Tag: Amiruddin

  • Dukung UMKM, PAMA Gelar Pelatihan Pembuatan Amplang Ikan Asin di Balikpapan

    Dukung UMKM, PAMA Gelar Pelatihan Pembuatan Amplang Ikan Asin di Balikpapan

    Liputan6.com, Balikpapan – Guna mendukung sektor ekonomi khususnya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), PT Pamapersada Nusantara distrik Balikpapan Operation (PAMA BPOP) menggelar pelatihan pembuatan Amplang Ikan Asin. Bekerja sama dengan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) Kampung Mandiri Manggar, Balikpapan Timur, kegiatan tersebut berlangsung pada 27 Desember 2024 lalu.

    Human Capital General Service (HCGS) Departement Head PAMA BPOP M. Banuarto Adhisaputro menjelaskan, kegiatan ini berawal dari permohonan UP2K Manggar dan pihak Kelurahan Manggar. Di mana ada keinginan dari UP2K Manggar untuk bisa meningkatkan keterampilan baru bagi warga. Dalam hal ini usaha pembuatan Amplang. “Tentu PAMA BPOP menyambut baik upaya dari pemerintah dan UP2K Kampung Mandiri Manggar yang merupakan kelompok usaha binaan kami. Karena itu perusahaan pun memberikan support. Sehingga pelatihan ini bisa terwujud,” ucap Banuarto.

    Pelatihan yang diselenggarakan di UP2K Kampung Mandiri Manggar di RT 48, Manggar tersebut lantas mengundang para puluhan warga sebagai peserta dan perwakilan dari stakeholder setempat. Mulai dari lurah, sekretaris kelurahan, ketua dan sekretaris PKK, LPM, ketua Pokja, UP2K Manggar, Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) Kampung KB Kelurahan Manggar, Anggota Pokja II Kecamatan Balikpapan Timur hingga RT 36 Manggar.

    “Pelatihan ini berfokus pada bagaimana para pelaku UMKM khususnya Amplang bisa meningkatkan varian produk mereka. Lebih dari itu untuk menguatkan baku mutu UMKM binaan perusahaan. Apalagi produk home industri ibu-ibu ini sudah menasional. Ikut expo-expo sampai ke Jakarta. Termasuk expo gelaran Astra Internasional,” ucap Banuarto.

    Ditambahkan Chief BPOP Expert Sulasman, selain memberikan bantuan, pelatihan tersebut juga menjadi bentuk mempererat hubungan yang sudah baik. Antara PAMA dengan masyarakat dan stakeholder setempat. Apalagi Komitmen Bersama 2024 Corporate Social Responsibility (CSR) PAMA yang bertekad untuk menyukseskan sepenuh hati program yang sudah dibuat.

    “Poin pertama Komitmen Bersama 2024 CSR PAMA adalah peningkatan profit rata-rata UMKM Binaan. Terutama Strata Pra Mandiri dan Mandiri minimal sesuai UMSK (Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota). Lalu poin kedua adalah Implementasi Internal Memo ‘Standar Baku Mutu Produk UMKM’ untuk produk unggulan,” jelas Sulasman.

    Apalagi lanjutnya, Amplang sudah menjadi makanan ringan yang khas di Kaltim khususnya di Balikpapan. Selalu menjadi buah tangan wajib oleh wisatawan atau pelancong dari luar daerah. Sehingga pelatihan ini membuka kesempatan munculnya varian baru yang diharapkan makin diminati sebagai oleh-oleh. Ditambah Manggar sebagai daerah kelautan dan perikanan. Sehingga pengembangannya harus terus didukung.

    “Dan tidak hanya itu, komitmen PAMA BPOP terhadap UMKM juga sudah dimulai sejak lama dengan dibukanya Galeri PAMA yang tersebar di berbagai daerah. Khususnya di bandara – bandara yang ada di Kalimantan dan kota-kota besar di Indonesia. Seperti di Balikpapan ini ada di Bandara SAMS Sepinggan. Yang menjual produk UMKM khas Kaltim, binaan PAMA,” ucap Sulasman.

    Sementara itu, Ketua LPM Manggar Muhammad Amiruddin, dukungan PAMA terhadap UP2K Manggar sangat besar. Sumbangsih tersebut, termasuk pelatihan yang kali ini digelar adalah bentuk perhatian PAMA kepada masyarakat khususnya dalam hal peningkatan ekonomi warga yang bergelut di bidang UMKM.

    “Terima kasih sebesar-besarnya kepada PAMA atas sumbangsihnya selama ini. dan selalu mendukung dan hadir dalam setiap kegiatan-kegiatan kami warga Manggar. Semoga PAMA akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. Sukses selalu kepada PAMA,” ucap Amiruddin.

  • Hasil Semen Padang vs Arema FC 1-2, Singo Edan Bangkit Setelah Sempat Tertinggal

    Hasil Semen Padang vs Arema FC 1-2, Singo Edan Bangkit Setelah Sempat Tertinggal

    Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifky Edgar

    TRIBUNJATIM,COM, PADANG – Arema FC sukses meraih kemenangan di pekan 17 kompetisi Liga 1 2024/2025 dengan mengalahkan tuan rumah Semen Padang dengan skor 1-2.

    Sempat tertinggal lebih dulu dari Semen Padang, Arema FC mampu membalas dua gol hingga akhir pertandingan.

    Berlangsung di bawah terik matahari Stadion H Agus Salim Padang, kedua tim bermain cukup terbuka.

    Jual beli serangan dilakukan oleh kedua tim sepanjang 45 menit berlangsung.

    Gol pertama pun tercipta bagi Semen Padang pada menit ke-18 melalui kaki Firman Juliansyah.

    Memanfaatkan penetrasi dari sektor kanan pertahanan Arema FC, pemain muda Semen Padang itu sukses melakukan tendangan melengkung ke gawang.

    Lucas Frigeri yang menjadi penjaga gawang Arema FC tidak mampu untuk menahan tendangan dari wonderkid Semen Padang itu.

    Tertinggal satu gol membuat Arema FC meningkatkan intensitas serangan.

    Beberapa kali serangan yang diinisiasi oleh Arkhan Fikri cukup mengancam pertahanan Semen Padang. 

    Alhasil pada menit ke-23, Singo Edan mampu menyampaikan kedudukan melalui kaki Charles Lokolingoy.

    Memanfaatkan umpan pendek dari Salim Akbar, Charles Lokolingoy dengan mudah membobol gawang Teguh Amiruddin yang menjadi kiper Semen Padang.

    Terus menerus menyerang, Arema FC kembali menggandakan kedudukan pada menit ke-33. 

    Kali ini giliran Salim Akbar yang mencetak gol memanfaatkan umpan cut back dari Arkhan Fikri.

    Kondisi ini pun membuat Semen Padang tapi lebih berani dengan terus menekan Lini pertahanan Arema FC setelah tertinggal 1-2.

    Serangan demi serangan terus dilakukan oleh Semen Padang baik dari sektor kiri maupun sektor kanan pertahanan Arema FC. 

    Namun hingga wasit meniup peluit akhir babak pertama, skor 1-2 bertahan untuk keunggulan Arema FC.

    Memasuki babak kedua, kedua tim kembali bermain lebih terbuka. 

    Jual beli serangan pun kembali diciptakan oleh kedua tim. 

    Serangan semen padang lebih banyak bertumpu kepada kecepatan sektor sayap mereka. Yakni melalui Bayu Gatra dan Firman Juliansyah.

    Sementara Arema FC mengubah beberapa komposisi pemain pada babak kedua ini. 

    Dendi Santoso dan Johan Alfarizi digantikan oleh Bayu Setiawan dan Samuel Balinsa.

    Pada menit 68 dan 70, Ikechukwu Kenneth memiliki peluang emas di depan mulut gawang Arema FC.

    Namun usahanya masih mampu dihentikan oleh Lucas Frigeri.

    Praktis, memasuki 15 menit akhir pertandingan, gawang Arema FC selalu dibombardir oleh para pemain Semen Padang.

    Namun solidnya lini pertahanan Arema FC membuat serangan demi serangan itu mampu ditahan.

    Peluang dari Semen Padang juga banyak off target atau melenceng dari gawang Arema FC.

    Hingga wasit meniup peluit akhir pertandingan, skor 1-2 masih bertahan untuk kemenangan Arema FC.

    Atas hasil ini, Arema FC naik ke urutan empat klasemen sementara Liga 1 dengan Raihan 28 poin.

    Sedangkan Semen Padang berada diurutan 17 dengan Raihan 10 poin

  • Hasil Babak I Skor 1-2 Semen Padang Vs Arema FC Liga 1, Tuan Rumah Terkena Comeback Singo Edan

    Hasil Babak I Skor 1-2 Semen Padang Vs Arema FC Liga 1, Tuan Rumah Terkena Comeback Singo Edan

    Hasil Babak I Skor 1-2 Semen Padang Vs Arema FC Liga 1, Tuan Rumah Terkena Comeback Singo Edan

    TRIBUNJATENG.COM – Semen Padang tertinggal sementara melawan Arema FC di babak pertama pekan ke-17 Liga 1, Jumat (27/12/2024).

    Duel Semen Padang vs Arema FC digelar di Stadion Haji Agus Salim.

    Skor saat ini 1-2 untuk keunggulan Arema FC atas tuan rumah Semen Padang.

    Riyan Ardiansyah dalam laga versus Arema FC. (TRIBUNJATENG/ F Ariel Setiaputra)

    Semen Padang sebenarnya unggul lebih dulu lewat gol Firman Juliansyah menit ke-18.

    Namun lima menit kemudian, Charles Lokolingoy menyamakan kedudukan.

    Selanjutnya pada menit ke-33,Arema FC menambah skor lewat gol Salim Tuharea menit ke-33.

    Skor 1-2 bertahan hingga turun minum.

    Pertandingan Semen Padang vs Arema FC dapat ditonton secara live streaming di Indosiar dan Vidio.com.

    Link live streaming tercantum di akhir artikel.

    Susunan Pemain Semen Padang vs Arema FC

    Semen Padang

    Kiper: Teguh Amiruddin

    Bek: Kim Ming-yu, Tin Martic, Frendi Saputra (C), Dodi Alekvan Djin

    Gelandang: Ricki Ariansyah, Ryohei Michibuchi, Melcior Majefat

    Penyerang: Cornelius Stewart, Kenneth Ngwoke, Firman Juliansyah.

    Pelatih: Eduardo Almeida

    Arema FC

    Kiper: Lucas Frigeri

    Bek: Achmad Maulana, Johan Alfarizie (C), Julian Guevara, Thales Lira

    Gelandang: Arkhan Fikri, Dendi Santoso, Pablo Oliveira, Salim Tuharea

    Penyerang: Charles Lokolingoy, Dalberto.

    Pelatih: Kuncoro

    Link Live Streaming Liga 1

    LINK 1

    LINK 2

    (*)

  • Kenang 20 Tahun Tsunami Aceh, Masyarakat Berdoa di Kuburan Massal Ulee Lheue

    Kenang 20 Tahun Tsunami Aceh, Masyarakat Berdoa di Kuburan Massal Ulee Lheue

    Banda Aceh, Beritasatu.com – Ratusan warga kota Banda Aceh mendatangi kompleks kuburan massal korban tsunami Aceh di Gampong Lie, Kecamatan Meuraxa, Ulee Lheu, Banda Aceh, Kamis (26/12/2024). 

    Para peziarah ini datang untuk berdoa sembari menaburkan bunga pada nisan tanpa nama yang ada di sana. Mereka juga melantunkan surah Yasin bagi keluarganya yang diyakini terkubur di sana. Tidak hanya berdoa, mereka juga melantunkan surah Yasin di sekitar kompleks kuburan. Beberapa juga terlihat menangis, mengenang bencana alam gempa dan tsunami Aceh 20 tahun silam. 

    Amiruddin salah satunya. Setiap tahun dia akan datang ke kuburan massal ini dan juga kuburan massal Siron di Aceh Besar. “Saya datang ke sini karena rindu dengan keluarganya yang menjadi korban tsunami Aceh pada 2004 lalu,” ungkap Amiruddin. 

    Meskipun dia tidak yakin, jasad anggota keluarganya terkubur di sana, tetapi dia menyempatkan untuk datang dan berdoa di dua kuburan massal ini. 

    Kuburan massal Ulee Lheue berjarak 200 meter dari Masjid Baiturrahim. Kurang lebih 14.800 jiwa dimakamkan di area seluas 15.800 meter ini. Jasad korban dewasa tsunami Aceh dimakamkan di sisi kanan dan kiri bagian depan makam. 

    Sementara jasad anak-anak diketahui dimakamkan di sisi kiri bagian belakang komplek kuburan tersebut. Sekeliling tembok terlihat beton tinggi juga berfungsi sebagai pagar makam para korban tsunami Aceh.

  • Kaleidoskop 2024: Guru Supriyani Bebas dari Dakwaan Aniaya Anak Polisi, Kapolsek Didemosi dan Patsus – Halaman all

    Kaleidoskop 2024: Guru Supriyani Bebas dari Dakwaan Aniaya Anak Polisi, Kapolsek Didemosi dan Patsus – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, KENDARI – Kasus Guru Supriyani di Kendari, Sulawesi Tenggara pada November 2024 sangat menyedot perhatian publik.

    Guru Supriyani didakwa kasus penganiayaan terhadap muridnya di SDN 4 Baito, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Di sekolah tersebut, Supriyani adalah guru honorer.

    Orangtua dari murid yang disebut dianiaya itu adalah seorang polisi berpangkat Aipda Wibowo Hasyim, dan Nurfitriana.

    Majelis hakim Pengadilan Negeri Andoolo, Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), memvonis bebas Supriyani pada Senin (25/11/2024).

    Simak rangkuman Tribunnews

    Awal mula laporan

    Supriyani sempat ditahan di Kejaksaan Negeri Konsel usai kasusnya dilimpahkan ke pengadilan pada 16 Oktober 2024.

    Supriyani dituduh aniaya murid yang merupakan seorang anak polisi yang bertugas di Polsek Baito, Konsel.

    AKBP Febry Sam, Kapolres Konsel mengatakan, peristiwa ini bermula pada 24 April 2024.

    Saat itu, siswa SD yang berinisial M sedang bermain dan pelaku, Supriyani, datang menegurnya hingga terjadi penganiayaan.

    “Kejadian terjadi pada Rabu (24/4/2024) di sekolah, saat korban telah bermain dan pelaku datang menegur korban hingga melakukan penganiayaan,” kata AKBP Febry Sam, Senin (21/10/2024).

    Febry juga mengonfirmasi bahwa siswa tersebut merupakan anak dari anggota Polsek Baito.

    Keesokan harinya, ibu korban melihat ada bekas luka di paha belakang korban dan menanyai anaknya soal luka tersebut.

    Kepada ibunya, sang anak menjawab bahwa luka tersebut adalah luka terjatuh saat bermain dengan ayahnya.

    Namun, korban kepada ayahnya mengaku bahwa luka tersebut adalah luka pukulan yang didapatkan dari Supriyani.

    Ayah dan ibu korban pun langsung mengkonfirmasi saksi yang disebut korban melihat kejadian tersebut.

    Akhirnya, ibu korban yang berinisial N dan suaminya, Aipda WH melaporkan kasus ini ke Polsek Baito.

    Supriyani pun dipanggil ke polsek untuk mengonfirmasi terkait laporan tersebut.

    “Tetapi yang diduga pelaku tidak mengakuinya sehingga yang diduga pelaku disuruh pulang ke rumahnya, dan laporan Polisi diterima di Polsek Baito,” kata AKBP Febry Sam.

    Febry menambahkan, upaya mediasi juga sudah dilakukan, namun terkendala karena terduga pelaku tak mengakui perbuatannya.

    Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Baito, Bripka Jefri memberi masukan ke Kepala SDN 4 Baito untuk menyampaikan kepada Supriyani agar mengakui perbuatannya dan meminta maaf kepada korban.

    Atas saran Bripka Jefri, Supriyani pun disebutkan pernah datang ke rumah korban bersama suaminya beberapa hari setelah ada laporan di Polsek Baito.

    Supriyani datang untuk meminta maaf dan mengakui perbuatannya.

    Guru honorer Supriyani (kiri) dan surat pemanggilannya untuk bersaksi dalam kasus dugaan pemerasan. (Tribun Sultra)

    Namun, ibu korban belum bisa memaafkan.

    Bahkan, kepala desa bersama dengan Supriyani dan suaminya juga disebutkan pernah datang ke rumah korban untuk meminta maaf kembali.

    Dalam pertemuan tersebut, pihak korban sudah memaafkan, tinggal menunggu kesepakatan damai.

    Namun, beberapa hari setelah itu, pihak korban mendengar bahwa permintaan maaf tersebut tidak ikhlas.

    “Sehingga orang tua korban tersinggung dan bertekad melanjutkan perkara tersebut ke jalur hukum,” ujar AKBP Febry.

    16 Tahun Guru Honorer Bergaji Rp300 Ribu, Diminta Uang Damai Rp50 Juta

    Supriyani sudah 16 tahun menjadi guru honorer. Berdasarkan kesaksian rekan kerjanya, gaji Supriyani hanya Rp300 ribu per bulan.

    Supriyani tinggal di sebuah rumah sederhana di Kabupaten Konawe Selatan.

    Tetangga Supriyani, Suyatni (57), mengatakan wanita berusia 38 tahun itu mencari tambahan biaya dengan berkebun.

    Selama ini, Supriyani jarang bersosialisai karena sibuk bekerja.

    “Dia hanya mengajar, setelah itu pulang langsung ke kebun,” tuturnya.

    Suyatni mengaku tak pernah melihat Supriyani melakukan kekerasan ke anak.

    “Tidak pernah, (memukul) itu anak-anaknya kalau main hujan dia hanya tegur,” sambungnya.

    Kondisi ekonomi Supriyani pas-pasan karena suaminya hanya bekerja serabutan.

     “Suaminya kadang di kebun, kadang kerja bengkel, kadang juga ikut kerja bangunan,” tuturnya.

    Kini, rumah Supriyani kosong karena dievakuasi ke kantor pemerintah kecamatan.

    Hal itu dilakukan untuk memberi perlindungan Supriyani dan keluarga dari intervensi.

    Dengan gaji Rp300 ribu, Supriyani tak dapat membayar uang damai Rp50 juta agar kasus kekerasan diselesaikan secara mediasi.

    Vonis bebas

    Majelis hakim menyatakan Supriyani tak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana kekerasan fisik terhadap anak atau penganiayaan murid SD kelas 1 berinisial D yang juga anak polisi, Aipda Wibowo Hasyim, dan Nurfitriana.

    “Menyatakan terdakwa Supriyani Spd binti Sudiharjo tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana,” kata Ketua Majelis Hakim PN Andoolo, Stevie Rosano.

    “Sebagaimana didakwakan dalam dakwaan alternatif 1 dan dakwaan alternatif kedua penuntut umum,” jelasnya menambahkan.

    Kedua, membebaskan terdakwa guru Supriyani oleh karena itu dari semua dakwaan penuntut umum.

    Tiga, memulihkan hak-hak terdakwa dalam pengakuan, kedudukan, harkat, serta martabatnya.

    Empat, menetapkan barang bukti berupa satu pasang baju seragam SD lengan pendek, motif batik, dan celana panjang warna merah dikembalikan kepada saksi Nurfitriani.

    Satu buah sapu ijuk warna hijau dikembalikan kepada saksi Lilis Darlina. 

    Terakhir, membebankan biaya perkara kepada negara.

    “Demikian diputuskan dalam musyawarah majelis hakim Pengadilan Negeri Andoolo pada hari Senin, tanggal 18 November 2024,” ujarnya.

     

    Eks Kapolsek Baito dan Kanit Reskrim Dihukum Demosi dan Patsus

    Eks Kapolsek Baito, Ipda M Idris  alias Ipda MI dan mantan Kanit Reskrim Aipda Amiruddin alias Aipda AM terbukti memeras guru Supriyani dalam penanganan kasus dugaan penganiayaan anak polisi di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

    Keduanya terbukti meminta uang kepada guru Supriyani.

    Atas tindakannya tersebut Ipda MI dan Aipda AM dijatuhi sanksi demosi dan penempatan khusus (patsus).

    Hukuman tersebut dijatuhkan dalam sidang etik yang digelar Bidang Propam Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (5/12/2024).

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sultra, Kombes Pol Iis Kristianto mengatakan sidang etik keduanya dilaksanakan selama dua hari sejak Rabu (4/12/2024) hingga hari ini.

    Menurut Iis, sidang kode etik Ipda MI dipimpin langsung Kabid Propam Polda Sultra,  Kombes Pol Moch Sholeh.

    Sementara eks Kanit Reskrim Polsek Baito, Aipda AM dipimpin Wakapolres Konawe Selatan (Konsel).

    “Alhamdulillah (sidang etik) sore ini sudah selesai,” kata Iis saat diwawancarai TribunnewsSultra.com, Kamis (5/12/2024).

    Menurut, Kombes Iis Kristianto berdasarkan fakta-fakta persidangan keduanya terbukti melakukan permintaan uang kepada guru Supriyani.

    “Berdasarkan fakta-fakta persidangan, Ketua Komisi Kode Etik menyebut Ipda MI dan Aipda AM terbukti melakukan permintaan bantuan uang,” kata Iis.

    Lanjut Kombes Pol Iis, Ipda MI dijatuhi hukuman patsus selama tujuh hari dan demosi satu tahun.

    “Juga sanksi etik untuk memberikan permintaan maaf kepada institusi terhadap perbuatan yang dia lakukan,” katanya.

    Sementara Aipda AM berdasarkan hasil sidang kode etik, yang dipimpin Wakapolres Konsel, terbukti bersalah melakukan permintaan bantuan sejumlah Rp2 juta, kepada pihak yang sedang berperkara.

    “Kemudian Ketua Komisi Kode Etik menjatuhkan kepada Aipda AM patsus selama 21 hari dan demosi selama dua tahun,” katanya. (Tribunnews/Tribun Sultra)

  • Sosok Fredy Pratama, Gembong Narkoba Asal Kalimantan, Jadi Buronan Polri sejak 2014 – Halaman all

    Sosok Fredy Pratama, Gembong Narkoba Asal Kalimantan, Jadi Buronan Polri sejak 2014 – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Fredy Pratama merupakan gembong narkoba asal Indonesia yang saat ini masih berstatus buron.

    Tercatat Fredy Pratama telah menjadi buronan Polisi sejak 2014.

    Bareskrim Polri kini telah bekerja sama dengan Kepolisian Thailand untuk menangkap Fredy Pratama.

    Berikut profil Fredy Pratama.

    Kehidupan Pribadi

    Fredy Pratama lahir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada 25 Juni 1985.

    Saat ini, ia telah berusia 39 tahun.

    Fredy Pratama diketahui memiliki nama samaran untuk mengelabuhi polisi.

    Nama samara itu seperti Miming, Fredy Miming, dan Wang Xiang Ming.

    Buronan Interpol 

    Berikut tampang gembong narkoba kelas kakap, Fredy Pratama versi Bareskrim Polri dan Interpol. (Kolase Tribunnews.com/interpol.int)

    Fredy Pratama merupakan buronan Interpol empat negara, termasuk Indonesia. 

    Adapun tiga interpol lainya adalah Royal Malaysia Police, Royal Thai Police, dan US-DEA.

    Interpol memburu Fredy sejak dikabarkan bersembunyi di The Golden Triangle atau Segitiga Emas Thailand yang merupakan zona surga bandar narkotika di Asia Tenggara.

    Fredy diduga mengontrol pasar gelap narkoba Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya Banjarmasin sejak 2013.  

    Perintah Penangkapan

    Belum lama ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah memerintahkan Kabareskrim Komjen Pol Wahyu Widada dan Kadiv Hubinter Polri, Irjen Krishna Murti, untuk segera menangkap Gembong Narkoba Fredy Pratama.

    “Saya sudah perintahkan Kabareskrim Polri dan Kadiv Hubinter Polri untuk terus melakukan kegiatan, dalam hal ini baik dengan Interpol ataupun dengan kegiatan police-to-police untuk terus mengejar keberadaan Fredy Pratama,” kata Listyo, dikutip dari TribunKaltara.com, Senin (23/12/2024).

    Meski jaringan Fredy Pratama telah beberapa kali diamankan oleh kepolisian, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tetap menginstruksikan agar terus mengajar gembong narkoba yang saat ini tengah bermukim di Thailand itu.

    “Walaupun kita tahu bahwa jaringannya terus kita ungkap, namun saya juga sudah perintahkan untuk cepat atau lambat Fredy Pratama harus bisa diamankan,” ujarnya.

    (Tribunnews.com/David Adi) (TribunKaltara.com/Amiruddin)

  • Ledakan di Kantor Kejari Parepare, Barbuk Detonator yang Ditanam Atau Teror?

    Ledakan di Kantor Kejari Parepare, Barbuk Detonator yang Ditanam Atau Teror?

    JAKARTA – Selasa sore, 19 November, di wilayah Parepare, Sulawesi Selatan, terasa begitu tenang layaknya hari-hari sebelumnya. Namun, kondisi itu seketika berubah saat terdengar suara ledakan.

    Tanah bergetar dan beberapa kaca bangunan Kejaksaan Negeri (Kejari) Parepare pecah. Seluruh karyawan panik yang kemudian behamburan keluar gedung. Ledakan disebut terjadi di halaman belakang.

    Belum diketahui sumber ledakan tersebut. Meski, banyak yang mengira jika suara dentuman itu berasal dari bom. Mengingat belum lama ini telah terjadi aksi bom bunuh diri di Polrestabes Medan.

    “Benar terjadi ledakan, kita belum bisa duga ledakan dari mana. Kejadian sekitar pukul 14.45 WITA,” ucap Kadiv Humas Polri Irjen Pol Muhammad Iqbal di Jakarta, Selasa, 19 November.

    Untuk mengetahui sumber ledakan, polisi setempat dan tim penjinak bom (Jibom) telah diturunkan. Olah tempat kejadian perkara dan mencari petunjuk soal ledakan pun dilakukan.

    “Lapolres Parepare dan Jibom sedang lakukan olah TKP antisipasi ledakan susulan,” katanya

    Selain itu, dari catatan sementara tak ada korban jiwa atau pun luka-luka yang diakibatkan ledakan tersebut. “Sementara belum ada korban,” ucapnya singkat.

    Terpisah, Kasie Intel Kejari Parepare Amirudin mengatakan sumber ledakan berasal dari detonator aktif yang merupakan sisa barang bukti. Sebelumnya, alat pemicu itu telah dimusnahkan beberapa waktu.

    Dalam pemusnahan detonator itu dengan cara ditimbun dengan tanah lalu dicor dengan semen. Sehingga, kuat dugaan ledakan itu bersumber dari sisa barang bukti tersebut lantaran lokasi ledakan merupakan tempat pemusnahan barang sitaan tersebut.

    “Yang meledak itu adalah detonator yang masih aktif. Diduga seperti itu karena lokasi kejadiannya di tempat kita lakukan pemusnahan barang bukti detonator September lalu,” ujar Amiruddin.

    Sementara, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Mukri menduga jika ledakan dipicu dengan adanya kegiatan pembakaran sampah di sekitar loaksi. Sehingga, api pun memicu ledakan pada detonator yang telah ditimbun di dalam tanah.

    “Jadi ada tukang cleaning service yang bakar sampah di bak sampah Kejari Parepare, lalu bak sampah itu kebetulan jadi tempat lokasi pemusnahan barbuk (barang bukti) bom ikan. Jadi pas bakar sampah, rupanya kena itu barbuk,” kata Mukri. 

  • Partisipasi Masyarakat Pamekasan di Pilgub Tertinggi se-Jatim

    Partisipasi Masyarakat Pamekasan di Pilgub Tertinggi se-Jatim

    Pamekasan (beritajatim.com) – Tingkat partisipasi masyarakat di kabupaten Pamekasan, menempati peringkat tertinggi pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024, khususnya pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur.

    “Partisipasi masyarakat di Pamekasan, pada pelaksanaan Pilgub Jatim 2024 masuk peringkat 10 besar. Bahkan tingkat partisipasi masyarakat juga menempati posisi teratas se Jatim,” kata Komisioner KPU Pamekasan, Moh Amiruddin, Jumat (13/12/2024).

    Pada pelaksanaan pesta demokrasi khususnya Pilgub Jatim, yang digelar serentak pada 27 November 2024 lalu. Tingkat partisipasi masyarakat di Pamekasan, mencapai prosentase sebesar 87,57 persen.

    “Bahkan peningkatan prosentase pada Pilgub Jatim 2024, juga meningkat signifikan dibanding Pilgub Jatim 2018 lalu, yakni dengan prosentase 70,40 persen,” sambung pria yang menjabat sebagai Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia KPU Pamekasan.

    Dari prosentase tersebut, Pamekasan menempati posisi tertinggi dibanding kabupaten atau kota lain di Jatim. “Peringkat kedua tingkat partisipasi masyarakat tertinggi di Pilgub Jatim, yakni Kabupaten Sampang, dengan prosentase 87,30 persen, disusul Mojokerto 84,67 persen, Kota Batu 81,57 persen, serta Kota Blitar 80,47 persen,” ungkapnya.

    “Peringkat enam ditempati Kota Kediri dengan prosentase 80,45 persen, disusul Kabupaten Situbondo 79,00 persen, Madiun 78,72 persen, Kota Probolinggo 78,51 persen, serta Kabupaten Bojonegoro 78,46 persen,” imbuhnya.

    Pihaknya menilai peningkatan tersebut tidak lepas dari hasil beragam upaya sosialisasi yang dilakukan dalam berbagai tahapan pesta demokrasi, sekaligus sebagai strategi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menyalurkan hak suara sebagai warga negara.

    “Salah satu faktor yang mendorong peningkatan partisipasi masyarakat, yakni berkat adanya kontribusi dari pemilih tambahan. Seperti DPTb (Daftar Pemilih Tambahan), pemilih pindahan, dan pemilih yang memiliki hak suara untuk Pilgub, seperti di Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) dan Pesantren,” jelasnya.

    Tidak hanya itu, pihaknya juga meyakini jika hal tersebut tidak lepas dari kesadaran masyarakat. “Peningkatan partisipasi ini menunjukkan bahwa kesadaran politik masyarakat Pamekasan semakin membaik,” tegasnya.

    “Strategi maupun pendekatan yang kami lakukan untuk mendorong partisipasi masyarakat, juga menjadi salah satu faktor pendukung peningkatan partisipasi masyarakat. Beberapa di antaranya melalui sosialisasi massif melalui media massa, baik media cetak, elektronik, online hingga media sosial,” imbuhnya.

    Selain itu, diskusi atau dialog interaktif hingga simulasi pemilu di berbagai tempat strategis, juga disinyalir menjadi faktor pendorong lainnya dalam meningkatkan partisipasi pemilih, mulai dari kawasan pedesaan, pesantren hingga lembaga pendidikan lainnya.

    “Artinya selama ini kami tidak hanya fokus pada kuantitas pemilih, tetapi juga kualitas suara. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya hak pilih terus kami lakukan secara konsisten dan berkesinambungan,” jelasnya.

    Dari itu pihaknya sangat berharap peningkatan partisipasi tersebut dapat berlanjut pada pelaksanaan pemilu berikutnya. “Tentunya hal ini juga harus dibarengi dengan berbagai langkah inovatif, guna memastikan setiap warga negara yang memiliki hak suara dapat menggunakan haknya secara optimal,” pungkasnya. [pin/beq]

  • Sengketa Pilkada di Sulsel bertambah menjadi 11 gugatan

    Sengketa Pilkada di Sulsel bertambah menjadi 11 gugatan

    Ilustrasi – Aparat kepolisian melakukan pengamanan di sekitar Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso.

    Sengketa Pilkada di Sulsel bertambah menjadi 11 gugatan
    Dalam Negeri   
    Editor: Calista Aziza   
    Jumat, 13 Desember 2024 – 08:45 WIB

    Elshinta.com – Sengketa Pilkada serentak kembali bertambah menjadi 11 pasangan calon kepala daerah yang mengajukan permohonan gugatan perselisihan hasil pemilihan terhadap termohon KPU di Provinsi Sulawesi Selatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

    “Informasi yang sudah diterima ada 11 pasangan calon (paslon) Pilkada yang mengajukan permohonan gugatan ke MK dan DKPP,” ujar Anggota KPU Sulsel Upi Hartati saat dikonfirmasi di Makassar, Kamis.

    Kesebelas paslon tersebut masing-masing, satu Pilkada Gubernur Sulsel, tiga Pilkada Wali Kota, Kota Makassar, Palopo, dan Parepare. Tujuh Pilkada Bupati yakni Kabupaten Bulukumba, Selayar, Takalar, Pangkep, Pinrang, Toraja Utara dan terbaru Jeneponto,.

    Komisioner membidangi Koordinator Hukum KPU Sulsel ini menambahkan pihaknya sejauh ini masih mempelajari lokus gugatannya apa saja yang di gugat oleh tim hukum para paslon ke MK maupun DKPP. Meski demikian pihaknya sudah siap menghadapi gugatan.

    Data yang terbaru diterima dari KPU Sulsel, untuk PHP Pilgub Sulsel atas surat Akta Pengajuan Permohonan Pemohon (APPP) nomor: 260/PAN.MK/e-AP3/12/202 dimohonkan paslon calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 1 Moh Ramdhan Pomanto-Azhar Arsyad melalui kuasa hukumnya Donal Fariz dkk.

    Selanjutnya, PHP Pilkada Wali Kota Makassar dengan surat akta APPP nomor: 220/PAN.MK/e-AP3/2024 dimohonkan paslon nomor urut 3 Indira Yusuf Ismail-Ilham Ari Fauzi melalui kuasa hukumnya Donal Paris dkk.

    PHP Pilkada Wali Kota Palopo dengan surat akta APPP nomor: 170/PAN.MK/e-AP3/12/2024 dimohonkan paslon nomor urut 2 Farid Kasim Judas-Nurhaenih melalui kuasa hukumnya Andi Syafrani dkk.

    PHP Pilkada Wali Kota Parepare surat akta APPP nomor: 18/PAN-MK/e-AP3/12/2024 dimohonkan paslon nomor urut 4 Erna Rasyid Taufan-Rahmat Sjamsu Alam melalui kuasa hukumnya Imran Eka Saputra dkk.

    Berikutnya, PHP Pilkada Kabupaten Bulukumba surat akta APPP nomor: 53/PAN.MK/e-AP3/12/2024 diajukan paslon nomor urut 1 Jamaluddin M Syamsir-Tomy Satria Yulianto melalui kuasa hukum pemohon Kurniadi Nur dkk.

    PHP Pilkada Kabupaten Kepulauan Selayar surat akta APPP nomor: 191/PAN.MK/e-AP3/12/2024 diajukan paslon nomor urut 2 Ady Ansar-M Suwadi melaluui kuasa hukumnya Abdul Azis.

    PHP Pilkada Kabupaten Takalar surat akta APPP nomor: 79/PAN.MK/e-AP3/12/2024 dimohonkan paslon Syamsari-M Natsir Ibrahim melalui tim kuasa hukumnya Ahmad Hafizu dkk.

    PHP Pilkada Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) surat akta APPP nomor: 117/PAN.MK/e-AP3/12/2024 dimohonkan paslon nomor urut 2 Andi Muhammad Khairul Akbar-Amiruddin melalui kuasa hukumnya Andi Surya Citra Lestari

    PHP Pilkada Pinrang surat akta APPP nomor: 123/PAN.MK/e-AP3/12/2024 diajukan paslon nomor urut 1 Jaya Baramuli-Abdillah Natsir melalui kuasa hukumnya Eko Saputra dkk.

    PHP Pilkada Kabupaten Toraja Utara surat akta APPP nomor: 35/PAN.MK/e-AP3/12/2024 dimohonkan paslon nomor urut 1 Yohanis Bassang-Marthen Rante Tondok dengan kuasa hukum pemohonnya Mohd Hasrul Bin Sirajuddin

    Dan PHP Pilkada Kabupaten Jeneponto surat akta APPP nomor: 234/PAN.MK/e-AP3/12/2024 dimohonkan paslon nomor urut 3 Muhammad Sarif-Moch Noer Alim Qalby melalui kuasa hukumnya Eko Saputra dkk.

    Persyaratan permohonan PHP yang diajukan untuk sengketa ke MK harus memenuhi syarat formil ambang batas suara 2 sampai 0,5 persen sesuai pasal 158 Undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada.

    Sumber : Antara

  • Partisipasi Masyarakat di Pilkada Pamekasan Meningkat Signifikan

    Partisipasi Masyarakat di Pilkada Pamekasan Meningkat Signifikan

    Pamekasan (beritajatim.com) – Tingkat partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024, meningkat signifikan dibanding pelaksanaan Pilkada 2018.

    Di mana pada pelaksanaan pesta demokrasi yang digelar serentak pada 27 November 2024 lalu. Dilaksanakan serentak dua pemilihan berbeda, yakni Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan, serta Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur.

    “Untuk pelaksanaan Pilbup Pamekasan 2024, tingkat partisipasi masyarakat mencapai angka 87,05%, meningkat 15% dari angka 73,35% pada pelaksanaan Pilbup Pamekasan 2018 lalu,” kata Komisioner KPU Pamekasan, Moh Amiruddin, Kamis (12/12/2024).

    Peningkatan angka partisipasi pemilih tersebut tidak hanya terjadi pada pelaksanaan Pilbup Pamekasan, tetapi juga berlaku untuk Pilgub Jatim 2024. “Untuk Pilgub Jatim juga ada peningkatan signifikan, sebelumnya berada dalam persentase 70,40%. Tapi pada Pilgub kali ini mencapai prosentase 87,57%,” ungkapnya.

    Peningkatan tersebut tidak lepas dari hasil beragam upaya sosialisasi yang dilakukan dalam berbagai tahapan pesta demokrasi, sekaligus sebagai strategi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menyalurkan hak suara sebagai warga negara.

    “Salah satu faktor yang mendorong peningkatan partisipasi masyarakat, yakni berkat adanya kontribusi dari pemilih tambahan. Seperti DPTb (Daftar Pemilih Tambahan), pemilih pindahan, dan pemilih yang memiliki hak suara untuk Pilgub, seperti di Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) dan Pesantren,” jelasnya.

    Pria yang menjabat sebagai Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia KPU Pamekasan, juga meyakini jika hal itu tidak lepas dari kesadaran masyarakat. “Peningkatan partisipasi ini menunjukkan bahwa kesadaran politik masyarakat Pamekasan semakin membaik,” tegasnya.

    “Kondisi ini tentu tidak lepas dari berbagai strategi maupun pendekatan yang kami lakukan untuk mendorong partisipasi masyarakat, di antaranya melalui sosialisasi massif melalui media massa, baik media cetak, elektronik, online hingga media sosial,” sambung pria yang akrab disapa Amir.

    Tidak hanya itu, diskusi atau dialog interaktif hingga simulasi pemilu di berbagai tempat strategis, juga disinyalir menjadi faktor pendorong lainnya dalam meningkatkan partisipasi pemilih, mulai dari kawasan pedesaan, pesantren hingga lembaga pendidikan lainnya.

    “Artinya selama ini kami tidak hanya fokus pada kuantitas pemilih, tetapi juga kualitas suara. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya hak pilih terus kami lakukan secara konsisten dan berkesinambungan,” jelasnya.

    Dari itu pihaknya sangat berharap peningkatan partisipasi tersebut dapat berlanjut pada pelaksanaan pemilu berikutnya. “Tentunya hal ini juga harus dibarengi dengan berbagai langkah inovatif, guna memastikan setiap warga negara yang memiliki hak suara dapat menggunakan haknya secara optimal,” pungkasnya.

    Pada pelaksanaan pilkada Pamekasan, yang digelar serentak pada 27 November 2024. Total terdapat sebanyak 666.048 orang terdata dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), meliputi sebanyak 321.417 pemilih laki-laki dan sebanyak 344.631 pemilih perempuan.

    Mereka menyalurkan hak suaranya di sebanyak 1.270 TPS di 13 kecamatan berbeda di Pamekasan, termasuk di antaranya TPS Khusus yang melayani pemilih di lokasi tertentu, yakni di Lapas dan Pesantren.

    Dari total angka dalam DPT tersebut, terdata sebanyak 572.293 suara dari total sebanyak 666.048 orang yang terdata dalam DPT dengan tingkat partisipasi pemilih mencapai angka sebanyak 87,05%. [pin/ian]