Tag: Alfons Tanujaya

  • Bisakah Sidik Jari Diambil dari Foto Pose Andalan Bapak-bapak?

    Bisakah Sidik Jari Diambil dari Foto Pose Andalan Bapak-bapak?

    Jakarta

    Viral di medsos katanya sidik jari bisa diambil dari foto pose andalan bapak-bapak. Yoi, pose apalagi selain foto menunjukkan ibu jari alias gaya sip ke kamera.

    Tapi apakah benar sidik jari bisa diambil dari sebuah foto atau video yang diunggah ke media sosial?

    “Secara teori kalau kameranya bagus banget itu salam dua jari, salam gaya jempol bapak-bapak, bisa memberikan informasi fingerprint. Tetapi resolusinya harus tinggi dan tidak dikompres, pencahayaan tepat juga datanya cukup,” ujar pengamat keamanan siber Vaksincom Alfons Tanujaya kepada detikINET, Jumat (2/5/2025).

    Mungkin yang harus hati-hati adalah influencer atau content creator yang sering memberikan video gambar tangan, misalnya saat pegang HP. Apabila kontennya dikumpulkan, memungkinkan saja didapatkan sidik jarinya.

    “Akan tetapi kalau dari foto biasa yang di-share ke sosmed umumnya sudah dikompres dan datanya sangat sulit untuk bisa diambil dari 1 foto, kecuali foto high resolution yang di-share,” imbuhnya.

    Namun perlu dicatat, secara umum, foto yang diunggah ke media sosial sudah pasti dikompres sehingga menyulitkan niat pelaku kejahatan. Dari teori dapat dikatakan kemungkinkan, tetapi dalam pelaksanaannya sangat sulit dan resikonya relatif rendah.

    Justru ada hal lain yang perlu diwaspadai karena biometrik itu bukan hanya sidik jari. Ada pula palm print, face recognition, voice dan iris.

    “Jauh lebih mudah mengekstrak face, voice daripada fingerprint dari foto di sosmed. Jadi menurut aku itu kekhawatiran yang berlebihan,” tegas Alfons.

    Menurut Alfons, biasanya itu adalah model konten yang MPO alias Mencari Perhatian Orang. Jadi dibuat seolah-olah ada isu kejahatan yang secara teknis possible tetapi prakteknya sulit.

    “Yang penting viral saja dan biasanya ditambahkan di belakangnya, sebarkan informasi ini agar teman atau saudara tercinta anda tidak menjadi korban,” pungkasnya.

    (ask/ask)

  • Penipuan WhatsApp Korbannya Makin Banyak, Ini Modus Terbaru

    Penipuan WhatsApp Korbannya Makin Banyak, Ini Modus Terbaru

    Jakarta, CNBC Indonesia – WhatsApp menjadi aplikasi yang kerap dijadikan media untuk melakukan beragam modus penipuan. Untuk itu pengguna WhatsApp mesti waspada agar tidak menjadi korban yang rekeningnya dikuras habis.

    Modus yang umum digunakan adalah pengiriman file APK secara acak ke nomor WhatsApp. Penipu berharap korban mengklik, mengunduh, dan tanpa sadar menginstal aplikasi berbahaya yang bisa mencuri data pribadi hingga mengakses sistem ponsel.

    Teknik penipuan ini dikenal sebagai phishing, mirip dengan kejahatan siber yang mengandalkan link berbahaya lewat email. Dengan sekali klik, pengguna bisa tanpa sadar memberikan akses penuh ke perangkat atau akun keuangan mereka kepada pelaku.

    Untuk lebih lengkapnya, berikut sejumlah modus penipuan online yang tercatat permah terjadi di WhatsApp.

    1. Modus Kurir

    Penipuan ini dilaporkan akun Instagram yakni mengungkapkan chat Telegram dengan seseorang yang mengaku berasal dari J&T. Penipu mengirimkan lampiran dengan nama file berbentuk apk dengan tulisan LIHAT Foto Paket’.

    Mereka yang mengunduh file itu akan kehilangan uang yang disimpan di bank. Berbagai data termasuk keuangan yang bakal diambil oleh para pelaku.

    2. File Undangan Nikah

    Penipuan ini sempat jadi banyak perbincangan karena banyaknya pengguna WhatsApp yang mendapatkan. Mereka dikirimi file apk oleh orang yang tidak dikenal yakni sebuah undangan pernikahan.

    File atau aplikasi denga judul Surat Undangan Pernikahan Digital berukuran 6,6 mb. Para penipu mengajak korbannya membuka file untuk mengecek kebenaran file di dalamnya.

    3. Surat Tilang Palsu

    Sejumlah warganet juga mendapatkan dirinya dikirimi surat tilang palsu. Terdapat file apk berjudul ‘Surat Tilang-1.0 apk’ dalam chat tersebut.

    “AWAS! Hati-hati terhadap penipuan menggunakan modus kirim surat tilang lewat WhatsApp seperti ini. Jangan sekali-kali mengklik/download file dgn ekstensi “.apk” dari orang tak dikenal di gadget anda,” kicau akun @MurtadhaOne1.

    4. Catut MyTelkomsel

    Penipuan di WhatsApp lainnya juga pernah ada yang menggunakan nama MyTelkomsel. Ini merupakan aplikasi milik operator Telkomsel.

    Korban akan diminta klik file apk yang dikirimkan. Berikutnya mereka akan diminta memberikan izin akses pada sejumlah aplikasi, termasuk foto, video, SMS, dan akses akun layanan perbankan digital atau fintech.

    5. Pengumuman dari Bank

    Penipuan lain adalah membuat pengumuman yang seakan berasal dari bank. Isinya mengenai perubahan tarif transaksi dan transfer yang tidak masuk akal.

    Pengguna WhatsApp akan diberikan link untuk mengisi formulir. Link tersebut akan membuat data mereka dicuri para pelaku.

    6. Undangan VCS

    Modus lainnya adalah melakukan video call sex (VCS) dari nomor tidak dikenal. Mereka disebut akan memeras para korbannya.

    Dihubungi beberapa waktu lalu, Pakar keamanan siber Alfons Tanujaya mengatakan modus ini memanfaatkan ketidaktahuan seseorang soal teknologi dan menjadikannya ancamannya. “Ini pada prinsipnya adalah pemerasan yang memanfaatkan ketidaktahuan atau keamanan seseorang tentang teknologi,” kata dia.

    “Kalau ragu dan diperas, hubungi teman yang mengerti dan minta bantuannya untuk menghadapi ancaman-ancaman yang tidak kita mengerti, jangan main mengikuti ancaman saja,” paparnya.

    7. Kuras rekening pakai kode QR

    Metode lainnya yang sering digunakan adalah quishing, yaitu kombinasi dari kode QR dan phishing. Pelaku akan memancing korbannya agar mendapatkan informasi dan detail pribadi mereka.

    Saat memindai QR Code, biasanya korban akan dibawa ke situs tertentu. Selain bisa menunjukkan pesan teks biasa, situs tersebut bisa melacak daftar aplikasi hingga alamat peta korban.

    Pelaku memanfaatkan kemampuan tersebut untuk mengarahkan calon korbannya ke situs web palsu. Mereka akan membuat orang sulit mendeteksi situs yang akan dikunjungi sebelum membuka web.

    Wired menyebut, pelaku quishing akan mengelabui seseorang untuk mengunduh file ke dalam perangkat. Unduhan tersebut akan membahayakan perangkat milik korban.

    Langkah berikutnya, para korban akan diminta memasukkan beberapa kredensial login. Informasi itu akan didapatkan oleh pelaku quishing.

    Kejahatan ini semakin masif karena kode QR bisa dibuat dengan mudah dan siapa saja. Seseorang bisa membuatnya bahkan tanpa keahlian khusus.

    Cara Terhindar Quishing

    Namun ada cara untuk menghindari kejahatan quishing. Utamanya adalah jangan percaya QR code yang dipasang di tempat umum atau diberikan pada orang yang tidak jelas dari mana asalnya.

    Anda juga bisa mengenali QR code dengan tujuan kejahatan. Karena biasanya penipu akan meningkatkan rasa urgensi dan kekhawatiran calon korbannya. Misalnya dengan menyertakan pernyataan, “Pindai kode QR ini untuk memverifikasi identitas Anda atau mencegah penghapusan akun Anda”.

    Terakhir, jangan lupa mengaktifkan autentikasi dua faktor pada tiap akun. Selain itu, jangan lupa untuk keluar dari perangkat yang tidak digunakan lagi.

    (dem/dem)

  • Modus Baru Penipuan Video Call dari Kenalan, Kenali Ciri Deepfake

    Modus Baru Penipuan Video Call dari Kenalan, Kenali Ciri Deepfake

    Jakarta, CNBC Indonesia – Modus penipuan dengan teknologi deepfake makin mengkhawatirkan, terutama karena kemampuannya meniru suara, wajah, bahkan gerak tubuh seseorang secara meyakinkan.

    Tak hanya menyasar individu, teknologi ini juga mulai dimanfaatkan untuk menipu sistem perbankan.

    Alfons Tanujaya, pakar keamanan siber dari Vaksincom, membagikan tips penting agar masyarakat dan institusi keuangan tidak menjadi korban.

    Menurut Alfons, teknologi deepfake memang sulit dideteksi secara kasat mata dan kerap mengecoh korbannya.

    Ia menyoroti potensi risiko serius jika teknologi ini digunakan untuk membobol sistem perbankan.

    Untuk deepfake yang menyasar sistem perbankan harus ada peningkatan sistem verifikasi dari pihak bank.

    “Jangan terlalu hanya mengandalkan video call yang rentan dimanipulasi oleh deepfake,” ujar Alfons kepada CNBC Indonesia melalui pesan singkat, Selasa (29/4/2025).

    Ia kemudian memberikan contoh dengan menerapkan verifikasi tambahan seperti analisis biometrik lanjutan, deteksi liveness dalam verifikasi biometrik, dan penerapan multi factor authentication (MFA).

    Tak hanya pihak bank, masyarakat pun perlu lebih waspada dalam berinteraksi dengan pihak yang mengaku sebagai perwakilan lembaga keuangan.

    Alfons mengimbau agar masyarakat jangan langsung percaya pada pihak yang mengaku dari bank dan menghubungi lewat telepon atau pesan.

    “Jika ragu, segera hubungi nomor resmi customer service bank,” tegasnya.

    Ia mengatakan agar masyarakat jangan pernah memasukkan data pribadi atau OTP pada situs atau tautan yang tidak diyakini keamanannya.

    Bahkan jika tautan itu datang dari nomor resmi bank, tetap waspada. “Karena dalam beberapa kasus, nomor pengirim SMS bank bisa dipalsukan oleh penipu,” jelas Alfons.

    (dem/dem)

  • Ini Daftar HP yang Dukung Teknologi eSIM di Indonesia, Apa Saja? – Page 3

    Ini Daftar HP yang Dukung Teknologi eSIM di Indonesia, Apa Saja? – Page 3

    Sebagai solusi yang lebih efektif, Alfons Tanujaya menyarankan penerapan sistem pemblokiran IMEI untuk ponsel yang terbukti melakukan penipuan digital.

    Sistem ini akan memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan dan membuat biaya melakukan penipuan menjadi lebih mahal. Dengan memblokir IMEI, ponsel yang digunakan untuk kejahatan akan tidak berfungsi lagi di seluruh operator di Indonesia.

    “Buat sistem khusus untuk menerima laporan fraud dan setiap nomor ponsel yang terbukti melakukan fraud diidentifikasi dan IMEI ponsel yang melakukan fraud itu diblokir serta tidak bisa menggunakan layanan seluruh operator di Indonesia,” ujarnya. 

    Selain itu, menurut Alfons, hal yang juga perlu perhatian adalah ketegasan dan konsistensi menjalankan aturan yang sudah ditetapkan.

    “Mau pakai SIM, eSIM atau iSIM sekalipun, kalau prosedur pendaftaran layanan seluler tidak dijalankan dengan disiplin dan benar maka wacana menggunakan eSIM untuk menekan kejahatan seluler itu akan percuma,” ucapnya. 

  • Top 3 Tekno: Alasan Apple Masih Produksi iPhone di China Bikin Penasaran – Page 3

    Top 3 Tekno: Alasan Apple Masih Produksi iPhone di China Bikin Penasaran – Page 3

    Kementerian Komdigi (Komunikasi dan Digital) akhirnya menghadirkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital mengenai pemanfaatan eSIM. Lewat peraturan ini, Komdigi mendorong percepatan migrasi eSIM.

    Menurut Menkomdigi (Menteri Komunikasi dan Digital) Meutya Hafid, penggunaan eSIM bisa membantu menghindarkan pengguna dari spam, phishing, hingga judi online.

    Kendati demikian, menurut pakar keamanan siber Alfons Tanujaya, akar masalah penipuan digital bukan terletak pada jenis kartu SIM, melainkan lemahnya prosedur pendaftaran.

    Alfons menuturkan, meski eSIM menawarkan keamanan tambahan dengan kemampuan penguncian jarak jauh, penetrasi perangkat yang mendukung eSIM di Indonesia, hanya sekitar 15 persen.

    “Dan, sebagian besar adalah perangkat high-end yang cenderung tidak digunakan untuk kejahatan digital,” tutur Alfons dalam keterangan resmi yang diterima, Senin (14/4/2025).

    Dengan kata lain, Alfons mengatakan, sekalipun sudah menggunakan eSIM, tapi prosedur pendaftaran tidak diperbaiki dan dijalankan dengan baik dan benar, penyalahgunaan layanan seluler untuk aksi kejahatan seperti fraud tetap akan marak.

    Meski ia tidak menampik, eSIM memang membantu pengguna smartphone terutama mereka yang bepergian keluar negeri dan tidak perlu repot membongkar ponsel memasang kartu SIM baru.

    Baca selengkapnya di sini 

  • Komdigi Dorong Migrasi eSIM untuk Tekan Penipuan Digital, Ini Kata Pakar – Page 3

    Komdigi Dorong Migrasi eSIM untuk Tekan Penipuan Digital, Ini Kata Pakar – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Komdigi (Komunikasi dan Digital) akhirnya menghadirkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital mengenai pemanfaatan eSIM. Lewat peraturan ini, Komdigi mendorong percepatan migrasi eSIM. 

    Menurut Menkomdigi (Menteri Komunikasi dan Digital) Meutya Hafid, penggunaan eSIM bisa membantu menghindarkan pengguna dari spam, phishing, hingga judi online.

    Kendati demikian, menurut pakar keamanan siber Alfons Tanujaya, akar masalah penipuan digital bukan terletak pada jenis kartu SIM, melainkan lemahnya prosedur pendaftaran. 

    Alfons menuturkan, meski eSIM menawarkan keamanan tambahan dengan kemampuan penguncian jarak jauh, penetrasi perangkat yang mendukung eSIM di Indonesia, hanya sekitar 15 persen. 

    “Dan, sebagian besar adalah perangkat high-end yang cenderung tidak digunakan untuk kejahatan digital,” tutur Alfons dalam keterangan resmi yang diterima, Senin (14/4/2025). 

    Dengan kata lain, Alfons mengatakan, sekalipun sudah menggunakan eSIM, tapi prosedur pendaftaran tidak diperbaiki dan dijalankan dengan baik dan benar, penyalahgunaan layanan seluler untuk aksi kejahatan seperti fraud tetap akan marak.

    Meski ia tidak menampik, eSIM memang membantu pengguna smartphone terutama mereka yang bepergian keluar negeri dan tidak perlu repot membongkar ponsel memasang kartu SIM baru. 

    “Dan karena bentuknya digital, maka pengguna eSIM dapat menggunakan tambahan provider baru meskipun tidak memiliki slot kartu SIM tambahan asalkan ponselnya memang mendukung eSIM,” tuturnya menambahkan. 

     

  • Transaksi ATM Bersama Artajasa Naik 17,5% Lebaran 2025, Perkuat Keamanan Siber

    Transaksi ATM Bersama Artajasa Naik 17,5% Lebaran 2025, Perkuat Keamanan Siber

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa), penyedia sistem pembayaran digital, mencatat peningkatan transaksi di mesin ATM Bersama selama momen Ramadan – Lebaran 2025.

    Peningkatan tersebut tak terlepas dari upaya perusahaan yang terus menjaga kenyamanan transaksi dengan meningkatkan infrastruktur keamanan siber. 

    Artajasa mencatat jumlah transaksi yang diproses melalui jaringannya mengalami kenaikan pada Maret 2025 dibandingkan bulan sebelumnya.

    Transaksi melalui ATM Bersama dan ATM Bersama QR meningkat sekitar 17,5%, sementara ATM Bersama Debit tumbuh 18,3%. Peningkatan ini mencerminkan tingginya aktivitas masyarakat, baik dalam pengiriman uang antar keluarga maupun transaksi bisnis. 

    Selain itu, perputaran uang elektronik serta penggunaan kartu debit dan kredit juga mengalami kenaikan , seiring meningkatnya konsumsi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri. 

    Direktur Utama Artajasa Armand Hermawan mengatakan seiring dengan meningkatnya transaksi digital, aspek keamanan menjadi perhatian utama. Potensi risiko kejahatan siber, seperti phishing dan skimming, makin meningkat seiring dengan melonjaknya jumlah transaksi. 

    Artajasa memastikan bahwa setiap transaksi yang diproses dalam jaringannya dilindungi oleh sistem keamanan berlapis yang sesuai dengan standar global. 

    “Keamanan dan perlindungan pelanggan adalah prioritas utama kami. Kami bekerja sama dengan mitra strategis yang merupakan pakar keamanan siber serta menerapkan standar global yang ketat untuk memastikan setiap transaksi tetap aman dan terlindungi,” kata Armand, dikutip Selasa (8/4/2025). 

    Isu keamanan siber menjadi sorotan seiring dengan maraknya serangan yang menyasar sektor tersebut. Pada 2024, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah meluncurkan Pedoman Keamanan Siber (Cyber Security Guidelines). 

    Pedoman ini mencakup strategi reaktif dan proaktif untuk memastikan keamanan siber menjadi bagian krusial dari ekosistem perusahaan penyelenggara inovasi teknologi sektor keuangan. 

    Pedoman keamanan siber mencakup perlindungan data, manajemen risiko, respons insiden, maturity assessment, training and awareness.

    Sementara itu, sebagai langkah nyata dalam memperkuat keamanan, Artajasa telah mengantongi berbagai sertifikasi internasional, termasuk ISO 27001 untuk manajemen keamanan informasi, ISO 9001 untuk standar manajemen mutu, serta PCI DSS yang memastikan perlindungan data transaksi pembayaran. 

    Artajasa juga memantau sistem secara ketat selama 24 jam setiap hari guna mengantisipasi potensi ancaman keamanan  real-time.

    “Sinergi dengan regulator serta berbagai institusi lintas industri juga menjadi bagian dari strategi untuk menciptakan ekosistem keuangan digital yang lebih aman, andal, dan inklusif, sehingga dapat terus berkembang dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Armand. 

    Aspek Manusia

    Sementara itu pada awal 2025, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen (PEPK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi  mengingatkan selain penguatan keamanan siber dari sisi perusahaan, masyarakat juga haru senantiasa menjaga kerahasiaan dan keamanan data pribadi.

    Friderica memperkirakan laporan konsumen dan masyarakat terkait fraud eksternal masih akan tinggi pada  2025, seiring dengan tingginya penggunaan teknologi dan masih perlunya edukasi terkait pentingnya kerahasiaan dan keamanan data bagi masyarakat.

    “Diimbau kepada konsumen dan masyarakat untuk senantiasa memahami dan menerapkan akan pentingnya menjaga kerahasiaan dan keamanan data-data pribadi,” ujar Friderica.

    Pengamat Keamanan Siber dari Vaksincom Alfons Tanujaya mengatakan penerapan standar keamanan seperti ISO dan PCI DSS secara disiplin memang dapat mengamankan data dan transaksi. Namun, penerapan tersebut hanyalah salah satu dari rangkaian proses keamanan data. 

    Dia mengatakan lingkup serangan siber tidak hanya pada sisi penyedia jasa layanan, juga dari sisi pengguna. Oleh sebab itu, pengguna layanan juga harus memiliki pemahaman yang baik terkait keamanan siber. 

    “Spektrum ancaman bukan hanya pada sisi penyedia layanan tetapi pada sisi penggunanya,” kata Alfons. 

  • 7 Modus Penipuan WhatsApp yang Wajib Diwaspadai

    7 Modus Penipuan WhatsApp yang Wajib Diwaspadai

    Daftar Isi

    Jakarta, CNBC Indonesia – WhatsApp telah menjadi aplikasi perpesanan yang ada di hampir semua ponsel pintar masyarakat Indonesia. Sayangnya banyak modus penipuan juga terjadi dengan memanfaatkan platform pesan singkat seperti WhatsApp. Para penipu berusaha untuk mendapatkan data korbannya jadi bisa menguras isi rekening mereka.

    Anda perlu mempelajari sejumlah modus penipuan tersebut agar tidak menjadi korban. Berikut informasinya:

    1. Pura-pura Jadi Kurir Pengiriman Barang

    Salah satu penipuan yang viral beberapa tahun lalu adalah pesan WA yang berpura-pura menjadi kurir pengiriman barang. Chat yang dikirimkan pelaku berisi sebuah file berbentuk apk berjudul Lihat Foto Paket.

    Jika pengguna mengkliknya, maka data korban akan diambil. Dengan modal tersebut, pelaku bisa mengantungi akses akun perbankan milik korban.

    2. Modus Undangan Nikah

    Pesan WA penipuan lainnya adalah chat undangan pernikahan dengan tambahan file apk yang diberi nama Surat Undangan Pernikahan Digital berukuran 6,6 mb.

    Para penipu akan berupaya untuk mengajak calon korbannya membuka file apk itu segera. Mereka merayu korban untuk mengecek kebenaran file yang dikirimkan.

    3. Surat Tilang Palsu

    Modusnya hampir sama dengan dua modus lainnya. Pelaku penipuan akan mengirimkan file apk dan meminta korban membukanya.

    4. Catut MyTelkomsel

    Sebuah modus penipuan juga terungkap mencatat MyTelkomsel, aplikasi Telkomsel untuk membeli sejumlah layanan. Para penipu menggunakan nama itu dan meminta mengunduhnya file yang dikirimkan.

    Korban akan diminta memberikan izin akses ke sejumlah aplikasi, termasuk foto, video, SMS, dan akses akun layanan perbankan digital atau fintech.

    Jika akses sudah diberikan ke pelaku, maka sangat mungkin bagi pelaku kejahatan memiliki kontrol terhadap gawai korban serta mengetahui seluruh informasi rahasia seperti PIN, password, dan kode OTP.

    5. Pengumuman bank

    Modus lainnya adalah pengumuman perubahan tarif transaksi dan transfer dari sebuah bank. Pelaku akan mendesak pengguna memilih dua opsi yakni setuju atau tidak setuju atas perubahan tersebut.

    Jika tidak, maka mereka akan diminta mengisi formulir dalam link tertentu. Namun ternyata pencurian data itu dimulai setelah korban mengakses link.

    6. Modus VCS

    Modus Video Call Sex (VCS) sempat viral beberapa waktu lalu. Akan ada panggilan video yang masuk dari nomor yang tidak dikenal, dan saat diangkat ada perempuan tanpa busana.

    “Ini pada prinsipnya adalah pemerasan yang memanfaatkan ketidaktahuan atau keawaman seseorang tentang teknologi,” kata Pakar keamanan siber Alfons Tanujaya.

    “Kalau ragu dan diperas, hubungi teman yang mengerti dan minta bantuannya untuk menghadapi ancaman-ancaman yang tidak kita mengerti, jangan main mengikuti ancaman saja,” paparnya.

    7. Hoaks PPS

    Salah satu modus terbaru adalah mengirimkan file apk bernama PPS Pemilu 2024. Penipuan nya mirip seperti dengan modus undangan pernikahan atau surat tilang palsu.

    Apk itu akan meminta akses SMS. Pelaku akan mendapatkan One Time Password hingga username dan password mobile banking korban.

    (hsy/hsy)

  • 7 Modus Penipuan WhatsApp yang Wajib Diwaspadai

    7 Modus Penipuan WhatsApp yang Wajib Diwaspadai

    Daftar Isi

    Jakarta, CNBC Indonesia – WhatsApp telah menjadi aplikasi perpesanan yang ada di hampir semua ponsel pintar masyarakat Indonesia. Sayangnya banyak modus penipuan juga terjadi dengan memanfaatkan platform pesan singkat seperti WhatsApp. Para penipu berusaha untuk mendapatkan data korbannya jadi bisa menguras isi rekening mereka.

    Anda perlu mempelajari sejumlah modus penipuan tersebut agar tidak menjadi korban. Berikut informasinya:

    1. Pura-pura Jadi Kurir Pengiriman Barang

    Salah satu penipuan yang viral beberapa tahun lalu adalah pesan WA yang berpura-pura menjadi kurir pengiriman barang. Chat yang dikirimkan pelaku berisi sebuah file berbentuk apk berjudul Lihat Foto Paket.

    Jika pengguna mengkliknya, maka data korban akan diambil. Dengan modal tersebut, pelaku bisa mengantungi akses akun perbankan milik korban.

    2. Modus Undangan Nikah

    Pesan WA penipuan lainnya adalah chat undangan pernikahan dengan tambahan file apk yang diberi nama Surat Undangan Pernikahan Digital berukuran 6,6 mb.

    Para penipu akan berupaya untuk mengajak calon korbannya membuka file apk itu segera. Mereka merayu korban untuk mengecek kebenaran file yang dikirimkan.

    3. Surat Tilang Palsu

    Modusnya hampir sama dengan dua modus lainnya. Pelaku penipuan akan mengirimkan file apk dan meminta korban membukanya.

    4. Catut MyTelkomsel

    Sebuah modus penipuan juga terungkap mencatat MyTelkomsel, aplikasi Telkomsel untuk membeli sejumlah layanan. Para penipu menggunakan nama itu dan meminta mengunduhnya file yang dikirimkan.

    Korban akan diminta memberikan izin akses ke sejumlah aplikasi, termasuk foto, video, SMS, dan akses akun layanan perbankan digital atau fintech.

    Jika akses sudah diberikan ke pelaku, maka sangat mungkin bagi pelaku kejahatan memiliki kontrol terhadap gawai korban serta mengetahui seluruh informasi rahasia seperti PIN, password, dan kode OTP.

    5. Pengumuman bank

    Modus lainnya adalah pengumuman perubahan tarif transaksi dan transfer dari sebuah bank. Pelaku akan mendesak pengguna memilih dua opsi yakni setuju atau tidak setuju atas perubahan tersebut.

    Jika tidak, maka mereka akan diminta mengisi formulir dalam link tertentu. Namun ternyata pencurian data itu dimulai setelah korban mengakses link.

    6. Modus VCS

    Modus Video Call Sex (VCS) sempat viral beberapa waktu lalu. Akan ada panggilan video yang masuk dari nomor yang tidak dikenal, dan saat diangkat ada perempuan tanpa busana.

    “Ini pada prinsipnya adalah pemerasan yang memanfaatkan ketidaktahuan atau keawaman seseorang tentang teknologi,” kata Pakar keamanan siber Alfons Tanujaya.

    “Kalau ragu dan diperas, hubungi teman yang mengerti dan minta bantuannya untuk menghadapi ancaman-ancaman yang tidak kita mengerti, jangan main mengikuti ancaman saja,” paparnya.

    7. Hoaks PPS

    Salah satu modus terbaru adalah mengirimkan file apk bernama PPS Pemilu 2024. Penipuan nya mirip seperti dengan modus undangan pernikahan atau surat tilang palsu.

    Apk itu akan meminta akses SMS. Pelaku akan mendapatkan One Time Password hingga username dan password mobile banking korban.

    (hsy/hsy)

  • Modus Baru Maling M-Banking Makin Ngeri, Ini Cara Menghindarinya

    Modus Baru Maling M-Banking Makin Ngeri, Ini Cara Menghindarinya

    Jakarta, CNBC Indonesia – Pengguna mobile banking (M-Banking) wajib untuk selalu waspada saat menggunakan aplikasi keuangan digital. Pasalnya, modus pembobolan M-Banking semakin marak terjadi dan berisiko menguras habis saldo tabungan.

    Saat ini, aplikasi M-Banking sendiri telah berkembang menjadi aplikasi super yang tidak hanya memfasilitasi transaksi keuangan, tetapi juga investasi serta berbagai jenis pembayaran. Namun, kemajuan ini turut diiringi dengan meningkatnya risiko kejahatan siber.

    Sejumlah modus penipuan di aplikasi M-Banking antara lain pencurian data pribadi, penipuan atau phising. Untuk menghindarinya, berikut merupakan hal yang bisa dilakukan nasabah pemilik M-banking, dikutip dari laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sabtu (15/3/2025).

    Berikut Tips Menghindari Kejahatan Digital Banking :

    1. Tidak memberitahukan kode akses/ nomor pribadi Personal Identification Number (PIN) kepada orang lain

    2. Tidak mencatat dan menyimpan kode akses/ nomor pribadi SMS banking di tempat yang mudah diketahui orang lain

    3. Periksalah transaksi secara teliti sebelum melakukan konfirmasi atas transaksi tersebut untuk dijalankan

    4. Setiap kali melakukan transaksi, tunggulah beberapa saat hingga menerima respon balik atas transaksi tersebut

    5. Untuk setiap transaksi, nasabah akan menerima pesan notifikasi atas transaksi berupa SMS atau email yang akan tersimpan di dalam inbox. Periksa secara teliti isi notifikasi tersebut dan segera kontak ke bank apabila ada transaksi yang mencurigakan

    6. Jika merasa diketahui oleh orang lain, segera lakukan penggantian PIN

    7. Bilamana SIM Card GSM hilang, dicuri, atau dipindahtangankan kepada pihak lain, segera beritahukan ke cabang bank terdekat atau segera melaporkan ke call center bank tersebut

    8. Hati-hati dengan aplikasi di internet yang merupakan spam atau malware yang mungkin dapat mencuri data-data pribadi dan menyalahgunakannya di kemudian hari

    9. Tidak melakukan transaksi internet di tempat umum seperti warnet, WIFI gratis, karena data-data kita berpotensi dicuri oleh pihak lain dalam jaringan yang sama

    10. Tidak lupa melakukan proses log out setelah selesai melakukan transaksi di internet banking

    11. Jika berganti ponsel, pastikan bahwa semua data-data sudah terhapus untuk menghindari penyalahgunaan oleh pihak lain yang menggunakan ponsel tersebut.

    Jangan Klik Link di WhatsApp dan SMS

    Modus penipuan baru memanfaatkan link palsu muncul di Indonesia. Kali ini, penjahat siber mengirim SMS berisi link palsu menggunakan nomor resmi bank dengan “mencegat” sinyal operator bersenjatakan BTS palsu. Serangan yang disebut sebagai modus fake BTS ini dilaporkan telah memakan korban beberapa nasabah bank ternama.

    Pengamat Keamanan Siber, Alfons Tanujaya dari Vaksinkom menjelaskan fake BTS ini akan mencegat SMS one time password (OTP) sebelum diterima oleh bank. Pelaku dapat memalsukannya seolah berasal dari nomor bank yang resmi.

    “Jadi yang celakanya begini, penipunya bisa memasukkan nomor sender sama dengan nomor sendernya bank. Yang selama ini tidak mungkin bisa dilakukan dengan teknik fake BTS ini karena ada kelemahan dari SS7, signaling dari operator ini menjadi dimungkinkan,” kata Alfons dalam unggahan di Instagramnya dikutip Selasa (4/3/2025).

    Bukan hanya untuk menyadap, serangan ini juga digunakan untuk man-in-the-middle attack. Jadi serangan tersebut dapat menyadap hingga mengedit pesan lalu mengirimkannya ke korban.

    SMS yang dikirimkan kepada korban akan berisi link ke situs phishing. Di sana mereka akan mengarahkan korban untuk memasukkan data kredensial.

    “Dia akan mengirimkan SMS kepada korbannya dari nomor yang sah, nomornya sah tapi dipalsukan. Dan mengarahkan ke situs phising yang sangat mirip, guna menjebak korbannya memasukkan kredensial, itu yang perlu anda perhatikan,” jelasnya.

    Oleh karena itu, Alfons mengingatkan nasabah untuk tidak sembarangan mengklik link yang diterima. Link palsu yang disebar lewat WhatsApp atau SMS biasanya menyembunyikan url asli dan menampilkan teks yang terkesan merupakan website resmi. Untuk mengecek link yang dikirim lewat SMS, chat WhatsApp, atau email, ia menyarankan pengguna mengetik sendiri alamat website yang dikirim di browser.

    “Jadi jangan pernah klik link yang diberikan walaupun dikirimkan oleh bank yang bersangkutan. Jadi anda harus ketik sendiri, aduh ini memang pusing ya,” ucap Alfons.

    Lalu bagaimana jika link yang tercantum di WhatsApp atau SMS tidak menampilkan url tertentu untuk diketik ulang?

    Salah satu metode yang bisa digunakan adalah menyalin alamat yang tersembunyi di link dengan menyentuh dan menahan jari sampai muncul opsi “salin tautan” atau “copy link.” Saat disalin ke jendela browser, link tersebut akan mencantumkan alamat website yang sebelumnya tersembunyi saat dibagikan di WhatsApp dan SMS.

     

    (luc/luc)