Open House Anies Baswedan, Warga: Dapat THR Rp 50.000 Sudah Cukup
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Mantan Gubernur DKI Jakarta,
Anies Baswedan
menggelar open house pada
Idul Fitri 2025
di rumahnya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin (31/3/2025).
Berdasarkan pantauan
Kompas.com
, rumah Anies pun segera didatangi oleh warga dengan berbagai harapan. Salah satunya adalah Afri (23).
Afri datang ke pendopo Anies di Lebak Bulus bersama lima orang anggota keluarganya. Ini adalah kali pertama baginya datang ke pendopo mantan Gubernur Jakarta ini.
“Saya paling mau silaturahmi saja, buat Lebaran. Saya diajak sama adik saya, tahu info ini juga dari adik. Ini saya baru pertama kali ke sini,” kata Afri saat ditemui di lokasi, Senin (31/3/2025).
Akan tetapi, Afri mengaku, tidak tahu harus menyampaikan apa kepada Anies Baswedan ketika nantinya bertemu.
Dia hanya ingin bertemu dengan mantan calon presiden (capres) itu karena mengidolakan sosok Anies Baswedan.
“Saya ngefans sama Pak Anies. Tapi enggak tahu dah mau nyampein apa, enggak ada keluhan apa juga,” ujarnya.
Nantinya, Afri berharap dari open house ini, dia bisa mendapatkan tunjangan hari raya (THR) dari Anies Baswedan.
Akan tetapi, dia tidak mematok berapa besaran uang yang dia inginkan. Sebab, yang lebih penting baginya adalah bertemu Anies Baswedan.
“Biasanya kalau gini bagi-bagi uang, THR. Ya saya berharap,” kata Afri.
“Enggak tahu juga kalau besarannya berapa. Rp 50.000 deh udah cukup,” ujarnya lagi.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Anies Baswedan
-
/data/photo/2025/03/31/67ea7914396a3.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Open House Anies Baswedan, Warga: Dapat THR Rp 50.000 Sudah Cukup
-

Warga Datangi Open House Anies Baswedan di Pendopo Rumahnya
Jakarta –
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menggelar open house di momen Idul Fitri 1446 Hijriah. Warga antre menghadiri open house di pendopo Anies di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Anies membuka gelar griya di pendoponya untuk umum selama kurang lebih 2 jam mulai pukul 15.30 WIB hingga pukul 17.30 WIB. Pantauan detikcom di lokasi, warga dari segala rentang usia terus berdatangan ke kediaman Anies.
Tampak di halaman pendopo rumah Anies, puluhan orang sudah mengantre ingin berlebaran dengan Anies Baswedan. Di dalam pendopo, Anies didampingi sang istri, Ferry Farhati, Anies menyambut tamu yang berasal dari berbagai daerah.
Mulai dari tetangga terdekat, kolega, hingga masyarakat umum. Mereka secara bergiliran menyalami dan berfoto dengan Anies.
Anies tampak mengenakan kemeja biru dongker dan celana hitam, sementara sang istri Ferry memakai gaun biru muda bermotif bunga.
Tetangga Anies, Rudi (42) mengaku senang bisa bertamu ke kediaman Anies. Dia menyebut selalu hadir kala Anies dan keluarga menggelar open house.
“Iya selalu, kita selalu datang. Bahkan saya tanya ke pengawalnya kapan mulai setengah 4, jam 3 standby saya,” tambahnya antusias.
Rudi turut mengajak istri dan dua putrinya datang ke open house Anies. Mereka juga menyempatkan berswafoto dengan Anies dan Ferry.
“Alhamdulillah ramah banget, baik, mau mencampur sama kita kita orang, istilahnya mau bergaul lah sama tetangga gitu. Bukan mentang-mentang pejabat publik, sombong, nggak begitu,” tutur Rudi.
“Sebelum gubernur udah seperti biasa aja gitu, dari awal dia tinggal di sini udah ramah,” pungkasnya.
(ond/maa)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini
-

Anies Baswedan Gelar Open House Lebaran Idul Fitri di Lebak Bulus
Jakarta –
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bakal menggelar open house pada hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 2025 hari ini. Anies menggelar open house di kediamannya, Jalan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
“Kami ada open house juga di rumah nanti sore,” kata Anies kepada wartawan usai salat Id bersama keluarganya di Masjid Al-Azhar, Jakarta Selatan, Senin (31/3/2025).
Karena open house, Anies belum bisa memastikan apakah akan bertamu ke kediaman kolega lainnya atau tidak hari ini.
“Nanti kita lihat jadwalnya, karena bersamaan dengan kegiatan open house kita di rumah,” ucap dia.
Anies menyebut dirinya akan merayakan lebaran bersama keluarga besarnya dahulu. Mereka akan berkumpul bersama di kediamannya.
“Kebetulan ibu saya dan ayah mertua, ibu mertua adalah yang dituakan. Ayah mertua saya usianya 90 tahun, ibu usia 85 tahun. Sehingga seluruh keluarga besar kalau sudah lebaran begini kumpul. Kumpulnya di rumah kita,” ucapnya.
Menurutnya, berkumpul dengan keluarga sudah menjadi tradisi di momen lebaran. Terlebih saat berkumpul turut diisi dengan saling bermafa-maafan antaranggota keluarga.
“Dan ini satu hal yang unik. Yang tidak ada di bangsa-bangsa lain walaupun sama-sama menganut agama Islam. Kebiasaan untuk kita memanfaatkan Idul Fitri sebagai momen untuk saling memaafkan,” imbuh Anies.
(ond/jbr)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini
-

Warga Jakarta Diimbau Tak Pulang Kampung Gegara COVID-19 dalam Memori Hari Ini, 28 Maret 2020
JAKARTA – Memori hari ini, lima tahun yang lalu, 28 Maret 2020, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengimbau warga Jakarta untuk tak pulang ke kampung halamannya masing-masing. Imbauan itu dilakukan karena angka penularan virus Korona sedang tinggi-tingginya.
Sebelumnya, pandemi COVID-19 yang masuk ke Indonesia bawa masalah baru. Angka penularan dan kematian gara-gara virus dari Wuhan meningkat. Imbasnya ke mana-mana. Segenap rakyat Indonesia – utamanya Jakarta jadi dilanda kepanikan.
Eksistensi pandemi COVID-19 membawa kepanikan tak bisa dianggap remeh. Negara-negara yang dulunya meremehkan kehadiran virus Korona mulai merasakan dampaknya. Virus itu terus menjangkiti warga dunia.
Tiada negara yang tak kerepotan. Badan kesehatan dunia, WHO juga ikut kelimpungan. Narasi itu karena pandemi COVID-19 adalah hal yang baru. WHO masih menerka-nerka cara penanganannya. Optimal tidaknya tindakan panduan melawan virus belum ketahuan.
Anies Baswedan yang pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta era 2017-2022 sedang memeriksa bantuan kebutuhan medis saat pandemi COVID-19 di Ibu Kota. (jakarta.go.id)
Kondisi itu membawa kebimbangan di mana-mana. Beberapa negara kemudian mulai berinisiatif melakukan tindakan sendiri-sendiri. Ada juga yang menggelorakan karantina wilayah (lockdown) sebagai opsi utama memutus mata rantai penyebaran virus Korona.
Narasi yang sama sempat pula diambil oleh Anies Baswedan. Gubernur DKI Jakarta itu ingin segera melakukan karantina wilayah. Rencana itu diyakini Anies dapat membawa banyak manfaat bagi seisi Jakarta.
Kondisi Jakarta yang sentral dianggap jadi pertimbangan paling penting. Kala penularan di Jakarta tak ditanggulangi dengan serius, maka daerah lain bisa sulit melawan penyebaran COVID-19. Tenaga kesehatan takkan bisa menampung pasien COVID-19 terus menerus.
Ide karantina wilayah yang dilontarkan awal Maret 2020 mendapatkan dukungan dari beberapa anggota DPR RI. Mereka setuju dengan ide Anies karena karantina wilayah dianggap langkah yang paling tepat. Sebab, belum ada langkah pencegahan yang mempuni selain karantina wilayah.
“Ya saya kira sekarang harus sama sudah antara pemerintah pusat dan DKI persepsinya seperti sebagaimana yang sudah diutarakan oleh Gubernur sebelumnya. Pak gubernur kan udah minta lockdown untuk Jakarta, saya kira itu lebih efektif, karena semua orang kan masuk DKI.”
“Saya kira sebenarnya ini kan sudah lama ini yang diwacanakan oleh Gubernur DKI kan untuk me-lockdown Jakarta. Tetapi terganjalnya di pemerintah pusat. Karena DKI ini sentral masuk, jadi saya kira bisa itu untuk DKI itu perlu diambil tindakan lockdown seperti itu, khusus DKI,” ungkap Wakil Ketua Komisi V DPR Syarief Abdullah Alkadrie sebagaimana dikutip laman kumparan, 27 Maret 2020.
Keinginan Anies tak kunjung mendapatkan restu dari pemerintah pusat. Kondisi itu disayangkan banyak pihak karena angka penularan COVID-19 di Jakarta meningkat tajam. Anies pun tak kehilangan akal. Ia mengimbau warga Jakarta untuk tidak pulang kampung pada 28 Maret 2020.
Imbauan itu diungkap Anies supaya warga Jakarta tak membawa virus ke kampung halaman. Mereka yang terlihat sehat-sehat saja dapat terinfeksi virus Korona dan menularkan ke keluarganya. Anies juga menjamin mereka yang tetap di Jakarta akan difasilitasi urusan kesehatan.
Suasana Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta yang sangat sepi saat pandemi COVID-19 melanda. (jakarta.go.id)
“Salah satu hal yang kami bahas tadi, kami minta seluruh masyarakat Jakarta untuk tidak meninggalkan Jakarta keluar, khususnya ke kampung halaman. Pesan ini sesungguhnya sudah disampaikan berkali-kali, tujuannya memastikan bahwa bapak, ibu, saudara sekalian, sehat.”
“Bila membutuhkan layanan kesehatan kami bisa memberikan bantuan. Jadi saya berharap kepada semuanya ambil sikap bertanggung jawab dengan tidak meninggalkan Jakarta dan jangan pulang kampung, apalagi bila yang bersangkutan berstatus sebagai ODP (orang dalam pemantauan),” ujar Anies sebagaimana dikutip laman kompas.com, 28 Maret 2020.
-
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5175498/original/076239300_1743003815-WhatsApp_Image_2025-03-26_at_22.21.40.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Susunan Kepengurusan PB IKA PMII 2025-2030 Ditetapkan, Ini Nama-Namanya – Page 3
Ketua Umum: Drs. Fathan Subchi, MAP.
Wakil Ketua Umum/Anggota Presidium: Drs. Nusron Wahid, MM
Wakil Ketua Umum/Anggota Presidium: Dr. H. Cucun Syamsul Rizal, M.Si
Wakil Ketua Umum/Anggota Presidium : Arifatul Choiri Fauzi
Wakil Ketua Umum/Anggota Presidium : Aminuddin Ma’ruf
Wakil Ketua Umum/Anggota Presidium : Juri Ardiantoro, M.Si., Ph.D
Wakil Ketua Umum/Anggota Presidium : Dr. Hj. Anggia Ermarini, M.K.M
Wakil Ketua Umum/Anggota Presidium : Zaini Rahman
Wakil Ketua Umum/ Anggota Presidium : Imam Nahrawi S.Ag
Wakil Ketua Umum/ Anggota Presidium : Carman Ansari Ear Latief, S.Sos
Wakil Ketua Umum/ Anggota Presidium : Asrorun Ni’am Sholeh 1. Ketua : Hasanudin Wahid
2. Ketua : Dr. H. Yayat Hidayat, M.Si
3. Ketua : H. Nur Nadlifah, S.Ag., M.Si
4. Ketua : Aqib Ardiansyah
5. Ketua : Syiq Samsul Huda
6. Ketua : Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, S.Th.i
7. Ketua : Dra. Wahidah syuaeb, M.Si
8. Ketua : Rivqy Abdul Halim
9. Ketua : Toriqul Haq
10. Ketua : Dra. Luluk Nurhamidah, M.Si
11. Ketua : Yunus Razak
12. Ketua : Akhmad Gozali Harahap, M.Si
13. Ketua : Siti Mukaromah
14. Ketua : Mulyadi Prayitno
15. Ketua : Heri Haryanto Azzumi
16. Ketua : Mulyadi Tawik
17. Ketua : Dr. Saleh, SH., MH
18. Ketua : Dr. Lukman Khakim, AK., M.Si
19. Ketua : MF. Nur Huda Yusro
20. Ketua : H. Ahmad Zarkasih SHI, MM.
21. Ketua : Dr. H. Syafitri Irwan, SAG. Mpdi
22. Ketua : Juwanda, Spdi.
23. Ketua : H.A. Jabidi Ritonga, SHI.
24. Ketua : H. Hasan Basri Segala
25. Ketua : M. Rodri Kaelani, SS.MM.Cps.
26. Ketua : Sandi Suwardi Hasan, S.Ag., M.Si
Sekertaris Jenderal: Muhamad Nur Purnamasidi
Wakil Sekretaris Jenderal: Zainul Munasichin
1. Wakil Sekretaris Jenderal : Ulil Albab
2. Wakil Sekretaris Jenderal : Kaisar Abu Hanifah
3. Wakil Sekretaris Jenderal : Drs. Insan Purnama, M.Si
4. Wakil Sekretaris Jenderal : Isra D Pramulya, SIP
5. Wakil Sekretaris Jenderal : Yusra Alhabsyi
6. Wakil Sekretaris Jenderal : Cupli Risman
7. Wakil Sekretaris Jenderal : Samsul Rani
8. Wakil Sekretaris Jenderal : Saipul Adam
9. Wakil Sekretaris Jenderal : Syarifudin Salwani, SE.
10. Wakil Sekretaris Jenderal : Ai Maryati Sholihah
11. Wakil Sekretaris Jenderal : Abdul Rojak, SH.
12. Wakil Sekretaris Jenderal : Drs. Hamid Bula
13. Wakil Sekretaris Jenderal : Muhammad Nurcholis, S.Th
14. Wakil Sekretaris Jenderal : Irma Muthoharoh 15. Wakil Sekretaris Jenderal : H. Faisal Amir, SE, MM.
16. Wakil Sekretaris Jenderal : Marwan Zaenuddin, MM.
17. Wakil Sekretaris Jenderal : Septi Rahmawati
18. Wakil Sekretaris Jenderal : Harry Saputra Gani
19. Wakil Sekretaris Jenderal : Ai Rahmayanti
20. Wakil Sekretaris Jenderal : M. Rifai Darus
21. Wakil Sekretaris Jenderal : Dr. Mohammad Syarif
22. Wakil Sekretaris Jenderal : Lukmanul Hakim al-Jambi
23. Wakil Sekretaris Jenderal : Hasan Taftanjanji
24. Wakil Sekretaris Jenderal : Anies Hidayah
25. Wakil Sekretaris Jenderal : Abu Bakar Refra, SE. SH. MH
26. Wakil Sekretaris Jenderal : Danang Sanggabuana, M.Si
27. Wakil Sekretaris Jenderal : Dr. Abd Basir, M.Pd.I
28. Wakil Sekretaris Jenderal : Mashudi
29. Wakil Sekretaris Jenderl : Zainal Abidin
Bendahara Umum: Arif Rahman
Bendahara : Syaeful Amin
Bendahara : Dahlia Umar
Bendahara : Ratu Dian Hatifah
Bendahara : Enung Maryati
Bendahara : Deta Anggraeni
Bendahara : Farried Akhmad Yani SE
Bendahara : Ali Suro
Bendahara : Syarifuddin Rauf, S.Ag. ME
Bendahara : KH. Abdur Rahim Hasan, SH.
Bendahara : H. Idy Muzayyad, SHI. M.Si.
Bendahara : Ervan Satriya, S.T
Bendahara : Wijayanti, M.Ap.




