Tag: Amran Sulaiman

  • Mentan Amran Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil selama Ramadan 2025

    Mentan Amran Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil selama Ramadan 2025

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan harga bahan pokok stabil selama Ramadan 2025. Begitu juga dengan stok bahan pokok nasional aman selama Ramadan 2025.

    Meski demikian, beberapa komoditas seperti cabai merah besar, cabai merah keriting, dan cabai rawit merah mengalami kenaikan harga. Hal ini disampaikan Mentan saat meninjau Pasar Jaya Lenteng Agung, Jakarta, Sabtu (8/3/2025), untuk memastikan stabilitas harga pangan.

    Upaya Pemerintah Stabilkan Harga Pangan

    Ia juga menyebut harga telur masih terkendali, bahkan berada di bawah harga eceran tertinggi (HET). “Harga bahan pokok relatif stabil. Cabai yang sedikit naik, sedangkan harga telur sangat terkendali, bahkan di bawah Rp 29.000 per kilogram,” ujarnya terkait harga bahan pokok stabil selama Ramadan 2025.

    Amran mengungkapkan beberapa langkah pemerintah untuk menstabilkan harga pangan, yaitu mencegah harga terlalu tinggi agar tidak membebani masyarakat, menjaga harga tetap menguntungkan bagi petani dan peternak, dan memastikan stok bahan pokok mencukupi hingga Idulfitri 2025.

    Pemerintah juga membahas langkah stabilisasi harga pangan dalam rapat di Istana Kepresidenan Jakarta yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan ini dihadiri Menteri Pangan Zulkifli Hasan, Mentan Amran Sulaiman, dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Fokus utama diskusi adalah menjaga kestabilan harga bahan pokok selama Ramadan 2025 hingga Lebaran atau Idulfitri 2025.

  • Usai Sidak di Pasar Lenteng Agung Jakarta, Mentan Amran Cerita Ditelepon Prabowo, Ada Apa? – Halaman all

    Usai Sidak di Pasar Lenteng Agung Jakarta, Mentan Amran Cerita Ditelepon Prabowo, Ada Apa? – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengakui dirinya dihubungi langsung Presiden Prabowo Subianto terkait dengan pelaksanaan operasi pasar saat Ramadan 2025.

    “Bapak Presiden telepon langsung, tanya [soal] operasi pasar,” kata Amran usai melakukan sidak ke Pasar Lentang Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (8/3/2025).

    Prabowo menelepon Amran untuk bertanya soal operasi pasar yang saat ini sedang berlangsung di seluruh Indonesia selama Ramadan. 

    Amran pun menjelaskan ke Prabowo bahwa di operasi pasar pada Ramadan kali ini, ada harga khusus daging kerbau yang per kilogramnya dijual sebesar Rp 75 ribu.

    Selain itu, pada operasi pasar kali ini, ada bahan pokok lainnya yang dijual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

    Namun, Amran tidak menjelaskan secara detail, kapan Prabowo menghubunginya.

    Sebagai informasi, operasi pasar ini digelar di kantor PT Pos Indonesia di seluruh negeri dengan jumlah gerai lebih dari 4 ribu.

    Amran mengatakan saat ini sudah ada hampir seribu gerai operasi pasar di seluruh Indonesia yang beroperasi setiap hari pada pukul 08.00 hingga 11.00 waktu setempat.

    Dalam waktu dekat, ia mengatakan jumlah gerai PT Pos Indonesia yang akan menggelar operasi pasar akan mencapai 1.500.

    “Ini operasi pasar besar-besaran. Mudah-mudahan bisa sampai 2.000 sampai 3.000 gerai,” ujar Amran.

    Dalam operasi pasar ini, stok Minyak goreng Minyakita disiapkan 70 ribu kiloliter atau sekitar 15,32 persen dari kebutuhan konsumsi bulanan secara nasional yang reratanya di 457 ribu kiloliter.

    Harga khusus Minyakita di operasi pasar sebesar Rp 14.700 per liter dengan pembelian maksimal 2 liter per tiap konsumen.

    Untuk bawang putih, stok yang disiapkan 20 ribu ton atau sekitar 39,22 persen dari kebutuhan konsumsi bulanan sebesar 51 ribu ton.

    Harga khusus bawang putih dibanderol Rp 32 ribu per kilogram (kg) dengan maksimal pembelian 1 kg tiap konsumen.

    Pasokan gula konsumsi disiapkan 50 ribu ton atau sekitar 21,28 persen dari kebutuhan konsumsi bulanan sebesar 235 ribu ton.

    Harga khusus gula konsumsi dibanderol Rp 15 ribu per kg dengan maksimal 2 kg per konsumen.

    Pasokan daging kerbau beku disiapkan 19 ribu ton atau sekitar 30,16 persen dari kebutuhan konsumsi nasional daging sekitar 63 ribu ton.

    Harga khusus daging kerbau dibanderol Rp 75 ribu per per kg dengan maksimal pembelian 2 kg setiap konsumen.

    Beras SPHP sementara ini disiapkan sebanyak 100 ribu ton yang dibagi ke Zona 2 dan 3.

    Harga khusus di Zona 2, yang meliputi wilayah Sumatera kecuali Lampung, Sumsel, Kalimantan, dan NTT, adalah Rp 12.300 per kg.

    Sementara harga khusus Zona 3 yang mencakup wilayah Maluku dan Papua adalah Rp 12.600 per kg. Pembelian maksimalnya adalah 10 kg per konsumen.

    Pelaksanaan operasi pasar turut didukung oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian di 88 titik lokasi.

    Lalu, dukungan juga datang dari PT Charoen Pokphand Indonesia dengan 2.200 gerai dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk dengan 553 gerai menjual daging ayam ras beku seharga Rp 34 ribu per ekornya. 

  • Usai Sidak di Pasar Lenteng Agung Jakarta, Mentan Amran Cerita Ditelepon Prabowo, Ada Apa? – Halaman all

    Temukan Isi Minyakita Tak Sesuai Kemasan, Mentan Amran Langsung Telepon ke Mendag dan Kabareskrim – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman langsung menghubungi Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso dan Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada setelah menemukan minyak goreng Minyakita dijual dengan volume tidak sesuai kemasan.

    Ketika melakukan sidak ke Pasar Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (8/3/2025), ia menemukan Minyakita dengan kemasan satu liter ternyata hanya terisi sebanyak 750-800 mililiter.

    Menemukan hal tersebut, Amran langsung menghubungi Mendag dan dipesankan agar segera melakukan penindakan. Ia juga menelepon Kabareskrim Polri.

    “Kami sudah telepon langsung Pak Mendag. Beliau pesan, ‘Segel, Pak Mentan.’ Kami tutup. Pak Bareskrim sudah kami telepon juga,” kata Amran.

    Mendag sebelumnya sudah sempat memastikan bahwa Minyakita yang isinya hanya 750 ml itu sudah tidak lagi beredar di masyarakat.

    Namun, ternyata masih ditemukan Minyakita yang tak sesuai dalam sidak Mentan kali ini.

    Amran memaklumi masih ditemukan Minyakita yang tak sesuai karena Indonesia ini negara yang besar. Jadi, masih ada kemungkinan ditemukan di beberapa pasar.

    Yang jelas, dari temuannya pada Sabtu ini, ia langsung berkoordinasi dengan Mendag dan Kabareskrim Polri untuk menindak produsen yang memproduksi Minyakita dengan isi tak sesuai dengan penutupan pabrik.

    Satgas Pangan Polri yang hadir di lokasi langsung diminta Amran agar menelusuri pabrik dari produsen tersebut dan langsung melakukan penindakan.

    “Ini kan kita negara besar, bisa saja masih ada sebagian yang beredar. Kebetulan kami temukan. Kami sudah koordinasi dengan Pak Mendag langsung, Pak Kabareskrim, langsung kami telepon tadi dan kami sepakat semua pabrik ditutup,” ujar Amran.

  • Mentan Temukan Minyakita Tak Sesuai Takaran dan Dijual di Atas HET

    Mentan Temukan Minyakita Tak Sesuai Takaran dan Dijual di Atas HET

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menemukan minyak goreng Minyakita dengan volume kurang dari 1 liter saat inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Jaya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (8/3/2025).

    Dalam sidaknya, Andi Amran awalnya mengecek harga komoditas pangan selama Ramadan. Ia menyebut harga pangan relatif terkendali, meskipun beberapa komoditas dijual di atas harga eceran tertinggi (HET).

    Untuk Minyakita, ia menemukan harga jual di pasar mencapai Rp 18.000 per liter, padahal HET yang ditetapkan pemerintah hanya Rp 15.700 per liter.

    “Kami sidak untuk melihat operasi pasar dan kondisi langsung di lapangan. Kami temukan Minyakita dijual di atas HET Rp 15.700, tetapi dijual Rp 18.000,” ungkap Mentan Amran.

    Tak hanya meninjau harga, Andi Amran juga memeriksa volume Minyakita yang ia beli. Hasilnya, minyak dalam kemasan yang seharusnya 1 liter hanya berisi 750 hingga 800 mililiter.

    Ia menyayangkan praktik tersebut, terutama di bulan suci Ramadan, yang seharusnya dijauhkan dari kecurangan. Oleh karena itu, ia meminta aparat penegak hukum untuk segera menindaklanjuti temuan ini.

    “Isinya tidak cukup 1 liter, hanya 750 sampai 800 mililiter. Ini tidak benar,” tegasnya.

    Ia menekankan bahwa produsen Minyakita harus bertanggung jawab. Salah satu perusahaan yang disebut adalah PT Artha Eka Global Asia.

    “Kami minta PT Artha Eka Global Asia diproses jika terbukti. Apabila perlu, disegel dan ditutup. Tidak boleh ada yang merugikan rakyat Indonesia,” pungkasnya saat inspeksi volume Minyakita.

  • Sidak di Pasar Lenteng Agung, Mentan Amran Temukan Minyakita Kemasan 1 Liter hanya Terisi 750-800 ml – Halaman all

    Sidak di Pasar Lenteng Agung, Mentan Amran Temukan Minyakita Kemasan 1 Liter hanya Terisi 750-800 ml – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan sidak ke Pasar Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (8/3/2025).

    Dalam sidak tersebut, ia menemukan minyak goreng Minyakita yang dalam kemasannya tertera keterangan 1 liter, ternyata isinya kurang dari itu.

    Pantauan Tribunnews di lokasi, Amran terlihat membeli satu lusin Minyakita dengan kemasan satu liter dan satu kotak Minyakita dengan kemasan dua liter.

    Amran kemudian meminta agar Minyakita kemasan satu liter yang ia beli tersebut dituangkan ke gelas ukur untuk dicek isinya.

    Ternyata, ada Minyakita yang kemasan seliter hanya terisi 750-800 mililiter.

    Selain volumenya yang tak sesuai, harganya juga melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 15.700 per liter. Amran mengatakan, harganya mencapai Rp 18 ribu per liter.

    “Kami temukan Ini Minyakita dijual Rp 18 ribu. Kemudian isinya tidak 1 liter, hanya 750 sampai 800 mililiter,” kata Amran ketika diwawancara di lokasi.

    Amran meminta agar produsen Minyakita yang tak sesuai ini diproses.

    Salah satu produsen Minyakita tersebut adalah PT Artha Eka Global Asia. Amran meminta agar mereka dan jika terbukti, ia ingin perusahaannya ditutup.

    “Ada PT-nya ini, PT Artha Eka Global Asia, kami minta diproses. Kalau terbukti, ditutup. Kami minta diproses. Bila terbukti, [perusahaannya] disegel, ditutup,” ujar Amran.

    “Ini merugikan rakyat Indonesia, merugikan masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah puasa,” ucapnya.

    Di lokasi, Amran langsung meminta perwakilan dari Satgas Pangan Polri untuk langsung memeriksa pabrik dari perusahaan tersebut.

    Amran meminta agar tidak ada kompromi. Bila terbukti salah, harus dipidanakan.

    “Ini ada tim dari Satgas Pangan langsung turun cek sampai ke pabriknya. Kami minta diperiksa dan kalau betul, ditutup, tidak boleh kompromi. Dipidanakan kalau betul salah,” kata Amran.

    Namun, Amran berpesan kepada Satgas Pangan Polri agar yang ditindak adalah produsen tersebut, bukan para pengecer di pasar.

    Menurut dia, para pengecer ini tidak paham bahwa Minyakita yang mereka jual ke konsumen ini ternyata kurang dari seliter.

    “Mereka tidak paham. Saudara kita itu mencari rezeki juga. Tidak paham. Namun, otaknya siapa, pabriknya di mana, kami minta ditutup, disegel,” kata Amran secara tegas.

     

  • Mendag Buka Suara Soal Potensi RI Ekspor Telur Ayam ke AS

    Mendag Buka Suara Soal Potensi RI Ekspor Telur Ayam ke AS

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) buka suara terkait potensi Indonesia dalam membuka peluang ekspor telur ayam ras ke Amerika Serikat (AS).

    Langkah ekspor telur ayam ras lokal itu seiring dengan merebaknya wabah flu burung di AS. Alhasil, harga telur di AS melambung tinggi lantaran kurangnya pasokan di sana.

    Menanggapi hal itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menuturkan bahwa pemerintah sejatinya belum melakukan ekspor telur ayam ras ke AS. Dia juga mengaku tidak tahu kapan ekspor komoditas ini akan dilakukan.

    Namun yang jelas, dia menegaskan sebelum pemerintah memutuskan mengekspor telur ayam, terlebih dahulu kebutuhan dalam negeri harus tercukupi.

    “Memang belum dilakukan [ekspor telur ke AS]. Kami juga belum tahu kapan, tapi pada prinsipnya ya nggak ada masalah sepanjang dalam negeri tercukupi,” kata Budi saat ditemui di Tip Top Rawamangun, Jakarta, Jumat (7/3/2025).

    Kendati demikian, Budi mengaku bahwa stok telur ayam dalam negeri memang melimpah. Menurutnya, jika kebutuhan telur secara nasional sudah mencukupi, sehingga ekspor telur ayam tidak menjadi persoalan.

    “Kalau kita kan stok telur memang banyak, kalau sudah kebutuhan nasional tercukupi, ya diekspor lebih bagus, nggak ada masalah. Yang penting tercukupi dulu dalam negeri,” ungkapnya.

    Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengeklaim sejumlah komoditas pangan seperti telur dan ayam mencatatkan surplus.

    Amran juga menyebut pemerintah tertarik untuk mengekspor telur ayam. Namun, kata dia, prioritas utama tetap pemenuhan kebutuhan dalam negeri, terutama dalam rangka mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    “Kita tertarik [eskpor telur ayam], tetapi kita penuhi dulu kebutuhan dalam negeri karena ada pangan bergizi [MBG] dulu. Tetapi kalau [telur ayam ras] berlebih, kita akan ekspor,” ujar Amran saat ditemui di Kompleks Senayan, Jakarta, Kamis (6/3/2025).

    Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengaku siap mengekspor sekitar 1,6 juta butir telur ayam premium setiap bulan ke AS. Dia pun meyakini Indonesia bisa ikut mengekspor jutaan telur ayam ras ini ke Negeri Paman Sam.

    Bahkan, menurutnya, ekspor telur ayam ras ini juga dinilai bagus untuk memperluas pasar baru.

    “Ya kan bagus juga ya, jadi kita punya market baru. Tentu saja kan di tengah-tengah kita juga lagi tingkatkan produktivitas protein kita untuk makan bergizi dan lain-lain. Jadi bagus juga kalau kita punya channel lain,” tutur Sudaryono.

    Lebih lanjut, Sudaryono juga akan mengecek neraca komoditas sebelum memutuskan ekspor ke luar negeri.

    “Tentu saja jangan sampai kita sudah sok-sokan ekspor, jangan sampai tiba-tiba kemudian malah kebutuhan dalam negerinya nggak terpenuhi,” ujarnya.

    Untuk itu, kata dia, Kementan sudah menghitung berapa banyak telur premium yang bisa siap diekspor. Terlebih, dia mengeklaim telur premium ini memiliki harga yang lebih mahal sehingga kualitas telur juga bersaing.

    “Telur premium itu telur dengan kualitas yang tinggi ya, tentu saja yang harganya lebih mahal, jadi tidak mempengaruhi telur medium yang memang dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat kita,” tuturnya.

    Jika menengok proyeksi neraca pangan nasional 2025, stok akhir telur ayam ras mencapai 284.884 ton. Di mana, stok awal 2025 komoditas ini adalah 29.328 ton.

    Adapun, perkiraan produksi telur ayam ras sepanjang 2025 adalah sebanyak 6,47 juta ton. Namun, neraca pangan ini belum memasukkan rencana impor maupun ekspor telur ayam ras sepanjang Januari—Desember 2025 adalah nihil.

    Dengan demikian, total ketersediaan telur ayam ras mencapai 6,5 juta ton. Jika dirinci lebih jauh, kebutuhan tahunan mencapai 6,22 juta ton, kebutuhan bulanan mencapai 518.627 ton, dan 17.051 ton telur ayam ras merupakan kebutuhan harian. Alhasil, stok akhir telur ayam ras yang dimiliki sebanyak 284.884 ton pada 2025.

  • Mentan Buka Peluang Ekspor Telur 1,6 Juta Butir ke AS, Mendag Buka Suara

    Mentan Buka Peluang Ekspor Telur 1,6 Juta Butir ke AS, Mendag Buka Suara

    Jakarta

    Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menanggapi Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman yang membuka peluang ekspor 1,6 juta butir telur ayam ke Amerika Serikat (AS).

    Ekspor telur ayam ini dilakukan untuk mengatasi krisis telur ayam di Negeri Paman Sam tersebut. Menanggapi hal itu, Budi mengatakan ekspor telur belum dilakukan.

    Bahkan dirinya mengaku belum tahu rencana ekspor telur tersebut. Mendag tidak mempersoalkan rencana itu asalkan stok dalam negeri terpenuhi.

    “Memang belum dilakukan. Kami juga belum tahu kapan, tapi pada prinsipnya ya nggak ada masalah sepanjang dalam negeri tercukupi,” kata Budi saat ditemui di Tip Top Swalayan, Jakarta Timur, Jumat (7/3/2025).

    Budi menilai ekspor telur bagus karena membuka peluang ekspor produk pangan Indonesia ke negara lain. Namun, Budi menegaskan ekspor hanya bisa dilakukan selama kebutuhan dalam negeri aman.

    “Ya kalau kita kan stok telur memang banyak, kalau sudah kebutuhan nasional tercukupi, ya di ekspor lebih bagus. Nggak ada masalah yang penting tercukupi dulu dalam negeri,” imbuh Budi.

    Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membuka peluang Indonesia ekspor telur ayam ke Amerika Serikat (AS) karena krisis yang terjadi di Negeri Paman Sam. Namun, peluang itu harus diperhitungkan karena saat ini pemerintah tengah memfokuskan pemenuhan stok telur dalam negeri, terutama untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    “Kita tertarik (ekspor). Tetapi kita penuhi dulu kebutuhan dalam negeri karena ada pangan bergizi. Kalau berlebih kita ekspor,” kata dia di Gedung DPR RI, Kamis (6/3/2025).

    Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan Indonesia mampu untuk mengekspor telur ke AS sebanyak 1,6 juta butir telur. Karena menurutnya produksi telur ayam dalam negeri berlebih.

    “Kita lihat neraca dari komoditas telur kita. Kita siap 1,6 juta butir, berapa kontainer, nanti bisa dicek, ke Amerika setiap bulan. Jadi kita bisa ikut,” kata dia.

    (hns/hns)

  • Mentan Amran Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil selama Ramadan 2025

    Mentan Pastikan Stok Pangan Aman Sampai 5 Bulan ke Depan

    Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan pada bulan Ramadan tetap aman. Bahkan, stok yang ada mencukupi hingga beberapa bulan ke depan.

    “Sekarang kami sampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa stok pangan kita yang strategis dan tersedia cukup untuk tiga, empat, sampai lima bulan ke depan dan kita berproduksi terus,” ujar Andi Amran kepada Beritasatu.com di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (7/3/2025).

    Mentan Amran mengimbau kepada masyarakat untuk tidak khawatir, stok pangan aman dan harga relatif stabil. Ia juga mengingatkan kepada para pengusaha di sektor pangan agar tidak menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

    “Kenapa? Karena produksi melimpah, stok banyak. Jadi tidak ada alasan, tidak ada celah untuk menaikkan harga di atas harga eceran tertinggi,” kata Andi Amran.

    Kementerian Pertanian telah berkoordinasi dengan instansi Kepolisian untuk menindak tegas apabila ada oknum yang menaikkan harga di atas harga eceran tertinggi.

    “Kalau ada yang mencoba-coba menaikkan (harga) kami sudah komunikasi ke Kepolisian, pak kapolri, wakapolri, kabareskrim seluruh kepolisian se-Indonesia, kita sudah kerja sama, akan ditindak tegas, disegel, bahkan izinnya dicabut dan bisa pidana,” tandas Andi Amran.

    Selain menyatakan stok pangan aman, Andi Amran menuturkan Indonesia juga mengalami surplus pangan. Ia pun berkomitmen untuk menekan harga pangan dengan membuka total 4.500 gerai di berbagai wilayah secara besar-besaran.

  • Harga Cabai Tembus Rp 100 Ribu/Kg, Ini Biang Keroknya

    Harga Cabai Tembus Rp 100 Ribu/Kg, Ini Biang Keroknya

    Jakarta

    Harga cabai rawit merah melambung hingga tembus Rp 100 ribu/kilogram (kg). Hal ini dibenarkan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.

    “Kalau harga cabai, kami minta kepada teman-teman agar distribusinya. Ada kemarin Rp 200 ribu/kg, turun menjadi Rp 100 ribu/kg,” kata Amran di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (6/3/2025).

    Dia mengungkap salah satu penyebab tingginya harga cabai rawit merah karena terganggu alur distribusi akibat curah hujan tinggi.

    “Salah satu penyebab (harga cabai naik) karena memang curah hujan tinggi, distribusinya agak sulit. Tetapi kita berupaya keras supaya tetap terpenuhi. Yang terpenting adalah pada umumnya harga pangan stabil dan stok kita lebih dari cukup,” terangnya.

    Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) juga menemukan harga cabai rawit merah telah tembus Rp 120 ribu/kg. Mahalnya komoditas itu ditemukan di Pasar Johar Baru, Jakarta.

    Dalam pemantauannya, Zulhas mulanya meninjau harga bawang merah, kemudian cabai, hingga bawang putih. Dalam kesempatan tersebut, Zulhas menemukan harga bawang putih dan cabai mahal.

    “100 ribu/kg? Cabai rawit?” tanya Zulhas lagi.

    “Rp 120 ribu/kg,” jawab pedagang lagi.

    “120 ribu/kg. Wah cabai makin naik aja ya. Bawang putih mahal sekali Rp 60 ribu per kg,” tambah Zulhas, Rabu (5/3) kemarin.

    Lihat juga Video: Harga Cabai di Lumajang Jatim Rp 112 Ribu Per Kilogram, Sebelumnya Rp 50 Ribu

    (ada/kil)

  • Mentan Amran: Stok Melimpah, Harga Beras Tidak Boleh Naik

    Mentan Amran: Stok Melimpah, Harga Beras Tidak Boleh Naik

    Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mewanti-wanti agar beras tidak boleh mengalami lonjakan harga. Pasalnya, produksi beras dalam negeri berpotensi naik 52%.

    Menyitir Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kamis (6/3/2025) pukul 21.28 WIB, harga rata-rata beras premium di tingkat konsumen adalah Rp15.547 per kilogram secara nasional. Harga beras premium paling mahal tembus Rp18.556 per kilogram di Papua Barat, sedangkan termurah di Aceh senilai Rp14.624 per kilogram.

    Sebagai gambaran, harga eceran tertinggi (HET) beras premium terbagi mejadi tiga zona. Perinciannya, zona 1, zona 2, dan zona 3 masing-masing sebesar Rp14.900 per kilogram, Rp15.400 per kilogram, dan Rp15.800 per kilogram.

    Sementara itu, harga rata-rata beras medium di tingkat konsumen naik menjadi Rp13.696 per kilogram secara nasional. Terpantau, Papua Barat menjadi provinsi dengan harga beras medium termahal, yakni Rp17.375 per kilogram, sedangkan harga beras medium termurah dibanderol Rp12.237 per kilogram di Sumatra Selatan.

    Untuk HET beras medium, zona 1, zona 2, dan zona 3 masing-masing adalah Rp12.500 per kilogram, Rp13.100 per kilogram, dan Rp13.500 per kilogram.

    “[Harga] beras tidak ada alasan untuk naik. Produksi [beras] kita naik 52% dan stok melimpah, jadi tidak boleh ada lonjakan harga,” kata Amran dalam keterangan tertulis, Kamis (6/3/2025).

    Selain beras, Amran juga meminta agar harga minyak goreng tidak mengalami kenaikan. Ini mengingat, Indonesia merupakan produsen minyak terbesar dunia.

    “Seharusnya tidak ada kenaikan harga [minyak goreng] meskipun kecil,” imbuhnya.

    Ke depan, Amran menyampaikan bahwa pemerintah akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) hingga Lebaran untuk memastikan harga tetap stabil. Dia menekankan, jika ditemukan pengusaha yang menjual di atas HET, maka akan diberikan sanksi yang tegas, termasuk penyegelan dan pencabutan izin usaha sesuai kesepakatan dengan Kapolri.

    Di samping itu, pemerintah juga menggencarkan upaya stabilisasi harga pangan menjelang Hari Raya Idulfitri atau Lebaran. Dalam hal ini, pemerintah akan membuka 4.800 gerai pangan di seluruh Indonesia guna menekan harga kebutuhan pokok.

    Adapun, ribuan gerai itu akan dikelola bersama oleh sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) dan kementerian terkait, termasuk RNI, Bulog, PPI, PT Pos, dan Berdikari.

    “Kami akan menjual pangan di bawah harga eceran tertinggi [HET]. Tidak boleh ada pengusaha yang menjual di atas HET. Jika ada [yang menjual di atas HET], akan ditindak,” pungkasnya.

    Produksi Melimpah

    Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi beras dalam negeri mencapai 13,95 juta ton sepanjang Januari—April 2025. Potensi produksi beras yang melimpah ini diperkirakan menjadi yang tertinggi sejak 2019.

    Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menuturkan, produksi beras diperkirakan meningkat sebanyak 2,88 juta ton beras atau sebesar 25,99% dibandingkan Januari—April 2024. Adapun, pada periode yang sama tahun lalu, produksi beras hanya mencapai 11,07 juta ton.

    “Produksi beras sepanjang Januari—April atau subround I 2025, diperkirakan akan mencapai 13,95 juta ton atau mengalami peningkatan sebsar 2,88 juta ton atau naik 25,99% dibandingkan periode yang sama 2024,” kata Amalia dalam Rilis BPS, Senin (3/3/2025).

    Pada Januari 2025, produksi beras untuk konsumsi pangan diperkirakan mencapai 1,24 juta ton atau mengalami peningkatan 42,21% dibandingkan Januari 2024 yang sebesar 0,87 juta ton.

    Sementara itu, potensi produksi beras sepanjang Februari—April 2025 diperkirakan mencapai 12,71 juta ton. Produksinya naik 2,51 juta ton atau sebesar 24,60% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

    Alhasil, data BPS menunjukkan potensi produksi beras sepanjang Januari—April 2025 diperkirakan menjadi yang tertinggi dalam 7 tahun terakhir.

    Tercatat, total produksi beras Januari—April atau subround I 2025 diperkirakan mencapai 13,95 juta ton beras, sedangkan pada periode yang sama 2019 pernah mencapai 13,63 juta ton beras.

    Bahkan, potensi produksi beras sepanjang 4 bulan pertama 2025 hampir mengejar produksi pada Januari—April 2018 yang mencapai 14,79 juta ton.

    “Jika dibandingkan dengan realisasi produksi pada tahun-tahun sebelumnya, potensi produksi beras sepanjang Januari—April 2025 diperkirakan tertinggi yang tertinggi dalam 7 tahun terakhir atau sejak 2019,” ungkapnya.

    BPS menyebut, potensi produksi beras sejalan dengan potensi produksi padi yang diperkirakan akan mencapai 24,22 juta ton gabah kering giling (GKG) pada Januari—April 2025. Angkanya mengalami peningkatan 5 juta ton GKG atau sebesar 26,02% dibandingkan dengan peridoe yang sama tahun lalu.