Tag: Amran Sulaiman

  • Curhat ke Gibran Rakabuming, seorang petani di Langkat diberi hand tractor

    Curhat ke Gibran Rakabuming, seorang petani di Langkat diberi hand tractor

    Sumber foto: M Salim/elshinta.com.

    Curhat ke Gibran Rakabuming, seorang petani di Langkat diberi hand tractor
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Kamis, 26 Desember 2024 – 16:44 WIB

    Elshinta.com – Seorang petani bernama Sukamto (47) warga Desa Aman Damai, Kecamatan Sirapit, Kabupaten Langkat, curhat kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, saat menghadiri gerakan percepatan tanam padi di Desa Aman Damai, Kecamatan Sirapit, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Curhat itu terjadi saat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membuka dialog dengan brigade pangan dan para petani yang di moderatori oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Selasa (24/12).

    Dalam sesi dialog dan tanya jawab tersebut seorang petani bernama Sukamto (47) menyampaikan unek-unek nya terkait dengan penyempitan lahan pertanian (sawah) di desanya. Sehingga banyak generasi muda yang tidak memiliki sawah untuk bercocok tanam padi, karena harga sepetak sawah mahal di daerahnya. “Saya mohon kepada bapak Wakil Presiden bagaimana caranya untuk perluasan sawah, agar generasi penerus ini dapat menjadi petani, karena saya sendiri tidak memiliki sawah,” ujar Sukamto

    Mendengar curhatan Sukamto, Wapres Gibran Rakabuming meminta Sukamto naik ke panggung. Gibran tersenyum sambil memandang kepada Menteri Pertanian, Amran Sulaiman pun langsung memberikan jawaban,  saat ini pemerintah sedang menjalankan program cetak sawah di Papua Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Perluasan atau cetak sawah baru ini merupakan program Presiden.

    “Program bapak Presiden, ada perluasan atau cetak sawah baru di Merauke Papua Selatan, apa pak Sukamto mau ke Papua? kalau mau ya kita fasilitasi ya pak dirjen, silahkan daftar sekarang ke pak dirjen,” kata Amran Sulaiman.

    Dengan senang hati Sukamto bersedia ke Papua atau Kalimantan, mengingat dia tidak memiliki lahan sawah di desanya, selama ini dia hanya menggarap lahan orang dengan sistem bagi hasil karena harga sawah mahal, terkadang biaya produksi atau modal tidak sesuai dengan hasil. 

    “Saya bersedia ke Papua atau Kalimantan, karena generasi muda di kampung saya ini banyak yang tidak memiliki lahan sawah, harga sawah satu rante (400 meter) mencapai harga Rp.35 juta, jadi modal dan hasil tidak sesuai,” ujar Sukamto.

    Mendengar curahan hati patani tersebut, Wakil Presiden langsung memberikan hadiah satu unit hand traktor kepada Sukamto, dengan penuh sukacita dia menerima hadiah tersebut. Menteri Amran Sulaiman memastikan hand traktor tersebut tiba ke tangan Sukamto dua hari kedepan.

    “Saya kaget bercampur senang, kan dadakan gak menyangka, pokoknya gak menyangka, soalnya saya minta lahan malah diberi hand traktor sama pak Wapres, terima kasih pak Gibran, dan saya siap dikirim ke Papua atau Kalimantan,” pungkas Sukamto seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim, Kamis (26/12). 

    Sumber : Radio Elshinta

  • Percepatan swasembada pangan pemerintah tambah kuota pupuk

    Percepatan swasembada pangan pemerintah tambah kuota pupuk

    Sumber foto: M Salim/elshinta.com.

    Mentan: Percepatan swasembada pangan pemerintah tambah kuota pupuk
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Kamis, 26 Desember 2024 – 18:32 WIB

    Elshinta.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan penambahan pupuk subsidi dari yang tadinya 4,7 juta bertambah 100 persen. Penambahan pupuk ini merupakan kebijakan dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pupuk bagi petani, guna percepatan program swasembada pangan.

    Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, saat mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadiri gerakan percepatan tanam padi di Sumatera Utara, tepatnya di Desa Aman Damai, Kecamatan Sirapit, Kabupaten Langkat, Selasa (24/12). 

    “Untuk di Kabupaten Langkat pupuk aman. Terima kasih pak Wakil Presiden atas kebijakan pemerintah untuk menambah kuota pupuk subsidi hingga 100 persen, guna memenuhi kebutuhan pupuk bagi petani secara nasional,” kata Amran.

    Amran Sulaiman mengaku dalam minggu ini, dia sudah dua kali ke Sumatera guna mengecek dan memastikan ketersediaan pupuk untuk petani agar terpenuhi. “Alhamdulillah pupuk sudah terpenuhi saya sudah cek ingin memastikan. Saya dalam minggu ini sudah dua kali ke Medan, ini baru dari Aceh saya guna memastikan ketersediaan pupuk,” kata Amran seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim, Kamis (26/12). 

    Masih kata Amran Sulaiman, Pj Bupati Langkat M. Faisal Hasrimy menyebutkan petani di Langkat butuh irigasi, waduk sudah ada namun saluran irigasinya yang belum ada. Untuk itu dia telah menghubungi Menteri PU dan PTPN dan itu selesai dilapangan.

    “Terkait irigasi ada Balai Wilayah Sungai Sumatera II, saya sudah hubungi Menteri PU dan pihak PTPN itu selesai di lapangan,” ujarnya.

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sempat mengatakan pemerintah juga mencetak sawah baru ada di Papua Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, semua itu untuk percepatan pencapaian swasembada pangan.

    Sumber : Radio Elshinta

  • Cara Tebus Pupuk Bersubsidi, Mulai Disalurkan 1 Januari 2025 – Halaman all

    Cara Tebus Pupuk Bersubsidi, Mulai Disalurkan 1 Januari 2025 – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan pupuk bersubsidi pada 2025 sudah bisa disalurkan dan ditebus mulai 1 Januari 2025.

    Kementan dan PT Pupuk Indonesia Holding Company juga telah melakukan penandatanganan kontrak pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2025.

    Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, persiapan penyaluran pupuk subsidi sudah matang dengan koordinasi di tingkat provinsi, kabupaten dan kota.

    “Mulai 1 Januari 2025 pupuk sudah bisa disalurkan dan petani bisa langsung menebusnya,” ujar Amran dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa (24/12/2024).

    Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor 644 Tahun 2024, pemerintah mengalokasikan pupuk bersubsidi sebesar 9,55 juta ton untuk 2025 dengan kebutuhan total nilai subsidi mencapai Rp 46,8 triliun.

    Daerah penerima alokasi pupuk subsidi terbesar ada di provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah.

    Rinciannya, Jawa Timur 1,88 juta ton atau senilai Rp 8,87 triliun, Jawa Tengah 1,38 juta ton atau Rp 6,74 triliun, Jawa Barat 1,1 juta ton atau Rp 5,33 triliun.

    Kemudian, Sulawesi Selatan 922.000 ton atau Rp 4,1 triliun, Lampung 812.000 ton atau Rp 4,21 triliun, dan Sumatera Utara 517.000 ton atau Rp 2,56 triliun.

    Lantas, bagaimana cara untuk menebus pupuk bersubsidi?

    Cara Tebus Pupuk Subsidi

    Dalam kesempatan yang sama, Mentan Amran mengatakan, petani tidak boleh dipersulit untuk mengakses sarana dan prasarana (sarpras) seperti pupuk dan alsintan.

    Khusus untuk pupuk bersubsidi, Kementan telah mengambil upaya strategis untuk menyederhanakan alur pendistribusiannya.

    “Pupuk, alsintan, kemudian olah tanah pada cetak sawah, itu tanggung jawab penuh di Kementan. Persiapannya sudah matang , aturan pupuk sudah kami tanda tangani dan 1 Januari 2025 petani sudah bisa langsung gunakan, jadi ke petani langsung. Intinya petani tidak boleh dipersulit,” ujar Amran.

    Pemerintah saat ini sedang merancang peraturan presiden (perpres) untuk mengatur tata penyaluran pupuk subsidi.

    Dengan adanya perpres baru tersebut, pemerintah sekaligus akan memangkas 145 regulasi yang sebelumnya memperlambat penyaluran pupuk subsidi ke petani. 

    Amran optimistis berbagai program dan kebijakan tersebut dapat mendongkrak produksi padi nasional guna menjaga ketahanan pangan Indonesia di tengah ancaman perubahan iklim dan konflik geopolitik.

    Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Andi Nur Alam Syah menambahkan, petani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi harus tergabung ke dalam Kelompok Tani (Poktan) dan terdaftar dalam e-RDKK.

    “Harus dipastikan bahwa petani terdaftar dalam e-RDKK, pendataan petani penerima melalui e-RDKK dapat dievaluasi 4 bulan sekali pada tahun berjalan, sehingga data penerima dapat melakukan pembaharuan data petani dan kebutuhan pupuk ketika sistem e-RDKK dibuka,” ujar Andi.

    Petani dapat kemudahan dalam menebus pupuk bersubsidi ke kios-kios atau pengecer dengan menggunakan kartu tani atau dengan KTP saja.

    “Musim tanam pertama ini petani sudah bisa menebus pupuk subsidi. Bila ada beberapa case exception, seperti petani yang diwakilkan akan diakomodir dengan syarat dan ketentuan sesuai dengan regulasinya. Hal ini untuk memastikan tujuan program pupuk bersubsidi sesuai target yang telah ditetapkan,” kata Andi.

    Sebagai informasi, Kepala Dinas Pertanian Provinsi juga telah menetapkan penerima pupuk subsidi hingga ke tingkat kecamatan dan memastikan mekanisme pembayaran pupuk subsidi aman.

    “Saat ini telah 100 persen seluruh daerah telah ada penetapan alokasi pupuk subsidi hingga tingkat kecamatan, maka tidak ada kendala lagi penyaluran sesuai dengan e-RDKK,”

    “Pupuk Indonesia pun menjamin ketersediaannya di tiap daerah. Demikian juga, dalam mekanisme pembayaran subsidi pupuk sesuai dengan peraturan,” paparnya.

    (Tribunnews.com/Latifah/Dennis Destryawan)

  • Kementan Pastikan Stok Beras Tersedia 2 Juta Ton pada Momen Nataru

    Kementan Pastikan Stok Beras Tersedia 2 Juta Ton pada Momen Nataru

    Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan stok beras di momen perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) tetap tersedia. Stok beras yang tersedia tercatat sebanyak dua juta ton.

    Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, stok beras tetap aman di momen liburan akhir 2024 ini.

    ”Alhamdulillah, stok kita aman. Terutama untuk stok beras kami sudah diskusi dan komunikasi dengan Bulog itu ada 2 juta ton,” kata Mentan dikutip dari keterangan resmi, Rabu (25/12/2024).

    Mentan Amran menuturkan, selain stok beras saat Nataru, stok pangan lainnya tetap aman dan tersedia hingga awal 2025. Stok pangan seperti telur, ayam dan cabai tersedia dengan harga tetap stabil.

    “Tidak hanya kecukupan produksi yang aman, harga komoditas juga terpantau stabil. Jadi sangat aman, harga bahan pangan juga terjadi penurunan,” ungkap Amran.

    Lebih lanjut, Amran juga menegaskan sejumlah daerah yang sudah dipantaunya, menunjukkan tren positif terhadap stabilitas harga komoditas strategis.

    “Salah satu contohnya adalah harga cabai yang mengalami penurunan signifikan,” katanya.

    Diketahui, tingkat inflasi diperkirakan ditutup dalam kisaran 1,4%-1,6% sampai dengan akhir 2024. Angka itu lebih rendah dari tahun 2023 yang mencapai 2,61%.

    Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi year on year (yoy) sebesar 1,55% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,33 pada November 2024.

    Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Telisa Aulia Falianty mengatakan, tren inflasi meredam pada pertengahan tahun.

    “Inflasi 2024 seperti kita tahu cenderung rendah. Terutama setelah pertengahan tahun, setelah momentum hari raya berakhir. Kalau saya prediksikan secara year on year sampai akhir tahun akan ada di angka 1,4% – 1,6%,” ucap Telisa, pada Rabu (25/12/2024).

    Selain itu, Telisa juga menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang bergerak lambat dalam beberapa waktu ini tidak terjadi secara kebetulan. Selain tingkat konsumsi yang anjlok, seperti tercermin dari pelemahan daya beli, situasi geopolitik yang ikut mempengaruhi harga komoditas semakin menekan laju perekonomian nasional.

    “Karena memang kondisi global dan nasional yang kurang mendukung. Terutama dari sisi global, Kita tahu ada perlambatan pertumbuhan ekonomi China. Kemudian juga menurunnya harga komoditas global itu juga menjadi penyebab dari perlambatan pertumbuhan,” demikian urai Telisa.

    Namun, Kementan pastikan stok beras dan pangan lainnya aman saat momen Nataru atau jelang pergantian tahun dari 2024 menuju 2025.

  • Sulsel Dapat Alokasi Pupuk Subsidi Rp 4,1 Trilliun, Jatim Tertinggi Rp8 Triliun

    Sulsel Dapat Alokasi Pupuk Subsidi Rp 4,1 Trilliun, Jatim Tertinggi Rp8 Triliun

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian melalui program pupuk bersubsidi.

    Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor 644 Tahun 2024, pemerintah mengalokasikan pupuk bersubsidi sebesar 9,55 juta ton dengan kebutuhan total nilai subsidi mencapai Rp 46,8 triliun untuk didistribusikan ke seluruh Provinsi di Indonesia.

    “Kami memastikan distribusi pupuk bersubsidi ini tepat sasaran dan transparan. Ini adalah upaya nyata pemerintah untuk menjaga produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia. Program ini juga merupakan wujud komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk membantu petani dan mempercepat tercapainya swasembada pangan,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Selasa (24/12/2024).

    Adapun provinsi penerima alokasi pupuk subsidi terbesar antara lain Jawa Timur 1,88 juta ton atau Rp 8,87 triliun, Jawa Tengah 1,38 juta ton atau Rp 6,74 triliun, Jawa Barat 1,10 juta ton atau Rp 5,33 triliun, Sulawesi Selatan 922 ribu ton atau 4.1 triliun, Lampung 812 ribu ton atau Rp 4,21 triliun , dan Sumatera Utara 517 ribu ton atau Rp 2,56 triliun.

    “Provinsi-provinsi ini menjadi prioritas karena peran strategisnya sebagai lumbung pangan nasional. dan fokus Pemerintah saat pada distribusi tepat sasaran yang dimulai 1 Januari 2025,” ungkap Mentan Amran.

    Sulsel Dapat Alokasi Pupuk Subsidi Rp 4,1 Triliun

    Sebagai informasi untuk tahun 2025, Sulsel mendapat alokasi pupuk subsidi Rp. 4,1 Trilliun. Sama dengan tahun 2024 yang juga mendapat alokasi Rp.4.1 Trilliun. Diketahui Sulsel merupakan produsen padi terbesar ke 4 se-Indonesia,

  • Mentan Ungkap Peran Vital Polbangtan Majukan Pertanian Indonesia – Page 3

    Mentan Ungkap Peran Vital Polbangtan Majukan Pertanian Indonesia – Page 3

     

    Liputan6.com, Jakarta Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) memiliki peran yang sangat vital dalam memajukan sektor pertanian Indonesia.

    “Sebagai lembaga pendidikan vokasi yang terfokus pada pengembangan keahlian praktis, Polbangtan memberikan kontribusi nyata dalam mencetak sumber daya manusia yang terampil, inovatif, dan siap menghadapi tantangan dunia pertanian modern,” katanya dikutip Rabu (25/12/2024).

    Menindaklanjuti hal tersebut, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor menggelar seminar hasil penelitian yang dilaksanakan di kampus Polbangtan Bogor. Acara ini dihadiri oleh seluruh dosen, pembimbing lapangan praktik (PLP), serta civitas akademika Polbangtan Bogor.

    Acara ini diselenggarakan oleh Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Polbangtan Bogor sehubungan dengan berakhirnya waktu penelitian tahun anggaran 2024, sebagai salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

    Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengatakan melalui pendidikan yang berbasis pada kebutuhan industri, Polbangtan berperan penting dalam menciptakan tenaga kerja yang mampu mengimplementasikan teknologi terbaru di bidang pertanian, mulai dari pertanian tanaman, peternakan, hingga agribisnis.

    “Kami di Kementan sangat mendukung upaya Polbangtan memperkuat kompetensi para mahasiswanya, serta mendukung kolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah, industri, maupun lembaga riset, untuk menghasilkan solusi yang berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani,” katanya

    Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryantodalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi dalam riset dan pengembangan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sektor pertanian.

    “Kegiatan ini bertujuan memaparkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh para dosen Polbangtan Bogor selama tahun 2024,” katanya.

     

  • 9,5 Juta Ton Pupuk Subsidi Siap Disalurkan ke Petani Mulai 1 Januari 2025

    9,5 Juta Ton Pupuk Subsidi Siap Disalurkan ke Petani Mulai 1 Januari 2025

    Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah telah menetapkan alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 9,5 juta ton yang disiapkan PT Pupuk Indonesia. Pupuk bersubsidi ini diharapkan dapat disalurkan langsung ke petani mulai 1 Januari 2025.

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, dari 9,5 juta ton pupuk bersubsidi tersebut terbagi menjadi empat jenis, yakni Urea sebanyak 4,6 juta, NPK sebanyak 4,2 juta ton dan NPK untuk kakao sebesar 147 ribu ton dan organik sebesar 500.000 ton. 

    “Pupuk alhamdulillah sudah semua ditandatangani dan sudah siap 1 Januari, petani sudah bisa menggunakannya, berbeda dengan sebelumnya. Saya ucapkan terima kasih kepada PT Pupuk Indonesia,” kata Amran melalui keterangan resmi, Selasa (24/12/2024). 

    Amran mengatakan, dengan kesiapan stok ini, maka proses penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2025 bisa dilakukan sesuai dengan target pemerintah.

    Selain itu, Amran menuturkan, distribusi pupuk bersubsidi tahun 2025 akan menggunakan skema baru, yakni langsung kepada petani. Skema penyaluran yang lebih sederhana ini akan diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) tentang penyederhanaan penyaluran pupuk bersubsidi yang ditargetkan terbit pada Desember ini.

    Dia mewanti-wanti tak boleh ada pihak yang mempersulit petani untuk memperoleh pupuk bersubsidi tersebut. 

    “Intinya petani tidak boleh dipersulit, gunakan KTP. Sekarang sudah siap di kios-kios,” kata dia.

    Amran menuturkan, Kementerian Pertanian mendapatkan arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk fokus mewujudkan swasembada pangan. Ketersediaan pupuk, kata dia, menjadi salah satu faktor krusial dalam melaksanakan arahan Presiden tersebut.

    Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan, perusahaan siap mengimplementasikan Perpres tentang penyaluran pupuk bersubsidi yang akan segera terbit. 

    Rahmad menganggap aturan baru ini membuat distribusi pupuk bersubsidi menjadi lebih sederhana, dengan tetap memperhatikan tata kelola yang baik. Rahmad juga menyampaikan, PT Pupuk Indonesia siap menyalurkan pupuk bersubsidi dengan tepat jumlah dan tepat waktu pada musim tanam perdana tahun 2025.

  • Pupuk Bersubsidi 2025 Dialokasikan Rp 46,8 T, Volume Meningkat 100%

    Pupuk Bersubsidi 2025 Dialokasikan Rp 46,8 T, Volume Meningkat 100%

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian melalui program pupuk bersubsidi. Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor 644 Tahun 2024, pemerintah mengalokasikan pupuk bersubsidi sebesar 9,55 juta ton dengan kebutuhan total nilai subsidi mencapai Rp 46,8 triliun untuk didistribusikan ke seluruh provinsi di Indonesia.

    “Kami memastikan distribusi pupuk bersubsidi ini tepat sasaran dan transparan. Ini adalah upaya nyata pemerintah untuk menjaga produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia. Program ini juga merupakan wujud komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk membantu petani dan mempercepat tercapainya swasembada pangan,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Selasa (24/12/2024).

    Adapun provinsi penerima alokasi pupuk subsidi terbesar antara lain Jawa Timur 1,88 juta ton atau Rp 8,87 triliun, Jawa Tengah 1,38 juta ton atau Rp 6,74 triliun, Jawa Barat 1,10 juta ton atau Rp 5,33 triliun, Sulawesi Selatan 922 ribu ton atau 4,1 triliun, Lampung 812 ribu ton atau Rp 4,21 triliun , dan Sumatra Utara 517 ribu ton atau Rp 2,56 triliun.

    “Provinsi-provinsi ini menjadi prioritas karena peran strategisnya sebagai lumbung pangan nasional dan fokus pemerintah saat pada distribusi tepat sasaran yang dimulai 1 Januari 2025,” ungkap Amran.

    Amran menekankan pentingnya pengawasan distribusi pupuk bersubsidi agar benar-benar diterima oleh petani yang membutuhkan. Regulasinya pun disederhanakan agar petani cepat dan mudah mendapatkannya.

    “Kami sudah berkoordinasi dengan pak Kapolri, pak panglima TNI dan pak Jaksa Agung untuk memastikan tidak ada penyelewengan dalam distribusi pupuk bersubsidi ini. Transparansi dan akuntabilitas adalah kunci keberhasilan program ini,” tambahnya.

    Dengan subsidi pupuk ini, lanjut Amran, diharapkan petani dapat menekan biaya produksi dan meningkatkan produktivitas hasil panen. Hal ini menjadi langkah strategis dalam memastikan ketersediaan pangan nasional serta menjaga stabilitas harga pangan di pasar.

    “Pupuk bersubsidi bukan sekadar bantuan, tetapi investasi untuk masa depan pertanian Indonesia yang lebih kuat dan mandiri,” pungkas Amran.

  • Petani Sebut Tak Ada Cabai Rp 3.000/Kg: Sekarang Rp 30.000-Rp 45.000/Kg

    Petani Sebut Tak Ada Cabai Rp 3.000/Kg: Sekarang Rp 30.000-Rp 45.000/Kg

    Jakarta

    Petani cabai mengatakan saat ini tidak ada harga cabai di kisaran Rp 3.000 sampai Rp 5.000 per kilogram (Kg). Ketua Asosiasi agribisnis Cabai Indonesia (AACI), Abdul Hamid mengatakan saat ini rata-rata harga cabai dari Rp 30.000/kg sampai Rp 45.000/kg.

    Abdul Hamid merinci untuk cabai merah besar (CMB) dan cabai merah keriting (CMK) berada di kisaran Rp 30.000/kg di petani. Sementara cabai rawit merah (CRM) betada di level Rp 40.000/kg.

    “Jadi nggak ada namanya (harga cabai) Rp 3.000 dalam minggu ini. Nggak ada,” kata dia kepada detikcom, Selasa (24/12/2024).

    Abdul Hamid mengungkap stok semua jenis cabai masih dalam kondisi aman. Hanya saja kenaikan disebabkan karena tingginya permintaan dan gagal panen di beberapa tempat akibat cuaca ekstrem.

    “Sebenarnya stoknya banyak yang CMB dan CMK. Cuma memang belum panen, banyak yang rusak. Sebenarnya ini psikologis, tapi ditambah masalah iklim, ada yang banjir. CRM itu 2-3 hari lalu di pasar induk itu Rp 60.000. Sekarang turun lagi sekitar Rp 45.000-Rp 46.000,” terangnya.

    Terkait CRM, memang diprediksi akan mengalami lonjakan yang signifikan. Hal ini melihat sentra produksi CRM mengalami bencana banjir. Abdul Hamid menyebut, untuk CRM diprediksi akan menembus Rp 60.000/kg di petani.

    “Saya tanya kawan-kawan kenapa ‘wah banjir pak, nggak bisa panen’. Kalau stok dengan harga tinggi beda ya, kalau stok nggak ada, karena nggak panen, kan kalau panen nggak disimpan, langsung dikirim,” ucapnya.

    “Ya terus akan naik sekali di minggu 2 dan 3 bulan Januari (2025). Itu berdasarkan rapat kami,” jelas dia.

    Melihat kenaikan harga cabai di level petani, berdasarkan data Panel Harga Pangan Nasional milik Bapanas, harga cabai merah keriting Rp 42.460/kg secara rata-rata nasional dan harga cabai rawit merah Rp 51.930/kg.

    Adapun harga acuan pembelian (HAP) cabai merah keriting di tingkat petani Rp 22.000/kg sampai Rp 29.600/kg dan cabai rawit merah Rp 25.000/kg sampai Rp 31.500/kg. Kemudian HAP cabai rawit merah di tingkat konsumen Rp 40.000-Rp 57.000/kg. HAP cabai merah keriting Rp 37.000-Rp 55.000/kg.

    Aturan itu tertuang pada Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 17 Tahun 2023 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Produsen dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen Komoditas Kedelai, Bawang Merah, Cabai Rawit Merah, Cabai Merah Keriting, Daging Sapi/Kerbau, dan Gula Konsumsi.

    Sebelumnya, harga cabai di level petani anjlok ke level Rp 3.000 per kilogram hingga Rp 5.000 per kg. Angka itu memang jauh dari Harga Acuan Pembelian (HAP) baik itu cabai rawit merah dan cabai merah keriting.

    Hal ini diungkapkan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di kantor Kementerian Pertanian, Senin (23/12) lalu. Namun dirinya tak menjelaskan berada di mana temuan harga cabai yang sangat rendah itu.

    “Harga cabai di daerah, ada daerah yang kami kunjungi, itu harganya Rp 3.000 sampai Rp 5.000 per kilogram. Ini sangat turun drastis,” kata Amran.

    (kil/kil)

  • Gibran Puji Amran di Hadapan Petani: Responsnya Cepat Sekali, Turun ke Lapangan Selesaikan Masalah – Halaman all

    Gibran Puji Amran di Hadapan Petani: Responsnya Cepat Sekali, Turun ke Lapangan Selesaikan Masalah – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, LANGKAT – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah cepat yang diambil oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam menanggapi berbagai persoalan di sektor pertanian.

    “Fokus Kabinet Merah Putih jelas, swasembada pangan dan kesejahteraan petani. Itulah kenapa Pak Menteri Amran intens ke lapangan untuk mempermudah pekerjaan bapak ibu,” kata Gibran di hadapan petani saat kunjungannya ke Kabupaten Langkat pada Selasa (24/12/2024).

    Menurutnya, Amran merupakan sosok yang senang menampung aspirasi masyarakat khususnya petani. 

    Ia juga memuji Mentan yang responsif menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan.

    “Kita senang banyak masukan. Ada permasalahan irigasi, pupuk, disampaikan saja. Ini Pak Menteri Amran responsnya cepat sekali. Jadi, ada apa-apa beliau pasti turun ke lapangan atau memerintah stafnya untuk menyelesaikan masalah yang ada,” terangnya.

    Menurutnya, sikap responsif dalam menyelesaikan masalah merupakan hal yang diperlukan Kabinet Merah Putih. Terutama untuk mengakselerasi swasembada pangan yang diarahkan Presiden Prabowo Subianto untuk dicapai dalam waktu sesingkat-singkatnya.

    Ia juga menekankan kolaborasi lintas sektoral untuk menuntaskan persoalan yang disuarakan oleh masyarakat. 

    “Pesan dari Bapak Presiden, masalah pertanian yang diulang-ulang adalah irigasi, pupuk, benih, dan mekanisasi. Sekali lagi ini butuh kerja sama yang baik dengan seluruh stakeholder yang ada,” ungkapnya.

    Sementara itu, Amran menyampaikan terima kasih atas dukungan kebijakan Prabowo-Gibran terhadap sektor pertanian, salah satunya terkait pupuk. 

    “Alhamdulillah. Terima kasih Pak Wapres atas perhatiannya, ini atas kebijakan pemerintah menaikkan jumlah kuota pupuk menjadi 100 persen. Sekarang tidak ada lagi keluhan,” ucapnya.

    Amran juga menyatakan bahwa perhatian penuh Prabowo-Gibran pada sektor pertanian berpengaruh besar terhadap program yang dijalankan Kementerian Pertanian (Kementan) yang dapat membuahkan hasil yang baik.

    “Baru-baru saja kita mengalami tekanan iklim, alhamdulillah kita bisa lewati, rencana awal kita impor 10 juta ton, alhamdulillah kita hanya 3 juta ton. Terjadi peningkatan produksi, sesuai data BPS itu cukup signifikan,” paparnya.

    Oleh karena itu, program strategis cetak sawah dan optimalisasi lahan serta dukungan sarana-prasarana produksi akan terus digencarkan di tahun-tahun ke depan. 

    Dengan demikian, diharapkan pemerintah dapat mewujudkan swasembada pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani.