Tag: Ahmad Rizal Ramdhani

  • Bulog Usul Beras SPHP Bisa Dijual Lebih dari 2 Kemasan per Orang

    Bulog Usul Beras SPHP Bisa Dijual Lebih dari 2 Kemasan per Orang

    Bisnis.com, JAKARTA — Perum Bulog mengusulkan agar beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di pasaran bisa dijual lebih dari 2 kemasan alias pak.

    Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa usulan ini menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan realisasi penyaluran beras SPHP pada 2026. Target penyaluran beras SPHP mencapai 1,5 juta ton.

    “Kita akan lebih mudahkan, mungkin kami akan lebih fleksibel, khususnya dengan jumlah kuantitasnya nanti. Karena kalau dulu satu orang hanya bisa beli dua pak, mungkin sekarang juga ditambah,” kata Rizal dalam konferensi pers di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta Selatan, Minggu (11/1/2026).

    Menurut Rizal, langkah ini diharapkan dapat mendongkrak perputaran penjualan beras SPHP yang selama ini dibatasi dua pak per kepala.

    Namun demikian, dia menyampaikan bahwa konsep ini baru akan diajukan kepada Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman.

    Dia kemudian menjelaskan bahwa beras SPHP akan disalurkan secara penuh sepanjang tahun ini, berbeda dengan penyaluran pada 2025 yang terbagi ke dalam beberapa periode.

    Menurutnya, skema itu pula yang membuat Perum Bulog tak optimal menyalurkan beras SPHP pada tahun lalu. Realisasi penyaluran beras SPHP Bulog pada 2025 pun hanya berkisar 802.939 ton dari target 1,5 juta ton.

    “Jauh dari target karena kepotong-potong. Januari sampai Maret penjualan, terus awal April berhenti, Agustus baru jualan lagi. Ke depan, penjualan SPHP ini berjalan sepanjang tahun  dari Januari sampai Desember [2026], jadi tidak ada yang terputus,” ujar purnawirawan TNI berpangkat Letjen ini.

    Berdasarkan catatan Bisnis, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyatakan ritel modern membatasi pembelian beras SPHP maksimal 2 kemasan per orang.

    Ketua Umum Aprindo Solihin mengatakan, pembatasan beras SPHP ini dilakukan agar bisa terdistribusi secara merata kepada masyarakat.

    “Kalau untuk Bulog, saya batasi hanya dua pieces. Untuk beras yang ditugasi oleh Bulog ya, [beras] SPHP,” kata Solihin saat ditemui seusai acara Indonesia Shopping Festival (ISF) 2025 di Lippo Mall Nusantara, Jakarta, Kamis (14/8/2025).

  • Bulog Ubah Skema Penyaluran Beras SPHP 2026, Target 1,5 Juta Ton Sepanjang Tahun

    Bulog Ubah Skema Penyaluran Beras SPHP 2026, Target 1,5 Juta Ton Sepanjang Tahun

    Bisnis.com, JAKARTA — Perum Bulog mengubah skema penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) pada tahun ini. Sebanyak 1,5 juta ton beras SPHP akan disalurkan selama setahun penuh.

    Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa skema ini berbeda dengan penyaluran beras SPHP pada 2025 yang dibagi menjadi beberapa periode, sehingga terdapat  bulan-bulan tanpa penyaluran.

    “Penyaluran beras SPHP 1,5 juta ton ke depan akan kami laksanakan strateginya sepanjang tahun. Jadi, tidak seperti tahun lalu yang terpotong-potong,” kata Rizal dalam konferensi pers di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta Selatan, Minggu (11/1/2026).

    Menurutnya, skema itu pula yang membuat Perum Bulog tak optimal menyalurkan beras SPHP pada tahun lalu. Realisasi penyaluran beras SPHP Bulog pada 2025 pun hanya berkisar 802.939 ton.

    Rizal menyebut bahwa pihaknya akan menerapkan mekanisme yang lebih fleksibel dalam penyaluran beras SPHP pada tahun ini, khususnya mengenai kuantitas.

    “Kita akan lebih mudahkan, mungkin kami akan lebih fleksibel, khususnya dengan jumlah kuantitasnya nanti. Karena kalau dulu satu orang hanya bisa beli dua pack, nah mungkin sekarang juga ditambah, Kita akan ajukan dulu,” ujar Rizal.

    Selain itu, dia menyebut bahwa Bulog telah menetapkan target penyaluran SPHP jagung sebesar 500.000 ton pada 2026. Terdapat pula target penyaluran bantuan pangan selama 4 bulan.

    Sebelumnya, pemerintah resmi memperpanjang masa pelaksanaan SPHP hingga akhir Januari 2026.

    Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan perpanjangan ini diambil untuk memastikan suplai jagung bersubsidi tetap mengalir ke pelaku usaha peternakan skala kecil dan menengah di berbagai daerah.

    Dia mengatakan SPHP jagung seharusnya berakhir sampai 15 November 2025. Namun, pemerintah memperpanjang hingga akhir Januari. 

    “Barangnya masih ada di Bulog untuk menyuplai pengusaha-pengusaha ternak atau pakan ternak yang UMKM, yang di Blitar, ada di Jawa Tengah itu nanti akan diberikan jagung atau SPHP dengan harga subsidi,” kata Zulhas seusai rapat koordinasi terbatas SPHP jagung dan pupuk bersubsidi di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (2/12/2025).

  • Bos Bulog Tiba-tiba Gelar Rapat Akhir Pekan, Bahas Apa?

    Bos Bulog Tiba-tiba Gelar Rapat Akhir Pekan, Bahas Apa?

    Jakarta

    Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memimpin rapat kerja nasional (rakernas) bersama seluruh pimpinan cabang wilayah Bulog serta jajaran direksi hari ini. Rapat tersebut akan diselenggarakan selama dua hari, Minggu dan Senin besok.

    Rizal mengatakan Rakernas ini bertujuan untuk menindaklanjuti perintah dari Presiden Prabowo Subianto sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terkait swasembada pangan ke depan. Untuk mengejar target tersebut, Rizal menyebut Bulog tidak bisa bekerja sendiri.

    “Bulog itu bekerja tidak sendiri, tapi dibantu oleh seluruh stakeholder pemerintah maupun swasta dan bahkan para petani yang ada di lapangan di seluruh tanah air,” ujar Rizal kepada wartawan di kantornya, Jakarta Selatan, Minggu (11/1/2026).

    Rakernas tersebut juga membahas terkait target pengadaan cadangan pemerintah. Tahun ini, Bulog ditugaskan untuk menyerap gabah dari petani sebanyak 4 juta ton setara beras. Angka ini lebih tinggi dibanding penugasan tahun lalu sebesar 3 juta ton.

    “Oleh karena itu kami merencanakan sedini mungkin secepatnya agar target itu bisa tercapai tanpa mengenal waktu dan tanpa mengenal lelah,” jelas ia.

    Lalu, tahun ini Bulog juga menargetkan penyerapan jagung sebesar 1 juta ton dan 70 ribu ton kedelai. Dalam hal ini, Rizal menyebut akan bersinergi dengan Polri.

    Selain itu, Bulog juga akan melakukan distribusi minyak goreng, Minyakita sejumlah 720 ribu kiloliter bersama dengan BUMN Pangan lainnya, ID Food dan Agrinas Palma. Rizal menjamin Minyakita yang sampai di masyarakat dengan harga yang rendah.

    “Kemudian penjualan beras premium dan medium untuk pasar umm sejumlah 2,5 juta ton dan direncanakan ekspor 1 juta ton. Nah ini target-target yang sedang kami diskusikan di dalam. Mudah-mudahan dengan strategi-strategi yang lebih baik ke depan 2026,” tambah Rizal.

    (acd/acd)

  • Bila Mampu Serap 4 Juta Ton Beras, Bulog akan Terapkan Beras Satu Harga di Indonesia

    Bila Mampu Serap 4 Juta Ton Beras, Bulog akan Terapkan Beras Satu Harga di Indonesia

    Liputan6.com, Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan bahwa Bulog menargetkan penerapan beras satu harga di seluruh wilayah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

    Langkah ini dengan harapan, Bulog bisa segera menyamaratakan harga beras medium SPHP di tingkat pengecer secara nasional.

    “Dari Sabang sampai Merauke, Insyaallah Bulog akan bercita-cita meratakan satu harga beras SPHP, dari Sabang sampai Merauke harganya satu harga,” jelas Ahmad dalam konferensi pers, Jumat (9/1/2026).

    Ia menjelaskan, target tersebut adalah salah satu sasaran jangka pendek Bulog untuk menstabilkan harga beras dan meningkatkan daya beli masyarakat.

    Melalui target ini, Ahmad berharap Bulog bisa segera mengikuti jejak PT Pertamina (Persero) yang sejak 2016 berhasil menjalankan program BBM satu harga secara nasional.

    “Seperti juga Pertamina. Pertamina juga dari Sabang sampai Merauke satu harga, Bulog juga harga berasnya satu. Kami mohon doa restunya,” imbuhnya.

    Ahmad menerangkan bahwa realisasi beras satu harga sangat bergantung pada keberhasilan Bulog dalam menyerap beras petani sebesar 4 juta ton di tahun ini.

    Sebab, jika serapan tersebut maksimal, maka cadangan beras pemerintah dinilai mampu menjadi instrumen utama dalam mengintervensi dan mengendalikan harga beras.

    “Dari target serapan 4 juta ton ini, harapannya nanti adalah ekspor (beras), dan yang kedua, potensi ke depan adalah harga beras bisa menjadi satu harga,” imbuhnya.

    Lebih lanjut, Ahmad optimistis target serapan tersebut dapat tercapai karena hasil panen beras Indonesia di tahun ini diramal stabil.

  • Jelang Ramadan, Bulog Pastikan Keamanan Stok Beras dan Minyak Goreng di Aceh

    Jelang Ramadan, Bulog Pastikan Keamanan Stok Beras dan Minyak Goreng di Aceh

    Liputan6.com, Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan bahwa stok beras dan minyak goreng di Provinsi Aceh berada dalam kondisi aman dan mencukupi. Pasokan tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya warga terdampak bencana, menjelang bulan Ramadan.

    Kepastian tersebut disampaikan Ahmad setelah meninjau data persediaan beras dan minyak goreng di 15 gudang Bulog yang tersebar di Aceh. Berdasarkan catatan per Jumat (9/1), stok beras di gudang-gudang tersebut mencapai 64.889 ton, sementara persediaan minyak goreng tercatat sebesar 307.220 liter.

    “Jadi masyarakat yang ada di Aceh, khususnya yang terdampak bencana, tidak perlu bimbang dan ragu, apalagi menjelang Ramadan. Jadi stok beras Bulog cukup banyak, minyak goreng juga banyak,” ujar Ahmad dalam konferensi pers, Jumat (9/1).

    Selain di Aceh, ia juga memastikan keamanan persediaan beras dan minyak goreng di wilayah terdampak bencana lainnya.

    Di Sumatra Utara, contohnya, ia menerangkan bahwa stok beras dan minyak goreng masing-masing tercatat sebesar 17.904 ton dan dan 284.588 liter. Sementara itu, di Sumatra Barat, persediaan beras dan minyak goreng masing-masing mencapai 5.508 ton dan 15.928 liter.

    Tak hanya di provinsi terdampak bencana, ia juga memastikan bahwa stok beras nasional juga tetap aman menjelang hari besar keagamaan, seperti Imlek dan Idulfitri. Sebab menurutnya, cadangan beras pemerintah saat ini sebesar 3,35 juta ton sangat cukup untuk mengantisipasi kenaikan permintaan yang umumnya terjadi pada periode tersebut.

    “Jadi total stok beras Bulog di tanah air adalah 3,35 juta ton, dan kesiapan stok ini untuk menghadapi, Imlek dalam waktu dekat, kemudian menghadapi Ramadan, kemudian menghadapi Lebaran. Insyaallah stok ini akan terus bertambah,” tutupnya.

  • Mentan Pede RI Ekspor Beras Tahun Ini

    Mentan Pede RI Ekspor Beras Tahun Ini

    Jakarta

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan Indonesia hampir pasti mengekspor beras tahun ini. Hal ini disampaikan Amran saat momentum pengumuman swasembada pangan di Karawang hari ini yang dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

    “Hampir pasti kita lakukan ekspor tahun ini, dan itu sejarah pertama Indonesia,” kata Amran disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (7/1/2026).

    Amran mengatakan ekspor beras bisa terjadi jika pola serapan gabah oleh Perum Bulog sama seperti 2025. Pada tahun lalu, Bulog ditugaskan untuk menyerap gabah dari petani mencapai 3 juta ton setara beras. Tahun ini, Bulog akan menyerap gabah hasil panen petani 4 juta ton setara beras.

    Cadangan Beras Indonesia

    Kendati begitu, Amran belum membeberkan lebih detail terkait hal tersebut. Ia hanya menyebut saat ini stok cadangan beras Indonesia mencapai 3,2 juta ton.

    “Tapi beras. Kalau bisa, izin Bapak Presiden yang penting Bulog serapannya 3 bulan ke depan sama saja 2025. Aku tidak minta lebih, sama saja,” tambah Amran.

    Dalam kesempatan tersebut, Amran juga sempat berseloroh kepada Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi apabila rencana ekspor beras dapat terealisasi.

    “Jadi, Pak Mensesneg. Itu tadi nanti aku menghadap. Kesempatan kami sampaikan karena ada bapak presiden,” jelas Amran.

    Rencana Ekspor Beras

    Sebelumnya, Amran juga sempat berbicara terkait rencana pemerintah mengekspor beras tahun ini. Hal ini disampaikan Amran saat menjadi menjadi penguji Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor.

    Amran menyebut stok cadangan beras dalam negeri mencapai 3,25 juta ton pada awal 2026. Kemudian, Indonesia akan memasuki musim panen pada Februari hingga April.

    Amran mengingatkan Bulog yang berperan mengurus sektor pertanian, termasuk beras pascapanen agar tidak terjadi gagal panen. Sebab, musim panen awal tahun menyumbang produksi nasional terbesar.

    “Bulan Februari sampai April, itu adalah produksi 70%. Kalau gagal produksi dari Februari hingga April, gagal Republik ini untuk mengekspor,” ujar Amran di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Senin (5/1/2026).

    Pada kesempatan terpisah, Mensesneg Prasetyo Hadi menyebut Malaysia meminta Indonesia untuk mengekspor beras ke negaranya. Indonesia baru mengekspor beras sebagai bantuan ke Palestina, namun beberapa permintaan ekspor beras juga datang dari beberapa negara tetangga, salah satunya Malaysia.

    Bagi pemerintah, apabila pasokan di dalam negeri sudah cukup, bisa saja permintaan itu dilakukan. Bukan tidak mungkin Indonesia akan mengekspor beras ke Malaysia.

    “Kalau kemudian itu ada negara lain atau sahabat-sahabat kita belum berhasil membutuhkan bantuan ya kalau memang kita sanggup ya kita akan berikan bantuan. Contohnya dari Malaysia,” papar Prasetyo di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Jawa Barat, Selasa (7/1/2026) malam.

    Tonton juga video “Prabowo Bangga RI Swasembada Beras, Bandingkan dengan Era Soeharto”

    Halaman 2 dari 2

    (rea/ara)

  • 1,5 Juta Ton Beras SPHP Bakal Disebar sepanjang 2026

    1,5 Juta Ton Beras SPHP Bakal Disebar sepanjang 2026

    Perum Bulog akan kembali melanjutkan penyaluran bantuan pangan beras, atau dikenal sebagai bansos beras pada 2026. Program bantuan ini diberikan dalam bentuk 10 kg beras kepada masyarakat tidak mampu.

    Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, pihaknya telah menyiapkan pasokan hingga 720 ribu ton beras, yang akan disalurkan kepada 18 juta penerima bantuan selama 4 bulan.

    “Penyaluran bantuan pangan untuk 4 bulan tahun 2026 itu sekitar 720 ribu ton untuk 18 juta penerima bantuan penerima bantuan, bantuannya 4 bulan,” jelasnya di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Jumat (2/1/2026).

    Selain bantuan pangan, Bulog juga bakal kembali menyalurkan Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) atau beras murah sepanjang tahun ini. Bulog telah menyiapkan stok sebesar 1,5 juta ton untuk beras murah tersebut.

    “Ini direncanakan sepanjang tahun nggak kayak kemarin, kalau kemarin kan udah putus-putus, betul enggak? Sehingga cuma ada 8 bulan kemarin kan. Nah ini harapannya untuk SPHP tahun 2026 itu sepanjang tahun,” bebernya.

     

  • Dirut Bulog komitmen kawal swasembada RI saat Sidang Doktoral di UI

    Dirut Bulog komitmen kawal swasembada RI saat Sidang Doktoral di UI

    Jakarta (ANTARA) – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan komitmen mengawal swasembada pangan nasional melalui penguatan pascapanen saat menjalani Sidang Terbuka Doktoral di Universitas Indonesia (UI).

    “Kemandirian pangan merupakan hal yang fundamental yang perlu dicapai oleh bangsa Indonesia,” kata Rizal dalam Sidang Terbuka Doktoral di Balai Sidang Universitas Indonesia, Kampus UI Depok, Jawa Barat, Senin.

    Ia menegaskan komitmen mengawal swasembada pangan nasional sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, yang bercita-cita membentuk bangsa yang berdaulat dengan kemandirian pangan.

    Di hadapan para penguji, Rizal menyampaikan target swasembada pangan Presiden disampaikan sejak pelantikan 20 Oktober 2024, kemudian dipercepat dari empat tahun menjadi tiga tahun pada 16 November 2024. Lalu menjadi satu tahun saat rapat kabinet 22 Januari 2025.

    Percepatan target, menurut Rizal, menjadi tantangan besar yang harus dijawab, sehingga sebagai mahasiswa dan peneliti pihaknya mengidentifikasi penanganan pascapanen padi sebagai kendala utama, dan menuntut solusi inovatif guna memastikan swasembada pangan dan kedaulatan pangan berkelanjutan secara inklusif.

    Masalah pascapanen mencakup dominasi penggilingan besar, ketimpangan distribusi, kualitas giling rendah, serta risiko penutupan penggilingan kecil yang berdampak terhadap jutaan tenaga kerja dan kesejahteraan petani desa.

    Upaya pembenahan pascapanen diarahkan melalui kolaborasi kebijakan, inovasi teknologi, penguatan kelembagaan, dan peran Bulog sebagai offtaker, untuk menjamin serapan, kualitas, serta stabilitas pangan nasional secara tangguh.

    “Kami selaku mahasiswa dan peneliti yang saat ini juga menjabat sebagai Direktur Utama Bulog, mengidentifikasi bahwa penanganan pascapanen, pengolahan padi merupakan salah satu kendala utama atau bottleneck yang memerlukan solusi inovatif untuk mewujudkan swasembada pangan dan kedaulatan pangan yang berkelanjutan,” ucap Rizal.

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Zaenal Abidin
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Dirut Bulog perkuat GPM 2026 demi stabilitas harga pangan

    Dirut Bulog perkuat GPM 2026 demi stabilitas harga pangan

    Jakarta (ANTARA) – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan penguatan Gerakan Pangan Murah (GPM) pada 2026 sebagai instrumen utama menjaga stabilitas harga pangan nasional serta memperluas akses masyarakat terhadap komoditas strategis secara merata.

    Rizal mengatakan program GPM semakin masif dibanding periode sebelumnya seiring dengan peningkatan frekuensi pelaksanaan serta keterlibatan banyak pihak dalam menekan harga pangan di tingkat konsumen secara berkesinambungan.

    “Kalau dulu-dulu mohon maaf GPM tidak semasif sekarang. Nah sekarang Gerakan Pangan Murah ini luar biasa,” kata Rizal dalam jumpa pers bertajuk Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026, di Jakarta, Jumat.

    Dia menyampaikan pada tahun 2025 Bulog mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) seusai melaksanakan program Gerakan Pangan Murah secara serentak di 4.337 titik di seluruh Indonesia.

    Hal itu sebagai pencapaian distribusi pangan terbesar sepanjang tahun berjalan secara konsisten terpadu nasional.

    Capaian tersebut ditopang sinergi kuat lintas pemangku kepentingan meliputi pemerintah pusat, daerah, hingga aparat keamanan, termasuk pelaku usaha serta jaringan pengecer.

    “Ini berkat kerja sama yang luar biasa dari seluruh stakeholder, baik pemerintah, TNI-Polri, swasta, dan lain sebagainya. Bahkan para pengecer yang ada di lapangan,” ujar Rizal.

    Oleh karena itu, Rizal menegaskan pihaknya akan terus meningkatkan kegiatan GPM di berbagai daerah dengan tetap menggandeng lintas sektor.

    Menurut dia, GPM berperan penting menyalurkan berbagai komoditas strategis termasuk beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sehingga ketersediaan pasokan terjaga dan tekanan harga dapat dikendalikan.

    Pada 2026, kata Rizal, strategi pelaksanaan GPM dipertahankan sekaligus diperluas dengan intensitas lebih tinggi agar dampak stabilisasi harga dirasakan masyarakat lebih luas secara merata, dengan begitu daya beli masyarakat tetap terjaga.

    Penguatan GPM selaras dengan kebijakan target penyaluran beras SPHP sebanyak 1,5 juta ton yang direncanakan akan berlangsung sepanjang tahun 2026 guna menjaga kontinuitas pasokan dan kestabilan pasar.

    “Kami akan tambah ke depan dengan kegiatan-kegiatan yang sifatnya lebih masif lagi, yaitu GPM-GPM itu. Supaya hasilnya lebih banyak,” imbuh Rizal.

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Laode Masrafi
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Dirut Bulog pastikan pasokan beras wilayah bencana Sumatera aman

    Dirut Bulog pastikan pasokan beras wilayah bencana Sumatera aman

    Jakarta (ANTARA) – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan pasokan beras wilayah bencana Sumatera masih dalam kondisi aman setelah penugasan pemerintah melipatgandakan stok hingga tiga kali kebutuhan setiap kabupaten/kota di daerah terdampak.

    Rizal mengatakan kebijakan tersebut mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman agar cadangan beras ditambah sehingga pemerintah daerah tidak mengalami kekurangan pangan saat kebutuhan meningkat secara mendadak.

    “Kami sesuai arahan Bapak Presiden maupun Bapak Menteri Pertanian, kita diperintahkan untuk melipatgandakan tiga kali lipat kebutuhan dari masing-masing provinsi maupun kabupaten/kota,” kata Rizal dalam jumpa pers bertajuk Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026, di Jakarta, Jumat.

    Ia mencontohkan Kabupaten Bener Meriah, Aceh yang mengajukan tambahan 1.000 ton beras langsung dipenuhi menjadi tiga 3.000 ton guna menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat setempat selama masa tanggap darurat bencana banjir.

    Ia menyebutkan Provinsi Aceh total beras yang telah dikirim mencapai 8.670 ton dengan stok tersedia saat ini sekitar 75.000 ton yang tersebar di gudang Bulog berbagai wilayah kabupaten/kota strategis.

    “Nah ini supaya apa? Untuk menjamin masing-masing kabupaten/kota itu tidak kekurangan. Dan sekarang ini kita masifkan pendorongan-pendorongan tersebut,” ujarnya.

    Rizal mengatakan untuk daerah tanpa gudang Bulog seperti Bener Meriah distribusi disokong dari gudang wilayah Takengon. Sedangkan Aceh Tamiang dilayani gudang di Langsa sambil memanfaatkan gudang sementara di Gelanggang Olahraga (GOR) setempat guna mempercepat penyaluran darurat bencana.

    “Alhamdulillah sampai dengan hari ini di GOR Aceh Tamiang itu sudah cukup banyak (stok beras), tinggal nanti masing-masing kabupaten/kota memanajemennya untuk mendistribusikan ke masing-masing kecamatan atau bahkan desa,” jelasnya.

    Selanjutnya di Sumatera Utara, Bulog telah menyalurkan 4.482 ton beras dengan stok gudang mencapai 125.781 ton sehingga pasokan bagi wilayah terdampak mencukupi..

    Lalu untuk Sumatera Barat total penyaluran beras mencapai 1.069 ton dengan stok gudang sekitar 8.527 ton yang siap digerakkan sesuai perkembangan situasi lapangan.

    Bulog menegaskan tantangan utama distribusi adalah keterbatasan akses darat akibat jembatan putus sehingga diperlukan moda alternatif agar bantuan cepat tiba kepada masyarakat terdampak bencana di wilayah itu.

    “Jadi saudara-saudara kita yang di daerah bencana tidak perlu bimbang dan ragu untuk beras-beras kita cukup banyak. Tinggal proses bagaimana mendistribusikannya,” terang Rizal.

    Untuk mengatasi hambatan tersebut, kata dia, Bulog berkolaborasi dengan TNI AU dan TNI AL memanfaatkan jalur udara serta laut termasuk helikopter dan pesawat Hercules guna percepatan distribusi bantuan secara efektif.

    “Kalau tidak ada akses laut kita gunakan akses udara menggunakan helikopter maupun pesawat-pesawat Hercules yang dibantu oleh TNI AU maupun teman-teman dari BNPB,” katanya.

    Rizal juga menyebutkan hingga 2 Januari 2026 total bantuan beras untuk bencana hidrometeorologi Sumatera yang telah disalurkan mencapai 14.227 ton. Penyaluran akan terus ditingkatkan sesuai kebutuhan lapangan.

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Laode Masrafi
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.