Tag: Alex Marquez

  • Jadwal MotoGP Austria Setelah Libur Panjang, Digelar Pekan Ini

    Jadwal MotoGP Austria Setelah Libur Panjang, Digelar Pekan Ini

    Jakarta

    MotoGP musim 2025 sempat libur panjang di pertengahan musim ini. Akhir pekan ini, balapan paling bergengsi di dunia ini bakal kembali beraksi. Sirkuit Red Bull Ring di Spielberg, Austria, akan menjadi tuan rumah MotoGP akhir pekan ini.

    Seri ke-13 MotoGP 2025 akan berlangsung akhir pekan ini. Sesi balapan akan diawali dengan latihan-latihan. Kemudian dilanjutkan dengan kualifikasi, sprint race hingga balapan utama di hari Minggu.

    Ini menjadi balapan pertama usai jeda pertengahan musim. Sebelumnya, MotoGP 2025 sempat libur panjang di pertengahan musim. Terakhir kali para rider adu cepat di lintasan adalah pada 20 Juli 2025 di sirkuit Brno, Republik Ceko.

    Sejauh ini, Marc Marquez masih mendominasi MotoGP musim 2025. Di Brno tiga pekan lalu, pebalap Ducati Lenovo itu sapu bersih kemenangan di balap sprint dan balap utama. Kemenangan ini sangat berarti bagi Marquez. Sebab dia memecahkan rekor sebagai pebalap pertama Ducati yang memenangi lima seri MotoGP berturut-turut.

    Saat ini pebalap asal Spanyol itu sudah mengoleksi 381 poin. Jaraknya dengan pebalap di posisi kedua, Alex Marquez, cukup jauh, mencapai selisih 120 poin.

    Rekan setim Marquez, Francesco Bagnaia berada di urutan ketiga. ‘Pecco’ Bagnaia sudah menyimpan 213 poin, masih minus 168 poin dari Marquez.

    Di sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, Austria, Bagnaia tampil dominan di musim-musim sebelumnya. Tahun lalu, Bagnaia menjadi pemenang di sesi sprint race dan balapan utama MotoGP Austria. Begitu juga di musim 2023 dan 2022. Namun, tahun ini ada Marquez yang masih mendominasi MotoGP. Akankah Bagnaia mampu mempertahankan takhtanya sebagai penguasa MotoGP Austria? Atau Marc Marquez bakal mematahkan rekor kemenangan Bagnaia di Austria? Pembutiannya bisa kita saksikan secara langsung di MotoGP Austria akhir pekan ini.

    Jadwal MotoGP Austria 2025

    Rangkaian MotoGP Austria 2025 dimulai pada hari Jumat. Berikut jadwal lengkap MotoGP Austria 2025.

    Jumat 15 Agustus 2025

    14:00-14:35 WIB: Free Practice 1 Moto314:50-15:30 WIB: Free Practice 1 Moto215:45-16:30 WIB: Free Practice 1 MotoGP18:15-18:50 WIB: Practice Moto319:05-19:45 WIB: Practice Moto220:00-21:00 WIB: Practice MotoGP

    Sabtu 16 Agustus 2025

    13:40-14:10 WIB: Free Practice 2 Moto314:25-14:55 WIB: Free Practice 2 Moto215:10-15:40 WIB: Free Practice 2 MotoGP15:50-16:05 WIB: Kualifikasi 1 MotoGP16:15-16:30 WIB: Kualifikasi 2 MotoGP17:50-18:05 WIB: Kualifikasi 1 Moto318:15-18:30 WIB: Kualifikasi 2 Moto318:45-19:00 WIB: Kualifikasi 1 Moto219:10-19:25 WIB: Kualifikasi 2 Moto220:00 WIB: Sprint Race MotoGP (14 lap).

    Minggu 17 Agustus 2025

    14:40-14:50 WIB: Warm Up MotoGP16:00 WIB: Race Moto3 (20 lap)17:15 WIB: Race Moto2 (23 lap)19:00 WIB: Race MotoGP (28 lap).

    (rgr/dry)

  • Pebalap Kayak Marc Marquez Cuma Muncul 15 Tahun Sekali

    Pebalap Kayak Marc Marquez Cuma Muncul 15 Tahun Sekali

    Jakarta

    Legenda balap asal Spanyol, Jorge Lorenzo, menganggap rekan senegaranya, Marc Marquez sebagai pebalap ‘langka’ yang sulit digantikan. Bahkan, bakat seperti The Baby Alien, kata dia, hanya muncul 10-15 tahun sekali.

    Marquez debut di MotoGP pada musim 2013 di Losail, Qatar. Dia dianggap meneruskan era Valentino Rossi yang menjalani balapan pertamanya di musim 2000 atau 13 tahun sebelum Marquez.

    Kenyataan tersebut membuat Lorenzo menyimpulkan, pebalap seperti Marquez hanya muncul 10-15 tahun sekali. Sebab, selain kualitas, pebalap berusia 32 tahun itu punya mental sekuat baja.

    “Marquez merupakan pebalap yang muncul setiap 10 atau 15 tahun sekali dan sejajar dengan Rossi, Stoner atau bahkan saya. Melihat angka-angkanya, dia bahkan lebih baik dari kami, meskipun masih satu gelar di bawah Rossi,” ujar Lorenzo, dikutip dari Motosan, Senin (11/8).

    Jorge Lorenzo puji habis Marc Marquez soal kualitas balapan. Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto

    Menurut Lorenzo, Marquez merupakan fenomena besar di MotoGP. Bayangkan, setelah cedera parah bertahun-tahun, dia mampu comeback. Bahkan, dia langsung bisa adaptasi di musim pertamanya bersama Ducati merah.

    “Marc adalah fenomena. Dia datang ke Ducati dengan pengalaman yang lebih sedikit dibandingkan Pecco. Tapi, dia bisa tampil lebih cepat,” kata dia.

    Sebagai catatan, Marquez berpeluang besar meraih gelar juara kesembilannya musim ini. Bahkan, dia bisa menguncinya lebih cepat di Misano, Italia. Jika dia berhasil, maka koleksi gelarnya akan sama seperti Valentino Rossi.

    Marquez saat ini memimpin klasemen MotoGP 2025 dengan koleksi 381 poin. Dia unggul 120 angka dari adiknya, Alex Marquez di peringkat kedua. Pebalap dengan nomor 93 itu hanya perlu mencetak 103 poin lagi untuk memastikan gelar juara dunia.

    (sfn/rgr)

  • Masalah Utama Pecco Bagnaia

    Masalah Utama Pecco Bagnaia

    Jakarta

    Francesco ‘Pecco’ Bagnaia mengaku performanya di MotoGP 2025 sedang berada di titik sulit. Juara MotoGP dua kali itu menyebut dirinya kini menjadi salah satu rider yang terburuk di lintasan dalam hal mempertahankan posisi saat balapan. Sebenarnya apa masalah utama Pecco Bagnaia?

    Sejak awal musim, masalah Bagnaia dengan Ducati GP25 sudah menjadi sorotan. Pebalap Italia itu frustrasi lantaran kesulitan bersaing dengan rekan setim barunya, Marc Marquez, dalam perebutan gelar. Keluhan utamanya terletak pada kemampuan motor saat memperlambat kecepatan dan masuk tikungan.

    Francesco ‘Pecco’ Bagnaia Foto: Dok. Ducati

    “Saya sudah mengeluh tentang masalah pengereman dan (masalah saat) masuk tikungan sejak beberapa waktu lalu, sejak di Thailand,” bilang Bagnaia kepada Sky Italia.

    Menurutnya, kelemahan ini membuat lawan lebih mudah menyalip. Padahal, di musim-musim sebelumnya, Bagnaia dikenal sebagai pebalap yang sulit dilewati. Dia memiliki pertahanan yang kuat saat balapan.

    “(Kini) saya (menjadi) salah satu yang terburuk, semua orang menyalip saya saat (melakukan) pengereman, saya tidak bisa mengerem dengan keras,” lanjut pebalap Italia.

    Bagnaia menjelaskan, ketika mencoba mengerem mendadak, ia kehilangan kendali atau melebar. Sebaliknya, jika mengerem lebih halus, motor sulit berbelok. “Sulit dipahami karena tidak ada cara untuk menghentikan motor sesuai keinginan,” tambahnya lagi.

    Saat ini, fokusnya bergeser. Dengan Marquez semakin tak terkejar, Bagnaia bertekad mempertahankan catatan finis dua besar di klasemen akhir sejak 2021. Ia tertinggal 48 poin dari Alex Marquez yang ada di posisi kedua dengan 10 seri tersisa.

    Meski hanya meraih satu kemenangan musim ini, Bagnaia menegaskan ia dan Ducati harus menemukan solusi. “Pada akhirnya, semuanya ada di tangan kami. Kami sudah mencoba segalanya, dan tidak ada yang membantu meningkatkan area itu, jadi saya rasa DNA motor ini tidak 100% sesuai dengan permintaan saya sebelumnya,” ujar Bagnaia lagi.

    Anak didik Valentino Rossi itu mengakui targetnya di paruh kedua musim berubah. “Kami memulai untuk memenangkan kejuaraan, tapi saat ini sulit melawan Marc atau merebut gelar. Jadi kami harus fokus mengejar Alex, lalu meningkatkan performa hingga akhir musim untuk mempersiapkan tahun depan,” pungkasnya.

    (lua/riar)

  • Pebalap Kayak Marc Marquez Cuma Muncul 15 Tahun Sekali

    Marquez Bisa Kunci Juara di ‘Rumah’ Rossi, Begini Hitung-hitungannya

    Jakarta

    Pebalap Ducati asal Spanyol, Marc Marquez bisa mengunci juara dunia MotoGP 2025 jauh lebih awal. Bahkan, menurut laporan, dia bisa mengamankan gelar kesembilannya tersebut di ‘rumah’ Valentino Rossi, yakni di Sirkuit Misano, Italia.

    Dominasi Marquez musim ini benar-benar tak terbantahkan. Pebalap berjuluk The Baby Alien itu berada di puncak performa, baik secara fisik maupun mental, dan itu terlihat setiap akhir pekan balap. Dari 12 seri yang sudah digelar, Marquez telah mengoleksi 381 poin.

    Pesaing terdekatnya yang merupakan adiknya sendiri, Alex Marquez, tertinggal 120 poin dengan total 261 poin. Nah, dengan 37 poin maksimal yang bisa diraih setiap GP, data GPOne mencatat rata-rata Marc mengantongi 31,75 poin per seri-selisih sekitar 10 poin lebih banyak dibanding Alex setiap pekannya.

    Marc Marquez. Foto: REUTERS/David W Cerny

    Jika tren ini berlanjut, skenario paling realistis adalah Marquez mengunci gelar juara di Mandalika, Indonesia pada 5 Oktober. Namun, bukan tak mungkin, hal itu terjadi lebih cepat. Di GP Jepang, sepekan sebelumnya, dia bisa memastikan juara bila unggul 185 poin dari Alex-artinya gelar terkunci lima seri sebelum musim berakhir.

    Lebih ekstrem lagi, peluang tetap terbuka bagi Marquez untuk menyegel gelar di Misano, enam seri sebelum penutupan musim. Syaratnya, ia harus mencetak 103 poin lebih banyak dari Alex dalam empat balapan ke depan. Dengan begitu, keunggulannya menjadi 223 poin dan tak mungkin terkejar.

    Memang, skenario Misano ini sulit karena Alex harus apes, bahkan gagal meraih poin akibat masalah motor. Namun, melihat performa Marquez musim ini, segalanya terasanya menjadi mungkin.

    Yang jelas, pebalap 32 tahun itu tak mau terbuai hitung-hitungan. Fokusnya tetap pada menggeber motor, mengumpulkan poin maksimal, dan membiarkan waktu yang menjawab kapan ia resmi jadi juara dunia lagi.

    (sfn/lth)

  • Jajal Sirkuit Baru MotoGP, Begini Komentar Marquez

    Jajal Sirkuit Baru MotoGP, Begini Komentar Marquez

    Jakarta

    Marc Marquez baru saja mencoba Sirkuit Balaton Park, Hungaria, yang akan menjalani debut MotoGP pada tahun ini. Ini komentar Marquez setelah mencicipi lintasan sirkuit sepanjang 4,08 km tersebut.

    Pada Selasa, 5 Agustus 2025, Ducati mengadakan agenda track day di Balaton Park buat Marc Marquez, Pecco Bagnaia, Alex Marquez, Fermin Aldeguer, Franco Morbidelli dan Fabio Di Giannantonio. Mereka mengendarai Ducati Panigale V4 untuk mempelajari layout sirkuit baru tersebut.

    Marc Marquez menjajal Sirkuit Balaton Park, Hungaria Foto: dok.Istimewa/Instagram Marc Marquez

    Marquez pun memberi komentarnya usai menjajal sirkuit yang baru dibuka pada 2023 itu. Pebalap asal Spanyol mengaku terkesan dengan kualitas aspal yang bagus dan juga layout yang menantang. Diketahui Sirkuit Balaton Park memiliki 7 tikungan ke kanan dan 10 tikungan ke kiri.

    “Saya senang, tata letak lintasannya unik dan tak biasa. Ini akan membutuhkan gaya berkendara yang sedikit berbeda; ini lintasan stop and go, Anda perlu beradaptasi,” ujar Marquez dikutip dari Crash.

    “Semakin cepat Anda masuk ke dalam ritmenya, semakin baik hasilnya, dan Anda dapat benar-benar menikmati kecepatannya. Aspalnya bagus, mereka melakukan pekerjaan yang hebat. Saya tidak sabar untuk balapan di sini dengan motor MotoGP,” sambung Marquez.

    Secara layout, Sirkuit Balaton Park ini memang cukup banyak punya tikungan patah. Tepatnya ada di tikungan pertama, kelima, kesepuluh, ketiga belas, dan tikungan kelima belas. Banyaknya tikungan patah akan membuat balapan MotoGP di sirkuit berjalan menarik karena bisa saja terjadi banyak pertarungan di tikungan-tikungan tersebut.

    MotoGP Hungaria 2025 akan diselenggarakan pada 22 Agustus-24 Agustus. Hungaria akan menjadi tuan rumah ketiga belas MotoGP 2025. Saat ini Marquez masih nyaman di puncak klasemen sementara dengan 381 poin.

    (lua/din)

  • Daftar Pebalap MotoGP Paling Sering Jatuh di Paruh Pertama 2025

    Daftar Pebalap MotoGP Paling Sering Jatuh di Paruh Pertama 2025

    Jakarta

    MotoGP 2025 telah memasuki paruh musim. Para pebalap telah menjalani 24 kali race, termasuk balapan pendek atau sprint race. Lantas, sepanjang itu, siapa rider yang paling sering jatuh?

    Selama 24 race pertama musim ini, total ada 185 kecelakaan di MotoGP. Menariknya, Ducati menjadi penyumbang terbesar dengan 51 kali kecelakaan. Mereka berada di atas Honda dan Aprilia yang tak sampai 40 kali kecelakaan.

    Di luar dugaan, Yamaha menjadi tim yang paling jarang jatuh di MotoGP 2025. Hingga pertengahan musim, mereka hanya 29 kali jatuh.

    Daftar pebalap paling sering jatuh di paruh musim MotoGP 2025. Foto: Doc. MotoGP

    Meski Ducati menjadi tim paling sering jatuh, namun bukan pebalap mereka yang memuncaki daftar tersebut. Menurut laporan terbaru MotoGP, dikutip Sabtu (2/8), dua pebalap Honda, yakni Joan Mir dan Johann Zarco menjadi rider yang paling sering kecelakaan di kejuaraan musim ini.

    Keduanya sama-sama jatuh 15 kali. Sementara Alex Marquez sebagai pebalap Ducati menempati urutan ketiga dengan 13 kali jatuh. Uniknya, murid sekaligus adik Valentino Rossi, Luca Marini menjadi satu-satunya pebalap yang tak pernah crash musim ini.

    Berikut Daftar Pebalap Paling Sering Jatuh di Paruh Musim MotoGP 2025Joan Mir, Honda: 15 kaliJohann Zarco, Honda: 15 kaliAlex Marquez, Ducati: 13 kaliBrad Binder, KTM: 13 kaliFranco Morbidelli, Ducati: 12 kaliMarco Bezzecchi, Aprilia: 12 kaliJack Miller, Yamaha: 12 kaliAi Ogura, Aprilia: 11 kaliPedro Acosta, KTM: 9 kaliFermín Aldeguer, Ducati: 9 kaliMarc Marquez, Ducati: 8 kaliFabio Quartararo, Yamaha: 7 kaliPecco Bagnaia, Ducati: 6 kaliEnea Bastianini, KTM: 6 kaliRaul Fernandez, Aprilia: 6 kaliSomkiat Chantra, Honda: 5 kaliLorenzo Savadori, Aprilia: 5 kaliMaverick Vinales, KTM: 4 kaliAugusto Fernandez, Yamaha: 4 kaliAlex Rins, Yamaha: 3 kaliFabio Di Giannantonio, Ducati: 3 kaliMiguel Oliveira, Yamaha: 3 kaliAleix Espargaro, Honda: 2 kaliJorge Martin, Aprilia: 1 kaliTakaaki Nakagami, Honda : 1 kaliLuca Marini, Honda: 0 kali.

    (sfn/dry)

  • Dianggap ‘Angker’, Pebalap Kompak Minta Sirkuit Sachsenring Dirombak

    Dianggap ‘Angker’, Pebalap Kompak Minta Sirkuit Sachsenring Dirombak

    Jakarta

    Sejumlah pebalap MotoGP mendesak agar Sirkuit Sachsering, Jerman, segera dirombak. Permintaan tersebut menyusul banyaknya rider yang mengalami kecelakaan parah saat balapan pekan lalu.

    Sebagai gambaran, hanya ada 10 dari 18 pebalap yang mampu menuntaskan perlombaan di MotoGP Jerman 2025. Artinya, ada delapan pebalap yang mengalami crash atau kecelakaan saat balapan pekan lalu.

    Lima pebalap mengalami crash di tikungan pertama, sementara sisanya tersebar di tikungan lainnya. Catatan tersebut membuat MotoGP Jerman 2025 masuk daftar hitam sebagai seri dengan sisa pebalap paling sedikit sepanjang sejarah.

    Sirkuit Sachsenring makan banyak korban. Foto: Getty Images/Gold & Goose Photography

    Pebalap Ducati asal Spanyol, Marc Marquez mengatakan, meski masuk salah satu lintasan favoritnya, namun Sirkuit Sachsering tetap perlu dirombak. Sebab, menurutnya, keselamatan pebalap merupakan prioritas utama.

    “Ya, tentu saja ini adalah salah satu trek balap yang saya sukai. Tetapi beberapa dinding berada terlalu dekat, terutama dalam kondisi basah. Sebab, dalam kondisi basah, ketika Anda menabrak, Anda bahkan meningkatkan kecepatan ketika menyentuh landasan,” ujar Marquez, dikutip dari Crash, Rabu (16/7).

    “Jelas bahwa itu bukan trek balap seperti Qatar, di mana Anda tidak pernah sampai ke dinding. Tetapi mereka sedang mengerjakan itu,” tambahnya.

    Alex Marquez Foto: dok.Istimewa/Gresini Racing

    Senada dengan kakaknya, Alex Marquez juga meminta pengelola merombak Sirkuit Sachsenring. Sebab, lintasan tersebut akan menggelar balapan hingga musim 2031.

    “Seperti yang dikatakan Marc, mereka perlu memodifikasi beberapa hal untuk meningkatkan sedikit (keamanan), seperti di tikungan 5 atau tikungan 8. Tapi mereka bekerja, apalagi mereka baru perpanjang kontrak, pasti akan ada modifikasi,” tuturnya.

    Bukan hanya duo Marquez, keresahan yang sama juga dirasakan Francesco Bagnaia. Pebalap asal Italia itu menyoroti posisi dinding pembatas yang terlalu dekat dengan trek. Dia berharap, pengelola Sirkuit Sachsenring bisa berkaca dari Sirkuit Jerez, Spanyol.

    “Memang benar mereka bekerja keras (melakukan perbaikan) di Sirkuit Jerez, yang sebelumnya sangat dekat dengan dinding pembatas. Nah, jika mereka melakukan hal yang sama di semua trek lama (seperti Sachsenring), itu akan jauh lebih aman,” kata Bagnaia.

    (sfn/rgr)

  • Cerita Unik di Balik Selebrasi ‘Aura Farming’ Marquez di MotoGP Jerman

    Cerita Unik di Balik Selebrasi ‘Aura Farming’ Marquez di MotoGP Jerman

    Jakarta – Pebalap Ducati asal Spanyol, Marc Marquez merayakan kemenangan di MotoGP Jerman, akhir pekan kemarin, dengan cara unik. Dia melakukan selebrasi pacu jalur atau aura farming sebelum motornya menyentuh garis finis.

    Menariknya, ada kisah unik di balik selebrasi khas Indonesia tersebut. Marquez mengaku, dia harus ngebut dan membuat gap-nya jauh dari pebalap di posisi kedua. Maka, dengan begitu, dia punya cukup waktu untuk berdiri di motor dan melakukan gerakan ‘aura farming’.

    “Itulah alasan saya menambah kecepatan, biar saya punya jarak sekian detik untuk melakukan (selebrasi) itu,” ujar Marquez kepada adiknya sesaat setelah selesai balapan, dikutip dari akun Instagram MotoGP, Senin (14/7).

    Marc Marquez Aura Farming Foto: Instagram Marc Marquez

    Dengan nada bercanda, Alex Marquez menegur Marc Marquez yang selalu ‘show off’ di depan banyak penonton. Menurutnya, selebrasi tersebut bisa saja membahayakan kakaknya. Namun, The Baby Alien hanya membalasnya dengan tawa.

    Sejak beberapa pekan terakhir, sejumlah atlet di dunia ‘keranjingan’ selebrasi aura farming. Bukan hanya Marquez, pebalap-pebalap besar seperti Toprak Razgatlioglu, Deniz Oncu dan Alex Albon juga pernah melakukan gerakan unik tersebut.

    Sebagai catatan, Marc Marquez tampil sempurna di MotoGP Jerman 2025. Selain di balapan inti atau race, dia juga menang di balapan pendek atau sprint race. Kondisi tersebut membuatnya makin kokoh di klasemen sementara.

    Berikut Klasemen MotoGP Usai Balapan Jerman

    1. Marc Marquez – 319

    2. Alex Marquez – 241

    3. Francesco Bagnaia – 181

    4. Fabio Di Giannantonio – 142

    5. Franco Morbidelli – 139

    6. Marco Bezzecchi – 130

    7. Johann Zarco – 104

    8. Pedro Acosta – 99

    9. Fermin Aldeguer – 81

    10. Fabio Quartararo – 74

    11. Brad Binder – 51

    12. Ai Ogura – 49

    13. Raul Fernandez – 44

    14. Jack Miller – 38

    15. Luca Marini – 38

    16. Alex Rins – 35

    17. Joan Mir – 32

    18. Lorenzo Savadori – 8

    19. Miguel Oliveira – 8.

    (sfn/rgr)

  • Marquez Menang, Sisa 10 Pebalap

    Marquez Menang, Sisa 10 Pebalap

    Jakarta

    Marc Marquez menang balapan utama MotoGP Jerman 2025. Rider asal Spanyol itu memanfaatkan pole dengan sempurna untuk finis terdepan.

    The Baby Aliens bisa menjaga posisi terdepan selepas start balapan yang berlangsung di Sachsenring, Minggu (13/7/2025). Marco Bezzecchi berada di urutan kedua, sementara itu Fabio Di Giannantonio (Diggia) menjalani start yang oke. Dia memulai dari posisi 9, namun langsung bisa naik ke urutan tiga terdepan.

    Lap pertama usai, Bezzecchi disalip Diggia. Keduanya saling berebut posisi kedua. Diggia tampil meyakinkan bisa finis posisi kedua.

    Cuma satu pebalap pabrikan KTM yang ikut main race MotoGP Jerman. Tapi Pedro Acosta terjatuh pada lap empat.

    Miguel Oliveira juga crash pada putaran yang sama.

    Francesco Bagnaia yang memulai dari posisi 11 mampu memperbaiki posisi. Dia menyalip Brad Binder, Jack Miller, Johann Zarco, Quartararo. Hingga putaran ke-10, Bagnaia masih berada di posisi kelima.

    Lap ke-12, Marquez sebagai pebalap terdepan sudah membuat jarak hingga 1,5 detik dari Diggia.

    Marco Bezzecchi berjarak 0,772 detik dari Diggia. Dia terus dibuntuti oleh Alex Marquez. Cuma Bezzecchi yang menggunakan motor non Ducati bisa bersaing podium.

    Fabio Quartararo yang sebelumnya bisa finis ketiga dalam sprint race harus keteteran kali ini. Dia mengisi posisi ketujuh di belakang Johann Zarco.

    Yellow flag berkibar pada lap 18 sektor 1, Fabio Di Giannantonio terjatuh. Peluangnya untuk bisa podium sirna di depan mata.

    Tak berselang lama, Johann Zarco juga terjatuh pada tikungan dua.

    Posisi tiga besar saat ini ditempati oleh Marc Marquez, Bezzecchi, dan Alex Marquez.

    Francesco Bagnaia masih terus mengejar rombongan tiga besar dengan jarak 1,2 detik dari Alex Marquez.

    Lap ke-21, petaka datang bagi Bezzecchi. Dia terjatuh di tikungan pertama. Hangus sudah mimpinya untuk jadi runner up di MotoGP Jerman 2025.

    Praktis Alex Marquez naik ke urutan dua, dan Bagnaia melengkapi podium ketiga. Marquez tak terkejar di depan.

    Joan Mir dan Ai Ogura terjatuh pada lap ke-22 pada tikungan pertama. Tepat di lokasi yang sama, Luca Savadori juga crash.

    Hingga putaran ke-23, Pebalap yang tersisa cuma 10 orang, antara lain Marquez, Alex Marquez, Bagnaia, Quartararo, Fermin Aldeguer, Jack Miller, Luca Marini, Brad Binder, Raul Fernandez, dan Alex Rins.

    Pebalap yang mengalami crash tidak lanjut balapan, di antaranya Luca Savadori, Diggia, Joan Mir, Pedro Acosta, Johann Zarco, Ai Ogura, dan Bezzecchi, Miguel Oliveira.

    Marquez makin tidak terkejar, dia memimpin dengan jarak waktu 6,764 detik dari adiknya. Luca Marini unjuk gigi dengan melakukan aksi overtake ke Jack Miller untuk berebut posisi enam.

    Bendera finish berkibar, Marquez menyentuh garis finis pertama sembari bergaya ‘Aura Farming’ di atas motornya. Posisi kedua dikunci Alex Marquez, dan Francesco Bagnaia melengkapi podium ketiga.

    Berikut ini hasil balapan MotoGP Jerman 2025:

    1. Marc Marquez
    2. Alex Marquez
    3. Francesco Bagnaia
    4. Fabio Quartararo
    5. Fermin Aldeguer
    6. Luca Marini
    7. Brad Binder
    8. Jack Miller
    9. Raul Fernandez
    10. Alex Rins

    Out

    – Luca Savadori
    – Diggia
    – Joan Mir
    – Pedro Acosta
    – Johann Zarco
    – Ai Ogura
    – Bezzecchi
    – Miguel Oliveira

    (riar/lua)

  • Kualifikasi MotoGP Jerman 2025: Marquez Pertama, Bagnaia ke-11

    Kualifikasi MotoGP Jerman 2025: Marquez Pertama, Bagnaia ke-11

    Jakarta

    Kualifikasi MotoGP Jerman 2025 telah selesai. Pebalap Ducati asal Spanyol, Marc Marquez mampu meraih pole position. Sementara Alex Marquez keenam dan Francesco Bagnaia ke-11.

    Ketika Q2 mau dimulai, hujan deras turun di Sirkuit Sachsenring, Jerman. Situasi tersebut membuat pebalap menggunakan ban beralur untuk melalui lintasan yang basah. Meski demikian, mereka tetap kesulitan karena ‘semburan’ air dari motor lain di posisi depan.

    Di putaran pertama, Marc Marquez langsung gaspol dengan mencatatkan waktu terbaik 1 menit 28,294 detik. Dia dibuntuti Johann Zarco dan Franco Morbidelli hingga memasuki putaran kedua.

    Hasil kualifikasi MotoGP Jerman 2025. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp

    Di saat bersamaan, Francesco Bagnaia ‘terlempar’ ke urutan 10, sementara Fabio Quartararo tertahan di peringkat keenam. Para pebalap makin berhati-hati ketika Q2 hendak menyudahi putaran kedua.

    Memasuki putaran ketiga, Marquez mampu menyempurnakan waktunya menjadi 1 menit 28,083 detik. The Baby Alien makin tak terbendung di peringkat pertama. Sedangkan Bagnaia dan Quartararo justru makin merosot ke belakang.

    Di putaran keempat, terjadi sejumlah perubahan di posisi terdepan. Marco Bezzecchi masuk ke peringkat ketiga, sementara Pedro Acosta menusuk ke posisi kelima.

    Hingga akhir Q2, tak ada perubahan di baris terdepan. Marquez tetap pole position, kemudian Zarco kedua dan Bezzecchi ketiga.

    Berikut Hasil Kualifikasi MotoGP Jerman 2025Marc MarquezJohan ZarcoMarco BezzecchiFranco MorbidelliPedro AcostaAlex MarquezFabio QuartararoFabio DiggiaJack MillerBrad BinderFrancesco BagnaiaMaverick Vinales.

    (sfn/lth)