumen untuk memastikan proses pemanfaatan, penggunaan, pemeliharaan, hingga penghapusan BMN sesuai regulasi.

    Rapat juga menyoroti upaya pencegahan fraud BMN melalui penerapan prosedur yang jelas, digitalisasi, pengawasan berlapis, penguatan integritas aparatur, serta pembahasan diarahkan pada penerapan prinsip good governance melalui transparansi, akuntabilitas, partisipasi, serta responsivitas.

    Pada kesempatan itu, Kepala Bagian Umum Sekretariat Ditjen Bina Adwil Rizza Kamajaya, menyampaikan bahwa rapat ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi seluruh jajaran terkait good governance.

    “Kita harus menata diri dan memperbaiki sistem kerja agar kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran semakin meningkat. Dengan mencegah penyalahgunaan wewenang dan fraud sehingga Ditjen Bina Adwil dapat menerapkan prinsip good governance secara murni dan konsekuen,” tutur Rizza.

    Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
    Editor: Tasrief Tarmizi
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Kembali Memanas, Massa Serang Brimob dari Dua Sisi Jalan dan Pakai Motor

    Kembali Memanas, Massa Serang Brimob dari Dua Sisi Jalan dan Pakai Motor

    GELORA.CO – Massa yang menyerang Markas Komando (Mako) Brimob Kwitang, dilakukan melalui dua sisi Jalan Arief Rachman Hakim dari arah kolong Fly Over Senan, Jakarta Pusat, Sabtu malam, 30 Agustus 2025.

    Pantauan RMOL di lokasi, massa terus melakukan tindakan provokatif kepada barikade Brimob yang bertiga, di depan Mako Brimob.

    Provokasi yang dilakukan dalam bentuk menyampaikan makian tak pantas kepada Polisi, sembari mengarahkan petasan kembang api ke arah barikade.

    Selain itu, juga nampak massa yang berusaha merangsek masuk ke barikade menggunakan kendaraan bermotor roda dua.

    Massa yang menggunakan motor, menyalakan lampu jarak jauh, dan menggeber-geber motornya sehingga suara knalpot menjadi sangat nyariin berbunyi.

    Upaya provokasi itu sempat tak dihiraukan barikade Brimob. Tetapi, ketika massa aksi yang menggunakan motor memaksa terus maju ke arah barikade, akhirnya tembakan gas air mata harus diambil Brimob.

    Meskipun massa sempat ditekuk mundur, tetapi upaya perlawanan terus dilakukan dalam waktu beberapa menit setelah kepulan asap gas air mata mulai menghilang. 

  • Demo Markas Brimob Kwitang Merembet, Gedung 5 Lantai Dibakar Massa

    Demo Markas Brimob Kwitang Merembet, Gedung 5 Lantai Dibakar Massa

    GELORA.CO – Situasi di sekitaran Markas Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kwitang, Jakarta Pusat masih panas, Jumat sore, 29 Agustus 2025.

    Pantauan di lokasi, sebuah gedung setinggi 5 lantai di Jalan Arief Rachman Hakim, Kwitang, Jakarta Pusat dibakar massa. Belum jelas gedung abu-abu tersebut diperuntukkan apa. 

    Pembakaran ini dipicu oleh dugaan massa ada personel kepolisian menembakkan peluru karet dari atas gedung tersebut.

    Kobaran api semakin membesar lantaran sumber api datang dari pembakaran sebuah mobil yang terparkir di area gedung tersebut.

    Saat ini tim pemadam kebakaran (damkar) dikabarkan tengah menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman.

    Peristiwa ini menjadi rangkaian panjang setelah sebelumnya demonstran dan anggota Brimob saling lempar. Pendemo melemparkan bebatuan hingga botol kosong, sementara aparat kepolisian melemparkan gas air mata untuk meredam pendemo.