Tag: Amran Sulaiman

  • Respons Mentan Amran Sulaiman untuk Tarif Impor AS

    Respons Mentan Amran Sulaiman untuk Tarif Impor AS

    FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia tetap tangguh meski menghadapi dampak perang dagang global akibat kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menaikkan tarif impor terhadap barang dari Indonesia.

    “Dengan kebijakan tarif (impor), kita Indonesia kuat, kita punya CPO (minyak kelapa sawit mentah). Kita punya segala macam, (impor) ke Amerika,” ujarnya di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu.

    Meskipun AS menaikkan tarif impor barang Indonesia hingga 32 persen, menurut Mentan Amran, hal tersebut masih bisa diatasi melalui berbagai strategi penyesuaian.

    “Ini sangat mudah, kita geser. Gandum kita impor, karena kita tidak bisa produksi. Kita impor dari Amerika kurang lebih 10 juta ton, di sektor pertanian. Itu selesai. Kemudian, kedua adalah kita ekspor CPO (Crude Palm Oil) 1,7 juta ton ke Amerika, dan ke seluruh dunia itu 26 juta ton. Kalau dikatakan ini berkurang, langsung kita jadikan ‘buyer food’,” jelasnya.

    Sebagai bentuk mitigasi, pemerintah tengah menyiapkan kebijakan pemanfaatan minyak sawit dalam bentuk campuran bahan bakar, yaitu B40 (campuran 60 persen solar dan 40 persen biodiesel) dan B50 (50 persen solar dan 50 persen biodiesel).

    Program B40 direncanakan mulai berjalan pada Januari 2025, sementara implementasi B50 ditargetkan paling lambat tahun 2026.

    “Dan ini ada B40-B50, kita rancang, kita sudah persiapkan semua. Tetapi yang terpenting adalah, setiap tekanan selalu ada celah kita bisa gunakan,” ujar Ketua Umum IKA Universitas Hasanuddin tersebut dengan optimis.

  • Mentan yakin Indonesia kuat di tengah perang dagang global

    Mentan yakin Indonesia kuat di tengah perang dagang global

    Makassar (ANTARA) – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyakini bangsa Indonesia masih kuat walaupun terjadi perang dagang global atas kebijakan dikeluarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memberlakukan kenaikan tarif impor barang dari negara Paman Sam itu.

    “Dengan kebijakan tarif (impor), kita Indonesia kuat, kita punya CPO (minyak kelapa sawit mentah). Kita punya segala macam, (impor) ke Amerika,” ujarnya Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu.

    Meski terjadi perang dagang melalui kebijakan yang dibuat Presiden Donal Trump dengan menaikkan tarif pajak impor barang Indonesia ke AS sebesar 32 persen, kata Mentan, itu masih bisa disiasati.

    “Ini sangat mudah, kita geser. Gandum kita impor, karena kita tidak bisa produksi. Kita impor dari Amerika kurang lebih 10 juta ton, di sektor pertanian. Itu selesai. Kemudian, kedua adalah kita ekspor CPO (Crude Palm Oil) 1,7 juta ton ke Amerika, dan ke seluruh dunia itu 26 juta ton. Kalau dikatakan ini berkurang, langsung kita jadikan ‘buyer food’,” paparnya menjelaskan.

    Strategi lainnya penerapan kebijakan mandatory CPO yakni campuran 60 persen solar dan 40 persen bahan bakar nabati (BBN) berbasis minyak sawit atau B40 serta bahan bakar diesel merupakan campuran 50 persen solar dan 50 persen biodiesel dari minyak sawit atau B50, kini sedang dipersiapkan pemerintah.

    Untuk implementasi B50 paling lambat dilaksanakan pada 2026, sedangkan untuk program B40 dijalankan pada Januari 2025. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan nantinya.
    .
    “Dan ini ada B40-B50, kita rancang, kita sudah persiapkan semua. Tetapi yang terpenting adalah, setiap tekanan selalu ada celah kita bisa gunakan,” tutur Ketua Umum IKA Universitas Hasanuddin ini dengan nada optimistis.

    Amran mengingatkan, apabila menerima tekanan, tentunya akan terjadi lompatan, aksi dan reaksi pasti berlaku. Sebab, bila dianalogikan bila semua orang yang menerima tekanan termasuk wartawan pasti terjadi eksponensial atau lompatan signifikan.

    “Jadi, yang menerima tekanan berbahagialah, kenapa? pasti ada peluang di dalamnya. Dan biasanya, kalau ada tekanan, kita semakin kuat,” tuturnya Ketua Umum Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan atau KKSS yang baru terpilih ini menambahkan.

    Pewarta: M Darwin Fatir
    Editor: Zaenal Abidin
    Copyright © ANTARA 2025

  • Amran Resmi Pimpin KKSS: Budaya Bugis-Makassar Harus Jadi Obor Nusantara

    Amran Resmi Pimpin KKSS: Budaya Bugis-Makassar Harus Jadi Obor Nusantara

    FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dipastikan menjadi ketua umum Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) periode 2025-2030. Keputusan itu diketuk dalam Mubes XII Badan Pengurus Pusat (BPP) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) ke-12 di Hotel Four Points, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, 11 April 2025.

    “Insya Allah kami akan menjalankan dengan baik sesuai prinsip-prinsip orang Bugis: ma’bulo sipeppa, toddopuli, sipakatau, sipakainge, sipatokkong. Intinya, kita solid. Insya Allah KKSS bisa berbuat untuk Sulawesi Selatan, untuk republik ini, untuk merah putih, bahkan kemungkinan buah tangannya bisa dinikmati oleh masyarakat dunia,” ujar Amran, kepada wartawan, Jumat (11/4/2025)

    Amran juga menggarisbawahi pentingnya teladan dari para tokoh Sulawesi Selatan yang telah mengharumkan nama bangsa, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia menyebut nama-nama besar seperti Jenderal Andi Muhammad Yusuf, Baharuddin Lopa, Aksa Mahmud, Jusuf Kalla, hingga Presiden ke-3 RI, B.J. Habibie.

    “Mereka adalah sosok yang punya integritas tinggi. Mereka sipatuo, sipatokkong, sipammase-mase seluruh warga Sulawesi Selatan sehingga menjadikan obor penerang di seluruh Nusantara bahkan dunia di manapun berada KKSS,” tambahnya.

    Dalam visinya ke depan, Amran menegaskan bahwa budaya dan filosofi Bugis tidak boleh dilupakan. Ia bertekad meneruskan nilai-nilai itu kepada generasi muda agar tetap melekat dalam pemikiran dan kepribadian mereka.

    “Budaya kita harus terus diwariskan dari generasi ke generasi, agar menjadi penerang di tengah masyarakat,” tuturnya.

  • Tok! Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Resmi Jadi Ketua Umum KKSS 2025-2030

    Tok! Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Resmi Jadi Ketua Umum KKSS 2025-2030

    FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dipastikan menjadi ketua umum Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) periode 2025-2030. Keputusan itu diketuk dalam Mubes XII Badan Pengurus Pusat (BPP) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) ke-12 di Hotel Four Points, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, 11 April 2025.

    Sebelumnya muncul dua bakal calon penantang Amran yakni mantan Ketua BPW KKSS Timor Timur Yasin Azis dan pengusaha Andi Ida Nursanti. Namun keduanya batal mendaftar sebagai calon.

    “Andi Amran Sulaiman memenuhi syarat maju sebagai ketua KKSS periode 2025-2030,” kata Pimpinan Sidang Mubes KKSS, Abdillah Natsir di lokasi Mubes.

    Hingga penutupan pendaftaran persyarakat calon ketua umum KKSS, hanya Amran yang memenuhi syarat calon yang mendapatkan dukungan 10 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW).

    “Hingga saat ini hanya 1 calon mengajukan diri calon ketua KKSS dan telah didukung 10 DPW dan persyarata ini dianggap memenuhi bahkan 35 DPW sepakat mendukung Andi Amran Sulaiman mendukung menjadi ketua KKSS kedepan,” tegasnya.

    Dukungan terhadap Mentan Amran ini sudah mengalir sejak beberapa hari lalu hingga hari terakhir.

    Mereka kompak dan senada menyatakan mendukung penuh Andi Amran Sulaiman untuk menakhodai KKSS, yang merupakan rumah besar bagi warga Sulsel ini selama periode 5 tahun ke depan.

    KKSS adalah rumah besar yang mempresentasikan semangat kolektif masyarakat Sulsel di manapun berdomisili untuk terus memberikan kontribusi nyata di berbagai bidang.

  • Mentan sebut stok beras Indonesia terkuat dalam 20 tahun

    Mentan sebut stok beras Indonesia terkuat dalam 20 tahun

    Sumber foto: Antara/elshinta.com.

    Mentan sebut stok beras Indonesia terkuat dalam 20 tahun
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Kamis, 10 April 2025 – 23:58 WIB

    Elshinta.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut stok cadangan beras pemerintah (CBP) secara nasional saat ini mencapai level tertinggi dalam 20 tahun terakhir.

    ”Sekarang ini petani bahagia, produksi meningkat, ketahanan pangan kita kuat, stok kita tertinggi selama 20 tahun,” kata Mentan seusai menghadiri acara wisuda Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, sebagaimana keterangan dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

    Ia juga menyampaikan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Perum Bulog, produksi padi secara nasional juga tertinggi selama 7 tahun. Sehingga Indonesia berada dalam kondisi terbaik dalam hal ketahanan pangan selama dua dekade terakhir.

    Menurut Mentan, dukungan penuh Presiden Prabowo Subianto terhadap sektor pertanian terbukti membawa hasil nyata.

    Sarana produksi, hilirisasi, hingga pengendalian harga terus didorong pemerintah demi memastikan kesejahteraan petani dan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

    Mentan mengungkapkan saat ini sejumlah negara seperti Malaysia, Jepang, dan Filipina tengah menghadapi krisis beras, berbeda dengan Indonesia yang justru mampu menjaga stabilitas pangan nasional.

    “Kita patut bersyukur. Dengan jumlah penduduk 282 juta, bayangkan dampaknya jika terjadi kelangkaan pangan. Bisa timbul konflik sosial, bahkan mengancam stabilitas negara,” tegasnya.

    Ia juga menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian luar biasa di sektor pertanian selama periode kepimpinan Presiden Prabowo.

    Indonesia mencatatkan peningkatan produksi pertanian dengan lonjakan sebesar 62 persen.

    “Alhamdulillah, setelah 160 hari mendampingi Bapak Presiden, kita mencatat capaian pertanian tertinggi selama Indonesia merdeka. Produksi naik hingga 62 persen. Ini bukan kata saya, ini kata Badan Pusat Statistik (BPS),” ujar Mentan.

    Sebelumnya, dalam panen raya padi serentak di 14 provinsi yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto, yang dipusatkan di Majalengka, Jawa Barat, Senin (7/4), Mentan mengatakan bahwa saat ini Bulog mampu menyerap gabah petani hingga mencapai 800.000 ton dalam sekali penyerapan.

    Ia menyatakan bahwa serapan gabah kering panen (GKP) di tingkat petani oleh Perum Bulog saat ini mengalami tren peningkatan hingga mencapai 2.000 persen dan stok beras mencapai 2,4 juta ton.

    Diketahui, BPS mencatat produksi padi nasional pada Februari 2025 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

    Berdasarkan data BPS, luas panen padi pada Februari 2025 mencapai 0,76 juta hektare, atau naik 0,29 juta hektare (63,53 persen) dibandingkan Februari 2024 yang hanya sebesar 0,46 juta hektare.

    Produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) pada Februari 2025 diperkirakan sebesar 3,88 juta ton GKG. Angka ini naik 1,47 juta ton GKG (60,86 persen) dibandingkan Februari 2024 yang sebesar 2,41 juta ton GKG.

    BPS juga memperkirakan potensi luas panen pada Maret–Mei 2025 mencapai 4,30 juta hektare. Angka tersebut meningkat 0,23 juta hektare dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

    Sumber : Antara

  • KKSS Tidak Cukup Bagi Amran Jika Ingin Bertarung di Kancah Nasional

    KKSS Tidak Cukup Bagi Amran Jika Ingin Bertarung di Kancah Nasional

    FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Direktur Eksekutif Parameter Publik Indonesia, Ras MD, meyakini Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bisa menjadi nakhoda selanjutnya bagi Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).

    Seperti diketahui, Musyawarah Besar (Mubes) KKSS ke-13 yang dirangkaikan dengan Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXV 2025 digelar di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Rabu hingga Jumat, 9–11 April 2025.

    Dikatakan Ras, Amran saat ini berada dalam momentum yang sangat tepat.

    “Salah satu figur yang akan tampil menjadi nahkoda baru memimpin KKSS lima tahun kedepan,” ujar Ras, Kamis (10/4/2025).

    Menurut hitung-hitungan Ras, di antara semua yang digadang-gadang, menteri berlatar belakang pengusaha itu merupakan yang terkuat untuk memimpin KKSS.

    “Ya, kecenderungannya Amran aklamasi menjadi ketua Umum KKSS. Saya pikir tidak ada figur kuat KKSS selain Amran,” sebutnya.

    Ras mengatakan, legitimasi KKSS bagi sosok Amran sangat penting dalam memantapkan langkah politiknya kedepan.

    Direktur Eksekutif Parameter Publik Indonesia, Ras MD

    “Apalagi jika wacana Amran tampil sebagai figur 02 RI di 2029 mendatang. Representasi figur timur makin menguat,” ucapnya.

    “Istilah lainnya, setelah pak JK, terbitlah Amran sebagai tokoh kuat di pentas Pilpres kedepan,” tambah Ras.

    Lebih lanjut Ras katakan, perjalanan Amran dalam mengahadapi pentas Pilpres tidak cukup dengan modal KKSS sebagai kekuatan elektoral, namun Amran mesti menghitung lagitimasi Parpol sebagai kekuatan politiknya kedepan.

    “Ya, Amran sudah harus tampil disalah satu partai. Karena hari ini belum menjadi kader partai manapun. Langkah ini mesti diambil oleh beliau jika memang keinginanya tampil sebagai figur cawapres di 2029 mendatang,” kuncinya.

  • Prabowo Setop Keran Impor Beras, Produksi Dalam Negeri Aman?

    Prabowo Setop Keran Impor Beras, Produksi Dalam Negeri Aman?

    Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kian serius dalam menjalankan komitmennya untuk menutup keran impor beras konsumsi. Lantas, apakah produksi beras dalam negeri sudah dapat memenuhi kebutuhan nasional?

    Melalui Instruksi Presiden (Inpres) No.6/2025, pemerintah mempertegas ketahanan pangan nasional dan pencapaian swasembada beras dengan memastikan penyerapan gabah dan beras petani lokal secara optimal.

    Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyampaikan, kebijakan ini menjadi pedoman pemerintah dan Perum Bulog untuk menyerap hasil panen petani dalam negeri secara maksimal.

    “Pemerintah telah berkomitmen tidak ada impor beras lagi. Jadi produksi dalam negeri harus mampu memenuhi kebutuhan kita,” kata Arief dalam keterangannya, Selasa (8/4/2025).

    Melalui beleid ini, pemerintah kembali menegaskan target pengadaan beras dalam negeri sebanyak 3 juta ton di 2025. Pemerintah melalui Perum Bulog menyerap hasil panen petani dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram (kg) untuk gabah kering panen (GKP) dengan segala kualitas di tingkat petani.

    Adapun, pengadaan beras dalam negeri oleh Perum Bulog berdasarkan penugasan Bapanas. Penugasan itu diputuskan dalam rapat koordinasi bidang pangan.

    Pada awal 2025, kementerian/lembaga di bawah Kementerian Koordinator Bidang Pangan telah menyepakati Perum Bulog menyerap 3 juta ton beras.

    Pemerintah kemudian menerbitkan sejumlah kebijakan demi mendukung pencapaian target tersebut. Salah satunya, dengan menerbitkan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional No.14/2025 tentang Perubahan atas Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional No.2/2025 tentang Perubahan atas Harga Pembelian Pemerintah dan Rafaksi Harga Gabah dan Beras.

    Melalui beleid itu, pemerintah mencabut rafaksi harga pembelian pemerintah (HPP) gabah dan menetapkan harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp6.500 per kg.

    Bapanas juga menetapkan HPP beras di gudang Perum Bulog Rp12.000 per kg dengan standar kualitas yaitu derajat sosoh minimal 100% yang kemudian disesuaikan menjadi 95%, kadar air 14%, butir patah maksimal 25%, dan butir menir maksimal 25%.

    Arief mengatakan, penyesuaian ini dilakukan atas permintaan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan Perkumpulan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi).

    “Jadi atas permintaan Menteri Pertanian dan teman-teman Perpadi, derajat sosoh yang sebelumnya 100% kita turunkan menjadi 95%, sehingga diharapkan bisa membantu penyerapan Bulog,” kata Arief dalam keterangannya, dikutip Jumat (31/1/2025).

    Penyerapan Gabah

    Sementara itu, Pengamat Pertanian dari Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Eliza Mardian mengatakan, sudah seharusnya Bulog mengoptimalkan penyerapan gabah dalam negeri. Mengingat, selama ini cadangan beras pemerintah 80% dipenuhi melalui impor, bukan penyerapan dalam negeri.

    “Saatnya Bulog untuk mengoptimalkan menyerap gabah di dalam negeri,” kata dia kepada Bisnis, Kamis (10/4/2025).

    Lebih lanjut, Eliza menyebut bahwa Perum Bulog telah mendapatkan dukungan dari sejumlah kementerian/lembaga. Dalam hal ini, Kementerian Pekerjaan Umum maupun Kementerian BUMN telah mendukung Perum Bulog dengan menyediakan gudang-gudang penyimpanan, serta Kemenkeu telah mendukung dari sisi pendanaan.

    Dia mengatakan, tugas Perum Bulog saat ini adalah mencari cara agar dapat menjangkau seluruh sentra-sentra produksi di Indonesia. Mengingat, gedung Bulog tak selalu tersedia di daerah sentra produksi sehingga dibutuhkan percepatan untuk menyerap gabah-gabah petani.

    Petani menjemur gabah hasil panen di Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (5/4/2024).

    Menurutnya, Bulog dapat melakukan jemput bola seperti yang dilakukan para tengkulak, mengingat petani terbiasa menjual hasil panen di lahan. Cara ini juga dinilai memudahkan para petani lantaran tidak harus membawa hasil panennya ke penggilingan-penggilingan.

    “Berarti kan tinggal Bulog bagaimana mereka bisa menjemput bola, gabah-gabah milik petani,” ujarnya.

    Selain itu, jika Bulog berbenah dan melakukan percepatan penyerapan dengan memanfaatkan berbagai macam instrumen yang ada, dia optimistis Perum Bulog dapat menjalankan penugasan tersebut.

    “Dan ini akan menguntungkan dari sisi petani juga, karena mereka akan dari sisi kepastian pasar, mereka juga mendapatkan kepastian pasar dan juga adanya kepastian harga,” tuturnya

    Proyeksi Produksi

    Lantas, bagaimana proyeksi produksi beras dalam negeri di tengah kebijakan setop impor beras?

    Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan optimistis produksi beras nasional akan mencapai 32,8 juta ton pada 2025. Proyeksi ini seiring dengan diyakini adanya peningkatan produksi saat musim panen.

    Produksi beras dalam negeri diperkirakan cukup bagus tahun ini. Berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) 2025, total produksi padi diperkirakan mencapai 34,47 juta ton GKP atau melampaui target awal yang ditetapkan.

    Jika produksi padi dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi masyarakat, produksi beras sementara pada periode Januari-Mei 2025 mencapai 16,62 juta ton beras.

    Jumlah tersebut meningkat 1,83 juta ton beras atau 12,40% dibandingkan produksi beras pada periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 14,78 juta ton beras.

  • Mentan ajak Saudagar Bugis Makassar capai swasembada 

    Mentan ajak Saudagar Bugis Makassar capai swasembada 

    Makassar (ANTARA) – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak Saudagar Bugis Makassar untuk mewujudkan capaian swasembada dan mimpi Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.

    Mentan Amran dalam keterangannya di Makassar, Jumat, mengatakan capaian dan mimpi tersebut saat ini sudah di depan mata, di mana produksi nasional terus mengalami kenaikan.

    “Aku ingin menjadikan Indonesia sebagai negara super power lewat pangan. Aku mengajak saudagar wujudkan swasembada. Mimpi kita ingin Indonesia jadi lumbung pangan dunia dan menjadi pengendali pangan di dunia ke depan,” ujarnya saat menghadiri Musyawarah Besar Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) di Makassar.

    Ia mengatakan saat ini pemerintah tengah berupaya keras meningkatkan produksi melalui program jangka panjang seperti cetak sawah 3 juta hektare, melakukan optimalisasi lahan secara masif serta mendorong para petani untuk bertransformasi dari pertanian tradisional menuju pertanian modern.

    Ia mengatakan semua program kerja tersebut dilaksanakan secara baik dan konsisten sehingga hasilnya mulai dirasakan masyarakat, di mana ada lebih dari 40 ribu hektare lahan cetak sawah yang berhasil dipanen di Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

    “Bahkan untuk program yang di Merauke, Bapak Presiden langsung turun ke lapangan dengan melakukan panen di Wanam. Itu adalah kunjungan pertama Bapak Presiden setelah dilantik. Kemudian di Kalimantan Tengah kami juga bergerak melakukan pembangunan di sana,” katanya.

    Mentan Andi Amran berjanji seluruh jajaran di Kementerian Pertanian tetap melakukan pendampingan terhadap para petani di seluruh Indonesia untuk mencapai visi besar Presiden Prabowo Subianto, yaitu swasembada dalam waktu cepat.

    “Saya ingin berbuat yang terbaik untuk merah putih. Insyaalah mudah mudahan tiga minggu ke depan kalau sudah 3 juta ton Indonesia sudah bisa swasembada,” katanya.

    Pewarta: Abdul Kadir
    Editor: M. Hari Atmoko
    Copyright © ANTARA 2025

  • Penghapusan Kuota Impor Berpotensi Picu PHK Massal

    Penghapusan Kuota Impor Berpotensi Picu PHK Massal

    Bisnis.com, JAKARTA — Ekonom mewanti-wanti potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal jikaiPresiden Prabowo Subianto merealisasikan penghapusan kuota impor komoditas, terutama yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

    Direktur Eksekutif Core Indonesia Mohammad Faisal mengkhawatirkan penghapusan kuota impor yang diperintahkan Presiden Prabowo justru akan menghancurkan industri dalam negeri.

    “Kalau kemudian malah dikurangi kontrol impornya dengan menghapus kuota impor, bisa jadi semakin besar permasalahan yang dihadapi oleh industri-industri, terutama yang rentan yang selama ini sudah banyak PHK,” kata Faisal kepada Bisnis, Rabu (9/4/2025).

    Jika menengok Satu Data Ketenagakerjaan, dikutip pada Rabu (9/4/2025), terdapat 18.610 orang tenaga kerja ter-PHK sepanjang Januari—Februari 2025. Tenaga kerja ter-PHK paling banyak terdapat di Provinsi Jawa Tengah, yaitu sekitar 57,37% dari jumlah tenaga kerja ter-PHK yang dilaporkan.

    Faisal menyebut salah satu badai PHK yang melanda industri disebabkan karena tidak adanya sinkronisasi kebijakan perdagangan yang menyelamatkan market share dalam negeri.

    Dia mengatakan, alternatif menekan defisit neraca perdagangan Amerika Serikat (AS) ke Indonesia dengan menghapus kuota impor justru lebih berpotensi mengancam domestik.

    “Karena kalau kita melihat justru kita selama ini banyak masalahnya justru adalah di bagaimana mengatur pasar domestik dan persaingan dengan produk impor,” ujarnya.

    Menurutnya, alangkah lebih bijak jika pemerintah mengganti alternatif lain alih-alih menghapus kuota impor seperti yang diperintahkan Kepala Negara RI.

    “Semestinya bukan sekadar semata-mata menghapus kuota impor, tetapi memilih alternatif impor kontrol yang lebih efektif dan yang lebih sedikit dampak buruknya atau efek samping,” ungkapnya.

    Untuk itu, Faisal menyarankan agar pemerintah mengganti dengan alternatif kuota yang lebih baik, yakni dengan instrumen non tarif lainnya yang lebih efektif dan lebih sedikit efek sampingnya.

    Misalnya saja, sambung dia, dengan mengambil tindakan safeguard (pengamanan perdagangan) hingga pengenaan standar halal maupun keamanan. Dia menyebut penetapan standar ini umumnya dilakukan negara maju untuk menjaga keamanan konsumen atau dampak terhadap lingkungan.

    “Karena kuota impor itu memang rawan terhadap penyalahgunaan atau preferensi pemberian kuota pada kelompok-kelompok importir tertentu, misalkan yang punya lobi kuat, kedekatan lebih erat dengan pengambil keputusan atau kebijakan,” pungkasnya.

    Presiden Prabowo Subianto sebelumnya memerintahkan kementerian/lembaga terkait untuk menghilangkan kuota impor, terutama yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

    Perintah Kepala negara itu disampaikan ke Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut B. Pandjaitan.

    “Yang jelas, Menko, Menkeu, Gubernur BI, Ketua DEN, saya sudah kasih perintah hilangkan kuota-kuota impor terutama untuk barang-barang yang menyangkut hajat hidup orang banyak,” kata Prabowo dalam acara Silaturahmi Ekonomi Bersama Presiden RI di Menara Mandiri, Jakarta, Selasa (8/4/2025).

    Selain itu, Prabowo juga meminta Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso untuk tidak lagi memberlakukan kebijakan kuota impor.

    “Siapa mau impor daging, silakan, siapa saja boleh impor. Silakan buka saja, rakyat juga pandai kok, enggak usah ada kuota [impor],” tandasnya.

  • KKSS Bisa Jadi Langkah Andi Amran Sulaiman Menuju 02 RI

    KKSS Bisa Jadi Langkah Andi Amran Sulaiman Menuju 02 RI

    FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Nama menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, jadi perhatian di Mubes kerukunan keluarga Sulawesi Selatan yang digelar di Kota Makassar.

    Musyawarah Besar (Mubes) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) ke-13 yang dirangkaikan dengan Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXV Tahun 2025 digelar di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Rabu hingga Jumat, 9–11 April 2025.

    Menurut Ras MD selaku Direktur Parameter Publik Indonesia (PPI), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam momentum Mubes KKSS ke-13 menjadi salah satu figur yang akan tampil menjadi nakhoda baru memimpin KKSS lima tahun ke depan.

    “Dalam hitungan saya, Andi Amran Sulaiman atau dikenal dengan akronim AAS menguat sebagai figur ketua umum KKSS, bahkan proses pemilihannya berlangsung mulus. Ya, kecenderungannya AAS aklamasi menjadi ketua Umum KKSS. Saya pikir tidak ada figur kuat KKSS selain AAS.”. Ujar Ras MD

    Legitimasi KKSS bagi sosok AAS tentu sangat penting dalam memantapkan langkah politiknya kedepan. Apalagi jika wacana AAS tampil sebagai figur 02 RI di 2029 mendatang.
    Representasi figur timur makin menguat. Istilah lainnya, setelah pak JK, terbitlah AAS sebagai tokoh kuat di pentas Pilpres kedepan. Tambah Ras

    Namun menurut saya, perjalan AAS kedepan dalam mengahadapi pentas Pilpres tidak cukup dengan modal KKSS sebagai kekuatan elektoral, namun AAS mesti menghitung lagitimasi Parpol sebagai kekuatan politiknya kedepan. Lanjutnya

    “Ya, AAS sudah harus tampil disalah satu partai. Karena hari ini belum menjadi kader partai manapun. Langkah ini mesti diambil oleh beliau jika memang keinginanya tampil sebagai figur cawapres di 2029 mendatang.” Pungkas Ras MD (Uchenk Husain)