Tag: Alamsyah

  • Fakta Vokalis Sukatani Novi Citra Indriyati Diberhentikan Jadi Guru SD, Disebut Langgar Kode Etik – Halaman all

    Fakta Vokalis Sukatani Novi Citra Indriyati Diberhentikan Jadi Guru SD, Disebut Langgar Kode Etik – Halaman all

    TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA – Vokalis Sukatani Novi Citra Indriyati diberhentikan sebagai guru di SDIT Mutiara Hati, Desa Purworejo, Kecamatan Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

    Diketahui Novi Citra Indriyati alias Twister Angel melamar menjadi guru di SDIT Mutiara Hati kisaran pada tahun 2020/2021. 

    Ia resmi bergabung menjadi bagian dari SDIT Mutiara Hati pada 2022. 

    Sebelum diberhentikan, Novi ternyata seorang guru Wali kelas.

    Ia resmi diberhentikan menjadi guru di SDIT Mutiara Hati pada 6 Februari 2025, jauh sebelum band Sukatani menjadi sorotan karena lagu berjudul Bayar Bayar Bayar yang mengkritik polisi.

    Berikut fakta soal pemberhentian Vokalis Sukatani Novi Citra Indriyati sebagai guru SD yang dihimpun Tribunnews.com:

    Nama Novi Citra Indriyati Sudah Tidak Aktif di Dapodik

    Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Banjarnegara, Teguh Handoko mengatakan status  Novi Citra Indriyati apabila dilihat dari  Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sudah nonaktif. 

    “Sudah tidak aktif per tanggal 6 Februari 2025. Akan tetapi alasannya apakah karena dipecat atau mengundurkan diri kita belum tahu karena itu adalah wewenang pihak yayasan,” ucap Teguh Handoko saat dihubungi tribunjateng.com, Sabtu (22/2/2025). 

    Menurut dia terkait pemberhentian dan sebagainya merupakan kewenangan pihak sekolah karena Novi mengajar di sekolah swasta.

    “Sehingga kewenangan ada di yayasannya,” ujar dia.

    Pemberhentian Novi Vokalis Sukatani Jadi Guru Karena Langgar Kode Etik

    Kepala Sekolah SDIT Mutiara Hati, Eti Endarwati mengatakan pemberhentian Novi Citra Indriyati, vokalis band Sukatani sebagai guru jauh sebelum lagu Bayar Bayar Bayar yang kritik polisi viral.

    “Betul diberhentikan, tetapi yang jadi masalah adalah bukan lagu dan terkait peristiwa viralnya,” kata Eti Endarwati saat dihubungi Tribunbanyumas.com, Sabtu (22/2/2025). 

    Eti Endarwati menegaskan pemberhentian Novi Citra Indriyati sebagai guru karena dianggap melakukan pelanggaran kode etik.

    “Yang dilanggar adalah kode etiknya terutama yang berkaitan dengan syariat Islam,” ucapnya. 

    Pihaknya mengatakan sebagai institusi swasta yang punya kode etik dan aturan hal itu wajib berlaku dan dipatuhi semua termasuk guru-guru. 

    “Jadi ada aturan yang berlaku untuk semua dan ada kode etik kepada guru-guru kami. Adapun pelanggaran kode etik yang paling mendasar adalah terbukanya aurat guru,” jelasnya. 

    Karena alasan itulah yang menjadi dasar atau alasan pemberhentian yang bersangkutan menjadi guru. 

    “Kode etik sudah disosialisasikan di awal mendaftar dan dari awal beliau sudah tahu konsekuensinya. Jadi kita menemukan di Sosmed beliau ada bagian aurat yang terbuka,” ucapnya.

    Novi Vokalis Sukatani Mengajar Baik Selama Jadi Guru

    Pihak sekolah menegaskan pada intinya bukan melarang pada aspek musik yang ditekuni akan tetapi ada persoalan kode etik yang sudah dilanggar. 

    “Beliau mengajar baik, cuman namanya guru tidak hanya punya kompetensi saja tapi ada nilai-nilai yang kalau melanggar aturan harus dipatuhi dengan segala konsekuensinya dan beliau sudah menyadari itu,” katanya. 

    Pihak sekolah juga merasa kaget dengan peristiwa viral tersebut.

    Pihak sekolah sudah memberikan keterangan dan surat pengalaman mengajar kepada yang bersangkutan. 

    “Kita sudah buatkan keterangan pernah mengajar cuma belum diambil. Apabila diperlukan di dunia pendidikan nantinya, ungkapnya.

    Band Sukatani Minta Maaf

    Band punk asal Purbalingga, Sukatani, menjadi sorotan setelah merilis lagu berjudul “Bayar-Bayar-Bayar” yang liriknya dianggap menyinggung institusi Polri.

    Setelah lagu tersebut viral di media sosial, Sukatani menyampaikan permintaan maaf dan menarik lagu tersebut dari peredaran.

    Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi mereka. 

    “Mohon maaf kepada Bapak Kapolri dan institusi Polri atas lagu berjudul ‘Bayar-Bayar-Bayar’ yang liriknya menyinggung polisi dan viral di sosial media,” kata vokalis Sukatani.

    Dia juga meminta agar siapa pun yang telah mengunggah atau memiliki lagu tersebut untuk tidak mem-posting ulang atau menyebarluaskannya lagi.

    Merespons hal tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan pihaknya tidak anti terhadap kritik.

    “Polri tidak antikritik. Kritik sebagai masukan untuk evaluasi. Dalam menerima kritik, tentunya kita harus legawa dan yang penting ada perbaikan,” ujar Listyo, Jumat (21/2/2025).

    Terpisah, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, memastikan band Sukatani diperbolehkan apabila ingin menyanyikan lagu Bayar Bayar Bayar di setiap festival musik.

    “Iya monggo aja,” kata Artanto dalam video yang diterima awak media.

    Sukatani kemudian dipersilakan untuk kembali membawakan lagu Bayar Bayar Bayar dalam aksi panggung mereka.

    Begitu pun untuk mengedarkan karya tersebut dalam semua platform.

    “Enggak ada, bebas mereka, silahkan (dibawakan dalam aksi panggung),” ujarnya.

    “Monggo aja (kembali diedarkan), bebas tidak ada masalah saat kita,” lanjut Kombes Artanto.

    Kemudian dalam hal ini Polri sangat menghargai ekspresi dalam bentuk seni yang memberikan kritik membangun.

    “Kita menghargai ekspresi dan yang memberikan kritik membangun kepada Polri itu menjadi teman Bapaknya Kapolri, kita hargai,” tandasnya.

    (Tribunnews.com/ Fauzi Alamsyah/ tribunjateng.com/ tribunbanyumas.com/ Permata Putra Sejati/ Tribunjakarta.com)

    Sebagaian dari artikel ini telah tayang di TribunBanyumas.com dengan judul Dindikpora Banjarnegara Angkat Suara Soal Vokalis Sukatani Dipecat, Status Dapodik Sudah Tidak Aktif

  • Direktorat Narkoba Polda Sulsel Berhasil Ungkap Oknum Pegawai Lapas Jual Sabu

    Direktorat Narkoba Polda Sulsel Berhasil Ungkap Oknum Pegawai Lapas Jual Sabu

     

    Liputan6.com, Makassar Tim Khusus (Timsus) Direktorat Narkoba Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Dit Narkoba Polda Sulsel) berhasil membekuk oknum pegawai lembaga pemasyarakatan (Lapas) inisial SA (32) yang diduga menjual narkoba jenis sabu di Jalan Poros Baranti, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulsel, Senin 17 Februari 2025.

    Plt Direktur Reserse Narkoba Polda Sulsel, AKBP Gany Alamsyah Hatta membenarkan adanya penangkapan oknum pegawai lapas inisial SA yang diduga menjual sabu tersebut.

    Ia menjelaskan, penangkapan terhadap oknum pegawai lapas inisial SA tersebut bermula saat Unit 1 Timsus Dit Narkoba Polda Sulsel menerima informasi dari masyarakat bahwa di Jalan Poros Baranti Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang sering dijadikan tempat transaksi penjualan narkotika jenis sabu. 

    Dari informasi awal tersebut, kata Gany, tim kemudian melakukan pengintaian di tempat yang dimaksud dan salah satu dari anggota tim juga menyamar dengan melakukan transaksi. 

    Sekitar Pukul 16.00 Wita, anggota yang akan melakukan transaksi bertemu dengan pria inisial SA dan OB. Sejam setelahnya atau tepatnya Pukul 17.00 Wita, sebuah mobil jenis Toyota Calya berwarna abu-abu metalik yang dikendarai oleh pria inisial PT datang dan kemudian menyerahkan sebuah kantong plastik berwarna hitam yang berisi 3 saset bening berukuran sedang yang diduga narkotika jenis sabu kepada SA. Selanjutnya SA membawa barang tersebut dan menyerahkan kepada anggota yang melakukan transaksi. 

    “Saat itulah tim langsung mengamankan SA beserta barang buktinya. Sementara OB dan PT berhasil kabur dari pengejaran anggota,” ucap Gany via telepon, Rabu (19/2/2025).

    Dari hasil interogasi tim di lapangan, SA mengakui barang bukti yang diamankan darinya berupa 3 bungkusan plastik bening yang diduga berisi serbuk kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu adalah benar miliknya yang diperoleh dari PT yang saat ini berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).

    Selanjutnya SA beserta barang bukti berupa 3 bungkus yang berisi diduga sabu dan sebuah handphone merek Iphone dibawa ke kantor Direktorat Narkoba Polda Sulsel untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

    “Atas perbuatannya, SA diduga melanggar Pasal 114 Subsider Pasal 112 Undang undang No. 35 Tentang Narkotika,” Gany menandaskan.

    Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

     

    Polisi membongkar jaringan pengedar narkoba jenis sabu-sabu di Kalimantan Timur. Selain menangkap tiga tersangka, polisi juga menyita sabu-sabu sebanyak 21 kg.

  • Siapkan SDM di Industri BPR, Perbarindo Gandeng Perguruan Tinggi – Halaman all

    Siapkan SDM di Industri BPR, Perbarindo Gandeng Perguruan Tinggi – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) menggandeng perguruan tinggi untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) kompeten di industri bank perkreditan rakyat (BPR).

    Pelibatan ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Training of Trainers (TOT) bagi dosen perguruan tinggi, bekerja sama dengan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) di akhir 2023. Inisiatif ini dirancang untuk mencetak trainer berkualitas yang akan membimbing mahasiswa agar siap menghadapi dunia kerja di industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR).

    Kemudian pada 6-8 Februari 2025 Perbarindo menggandeng Universitas Merdeka Malang untuk pelaksanaan TOT batch 2 bagi dosen perguruan tinggi di wilayah Jawa Timur, yang diikuti oleh sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Brawijaya, Universitas Hayamwuruk, Perbanas, Universitas Airlangga, Universitas Merdeka Malang dan Universitas Muhammadiyah Malang dan diselenggarakan di Universitas Negeri Malang.

    Sebelum kegiatan tersebut, Perbarindo menggelar pelatihan sertifikasi untuk mahasiswa Prodi Keuangan dan Perbankan Fakultas Ekonomi Universitas Merdeka Malang yang dilakukan pada tanggal 01 s.d 05 Februari 2025, dengan trainer yang berasal dari TOT Dosen batch 1 dan diikuti 30 mahasiswa.

    Ketua Umum Perbarindo Tedy Alamsyah menyampaikan, industri BPR membutuhkan SDM yang kompeten dan adaptif terhadap perubahan. Melalui kerja sama dengan universitas, kami ingin memastikan generasi muda memiliki kemampuan praktis yang diakui secara nasional melalui sertifikasi profesi. Ini adalah investasi penting bagi masa depan industri BPR. “Program ini bertujuan memastikan lebih banyak universitas memiliki trainer berkualitas untuk menyiapkan mahasiswa dengan kompetensi sesuai kebutuhan industri keuangan mikro,” ujarnya dikutip dari siaran pers, Jumat, 14 Februari 2025.

    Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Merdeka Malang Retna Safriliana mengatakan, perguruan tingginya menyambut baik inisiatif kerja sama ini. Kami meyakini bahwa kolaborasi dengan dunia industri, khususnya dengan BPR, merupakan langkah strategis dalam menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik di dunia kerja.

    Ketua LSP Certif, I Nyoman Yudiarsa menambahkan, pelatihan ini menghasilkan tenaga pendidik yang kompeten untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja. LSP Certif berkomitmen mendukung proses ini melalui lisensi sertifikasi resmi yang diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi atau BNSP. (tribunnews/fin)

  • Nasib Razman dkk Imbas Firdaus Oiwobo Naik Meja Sidang, Dipolisikan PN Jakut, Terjerat 3 Pasal

    Nasib Razman dkk Imbas Firdaus Oiwobo Naik Meja Sidang, Dipolisikan PN Jakut, Terjerat 3 Pasal

    TRIBUNJATIM.COM – Pengacara Razman Nasution dan tim kuasa hukumnya dipolisikan Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut). 

    Hal ini buntut kegaduhan yang terjadi saat persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (6/2/2025). 

    Persidangan ini merupakan tindak lanjut dari laporan Hotman Paris terhadap Razman Nasution yang terdaftar dengan nomor LP/B/0212/V/2022/SPKT/Bareskrim Polri tanggal 10 Mei 2022.

    Keributan terjadi karena Razman Nasution teriak-teriak minta persidangan digelar terbuka. 

    Suasana semakin ricuh ketika Firdaus Oiwobo, tim kuasa hukum Razman Nasution naik meja di ruang persidangan. 

    Kini, pengacara Razman Arif Nasution dan kawan-kawan (dkk) dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri pada Selasa (11/2/2025). 

    Laporan itu terdaftar dengan nomor LP/B/70/II/2025/SPKT/BARESKRIM POLRI. 

    Humas Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Maryono, mengatakan, laporan itu melanjutkan insiden keributan antara Razman dengan Hotman Paris Hutapea yang terjadi di ruang sidang pada Kamis, 6 Februari 2025. 

    Pada sidang tersebut, Razman duduk sebagai terdakwa kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh Hotman Paris.

    “Ya betul, jelas kegaduhan yang terjadi di dalam ruang sidang. Baik yang selama diskors dan berjalannya sidang,” ucap Maryono di Bareskrim Polri, Selasa (11/2/2025).

    “Yang dilaporkan adalah Dr H Razman Nasution dan kawan-kawan. Ya kita belum bisa menghitung ya jumlahnya (yang kami laporkan). Setidak-tidaknya lebih dari dua (yang kami laporkan),” lanjut Maryono. 

    Maryono mengatakan, Razman CS dilaporkan dengan tiga pasal sekaligus, yakni Pasal 335 tentang perbuatan tidak menyenangkan, Pasal 207 tentang penghinaan terhadap penguasa atau badan hukum di Indonesia, dan Pasal 217 tentang kegaduhan di ruang sidang.

    Maryono mengatakan, laporan itu adalah tindak lanjut dari perintah Mahkamah Agung yang meminta pihak pengadilan untuk melaporkan Razman dan kawan-kawan (dkk). 

    “Ini sudah perintah dari MA sendiri. Jadi atas kejadian itu kami tidak diam. Kami juga sudah (megadukan kericuhan ini ke) pengadilan tinggi, jadi seperti itu ini atas nama lembaga (kami melaporkan Razman CS),” kata Maryono. 

    Terakhir, Maryono mengatakan, pihak Pengadilan Negeri Utara menunggu penyidik untuk menyelidiki laporan tersebut.

    “Ya itu sudah kami laporkan itu nanti akan menjadi kewenangan penyidik. Nanti gimana penyidik akan menindaklanjutinya gimana,” tutur Maryono.

    HOTMAN VS RAZMAN – Perseteruan pengacara Hotman Paris dan Razman Nasution memanas saat bertemu di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (6/2/2025). Razman Nasution murka curiga hakim tidak netral dalam menangani kasus ini. (KOLASE Tribunnews.com/ Fauzi Nur Alamsyah – Tangkapan layar YouTube Intens Investigasi)

    Sebelumnya, Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjadi saksi ketegangan Razman Arif Nasution pada Kamis (6/2/2025). 

    Suasana ricuh terjadi ketika Razman, yang tengah menjalani sidang kasus dugaan pencemaran nama baik, meluapkan emosinya kepada Hotman Paris. 

    Ketegangan memuncak saat salah satu anggota tim kuasa hukum Razman tiba-tiba naik ke meja persidangan dan menginjak-injaknya.

    Insiden ini sontak menarik perhatian publik dan viral di media sosial.

    Kericuhan bermula ketika Razman meminta majelis hakim untuk menggelar sidang secara terbuka. 

    Namun, permintaan tersebut tidak dikabulkan, yang membuatnya semakin emosional. 

    “Kalau hakim tidak terbuka tidak ada sidang,” ujar Razman. 

    “Saya tidak mau tahu. Jangan dikira selama ini saya takut, jangan,” ucapnya lagi dengan nada tinggi.

    Razman berulang kali menegaskan bahwa sidang tidak akan berlanjut sebelum sidang diputuskan digelar terbuka atau mengganti majelis hakim. 

    Sebelum kericuhan terjadi, pihak tim kuasa hukum Razman meminta layar besar untuk menunjukkan bukti-bukti dalam flashdisk. 

    Dalam suasana panas itu, Razman terlihat menghampiri Hotman Paris yang saat itu tengah memberikan kesaksian.

    Berita Viral lainnya

  • Fakta di Balik Pelat Nomor Kembar Suzuki XL7, Satu Palsu Bikin di Pinggir Jalan

    Fakta di Balik Pelat Nomor Kembar Suzuki XL7, Satu Palsu Bikin di Pinggir Jalan

    Jakarta

    Suzuki XL7 di Sukabumi kedapatan menggunakan pelat nomor yang sama. Ternyata salah satunya tak menggunakan pelat nomor resmi, beli di pinggir jalan.

    Pelat nomor kembar yang tersemat pada dua Suzuki XL7 bikin heboh. Sebagaimana terlihat dalam foto yang beredar, terlihat kedua Suzuki XL7 menggunakan pelat nomor F 1624 TE. Meski sama-sama XL7, namun keduanya adalah model yang berbeda.

    Pertama ada yang menggunakan lis krom, merupakan model XL7 versi bensin. Sementara XL7 yang memiliki lis hitam di grille diketahui merupakan versi hybrid. Ditelusuri dalam laman Bapenda Jabar, XL7 yang terdaftar resmi merupakan untuk model XL7415FGX (4×2) A/T.

    Dikutip detikJabar, Kasat Lantas Polres Sukabumi Kota, AKP Haga Deo Harefa, menjelaskan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan, kendaraan dengan nomor pelat asli dikendarai oleh Maulid Zaidan Alamsyah. Sementara itu, kendaraan lainnya ternyata merupakan kendaraan baru yang seharusnya menggunakan Tanda Coba Kendaraan Bermotor (STCK).

    Deo menyebut, pemilik kendaraan mengakui belum mendapat pelat nomor resmi. Atas dasar itu, ia membuat pelat nomor sendiri di pinggir jalan.

    “Yang bersangkutan membuat nopol tersebut di tukang pelat nomor yang ada di pinggir jalan. Sudah dua hari (digunakan),” kata Deo.

    Deo membeberkan, pelat nomor palsu memang secara kasat mata tak memiliki perbedaan signifikan dengan pelat nomor asli. Namun pihak kepolisian, bisa mengetahui perbedaan hal tersebut. Terkait hal itu, polisi memberikan sanksi tilang ke pemilik kendaraan.

    “Sekilas mungkin terlihat sama dari bahan dan cara mencetak, tetapi ada perbedaan signifikan dalam spektek yang kami gunakan,” sambung Deo.

    Lebih lanjut, Deo juga mengonfirmasi bahwa kendaraan yang menggunakan pelat nomor tidak resmi tersebut merupakan hadiah dari Bank BRI. Namun, hingga kini proses registrasi kendaraan masih berlangsung.

    Menggunakan TNKB tak sesuai peruntukan jelas melanggar lalu lintas. Buat kendaraan yang tidak menggunakan pelat nomor sesuai peruntukkan terancam denda Rp 500 ribu atau kurungan penjara maksimal 2 bulan.

    (dry/rgr)

  • Pengamat Proyeksikan Pemangkasan Anggaran untuk Dialokasikan ke BGN, Pembiayaan UMKM hingga Perbaikan Irigasi

    Pengamat Proyeksikan Pemangkasan Anggaran untuk Dialokasikan ke BGN, Pembiayaan UMKM hingga Perbaikan Irigasi

    Jakarta, Beritasatu.com – Pengamat Kebijakan Publik, Ahmad Alamsyah Saragih memproyeksikan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah dialokasikan ke program strategis presiden mulai dari menambah anggaran sekitar Rp 100 triliun ke Badan gizi nasional (BGN) hingga perbaikan irigasi. 

    Pasalnya untuk program makan bergizi gratis (MBG) saja dikatakan Alamsyah baru ada dana sebesar Rp 70 triliun. Dengan demikian untuk mempercepat pemerataan program MBG tentunya membutuhkan biaya, maka dipilihlah keputusan yang dianggap “tidak enak” itu. 

    “Salah satunya dengan memangkas beberapa pos-pos di kementerian, untuk direlokasikan mungkin satu kepada penambahan anggaran BGN sebesar Rp 100 triliun, kemudian mungkin juga untuk mendorong pembiayaan UMKM agar bisa terlibat dalam program tersebut, untuk rantai pasoknya mungkin juga dibutuhkan beberapa triliun lagi,” jelas Ahmad Alamsyah Saragih saat dihubungi Beritasatu.com, Minggu (9/2/2025). 

    Menurut Alamsyah, Prabowo merupakan sosok yang konsentrasi terhadap pangan sehingga untuk menggenjot produktivitas tentunya dibutuhkan subsidi pupuk dan perbaikan irigasi. Kegiatan-kegiatan tersebut memerlukan biaya atau anggaran yang cukup tinggi. 

    Hal inilah yang menyebabkan Prabowo memutuskan untuk mengeluarkan kebijakan efisiensi anggaran (budget) pos-pos kementerian tertentu. Kemudian tercetuslah pemangkasan anggaran mencapai Rp 306,9 triliun di badan anggaran dan dialokasikan ke tiga pos tadi, baik penambahan anggaran ke BGN, pembiayaan UMKM dan rantai pasoknya serta peningkatan produktivitas pangan.

    “Harapannya ekonomi bisa berjalan dengan belanja pemerintah yang lebih efektif. Ukuran efektifnya sendiri adalah terpenuhinya komitmen dengan rakyat,” tandasnya. 

    Sebenarnya ada dua pos utama yang diincar Prabowo, yakni pemangkasan belanja K/L senilai Rp 256,1 triliun serta pemotongan alokasi dana transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp 50,59 triliun. Kebijakan ini mencakup pemangkasan pada 16 pos belanja dengan besaran bervariasi, mulai dari 10% hingga 90%. 

    Kebijakan efisiensi anggaran bukan hanya mencakup pos belanja besar, seperti infrastruktur atau belanja bantuan sosial, tetapi juga pos yang secara langsung berkaitan dengan kegiatan administratif dan operasional kementerian/lembaga.

    Sebagai contoh, pos anggaran untuk alat tulis kantor (ATK) dipangkas hingga 90%, pos kegiatan seremonial mengalami pengurangan sebesar 56,9%. Lebih lanjut, pos untuk rapat, seminar, dan kegiatan sejenisnya juga mengalami efisiensi anggaran hampir 45%.

  • Strategi Efisiensi Anggaran Harus Fokus pada Program Low Budget High Impact dan Multiplier Effect

    Strategi Efisiensi Anggaran Harus Fokus pada Program Low Budget High Impact dan Multiplier Effect

    Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan kebijakan agresif dalam efisiensi anggaran negara dengan memangkas belanja kementerian/lembaga (K/L) dan transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp 306 triliun. Pemotongan ini mencakup 16 pos anggaran dengan kisaran pengurangan 10% hingga 90%.

    Menanggapi kebijakan ini, pengamat kebijakan publik Ahmad Alamsyah Saragih menekankan bahwa pemangkasan anggaran harus dibarengi dengan strategi yang tepat agar tetap memberikan dampak positif bagi perekonomian. Berikut strategi yang dapat diterapkan:

    1. Memprioritaskan Program Low Budget High Impact

    Alamsyah menegaskan bahwa kementerian dan lembaga harus mengubah pola kerja dengan fokus pada program yang memiliki manfaat besar (high impact) namun dengan biaya yang lebih rendah (low budget). Ini akan memastikan anggaran yang tersedia tetap efektif dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.

    2. Digitalisasi untuk Efisiensi Rapat Kerja

    Penggunaan teknologi digital harus dioptimalkan guna mengurangi biaya rapat kerja, seperti pengeluaran untuk konsumsi, venue, dan perjalanan dinas. Dengan adopsi teknologi, koordinasi lintas daerah dan lembaga tetap dapat berjalan tanpa menghambat efektivitas kerja.

    3. Mengalokasikan Anggaran ke Program Berdaya Guna Tinggi (Multiplier Effect)

    Efisiensi anggaran harus diikuti dengan realokasi ke program-program yang dapat memberikan dampak luas bagi perekonomian, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dinilai mampu menyerap tenaga kerja dan menggerakkan rantai pasok lokal. Selain itu, pemerintah harus memastikan UKM dapat berpartisipasi aktif dalam program ini dengan dukungan pembiayaan.

    4. Dukungan Kebijakan Moneter untuk Meningkatkan Efektivitas Fiskal

    Kebijakan fiskal saja tidak cukup untuk memastikan efektivitas realokasi anggaran. Oleh karena itu, dukungan kebijakan moneter diperlukan, misalnya dengan menyediakan skema pembiayaan perbankan berbunga rendah serta kebijakan afirmatif untuk sektor-sektor bernilai tambah tinggi. Langkah ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

    Dengan penerapan strategi yang tepat, kebijakan efisiensi anggaran ini dapat memberikan manfaat maksimal tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

  • Pengamat Proyeksikan Pemangkasan Anggaran untuk Dialokasikan ke BGN, Pembiayaan UMKM hingga Perbaikan Irigasi

    Sektor Akomodasi dan Transportasi Kena Dampak Kebijalan Efisiensi Anggaran

    Jakarta, Beritasatu.com – Pengamat Kebijakan Publik Ahmad Alamsyah Saragih menilai sektor akomodasi dan transportasi akan terkena dampak kebijakan efisiensi anggaran. Pasalnya anggaran perjalanan dinas kementerian dan lembaga (L/K) banyak yang dipangkas dan bahkan mungkin omzetnya akan berkurang dan pertumbuhannya cenderung tertahan.

    “Namun demikian apakah syarat yang lain itu juga sudah disiapkan oleh pemerintah? Salah satunya substitusinya dengan menggerakkan ekonomi swasta,” beber Ahmad Alamsyah Saragih dihubungi Beritasatu.com, Minggu (9/2/2025).

    Menurut Alamsyah, demi menggerakkan ekonomi swasta tidak bisa dilakukan sepenuhnya dengan mengandalkan anggaran. Oleh sebab itu, pemerintah perlu bekerja sama dengan bank sentral agar ada sumber-sumber pembiayaan murah untuk menghidupi sektor swasta supaya bisa bertumbuh dan menjadi subtitusi belanja pemerintah yang direalokasi ke sektor lain.

    Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto menerbitkan kebijakan agresif terkait efisiensi anggaran belanja negara. Dengan memotong beberapa pos anggaran di kementerian dan lembaga untuk mencapai efisiensi anggaran yang ditargetkan sebesar Rp 306 triliun.

    Setidaknya ada dua pos utama yang diincar Prabowo dalam efisiensi anggaran, yakni pemangkasan belanja K/L senilai Rp 256,1 triliun serta pemotongan alokasi dana transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp 50,59 triliun.  Kebijakan ini mencakup pemangkasan pada 16 pos belanja dengan besaran bervariasi mulai 10% hingga 90%.

    Kebijakan efisiensi anggaran bukan hanya mencakup pos belanja besar, seperti infrastruktur atau belanja bantuan sosial, tetapi juga pos yang secara langsung berkaitan dengan kegiatan administratif dan operasional kementerian/lembaga.

    Sebagai contoh, pos anggaran untuk alat tulis kantor (ATK) dipangkas hingga 90%, Pos kegiatan seremonial mengalami pengurangan sebesar 56,9%. Lebih lanjut, pos untuk rapat, seminar, dan kegiatan sejenisnya juga dipangkas hampir 45%.

  • Ada Fitur Pendeteksi Isi Tangki Bahan Bakar, Begini Cara Kerjanya

    Ada Fitur Pendeteksi Isi Tangki Bahan Bakar, Begini Cara Kerjanya

    Bisnis.com, JAKARTA – Fox Logger, merek GPS Tracker meluncurkan fitur pendeteksi isi tangki bahan bakar.  

    Fitur ini, dirancang untuk membantu perusahaan dan individu dalam mengoptimalkan penggunaan bahan bakar kendaraan, sekaligus mengatasi potensi kebocoran dan pencurian BBM.

    Alamsyah Cheung, CEO PT Sumber Sinergi Makmur Tbk. mengungkapkan fitur ini lahir dari kebutuhan industri akan efisiensi operasional yang semakin mendesak di tengah kondisi ekonomi yang menantang.

    Menurutnya, kondisi saat ini mengharuskan perusahaan menjalankan strategi efisiensi untuk meningkatkan ketahanan bisnis. Oleh karena itu, Fox Logger terus berinovasi agar dapat menyediakan data dan informasi yang akurat bagi operasional kendaraan dan armada perusahaan.

    “Kondisi ekonomi yang menantang saat ini mengharuskan perusahaan melaksanakan efisiensi demi ketahanan bisnis,” ujar Alamsyah Cheung, CEO PT Sumber Sinergi Makmur Tbk.

    Keunggulan utama fitur ini, katanya, adalah kemudahan pemasangan tanpa perlu melakukan modifikasi tangki bahan bakar, seperti pengeboran yang berisiko.

    “Alat yang kami jual cukup ditempel saja pada tangki bahan bakar di kendaraan, tanpa perlu melakukan modifikasi yang bisa berisiko berbahaya,” jelas Alamsyah antusias.

    Alamsyah menjelaskan bahwa perangkat ini cukup ditempel pada tangki kendaraan dan langsung dapat membaca volume bahan bakar secara akurat. Dengan tampilan dashboard yang intuitif, pengguna dapat dengan mudah memantau pola konsumsi bahan bakar kendaraannya.

    Grafik penggunaan bahan bakar yang normal akan menurun secara bertahap seiring waktu, sedangkan jika terjadi pencurian, grafik akan menunjukkan penurunan drastis dalam waktu singkat. Selain tampilan visual, laporan ini juga dapat diunduh dalam format Microsoft Excel untuk mempermudah analisis.

    Fitur pendeteksi isi tangki ini diharapkan memberikan dampak besar bagi sektor logistik dan rental kendaraan yang sangat bergantung pada efisiensi bahan bakar. Dengan adanya data real-time, pemilik bisnis dapat mengurangi pemborosan serta mencegah penyalahgunaan bahan bakar oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

    Alamsyah memastikan bahwa informasi yang dikumpulkan hanya dapat diakses oleh pemilik akun yang bersangkutan. Data dilindungi dengan sistem keamanan berbasis password yang hanya diketahui oleh pengguna.

    Fitur pendeteksi isi tangki bahan bakar ini ditawarkan sebagai layanan tambahan dengan harga yang sangat kompetitif, yakni di bawah Rp3 juta per unit.

    “Harga kami terjangkau sekali karena tidak sampai Rp3 juta per unitnya sudah lengkap dengan fitur deteksi penggunaan bahan bakar,” tambah Alamsyah. Dengan biaya tersebut, pengguna sudah mendapatkan semua keunggulan fitur ini tanpa perlu berlangganan secara berkala.

  • Jamrud di Mata Penggemar, Band Rock Asal Cimahi yang Tak Lekang oleh Waktu

    Jamrud di Mata Penggemar, Band Rock Asal Cimahi yang Tak Lekang oleh Waktu

    Jamrud, band rock legendaris asal Cimahi yang berdiri sejak 1989, masih terus mengibarkan sayapnya di kancah musik nasional. Sebagai salah satu pelopor musik rock di Indonesia, Jamrud tetap eksis meski mengalami berbagai perubahan formasi.

    Firman Satria, Jabar Ekspres 

    Salah satu anggota yang bergabung dalam formasi terbaru adalah Mochamad Irwan. Sejak 2008, Irwan menggantikan posisi gitaris Fitrah Alamsyah yang telah meninggal dunia.

    Bergabung dengan Jamrud bukanlah hal mudah bagi Irwan, meski ia memang mengidolakan band tersebut sejak lama.

    Perjalanan Irwan Bergabung dengan Jamrud

    Irwan harus melalui seleksi ketat sebelum akhirnya diterima sebagai gitaris kedua. Namun, saat ia bergabung, Jamrud juga tengah mengalami perombakan, termasuk hengkangnya sang vokalis, Krisyanto.

    “Awalnya kan dulu memang seneng ama band Jamrud. Terus saya coba untuk gabung karena kebetulan ada beberapa personelnya yang hengkang,” ujar Irwan saat ditemui di Cimahi, Jumat (31/1/25).

    Bersama Danny Rachman, yang kini menjadi drummer Jamrud, Irwan masuk untuk mengisi kekosongan personel.

    “Waktu itu Suherman Husin (drummer sebelumnya) keluar. Alhamdulillah, saya dan Danny coba gabung untuk mengisi posisi yang kosong,” katanya.

    Skill bermusik keduanya menarik perhatian Azis MS, gitaris dan pentolan Jamrud. Namun, sebelum resmi bergabung, mereka masih harus menjalani serangkaian tes.

    “Alhamdulillah, saya sama Danny bisa diterima sama Mas Azis MS. Tapi, sama beliau dilihat dan dites beberapa lagu,” lanjut Irwan.

    Setelah resmi diterima, Irwan tetap harus beradaptasi selama kurang lebih dua tahun agar dapat mengimbangi musikalitas para seniornya di Jamrud.

    “Awal-awal memang perlu proses adaptasi, enggak bisa langsung. Cuman alhamdulillah, lambat laun bisa mengejar standar Jamrud,” ungkapnya.

    Meski mengalami banyak tantangan, Irwan mengaku tidak pernah merasa kesulitan selama bergabung dengan Jamrud. Baginya, para senior di Jamrud merupakan panutan yang memiliki pengalaman panjang di industri musik.

    “Pastinya saya benar-benar respect dan hormat sama beliau-beliau karena pengalamannya sudah jauh dibandingkan saya,” kata Irwan.

    Ke depan, Irwan berkomitmen untuk terus menjaga harmonisasi musik Jamrud dengan tetap mengikuti arahan Azis MS sebagai motor band tersebut.