Tag: Ahmad Yani

  • 18 Ribu Kejadian Bencana Non Alam Surabaya Selama 2025, 404 Nyawa Melayang

    18 Ribu Kejadian Bencana Non Alam Surabaya Selama 2025, 404 Nyawa Melayang

    Surabaya (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya mencatat ada 18.681 lebih kejadian darurat atau non (bukan) bencana alam yang terjadi selama tahun 2025, Kamis 8 Januari 2026.

    Belasan ribu kejadian ini ditangani petugas BPBD meliputi jenis kejadian darurat medis, kecelakaan, penemuan jenazah, orang hilang, pohon tumbang, orang tenggelam, orang tersesat, gagal teknologi, kebakaran, laporan masalah hewan, genagan dan lainnya.

    Ketua Tim Operasional Kedaruratan BPBD Kota Surabaya, Arif Sunandar Pranoto Negoro mengatakan, dari rentetan kejadian satu tahun itu ada 404 korban dinyatakan meninggal dunia atau tewas.

    “132 meninggal dunia akibat korban kecelakaan, dan 272 orang dengan kasus laporan penemuan jenazah,” ujar Arif Sunandar Pranoto Negoro, hari Kamis (8/1/2026).

    Ia pun merinci, bahwa jumlah kecelakaan selama tahun 2025 yang ditangani oleh petugas BPBD ini mencapai 7.318. Kejadiannya tersebar di sejumlah ruas jalan kota, mulai dari Jalan Ahmad Yani hingga Kedung Cowek, Kecamatan Kenjeran, Surabaya.

    “Kecelakaan di Jalan Ahmad Yani 463 kejadian, di Jalan Ir Soekarno 222 kejadian, Jalan Diponegoro 170, kemudian disusul dengan ruas jalan lainnya,” papar dia.

    Kemudian, insiden darurat medis sebanyak 9.848 kejadian. Dalam penanganannya, petugas merujuk 6.325 korban ke fasilitas kesehatan dan total 696 korban dibantu untuk pembuatan Surat Kematian.

    Arif melanjutkan, munculnya korban jiwa kejadian non bencana alam di Surabaya lebih mendominasi, jika dibandingkan dengan kejadian bencana alam murni. Dia menyebut, dalam kasus orang tenggelam di sungai ada 13 orang setahun.

    “Korban tenggelam selama satu tahun sebanyak 13 orang. Orang tersesat empat kali. Kalau menagani genangan ada total 160 kali,” rincinya.

    Penangan hewan atas laporan warga, juga tidak luput dari perhatian BPBD Kota Surabaya selama 2025. Selain itu, pohon tumbang dan rumah rusak turut mencatatkan angka yang signifikan.

    “Evakuasi hewan ada 57 kejadian, evakuasi pohon tumbang terjadi 270 titik dengan dua di antaranya menimpa manusia. 130 rumah rusak juga terjadi di Surabaya, dengan mayoritas 83 di antaranya akibat faktor pelapukan,” ungkapnya.

    Sebagai penutup, ia menyebut kejadian darurat non bencana alam sepanjang tahun 2025 di wilayah Surabaya, paling banyak terjadi di wilayah Surabaya Timur dengan persentase 28,7 persen atau 5.369 kejadian, posisi kedua disusul Surabaya Selatan 27,5 persen atau 5.147 kejadian.

    “Kemudian Surabaya Pusat 16,1 persen kejadian atau 3.012 kejadian, Surabaya Barat 15,2 persen atau 2.846 kejadian dan terakhir Surabaya Utara 12,5 persen 2.307 kejadian,” ucap Arif.

    Serta memasuki tahun 2026, Arif mengimbau kepada masyarakat untuk lebih hati-hati untuk mengantisipasi kejadian non bencana alam di lingkungannya. Apabila warga mengalami kejadian atau melihatnya diimbau untuk segera menghubungi Call Centre Kedaruratan 112 Kota Surabaya.

    ​”Masyarakat dapat segera meminta bantuan petugas melalui Call Center 112 atau nomor layanan 081131112112 untuk mendapatkan penanganan darurat secara cepat dan tepat,” pungkasnya. [rma/aje]

  • Angin Puting Beliung Hantam Bandara Juanda, Pohon Tumbang dan Penerbangan Terganggu

    Angin Puting Beliung Hantam Bandara Juanda, Pohon Tumbang dan Penerbangan Terganggu

    Sidoarjo (beritajatim.com) – Rekaman video angin puting beliung yang terjadi di kawasan Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, menjadi viral di media sosial pada Kamis (8/1/2026).

    Dalam video tersebut tampak angin kencang disertai hujan deras yang menyebabkan sejumlah barang terbang, pohon tumbang di area parkir Terminal 1, bahkan menimpa beberapa sepeda motor yang sedang terparkir.

    Kejadian ini memicu kekhawatiran, tetapi pihak manajemen bandara memastikan bahwa kondisi terminal dan area sisi udara tetap aman serta tidak mengalami gangguan serius.

    General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, memberikan penjelasan terkait peristiwa ini. Ia mengungkapkan bahwa hujan deras dan angin kencang yang terjadi bersifat sementara dan tidak berdampak pada keselamatan operasional bandara.

    “Cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang yang terjadi siang tadi menyebabkan beberapa pohon di area parkir Terminal 1 tumbang dan mengenai sejumlah kendaraan. Namun, dapat kami pastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” ucap Tohir.

    Meskipun terjadi kerusakan minor di area parkir, pihak bandara segera mengambil langkah cepat untuk menangani situasi tersebut. Tim di lapangan langsung turun tangan untuk membersihkan area terdampak, sembari tetap mengutamakan keselamatan.

    “Tim di lapangan sudah melakukan penanganan dan pembersihan agar kondisi kembali normal dengan tetap mengutamakan keselamatan,” jelas Tohir.

    Operasional dan pelayanan di Bandara Internasional Juanda tetap berjalan normal pasca-kejadian ini. Namun, terdapat tiga penerbangan yang terpaksa dialihkan ke Bandara Ahmad Yani Semarang karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk mendarat di Juanda.

    “Bandara Internasional Juanda terus berkoordinasi dengan maskapai penerbangan serta AirNav Indonesia terkait penyesuaian jadwal penerbangan selanjutnya,” ujar Tohir.

    Pihak manajemen bandara juga mengimbau para calon penumpang untuk selalu memantau informasi terkini mengenai status penerbangan melalui masing-masing maskapai atau dengan menghubungi contact center bandara di nomor 172.

    “Kami juga terus berkoordinasi dengan BMKG dan instansi terkait untuk memantau perkembangan cuaca demi menjaga keselamatan operasional dan kenyamanan penumpang,” pungkas Muhammad Tohir. [isa/suf]

  • Ganti Rugi Proyek Flyover di Kampung Taman Pelangi Surabaya Temui Titik Terang

    Ganti Rugi Proyek Flyover di Kampung Taman Pelangi Surabaya Temui Titik Terang

    Surabaya (beritajatim.com) – Pembebasan lahan di Perkampungan Taman Pelangi untuk proyek flyover Jalan Ahmad Yani, Surabaya, kini akhirnya menemui titik terang.

    Sebanyak enam warga yang sebelumnya mengeluhkan keterlambatan ganti rugi telah resmi menerima hak mereka melalui proses konsinyasi di pengadilan pada Selasa (6/1/2026).

    Saat ini, tercatat hanya tersisa satu warga yang belum menerima kompensasi dikarenakan adanya kendala administratif terkait sengketa waris.

    Galih, salah seorang warga yang telah menerima ganti rugi, mengungkapkan rasa syukurnya dan menyebut bahwa sebagian besar warga kini mulai bersiap untuk pindah rumah mencari tempat tinggal baru.

    “Alhamdulillah lancar, sudah berjalan lancar enam orang. Tinggal Bu Sumiati masih proses pengadilan,” kata Galih, Rabu (7/1/2026).

    Ia menjelaskan, pihak pengadilan kemudian memberikan tenggat waktu selama satu pekan bagi warga untuk mengosongkan hunian mereka, sebelum pada akhirnya seluruh bangunan dibongkar. “Kita dikasih tempo tujuh hari untuk mengosongkan. Mulai besok kita sudah persiapan untuk pindah ke tempat yang baru,” jelasnya.

    Sebagai warga yang telah lama menetap di sana, Galih berharap pembangunan flyover ini berjalan tanpa kendala, agar kemacetan di Bundaran Dolog atau Taman Pelangi dapat segera terurai dengan lancar.

    “Sebagai warga Surabaya semoga proses pembangunan jalan flyover ini diperlancar. Tidak ada kendala untuk ke depannya, biar kemacetan di Bundaran Dolog itu bisa terurai,” pungkasnya.

    Seperti diketahui, langkah pembebasan lahan ini menjadi pembuka jalan bagi Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memulai pembangunan proyek flyover secara bertahap sepanjang tahun 2026 hingga 2027.

    Proyek strategis ini diharapkan menjadi solusi efektif untuk mengurai kemacetan parah yang selama ini terjadi di wilayah perbatasan Surabaya–Sidoarjo. Dengan hadirnya jembatan layang atau flyover tersebut, mobilitas kendaraan warga serta arus distribusi barang diharapkan dapat berjalan jauh lebih lancar dan efisien. (rma/kun)

  • Bandara Semarang layani 2,3 juta penumpang sepanjang tahun 2025

    Bandara Semarang layani 2,3 juta penumpang sepanjang tahun 2025

    jumlah tersebut naik sekitar 5 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 2.261.934 penumpang

    Semarang (ANTARA) – PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Ahmad Yani Semarang mencatat 2.365.513 penumpang terbang dari dan menuju bandara di Ibu Kota Jawa Tengah itu di sepanjang 2025.

    General Manajer PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Ahmad Yani Semarang Sulistyo Yulianto di Semarang, Jumat, mengatakan jumlah tersebut naik sekitar 5 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 2.261.934 penumpang.

    Jumlah penumpang sebanyak itu, lanjut dia, dilayani oleh 20.425 penerbangan.

    “Pergerakan pesawat yang terbang di Bandara Semarang ini naik sekitar 11 persen dibanding 2024,” katanya.

    Ia menuturkan rute pesawat dari Semarang dengan tujuan Jakarta dan sebaliknya mendominasi penerbangan di Bandara Semarang di sepanjang 2025.

    Selain itu, kata dia, pada 2025 dibuka sejumlah rute penerbangan baru, termasuk penerbangan internasional menuju Malaysia dan Singapura.

    “Ada beberapa rute penerbangan baru, baik domestik maupun internasional. Ini menunjukkan Semarang cukup potensial sebagai sebuah destinasi,” katanya.

    Ia mengharapkan pada 2026 akan semakin banyak maskapai penerbangan yang membuka rute dari dan menuju Semarang.

    Sementara di penghujung tahun pesawat Batik Air tujuan Semarang-Jakarta menjadi pesawat terakhir terbang dari bandara Semarang di tahun 2025

    Sementara pesawat Lion Air tujuan Banjarmasin-Semarang menjadi pesawat pertama yang mendarat di Bandara Semarang di 2026.

    Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
    Editor: Agus Salim
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Akhir Tahun 2025, 6 Bangunan di Taman Pelangi Surabaya Dirobohkan Lagi

    Akhir Tahun 2025, 6 Bangunan di Taman Pelangi Surabaya Dirobohkan Lagi

    Surabaya (beritajatim.com) – Tepat di penghujung tahun 2025, sebanyak enam bangunan bekas rumah warga di Kampung Taman Pelangi, Jalan Ahmad Yani, Kota Surabaya kembali dirobohkan pada hari Rabu (31/12/2025).

    Perobohan bangunan ini dilakukan dengan menggunakan alat berat. Tujuannya untuk median proyek flyover yang akan mulai dibangun di atasnya pada tahun 2026-2027, sebagai proyek nasional.

    Enam bangunan yang dibongkar dulunya merupakan rumah-rumah warga yang selama ini menjadi pelindung di antara dingin panasnya matahari. Kini bangunan itu ditinggalkan pemiliknya dan mulai dirobohkan, karena mereka warga sudah mendapatkan ganti rugi.

    Mesin ekskavator sibuk menganyunkan moncong ke arah tembok-tembok penyangga atap. Diringi dengan jeritan mesin gergaji mesin senso dari kejauhan, di mana pekerja merapikan pepohonan Taman Pelangi yang rimbun.

    Suasana perobohan bangunan bekas rumah warga Kampung Taman Pelangi Surabaya untuk Proyek Flyover (dok. Roesdan Suriansyah/beritajatim.com)

    Sugiono (60), warga yang masih bertahan di rumahnya karena belum mendapatkan ganti rugi proyek hanya bisa memandang lurus. Sesekali keluar masuk rumahnya untuk merapikan perkakas di rumahnya.

    “Sudah akan dirobohkan semua,” kata Sugiono.

    Sambil memegang erat kerah bajunya, kakek itu mengatakan bahwa mungkin sebentar lagi rumahnya juga akan dirobohkan. Ia bilang, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah memberikan janji untuk memberikan ganti rugi terhadap rumahnya dan enam rumah warga lain dalam tempo cepat awal Januari 2026 mendatang.

    “Hari ini saya akan kembali ke Pemkot, untuk menyerahkan syarat terakhir bukti pelunasan tagihan listrik dan PDAM,” ujarnya.

    Ia pun turut menyampaikan bahwa sejak kemarin hingga hari ini, sudah ada enam rumah yang dirobohkan. Dan hanya akan ada enam rumah yang dirobohkan pada penghujung tahun ini.

    “Hanya enam rumah yang dirobohkan akhir tahun ini. Tidak ada yang lain, sebab kami juga tidak mau jika rumah kami dirobohkan sebelum diberikan ganti rugi,” ucapnya.

    Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menargetkan bahwa perobohan bangunan di Taman Pelangi rampung pada akhir Desember 2025. Dengan rencana pengerjaan proyek flyover dimulai bertahap 2026 dan 2027 oleh Kementerian Pengerjaan Umum (PU).

    “Karena kita hanya menyediakan tanahnya. (Pembangunan) ada di 2026 dan 2027 dilakukan oleh Kementerian PU,” kata Eri. (rma/but)

  • Tidak Hanya di Jakarta, KSPI dan Partai Buruh Juga Gelar Demo di Gedung Sate Jawa Barat

    Tidak Hanya di Jakarta, KSPI dan Partai Buruh Juga Gelar Demo di Gedung Sate Jawa Barat

    GELORA.CO  -Aksi unjuk rasa Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh tidak hanya dilakukan di Jakarta saja untuk memperjuangkan kenaikan UMP dan UMSK Jawa Barat.

    Presiden Partai Buruh, Said Iqbal mengatakan, sejak kemarin aksi unjuk rasa di Jawa Barat juga digelar di depan Gedung Sate.

    “Bahkan tanggal 24 Desember kemarin, sampai dengan 01.30 WIB. Semalam juga sampai pukul 20.00 WIB. Jadi aksi akan berlanjut terus di Jawa Barat, tetapi diiringi dengan aksi di pusat,” katanya, Senin (30/12/2025).

    Menurutnya, aksi unjuk rasa akan terus digelar di Jawa Barat maupun Jakarta karena sejumlah kepala daerah melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2025 tentang pengupahan.

    Jika dalam tuntutan ini tidak juga didengar, maka KSPI bersana Partai Buruh akan terus menggelar aksi unjuk rasa dengan jumlah yang lebih besar lagi.

    “Kembalikan nilai UMSK di 19 Kabupaten/Kota, tidak dikurangi sedikit pun, tidak ditambah sedikit pun, tidak dihilangkan sedikit pun, sesuai rekomendasi Bupati dan Walikota,” ungkapnya.

    Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) didukung oleh Partai Buruh kembali melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2025) siang.

    Presiden Partai Buruh, Said Iqbal mengatakan, hari ini ada sekira 5.000 sampai 10.000 massa buruh dari Jawa Barat menuju Jakarta yang akan konvoi naik sepeda motor menuju Patung Kuda.

    “Mereka menyuarakan satu hal saja: mengembalikan nilai kenaikan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) di 19 Kabupaten/Kota se-Jawa Barat yang dirubah, dihilangkan, atau dikurangi oleh Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM),” kata Said Iqbal, Senin. 

    Kepung patung kuda

    Ribuan buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia dan beberapa elemen lainnya menggelar unjuk rasa di depan BSJ Tower, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2025).

    Dari pantauan di lokasi, para buruh yang menggelar aksi unjuk rasa membawa sejumlah spanduk, banner dan bendera.

    Tuntutan mereka masih sama seperti di hari sebelumnya yakni menolak kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026.

    Spanduk yang dibentangkan bertuliskan “Tetapkan UMK dan UMSK Jawa Barat Sesuai Rekomendasi Bupati/Wali Kota.

    Akibat berkumpulnya massa, arus lalu lintas dari arah Balai Kota DKI menuju bundaran Patung Kuda menjadi macet.

    Salah satu orator dari atas mobil komando mengatur kendaraan dan massa yang ada di lokasi aksi demo hari ini.

    “Tolong ambulans dikasih lewat dulu,” ucapnya, Selasa.

    Sang orator juga minta massa yang memegang banner untuk membentang secara benar agar bisa dilihat oleh pengendara yang melintas.

    Mereka belum bergerak ke patung kuda karena masih menunggu rombongan massa buruh lainnya yang masih dalam perjalanan.

    Sementara, di lokasi terlihat sejumlah polisi termasuk Polwan sedang bagi-bagi roti dan air mineral kepada massa aksi.

    “Terimakasih bapak ibu polisi sudah memberikan roti,” ucap orator. 

    Kerahkan Personel 

    Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan sekira 2.617 personel untuk pengamanan aksi unjuk rasa buruh di Patung Kuda, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2025) siang.

    Ribuan personel gabungan yang dikerahkan ke lokasi untuk memberikan pelayanan dan kenyamanan kepada para buruh maupun masyarakat.

    Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menegaskan, kehadiran Polri bertujuan untuk melayani masyarakat yang akan menyampaikan pendapat di muka umum dengan mengedepankan pendekatan humanis dan profesional. 

    Ia memastikan seluruh personel yang terlibat tidak dibekali senjata api demi kelancaran aksi unjuk rasa di Patung Kuda.

    “Kita hadir untuk melayani saudara-saudara kita yang akan menyampaikan aspirasinya. Laksanakan tugas dengan humanis, profesional, dan sesuai aturan. Tidak ada anggota yang membawa senjata api,” katanya, Selasa.

    Susatyo mengingatkan para orator dan peserta aksi agar menyampaikan aspirasi secara tertib serta tidak melakukan provokasi yang dapat memicu gangguan ketertiban umum. 

    Ia mempersilahkan untuk sampaikan pendapat dan yang terpenting harus menghormati hak pengguna jalan lainnya.

    “Sampaikan pendapat dengan damai, tidak anarkis, tidak membakar ban bekas, tidak merusak fasilitas umum, serta tidak melawan petugas. Hormati masyarakat lain yang sedang beraktivitas,” pintanya.

    Polisi berpangkat melati tiga itu berharap, masyarakat yang akan melintas di sekitar kawasan Monas untuk mencari jalur alternatif guna menghindari potensi kemacetan lalu lintas.

    “Pengaturan arus lalu lintas bersifat situasional, melihat eskalasi jumlah massa di lapangan. Kita imbau masyarakat untuk mencari jalan alternatif agar aktivitas tetap berjalan lancar,” tandas Susatyo.

    20 Ribuan Buruh Bekasi

    20.000 buruh berangkat dari Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi menuju Istana Negara, Gambir, Jakarta Pusat pada Selasa (30/12/2025).

    Puluhan ribu massa aksi itu diantaranya berasal dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di sejumlah wilayah.

    Mereka berangkat ke Istana Negara secara beriringan menggunakan sepeda motor dan mobil komando.

    Mereka terlihat melintas mengarah ke Istana Negara melalui Jalan Sultan Agung, Jakarta Timur.

    Pengurus DPC FSPMI Kota Bekasi, Budi Lahmudi mengatakan tuntutan massa aksi tersebut untuk meminta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau Kang Dedi Mulyadi (KDM) merevisi Upah Minimum Sektoral Kabupaten atau Kota (UMSK).

    Baca juga: UMP DKI Jakarta Lebih Kecil dari Bekasi dan Karawang, Buruh Minta Kenaikan

    “Tujuan kami ke istana presiden, meminta presiden untuk menegur gubernur Dedi Mulyadi agar segera melengkapi SK UMSK Kabupaten Kota di Jawa Barat yang telah direkomendasikan oleh masing-masing Bupati dan Walikota,” kata Budi, Selasa (30/12/2025).

    Seperti diketahui, Budi menjelaskan sebelumnya pihaknya mengusulkan lebih kurang 65 SK atau 65 sektor.

    Namun KDM hanya memutuskan lima sektor yang di SK’kan.

    “Hampir banyak yang dihilangkan oleh Gubernur Jawa Barat,” jelasnya.

    Budi menuturkan putusan UMSK itu sangat berpengaruh lantaran nominal lebih tinggi dari Upah Minimum Kota atau Kabupaten (UMK).

    Sehingga sikap saat ini pihaknya meminta kepada KDM untuk segera melengkapi, dan merevisi SK UMSK yang belum ditetapkan.

    “Umsk itu adalah perusahaan-perusahaan yang masuk dalam sektor, kita sudah sampaikan kurang lebih 65 Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) perusahaan-perusahaan di kota kabupaten Bekasi yang tidak di SK kan oleh gubernur Dedi Mulyadi,” pungkasnya

  • Banjir di Sejumlah Wilayah Karawang, Sebagian Surut
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        29 Desember 2025

    Banjir di Sejumlah Wilayah Karawang, Sebagian Surut Bandung 29 Desember 2025

    Banjir di Sejumlah Wilayah Karawang, Sebagian Surut
    Tim Redaksi
    KARAWANG, KOMPAS.com
    – Banjir merendam sejumlah wilayah Karawang, Jawa Barat, Senin (29/12/2025). Meski begitu, sebagian telah surut, misalnya di Dawuan.
    Isem, warga Desa Karangligar, Kecamatan
    Telukjambe Barat
    menyebut banjir datang merendam rumahnya sekitar pukul 05.00 WIB.
    Adapun wilayah lainnya banjir lebih dulu datang.
    “Barang-barang memang sudah tidak ada di bawah, di atas semua. Ini ngungsi di ponakan, bawa baju saja,” kata Isem.
    Isem menyebut, dalam sebulan ini, banjir datang lebih dari lima kali.
    Adapun dalam setahun, menurutnya, sudah tak terhitung.
    Kaming, petugas Satuan Tugas (Satgas) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
    Karawang
    menyebut air mulai masuk ke perkampungan warga di Karangligar sejak pukul 01.00 WIB. “Paling tinggi 1,5 meter,” kata Kaming.
    Sebanyak 188 rumah warga di 5 rukun tetangga (RT) kini terendam banjir.
    Adapun warga terdampak ada 790 orang.
    Sebagian warga mengungsi di masjid, mushala, rumah bidan desa, dan rumah warga yang lebih aman.
    Sebagai langkah antisipasi, tim gabungan telah bersiaga lengkap dengan dua perahu untuk mengevakuasi warga apabila ketinggian air banjir meningkat.
    Sementara itu, banjir di Dawuan, Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, telah surut.
    Sebelumnya, banjir yang menggenangi wilayah Dawuan hingga ke Jalan Ahmad Yani, Pantura, membuat kendaraan mogok dan menyebabkan kemacetan.
    “Sudah surut, jadi itu banjir karena hujan yang deras semalam. Namun, banjir hanya selewat,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik
    BPBD Karawang
    , Ferry Muharram, Senin (29/12/2025).
    BPBD Karawang mencatat, sebanyak 1.230 jiwa dari 386 kepala keluarga (KK) terdampak bencana banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Karawang hingga Senin (29/12/2025).
    Berdasarkan data BPBD Karawang dengan
    cut off
    pukul 11.00 WIB, bencana tersebut tersebar di enam kecamatan dan sembilan desa.
    Dampak terparah berupa banjir yang merendam 275 rumah warga.
    Ferry menyebut banjir masih menjadi bencana dominan akibat intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir.
    “Untuk banjir tercatat terjadi di enam kecamatan dengan sembilan desa terdampak. Saat ini petugas masih melakukan pemantauan dan pendataan lanjutan di lapangan,” ujar Ferry.
    Adapun wilayah dengan dampak banjir terbesar berada di Kecamatan Telukjambe Barat, tepatnya di Desa Karangligar, dengan jumlah terdampak mencapai 270 KK atau 846 jiwa, serta 188 rumah terendam dengan tinggi muka air (TMA) antara 20 hingga 110 sentimeter.
    Banjir juga melanda Kecamatan Karawang Barat di Desa Tanjungmekar dan Desa Karawang Kulon, dengan total terdampak 96 KK dan puluhan rumah terendam.
    Ketinggian air di wilayah tersebut berkisar antara 10 hingga 70 sentimeter.
    Di Kecamatan Karawang Timur, banjir terjadi di Desa Adiarsa Timur dengan enam KK terdampak, sedangkan di Kecamatan Telukjambe Timur, banjir melanda Desa Sukaharja, serta Desa Wadas dan Desa Purwadana yang hingga kini masih dalam proses pendataan.
    Selain banjir, BPBD Karawang mencatat tanah longsor di Kecamatan Tegalwaru, tepatnya di Desa Cintawargi, dengan longsoran setinggi 15 meter dan lebar 5 meter, yang berdampak pada satu KK atau satu jiwa.
    Cuaca ekstrem juga terjadi di Kecamatan Tirtamulya, tepatnya Desa Tirtamulya, yang menyebabkan satu rumah mengalami kerusakan ringan dan berdampak pada dua jiwa.
    BPBD Karawang, kata Ferry, telah menyiagakan personel serta logistik untuk mengantisipasi kemungkinan bencana susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
    “Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama yang berada di daerah rawan banjir dan longsor. Jika terjadi kondisi darurat, segera laporkan kepada petugas setempat atau BPBD,” kata Ferry.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Invasi Plat Luar Kota dan Jeritan Kemacetan: Malang Dikepung Kendaraan Jelang 2026

    Invasi Plat Luar Kota dan Jeritan Kemacetan: Malang Dikepung Kendaraan Jelang 2026

    Malang (beritajatim.com) – Langit Kota Malang tampak kelabu di penghujung Desember 2025. Namun, hawa dingin yang biasanya memeluk kota ini seolah terusir oleh hawa panas yang menguar dari ribuan knalpot kendaraan yang memadati jalanan. Menjelang pergantian tahun menuju 2026, kota ini tidak sedang tidur. Ia sedang bergeliat, sesak, dan nyaris tak bergerak.

    Dalam pemantauan beritajatim.com sejak perayaan Natal hingga Sabtu (27/12/2025), denyut nadi lalu lintas Malang Raya mengalami arhitmia tak beraturan dan cenderung tersumbat. Bukan hanya di jalan arteri, jalur tikus yang biasanya menjadi andalan warga lokal pun kini tak luput dari serbuan roda empat.

    Simfoni Klakson di Kayutangan hingga Suhat

    Jalan Jenderal Basuki Rahmat, atau yang kini populer dengan sebutan Kayutangan Heritage, menjadi saksi bisu betapa magnet wisata Malang begitu kuat. Lampu-lampu jalan bergaya kolonial yang estetik kini bersaing dengan sorot lampu merah dari taillight mobil yang mengular panjang.

    Di kawasan Soekarno-Hatta (Suhat), yang dikenal sebagai denyut nadi gaya hidup mahasiswa, kondisinya setali tiga uang. Deretan kafe dan restoran penuh sesak. Di sekitar Alun-Alun Kota Malang, kendaraan berjejal berebut sisa aspal.

    Pemandangan ini didominasi oleh tamu dari luar kota. Jika biasanya jalanan Malang didominasi pelat N, kini pelat nomor kendaraan seolah sedang mengadakan reuni akbar se-Jawa. Pelat P dari wilayah Tapal Kuda (Bondowoso, Situbondo, Jember), AG dari Kediri Raya, L dari Surabaya, W dari Sidoarjo, hingga M dari Pulau Madura tampak mendominasi. Tak ketinggalan, pelat B dari Jakarta pun turut menghiasi kepadatan, menandakan bahwa Malang masih menjadi pelarian favorit warga ibu kota.

    Sejak sebelum Natal, tepatnya pada malam Misa Natal, hingga dua hari setelahnya, kepadatan ini sudah terasa mencekik. Namun, pertanyaan besarnya adalah: Mengapa Malang? Mengapa orang rela menempuh kemacetan berjam-jam hanya untuk terjebak di kemacetan lain di kota tujuan?

    Di sebuah sudut area parkir Mal Olympic Garden (MOG), tepatnya di belakang itu, Rozak (35), seorang wisatawan asal Jakarta, tampak menyeka keringat di dahinya. Ia baru saja memarkirkan mobilnya setelah berputar nyaris 15 menit mencari celah kosong.

    Saat ditemui di tengah ketergopohannya Rozak mengaku ingin memanjakan diri di Khayangan Reflexology untuk melepas penat setelah perjalanan darat yang melelahkan.

    “Jujur saja, Mas. Saya ke Malang ini niatnya melarikan diri,” ujar Rozak sambil terkekeh getir, Jumat (26/12/2025).

    Rozak bercerita, biasanya ia dan keluarga menghabiskan akhir tahun di Bandung. Namun, trauma kemacetan Puncak dan Lembang membuat ia memutar setir ke Jawa Timur.

    “Saya pikir Bandung sudah terlalu crowded, macetnya nggak manusiawi. Awalnya saya mengira Malang tidak akan sepadat itu. Ternyata perkiraan saya salah besar. Keluar dari mulut harimau, masuk ke mulut buaya,” candanya.

    Meski begitu, Rozak mengakui ada alasan kuat mengapa ia tetap bertahan. “Tapi ya mau bagaimana lagi, Malang ini value for money-nya dapet banget. Makanan enak dan murah, tempat wisatanya banyak yang bersahabat di kantong. Kalau di Jakarta atau Bandung, bawa duit segini cuma dapet setengahnya. Jadi ya, macet-macet sedikit dinikmati saja lah sambil nunggu pijat.”

    Di sisi lain, kemeriahan pariwisata ini menjadi mimpi buruk bagi penghuni sementara kota ini: para mahasiswa. Rullah (27), mahasiswa tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi negeri di Malang, hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kondisi jalanan dari jendela kosnya di kawasan Sumbersari.

    Rullah adalah representasi dari ribuan mahasiswa yang memilih tidak pulang kampung demi mengejar revisi skripsi. Namun, niatnya untuk sekadar mencari kopi atau mencetak berkas skripsi kini menjadi perjuangan berat.

    “Rasanya kayak jadi orang asing di kota sendiri, Mas,” keluh Rullah saat ditemui di sebuah warung kopi kecil yang terselip di gang sempit, menghindari jalan utama.

    “Biasanya kalau mau ke kafe ngerjain tugas, cukup 10 menit motoran. Sekarang? Bisa 30 menit itu pun tangan pegal ngerem terus. Mau pesan makanan lewat ojol (ojek online), harganya naik, abangnya juga sering nolak orderan karena macet. Niat hati mau healing tipis-tipis biar skripsi lancar, malah stressing lihat plat B dan L di mana-mana,” tambahnya dengan nada frustrasi khas Gen Z.

    Bagi Rullah, libur Nataru di Malang bukan lagi soal pesta kembang api, melainkan soal bertahan hidup di tengah kepungan kendaraan. “Harapan saya cuma satu, semoga cepat tanggal 2 Januari biar jalanan balik normal lagi,” tutupnya.

    Data Berbicara: Lonjakan Kendaraan via Tol Pandaan-Malang

    Apa yang dirasakan Rozak dan Rullah, bukan sekadar perasaan subjektif. Data menunjukkan adanya lonjakan drastis volume kendaraan yang menyerbu Malang.

    Berdasarkan data resmi PT Jasamarga Pandaan Malang, pintu gerbang utama menuju kota apel ini mencatatkan angka yang fantastis. Terhitung sejak 18 Desember hingga 25 Desember 2025, tercatat sebanyak 271.001 kendaraan memasuki wilayah Malang melalui Gerbang Tol (GT) Ruas Pandaan Malang.

    General Manager Operasi PT Jasamarga Pandaan Malang, Muhammad Reza Pahlevi Guntur, membedah data tersebut. “Secara persentase, artinya ada peningkatan jumlah kendaraan sebanyak 17,10 persen jika dibandingkan dengan lalu lintas normal,” ungkap Reza dalam keterangan resminya, Jumat (26/12/2025).

    Sebagai perbandingan, pada hari-hari biasa dalam rentang waktu yang sama, jumlah kendaraan yang melintas hanya berkisar di angka 231.432 unit.

    Angka 271.001 tersebut merupakan akumulasi dari lima gerbang tol utama: GT Purwodadi, GT Lawang, GT Singosari, GT Pakis, dan GT Malang. Namun, titik krusial tetap berada di Singosari.

    “Kendaraan yang keluar (masuk Malang) dari GT Singosari paling banyak. Yakni mencapai 108.005 kendaraan. Ini naik sekitar 20,97 persen dibanding lalu lintas normal,” pungkas Guntur.

    Angka ini mengonfirmasi mengapa kawasan Singosari hingga Karanglo menjadi titik kemacetan yang paling menguras emosi pengendara.

    Respons Otoritas

    Menanggapi fenomena lautan kendaraan ini, pihak kepolisian dan dinas perhubungan memiliki pandangan dan strategi tersendiri.

    Kasatlantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska, membenarkan adanya peningkatan volume kendaraan tersebut. Namun, dalam pesan singkatnya kepada media, ia memberikan perspektif yang sedikit berbeda.

    “Benar ada peningkatan, tapi belum signifikan,” bebernya singkat. Pernyataan belum signifikan ini mungkin merujuk pada fakta bahwa lalu lintas, meski padat, masih bisa bergerak (mengalir) dan belum terjadi gridlock total yang melumpuhkan kota sepenuhnya.

    Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang telah mengambil langkah antisipatif dengan menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas (lalin) yang bersifat insidentil dan situasional. Fokus utama adalah mengurai simpul-simpul kemacetan saat puncak libur Tahun Baru 2026.

    Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menegaskan bahwa tidak ada rekayasa permanen yang akan membingungkan pengguna jalan. Semuanya bergantung pada kondisi real-time di lapangan.

    “Salah satu ruas yang berpotensi dilakukan pengaturan khusus adalah Jalan Ahmad Yani, terutama dari arah utara ke selatan yang kerap mengalami kepadatan luar biasa akibat limpahan dari pintu tol dan arteri Surabaya-Malang,” jelas Widjaja, Kamis (25/12/2025).

    Ia menambahkan opsi yang paling mungkin diambil adalah contraflow. “Jika terjadi kepadatan tinggi, dimungkinkan dilakukan contraflow, baik di sisi timur maupun barat, melihat situasi di lapangan,” ujarnya.

    Tak hanya pintu masuk kota, kawasan pendidikan seperti Universitas Brawijaya (UB) juga mendapat perhatian khusus. Jalan MT Haryono yang menjadi poros penghubung Batu-Malang seringkali terkunci.

    “Kawasan UB juga kita pantau, kalau dibutuhkan akan kami lakukan pengalihan arus,” ungkapnya.

    Harapan pada Infrastruktur Baru

    Di tengah kemacetan yang mendera, Widjaja juga menyoroti peran vital infrastruktur yang telah dikebut pengerjaannya oleh pemerintah daerah. Pelebaran Jembatan Kedungkandang, misalnya, disebut sebagai salah satu penyelamat arus lalu lintas di sisi timur kota.

    “Pelebaran Jembatan Kedungkandang sangat efektif karena sebelumnya hampir setiap pagi dan sore terjadi antrean panjang di lokasi tersebut,” analisisnya.

    Selain itu, perbaikan Jembatan Gatot Subroto yang sempat longsor dan perbaikan jalan di Soekarno-Hatta diharapkan sudah tuntas sepenuhnya jelang malam pergantian tahun. “Jika tuntas, ini akan sangat membantu kelancaran lalu lintas di Kota Malang,” pungkas Widjaja dengan nada optimis.

    Menikmati Malang dengan Segala Dinamikanya

    Matahari mulai terbenam di ufuk barat Kota Malang, namun lampu-lampu kendaraan justru semakin terang menyala. Suara klakson masih bersahutan, beradu dengan alunan musik dari kafe-kafe pinggir jalan.

    Bagi Rozak, dan ratusan ribu wisatawan lainnya, kemacetan ini adalah harga yang harus dibayar demi sepiring bakso Malangan, jalan-jalan di trotoar Kayutangan, sejuknya udara Batu, dan kenangan liburan bersama keluarga. Bagi Rullah dan warga lokal, ini adalah ujian kesabaran tahunan yang harus dilewati dengan dada lapang.

    Malang, dengan segala pesonanya, memang memiliki daya pikat yang aneh. Ia membuat orang mengeluh karena macetnya, namun selalu membuat mereka kembali lagi di tahun berikutnya. Dan menjelang 2026, kota ini kembali membuktikan diri sebagai primadona pariwisata Jawa Timur, meski harus ditebus dengan peluh dan kepadatan di jalan raya. (dan/ian)

  • Berikan Perlindungan Aset, BRI Insurance Bayarkan Klaim Asuransi Alat Berat Senilai Rp656 Juta di Banjarmasin

    Berikan Perlindungan Aset, BRI Insurance Bayarkan Klaim Asuransi Alat Berat Senilai Rp656 Juta di Banjarmasin

    JAKARTA – PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan prima dan pemenuhan kewajiban kepada nasabah. Bertempat di Kantor BRI Ahmad Yani Banjarmasin, BRI Insurance secara resmi menyerahkan pembayaran klaim asuransi alat berat senilai Rp656.522.256,- kepada Bapak Martinus, pemilik PT Gemilang.

    Klaim tersebut diajukan atas insiden kecelakaan satu unit excavator milik PT Gemilang yang terjadi pada 12 September 2025, saat sedang melakukan pekerjaan peninggian jalan, landasan penopang unit (matting) mengalami pergeseran teknis yang menyebabkan unit terperosok ke dalam parit.

    Pasca kejadian, tim BRI Insurance segera melakukan proses survei dan verifikasi secara tanggap guna memastikan penanganan klaim berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku dan standar pelayanan yang cepat.

    Penyerahan klaim dilakukan secara simbolis oleh Muhammad Aqbar selaku Branch Office Head (BOH) BRI Banjarmasin Ahmad Yani kepada Bapak Martinus. Turut hadir dalam seremoni tersebut perwakilan dari BRI dan BRI Insurance untuk menyaksikan bukti nyata perlindungan aset nasabah.

    “Saya mengucapkan terima kasih kepada BRI dan BRI Insurance atas pelayanan klaim yang sangat mudah, cepat, dan tanggap. Pembayaran klaim ini sangat membantu kami dalam menjaga stabilitas finansial perusahaan dan memungkinkan kami melanjutkan operasional usaha tanpa kendala berarti,” ungkap Martinus, Owner PT Gemilang, dalam keterangannya, Kamis. 25 Desember.

    Muhammad Aqbar, BOH BRI Banjarmasin Ahmad Yani, menekankan bahwa asuransi kerugian merupakan instrumen krusial bagi pelaku bisnis, khususnya di wilayah dengan karakteristik geografis yang menantang seperti Kalimantan.

    “Musibah ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi risiko. Melalui asuransi, risiko finansial yang menimpa nasabah dapat teratasi sehingga tidak mengganggu arus kas maupun kewajiban lainnya. Hal ini menciptakan ekosistem bisnis yang lebih aman dan berkelanjutan,” ujar Muhammad Aqbar.

    Hari sumbono selaku Branch Manager BRI Insurance Banjarmansin mengucapkan terima kasih kepada nasabah karena telah memilih BRI Insurance untuk melindungi bisnisnya.

    “BRI Insurance akan selalu siap memberikan pelayanan yang cepat, mudah, dan terpercaya untuk para nasabah melindungi aset-aset bisnisnya,” ucap Hari.

    BRI Insurance terus berkomitmen untuk memperluas literasi asuransi di seluruh lapisan masyarakat. Dengan fokus pada kemudahan akses pembelian produk hingga proses klaim yang transparan, perusahaan berupaya menjadi mitra terpercaya bagi para pelaku usaha di Indonesia.

    Saat dimintai konfrimasi Budi Legowo selaku Direktur Utama BRI Insurance menyampaikan ikut prihatin kepada nasabah yang terkena musibah.

    “Saya berharap dengan adanya pembayaran klaim tersebut dapat meringankan beban tertanggung serta hal ini saya harap dapat menjadi modal kepercayaan Masyarakat yang selaras dengan komitmen dari BRI Insurance dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada seluruh nasabah BRI Insurance,” ujar Budi.

    Langkah ini sejalan dengan visi BRI Insurance untuk memberikan solusi perlindungan yang handal dan kompetitif, guna memberikan rasa aman bagi nasabah dalam menjalankan pertumbuhan bisnisnya secara maksimal.

  • Prajurit TNI AD yang lolos gemblengan di Ambon tiba di Maluku Utara

    Prajurit TNI AD yang lolos gemblengan di Ambon tiba di Maluku Utara

    Sabtu, 22 November 2025 13:14 WIB

    Dua prajurit TNI AD memanggul barang bawaannya turun dari KRI Teluk Ende-517 tiba di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate, Maluku Utara, Sabtu (22/11/2025). Korem 152/Babullah Ternate menerima sebanyak 466 prajurit TNI AD asal Malut yang telah selesai mengikuti pendidikan Bintara dan Tamtama selama tiga bulan di Rindam XV/Pattimura Ambon untuk ditempatkan di kesatuannya masing-masing di Maluku Utara dan membantu pemerintah daerah dalam pembangunan. ANTARA FOTO/Andri Saputra/foc.

    Foto udara KRI Teluk Ende-517 yang membawa prajurit TNI AD bersandar di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate, Maluku Utara, Sabtu (22/11/2025). Korem 152/Babullah Ternate menerima sebanyak 466 prajurit TNI AD asal Malut yang telah selesai mengikuti pendidikan Bintara dan Tamtama selama tiga bulan di Rindam XV/Pattimura Ambon untuk ditempatkan di kesatuannya masing-masing di Maluku Utara dan membantu pemerintah daerah dalam pembangunan. ANTARA FOTO/Andri Saputra/foc.

    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.