Tag: Anindya Novyan Bakrie

  • Kapal Penumpang Legendaris Dikawal Kapal Pertamina, Ada Apa? – Page 3

    Kapal Penumpang Legendaris Dikawal Kapal Pertamina, Ada Apa? – Page 3

    Sebelumnya, pemerintah terus mencari jalan keluar dalam mengarungi gejolak perekonomian dunia dengan meningkatkan intensitas perdagangan global. Seiring dengan rencana tersebut, industri maritim logistik Indonesia diyakini akan terus tumbuh dan menjelma menjadi salah satu maritime hub penting di kawasan Asia.

    Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Anindya Bakrie menyebut pemerintah saat ini terus menggenjot intensitas perdagangan berbagai sektor dengan sejumlah negara mitra strategis seperti China, Amerika Serikat, Uni Eropa, negara anggota BRICS, dan lainnya. Dengan kondisi demikian, Anindya meyakini industri pelayaran akan semakin cerah hingga beberapa tahun ke depan.

    “Dan saya kebutuhan itu semua akan membutuhkan ketersediaan jumlah kapal yang banyak,” ujar Anindya dikutip Rabu (11/6/2025).

    Acara yang diikuti oleh para pemimpin kunci industri logistik ini membahas tantangan dan peluang industri maritim di tengah gejolak ekonomi dunia. Seperti diketahui, konflik geopolitik, kebijakan tarif, hingga krisis iklim merupakan variabel penting yang mempengaruhi rantai suplai perdagangan dunia.

    Selaras dengan upaya pemerintah dalam mendorong perekonomian nasional, PT Pertamina International Shipping (PIS) selaku Sub Holding Integrated Marine Logistics (SH IML) dari PT Pertamina (Persero) menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi ketidakpastian global guna menjaga performa kinerja perusahaan.

     

  • Presiden lepas keberangkatan anggota KADIN retreat di Magelang

    Presiden lepas keberangkatan anggota KADIN retreat di Magelang

    Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan anggota Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat Jumat 8/8/ (Foto : Cahyo – Biro Pers Sekretariat Presiden) 

    Presiden lepas keberangkatan anggota KADIN retreat di Magelang
    Dalam Negeri   
    Editor: Nandang Karyadi   
    Sabtu, 09 Agustus 2025 – 08:15 WIB

    Elshinta.com – Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan sekaligus melepas keberangkatan anggota Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia menuju kegiatan retreat di Magelang, Jawa Tengah, pada 8 hingga 10 Agustus 2025. Pertemuan yang berlangsung di kediaman Presiden di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat,(8/8/2025). 

    Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya menjelaskan para peserta dipimpin langsung oleh Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Bakrie. “Atas undangan Ketua Umum KADIN, Presiden Prabowo memberikan arahan sekaligus melepas keberangkatan peserta retreat tersebut,” ujar Seskab Teddy.

    Acara dihadiri oleh sekitar 230 anggota KADIN yang terdiri dari pengurus pusat dan ketua pengurus provinsi dari seluruh Indonesia. Tujuan pelaksanaan retreat pengurus KADIN salah satunya membentuk kedisiplinan. 

    “Retreat tersebut diselenggarakan untuk membentuk disiplin, nasionalisme, ketekunan, pengetahuan serta wawasan kebangsaan kepada para peserta yang merupakan pimpinan dan pemegang usaha industri swasta yang bergerak di berbagai bidang,” tambah Seskab.

    Ditambahkan pula bahwa kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum penguatan komitmen antara pemerintah dan pelaku usaha untuk bersinergi dalam pembangunan ekonomi nasional, khususnya di tengah tantangan global.

    Turut hadir dalam acara tersebut adalah Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. 

    Penulis : Sri Lestari

    Sumber : Radio Elshinta

  • Video: Prabowo Beri Arahan & Lepas Retreat Anggota Kadin

    Video: Prabowo Beri Arahan & Lepas Retreat Anggota Kadin

    Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan sekaligus melepas keberangkatan para anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menuju Magelang untuk reatret. Sekitar 230 anggota Kadin dari seluruh Indonesia yang dipimpin Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie hadir dalam pertemuan di Hambalang, Kabupaten Bogor pada Jumat (08/08/2025).

    Selengkapnya saksikan di CNBC Indonesia.

  • Retret Kadin Indonesia, Prabowo Wanti-Wanti Pengusaha Tak Ambil Untung Sendiri – Page 3

    Retret Kadin Indonesia, Prabowo Wanti-Wanti Pengusaha Tak Ambil Untung Sendiri – Page 3

    Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengaku tergugah dengan arahan Presiden selama sekitar 2 jam itu.

    “Pesan Bapak Presiden tadi sangat menggugah,” ujar Anin.

    Dia menegaskan, Kadin mendukung konsep Indonesia Inc dan sebagai mitra pemerintah, Kadin mendukung program pemerintah untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen dan mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

    Arahan Khusus dari Presiden

    Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan sekaligus melepas keberangkatan anggota Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia menuju kegiatan retret di Magelang, Jawa Tengah, pada tanggal 8-10 Agustus 2025.

    Pertemuan yang berlangsung di kediaman Presiden di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (8/8/2025) itu dihadiri sekitar 230 anggota KADIN, yang terdiri dari pengurus pusat dan ketua pengurus provinsi dari seluruh Indonesia.

    Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan, para peserta hadir dipimpin langsung oleh Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Bakrie. “Atas undangan Ketua Umum KADIN, Presiden Prabowo memberikan arahan sekaligus melepas keberangkatan peserta retret tersebut,” tutur Teddy dalam keterangan tertulisnya.

     

  • Momen Prabowo Beri Arahan dan Lepas Retreat Anggota Kadin

    Momen Prabowo Beri Arahan dan Lepas Retreat Anggota Kadin

    Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan kepada anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Presiden Prabowo juga melepas anggota Kadin untuk retret di Magelang.

    Para menteri yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Mensesneg Prasetyo Hadi, dan Seskab Teddy Indra Wijaya. Hadir juga Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie.

  • Presiden Prabowo dan tokoh penting Kadin bertemu dua jam di Hambalang

    Presiden Prabowo dan tokoh penting Kadin bertemu dua jam di Hambalang

    Tangkapan layar – Presiden Prabowo Subianto dan jajaran pengurus Kadin sei-Indonesia berfoto di kediaman di kawasan Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/8/2025). ANTARA/HO-Kadin

    Presiden Prabowo dan tokoh penting Kadin bertemu dua jam di Hambalang
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Jumat, 08 Agustus 2025 – 22:09 WIB

    Elshinta.com – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan selama dua jam dengan sejumlah tokoh penting Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) beserta perwakilan anggotanya dari 38 provinsi di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/8).

    Dalam pertemuan tertutup di kediaman Presiden Prabowo, tepatnya di Pendopo Garuda Yaksa, itu, hadir Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie beserta sederet ketua umum terdahulu, seperti Arsjad Rasjid, Suryo Bambang Sulisto, hingga Adi Putra Tahir.

    “Alhamdulillah, baru selesai dengan Pak Prabowo. Tadi beliau baik sekali, dari jam 16.00 sampai 18.00 WIB diberikan waktu kepada Kadin,” kata Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie melalui akun media sosialnya sesuai bertemu Presiden Prabowo di Hambalang.

    Ia mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas pertemuan Presiden Prabowo dengan perwakilan Kadin dari 38 provinsi, berikut 25 perwakilan asosiasi.

    Menariknya, kata Anindya, kehadiran para tokoh penting dunia usaha yang pernah menjabat sebagai ketua umum Kadin menunjukkan kekompakan dalam mendukung arah strategis Kadin ke depan.

    “Artinya, Kadin ini komplit dan kompak. Bahkan pengusaha-pengusaha besar juga hadir, menyatakan bahwa Kadin itu solid, kompak, dan juga bermitra strategis dengan pemerintah,” katanya.

    Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai, namun produktif itu, juga diselingi dengan jamuan makan dari tuan rumah.

    “Terima kasih Bapak Prabowo, kita dikasih makan enak. Ada yang dapat soto, ada yang dapat bakso, juga makanan prasmanan,” katanya.

    Usai pertemuan, rombongan Kadin langsung bertolak ke Magelang, Jawa Tengah, menggunakan pesawat Hercules untuk mengikuti agenda retret yang bergulir hingga 10 Agustus 2025.

    “Insyaallah selamat sampai tujuan,” kata Anindya.

    Kadin dalam keterangan resminya menyatakan bahwa Retret Kadin Indonesia 2025 menjadi ajang mempersatukan para pelaku usaha nasional untuk memperkuat semangat gotong royong dan menyatukan visi membangun ekonomi bangsa.

    Mengusung semangat “Indonesia Incorporated”, Kadin menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.

    Dari Magelang, organisasi para pelaku usaha ini menyampaikan pesan kuat bahwa dunia usaha bersatu, bergerak, dan siap mengambil peran aktif mewujudkan Indonesia Emas 2045.

    Sumber : Antara

  • Prabowo beri arahan dan lepas keberangkatan retret anggota KADIN

    Prabowo beri arahan dan lepas keberangkatan retret anggota KADIN

    Presiden Prabowo Subianto saat melangsungkan pertemuan dengan para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia di kediamannya, kawasan Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/8/2025). (ANTARA/HO-Sekretariat Presiden)

    Prabowo beri arahan dan lepas keberangkatan retret anggota KADIN
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Jumat, 08 Agustus 2025 – 22:59 WIB

    Elshinta.com – Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan sekaligus melepas keberangkatan anggota Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia menuju kegiatan retret di Magelang, Jawa Tengah, pada 8 hingga 10 Agustus 2025.

    Sekretariat Presiden di Jakarta, Jumat (8/8) malam, menginformasikan bahwa pertemuan yang berlangsung di kediaman Presiden di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini dihadiri sekitar 230 anggota KADIN yang terdiri atas pengurus pusat dan ketua pengurus provinsi dari seluruh Indonesia.

    “Atas undangan Ketua Umum KADIN, Presiden Prabowo memberikan arahan sekaligus melepas keberangkatan peserta retret tersebut,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

    Ia mengatakan bahwa para peserta dalam kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Bakrie.

    Dalam keterangannya, Seskab Teddy juga menjelaskan tujuan pelaksanaan retret pengurus KADIN.

    “Retret tersebut diselenggarakan untuk membentuk disiplin, nasionalisme, ketekunan, pengetahuan serta wawasan kebangsaan kepada para peserta yang merupakan pimpinan dan pemegang usaha industri swasta yang bergerak di berbagai bidang,” katanya.

    Kegiatan ini juga diharapkan Teddy menjadi momentum penguatan komitmen antara pemerintah dan pelaku usaha untuk bersinergi dalam pembangunan ekonomi nasional, khususnya di tengah tantangan global.

    Turut hadir dalam acara tersebut adalah Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

    Sumber : Antara

  • Prabowo Lepas Peserta Retret Kadin, Titip Pesan Indonesia Incorporated

    Prabowo Lepas Peserta Retret Kadin, Titip Pesan Indonesia Incorporated

    Presiden Meminta Kadin Mendukung Indonesia Inc untuk Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat

    Kabupaten Bogor, CNBC Indonesia – Presiden Prabowo Subianto meminta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendukung konsep Indonesia Incorporated guna mempercepat terwujudnya cita-cita proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, yakni masyarakat yang sejahtera, adil, dan makmur.

    Tidak ada warga Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan. Pelaku usaha yang masuk kategori menengah dan besar harus membantu usaha kecil dan mikro serta rakyat yang tertinggal.

    “Pelaku usaha menengah, apalagi yang besar, sudah bisa jalan sendiri tanpa bantuan pemerintah. Tugas saya (pemerintah) adalah membantu yang kecil, mikro, dan yang tertinggal,” kata Prabowo ketika melepas keberangkatan 200 peserta Retret Kadin Indonesia 2025 di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Jumat (08/08/2025).

    Selama sekitar dua jam, mulai dari pukul 16.00 WIB hingga 18.00 WIB, Prabowo memberikan arahan tentang wawasan kebangsaan dan urgensi peran para pelaku usaha anggota Kadin ikut mewujudkan cita-cita kemerdekaan sebagaimana disampaikan di awal.

    Prabowo mengimbau anggota Kadin untuk tidak hanya memikirkan diri sendiri dan kelompok usahanya, melainkan nasib sesama bangsa yang masih tertinggal, hidup di bawah garis kemiskinan, bahkan hidup dalam kemiskinan ekstrem.

    “Tidak baik buat kehidupan bernegara jika hanya kita yang sejahtera dan makmur, sementara banyak orang yang hidup susah. Jika situasi ini dibiarkan, semua pihak akan rugi. Karena masalah sosial yang tidak dikehendaki akan terjadi,” ujar Prabowo.

    “Jika semua rakyat sejahtera, usaha Anda semua akan berjalan lebih bagus. Ekonomi bertumbuh lebih cepat karena akan semakin banyak orang yang belanja produk Anda, belanja di mal, membeli properti, dan sebagainya,” lanjutnya.

    Membantu yang kecil dan tertinggal untuk ikut maju adalah bagian dari semangat Indonesia Inc.

    Pemerintah, lanjut Prabowo, sedang melaksanakan sejumlah program untuk mengangkat kesejahteraan rakyat dan memberantas kemiskinan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya mempersiapkan generasi yang sehat dan cerdas, melainkan juga menggerakkan ekonomi lokal.

    Selain MBG, pemerintah menggulirkan program tiga juta rumah, pembentukan 80.081 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Cek Kesehatan Gratis (CKG), dan perlindungan pekerja migran.

    Presiden memberikan perhatian besar terhadap pembangunan di wilayah perdesaan. Di samping percepatan pembangunan sektor pertanian, pemerintah akan membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di setiap desa. Di atas lahan satu hektare dibangun solar panel dan di bawahnya dibangun hortikultura dan budidaya ikan.

    Prabowo mengapresiasi anggota Kadin yang bersedia meluangkan waktu mengikuti retret di Akmil Magelang untuk menyerap nilai patriotisme dan wawasan kebangsaan.

    “Saya harap retret nanti menghasilkan pengusaha pejuang yang bekerja dalam semangat Indonesia Incorporated,” kata Prabowo.

    Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengapresiasi kesediaan Prabowo di tengah kesibukannya memberikan arahan tentang wawasan kebangsaan kepada para anggota dan pengurus Kadin pusat hingga daerah. Dia menegaskan, Kadin mendukung konsep Indonesia Inc dan sebagai mitra pemerintah.

    “Kadin mendukung program pemerintah untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi hingga 8% dan mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Pesan bapak presiden tadi sangat menggugah,” ujar Anin.

    Turut hadir pada pengarahan kepala negara di Hambalang adalah sejumlah tokoh dan pengusaha senior, yakni Aburizal Bakrie, MS Hidayat, Suryo Bambang Sulisto, Oesman Sapta Odang, Sharif Cicip Sutardjo, James T. Riady, Tomy Winata, Franky Oesman Widjaja, dan Hilmi Panigoro. Tampak hadir pula Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Arsjad Rasjid, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roslani dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

    Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya menjelaskan para peserta dipimpin langsung oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie.

    “Atas undangan Ketua Umum Kadin, Presiden Prabowo memberikan arahan sekaligus melepas keberangkatan peserta retret tersebut,” ujar Seskab Teddy.

    Seskab Teddy juga menjelaskan tujuan pelaksanaan retret pengurus Kadin adalah untuk membentuk disiplin, nasionalisme, ketekunan, pengetahuan serta wawasan kebangsaan kepada para peserta yang merupakan pimpinan dan pemegang usaha industri swasta yang bergerak di berbagai bidang.

    Kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum penguatan komitmen antara pemerintah dan pelaku usaha untuk bersinergi dalam pembangunan ekonomi nasional, khususnya di tengah tantangan global.

    (miq/miq)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Pengusaha Kunjungi Rumah Prabowo di Hambalang Sebelum Retret ke Magelang

    Pengusaha Kunjungi Rumah Prabowo di Hambalang Sebelum Retret ke Magelang

    Jakarta

    Para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berkumpul di kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto, kawasan Hambalang, Bogor, Jumat (8/8/2025).

    Mengutip Instagram Sekretariat Kabinet, @sekretariat.kabinet, sebanyak 230 orang anggota Kadin hadir di Hambalang dipimpin langsung Ketua Umum Anindya Bakrie.

    Para anggota Kadin ini akan menggelar retret di Magelang mulai 8-10 Agustus 2025.

    “Atas undangan Ketua Umum Kadin, Presiden Prabowo memberikan arahan sekaligus melepas keberangkatan peserta retret tersebut,” dikutip dari Instagram Sekretariat Kabinet, Jumat (8/10).

    Retrat tersebut diselenggarakan untuk membentuk kedisiplinan, nasionalisme, ketekunan, pengetahuan serta wawasan kebangsaan kepada para peserta yang merupakan pimpinan dan pemegang usaha industri swasta yang bergerak di berbagai bidang.

    Sebelumnya, Anindya Bakrie mengatakan Anindya Bakrie Arahan Prabowo menjadi salah satu rangkaian retret yang dilakukan Kadin.

    “Hari ini hari spesial, tanggal 8/8. 8 Agustus menuju ke HUT Kemerdekaan ke 80. Dan kepada teman-teman yang ada di sini, tadi pagi, nggak lama lalu, kita dapat konfirmasi. Nanti insyaallah. Jam 3 kita diterima oleh Presiden ke-8. Pak Presiden Prabowo. Tepuk tangan untuk beliau,” ujar Anin di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (8/8/2025).

    (hns/hns)

  • Di Retret KADIN, Bamsoet Ingatkan 3 Syarat Utama Bangun Iklim Usaha RI

    Di Retret KADIN, Bamsoet Ingatkan 3 Syarat Utama Bangun Iklim Usaha RI

    Jakarta

    Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Politik, Pertahanan, dan Keamanan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Bambang Soesatyo (Bamsoet) menuturkan ancaman geopolitik global yang kian kompleks.

    Mulai dari krisis Laut China Selatan hingga fluktuasi harga minyak akibat perang Rusia-Ukraina, memberi tekanan besar terhadap ekonomi negara-negara berkembang, tidak terkecuali Indonesia. Dalam situasi tersebut dunia usaha Indonesia membutuhkan pijakan yang kokoh, yakni stabilitas politik, keamanan dan kepastian hukum.

    “Stabilitas politik, keamanan dan kepastian hukum adalah syarat utama dalam membangun iklim usaha dan investasi yang sehat di Indonesia. Jika kita gagal menjaga iklim usaha dan stabilitas nasional, maka kita akan kehilangan kepercayaan dari para investor yang sudah susah payah kita bangun selama dua dekade terakhir,” ujar Bamsoet, dalam keterangannya, Jumat (8/8/2025).

    Hal tersebut ia sampaikan saat mendampingi pembekalan Retret KADIN 2025 oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Letjen TNI (Purn) Lodewijk Freidrich Paulus, di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Jumat (8/8). Hadir antara lain Ketum KADIN Indonesia Anindya Bakrie, para pengurus pusat KADIN Indonesia serta para ketua KADIN provinsi dan asosiasi di bawah KADIN.

    Bamsoet menjelaskan kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat arus keluar dana asing mencapai Rp 28,6 triliun selama kuartal pertama 2025.

    Lemahnya Rupiah menekan biaya impor bahan baku industri, sekaligus meningkatkan tekanan inflasi terhadap sektor riil. Oleh karena itu, Bamsoet menegaskan dunia usaha membutuhkan keyakinan.

    “Dan keyakinan itu tumbuh dari komitmen negara dalam menjaga kepastian hukum, keamanan, iklim politik yang stabil, serta transparansi kebijakan,” kata Ketua DPR RI ke-20 itu.

    Bamsoet menjelaskan negara harus siap menghadapi ancaman siber, kelangkaan energi, dan ketegangan lintas batas. Untuk itu, ketahanan ekonomi nasional harus dibangun di atas fondasi pertahanan nasional yang kokoh. Baik dari segi militer, energi, pangan, hingga keamanan digital. Pemerintah perlu memperkuat ketahanan struktural.

    Selain mendorong proyek strategis nasional, pemerintah juga membangun sistem pertahanan ekonomi melalui perluasan pasar ekspor, penguatan logistik nasional, dan pengamanan energi nasional. Menurut Bamsoet, KADIN terus mendorong pelaku usaha untuk memperkuat manajemen risiko.

    “Mitigasi risiko bukan sekadar formalitas ISO atau pelatihan teknis. Ini kunci keberlanjutan bisnis,” kata Wakil Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

    “Karena ancaman bisa datang kapan saja, dari mana saja,” pungkasnya.

    (akn/ega)