Antisipasi Macet Akibat Galian, PAM Jaya Siapkan Skema Baru saat Pemasangan Pipa
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
PAM Jaya menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi potensi kemacetan selama proyek pemasangan pipa air bersih sepanjang 1.000 kilometer di wilayah Jakarta.
Proyek besar yang dikerjakan bertahap ini diperkirakan akan berdampak pada mobilitas warga, sehingga perusahaan menekankan pentingnya pengaturan teknis penggalian di lapangan.
“Jadi pit per pit-nya kita tidak bongkar kalau memang belum dirasakan dimulai. Kalau dulu kan kita setiap satu area, kita langsung pit-nya dibuka,” ungkap Direktur Utama
PAM Jaya
, Arief Nasrudin di Balai Kota Jakarta, Minggu (7/12/2025).
Ia menegaskan bahwa pola kerja lama yang membuka banyak titik sekaligus tidak lagi digunakan, karena berpotensi menambah kepadatan lalu lintas.
“Kita sekarang enggak, kalau pit-nya satu belum selesai, kita kemudian menunda sampai kemudian itu selesai pit pertama, baru pit kedua kita buka,” jelasnya.
Melalui sistem ini, Arief berharap ruang jalan yang digunakan penggalian tetap terbatas dan dapat menjaga kelancaran arus lalu lintas.
Arief menuturkan, pemasangan pipa air bersih sepanjang 1.000 kilometer itu akan dimulai pada awal 2026 dan mencakup wilayah Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Jakarta Selatan, serta sebagian area di Jakarta Barat.
Proyek ini disebut sebagai salah satu pekerjaan strategis jangka panjang untuk memperluas layanan air bersih di ibu kota.
“Baru akan mulai nih Januari (2026), termasuk Kamal Muara ya, yang kita targetkan di awal Januari, yang kemarin sempat jadi isu yang krisis air dan lain sebagainya,” ucap Arie.
Ia menyebut wilayah tersebut sebagai salah satu titik prioritas mengingat kebutuhan pasokan air bersih yang meningkat.
Meski pengerjaan penuh baru dimulai tahun depan, Arief mengungkapkan bahwa sejumlah titik sebenarnya sudah mulai digarap melalui tahap awal penggalian.
Beberapa lokasi telah masuk dalam proses untuk menyiapkan jalur utama pipa sebelum konstruksi skala besar berjalan.
“Sudah dimulai (penggalian) di Selatan, Antasari, Deplu, Pondok Pinang. Jadi sudah masif banget ya. Makanya jalur utamanya selesai, kita sekarang lagi menyambung ke jalur artikulasinya, distribusi ke perumahan,” jelasnya.
Tahap penyambungan ke jalur distribusi perumahan, kata Arief, menjadi bagian penting untuk memastikan aliran air dapat merata hingga ke permukiman.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Arief Nasrudin
-
/data/photo/2025/06/23/6858d633a8a48.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Antisipasi Macet Akibat Galian, PAM Jaya Siapkan Skema Baru saat Pemasangan Pipa Megapolitan 7 Desember 2025
-
/data/photo/2025/12/07/693522fdf1260.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
PAM Jaya Siap Pasang 1.000 Km Pipa Air Bersih di Jakarta Mulai Januari 2026 Megapolitan 7 Desember 2025
PAM Jaya Siap Pasang 1.000 Km Pipa Air Bersih di Jakarta Mulai Januari 2026
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
–
PAM Jaya
akan memasang
pipa air bersih
sepanjang 1.000 kilometer di Jakarta mulai Januari 2026. Proyek ini ditujukan untuk meningkatkan distribusi air bersih, termasuk di wilayah Kamal Muara yang sebelumnya sempat mengalami krisis air.
“Baru akan mulai nih Januari (2026), termasuk Kamal Muara ya, yang kami targetkan di awal Januari, yang kemarin sempat jadi isu yang krisis air dan lain sebagainya,” ucap Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, di Balai Kota Jakarta, Minggu (7/12/2025).
Selain Kamal Muara, pemasangan pipa juga ditargetkan berlangsung di wilayah Jakarta Timur, Utara, Pusat, dan Selatan sepanjang 2026.
“Sudah dimulai (penggalian) di Selatan, Antasari, Deplu, Pondok Pinang. Jadi sudah masif banget ya. Makanya jalur utamanya selesai, kita sekarang lagi menyambung ke jalur artikulasinya, distribusi ke perumahan,” jelas Arief.
Untuk meminimalkan gangguan lalu lintas selama proses pemasangan pipa, PAM Jaya menyiapkan strategi kerja bertahap.
“Jadi pit per pit-nya kami tidak bongkar kalau memang belum dirasakan dimulai. Kalau dulu kan kami setiap satu area, kami langsung pit-nya dibuka,” ungkap Arief.
“Kami sekarang enggak, kalau pit-nya satu belum selesai, kami kemudian menunda sampai kemudian itu selesai pit pertama, baru pit kedua kita buka,” tambahnya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

Air Sering Mati, PAM Jaya Butuh Rp14 Triliun untuk Peremajaan Pipa Warisan dari Belanda
JAKARTA – Direktur Utama Perumda PAM Jaya, Arief Nasrudin menjelaskan penyebab air sering tidak mengalir karena faktor pipa yang sebagian berusia lebih dari 100 tahun satu abad.
“Kenapa kebocoran air di Jakarta itu tinggi sekali? Karena pipanya sudah berusia 103 tahun sebagian besar,” kata Arief Nasrudin dilansir ANTARA, Minggu, 9 November.
Arief menuturkan, pipa yang berusia 103 tahun itu berada di kawasan Pasar Rebo.
Pipa tersebut merupakan warisan Belanda yang dibangun tahun 1922.
“Itu 20 juta liter tampungan. Di Buaran juga gitu,” kata Arief.
Arief mengatakan, reservoir tersebut sebelumnya sempat pasif saat tidak dikelola oleh pihak PAM Jaya.
Namun kini, lanjutnya, reservoir tersebut sudah berfungsi dengan baik hingga saat ini setelah dikelola oleh PAM Jaya.
Karena itu, PAM Jaya ingin melakukan rapat terbatas (ratas) bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo.
Menurut Arief, PAM Jaya membutuhkan pendanaan hingga Rp14 triliun untuk memperbarui pipa tersebut dan agar airnya dapat langsung diminum.
“Ini mimpinya PAM Jaya yang pastinya mimpinya masyarakat Jakarta yang diinginkan oleh Gubernur kita, bahwasanya kalau airnya sudah kualitasnya baik, Insyaallah harusnya tidak ada stunting lagi, tidak ada penyakit yang karena air,” katanya.
-
/data/photo/2025/02/24/67bc533849c91.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
9 Siap-siap, Air Mati di 53 Kelurahan Jakarta pada 31 Oktober-1 November Megapolitan
Siap-siap, Air Mati di 53 Kelurahan Jakarta pada 31 Oktober-1 November
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Warga di 53 kelurahan di Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan sebagian Jakarta Pusat diperkirakan akan mengalami penghentian aliran air bersih sementara mulai Jumat (31/10/2025) pukul 22.00 WIB hingga Sabtu (1/11/2025) pukul 02.00 WIB.
Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, menjelaskan, penghentian ini terkait pekerjaan kelistrikan yang dilakukan PLN dan berdampak langsung pada operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pulogadung, Jakarta Timur.
“Akan ada gangguan layanan suplai nanti di tanggal yang akan kita putuskan nanti di hari Jumat, tepatnya nanti pukul 22.00, PAM Jaya akan sementara men-
shutdown
atau apa bahasanya dalam bahasa Indonesia, mematikan produksinya air sebanyak 4.500 LPS itu,” ujar Arief dalam konferensi pers di Kantor PAM Jaya, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Rabu (29/10/2025).
Penghentian distribusi dilakukan bertahap sehingga dampaknya mulai terasa sejak pukul 19.00 WIB pada Jumat malam.
Setelah pekerjaan PLN selesai, IPA Pulogadung akan kembali beroperasi secara bertahap mulai pukul 03.00 WIB.
PAM Jaya memperkirakan aliran air akan kembali normal sepenuhnya dalam 48 jam.
“Kalau air sudah dimatikan gitu, untuk mengisi lagi itu perlu waktu karena itu panjang pipanya lumayan, lumayan panjang, sehingga
recovery
terakhir itu bisa mungkin kurang lebih di 48 jam,” jelas Arief.
Langkah penghentian sementara juga dimanfaatkan PAM Jaya untuk mengganti beberapa elemen IPA Pulogadung yang telah berusia lebih dari 25 tahun agar pelayanan air ke depan lebih andal dan efisien.
Direktur Operasional PAM Jaya, Syahrul Hasan, mengatakan, pihaknya menyiapkan 62 unit mobil tangki air untuk membantu suplai bagi pelanggan terdampak.
Selain itu, kantor layanan pelanggan di wilayah Senen, Klender, Pulogadung, Gudang Air, Kelapa Gading, Dewaruci, Yos Sudarso, dan Sunter tetap buka sepanjang akhir pekan.
“Kami tetap buka Sabtu dan Minggu agar pelanggan bisa menyampaikan keluhan langsung,” ujar Syahrul.
Pelanggan juga dapat menghubungi call center PAM Jaya di 1500223 atau menggunakan aplikasi CRM Pemprov DKI Jakarta untuk informasi dan permintaan air tangki.
“PLN sudah menyampaikan surat sejak 10 Oktober 2025 untuk melakukan peningkatan keandalan listrik. Ini langkah preventif agar tidak terjadi korsleting yang bisa berdampak luas, bukan hanya ke PAM Jaya tapi juga gardu-gardu PLN di sekitar Pulogadung,” kata Syahrul.
Direktur Teknik PAM Jaya, Akhmad Santika, menambahkan, PAM Jaya menggunakan daya listrik sebesar 5.300 KVA atau setara tegangan menengah ke atas di atas 20.000 watt.
“Ini sesuatu yang normal di dalam operasional itu namanya perawatan pasti ada dan harus dilaksanakan sebagai salah satu preventif kehandalan peralatan, itu dari PLN,” ujar Santika.
Sebagai antisipasi, PAM Jaya mengimbau semua pelanggan terdampak untuk menampung air secukupnya sebelum penghentian suplai dimulai.
Berikut daftar 53 kelurahan yang akan mengalami gangguan suplai air, ditulis ke bawah agar lebih mudah dibaca:
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

PAM Jaya latih 100 disabilitas pada program “difabel empowering”
Jakarta (ANTARA) – Perumda PAM Jaya membuka pelatihan bagi 100 peserta disabilitas untuk mengikuti pelatihan keterampilan modern seperti “Voice Over”, “Digital Marketing”, “AI Graphics”, “AI Multimedia”, dan “Video Editing” yang dilaksanakan secara bertahap dalam program “difabel empowering”.
“Program Difabel Empowering ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan ruang pemberdayaan yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat,” kata Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, program tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan ruang pemberdayaan yang inklusif, dengan kegiatan pelatihan “Voice Over” (suara latar) bagi penyandang disabilitas, yang berlangsung di Avigra Learning Center, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (21/10).
Melalui program ini, PAM Jaya membuka kesempatan bagi 100 peserta disabilitas untuk mengikuti berbagai pelatihan keterampilan modern seperti “Voice Over”, “Digital Marketing”, “AI Graphics”, “AI Multimedia”, dan “Video Editing” yang akan dilaksanakan secara bertahap dalam beberapa batch (kelompok).
Dalam sesi pelatihan suara latar yang menjadi tahap awal program, para peserta tidak hanya belajar teknik pengolahan vokal dan intonasi, tetapi juga keterampilan komunikasi profesional yang dibutuhkan di dunia kerja, khususnya di bidang layanan pelanggan.
Peserta dengan hasil terbaik, lanjut Arief, nantinya berpeluang direkrut sebagai tenaga Customer Service PAM Jaya, membuka jalan bagi kesempatan kerja yang lebih luas dan berkelanjutan.
“Kami ingin membuka kesempatan seluas-luasnya bagi penyandang disabilitas untuk berkembang dan berkontribusi, termasuk melalui pelatihan di bidang teknologi dan layanan publik,” ujarnya.
Untuk mendukung kenyamanan dan efektivitas pelatihan, seluruh peserta mendapatkan fasilitas penginapan dan akomodasi penuh selama kegiatan berlangsung.
Selain itu, setiap peserta akan menerima sertifikasi resmi dari Cyber Media Net dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sesuai bidang keterampilan yang diikuti. Sertifikasi ini diharapkan menjadi bekal penting bagi peserta dalam menapaki karier profesional di masa depan.
Melalui program “Difabel Empowering”, PAM Jaya tidak hanya berfokus pada penyediaan air minum perpipaan, tetapi juga berperan aktif dalam membangun ekosistem sosial yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan bagi warga Jakarta.
“Kami berharap inisiatif ini dapat menjadi inspirasi bagi dunia kerja di Jakarta dan Indonesia, bahwa inklusi bukan sekadar wacana, melainkan tindakan nyata yang mengubah hidup banyak orang,” kata Arief.
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2025Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
-
/data/photo/2025/10/04/68e0866d46574.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Rano Karno Sebut Idealnya Septic Tank Disedot 3 Tahun Sekali Megapolitan 4 Oktober 2025
Rano Karno Sebut Idealnya Septic Tank Disedot 3 Tahun Sekali
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengingatkan masyarakat untuk rutin merawat
septic tank
di rumah masing-masing.
Ia menekankan
septic tank
sebaiknya disedot minimal sekali dalam tiga tahun agar tidak menimbulkan bahaya.
“Saya kemarin ke Paljaya, ternyata
‘Mak, aye ingetin minimal septic tank kita, tempat tinja kita, tiga tahun sekali harus disedot’
. Kalau enggak disedot bisa meledak,” ucap Rano di hadapan warga dalam acara tebus murah sembako PAM Jaya di Kampung Muka, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (4/10/2025).
Rano mengatakan, meski dilakukan penyedotan,
septic tank
tidak boleh dikosongkan sepenuhnya.
“Ternyata kalaupun sedot
septic tank
gak boleh sampai kering. Harus disisakan karena di situ ada bakteri,” lanjut dia.
Menurut Rano, baru sekitar 70 persen limbah di Jakarta yang bisa diolah dengan baik. Oleh karena itu, ia mendorong warga untuk lebih sadar menjaga kebersihan
septic tank
.
“Bisa panggil swasta, panggil Paljaya untuk sedot
septic tank
. Enggak mahal. Murah, daripada meledak,” ujar dia.
Selain membagikan 2.000 paket sembako, acara tersebut juga dimanfaatkan untuk sosialisasi air bersih oleh PAM Jaya.
Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, pihaknya terus berupaya memperluas layanan air perpipaan di Jakarta.
Hingga saat ini, pipa sudah tersambung di 130.000 rumah.
“Cakupannya sudah 75 persen sekarang, jadi sudah terus meningkat. Dan ini sosialisasi yang nggak putus, jadi setiap minggu ada sosialisasi, dan tempatnya pindah-pindah,” kata Arief.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

Rano berharap renovasi gedung PMI DKI tak ganggu layanan
Jakarta (ANTARA) – Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno berharap renovasi total gedung Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, tak mengganggu layanan terkait transfusi darah.
“Layanan PMI, khususnya terkait darah ini sangat berkaitan dengan masyarakat. Karena itu penuntasan renovasi gedung ini harus dipastikan jangan sampai memicu layanan terganggu,” katanya di Jakarta, Selasa.
Perkembangan pembangunan tersebut telah mencapai sekitar 90 persen dan penyelesaian renovasi ditargetkan rampung pada Desember 2025.
Rano saat menyambangi gedung PMI DKI menemukan laporan persoalan pasokan air bersih.
Karena itu, dia menghubungi Direktur PAM Jaya untuk berkoodinasi dengan pihak pengembang agar bisa meningkatkan pasokan debit air ke Gedung PMI DKI Jakarta.
Sebagai jawaban, Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin siap menindaklanjuti secara teknis untuk mencari solusi.
Ketua PMI DKI Jakarta, Beky Mardani menjelaskan renovasi total gedung dilaksanakan sejak tahun 2023.
Selama masa pembangunan, PMI DKI Jakarta memindahkan operasional dan layanan di Gedung Muhammadiyah DKI Jakarta yang berlokasi di sebelah Gedung PMI DKI Jakarta.
“Kami bersyukur Pak Wagub segera menindaklanjuti dan mencairkan solusi. Sehingga mudah-mudahan prosesnya bisa rampung sesuai tenggat di Desember nanti,” katanya.
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2025Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
/data/photo/2023/12/15/657bfb2a47fe0.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)

