Tag: Anggun

  • Bersiap Tampil Memukau, Cek Tren Perhiasan Emas 2025 di Sini!

    Bersiap Tampil Memukau, Cek Tren Perhiasan Emas 2025 di Sini!

    Jakarta, Beritasatu.com – Industri perhiasan terus bertransformasi seiring dengan perubahan gaya hidup, teknologi, dan preferensi estetika global. Tren perhiasan di tahun 2025 akan membawa angin segar dengan kombinasi antara inovasi modern, keberlanjutan, serta apresiasi terhadap nilai-nilai tradisional yang kembali digemari. Selain itu, perhiasan emas yang sempurna mewakili kecemerlangan batin atau inner brilliance bagi para penggunanya. Di lansir dari Website Frank & co. sebagai toko perhiasan terkemuka di Indonesia dibawah naunagan CMK menghadirkan tren perhiasan emas 2025. Penasaran apa saja inovasi dan desain terbarunya? Simak selengkapnya!

    1. Minimalist Elegance 

    Tren perhiasan emas 2025 mengedepankan desain yang sederhana namun tetap elegan. Seperti cincin tipis, kalung dengan liontin kecil hingga anting kecil yang tampak simple akan terus menjadi pilihan favorit. Tak hanya itu desain ini juga cocok untuk Anda yang ingin tampil tidak mencolok.

    2. Kembalinya Inspirasi Vintage

    Desain-desain dengan gaya klasik dengan sentuhan era 70an dan 80an akan mendominasi tren perhiasan di tahun 2025. Pemilihan desain vintage ini memberikan kesan klasik yang luar biasa, selain itu menambahkan sentuhan nostalgia pada gaya modern.

    3. Gemstone Accent

    Kilau permata diprediksi akan menjadi tren yang luar biasa di tahun mendatang. Permata dengan warna cerah seperti Sapphire, emerald dan ruby akan semakin sering dijumpai dalam desain seperti kalung, cincin hingga gelang.

    4. Bold and Beautiful Chanin Links 

    Kalung dan gelang dengan desain rantai besar dan chain links akan memberikan kesan kuat dan berani pada pemakaianya, gaya ini tak lepas akan menjadi tren tahun 2025. Desain yang terinspirasi dari gaya street fashion ini terus berkembang dengan sentuhan modern.

    Berbagai tren perhiasan emas tahun 2025 menghadirkan banyak pilihan yang luar biasa yang dapat memungkinkan Anda tampil unik dengan gaya yang lebih bold. Tentukan pilihan yang paling sesuai dengan selera Anda dan bersiaplah tampil memukau dengan tren perhiasan terbaru dari Frank & co. 

    “See The Light Collection” Merayakan Cahaya, Ketangguhan, dan Inspirasi Diri

    See The Light Collection, hasil kolaborasi bersama Maudy Ayunda sebagai brand ambassador. – (Frank & co./Istimewa)

    Sebagai The Residence of F Color and VVS Clarity Diamond Jewellery, Frank & co. senantiasa menghadirkan yang terbaik. Tidak hanya mengutamakan kualitas, Frank & co. juga menghadirkan kreativitas, inovasi, serta integritas di setiap koleksinya. Ciri khas ini tetap konsisten sejak peluncuran koleksi perdana Frank & co. pada tahun 1998 hingga saat ini.

    Ciri khas tersebut dapat terlihat dalam See The Light Collection, hasil kolaborasi bersama Maudy Ayunda sebagai brand ambassador. Koleksi ini menginspirasi Anda untuk menemukan cahaya dalam diri masing-masing. Cahaya dari inner brilliance yang memancar ke segala arah dan menerangi perjalanan hidup Anda.

    See The Light Collection merefleksikan keyakinan bahwa Anda adalah sumber cahaya dan panutan bagi diri sendiri. Dengan melewati berbagai tantangan dan menemukan kekuatan sejati, Anda membuktikan bahwa inspirasi dan bimbingan sejati berasal dari dalam diri. Koleksi ini tidak hanya hadir sebagai perayaan atas ketangguhan dan harapan, tetapi juga menjadi simbol dari kemampuan Anda untuk menjadi cahaya yang menuntun perjalanan hidup Anda.

    “See the Light”, Kolaborasi Frank & co. dan Maudy Ayunda Disambut Antusias oleh Masyarakat

    Koleksi terbaru Frank & co., See the Light, yang berkolaborasi dengan Maudy Ayunda, berhasil mencuri perhatian masyarakat sejak diluncurkan. Koleksi ini bukan sekadar rangkaian perhiasan berhiaskan berlian, tetapi juga sebuah karya seni yang sarat makna. Dengan mengusung pesan tentang harapan dan perjalanan menuju cahaya, See the Light menggambarkan keindahan sekaligus filosofi mendalam yang dirancang oleh Maudy Ayunda sebagai Creative Director.

    Dalam koleksi ini, Maudy membawa sentuhan pribadi melalui visi dan nilai hidupnya. Filosofi bahwa setiap individu memiliki cahaya dalam diri mereka yang mampu menerangi perjalanan hidup bahkan di tengah tantangan, tercermin dalam desain-desain perhiasan yang elegan dan simbolis. Koleksi ini terdiri dari tiga seri utama: Bold Light, Fine Light, dan Legacy of Light, yang masing-masing bercerita tentang kekuatan, ketahanan, dan keindahan dalam wujud yang unik.

    Sejak dirilis, See the Light menuai respons positif dari masyarakat. Antusiasme tinggi terlihat dari bagaimana koleksi ini berhasil memikat banyak orang, tidak hanya melalui keindahan desainnya tetapi juga cerita yang terkandung di dalamnya. Setiap item dalam koleksi—mulai dari cincin, kalung, hingga anting-anting—didesain untuk menjadi pengingat bahwa ada cahaya yang selalu bisa ditemukan, bahkan di masa-masa tersulit.

    Sebagai Creative Director, Maudy Ayunda berhasil menjadikan koleksi ini lebih dari sekadar produk perhiasan. Dengan visinya, See the Light menjadi sebuah pengalaman emosional yang mampu memberikan rasa percaya diri dan semangat kepada setiap orang yang mengenakannya.

    Koleksi See The Light Collection. – (Frank & co./Istimewa)

    Keunikan Frank & co. dapat Anda temukan dalam See The Light Collection, hasil kolaborasi bersama brand ambassador Maudy Ayunda. Koleksi ini mengajak Anda untuk menemukan cahaya yang ada dalam diri setiap individu—cahaya dari inner brilliance yang bersinar ke segala arah dan menerangi setiap langkah dalam perjalanan hidup Anda.

    Koleksi See The Light Collection yang memukau. – (Frank & co./Istimewa)

    Bold Light Collection menghadirkan 14 desain perhiasan yang meliputi cincin, gelang, kalung, serta anting-anting dalam berbagai ukuran. Setiap desain memungkinkan Anda untuk melakukan mix-and-match atau stacking, sehingga cocok untuk tampil gaya yang memukau.

    “See the Light” Koleksi Perhiasan Memukau yang Cocok Jadi Ide Hadiah Istimewa

    See The Light Collection, Legacy Necklace. – (Frank & co./Istimewa)

    Kalung dengan motif yang sempurna menjadi pilihan yang tepat sebagai ide hadiah istimewa di awal tahun baru. Selain memberikan sentuhan personal yang hangat, hadiah menarik ini menyampaikan doa dan harapan agar si penerima selalu dikelilingi keberuntungan, kebahagiaan, dan cinta di tahun yang baru.

    See The Light Collection, Fine Light Chain Bracelet. – (Frank & co./Istimewa)

    Selain itu, terdapat Gelang dengan aksen permata berwarna menawarkan nuansa ceria dan penuh semangat untuk menyambut awal tahun. Pilihan batu mulia seperti ruby yang melambangkan energi, safir biru untuk ketenangan, atau emerald yang merepresentasikan pertumbuhan menjadikannya lebih bermakna. Tidak hanya mempercantik tampilan, gelang ini juga menjadi simbol keberanian untuk mengejar impian, menjaga keseimbangan hidup, serta menghadapi tantangan baru dengan penuh percaya diri.

    Love Poetry Collection, Pesona Couple Ring Kekinian dari Frank & co. x Monica Ivena

    Love Poetry Collection Frank & co. x Monica Ivena, Couple Rings. – (Frank & co./Istimewa)

    Tren couple ring sebagai wedding ring semakin diminati di tahun 2024. Cincin pasangan ini kian digemari berkat fleksibilitasnya, karena dapat dikenakan oleh kekasih, sahabat, keluarga, bahkan pasangan suami istri sebagai simbol cinta abadi dan komitmen mendalam.

    Frank & co. berkolaborasi dengan desainer fesyen ternama, Monica Ivena, mempersembahkan Love Poetry Collection—sebuah rangkaian eksklusif yang menghadirkan makna di setiap detailnya. Koleksi ini terdiri dari 5 pasang couple ring yang dirancang penuh simbolisme, menjadikannya pilihan sempurna untuk cincin pernikahan modern yang sarat makna.

    Frank & co. Berkolaborasi dengan MARYALLÉ, Menghadirkan Seni, Mode, dan Kilau Kemewahan

    Pada 21 November 2024, Frank & co. menciptakan momen bersejarah melalui kolaborasi istimewa dengan MARYALLÉ untuk merayakan satu dekade perjalanan brand fashion ini. Bertempat di Embassy Lounge, Elysee Building SCBD Jakarta, acara bertajuk “10th Anniversary MARYALLÉ” memadukan seni, mode, dan kemewahan dalam sebuah perayaan yang sarat makna. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata dari sinergi dua brand besar yang memiliki visi serupa: mengangkat nilai empowerment.

    Sorotan utama acara ini adalah peragaan busana bertema “The Grand Parade”, yang memperkenalkan 30 look dari koleksi terbaru MARYALLÉ. Koleksi ini dipadukan dengan kemegahan perhiasan dari Frank & co., menciptakan harmoni visual yang memukau antara desain fesyen kontemporer dan kilauan perhiasan mewah. Di atas panggung runway, 18 celebrity muse seperti Cathy Sharon, Anaz Siantar, dan Artika Sari Devi tampil memukau, membawakan visi artistik yang memadukan elegansi dua brand tersebut.

    Koleksi dari Frank & co Mengabadikan Momen Bahagia Febby Rastanty 

    Febby Rastanty dan sang suami memilih koleksi perhiasan dari Frank & co. sebagai simbol ikatan cinta abadi. – (Frank & co./Istimewa)

    Hari pernikahan menjadi lebih istimewa bagi aktris berbakat Febby Rastanty dan sang suami, Drajad Djumantara, dengan elegansi cincin pernikahan dari Frank & co. Sebelumnya, Febby juga mempercayakan Frank & co. untuk mendesain cincin pertunangannya.

    Sebagai aktris yang memesona, Febby memilih Frank & co. sebagai simbol ikatan cinta abadi yang akan ia jalani bersama pasangannya. Desain cincin pertunangan dan pernikahan dari Frank & co. memadukan keindahan estetika dengan makna mendalam, melambangkan perjalanan cinta yang penuh dedikasi.

    Dengan detail yang indah dan kesan abadi, cincin ini menjadi representasi dari janji, harapan, dan cinta yang tak berujung. Melalui pilihan Febby, Frank & co. kembali membuktikan dirinya sebagai mitra terpercaya dalam momen-momen penting kehidupan.

    Frank & co. Jadi Pilihan Cincin Pernikahan Mewah Salshabilla Adriani dan Ibrahim Risyad

    Salshabilla Adriani dan Ibrahim Risyad memilih Frank & co. untuk cincin pernikahan. – (Frank & co Oktober/Istimewa)

    Frank & co. terus dipercaya oleh banyak selebritas untuk membuat momen spesial dalam merayakan cinta mereka menjadi lebih berkesan. Salah satu pasangan selebritas yang memilih Frank & co. adalah Salshabilla Adriani, bintang sinetron “Bidadari Surgamu”, yang resmi menikah dengan Ibrahim Risyad pada 7 Juli 2024 di Hotel Ayana, Jakarta.

    Salshabilla dan Ibrahim memilih cincin pernikahan yang elegan dari Frank & co. sebagai simbol ikatan janji suci mereka. Cincin kawin wanita milik Salshabilla terbuat dari white gold dan dihiasi dengan 38 berlian berkualitas F VVS. Cincin tersebut memiliki total berat 0.244 carat, dengan masing-masing berlian seberat 0.006 carat. Desainnya yang memukau semakin mempercantik penampilan Salshabilla di hari pernikahannya.

    Di sisi lain, cincin kawin pria milik Ibrahim juga terbuat dari white gold dan dihiasi 30 berlian dengan total berat 0.653 carat. Berlian-berlian berkualitas F VVS tersebut masing-masing memiliki berat 0.022 carat, memberikan kesan mewah dan elegan pada cincin tersebut.

    Frank & co. kembali membuktikan posisinya sebagai pilihan utama bagi pasangan selebritas dalam merayakan momen cinta yang tak terlupakan.

    Kilau Cinta Abadi Anjasmara dan Dian Nitami dalam Cincin Anniversary dari Frank & co.

    Pasangan selebriti Anjasmara dan Dian Nitami memilih cincin berlian anniversary custom dari Frank & Co. – (Frank & co./Istimewa)

    Pernikahan adalah ikatan sakral yang menyatukan dua insan untuk menjalani kehidupan bersama. Di balik setiap pernikahan, tersimpan kisah cinta dan kasih sayang yang senantiasa bertumbuh seiring berjalannya waktu.

    Bagi pasangan Anjasmara dan Dian Nitami, perjalanan cinta mereka telah mencapai tonggak perak, yakni 25 tahun kebersamaan dalam ikatan pernikahan. Momen istimewa ini mereka rayakan dengan penanda cinta yang tak ternilai harganya, yakni cincin berlian anniversary khusus dari Frank & co.

    Cincin pernikahan yang mereka kenakan selama 25 tahun kini digantikan dengan cincin berlian tennis khusus yang menjadi simbol kilau cinta abadi Anjasmara dan Dian Nitami. Cincin menjadi wujud cinta yang terus tumbuh dan semakin kokoh dari waktu ke waktu. Pemilihan cincin berlian tennis custom dari Frank & co. menunjukkan keunikan serta keistimewaan cinta mereka. Desainnya yang anggun dengan taburan berlian berkilau menggambarkan keindahan cinta mereka yang abadi. Ukiran inisial “A” pada cincin tersebut menjadi simbol janji suci mereka untuk selalu bersama dan saling mendukung satu sama lain.

    Tak hanya itu, cincin tersebut menjadi pengingat akan komitmen mereka untuk senantiasa mencintai dan menjaga satu sama lain. Kisah cinta Anjasmara dan Dian Nitami, yang diabadikan melalui cincin berlian anniversary dari Frank & co., menjadi inspirasi bagi pasangan lain yang ingin merayakan cinta sejati mereka. Cincin ini membuktikan bahwa cinta tulus dapat bertahan dan terus tumbuh seiring berjalannya waktu.

    Frank Gold Sorento Bracelet,  Perpaduan Elegansi dan Gaya Modern

    Frank Gold Sorento Bracelet with Black Enamel – (Frank & co./Istimewa)

    Frank Gold Sorento Bracelet dengan Black Enamel dirancang khusus bagi Anda yang ingin memadukan kesan elegan dengan sentuhan gaya modern. Sentuhan enamel hitam memberikan kontras yang menawan pada warna emas, menciptakan perhiasan serbaguna yang mampu menarik perhatian. Berkat penggunaan teknologi CNC, gelang ini memiliki hasil akhir presisi dan berkualitas tinggi, menjadikannya aksesori sempurna untuk melengkapi penampilan di berbagai kesempatan.

    EL PRIMO Koleksi Perhiasan Pria dengan Sentuhan Modern dan Maskulin

    El Primo Trilogy Two Tone Bar Mens Ring. – (Frank & co./Istimewa)

    Koleksi perhiasan pria ini terinspirasi dari kata “IL PRIMO” yang berarti yang pertama atau yang diutamakan. Sesuai dengan konsep desain awal, koleksi ini menonjolkan gaya simpel dan modern namun tetap mempertahankan unsur maskulinitas yang menjadi ciri khas perhiasan untuk pria. Koleksi ini diharapkan dapat menjadi titik awal bagi para pria untuk mulai mengoleksi atau mengenakan perhiasan, sekaligus menjadi koleksi andalan yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

    Dalam setiap koleksinya Frank & Co. hanya menggunakan natural diamond terbaik. Berlian alami adalah zat paling keras di bumi yang terbuat dari karbon, dan selain memperindah penampilan, perhiasan dari Frank & Co. dapat dijadikan sebagai statement pieces yang mencerminkan keanggunan dan keberanian pemakainya. Frank & Co. di bawah naungan Central Mega Kencana (CMK), bekerja sama dengan tiga tambang berlian terbesar dan paling bertanggung jawab di dunia. CMK memastikan bahwa setiap berlian yang digunakan dalam perhiasan adalah berlian alami yang diperoleh dari tambang yang tidak hanya mematuhi hukum dan peraturan, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan pekerja serta lingkungan.

    Komitmen ini ditegaskan dengan proses pemeriksaan ulang setiap berlian di Laboratorium CMK, yang terletak di Studio CMK, dilengkapi dengan teknologi canggih sebagai salah satu investasi terbesar perusahaan. Tak hanya itu, Definisi industri tentang ethical diamond tidak hanya berarti berlian bebas konflik, tetapi juga mengacu pada kepatuhan terhadap hukum tenaga kerja, keselamatan, dan perlindungan lingkungan. Lebih dari 99% berlian di dunia saat ini disertifikasi sebagai bebas konflik. Namun, Frank & Co. melangkah lebih jauh dengan memastikan bahwa berlian yang digunakan juga memenuhi standar praktik tenaga kerja yang adil dan berkelanjutan secara lingkungan.

    Untuk informasi lainnya mengenai koleksi perhiasan Frank & co. Anda dapat mengunjungi website resmi Frank & co. dan follow akun Instagram @franknco_id.

  • 2.606 Guru ASN dan Non ASN di Kudus Kantongi Sertifikasi Pendidikan

    2.606 Guru ASN dan Non ASN di Kudus Kantongi Sertifikasi Pendidikan

    TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Separo dari total 5.189 guru SD dan SMP negeri dan swasta di Kabupaten Kudus tercatat belum memiliki sertifikasi pendidik hingga 2024. 

    Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, baru 2.606 guru baik kategori ASN maupun Non ASN di SD dan SMP negeri/swasta yang sudah memiliki sertifikasi pendidik. 

    Artinya, masih ada 2.583 guru yang belum bersertifikasi pendidik dari jumlah 5.189 guru ASN dan Non ASN yang mengajar di SD dan SMP.

    Banyaknya guru yang belum bersertifikasi menjadi catatan bagi Disdikpora Kudus, selanjutnya didorong untuk mengikuti program Pendidikan Profesi Guru (PPG) guna meningkatkan kualitas dan kapabilitas tenaga pendidik di Kota Kretek. 

    Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Disdikpora Kudus, Anggun Nugroho menyampaikan, di tingkat pendidikan SD dan SMP negeri dan swasta terdapat 5.189 guru yang terdata sebagai ASN dan Non ASN. 

    Dari 2.606 guru yang sudah bersertifikasi pendidik, 2.458 guru di antaranya dari kalangan ASN dan 148 guru non ASN. 

    Guru ASN SD yang sudah bersertifikasi sebanyak 1.756 orang dan guru ASN SMP yang sudah bersertifikasi sebanyak 702 orang. Sedangkan guru Non ASN SD yang sudah bersertifikasi pendidik sebanyak 150 orang dan guru Non ASN SMP yang sudah bersertifikasi pendidik sebanyak 98 orang. 

    Anggun menjelaskan, sertifikasi pendidik (serdik) merupakan salah satu syarat penting yang digunakan untuk meningkatkan kualitas pengajaran di setiap daerah. 

    Melalui sertifikasi, kompetensi guru dapat lebih terstandar sebagai ujung tombak dalam rangka menyiapkan SDM atau generasi penerus bangsa yang unggul dan berkualitas.

    Sertifikasi pendidik ini juga diharapkan bisa memberikan dampak positif terhadap kualitas pendidikan di Kabupaten Kudus. Serta mendukung profesionalisme guru dalam menjalankan tugasnya sebagai tenaga pendidik. 

    “Guru bersertifikasi juga berhak menerima tunjangan profesi setiap bulannya. Banyak manfaat yang bisa didapatkan dengan sertifikasi pendidik, kami terus dorong agar guru ASN dan Non ASN di Kudus lebih banyak lagi yang bersertifikasi pendidik,” terangnya, Sabtu (21/12/2024).

    Anggun mengapresiasi meningkatnya jumlah guru Non ASN yang sudah bersertifikasi. Artinya, kesadaran tenaga pendidik dalam rangka mengupgrade kemampuan mendidik juga tumbuh di Kabupaten Kudus. Semata-mata untuk memberikan pendidikan yang berkualitas bagi para penerus generasi bangsa. 

    Kata dia, percepatan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) melalui portal Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Kompetensi Berkelanjutan (SIMP-KB) menjadi kunci bagi tenaga pendidik demi terwujudnya mutu pendidikan yang setara di setiap jenjang pendidikan. Baik di tingkat SD sederajat, maupun SMP sederajat. 

    Dengan itu, peserta didik di Kabupaten Kudus bisa mendapatkan materi pendidikan berkualitas, pendidikan yang kreatif dan inovatif, seiring peningkatan mutu tenaga pendidik. Diharapkan pula bakal lahir lulusan-lulusan unggul buah hasil pendidikan dari para guru yang profesional di Kabupaten Kudus. 

    “Sekarang guru yang ingin mengikuti seleksi PPG dapat mendaftar melalui SIMP-KB. Berbeda dengan sistem sebelumnya yang berbasis undangan, kini setiap guru mempunyai kesempatan sama, dengan catatan harus memiliki akun aktif yang terhubung dengan data pokok pendidikan (Dapodik) dan informasi guru tenaga kependidikan (GTK) yang valid,” tambahnya.

    Sebelumnya, Komisi D DPRD Kudus terus mendorong adanya peningkatan kualitas pendidikan di Kota Kretek. Selain memperhatikan kelayakan sarana dan prasarana (Sarpras) penunjang pendidikan di sekolah, Komisi D juga mendorong peningkatan kualitas tenaga pendidik dalam rangka mencetak generasi yang cerdas dan berwawasan luas. Di antaranya dengan menggelar pelatihan dan sertifikasi pendidik. 

    “Anggaran di pendidikan cukup besar, ini harus bisa dimanfaatkan dengan maksimal untuk meningkatkan pendidikan. Ya kualitas Sarprasnya, juga kualitas pendidiknya. Bagaimanapun, lulusan yang pintar lahir berkat pendidik yang cerdas,” tutur Ketua Komisi D DPRD Kudus, Mardijanto. (Sam)

  • Koleksi Batik Unik di Panggung Fashion Show, Perpaduan Batik dalam Gaya Modern

    Koleksi Batik Unik di Panggung Fashion Show, Perpaduan Batik dalam Gaya Modern

    JAKARTA – Merek fashion lokal, GEELA, mencatat gebrakan baru dengan menghadirkan koleksi modest fashion bertajuk “Harmoni” di ajang fesyen show seperti SPOTLIGHT 2024.

    Sebagai koleksi perdana untuk Ramadhan 2025, jenama fesyen ini berhasil menyatukan keindahan motif etnik nusantara dengan desain modern yang elegan, sehingga memberikan warna baru pada dunia fesyen Indonesia.

    Setidaknya ada delapan tampilan yang memadukan warisan motif tradisional seperti batik dan lurik dengan pendekatan desain modern. Sebagian besar di antaranya mengusung gaya feminin dan elegan yang cocok dikenakan di hari Raya. 

    Material utama koleksi Harmoni melibatkan kain satin dengan motif etnik yang dicetak secara modern, serta jacquard premium. Sentuhan akhir dari palet warna netral seperti coklat, putih, hijau, jingga, dan aksen emas menciptakan tampilan yang anggun dan mewah.

    Selain itu, siluet busana seperti A-line, empire waist, dan flare memberikan kesan flowy yang menjadi ciri khas modest wear. Detail embroidery dan teknik layering semakin mempertegas keindahan desain yang sederhana namun memikat.

    Tidak hanya menonjolkan keindahan budaya, koleksinya juga menyampaikan pesan penting tentang relevansi warisan budaya dalam kehidupan masa kini.

    Melalui koleksi Harmoni, GEELA menunjukkan fashion bukan hanya tentang tren, tetapi juga tentang nilai budaya. Kolaborasi ini memperkuat posisinya sebagai pelopor dalam menghadirkan warisan budaya yang diterjemahkan ke dalam desain modern.

    Dengan langkah ini pun, batik dan motif etnik lainnya mendapatkan tempat baru di hati masyarakat, mengukuhkan keindahan tradisional dalam balutan modernitas.

  • Dua Pengedar Sabu di Sidoarjo Dituntut Mati

    Dua Pengedar Sabu di Sidoarjo Dituntut Mati

    Sidoarjo (beritajatim.com) – Dua terdakwa, Apriana Bastian alias Apri dan Yosep Daya Subakti alias Agus, pengedar sabu di Sidoarjo dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sidoarjo.

    Tuntutan mati yang dijatuhkan terhadap keduanya dibacakan pada Kamis (19/10/2024). Tak tanggung-tanggung, total keseluruhan barang bukti yang dibawa kedua pengedar jaringan internasional itu seberat 88,5 Kg.

    Kedua terdakwa itu terbukti melanggar pasal 114 ayat 2 Undang – undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika sesuai dengan dakwaan primair.

    Kasipidum Kejari Sidoarjo Hafidi menegaskan, tuntutan hukuman mati ini sudah memenuhi rasa keadilan, mengingat dampak buruk narkotika terhadap masyarakat.

    “Tuntutan mati ini menurut kami sudah sesuai aturan dan memenuhi rasa keadilan,” ucapnya Jumat (20/12/2024).

    Dijelaskannya, penerapan hukuman terhadap para terdakwa itu benar, karena sudah memenuhi salah unsur di dakwaannya.

    “Kami berpandangan bahwa telah terpenuhi salah satu dakwaan kami, yakni Pasal 114 ayat 2 Undang-Undang Narkotika,” tegas Hafidi.

    Ia menjelaskan, dalam persidangan telah terungkap bahwa terdakwa Apriana membawa 43 kilogram sabu, sedangkan Yosep membawa 45,5 kilogram.

    Fakta persidangan juga menunjukkan bahwa keduanya merupakan bagian dari jaringan pengedar narkotika internasional.

    “Dalam fakta persidangan, para terdakwa telah terungkap merupakan bagian dari jaringan internasional. Selain itu, mereka juga diketahui telah melakukan beberapa pengedaran narkotika sebelumnya,” urainya.

    Kasus kedua terdakwa ini merupakan pengembangan dari perkara sebelumnya yang melibatkan tiga terdakwa lain sebelumnya, yakni Hendrik Anggun Setiawan, Aryo Anggowo Mulyo dan Nafik Supriyanto dengan barang bukti sabu 19,6 Kg dan 3.888 butir pil ekstasi.

    Sekedar diketahui, ketiganya lebih dulu diadili di PN Sidoarjo pada akhir Desember 2023 lalu. Ketiganya divonis hukuman mati pada pengadilan tingkat pertama. Vonis mati tersebut konform dengan tuntutan JPU Kejari Sidoarjo.

    Para terdakwa tersebut kemudian banding. Majelis hakim tinggi pada Pengadilan Tinggi Jatim pun menguatkan vonis mati yang dijatuhkan majelis hakum PN Sidoarjo. Kini, ketiganya melakukan upaya kasasi di Mahkamah Agung dan masih belum divonis. (isa/but)

  • BNNK Bogor Gelar Razia THM, Pengunjung Pegawai di Tes Urine

    BNNK Bogor Gelar Razia THM, Pengunjung Pegawai di Tes Urine

    JABAR EKSPRES – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor menggelar razia gabungan bersama TNI Polri ke sejumlah tempat hiburan malam (THM), Jumat (20/12) dini hari.

    Razia gabungan yang didampingi BNN Provinsi Jawa Barat ini dilakukan di enam THM dan panti pijat, dalam rangka momentum pegamanan malam Natal dan Tahun Baru.

    Kepala BNNK Bogor Kombes Pol Anggun Cahyono, menjelaskan, razia ini tidak hanya dilakukan sekali saja. Namun, akan dilakukan secara continue hingga pelaksanaan Nataru selesai.

    BACA JUGA:PU Berlakukan Diskon Tarif Tol 10 Persen Selama Libur Nataru, Catat Tanggalnya!

    “Razia ini tidak hanya kami selenggarakan hari ini saja, namun juga pada malam-malam berikutnya hingga libur Nataru selesai. Kami akan menyasar tempat hiburan malam dan tempat pijat lainnya,” ungkapnya.

    Adapun tes urine tersebut meyasar para pengunjung dan pegawai di tempat hiburan malam maupun panti pijat.

    “Ada kurang lebih 88 orang yang kita cek urine termasuk juga vape cairan liquid-nya, alhamdulillah semua hasilnya negatif belum ada yang positif,” ujarnya.

    BACA JUGA:Gagal Tes Doping, Dua Petarung UFC Ini Diskors hingga Juni 2025

    Selain itu, mereka juga akan berkolaborasi dengan Kementerian Perhubungan untuk menggelar razia di Rest Area di Wilayah Bogor.

    Demi menjaga keamanan dan kenyamanan, Anggun menghimbau kepada masyarakat untuk melaksanakan Nataru secara positif tanpa menggunakan narkoba.

    “Dihimbau kepada masyarakat silahkan untuk melaksanakan liburan malam natal dan tahun baru secara positif tanpa menggunakan narkoba,” tutupnya.

  • Anggunnya Bupati Ipuk Rayakan Hari Jadi Banyuwangi ke-253 dalam Balutan Busana Etnis Tionghoa

    Anggunnya Bupati Ipuk Rayakan Hari Jadi Banyuwangi ke-253 dalam Balutan Busana Etnis Tionghoa

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Nuansa penuh keberagaman tersaji pada upacara Peringatan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-235 di Taman Blambangan. Para peserta upacara mengenakan berbagai baju adat sejumlah suku dan etnis yang tinggal di ujung timur Jawa itu.

    Tak terkecuali Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang tampil anggun dengan busana merah menyala. Busana itu merupakan busana etnis Tionghoa, Cheongsam Sangjit.

    Bagi peserta upacara dan segenap undangan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Banyuwangi juga turut mengenakan baju adat. Tidak hanya mengenakan baju adat Suku Osing yang berasal dari Banyuwangi sendiri, tapi juga beragam busana yang mewakili etnis di Bumi Blambangan.

    Di antaranya, ada yang mengenakan baju adat Bali, Madura, Jawa, Bugis, Melayu hingga etnis Arab dan Tionghoa. Seperti Wakil Bupati Banyuwangi, Sugirah yang memilih mengenalkan busana pernikahan adat Jawa.

    “Banyuwangi adalah tamansari Nusantara. Ada beragam suku dan etnis. Bersama-sama kita menjaga dan memajukan Kabupaten Banyuwangi,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

    Atas dasar spirit kebersamaan itu, kata Ipuk, menjadi modal penting untuk pembangunan. Sinergitas antar sesama menjadi kunci beragam keberhasilan yang dicapai Banyuwangi.

    “Tanpa kolaborasi, kebersamaan dan gotong royong semua pihak, tidak mungkin Banyuwangi akan bisa seperti ini,” terangnya.

    Dalam upacara peringatan tersebut juga diserahkan santunan kepada 253 anak yatim, dan acara ditutup dengan makan tumpeng bersama warga sekitar, Sewu Ancak. (rin/ian)

  • Selamat, Mbak Lala Pengasuh Rafathar Wisuda S-1

    Selamat, Mbak Lala Pengasuh Rafathar Wisuda S-1

    Jakarta, Beritasatu.com – Kabar bahagia datang dari keluarga Nagita Slavina (Gigi) dan Raffi Ahmad. Pengasuh Rafathar Malik Ahmad, Shela atau akrab disapa Mbak Lala meraih gelar sarjana dan diwisuda pada Minggu (15/12/2024).

    Momen bahagia tersebut dibagikan oleh Nagita Slavina melalui Instagramnya @raffinagita1727. Dalam unggahan tersebut, tampak Gigi hadir mendampingi Mbak Lala bersama Rafathar.

    Dalam unggahannya tersebut, Nagita Slavina terlihat anggun dan elegan mengenakan gaun lace putih dengan tas Chanel berwarna senada.

    Sementara itu, Rafathar mengenakan kaus kemeja bermotif floral biru dipadukan dengan celana warna hitam. Sedangkan Mbak Lala, pada hari spesialnya tersebut ia memakai toga dengan aksen kuning di bagian leher dan lengannya.

    Dalam keterangan unggahan, Nagita Slavina merasa sangat bangga lantaran Mbak Lala bisa menyelesaikan pendidikan Strata-1. 

    Ibu tiga anak tersebut tak lupa memberikan apresiasi dan pujian untuk Mbak Lala. Selama menjadi bagian dari keluarga Raffi dan Nagita, wanita asal Lampung tersebut tidak lupa untuk meneruskan pendidikannya.

    “Dear Mbak Lala, top mantap is the best. Selamat atas pencapaian luar biasa,” tulis Nagita Slavina, seperti dikutip Beritasatu.com pada Senin (16/12/2024).

    Nagita Slavina menambahkan bahwa lulus S-1 adalah langkah pertama dan memacu Mbak Lala untuk terus semangat meraih cita-cita, karena hal itu merupakan kunci untuk meraih lebih banyak lagi. 

    Para netizen pun langsung  membanjiri kolom komentar unggahan Nagita Slavina tersebut. Mereka mengucapkan selamat atas prestasi atau gelar S-1 yang diraih Mbak Lala. 

    “Masyaallah, nangis melihat Mbak Lala wisuda, luar biasa,” kata @net****.

    “Terharu banget sama Mbak Lala. Selamat ya,” ujar @gil*****.

    “Ikut bangga. Congrats Mbak Lala,” tulis @gas*****.

    Sementara itu, Mbak Lala juga ikut berkomentar dalam unggahan Nagita Slavina tersebut. Ia mengucapkan terima kasih karena sudah memberikannya kesempatan untuk menjadi bagian keluarga Nagita Slavina dan mengizinkan meneruskan pendidikannya di bangku perkuliahan.

    “Terima kasih banyak Bu Gigi, Pak Raffi, dan keluarga,” terang Mbak Lala yang baru saja wisuda sarjana S-1.

  • 41 Kelompok Ramaikan Festival Teater Pelajar 2024 di Kudus

    41 Kelompok Ramaikan Festival Teater Pelajar 2024 di Kudus

    Kudus, Beritasatu.com – Sebanyak 41 kelompok teater tingkat SMP dan SMA sederajat di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, meramaikan Festival Teater Pelajar (FTP). Kegiatan ini digelar untuk memberikan wadah bagi kreativitas, ekspresi, serta mendukung penyaluran bakat dan minat siswa di bidang budaya.

    Festival Teater Pelajar diselenggarakan di GOR Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah. Secara bergantian, masing-masing kelompok teater pelajar tersebut menampilkan penampilan terbaik mereka di hadapan dewan juri.

    Memasuki tahun ke-14, festival tahun ini mengusung tema “Realitas Mimpi-mimpi”, yang mengajak penonton menjelajahi batas tipis antara dunia nyata dan dunia mimpi. Di sini, logika bertemu dengan fantasi, dan realitas berkolaborasi dengan imajinasi.

    Dengan pendekatan surealisme, para pelajar kreatif dari 41 sekolah peserta festival mengajak penonton untuk melihat mimpi bukan hanya sebagai pelarian, tetapi juga sebagai bagian dari realitas yang dapat menginspirasi dan memberikan dampak nyata dalam kehidupan.

    Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho mengatakan, kegiatan ini memberikan dampak positif bagi generasi muda untuk berekspresi melalui panggung teater.

    Menurutnya, festival ini juga menjadi sarana untuk melatih kecerdasan emosional para pelajar, sekaligus sebagai tempat untuk berkolaborasi dan berkreativitas. Selain itu, acara ini juga berfungsi sebagai ajang silaturahmi antar-teater pelajar se-Kota Kretek.

    “Kami sangat mendukung kegiatan ini karena bagi pelajar, wadah seperti ini dapat mengembangkan kecerdasan emosional mereka,” ujar Anggun kepada wartawan, Minggu (15/12/2024).

    Sementara itu, Pembina Komunitas Teater Djarum Asa Jatmiko mengungkapkan dalam festival ini, para pelajar diberi kesempatan untuk menyalurkan kreativitas mereka melalui seni teater. 

    Selain itu, mereka diajarkan untuk percaya diri tampil di depan penonton, menyampaikan ide-ide mereka, dan mengeksplorasi berbagai peran dengan mendalam. FTP bukan hanya sekadar panggung pertunjukan, tetapi juga ruang pembelajaran yang kaya akan pengalaman.

    Festival ini juga mengajarkan nilai-nilai penting, seperti kolaborasi, kedisiplinan, dan semangat kompetisi yang sehat. Hal ini membantu para peserta untuk bekerja dalam harmoni tim, menghargai kontribusi setiap anggota, dan tumbuh bersama sebagai generasi muda yang kreatif dan berbakat.

    “Festival Teater Pelajar tahun ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa terhadap seni pertunjukan di kalangan pelajar. Hal ini memberikan harapan besar bahwa teater pelajar akan terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam budaya masyarakat Kudus,” ujar Asa Jatmiko.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan ruang ekspresi dan mendukung penyaluran bakat serta minat siswa di bidang budaya. 

    Festival Teater Pelajar ini juga diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi model bagi festival seni tingkat nasional, serta memberikan dampak positif bagi perkembangan seni teater di Indonesia.

  • 41 Kelompok Pelajar SMP dan SMA Unjuk Gigi Bakat Seni Lewat Festival Teater Pelajar 2024

    41 Kelompok Pelajar SMP dan SMA Unjuk Gigi Bakat Seni Lewat Festival Teater Pelajar 2024

    TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Festival Teater Pelajar (FTP) yang digagas Komunitas Teater Djarum didukung Bakti Budaya Djarum Foundation bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus, kembali digelar pada 2024 ini. 

    Festival Teater Pelajar (FTP) ini sebagai wadah para pelajar unjuk kreativitas di bidang seni teater. 

    Tahun ini, merupakan penyelenggaraan FTP ke-14 memasuki babak baru diikuti 41 kelompok pelajar jenjang SMP dan SMA di Kudus dengan mengangkat tema “Realitas Mimpi-mimpi”.

    Masing-masing kelompok pelajar sudah berkompetisi dari tahap penyisihan sejak 28 Oktober – 5 November 2024.

    Sementara final Festival Teater Pelajar XIV Teater Djarum Award 2024 digelar selama tiga hari 13-15 Desember di GOR Kaliputu Kudus menampilkan karya dari beberapa peserta terbaik yang lolos ke tahap final. 

    Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian menyampaikan, FTP 2024 kembali hadir dengan membawa semangat baru bagi pelajar.

    Tidak hanya menjadi panggung pertunjukan seni, juga sebagai wadah emas bagi pelajar untuk menggali potensi dan mengembangkan bakat di bidang seni teater.

    Di berharap, berbagai penampilan apik dari masing-masing peserta dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya agar turut serta berkontribusi dalam dunia seni pertunjukan.

    “Semoga festival ini terus menjadi sumber kreativitas dan pertumbuhan bagi generasi muda di Kudus, serta menciptakan dampak positif yang semakin luas bagi generasi muda,” terangnya di Kudus, Minggu (15/12/2024).

    Lebih lanjut, melalui festival ini pelajar diberi kesempatan untuk menyalurkan kreativitas melalui seni teater yang ditampilkan.

    Diajarkan untuk percaya diri tampil di depan masyarakat, menyampaikan ide-ide kreatif, serta belajar mengeksplorasi berbagai peran. 

    Penyelenggaraan FTP, kata Renitasari, tidak hanya sekadar menjadi panggung pertunjukan saja, juga ruang pembelajaran yang kaya pengalaman bagi pelajar.

    Festival ini turut mengajarkan nilai-nilai penting seperti kolaborasi, kedisiplinan, dan semangat kompetisi yang sehat. 

    Nilai tersebut membantu mereka bekerja dalam harmoni tim, menghargai kontribusi setiap anggota, dan tumbuh bersama sebagai generasi muda yang kreatif dan berbakat.

    Selama 14 tahun sudah FTP hadir sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat berteater yang terus berkembang di sekolah dan madrasah di Kabupaten Kudus.

    Selain menjadi ajang kompetisi, festival tingkat pelajar tersebut telah bertransformasi menjadi ruang silaturahmi dan sarana pembelajaran berharga bagi pelaku seni teater di wilayah Kudus dan sekitarnya.

    Tingkat partisipasi peserta ajang FTP juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

    Dimulai pada 2008 dengan jumlah peserta 9 kelompok pelajar, tahun ini FTP menarik perhatian 41 kelompok teater pelajar tingkat SMP dan SMA. 

    Menegaskan antusiasme generasi muda pada dunia seni pertunjukan semakin meningkat. 

    Pembina Komunitas Teater Djarum, Asa Jatmiko menerangkan, festival teater pelajar tahun ini mengusung tema unik dan menggugah.

    Mengajak penonton menjelajahi batas tipis antara dunia nyata dan dunia mimpi. 

    Di mana logika bertemu dengan fantasi, dan realitas berkolaborasi dengan imajinasi.

    Melalui pendekatan surealisme, lanjut dia, para pelajar kreatif dari 41 sekolah peserta festival mengajak penonton untuk melihat mimpi bukan hanya sebagai pelarian, tetapi juga sebagai bagian dari realitas yang mampu menginspirasi dan memberikan dampak nyata dalam kehidupan.

    Asa menegaskan, dukungan aktif dari sekolah-sekolah peserta dalam Festival Teater Pelajar menunjukkan antusiasme yang luar biasa terhadap seni pertunjukan di kalangan pelajar.

    Memberikan harapan besar bahwa teater pelajar akan terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam budaya masyarakat Kudus. 

    Apalagi, dukungan orangtua juga mulai dirasakan dalam kurun waktu dua tahun terakhir kepada putra-putri masing-masing yang berkesempatan tampil dalam festival teater pelajar. 

    “Kami sampaikan selamat kepada seluruh pelajar yang telah berproses dengan penuh semangat dan kreatif. Optimisme yang dihadirkan melalui karya-karya teater ini adalah wujud nyata dari harapan untuk membangun kehidupan masyarakat dan generasi muda yang lebih baik,” kata dia.  

    Diketahui, tahap penyisihan Festival Teater Pelajar XIV Teater Djarum Award 2024 telah berlangsung pada, Sabtu (2/11/2024) dan Selasa (5/11/2024). 

    Sebanyak 23 kelompok teater tingkat SMP dan 18 kelompok teater tingkat SMA menampilkan karya masing-masing untuk dinilai oleh dewan juri. Di antaranya, Alfiyanto, Andreas Teguh, Wijayanto Franciosa, Idham Ardi, dan Asa Jatmiko. Penilaian dilakukan berdasarkan aspek penyutradaraan, pemeranan, artistik, dan inovasi- kreativitas untuk memilih kelompok terbaik yang berhak maju ke babak final. 

    Malam final pertama berlangsung pada Jumat, 13 Desember menampilkan kelompok Teater Spero dari SMP 2 Kudus, Teater Dwija Arutala dari MA Mu’alimat NU, dan Teater Lembah Manah dari MTs 1 Kudus.

    Malam final kedua berlangsung pada Sabtu, 14 Desember menampilkan kelompok Teater Jangkar Bumi dari MA Qudsiyyah, Teater Cordova dari SMP IT Al-Islam, Teater Al Ma’ruf dari SMA NU AI Ma’ruf, dan Teater Amuba dari SMP 3 Kudus.

    Sedangkan malam final ketiga berlangsung pada Minggu, 15 Desember menampilkan kelompok Teater Patas dari SMA 1 Bae, dan Teater Prima dari SMP 1 Dawe.

    Finalis yang berhasil masuk ke babak final ini akan memperebutkan berbagai gelar bergengsi.

    Meliputi, Aktor Utama Terbaik, Aktris Utama Terbaik, Aktor Pendukung Terbaik, Aktris Pendukung Terbaik, Penata Set Panggung dan Lampu Terbaik, Penata Rias dan Kostum Terbaik, Penata Musik Terbaik, Sutradara Terbaik dan puncaknya gelar Teater Terbaik.

    Penampilan finalis dinilai secara langsung oleh para juri yang terdiri dari Rangga Riantiarno dikenal sebagai aktor, sutradara berbagai pementasan Teater Koma, Hanindawan selaku sutradara dan penulis lakon yang juga aktif selaku pemimpin teater Gidig Solo dan Dolfry Inda Suri selaku produser dan penulis lakon dikenal aktif sebagai produser Teater Keliling.

    Festival Teater Pelajar juga bagian dari panggung kebebasan berekspresi bagi pelajar agar tampil dengan kreativitas masing-masing.

    Diharapkan melalui festival ini juga diikuti oleh kabupaten/kota lainnya tergerak bersama menggelar kegiatan serupa untuk memajukan kesenian teater di Indonesia. 

    Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Disdikpora Kudus, Anggun Nugraha berharap, Festival Teater Pelajar terus digelar setiap tahun, syukur-syukur bisa dibawa ke tingkat nasional secara berjenjang. 

    Kata dia, festival ini mendukung pelajar lebih kreatif tampil di depan umum. Mendukung pengembangan bakat dan minat pelajar di bidang seni pertunjukan, apalagi sertifikat yang didapat mengikuti festival tersebut bisa digunakan mendaftar ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. 

    “Kami di Disdikpora memiliki tugas mewujudkan anak-anak cerdas secara akademis dan emosional. Cerdas dalam bidang pengetahuan, akademis, dan cerdas emosi yang bisa dibangun lewat teater. Bagaimana anak-anak belajar berempati, kreativitas, gotong-royong melalui interaksi antar siswa,” ucapnya. 

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kudus, Suhadi menambahkan, Festival Teater Pelajar membuka ruang bagi pelajar untuk menggali bakat minat dan potensi di bidang seni.

    Melalui seni, merupakan bagian penting dan sinergi dengan pengembangan kompetensi yang diterapkan di madrasah, mendukung kemampuan berkomunikasi, kreativitas, kolaborasi, dan berpikir kritis. 

    Dia berharap, ke depan pelajar madrasah di Kudus lebih banyak lagi yang ikut serta mengikuti festival teater pelajar guna meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Kretek. 

    “Komunikasi penting yang harus dibekalkan ke pelajar. Apapun profesinya nanti di tengah masyarakat tidak terlepas dari komunikasi, termasuk berperan sebagai pemimpin atau berorganisasi masyarakat. Ini bisa diasah lewat pertunjukan seni,” tuturnya. (Sam)

  • Festival Tari Gujarat India, Tujuh Penari Indonesia Pukau Ribuan Penonton di Kampus Parul University – Halaman all

    Festival Tari Gujarat India, Tujuh Penari Indonesia Pukau Ribuan Penonton di Kampus Parul University – Halaman all

    Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tujuh penari Indonesia memukau ribuan penonton pada festival ‘AIU International 3rd Youth Festival 2024-2025’, pada 9-12 Desember 2024, di Kampus Parul University, Vadodara, Gujarat India. 

    Sanggar Tari Cipta Art Production Tangerang pimpinan Ilham Muji Riyanto, membawa enam penari Umi Khulsum, Nasywa Elrica Andani Mutmainah, Aziizah Nur Pratiwi, Pratiwi Muji Astuti, Adelia Azzahra Setiawan. 

    Mereka tampil selama tiga hari berturut-turut dalam festival tari itu. 

    Pada hari pertama, mereka membawakan tarian Pakarena (Sulawesi Selatan) dan Kembang Cipadu. 

    Ada dua panggung pertunjukan yang disiapkan panitia. Panggung pertama seluas 40 x 20 meter yang megah dengan tata cahaya dan suara yang besar dan mampu menampung 3000 penonton. 

    Tarian Pakarena memiliki ciri khas gerakan yang anggun, lembut, dan penuh makna. 

    Para penari biasanya adalah wanita yang mengenakan pakaian tradisional Bugis-Makassar berwarna cerah dengan hiasan kepala dan aksesoris tradisional. Gerakan-gerakan tarian ini melambangkan nilai-nilai kehidupan, seperti kesabaran, kesopanan, dan rasa hormat.

    Sementara, tarian Kembang Cipadu diciptakan oleh Ilham Muji Riyanto, Karya Tari Kembang Cipadu berakar dari kesenian Cokek yang mencerminkan identitas dan semangat masyarakat Cipadu Jaya yang selalu tekun dalam berkarya. 

    Tarian Kembang Cipadu merupakan hasil perpaduan unsur tradisional seperti gerak tari, musik, dan busana khas Kota Tangerang yang dikemas dengan gaya modern. Dengan demikian, akan menyajikan sesuatu yang berbeda dan juga kaya akan nilai seni dan budaya.

    “Festival tari internasional ini menjadi ajang mengenalkan budaya Indonesia dan mereka sangat welcome dengan tim dari Indonesia dan ini terasa dari apresiasi penampilan kami,” kata Ilham, dalam keterangannya, Minggu (15/12/2024).

    Pada hari berikutnya, mereka berganti kostum dan menarikan Jejer Banyuwangi, Enggang Kalimantan dan Medley Nusantara di panggung tertutup dengan kualitas tata cahaya dan tata suara yang lebih baik, penontonya hampir 1000 orang. 

    Tari Jejer adalah tarian tradisional yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur. Tarian ini biasanya menjadi pembuka dalam pertunjukan kesenian Gandrung, seni budaya khas daerah tersebut. 

    Tari Jejer menggambarkan rasa syukur dan kebahagiaan masyarakat setelah musim panen, sekaligus sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu atau penonton. 

    Sedangkan tari Enggang merupakan tarian tradisional suku Dayak di Kalimantan yang menggambarkan kehidupan burung enggang, hewan yang dianggap suci oleh masyarakat Dayak. Tarian ini mencerminkan filosofi kearifan lokal, yaitu keselarasan antara manusia dan alam. 

    Sementara Tari Medley Nusantara merupakan sebuah persembahan seni tari yang memadukan keindahan ragam budaya Indonesia dalam satu harmoni. 

    Tarian ini menggabungkan empat tarian tradisional yang berasal dari berbagai daerah di Nusantara, yaitu Tari Betawi, Tari Enggang, Tari Jejer, dan Tari Tor Tor, menciptakan perjalanan visual yang sarat makna dan estetika.

    Presiden Parul University Devanshu Patel menggambarkan Festival Tari ketiga ini yang mewujudkan etos luhur yang didasarkan pada esensi kolaborasi dan pemahaman lintas budaya yang mempertemukan 700+ seniman dari 36+ negara dan universitas di seluruh India dan dunia.

    “Para seniman ini akan bersatu di platform tunggal untuk memamerkan warisan budaya mereka yang kaya melalui pertunjukan yang menakjubkan dengan kemegahan yang tak tertandingi, ” ujar Patel. 

    Ada pun kehadiran penari Indonesia ini didukung sepenuhnya oleh Kemendibud (Dana Indonesiana), Disbudpar Kota Tangerang, KBRI New Delhi dan KJRI Mumbai.