Tag: Arief Nasrudin

  • Rencanakan IPO, PAM Jaya sudah banyak dilirik investor

    Rencanakan IPO, PAM Jaya sudah banyak dilirik investor

    Jakarta (ANTARA) – Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengungkapkan adanya minat investor terhadap rencana penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.

    Bahkan Arief mengaku, sejumlah investor besar sudah mulai menghubunginya. Meski saat ini perusahaan belum memasuki proses pendaftaran IPO, sinyal dari pasar sudah mulai terasa.

    “Alhamdulillahnya, walaupun kita belum melakukan apapun yang prosesnya pendaftaran, tapi di ‘market’ sudah mulai suaranya gemericik. Bahkan agak mulai menebal. Menanyakan kapan memang mulai akan diluncurkan,” kata Arief.

    Arief di Gedung Corporate Learning Center PAM Jaya, Jakarta Timur, Kamis, menegaskan bahwa IPO PAM Jaya ditargetkan terlaksana pada 2027 sesuai dengan arahan Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo.

    Untuk itu, persiapan pun terus dilakukan, termasuk perubahan status hukum dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) menjadi Perseroan Daerah (Perseroda) yang saat ini tengah diproses di DPRD Jakarta.

    “Bismillah, kita sedang menyiapkan dan saat ini kita sedang proses di DPRD, di legislatif, proses dari Perumda menjadi Perseroda. Mudah-mudahan semuanya dilancarkan,” kata Arief.

    Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung menyebutkan banyak pihak tertarik menjalin kerja sama dengan PAM Jaya. Jumlah pelanggan PAM Jaya saat ini mencapai lebih dari 2,5 juta sehingga menjadi “captive market” yang baik.

    Dia juga menyampaikan bahwa PAM Jaya sudah bisa bersiap untuk penawaran umum perdana (IPO) meski cakupan layanan belum sepenuhnya 100 persen.

    “Maka Jakarta ini kalau betul-betul di tahun 2029, kita bisa 100 persen Pak Arief (Dirut PAM Jaya Arief Nasrudin). Tapi ‘go public’-nya IPO-nya jangan nunggu 100 persen. 85 persen menurut saya sudah cukup untuk IPO,” ujarnya.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • PAM JAYA Gelar Jakarta Water Hero 2025, Apresiasi Untuk Para Pahlawan Air Jakarta

    PAM JAYA Gelar Jakarta Water Hero 2025, Apresiasi Untuk Para Pahlawan Air Jakarta

    Jakarta: PAM JAYA kembali menyelenggarakan ajang penghargaan Jakarta Water Hero (JWH) 2025, sebagai bentuk apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan air berkualitas di Jakarta.

    Mengusung tema “Pahlawan Air Jakarta: Menjaga Air, Menyelamatkan Jakarta”, acara ini menjadi momen penting untuk mendorong kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan masa depan air yang lebih lestari bagi Jakarta.

    Jakarta Water Hero telah digelar sejak 2023 dan tahun ini menjadi penyelenggaraan yang ketiga kalinya. Sejak awal, JWH hadir sebagai wadah penghargaan bagi mereka yang tidak hanya menggunakan air perpipaan secara bijak, tetapi juga turut mendukung upaya pelestarian sumber air dan mematuhi kebijakan pengelolaan air, termasuk Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 93 Tahun 2021 tentang Zonasi Bebas Air Tanah (ZOBAT) yang bertujuan mengurangi pemanfaatan air tanah secara berlebihan.

    Acara ini diadakan di Pendopo Balaikota Jakarta dan dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebagai wujud sinergitas semua pihak dalam menjaga keberlanjutan air berkualitas bagi warga Jakarta.

    Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, menyampaikan bahwa penghargaan ini bukan hanya sekadar seremoni, melainkan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi menjaga air Jakarta.

    “Melindungi air Jakarta adalah tugas bersama. Tidak cukup hanya PAM JAYA yang bergerak, semua pihak seperti pemerintah, pelanggan, komunitas, pelaku usaha, hingga masyarakat luas perlu berjalan beriringan. Jakarta Water Hero adalah simbol kolaborasi kita, dan semoga langkah ini bisa terus kita lanjutkan untuk menciptakan Jakarta sebagai kota global dan berbudaya,” ungkap Arief.

    PAM JAYA juga turut mendukung program Pemprov DKI Jakarta dalam meningkatkan ketahanan air, salah satunya dengan aksi pemberian bantuan tangki air secara masif sebanyak 1.002 unit tangki air kepada pelanggan 2A1 (Rumah Tangga Sangat Sederhana) dan 2A2 (Rumah Tangga Sederhana) yang berada di wilayah bertekanan air rendah.

    Pemberian tangki air, merupakan program yang diinisiasi oleh Gubernur DKI Jakarta sehingga mendapatkan rekor MURI “Pembagian Tangki Air Secara Seri Terbanyak”. 

    Dalam ajang JWH tahun ini, PAM JAYA memberikan 58 apresiasi yang disaring selama tahapan seleksi dari 70 pelanggan korporasi yang mengirimkan proposal sejak April 2025. Hasil penjurian menyatakan penghargaan utama TOP 10 berhak diraih oleh PT Grand Indonesia, Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK), RSUP Fatmawati Jakarta, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta, PT PLN Indonesia Power UBP Priok, PT Sarinah, PT Mandiri Andal Sejahtera (Pengelola Mall of Indonesia), PT Elite Prima Hutama – Kota Kasablanka, Kuningan City Mall (PT Sejahtera Kelola Berjaya dan PT Sejahtera Kelola Abadi) dan Hotel Mulia Senayan (PT Mulia Intan Lestari).

    Selain itu, 10 pemenang lainnya yang termasuk dalam TOP 20 juga mendapat penghargaan atas komitmen mereka dalam optimalisasi penggunaan air perpipaan dan upaya menjaga sumber daya air secara berkelanjutan. Harapannya, seluruh penerima penghargaan ini bisa menjadi contoh bagi pihak lainnya di Jakarta untuk terus sadar dan patuh terhadap pengelolaan air yang berwawasan lingkungan.

    Tak hanya pelanggan korporasi, penghargaan juga diberikan kepada komunitas dan instansi yang terlibat dan terus bekolaborasi dalam mendukung program 100% cakupan layanan air perpipaan di Jakarta, serta pelanggan reguler yang telah berkomitmen menggunakan air perpipaan secara berkelanjutan.

    Penyelenggaraan Jakarta Water Hero sebelumnya diberikan kepada pelanggan korporasi dan pelanggan reguler. Namun tahun ini, cakupannya diperluas dengan memberikan apresiasi kepada komunitas yang menunjukkan aksi sosial dan publikasi dalam pelestarian sumber air, salah satunya komunitas Pandawara, yang telah berdedikasi menjaga lingkungan dan kebersihan sungai. Langkah ini menunjukkan komitmen PAM JAYA untuk terus melibatkan berbagai pihak dalam menjaga keberlanjutan air berkualitas di Jakarta.

    Melalui Jakarta Water Hero 2025, PAM JAYA berharap semangat kolaborasi ini terus tumbuh, mendorong semakin banyak pihak untuk berkontribusi menjaga air berkualitas demi meningkatkan kesejahteraan warga Jakarta.

    Jakarta: PAM JAYA kembali menyelenggarakan ajang penghargaan Jakarta Water Hero (JWH) 2025, sebagai bentuk apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan air berkualitas di Jakarta.
     
    Mengusung tema “Pahlawan Air Jakarta: Menjaga Air, Menyelamatkan Jakarta”, acara ini menjadi momen penting untuk mendorong kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan masa depan air yang lebih lestari bagi Jakarta.
     
    Jakarta Water Hero telah digelar sejak 2023 dan tahun ini menjadi penyelenggaraan yang ketiga kalinya. Sejak awal, JWH hadir sebagai wadah penghargaan bagi mereka yang tidak hanya menggunakan air perpipaan secara bijak, tetapi juga turut mendukung upaya pelestarian sumber air dan mematuhi kebijakan pengelolaan air, termasuk Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 93 Tahun 2021 tentang Zonasi Bebas Air Tanah (ZOBAT) yang bertujuan mengurangi pemanfaatan air tanah secara berlebihan.

    Acara ini diadakan di Pendopo Balaikota Jakarta dan dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebagai wujud sinergitas semua pihak dalam menjaga keberlanjutan air berkualitas bagi warga Jakarta.
     
    Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, menyampaikan bahwa penghargaan ini bukan hanya sekadar seremoni, melainkan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi menjaga air Jakarta.
     
    “Melindungi air Jakarta adalah tugas bersama. Tidak cukup hanya PAM JAYA yang bergerak, semua pihak seperti pemerintah, pelanggan, komunitas, pelaku usaha, hingga masyarakat luas perlu berjalan beriringan. Jakarta Water Hero adalah simbol kolaborasi kita, dan semoga langkah ini bisa terus kita lanjutkan untuk menciptakan Jakarta sebagai kota global dan berbudaya,” ungkap Arief.
     
    PAM JAYA juga turut mendukung program Pemprov DKI Jakarta dalam meningkatkan ketahanan air, salah satunya dengan aksi pemberian bantuan tangki air secara masif sebanyak 1.002 unit tangki air kepada pelanggan 2A1 (Rumah Tangga Sangat Sederhana) dan 2A2 (Rumah Tangga Sederhana) yang berada di wilayah bertekanan air rendah.
     
    Pemberian tangki air, merupakan program yang diinisiasi oleh Gubernur DKI Jakarta sehingga mendapatkan rekor MURI “Pembagian Tangki Air Secara Seri Terbanyak”. 
     
    Dalam ajang JWH tahun ini, PAM JAYA memberikan 58 apresiasi yang disaring selama tahapan seleksi dari 70 pelanggan korporasi yang mengirimkan proposal sejak April 2025. Hasil penjurian menyatakan penghargaan utama TOP 10 berhak diraih oleh PT Grand Indonesia, Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK), RSUP Fatmawati Jakarta, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta, PT PLN Indonesia Power UBP Priok, PT Sarinah, PT Mandiri Andal Sejahtera (Pengelola Mall of Indonesia), PT Elite Prima Hutama – Kota Kasablanka, Kuningan City Mall (PT Sejahtera Kelola Berjaya dan PT Sejahtera Kelola Abadi) dan Hotel Mulia Senayan (PT Mulia Intan Lestari).
     
    Selain itu, 10 pemenang lainnya yang termasuk dalam TOP 20 juga mendapat penghargaan atas komitmen mereka dalam optimalisasi penggunaan air perpipaan dan upaya menjaga sumber daya air secara berkelanjutan. Harapannya, seluruh penerima penghargaan ini bisa menjadi contoh bagi pihak lainnya di Jakarta untuk terus sadar dan patuh terhadap pengelolaan air yang berwawasan lingkungan.
     
    Tak hanya pelanggan korporasi, penghargaan juga diberikan kepada komunitas dan instansi yang terlibat dan terus bekolaborasi dalam mendukung program 100% cakupan layanan air perpipaan di Jakarta, serta pelanggan reguler yang telah berkomitmen menggunakan air perpipaan secara berkelanjutan.
     
    Penyelenggaraan Jakarta Water Hero sebelumnya diberikan kepada pelanggan korporasi dan pelanggan reguler. Namun tahun ini, cakupannya diperluas dengan memberikan apresiasi kepada komunitas yang menunjukkan aksi sosial dan publikasi dalam pelestarian sumber air, salah satunya komunitas Pandawara, yang telah berdedikasi menjaga lingkungan dan kebersihan sungai. Langkah ini menunjukkan komitmen PAM JAYA untuk terus melibatkan berbagai pihak dalam menjaga keberlanjutan air berkualitas di Jakarta.
     
    Melalui Jakarta Water Hero 2025, PAM JAYA berharap semangat kolaborasi ini terus tumbuh, mendorong semakin banyak pihak untuk berkontribusi menjaga air berkualitas demi meningkatkan kesejahteraan warga Jakarta.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (MMI)

  • PAM Jaya Dorong Inovasi dan Akses Air Bersih Jakarta

    PAM Jaya Dorong Inovasi dan Akses Air Bersih Jakarta

    Jakarta: Di tengah tantangan pemenuhan kebutuhan air bersih di Jakarta, PAM Jaya berkomitmen merealisasikan visi cakupan layanan 100% pada tahun 2030.

    Perusahaan milik daerah ini terus mengakselerasi transformasi pelayanan air bersih yang merata dan berkeadilan bagi warga Jakarta.

    Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah rencana penambahan satu juta Sambungan Rumah (SR) serta pemasangan 7.000 kilometer jaringan pipa baru. 

    Hingga saat ini, cakupan layanan PAM Jaya telah mencapai 66%, dan perusahaan menargetkan tambahan suplai air hingga 11.000 liter per detik untuk menjangkau seluruh wilayah Jakarta secara penuh dalam lima tahun ke depan.

    “Target 100% adalah komitmen kami untuk memastikan seluruh masyarakat Jakarta mendapatkan akses air bersih yang layak. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga hak dasar warga,” ujar Direktur Utama, Arief Nasrudin, Jumat, 27 Juni 2025. 
     

     

    Tingkatkan pelayanan

    PAM Jaya juga menunjukkan perhatian serius terhadap kualitas pelayanan. Melalui penerapan tarif baru, perusahaan memperkenalkan program Kartu Air Sehat yang dirancang khusus untuk pelanggan rumah tangga sederhana. 

    Tak hanya itu, sistem pengaduan 24 jam melalui LAPOR PAM dan kehadiran petugas layanan di lapangan menjadi bagian dari strategi untuk lebih dekat dengan pelanggan.

    Di sisi teknis, peningkatan fasilitas juga dilakukan, seperti penggantian genset dan pengurasan reservoir di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cilandak untuk menjaga kontinuitas dan mutu pasokan air bersih.

    Kinerja positif ini juga tercermin dari sejumlah penghargaan. Dalam ajang The Best Indonesian Contact Center 2024, PAM Jaya menyabet penghargaan The Best Customer Experience dan The Best Agent Email Public. Tak hanya itu, pada 2022, PAM Jaya dinobatkan sebagai BUMD terbaik dalam keterbukaan informasi publik.

    Melalui pemanfaatan platform digital, PAM Jaya membuka ruang partisipasi masyarakat sekaligus memastikan setiap informasi layanan dapat diakses dengan mudah.

    Tak kalah strategis, PAM Jaya menjalin kemitraan dengan PT Moya Indonesia dalam rangka mewujudkan target cakupan 100 persen. Dalam kerja sama ini, PT Moya berfokus pada produksi air, sementara distribusi dan layanan pelanggan tetap berada di bawah tanggung jawab PAM Jaya.

    Jakarta: Di tengah tantangan pemenuhan kebutuhan air bersih di Jakarta, PAM Jaya berkomitmen merealisasikan visi cakupan layanan 100% pada tahun 2030.
     
    Perusahaan milik daerah ini terus mengakselerasi transformasi pelayanan air bersih yang merata dan berkeadilan bagi warga Jakarta.
     
    Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah rencana penambahan satu juta Sambungan Rumah (SR) serta pemasangan 7.000 kilometer jaringan pipa baru. 

    Hingga saat ini, cakupan layanan PAM Jaya telah mencapai 66%, dan perusahaan menargetkan tambahan suplai air hingga 11.000 liter per detik untuk menjangkau seluruh wilayah Jakarta secara penuh dalam lima tahun ke depan.
     
    “Target 100% adalah komitmen kami untuk memastikan seluruh masyarakat Jakarta mendapatkan akses air bersih yang layak. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga hak dasar warga,” ujar Direktur Utama, Arief Nasrudin, Jumat, 27 Juni 2025. 
     

     

    Tingkatkan pelayanan

    PAM Jaya juga menunjukkan perhatian serius terhadap kualitas pelayanan. Melalui penerapan tarif baru, perusahaan memperkenalkan program Kartu Air Sehat yang dirancang khusus untuk pelanggan rumah tangga sederhana. 
     
    Tak hanya itu, sistem pengaduan 24 jam melalui LAPOR PAM dan kehadiran petugas layanan di lapangan menjadi bagian dari strategi untuk lebih dekat dengan pelanggan.
     
    Di sisi teknis, peningkatan fasilitas juga dilakukan, seperti penggantian genset dan pengurasan reservoir di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cilandak untuk menjaga kontinuitas dan mutu pasokan air bersih.
     
    Kinerja positif ini juga tercermin dari sejumlah penghargaan. Dalam ajang The Best Indonesian Contact Center 2024, PAM Jaya menyabet penghargaan The Best Customer Experience dan The Best Agent Email Public. Tak hanya itu, pada 2022, PAM Jaya dinobatkan sebagai BUMD terbaik dalam keterbukaan informasi publik.
     
    Melalui pemanfaatan platform digital, PAM Jaya membuka ruang partisipasi masyarakat sekaligus memastikan setiap informasi layanan dapat diakses dengan mudah.
     
    Tak kalah strategis, PAM Jaya menjalin kemitraan dengan PT Moya Indonesia dalam rangka mewujudkan target cakupan 100 persen. Dalam kerja sama ini, PT Moya berfokus pada produksi air, sementara distribusi dan layanan pelanggan tetap berada di bawah tanggung jawab PAM Jaya.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (PRI)

  • PAM Jaya gelar khitanan massal di wilayah Jakarta dan raih rekor MURI

    PAM Jaya gelar khitanan massal di wilayah Jakarta dan raih rekor MURI

    Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

    PAM Jaya gelar khitanan massal di wilayah Jakarta dan raih rekor MURI
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Senin, 23 Juni 2025 – 19:05 WIB

    Elshinta.com – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, PAM JAYA melalui Daya Wanita PAM JAYA, kembali menggelar Khitanan Massal Gratis, yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan HU ke-498 Kota Jakarta.

    Tahun ini menjadi tonggak sejarah baru, dengan jumlah peserta mencapai 1.293 anak, tersebar di enam wilayah administrasi DKI Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu. Capaian ini menjadikan PAM JAYA dianugerahi Rekor MURI untuk kategori “Khitan dengan Metode Klem secara Seri dengan Jumlah Peserta Terbanyak.”

    Kegiatan khitanan dilaksanakan di enam titik lokasi di seluruh wilayah DKI Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu.

    1. Jakarta Timur, RPTRA Mustika, Kramat Jati, 16 Juni 2025.

    2. Jakarta Selatan, RPTRA Taman Anggrek, Bintaro, 17 Juni 2025.

    3. Jakarta Utara, RPTRA Tipar Asri, 18 Juni 2025.

    4. Jakarta Barat, RPTRA Cengkareng Timur Berseri, 19 Juni 2025.

    5. Kab. Kepulauan Seribu, RPTRA Tidung Ceria, 20 Juni 2025.

    6 Jakarta Pusat, RPTRA Borobudur, Pegangsaan, 22 Juni 2025.

    Metode yang digunakan adalah Mahdian Klem, yaitu teknik tanpa jahitan, minim pendarahan, dan memungkinkan anak-anak kembali beraktivitas dengan cepat. Selain mendapatkan layanan khitan gratis, setiap peserta juga menerima celana khitan, uang tunai Rp250.000, tumbler, kaos, snack, dan makan siang.

    Ketua Daya Wanita PAM JAYA, Lya Arief, menyampaikan, “Ini merupakan bentuk nyata kepedulian PAM JAYA terhadap masyarakat Jakarta. Kami ingin hadir tidak hanya sebagai penyedia air bersih, tetapi juga sebagai mitra sosial warga Jakarta yang peduli terhadap generasi masa depan.”

    Ketua Umum Badan Kerjasama Organinasi Wanita Provinsi DKI Jakarta, Dewi Indriati Rano Karno, juga memberikan apresiasi dalam kegiatan ini.

    “Khitanan massal ini adalah bukti bagaimana kolaborasi antara BUMD dan masyarakat bisa berdampak besar. Terima kasih kepada PAM JAYA dan seluruh pihak yang memastikan ribuan anak mendapatkan layanan kesehatan yang aman dan berkualitas.”

    Selaras dengan upaya peningkatan taraf hidup warga, PAM JAYA juga terus memperluas cakupan layanan air perpipaan. Salah satu lokasi terbarunya adalah RPTRA Borobudur, Kelurahan Pegangsaan, Jakarta Pusat, yang menjadi lokasi penutup kegiatan khitanan.

    Kini, wilayah tersebut memperoleh pasokan air dari penambahan suplai IPA Pejompongan 1, serta akan ditambah dari sumber air Jatiluhur. Dengan potensi hingga 3.000 sambungan rumah baru, PAM JAYA mendukung pengurangan konsumsi air tanah, yang menurut kajian Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta tahun 2023, telah tercemar dan tidak layak konsumsi.

    Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, menyatakan: “Eksploitasi air tanah bukan hanya berdampak pada kesehatan, tapi juga mengancam struktur lingkungan seperti penurunan muka tanah. Air perpipaan PAM JAYA adalah solusi yang lebih sehat dan lebih hemat. Tarif kami hanya Rp1 per liter, jauh lebih murah dibanding air jeriken yang bisa mencapai Rp400 per liter.”

    Air perpipaan PAM JAYA diproduksi sesuai standar Permenkes tentang kualitas air minum. Meski belum disarankan untuk diminum langsung karena kondisi pipa lama, air ini sangat layak untuk keperluan sehari-hari.

    Sumber : Radio Elshinta

  • PAM JAYA Sukses Gelar Khitanan Massal di Seluruh Jakarta, Masuk Rekor MURI

    PAM JAYA Sukses Gelar Khitanan Massal di Seluruh Jakarta, Masuk Rekor MURI

    Jakarta: Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, PAM JAYA melalui Daya Wanita PAM JAYA kembali menggelar Khitanan Massal Gratis yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-498 Kota Jakarta.

    Tahun ini menjadi tonggak sejarah baru, dengan jumlah peserta mencapai 1.293 anak, tersebar di enam wilayah administrasi DKI Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu. Capaian ini menjadikan PAM JAYA dianugerahi Rekor MURI untuk kategori “Khitan dengan Metode Klem secara Seri dengan Jumlah Peserta Terbanyak.”

    Kegiatan khitanan dilaksanakan di enam titik lokasi di seluruh wilayah DKI Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu:
     

    Metode yang digunakan adalah Mahdian Klem, yaitu teknik tanpa jahitan, minim pendarahan, dan memungkinkan anak-anak kembali beraktivitas dengan cepat. Selain mendapatkan layanan khitan gratis, setiap peserta juga menerima celana khitan, uang tunai Rp250.000, tumbler, kaos, snack, dan makan siang.

    Ketua Daya Wanita PAM JAYA, Lya Arief, menyampaikan, “Ini merupakan bentuk nyata kepedulian PAM JAYA terhadap masyarakat Jakarta. Kami ingin hadir tidak hanya sebagai penyedia air bersih, tetapi juga sebagai mitra sosial warga Jakarta yang peduli terhadap generasi masa depan.”

    Ketua Umum Badan Kerjasama Organinasi Wanita Provinsi DKI Jakarta, Dewi Indriati Rano Karno, juga memberikan apresiasi dalam kegiatan ini. “Khitanan massal ini adalah bukti bagaimana kolaborasi antara BUMD dan masyarakat bisa berdampak besar. Terima kasih kepada PAM JAYA dan seluruh pihak yang memastikan ribuan anak mendapatkan layanan kesehatan yang aman dan berkualitas.”

    Selaras dengan upaya peningkatan taraf hidup warga, PAM JAYA juga terus memperluas cakupan layanan air perpipaan. Salah satu lokasi terbarunya adalah RPTRA Borobudur, Kelurahan Pegangsaan, Jakarta Pusat, yang menjadi lokasi penutup kegiatan khitanan.

    Kini, wilayah tersebut memperoleh pasokan air dari penambahan suplai IPA Pejompongan 1 serta akan ditambah dari sumber air Jatiluhur. Dengan potensi hingga 3.000 sambungan rumah baru, PAM JAYA mendukung pengurangan konsumsi air tanah, yang menurut kajian Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta tahun 2023, telah tercemar dan tidak layak konsumsi.

    Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, menyatakan: “Eksploitasi air tanah bukan hanya berdampak pada kesehatan, tapi juga mengancam struktur lingkungan seperti penurunan muka tanah. Air perpipaan PAM JAYA adalah solusi yang lebih sehat dan lebih hemat. Tarif kami hanya Rp1 per liter, jauh lebih murah dibanding air jeriken yang bisa mencapai Rp400 per liter.”

    Air perpipaan PAM JAYA diproduksi sesuai standar Permenkes tentang kualitas air minum. Meski belum disarankan untuk diminum langsung karena kondisi pipa lama, air ini sangat layak untuk keperluan sehari-hari.

    Jakarta: Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, PAM JAYA melalui Daya Wanita PAM JAYA kembali menggelar Khitanan Massal Gratis yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-498 Kota Jakarta.
     
    Tahun ini menjadi tonggak sejarah baru, dengan jumlah peserta mencapai 1.293 anak, tersebar di enam wilayah administrasi DKI Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu. Capaian ini menjadikan PAM JAYA dianugerahi Rekor MURI untuk kategori “Khitan dengan Metode Klem secara Seri dengan Jumlah Peserta Terbanyak.”
     
    Kegiatan khitanan dilaksanakan di enam titik lokasi di seluruh wilayah DKI Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu:
     

    No
    Kota Administrasi
    Lokasi
    Tanggal

    1
    Jakarta Timur
    RPTRA Mustika, Kramat Jati
    16 Juni 2025

    2
    Jakarta Selatan
    RPTRA Taman Anggrek Bintaro
    17 Juni 2025

    3
    Jakarta Utara
    RPTRA Tipar Asri
    18 Juni 2025

    4
    Jakarta Barat
    RPTRA Cengkareng Timur Berseri
    19 Juni 2025

    5
    Kab. Kepulauan Seribu
    RPTRA Tidung Ceria
    20 Juni 2025

    6
    Jakarta Pusat
    RPTRA Borobudur, Pegangsaan
    22 Juni 2025

    Metode yang digunakan adalah Mahdian Klem, yaitu teknik tanpa jahitan, minim pendarahan, dan memungkinkan anak-anak kembali beraktivitas dengan cepat. Selain mendapatkan layanan khitan gratis, setiap peserta juga menerima celana khitan, uang tunai Rp250.000, tumbler, kaos, snack, dan makan siang.

    Ketua Daya Wanita PAM JAYA, Lya Arief, menyampaikan, “Ini merupakan bentuk nyata kepedulian PAM JAYA terhadap masyarakat Jakarta. Kami ingin hadir tidak hanya sebagai penyedia air bersih, tetapi juga sebagai mitra sosial warga Jakarta yang peduli terhadap generasi masa depan.”
     
    Ketua Umum Badan Kerjasama Organinasi Wanita Provinsi DKI Jakarta, Dewi Indriati Rano Karno, juga memberikan apresiasi dalam kegiatan ini. “Khitanan massal ini adalah bukti bagaimana kolaborasi antara BUMD dan masyarakat bisa berdampak besar. Terima kasih kepada PAM JAYA dan seluruh pihak yang memastikan ribuan anak mendapatkan layanan kesehatan yang aman dan berkualitas.”
     
    Selaras dengan upaya peningkatan taraf hidup warga, PAM JAYA juga terus memperluas cakupan layanan air perpipaan. Salah satu lokasi terbarunya adalah RPTRA Borobudur, Kelurahan Pegangsaan, Jakarta Pusat, yang menjadi lokasi penutup kegiatan khitanan.
     
    Kini, wilayah tersebut memperoleh pasokan air dari penambahan suplai IPA Pejompongan 1 serta akan ditambah dari sumber air Jatiluhur. Dengan potensi hingga 3.000 sambungan rumah baru, PAM JAYA mendukung pengurangan konsumsi air tanah, yang menurut kajian Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta tahun 2023, telah tercemar dan tidak layak konsumsi.
     
    Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, menyatakan: “Eksploitasi air tanah bukan hanya berdampak pada kesehatan, tapi juga mengancam struktur lingkungan seperti penurunan muka tanah. Air perpipaan PAM JAYA adalah solusi yang lebih sehat dan lebih hemat. Tarif kami hanya Rp1 per liter, jauh lebih murah dibanding air jeriken yang bisa mencapai Rp400 per liter.”
     
    Air perpipaan PAM JAYA diproduksi sesuai standar Permenkes tentang kualitas air minum. Meski belum disarankan untuk diminum langsung karena kondisi pipa lama, air ini sangat layak untuk keperluan sehari-hari.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (MMI)

  • Pram buktikan air hasil olahan IPA Mookervart bersih dan bisa diminum

    Pram buktikan air hasil olahan IPA Mookervart bersih dan bisa diminum

    Sebelum minum, jujur saya agak ragu-ragu

    Jakarta (ANTARA) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo membuktikan air hasil olahan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mookervart di Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat bersih dan aman diminum meski berasal dari air limbah.

    “Di sungai Mookervart ada cakupan dari PAM Jaya untuk di Jakarta Barat. Dari air yang tadinya hitam pekat, airnya buih, akhirnya di ujungnya airnya memang benar-benar bisa diminum,” kata Pramono di IPA Mookervart, Jakarta Barat, Jumat.

    Pramono mengaku sempat ragu mencicip air tersebut saat Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin menjelaskan bahwa air yang diminumnya berasal dari olahan air limbah Kali Mookervart.

    Limbah tersebut mencakup limbah industri, limbah makhluk hidup, hingga intrusi air laut.

    “Saya minum satu gelas penuh. Sebelum minum, jujur saya agak ragu-ragu. Karena diperlihatkan terlebih dahulu (prosesnya). Apalagi waktu melihat, maaf-maaf, Pak Dirut bercerita bahwa ini termasuk limbah, termasuk BAB dan sebagainya,” kata Pramono.

    Kendati demikian, dirinya mengaku air tersebut memang benar-benar bersih dan dapat diminum. Air hasil olahan di IPA Mookervart pun tidak berbau sama sekali.

    Dengan adanya pengolahan air seperti di Mookervart ini, Pramono berharap masyarakat Jakarta Barat yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih bisa merasakan manfaatnya.

    “Ini bisa langsung diminum, yang disebut dengan ‘tap water’ (air keran). Maka dengan demikian sebenarnya, masyarakat di sini sudah melakukan, mereka minum langsung dari produk hasil di sini,” ungkap Pramono.

    Dalam kesempatan yang sama, Dirut PAM Jaya Arief Nasrudin menjelaskan bahwa IPA Mookervart menggunakan teknologi reverse osmosis (RO) untuk mengolah air limbah Kali Mookervart.

    “Air dari Kali Mookervart itu tercemar berbagai limbah. Maka, kita bangun danau buatan di sini untuk proses sedimentasi. Setelah itu, air diproses menggunakan teknologi RO hingga siap minum,” ujar Arief.

    Menurut Arief, teknologi serupa juga akan diterapkan di sejumlah wilayah lain, seperti Waduk Aseni, Semanan dan Duri Kosambi.

    Saat ini, PAM Jaya sudah menerapkan teknologi pengolahan air serupa di Penjaringan, Jakarta Utara.

    Lebih lanjut Arief menjelaskan, air hasil olahan IPA Mookervart saat ini sudah didistribusikan ke sejumlah sambungan rumah (SR) di wilayah sekitar, termasuk rumah susun Pesaki dan beberapa apartemen di Jakarta Barat.

    Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

  • PAM Jaya pastikan pelapor pungli terlindungi

    PAM Jaya pastikan pelapor pungli terlindungi

    Jakarta (ANTARA) – Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan memastikan bahwa pelapor pungutan liar (pungli) terkait pemasangan sambungan baru akan terlindungi dan pelakunya dipastikan diberhentikan.

    “Peraturan kami sudah sangat jelas, melanggar sedikit berhenti. Kami tidak ada tawar menawar,” kata Arief di Jakarta, Rabu, saat rapat dengan Komisi C DPRD DKI Jakarta.

    Arief mengatakan bahwa laporan terkait adanya pungli petugas PAM yang disampaikan masyarakat kepada para anggota dewan perlu diperjelas.

    Mengingat kata dia, siapa pun yang melanggar aturan akan dikenakan sanksi dengan langsung diberhentikan ketika memang terbukti melanggar.

    Untuk itu, Arief meminta agar masyarakat yang merasa menjadi korban pungli segera melaporkan ke 1500 223 atau media sosial PAM Jaya dengan disertai bukti.

    Pelapor lanjut Arif, akan dirahasiakan serta mendapatkan perlindungan karena hal ini untuk memastikan semua program untuk masyarakat kecil memang benar-benar gratis.

    “Kalau memang ada oknum, masyarakat laporkan ke kami, karena mudah sekali laporannya sekarang, apalagi ada media sosial yang mudah sekali untuk mengekspos,” ujarnya.

    Arif menambahkan bahwa program penyambungan saluran baru air bersih PAM Jaya saat ini gratis terutama untuk kelompok 2A1 atau rumah tangga sangat sederhana dan 2A2 rumah tangga sederhana.

    “Karena yang kami berikan itu memang bener-bener total gratis untuk kelompok tertentu,” katanya.

    Sebelumnya, Sekretaris Komisi C DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin meminta adanya penindakan secara tegas terhadap praktik pungli (pungutan liar) pada kegiatan instalasi atau pemasangan baru pipa PAM Jaya karena sudah membuat masyarakat resah.

    “Tadi juga sudah disampaikan oleh sejumlah anggota dewan terkait masih adanya oknum dari PAM Jaya yang melakukan kutipan tidak resmi,” kata Suhud.

    Suhud mengatakan keresahan adanya pungli bukan di satu daerah saja, akan tetapi beberapa anggota DPRD DKI juga menemukan adanya laporan terkait penarikan biaya tidak resmi.

    Untuk itu, Komisi C DPRD meminta agar oknum yang melakukan pungli ditindak supaya kepercayaan masyarakat terhadap PAM Jaya semakin meningkat.

    Pewarta: Khaerul Izan
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

  • Legislator minta tindak tegas pungli instalasi baru pipa air PAM Jaya

    Legislator minta tindak tegas pungli instalasi baru pipa air PAM Jaya

    PAM Jaya memastikan siapa saja yang terlibat dan terbukti melakukan praktik pungli di lingkungan perusahaan bakal dipecat dengan tidak hormat

    Jakarta (ANTARA) – Sekretaris Komisi C DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin meminta adanya penindakan secara tegas terhadap praktik pungli (pungutan liar) pada kegiatan instalasi atau pemasangan baru pipa PAM Jaya yang sudah membikin resah masyarakat.

    “Tadi juga sudah disampaikan oleh sejumlah anggota dewan terkait masih adanya oknum dari PAM Jaya yang melakukan kutipan tidak resmi,” kata Sekretaris Komisi C DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin di Jakarta, Rabu.

    Suhud mengatakan keresahan adanya pungli bukan di satu daerah saja, akan tetapi beberapa anggota DPRD DKI juga menemukan adanya laporan terkait penarikan biaya tidak resmi.

    Untuk itu, Komisi C DPRD meminta agar oknum yang melakukan pungli ditindak supaya kepercayaan masyarakat terhadap PAM Jaya semakin meningkat.

    “Ini harus menjadi perhatian agar kepercayaan masyarakat semakin meningkat,” ujarnya.

    Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Lukmanul Hakim menyampaikan ada sejumlah aduan yang masuk kepadanya terkait pungli tersebut.

    Menurut dia, petugas di lapangan meminta kepada warga yang menyambung air bersih gratis dengan tarif sesuai meter sambungan.

    “Mereka beralasan bahwa ketika sambungan lebih dari 150 meter dari sumber air, maka dikenakan biaya,” kata dia.

    Menanggapi hal itu, Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin memastikan bahwa tidak ada biaya untuk program penyambungan pipa baru terutama bagi golongan yang masuk pada kategori kelompok K1 (sosial) kelompok K2 (rumah tangga).

    “Kalau K1 dan K2 dipastikan gratis tidak ada biaya lainnya,” katanya.

    Arief menambahkan PAM Jaya memastikan siapa saja yang terlibat dan terbukti melakukan praktik pungli di lingkungan perusahaan bakal dipecat dengan tidak hormat.

    Pewarta: Khaerul Izan
    Editor: Ganet Dirgantara
    Copyright © ANTARA 2025

  • Kerja sama penagihan air ke unit hunian apartemen bentuk keberpihakan

    Kerja sama penagihan air ke unit hunian apartemen bentuk keberpihakan

    Jakarta (ANTARA) – Direktur Utama Perumda PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, perjanjian kerja sama program penagihan langsung ke unit hunian pemilik apartemen merupakan bentuk keberpihakan kepada warga dalam mendapatkan tarif yang berkeadilan.

    “Tarif tetap sesuai dengan kelompok pemakaian,” kata Arif di Jakarta, Selasa, setelah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan sejumlah pengelola apartemen terkait sistem penagihan air langsung kepada penghuni unit hunian.

    Menurut dia, kerja sama ini memungkinkan perusahaan untuk melakukan penagihan langsung ke unit apartemen tanpa perantara pengelola.

    Arif mengatakan bahwa skema baru ini tetap mengacu pada ketentuan tarif yang berlaku sesuai Peraturan Gubernur Tahun 2024 tentang Tarif Air Minum.

    Pada peraturan tersebut, kata Arif, penghuni apartemen masuk kelompok K-III dengan artian jika pemakaian di atas 20 meter kubik (m3) akan dikenakan tarif progresif Rp21.500 per m3. Akan tetapi ketika penggunaan air tidak lebih dari 10 m3, maka tarifnya Rp12.500 per m3.

    Sebelum ada PKS ini, sistem penagihan dilakukan secara kolektif melalui pengelola apartemen dengan menggunakan master meter.

    Hal ini kerap menimbulkan keluhan dari warga karena tarif yang dikenakan dianggap tidak mencerminkan pemakaian riil masing-masing unit.

    “Bagi penghuni apartemen, rata-rata pemakaian air berada di bawah 10 meter kubik. Maka tarifnya tidak berubah, tetap mengacu pada tarif dasar rumah tangga (setelah adanya PKS),” kata dia.

    Arief menambahkan, kebijakan ini juga mendukung prinsip keadilan sosial dengan tetap menjaga keberlanjutan operasional PAM Jaya, termasuk dalam rencana ekspansi penyediaan layanan air bersih untuk 1 juta pelanggan tambahan.

    Ia menegaskan bahwa skema ini tidak akan mengganggu distribusi air kepada masyarakat umum.

    Kerja sama ini akan diterapkan secara bertahap di sekitar 200 apartemen di Jakarta yang saat ini terdaftar dalam layanan PAM Jaya.

    Sementara itu, untuk bangunan komersial seperti perkantoran, skema ini tidak berlaku karena termasuk dalam kategori non-hunian.

    Dengan sistem ini, diharapkan transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan tagihan air di apartemen dapat meningkat, sekaligus mendorong kesadaran pemakaian air secara bijak di kalangan warga ibu kota.

    Pewarta: Khaerul Izan
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

  • PAM Jaya targetkan 130 ribu sambungan baru di 2025

    PAM Jaya targetkan 130 ribu sambungan baru di 2025

    target ini harus tercapai agar pada tahun 2027 sambungan layanan pipa air bersih bisa 90 persen seperti permintaan Gubernur DKI Jakarta

    Jakarta (ANTARA) – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) PAM Jaya menargetkan 130 ribu sambungan baru layanan air bersih di tahun 2025 atau hampir tiga kali lipat dari capaian tahun lalu.

    “Sampai hari ini target kami di angka 130.000 sambungan yang dicapai di 2025. Kami mencapai di angka 47.000 sambungan untuk 2024,” ujar Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis.

    Dia mengatakan target ini harus tercapai agar pada tahun 2027 sambungan layanan pipa air bersih bisa 90 persen seperti permintaan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

    Adapun cakupan layanan air perpipaan di Jakarta per akhir tahun 2024 sebesar 70,29 persen atau naik tiga persen dibandingkan dengan tahun 2023. Dengan 70,29 persen, cakupan layanan air perpipaan atau pelanggan PAM Jaya sudah mencapai 958.000 orang.

    “Kami sedang melakukan rapidly process construction (konstruksi secara cepat). Ini yang menjadi salah satu hal yang tantangan kami di PAM untuk segera menyelesaikan di tahun ini sehingga kemudian target 2027 bahkan Pak Gubernur meminta 2029 itu selesai 100 persen,” jelas Arief.

    Cakupan layanan air perpipaan 100 persen di Jakarta sebenarnya ditargetkan tercapai tahun 2030. Namun Gubernur Jakarta meminta dipercepat satu tahun lebih awal.

    Untuk menyelesaikan target, Arief mengatakan PAM Jaya melakukan sosialisasi pada masyarakat di area-area target. Namun dia tak merinci wilayah mana saja yang dimaksud.

    “Kami akan kerja sama dengan wilayah sampai tingkat RW sekarang untuk mengumpulkan datanya,” ujar Arief.

    Di sisi lain, PAM Jaya membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pesanggrahan dan Ciliwung. Untuk IPA Pesanggrahan, yang rencananya akan mulai beroperasi tahun 2026 dengan target penambahan pelanggan sebanyak 45 ribu.

    Sementara untuk IPA Ciliwung, progresnya baru 2,25 persen setelah mulai groundbreaking pada November 2023 lalu. Setelah proyek rampung, ditargetkan PAM Jaya akan memiliki 15 ribu tambahan pelanggan baru.

    Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
    Editor: Ganet Dirgantara
    Copyright © ANTARA 2025