Tag: Amran Sulaiman

  • Mentan Janjikan Gaji Rp10 Juta per Bulan Buat Milenial yang Mau Jadi Petani

    Mentan Janjikan Gaji Rp10 Juta per Bulan Buat Milenial yang Mau Jadi Petani

    Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) Indonesia telah meluncurkan program inovatif yang menjanjikan gaji minimal Rp10 juta per bulan bagi generasi milenial yang ingin terjun ke dunia pertanian.

    Program tersebut diberi nama Petani Milenial, program ini bertujuan untuk memberdayakan kaum muda dalam mendukung swasembada pangan nasional. Program ini menawarkan insentif yang menarik bagi para milenial yang bersedia menjadi petani.

    Gaji bulanan sebesar Rp 10 juta yang jauh lebih tinggi dari upah rata-rata pegawai di Indonesia akan diberikan kepada peserta yang memenuhi syarat.

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, sebanyak 3.000 orang telah ikut dalam program Petani Milenial tersebut. 20.000 orang lainnya sudah mendaftar.

    “Kalau mereka terlibat, itu dapat Rp 10 juta minimal per orang per bulan. Kalau jadi pegawai, Rp 2 juta, Rp 3 juta. Artinya menarik kan?,” kata Amran. 
     

    Menurut Amran, profesi sebagai petani milenial ini menguntungkan bagi generasi muda. Ia berharap momen bonus demografi bisa dioptimalkan untuk mengelola sumber daya alam (SDA) Indonesia yang melimpah.

    Modernisasi teknologi pertanian juga menjadi syarat. Para petani milenial tersebut diharapkan bisa memanfaatkan alat-alat berteknologi tinggi mulai dari traktor hingga drone guna menggenjot produksi pertanian.

    Program Petani Milenial menargetkan mahasiswa dan pemuda berusia antara 19 hingga 39 tahun yang memiliki minat dan kemampuan di bidang pertanian. Kementerian Pertanian berharap program ini dapat menarik generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan sektor pertanian.

    Program ini diharapkan dapat mengatasi kesenjangan generasi dan kurangnya minat generasi muda terhadap pertanian. Dengan melibatkan generasi milenial yang terampil dan berteknologi tinggi, sektor pertanian Indonesia diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan.

    Dampak Positif Program Petani Milenial

    Program Petani Milenial berpotensi membawa dampak positif yang signifikan bagi pertanian Indonesia. Program ini dapat:

    Menarik minat generasi muda ke sektor pertanian
    Meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian
    Memastikan keberlanjutan pasokan pangan nasional
    Menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah pedesaan

    Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) Indonesia telah meluncurkan program inovatif yang menjanjikan gaji minimal Rp10 juta per bulan bagi generasi milenial yang ingin terjun ke dunia pertanian.
     
    Program tersebut diberi nama Petani Milenial, program ini bertujuan untuk memberdayakan kaum muda dalam mendukung swasembada pangan nasional. Program ini menawarkan insentif yang menarik bagi para milenial yang bersedia menjadi petani.
     
    Gaji bulanan sebesar Rp 10 juta yang jauh lebih tinggi dari upah rata-rata pegawai di Indonesia akan diberikan kepada peserta yang memenuhi syarat.
    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, sebanyak 3.000 orang telah ikut dalam program Petani Milenial tersebut. 20.000 orang lainnya sudah mendaftar.
     
    “Kalau mereka terlibat, itu dapat Rp 10 juta minimal per orang per bulan. Kalau jadi pegawai, Rp 2 juta, Rp 3 juta. Artinya menarik kan?,” kata Amran. 
     

    Menurut Amran, profesi sebagai petani milenial ini menguntungkan bagi generasi muda. Ia berharap momen bonus demografi bisa dioptimalkan untuk mengelola sumber daya alam (SDA) Indonesia yang melimpah.
     
    Modernisasi teknologi pertanian juga menjadi syarat. Para petani milenial tersebut diharapkan bisa memanfaatkan alat-alat berteknologi tinggi mulai dari traktor hingga drone guna menggenjot produksi pertanian.

    Program Petani Milenial menargetkan mahasiswa dan pemuda berusia antara 19 hingga 39 tahun yang memiliki minat dan kemampuan di bidang pertanian. Kementerian Pertanian berharap program ini dapat menarik generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan sektor pertanian.

    Program ini diharapkan dapat mengatasi kesenjangan generasi dan kurangnya minat generasi muda terhadap pertanian. Dengan melibatkan generasi milenial yang terampil dan berteknologi tinggi, sektor pertanian Indonesia diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan.

    Dampak Positif Program Petani Milenial

    Program Petani Milenial berpotensi membawa dampak positif yang signifikan bagi pertanian Indonesia. Program ini dapat:

    Menarik minat generasi muda ke sektor pertanian
    Meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian
    Memastikan keberlanjutan pasokan pangan nasional
    Menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah pedesaan

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (SUR)

  • Rapat Maraton, Mentan Ingin Ada Lompatan Besar Menuju Swasembada Pangan

    Rapat Maraton, Mentan Ingin Ada Lompatan Besar Menuju Swasembada Pangan

    Jakarta

    Demi menjaga ketahanan pangan nasional, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menunjukkan keseriusannya dengan menggelar rapat marathon, hari ini. Tak tanggung-tanggung, rapat dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari untuk membahas strategi percepatan swasembada pangan.

    Rapat pertama dimulai pukul 6 pagi di kediaman Amran. Amran memulainya dengan berdiskusi intensif mengenai rencana aksi dan program prioritas. Tak berhenti di situ, pada pukul 13.00 siang, rapat kembali digelar di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta. Rapat kedua ini dihadiri oleh Wakil Menteri Pertanian, para pejabat eselon I, Tenaga Ahli Menteri (TAM), Staf Ahli Menteri (SAM), serta sejumlah staf kementerian lainnya.

    Amran menekankan pentingnya langkah konkret untuk memastikan swasembada pangan segera tercapai.

    “Kami tidak ingin hanya sekadar wacana. Kita harus bergerak cepat dan tepat agar masyarakat Indonesia dapat terus menikmati akses pangan yang mudah dan terjangkau,” kata Amran dalam keterangan tertulis, Minggu (10/11/2024).

    Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto inginkan lompatan besar sektor pertanian dalam mencapai swasembada. Rapat maraton ini membahas detail strategi dan langkah taktis untuk memperkuat produksi pangan lokal, mulai dari penguatan sistem distribusi hingga optimalisasi program bantuan pertanian di daerah.

    Amran beserta jajaran membahas progres optimalisasi lahan tahun 2024, proyeksi optimalisasi lahan tahun 2025, cetak sawah 2025, pompanisasi tadah hujan, dan penanaman padi gogo untuk peningkatan produksi padi dan beras nasional. Upaya ini juga menjadi bukti nyata komitmen Menteri Amran dalam memastikan Indonesia mampu mencapai swasembada pangan.

    “Ketahanan pangan adalah prioritas utama. Kita harus berlari lebih cepat untuk mewujudkan swasembada agar kebutuhan pangan masyarakat tetap terjamin, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks,” lanjutnya.

    Seperti diketahui, Kementan di bawah komando Amran dan Wamentan Sudaryono terus bergerak untuk menjalankan program peningkatan produksi pangan. Dalam berbagai kesempatan, Amran menyampaikan ke jajarannya bahwa tidak ada tanggal merah untuk bekerja demi membangun pertanian Indonesia. Keseriusan ini menjadi angin segar bagi para petani dan masyarakat luas, menunjukkan bahwa pemerintah tidak main-main dalam menjaga ketahanan pangan demi kesejahteraan.

    (ega/ega)

  • Dipimpin Wapres Gibran, Upacara Hari Pahlawan di TMP Kalibata Berlangsung Khidmat

    Dipimpin Wapres Gibran, Upacara Hari Pahlawan di TMP Kalibata Berlangsung Khidmat

    Jakarta, Beritasatu.com – Upacara Hari Pahlawan 2024 digelar dengan khidmat di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada Minggu (10/11/2024) pagi. Upacara ziarah nasional ini dipimpin langsung oleh Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.

    Upacara yang dipimpin oleh Kepala Dinas Operasi Lanud Suryadarma Kolonel Penerbang Lucky Indrawan dimulai tepat pukul 07.50 WIB. Wapres Gibran memasuki lapangan upacara sebagai inspektur, didampingi oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

    Rangkaian upacara diawali dengan sirene yang berbunyi selama 60 detik, sebagai penghormatan atas pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Selanjutnya, Gibran meletakkan karangan bunga di tugu TMP Kalibata, dilanjutkan dengan pembacaan doa untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur.

    Prosesi upacara Hari Pahlawan kemudian dilanjutkan dengan tabur bunga di makam para pahlawan. Wakil Presiden Gibran, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan sejumlah tamu undangan memulai prosesi ini dengan menaburkan bunga di makam Presiden ke-3 BJ Habibie.

    Setelah itu, dengan diiringi lagu Gugur Bunga, Gibran melanjutkan prosesi tabur bunga di makam Wakil Presiden ke-3 Adam Malik, Wakil Presiden ke-4 Umar Wirahadikusumah, Wakil Presiden ke-5 Soedharmono, Hasri Ainun Habibie, dan Kristiani Herrawati (Ani Yudhoyono).

    Sejumlah pejabat dan tokoh penting juga turut serta dalam prosesi tabur bunga di makam pahlawan lainnya. Para tamu undangan, termasuk anggota Kabinet Merah Putih dan keluarga para pahlawan, secara bergantian menghormati jasa para pahlawan yang telah berjasa bagi bangsa.

    Hadir dalam upacara tersebut Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BIN Muhammad Herindra, serta sejumlah menteri seperti Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Selain itu, turut hadir juga sejumlah wakil menteri, Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan Wiranto, Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, serta Ketua DPD Sultan Baktiar Najamudin.

    Upacara Hari Pahlawan ini juga dihadiri oleh putri pertama Proklamator Indonesia, Mohammad Hatta, yang sekaligus menjabat sebagai ketua umum peringatan Hari Pahlawan 2024.

  • Wapres Gibran Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan di TMP Kalibata – Page 3

    Wapres Gibran Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan di TMP Kalibata – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka bersama jajaran Kabinet Merah Putih melaksanakan upacara peringatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta, Minggu (10/11/2024) pagi.

    Gibran bertugas sebagai inspektur upacara, sementara Komandan Upacara adalah Kolonel Pnb Lucky Indrawan, S.A.P., Kepala Dinas Operasi Lanud Suryadarma.

    Gibran tiba di TMP sekitar pukul 07.50 WIB dan langsung memimpin jalannya upacara. Komandan upacara melaporkan bahwa upacara Hari Pahlawan siap dilaksanakan, lalu acara dilanjutkan dengan peringatan simbolis peristiwa 10 November di Surabaya melalui suara sirine.

    Selanjutnya, dilaksanakan mengheningkan cipta dan peletakan karangan bunga oleh Gibran. Rangkaian upacara berlanjut dengan ziarah dan tabur bunga di makam para pahlawan.

    Beberapa makam yang diziarahi di antaranya adalah makam empat wakil menteri di era Soeharno, yaitu Wapres ke-3 H. Adam Malik, Wapres ke-4 H. Umar Wirahadikusumah, Wapres ke-5 H. R. Sudharmono SH, dan Wapres ke-7 yang juga Presiden ke-3 H. Bacharudin Jusuf (BJ) Habibie.

    Turut mendampingi Gibran dalam upacara ini, Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. Sementara itu, jajaran kabinet Merah Putih yang hadir di antaranya Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai.

    Kemudian Wamen Koordinator Politik dan Keamanan Lodewijk Freidrich Paulus, Wamen Kebudayaan Giring Ganesha, Wamen Perdagangan Dyah Roro Esti, Wamen Perindustrian Faisol Riza, Wamen Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Riza Patria, Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, dan Ketua DPD Sultan Baktiar Najamudin.

  • 5
                    
                        Gibran Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan di TMP Kalibata
                        Nasional

    5 Gibran Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan di TMP Kalibata Nasional

    Gibran Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan di TMP Kalibata
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka memimpin upacara
    Hari Pahlawan
    tahun 2024 di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Utama Kalibata, Jakarta, Minggu, (10/11/2024)
    Rangkaian upacara dimulai dengan penghormatan kepada arwah pahlawan yang dipimpin oleh Komandan Upacara Kolonel Pnb Lucky Indrawan, yang juga Kepala Dinas Operasi Lanud Suryadarma.
    Kemudian dalam suasana hening, sirene dibunyikan selama 60 detik untuk mengenang Pertempuran 10 November 1945 yang terjadi di Surabaya.
    Wapres Gibran
    selaku inspektur upacara selanjutnya memimpin prosesi mengheningkan cipta.
    “Mengheningkan cipta mulai,” ucapnya.
    Setelah upacara, Wapres dan pejabat negara bakal melakukan tabur bunga di pusara sejumlah pahlawan.
    Di antaranya para pahlawan yang bakal ditaburi bunga, ada empat Wakil Presiden RI era Presiden Soeharto.
    Mereka adalah Wapres ke-3 H. Adam Malik, dan Wakil Presiden ke-4 H. Umar Wirahadikusumah.
    Kemudian, Wapres ke-5 H. R. Sudharmono SH dan Wapres ke-7 yang juga Presiden ke-3 H. Bacharudin Jusuf (BJ) Habibie
    Gibran juga bakal melakukan tabur bunga di makan Hj. Kristiani Herrawati (Ani Yudhoyono), Hasri Ainun Habibie, beberapa Pahlawan Revolusi dan beberapa Pahlawan Tak di kenal.
    Dalam upacara peringatan Hari Pahlawan ini tanpak hadir sejumlah pejabat negara. Mereka adalah Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sultan Najamudin dan Ketua Mahkamah Agung (MA) Sunarto.
    Kemudian Menteri dan Utusan Presiden juga hadir dalam acara ini. Mereka yang terlihat adalab Zita Anjani, Amran Sulaiman, Syafrie Sjamsoedin dan Ahmad Riza Patria.
    Kemudian, Raffi Ahmad, Isyana Bagoes Oka, Lodewijk F Paulus, Natalius Pigai, Hinsa Siburian, Veronica Tan, Giring, Nusron Wahid, Ni Luh Puspa dan Budi Arie Setiadi.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kejar Swasembada Pangan, 1 Juta Ha Lahan Bakal Teraliri Irigasi – Page 3

    Kejar Swasembada Pangan, 1 Juta Ha Lahan Bakal Teraliri Irigasi – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Pertanian (Kementan) menandatangani nota kesepahaman (MoU), menyepakati kerjasama dalam mensukseskan program swasembada pangan. 

    Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi formal dengan Kementan, setelah melalui koordinasi informal beberapa kali. 

    “Basically, kami dari Kementerian PU akan men-support penuh apapun yang menjadi target Kementerian Pertanian. Sekaligus menjadi target besar Presiden Prabowo dan Wapres Gibran, yaitu swasembada pangan di 5 tahun mendatang. Kami men-support, tapi yang menjadi leading sector adalah Kementerian Pertanian,” kata Dody dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/11/2024) 

    Bersama dengan Kementerian Pertanian, Kementerian PU menargetkan 1 juta ha lahan sawah dapat dialiri oleh jaringan irigasi. Sehingga dapat meningkatkan indeks pertanaman (IP) dan meningkatkan produksi pertanian.  

    Dalam rangka mendukung ketahanan pangan, Kementerian PU juga telah membangun infrastruktur yang meningkatkan keandalan penyediaan air irigasi melalui pembangunan dan pengelolaan jaringan irigasi.

    “Setelah ini, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR dan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian akan berkolaborasi untuk melakukan koordinasi. Sehingga, mulai dari hari ini kita bisa bekerja bersama demi mewujudkan percepatan swasembada pangan nasional,” imbuh Dody.

    Sementara Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menargetkan, 1 juta ha lahan terintegrasi air bakal menghasilkan produksi padi hingga 5 juta ton 

    “Jadi, sekarang kami akan membentuk satu tim untuk menjalankan visi Presiden, yaitu swasembada pangan dalam waktu singkat. Targetnya, dalam 4 tahun tapi mudah-mudahan dapat dicapai dalam waktu singkat,” sebut Amran.

    Di sisi lain, Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti mengutarakan, pihaknya siap mendukung program-program yang mendukung terwujudnya swasembada pangan. Salah satunya dengan bekerja sama dengan Kementerian Pertanian. 

    “Dalam hal ini, Kementerian PU siap mendukung di bidang irigasinya. Mungkin saat ini ada kewenangan masing-masing, namun kami sepakat akan jalan bersama-sama dan bersinergi untuk mendukung percepatan swasembada pangan,” kata Diana. 

     

     

  • Bidik Swasembada Pangan, Kementan Bakal Optimalisasi 1 Juta Hektare Lahan Pertanian

    Bidik Swasembada Pangan, Kementan Bakal Optimalisasi 1 Juta Hektare Lahan Pertanian

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengungkapkan, Kementerian Pertanian (Kementan) bakal mengoptimalisasi 1 juta hektare (ha) lahan pertanian guna mewujudkan target swasembada pangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

    Hal itu disampaikan seusai menggelar rapat koordinasi bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terkait optimalisasi pemanfaatan bendungan untuk irigasi pertanian, di gedung Kementan, Jakarta Selatan, Jumat (8/11/2024).

    Amran menjelaskan, selain optimalisasi 1 juta hektare (ha) lahan, pihaknya juga akan menaikkan indeks pertanaman (IP), dari sekali setahun menjadi tiga kali setahun. “Target kita adalah optimalisasi lahan (opla) 1 juta ha, di samping menaikkan indeks pertanaman,” kata Amran dalam konferensi pers tersebut.

    Adapun indeks pertanaman adalah rata-rata waktu tanam dan panen dalam 1 tahun pada lahan yang sama. 

    Amran bilang, dengan melakukan dua target tersebut, diperkirakan hasil panen padi bisa mencapai 5 juta ton. “Kalau 1 juta hektare kita bisa menghasilkan padi 5 juta ton. Nah ini target kita sehingga efektif,” ucapnya.

    Untuk itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian PU agar pembangunan infrastruktur pangan bisa diselaraskan dengan bantuan subsidi pertanian. “PU bekerja menghasilkan air, kita di situ memberikan bantuan subsidi benih, pupuk subsidi, alat mesin pertanian sehingga pergerakan kita efektif,” ucapnya.

    Saat ini, kata dia, pihaknya membentuk tim untuk merealisasikan gagasan besar presiden. “Yang ada adalah visi presiden yang kita jalankan,” tambahnya.

    Amran optimistis target swasembada pangan bisa tercapai dalam waktu 4 tahun, atau bahkan lebih cepat. “Insyallah akan tunaikan swasembada dalam waktu singkat. Target bapak presiden 4 tahun, semoga kolaborasi ini bisa lebih cepat sedikit,” ucapnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Menteri PU Doddy Hanggodo menegaskan, pihaknya bakal mendukung yang menjadi kebutuhan Kementan untuk mewujudkan target swasembada pangan.

    “Kami dari Kementerian PU akan men-support penuh apa pun yang menjadi target Pak Menteri Pertanian yang otomatis adalah target besar Pak Prabowo Subianto dan Pak Gibran, yakni  swasembada pangan 4-5 tahun mendatang,” tegasnya.

  • Viral, Mentan Amran Copot Manager BUMN Gara-Gara Pupuk – Page 3

    Viral, Mentan Amran Copot Manager BUMN Gara-Gara Pupuk – Page 3

    Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan pencopotan kepada salah satu pejabat di lingkup Kementerian Pertanian (Kementan) pada hari ini  lantaran menerima suap proyek bernilai ratusan juta rupiah. Pada 17 Oktober lalu, Mentan Amran juga telah mencopot 3 pegawai kementan yang meminta komisi proyek.

    Adapun pejabat Kementan yang dicopot setara eselon II. Proses pemecatan telah dilakukan. Namun, Mentan enggan merinci lebih lanjut identitas oknum tersebut berasal dari direktorat mana.

    “Ini ada kabar yang kurang baik untuk pertanian. Baru saja kami copot salah satu direktur di Kementerian Pertanian, baru saja kami tanda tangan,” ujar Amran di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (28/10/2024).

    Secara nominal, ia menyebut besaran uang yang diterima pejabat bersangkutan Rp 700 juta. Meskipun nominal yang diakui sang pelaku masih lebih kecil dari jumlah tersebut.

    “Yang terkonfirmasi, yang disampaikan dalam laporan itu langsung ke saya, Rp 700 juta, yang diakui Rp 500 juta,” ungkap dia.

     

  • Mentan Bertemu Wamenkeu Bahas Anggaran Ketahanan Pangan

    Mentan Bertemu Wamenkeu Bahas Anggaran Ketahanan Pangan

    Jakarta

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bertemu Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Jumat (8/11) siang. Pertemuan itu membahas optimalisasi anggaran ketahanan pangan.

    Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menjelaskan, pokok pembahasannya bagaimana agar anggaran yang disediakan betul-betul dimanfaatkan secara optimal untuk peningkatan produksi pangan.

    “Kementerian Keuangan ingin memastikan bahwa program-program atau anggaran yang dikeluarkan itu betul-betul sesuai dengan rencananya, peruntukannya,” kata Sudaryono usai pertemuan.

    Selain itu, juga dipastikan bahwa anggaran yang digelontorkan tepat sasaran dan sesuai dengan target, misalnya anggaran untuk pupuk 9,55 juta ton, dipastikan kembali alokasi besar tersebut tersalurkan ke calon penerima yang tepat.

    Untuk ketahanan pangan, alokasi anggaran akan memprioritaskan sejumlah proyek antara lain cetak sawah, optimalisasi lahan, subsidi pupuk, irigasi, hingga bendungan.

    Saat ditanya lebih lanjut apakah akan ada penyesuaian anggaran ketahanan pangan, Sudaryono menampiknya. Namun memang menurutnya, kadang penyesuaian perlu dilakukan dilakukan di saat-saat mendesak.

    “Belum ada (rencana penyesuaian). Cuma dalam dinamikanya begini, berbeda-beda tiap kementerian. Kadang-kadang harus ada adjustment, misalnya hal darurat ya, ada hama misalnya. Nah, hama itu dalam adjustment-nya kita minta bagaimana pada saat darurat kita adjustment anggaran nggak lama,” ujar dia.

    “Karena kalau lama, tikusnya dari 8 jadi 800. Kalau udah 800 udah nggak bisa lagi dibasmi, atau misalnya benih, pupuk, dan seterusnya gimana caranya pas adjustment itu nggak lama. Karena kalau lama hujannya udah lewat,” sambungnya.

    Dengan demikian, menurutnya kebijakan di Kementerian Pertanian perlu mempertimbangkan banyak aspek dan tidak sembarangan dilakukan, sehingga tepat waktu dan sasaran.

    (shc/ara)

  • Kejar Target Swasembada Pangan, Infrastruktur Pertanian Digeber di 12 Provinsi

    Kejar Target Swasembada Pangan, Infrastruktur Pertanian Digeber di 12 Provinsi

    Jakarta

    Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bekerja sama membangun infrastruktur pertanian. Hal ini merupakan salah satu langkah konkret mewujudkan target Presiden Prabowo Subianto swasembada pangan.

    Dody mengatakan, agenda ini merupakan koordinasi formal pertamanya dengan Amran. Ia memastikan, Kementerian PU siap untuk mendukung penuh target besar Prabowo untuk mencapai swasembada pangan dalam 4 tahun.

    “Kementerian PU akan men-support penuh apapun target Pak Menteri Pertanian, yang otomatis adalah target besar Pak Prabowo Subianto dan Pak Gibran swasembada pangan di 4 atau 5 tahun mendatang,” kata Dody, di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Jumat (8/11/2024).

    Dalam kesempatan yang sama, Amran berharap terbentuknya keselarasan antara pembangunan infrastruktur dan aktivitas pertanian usai disepakatinya kerja sama ini.

    “Di mana PU bekerja, menghasilkan air, kita di situ memberikan bantuan subsidi benih, pupuk subsidi, alat mesin pertanian, sehingga pergerakan kita efektif. Jangan sampai terjadi, PU bekerja di Aceh, kita bekerja di Papua atau Kalimantan,” ujar Amran.

    Untuk tahap awal eksekusi kerja sama ini, Amran mengatakan akan ada 12 provinsi prioritas untuk pembangunan dan optimalisasi infrastruktur pertanian seperti bendungan hingga irigasi. Daerah tersebut di antaranya Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, hingga Sumatera Selatan.

    Apabila pembangunan infrastruktur dan fokus pengembangan pertanian bisa diselaraskan, Amran yakin bisa mewujudkan optimalisasi lahan pertanian sehingga produktivitas juga bisa meningkat.

    “Rencana kami seluruh lahan yang kita optimalisasi, sawah yang kita cetak, itu sinergi kolaborasi oleh Kementerian PU yang bekerja sama di lapangan, sehingga efektif. Di mana ada air yang dihasilkan oleh Kementerian PU, di situ pertanian tanam,” kata dia.

    Amran menargetkan, ke depan pihaknya berhasil untuk melakukan optimalisasi lahan (oplah) terhadap 1 juta hektare sawah. Kemudian menaikkan planting index atau indeks pertanaman dari semula 1 kali dalam 1 tahun, menjadi 2 kali atau 3 kali.

    “Target minimal kita adalah ada kenaikan IP, planting index, 1 kali, totalnya syukur-syukur bisa 1 juta hektare. Kalau 1 juta hektare, bisa kita menghasilkan padi itu 5 juta ton. Nah, ini target kita, sehingga efektif,” ujarnya.

    Lihat juga video: Bakomsus Pertanian hingga Perikanan Polri, Upaya Percepat Swasembada Pangan

    (shc/ara)