Tag: Amien Rais

  • Wawali Kota Kediri Hadiri Haul KH Askandar Bersama Jamaah PMJ, Menyusuri Teladan dan Keilmuan

    Wawali Kota Kediri Hadiri Haul KH Askandar Bersama Jamaah PMJ, Menyusuri Teladan dan Keilmuan

    Kediri (beritajatim.com) – Lantunan shalawat dan doa mengalir khusyuk di Pondok Pesantren Al Amien Ngasinan, Kamis malam (8/1/2026). Ratusan jamaah memadati area pesantren, menyatukan rindu dan doa dalam Haul KH Askandar ke-59 yang dirangkai dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

    Di tengah suasana penuh kekhidmatan itu, Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin turut hadir, larut bersama jamaah mengenang jejak perjuangan ulama besar yang telah mewariskan keteladanan bagi umat.

    Wakil Wali Kota Kediri menyampaikan bahwa haul menjadi momentum penting untuk meneladani perjuangan dan keteladanan KH Askandar. Ia bersyukur dapat hadir dalam haul tokoh ulama besar, orang tua dari KH Anwar Iskandar, yang diperingati setiap tahun sebagai wujud bakti dan doa anak kepada orang tua, sekaligus untuk mengenang jasa-jasa beliau semasa hidup.

    “Haul ini merupakan bentuk wiludaniyah, bakti seorang anak kepada orang tua, dengan mendoakan serta mengenang jasa-jasa beliau. Banyak suri teladan yang bisa kita petik dari Mbah Kyai Askandar, terutama bagaimana beliau mendidik putra-putrinya hingga mampu bermanfaat bagi bangsa, nusa, dan agama,” ujar Gus Qowim.

    Menurutnya, KH Askandar merupakan sosok orang tua yang tidak pernah lelah mencurahkan seluruh hidupnya untuk mendidik keluarga dan umat. Hampir seluruh putra-putri beliau dapat berkiprah di tengah masyarakat, tidak hanya di tingkat regional, namun juga nasional. Hal tersebut menjadi teladan bagi para orang tua dalam mendidik generasi penerus.

    “Mbah Kyai Askandar ini, waktunya dicurahkan untuk membimbing dan mendidik umat, tidak hanya kepada keluarga, tetapi juga kepada masyarakat luas. Perjuangan beliau menjadi panutan bagaimana kita rela mengorbankan waktu demi mendidik anak-anak dan umat,” imbuhnya.

    Gus Qowim menambahkan, haul juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi karena dihadiri oleh seluruh lapisan masyarakat, membangun kebersamaan, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan.

    Melalui momentum haul ini, Wakil Wali Kota Kediri mengajak seluruh jamaah untuk meneladani keistiqamahan KH Askandar dalam mendidik putra-putri, santri, serta umat, dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan tanpa mengenal lelah. [nm/ted]

  • Amien Rais Juluki Jokowi Bapak Korupsi Indonesia, Jadikan DPR Tukang Stempel

    Amien Rais Juluki Jokowi Bapak Korupsi Indonesia, Jadikan DPR Tukang Stempel

    FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Pentolan Partai Ummat, Amien Rais menjuluki Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) sebagai Bapak Korupsi Indonesia. Dia menilai korupsi makin dahsyat di era eks kader PDIP itu.

    “Di Indonesia, jenis korupsi dari skala provinsi, kabupaten, kota, sampai istana presiden, pusat korupsi di era Jokowi makin dahsyat,” kata Amien Rais dikutip dari video yang dia unggah di Instagram, Kamis (8/1/2026).

    “Korupsi dilakukan secara terang benderang,” tambahnya.

    Amien Rais mengatakan, julukan korupsi itu berangkat dari tiga hal. Itu, kata dia, telah menjadi preseden.

    “Jokowi sebagai bapak korupsi di Indonesia, telah memberikan contoh dalam tiga hal,” ujarnya.

    Hal pertama, dia mengungkapkan Jokowi selama rezimnya menjadikan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai tukang stempel.

    “Jokowi menghancurkan demokrasi dengan menjadikan DPR sebagai tukang stempel keinginan busuknya,” ucap Amien.

    Kedua, Amien Rais menyebut Jokowi memanfaatkan kepolisian. Polisi seolah jadi kuda tunggangan.

    Terakhir, dia menyinggung jejak Jokowi di lembaga anti rasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    “Ketiga, menjadikan KPK sebagai mitra kerja yang setia pada Jokowi. Jadi mustahil KPK berani menyentuh
    Jokowi sekeluarga,” imbuhnya.

    Dia mengungkapkan Jokowi selama berkuasa, sangat sukses melakukan kooptasi di hampir semua lembaga tinggi negara.

    “Semua lembaga tinggi negara, tidak ada yang luput dari tangan beracun Mukidi atau Jokowi,” ujarnya.

    Dua periode berkuasa, Amien menilai Jokowi sukses dalam menghancurkan bangsa dan negara.

  • Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

    Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

    GELORA.CO -Meski sudah lengser, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mustahil berani menyentuh Joko Widodo alias Jokowi dan keluarganya untuk diproses hukum.

    Demikian penegasan Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais dalam video singkat yang dikutip dari Youtube Amien Rais Official, Kamis 1 Januari 2025.

    “(Selama 10 tahun berkuasa) Jokowi menjadikan KPK sebagai mitra kerja yang setia,” kata Amien Rais.

    “Sehingga mustahil KPK berani menyentuh Jokowi sekeluarga,” sambungnya.

    Jokowi diketahui merupakan satu-satunya presiden yang tiga kali memilih pimpinan KPK.

    Amien Rais melanjutkan, waktu masih berkuasa, Jokowi sangat sukses melakukan kooptasi hampir semua lembaga tinggi negara.

    “Seluruh lembaga negara tidak ada yang luput dari sentuhan tangan beracun Jokowi,” pungkas Amien Rais. 

  • Rocky Gerung Nilai Prabowo Tersandera, Oleh Siapa?

    Rocky Gerung Nilai Prabowo Tersandera, Oleh Siapa?

    Sebelumnya, Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais, kembali mengusik posisi Gibran Rakabuming Raka dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

    Kali ini, Amien menaruh perhatiannya kualitas kepemimpinan Wapres Gibran yang menurutnya masih jauh dari matang.

    Tokoh reformasi itu melihat keberadaan Gibran sebagai Wapres seolah tidak menjadi persoalan bagi Presiden Prabowo.

    Meski ia tetap menganggap kemampuan kepemimpinan putra sulung Presiden ke-7, Jokowi, tersebut bermasalah.

    “Mentahnya kepemimpinan Gibran Fuhufafa sebagai wabres karena bodoh, pengung, dan pahpoh seolah tidak jadi masalah bagi Prabowo,” ujar Amien dikutip pada Minggu (28/12/2025).

    Namun demikian, Amien mengaku dapat memahami pandangan sebagian pihak yang menilai pemerintahan Prabowo saat ini tak lebih dari kelanjutan pemerintahan sebelumnya.

    “Tetapi saya dapat memahami bila ada orang yang berpendapat pemerintahan Prabowo sesungguhnya merupakan kontinuasi atau sekedar kelanjutan dari rezim Jokowi,” ucapnya.

    Kata Amien, kondisi tersebut memunculkan fenomena baru di tengah masyarakat.

    Khususnya di kalangan generasi muda. Ia menyebut mulai muncul rasa putus asa terhadap masa depan bangsa.

    “Muncul fenomena baru berupa semacam keputus asaan di sementara kalangan anak-anak bangsa,” ungkapnya.

    Ia menggambarkan perasaan itu sebagai keputusasaan yang mendalam, bukan sekadar sikap apatis atau ketidakpedulian terhadap politik dan pemerintahan.

    “Kira-kira kalau dirumuskan dengan singkat mereka mengatakan kami sudah putus asa, tak mungkin ada perbaikan kehidupan bagi bangsa Indonesia,” Amien menuturkan.

  • Contoh Keanekaragaman Hayati di Indonesia Berdasarkan Jenisnya

    Contoh Keanekaragaman Hayati di Indonesia Berdasarkan Jenisnya

    YOGYAKARTA – Keanekaragaman hayati dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai keseluruhan keanekaragaman makhluk yang diperlihatkan suatu daerah, mulai dari keanekaragaman genetika, jenis, dan ekosistemnya. Lantas, apa saja contoh keanekaragaman hayati?

    Contoh kenakekaragaman hayati dapat dilihat dari banyaknya spesies tumbuhan dan hewan yang hidup di Indonesia. Misalnya, harimau Sumatra, gajah Sumatra, badak Jawa, dan Komodo yang merupakan satwa endemic dan tidak ditemukan di negara lain.

    Sedangkan pada tumbuhan, Indonesia mempunyai berbagai jenis, seperti jati, kelapa, sagu, dan mahoni yang sering dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Nah, agar lebih memahaminya, simak penjelasan lengkap tentang pengertian keanekaragaman hayati, lengkap dengan jenis dan contohnya yang ada Indonesia.

    Pengertian Keanekaragaman Hayati

    Menurut Amien S. Leksono dalam buku Keanekaraaman Hayati (2011), keanekaragaman hayati adalah variasi kehidupan yang ditemukan di suatu tempat di bumi.

    Keanekaragaman mahluk hidup muncul karena ada perberdaan warna, ukuran, bentuk, jumlah, tekstur, penampilan, dan sifat.

    Indonesia sendiri memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Diperkirakan, hampir 30 persen spesies makhluk hidup yang ada di bumi berada di Indonesia.

    Salah satu faktor yang membuat Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi adalah letak geografisnya yang dilewati garis zamrud khatulistiwa dan beriklim tropis.

    Jenis dan Contoh Keanekaragaman Hayati di Indonesia

    Keanekaragaman hayati di Indonesia terbagi ke dalam tiga jenis atau tingkatan. Berikut jenis beserta contoh keanekaragaman hayati di Indonesia:

    Keanekaragaman hayati tingkat genetik

    Menyadur laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, keanekaragaman hayati tingkat genetik diartikan sebagai variasi genetik dalam satu spesies.

    Jenis keanekaragaman hayati ini muncul karena setiap makhluk hidup mempunyai bentuk gen yang khusus. Penyebab terjadinya gen disebabkan oleh perkawinan antara dua makhluk hidup sejenis dari kedua induk.

    Adapun contoh keanekaragaman hayati tingkat genetik, yakni:

    Mangga (Mangifera indica) yang memiliki banyak varietas, seperti mangga arum manis, mangga manalagi, mangga golek, dan masih banyak lagi.Padi (Oryza sativa) dengan varietas padi Ciliwung, padi ciherang, padi rojolele, padi mentik wangi, dan lain sebagainya.Sapi (Bos taurus) dengan jenis sapi brahman, sapi Simental, sapi jawa, dan lain-lain.

    Keanekaragaman hayati tingkat spesies

    Keanekaragaman hayati tingkat spesies merupakan variasi atau perbedaan jenis-jenis makhluk hidup (spesies) yang ada di suatu wilayah atau ekosistem.

    Jenis keanekaragaman hayati ini mencakup seluruh spesies yang ditemukan di bumi, termasuk bakteri dan protista, serta spesies dari kingdom bersel banyak (tumbuhan, jamur, hewan yang bersel banyak atau multiseluler).

    Spesies sendiri diartikan sebagai sekelompok individu yang menunjukkan beberapa karakteristik penting berbeda dari kelompok-kelompok lain.

    Contoh keanekaragaman hayati tingkat spesies dapat dilihat pada keluarga polong-polongan yang didalamnya terdapat kacang tanah, kacang panjang, kacang kapri, kacang buncis, dan lain sebagainya.

    Keanekaragaman hayati tingkat eksosistem

    Keanekaragaman hayai tingkat ekosistem adalah variasi berbagai jenis ekosistem yang terbentuk dari interaksi antara komponen biotik (makhluk hidup) dan abiotic (lingkungan seperti suhu, curah hujan, tanah, cahaya) dalam suatu wilayah. Interaksi ini menghasilkan keragaman komunitas tumbuhan, hewan, dan mikoorganisme di habitat yang berbeda.

    Adapun contoh keanekaragaman hayati tingkat ekosistem yang ada di Indonesia yakni:

    Ekosistem hujan hujan tropis yang dihuni oleh orangutan, harimau Sumatra, dan beragam jenis tumbuhan seperti anggrek, tumbuhan epifit, dan lain-lain.Eksosistem terumbu karang yang dihuni beragam jenis ikan dan biota laut lainnya.Ekosistem mangrove di wilayah pesisir dengan pohon bakau dan biota air payau seperti ikan, kepiting, burung, dan lain-lain.

    Demikian informasi tentang contoh keanekaragaman hayati. Dapatkan update berita pilihan lainnya hanya di VOI.id.

  • BSU Kemenag 2025 untuk Guru Non ASN: Syarat, Jadwal, dan Pencairan

    BSU Kemenag 2025 untuk Guru Non ASN: Syarat, Jadwal, dan Pencairan

    Bisnis.com, JAKARTA – BSU Kemenag 2025 menjadi perhatian para guru Non ASN, setelah Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) menyiapkan anggaran sekitar Rp270 miliar untuk bantuan subsidi upah bagi guru madrasah non ASN yang belum bersertifikasi.

    Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Prof. Dr. H. Amien Suyitno menyatakan, program ini menyasar guru Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA) yang selama ini belum menerima tunjangan profesi pendidik. 

    Syarat Penerima BSU Kemenag 2025

    Berdasarkan Surat Pemberitahuan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Nomor B-374/Dt.I.II/HM/12/2025, tidak seluruh guru Non ASN di bawah naungan Kementerian Agama berhak menerima BSU Kemenag 2025. Terdapat sejumlah persyaratan yang wajib dipenuhi agar dapat ditetapkan sebagai penerima bantuan.

    Adapun persyaratan utama yang harus dipenuhi sebagai berikut:

    Guru tercatat aktif mengajar di satuan pendidikan di bawah naungan Kemenag.
    Memiliki PTK ID yang valid dan terdaftar dalam sistem Simpatika Kemenag.
    Data kependudukan, khususnya Nomor Induk Kependudukan (NIK), dinyatakan sah dan telah terverifikasi.
    Proses verifikasi dan validasi data calon penerima diselesaikan serta dilaporkan paling lambat Selasa, 16 Desember 2025.

    Kementerian Agama juga menegaskan bahwa kelengkapan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) menjadi aspek penting dalam proses penetapan penerima BSU. Dokumen ini berfungsi sebagai pernyataan resmi atas keabsahan data sekaligus bentuk tanggung jawab guru terhadap bantuan yang diterima.

    Cara Mencairkan BSU Kemenag 2025

    Berdasarkan informasi dari Kementerian Agama, proses pencairan Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi guru madrasah non-PNS diawali dengan pemberitahuan melalui akun Simpatika masing-masing guru. Setelah menerima notifikasi tersebut, terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui untuk mencairkan bantuan:

    Tahap pertama, guru mencetak Surat Keterangan Penerima BSU yang tersedia pada akun Simpatika.
    Selanjutnya, guru mencetak Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) melalui Simpatika dan menandatanganinya di atas materai sebagai bentuk pertanggungjawaban.
    Tahap berikutnya, guru mencetak surat kuasa pemblokiran debit dan penutupan rekening yang juga tersedia di Simpatika, kemudian menandatanganinya tanpa materai.
    Setelah seluruh dokumen lengkap, guru mendatangi bank penyalur yang telah ditentukan, yaitu BRI atau BRI Syariah dengan membawa dokumen tambahan.
    Dokumen yang harus dibawa ke bank meliputi KTP, NPWP (jika sudah memiliki), Surat Keterangan Penerima BSU, SPTJM bermaterai, serta surat kuasa yang telah ditandatangani.
    Bagi guru yang belum memiliki rekening, diwajibkan mengisi formulir pembukaan rekening baru di BRI atau BRI Syariah.
    Setelah proses pembukaan rekening selesai, pihak bank akan menyerahkan buku rekening dan kartu ATM kepada penerima BSU

    Cara Cek Penerima BSU Kemenag 2025

    Pengecekan status penerima BSU Kemenag 2025 dilakukan melalui laman Simpatika Kemenag. Berikut cara mengecek status penerimanya:

    Kunjungi https://simpatika.siap.id/madrasah/
    Login dengan email dan kata sandi akun PTK
    Cari menu “Tunjangan” atau “Bantuan”
    Periksa notifikasi

    Apabila terdaftar sebagai penerima, sistem akan menampilkan ucapan selamat disertai tombol untuk mencetak dokumen persyaratan pencairan. Sebaliknya, jika belum memenuhi kriteria, akan muncul pemberitahuan bahwa yang bersangkutan belum ditetapkan sebagai penerima bantuan.

    Perbedaan BSU Kemenag dan Kemnaker Serta Besarannya

    BSU Kemenag memiliki skema yang berbeda dari bantuan subsidi upah yang dikelola oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Program ini dirancang khusus untuk menyasar guru di bawah naungan Kementerian Agama yang berstatus Non ASN serta belum memiliki sertifikasi pendidik.

    Melalui program tersebut, guru Non ASN akan menerima bantuan sebesar Rp300.000 per bulan selama dua bulan, sehingga total dana yang diterima mencapai Rp600.000. Ketentuan mengenai besaran BSU Kemenag ini diatur secara resmi dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 8444 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Subsidi Upah bagi Guru Non Aparatur Sipil Negara pada Raudhatul Athfal dan Madrasah.

  • Cara Mencairkan BSU Kemenag 2025

    Cara Mencairkan BSU Kemenag 2025

    Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) melaporkan penyaluran tambahan pembayaran sebesar Rp198 miliar bagi guru non-aparatur sipil negara (non-ASN). Selain itu, Kemenag juga menyiapkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) senilai Rp270 miliar yang ditujukan bagi guru non-sertifikasi sebagai bagian dari penguatan kesejahteraan pendidik.

    Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno mengatakan dukungan anggaran tersebut sejalan dengan upaya memperluas akses dan kepastian status bagi para guru. Tahun ini, formasi Pendidikan Profesi Guru (PPG) disebut meningkat hingga 700% dibandingkan periode sebelumnya, sehingga membuka peluang lebih besar bagi pendidik untuk memperoleh pengakuan profesional.

    “Ini bukan hanya bantuan, tetapi investasi untuk masa depan pendidikan agama,” ujar Amien pada puncak Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), beberapa waktu lalu (6/12/2025).

    Selain dukungan langsung kepada guru, Kemenag juga mengalokasikan anggaran Rp10 miliar untuk Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI). Alokasi ini ditujukan untuk memperkuat komunitas profesi pendidik dan mendorong peningkatan kualitas pembelajaran.

    Cara Pencairan BSU Kemenag untuk Guru Madrasah Non-PNS

    Sementara dalam laman resmi Kemenag sebelumnya dijelaskan tentang mekanisme penerima BSU Kemenag. Guru terlebih dahulu menerima notifikasi pada akun Simpatikanya, berikut langkah-langkah pencairan BSU Kemenag yang perlu dilakukan:

    Cetak Surat Keterangan Penerima BSU
    Guru mencetak Surat Keterangan Penerima BSU Guru Madrasah bukan PNS 2020 yang tersedia di akun Simpatika.

    Cetak dan Tanda Tangani SPTJM
    Guru mencetak Surat Pernyataan dan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) dari Simpatika, kemudian menandatanganinya di atas materai.

    Cetak Surat Kuasa Rekening
    Guru mencetak surat kuasa blokir debet dan tutup rekening yang tertera di Simpatika, lalu menandatanganinya tanpa materai.

    Datang ke Bank Penyalur
    Setelah seluruh dokumen siap, guru mendatangi kantor BRI atau BRI Syariah yang ditunjuk dengan membawa KTP, NPWP (jika sudah memiliki), Surat Keterangan Penerima BSU, SPTJM bermaterai, serta surat kuasa yang telah ditandatangani.

    Buka Rekening Baru
    Bagi guru baru, maka mengisi formulir pembukaan rekening baru di BRI atau BRI Syariah. Setelah proses selesai, pihak bank akan menyerahkan buku rekening dan kartu ATM.

  • Siaga Ancaman Siklon Tropis Baru di Jawa Pascabencana Sumatera

    Siaga Ancaman Siklon Tropis Baru di Jawa Pascabencana Sumatera

    Surabaya, Beritasatu.com – Bencana banjir dan longsor masif yang melanda Sumatera harus menjadi pelajaran serius bagi seluruh wilayah Indonesia, terutama yang kini berada di bawah ancaman siklon tropis baru. Peneliti senior Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (Puslit MKPI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Dr Amien Widodo, mendesak penguatan kapasitas masyarakat menghadapi bencana hidrometeorologis.

    Dr Amien Widodo, pakar Mitigasi Kebencanaan dari Departemen Teknik Geofisika ITS, menganalisis bahwa curah hujan ekstrem yang dibawa Siklon Senyar berinteraksi dengan kondisi topografi Indonesia yang rapuh.

    “Curah hujan ekstrem yang dibawa Siklon Senyar berinteraksi dengan kondisi topografi bergunung-gunung serta kerusakan hutan yang telah berlangsung puluhan tahun,” ujar Amien Widodo, Jumat (5/12/2025).

    Menurutnya, interaksi ini berakibat fatal: tanah menjadi tidak stabil, memicu banjir bandang yang membawa lumpur, batu, serta kayu gelondongan dengan daya rusak yang sangat besar.

    Peringatan Dini: Bibit Siklon Ancam Jawa-Bali

    Tragedi Sumatera kini menjadi landasan untuk merespons peringatan dini dari BMKG mengenai kemunculan bibit siklon tropis baru di selatan Pulau Jawa. Bibit siklon ini berpotensi memengaruhi wilayah Jawa, Bali, NTT, hingga Timika, Papua.

    “Peringatan ini harus segera direspons dengan langkah mitigasi nyata mengingat tragedi Sumatera menjadi bukti bahwa keterlambatan persiapan dapat berakibat fatal,” kata Amien, merujuk pada kesamaan ancaman yang pernah terjadi di Aceh pada 2001.

    Data dari Puslit MKPI ITS dan BPBD Jawa Timur menunjukkan kerentanan yang tinggi. BPBD telah memetakan 14 potensi bencana, dengan wilayah rawan banjir bandang dan longsor tersebar di lebih dari 30 kabupaten/kota, termasuk Pacitan, Ponorogo, Malang, hingga Banyuwangi.

    Dr Amien Widodo menekankan bahwa pengurangan risiko bencana tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah. Pemberdayaan masyarakat menjadi faktor penentu keselamatan utama.

    “Apabila masyarakat telah diberdayakan dan dibekali pengetahuan serta persediaan yang benar, mereka akan tetap dapat bertahan hidup tanpa harus menunggu bantuan eksternal,” imbuhnya.

    Ia menyerukan sinergi yang melibatkan pemerintah, komunitas lokal, dan sektor swasta untuk membangun ketangguhan melalui edukasi, latihan, dan kolaborasi, sebagai langkah menghadapi ancaman siklon tropis dan bencana lainnya di masa depan.

  • Sedih dengan Perpecahan di PBNU, Said Abdullah: Merugikan Bangsa

    Sedih dengan Perpecahan di PBNU, Said Abdullah: Merugikan Bangsa

    Jakarta (beritajatim.com) – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Said Abdullah, menyatakan keprihatinan dengan terjadinya perpecahan di internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dia menegaskan perpecahan tersebut merugikan bangsa.

    “Saya begitu masygul mendengar kabar para masyayih dan kiai yang duduk dijajaran PBNU berkonflik. Apalagi konflik itu menjadi berita terbuka dimana mana, yang disertai dengan saling pecat memecat satu sama lain,” ujar Said dalam pernyataan tertulisnya.

    Dia semakin sedih ketika mengetahui konflik bermula dari pengelolaan pertambangan batubara yang diberikan oleh pemerintah kepada organisasi kemasyarakatan. Diketahui, NU merupakan salah satu ormas yang menerima hak pengelolaan tersebut.

    “Suatu perkara duniawi yang sesungguhnya kecil sekali derajatnya untuk dijadikan sumber perpecahan,” kata dia.

    Said merupakan pribadi yang sangat lekat dengan tradisi NU. Sejak kecil, dia dididik, beribadah, maupun bermuamalah dengan tradisi Nahdliyah dan memegang teguh ajaran tawadlu’, tabayun, serta akhlaqul karimah yang termaktub dalam kitab Ta’lim Muta’alim.

    “Apakah tradisi ini sudah tidak bisa lagi berjalan di PBNU, sehingga harus pecah menjadi konflik terbuka? Sebagai bagian dari jam’iyah ini, saya sekali lagi sedih dan merasa malu. Kami meneladani dan senantiasa menjadikan ulama pesantren sebagai contoh akhlakul karimah, namun kenapa kami, jam’iyah ini mendapatkan tontonan seperti ini,” terang dia.

    Sebagai bagian dai jam’iyah NU, Said menyampaikan permohonan agar para masyayih kiai di PBNU untuk kembali islah. “Islah sebagai jalan yang perlu diutamakan. Para mustasyar PBNU, para kiai sepuh, para ahlul halli wal aqdi mohon berkenan untuk menjadi jembatan terwujudnya jalan islah ini,” tegas Said.

    Selanjutnya, Said mengingatkan perpecahan yang terjadi tidak hanya merugikan NU namun juga bangsa ini. Apalagi, peran NU dikenal luas hingga internasional.

    “Dengan terpecahnya jajaran di PBNU, yang diruginkan adalah bangsa ini. Dunia mengakui bahwa NU adalah jangkar utama kekuatan Islam Indonesia, bersama dengan Muhammadiyah untuk membangun umat, memberikan pendidikan karakter, sekaligus memberikan berbagai pelayanan ekonomi dan sosial kepada umat,” kata Ketua Banggar DPR RI ini.

    Bila konflik berkepanjangan, terang Said, energi PBNU akan tersedot untuk mengurusi konflik. Padahal fokus NU harus ke pelayanan kepada para jam’iyah di bawah.

    “Bila tidak ada jalan islah, dan jalan pecat memecat yang ditempuh, maka akan ada luka, ada perpecahan yang tidak bisa di sudahi dengan sekedar keputusan organisasi, karena ujungnya yang zero sum game (menang kalah), tidak memenangkan semua. Akan ada martabat yang direndahkan,” terang politisi yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini.

    Lebih lanjut, Said juga berharap para pendukung untuk tidak saling terus membakar hawa panas melalui berbagai forum, baik di media massa, media sosial, termasuk juga berbagai pertemuan fisik. “Saya berharap untuk menahan diri dan menjaga semangat untuk mengupayakan persatuan. Dengan demikian medan konflik tidak semakin meluas,” ucap dia.

    Dia pun yakin, dengan keluasan hati, ikhtiar, tawakal, serta semangat pengabdian kepada umat, para ulama kita bisa mendapatkan menempuh jalan islah. “Kami para jam’iyah mendoakan hal itu segera terwujud. Amien ya robbal alamin,” tutup Said. [beq]

  • Fatwa MUI Salat Jumat di Jalan Raya Sah dalam Sejarah Hari Ini, 29 November 2016

    Fatwa MUI Salat Jumat di Jalan Raya Sah dalam Sejarah Hari Ini, 29 November 2016

    JAKARTA – Sejarah hari ini, sembilan tahun yang lalu, 29 November 2016, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa soal salat Jumat di jalan raya sah. Fatwa itu dikeluarkan karena salat Jumat adalah kewajiban umat Islam. Salat bisa di jalan, asal sudah berkoordinasi.

    Sebelumnya, aksi bela Islam sedang maraknya terjadi di Indonesia. Aksi itu antara lain 411 dan 212. Istimewa rangkaian kegiatan Aksi 212 di Jakarta akan diselingi dengan salat Jumat bersama. Alhasil, MUI diminta keluarkan fatwa terkait salat Jumat di jalan.

    Politikus harus hati-hati dalam menghubungkan politik dan agama. Kala keduanya bercampur, niscaya akan mendatangkan masalah. Ambil contoh kala Ahok blunder membawa-bawa ayat suci Al Quran dalam pidatonya.

    Niatan Ahok awalnya ingin mengingatkan warga Jakarta supaya tak mudah terjebak dalam politik identitas. Ia meminta warga Jakarta untuk tak mau dibohongi dengan surat Al Maidah 51. Suatu surat yang mengungkap bahwa pemimpin harus seiman.

    Alhasil, umat Islam menganggap pernyataan Ahok secara serius. Ada yang memandang Ahok mengungkap Al Maidah bohongi rakyat. Ada juga yang menganggap politikus menggunakan Al Maidah untuk bohongi masyarakat.

    Sejumlah pendukung mantan Ketua Umun Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais shalat berjamaah di depan Polda Metri Jaya Jalan Jenderal Sudirman Jakarta Selatan, Rabu (10/10/2018). (Facebook/KataKita)

    Masalahnya orang-orang banyak memahami yang pertama. Gelora Ahok penista agama muncul di mana-mana. Laporan demi laporan sudah dikirimkan ke Polri. Umat Islam yang tersinggung meminta aparat segera menganggambil tindakan. Namun, keinginan itu tak langsung terwujud.

    Alhasil, aksi bela Islam muncul di mana-mana. Rencananya aksi besar 212 akan digelar pada 2 Desember 2016 mendatang. Namun, kehadiran aksi 212 membuat Polri meminta MUI mengkaji rencana salat Jumat berjamaah di jalan saat aksi 212.

    “Polri minta MUI mengeluarkan fatwa tentang shalat di jalanan, maka yang dibicarakan adalah fatwa. Maka kami minta komisi fatwa untuk mengkajinya. Bagaiamana hukumnya salat Jumat di jalan,” kata Wakil Ketua MUI,Yunahar Ilyas sebagaimana dikutip laman Republika, 24 November 2016.

    MUI pun segera bergerak cepat dalam mengkaji hukum salat Jumat di jalan. Puncaknya, MUI mengeluarkan fatwa hukumnya sah salah Jumat berjamaah di jalan pada 29 November 2016. MUI menganggap sah selama kekhusyukan salat terjamin, ada tempatkan pelaksanaan suci dari najis.

    Salat Jum’at pun dilakukan tak boleh jauh dari pemukiman. Hal yang paling penting tidak mengganggu kemaslahatan umum. pun salah di luar masjid harus mematuhi aturan yang berlaku, artinya ada pemberitahuan kepada aparat.

    Suatu yang bertujuan melakukan pengamanan dan rekayasa lalu lintas jika itu dalam konteks ikut demonstrasi. Kemudian, fatwa itu membuat pelaksanaan salat Jumat dalam Aksi 212 dipandang sah.

    “Shalat Jumat dalam kondisi normal dilaksanakan di dalam bangunan, khususnya masjid. Namun, dalam kondisi tertentu sah dilaksanakan di luar masjid selama berada (tak jauh) dari area permukiman,” kata Ketua Komisi Fatwa MUI, Hasanuddin sebagaimana dikutip laman ANTARA, 29 November 2016.