Tag: Amran Sulaiman

  • Padi yang Ditanam di Kampung Wanam Merauke Saat Kunjungan Prabowo Subianto Tumbuh Baik

    Padi yang Ditanam di Kampung Wanam Merauke Saat Kunjungan Prabowo Subianto Tumbuh Baik

    Merauke, Beritasatu.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memantau lahan pertanian, saluran irigasi, dan perkembangan tanaman padi pada demplot (demontration plot) seluas 20 hektare di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, pada Minggu (24/11/2024).

    Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangkaian kunjungan kerjanya untuk menghadiri apel brigade swasembada pangan di Kampung Wanam.

    “Ini adalah harapan masa depan pangan Indonesia. Kami optimistis lahan cetak sawah baru ini mampu berproduksi. Bisa dilihat tanaman padinya tumbuh baik,” kata Mentan Amran.

    Menurutnya, lahan demplot ini dikelola oleh brigade pangan yang terdiri atas masyarakat lokal Wanam, TNI, dan Polri. Mereka didukung dengan bantuan alat dan mesin pertanian, seperti satu unit traktor roda empat, dua unit traktor roda dua, rice transplanter, dan combine harvester.

    Tanaman padi yang ditanam pada 4 November 2024 saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto juga telah terlihat pertumbuhannya. Tanaman padi terlihat menghijau di lahan demplot.

    Menteri Amran kemudian menginstruksikan tambahan fasilitas pendukung untuk memastikan tanaman padi tetap tumbuh optimal.

    “Nanti segera kirimkan tambahan pompa, ini tanaman bisa tumbuh baik. Nanti menjelang panen saya akan kembali melihat lagi. Tolong pengawalan dan pendampingan lebih intensif,” tegas Mentan pada pejabat Kementan dan brigade yang berada di lokasi.

    Sebelumnya pada awal November 2024, Presiden Prabowo meninjau persiapan demplot padi yang bertujuan meningkatkan produktivitas pangan di wilayah timur Indonesia.

    Presiden langsung menuju lahan percontohan untuk melihat penerapan teknik budidaya padi terbaru. Di sana, beliau menyaksikan para petani mempersiapkan lahan secara cermat agar siap menghadapi musim tanam berikutnya. Demplot ini diharapkan menjadi contoh bagi petani lokal untuk meningkatkan hasil panen dan kualitas padi melalui metode pertanian modern.

    Selain itu, Presiden Prabowo juga menyaksikan proses pengolahan lahan dan penyebaran dolomit di lahan pertanian padi Kampung Wanam Merauke. Dolomit, bahan alami yang digunakan untuk menetralkan keasaman tanah, memperbaiki struktur tanah, dan meningkatkan unsur hara, disebarkan oleh para petani sebagai langkah penting dalam meningkatkan kesuburan lahan.

  • Bisa Lebih dari Rp10 Juta/Bulan, Begini Perhitungan Pendapatan Brigade Pangan

    Bisa Lebih dari Rp10 Juta/Bulan, Begini Perhitungan Pendapatan Brigade Pangan

    Jakarta: Kepala Biro Humas Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan) Moch Arief Cahyono menjelaskan perhitungan potensi pendapatan Brigade Swasembada Pangan atau petani muda milenial dapat mencapai Rp10 juta per bulan bahkan lebih, jika mengelola sawah dengan sistem modern.
     
    Arief menjelaskan estimasi penghasilan tersebut sangat memungkinkan untuk diraih oleh petani muda yang bergabung dalam Brigade. Kementan telah melakukan analisis usaha tani secara rinci agar program ini memberikan hasil optimal.
     
    “Setiap Brigade yang terbentuk beranggotakan 15 orang dengan mengelola lahan 200 hektare. Mereka akan mengelola lahan selama lima tahun agar pendapatannya optimal,” kata Arief dalam keterangan tertulis di Jakarta, dikutip dari Antara, Minggu, 24 November 2024.
     
    Arief menjelaskan, dengan produktivitas rata-rata lima ton per hektare, potensi produksi mencapai 1.000 ton gabah kering panen (GKP) dan asumsi harga gabah Rp6.000 per kilogram, maka total pendapatan kotor brigade dapat mencapai Rp6 miliar.
    “Setelah dikurangi biaya operasional sebesar Rp19 juta per hektare atau total Rp3,8 miliar untuk lahan 200 hektare, maka perkiraan pendapatan bersih dari budi daya padi ini adalah sebesar Rp2,2 miliar dan nantinya dibagi antara brigade dan pemilik lahan,” tambah dia.
     
    Skema bagi hasil

    Program Brigade Swasembada Pangan menggunakan skema bagi hasil 70:30, di mana 70 persen pendapatan diberikan kepada Brigade, dan 30 persen untuk pemilik lahan. Selain itu, sebagian dari pendapatan Brigade juga disisihkan untuk modal tanam berikutnya agar kegiatan ini berkelanjutan.
     
    Dengan begitu, potensi penghasilan Rp10 juta per bulan bahkan bisa lebih besar jika pengelolaan dilakukan secara lebih efisien dan produktif.
     
    “Jika mampu tanam dua-tiga kali dalam setahun, hasilnya tentu akan meningkat. Apalagi pemerintah telah menghibahkan alat dan mesin pertanian senilai Rp3 miliar untuk dikelola brigade selama lima tahun,” jelas Arief.
     
    Kesempatan ini, menurut Arief, merupakan peluang besar bagi generasi muda yang ingin bergabung.
     

     

    Pendaftaran di dinas pertanian

    Pendaftaran dapat dilakukan melalui dinas pertanian setempat. Pemerintah tidak hanya memberikan hibah alat dan mesin pertanian (alsintan), tetapi juga menyediakan pendampingan teknis serta benih padi unggul.
     
    Ia menambahkan, pemerintah telah memetakan wilayah dan lahan sawah yang dapat digarap oleh generasi muda. Ada 12 provinsi yang memiliki lahan yang masih dapat dioptimalkan. Meski begitu, dia tidak merinci provinsi tersebut.
     
    “Pak Menteri Pertanian Bapak Andi Amran Sulaiman ingin anak-anak muda terlibat dalam sektor pertanian dengan jaminan keuntungan serta penggunaan teknologi tinggi. Ini merupakan tantangan menarik untuk kreativitas dan semangat kerja keras generasi milenial,” kata Arief.
     
    Kementan di bawah pimpinan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terus mendorong generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian melalui program Brigade Swasembada Pangan. Dalam program ini, Amran menyebutkan petani milenial berpotensi memperoleh penghasilan Rp10 juta per bulan, bahkan lebih.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (HUS)

  • Kementan sidak 13 gudang importir terkait daging domba impor

    Kementan sidak 13 gudang importir terkait daging domba impor

    Jakarta (ANTARA) – Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap 13 gudang importir terkait dampak daging domba dan kambing impor yang diduga rugikan peternak lokal.

    Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda memimpin langsung sidak di salah satu gudang importir daging domba di wilayah Depok, Jawa Barat, Minggu.

    Agung menegaskan pentingnya pengawasan itu karena sebagai upaya memastikan pemasukan dan distribusi daging impor berjalan sesuai peraturan serta menjaga keberlangsungan usaha peternak lokal di tengah persaingan dengan produk impor.

    “Kami ingin memastikan pemasukan dan distribusi daging impor, khususnya daging mutton, sesuai regulasi. Pemerintah tidak akan mentoleransi praktik yang merugikan peternak lokal,” ujar Agung dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

    Sidak ini, lanjut Agung, merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk melindungi peternak lokal dari dampak murahnya daging domba dewasa (mutton) impor. Harga produk impor yang lebih rendah berpotensi menekan harga daging domestik.

    “Jika ditemukan pelanggaran, kami akan mengambil tindakan tegas,” ujar Agung.

    Selain memeriksa dokumen, tim juga memastikan kualitas daging yang disimpan di gudang tersebut sesuai dengan standar kesehatan dan keamanan pangan. Meski begitu, Agung tidak merinci ke-13 gudang yang dilakukan sidak oleh jajarannya.

    Agung menjelaskan, sidak ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan pasar daging domestik tetap kondusif dan tidak merugikan peternak lokal.

    Sebelumnya, Kementerian Pertanian telah menghentikan sementara penerbitan rekomendasi impor daging mutton sambil melakukan evaluasi dan menghitung stok yang ada di gudang-gudang importir.

    “Kami tidak ingin surplus daging mutton impor menekan harga daging domba dan kambing lokal, sehingga peternak kita tidak mendapatkan harga yang layak. Tugas kami adalah melindungi mereka,” katanya.

    Pemerintah juga meminta importir untuk menahan distribusi karkas dan daging mutton ketika harga domba dan kambing di tingkat peternak jatuh. Selain itu, importir diimbau untuk menyerap karkas dan daging domba kambing lokal melalui asosiasi-asosiasi yang menaungi para peternak sesuai dengan klaster yang telah dibangun.

    Di sisi lain, pemerintah terus berupaya mempertemukan importir dan distributor dengan peternak lokal untuk meningkatkan penyerapan daging lokal. Upaya harmonisasi persyaratan ekspor dengan Malaysia dan Brunei juga dipercepat agar surplus kambing dan domba lokal dapat terserap di pasar internasional.

    “Kami optimistis bahwa langkah-langkah yang kami ambil, termasuk pengawasan ketat terhadap impor, akan memperkuat posisi peternak lokal dan menjaga keberlanjutan peternakan rakyat,” kata Agung.

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Biqwanto Situmorang
    Copyright © ANTARA 2024

  • Mentan Andi Amran Sulaiman Ajak Masyarakat Wanam Merauke Wujudkan Swasembada Pangan

    Mentan Andi Amran Sulaiman Ajak Masyarakat Wanam Merauke Wujudkan Swasembada Pangan

    Liputan6.com, Merauke Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak masyarakat di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan untuk mewujudkan swasembada pangan dan bersama meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat. 

    Mentan Amran mengatakan program swasembada pangan bukan hanya urusan pangan semata. Program tersebut juga merupakan sarana agar masyarakat adat di Merauke dapat merasakan kesejahteraan dari kegiatan pertanian.

     

    “Bapak ibu kita gandengan tangan untuk bersama meningkatkan kesejahteraan masyarakat Wanam, masyarakat Merauke. Kita ini bersaudara, kita semua sama, jadi kita saling membantu dan bergotong royong untuk meningkatkan kesejahteraan kita,” kata Mentan Amran saat memimpin Apel Pasukan Batalyon Swasembada Pangan Wanam, Merauke, Minggu (24/11/2024).

    Pada kunjungan kerja ke Merauke, Mentan Amran meninjau langsung cetak sawah di Wanam dan kesiapan Pasukan Batalyon Pangan Wanam. Kata Mentan Amran, Kementerian Pertanian (Kementan) siap memberikan bantuan dan pendampingan untuk mendukung kegiatan pengolahan lahan untuk lokasi cetak sawah.

    “Traktor ini kami hibahkan dalam bentuk Brigade Pangan. Kami hibahkan traktor, nanti kita berikan benih gratis, pupuk, kita bangun sama-sama lahan ini,” ucapnya.

    Mentan Amran memproyeksikan Wanam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dengan melibatkan masyarakat sekitar. Ia menyebutkan sebelumnya Kementan telah merintis di Kurik dan hasil produksinya baik.

    “Kami sudah rintis di Kurik, dulu produksinya 2 ton, Bapak Presiden tanya langsung sekarang produksinya 7 ton. Dulu tanam 1 kali sekarang menjadi 3 kali tanam, dan ada operator combine harvester (mesin panen) bisa mendapat penghasilan 6 juta per bulan. Jadi kita harapkan juga ini terjadi di Wanam agar kesejahteraan masyarakat di sini meningkat,” jelasnya.

  • Bisa Raup Cuan Rp10 Juta, Jurus Mentan Amran Rayu Anak Muda jadi Petani Milenial

    Bisa Raup Cuan Rp10 Juta, Jurus Mentan Amran Rayu Anak Muda jadi Petani Milenial

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan anak muda yang masuk sebagai petani milenial bisa mengantongi cuan hingga Rp10 juta per bulan. Salah satu jurus ini disebut mampu menarik minat anak muda menjadi petani milenial.

    Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menuturkan petani milenial yang terjun di sektor pertanian menjadi harapan baru bagi sektor ini, lantaran bisa meraup pendapatan hingga Rp10 juta per bulan.

    Selain meraup cuan, Amran menyampaikan petani milenial juga menggunakan mesin pertanian berteknologi tinggi yang dihibahkan.

    Berbekal dua hal ini, Kementan optimistis dapat menarik generasi milenial dan generasi Z untuk terjun di sektor pertanian.

    “Kami bagikan mesin, dia gunakan. Karena milenial, generasi Z mau turun mana kala menguntungkan, minimal pendapatannya Rp10 juta per bulan,” kata Amran dikutip dari Instagram resmi Kementan, Minggu (24/11/2024).

    Pasalnya, Amran menilai generasi milenial dan generasi Z akan lebih tertarik jika didorong dengan adanya pendapatan dan teknologi yang canggih.

    “Tanpa 2 hal ini [pendapatan Rp10 juta dan teknologi yang tinggi], itu [milenial] tidak mungkin mau turun ke lapangan,” ungkapnya.

    Sebelumnya, Kementan menggandeng pengusaha sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pelaku Seni Raffi Ahmad untuk mendorong regenerasi petani milenial.

    Langkah ini guna mewujudkan swasembada pangan dan memperkenalkan sektor pertanian sebagai peluang karier yang menarik bagi generasi muda.

    Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyebut sektor pertanian memerlukan kontribusi anak muda karena mereka memiliki sifat inovatif, kreatif, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan teknologi.

    “Kami ingin mendorong kolaborasi untuk peningkatan produksi pangan. Kemudian meningkatkan minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian,” kata Sudaryono dalam keterangan resmi, Rabu (13/11/2024).

    Sudaryono menganggap Raffi Ahmad memiliki potensi besar untuk menginspirasi anak muda agar lebih tertarik dengan dunia pertanian.

    Adapun, Kementan bakal segera membuat program kerja dengan Raffi Ahmad untuk meningkatkan peran generasi muda dalam pembangunan pertanian nasional, termasuk peningkatan ekspor komoditas pertanian dan hilirisasi industrialisasi hasil-hasil pertanian.

    “Banyak anak muda yang sudah berhasil di dunia pertanian. Ini yang harus kita tekankan. Kita akan terus dorong agar sektor pertanian dapat menjadi pilihan karier yang menarik, bahkan menjanjikan,” ungkapnya.

    Dia juga berharap melalui kolaborasi ini bisa mengundang lebih banyak anak muda untuk terlibat langsung dalam dunia pertanian, serta memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan Indonesia.

    “Jadi saya kira Mas Raffi juga sepakat. Intinya kita akan membuat semacam program kerja, kita akan buatkan semacam roadmap-nya, kemudian kita eksekusi. Saya tidak ingin hanya seremonial, kita betul-betul ingin ini membawa dampak,” pungkasnya.

  • Kementan Ungkap Prosedur Pendaftaran Brigade Swasembada Pangan, Ini Syaratnya

    Kementan Ungkap Prosedur Pendaftaran Brigade Swasembada Pangan, Ini Syaratnya

    Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, menyosialisasikan tentang prosedur pendaftaran untuk brigade swasembada pangan.

    Menurut Idha, langkah pertama yang harus dilakukan calon petani adalah mendatangi dinas pertanian, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.

    “Dari sana (dinas) akan mengarahkan ke pendamping atau mentor dari kami (Kementan),” ujar Idha seusai mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam pembukaan workshop manajemen pendampingan brigade swasembada pangan di Auditorium Utama Kementan beberapa waktu lalu.

    Idha menambahkan, dalam prosedur brigade swasembada pangan ini setiap petani memiliki potensi pendapatan lebih dari Rp 10 juta per bulan. Estimasi tersebut didasarkan pada skema bagi hasil antara petani dan lapangan usaha, baik dari sisi produksi maupun penjualan gabah yang dapat mencapai harga Rp 6.000 per kilogram gabah kering giling (GKG).

    “Pendapatan itu bukan gaji, melainkan hasil dari penjualan GKG yang dihargai Rp 6.000 per kilogram. Selain itu, ada pembagian lain seperti 20 persen dari lapangan usaha. Jadi, di dalam 15 anggota brigade swasembada pangan, pendapatan per orang bisa mencapai Rp 10 juta,” terangnya.

    Idha juga menegaskan, angka pendapatan tersebut murni berasal dari hasil usaha, bukan gaji seperti yang sering diberitakan. Menurutnya, angka ini juga tak lepas dari dukungan pemerintah yang menyediakan skema pertanian modern untuk menekan biaya produksi hingga 50%. Pemerintah juga memberikan hibah berupa alat mesin pertanian kepada setiap kelompok brigade swasembada pangan.

    “Selain itu, pemerintah juga menyediakan benih dan pupuk untuk mendukung kelancaran produksi brigade swasembada pangan,” tambah Idha.

    Ia juga menjelaskan beberapa kriteria bagi petani milenial yang ingin bergabung dalam brigade swasembada pangan.

    “Pertama, mereka harus jujur, memiliki prinsip yang kuat, dan berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas. Lahan yang akan dikelola oleh brigade pangan akan mencapai sekitar 200 hektare melalui sistem kemitraan,” ungkapnya.

    Sebagai informasi, total pendaftar untuk brigade swasembada pangan ini tercatat mencapai sekitar 23.000 orang dari berbagai kalangan. Mereka akan didampingi oleh aparatur sipil negara (ASN) yang khusus disiapkan untuk memastikan kelancaran produksi guna mencapai swasembada pangan dan mendukung Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

    Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan tujuan utama dari program ini adalah untuk mengurangi pengangguran dan mengatasi kemiskinan.

    “Para petani ini akan menjadi garda terdepan pertanian masa depan, karena mereka akan menggerakkan ekonomi dan mampu mentransformasi pertanian tradisional menjadi lebih modern,” ujar Menteri Pertanian.

    Ia menambahkan, brigade swasembada pangan ini juga dapat meningkatkan produktivitas pertanian, yakni sebagai bagian dari visi Presiden untuk mewujudkan swasembada pangan dan menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia.

  • Kementan Paparkan Tata Cara Pendaftaran Brigade Swasembada Pangan, Berikut Kriterianya – Page 3

    Kementan Paparkan Tata Cara Pendaftaran Brigade Swasembada Pangan, Berikut Kriterianya – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Pertanian membentuk brigade swasembada pangan. Hal ini sebagai langkah cepat untuk mewujudkan swasembada.

    Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti pun menjelaskan bagaimana tata cara melakukan pendaftaran Brigade Swasemabda Pangan. Sebagai langkah pertama, kata Idha, calon petani harus datang langsung ke Dinas-dinas pertanian baik yang ada di Kabupaten/Kota maupun tingkat Provinsi.

    “Dari sana (dinas) akan mengarahkan ke pendamping atau mentor dari kami (kementan),” ujar Idha saat ditemui usai mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam pembukaan workshop manajemen pendampingan brigade swasembada pangan di Auditorium Utama Kementan, Rabu, 20 November 2024, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (23/11/2024).

    Idha mengatakan, setiap petani berpotensi memiliki pendapatan lebih dari Rp 10 juta per bulan. Hitung-hitungan tersebut berasal dari swakelola bagi hasil antara lapangan usaha dan petani baik dari sisi pendapatan produksi maupun hasil jual yang mencapai Rp 6.000 per kilogram gabah kering giling (GKG).

    Dia pun memastikan angka sebesar itu merupakan pendapatan murni alias bukan gaji yang selama ini muncul di pemberitaaan.

    “Itu bukan gaji tapi pendapatan dari harga jual GKG yang mencapai Rp 6.000 perkilogram. Kemudian ada juga pembagian lainya seperti 20 persen lapangan usaha. Jadi kami sudah hitung di dalam 15 orang anggota brigade swasembada pangan itu pendapatan perorangnya bisa 10 juta,” ujar dia.

    Menurut Idha, semua pendapatan itu juga tak lepas dari peran pemerintah yang telah menyiapkan skema pertanian modern untuk memangkas biaya produksi hingga 50 persen. pemerintah akan memberi hibah berupa alat mesin pertanian kepada setiap kelompok brigade swasembada pangan.

    “Dukungan dari pemerintah juga termasuk benih dan juga pupuk yang disiapkan untuk menopang jalanya produksi brigade swasembada pangan,” katanya.

    Kriteria

    Idha menambahkan, terdapat beberapa kriteria bagi petani milenial yang akan masuk dan menjadi bagian dari brigade swasembada pangan ini.

    “Pertama harus jujur, punya prinsip dan memiliki komitmen meningkatkan produktivitas. Nanti di lapangan luas lahan yang akan dikelola brigade pangan sekitar 200 hektare melalui kelola kemitraan,” katanya.

  • Mentan serahkan KUR mikro dan alsintan bagi Brigade Pangan di Kapuas

    Mentan serahkan KUR mikro dan alsintan bagi Brigade Pangan di Kapuas

    ANTARA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyerahkan bantun operasional Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian mikro senilai Rp50 juta hingga Rp150 juta, dan bantuan operasional alat dan mesin pertanian (alsintan) senilai Rp6 miliar lebih. Bantuan diberikan kepada kelompok Brigade swasembada pangan di lahan food estate Desa Bentuk Jaya di Dadahup lokasi B2, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah Jumat (22/11). (Redianto Tumon Sp/Rizky Bagus Dhermawan/Rijalul Vikry)

  • Motivasi Generasi Muda Bertani, Kementan Bentuk Brigade Pangan – Espos.id

    Motivasi Generasi Muda Bertani, Kementan Bentuk Brigade Pangan – Espos.id

    Perbesar

    ESPOS.ID – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) yang baru dilantik, Sudaryono, berfoto bersama Menteri Pertanian, Amran Sulaiman (tengah) dan mantan Wamentan, Harvick Hasnul Qolbi (kanan), saat acara pisah sambut di Auditorium Kementan, Jakarta, Jumat (19/7/2024). (BC)

    Esposin, JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) RI membentuk Brigade Pangan sebagai upaya memotivasi generasi muda terlibat pada sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi modern dengan peluang ekonomi yang menjanjikan.

    “Keuntungan dan pemanfaatan teknologi menjadi kunci utama, pentingnya keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian. Alhamdulillah dalam kunjungan kerja di Kalimantan Selatan, ada lebih dari 1.000 milenial yang turun langsung pada program cetak sawah, kami bagikan mesin-mesin modern untuk mereka gunakan,” kata Mentan Andi Amran Sulaiman dalam kunjungan kerja di Desa Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Jumat (22/11/2024).

    Promosi
    Pulihkan Hutan Bekas Tambang, Kelompok Tani Selamatkan Lingkungan Bersama BRI

    Mentan menyebutkan dalam kunjungan kerja kali ini, Brigade Pangan di Kalimantan Selatan telah terbentuk sebanyak 155 brigade dengan lebih dari 2.000 anggota, brigade ini menjadi harapan baru untuk sektor pertanian.

    Melalui program ini, produktivitas pertanian dapat meningkat, sementara generasi muda mendapatkan peluang ekonomi yang menjanjikan.

    “Hari ini kami mengecek langsung persiapan optimalisasi lahan, cetak sawah, dan generasi milenial yang dilibatkan di Kalimantan Selatan,” ujarnya sebagaimana dilansir Antara. 

    Dia mengatakan, ada dua kunci utama yang dapat menarik generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian, yakni keuntungan yang tinggi minimal Rp10 juta per bulan dan penggunaan teknologi tinggi atau canggih.

    Dia menyebutkan salah satu contoh, yakni mekanisasi panen sebagai inovasi yang dapat menghemat waktu dan tenaga.

    Sebelumnya, proses panen secara manual dengan sabit membutuhkan waktu hingga 25 hari untuk satu hektare per orang. Namun, dengan bantuan alat modern, pekerjaan yang sama dapat diselesaikan dalam waktu hanya dua jam.

    Menurut Mentan, teknologi tinggi merupakan solusi yang tepat, kemudian pengelolaan air yang baik, dan pendapatan yang menarik.

    “Dengan langkah ini, pihaknya optimistis generasi muda dapat menjadi motor penggerak utama pertanian masa depan,” tegas Mentan Amran.

    Sementara itu, Manager Brigade Pangan Mitra Tani Rahmad Efendi menyampaikan bahwa program ini sangat potensial dan menjanjikan bagi petani muda.

    “Di wilayah ini kami mengelola 200 hektare sesuai arahan. Untuk progres, pengolahan tanah sudah mencapai 75 persen, dari sisi teknologi juga terbantu karena latar belakang kami di Unit Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA) sehingga adaptasi terhadap teknologi modern menjadi lebih mudah,” tutur Rahmad.

    Dia mengatakan, hasil analisis usaha yang menunjukkan potensi keuntungan signifikan, dari standar lima ton hasil panen, bahkan jika memakai standar di bawah itu maka keuntungan bersih masih bisa mencapai Rp10 juta hingga Rp17 juta per bulan.

    Dia menjelaskan, pendapatan ini berasal dari budidaya padi dan pengelolaan alat dan mesin pertanian. Jadi, ini sangat menguntungkan dan memberikan motivasi besar untuk terus maju pada sektor pertanian.

    Menurutnya, program Brigade Pangan menjadi salah satu langkah strategis Kementan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, menarik generasi muda, dan mendukung ketahanan pangan nasional melalui teknologi modern dan pengelolaan berkelanjutan.

    “Kami berharap program ini dapat berjalan maksimal dan berdampak positif bagi pembangunan pertanian di wilayahnya. Kami semangat, kami minta doa mudah-mudahan kami semuanya tetap bisa solid untuk mewujudkan cita-cita Presiden pada sektor pangan,” ujar Rahmad.

    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram “Solopos.com Berita Terkini” Klik link ini.

  • Amran Sulaiman Pastikan Perbankan Bantu Wujudkan Swasembada Pangan

    Amran Sulaiman Pastikan Perbankan Bantu Wujudkan Swasembada Pangan

    Kapuas, Beritasatu.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan lembaga keuangan perbankan telah bergerak mendukung upaya Brigade Pangan dalam mewujudkan swasembada pangan. Dukungan perbankan sangat penting untuk menghitung kredit yang dikeluarkan dan pendapatan petani yang akan dihasilkan.

    “Perbankan turun langsung, kalau perbankan sudah turun, artinya visible, hitungan mereka mantap, bisa langsung memberi kredit untuk operasional, seperti beli solar Rp 100 juta per kelompok,” ujar Amran saat mengawal kinerja Brigade Pangan di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Jumat (22/11/2024).

    Pada kesempatan ini, Mentan Amran secara simbolis memberikan bantuan kredit usaha rakyat (KUR) mikro senilai Rp 150 juta kepada perwakilan Brigade Pangan Kabupaten Kapuas. “Bantuan KUR ini juga dipantau, pergunakan dengan baik ya, untuk akselerasi swasembada pangan,” tambah Mentan Amran

    Amran mengatakan, upaya perbankan membantu swasembada pangan merupakan semangat baru dalam menghadirkan modal dan keuangan. Lewat perbankan, pemberian alat mesin pertanian juga akan dihitung secara matang sehingga tepat sasaran. “Hitungan perbankan itu biasanya jarang meleset,” katanya.

    Sejauh ini, kata Mentan, jumlah petani milenial yang mendaftarkan masuk ke Brigade Pangan sudah lebih dari 23.000 orang. Namun, penempatan mereka akan dilakukan bertahap sesuai sarana dan lahan yang tersedia. “Seperti yang di sini (Kapuas) ada 3.000, kemudian selanjutnya 3.000 dan seterusnya,” katanya.

    Mentan menambahkan, seluruh kelompok brigade nantinya akan dibina langsung oleh jajaran TNI yang setiap saat melakukan pendampingan. Kehadiran tentara memiliki nilai plus karena berkaitan erat dengan kedisiplinan. “Mudah-mudahan ke depan ini bisa lebih maju lagi dan lebih banyak pemuda yang ikut. TNI akan menjadi motivator untuk kedisiplinan,” katanya.

    Luas baku sawah di Kalimantan Tengah mencapai 100.963 hektare. Sementara optimasi lahan di Kabupaten Kapuas mencapai 51.078 hektare. Dari jumlah itu, 12.582 hektare akan dilakukan pada 2025. Adapun kegiatan cetak sawah (ekstensifikasi lahan) 2024 mencapai 2.380 hektare dan akan dilakukan pada 2025 seluas 150.000 hektare.

    Mentan menambahkan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto kegiatan cerak sawah dan optimasi lahan merupakan langkah nyata dalam mempercepat swasembada.

    Untuk itu, pemerintah telah memberikan hibah, berupa alat mesin pertanian untuk kelompok brigade swasembada pangan. “Dari hitungan sementara, 1 orang petani bisa meraup keuntungan Rp 10 juta per bulan yang dihasilkan dari budi daya dengan teknologi dan mekanisasi,” kata Amran yang menegaskan perbankan bantu swasembada pangan.