Tag: Amran Sulaiman

  • Wali Kota Bogor Dedie Rachim gaungkan kemandirian-katahanan pangan

    Wali Kota Bogor Dedie Rachim gaungkan kemandirian-katahanan pangan

    Wali Kota Bogor Dedie A Rachim memimpin kegiatan panen raya di Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (7/4/2025). (ANTARA/HO-Humas Pemkot Bogor)

    Wali Kota Bogor Dedie Rachim gaungkan kemandirian-katahanan pangan
    Dalam Negeri   
    Editor: Novelia Tri Ananda   
    Selasa, 08 April 2025 – 07:03 WIB

    Elshinta.com – Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menggaungkan kemandirian dan ketahanan pangan dalam panen raya padi serentak di 14 provinsi di Indonesia bersama Presiden Prabowo Subianto, yang dilaksanakan secara simbolis di Majalengka, Jawa Barat, Senin.

    “Panen raya serentak ini merupakan sebuah momentum yang bagus, terutama untuk mendukung konsep pemerintah terkait kemandirian dan ketahanan pangan, seperti yang disampaikan Presiden Bapak Prabowo Subianto,” kata Dedie saat memimpin panen raya padi di Kota Bogor yang dilaksanakan di Balai Besar Pengujian Standardisasi Instrumen Tanaman Padi (BSIP Padi) Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

    Panen raya di Kota Bogor diawali dengan pemanenan padi oleh Dedie Rachim menggunakan mesin pemanen padi Crown Combine Harvester bersama Forkopimda.  Acara dilanjutkan dengan menyaksikan tayangan panen raya serentak melalui sambungan daring, serta mendengarkan arahan Presiden Prabowo Subianto dan laporan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman.

    Dedie menyebutkan, kemandirian dan ketahanan pangan tidak lepas dari infrastruktur. Oleh karena itu, pembahasan soal panen raya tidak hanya berbicara tentang hasil, tetapi juga mencakup berbagai proses penunjang, seperti ketersediaan irigasi, alat pertanian, dan kemudahan petani dalam mengakses pupuk.

    Dengan dukungan penggunaan alat pertanian, proses panen menjadi lebih cepat dan efisien dari segi waktu maupun biaya operasional.

    “Keberadaan mesin tani ini sangat membantu, sebab di daerah perkotaan seperti Kota Bogor, jumlah petani tidak sebanyak di wilayah-wilayah produsen. Karena itu, kami memberikan apresiasi kepada para pemilik lahan dan masyarakat yang masih berprofesi sebagai petani, yang menjadi tulang punggung kemandirian pangan nasional,” ucap Dedie.

    Sementara dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa panen raya ini merupakan langkah baik untuk masa depan yang lebih baik.

    “Apa yang dihasilkan ini datang dari hati yang bersih, itikad yang baik, dan rasa tanggung jawab penuh kepada bangsa dan rakyat Indonesia. Dengan keinginan melayani rakyat, membela rakyat, dan membantu rakyat, ternyata kita mampu menghasilkan,” ujarnya.

    Ia menambahkan, saat ini beberapa negara besar tengah mengalami krisis pangan, kekurangan beras dan telur. Namun Indonesia justru mengalami surplus telur, dan sebagian hasilnya telah diekspor ke luar negeri. Dalam kesempatan ini, Presiden juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, terutama para petani.

    “Petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan, tidak ada negara. Saya katakan berkali-kali, bertahun-tahun, tanpa pangan tidak ada negara, tidak ada NKRI. Karena itu saya sangat bahagia,” tutur Presiden.

    Sumber : Antara

  • Yang Paling Penting Punya Akal Sehat

    Yang Paling Penting Punya Akal Sehat

    GELORA.CO – Presiden RI Prabowo Subianto mengaku kebijakannya selama enam bulan kepemimpinannya masuk akal. Menurut dia, orang yang terlalu pintar, terkadang tidak menjadi apa-apa.

    Prabowo mengatakan itu di sela kunjungan kerja ke Majalengka, Jawa Barat, Senin, 7 April 2025.

    “Saya sangat bahagia, saya menerima mandat Oktober 20, mungkin sekarang baru masuk bulan keenam. Tapi dengan niat yang baik dari semua pihak yang diberi amanat oleh rakyat, dengan kebijakan yang masuk akal, bukan kebijakan yang perlu orang terlalu pintar. Kadang-kadang orang terlalu pintar malah nggak jadi apa-apa ya kan,” kata Prabowo.

    Lantas, ia pun bertanya kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Menteri Pertanian Amran Sulaiman hingga Menko Pangan Zulkifli Hasan. Prabowo mempertanyakan asal-usul pendidikan mereka.

    Dia menuturkan tiga pejabat itu bukan lulusan dari universitas luar negeri.

    “Ini saya lihat Kang Dedi lulusan mana? Bukan dari Amerika atau, oh bukan. Oh Purwakarta. Pak Amran bukan lulusan luar negeri juga? Bukan, di kampung,” ujar Prabowo.

    “Ini orang kampung semua yang kerja. Pak Zulkifli dari mana Pak Zulkifli? Lampung, Anda nggak ke Oxford?,” lanjut Prabowo.

    Prabowo menyadari bahwa orang pintar dibutuhkan untuk membangun negeri. Namun, kata dia, orang yang memiliki akal sehat dan mencintai rakyatnya lebih dibutuhkan oleh negara.

    “Kita butuh orang-orang pintar, banyak. Tapi, yang paling penting adalah mereka-mereka yang punya akal sehat dan orang-orang yang benar-benar cinta dengan rakyat kita, karena mereka benar-benar berasal dari rakyat,” tuturnya.

  • Petani Sejahtera, Prabowo 6 Kali Ucapkan Bahagia di Majalengka

    Petani Sejahtera, Prabowo 6 Kali Ucapkan Bahagia di Majalengka

    Majalengka, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa bahagianya saat menghadiri Panen Raya Nasional di Majalengka, Jawa Barat, Senin (7/4/2025). Acara ini digelar serentak di 14 provinsi dan 157 kabupaten/kota. Dalam sambutannya, presiden menyebut kata bahagia hingga enam kali, menegaskan apresiasinya terhadap peningkatan kesejahteraan petani.

    “Yang paling bahagia hari ini adalah saya sendiri, Presiden Republik Indonesia,” ujar Prabowo di hadapan para petani yang hadir di Majalengka, Senin (7/4/2025).

    Berkat antusiasme masyarakat, Prabowo memperpanjang durasi acara dari satu jam menjadi dua jam. Ia menyampaikan bahwa pemerintah saat ini diisi oleh orang-orang yang paham dan berpihak pada kepentingan petani.

    Juru Bicara Presiden Prita Laura menyebut, kebahagiaan presiden mencerminkan keberhasilan program-program pertanian yang telah berjalan. 

    Prabowo, menurut Prita, juga mencatat langsung aspirasi petani, termasuk soal akses pupuk dan benih, perbaikan irigasi, hingga kenaikan harga beli gabah menjadi Rp 6.500 per kilogram menjadi tertinggi dalam sejarah.

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, penyerapan gabah oleh Bulog melonjak hingga 2.000%, dari 35.000 ton menjadi 800.000 ton. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi nasional Januari–April 2025 mencapai 13,94 juta ton GKG, tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.

    Para petani di berbagai daerah turut menyampaikan rasa syukurnya. Di Serang dan Lampung Tengah, harga gabah naik signifikan hingga Rp 6.500 per kilogram. Petani di Ngawi, Jawa Timur, juga menyambut baik kemudahan akses pupuk dan peningkatan harga jual gabah.

    “Kebijakan Presiden Prabowo terasa nyata bagi kami petani. Dahulu saya sempat diminta istri berhenti bertani, tetapi sekarang keluarga saya bangga,” ujar Surdi, petani asal Majalengka.

  • Ajak kerja untuk rakyat, Prabowo tak soal warna partai kepala daerah

    Ajak kerja untuk rakyat, Prabowo tak soal warna partai kepala daerah

    Sumber foto: Antara/elshinta.com.

    Ajak kerja untuk rakyat, Prabowo tak soal warna partai kepala daerah
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Senin, 07 April 2025 – 22:10 WIB

    Elshinta.com – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya tidak mempersoalkan warna atau asal partai dari masing-masing kepala daerah dan mengajak mereka bekerja bersama untuk mengabdi kepada rakyat.

    “Saya merasa sekarang kita semakin kompak tiap hari. Saya lihat menteri-menteri, gubernur, bupati, kita tidak peduli dari mana partai kita. Enggak ada, saya enggak tanya dari partai mana, bupati di sini saya tidak tahu dan saya enggak akan tanya. Yang saya tahu kita kerja untuk rakyat,” kata Prabowo saat memberikan sambutan pada Panen Raya Nasional yang dipusatkan di Desa Randegan Wetan, Majalengka, Jawa Barat, Senin.

    Dalam tayangan video yang diunggah akun YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, Senin, Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berupaya memajukan kesejahteraan petani yang mendukung ketahanan pangan.

    Dalam sambutannya di hadapan ribuan petani hingga gubernur dari 13 provinsi lainnya, Prabowo pun mengajak seluruh pihak, baik gubernur, bupati, pimpinan TNI dan Polri, untuk kerja bahu-membahu untuk rakyat termasuk petani, tanpa memedulikan warna partai pendukung.

    Menurut Prabowo, urusan partai hanya dapat dikaitkan saat pilkada atau pemilu di mana kontestasi tersebut pun sudah selesai. Setelah itu, masing-masing kepala daerah harus memfokuskan diri bekerja untuk rakyat.

    “Mari kita kerja sama, mari kita bahu membahu, ini jalan kita, bangsa yang besar adalah bangsa yang akan kerja sama. Sama dengan main bola, enggak mungkin tim main bola kalau kesebelasan enggak kompak, nggak kerja sama,” kata Prabowo.

    Presiden menambahkan bahwa dirinya ingin menjadi pemimpin yang berhasil menurunkan harga pangan untuk rakyat Indonesia.

    Sebagai mantan Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, Presiden memahami bahwa hidup petani harus makmur, terutama penghasilannya tercukupi.

    Adapun dalam acara tersebut, sejumlah pejabat yang turut mendampingi Presiden adalah Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

    Sumber : Antara

  • Prabowo: Gelar Akademis Tak Jamin Kebijakan Prorakyat

    Prabowo: Gelar Akademis Tak Jamin Kebijakan Prorakyat

    Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto menyatakan, faktor akademis tidak menjamin seseorang dapat membuat kebijakan yang prorakyat.

    Prabowo menekankan, yang lebih penting dalam pemerintahan adalah menempatkan orang-orang yang benar-benar cinta kepada rakyat.

    Pernyataan tersebut disampaikan oleh Prabowo ketika memimpin panen raya di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

    “Kita butuh banyak orang pintar, tapi yang paling penting adalah mereka yang memiliki akal sehat dan benar-benar mencintai rakyat, karena mereka berasal dari rakyat,” ujar Prabowo, Senin (7/4/2025).

    Dalam kesempatan tersebut, Prabowo sempat menanyakan satu per satu pejabat yang mendampinginya mengenai perguruan tinggi tempat mereka menimba ilmu.

    Di antaranya, ada Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

    Prabowo menerima jawaban bahwa pejabat-pejabat tersebut bukan lulusan luar negeri, melainkan lulusan dari perguruan tinggi daerah. Meski demikian, mereka terbukti bekerja keras untuk kepentingan rakyat.

    “Saya kadang melihat orang yang terlalu pintar malah tidak jadi apa-apa. Lihat, Kang Dedi, lulusan mana? Bukan dari Amerika, bukan? Oh, Purwakarta,” ungkap Prabowo.

    Prabowo menegaskan dalam kepemimpinan, hal terpenting adalah kecintaan terhadap rakyat, karena kebijakan yang baik haruslah rasional dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

    Prabowo menyatakan semangatnya karena dikelilingi oleh pembantu-pembantu hebat dalam kabinet. Ia menilai kebijakan prorakyat yang telah dikeluarkan selama pemerintahannya merupakan bukti bahwa timnya bekerja dengan baik.

    “Saya merasa benar-benar punya tim yang hebat. Menteri-menteri saya hebat. Kalau ada yang nyinyir, itu biasa. Pemimpin ibarat pohon besar yang sering diterpa angin kencang. Semakin kita naik ke puncak, semakin berat tantangan, semakin banyak pengorbanan yang harus kita hadapi,” tutup Prabowo Subianto yang menyebut gelar akademis tidak menjamin kebijakan prorakyat.

  • Gaya Prabowo Saat Berdialog dengan Petani di Majalengka

    Gaya Prabowo Saat Berdialog dengan Petani di Majalengka

    Bisnis.com, MAJALENGKA – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Majalengka untuk berdialog langsung dengan para petani di lingkungan setempat.

    Dalam momen Panen Raya Nasional yang digelar serentak di 14 provinsi sentra produksi padi Indonesia, Presiden Ke-8 RI itu menggelar dialog langsung dengan para petani dari berbagai daerah melalui sambungan virtual yang digelar di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jati 7, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin (7/4/2025).

    Presiden Prabowo Subianto./Ist

    Dalam kunjungan yang berlangsung di tengah hamparan sawah hijau tersebut, Prabowo duduk bersama petani dan mendengarkan langsung aspirasi mereka terkait tantangan sektor pertanian.

    Prabowo tampak mengenakan kemeja safari berwarna krem dan kacamata hitam, sementara beberapa petani mengenakan pakaian sederhana dengan topi atau kaus lengan panjang. 

    Di samping Prabowo, terlihat sejumlah pejabat mulai dari Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

    Presiden Prabowo Subianto./Ist

    Tak terkecuali terlihat beberapa perwakilan masyarakat desa yang turut mendengarkan jalannya diskusi.

    Prabowo memimpin langsung dialog yang tersambung dengan para gubernur dan petani dari 14 provinsi serta 156 bupati/wali kota di seluruh Indonesia itu dalam membahas isu terkait harga gabah dan distribusi pupuk.

    Salah satunya, dari ujung barat Indonesia, Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyampaikan aspirasi masyarakat tani Aceh kepada Presiden, khususnya terkait kebutuhan irigasi dan alat pertanian. Dia juga menyoroti lahan tadah hujan yang belum terjamah irigasi di Aceh Utara.

    “Ada sembilan kecamatan yang tidak terjamah oleh irigasi. Mudah-mudahan ke depan Aceh lebih makmur dan lebih maju di bidang pertanian, khususnya sebagai lumbung padi,” tambahnya.

    Prabowo pun menanggapi semua masukan dengan penuh perhatian dan menggarisbawahi bahwa pembangunan pertanian harus berpihak pada rakyat.

    “Saya ingin jadi Presiden, ingin jadi pemimpin yang berhasil menurunkan harga pangan untuk rakyat Indonesia. Itu keinginan saya. Dan ini keinginan daripada semua menteri, semua gubernur, semua bupati. Kita akan bahagia kalau rakyat kita senyum, kita akan bahagia kalau para petani kita makmur,” tegas Prabowo.

  • Yayasan Bhakti Bela Negara Ikut Panen Raya Bareng Presiden, Kembangkan Tanaman Padi Secara Organik

    Yayasan Bhakti Bela Negara Ikut Panen Raya Bareng Presiden, Kembangkan Tanaman Padi Secara Organik

    JABAR EKSPRES – Presiden Prabowo Subianto melakukan panen raya padi serentak di Majalengka, Jawa Barat, pada Senin (7/4).

    Terlihat Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, saat memanen padi di sawah.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari panen serentak yang diadakan di 14 provinsi dan 157 kabupaten/kota di seluruh Indonesia sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

    BACA JUGA: Panen Raya Serentak, Rudy Susmanto Sebut Kabupaten Bogor Miliki 39 Hektar Lahan Padi

    Yayasan Bhakti Bela Negara mengusung konsep revolusi pertanian yang saat ini Demplot pengembangan tanaman padi siap panen luasan 10 Ha yang telah diolah secara organik ditanam saat 5 Januari 2025 dari 1.000 Ha yang direncanakan,diikutkan dalam program panen raya tersebut.

    Ketua Yayasan Bhakti Bela Negara, Seno Adjie mengatakan, pihaknya mendukung dan ikut serta sebagai wakil Kabupaten Pandeglang, Provisi Banten.

    Seno Adjie menyampaikan, tujuan giat ini adalah pengecekan dan evaluasi program ketahanan pangan nasional oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

    “Presiden senang bahwa semua Potensi panen sesuai dengan target dan memastikan akan terus memberikan program yang mendukung Swasembada pangan nasional dan semakin yakin Indonesia akan menjadi Negara lumbung pangan Dunia,” ujarnya.

    BACA JUGA: Pasca Lebaran, Penitipan Kucing Kembali Lengang, Namun Tantangan Masih Ada

    Sementara itu, Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekertariat Presiden, Yusuf Permana menjelaskan panen raya ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan musim tanam.

    Tetapi, kata Yusuf, hal ini juga bukti nyata dari peningkatan produktivitas pertanian nasional.

    “Kegiatan panen raya ini pun diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para petani dan pelaku sektor pertanian lainnya dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional,” pungkasnya.

  • Tertinggi dalam 20 Tahun, Stok Beras Bisa Tembus 3 Juta Ton

    Tertinggi dalam 20 Tahun, Stok Beras Bisa Tembus 3 Juta Ton

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan bahwa stok beras di gudang saat ini mencapai 2,4 juta ton. Pada akhir April ini, diprediksi jumlah stok beras menyentuh 3 juta ton dan mencatatkan rekor dalam 20 tahun terakhir.

    Hal ini disampaikan Mentan Amran saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kegiatan panen raya bersama para petani dari 14 provinsi di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jati 7, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin (7/4/2025).

    “Stok beras di gudang sekarang 2,4 juta ton. Diperkirakan akhir bulan ini 3 juta ton. Angka ini tertinggi selama 10-20 tahun terakhir,” ungkap Mentan Amran.

    Mentan Amran mengatakan, tingginya hasil panen membuat stok beras di sejumlah gudang kini sudah penuh. Untuk itu, pihaknya sudah menyewa gudang-gudang baru untuk menampung 750.000 ton beras.

    “Gudangnya sebagian sudah penuh, 750.000 ton itu kita sudah sewa sampai dengan hari ini, karena gudang sebagian kabupaten sudah penuh sehingga kita sewa,” paparnya.

    Dalam kesempatan ini, Amran juga mengungkapkan bahwa para petani di seluruh Indonesia berterima kasih kepada Presiden Prabowo atas kenaikan harga gabah di pasaran, yang kini senilai Rp 6.500 per kilogram.

    Ia juga menyinggung kebijakan pupuk Prabowo yang dinilai lebih sederhana, sehingga memudahkan petani dalam mendapatkan pupuk. Menurutnya, kebijakan ini merupakan bentuk revolusi di bidang pertanian.

    Lebih lanjut, Mentan Amran mengungkapkan, kebijakan pompanisasi telah berhasil meningkatkan produksi pertanian di Pulau Jawa hingga 2,8 juta ton atau sekitar 52% periode Januari-Maret 2025 di tengah krisis akibat El Nino.

    Ia juga mengatakan bahwa berdasarkan laporan Bulog, tingkat penyerapan hasil pertanian kini naik hingga 2.000%. Dia lantas mengapresiasi berbagai kebijakan Presiden Prabowo yang mendukung ketahanan pangan dan pro terhadap para petani, dan meyakini Indonesia dapat mencapai swasembada pangan.

    “Sekarang yang berproses adalah irigasi. Kalau 2 juta hektare yang sudah kami sepakati dengan menteri pekerjaan umum ini selesai, insya allah pangan kita aman dan mimpi besar kita untuk menjadi lumbung pangan menjadi kenyataan,” pungkas Mentan Amran terkait stok beras nasional.

  • Prabowo Happy, Sebut Harga Sembako Aman Terkendali & Terjangkau

    Prabowo Happy, Sebut Harga Sembako Aman Terkendali & Terjangkau

    Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Prabowo Subianto melakukan panen raya padi serentak di Majalengka, Jawa Barat, pada Senin (7/4/2025). Dalam panen raya kali ini, Presiden Prabowo turut didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

    Saat melakukan panen raya, Prabowo juga berterima kasih kepada jajaran kementerian dan lembaga di bidang pangan yang telah berhasil mengendalikan harga pangan saat Lebaran 2025.

    “Saya ingin ucapkan terima kasih kepada semua pimpinan dari semua jenjang, mulai dari pusat, para menko, menteri, panglima TNI, kapolri, semua pihak yang bekerja keras. Sehingga bulan Ramadan, bulan puasa, bagi umat Islam di Indonesia, dan juga Hari Raya Idul Fitri, tahun ini kita nikmati dalam keadaan aman, damai. Dan juga yang saya sangat bahagia harga-harga bahan pokok terkendali, aman, dan masih terjangkau oleh rakyat Indonesia, saya sangat bahagia,” kata Prabowo dalam pidatonya saat melakukan panen raya, Senin (7/4/2025).

    Prabowo melanjutkan bahwa Indonesia berhasil melewati masa yang cukup sulit selama bertahun-tahun terkait pengendalian harga pangan. Prabowo juga mengatakan bahwa Indonesia dapat melihat hasilnya berkat kerja keras jajaran kementerian dan lembaga di bidang pangan.

    “Kemudian, bahwa kita dalam pertama kali bertahun-tahun harga-harga pangan terkendali. Ini juga saya ucapkan terima kasih kepada tim pertanian, di bawah koordinasi Menko Pangan, Menteri Pertanian kerja sangat keras Setiap kali saya cari. Dan Alhamdulillah, sekarang kita lihat hasilnya,” ujar Prabowo.

    Prabowo menambahkan Indonesia berhasil melewati masa sulit di bidang pangan di tengah banyak negara yang sedang mengalami krisis pangan seperti kekurangan beras, harga pangan meninggi, dan telur yang langka.

    “Ternyata dalam waktu yang tidak lama, berhasil kita, mampu kita, dimana banyak negara kekurangan beras, dimana banyak negara harga pangan menjulang. Bahkan di negara yang terbesar dan terkaya di dunia, sekarang telur itu langka,” tambah Prabowo.

    Adapun dalam kesempatan ini, Presiden Prabowo sempat meninjau panen padi dengan menggunakan combine harvester, berdialog dengan para petani, serta menyaksikan langsung prosesi penimbangan gabah kering petani hasil panen panen raya.

    Panen raya tersebut dilakukan sebagai wujud keseriusan pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.

    Dalam kesempatan ini, Zulhas juga menegaskan bahwa puncak panen raya ini semakin memperkuat optimisme pemerintah bahwa Indonesia akan swasembada pangan khususnya beras.

    (ayh/ayh)

  • Titah Prabowo ke Mentan Cs: Turunkan Harga Daging dan Susu

    Titah Prabowo ke Mentan Cs: Turunkan Harga Daging dan Susu

    Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Prabowo Subianto mengaku bangga karena Indonesia dapat mengendalikan harga-harga pangan setelah Lebaran Idul Fitri 1446 H atau 2025. Hal ini diungkap oleh Prabowo saat melakukan panen raya padi serentak di Majalengka, Jawa Barat, Senin (7/4/2025).

    Namun, Prabowo tetap meminta kepada menteri dan wakil menteri terkait pangan untuk dapat menurunkan kembali harga daging, ikan, telur dan susu.

    “Saya minta ke menteri pertanian dan wakil menteri pertanian dan semua unsur bekerja keras lagi supaya harga daging, harga telur, susu bisa turun lagi,” kata Prabowo dalam pidatonya saat melakukan panen raya padi serentak di Majalengka, Jawa Barat, Senin (7/4/2025).

    Adapun Prabowo meminta untuk menurunkan kembali harga ketiga pangan tersebut agar masyarakat dapat memperoleh peningkatan protein dengan harga terjangkau.

    “Supaya rakyat semuanya bisa menikmati peningkatan protein, karena protein sangat penting untuk anak-anak dan cucu-cucu kita, rakyat kita sekarang harus bisa menikmati protein dalam harga yang sangat terjangkau,” ujar Prabowo.

    Sebelumnya hari ini, Prabowo beserta Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), Menteri Pertanian Amran Sulaiman melakukan panen raya padi serentak di Majalengka, Jawa Barat.

    Dalam tayangan YouTube di kanal Sekretariat Presiden, terlihat Presiden Prabowo didampingi oleh Menko Pangan Zulhas dan Mentan Amran saat panen padi di sawah.

    Panen raya padi digelar di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jati 7. Kegiatan ini merupakan bagian dari panen serentak yang diadakan di 14 provinsi dan 157 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

    Dalam kegiatan tersebut, Prabowo mengucapkan terima kasih kepada jajaran yang telah berhasil mengendalikan pangan saat masa Lebaran 2025.

    “Saya ingin ucapkan terima kasih kepada semua pimpinan dari semua jenjang, mulai dari pusat, para menko, menteri, panglima TNI, kapolri, semua pihak yang bekerja keras. Sehingga bulan Ramadan, bulan puasa, bagi umat Islam di Indonesia, dan juga Hari Raya Idul Fitri, tahun ini kita nikmati dalam keadaan aman, damai. Dan juga yang saya sangat bahagia harga-harga bahan pokok terkendali, aman, dan masih terjangkau oleh rakyat Indonesia, saya sangat bahagia,” kata Prabowo.

    (ayh/ayh)