KSPSI: Museum Marsinah Akan Diresmikan Presiden Prabowo pada Hari Buruh 2026
Tim Redaksi
NGANJUK, KOMPAS.com
– Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, disebut akan menghadiri sekaligus meresmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Desa Nglundo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, seusai peringatan May Day, tepatnya pada 2 Mei 2026.
Rencana kehadiran
Presiden Prabowo
tersebut disampaikan oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, saat memberikan sambutan dalam kegiatan
groundbreaking
Museum dan Rumah Singgah
Marsinah
, Sabtu (27/12/2025) sore.
“Presiden (Prabowo) akan hadir langsung di Desa Nglundo, Nganjuk, untuk meresmikan museum ini. Ini luar biasa,” ujar Gani dalam sambutannya.
“Jadi Pak Presiden (Prabowo) saya mohon untuk meresmikan, Presiden setuju, langsung datang, hadir ke sini tanggal 2 Mei (2026), untuk meresmikan museum ini,” lanjutnya.
Gani menuturkan bahwa pembangunan Museum dan Rumah Singgah Marsinah harus selesai sesuai target karena akan menjadi agenda nasional pada peringatan May Day 2026.
“Mulai tiga hari ke depan Pak Kapolri, kami akan membangun ini karena kami hanya punya waktu empat bulan, 20 April (2026) harus sudah selesai karena tim kepresidenan akan hadir mengecek. Presiden akan hadir di sini tanggal 2 Mei (2026),” katanya.
Menurut Andi, museum tersebut akan menjadi simbol kebanggaan buruh Indonesia, sekaligus ruang sejarah
perjuangan buruh
.
“Jadi, kami harus sungguh-sungguh bekerja keras untuk menyelesaikan museum ini, yang merupakan kebanggaan buat seluruh buruh Indonesia,” ucapnya.
Pembangunan Museum dan Rumah Singgah Marsinah, kata Gani, sepenuhnya dilakukan secara mandiri oleh buruh tanpa menggunakan dana negara.
“Kami tegaskan, pembangunan gedung museum ini tidak menggunakan dana APBN ataupun APBD. Jadi, itu (dana) mulai dari Yayasan Pekerja SPSI, dari donasi para pekerja dari buruh, iuran, dan juga dari beberapa donatur dan tentu dukungan penuh dari Pak Kapolri,” tuturnya.
Menurut Gani, Museum dan Rumah Singgah Marsinah ini merupakan bentuk penghormatan buruh terhadap Marsinah sebagai pahlawan nasional.
“Buruh sangat bersyukur mempunyai pahlawan seperti Ibu Marsinah, dan teman-teman bersedia melakukan iuran untuk melakukan pembangunan gedung tersebut,” katanya.
Sementara itu, Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, menyatakan pembangunan museum dan rumah singgah tersebut diharapkan menjadi pengingat nilai perjuangan Marsinah sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Harapan kami dengan dibangunnya museum ini, dengan dibangunnya rumah singgah ini, tentunya juga bisa menghidupkan munculnya pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di Desa Nglundo,” ujar Listyo Sigit.
Ia menilai keberadaan museum akan mendorong aktivitas kunjungan buruh dari berbagai daerah yang berdampak langsung pada UMKM desa.
“Karena mungkin nanti akan ada kunjungan-kunjungan dari rekan-rekan buruh dari seluruh Indonesia, dan tentunya ini juga akan menghidupkan UMKM, menghidupkan desa itu sendiri,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Listyo Sigit juga menyinggung rencana kehadiran Presiden Prabowo dalam
peresmian Museum
Marsinah.
“Dan tadi Pak Gani sampaikan, semoga Bapak Presiden (Prabowo) nanti di acara May Day berkenan, dan tentu itu tentunya menjadi hal yang sangat bersejarah bagi wilayah Nganjuk dan Jawa Timur, dan khususnya teman-teman buruh,” ucapnya.
Marsini, kakak kandung Marsinah, Marsini, menyampaikan rasa haru atas terwujudnya Museum dan Rumah Singgah yang menjadi kenang-kenangan bagi almarhumah Marsinah.
Pihaknya berharap museum tersebut dapat memberi manfaat luas bagi masyarakat Desa Nglundo.
“Semoga nanti museum ini juga sangat bermanfaat untuk warga, mungkin bisa pada saat SPSI datang merayakan May Day,” tuturnya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Andi Gani
-

Buruh Minta Upah 2026 Naik Sampai 7,31%
Jakarta –
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea meminta para gubernur tidak mengubah usulan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) yang telah diajukan oleh bupati dan wali kota. Tuntutan buruh berada di angka alpha 0,9 yang bisa menghasilkan kenaikan UMK rata-rata di kisaran 6,78-7,31%.
Andi Gani mengatakan perubahan usulan UMK di tingkat provinsi berpotensi menimbulkan keresahan di kalangan buruh. Pasalnya besaran UMK tersebut diklaim sebagai hasil kesepakatan yang telah dicapai bersama antara unsur pemerintah daerah, pengusaha dan serikat pekerja di tingkat kabupaten/kota.
“Usulan UMK yang disampaikan bupati dan wali kota adalah hasil kesepakatan bersama di daerah. Jika kemudian diubah oleh gubernur, itu bisa menimbulkan kegelisahan dan ketidakpercayaan buruh terhadap proses penetapan upah,” kata Andi Gani dalam keterangan tertulis, Rabu (24/12/2025).
Andi Gani menyebut proses perundingan UMK di daerah telah melalui mekanisme dialog sosial yang panjang dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Karena itu ia meminta hasil kesepakatan tersebut dihormati.
“Kami meminta gubernur untuk menghormati keputusan yang sudah disepakati di kabupaten dan kota. Jangan sampai kebijakan yang sudah final di daerah justru diubah karena dampaknya sangat dirasakan oleh para pekerja,” tuturnya.
KSPSI berharap penetapan UMK berjalan kondusif dan adil bagi semua pihak, serta mampu menjaga stabilitas hubungan industrial.
“Gubernur tidak boleh menafikan perundingan di tingkat kabupaten/ kota,” imbuhnya.
Tonton juga Video: Partai Buruh-KSPI Tolak PP Kenaikan Upah 2026 yang Diteken Prabowo
(fdl/fdl)
-

Buruh ASEAN Dorong Konflik Perbatasan Tak Rugikan Pekerja
Jakarta –
Presiden ASEAN Trade Union Council (ASEAN TUC) Andi Gani Nena Wea melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya di Asia Tenggara dengan menyambangi Thailand. Di sana, Andi Gani bertemu dengan pimpinan konfederasi buruh Thailand untuk memperkuat kolaborasi antarserikat pekerja kawasan.
Hadir dalam pertemuan tersebut General Secretary State Enterprises Workers Relations Confederation (SERC) Sarawut Saranwong, President National Congress Private Industrial of Employees (NCPE) Chao Khaichareon, General Secretary NCPE Theeravit Wongpeth, serta President Thai Trade Union Congress (TTUC) Thavee Thechateeravat.
Andi Gani mengatakan kunjungan ini fokus pada penguatan kerja sama isu kesejahteraan pekerja, pendidikan buruh, hingga advokasi lintas negara.
“ASEAN TUC harus menjadi rumah besar bagi buruh Asia Tenggara. Kita harus saling memperkuat solidaritas, dan memastikan peningkatan kesejahteraan pekerja menjadi agenda utama di setiap negara anggota,” kata Andi Gani, Rabu (10/12/2025).
Dalam pertemuan itu, Presiden KSPSI tersebut juga menyoroti memanasnya situasi di perbatasan Thailand-Kamboja. Menurutnya, ketegangan tersebut harus disikapi agar tidak berdampak pada pekerja di wilayah perbatasan.
“Serikat buruh tidak boleh diam ketika stabilitas kawasan terancam. Kita harus mendorong dialog, menahan eskalasi, dan memastikan bahwa konflik tidak berdampak pada keamanan dan kehidupan pekerja di perbatasan,” tegasnya.
Presiden TTUC Thavee Thechateeravat dalam kesempatan yang sama memberikan apresiasi atas peran Andi Gani dan menyampaikan dukungan agar Andi Gani kembali memimpin ASEAN TUC untuk periode kedua.
Saat ini Andi Gani memimpin sekitar 19 juta buruh di ASEAN melalui ASEAN TUC. Ia terus memperluas kolaborasi lintas serikat pekerja sebagai wadah koordinasi buruh Asia Tenggara.
Sebelum tiba di Thailand, Andi Gani lebih dulu berkunjung ke Malaysia dan bertemu Presiden Malaysian Trade Union Congress (MTUC) Dato Halim dan Sekjen MTUC Kamarul di Kantor MTUC, Kuala Lumpur, Senin (8/12/2025).
(fdl/fdl)
-

Video Harapan KSPSI untuk Kenaikan UMP 2026: Formulanya Harus Dibuka
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, berharap pemerintah bisa mengumumkan formula perhitungan Upah Minimum Provinsi (UMP) untuk tahun 2026. Hal ini disampaikan Andi Gani dalam Rapimnas KSPSI di Jakarta, Kamis (4/12).
Dalam rapimnas ini turut hadir Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Aspirasi buruh pun langsung diserap lewat dialog terbuka.
-
/data/photo/2025/09/22/68d11a0995a8c.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Serikat Buruh Minta Kenaikan UMP 2026 Tidak Lebih Rendah dari 2025 Megapolitan 4 Desember 2025
Serikat Buruh Minta Kenaikan UMP 2026 Tidak Lebih Rendah dari 2025
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, meminta kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 tidak boleh lebih rendah dibandingkan tahun 2025.
Ia menyampaikan hal itu di tengah kabar yang menyebutkan bahwa
UMP
tahun depan berpotensi turun.
“Tapi saya mohon, kenaikan upah tidak boleh rendah dari seperti tahun 2025,” ujar Andi saat ditemui di Jakarta Pusat, Kamis (4/12/2025).
Andi mengaku menerima bocoran dua hari terakhir bahwa berdasarkan hitungan awal,
UMP 2026
justru mengalami penurunan.
Namun, ia menegaskan kabar itu belum dapat dipastikan karena pemerintah belum merilis formula perhitungan resmi.
Menurut Andi, hingga kini serikat pekerja maupun Dewan Pengupahan belum mengetahui formula yang digunakan pemerintah untuk menghitung UMP 2026.
“Kami tanya lewat Dewan Pengupahan, formulanya belum jelas. Masih tertutup,” ujar dia.
KSPSI mengusulkan
kenaikan UMP
2026 berada di kisaran 6,5 persen sampai 8 persen.
Usulan itu dihitung berdasarkan pertumbuhan ekonomi, inflasi daerah, dan kontribusi pekerja terhadap ekonomi setempat.
Andi berharap pemerintah mengumumkan formula dalam waktu dekat agar pembahasan bisa dilakukan terbuka dan tidak menimbulkan kejutan di akhir tahun.
“Sebaiknya tidak perlu ragu-ragu, keluarkan formulanya, kita duduk bareng, kita menghitung dengan jelas berapa jumlahnya. Nanti saya agak khawatir nih, tiba-tiba akhir tahun baru diumumkan, buruhnya kaget,” ujar dia.
Di tengah proses yang belum selesai,
buruh
di Jakarta mendesak pemerintah menaikkan UMP menjadi Rp 6 juta atau sekitar 11 persen.
“Ya setidaknya naik UMP Jakarta dari Rp 5,4 juta menjadi Rp 6 juta,” kata Andi.
Serikat buruh juga mengklaim mendapat informasi bahwa kenaikan UMP tahun depan diperkirakan berada di angka 5,8 persen.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
/data/photo/2025/12/27/694fcec3c9715.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)



/data/photo/2025/12/03/693010d1c6845.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)