Tag: Anggun

  • Festival Budaya Dayak Kayan Menjaga Warisan dan Persatuan

    Festival Budaya Dayak Kayan Menjaga Warisan dan Persatuan

    Kutai Timur, Beritasatu.com – Desa Miau Baru, Kecamatan Kombeng, Kutai Timur, seakan berubah menjadi panggung megah bagi kebudayaan Dayak Kayan. Festival budaya Dayak Kayan UFAH 2025 dibuka dengan gemerlap sembilan tarian otentik Umaq Lekan yang sarat filosofi, estetika, dan makna kehidupan.

    Sejak denting musik tradisional pertama menggema, sorak kagum dan tepuk tangan penonton tak henti mengiringi setiap gerak anggun para penari. Bukan sekadar hiburan, kesembilan tarian ini menjadi refleksi siklus kehidupan masyarakat Kayan, mulai dari rasa syukur atas panen, penghormatan kepada Dewi Padi, hingga doa untuk kemakmuran dan perlindungan tanaman dari hama.

    Tarian Hudoq Aruq atau Bateang Bueang membuka rangkaian, melambangkan rasa syukur atas kelimpahan hasil panen. Disusul Hudoq Kitaq yang menghadirkan simbol Dewi Padi, lalu Hifan Sau dan Hifan Seang, tarian pria dan wanita untuk merayakan kemenangan adat.

    Tarian Jat Alat menandai awal kehidupan baru pasca panen, sementara Hudoq Kap/Kusap Nga-eang menampilkan kesakralan topeng kulit kayu. Hudoq Kuhau hadir sebagai pengusir hama dan penyakit, sedangkan Tingeang Urip (Enggang) serta Manuk Inuq membawa pesan kebesaran, perdamaian, dan kemakmuran.

    Keindahan busana tradisional yang penuh warna, irama musik khas, dan gerak tari yang memikat menjadikan pertunjukan ini jauh melampaui definisi hiburan biasa. “Budaya ini adalah identitas kita. Tugas kita menjaganya, melestarikan, dan mewariskannya kepada generasi muda agar tidak hilang dimakan zaman,” ujar H Bahcok Riandi, anggota DPRD Kutim dari Fraksi Partai Demokrat dalam keterangan tertulisnya, Minggu (10/8/2025).

    Bahcok menegaskan pentingnya dukungan terhadap kegiatan seperti ini. “Festival UFAH bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga modal sosial dan ekonomi. Dengan promosi yang tepat, acara ini bisa menjadi magnet wisata budaya sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” ucapnya.

    Penyelenggaraan festival budaya Dayak Kayan UFAH 2025 diharapkan mampu mempererat persatuan di kalangan masyarakat Kayan, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya mereka kepada publik yang lebih luas.

    Bagi Kutai Timur, UFAH adalah perayaan warisan leluhur dan langkah strategis untuk menjaga identitas, memupuk kebersamaan, dan menggerakkan roda perekonomian daerah.

  • Spesies Pari Manta Baru Ditemukan, yang Ketiga Diketahui di Dunia

    Spesies Pari Manta Baru Ditemukan, yang Ketiga Diketahui di Dunia

    Jakarta

    Andrea Marshall telah mengabdikan hidupnya untuk mempelajari pari manta, mempelajari segala hal yang ia bisa tentang makhluk laut yang anggun ini. Maka, ketika ia melihat seekor pari manta yang tampak unik di lepas pantai timur Meksiko sekitar 15 tahun yang lalu, Marshall langsung tahu bahwa ia telah menemukan sesuatu yang penting.

    Dedikasinya tersebut berbuah manis. Marshall dan rekan-rekannya telah mengidentifikasi spesies baru bernama Mobula yarae, atau pari manta Atlantik. Ini adalah spesies pari manta ketiga yang diketahui di dunia, bergabung dengan pari manta samudra raksasa (Mobula birostris) dan pari manta karang (Mobula alfredi).

    Marshall, seorang ahli biologi konservasi dan salah satu pendiri Marine Megafauna Foundation, beserta tim ilmuwan mendeskripsikan spesies baru tersebut dalam sebuah makalah yang diterbitkan pada Juli lalu di jurnal Environmental Biology of Fishes.

    M. yarae dinamai Yara, mengambil nama putri duyung dari mitologi Brasil. Ciri-ciri utama yang membedakannya dari spesies lain adalah bercak putih berbentuk V di bahunya, warna yang lebih terang di sekitar mulut dan mata, serta bintik-bintik gelap di perutnya.

    M. yarae dapat tumbuh sebesar manta samudra raksasa, dengan lebar antara 4,5 hingga 6 meter. Tetapi para ilmuwan kebanyakan mengamati juvenilnya, yang ukurannya lebih kecil. Spesies baru ini juga sering ditemukan di perairan pesisir, habitat yang sama dengan manta karang. Ia hidup di perairan tropis dan subtropis Atlantik, membentang dari Amerika Serikat bagian timur hingga Brasil, termasuk Teluk Meksiko dan Laut Karibia.

    Selama bertahun-tahun, para ilmuwan hanya mengenali satu spesies pari manta, yakni pari manta samudra raksasa. Namun pada 2009, Marshall dan ilmuwan lainnya mendeskripsikan spesies kedua, yaitu pari manta terumbu. Saat itu, Marshall memiliki firasat bahwa spesies ketiga mungkin bersembunyi di Samudra Atlantik. Dan ternyata, ia benar.

    “Pernahkah saya berharap untuk mengidentifikasi spesies baru lagi? Tidak sama sekali. Tidak mungkin,” tulis Marshall dalam unggahan Instagram di 2022.

    “Jadi, itu adalah salah satu kejutan terbesar dalam hidup saya ketika saya terjun ke perairan hangat di lepas pantai Yucatán di Meksiko sekitar setahun kemudian dan berhadapan langsung dengan apa yang langsung saya tahu sebagai spesies ketiga pari manta,” ujarnya seperti dikutip dari Smithsonian Magazine.

    Untuk mendukung pengamatan tersebut, Marshall menghabiskan waktu bertahun-tahun meneliti berbagai jenis pari manta, mencatat variasi halus dalam warna, pola, ukuran, habitat, dan perilaku. Pada 2017, ketika seekor pari manta betina muda terdampar mati di Florida, pengujian genetik mengonfirmasi bahwa M. yarae adalah spesies yang berbeda.

    Foto: Smithsonian Magazine

    Itu adalah keberuntungan, karena pari manta biasanya tenggelam ketika mati, seperti yang disampaikan oleh rekan penulis studi Jessica Pate, seorang ilmuwan peneliti di Marine Megafauna Foundation dan pendiri Florida Manta Project. Selain itu, tubuh pari manta terbuat dari tulang rawan, yang cenderung cepat membusuk setelah mati.

    DNA makhluk itu juga menunjukkan M. yarae terpisah dari manta samudra raksasa belum lama ini, memberikan para peneliti kesempatan langka untuk mempelajari evolusi dalam tindakan.

    “Anak-anak sering bertanya kepada saya, apakah di zaman sekarang ini masih ada yang bisa dijelajahi. Saya selalu tertawa dan akhirnya menceritakan kisah saya, karena saya adalah bukti nyata bahwa masih ada. Satu-satunya hambatan yang kita hadapi adalah berpikiran sempit dan berasumsi bahwa kita tahu segalanya, padahal sebenarnya kita baru menyentuh permukaannya saja,” tutur Marshall.

    Identifikasi spesies pari manta ketiga juga penting untuk konservasi. Kini setelah para ilmuwan mengetahui keberadaan spesies ini, mereka dapat menyesuaikan upaya mereka untuk melindungi makhluk laut ini dengan lebih baik. Karena M. yarae terutama hidup di sepanjang pantai di Samudra Atlantik bagian barat, ikan ini sangat rentan terhadap tabrakan perahu, tersangkut tali pancing, dan tertangkap secara tidak sengaja oleh nelayan.

    “Kita tidak bisa melindungi apa yang belum kita identifikasi secara resmi. Setelah kita membuktikan bahwa pari manta Atlantik ini unik, kita dapat menyesuaikan penelitian dan inisiatif konservasi kita untuk melindungi spesies ini,” ujar Pate.

    Pada awal 2024, Marshall menderita aneurisma otak dan stroke parah, dan sejak itu ia menjalani cuti sakit jangka panjang. Namun, selama ia tidak ada di sana, rekan-rekannya tetap melanjutkan penelitiannya.

    Ke depannya, para peneliti berharap untuk mempelajari lebih banyak lagi tentang M. yarae melalui inisiatif seperti studi penandaan satelit di Florida dan pemantauan populasi di Meksiko.

    “Pengakuan resmi ini baru permulaan,” ujar Pate dalam pernyataannya. “Di Florida, kami melihat pari manta ini di daerah dengan lalu lintas perahu yang padat dan pembangunan pesisir. Memahami kebutuhan habitat dan pola pergerakan mereka sangat penting untuk perlindungan mereka,” tutupnya.

    (rns/fay)

  • JWFF 2025 Contoh Nyata Diplomasi Budaya

    JWFF 2025 Contoh Nyata Diplomasi Budaya

    Jakarta

    Utusan Khusus Presiden bidang Pariwisata, Zita Anjani, hadir dalam penutupan Jakarta World Folker Festival (JWFF) 2025. Zita memuji pelaksanaan JWFF yang dinilainya sebagai contoh nyata diplomasi budaya.

    “Jakarta World Folklore Festival 2025 adalah contoh nyata diplomasi budaya yang hidup. Dari irama gamelan yang memukau, energi dinamis tarian Bulgaria, gerakan anggun pertunjukan klasik India, hingga silat Betawi yang dahsyat, panggung ini bukan sekadar tempat pertunjukan, melainkan ruang perayaan yang tulus,” kata Zita saat memberi sambutan dalam acara penutupan JWFF 2025 di Senayan Park, Jakarta Pusat, Selasa (6/8/2025).

    Zita menyebut JWFF 2025 bukan sekedar festival budaya, melainkan daya tarik dari kebudayaan Indonesia yang diyakini dapat membuka mata dunia untuk melihat jika kemajuan Indonesia di masa depan bersumber dari kekayaan budaya yang dimiliki.

    “Jakarta adalah mega kota yang terus berkembang dan tak pernah kehilangan jiwanya. Tradisi Lenong, Gambang Kromong, Silat, dan tentu saja, keramahan warga Jakarta. Inilah fondasi sejati potensi pariwisata Jakarta dan Indonesia, budaya lokal kita yang hidup dan bernyawa,” tutur Zita.

    “Kepada seluruh rakyat Indonesia, marilah kita terus melestarikan dan merayakan budaya kita. Karena dalam budaya, kita menemukan jati diri. Dalam budaya, kita menemukan kekuatan untuk bangkit dan berkembang,” pungkasnya.

    Penutupan JWFF 2025 dilakukan dengan penabuhan Rampak Gendang secara bersama-sama. Kemeriahan penutupan juga berlanjut dengan penampilan seni budaya dari para delegasi yang terdiri dari Bulgaria, Rusia, India, Korea Selatan, Jepang dan tentunya Indonesia.

    (bel/maa)

  • 13 Lomba 17 Agustus untuk Anak yang Seru, Lucu, dan Bikin Ketawa Bareng!

    13 Lomba 17 Agustus untuk Anak yang Seru, Lucu, dan Bikin Ketawa Bareng!

    Jakarta: Merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia tiap 17 Agustus rasanya belum lengkap tanpa lomba seru yang bikin suasana makin hidup. 

    Nah, biar anak-anak makin semangat ikut perayaan, berikut ini ide lomba 17-an paling seru, murah meriah, dan pastinya bikin happy!

    1. Fashion show pakaian adat
    Lomba ini nggak cuma seru tapi juga edukatif! Anak-anak bisa tampil anggun dan gagah dalam balutan pakaian adat dari berbagai daerah Indonesia. 

    Tema bisa disesuaikan, mulai dari nuansa merah putih, kebaya, pakaian daerah, hingga kostum vintage 1945. Bisa dinilai juri atau pakai sistem voting.
    2. Lompat tali
    Permainan klasik yang nggak pernah gagal bikin seru. Cocok untuk anak-anak usia sekolah dasar. Cukup sediakan tali, area aman, dan semangat tinggi. Bisa lomba individu atau tim, tergantung usia peserta.
     

    3. Tiup balon sampai pecah
    Tantangan tiup balon ini mudah, murah, dan super seru! Siapa paling cepat bikin balonnya meledak, dialah pemenangnya. Anak-anak pasti senang karena bisa sambil tertawa bareng teman-teman.

    4. Memasukkan pensil ke botol
    Mirip dengan lomba memasukkan paku, tapi kali ini pakai pensil! Tantangannya terletak pada keseimbangan dan konsentrasi anak. Seru banget buat lomba individu dengan hadiah kecil yang menarik.

    5. Memindahkan karet dengan sedotan
    Lomba ini butuh kecepatan, ketelitian, dan napas panjang. Anak-anak harus memindahkan karet gelang dari satu sedotan ke sedotan lain, bisa secara individu atau estafet. Yang paling cepat, menang!

    6. Estafet air dengan spons
    Siap-siap basah! Anak-anak berlomba memindahkan air pakai spons dan mengisi ember di ujung lintasan. Tim dengan air terbanyak di ember dinyatakan sebagai juara. Dijamin seru dan heboh!

    7. Memindahkan bendera
    Dalam lomba ini, peserta harus memindahkan bendera kecil dari titik A ke titik B secepat mungkin. Bisa sambil lari, jalan, atau merangkak—tergantung tantangan yang dibuat. Si paling cepat, jadi juara!
     

    9. Balap karung mini
    Balap karung versi mini ini dirancang khusus untuk anak-anak atau balita. Ukuran karung disesuaikan agar anak mudah melompat dan tetap aman. Peserta akan melompat di dalam karung dari garis start menuju garis finish.

    10. Makan kerupuk
    Lomba klasik yang selalu dinanti! Kerupuk digantung menggunakan tali, dan peserta harus memakan kerupuk tanpa menggunakan tangan. Pemenangnya adalah yang paling cepat menghabiskan kerupuk.

    11. Tarik tambang anak
    Versi mini dari tarik tambang dewasa. Dua tim anak-anak akan berusaha menarik tambang ke sisi masing-masing. Kemenangan ditentukan dari tim yang berhasil menarik lawan melewati garis tengah.

    12. Estafet bendera merah putih
    Lomba estafet unik yang penuh makna kebangsaan. Peserta dalam satu tim harus membawa bendera merah putih secara bergantian dari titik start ke finish menggunakan alat bantu (misalnya sumpit, sendok, atau tangan di atas kepala) tanpa menjatuhkan bendera.

    13. Rebutan kursi
    Lomba rebutan kursi dengan iringan musik ini wajib masuk daftar! Saat musik berhenti, semua berebut duduk. Siapa yang kalah, keluar. Sampai tersisa satu pemenang.

    Lomba 17 Agustus bukan cuma buat seru-seruan, tapi juga ajang mengasah kreativitas, kekompakan, dan semangat kebangsaan sejak dini. Jadi, yuk, semarakkan kemerdekaan dengan lomba-lomba seru yang bikin anak-anak (dan orang tuanya) makin cinta Indonesia!

    Jakarta: Merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia tiap 17 Agustus rasanya belum lengkap tanpa lomba seru yang bikin suasana makin hidup. 
     
    Nah, biar anak-anak makin semangat ikut perayaan, berikut ini ide lomba 17-an paling seru, murah meriah, dan pastinya bikin happy!

    1. Fashion show pakaian adat
    Lomba ini nggak cuma seru tapi juga edukatif! Anak-anak bisa tampil anggun dan gagah dalam balutan pakaian adat dari berbagai daerah Indonesia. 
     
    Tema bisa disesuaikan, mulai dari nuansa merah putih, kebaya, pakaian daerah, hingga kostum vintage 1945. Bisa dinilai juri atau pakai sistem voting.
    2. Lompat tali
    Permainan klasik yang nggak pernah gagal bikin seru. Cocok untuk anak-anak usia sekolah dasar. Cukup sediakan tali, area aman, dan semangat tinggi. Bisa lomba individu atau tim, tergantung usia peserta.
     

    3. Tiup balon sampai pecah
    Tantangan tiup balon ini mudah, murah, dan super seru! Siapa paling cepat bikin balonnya meledak, dialah pemenangnya. Anak-anak pasti senang karena bisa sambil tertawa bareng teman-teman.

    4. Memasukkan pensil ke botol
    Mirip dengan lomba memasukkan paku, tapi kali ini pakai pensil! Tantangannya terletak pada keseimbangan dan konsentrasi anak. Seru banget buat lomba individu dengan hadiah kecil yang menarik.

    5. Memindahkan karet dengan sedotan
    Lomba ini butuh kecepatan, ketelitian, dan napas panjang. Anak-anak harus memindahkan karet gelang dari satu sedotan ke sedotan lain, bisa secara individu atau estafet. Yang paling cepat, menang!

    6. Estafet air dengan spons
    Siap-siap basah! Anak-anak berlomba memindahkan air pakai spons dan mengisi ember di ujung lintasan. Tim dengan air terbanyak di ember dinyatakan sebagai juara. Dijamin seru dan heboh!

    7. Memindahkan bendera
    Dalam lomba ini, peserta harus memindahkan bendera kecil dari titik A ke titik B secepat mungkin. Bisa sambil lari, jalan, atau merangkak—tergantung tantangan yang dibuat. Si paling cepat, jadi juara!
     

    9. Balap karung mini
    Balap karung versi mini ini dirancang khusus untuk anak-anak atau balita. Ukuran karung disesuaikan agar anak mudah melompat dan tetap aman. Peserta akan melompat di dalam karung dari garis start menuju garis finish.

    10. Makan kerupuk
    Lomba klasik yang selalu dinanti! Kerupuk digantung menggunakan tali, dan peserta harus memakan kerupuk tanpa menggunakan tangan. Pemenangnya adalah yang paling cepat menghabiskan kerupuk.

    11. Tarik tambang anak
    Versi mini dari tarik tambang dewasa. Dua tim anak-anak akan berusaha menarik tambang ke sisi masing-masing. Kemenangan ditentukan dari tim yang berhasil menarik lawan melewati garis tengah.

    12. Estafet bendera merah putih
    Lomba estafet unik yang penuh makna kebangsaan. Peserta dalam satu tim harus membawa bendera merah putih secara bergantian dari titik start ke finish menggunakan alat bantu (misalnya sumpit, sendok, atau tangan di atas kepala) tanpa menjatuhkan bendera.

    13. Rebutan kursi
    Lomba rebutan kursi dengan iringan musik ini wajib masuk daftar! Saat musik berhenti, semua berebut duduk. Siapa yang kalah, keluar. Sampai tersisa satu pemenang.

    Lomba 17 Agustus bukan cuma buat seru-seruan, tapi juga ajang mengasah kreativitas, kekompakan, dan semangat kebangsaan sejak dini. Jadi, yuk, semarakkan kemerdekaan dengan lomba-lomba seru yang bikin anak-anak (dan orang tuanya) makin cinta Indonesia!
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

    (ANN)

  • Baju Jokowi Beda Sendiri dengan Alumni Lain saat Reuni Fakultas Kehutanan UGM, Ada Apa?

    Baju Jokowi Beda Sendiri dengan Alumni Lain saat Reuni Fakultas Kehutanan UGM, Ada Apa?

    GELORA.CO – – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menghadiri reuni ke-45 Angkatan 80 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Sabtu (26/7/2025). Dalam acara yang penuh nostalgia ini, penampilan Jokowi mencuri perhatian dengan tampil beda.

    Sebab Jokowi menjadi satu-satunya peserta reuni UGM yang tidak mengenakan seragam biru seperti alumni lainnya. Dia memilih tampil sederhana dengan kemeja putih dan celana hitam, berbeda dari puluhan peserta yang kompak memakai kaos biru dengan aksen merah.

    Saat tiba di lokasi acara, Jokowi langsung disambut hangat panitia dan para alumni. Dia datang didampingi sang istri, Iriana Jokowi, yang tampil anggun mengenakan kebaya bernuansa cerah.

    Setelah tiba, Jokowi diberi kesempatan untuk menyampaikan sambutan singkat di hadapan para alumni. Berdasarkan pantauan, Jokowi tampak memberikan sambutan sekitar 10 menit.

    Dalam sambutannya, Jokowi sempat melontarkan candaannya dengan alumni UGM terkait ijazah palsu. Mendengar hal itu, tampak para alumni UGM yang langsung ikut tertawa.

    Seusai memberikan sambutan, dia langsung dikerubungi oleh rekan-rekan seangkatan untuk bersalaman dan berfoto bersama.

    Setelah sesi foto, Jokowi diarahkan untuk duduk di kursi barisan depan bersama sejumlah alumni lainnya. Suasana santai tampak tercipta saat Jokowi terlihat berbincang akrab dengan rekan-rekan seangkatannya, sementara beberapa alumni berdiri di sekitarnya untuk mengabadikan momen tersebut.

    Reuni ini menjadi bagian dari pertemuan lintas alumni Fakultas Kehutanan UGM yang disebut Spirit 80, diikuti puluhan peserta dan sejumlah tokoh kampus seperti Dekan, Sekretaris UGM, dan Wakil Rektor

  • 586 Hotspot Karhutla Terdeteksi di Riau, Rohan Hilir Paling Parah

    586 Hotspot Karhutla Terdeteksi di Riau, Rohan Hilir Paling Parah

    Pekanbaru, Beritasatu.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru mendeteksi 586 hotspot (titik panas) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau. 

    Kepala BMKG SSK II Pekanbaru, Irwansyah Nasution melalui forecaster on duty, Anggun R mengatakan, seluruh hotspot itu berada 10 kabupaten/kota, terbanyak di Rokan Hilir (Rohil). 

    “Ada 354 hotspot karhutla di Rohil ini yang tertinggi sedangkan yang paling sedikit terdeteksi di Indragiri Hulu satu titik,” kata Anggun, Minggu (20/7/2025). 

    Dia memaparkan, selain di Rokan Hilir, di Kabupaten Rokan Hulu juga banyak terdeteksi titik panas yakni sebanyak 142 lokasi. Kemudian di Kampar 16 lokasi, Pelalawan 20 lokasi, Siak 17 lokasi, Dumai 15 lokasi, Kuansing empat titik dan Meranti dua titik. 

    “Jarak pandang untuk Kota Pekanbaru dan sekitarnya berkisar antara tiga sampai empat kilometer dengan status udara kabur,” lanjutnya. 

    Citra sebaran asap kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera khususnya Riau menunjukkan arah asap bergerak ke arah utara dan timur laut. Arah sebaran asap di wilayah Riau terdeteksi bergerak melintasi batas ke arah timur laut memasuki wilayah Selat Malaka dan Semenanjung Malaysia. 

    Karhutla Rohil
    Lahan gambut seluas 100 hektare lebih di Kelurahan Sei Gajah Induk, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) juga terbakar hebat. Lahan tersebut diduga sengaja dibakar untuk dibuka menjadi perkebunan kelapa sawit. Kebakaran lahan ini telah terjadi sejak lima hari lalu. 

    Api pertama kali muncul di lokasi sejak lima hari yang lalu. Kondisi cuaca yang panas ekstrem dan angin kencang membuat kebakaran api terus meluas. 

  • Incar Gen Z dan Milenial, Sucor Sekuritas Targetkan Tambah 5000 Nasabah Lewat Konser

    Incar Gen Z dan Milenial, Sucor Sekuritas Targetkan Tambah 5000 Nasabah Lewat Konser

    JAKARTA – Sucor Sekuritas menargetkan penambahan 5.000 nasabah baru dari penyelenggaraan Snada Indonesia.

    Untuk informasi, Snada Indonesia merupakan kolaborasi Oppal bersama Sucor Sekuritas menampilkan sebuah pertunjukan musik dengan menggandeng musisi ternama seperti Anggun, Tulus, serta pertunjukan dari Rumah Orkestra Jogja yang akan digelar pada, 5 Oktober 2025 di ICE BSD, Tangerang.

    CEO Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya menyampaikan melalui kolaborasi ini, pihaknya percaya bahwa investasi bukan hanya soal saham atau pasar keuangan, tetapi investasi juga bisa berbentuk dukungan terhadap budaya, talenta, dan kreativitas anak bangsa.

    “Dengan menjadi bagian dari Snada Indonesia, kami ingin menunjukkan bahwa mendukung musisi dan seniman lokal adalah bentuk nyata investasi masa depan budaya Indonesia ke level Internasional,” ujarnya dalam konferensi pers, Jumat, 18 Juli.

    Ia menyampaikan bahwa perusahaan menargetkan penambahan 5.000 nasabah baru dari penyelenggaraan konser yang menggandeng musisi ternama seperti Anggun, Tulus.

    “Jadi 5.000 orang yang beli tiket ini kita harapkan semua akan aktifasi rekening Sucor Sekuritas melalui cashback ataupun melalui nanti booth yang datang ke sana,” ujarnya.

    Bernadus menyampaikan selain penambahan nasabah, konser ini juga diharapkan meningkatkan brand awareness terhadap Sucor Sekuritas secara signifikan.

    “Tentu saja dari awareness sendiri kita targetkan bisa mencapai lebih dari 100.000 awareness dan mudah-mudahan at least 10 persen dari awareness itu bisa masuk ke leads kita,” tambahnya.

    Bernadus menegaskan bahwa Sucor Sekuritas tidak hanya berfokus pada penjualan saham, tetapi juga menyediakan layanan reksa dana.

    Ia menyampaikan saat ini, total dana kelolaan (AUM) Sucor Sekuritas sudah mencapai Rp27 triliun, dan ditargetkan meningkat menjadi Rp30 triliun pada akhir tahun 2025.

    “Data di KSEI, data di bank RDN itu Rp27 triliun, kita bisa mencapai Rp30 triliun di akhir tahun,” ucapnya.

    Ia menambahkan sebagai bagian dari kolaborasi ini, seluruh penonton yang membeli tiket Snada Indonesia berhak mendapatkan cashback Reksa Dana sebesar Rp100.000 melalui aplikasi SPOT by Sucor Sekuritas.

    “Ini adalah kesempatan sempurna untuk menikmati konser spektakuler sekaligus memulai langkah awal dalam berinvestasi bersama Sucor Sekuritas,” jelasnya.

    Bernadus menjelaskan bahwa hingga saat ini, jumlah nasabah Sucor Sekuritas telah mencapai 80.000 dan diharapkan melalui konser dan berbagai inisiatif lainnya, dapat menambah nasabah capai 100.000 nasabah pada akhir tahun 2025.

    Ia menyampaikan 70 persen nasabah Sucor Sekuritas berasal dari kalangan milenial dan Gen Z. Namun, kontribusi transaksi dari dua kelompok usia tersebut baru sekitar 60 persen dari total nilai transaksi.

    “Nah mudah-mudahan dengan ini kita tidak hanya menyasar Millenial karena sebagian besar nasabah kita itu masih Millenial. Tapi bisa menyasar Gen Z-nya juga. Karena disini ada Tulus yang lakunya sangat relate banget sama Gen Z tetapi kita juga mengejar generasi-generasi saham Milenial atau di atasnya yang relate dengan Anggun,” ujarnya.

    Bernadus menyampaikan untuk mendukung kebutuhan Gen Z dan milenial, Sucor Sekuritas telah menyediakan berbagai fitur di aplikasi Spot by Sucor, seperti Spot Connect (forum diskusi antar nasabah), Leaderboard, serta Spot Signal untuk analisis saham.

    Ia menambahkan kedepannya, Sucor Sekuritas akan meluncurkan sales note baru khusus untuk nasabah retail Gen Z dan milenial, dengan tampilan futuristik yang lebih menarik dan berbahasa Indonesia.

    CEO Oppal Bernard Permadi menyampaikan, pihaknya sangat antusias dengan kehadiran beliau, apalagi di tengah meningkatnya popularitas Anggun lewat serial Reacher sehingga para penggemar tentu semakin menantikan penampilan beliau di tanah air, khusus dalam konser ini.

    “Partisipasi Anggun dalam Snada Indonesia akan semakin memperkuat kebanggaan kita terhadap musisi asal Indonesia yang telah mendunia dan mengharumkan nama bangsa. Tentu kita sama-sama berharap tidak ada bentrokan jadwal yang menghalangi kehadiran beliau, mengingat komitmen internasional Anggun yang sangat padat saat ini. Kami akan segera menginformasikan kepada publik apabila terdapat perubahan terkait jadwal atau keterlibatan beliau,” tuturnya.

    Lebih lanjut, beliau juga menegaskan, Snada Indonesia adalah bentuk nyata dari semangat Oppal untuk terus mendukung pertumbuhan industri kreatif, terutama musik Indonesia.

    “Kami ingin menciptakan ruang yang mampu mengangkat musisi lokal ke panggung yang lebih besar dan mempertemukan mereka dengan publik yang lebih luas,” ujarnya. 

  • Warna Lilac Cocok dengan Warna Apa? Ini Rekomendasi untuk Outfitmu

    Warna Lilac Cocok dengan Warna Apa? Ini Rekomendasi untuk Outfitmu

    YOGYAKARTA – Warna lilac adalah turunan ungu lavender. Penamaan lilac sendiri diambil dari nama bunga. Dalam kehidupan sehari-hari, lilac sering diterapkan pada warna pakaian seperti baju, jilbab, syall, dan masih banyak lagi. Banyak orang mengenakan pakaian warna lilac karena mengesankan feminim, lembut, serta menenangkan. Selain itu warna lilac cocok dengan warna apa saja asal tidak merusak kombinasinya. Untuk lebih jelasnya simak artikel berikut ini.

    Warna Lilac Cocok dengan Warna Apa?

    Pada dasarnya lilac cocok dengan warna lain tergantung gaya pakaian apa yang ingin ditampilkan. Berikut ini beberapa warna yang cocok dengan lilac untuk mempercantik fashion Anda.

    Putih

    Dikenal netral, warna putih sangat tepat dipadukan dengan lilac. Paduan dua warna ini mampu mengesankan bersih dan anggun. Agar paduannya pas, Anda bisa menggunakan bawahan putih, sedangkan atasan, kemeja atau jilbab, bisa menggugnakan lilac.

    Hitam

    Ingin baju lilac Anda terlihat lebih menonjol tanpa kesan norak? Padukan dengan warna hitam. Paduan lilac hitam akan membantu Anda berpenampilan misterius sekaligus anggun. Kedua warna ini bisa dikenakan untuk acara formal atau momen spesial lain. Sebagai contoh, kenakan blazer hitam dengan celana panjnang lilac.

    Abu Muda

    Tak ingin mencolok dan ingin menonjolkan baju lilac Anda? Coba kombinasikan dengan abu muda. Warna tersebut bisa diterapkan pada jilbab dengan kemeja lilac. Hindari menaruh warna abu muda untuk outfit di bagian bawah agar tetap anggun.

    Ungu Tua

    Lilac dan ungu tua akan membuat Anda terlihat kontras dengan cara yang elegan.  Dua warna tersebut memang setipe, namun mampu memunculkan kontras dengan baik. Agar kombinasi tetap baik, Anda bisa menggunakan warna ungu tua sebagai atasan dan lilac sebagai bawahan. Namun jika Anda ingin tampil menarik, lilac bisa jadi warna outfit atasan.

    Biru Muda

    Biru muda mampu memunculkan kesan ceria dan segar, sedangkan lilac akan memperkuat karakter pemakai wanita yang anggun. Kombinasi ini juga cukup menarik untuk diterapkan pada outfit. Agar tampilan semakin playfull, kenakan tas tangan warna putih.

    Pink

    Anda bisa memadukan hijab warna pink dengan kemeja atau blazer warna lilac. Kedua kombinasi ini sangat cocok untuk anak muda yang anggun. Hindari pemilihan warna pink bercorak kontras agar tidak merusak kombinasi outfit Anda.

    Nude

    Nude adalah skin tone yang cocok dipadukan dengan lilac. Warna tersebut akan membuat lilac semakin menonjol tanpa kesan berlebihan. Anda bisa menerapkan nude untuk atasan seperti jilbab atau syall maupun bawahan seperti celana.

    Selain memahami warna lilac cocok dengan warna apa, kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.

  • Walking Pad: Solusi Sehat dari Rumah

    Walking Pad: Solusi Sehat dari Rumah

    Seperti Zarra Puspita, yang tubuhnya mulai protes karena terlalu lama duduk sejak Work From Home alias WFH. Pekerjaan perempuan berusia 34 tahun ini sebagai data analyst full remote sejak 2021 membuatnya lebih produktif, tapi juga lebih diam. “Saya benar-benar suka WFH. Lebih tenang, lebih nyaman. Tapi aktivitas fisik yang bikin keringetan nyaris nggak ada,” ujarnya.

    Awalnya ia masih mencoba berolahraga seperti biasa. Yoga sesekali, stretching seadanya. Tapi waktu selalu kalah dari tumpukan kerjaan dan notifikasi yang tak henti. Sampai akhirnya ia melihat video TikTok yang memperlihatkan para wanita berjalan anggun di atas alat ramping sambil kerja. “Saya jadi pengin coba juga kayak mereka,” tuturnya. Zarra menebus alat itu dengan harga Rp 2 juta.

    Walking pad yang ia beli dari e-commerce akhirnya datang. Alat itu tipis, bisa dilipat, dan cukup diselipkan di bawah sofa. Ia mulai dari 10 menit, sambil nunggu Zoom meeting. Lalu jadi 20 menit, sambil mendengarkan presentasi. Sekarang bahkan Zarra bisa berjalan di atasnya hampir satu jam sehari sambil menonton film drama Korea kesukaannya.

    “Saya nggak langsung jalan 1 jam tapi nambah durasinya sedikit-sedikit sampai bisa menyesuaikan,” katanya. Melalui fitur yang disediakan walking pad miliknya, ia bisa mengatur durasi, kecepatan dan mengetahui seberapa jauh langkah yang sudah ditempuh. Ia merasa lebih ringan, tidur lebih nyenyak, dan tak mudah lesu. Bahkan suasana hatinya di pagi hari membaik. “Saya lebih fokus kerja setelah jalan kaki,” tambahnya.

    Walking pad bukan sekadar alat kebugaran baru. Ia hadir dengan menjawab kebutuhan zaman, bagaimana tetap aktif meski ruang terbatas, waktu habis di depan layar, dan motivasi olahraga serasa menguap. Dengan kecepatan maksimal hingga sekitar 10 km/jam dan desain tanpa pegangan tangan, walking pad memang tidak dirancang untuk pelari profesional. Tapi justru di situlah kekuatannya, ia ramah bagi pemula.

    Menurut Cleveland Clinic, walking pad bisa dianggap sebagai bagian dasar dari treadmill. Tanpa fitur kemiringan atau layar interaktif, ia menawarkan kesederhanaan. Dan kesederhanaan itu justru membuatnya mudah digunakan, kapan saja, bahkan saat sedang balas email atau nonton Netflix.

  • Saat Batik Lumajang Seolah "Berbisik" di Tepi Pantai Watu Pecak
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        29 Juni 2025

    Saat Batik Lumajang Seolah "Berbisik" di Tepi Pantai Watu Pecak Surabaya 29 Juni 2025

    Saat Batik Lumajang Seolah “Berbisik” di Tepi Pantai Watu Pecak
    Tim Redaksi
    LUMAJANG, KOMPAS.com
    – Langit biru terbentang luas di atas
    Pantai Watu Pecak
    , Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, seolah menjadi kanvas raksasa.
    Bukan untuk lukisan, melainkan untuk sebuah pertunjukan keindahan yang langka, sebuah simfoni visual antara warisan budaya dan kemegahan alam.
    Di bibir pantai berpasir hitam ini, ombak yang tak henti menabrak daratan menjadi musik pengiring bagi langkah-langkah anggun para model, memperagakan pesona
    batik
    Lumajang.
    Berbagai model batik ada di sini. Tentunya, semua asli produk Lumajang.
    Mulai dari batik pisang agung, batik pasir, dan batik jaran kencak.
    Semua motif yang tergambar dalam kain batik ini terinspirasi dari ikon Kabupaten Lumajang.
    Bupati Lumajang
    Indah Amperawati mengatakan, batik yang seringkali diasosiasikan dengan kemewahan di dalam ruangan berpendingin.
    Bisa bernafas bebas di bawah terik matahari, bersentuhan dengan angin laut, dan berpadu dengan deburan ombak.
    “Kami ingin membawa batik keluar dari sangkarnya, mendekatkannya dengan alam yang menjadi inspirasi banyak motifnya,” kata Indah di Pantai Watu Pecak Lumajang, Minggu (29/6/2025).
    “Apalagi ini bebarengan dengan Festival Segoro Topeng Kaliwungu, jadi momennya pas untuk mengenalkan kepada masyarakat bahwa Lumajang punya batik, punya keindahan yang tak kalah menarik, dan punya potensi wisata yang menawan,” lanjutnya.
    Puluhan motif batik meliuk indah mengikuti gerak para model.
    Batik
    -batik itu seolah berbisik, menceritakan tentang gunung, tentang laut, tentang kehidupan masyarakat Lumajang yang sederhana namun kaya makna.
    Penonton mulai dari wisatawan mancanegara hingga warga lokal, tak henti mengabadikan momen ini.
    Mereka terpukau melihat bagaimana kain-kain batik itu hidup, seolah menemukan jiwanya ketika melambai-lambai diterpa angin pantai.
    “Melihatnya di pantai begini, sensasinya beda. Lebih indah, pokoknya bagus deh,” kata Kinara, salah satu penonton.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.