Tag: Ahmad Luthfi

  • Harga Cabai Rawit Merah di Jateng Naik 30 Persen Lebih, Zainal: Kalau Sudah Naik Tak Akan Turun

    Harga Cabai Rawit Merah di Jateng Naik 30 Persen Lebih, Zainal: Kalau Sudah Naik Tak Akan Turun

    TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Sejumlah komoditas pangan mengalami pergerakan harga secara fluktuatif jelang hingga masa libur lebaran 2025.

    Pantauan Tribunjateng.com berdasarkan dasboard tabel harga komoditas pangan di tingkat konsumen Badan Pangan Nasional di Provinsi Jateng, ada tiga komoditas mengalami pergerakan yang cukup signifikan.

    Beberapa komoditas tersebut adalah cabai rawit merah, daging ayam ras dan minyak goreng curah.

    Pada 1 Februari 2025, harga cabai rawit merah Rp 66.593 perkilogram, sedangkan daging ayam ras Rp 35.325 dan minyak goreng curah Rp 18.185 perkilogram.

     Kemudian 1 Maret 2025, harga cabai rawit merah melonjak menjadi Rp 81.805 perkilogram.

    Lonjakan harga juga terjadi pada daging ayam ras menjadi Rp 36.279 perkilogram.

    Meski demikian harga minyak goreng curah turun tipis menjadi Rp 17.939 perkilogram.

    Berlanjut pada 29 Maret 2025 atau jelang lebaran, di mana harga cabai rawit merah tembus Rp 92.885 perkilogram. 

    Harga daging ayam ras masih stabil Rp 36.287 perkilogram dan miyak goreng curah Rp 17.982 perkilogramnya.

    Pada 4 April 2025, harga Cabai rawit merah mengalami penurunan manjadi Rp 86.587 perkilogram. 

    Namun harga daging ayam ras naik Rp 37.462 perkilogram dan harga minyak goreng curah Rp 18.065 perkilogram.

    Jika dihitung sejak 1 Februari hingga 4 April, harga cabai rawit merah mengalami pergerakan harga mencapai 30 persen lebih.

    Sedangkan harga daging ayam ras mengalami peningkatan 6 persen lebih dan harga minyak goreng curah naik di angka justru minus 0,6 persen.

    Masyarakat Jateng tentunya merasakan imbas dari pergerakan harga beberapa komoditas pangan tersebut.

    Beberapa mengatakan harga daging ayam dan cabai rawit merah tak terkendali.

    “Yang jelas kalau sudah naik setelah lebaran pastinya tidak turun lagi,” terang Zainal satu di antara warga Kota Semarang, Jumat (4/4/2025).

    Ia juga mengatakan, masyarakat hanya pasrah saat harga bahan pangan tak terkendali.

    Namun ia heran, saat hari besar harga kebutuhan pokok selalu naik.

    “Apa harga pangan digoreng oleh penjual, entahlah saya tidak paham. Yang jelas masyarakat kecil terdampak maski kenaikan hanya Rp 500,” tuturnya.

    Terpisah Rohayati seorang ibu rumah tangga asal Kabupaten Kendal menyoroti kenaikan harga cabai rawit merah.

    Ia berujar dari berbagai komoditas pangan, harga cabai selalu tak terkendali.

    Bahkan di tingkat pasar Rohayati menuturkan harga cabai rawit merah bisa tembus Rp 90 sampai Rp 100 ribu perkilogram.

    “Beberapa waktu lalu saya beli hampir Rp 100 perkilogram. Alasan pedagang cuaca buruk menjadi penyebab kelangkaan cabai, entah benar atau tidak,” terangnya.

    Pada akhir Maret lalu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi sempat mengungkapkan strategi pemerataan pasokan bahan pokok antarwilayah guna menekan kenaikan harga yang melampaui Harga Acuan Pemerintah (HAP). 
    Menurutnya, pemerataan pasokan pangan berbasis potensi wilayah dapat membantu menekan inflasi. 

    “Kalau harga bawang merah tinggi, hasil panen di Brebes bisa digeser ke daerah lain. Begitu juga dengan cabai, tinggal koordinasi kebutuhan logistiknya,” ujar Gubernur Luthfi.

    Ia menilai lonjakan harga bahan pokok jelang Idul Fitri disebabkan oleh meningkatnya konsumsi masyarakat serta faktor cuaca, seperti curah hujan tinggi dan hama patek. 

    Meski demikian, ia memastikan bahwa harga bahan pokok masih dalam batas wajar.

    Namun saat itu ia menerangkan pada 24 Maret harga cabai rawit merah sudah mencapai Rp 85 ribu perkilogram.

  • Luhut, Budi Arie dan Pratikno Temui Jokowi Jelang 6 Bulan Pemerintahan Prabowo, Said Didu Beri Komentar Menohok

    Luhut, Budi Arie dan Pratikno Temui Jokowi Jelang 6 Bulan Pemerintahan Prabowo, Said Didu Beri Komentar Menohok

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi hingga Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno menemui Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di kediaman kawasan Sumber, Kota Solo, Jawa Tengah.

    Luhut dan Pratikno datang di hari lebaran yakni 31 Maret 2025 di jam berbeda. Di era Jokowi, Luhut sempat menduduki posisi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia dan Plt Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia.

    Adapun Pratikno sebagai Menteri Sekretaris Negara Indonesia dan Plt Sekretaris Kabinet Indonesia.

    Sedangkan Budi Arie datang besoknya 1 April 2025. Di masa Jokowi, Budi Arie pernah menduduki jabatan Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia dan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia.

    Selain ketiga tokoh nasional itu, Putra Presiden Prabowo Subianto, Didit Hediprasetyo juga datang di momen hari raya lebaran itu. Di hari yang sama, Didit juga mengunjungi Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

    Begitu pun dengan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi.

    Kunjungan sejumlah tokoh nasional itu ditanggapi oleh Eks Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu melalui cuitan di media sosial X pribadinya.

    “Tepat 20 hari menjelang 6 bulan pemerintahan Prabowo, TRIO ‘diehard’ Jokowi (LBP, Pratikno, dan Budi Arie) dipanggil/menghadap Jokowi di Solo,” tulisnya dikutip Kamis (3/4/2025).

  • Daftar Tokoh Temui Jokowi di Solo saat Lebaran Pertama: Luhut, Didit hingga Ahmad Luthfi – Halaman all

    Daftar Tokoh Temui Jokowi di Solo saat Lebaran Pertama: Luhut, Didit hingga Ahmad Luthfi – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Beberapa tokoh terlihat mengunjungi rumah Presiden Ke- RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah, Senin (31/3/2025) atau pada hari pertama Idul Fitri 1446 Hijriah.

    Mulai dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, hingga anak Presiden Prabowo Subianto, Didit Hediprasetyo.

    Berikut momen pertemuan Jokowi dengan beberapa tokoh penting tersebut.

    Luhut Binsar Pandjaitan

    Luhut diketahui mendatangi rumah Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Senin, pukul 11.40 WIB

    Keduanya bertemu selama lebih dari satu jam, sampai pukul 12.40 WIB.

    Pada kesempatan tersebut, Luhut dan Jokowi banyak mengobrol, termasuk mengenai kondisi pemerintahan kekinian.

    Usai pertemuan, Luhut mengaku, mendapatkan pesan khusus yakni permintaan Jokowi agar selalu memberi masukan kepada Presiden RI Prabowo Subianto mengenai perekonomian.

    Luhut pun menerangkan, sosok Prabowo merupakan Presiden RI yang tidak alergi menerima masukan termasuk dari dirinya.

    “Ya juga beliau minta karena saya ketua dewan ekonomi, beliau juga mengingatkan ‘Pak Luhut juga ya memberi masukan’.”

    “Saya bilang ya pak Presiden Prabowo kalau kami laporan, dewan ekonomi, beliau minta masukan yang detail dan saya lihat beliau memperhatikan mengenai itu,” ungkap Luhut.

    Namun, saat disinggung masukan apa saja terkait ekonomi yang diberikan Jokowi kepada dirinya, Luhut enggan menerangkan lebih lanjut.

    “Ya macam-macamlah banyak, ya mengenai macam-macam (termasuk gejolak ekonomi di Indonesia saat ini),” jelas Luhut.

    Luhut hanya mengatakan, Prabowo merupakan sosok Presiden RI yang sangat memperhatikan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

    “Tapi saya melihat, tadi saya juga bincang-bincang dengan Pak Jokowi, presiden Prabowo kelihatannya sangat mendengarkan masukan-masukan yang tentu saya kira akan bagus juga untuk kedepannya,” ujar Luhut.

    Menko PMK Pratikno

    Menteri Koordinator (Menko) Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, menjadi satu dari sekian tokoh yang bersilaturahmi dengan Jokowi.

    Ia datang ke kediaman Jokowi, Senin sore.

    Pratikno bertamu ke kediaman Jokowi setidaknya kurang lebih selama 30 menit.

    Ditemui awak media, Pratikno mengatakan ia menyempatkan diri mampir ke Solo karena sejalan dengan arah mudik dirinya ke kampung halaman di Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim).

    “Saya ini kan dari Jakarta, tadi mau ke Bojonegoro sowan Ibu saya.”

    “Yang paling dekat kan lewat Solo. Cuma karena nggak ada tiket (pesawat) di Solo (dari Jakarta), jadi lewatnya Semarang. Jadi ke Semarang terus harus lewat Solo baru kemudian ke Bojonegoro. Kampung halaman,” ungkap Pratikno usai keluar dari kediaman Jokowi.

    Dalam pertemuan singkat kali ini, Pratikno menerangkan bahwa dirinya hanya berbincang seputar kehidupan pribadi, termasuk menceritakan putri-putrinya.

    Pratikno menjelaskan bahwa dalam suasana Idul Fitri atau Lebaran kali ini, baik dirinya maupun Jokowi tak menyinggung terkait kondisi pemerintahan saat ini.

    “Nggaklah, kok pening-pening (pusing-pusing) wong Idul Fitri kok, cuma urusan keluarga,” urainya.

    “Pak Jokowi kan jadi saksi pernikahan tiga putri saya, jadi (ngobrol) oh iya yang nomor satu itu sudah punya anak berapa. Nomor dua, nomor tiga. Ya begitu ajalah berkepanjangan (ngobrolnya),” jelas Pratikno.

    Saat disinggung apakah ada pesan khusus dari Prabowo untuk Jokowi yang dititipkan kepada dirinya, Pratikno dengan tegas membantahnya.

    Pratikno mengungkapkan, ada pesan penting atau khusus untuk orang nomor satu di Indonesia tersebut, pasti akan langsung disampaikan Jokowi.

    Apalagi, kedua tokoh tersebut memiliki kedekatan khusus dan saling berkomunikasi secara intensif.

    “Oh enggaklah ya, kan pak Presiden Jokowi kan juga sering bertemu dengan Pak Presiden Prabowo. Jadi kan nggak perlu lewat orang lain, bisa langsung,” pungkasnya. 

    TEMUI JOKOWI : Menteri Koordinator PMK Pratikno bersilaturahmi dengan menemui Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Senin (31/3/2025) sore. Pratikno datang sendirian ke kediaman Jokowi yang berada Kelurahan Sumber Kecamatan Banjarsari Kota Solo. (TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto)

    Didit Hediprasetyo

    Selanjutnya, giliran putra semata wayang Presiden Prabowo Subianto, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo atau Didit Hediprasetyo yang bersilaturahmi ke rumah Jokowi di Solo.

    Dilansir Tribun Solo.com, Didit Prabowo datang ditemani sejumlah ajudan dan pengawal ke kediaman Jokowi.

    Kedatangannya di kediaman Jokowi diketahui sekitar pukul 15.36 WIB.

    Ia tampak mengenakan setelan batik berwarna biru dan celana hitam serta memakai peci berwarna hitam.

    Didit juga sempat menyapa awak media yang sedari tadi telah menunggu di depan kediaman Jokowi.

    Sembari berjalan menuju kediaman Jokowi, Didit Prabowo tak lupa mengucapkan selamat Idul Fitri kepada awak media.

    “Minal aidin walfaidzin, sugeng riyadi teman-teman,” ungkap Didit.

    BERTEMU JOKOWI – Putra dari Presiden Prabowo Subianto, Ragiwo Heduprasetyo yang akrab disapa Didit Prabowo silaturahmi ke kediaman Presiden Ketujuh RI, Joko Widodo (Jokowi) wilayah Sumber Kecamatan Banjarsari Kota Solo pada Senin (31/3/2025) sore. Didit Hediprasetyo membagikan momen Lebaran 2025 bersama para pejabat dan tokoh nasional. (TRIBUNJATENG.COM/ AGUS ISWADI)

    Ahmad Luthfi

    Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, juga terlihat bersilaturahmi ke Jokowi.

    Kunjungan tersebut, berlangsung di rumah Jokowi yang terletak di Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah.

    Ahmad Luthfi tiba di kediaman Jokowi sekitar siang hari. Keduanya hanya bertemu selama kurang lebih 30 menit.

    Dalam pertemuan itu, mantan Kapolda Jateng mengungkapkan bahwa tujuan utama kedatangannya adalah untuk bersilaturahmi.

    Dalam kesempatan tersebut, Jokowi memanfaatkan waktu untuk menanyakan kondisi terkini Jawa Tengah.

    “Hanya silaturahmi, terus tanya situasi Jawa Tengah. Kita sudah bersama-sama dengan bupati/wali kota Jawa Tengah,” ungkap Ahmad Luthfi kepada awak media.

    Ahmad Luthfi juga mengaku mendapatkan masukan berharga dari Jokowi mengenai kinerjanya sebagai pejabat publik.

    “Beliau minta fokus kerja untuk masyarakat, kerja untuk rakyat. Terus-terus itu yang disampaikan beliau. Itu yang sama seperti yang kita lakukan,” tambahnya.

    TEMUI JOKOWI : Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menemui Jokowi di kediaman pribadi Presiden RI ke-7 di momen Lebaran, Senin (31/3/2025) siang. Ahmad Luthfi nampak datang sendirian ke rumah Jokowi pada Minggu siang sekitar pukul 14.40 WIB. (TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto)

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Temui Jokowi di Solo, Menko PMK Bantah Bawa Pesan dari Prabowo Soal Kelanjutan IKN

    (Tribunnews.com/Galuh Widya Wardani/Erik S/Muhamad Deni Setiawan)(TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto)

  • Ramai Tokoh Sowan Jokowi di Solo, Luhut, Pratikno Hingga Anak Prabowo

    Ramai Tokoh Sowan Jokowi di Solo, Luhut, Pratikno Hingga Anak Prabowo

    Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga di Solo, Jawa Tengah. Sederet tokoh nasional berdatangan menemuinya.

    Berikut nama-nama mereka yang hadir:

    1. Luhut Binsar Pandjaitan
    Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan datang sekitar pukul 11.37 WIB. Ia ditemani istrinya, Devi Simatupang.

    “Minal aidin,” kata Luhut kepada awak media sebelum memasuki rumah Jokowi, Senin (31/3/2025).

    Kemudian ia bergabung bersama Jokowi yang didampingi Iriana Jokowi. Luhut dan Jokowi lantas menggelar pertemuan tertutup.

    Usai pertemuan tersebut, Luhut mengungkapkan dia bertemu dahulu dengan Presiden Prabowo Subianto sebelum bertolak ke Solo berkunjung ke rumah Jokowi.

    Kedatangannya ke rumah Jokowi ini lantaran dirinya sudah 10 tahun bekerja sebagai menteri dan merasakan kepemimpinan Jokowi menjabat sebagai presiden.

    “Karena menurut saya, ya selama 10 tahun saya sebagai anak buahnya Pak Jokowi, merasakan bahwa betapa banyak yang dilakukan Pak Jokowi buat negeri ini,” ungkapnya.

    “Dan itu kita juga harus jujur mengakuinya. Tentu di sana-sini ada kurangnya sebagai manusia. Jadi saya juga datang kemari silaturahmi minta maaf kalau ada kurang lebih kami pada Bapak Jokowi dan Ibu Iriana,” jelasnya.

    2. Ahmad Luthfi
    Tokoh selanjutnya yang datang adalah Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi. Ia tiba di Sumber sekitar pukul 14.30 WIB. Sama seperti Luhut, pertemuan keduanya dilangsungkan tertutup.

    Kepada awak media, Luthfi menerangkan dia hanya silaturahmi. Selain itu, Jokowi juga bertanya kepadanya mengenai kondisi Jateng.

    “Sama beliau minta fokus, kerja untuk masyarakat, kerja untuk rakyat, terus, terus itu yang disampaikan beliau. Itu yang sama yang kita lakukan,” pungkasnya.

    3. Didit Prabowo
    Usai Luthfi, Jokowi menerima kunjungan putra Presiden Prabowo, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo atau Didit Hediprasetyo. Sebelumnya, Didit sempat menemui Presiden Ke-5 Megawati Soekarnoputri di Teuku Umar, Jakarta Pusat.

    Didit sampai di rumah Jokowi sekitar pukul 15.35 WIB. Ia tampak memakai memakai kemeja bunga-bunga berwana biru dengan memakai peci hitam.

    “Sore semua, selamat Hari Raya Idul Fitri,” sapa Didit kepada awak media, Senin (31/3/2025) sore.

    Berbeda dengan Luhut dan Luthfi, Didit tidak berbicara kepada wartawan perihal pertemuan dengan Jokowi. Sekitar 45 menit atau pukul 16.12 WIB, dia meninggalkan Sumber.

    Didit enggan menjawab saat ditanya mengenai pertemuan dengan Jokowi. Ia juga bungkam kala ditanya soal kedatangan ke rumah Megawati sebelum ke rumah Jokowi.

    “Selamat Idul Fitri. (Sebelumnya ke Bu Megawati lalu ke Pak Jokowi, ada perintah dari bapak. Selamat Idul Fitri,” katanya usai bertamu ke Jokowi di Sumber, Banjarsari, Senin (31/3/2025).

    Didit juga diam kala ditanya awak media apakah ada pesan dari Prabowo untuk Jokowi. Didit hanya mengatupkan kedua tangannya saat menjawab itu.

    “Mohon maaf lahir dan batin,” jawab Didit saat ditanya pesan dari Prabowo untuk Jokowi.

    4. Pratikno
    Tak lama setelah Didit, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, berkunjung ke Sumber. Dia tiba sekitar pukul 16.27 WIB.

    Ia juga bertemu secara tertutup dengan mantan Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Solo tersebut selama sekitar 40 menit.

    “Saya ini kan dari Jakarta, tadi mau ke Bojonegoro sowan ibu saya, yang paling dekat kan lewat Solo. Tapi karena nggak ada tiket ke Solo jadi lewat Semarang. Habis dari Semarang, ke Solo, kan harus lewat Solo. Ini mau ke Bojonegoro,” tuturnya.

    Lebih lanjut, Pratikno mengungkapkan pertemuan itu hanya silaturahmi dan membahas mengenai cucu-cucu mereka.

    “Kan Pak Jokowi jadi saksi nikah tiga putri saya. Yang nomor satu sudah punya anak berapa, dua,” ungkapnya.

    Ia mengatakan tidak ada pesan khusus dari Jokowi. Selain itu, Jokowi juga tidak menitipkan salam untuk Presiden Prabowo.

    “Nggaklah, Idul Fitri kok (pesan khusus dari Pak Jokowi). (Pesan khusus pemerintahan) Nggaklah, kan Pak Jokowi sering ketemu Pak Prabowo, nggak perlu lewat siapapun. (Jokowi titip salam ke Prabowo) Kan kontak langsung,” pungkasnya.

    Artikel selengkapnya >>> Klik di sini

    (miq/miq)

  • Sejumlah Tokoh Kunjungi Jokowi termasuk Anak Prabowo

    Sejumlah Tokoh Kunjungi Jokowi termasuk Anak Prabowo

    SOLO  – Sejumlah tokoh nasional mengunjungi Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) pada Lebaran hari pertama di Solo, Jawa Tengah.

    Salah satu tokoh yang hadir di kediaman Jokowi di Jalan Kutai Utara Raya, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Surakarta yakni putra Presiden Prabowo Subianto, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo atau Didit Prabowo.

    Sebelum memasuki kediaman Prabowo, Didit terlihat menyapa wartawan.  

    “Sore, selamat Idul Fitri,” sapanya dilansir ANTARA, Senin, 31 Maret.

    Selanjutnya, Didit memasuki kediaman Jokowi. Usai melakukan pertemuan tertutup sekitar 40 menit, ia kembali keluar.

    Meski demikian, Didit tidak menjawab sejumlah pertanyaan dari wartawan, termasuk adakah pesan dari Presiden Prabowo untuk Jokowi.  

    “Selamat Idulfitri ya, maaf lahir batin,” katanya sembari tersenyum.  

    Sebelum Didit, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi juga terlihat mendatangi kediaman Jokowi. Beberapa tamu lain, yakni Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhur Binsar Pandjaitan.

    Selain itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno juga dijadwalkan datang ke kediaman Jokowi di hari yang sama. 

     

  • 3
                    
                        Deretan Tokoh Sowan ke Jokowi Hari Pertama Lebaran, Putra Presiden hingga Gubernur Jateng
                        Regional

    3 Deretan Tokoh Sowan ke Jokowi Hari Pertama Lebaran, Putra Presiden hingga Gubernur Jateng Regional

    Deretan Tokoh Sowan ke Jokowi Hari Pertama Lebaran, Putra Presiden hingga Gubernur Jateng
    Editor
    KOMPAS.com
    – Presiden ke-7 Joko Widodo (
    Jokowi
    ) mengaku tidak memenuhi undangan open house dari Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta.
    Ia memilih merayakan Idul Fitri 1446 Hijriah dengan berkumpul bersama keluarga di Solo, tanpa menggelar open house.
    Kendati demikian, warga tetap datang dan mengantre di depan rumahnya.
    Pantauan
    Kompas.com
    di kediaman Jokowi, di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng), pada Senin (31/3/2025), setelah shalat Idul Fitri, warga mulai berdatangan. Mereka sengaja datang hanya untuk bertemu, bersalaman, dan foto bersama Jokowi beserta Iriana Jokowi.
    Tak hanya warga, tokoh politik nasional pun sowan ke Jokowi. Termasuk putra tunggal Presiden Prabowo, Didit Hadiprasetyo. Berikut deretan tokoh politik yang kunjungi Jokowi di
    hari pertama Lebaran
    2025.
    Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan tiba sekitar pukul 11.40 WIB di Kediaman Jokowi, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo.
    Luhut datang mengenakan kemeja batik motif parang lengan panjang bersama istrinya, Devi Simatupang. 
    Luhut mengungkapkan bahwa kunjungannya ini merupakan bentuk silaturahmi serta halalbihalal, mengingat ia pernah menjabat sebagai menteri selama dua periode di bawah kepemimpinan Jokowi.
     
    “Kami sudah rancang memang setelah dari Presiden Prabowo, kami mau Lebaran ke tempatnya Pak Jokowi karena menurut saya, selama 10 tahun saya sebagai anak buahnya Pak Jokowi, merasakan bahwa betapa banyak yang dilakukan Pak Jokowi buat negeri ini,” kata Luhut setelah pertemuan.
    Dalam kesempatan tersebut, Luhut juga menyampaikan bahwa sebagai manusia, ia menyadari tidak sempurna dan pasti memiliki kesalahan.
    “Dan itu kita juga harus jujur mengakuinya. Tentu di sana sini adalah kurangnya sebagai manusia. Jadi, saya juga datang kemari silaturahmi, minta maaf kalau ada kurang, kami pada Bapak Jokowi dan Ibu Iriana,” jelasnya.
    Perbincangan yang berlangsung secara tertutup selama satu jam itu membahas sejumlah isu, termasuk pemerintahan yang saat ini dipimpin oleh Presiden Prabowo. 
    Putra Presiden Prabowo
    Subianto,
    Didit Hediprasetyo
    , berlebaran di rumah Jokowi, Senin (31/3/2025) sore.
    Sebelumnya, Didit berkunjung ke kediaman Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, di Jakarta, pada Senin siang.
    Didit mendatangi rumah Jokowi sekitar pukul 15.36 WIB, mengenakan kemeja batik warna biru dan merah. Setibanya di Gang Kutai Utara, Didit sempat menyapa awak media, mengucapkan “selamat Idul Fitri, minal aidin wal faizin”.
    Didit langsung mengunggah foto selfie bersama Jokowi dan Iriana di akun Instagram pribadinya @ragowo.hediprasetyo
    Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengungkapkan isi pembicaraan saat berlebaran di rumah Joko Widodo (Jokowi) di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, pada Senin (30/3/2025) sore.
    Pratikno menyatakan bahwa pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu membahas berbagai hal, terutama mengenai keluarga.
    “Cerita tentang cucu-cucu. Kan Pak Presiden Jokowi itu kan jadi saksi nikah tiga putri saya. Jadi oh iya, yang nomor satu itu sudah punya anak berapa, nomor dua, nomor tiga ya, cerita itu sajalah,” ungkap Pratikno setelah pertemuan.
    Ketika ditanya apakah ada pembahasan mengenai isu-isu kepemerintahan, Pratikno menegaskan bahwa hal tersebut tidak dibahas dalam pertemuan tersebut.
    “Oh enggak lah, pening-pening Idul Fitri. (Pesan khusus soal pemerintahan) Oh malah, Pak Joko Widodo kan juga sering bertemu dengan Pak Presiden Prabowo. Jadi kan enggak perlu lewat siapapun bisa langsung. Ya,” jelasnya.
    Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi juga bersilaturahmi ke kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) pada hari pertama Idulfitri 1446 Hijriah.
    Ahmad Luthfi tiba di rumah Jokowi di Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, pada Senin (31/3/2025) siang.
    Dikutip dari
    Tribun Solo
    , Luthfi dan Jokowi hanya bertemu kurang lebih selama 30 menit.
    Ditemui awak media, eks Kapolda Jateng yang datang sendirian tersebut mengaku ke kediaman Jokowi hanya untuk bersilaturahmi.
    Kesempatan itu ternyata dimanfaatkan oleh Jokowi untuk bertanya mengenai kondisi Jawa Tengah beberapa waktu ini.
    “Hanya silaturahmi terus tanya situasi Jawa Tengah, kita sudah bersama-sama dengan bupati-wali kota Jawa Tengah bersama-sama,” ungkap Ahmad Luthfi.
    Ia juga mengaku memperoleh masukan dari Jokowi.
    Menurutnya, dirinya diberi masukan terkait kinerja sebagai pejabat publik dari Jokowi.
    “Sama beliau minta fokus, kerja untuk masyarakat, kerja untuk rakyat. Terus-terus itu yang disampaikan beliau. Itu yang sama seperti yang kita lakukan,” ucapnya.
    (Penulis: Fristin Intan Sulistyowati I Editor: Gloria Setyvani Putri, Ferril Dennys)
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Jangan Ngarep Ada Pemutihan Pajak Kendaraan di Jakarta, Ini Sebabnya

    Jangan Ngarep Ada Pemutihan Pajak Kendaraan di Jakarta, Ini Sebabnya

    Jakarta

    Tak akan ada pemutihan pajak kendaraan di Jakarta. Gubernur Jakarta Pramono Anung menjelaskan alasannya.

    Sudah ada tiga provinsi yang mengumumkan memberi pemutihan pajak kendaraan. Pemilik kendaraan yang nunggak pajak hanya perlu membayar pajak kendaraan tahun berjalan. Denda dan tunggakan tahun-tahun sebelumnya dihapuskan. Pemutihan pajak kendaraan itu semula berlaku di Jawa Barat. Kemudian provinsi Jawa Tengah dan Banten ikut menerapkannya.

    Sayangnya, pemutihan pajak kendaraan itu tak akan berlaku di Jakarta. Gubernur Jakarta Pramono Anung tak menampik ada permintaan untuk melakukan pemutihan pajak kendaraan di Jakarta. Namun pihaknya tak akan menghapus denda sekaligus tunggakan pajak kendaraan tersebut. Menurut Pramono, di Jakarta mereka yang nunggak pajak banyak dari kalangan mampu.

    “Ketika kami dalami, maka rata-rata mobil kedua dan ketiga yang tidak bayar pajak di Jakarta. Maka saya akan mengejar, mau mobil berapa pun monggo, tetapi harus bayar pajak,” kata Pramono dilansir detikNews.

    Kondisi ini, kata Pramono, berbeda dengan wilayah lain. Di wilayah lain, mereka yang menunggak kebanyakan terdaftar sebagai kendaraan pertama. Sementara di Jakarta kebanyakan menunggak untuk kendaraan kepemilikan kedua dan seterusnya.

    Sekadar informasi tambahan, pemutihan pajak kendaraan itu bertujuan untuk meringankan beban masyarakat atas tunggakan pajak sekaligus mendorong kepatuhan wajib pajak. Dengan adanya pemutihan ini warga hanya perlu membayar pajak kendaraan tahun berjalan.

    Tunggakan pokok dan denda pajak tahun-tahun sebelumnya diampuni sekaligus dihapuskan. Biayanya yang harus dikeluarkan masyarakat pun jadi lebih murah. Sesuai Keputusan Gubernur, periode pelaksanaan pemutihan dimulai pada 20 Maret 2025 hingga 30 Juni 2025.

    Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pun ingin memberikan keringanan untuk warganya berupa pemutihan pajak kendaraan. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan program itu berlaku mulai 8 April hingga 30 Juni 2025. Sasarannya, wajib pajak yang belum menyalurkan pembayaran PKB dalam periode sekian tahun ke belakang.

    Baru-baru ini, Provinsi Banten juga mengumumkan adanya pemutihan pajak kendaraan. Warga hanya perlu membayar pajak berjalan mulai 10 April hingga 30 Juni 2025. Denda dan tunggakannya dihapuskan.

    (dry/din)

  • Saat Gubernur Jakarta Silaturahmi ke Presiden Prabowo, Gubernur Jateng Berlebaran dengan Jokowi

    Saat Gubernur Jakarta Silaturahmi ke Presiden Prabowo, Gubernur Jateng Berlebaran dengan Jokowi

    TRIBUNJAKARTA.COM – Sejumlah pejabat menjalani hari pertama Idulfitri 1446 Hijriah, Senin (31/3/2025), dengan bersilaturahmi ke pejabat lain yang tingkatnya lebih tinggi.

    Hal itu seperti yang dilakukan Gubernur Jakarta, Pramono Anung. Ia menemui Presiden Prabowo Subianto saat keduanya sama-sama salat Idulfitri di Masjid Istiqlal.

    Tentu tidak semua gubernur menemui Prabowo, walaupun sang presiden menggelar open house di Istana.

    Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi memilih berlebaran dengan Presiden ke-7 RI, Jokowi di Solo.

    Pramono 4 Mata dengan Prabowo

    Pramono mengunggah sejumlah foto pertemuannya dengan Prabowo di akun Instagramnya (@pramonoanungw).

    Pada foto, Pramono terlihat berbicara dengan Prabowo yang didampingi Menteri Agama Nasaruddin Umar.

    “Di pagi yang mulia ini, saya Salat Ied di Masjid Istiqlal bersama Presiden @prabowo. Alhamdulillah.. Idul Fitri pertama sebagai Gubernur Jakarta semoga menjadi awalan yang baik dalam memimpin Jakarta lima tahun ke depan.. Aamiin,” tulis Pramono pada unggahannya.

    Dari Istiqlal, Pramono lanjut silaturahmi ke kediaman Megawati.

    Ia tiba di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat pukul 10.53 WIB.

    “Ini kan halal bihalal, tapi tadi di Istiqlal kita (Prabowo dan Pramono) sempat bicara empat mata,” kata Pramono di pelataran rumah Megawati.

    Kendati mengungkapkan pertemuannya dengan Prabowo, ia enggan membocorkan isi obrolannya.

    Pramono juga tak mengungkap apakah ada pesan tertentu dari Prabowo untuk Megawati.

    Namun, ia menyebutkan bahwa anak Prabowo, Didit Hadiprasetyo, juga hadir di rumah Megawati untuk berlebaran.

    “Ibu sehat, Ibu Happy. Tadi ada Mas Didit juga barusan datang, kan Mas Didit dan ada Mbak Puan, Mbak Pinka, dan sebagainya,” lanjut Pramono.

    Luthfi Berlebaran dengan Jokowi

    Sementara itu, Ahmad Luthfi mengunjungi kediaman Jokowi di Solo pukul 14.40 WIB.

    Pantauan TribunSolo, Luthfi hanya 30 menit di rumah Dewan Pengarah Danantara itu.

    Ditemui awak media, Luthfi yang seorang diri itu mengaku hanya menemui Jokowi untuk silaturahmi.

    Jokowi pun memanfaatkan pertemuannya dengan sang Gubernur Jawa Tengah untuk bertanya soal kondisi Jawa Tengah terkini.

    “Hanya silaturahmi terus tanya situasi Jawa Tengah, kita sudah bersama-sama dengan Bupati Walikota Jawa Tengah betdama-sama,” ungkap Ahmad Luthfi.

    Dalam kesempatan yang sama, eks Kapolda Jawa Tengah tersebut mengaku mendapatkan masukan dari Jokowi.

    Ahmad Luthfi mengaku mendapatkan masukan terkait kinerja sebagai pejabat publik dari Jokowi.

    “Sama beliau minta fokus, kerja untuk masyarakat, kerja untuk rakyat. Terus-terus itu yang disampaikan beliau. Itu yang sama seperti yang kita lakukan,” pungkasnya.

    Sebagai informasi, Ahmad Luthfi menjadi sosok tokoh kedua yang menyambangi kediaman Jokowi pada hari Lebaran kali ini.

    Sebelumnya Jokowi menerima tamu Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan.

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Silaturahmi ke Jokowi Saat Idulfitri 2025

    Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Silaturahmi ke Jokowi Saat Idulfitri 2025

    TRIBUNJATENG.COM, SOLO – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi silaturahmi dengan Presiden Ketujuh RI Joko Widodo saat momen Idulfitri 1446 Hijriah/2025 pada Senin (31/3/2025).

    Mantan Kapolda Jateng tersebut terlihat tiba di kediaman Jokowi di Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, pada Senin siang.

    Pertemuan antara Jokowi dan Luthfi berlangsung sekitar 30 menit.

    Luthfi menyampaikan kedatangannya kali ini untuk silaturahmi bertepatan dengan momen Idulfitri.

    Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menanyakan kondisi di wilayah Jawa Tengah.

    “Hanya silaturahmi terus tanya situasi Jawa Tengah,” katanya usai bertemu Jokowi.

    Dirinya mendapatkan pesan dari Jokowi saat pertemuan tertutup tersebut.

    Utamanya mengenai kinerja sebagai pejabat publik.

    “Sama beliau minta fokus, kerja untuk masyarakat, kerja untuk rakyat, terus-terus itu yang disampaikan beliau, itu yang sama seperti yang kita lakukan,” terangnya.

    Pantauan di lokasi, warga dan beberapa pejabat terlihat berkunjung ke kediaman Presiden Ketujuh RI itu meskipun tidak ada agenda open house.

  • Potensi zakat di Jateng dinilai besar untuk entaskan kemiskinan

    Potensi zakat di Jateng dinilai besar untuk entaskan kemiskinan

    Sumber foto: Joko Hendrianto/elshinta.com

    Potensi zakat di Jateng dinilai besar untuk entaskan kemiskinan
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Senin, 31 Maret 2025 – 00:45 WIB

    Elshinta.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Gubernur Jawa Tengah, 2.000 warga Semarang menerima zakat beras di Masjid Baiturrahman Simpang Lima Kota Semarang, pada Minggu, 30 Maret 2025 malam.

    “Saya doakan Bapak dan  Ibu sejahtera semuanya. Dimurahkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya,” kata Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di sela penyerahan zakat secara simbolik kepada para mustahik.

    Zakat yang dibagikan itu berasal dari warga Jateng yang dikumpulkan oleh Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI) Masjid Raya Baiturrahman. Hingga Minggu 30 Maret 2025 pukul 18.00 WIB, zakat fitrah berupa uang tunai yang terkumpul sebesar Rp49.975.000.

    Sementara zakat fitrah berupa beras terkumpul sebanyak 6.302,1 kg. Kemudian zakat maal Rp146.554.000 dan 6 gram emas, fidyah Rp 10.032.000, sodaqoh Rp9.400.500 dan infak Rp7.393.500.

    Luthfi berharap, makanan pokok yang diterima itu bisa meringankan beban keuangan dari masing-masing keluarga. Dengan begitu bisa merayakan  Idul Fitri dengan suka cita.

    Ia juga berharap, bahwa zakat ini harus terus digencarkan. Sebagaimana azas gotong royong masyarakat Jateng untuk peduli pada lingkungan. Zakat disebutnya bukan hanya sebatas kewajiban yang harus dibayarkan bagi orang yang mampu, tapi juga bentuk kepedulian pada masyarakat kurang mampu.

    Potensi zakat di Jawa Tengah disebut begitu besar dalam upaya pengentasan kemiskinan. Tak hanya zakat fitrah di momen Hari Raya Idul Fitri, namun juga zakat mal, shodaqoh maupun infak mesti terus ditekankan. 

    Sebagai gambaran, angka kemiskinan di Jateng per September 2024 tercatat 9,58% atau sekitar 3,4 juta jiwa.

    “Zakat berperan besar menurunkan kemiskinan. Ini tidak hanya kewajiban pemerintah tapi juga stakeholder lain, masyarakat, pengusaha dan lerusahaan melalui CSR-nya,” katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto, Minggu (30/3/2025).

    Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI) Masjid Raya Baiturrahman, Ahmad Darodji mengatakan, zakat yang diterima dibagikan pada golongan yang berhak. Ia berharap potensi zakat ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Jateng. 

    Sumber : Radio Elshinta