Tag: Alamsyah

  • Bank Oke (DNAR) Raih Pinjaman Rp100 Miliar dari Dua Bank Ini

    Bank Oke (DNAR) Raih Pinjaman Rp100 Miliar dari Dua Bank Ini

    Jakarta, FORTUNE – PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) atau OK Bank baru saja menandatangani perjanjian Kredit dengan dua bank, yaitu PT Bank Permata Indonesia Tbk (BNLI) serta PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN).

    Total kredit yang didapatkan oleh perseroan mencapai Rp100 miliar.

    Secara terperinci, DNAR memperoleh fasilitas pinjaman interbank material financing facility dari Bank Permata senilai Rp50 miliar dengan tenor dua tahun.

    Selain itu, DNAR juga melakukan perpanjangan fasilitas kredit angsuran berjangka (revolving loan) dari Bank Danamon senilai Rp5 miliar dengan jangka waktu tenor dua tahun.

    “Fasilitas kredit tersebut akan digunakan untuk pembiayaan umum perseroan,” ujar Direktur PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR), Efdinal Alamsyah, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (31/1).

    Efdinal menyatakan penandatanganan perjanjian kredit tersebut berdampak pada peningkatan net stable funding ratio (NSFR) dan juga penambahan likuiditas perseroan. 

    “Selain hal tersebut, tidak terdapat dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan,” katanya.

    Sebagai catatan, PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) atau OK Bank mencatatkan kinerja keuangan yang positif hingga kuartal III-2024.

    DNAR meraih peningkatan laba bersih menjadi Rp32,87 miliar atau naik 57,14 persen dari Rp20,66 miliar dari periode yang sama tahun lalu. Sejalan dengan hal tersebut, laba per saham juga naik menjadi Rp1,93 dari Rp1,21.

    Peningkatan laba tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih yang meningkat sebesar 1,81 persen menjadi Rp450,98 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp443,15 miliar.

    Pada perdagangan hari ini, saham DNAR menguat 3 poin (3,09 persen) menjadi 100 dengan volume transaksi sebesar 21,54 ribu saham dan nilai transaksi senilai Rp218,13 juta.

  • Yulianti Bantah Bantu Nanang Gimbal Kabur Usai Tikam Sandy Permana  – Halaman all

    Yulianti Bantah Bantu Nanang Gimbal Kabur Usai Tikam Sandy Permana  – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Istri Nanang Irawan atau Nanang Gimbal, Yulianti membantah tuduhan dirinya membantu pelarian suaminya saat penikaman terhadap aktor Sandy Permana dilakukan.

    Yulianti mengaku saat kejadian dirinya tidak berada di tepat dan tidak mengetahui apa yang terjadi.

    “Itu semua gak benar. Saat kejadian aku gak ada di tempat, dengar ada teriak pun aku gak denger. Aku lagi nyuci di dapur di belakang. Itu kejadiannya dekat, tapi aku benar-benar gak dengar,” ujar Yulianti dalam jumpa persnya baru-baru ini.

    Kemudian Yulianti baru menyadari ada keributan setelah mendengar teriakan tetangganya.

    “Nah, pas ada tetangga teriak baru aku keluar. ‘Ada apaan?’ Setelah itu pas aku keluar, ini Om Shandy berdarah-darah. Kayaknya ada maling motor, tapi motornya ada,” ungkapnya.

    Yuli menambahkan nama suaminya disebut-sebut oleh korban saat kejadian.

    “Terus yang nolongin Sandy bilang, ‘Mama Alya, Om Gimbal mana?’ Bang Shandy nyebut nama Om Gimbal. Nah, sejak itu aku langsung pucet,” katanya.

    Ia mengaku tidak mengetahui keberadaan suaminya saat kejadian, karena sebelumnya Nanang dikabarkan mengantar anak mereka ke sekolah. 

    “Aku gak tahu, tadi sih lagi anterin anak ke sekolah, tapi gak tahu kenapa. Osis kan ada ekskul di sekolah. Aku udah langsung masuk rumah, gak keluar lagi,” lanjutnya.

    Usai kejadian Nanang tidak kembali ke rumah bahkan istrinya baru mengetahui situasi ketika polisi datang ke rumahnya untum bertanya.

    “Waktu itu polisi pada datang nanya, baru aku dibawa,” tutupnya.

    Diketahui Nanang ‘Gimbal’ ditangkap 3 hari setelah melakukan pembunuhan keji terhadap Sandy Permana.

    Pria berusia 45 tahun itu ditangkap Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, pada Rabu (15/1/2025), pukul 10.45 WIB. 

    Nanang ditangkap saat sedang makan di sebuah warung, di Dusun Poris RT 04 RW 09 Desa Kutamukti, Kecamatan Kutawaluya, Karawang, Jawa Barat.

    Adapun penikaman yang dilakukan Nanang karena emosi sesaat terhadap Sandy Permana.  (Tribunnews.com/Fauzi Alamsyah) 

     

     

  • JATIM TERPOPULER: Pelaku Mutilasi Jasad di Dalam Koper Ngawi – Kakek di Surabaya Lecehkan 4 Anak

    JATIM TERPOPULER: Pelaku Mutilasi Jasad di Dalam Koper Ngawi – Kakek di Surabaya Lecehkan 4 Anak

    TRIBUNJATIM.COM – Kumpulan berita peristiwa yang terjadi di Jawa Timur (Jatim) tersangkum dalam berita terpopuler Jatim, Senin 27 Januari 2025.

    Berita pertama, tampang pelaku mutilasi jasad wanita di dalam koper, di Ngawi. 

    Ada juga berita kecelakaan maut (Lakalantas) yang melibatkan mobil rombongan Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Kabupaten Probolinggo, dipastikan ada 2 orang meninggal dunia dan 3 orang luka-luka.

    Selanjutnya berita seorang kakek diamuk warga karena diduga melakukan tindakan asusila pada empat anak tetangganya di perkampungan kawasan Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Kamis (23/1/2025) malam.

    Berikut selengkapnya berita terpopuler Jatim hari ini, Senin (27/1/2025) di TribunJatim.com.

    1. Ini Tampang Pelaku Mutilasi di Ngawi Saat Dibawa ke Mapolda Jatim, Sikap dan Penampilannya Disorot

    Tersangka RTH saat digelandang ke Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, Minggu (26/1/2025) malam (TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI)

    Begini tampang tersangka pembunuhan dan mutilasi jasad wanita asal Blitar dalam koper merah di dasar parit Desa Dadapan, Kendal, Ngawi, Kamis (23/1/2025), yang ditangkap Tim Jatanras Polda Jatim, Minggu (26/1/2025). 

    Informasinya, tersangka berinisial RTH alias A (33) warga Tulungagung. Ia merupakan suami siri dari korban Uswatun Khasanah alias UK (29) warga Dusun Sidodadi, Desa Sidodadi, Garum, Blitar. 

    Setelah menjalani penyelidikan dan penyidikan di beberapa lokasi yang menjadi locus delicti kasus tersebut; Kabupaten Kediri, Ponorogo, Trenggalek, dan Madiun, hampir seharian, akhirnya Tersangka RTH dibawa ke Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, pukul 21.33 WIB. 

    Tersangka RTH tampak turun digelandang oleh beberapa orang anggota kepolisian berpakaian sipil. Penampilannya kasual, selama digelandang. 

    Ia memakai kemeja lengan pendek warna hitam bermotif gambar flora warna putih dengan kondisi semua kancingnya terbuka dan menampakkan kaus dalam yang dikenakannya berwarna hitam. 

    Selama digelandang menyusuri halaman parkiran menuju ke gedung tersebut, pria bercelana jeans warna biru dongker itu, kondisi kedua pergelangan tangannya tampak diborgol ke belakang pinggangnya. 

    Selama berjalan menyusuri jalanan menuju gedung tersebut, Tersangka RTH berusaha menundukkan kepala menghindari lampu sorot lensa kamera awak media. 

    Sesaat setelah membawa Tersangka RTH ke dalam gedung tersebut.

    Beberapa orang penyidik lainnya mulai berdatangan dengan menggunakan dua mobil yang berbeda. 

    Mobil pertama, mobil jenis SUV warna putih, yang ternyata merupakan mobil sarana yang dipakai tersangka membuang jenazah korban.

    Mobil kedua, mobil jenis sedan warna hitam yang ternyata merupakan mobil pribadi milik tersangka. 

    Kedua kendaraan tersebut diparkir di area parkir halaman depan Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim sebagai barang bukti kasus pembunuhan dan mutilasi tersebut. 

    Baca selengkapnya

    2. Daftar Korban Kecelakaan Maut Mobil Rombongan Ponpes Sukorejo di Probolinggo , 2 Tewas dan 3 Luka

    Anggota Satlantas Polres Probolinggo saat melakukan olah TKP kecelakaan yang melibatkan mobil rombongan Ponpes Sukorejo, Kabupaten Situbondo, Minggu (26/1/2025). (tribunjatim.com/Ahsan Faradisi)

    Dalam kecelakaan maut (Lakalantas) yang melibatkan mobil rombongan Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Kabupaten Probolinggo, dipastikan ada 2 orang meninggal dunia dan 3 orang luka-luka.

    Dari 2 orang yang meninggal dunia itu, yakni Fajar Maulidi Alamsyah (26) warga Desa/Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo dan Nyai Hj. Iffatul Atuf, putri dari Pemangku Asrama Salafiyah Syafi’iyah Al-asdiyah Balikeran, Nyai Hj. Qurrotul Faizah Dhofir Munawwar.

    Sementara 3 orang yang mengalami luka-luka, yakni Hj. Siti Hamidah (70) warga Desa Semiring, Kecamatan Mangaran, Nanang Qosim (15) warga Desa/Kecamatan Asembagus dan Masur (46) warga Desa/Kecamatan Jangkar.

    Kasatlantas Polres Probolinggo AKP Anthonio Effan Sulaiman mengatakan, dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), kecelakaan diduga akibat hilangnya konsentrasi sopir Hiace berpenumpang rombongan Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo.

    “Saat hilang konsentrasi itulah, kendaraan Hiace putih melaju dan masuk ke arah berlawanan dan dari arah berlawanan melaju truk, sehingga kontra adu moncong tak bisa dihindari,” kata AKP Effan, Minggu 26/1/2025).

    Dalam kecelakaan ini, AKP Effan mengimbau kepada para sopir agar tidak segan berhenti, menepi dan beristirahat sejenak jika dalam perjalanannya tubuh tidak vit atau kelelahan maupun mengantuk.

    Baca selengkapnya

    3. Siasat Licik Kakek di Surabaya Lecehkan 4 Anak, Beri Minyak dan Uang Rp 2 Ribu, Warga Ngamuk

    Viral di media sosial video amatir yang merekam momen seorang kakek diamuk warga karena diduga melakukan tindakan asusila pada empat anak tetangganya di perkampungan kawasan Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Kamis (23/1/2025) malam. (Istimewa/TribunJatim.com)

    Viral di media sosial video amatir yang merekam momen seorang kakek diamuk warga karena diduga melakukan tindakan asusila pada empat anak tetangganya di perkampungan kawasan Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Kamis (23/1/2025) malam.

    Video amatir berdurasi 37 detik itu, diunggah oleh akun media sosial Instagram (IG) @surabayafolk, pada Jumat (24/1/2025) malam, dan menuai beragam respons netizen. 

    Berdasarkan video tersebut, terduga pelaku yang mengenakan jaket ojek online (ojol) warna kuning dan bercelana jeans biru tampak diamankan oleh beberapa warga dalam ruangan balai RT di tengah gang permukiman.

    Kemudian, tampak beberapa orang berseragam polisi berlapis rompi warna hijau glossy berjalan mendatangi balai RT yang sudah dikerumuni oleh puluhan warga. 

    Tatkala si terduga pelaku mulai digelandang oleh anggota polisi menuju mobil patroli untuk dibawa ke markas kepolisian setempat, puluhan warga yang tak lagi dapat menahan kesabarannya, langsung mencuri kesempatan untuk mengeroyok dan menghadiahi si terduga pelaku dengan pukulan. 

    Warga lain yang tak kebagian momen tersebut, lantas berusaha mengejar si terduga pelaku yang mulai digelandang berlarian oleh beberapa orang petugas polisi menuju ke mobil patroli.

    Ketua RT setempat, Udiyantono mengatakan, momen seperti dalam video amatir viral tersebut terjadi di tengah salah satu gang permukimannya, pada Kamis (23/1/2025) malam.

    Dirinya bersama beberapa pengurus RT lainnya berusaha mengamankan terduga pelaku PW ke dalam balai RT agar tidak dihajar oleh warga yang lain. 

    Karena, semenjak desas-desus terduga pelaku PW melakukan tindakan asusila terhadap empat orang anak kecil di permukimannya, warga mulai naik pitam. 

    “Kalau gak saya bawa ke balai RT bisa dihajar terus sama warga. Saat dibawa polisi ke mobil, kepala dia sempat dikepruk helm sampai berdarah (pada keningnya),” ujar Udin, panggilan akrabnya saat ditemui TribunJatim.com di rumahnya, pada Sabtu (25/1/2025). 

    Baca selengkapnya

    Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews Tribunjatim.com

  • Mobil Rombongan Ponpes Salafiyah Bertabrakan dengan Truk, Dua Orang Meninggal Dunia
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        26 Januari 2025

    Mobil Rombongan Ponpes Salafiyah Bertabrakan dengan Truk, Dua Orang Meninggal Dunia Surabaya 26 Januari 2025

    Mobil Rombongan Ponpes Salafiyah Bertabrakan dengan Truk, Dua Orang Meninggal Dunia
    Tim Redaksi
    PROBOLINGGO, KOMPAS.com
    – Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Desa Sumberrejo, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Minggu (26/1/2025) sekitar pukul 04.15 WIB.
    Kecelakaan ini melibatkan mobil Toyota Hi Ace yang membawa rombongan dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo.
    Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo, Ipda Aditya Wikrama, mengungkapkan, “Akibat kecelakaan itu, dua orang meninggal dunia.”
    Kecelakaan tersebut terjadi antara sebuah mikrobus Toyota Hi Ace bernomor polisi P 7020 EA dengan
    truk Hino
    bernomor polisi EA 8239 AB.
    Menurut Aditya, kecelakaan diduga disebabkan pengemudi mikrobus, Fajar Maulidi Alamsyah (25), warga Desa Asembagus, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, kurang konsentrasi.
    Mikrobus yang membawa 12 penumpang tersebut melaju dari arah barat menuju Situbondo.
    Di lokasi kejadian, kendaraan diduga hilang kendali dan masuk ke jalur berlawanan, bertabrakan dengan truk Hino yang datang dari arah timur menuju Probolinggo.
    “Diduga karena mengantuk, kendaraan yang ia kemudikan melaju ke jalur berlawanan dan bertabrakan dengan truk Hino yang dikemudikan Alexius Ngoba (41), warga Desa Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat,” ujar Aditya.
    Akibat kecelakaan ini, dua orang meninggal dunia, yaitu pengemudi mikrobus Fajar Maulidi Alamsyah dan salah satu penumpangnya, Hj Iffatul A Thuf (40).
    Keduanya meninggal di RS Rizani Paiton.
    Sementara itu, tiga penumpang lainnya, yakni Hj Siti Hamidah (70), Nanang Qosim (15), dan Mansur (46), mengalami luka ringan dan langsung dilarikan ke RS Rizani Paiton untuk mendapatkan perawatan medis.
    Kerugian materiil akibat kecelakaan ini diperkirakan mencapai Rp 10 juta.
    Pihak kepolisian menyatakan bahwa faktor manusia menjadi penyebab utama kecelakaan ini.
    “Pengemudi mikcrobus diduga kurang konsentrasi akibat kelelahan atau mengantuk, sehingga tidak mampu mengendalikan laju kendaraan dengan baik,” ujarnya.
    Peristiwa kecelakaan ini juga menjadi viral di media sosial, memicu banyak warganet berdoa dan menyampaikan duka cita atas kejadian tragis tersebut.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Keluarga Tanggapi Sejumlah Botol Miras di Rumah Nanang Gimbal, Ternyata Ini Tujuannya – Halaman all

    Keluarga Tanggapi Sejumlah Botol Miras di Rumah Nanang Gimbal, Ternyata Ini Tujuannya – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Istri Nanang Irawan atau Nanang ‘Gimbal’, Yulianti memberikan tanggapan terkait temuan botol minuman keras (miras).

     

    Menurut Yulianti, suaminya tidak suka meminum-minuman keras.

     

    Kabar tersebut merujuk kepada penemuan banyaknya botol minuman keras (miras) yang berada di rumah Nanang ‘Gimbal’ usai menikam aktor Sandy Permana. 

    Yulianti menegaskan jika Nanang Gimbal kerap mengambil bekas botol miras untuk dipajang di rumah sebagai koleksi.

     

    “Itu botol minum suami ku kan orangnya seni ya, jadi dia selalu majang majang gitu, botol bekas, buat koleksi, gak ada kegiatan itu,” kata Yulianti dalam jumpa persnya di kawasan Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (25/1/2025).

     

    Begitupun ditegaskan oleh kuasa hukum Nanang, Stifan Heriyanto.

     

    Stifan membantah Nanang suka mengonsumsi minuman beralkohol. Koleksi botol minuman keras tersebut dikumpulkan Nanang di latar belakang pekerjaan pelaku seorang seniman.

    “Diperjelas ya kan di luaran di bilang dia peminum segala macam, dan memang iya banyak botol minuman tapi itu hanya dipajang sebatas untuk koleksi bukan peminum,” ujar Stifan.  

     

    Hal pun telah dibantah dalam hasil pemeriksaan narkoba dan alkohol ketika Nanang diamankan pihak berwajib usai menikam aktor Sandy Permana. 

     

    “Udah dites alkohol dan narkoba hasilnya semua negatif,” ujar Yulianti. 

     

    “Suami aku emang penampilannya seperti itu, namanya orang film ya, tapi dia baik,” tandansya. 

     

     

     

    Hindari konflik

     

    Nanang Gimbal berupay menghindari konflik dengan aktor Sandy Permana sebelum terjadi tragedi penikaman pada 12 Januari 2024.

     

    Hal ini dikatakan oleh tim kuasa hukum Nanang Gimbal, Stifan Heriyanto dalam jumpa persnya di kawasan Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat.

    “Artinya dari pelaku atau tersangka ini atau Banang gimbal ini dia berusaha untuk menghindari konflik sebenarnya, dia berusaha untuk menghindari konflik, dia tidak menggubris, dan menjauhkan dari masalah,” kata Stifan Heriyanto, Sabtu (25/1/2025).

     

    Stifan menambahkan bahwa Sandy lah yang dianggap terus mencari masalah terhadap Nanang hingga terjadilah penikaman.

     

    “Namun sikap dari almarhum itu terus dan terus mencari mencari gargara lah, mencari konflik itu sendiri sampai terjadi peristiwa penikaman tersebut,” ujar Stifan.

     

    Sikap dari Sandy menurut Stifan dianggap berlebihan terhadap Nanang. Sandy dianggap terus mencari gara-gara terhadap Nanang hingga akhirnya tersangka tersulut emosi.

     

    “Sikap ya, sikapnya, ucapannya, dan almarhum tidak segan-segan untuk melakukan bukan penyerangan secara frontal tapi secara sinis ya, mungkin dengan cara menatap, melotot,” ujar Stifan.

     

    “Mencari garagara contoh dia belum apa-apa sudah turunkan pengacara, bawa babinsa, segala macam yang sebenarnya masalah itu bisa diselesaikan secara keluarga dan itu masalah kecil itu,” lanjut Stifan. 

    Istri dari Nanang Gimbal, Yulianti kemudian menjelaskan jika suaminya itu adalah sosok pria tertutup dan pendiam dalam lingkungan rumah mereka.

     

    Bahkan Nanang sering bertegur sapa dengan warga setempat apabila diajak berkomunikasi.

     

    Yulianti menambahkan jika suaminya itu tidak pernah mencampuri urusan warga lain apabila ada masalah.

     

    “Suamiku enggak pernah ada masalah sama siapa-siapa, dia orangnya diam, tertutup, enggak pernah interaksi sama orang, tapi kalau misalnya tegur dia tetap sapa, tapi dia enggak mau ikut campur urusan orang, sama aku saja di itu enggak banyak bicara apalagi sama orang,” imbuh Yulianti. 

     

    Sejauh ini Yulianti berupaya untuk terus meminta maaf kepada keluarga Sandy Permana terutama sang istri, Ade Andriani. 

     

    “Kemarin sudah sempat datang ke rumah (korba) , tapi belum ketemu sama istrinya. Nanti mungkin kita bisa bertemu. Minta maaf,” tandas Yulianti. 

     

    Hal ini kemudian berbanding terbalik dengan pernyataan istri mendiang aktor Sandy Permana, Ade Andriani.

     

    Ade mengatakan pelaku pembunuhan suaminya, Nanang Irawan alias Nanang Gimbal dikenal tidak ramah dalam lingkungan rumah tempat tinggal mereka.

     

    Perlakuan itu kemudian membuat Nanang dan istri tidak disukai oleh lingkungan.

     

    Kejadian tersebut kemudian akhirnya berdampak kepada Sandy Permana yang dihabisi oleh Nanang ‘Gimbal’ secara gelap mata.

     

    “Iya betul (Nanang banyak musuh),” kata Ade ketika dikonfirmasi awak media baru-baru ini.

     

    Selama bertetangga keluarga mendiang Sandy Permana sering mendapat hinaan dari pihak Nanang. Sehingga keluarga Nanang seharusnya tidak berhak mengklaim merasa sakit hati terhadap Sandy Permana. 

     

    “Sebenarnya yang harus sakit hati dari pihak saya ya, karena selama ini, saya, suami saya itu sering dihina,” ujar Ade.

     

    “Cuma kita diam karena kita nggak punya dendam atau apa, biarin saja, orang orang mau menghina kita itu dosanya mereka yang tanggung. Emang seperti itu istrinya,” lanjut Ade.

     

    Ade mengklaim Nanang bukan lagi sosok pria pendendam melainkan tetangganya itu memiliki kelainan jiwa.

     

    “Iya menurut saya sih sakit jiwa,” tandasnya. 

     

    (Fauzi Alamsyah)

     

     

  • RUPSLB Remala Abadi Sahkan Pergantian Susunan Anggota Komisaris dan Direksi Perseroan – Halaman all

    RUPSLB Remala Abadi Sahkan Pergantian Susunan Anggota Komisaris dan Direksi Perseroan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Emiten teknologi PT Remala Abadi Tbk (Remala) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk mengesahkan pengunduran diri Richard Kartawijaya sebagai Direktur Utama dan Vera Wahyudi Singgih Wong sebagai Komisaris Utama PT Remala Abadi Tbk., Jumat, 24 Januari 2025.

    Perubahan susunan pengurus perusahaan ini berlaku efektif sejak disahkannya RUPSLB PT Remala Abadi, Tbk.pada 24 Januari 2025.

    Richard Kartawijaya yang mundur merupakan sosok perintis perusahaan. “Sebagai tokoh yang bersama-sama membangun Remala sejak awal, Richard Kartawijaya berperan besar dalam melakukan inovasi, kolaborasi dan pengembangan strategi bisnis perusahaan,” ungkap Maureen Graciela, Corporate Secretary PT Remala Abadi Tbk.

    Karena itu, pemegang saham mayoritas mengapresiasi dan menghargai kinerja Richard selama menjadi direktur utama perseroan.

    “Karena loyalitas, kapasitas, kapabilitas beliau yang tinggi di Remala, pemegang saham masih mempercayakan Richard sebagai komisaris utama perseroan untuk menggantikan ibu Vera Wahyudi Singgih Wong sebagai Presiden Komisaris perusahaan,” kata Maureen Graciela di Jakarta, Jumat (24/1/2025).

    Pada RUPSLB kali ini pemegang saham juga mengangkat dan mengesahkan Agus Setiono sebagai direktur utama perseroan menggantikan Richard Kartawijaya.

    Pengalaman yang panjang sebagai profesional dalam bisnis internet, membuat pemegang saham menilai Agus merupakan sosok yang tepat untuk memimpin perseroan kedepannya.

    Berikut susunan terbaru anggota Komisaris dan Direksi PT Remala Abadi yang disetujui RUPSLB:

    Komisaris Utama: Richard Kartawijaya
    Komisaris: Ahmad Alamsyah Saragih
    Direktur Utama: Agus Setiono
    Direktur: Samuel Adi Mulia

     Sebagai nakhoda baru di Remala, Agus Setiono mengatakan akan terus menjalankan rencana bisnis perseroan yang telah dibuat oleh management sebelumnya secara agresif.

    Dengan masuknya iForte sebagai pemegang saham utama di Remala, Agus optimis hingga akhir tahun 2025 perseroan mampu menambah setidaknya 500 ribu home connected dan menambah jumlah backbone.

    “Target saya tidak hanya menambah home connected, tetapi juga menambah jumlah pelanggan korporasi.”

    “Saat ini brand kami Nethome yang menyasar segment residensial (FTTH) dan Tachyon sebagai brand produk korporat dari Remala sangat kuat serta diterima baik di masyarakat,” ujarnya.

    “Brand yang kuat ini tak lepas dari quality of service yang selalu dipertahankan oleh Remala. Sehingga kami yakin baik itu produk Tachyon maupun Nethome dapat diterima masyarakat Indonesia,” ungkap Agus.

    Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Remala Abadi tentang pengesahan Pergantian Susunan Anggota Komisaris dan Direksi Perseroan di Jakarta, Jumat (24/1/2025).

    Pada RUPS LB perseroan juga menyampaikan perkembangan penggunaan dana hasil IPO yang telah dilakukan 7 Mei 2024 yang lalu. Dana publik yang dihimpun dari IPO Remala telah dipergunakan sesuai dengan informasi prospektus.

    Setelah management melakukan seluruh rencana bisnis yang tertuang dalam prospektus, masih ada dana lebih hasil IPO yang masih ada di kas perusahaan.

    Pada RUPSLB kali ini management meminta persetujuan kepada pemegang saham untuk dapat mempergunakan dana lebih tersebut untuk membeli perngkat untuk penyambungan jaringan broadband ke rumah pelanggan (ONT).

    Dengan menambah jumlah ONT tersebut diharapkan akan mendukung ekspansi dan pengembangan usaha perseroan.

    “Seluruh pemegang saham perseroan memberikan persetujuan kepada management agar dapat menggunakan dana yang tersisa dari IPO tersebut untuk membeli perangkat guna mendukung ekspansi dan pengembangan usaha perseroan,” ucap Agus.

  • Jerat Narkoba di Tubuh Polri, Kapolsek Tergiur Sabu-Sabu

    Jerat Narkoba di Tubuh Polri, Kapolsek Tergiur Sabu-Sabu

    JAKARTA – Jerat narkoba menyasar banyak kalangan, termasuk penegak hukum yang sesungguhnya menindak perkara ini. Itu yang dialami, AKBP Benny Alamsyah. Karier dia bakal hancur akibat narkoba jenis sabu-sabu.

    Tiga bulan lalu, tepatnya September, jadi awal cerita ini. Dan kini, dia ketahuan mengonsumsi barang haram tersebut, ketika menjabat sebagai Kapolsek Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. 

    “Kalau saya tidak salah dia (AKBP Benny) juga menggunakan (sabu),”ucap Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy di Jakarta, Kamis, 21 November.

    Benny tak dapat mengelak ketika petugas Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Metro Jaya menyidak ruangannya. Di ruangannya, ditemukan beberapa paket sabu-sabu. Gatot tak merinci di mana keberadaan barang tersebut, tapi benda ini jadi bukti otentik. 

    “Kita lihat hasil pemeriksaannya, kalau dia melewati batas tentunya kita lakukan pidana nanti.”

    Sementara, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menambahkan, dari penggeledahan tadi, ditemukan empat paket sabu-sabu yang dijadikan alat bukti. Kasus tersebut juga ditangani Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, selain di Bid Propam.

    Polisi masih belum bisa merinci asal muasal sabu-sabu tersebut. Ketika ditanya soal keterlibatan orang lain dalam perkara itu, Yusri menjawab singkat. “Ini masih didalami,” katanya sembari pergi meninggalkan kerumunan wartawan.

    Jerat narkoba ditubuh Polri bukanlah hal yang baru. Pada Senin 19 November, dua personel Polres Nias, Sumatera Utara, dipecat secara tidak hormat lantaran berulang kali terlibat narkoba. Mereka, Briptu JAL dan Brigadir JVS. Pemecatan ini dipimpin Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan. 

    Keputusan pemecatan Briptu JAL dan Brigadir JVS diambil lantaran mereka sudah berulang kali melakukan perbuatan itu. Bahkan sebelum diberhentikan, kedua personel itu sudah bertugas di bawah pembinaan Propam. Deni bilang, mereka sudah dua kali diperingati dan dua kali menjalani hukuman. Putusan pemecatanan ini adalah yang terakhir.

    Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap kedua personel itu didasarkan pada keputusan Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto. Mereka dinyatakan telah melanggar Peraturan Kapolri No 14 Tahun 2001 tentang Kode Etik Profesi Polri dan Pasal 12 ayat (1) huruf a Peraturan Pemerintah No 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri.

  • Keluarga Histeris, 2 Jenazah Tak Bisa Dikenali Lagi, Tercampur Reruntuhan Bangunan – Halaman all

    Keluarga Histeris, 2 Jenazah Tak Bisa Dikenali Lagi, Tercampur Reruntuhan Bangunan – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Upaya evakuasi jenazah korban tewas dalam kasus kebakaran hebat yang melanda Glodok Plaza di kawasan Tamansari, Jakarta Barat, berlangsung dramatis, Kamis sore, 17 Januari 2024.

    Misalnya, ketika petugas pemadam kebakaran mengevakuasi dua jenazah yang wujudnya tidak bisa dikenali lagi.

    Dua jenazah itu terlihat diturunkan petugas lewat tangga darurat, Kamis (16/1/2025) pukul 16.53 WIB menggunakan kantong jenazah berwarna merah. 

    Setiap kantong jenazah dibawa 5-6 orang petugas damkar.

    Kedua kantong jenazah itu langsung dibawa ke ambulans untuk diidentifikasi ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur. 

    Menurut Satriadi, Pelaksana Tugas Kepala Dinas (Kadis) Pemadam Kebakaran (Damkar) Jakarta, dua jenazah yang ditemukan dalam kondisi yang sudah tidak bisa dikenali lagi.

    Bahkan, tubuhnya sudah tercampur dengan reruntuhan bangunan gedung bertingkat 9 itu.

    Proses evakuasi juga berlangsung haru. Sejumlah warga yang merupakan kerabat, keluarga, dan rekan-rekan korban yang dinyatakan hilang, menyaksikan penurunan kantong-kantong jenazah tersebut.

    Wajah mereka nampak harap-harap cemas, menunggu kabar anggota keluarganya hilang semalaman.

    Tim pemadam kebakaran mengevakuasi satu jenazah korban kebakaran Glodok Plaza, Tamansari, Jakarta Barat, Kamis (16/1/2024). (Tribunnews.com/ Fauzi Alamsyah)

    Saat petugas Damkar membawa kantong jenazah turun, baru terdengar tangisan histeris dari mereka yang menunggu.

    Seorang wanita berbaju hitam bahkan sampai berteriak lirih di sela tangisnya, kala petugas memasukkan kantong jenazah ke dalam ambulans. 

    Dia bahkan sampai dipeluk dan ditenangkan oleh orang di sekitarnya agar tidak menganggu proses evakuasi.

    Salah satu kerabat korban atas nama Sinta Amelia (20) mengaku akan menunggu di lokasi kejadian hingga ada kabar soal rekannya yang menghilang sejak semalam.

    “Kerja di sini, tapi nggak ada kabar dari semalam,” katanya kepada Warta Kota, Kamis.

    Satriadi menyampaikan bahwa total pihaknya sudah menemukan 4 jenazah. 

    Glodok Plaza di Tamansari, Jakarta Barat, hangus terbakar api, Kamis (16/1/2025) sore. (Warta Kota/Nuri Yatul Hikmah)

    Tiga jenazah sudah dibawa turun untuk identifikasi ke RS Polri Kramat Jati, satu lainnya masih proses diturunkan.

    “Evakuasi itu ada empat jenazah, mereka sudah kami temukan,” kata Satriadi.

    “Jadi total seluruh korbannya empat dari delapan yang sudah dilaporkan pihak keluarga,” lanjutnya.

    Menurut Satriadi, korban tewas ditemukan dalam kondisi yang sulit dikenali karena hampir seluruh tubuhnya sudah terbakar.

    Sehingga, pihaknya belum mengetahui apakah korban berjenis kelamin laki-laki atau perempuan.

    “Perlu dilakukan investigasi pihak kepolisian,” kata Satriadi.

    Satriadi menyebut, dua korban yang baru saja dibawa turun berada di lantai 8, seperti 1 jenazah lain yang ditemukan pada pukul 14.15 WIB.

    “Kalau informasi yang kami dengar, di lantai 7 itu ada diskotik kemudian di lantai 8 ada kafe-kafe,” jelasnya.

    Hingga kini, proses pendinginan masih berlangsung. 

    Kepulan asap tebal juga masih nampak mengepul dan keluar dari jendela-jendela bangunan di 3 lantai yang terbakar. 

    Laporan Reporter: Fitriyandi Al Fajri | Sumber: Warta Kota

  • Kendala Pencarian Korban Kebakaran Glodok Plaza: Kondisi Jenazah, Struktur Bangunan Tak Stabil – Halaman all

    Kendala Pencarian Korban Kebakaran Glodok Plaza: Kondisi Jenazah, Struktur Bangunan Tak Stabil – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Plt Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta, Satriadi Gunawan mengungkapkan apa yang menjadi kendala dari proses pencarian korban kebakaran di Gedung Glodok Plaza, Jakarta Barat sejak Rabu (15/1/2025) malam.

    Menurut Satriadi, pihaknya sulit mencari korban karena kondisi jenazah korban yang sudah menjadi satu dengan bara-bara yang terbakar.

    Selain itu, kondisi struktur bangunan yang sudah tidak stabil, serta adanya bangunan yang roboh membuat petugas pemadam sulit melakukan penelusuran.

    “Kesulitannya karena jenazah sudah menjadi satu dengan bara-bara yang terbakar.”

    “Kemudian struktur bangunannya sudah tidak stabil lagi, sudah banyak struktur bangunan yang roboh, itu yang menjadi kendala petugas kami untuk melakukan penelusuran, penyisiran untuk mencari (korban),” kata Satriadi dilansir Kompas TV, Kamis (16/1/2025).

    Lebih lanjut Satriadi menuturkan, berdasarkan informasi dari masyarakat, ada delapan orang yang menjadi korban kebakaran Glodok Plaza ini.

    Korban ini terdiri dari tujuh orang perempuan dan seorang laki-laki.

    “Jadi, informasi yang kami dapat dari masyarakat, yang sudah lapor ke poskotis (pos komando taktis), itu ada 8 orang yang pada saat itu berada di TKP (tempat kejadian perkara), di Plaza Glodok.”

    “Nah, untuk identifikasinya, yang kami data di informasi itu ada 7 orang perempuan dengan 1 laki-laki,” terang Satriadi.

    Terbaru, sudah ada empat jenazah korban yang ditemukan oleh petugas.

    Jenazah korban ini kemudian dibawa ke  Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk identifikasi. 

    “Jadi total yang berhasil kita evakuasi ada 4 jenazah. Total seluruhnya itu ada 4 dari 8 yang sudah terlaporkan,” ungkap Satriadi.

    4 Jenazah Kebakaran Glodok Plaza Ditemukan, Seluruhnya di Lantai 8

    Penyisiran korban hilang dari kebakaran Glodok Plaza Tamansari, Jakarta Barat, masih terus berlangsung hingga saat ini, Kamis (16/1/2025) petang.

    Hingga pukul 17.38 WIB, total sudah empat jenazah dievakuasi dari puing sisa kebakaran di gedung Glodok Plaza.

    Seluruhnya ditemukan di lantai 8 gedung Glodok Plaza. 

    Hal ini dikonfirmasi oleh Plt Kadis Gulkarmat DKI Jakarta, Satriadi Gunawan.

    “Total yang sudah berhasil dievakuasi 4 orang, satu yang pertama, kedua dua (jenazah) satu lagi masih kita lakukan evakuasi,” kata Satriadi di lokasi kebakaran.

    Keempat jenazah tersebut ditemukan di lantai 8 Glodok Plaza, yang merupakan tempat diskotek dan karaoke.

    Satriadi belum bisa memastikan identitas keempat jenazah dan perlu identifikasi pihak kepolisian. Sebab, seluruh jenazah tersebut ditemukan dalam kondisi tidak utuh.

    “Korban sudah tidak utuh jadi identifikasi sulit. Perlu dilakukan investigasi atau inafis. Korban sudah sudah menyatu dengan material terbakar,” ujar Satriadi.

    “Tadi ditemukan di lantai 8, sama dengan yang awal,” lanjutnya.

    Jenazah korban kebakaran Glodok Plaza kemudian akan dibawa ke rumah sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut.

    “Dikirim ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati,” ungkap Satriadi. 

    Sampai saat ini, tim pemadam kebakaran masih melakukan evakuasi untuk mencari empat korban hilang lainnya yang belum ditemukan.

    “Kapan tuntasnya belum bisa dipastikan karena area cukup luas. Kita juga masih memastikan titik-titik api yang masih berpotensi, pantang pulang sebelum padam,” bebernya.

    (Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani/Fauzi Nur Alamsyah)

    Baca berita lainnya terkait Kebakaran Glodok Plaza.

  • Kodam tunggu instruksi Mabes TNI soal sertijab Pangdam Kasuari

    Kodam tunggu instruksi Mabes TNI soal sertijab Pangdam Kasuari

    Untuk pelaksanaan serah terima jabatan, prinsipnya Kodam menunggu perintah dari komando atas.

    Manokwari (ANTARA) – Komando Daerah Militer XVIII/Kasuari masih menunggu instruksi dari Markas Besar TNI Angkatan Darat terkait dengan pelaksanaan serah terima jabatan Panglima Kodam (Pangdam) dari Mayor Jenderal TNI Haryanto kepada Mayor Jenderal TNI Jimmy Ramoz Manalu.

    Hal itu dikatakan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVIII/Kasuari Kolonel Infanteri Syawaludin Abuhasan saat peringatan HUT Ke-8 Kodam XVIII/Kasuari di Manokwari, Papua Barat, Rabu.

    Kapendam mengatakan bahwa pergantian jabatan Pangdam XVIII/Kasuari bersama ratusan perwira tinggi TNI lainnya, tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto Nomor Kep/7/I/2025 tertanggal 3 Januari 2025.

    “Untuk pelaksanaan serah terima jabatan, prinsipnya Kodam menunggu perintah dari komando atas (Markas Besar TNI),” kata Kolonel Inf. Syawaludin Abuhasan.

    Berdasarkan keputusan Panglima TNI, Pangdam XVIII/Kasuari Mayor Jenderal TNI Haryanto dimutasi dengan jabatan baru sebagai Pati Ahli Tingkat III Kasad Bidang Pembinaan Kesejahteraan Moril Prajurit.

    Jabatan Pangdam XVIII/Kasuari diemban oleh Mayor Jenderal TNI Jimmy Ramoz Manalu yang sebelumnya merupakan Kepala Staf Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I Tanjung Pinang.

    “Jadi, intinya kami tunggu arahan dari Mabes TNI, besok atau lusa kalau diperintahkan untuk serah terima jabatan, ya kami siap laksanakan perintah,” ujar Kapendam.

    Dalam momentum perayaan HUT Ke-8 Kodam XVIII, Pangdam XVIII/Kasuari Mayor Jenderal TNI Haryanto berpamitan dengan Penjabat Gubernur Papua Barat, Penjabat Gubernur Papua Barat Daya, beserta seluruh pemangku kepentingan.

    “Sprint saya sudah turun, saya mohon pamit dan mungkin akhir Januari ini saya berangkat. Pengganti saya itu Mayor Jenderal TNI Jimmy Manalu dari angkatan 93,” ujar Haryanto.

    Perlu diketahui bahwa Mayor Jenderal TNI Haryanto resmi menjabat sebagai Pangdam XVIII/Kasuari menggantikan Mayor Jenderal TNI Ilyas Alamsyah Harahap terhitung sejak 22 Maret 2024 berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/329/III/2024.

    Pewarta: Fransiskus Salu Weking
    Editor: D.Dj. Kliwantoro
    Copyright © ANTARA 2025