Tag: Alex Marquez

  • Honda Bikin Kejutan, Mulai di Baris Depan!

    Honda Bikin Kejutan, Mulai di Baris Depan!

    Jakarta

    Kualifikasi MotoGP Jepang 2025 telah berakhir, Sabtu (27/9). Francesco Bagnaia pole position, sementara pebalap Honda, Joan Mir membuat kejutan dengan menempati urutan kedua!

    Ketika Q2 baru dimulai, Francesco Bagnaia langsung gaspol dan mengambil alih jalannya kualifikasi dengan catatan waktu terbaik 1 menit 43,341 detik. Dia dibuntuti Marc Marquez dan Fabio Quartararo di putaran pertama.

    Setelah menuntaskan satu putaran, seperti biasa, seluruh pebalap masuk ke garasi masing-masing. Sebagian ada yang mengganti motor dan ban, namun tak sedikit yang hanya rehat dan diskusi dengan kru tim.

    Hasil kualifikasi MotoGP Jepang 2025. Foto: Danilo Di Giovanni/Getty Images

    Hampir seluruh pebalap kompak melanjutkan perlombaan ketika Q2 menyisakan 5-6 menit lagi. Alex Marquez yang harus meraih hasil maksimal di MotoGP Jepang sempat kesulitan di putaran pertama. Dia kemudian berusaha memperbaiki performanya di putaran kedua dan mampu masuk ke urutan lima besar.

    Perubahan posisi besar-besaran terjadi di putaran kedua. Joan Mir secara mengejutkan melesat ke urutan kedua dan mengejar catatan waktu terbaik Marquez. Bagi Mir, ini merupakan pencapaian kualifikasi terbaik bersama Honda. Sementara di saat bersamaan, Quartararo mampu menjaga tempatnya di posisi lima besar.

    Pada Q2 MotoGP Jepang, pebalap dari tim setempat memang cukup berjaya. Bahkan, mereka menempatkan tiga nama di urutan 10 besar.

    Hingga akhir balapan, tak ada perubahan di urutan terdepan. Francesco Bagnaia tetap pertama, sementara Joan Mir kedua dan Marc Marquez ketiga. Honda tak hanya menempatkan Mir di posisi kedua. Luca Marini juga bakal mulai di posisi 10 besar dan menjadi tujuh tercepat. Berikut ini hasil lengkapnya

    Berikut Hasil Kualifikasi MotoGP Jepang 2025Francesco BagnaiaJoan MirMarc MarquezPedro AcostaFabio QuartararoFranco MorbidelliLuca MariniAlex MarquezMarco BezzecchiRaul FernandezJohann ZarcoFabio DiggiaAi OguraJack MillerFermin AldeguerMiguel OliveiraJorge MartinBrad BinderAlex RinsTakaaki NakagamiEnea BastianiniSomkiat ChantraMaverick Vinales

    (sfn/dry)

  • Belum Pernah Finis Balapan Utama di Mandalika, Marquez Bilang Begini

    Belum Pernah Finis Balapan Utama di Mandalika, Marquez Bilang Begini

    Jakarta

    MotoGP memasuki rangkaian balapan flyaway, mulai dari Motegi, lalu dilanjutkan ke Mandalika, Phillip Island, dan Sepang. Dari empat seri ini, Marc Marquez menilai ada dua trek yang paling menantang baginya.

    “Jadi Mandalika (Indonesia) bersama dengan Sepang (Malaysia), mungkin, adalah trek yang paling sulit – tetapi kita tidak pernah tahu (hasil ke depannya),” ungkap Marquez dikutip dari Crash.

    Marquez punya alasan sendiri mengapa menempatkan Mandalika sebagai salah satu trek tersulit. Soalnya rider Ducati Lenovo itu belum pernah menuntaskan balapan di sini.

    “Saya harap ini akan menjadi pertama kalinya saya menyelesaikan balapan hari Minggu (di Mandalika), dan mari kita lihat apakah saya bisa naik podium,” sambung pebalap asal Spanyol itu.

    Mandalika memang belum ramah bagi pebalap Spanyol itu. Pada debutnya di MotoGP Indonesia 2022, Marquez mengalami kecelakaan hebat saat sesi warm up, hingga bikin Marquez mengalami gegar otak dan diplopia, yang membuatnya absen dari balapan.

    Setahun kemudian, bersama Repsol Honda, nasibnya tak jauh berbeda. Ia gagal finis baik di Sprint maupun di balapan utama Grand Prix Indonesia 2023. Baru di musim lalu bersama Gresini Ducati, Marquez bisa mencicipi finis di ketiga pada balapan sprint.

    Sayangnya, Marquez gagal melanjutkan momentum setelah mesin motornya bermasalah di balapan hari Minggunya. Alhasil, pemegang enam gelar juara dunia MotoGP itu pun belum pernah finis di balapan utama MotoGP Mandalika.

    Hingga saat ini, Mandalika dan Portimao menjadi dua sirkuit di kalender MotoGP di mana Marquez belum pernah meraih kemenangan. Meski begitu, ia sudah menorehkan sejarah dengan dua kali juara di Sepang pada 2014 dan 2018.

    Selain Marquez, musim ini juga menghadirkan pemenang beragam, mulai dari Alex Marquez (Jerez, Catalunya), Marco Bezzecchi (Silverstone), Francesco Bagnaia (COTA), hingga Johann Zarco (Le Mans).

    (lua/riar)

  • Jadwal MotoGP Jepang 2025, Sprint Race Digelar Siang Hari

    Jadwal MotoGP Jepang 2025, Sprint Race Digelar Siang Hari

    Jakarta

    MotoGP Jepang 2025 memang bukan digelar pekan ini, melainkan pekan depan. Namun, biar tak kelewatan serunya kualifikasi, Sprint Race dan balapan inti, berikut kami rangkum jadwal MotoGP Jepang 2025.

    Rangkaian jadwal MotoGP Jepang 2025 akan dimulai Jumat (26/9) melalui sesi latihan bebas. Perlombaan kemudian berlanjut ke kualifikasi dan Sprint Race pada Sabtu (27/9), lalu ditutup balapan inti pada Minggu (28/9).

    MotoGP Jepang 2025 mustahil dilewatkan begitu saja. Sebab, balapan tersebut kemungkinan besar menjadi momen penguncian gelar juara untuk pebalap Ducati asal Spanyol, Marc Marquez. The Baby Alien berpeluang besar mengamankan gelar kesembilannya di sana.

    Jadwal MotoGP Jepang 2025. Jangan lupa Sprint Race digelar siang hari. Foto: REUTERS/Jennifer Lorenzini

    Secara hitung-hitungan, Marc Marquez bisa mengunci gelar di Motegi jika mengungguli Alex Marquez setidaknya 4 poin pada akhir pekan Motegi (Marc mendapat 25 pts race + 0 sprint = 25 vs Alex ≤21, atau kombinasi lain yang menghasilkan net atau selisih +4). Motegi merupakan peluang nyata untuk clinch atau mengunci gelar.

    Namun, jika Marc tak berhasil mencetak net +4 di Motegi, hampir pasti gelar akan dikunci paling lambat di Mandalika, kecuali terjadi skenario ekstrem di mana Alex mampu memangkas lebih dari 33 poin selisih gabungan pada dua seri (Motegi + Mandalika).

    Lantas, akankah Marc Marquez mampu mengunci gelar di Sirkuit Motegi, akhir pekan depan? Atau justru adiknya yang mampu membuat kejutan? Biar tak penasaran, berikut kami rangkum jadwalnya!

    Jadwal MotoGP Jepang 2025

    Jumat, 26 September 2025

    07.00-07.35 WIB: Free Practice (FP1) Moto307.50-08.30 WIB: Free Practice (FP1) Moto208.45-09.30 WIB: Free Practice (FP1) MotoGP11.15-11.50 WIB: Practice (P) Moto312.05-12.45 WIB: Practice (P) Moto213.00-14.00 WIB: Practice (P) MotoGP

    Sabtu, 27 September 2025

    06.40-07.10 WIB: Free Practice (FP2 Moto307.25-07.55 WIB: Free Practice (FP2 Moto208.10-08.40 WIB: Free Practice (FP2) MotoGP08.50-09.05 WIB: Kualifikasi (Q1) MotoGP09.15-09.30 WIB: Kualifikasi (Q2) MotoGP10.50-10.05 WIB: Kualifikasi (Q1) Moto311.15-11.30 WIB: Kualifikasi (Q2) Moto311.45-12.00 WIB: Kualifikasi (Q1) Moto212.10-12.25 WIB: Kualifikasi (Q2) Moto213.00 WIB: Sprint Race MotoGP (12 lap)

    Minggu, 28 September 2025

    07.40-07.50 WIB: Warm-up08.00-08.35 WIB: Rider Fan Parade09.00 WIB: Race Moto3 (17 lap)10.15 WIB: Race Moto2 (19 lap)12.00 WIB: Race MotoGP (24 lap).

    (sfn/din)

  • Resmi! Alex Marquez Dapat Motor Ducati Spek Pabrikan Tahun Depan

    Resmi! Alex Marquez Dapat Motor Ducati Spek Pabrikan Tahun Depan

    Jakarta

    Alex Marquez dan Gresini Racing mendapat kado istimewa untuk musim 2026. Ducati resmi memberikan motor dengan spesifikasi pabrikan untuk sang pebalap asal Spanyol. Itu merupakan sebuah penghargaan atas performa impresif Alex sepanjang musim ini.

    Sementara sang kakak, Marc Marquez, hampir pasti mengunci gelar juara dunia MotoGP 2025, Alex masih jadi satu-satunya pebalap lain yang secara matematis berpeluang dalam perebutan gelar. Saat ini, ia menunggangi Desmosedici GP24 yang berusia satu tahun, namun hasil yang ditorehkannya justru mencuri perhatian.

    Musim 2025 jadi titik balik karier Alex. Ia mencatat kemenangan grand prix kelas utama pertamanya di Jerez dan Catalunya, ditambah sejumlah kemenangan sprint. Secara keseluruhan, Alex sukses meraih 21 podium dari 32 balapan. Catatan ini membuatnya unggul 93 poin atas Francesco Bagnaia dalam persaingan di posisi runner-up.

    Alex Marquez tampil impresif sepanjang musim 2025 Foto: Getty Images/Gold & Goose Photography

    “Merupakan suatu kehormatan bisa membalap dengan motor pabrikan bersama Tim Gresini,” bilang Alex. “Tim ini telah bekerja dengan sangat baik selama beberapa musim terakhir, dan saya yakin ini adalah hadiah untuk semua orang – untuk saya sendiri dan seluruh tim,” sambungnya seperti dikutip dari Crash.

    “Ini adalah langkah maju menuju impian kami dan menjadi lebih baik lagi di tahun 2026. Saya ingin berterima kasih kepada Nadia, tim, dan tentu saja Gigi dan Ducati, yang telah membuat saya merasa penting setiap saat,” tambahnya.

    Sebelumnya, hanya Fabio di Giannantonio dari VR46 yang mendapatkan akses ke motor Desmosedici dengan spek pabrikan di luar tim utama Ducati Lenovo. Kini, Alex akan bergabung dalam barisan elit itu.

    “Musim Alex Marquez sangat mengesankan,” ujar Manajer Umum Ducati Corse, Gigi Dall’Igna. “Setelah serangkaian evaluasi, Ducati Corse memutuskan untuk meningkatkan dukungan kami agar pebalap dan timnya dapat terus berkembang,” ungkap Gigi.

    Pemilik Gresini Racing Nadia Padovani pun menyambut gembira keputusan ini. “Saya ingin berterima kasih kepada Ducati dan Gigi Dall’Igna atas kepercayaan yang diberikan kepada Alex dan tim kami. Ini berita yang sangat penting,” ucapnya.

    Dengan dukungan penuh Ducati, Alex Marquez bertekad melangkah lebih jauh musim depan. Dengan dukungan motor spek pabrikan, bisa saja Alex Marquez bertarung sengit dengan kakaknya Marc Marquez untuk memperebutkan gelar juara dunia.

    (lua/lth)

  • Marc Marquez Kejar Kemenangan Ke-100

    Marc Marquez Kejar Kemenangan Ke-100

    JAKARTA – Marc Marquez akan meraih kemenangan ke-100 dalam kariernya jika dia berhasil melewati garis finis paling pertama dalam balapan MotoGP Jepang 2025 pada akhir bulan ini.

    Balapan MotoGP Jepang 2025 di Sirkuit Twin Ring Motegi dijadwalkan berlangsung pada 26-28 September 2025. Ini merupakan seri ke-17 dalam kalender balapan musim ini.

    Marquez datang ke sana dengan catatan sudah mengantongi 99 kemenangan dalam kejuaraan dunia balap motor semua kategori. Kemenangan terbaru dia dapat di MotoGP San Marino 2025, Italia, pada akhir pekan kemarin.

    Jika berhasil keluar sebagai juara dalam akhir pekan di Twin Ring Motegi maka pebalap Spanyol itu menjadi pebalap ketiga dalam sejarah yang bisa mencapai prestasi 100 kemenangan.

    Dia berada di belakang Valentino Rossi dengan 115 kemenangan dan Giacomo Agostini yang punya 122 kemenangan. Marquez saat ini sudah melewati legenda Spanyol, Angel Nieto, yang punya koleksi 90 kemenangan.

    Agostini, yang mengoleksi 15 gelar juara dunia sepanjang kariernya, menunjukkan dominasi mutlak dari tahun 1968 sampai 1970-an, dengan kemenangan terakhirnya diraih pada 1976 di Jerman bersama MV Agusta di kelas 500cc.

    Adapun Valentino Rossi pertama kali naik podium di Grand Prix Republik Ceko 1996 di kelas 125cc. Dia lalu meraih kemenangan terakhir pada 2017 di MotoGP Belanda.

    Dominasi yang diperlihatkan Marquez sejauh musim ini membuat dia terlihat mudah membuat sejarah di Jepang. Selain itu, ada kemungkinan dia juga akan mengunci gelar juara dunia di sana.

    Saat ini pebalap berjuluk Baby Alien itu memuncaki klasemen dengan koleksi 512 poin. Dia unggul sebanyak 182 poin dari adik kandungnya Alex Marquez yang mengisi posisi kedua.

    Balapan di Jepang merupakan match point buat Marquez. Dia memang belum bisa mengunci gelar pada saat Sprint Race sekalipun menang, tetapi balapan utama bisa menjadi kunci buatnya.

    Skenarionya, dia hanya perlu menambah selisih poin dengan sang adik menjadi 185, maka gelar juara dunia MotoGP ketujuh dalam perjalanan kariernya akan didapat.

    Untuk bisa mengunci gelar, Marquez hanya butuh menang dalam balapan Sprint Race pada Sabtu, 27 September 2025, dan harus finis lebih baik dari adiknya dalam balapan utama di keesokan harinya.

  • Mengukur Peluang Marc Marquez Kunci Gelar Juara MotoGP di Sirkuit Mandalika

    Mengukur Peluang Marc Marquez Kunci Gelar Juara MotoGP di Sirkuit Mandalika

    Jakarta

    Pebalap Ducati asal Spanyol, Marc Marquez, berpeluang besar meraih juara dunia MotoGP 2025. Bahkan, The Baby Alien bisa merayakan gelar kesembilannya di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Bagaimana hitung-hitungannya?

    Secara matematis, Marc Marquez lebih berpeluang mengunci gelar juara di Sirkuit Motegi, Jepang, akhir pekan depan. Namun, jika rencana tersebut meleset, dia kemungkinan baru bisa meraihnya di seri berikutnya, yakni di MotoGP Mandalika.

    “Marc Márquez memang bisa mengunci gelar di Motegi. Namun jika tidak, maka Mandalika hampir pasti akan menjadi tempat penentuan,” ujar Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, dikutip Jumat (19/9).

    “Jika itu terjadi, tentu akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia. Dunia akan melihat Mandalika bukan hanya sebagai sirkuit baru, tetapi juga sebagai panggung sejarah MotoGP,” tambahnya.

    Sirkuit Mandalika. Foto: ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

    Marc Marquez saat ini telah mengoleksi 512 poin. Sementara adiknya, Alex Márquez berada di posisi kedua dengan 330 poin. Selisih keduanya mencapai 182 poin!

    Secara hitung-hitungan, Marc bisa mengunci gelar di Motegi jika dia mengungguli Alex setidaknya 4 poin pada akhir pekan Motegi (Marc mendapat 25 pts race + 0 sprint = 25 vs Alex ≤21, atau kombinasi lain yang menghasilkan net atau selisih +4). Motegi merupakan peluang nyata untuk clinch atau mengunci gelar.

    Namun, jika Marc tak berhasil mencetak net +4 di Motegi, hampir pasti gelar akan dikunci paling lambat di Mandalika, kecuali terjadi skenario ekstrem di mana Alex mampu memangkas lebih dari 33 poin selisih gabungan pada dua seri (Motegi + Mandalika).

    Alex Marquez dan Marc Marquez. Foto: Action Images via Reuters/Andrew Boyers

    Untuk menunda penentuan hingga pasca-Mandalika, Alex harus memangkas selisih minimal 34 poin dalam dua seri (Motegi + Mandalika). Artinya, Alex mesti meraih kemenangan beruntun dengan poin penuh, sementara Marc gagal meraih poin sama sekali. Situasi seperti ini sangat sulit terjadi mengingat Marc konsisten sepanjang musim.

    Dengan demikian, kemungkinan besar, jika tidak di Motegi, maka Mandalika akan menjadi saksi sejarah penobatan juara dunia MotoGP 2025.

    “Kami sudah menyiapkan skenario khusus bila penobatan juara dunia berlangsung di Mandalika. Dari sisi seremoni, tata kelola penonton, hingga aspek keamanan,” kata Priandhi.

    (sfn/dry)

  • Mengukur Peluang Marc Marquez Kunci Gelar Juara MotoGP di Sirkuit Mandalika

    Gelar Juara di Depan Mata, Marc Marquez Ingin Ngerasain Perlawanan dari Rival

    Jakarta

    Marc Marquez berada di ambang juara dunia 2025. The Baby Aliens justru merasa tidak ada tekanan. Dia ingin mendapat perlawanan dari para rival.

    Marc tahu gelar juara dunia kesembilan sudah di depan mata. Namun dia tidak lagi merasakan tekanan seperti dulu. Kalimat Marquez itu merujuk pada balapan hari Minggu dan pertarungannya dengan Marco Bezzecchi.

    “Saya tidak merasakan (tekanan) saat ini. Saya ingin merasakannya, sedikit seperti kemarin,” ujar Marquez dikutip dari Todocircuito, Kamis (18/9/2025).

    Marc Marquez begitu sempurna musim ini. Baby Alien memetik kemenangan ke-11 saat main race musim ini.

    Lewat hasil di race utama MotoGP Misano 2025, Marc Marquez kini juga sudah mencatatkan 73 kemenangan di kelas utama MotoGP sepanjang kariernya.

    Kini rider kelahiran Cervera itu pun sudah mengantongi total 512 poin. Unggul 182 poin dari Alex Marquez yang bertengger di posisi kedua dan 275 poin dari Francesco Bagnaia di posisi ketiga. Peluangnya menjadi juara dunia pun tinggal selangkah lagi.

    Marquez belum pernah memenangi gelar MotoGP lebih awal dari tiga balapan tersisa. Tapi di musim ini lain ceritanya. Marquez bisa meraih gelar dengan balapan tersisa lima seri.

    Meskipun hanya sedikit yang percaya, Marc mengatakan tidak akan mudah untuk meraih gelar di Motegi karena Alex juga sedang sangat kuat.

    Mantan rider Repsol Honda itu mengunci gelar juara dunia MotoGP yang ketujuh pada balapan yang digelar Sirkuit Motegi, Jepang pada 26-28 September 2025.

    “Saya harus meraih tiga poin lebih banyak daripada Alex. Di sini kami mendapatkan jumlah poin yang sama. Saya suka sirkuitnya, tetapi saudara saya kuat dan hujan juga bisa turun,” kata Marquez.

    “Saya akan biasa saja, meskipun saya merasa sesuatu yang besar akan terjadi. Saya tahu akan sulit dalam konferensi pers hari Kamis karena mereka akan menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang biasa, tetapi saya akan berusaha mempertahankan mentalitas yang sama dan, jika memungkinkan, berjuang untuk kemenangan,” tambah dia.

    (riar/dry)

  • Momen Valentino Rossi Lihat Langsung Motor MotoGP Yamaha Bermesin V4

    Momen Valentino Rossi Lihat Langsung Motor MotoGP Yamaha Bermesin V4

    Jakarta

    Valentino Rossi akhirnya melihat dari dekat motor Yamaha MotoGP yang sudah mengusung mesin V4. Begini momennya.

    Motor Yamaha YZR-M1 bermesin V4 mencuri perhatian di Sirkuit Misano, San Marino. Tak ketinggalan legenda MotoGP Valentino Rossi pun dibikin penasaran melihatnya secara langsung dari dekat. Momen itu dibagikan oleh akun media sosial Yamaha MotoGP yang memperlihatkan ‘The Doctor’ duduk di atas YZR-M1 V4 tersebut.

    “Legenda hidup Yamaha bertemu dengan masa depan. The Doctor berkunjung dan melihat prototipe Yamaha V4 yang baru saja diperkenalkan,” tulis akun yamahamotogp.

    Rossi juga terlihat berdiskusi dengan Augusto Fernandez yang sudah menjajal YZR-M1 bermesin V4 itu. Ya, Augusto Fernandez mendapatkan wild card untuk menguji motor Yamaha V4 saat melakoni balapan MotoGP San Marino. Tujuannya adalah mengumpulkan data selama balapan penuh. Pada seri itu, Augusto berhasil melahap 27 putaran dan finis di posisi ke-14. Atas hasil itu, Augusto meraih 2 poin. Yamaha V4 itu juga mencetak sejarah karena untuk pertama kalinya mengantongi poin di MotoGP.

    Setelah Augusto, rider tim pabrikan Yamaha Alex Rins dan Fabio Quartararo juga sudah menjajal YZR-M1 V4 di sesi tes resmi di San Marino. Quartararo menyelesaikan sesi tes pagi dengan waktu terbaik 1 menit 31,781 detik, menempatkannya di posisi ke-18, atau berjarak 1,067 detik dari Alex Marquez (Gresini Racing) yang menjadi pebalap tercepat.

    Catatan waktu itu memang sedikit lebih cepat dari lap time yang dihasilkan Quartararo di balap utama MotoGP San Marino 2025 akhir pekan lalu. Namun, catatan waktu bersama M1 V4 itu masih kalah jauh dengan catatan waktu Quartararo di kualifikasi MotoGP San Marino 2025 yang bisa meraih 1 menit 30,228 detik.

    Saat diwawancara Sky Italia, Quartararo tampak tidak terkesan dengan mesin V4 baru Yamaha yang ditanamkan di M1. Pada sesi tes sore hari Quartararo mencatat waktu putaran tercepat ke-16 (+1,224 detik dari Pedro Acosta). Lap time Quartararo sore hari lebih baik dengan catatan 1 menit 31,598 detik.

    “Kami harus memperbaiki semuanya. Kecepatan tertingginya cukup lambat. Cengkeramannya masih kurang. Juga masih banyak yang harus kami kerjakan dengan komponen elektronik. Aerodinamikanya kurang lebih meniru Inline4. Saya ulangi, banyak sekali pekerjaan,” kata dia.

    (dry/rgr)

  • Kata-kata Pertama Quartararo Usai Jajal Yamaha M1 V4

    Kata-kata Pertama Quartararo Usai Jajal Yamaha M1 V4

    Jakarta

    Fabio Quartararo mencoba Yamaha YZR-M1 terbaru bermesin V4 di Sirkuit Misano, Senin (15/9/2025). Ini komentar El Diablo usai menjajal senjata baru pabrikan garpu tala itu.

    Pada tes resmi di sirkuit yang berlokasi di San Marino itu, Quartararo menyelesaikan sesi tes pagi dengan waktu terbaik 1m 31.781s, menempatkannya di posisi ke-18, atau berjarak 1.067s dari Alex Marquez (Gresini Racing) yang menjadi pebalap tercepat.

    Fabio Quartararo mengetes Yamaha M1 V4 di Sirkuit Misano (15/9) Foto: Dok. Yamaha Factory Racing

    Sebagai informasi, catatan waktu itu memang sedikit lebih cepat dari lap time yang dihasilkan Quartararo di balap utama MotoGP San Marino 2025 akhir pekan lalu. Namun, catatan waktu bersama M1 V4 itu masih kalah jauh dengan catatan waktu Quartararo di kualifikasi MotoGP San Marino 2025 yang bisa meraih 1m 30.228s.

    Saat diwawancara Sky Italia, Quartararo tampak tidak terkesan dengan mesin V4 baru Yamaha yang ditanamkan di M1. “Masih ada pekerjaan yang harus dilakukan, terlalu awal untuk mengatakan apakah ini basis yang bagus,” ungkap Quartararo. “Saat ini, motor (V4) baru lebih buruk daripada Inline4,” tambah Quartararo blak-blakan.

    Quartararo melihat belum ada peningkatan berarti dari mesin Inline4 ke mesin V4. Bahkan pebalap asal Prancis itu juga merasa mesin V4 tidak akan menyelesaikan masalah yang dialami Yamaha saat ini.

    “Sejauh ini, saya belum melihat adanya kemajuan di area yang kita butuhkan, meskipun ada ruang untuk perbaikan,” sambungnya.

    Pada sesi tes sore hari Quartararo mencatat waktu putaran tercepat ke-16 (+1.224s dari Pedro Acosta). Lap time Quartararo sore hari lebih baik dengan catatan 1m 31.598s.

    “Ini adalah tes pertama yang sesungguhnya dengan (pebalap) lain. Jadi, kami sudah sedikit memahami posisi kami saat ini. Masih banyak yang harus diperbaiki,” tambahnya kepada laman MotoGP.

    “Kami harus memperbaiki semuanya. Kecepatan tertingginya cukup lambat. Cengkeramannya masih kurang. Juga masih banyak yang harus kami kerjakan dengan komponen elektronik. Aerodinamikanya kurang lebih meniru Inline4. Saya ulangi, banyak sekali pekerjaan,” tukas dia.

    (lua/din)

  • Syarat Marc Marquez Kunci Gelar Juara MotoGP 2025 di Jepang

    Syarat Marc Marquez Kunci Gelar Juara MotoGP 2025 di Jepang

    Jakarta

    Marc Marquez selangkah lagi bisa mengunci gelar juara dunianya yang ketujuh di MotoGP Jepang. Ini syaratnya.

    Performa Marc Marquez di MotoGP 2025 sangat cemerlang. Dari 16 seri yang digelar, dia tercatat 10 kali meraih kemenangan sempurna di Sprint Race dan balapan utama. Kini rider kelahiran Cervera itu pun sudah mengantongi total 512 poin. Unggul 182 poin dari Alex Marquez yang bertengger di posisi kedua dan 275 poin dari Francesco Bagnaia di posisi ketiga. Peluangnya menjadi juara dunia pun tinggal selangkah lagi.

    Mantan rider Repsol Honda itu mengunci gelar juara dunia MotoGP yang ketujuh pada balapan yang digelar Sirkuit Motegi, Jepang pada 26-28 September 2025. Marquez sebelumnya belum pernah memenangi gelar MotoGP lebih awal dari tiga balapan tersisa. Tapi di musim ini lain ceritanya. Marquez bisa meraih gelar dengan balapan tersisa lima seri.

    Untuk bisa merebut gelar juara dunia yang ketujuh di balapan kelas premier itu, dia tak boleh kalah tiga poin dari Alex Marquez. Ya, Alex merupakan satu-satunya pebalap yang secara matematis masih bisa berebut titel juara dunia musim ini dengan sang kakak. Dia saat ini unggul 182 poin dan harus mengantongi 185 poin setelah balapan di Motegi.

    Sekalipun nanti Marquez dan Alex memperoleh poin yang sama di akhir musim, gelar juara tetap akan jatuh ke tangan Marquez. Sebab, hanya hasil balapan utama yang dihitung sebagai penentu jika poin berimbang. Marquez di musim ini sudah meraih 11 kemenangan dan tak bisa dikejar lagi.

    Mengutip The Race, secara hitung-hitungan Marquez tak bisa menjadi juara di Sprint Race Motegi. Namun hasil dari Sprint itu bisa mempengaruhi poinnya di balapan utama hari Minggu. Untuk bisa menjamin gelar juara itu, Marquez harus menang di Sprint Race dan balapan utama MotoGP Jepang. Adapun jika Marquez bersaudara itu bergantian meraih kemenangan di dua balapan tersebut, maka penobatan gelar juara dunia akan berlangsung di Sirkuit Mandalika.

    (dry/din)