Tag: Ahmad Rizal Ramdhani

  • Dirut Bulog perkuat GPM 2026 demi stabilitas harga pangan

    Dirut Bulog perkuat GPM 2026 demi stabilitas harga pangan

    Jakarta (ANTARA) – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan penguatan Gerakan Pangan Murah (GPM) pada 2026 sebagai instrumen utama menjaga stabilitas harga pangan nasional serta memperluas akses masyarakat terhadap komoditas strategis secara merata.

    Rizal mengatakan program GPM semakin masif dibanding periode sebelumnya seiring dengan peningkatan frekuensi pelaksanaan serta keterlibatan banyak pihak dalam menekan harga pangan di tingkat konsumen secara berkesinambungan.

    “Kalau dulu-dulu mohon maaf GPM tidak semasif sekarang. Nah sekarang Gerakan Pangan Murah ini luar biasa,” kata Rizal dalam jumpa pers bertajuk Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026, di Jakarta, Jumat.

    Dia menyampaikan pada tahun 2025 Bulog mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) seusai melaksanakan program Gerakan Pangan Murah secara serentak di 4.337 titik di seluruh Indonesia.

    Hal itu sebagai pencapaian distribusi pangan terbesar sepanjang tahun berjalan secara konsisten terpadu nasional.

    Capaian tersebut ditopang sinergi kuat lintas pemangku kepentingan meliputi pemerintah pusat, daerah, hingga aparat keamanan, termasuk pelaku usaha serta jaringan pengecer.

    “Ini berkat kerja sama yang luar biasa dari seluruh stakeholder, baik pemerintah, TNI-Polri, swasta, dan lain sebagainya. Bahkan para pengecer yang ada di lapangan,” ujar Rizal.

    Oleh karena itu, Rizal menegaskan pihaknya akan terus meningkatkan kegiatan GPM di berbagai daerah dengan tetap menggandeng lintas sektor.

    Menurut dia, GPM berperan penting menyalurkan berbagai komoditas strategis termasuk beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sehingga ketersediaan pasokan terjaga dan tekanan harga dapat dikendalikan.

    Pada 2026, kata Rizal, strategi pelaksanaan GPM dipertahankan sekaligus diperluas dengan intensitas lebih tinggi agar dampak stabilisasi harga dirasakan masyarakat lebih luas secara merata, dengan begitu daya beli masyarakat tetap terjaga.

    Penguatan GPM selaras dengan kebijakan target penyaluran beras SPHP sebanyak 1,5 juta ton yang direncanakan akan berlangsung sepanjang tahun 2026 guna menjaga kontinuitas pasokan dan kestabilan pasar.

    “Kami akan tambah ke depan dengan kegiatan-kegiatan yang sifatnya lebih masif lagi, yaitu GPM-GPM itu. Supaya hasilnya lebih banyak,” imbuh Rizal.

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Laode Masrafi
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Dirut Bulog pastikan pasokan beras wilayah bencana Sumatera aman

    Dirut Bulog pastikan pasokan beras wilayah bencana Sumatera aman

    Jakarta (ANTARA) – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan pasokan beras wilayah bencana Sumatera masih dalam kondisi aman setelah penugasan pemerintah melipatgandakan stok hingga tiga kali kebutuhan setiap kabupaten/kota di daerah terdampak.

    Rizal mengatakan kebijakan tersebut mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman agar cadangan beras ditambah sehingga pemerintah daerah tidak mengalami kekurangan pangan saat kebutuhan meningkat secara mendadak.

    “Kami sesuai arahan Bapak Presiden maupun Bapak Menteri Pertanian, kita diperintahkan untuk melipatgandakan tiga kali lipat kebutuhan dari masing-masing provinsi maupun kabupaten/kota,” kata Rizal dalam jumpa pers bertajuk Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026, di Jakarta, Jumat.

    Ia mencontohkan Kabupaten Bener Meriah, Aceh yang mengajukan tambahan 1.000 ton beras langsung dipenuhi menjadi tiga 3.000 ton guna menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat setempat selama masa tanggap darurat bencana banjir.

    Ia menyebutkan Provinsi Aceh total beras yang telah dikirim mencapai 8.670 ton dengan stok tersedia saat ini sekitar 75.000 ton yang tersebar di gudang Bulog berbagai wilayah kabupaten/kota strategis.

    “Nah ini supaya apa? Untuk menjamin masing-masing kabupaten/kota itu tidak kekurangan. Dan sekarang ini kita masifkan pendorongan-pendorongan tersebut,” ujarnya.

    Rizal mengatakan untuk daerah tanpa gudang Bulog seperti Bener Meriah distribusi disokong dari gudang wilayah Takengon. Sedangkan Aceh Tamiang dilayani gudang di Langsa sambil memanfaatkan gudang sementara di Gelanggang Olahraga (GOR) setempat guna mempercepat penyaluran darurat bencana.

    “Alhamdulillah sampai dengan hari ini di GOR Aceh Tamiang itu sudah cukup banyak (stok beras), tinggal nanti masing-masing kabupaten/kota memanajemennya untuk mendistribusikan ke masing-masing kecamatan atau bahkan desa,” jelasnya.

    Selanjutnya di Sumatera Utara, Bulog telah menyalurkan 4.482 ton beras dengan stok gudang mencapai 125.781 ton sehingga pasokan bagi wilayah terdampak mencukupi..

    Lalu untuk Sumatera Barat total penyaluran beras mencapai 1.069 ton dengan stok gudang sekitar 8.527 ton yang siap digerakkan sesuai perkembangan situasi lapangan.

    Bulog menegaskan tantangan utama distribusi adalah keterbatasan akses darat akibat jembatan putus sehingga diperlukan moda alternatif agar bantuan cepat tiba kepada masyarakat terdampak bencana di wilayah itu.

    “Jadi saudara-saudara kita yang di daerah bencana tidak perlu bimbang dan ragu untuk beras-beras kita cukup banyak. Tinggal proses bagaimana mendistribusikannya,” terang Rizal.

    Untuk mengatasi hambatan tersebut, kata dia, Bulog berkolaborasi dengan TNI AU dan TNI AL memanfaatkan jalur udara serta laut termasuk helikopter dan pesawat Hercules guna percepatan distribusi bantuan secara efektif.

    “Kalau tidak ada akses laut kita gunakan akses udara menggunakan helikopter maupun pesawat-pesawat Hercules yang dibantu oleh TNI AU maupun teman-teman dari BNPB,” katanya.

    Rizal juga menyebutkan hingga 2 Januari 2026 total bantuan beras untuk bencana hidrometeorologi Sumatera yang telah disalurkan mencapai 14.227 ton. Penyaluran akan terus ditingkatkan sesuai kebutuhan lapangan.

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Laode Masrafi
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Dirut Bulog: Penyaluran beras SPHP dilakukan sepanjang tahun 2026

    Dirut Bulog: Penyaluran beras SPHP dilakukan sepanjang tahun 2026

    Jakarta (ANTARA) – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dilakukan sepanjang tahun 2026 guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

    Rizal mengatakan penyaluran beras SPHP pada tahun sebelumnya dilakukan tidak penuh karena berlangsung terputus sehingga hanya berjalan sekitar delapan bulan mengikuti kebijakan penugasan pemerintah saat itu.

    “Kalau kemarin kan terputus-putus. Jadi cuma ada delapan bulan kemarin kan. Nah ini harapannya untuk SPHP tahun 2026 itu sepanjang tahun,” kata Rizal dalam jumpa pers bertajuk Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026, di Jakarta, Jumat.

    Sebelumnya, pelaksanaan program beras SPHP pada tahun 2025 dilakukan secara selektif menyesuaikan masa panen raya. Awalnya program beras SPHP ini semula dirancang berlangsung penuh sepanjang tahun 2025, namun penyalurannya disesuaikan dengan kondisi produksi nasional.

    Pada Januari-Februari 2025, pemerintah menyalurkan SPHP karena produksi beras menurun, dengan realisasi distribusi mencapai 181 ribu ton kala itu, sebelum dihentikan sementara saat memasuki panen raya di berbagai daerah.

    Penghentian distribusi SPHP saat itu dilakukan agar harga gabah petani tetap sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, yaitu minimal Rp6.500 per kilogram, kecuali untuk daerah tertentu seperti Papua yang tetap disubsidi.

    Alhasil, setelah panen raya selesai, pemerintah kembali membuka penyaluran SPHP sejak Juli dan ditargetkan hingga 1,3 juta ton pada Desember 2025. Penyaluran beras SPHP saat itu bersamaan dengan penyaluran bantuan pangan berupa beras 10 kilogram yang menyasar 18,3 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

    Bulog mencatat realisasi beras program SPHP sepanjang tahun 2025 mencapai 802.939 ton dari target tahunan 1,5 juta ton.

    Namun, pada tahun 2026, kata Rizal, Bulog merencanakan penyaluran SPHP berjalan konsisten sepanjang tahun agar intervensi harga lebih efektif dalam meredam gejolak harga di pasaran dengan begitu dapat menjaga daya beli masyarakat secara luas.

    Meski begitu, penyesuaian volume tetap diterapkan oleh Bulog di saat puncak panen terutama pada Maret dan April agar penyaluran tidak menekan harga gabah petani di sentra produksi.

    Selain Maret dan April pengurangan volume juga dilakukan pada Agustus khusus di wilayah sentra pangan untuk mencegah penumpukan pasokan berlebih di pasar selama panen raya berlangsung.

    “Di saat puncak musim panen bulan Maret dan April termasuk Agustus, itu penyaluran SPHP di daerah-daerah sentra produksi, SPHP-nya dikurangin. Dikecilkan volumenya. Tapi tetap dilakukan supaya apa? Tidak tumpah banyak di pasaran,” beber Rizal.

    Sementara itu bagi daerah di luar sentra produksi pangan, penyaluran SPHP tetap berjalan normal sepanjang tahun guna memastikan ketersediaan beras terjangkau bagi masyarakat yang membutuhkan.

    “Yang di daerah-daerah yang tidak sentra produksi pangan, SPHP-nya tetap jalan seperti biasa. Tapi khusus yang daerah-daerah sentra produksi pangan seperti Jawa, Sumatera, Sulawesi Selatan, NTB itu SPHP-nya dikecilkan volumenya. Tapi yang lain tetap berjalan seperti biasa,” imbuh Rizal.

    Adapun target penyaluran beras SPHP di tahun 2026 sebanyak 1,5 juta ton guna menjaga stabilitas harga serta keterjangkauan bagi masyarakat luas. Target itu tidak berubah dari tahun 2025 yang juga 1,5 juta ton.

    Beras SPHP dijual sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET), yaitu Rp12.500 per kilogram untuk zona 1 (Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, Sulawesi); Rp13.100 per kilogram untuk zona 2 (Sumatra selain Lampung dan Sumsel, NTT, Kalimantan); dan Rp13.500 per kilogram untuk zona 3 (Maluku, Papua).

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Laode Masrafi
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Dirut Bulog minta Pinwil stok beras 50 ton di bandara titik bencana

    Dirut Bulog minta Pinwil stok beras 50 ton di bandara titik bencana

    Jakarta (ANTARA) – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memerintahkan pimpinan wilayah dan pimpinan cabang menyiapkan stok beras darurat hingga 50 ton di setiap bandara dan pelabuhan titik bencana wilayah Sumatra untuk respons cepat kebutuhan pangan.

    Dalam jumpa pers bertajuk Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026, di Jakarta, Jumat, Rizal mengatakan kebijakan sebagai langkah antisipasi kebutuhan mendadak pengiriman bantuan pangan ke daerah terdampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah itu.

    “Kami sudah perintahkan ke masing-masing pimpinan wilayah Bulog di masing-masing bandara, saya perintahkan minimal setiap hari harus ada 20 ton bahkan sampai 50 ton untuk jika sewaktu-waktu dibutuhkan, beras itu harus diterbangkan ke daerah-daerah yang membutuhkan,” kata Rizal.

    Stok siaga ditempatkan untuk mengantisipasi gangguan akses darat akibat banjir di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara sehingga distribusi udara dan laut tetap berjalan cepat.

    Bulog menginstruksikan setiap bandara memiliki cadangan harian minimal 20 ton dan maksimal 50 ton agar dapat segera diterbangkan saat kondisi darurat terjadi di wilayah terisolasi terdampak bencana.

    Instruksi serupa diterapkan di pelabuhan wilayah terdampak dengan penyiapan stok 20 hingga 50 ton pula untuk memastikan pengiriman laut cepat ketika kebutuhan kontingensi muncul mendadak aman terkoordinasi lintas instansi pemerintah daerah.

    Selain bandara dan pelabuhan, Bulog juga memastikan gudang BUMN pangan itu beroperasi siaga 24 jam untuk mendukung percepatan distribusi bantuan beras kepada korban bencana di berbagai daerah Sumatra.

    “Apabila ada kontingensi segera dibutuhkan, bisa langsung didorong (didistribusikan). Termasuk juga yang di gudang 24 jam siap untuk membantu para korban-korban bencana,” beber Rizal.

    Ia menegaskan kebijakan siaga beras di bandara dan pelabuhan itu terus berlangsung hingga seluruh wilayah terdampak bencana telah pulih dan aktivitas masyarakat kembali normal.

    Bulog menegaskan kebijakan stok siaga akan dievaluasi berkelanjutan sesuai dinamika lapangan guna memastikan bantuan pangan tepat waktu dan tepat sasaran bagi masyarakat terdampak bencana tersebut.

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Laode Masrafi
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Dirut Bulog siap gandeng Karang Taruna kawal penyerapan gabah

    Dirut Bulog siap gandeng Karang Taruna kawal penyerapan gabah

    Jakarta (ANTARA) – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyiapkan skema kerja sama pelibatan Karang Taruna pada Tim Jemput Gabah dalam penyerapan gabah petani di berbagai wilayah guna memperkuat stok cadangan beras pemerintah (CBP).

    Rizal mengatakan skema itu akan memperluas tim lapangan yang telah ada, menggabungkan penyuluh pertanian lapangan (PPL), Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, dengan pelibatan peran pemuda desa agar pengawalan panen lebih cepat dan optimal.

    “Program Tim Penjemput Gabah. Ini kita sudah siapkan timnya ya. Baik tim yang dari teman-teman PPL ditambah dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas, ditambah lagi nanti kita libatkan kalau di desa-desa itu kan ada anak muda namanya Karang Taruna,” kata Rizal dalam jumpa pers bertajuk Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026, di Jakarta, Jumat.

    Dia menuturkan pelibatan Karang Taruna diharapkan membuka lapangan pekerjaan musiman saat panen, memberi penghasilan di desa, serta menekan urbanisasi pemuda ke kota melalui aktivitas ekonomi pertanian yang produktif.

    “Nah ini nanti kita berdayakan adik-adik Karang Taruna di masing-masing desa, kita libatkan supaya mereka juga ada lapangan pekerjaan di saat musim-musim panen,” ujar Rizal.

    Tim Penjemput Gabah yang diperkuat pemuda desa dinilai lebih mengenal petani setempat, mempercepat koordinasi lapangan, serta meningkatkan kepercayaan dalam proses penyerapan hasil panen padi berkualitas sesuai standar yang telah ditetapkan yakni sesuai usia panen.

    Menurut Rizal, sinergi PPL, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Karang Taruna diarahkan mengawal kualitas gabah sesuai usia panen, mencegah panen dini yang berisiko menurunkan mutu beras nasional sehingga ketika dipanen memiliki daya simpan yang tinggi sebagai stok cadangan beras pemerintah (CBP).

    “Ini mudah-mudahan akan memberikan ruang pekerjaan di desa supaya mereka juga tidak urbanisasi ke kota. Di desa juga ada pekerjaan dan mendapat penghasilan,” beber Rizal.

    Meski begitu, rincian skema kerja sama dengan Karang Taruna itu masih akan dimatangkan bersama pemangku kepentingan terkait.

    Langkah kolaboratif itu ditujukan memperkuat penyerapan gabah berkualitas, melindungi petani dari tengkulak, serta memastikan stabilitas pasokan beras nasional berkelanjutan sepanjang musim panen raya.

    Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPR Saadiah Uluputty mendorong agar Perum Bulog menggandeng organisasi kepemudaan, seperti Karang Taruna di setiap wilayah agar ikut dilibatkan dalam penyerapan gabah petani.

    “Keterlibatan Karang Taruna akan memberikan manfaat ganda. Tidak mesti Karang Taruna, organisasi apapun dari anak muda dapat diakomodir. Mereka lebih dekat dan diterima oleh masyarakat sehingga proses berjalan secara kondusif,” kata Saadiah dalam keterangan di Jakarta, Minggu (9/3/2025).

    Menurutnya pelibatan Karang Taruna sekaligus menjadi sarana untuk melatih dan mendidik pemuda agar menjadi generasi penerus yang memahami pentingnya ketahanan pangan nasional.

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Laode Masrafi
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Dirut Bulog siap gandeng Karang Taruna kawal penyerapan gabah

    Dirut Bulog siap gandeng Karang Taruna kawal penyerapan gabah

    Jakarta (ANTARA) – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyiapkan skema kerja sama pelibatan Karang Taruna pada Tim Jemput Gabah dalam penyerapan gabah petani di berbagai wilayah guna memperkuat stok cadangan beras pemerintah (CBP).

    Rizal mengatakan skema itu akan memperluas tim lapangan yang telah ada, menggabungkan penyuluh pertanian lapangan (PPL), Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, dengan pelibatan peran pemuda desa agar pengawalan panen lebih cepat dan optimal.

    “Program Tim Penjemput Gabah. Ini kita sudah siapkan timnya ya. Baik tim yang dari teman-teman PPL ditambah dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas, ditambah lagi nanti kita libatkan kalau di desa-desa itu kan ada anak muda namanya Karang Taruna,” kata Rizal dalam jumpa pers bertajuk Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026, di Jakarta, Jumat.

    Dia menuturkan pelibatan Karang Taruna diharapkan membuka lapangan pekerjaan musiman saat panen, memberi penghasilan di desa, serta menekan urbanisasi pemuda ke kota melalui aktivitas ekonomi pertanian yang produktif.

    “Nah ini nanti kita berdayakan adik-adik Karang Taruna di masing-masing desa, kita libatkan supaya mereka juga ada lapangan pekerjaan di saat musim-musim panen,” ujar Rizal.

    Tim Penjemput Gabah yang diperkuat pemuda desa dinilai lebih mengenal petani setempat, mempercepat koordinasi lapangan, serta meningkatkan kepercayaan dalam proses penyerapan hasil panen padi berkualitas sesuai standar yang telah ditetapkan yakni sesuai usia panen.

    Menurut Rizal, sinergi PPL, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Karang Taruna diarahkan mengawal kualitas gabah sesuai usia panen, mencegah panen dini yang berisiko menurunkan mutu beras nasional sehingga ketika dipanen memiliki daya simpan yang tinggi sebagai stok cadangan beras pemerintah (CBP).

    “Ini mudah-mudahan akan memberikan ruang pekerjaan di desa supaya mereka juga tidak urbanisasi ke kota. Di desa juga ada pekerjaan dan mendapat penghasilan,” beber Rizal.

    Meski begitu, rincian skema kerja sama dengan Karang Taruna itu masih akan dimatangkan bersama pemangku kepentingan terkait.

    Langkah kolaboratif itu ditujukan memperkuat penyerapan gabah berkualitas, melindungi petani dari tengkulak, serta memastikan stabilitas pasokan beras nasional berkelanjutan sepanjang musim panen raya.

    Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPR Saadiah Uluputty mendorong agar Perum Bulog menggandeng organisasi kepemudaan, seperti Karang Taruna di setiap wilayah agar ikut dilibatkan dalam penyerapan gabah petani.

    “Keterlibatan Karang Taruna akan memberikan manfaat ganda. Tidak mesti Karang Taruna, organisasi apapun dari anak muda dapat diakomodir. Mereka lebih dekat dan diterima oleh masyarakat sehingga proses berjalan secara kondusif,” kata Saadiah dalam keterangan di Jakarta, Minggu (9/3/2025).

    Menurutnya pelibatan Karang Taruna sekaligus menjadi sarana untuk melatih dan mendidik pemuda agar menjadi generasi penerus yang memahami pentingnya ketahanan pangan nasional.

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Laode Masrafi
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Bulog tambah gudang kapasitas dua juta ton sambut panen awal 2026

    Bulog tambah gudang kapasitas dua juta ton sambut panen awal 2026

    Jakarta (ANTARA) – Perum Bulog menyiapkan gudang tambahan berkapasitas dua juta ton untuk menyerap hasil panen padi di awal 2026, guna memastikan ketersediaan ruang penyimpanan aman saat panen raya berlangsung secara terukur dan efektif.

    Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan kesiapan gudang sementara sebagai solusi cepat menghadapi puncak panen Februari hingga April, sembari menunggu pembangunan fasilitas gudang baru.

    “Kami sudah siapkan sementara gudang untuk tambahan. Gudang tambahan direncanakan nanti dua juta ton stoknya untuk mampu menyambut kedatangan panen raya di bulan Februari, Maret dan April ini,” kata Rizal dalam jumpa pers bertajuk Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026, di Jakarta, Jumat.

    Gudang tambahan dirancang menampung dua juta ton, dengan fokus menyerap gabah saat panen raya, sehingga petani tidak khawatir penjualan dan mutu tetap terjaga melalui sistem pengelolaan logistik modern nasional terukur.

    Rizal mengaku pihaknya telah mengecek dan memastikan kesiapan gudang dengan kapasitas sekitar 942 ribu ton untuk menerima hasil panen dengan standar keamanan penyimpanan yang telah ditetapkan BUMN pangan itu.

    “Ini kami menyiapkan gudang yang kekuatannya dua juta ton. Nah sampai dengan hari ini total yang sudah dicek dan sudah oke itu (kapasitas gudangnya) ada 942.000 ton,” ujarnya.

    Selain itu, potensi tambahan dengan kapasitas sekitar 600 ribu ton gudang telah dikonfirmasi, sehingga total kapasitas kesiapan gudang mencapai sekitar 1,5 juta ton untuk menyambut panen Februari, hingga April 2026.

    Penyiapan gudang dilakukan bersamaan dengan rencana pembangunan 100 gudang baru yang ditargetkan pemerintah, guna memperkuat kapasitas penyimpanan, serta menjaga stabilitas pasokan harga pangan.

    Dengan langkah ini, Bulog menegaskan kesiapan menyerap panen secara maksimal, menjaga kualitas gabah, serta memastikan seluruh hasil masuk gudang dalam kondisi baik dan aman dalam memperkuat stok cadangan beras pemerintah (CBP).

    Meski begitu, Rizal tidak menyebutkan berapa jumlah dari gudang tambahan yang disiapkan tersebut, termasuk lokasi atau pun wilayah gudang itu. Hanya saja dia menegaskan, kapasitas yang disiapkan mencapai 2 juta ton.

    Adapun stok CBP pada awal tahun ini mencapai 3,2 juta ton lebih. Stok tersebut merupakan beras peralihan dari tahun 2025 ke 2026 yang saat ini tersimpan dengan aman di gudang-gudang BUMN pangan tersebut.

    Diketahui, pemerintah menargetkan serapan gabah setara beras oleh Perum Bulog di tahun 2026 mencapai 4 juta ton.

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Indriani
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Bulog-ID FOOD dan Agrinas Palma salurkan 790 ribu kiloliter Minyakita

    Bulog-ID FOOD dan Agrinas Palma salurkan 790 ribu kiloliter Minyakita

    Jakarta (ANTARA) – Perum Bulog bersama ID FOOD dan Agrinas Palma Nusantara segera menyalurkan 790 ribu kiloliter Minyakita mulai Januari 2026 untuk menjaga stabilitas harga, pasokan minyak goreng rakyat, serta mendukung daya beli masyarakat.

    “Sekitar 790 ribu kiloliter yang akan diberikan ke Bulog maupun ID FOOD dan Agrinas Palma sebagai penyalur utamanya langsung ke para pengecer,” kata Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam jumpa pers bertajuk Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026, di Jakarta, Jumat.

    Dia mengatakan distribusi itu mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 43 Tahun 2025 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat.

    “Sesuai dengan Permendag yang baru bahwa Bulog bersama ID FOOD dan Agrinas Palma nanti diberi 35 persen dari DMO (Domestic Market Obligation),” ujarnya.

    Rizal menyampaikan distribusi Minyakita nantinya langsung dilakukan kepada pengecer di pasar guna memotong rangkaian atau rantai distribusi yang terlalu panjang. Dengan begitu harga komoditas itu betul-betul flat ataupun rendah.

    “Jadi tidak ada distribusi satu dan distribusi dua lagi. Tapi langsung kepada para pengecer. Harapannya apa? Untuk memotong rangkaian atau rantai distribusi yang terlalu panjang, sehingga menjamin masyarakat dapat membeli dengan murah, dengan kualitas yang terjamin,” jelas Rizal.

    Rizal menjelaskan sumber DMO berasal dari kewajiban produsen minyak goreng yang mana crude palm oil (CPO) harus menyisihkan 35 persen dari total produksi sebelum melakukan ekspor.

    Minyak goreng tersebut, kata dia, diserahkan kepada Kementerian Perdagangan dan selanjutnya didistribusikan melalui Bulog sebagai penyalur.

    “Mereka kalau sebelum ekspor, dia harus serahkan DMO-nya dulu 35 persen, baru dia boleh ekspor ke luar negeri. Tujuannya apa? Supaya tidak ada lagi kelangkaan minyak seperti tahun-tahun yang lalu. Aturan standarnya seperti itu,” jelasnya.

    Direktur Bisnis Bulog Febby Novita dalam jumpa pers bertajuk Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026 di Jakarta, Jumat (2/1/2026). ANTARA/Harianto

    Di tempat yang sama, Direktur Bisnis Bulog Febby Novita menambahkan bahwa pihaknya akan menyalurkan Minyakita sebesar 35 persen dari kuota yang dibutuhkan secara nasional.

    “Intinya disampaikan Pak Dirut (Bulog) tadi benar bahwa nantinya dari kuota minyak goreng misalnya 100 persen, 35 persen akan didistribusikan oleh Bulog,” kata Febby.

    Dalam skema penyaluran tersebut, Bulog akan memangkas rantai distribusi dengan meniadakan distributor tingkat dua (D2), sehingga penyaluran dilakukan langsung dari produsen ke pengecer.

    Febby menyebutkan berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag), kebutuhan minyak goreng dalam negeri berada di kisaran 200 ribu hingga 250 ribu kiloliter. Dari jumlah tersebut, 35 persen akan didistribusikan melalui BUMN pangan, termasuk Bulog.

    Febby mengatakan penugasan Bulog sebagai penyalur DMO minyak goreng telah diatur secara khusus dalam Permendag Nomor 43. Aturan tersebut terbit pada 12 Desember 2025 dan mulai berlaku setelah diundangkan.

    “Jadi mulainya kapan? Permendagnya baru keluar tanggal 12 Desember (2025). Mulainya itu diundangkan mungkin ya 30 hari, mungkin awal Januari ini. Makanya kami sekarang Bulog sedang berkoordinasi dengan para produsen untuk memetakan produsen mana dan berapa kuotanya dan akan ke mana,” kata Febby.

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Laode Masrafi
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Bulog gandeng PPL hingga Babinsa kawal panen padi berkualitas

    Bulog gandeng PPL hingga Babinsa kawal panen padi berkualitas

    untuk menyosialisasikan gabah yang dipanen itu adalah gabah yang masuk dalam usia panen

    Jakarta (ANTARA) – Perum Bulog menggandeng penyuluh pertanian lapangan (PPL) hingga Babinsa dan Babinkamtibmas untuk mengawal panen padi berkualitas, sebagai bagian dari kebijakan penyerapan gabah nasional yang berorientasi pada perlindungan petani.

    Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pengawalan panen dilakukan seiring berlanjutnya kebijakan pembelian gabah dengan skema semua kualitas (any quality) sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto yang memastikan seluruh hasil panen petani tetap terserap.

    “Kami nanti rapat koordinasi lanjutan dengan seluruh PPL seluruh Indonesia. Termasuk juga dengan teman-teman Babinsa dan Babinkamtibmas untuk menyosialisasikan gabah yang dipanen itu adalah gabah yang masuk dalam usia panen,” kata Rizal dalam jumpa pers bertajuk Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026 di Jakarta, Jumat.

    Ia menuturkan kebijakan any quality dipertahankan setelah Bulog berkoordinasi dengan jajaran direksi serta melaporkan pelaksanaannya kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

    Melalui skema tersebut, Bulog memastikan seluruh gabah petani dibeli dengan harga pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram, sehingga petani tidak lagi bergantung pada tengkulak saat musim panen tiba.

    Untuk menjaga kualitas beras nasional, pelaksanaan any quality pada 2026 disertai ketentuan gabah yang diserap harus berasal dari padi dengan usia panen yang telah mencukupi.

    Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam jumpa pers bertajuk Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026 di Jakarta, Jumat (2/1/2026). ANTARA/Harianto

    Bulog menilai panen padi sebelum usia optimal berisiko menurunkan mutu beras karena tingkat pecah tinggi, daya simpan rendah, dan kualitas hasil olahan yang tidak maksimal.

    Oleh karena itu, Bulog memperkuat koordinasi lapangan dengan PPL di seluruh Indonesia serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk menyosialisasikan standar usia panen kepada petani.

    Langkah pengawalan panen itu diharapkan memastikan keseimbangan antara perlindungan petani, peningkatan kualitas beras nasional, dan penguatan peran Bulog dalam menjaga stabilitas pangan berkelanjutan.

    “Ini yang nanti kami akan komunikasikan, diskusikan, kami akan rapat koordinasi dengan teman-teman PPL seluruh Indonesia, dengan teman-teman Babinsa dan Babinkamtibmas. Tujuannya apa? Untuk mensosialisasikan. Jadi yang dipanen itu any quality yang sudah masuk dalam masa usia panen,” beber Rizal.

    Adapun pemerintah menargetkan serapan gabah setara beras oleh Perum Bulog di tahun 2026 mencapai 4 juta ton.

    Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan target pengadaan cadangan beras pemerintah (CBP) 4 juta ton pada tahun 2026 untuk memperkuat Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP hingga bantuan pangan.

    Keputusan menaikkan cadangan beras pemerintah (CBP) dari 3 juta menjadi 4 juta ton diambil agar pemerintah lebih mudah melakukan intervensi pasar dalam rangka menjaga stabilitas pasokan serta harga beras bagi masyarakat melalui SPHP serta menyalurkan bantuan pangan nasional secara cepat tepat sasaran.

    “Tadi kami putuskan cadangan beras pemerintah dari 3 juta ton, kita naikkan jadi 4 juta ton agar lebih mudah nanti untuk SPHP, untuk bantuan pangan, dan lain sebagainya,” kata Zulhas, sapaan akrabnya, saat ditemui di Jakarta, Senin (29/12/2025).

    Penambahan target serapan beras tersebut penting untuk memperkuat peran Perum Bulog sebagai penopang stabilisasi pangan nasional yang jangka panjang, berkelanjutan, adil, hingga efektif bagi petani.

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Agus Salim
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Bulog sebut pembelian gabah Rp6.500/kg “any quality” berlanjut di 2026

    Bulog sebut pembelian gabah Rp6.500/kg “any quality” berlanjut di 2026

    Itu untuk membahagiakan para petani, jadi petani itu semua berasnya kita serap

    Jakarta (ANTARA) – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan kebijakan pembelian gabah Rp6.500 any quality berlanjut pada 2026 sebagai bentuk perlindungan petani dan penguatan serapan padi secara nasional.

    Rizal mengatakan kebijakan itu selaras dengan Instruksi Presiden Prabowo Subianto dan telah dibahas bersama jajaran direksi Bulog serta dilaporkan kepada Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

    “Jadi kita sudah diskusikan. Nanti memang tetap any quality. Tujuan any quality ini apa sih? Itu untuk membahagiakan para petani, jadi petani itu semua berasnya kita serap,” kata Rizal dalam jumpa pers bertajuk Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026 di Jakarta, Jumat.

    Program pembelian any quality bertujuan memastikan seluruh gabah petani terserap dengan harga pemerintah sehingga petani memperoleh kepastian pasar, pendapatan layak dan terhindar dari praktik tengkulak.

    Bulog menetapkan harga pembelian gabah Rp6.500 per kilogram sebagai acuan resmi guna menjaga kesejahteraan petani, stabilitas produksi, serta keberlanjutan pasokan beras nasional.

    Meski begitu, dia menegaskan kebijakan any quality diterapkan dengan syarat gabah dipanen sesuai usia panen agar kualitas beras terjaga, rendemen optimal, serta daya simpan tetap tahan lama.

    Menurut dia, panen sebelum usia memadai berisiko menurunkan mutu karena gabah mudah pecah, beras cepat rusak, dan ketahanan simpan rendah sehingga merugikan rantai pasok nasional.

    Bulog akan memperkuat sosialisasi kebijakan kepada penyuluh pertanian lapangan, Babinsa, dan Babinkamtibmas untuk memastikan pemahaman seragam mengenai kriteria panen sesuai ketentuan pemerintah secara terpadu.

    Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam jumpa pers bertajuk Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026 di Jakarta, Jumat (2/1/2026). ANTARA/Harianto

    Koordinasi lintas pihak tersebut ditujukan agar praktik panen mengikuti umur tanaman, meningkatkan kualitas hasil, serta menjaga efisiensi pengolahan gabah menjadi beras bermutu tinggi, berdaya saing, dan aman.

    “Sama kalau kayak kita biasa panen mangga, durian, atau jambu. Kalau belum masa usia panen kan rasanya beda. Jadi seyogyanya nanti yang dipanen itu adalah yang sudah cukup usia panen,” tegasnya.

    Hal itu juga mendukung stabilisasi harga gabah, menjaga pasokan beras, serta memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peran negara dalam tata niaga yang adil transparan efisien berkelanjutan konsisten terpadu nasional kuat.

    Bulog menegaskan komitmen berkelanjutan menjalankan kebijakan any quality secara tertib, terukur, dan bertanggung jawab demi kesejahteraan petani serta stabilitas pangan 2026 secara aman.

    Adapun pemerintah menargetkan serapan beras oleh Bulog di tahun 2026 mencapai 4 juta ton.

    Sebelumnya pemberlakuan pembelian gabah dengan sistem any quality (tanpa syarat kualitas ketat) oleh Bulog dimulai awal tahun 2025, tepatnya sejak 15 Januari 2025.

    Peraturan itu tertuang dalam Keputusan Badan Pangan Nasional Nomor 14 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Keputusan Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2025 tentang perubahan atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dan Rafaksi Harga Gabah dan Beras.

    Aturan tersebut juga menugaskan Bulog untuk menyerap harga gabah sebesar Rp6.500 per kilogram.

    Ketentuan ini, menggantikan perincian harga sebelumnya, yang memperhitungkan beberapa syarat seperti kualitas kadar air hingga derajat sosoh.

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Agus Salim
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.