Tag: Amran Sulaiman

  • Dirut Bulog pastikan pasokan beras wilayah bencana Sumatera aman

    Dirut Bulog pastikan pasokan beras wilayah bencana Sumatera aman

    Jakarta (ANTARA) – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan pasokan beras wilayah bencana Sumatera masih dalam kondisi aman setelah penugasan pemerintah melipatgandakan stok hingga tiga kali kebutuhan setiap kabupaten/kota di daerah terdampak.

    Rizal mengatakan kebijakan tersebut mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman agar cadangan beras ditambah sehingga pemerintah daerah tidak mengalami kekurangan pangan saat kebutuhan meningkat secara mendadak.

    “Kami sesuai arahan Bapak Presiden maupun Bapak Menteri Pertanian, kita diperintahkan untuk melipatgandakan tiga kali lipat kebutuhan dari masing-masing provinsi maupun kabupaten/kota,” kata Rizal dalam jumpa pers bertajuk Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026, di Jakarta, Jumat.

    Ia mencontohkan Kabupaten Bener Meriah, Aceh yang mengajukan tambahan 1.000 ton beras langsung dipenuhi menjadi tiga 3.000 ton guna menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat setempat selama masa tanggap darurat bencana banjir.

    Ia menyebutkan Provinsi Aceh total beras yang telah dikirim mencapai 8.670 ton dengan stok tersedia saat ini sekitar 75.000 ton yang tersebar di gudang Bulog berbagai wilayah kabupaten/kota strategis.

    “Nah ini supaya apa? Untuk menjamin masing-masing kabupaten/kota itu tidak kekurangan. Dan sekarang ini kita masifkan pendorongan-pendorongan tersebut,” ujarnya.

    Rizal mengatakan untuk daerah tanpa gudang Bulog seperti Bener Meriah distribusi disokong dari gudang wilayah Takengon. Sedangkan Aceh Tamiang dilayani gudang di Langsa sambil memanfaatkan gudang sementara di Gelanggang Olahraga (GOR) setempat guna mempercepat penyaluran darurat bencana.

    “Alhamdulillah sampai dengan hari ini di GOR Aceh Tamiang itu sudah cukup banyak (stok beras), tinggal nanti masing-masing kabupaten/kota memanajemennya untuk mendistribusikan ke masing-masing kecamatan atau bahkan desa,” jelasnya.

    Selanjutnya di Sumatera Utara, Bulog telah menyalurkan 4.482 ton beras dengan stok gudang mencapai 125.781 ton sehingga pasokan bagi wilayah terdampak mencukupi..

    Lalu untuk Sumatera Barat total penyaluran beras mencapai 1.069 ton dengan stok gudang sekitar 8.527 ton yang siap digerakkan sesuai perkembangan situasi lapangan.

    Bulog menegaskan tantangan utama distribusi adalah keterbatasan akses darat akibat jembatan putus sehingga diperlukan moda alternatif agar bantuan cepat tiba kepada masyarakat terdampak bencana di wilayah itu.

    “Jadi saudara-saudara kita yang di daerah bencana tidak perlu bimbang dan ragu untuk beras-beras kita cukup banyak. Tinggal proses bagaimana mendistribusikannya,” terang Rizal.

    Untuk mengatasi hambatan tersebut, kata dia, Bulog berkolaborasi dengan TNI AU dan TNI AL memanfaatkan jalur udara serta laut termasuk helikopter dan pesawat Hercules guna percepatan distribusi bantuan secara efektif.

    “Kalau tidak ada akses laut kita gunakan akses udara menggunakan helikopter maupun pesawat-pesawat Hercules yang dibantu oleh TNI AU maupun teman-teman dari BNPB,” katanya.

    Rizal juga menyebutkan hingga 2 Januari 2026 total bantuan beras untuk bencana hidrometeorologi Sumatera yang telah disalurkan mencapai 14.227 ton. Penyaluran akan terus ditingkatkan sesuai kebutuhan lapangan.

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Laode Masrafi
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Bulog gandeng PPL hingga Babinsa kawal panen padi berkualitas

    Bulog gandeng PPL hingga Babinsa kawal panen padi berkualitas

    untuk menyosialisasikan gabah yang dipanen itu adalah gabah yang masuk dalam usia panen

    Jakarta (ANTARA) – Perum Bulog menggandeng penyuluh pertanian lapangan (PPL) hingga Babinsa dan Babinkamtibmas untuk mengawal panen padi berkualitas, sebagai bagian dari kebijakan penyerapan gabah nasional yang berorientasi pada perlindungan petani.

    Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pengawalan panen dilakukan seiring berlanjutnya kebijakan pembelian gabah dengan skema semua kualitas (any quality) sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto yang memastikan seluruh hasil panen petani tetap terserap.

    “Kami nanti rapat koordinasi lanjutan dengan seluruh PPL seluruh Indonesia. Termasuk juga dengan teman-teman Babinsa dan Babinkamtibmas untuk menyosialisasikan gabah yang dipanen itu adalah gabah yang masuk dalam usia panen,” kata Rizal dalam jumpa pers bertajuk Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026 di Jakarta, Jumat.

    Ia menuturkan kebijakan any quality dipertahankan setelah Bulog berkoordinasi dengan jajaran direksi serta melaporkan pelaksanaannya kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

    Melalui skema tersebut, Bulog memastikan seluruh gabah petani dibeli dengan harga pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram, sehingga petani tidak lagi bergantung pada tengkulak saat musim panen tiba.

    Untuk menjaga kualitas beras nasional, pelaksanaan any quality pada 2026 disertai ketentuan gabah yang diserap harus berasal dari padi dengan usia panen yang telah mencukupi.

    Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam jumpa pers bertajuk Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026 di Jakarta, Jumat (2/1/2026). ANTARA/Harianto

    Bulog menilai panen padi sebelum usia optimal berisiko menurunkan mutu beras karena tingkat pecah tinggi, daya simpan rendah, dan kualitas hasil olahan yang tidak maksimal.

    Oleh karena itu, Bulog memperkuat koordinasi lapangan dengan PPL di seluruh Indonesia serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk menyosialisasikan standar usia panen kepada petani.

    Langkah pengawalan panen itu diharapkan memastikan keseimbangan antara perlindungan petani, peningkatan kualitas beras nasional, dan penguatan peran Bulog dalam menjaga stabilitas pangan berkelanjutan.

    “Ini yang nanti kami akan komunikasikan, diskusikan, kami akan rapat koordinasi dengan teman-teman PPL seluruh Indonesia, dengan teman-teman Babinsa dan Babinkamtibmas. Tujuannya apa? Untuk mensosialisasikan. Jadi yang dipanen itu any quality yang sudah masuk dalam masa usia panen,” beber Rizal.

    Adapun pemerintah menargetkan serapan gabah setara beras oleh Perum Bulog di tahun 2026 mencapai 4 juta ton.

    Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan target pengadaan cadangan beras pemerintah (CBP) 4 juta ton pada tahun 2026 untuk memperkuat Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP hingga bantuan pangan.

    Keputusan menaikkan cadangan beras pemerintah (CBP) dari 3 juta menjadi 4 juta ton diambil agar pemerintah lebih mudah melakukan intervensi pasar dalam rangka menjaga stabilitas pasokan serta harga beras bagi masyarakat melalui SPHP serta menyalurkan bantuan pangan nasional secara cepat tepat sasaran.

    “Tadi kami putuskan cadangan beras pemerintah dari 3 juta ton, kita naikkan jadi 4 juta ton agar lebih mudah nanti untuk SPHP, untuk bantuan pangan, dan lain sebagainya,” kata Zulhas, sapaan akrabnya, saat ditemui di Jakarta, Senin (29/12/2025).

    Penambahan target serapan beras tersebut penting untuk memperkuat peran Perum Bulog sebagai penopang stabilisasi pangan nasional yang jangka panjang, berkelanjutan, adil, hingga efektif bagi petani.

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Agus Salim
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Bulog sebut pembelian gabah Rp6.500/kg “any quality” berlanjut di 2026

    Bulog sebut pembelian gabah Rp6.500/kg “any quality” berlanjut di 2026

    Itu untuk membahagiakan para petani, jadi petani itu semua berasnya kita serap

    Jakarta (ANTARA) – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan kebijakan pembelian gabah Rp6.500 any quality berlanjut pada 2026 sebagai bentuk perlindungan petani dan penguatan serapan padi secara nasional.

    Rizal mengatakan kebijakan itu selaras dengan Instruksi Presiden Prabowo Subianto dan telah dibahas bersama jajaran direksi Bulog serta dilaporkan kepada Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

    “Jadi kita sudah diskusikan. Nanti memang tetap any quality. Tujuan any quality ini apa sih? Itu untuk membahagiakan para petani, jadi petani itu semua berasnya kita serap,” kata Rizal dalam jumpa pers bertajuk Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026 di Jakarta, Jumat.

    Program pembelian any quality bertujuan memastikan seluruh gabah petani terserap dengan harga pemerintah sehingga petani memperoleh kepastian pasar, pendapatan layak dan terhindar dari praktik tengkulak.

    Bulog menetapkan harga pembelian gabah Rp6.500 per kilogram sebagai acuan resmi guna menjaga kesejahteraan petani, stabilitas produksi, serta keberlanjutan pasokan beras nasional.

    Meski begitu, dia menegaskan kebijakan any quality diterapkan dengan syarat gabah dipanen sesuai usia panen agar kualitas beras terjaga, rendemen optimal, serta daya simpan tetap tahan lama.

    Menurut dia, panen sebelum usia memadai berisiko menurunkan mutu karena gabah mudah pecah, beras cepat rusak, dan ketahanan simpan rendah sehingga merugikan rantai pasok nasional.

    Bulog akan memperkuat sosialisasi kebijakan kepada penyuluh pertanian lapangan, Babinsa, dan Babinkamtibmas untuk memastikan pemahaman seragam mengenai kriteria panen sesuai ketentuan pemerintah secara terpadu.

    Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam jumpa pers bertajuk Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026 di Jakarta, Jumat (2/1/2026). ANTARA/Harianto

    Koordinasi lintas pihak tersebut ditujukan agar praktik panen mengikuti umur tanaman, meningkatkan kualitas hasil, serta menjaga efisiensi pengolahan gabah menjadi beras bermutu tinggi, berdaya saing, dan aman.

    “Sama kalau kayak kita biasa panen mangga, durian, atau jambu. Kalau belum masa usia panen kan rasanya beda. Jadi seyogyanya nanti yang dipanen itu adalah yang sudah cukup usia panen,” tegasnya.

    Hal itu juga mendukung stabilisasi harga gabah, menjaga pasokan beras, serta memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peran negara dalam tata niaga yang adil transparan efisien berkelanjutan konsisten terpadu nasional kuat.

    Bulog menegaskan komitmen berkelanjutan menjalankan kebijakan any quality secara tertib, terukur, dan bertanggung jawab demi kesejahteraan petani serta stabilitas pangan 2026 secara aman.

    Adapun pemerintah menargetkan serapan beras oleh Bulog di tahun 2026 mencapai 4 juta ton.

    Sebelumnya pemberlakuan pembelian gabah dengan sistem any quality (tanpa syarat kualitas ketat) oleh Bulog dimulai awal tahun 2025, tepatnya sejak 15 Januari 2025.

    Peraturan itu tertuang dalam Keputusan Badan Pangan Nasional Nomor 14 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Keputusan Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2025 tentang perubahan atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dan Rafaksi Harga Gabah dan Beras.

    Aturan tersebut juga menugaskan Bulog untuk menyerap harga gabah sebesar Rp6.500 per kilogram.

    Ketentuan ini, menggantikan perincian harga sebelumnya, yang memperhitungkan beberapa syarat seperti kualitas kadar air hingga derajat sosoh.

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Agus Salim
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Presiden Prabowo Batal Umumkan Swasembada Beras pada 31 Desember, Wamentan Ungkap Alasannya

    Presiden Prabowo Batal Umumkan Swasembada Beras pada 31 Desember, Wamentan Ungkap Alasannya

    “Tapi kan catatan 31 (Desember 2025) malam itu menjadi penting, kan gitu, Kenapa? Karena swasembada 2025 itu kan dicatat, kalau tanggal 31 (Desember 2025) atau menjelang tanggal 1 (Januari 2026). Kemudian tidak ada lagi impor beras, nah itu menjadi penting,” ujar Sudaryono.

    Sudaryono memastikan pencatatan tersebut mencakup komoditas beras dan jagung, sebagai dua pilar utama pangan nasional yang produksinya terus diperkuat melalui kebijakan hulu dan penguatan sektor pertanian di seluruh sentra produksi nasional.

    “Tapi bahwa pengumumannya itu, lagi kita pertimbangkan karena lagi kedaruratan (bencana Sumatera), tapi secara pencatatan kita lakukan swasembada beras dan jagung,” katanya pula.

    Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan, Indonesia siap mengumumkan swasembada pangan untuk komoditas strategis seperti beras dan jagung pada 31 Desember 2025 pukul 12.00 WIB sesuai target nasional.

    Amran menegaskan, capaian swasembada dapat diwujudkan karena produksi nasional meningkat dan distribusi pangan semakin stabil, sehingga ketahanan pangan Indonesia berada pada posisi yang kuat dan terjaga.

    “Insya Allah kita berdoa, kita bisa umumkan swasembada nanti. Di tanggal 31 Desember jam 12.00 kita umumkan bahwa Indonesia swasembada,” kata Mentan Amran di sela-sela pelepasan bantuan kemanusiaan 207 truk logistik untuk daerah terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatera, di Jakarta, Kamis (4/12).

    Terbaru, dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Penetapan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Tahun 2026, di Jakarta, Senin (29/12), Amran mengatakan stok beras nasional saat ini mencapai 3,39 juta ton dan berada pada posisi tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka.

  • Bocoran dari Wamentan Jadwal Pengumuman RI Swasembada Pangan

    Bocoran dari Wamentan Jadwal Pengumuman RI Swasembada Pangan

    Jakarta

    Pemerintah telah menyatakan Indonesia akan swasembada pangan tahun ini. Komoditas yang telah dinyatakan tidak lagi impor tahun ini adalah beras dan jagung.

    Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan untuk pengumuman resmi capaian swasembada pangan ini kemungkinan akan mundur. Karena saat ini, Presiden Prabowo Subianto tengah fokus memulihkan kondisi bencana di berbagai daerah.

    “Kalau nggak salah diundur tanggal berapa gitu. Nggak, nggak tanggal 31 (Desember 2025) ini sekarang kita lagi fokus Pak Presiden dan kita semua lagi fokus kedaruratan bencana ini. Jadi nggak ada pengumuman di 31 malam,” kata dia ditemui di Kantor HKTI Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Rabu (31/12/2025).

    Namun, Sudaryono mengatakan pencatatan produksi untuk komoditas beras dan jagung terus dilakukan hingga 31 Desember 2025 dan awal Januari 2026. Jika tidak ada impor sama sekali pada dua komoditas itu, maka Indonesia resmi swasembada pangan pada 2025.

    Meski demikian, ia menegaskan kembali pengumuman itu masih dipertimbangkan karena pemerintah tengah fokus memulihkan beberapa tempat tengah menghadapi pasca bencana alam. Adapun daerah yang terdampak bencana banjir dan longsor sejauh ini yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

    “Tapi bahwa pengumumannya itu lagi kita pertimbangkan, karena lagi kedaruratan. Tapi secara pencatatan kita lakukan. (Pengumuman swasembada) Iya beras sama jagung,” ujar dia.

    Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan akan mengumumkan status swasembada pangan 1 Januari 2026. Amran mengatakan status swasembada pangan tak lepas dari perbaikan produksi. Produksi beras misalnya yang diproyeksi meningkat 4,17 juta ton menjadi 34,79 juta ton pada periode Januari-Desember 2025.

    “Produksi beras dari target Bapak Presiden awalnya 4 tahun, kemudian 3 tahun, terakhir 1 tahun, meningkat 4,17 juta ton. Ini dari BPS. Insyaallah, 2 minggu kemudian kita bisa umumkan Indonesia swasembada pangan dan tercepat mencapai swasembada pangan di tanggal 1 Januari,” kata Amran dalam Sidang Kabinet Paripurna, disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (15/12/2025)

    Menurut Amran Indonesia juga berhasil mengamankan stok beras tertinggi pada tahun ini yang mencapai 3,7 juta ton.

    Tonton juga Video: Zulhas Raih detikcom Awards 2025: Swasembada Pangan Itu Kedaulatan

    (ada/kil)

  • Pemerintah Bakal Kasih Benih & Alsintan buat 20.000 Ha Sawah di Sumatera

    Pemerintah Bakal Kasih Benih & Alsintan buat 20.000 Ha Sawah di Sumatera

    Jakarta

    Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat jumlah sawah yang gagal panen akibat bencana banjir di Sumatera kini mencapai 20.000 hektare (ha). Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan jumlah sawah itu bahkan tidak hanya gagal panen, tetapi sudah habis tersapu banjir dan tidak lagi berbentuk sawah.

    Sudaryono memastikan pemerintah akan mencetak ulang sawah yang tersapu dengan banjir menjadi seperti sediakala. Pemerintah akan memberikan benih dan alat mesin pertanian (alsintan) gratis untuk membantu petani menanam kembali sawahnya.

    “Nah yang puso itu kan sekitar 15.000-20.000 hektare. Itulah kemudian nanti pemerintah datang. Itu kan sudah tidak berbentuk sawah lagi. Nanti kita ada cetak sawah, kita bikinkan sawahnya, kita kasih benihnya, kita kasih alat mesin pertaniannya. Jadi sawah yang karena bencana kemudian tidak jadi sawah lagi itu kita kembalikan seperti sawah sediakala,” kata Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di Kantor HKTI, Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Rabu (31/12/2025).

    Secara total, jumlah sawah yang terdampak di Sumatera akibat bencana banjir tercatat mencapai 70.000 ha. Sudaryono mengatakan jika yang mengalami puso 15.000-20.000 ha, maka sisanya meski terdampak tetapi tidak mengalami gagal panen.

    “Nah kalau yang terdampak itu kan misalnya 70.000, (kemudian) sisanya bagaimana terdampak itu? Misalnya dia akses jalannya putus, kemudian dia terendam tapi tidak mati padinya, itu tanamanya tidak mati, itu namanya terdampak. Tapi kemudian tidak puso. Kalau puso itu gagal panen namanya,” terangnya.

    Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman juga telah mengatakan pemerintah akan membangun ulang lahan sawah yang rusak total imbas bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Totalnya, pemerintah akan mencetak ulang 11.000 hektare (ha) sawah.

    “Ada 70.000 hektare sawah rusak, tapi yang betul-betul harus dibangun kembali itu 11.000,” kata Amran di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (15/12/2025).

    Menurutnya proses pembangunan ulang lahan sawah ini akan dilanjutkan Januari 2026 mendatang. Dalam hal ini Amran menegaskan pihaknya sudah menyiapkan anggaran yang diperlukan, sekitar Rp 300-400 miliar.

    “Kita Januari langsung jalan, anggarannya sudah ada. Anggarannya Rp 300 miliar- Rp 400 miliar kalau 10.000,” ucapnya.

    Selain sawah, pemerintah juga akan memperbaiki lahan perkebunan lainnya yang rusak terdampak bencana. Tidak hanya itu, benih dan alat mesin pertanian (alsintan) rencananya juga akan disalurkan secara gratis.

    “Bukan sawah saja, ada kopi, ada kakao, bibitnya kita sudah siapkan tahun 2026,” tegasnya.

    Lihat juga Video: 11.000 Hektare Sawah Terdampak Banjir Sumatera Bakal Dicetak Ulang

    (ada/kil)

  • Pemerintah Target Serapan Beras Capai 2,5 Juta Ton pada Panen Raya 2026

    Pemerintah Target Serapan Beras Capai 2,5 Juta Ton pada Panen Raya 2026

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menargetkan penyerapan beras sebesar 2 hingga 2,5 juta ton pada panen raya 2026 sebagai bagian dari penguatan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) sekaligus upaya menjaga harga gabah tetap menguntungkan petani.

    “Di panen raya nanti, minimal kita serap 2 juta ton, kalau bisa sampai 2,5 juta ton,” kata Mentan Amran usai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Penetapan CPP Tahun 2026 yang digelar di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Senin (29/12/2025).

    Menurut Mentan Amran, target serapan tersebut sejalan dengan proyeksi produksi beras nasional yang diperkirakan meningkat pada 2026, serta kesiapan pemerintah dalam memperkuat cadangan pangan nasional. Pemerintah sendiri berencana menambah Cadangan Beras Pemerintah naik dari 3 juta ton menjadi 4 juta ton.

    Mentan Amran menambahkan bahwa Perum Bulog akan menjadi ujung tombak penyerapan hasil panen petani, sebagaimana peran strategis Bulog selama ini dalam menjaga stabilitas harga gabah dan beras.

    “Bulog yang pegang stoknya. Ini sama seperti beras, minyak goreng, dan pangan lainnya. Negara hadir sebagai stabilisator,” tegasnya.

    Ia menjelaskan, penguatan serapan beras menjadi kunci agar panen raya yang diperkirakan datang lebih awal pada 2026 tidak berdampak pada penurunan harga di tingkat petani. Dengan cadangan yang kuat, pemerintah dapat memastikan produksi petani terserap optimal.

    Saat ini, kondisi stok nasional dinilai sangat kuat. Per akhir Desember 2025, stok beras nasional tercatat mencapai 3,39 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia sejak merdeka.

  • Mentan Amran Bakal Sikat Pedagang Minyakita Nakal: Jangan Permainkan Harga!

    Mentan Amran Bakal Sikat Pedagang Minyakita Nakal: Jangan Permainkan Harga!

    Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman telah mengingatkan agar pelaku usaha pangan tidak ada yang menjual melebihi HET. Ini karena pemerintah akan melakukan tindakan tegas apabila ada yang terbukti kedapatan melepas harga yang tidak sesuai ke masyarakat selaku konsumen.

    “Hari ini alhamdulillah kita bersama seluruh asosiasi yang bergerak di bidang pangan, kita sepakat jangan ada menjual harga di atas HET. Kita tetap menjaga harga di tingkat konsumen. Jadi kesimpulannya adalah petani bahagia, pedagang untung, konsumen tersenyum,” beber Amran saat jumpa media di Kantornya (18/12/2025).

    “Dan saya sampaikan semua, jangan melanggar HET. Kalau melanggar HET, kita tindak. Satgas Pangan Polri langsung turun, menindak. Minyak goreng cukup, lebih dari cukup. Kita produsen terbesar. Ini sesuatu luar biasa pemerintahan Bapak Prabowo. Stok kita cukup. Beras terutama nomor 1 dan minyak goreng dan telur ayam lebih dari cukup. Jadi aman,” urai Amran.

     

  • Kebutuhan MBG Jadi Urgensi Pemerintah Kerek Stok Cadangan Jagung 1 Juta Ton

    Kebutuhan MBG Jadi Urgensi Pemerintah Kerek Stok Cadangan Jagung 1 Juta Ton

    Liputan6.com, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap alasan penambahan cadangan jagung pemerintah menjadi 1 juta ton pada 2026, tahun depan. Hal ini mengantisipasi meningkatnya kebutuhan atas program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Dia menyebut, MBG akan menyerap banyak ayam hingga telur, sehingga kebutuhan pakan ternak pun meningkat, salah satunya jagung. Maka, stok jagung yang dikuasai pemerintah perlu ditambah.

    “Kebutuhan ayam itu meningkat 1 juta ton. Kalau MBG sudah beroperasi sempurna, full. Yang kedua adalah telur, kebutuhan telur 700.000 ton. Satu tahun. Jadi, pakannya tentu harus naik,” ungkap Amran, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (29/12/2025).

    Penguatan cadangan itu, kata dia, sebagai salah satu instrumen untuk menjaga harga pakan di tingkat peternak imbas bertambahnya kebutuhan tadi.

    “Ini, pakannya naik agar peternak-peternak ini, peternak untuk petelur dengan ayam, itu bisa diantisipasi kenaikan harga pakan yang melonjak tinggi,” jelasnya.

    Amran memastikan, pengadaan 1 juta ton cadangan jagung pemerintah akan dikuasai oleh Perum Bulog. BUMN Pangan itu juga akan menyerap seluruh kebutuhan itu dari produksi petani dalam negeri. “Pengadaannya dari Bulog. Iya, dari petani lokal,” tandasnya.

     

  • Panen di Sumatra Tetap Aman meski 11.000 Hektare Sawah Rusak, Amran: Sangat Kecil

    Panen di Sumatra Tetap Aman meski 11.000 Hektare Sawah Rusak, Amran: Sangat Kecil

    Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa sekitar 11.000 hektare lahan sawah rusak total imbas bencana yang melanda kawasan Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Meski demikian dia memastikan panen di wilayah Aceh tak terganggu.

    Dia menyebut bahwa pemerintah akan berupaya menata kembali lahan sawah yang terdampak. Saat ini, tim Kementan disebutnya masih bertahan di lokasi bencana untuk menyalurkan bantuan.

    “Sekarang saya minta juga seluruh tim di lapangan mengecek kerusakan sawah. Ada 11.000 [hektare] yang rusak total. Kita akan bangun kembali,” kata Amran usai rapat koordinasi penetapan cadangan pangan pemerintah 2026 di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (29/12/2025).

    Menurutnya, sebanyak 11.000 hektare lahan sawah itu merupakan kerusakan total dari tiga provinsi terdampak bencana. 

    Amran pun memperkirakan bahwa musim panen di ketiga wilayah tersebut tidak akan terdampak besar, mengingat perbandingannya dengan sawah yang masih berfungsi terbilang kecil.

    “Ini 11.000 yang harus dibangun kembali, kan ada 80.000 semua. Ada yang kena banjir, tetapi sawahnya masih ada. Kalau 11.000 dibagi 7 juta hektare, itu sangat kecil,” ujarnya.

    Amran pun memastikan bahwa stok beras di wilayah bencana tersebut masih aman. Hal ini mengingat cadangan beras pemerintah di Perum Bulog yang mencapai 3,39 juta ton.

    Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan stok beras di Aceh berada dalam kondisi sangat aman di tengah upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan dan pemulihan pascabencana.

    Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy mengatakan bahwa stok cadangan beras pemerintah (CBP) untuk wilayah Aceh sangat mencukupi sebanyak 85.100 ton di sejumlah gudang Perum Bulog.

    “Masyarakat tidak perlu khawatir, stok kita ada dan kualitasnya terjaga. Ini adalah bentuk komitmen negara untuk hadir dalam menjaga ketahanan pangan di seluruh pelosok negeri, termasuk untuk Aceh,” ujar Sarwo melalui keterangan tertulis, dikutip pada Jumat (26/12/2025).