Tag: Alwi

  • Alasan Dealer Jarang Jual Motor Listrik Bekas, Apa Saja?

    Alasan Dealer Jarang Jual Motor Listrik Bekas, Apa Saja?

    Jakarta

    Motor bekas kerap jadi pilihan bagi yang sangat memerlukan kendaraan, namun tidak tersedia cukup dana. Namun tidak seperti motor dengan bahan bakar BBM, motor listrik bekas sangat sulit ditemukan.

    Alasan Jarang Ada Dealer yang Jual Motor Listrik Bekas

    Ada beberapa alasan kenapa belum banyak bahkan hampir tidak ada dealer yang menjual motor listrik bekas. Menurut Sekretaris Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI), Abdullah Alwi dalam arsip detikOto, berikut penjelasannya:

    1. Populasi Motor Listrik Lebih Sedikit Dibanding Motor Bensin

    Populasi motor bensin yang mencapai 130 juta unit, beda jauh dengan motor listrik dengan jumlah hanya 75 ribu unit. Dengan populasi yang masih terbatas, kesempatan jual beli motor listrik bekas tidak sebesar motor berbahan bakar fosil.

    2. Biasanya Dijual secara Personal

    Biasanya orang menjual motor listrik bekas secara personal, bukan di dealer. Penjualan motor listrik bekas dapat ditemui di berbagai situs marketplace.

    3. Baru Populer

    Motor listrik baru populer sekitar tahun 2020. Jadi, masih banyak orang yang senang menggunakan motor listrik dan belum ingin menjualnya. Motor listrik baru masih lebih diminati daripada yang bekas.

    Apakah Motor Listrik Bekas Masih Tetap Bernilai?

    Meski bekas, motor listrik masih tetap bernilai. Ketika kesehatan baterainya menurun, pemiliknya tidak perlu mengeluarkan ongkos besar untuk menggantinya, berbeda dengan mobil listrik.

    “Pada prinsipnya, motor listrik kalau diganti baterainya ya segar lagi. Tapi kembali lagi, jenis motornya, ada motor-motor yang low dan high end. Kalau high end pasti sekennya orang mau beli. Apalagi kalau aftersales dan sparepart-nya terjamin. Karena ketika rusak, dia tetap bisa benerin,” kata Alwi.

    Abdul menegaskan, biasanya motor listrik dari merek ternama yang aftersalesnya terjamin lebih banyak dicari oleh pembeli. Hal tersebut dikarenakan, meski bekas pakai, minimal konsumen mempunyai jaminan perbaikan.

    “Jadi (tergantung) kualitas motor dan layanan purnajual. Kalau keduanya bagus, harga sekennya ya tetap terjaga lah, terlepas jatuh atau nggak (nilainya) ya tergantung hukum ekonomi,” tambah Alwi.

    (row/row)

  • Hukum Membaca 3 Kali Surah Yasin Saat Malam Nisfu Syaban

    Hukum Membaca 3 Kali Surah Yasin Saat Malam Nisfu Syaban

    Jakarta, Beritasatu.com – Umat muslim biasanya menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan berbagai macam ibadah, termasuk membaca surah Yasin. Tradisi ini sudah di masyarakat dan menjadi suatu keharusan dilaksanakan.

    Namun, bagaimana sebenarnya hukum membaca surah Yasin tiga kali di malam Nisfu Syaban dalam pandangan Islam? Dilansir dari NU Online, berikut penjelasannya!

    Dasar Hukum Membaca Surah Yasin di Malam Nisfu Syaban

    Secara syariat, tidak ada larangan dalam Islam untuk membaca surah Yasin sebanyak tiga kali pada malam Nisfu Syaban. Bacaannya merupakan bagian dari Al-Qur’an dan doa yang dipanjatkan pun ditujukan kepada Allah Swt. Dengan demikian, amalan ini bukan sesuatu yang bertentangan dengan ajaran Islam.

    Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas al-Maliki menjelaskan bahwa berdoa kepada Allah dan memohon hajat tidak menafikan keikhlasan amal ibadah seseorang.

    Artinya, para hamba Allah Swt boleh saja berdoa agar Ia memenuhi segala hajatnya tanpa harus khawatir akan amalnya. Ini yang disebut dalam istilah agama dengan sebutan ‘tawassul’ atau ‘wasilah’.

    Tawasul atau wasilah merupakan upaya mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukan amal saleh. Salah satu dalil yang sering dijadikan rujukan terkait tawasul adalah cerita Rasulullah SAW mengenai tiga orang yang terjebak di dalam gua.

    Mereka berdoa kepada Allah dengan menyebutkan amal baik yang pernah mereka lakukan. Berkat tawasul melalui amal saleh tersebut, Allah mengabulkan doa mereka dan menyelamatkan mereka dari gua.

    Istilah ‘wasilah’ juga disebutkan dalam Al-Qur’an dalam surah Al-Maidah ayat (35).

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَابْتَغُوْٓا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهٖ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, carilah wasilah (jalan untuk mendekatkan diri) kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya agar kamu beruntung” (QS Al-Maidah: 35).

    Malam Nisfu Syaban adalah kesempatan bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memohon keberkahan dalam hidup. Oleh karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk mengisi malam ini dengan amalan-amalan terbaik.

    Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa membaca surah Yasin tiga kali di malam Nisfu Syaban adalah amalan yang diperbolehkan dalam Islam. Tidak ada dalil yang secara khusus mewajibkan atau melarangnya. 

  • Workshop Pengembangan Bahasa Arab, Sinergi ARLIC dan IMLA untuk Masa Depan Bahasa Arab di Indonesia

    Workshop Pengembangan Bahasa Arab, Sinergi ARLIC dan IMLA untuk Masa Depan Bahasa Arab di Indonesia

    Liputan6.com, Jakarta – Arabic Lingual Center (ARLIC) bekerja sama dengan Ittihad Mudarrisi Al-Lughah Al-Arabiyah (IMLA) Indonesia sukses menyelenggarakan Workshop Pengembangan Bahasa Arab di Indonesia pada 27-28 Januari 2025 di Hotel Naraya Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Dengan tema “Bersinergi dan Bekerjasama untuk Pengembangan Bahasa Arab di Indonesia”, acara ini menjadi momentum strategis untuk membangun kolaborasi yang lebih erat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab di tanah air.

    Acara dimulai pada Senin siang dengan sambutan selamat datang dari Andy Hadiyanto, perwakilan UNJ sekaligus tuan rumah kegiatan. Dalam sambutannya, Andy menegaskan komitmen UNJ untuk terus berpartisipasi aktif dalam mendukung pengembangan bahasa Arab di Indonesia. Ia juga mengapresiasi ARLIC dan IMLA atas kepercayaan mereka memilih UNJ sebagai tempat pelaksanaan workshop ini. Andy menyatakan bahwa UNJ akan terus berkontribusi aktif dalam memajukan pembelajaran bahasa Arab di Indonesia melalui kolaborasi dan inovasi bersama.

    Direktur ARLIC, Alwi Shahab, memaparkan perjalanan ARLIC sejak 2019 yang telah aktif mengadakan berbagai kegiatan dan membangun jejaring kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk IMLA. Ia menekankan bahwa metode Al-Lisan Al-Umm menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab di Indonesia. 

    Untuk tahun 2025, Alwi menyampaikan bahwa ARLIC memiliki visi memperluas kegiatannya dengan memanfaatkan metode baru atau mengembangkan metode yang lebih relevan dengan kebutuhan lokal, khususnya dari aspek pengadaan dan konten pembelajaran. Dalam paparannya, ia juga menawarkan beberapa program, seperti kursus bahasa Arab, program imersi, bimbingan teknis (BIMTEK), pelatihan pelatih (Training of Trainers/TOT), pengembangan kurikulum, buku ajar, hingga pedoman pengajaran bahasa Arab. Program-program ini direncanakan untuk dilaksanakan di Indonesia maupun luar negeri, termasuk di Yordania, Mesir, Oman, Yaman, dan Maroko.

    Sementara itu, Ketua Umum IMLA Indonesia, Prof. Uril Bahruddin, menggambarkan hubungan antara ARLIC dan IMLA sebagai “sepasang suami istri yang tidak mungkin terpisahkan.” Menurutnya, IMLA dengan sumber daya manusia yang dimilikinya siap memberikan dukungan penuh terhadap program-program ARLIC untuk mengembalikan kemuliaan bahasa Arab di Indonesia. Prof. Uril menegaskan bahwa sinergi antara kedua organisasi ini merupakan langkah penting untuk memajukan pendidikan bahasa Arab secara berkelanjutan.

    Workshop yang berlangsung hingga Selasa, 28 Januari 2025, membahas secara detail bentuk kerja sama strategis antara ARLIC dan IMLA untuk tiga tahun ke depan (2025-2027).

    Diskusi ini menghasilkan kesepakatan penting yang dituangkan dalam penandatanganan adendum Memorandum of Understanding (MoU) dan dua Perjanjian Kerja Sama (PKS) teknis. PKS ini mencakup pengembangan program utama pembelajaran bahasa Arab dan sosialisasi produk-produk pembelajaran inovatif.

    Hasil workshop ini menyepakati sejumlah program unggulan, termasuk pelaksanaan Training of Trainers (TOT) untuk 100 kader anggota IMLA dari 10 daerah guna mencetak pelatih berkualitas yang dapat meningkatkan kapasitas pengajar di wilayah masing-masing. Selain itu, disepakati pula program BIMTEK untuk 1.000 pengajar bahasa Arab dari 10 wilayah, yang bertujuan memperkuat kompetensi mereka dalam mengaplikasikan metode pembelajaran inovatif. Tidak ketinggalan, ada program peningkatan kemampuan bahasa Arab melalui kegiatan imersi di negara-negara Timur Tengah seperti Yordania, Mesir, Oman, Yaman, dan Maroko, serta melalui pertukaran dosen dan mahasiswa, kemah bahasa Arab, dan kursus bahasa Arab.

    Workshop ini ditutup dengan optimisme dari kedua organisasi. Alwi Shahab menegaskan komitmen ARLIC untuk terus membuka ruang inovasi dalam metode pembelajaran bahasa Arab di Indonesia. Ia menyatakan keyakinannya bahwa sinergi antara ARLIC dan IMLA akan membawa dampak signifikan bagi pembelajaran bahasa Arab di Indonesia. Prof. Uril Bahruddin juga menyampaikan bahwa dukungan penuh dari IMLA akan mempercepat terwujudnya tujuan bersama. Ia menegaskan bahwa program-program ini akan menjadi langkah nyata untuk mengembalikan kejayaan bahasa Arab di Indonesia.

    Workshop ini menciptakan pijakan strategis bagi ARLIC dan IMLA untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab di Indonesia, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dengan semangat sinergi, kedua organisasi optimis mampu menghadirkan inovasi pendidikan bahasa Arab yang berkelanjutan.

  • Penegak Hukum Didorong Selidiki Dugaan Pidana Korporasi Terkait Polemik Pagar Laut Tangerang – Halaman all

    Penegak Hukum Didorong Selidiki Dugaan Pidana Korporasi Terkait Polemik Pagar Laut Tangerang – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), R Haidar Alwi mendesak lembaga penegak hukum mengusut dugaan tindak pidana korporasi dalam polemik pagar laut di Tangerang.

    Menurutnya, tidak cukup hanya dengan sanksi denda administratif bagi pemilik pagar laut atau sanksi etik dan disiplin bagi pegawai BPN yang menerbitkan sertifikat.

    “Tapi lembaga penegak hukum juga harus menyelidiki dugaan tindak pidana korporasinya. Karena kasus ini jelas bersentuhan dengan pengembang raksasa,” kata R Haidar Alwi, Jumat (24/1/2025).

    Ia menilai, kasus tersebut telah memenuhi unsur mens rea (niat jahat) maupun actus reus (perbuatan jahat). Dalam hal ini, mens rea diartikan sebagai niat memagari laut dan niat menyertifikatkan area laut.

    Sementara actus reusnya tercermin dari adanya pagar laut sepanjang 30,16 kilometer dan sertifikat cacat hukum.

    “Loh, korporasi kan tidak punya hati dan pikiran. Lalu bagaimana mungkin ada mens rea atau niat jahat? Niat dan tindakan korporasi tergambar dari manajemennya,” ungkap R Haidar Alwi.

    Dirinya menyebut, tindakan tersebut patut diduga demi kepentingan korporasi sehingga mendapatkan keuntungan darinya.

    Meskipun anak perusahaan memiliki kekayaan terpisah dari pemegang sahamnya, induk perusahaan tidak serta merta bisa lepas tangan atas tindakan anak perusahaannya.

    Selain laporan keuangan keduanya terkonsolidasi, induk perusahaan sebagai pemegang saham juga ikut dalam RUPS anak perusahaan. Apalagi, direktur dan komisaris anak perusahaan terkait merupakan top manajemen induk perusahaan.

    “Dalam delik fungsionalnya, ditemukan indikasi kesesuaian antara tindakan anak perusahaan dengan apa yang dijalankan oleh induk perusahaan.

    Lahan dan pengembang properti adalah dua hal yang berhubungan erat. Dengan demikian, korporasi dapat dimintakan pertanggung jawaban pidana,” tutup R Haidar Alwi.

    Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Batalkan 50 SHGB dan SHM Area Pagar Laut Tangerang

    Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid mengatakan pihaknya telah membatalkan 50 bidang tanah yang memiliki sertifikat HGB dan SHM di pagar laut Desa Kohod, Kacamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten.

    Pernyataan tersebut disampaikan Nusron Wahid saat meninjau pagar laut di Desa Kohod pada Jumat (24/1/2025).

    “Satu satu, dicek satu-satu. Karena pengaturannya begitu. Ini aku belum tahu ada berapa itu yang jelas Hari ini ada lah. Kalau sekitar 50-an ada kali,” ungkapnya. 

    Kunjungan Nusron kali ini, untuk melihat secara langsung titik yang terdapat Hak Guna Bangunan (HGB) dan Sertifikat Hak Milik (SHM), baik milik perusahaan maupun perorangan.
     

     

     

  • Kapolres Gresik Ziarah ke Makam Malik Ibrahim dan Sunan Giri, Dapat Cerita Begini!

    Kapolres Gresik Ziarah ke Makam Malik Ibrahim dan Sunan Giri, Dapat Cerita Begini!

    Gresik (beritajatim.com)- Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu berziarah ke makam dua penyiar Islam di Pulau Jawa. Yakni Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri. Didampingi Ketua Yayasan Makam Sunan Giri, Izuddin Sodik dan juru kunci makam H.Aziz Zawahir.

    AKBP Rovan dengan khidmat mendengarkan cerita perjuangan Sunan Giri menyebarkan Islam di wilayah Gresik dan sekitarnya.

    Sebagai bentuk penghormatan terhadap Sunan Giri. Alumni Akpol 2006 ini menaburkan bunga, dan memanjatkan doa di depan makam Sunan Giri.

    Setelah dari makam Sunan Giri, AKBP Rovan Richard Mahenu melanjutkan perjalanan ke makam Syekh Maulana Malik Ibrahim, seorang tokoh yang dikenal sebagai pelopor penyebaran Islam di nusantara.

    Selama 30 menit Kapolres Gresik berdoa didampingi juru kunci makam, Habib Husein Syahab. Ziarah ditutup di Masjid Jami’ Gresik, tempat peristirahatan terakhir dua tokoh besar, Habib Abu Bakar dan Habib Alwi bin Muhammad Hasyim Assegaf.

    AKBP Rovan Richard Mahenu mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud penghormatan dan rasa syukur kepada para leluhur yang telah berjasa besar dalam penyebaran islam.

    “Ziarah ini adalah bentuk apresiasi kami terhadap perjuangan para wali dan ulama. Semoga keberkahan dari perjuangan beliau senantiasa dirasakan oleh masyarakat Gresik,” katanya, Jumat (24/1/2025).

    Dirinya juga memanjatkan doa agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Gresik kondusif aman dan terkendali. [dny/aje]

  • Saksikan INTERUPSI HGB Pagar Laut Dicabut, Siapa Diusut? Malam Ini Bersama Ariyo Ardi, Anisha Dasuki, dan Narasumber Kredibel, Live di iNews

    Saksikan INTERUPSI HGB Pagar Laut Dicabut, Siapa Diusut? Malam Ini Bersama Ariyo Ardi, Anisha Dasuki, dan Narasumber Kredibel, Live di iNews

    loading…

    Pagar laut di Kabupaten Tangerang, Banten. Foto/SINDOnews/Danan Daya

    JAKARTA – Hak Guna Bangunan (HGB) di laut kawasan Tangerang, Banten, menjadi isu kontroversial. Pemerintah akhirnya mencabut HGB pagar laut di kawasan tersebut, yang sebelumnya menjadi sorotan publik akibat dugaan pelanggaran administratif dan potensi konflik kepentingan.

    Permasalahan ini akan dibahas secara mendalam dalam INTERUPSI “HGB Pagar Laut Dicabut, Siapa Diusut?” malam ini bersama Ariyo Ardi, Anisha Dasuki, Haidar Alwi, M. Rofi’i Mukhlis, dan para narasumber kredibel lainnya.

    Pencabutan HGB ini menjadi salah satu langkah tegas yang diambil pemerintah setelah melalui investigasi panjang. Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tangerang menyatakan bahwa keputusan ini dilakukan berdasarkan temuan bahwa penerbitan HGB tersebut tidak sesuai prosedur hukum.

    Pencabutan HGB di Desa Kohod ini juga menjadi contoh nyata bagaimana pelanggaran tata ruang dan administrasi pertanahan dapat berdampak besar pada masyarakat. Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya transparansi dalam proses pengelolaan lahan, khususnya di kawasan pesisir yang rawan konflik.

    Pencabutan HGB ini pun memunculkan berbagai pertanyaan, termasuk siapa saja pihak yang dimintai pertanggungjawaban atas persoalan ini. Lantas, bagaimana para pakar membahas lebih dalam kasus HGB pagar laut ini?

    Saksikan selengkapnya INTERUPSI malam ini bersama para narasumber, Haidar Alwi-Pendiri Haidar Alwi Institute, M. Rofi’i Mukhlis-Ketua Barisan Ksatria Nusantara, Mukri Friatna-Deputi Eksternal Eksekutif Nasional WALHI, Erwin Suryana-Deputi Pengelolaan Program & Jaringan KIARA, Ossy Dermawan-Wamen ATR/BPN, ⁠Iwan Dharmawan – DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar, Pukul 20.00 WIB, Live di iNews.

    (zik)

  • Ratusan Pelayat Antar HM Alwi Hamu ke Pekuburan Keluarga HM Jusuf Kalla

    Ratusan Pelayat Antar HM Alwi Hamu ke Pekuburan Keluarga HM Jusuf Kalla

    FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Prosesi pemakaman Chairman Fajar Group, HM Alwi Hamu, berlangsung khidmat dan penuh haru di Pekuburan Keluarga HM Jusuf Kalla, Jalan Ir. Sutami, Pattene, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, pada Minggu (19/1/2025) siang.

    Tokoh pers dan pengusaha ternama ini dimakamkan setelah perjalanan panjang pengabdian dan dedikasi kepada masyarakat, khususnya di dunia jurnalistik dan bisnis.

    Ratusan pelayat hadir, mulai dari keluarga besar, kolega, hingga tokoh masyarakat.

    Mantan Wakil Presiden RI, HM Jusuf Kalla hingga Dai kondang kota Makassar, Ustaz Das’ad Latif turut hadir memberikan penghormatan terakhir kepada sahabat dan kerabat dekatnya tersebut.

    Pantauan di lokasi, isak tangis terdengar saat jenazah HM Alwi Hamu dimasukkan ke liang lahat.

    Sebelumnya, jenazah almarhum disalatkan di Masjid Al Markaz Al Islami, yang dihadiri oleh banyak tokoh penting, termasuk pejabat daerah, rekan bisnis, dan insan pers.

    Setelah itu, jenazah dibawa ke Graha Pena untuk penghormatan terakhir sebelum akhirnya dimakamkan di pekuburan keluarga.

    HM Jusuf Kalla saat melepas jenazah menyebut bahwa HM Alwi Hamu adalah sosok yang penuh integritas dan visioner, terutama dalam dunia media dan bisnis.

    “Beliau adalah sosok yang tidak hanya menginspirasi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam membangun bangsa, khususnya di Sulawesi Selatan,” ungkap JK dengan nada penuh emosional di Masjid Al Islami Al Markaz.

    HM Alwi Hamu dikenal sebagai tokoh pers yang tak kenal lelah dalam membangun media di Indonesia Timur.

  • Pendiri Bosowa Ceritakan Persahabatannya dengan Alwi Hamu dan JK, Berlomba Bangun Gedung Tertinggi di Makassar

    Pendiri Bosowa Ceritakan Persahabatannya dengan Alwi Hamu dan JK, Berlomba Bangun Gedung Tertinggi di Makassar

    FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pendiri Bosowa Grup, Aksa Mahmud, menceritakan persahabatannya dengan pendiri Fajar Grup, HM Alwi Hamu. Serta Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK).

    Aksa mengatakan, sudah lama berkenalan dengan Alwi dan juga JK. Mereka akrab sejak sama-sama berstatus sebagai mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas).

    Setelah selesai di Unhas, ketiganya membangun bisnis. Aksa mendirikan Bosowa Grup, Alwi mendirikan Fajar Grup, lalu JK melanjutkan usaha orang tuanya di Kalla Grup.

    “Kita sepakat membangun gedung paling tinggi di Makassar,” kata Aksa usai melayat di kediaman Alwi di Jalan Kapten Pierre Tandean, Makassar, Sabtu (18/1/2025).

    Alwi, melalui Fajar Grup membangun Graha Pena. Kemudian Aksa Menara Bosowa, dan JK Wisma Kalla.

    Setelah tiga bangunan tertinggi di Makassar kala itu terbangun, mereka berkumpul. Lalu saling mengadu siapa yang membangun gedung paling tinggi.

    “Secara lantai saya tertinggi, 23. (Alwi) 19 toh. Pak JK 16,” beber Aksa.

    Namun kala itu, Alwi menentang Aksa. Menurut Alwi, tutur Aksa, Graha Pena lah yang paling tinggi.

    “Saya tertinggi, karena ada menaranya. Kau cuma 23,” ujar Aksa, menirukan perkataan Alwi kala itu.

    JK pun tak mau kalah. Ia menantang kedua sahabatnya siapa yang menempati jabatan tertinggi di pemerintahan.

    “Kalau begitu, siapa yang paling tinggi jabatannya di pemerintahan,” kenang Aksa menirukan perkataan JK waktu itu.

    Diketahui, jenazah Alwi Hamu tiba di kediamannya di Jalan Kapten Pierre Tandean, Makassar, Sabtu 18 Januari 2025.

    Mendiang Alwi tiba pada pukul 21.38 WITA menggunakan ambulans RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar. Disambut dengan tangisan sejumlah kerabat yang hadir.

  • Suasana Kedatangan Jenazah Alwi Hamu di Bandara, Disambut Langsung Jusuf Kalla

    Suasana Kedatangan Jenazah Alwi Hamu di Bandara, Disambut Langsung Jusuf Kalla

    FAJAR.CO.ID, MAROS — Jenazah Chairman Fajar Group, HM Alwi Hamu, tiba di Cargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Sabtu, 18 Januari 2025.

    Pantauan FAJAR di lapangan, jenazah tiba sekitar pukul 21.12 Wita dan langsung dinaikkan ke mobil ambulance RSUP dr Wahidin DR Sudirohusodo.

    tampak Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, HM Jusuf Kalla (JK) juga menyambut kedatangan jenazah almarhum di Cargo Bandara.

    “Tentu kita berdukacita,” kata JK saat ditemui di Cargo Bandara Sultan Hasanuddin.

    Bagi JK, almarhum adalah sosok teman yang baik.

    “Sudah seperti saudara, teman yang baek,” singkatnya.

    Baginya hampir semua kebersamaan dengan almarhum adalah kenangan yang tak terlupakan.

    Sejumlah iring-iringan kendaraan pun mengiringi jenazah almarhum ke rumah duka di Jalan Kapten Pierre Tendean Blok J/14. (rin)

  • Sosok H. M. Alwi Hamu, Tokoh Pers Sulawesi Selatan dan Pendiri Harian Fajar yang Meninggal Dunia – Halaman all

    Sosok H. M. Alwi Hamu, Tokoh Pers Sulawesi Selatan dan Pendiri Harian Fajar yang Meninggal Dunia – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – H. M. Alwi Hamu adalah tokoh pers terkemuka asal Sulawesi Selatan dan juga pendiri Harian Fajar.

    Pria kelahiran 28 Juli 1944 itu merupakan lulusan Sarjana Muda Teknik.

    Ia merupakan putra dari Haji Muhammad Syata.

    Alwi Hamu telah menikah dengan Hj. Nuraini Gani Ottoh.

    Ketertarikan Alwi Hamu pada dunia jurnalistik sudah terlihat sejak masa kuliah.

    Saat menjadi mahasiswa, ia aktif di Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) wilayah Sulawesi Selatan sebagai Sekretaris Jenderal.

    Sebagai wadah bersuara, Alwi Hamu dan rekan-rekannya menerbitkan surat kabar harian KAMI.

    Dari situlah, ia memulai perjalanannya di dunia media cetak.

    Pada 1972, Alwi Hamu mendirikan majalah Intim bersama teman-temannya.

    Enam tahun kemudian, ia bergabung dengan surat kabar Tegas.

    Alwi Hamu didapuk sebagai Wakil Pemimpin Umum surat kabar Tegas.

    Namun, Alwi Hamu mengundurkan diri karena perbedaan pandangan dengan manajemen.

    Setelah keluar dari surat kabar tersebut, Alwi Hamu kemudian mendirikan surat kabar yang bernama Fajar.

    Surat kabar Fajar mulai beroperasi pada 1981.

    Dalam pengembangan surat kabar itu, ia juga turut mengajak Wakil Presiden Republik Indonesia ke-12, Jusuf Kalla, untuk menjadi investor.

    Di bawah kepemimpinan H. M. Alwi Hamu, Fajar Group tumbuh menjadi salah satu grup media besar di Sulawesi. 

    Grup ini tidak hanya menaungi surat kabar Harian Fajar, tetapi juga mengelola sejumlah surat kabar regional seperti Kendari Pos, Palopo Pos, dan Radar Buton.

    Tak berhenti di media cetak, Alwi Hamu juga merambah ke dunia digital dengan meluncurkan portal berita Fajar.co.id.

    Selain itu, Alwi Hamu tercatat pernah menjadi Staf Khusus Wakil Presiden.

    Alwi Hamu diketahui aktif dalam berorganisasi.

    Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Serikat Perusahaan Pers (SPS) dan penasihat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). 

    Alwi Hamu dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Puri Indah, Jakarta Barat, pada Sabtu (18/1/2025), pukul 06.50 WIB.

    Jenazah akan dimakamkan di Makassar, pada Minggu (19/1/2025).

    (Tribunnews.com/Falza) (Tribun-Timur.com/Sukmawati Ibrahim)