Tag: Ahmad Dhani

  • Al Ghazali Urus Berkas Pernikahan di KUA Kebayoran Lama

    Al Ghazali Urus Berkas Pernikahan di KUA Kebayoran Lama

    Jakarta, Beritasatu.com – Kantor Unit Agama (KUA) Kebayoran Lama membenarkan bahwa putra Ahmad Dhani dan Maia Estianty, Al Ghazali sudah mengurus berkas pernikahannya.

    “Bahwa benar, saudara Al Ghazali sudah mengurus semua berkas pernikahan di sini,” kata Kepala KUA Kebayoran Lama Ahmad Chalabi dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Selasa (3/6/2025).

    Ahmad Chalabi mengatakan, pengurusan berkas pernikahan yang dilakukan Al Ghazali di KUA Kebayoran Lama karena sesuai dengan domisili atau tempat tinggal Al Ghazali.

    “Dia (Al Ghazali) kan memang tinggalnya di Kebayoran Lama, maka tentunya untuk mendaftar pernikahan harus sesuai dengan kartu tanda penduduk (KTP) asal dia tinggal,” tuturnya.

    Menurutnya, pengurusan berkas pernikahan yang dilakukan Al Ghazali sudah lama.

    “Mungkin sekitar tiga minggu yang lalu, karena ada utusan dari pihak dia yang mengurus berkasnya,” tambahnya.

    Sayangnya, Ahmad Chalabi tidak memberikan secra detail lokasi pernikahan Al Ghazali dengan Alyssa Daguise.

    “Untuk lokasinya, mohon maaf tidak bisa saya sebutkan karena bukan kapasitas saya untuk menjawab,” bebernya.

    “Namun, yang pasti bukan di kawasan Kebayoran Lama dan saudara Al Ghazali sudah mengurus rekomendasi pernikahan di luar Kebayoran Lama,” tutupnya.

  • Al Ghazali Tak Masalah Maia Tidak Bisa Hadiri Acara Ngunduh Mantu

    Al Ghazali Tak Masalah Maia Tidak Bisa Hadiri Acara Ngunduh Mantu

    Jakarta, Beritasatu.com – Artis Al Ghazali mengaku tidak masalah bila ibundanya, Maia Estianty tidak bisa hadir dalam rangkaian acara ngunduh mantu yang diselenggarakan Ahmad Dhani sebagai rangkaian dari pernikahannya dengan Alyssa Daguise.  

    “Enggak ada masalah sih (Maia tidak hadir di acara ngunduh mantu), yang penting kan di hari pertama itu yang akad. Itu kan memang semua keluarga datang, ayah dan bunda juga datang,” ungkap Al Ghazali seperti dikutip Beritasatu.com dari Channel Youtube, Minggu (1/6/2025).

    Diterangkan Al Ghazali, tanggal perhelatan acara ngunduh mantu yang digelarnya bersama Alyssa Daguise memang baru tercetus seusai Maia merencanakan kepergiannya ke luar negeri dengan ayah tirinya, Irwan Mussry.

    “Kan bunda memang sudah ada jadwal sejak lama. Jadi memang benar-benar sudah enggak bisa di-cancel, makanya ya sudah,” tambahnya.

    Al Ghazali sendiri mengaku hingga kini masih terus mempersiapkan pernikahannya dengan Alyssa Daguise yang akan digelar pertengahan Juni 2025 mendatang. Putra sulung  Ahmad Dhani dan Maia ini menyatakan segala persiapan pernikahannya sudah 80-90%.

    “Ya aku sekarang yang penting salat dan doa agar pernikahan yang akan gelar lancar,” tutupnya.

    Sebelumnya, Al menyatakan rangkaian pernikahan dengan Alyssa Daguise akan digelar selama dua hari. Pada hari pertama pernikahannya dengan Alyssa akan digelar secara intimate dan hanya bisa dihadiri oleh keluarga inti, dan sahabat-sahabat terbaik mereka.

    Sementara hari kedua akan digelar pesta rakyat ngunduh mantu yang akan diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan Jakarta yang akan digelar mewah dengan mengundang 3.000-an tamu undangan dan beberapa musisi seperti Dewa 19 akan tampil menghibur dalam acara tersebut.
     

  • Al Ghazali: Semua Rangkaian Pernikahan Digelar di Jakarta

    Al Ghazali: Semua Rangkaian Pernikahan Digelar di Jakarta

    Jakarta, Beritasatu.com – Musisi Al Ghazali memastikan bahwa seluruh rangkaian pernikahannya dengan Alyssa Daguise akan digelar di Jakarta pada pertengahan Juni 2025. Hal ini disampaikan Al dalam sebuah program televisi pada Minggu (1/6/2025).

    “Semua acara pernikahan digelar di Jakarta,” ujar Al Ghazali singkat.

    Al menjelaskan, rangkaian pernikahan akan dilangsungkan selama dua hari dengan konsep yang berbeda. Hari pertama bersifat intimate, sementara hari kedua adalah pesta besar ngunduh mantu yang digelar oleh ayahnya, Ahmad Dhani.

    “Yang satu intimate dan satu lagi ngunduh mantu. Persiapannya sudah 80-90%, doakan semoga lancar,” kata Al.

    Konsep intimate pada hari pertama dirancang untuk menjaga kesakralan akad nikah yang akan dihadiri oleh keluarga inti dan sahabat dekat dari kedua mempelai.

    “Karena itu yang menggelar keluarganya Alyssa, jadi hanya keluarga dan sahabat dekat yang hadir,” tambah Al.

    Pesta Ngunduh Mantu di JCC

    Untuk hari kedua, pasangan Al Ghazali dan Alyysa Daguise akan menggelar pesta besar di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan dengan jumlah undangan mencapai 3.000 orang. Acara tersebut juga akan dimeriahkan penampilan Dewa 19.

    “Kalau hari kedua itu lebih ramai. Siapa yang enggak bisa datang hari pertama, bisa datang di situ,” ujar putra sulung Maia Estianty itu.

    Al Ghazali juga menyiapkan delapan groomsmen dan Alyssa memilih enam hingga tujuh bridesmaid.

    Menurut Al, pendamping pernikahan ini berasal dari lingkaran sahabat dekat mereka sejak lama, bukan semata-mata dari kalangan artis.

    “Kami pilih yang benar-benar sahabat sejak kecil, jadi mereka tahu kami luar dalam,” pungkas Al Ghazali.

  • Ini Tugas Ahmad Dhani dan Maia Estianty pada Pernikahan Al Ghazali

    Ini Tugas Ahmad Dhani dan Maia Estianty pada Pernikahan Al Ghazali

    Jakarta, Beritasatu.com – Peran dan tugas orang tua Al Ghazali, Ahmad Dhani dan Maia Estianty pada pernikahan putra sulungnya dengan Alyssa Daguise akhirnya terjawab sudah. Al Ghazali pun mengungkapkan peran kedua orang tuanya di pernikahannya.

    “Pada pernikahan aku itu ada dua acara, yang satu lebih kepada intimated, sedangkan yang kedua acara mengunduh mantu,” kata Al Ghazali dikutip dari channel YouTube, Minggu (1/6/2025).

    Al Ghazali mengatakan, meski menggelar dua acara tetap mengutamakan keluarganya terlibat di pernikahannya bersama Alyssa Daguise.

    “Ayah itu (Ahmad Dhani) memang pada acara ngunduh mantu di hari kedua, sementara untuk Bunda (Maia Estianty) itu di akad dan biasanya dilakukan dari keluarga perempuan,” ujar Al Ghazali dikutip dari channel YouTube, Minggu (1/6/2025).

    Al Ghazali menyebut, seluruh rangkaian acaranya dilakukan di Jakarta dan dihadiri oleh keluarga inti dari kedua belah pihak.

    “Alhamdulillah sudah 100% persiapannya,” lanjutnya.

    Ia mengatakan, untuk hari kedua tentu akan dilakukan secara besar-besaran. Pasalnya, Al Ghazali dan Alyssa Daguise akan mengundang tamu dalam jumlah besar.

    “Untuk hari pertama itu lebih kepada intimated wedding, sementara yang kedua sekitar 3.000 orang yang diundang,” jelasnya lagi.

    Al Ghazali membantah apabila sebagian besar tamu undangan yang datang merupakan dari kalangan selebritas. Meski, grup band ayahnya, Dewa 19 dipastikan tampil di pernikahannya.

    “Benar-benar teman dari aku kecil, memang benar-benar sahabat aku yang sudah diketahui satu sama lain,” lanjutnya.

    Al Ghazali juga tidak mempersoalkan, apabila ibundanya, Maia Estianty tidak bisa hadir di acara kedua. Baginya, yang terpenting di saat prosesi akad pernikahannya.

    “Aku enggak ada masalah, buat aku paling penting itu saat akad di hari pertama karena memang semua keluarga datang. Di situ ada ayah sama bunda juga,” tutup Al Ghazali.

    Sebelumnya, bunda Al Ghazali, Maia Estianty menyebut, pernikahan putranya dengan Alyssa Daguise hanya mengundang 200 orang.

    “Karena ini bukan resepsi, lebih kepada intimate dinner. Jadi, yang datang hanya kerabat terdekat dan orang-orang terdekat. Palingan cuma 100 hingga 200 undangan saja,” kata Maia Estianty dikutip dari akun TikTok @alyssaghazali, Selasa (13/5/2025).

    Maia Estianty meminta maaf apabila pada pernikahan Al Ghazali dan Alyssa Daguise tidak bisa mengundang banyak orang.

    “Jadi mohon maaf ya guys, acara yang aku bikin bersama ayahnya Alyssa ini intimate wedding dan intimate dinner,” tuturnya.

    Maia menjelaskan, mengapa undangan pernikahan putranya hanya terbatas. Ia menyebut, Al Ghazali dan Alyssa Daguise lebih mengedepankan privasi yang menjadi tradisi orang bule.

    “Mohon maaf, kami enggak bisa ngundang banyak-banyak orang karena memang ini namanya juga acara bule ya. Jadi, memang lebih mengutamakan privasi,” tambahnya.

    Apa yang menjadi konsep pernikahan dari Al Ghazali dan Alyssa Daguise merupakan bagian dari keinginannya, meski diakuinya tidak pernah mencampuri pernikahan putranya tersebut.

    “Alhamdulillah gue juga senang privasi. Gue enggak pernah di pernikahan gue, dua-duanya, dua kali gue menikah, gue intimate wedding semua,” tuturnya.

    “Namun, bukan gue nyuruh mereka untuk intimate wedding. Memang mereka maunya intimate wedding. Itu yang mereka mau. Apalagi ini yang datang bule-bule,” tutup Maia Estianty yang menyebut hanya mengundang 200 orang pada pernikahan Al Ghazali dan Alyssa Daguise.

    Sementara itu, Ahmad Dhani, mengungkapkan, pernikahan putranya dengan Alyssa Daguise pada Juni 2025 dikemas dengan nuansa budaya Jawa yang kental.

    Ahmad Dhani menegaskan acara tersebut bukan tentang kemewahan, tetapi tentang pelestarian budaya.

    “Kalau mewah (pernikahan Al dan Alyssa) enggak. Namun harus kental dengan nuansa kebudayaan, karena kita ingin mencoba melestarikan budaya-budaya Jawa yang mungkin sudah jarang digelar,” ujar Ahmad Dhani dikutip dari channel YouTube, Jumat (16/5/2025).

    Ahmad Dhani juga membeberkan rencananya untuk mengadakan acara unduh mantu yang menjadi tradisi dalam pernikahan Jawa dengan jumlah undangan yang jauh lebih besar dari rencana awal.

    “Awalnya mereka mau mengundang cuma 300 orang, saya bilang mana mungkin? Kolega saya banyak, anggota DPR saja ada 500, belum menteri, artis. Makanya dibikin dua hari, pertama acara 300 orang, dan kedua lebih besar,” jelasnya.

    Dengan konsep tersebut, Ahmad Dhani berharap pesta pernikahan anak pertamanya tidak hanya menjadi momen sakral, tetapi juga menjadi ajang pelestarian budaya Indonesia.

  • Rayen Pono harap laporannya di Polda Metro Jaya sesuai ekspektasi

    Rayen Pono harap laporannya di Polda Metro Jaya sesuai ekspektasi

    Jakarta (ANTARA) – Musisi Rayendie Rohy Pono alias Rayen Pono berharap laporannya di Polda Metro Jaya terkait Ahmad Dhani berjalan sesuai ekspektasi.

    Hal tersebut disampaikan olehnya setelah selesai memberikan keterangan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kamis.

    “Kami berharap proses ini bisa berjalan sesuai ekspektasi bahwa semua orang sama di mata hukum,” katanya.

    Rayen menjelaskan dirinya dicecar sebanyak 11 pertanyaan terkait laporannya soal Ahmad Dhani atas dugaan penghinaan rasial dan pencemaran nama baik melalui media sosial.

    Dia juga menyebutkan kasus ini merupakan bentuk kehormatan terhadap siapapun, sekalipun keluarganya di kampung.

    “Saya memperjuangkan ini semata-mata bukan untuk diri saya sendiri, tapi buat keluarga besar saya dan untuk semua orang yang memiliki marga dan percaya bahwa marga itu menyangkut kehormatan keluarga,” kata Rayan.

    Musisi Rayendie Rohy Pono alias Rayen Pono mendatangi Polda Metro Jaya untuk memberikan keterangan terkait laporannya kepada Ahmad Dhani Prasetyo yang diduga melakukan pencemaran nama baik.

    “Ya ini kan masih penyelidikan awal ya, penyelidikan terkait laporan kita. Ini saksinya akan klarifikasi ya, mencocokkan segala sesuatu. Harapan kita ini bisa cepat berlanjut ke penyidikan,” kata Rayen Pono saat dikonfirmasi mengenai persiapannya di Polda Metro Jaya, Kamis.

    Rayen juga menyebutkan telah membawa semua berkas untuk diserahkan ke penyidik Polda Metro Jaya.

    Sebelumnya Rayen Pono telah melaporkan Ahmad Dhani ke Bareskrim Polri atas dugaan penghinaan rasial dan pencemaran nama baik melalui media sosial.

    Laporan tersebut sendiri telah diregistrasi dengan nomor LP/B/188/IV/2025/SPKT/BARESKRIM POLRI pada 23 April 2025.

    Selain itu, Rayen Pono juga melaporkan Ahmad Dhani ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI atas dugaan pelanggaran kode etik terkait memelesetkan marga Pono menjadi porno pada 24 April 2025.

    Rayen menyebut laporan kepada MKD tersebut adalah bentuk keseriusannya dalam menanggapi pernyataan Ahmad Dhani tersebut.

    Pewarta: Ilham Kausar
    Editor: Hisar Sitanggang
    Copyright © ANTARA 2025

  • Melanggar Etik DPR, MKD Putuskan Ahmad Dhani Bersalah, Wajib Minta Maaf dalam 7 Hari

    Melanggar Etik DPR, MKD Putuskan Ahmad Dhani Bersalah, Wajib Minta Maaf dalam 7 Hari

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI menyatakan bahwa Ahmad Dhani, anggota Komisi X dari Fraksi Gerindra, telah terbukti melanggar kode etik sebagai anggota dewan.

    Pelanggaran ini berkaitan dengan dua pernyataan yang menuai protes publik, yakni soal naturalisasi pemain sepak bola dan dugaan penghinaan terhadap salah satu marga.

    Meski dinyatakan bersalah, MKD memutuskan menjatuhkan sanksi ringan berupa teguran lisan. Ketua MKD, Nazaruddin Dek Gam, menegaskan bahwa Ahmad Dhani wajib menyampaikan permintaan maaf kepada pihak yang merasa dirugikan dalam waktu paling lambat tujuh hari setelah keputusan dibacakan.

    “Teradu (Ahmad Dhani) meminta maaf kepada pengadu paling lama tujuh hari sejak keputusan ini,” ujar Dek Gam dalam sidang MKD, dikutip Kamis (8/5/2025).

    Dalam sidang tersebut, Ahmad Dhani memberikan klarifikasi terkait dua video yang menjadi dasar laporan. Ia menyatakan tidak bermaksud menghina para pemain naturalisasi, bahkan menyatakan dukungannya terhadap kebijakan tersebut.

    Sementara itu, terkait ucapan yang dianggap menghina marga tertentu, Dhani menyebut bahwa hal itu terjadi karena kekeliruan dalam berbicara. Ia menyatakan bahwa tidak ada niat untuk merendahkan atau menyinggung siapa pun.

    Permintaan maaf yang harus ia sampaikan juga ditujukan kepada Ryan Pono, salah satu pihak yang menyampaikan keberatan. (Wahyuni/Fajar)

  • Kemarin, kunjungan Bill Gates, dan putusan MKD Ahmad Dhani

    Kemarin, kunjungan Bill Gates, dan putusan MKD Ahmad Dhani

    Jakarta (ANTARA) – Beberapa peristiwa politik kemarin (7/5) menjadi sorotan, di antaranya kedatangan tokoh filantropi sekaligus pendiri Microsoft Bill Gates ke Istana Merdeka, dan putusan MKD DPR terhadap Ahmad Dhani.

    Berikut lima berita pilihan ANTARA yang dapat kembali dibaca:

    1. Presiden bakal beri Bill Gates tanda kehormatan karena dinilai berjasa

    Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap rencananya untuk memberi tanda kehormatan tertinggi kepada pendiri Microsoft serta tokoh filantropi dunia Bill Gates karena telah berjasa tidak hanya untuk rakyat Indonesia, tetapi juga untuk dunia.

    Presiden menilai Bill Gates sangat layak mendapatkan bintang kehormatan dari Indonesia karena yang bersangkutan melalui yayasannya, Bill & Melinda Gates Foundation, konsisten menggelontorkan dana untuk pengembangan vaksin, serta program-program pemberdayaan lainnya di Indonesia.

    Selengkapnya baca di sini.

    2. TNI gelar Rakornis POM TNI tingkatkan kemampuan hadapi era teknologi

    Markas Besar TNI menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Polisi Militer (POM) TNI guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan polisi militer dalam menghadapi era perkembangan teknologi.

    Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon mengatakan di era perkembangan teknologi informasi saat ini, POM TNI tak lepas dari ancaman cybercrime, penyebaran hoaks, dan kejahatan berbasis media sosial.

    Selengkapnya baca di sini.

    3. Ketua DPR sebut belum putuskan AKD yang akan bahas RUU PPRT

    Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan bahwa pihaknya belum memutuskan alat kelengkapan dewan (AKD) yang akan ditugaskan untuk membahas Rancangan Undang-Undang tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT).

    Dia mengatakan pihaknya saat ini baru melakukan rapat dengar pendapat umum (RDPU) untuk menampung aspirasi dan masukan masyarakat terhadap RUU PPRT yang dilakukan di Badan Legislasi (Baleg) DPR RI.

    Selengkapnya baca di sini.

    4. Ketua DPR bertemu Ketua Senat Kamboja bahas kerja sama kedua negara

    Ketua DPR RI Puan Maharani membahas hubungan kerja sama antara Indonesia dan Kamboja dalam pertemuannya dengan Ketua Senat Kamboja Hun Sen di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu.

    “Beliau menyampaikan update terkait dengan apa yang sekarang terjadi di Kamboja, kemudian bagaimana hubungan kerja sama antara kedua negara, lalu bagaimana hubungan antara kedua negara yang sekarang alhamdulillah juga makin berjalan akrab, erat,” kata Puan dalam konferensi pers usai pertemuan.

    Selengkapnya baca di sini.

    5. Ahmad Dhani: Putusan MKD terkait pelanggaran etik persoalan nilai saja

    Anggota Komisi X DPR RI Ahmad Dhani menganggap putusan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI yang menjatuhi putusan bahwa dirinya melanggar kode etik hanya persoalan menyangkut nilai.

    “Ya, sebenarnya itu semua masalah menilai saja, kalau tidak ada yang ngelaporin ya nilainya tidak ada sebenarnya, sama saja, karena ada yang melaporkan ada nilai-nilai lain dari luar, value (nilai) dari luar, itu lah (putusan dijatuhkan),” kata Ahmad Dhani ditemui usai menghadiri sidang pembacaan putusan MKD DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu.

    Selengkapnya baca di sini.

    Pewarta: Genta Tenri Mawangi
    Editor: Didik Kusbiantoro
    Copyright © ANTARA 2025

  • Permintaan Maaf Ahmad Dhani Usai Dijatuhi Sanksi Ringan MKD DPR

    Permintaan Maaf Ahmad Dhani Usai Dijatuhi Sanksi Ringan MKD DPR

    Bisnis.com, JAKARTA — Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Gerindra, Ahmad Dhani menyampaikan permintaan maaf usai Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR menjatuhkan sanksi ringan kepadanya.

    Perlu diketahui, pentolan Dewa 19 itu dilaporkan ke MKD DPR dengan dua kasus berbeda. Pertama, soal usulannya tentang naturalisasi pemain Timnas sepak bola Indonesia yang dinilai bernada sekses dan kedua, dugaan penghinaan terhadap marga Pono.

    “Saya sebagai anggota DPR RI fraksi Gerindra ingin mengucapkan permintaan maaf kepadas emua pihak khususnya yang melaporkan soal hal-hal yang sudah dilaporkan,” katanya seusai sidang MKD, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (7/7/2025).

    Terkhusus untuk kasus marga Pono, Dhani meminta maaf dan mengaku bahwa itu hanya sebatas selip lidah alias slip of the tongue saja, sehingga membuat marga tersebut tidak terima.

    “Dan saya sudah membicarakan dan sudah disyuting juga bahwa seumur hidup saya, dari lahir sampai umur 53 tahun, saya tidak pernah merendahkan menistakan marga meskipun yang bukan darah biru pun saya tidak merendahkan, apalagi yang darah biru,” beber dia.

    Maka demikian, legislator Gerindra ini kembali meminta maaf kepada orang-orang bermarga Pono atas kesalahannya di acara diskusi beberapa waktu lalu.

    “Khusus permintaan maaf untuk keluarga marga Pono, mohon maaf atas slip of the tongue yang pernah terjadi di acara diskusi hak cipta di Artotel,” ujar Dhani.

    Sebelumnya, MKD DPR RI telah menjatuhkan sanksi ringan berupa teguran lisan kepada Ahmad Dhani. Putusan tersebut disampaikan oleh Ketua MKD Nazaruddin Dek Gam seusai sidang MKD, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu (7/5/2025). 

    Dek Gam menegaskan bahwa Ahmad Dhani terbukti melakukan pelanggaran kode etik anggota DPR RI. 

    “Berdasarkan pertimbangan hukum dan etika, MKD memutuskan bahwa teradu yang terhormat Ahmad Dhani dengan nomor anggota A-119 dari Fraksi Partai Gerindra telah terbukti melanggar kode etik DPR RI dan diberikan sanksi ringan,” jelas dia. 

    Dia melanjutkan, sanksi ringannya ini berupa teguran lisan dan Ahmad Dhani wajib meminta maaf kepada para pengadu maksimal tujuh hari setelah putusan dibacakan.

    “Menghukum terdadu dengan teguran lisan disertai kewajiban teradu meminta maaf kepada pengadu paling lama 7 hari sejak keputusan ini,” pungkasnya.

  • Ahmad Dhani Langgar Etik Buntut Pernyataan Seksis dan Plesetkan Marga

    Ahmad Dhani Langgar Etik Buntut Pernyataan Seksis dan Plesetkan Marga

    Ahmad Dhani Langgar Etik Buntut Pernyataan Seksis dan Plesetkan Marga
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Anggota
    DPR
    RI
    Ahmad Dhani
    terbukti melanggar etik buntut dua pernyataannya yang berpolemik.
    Pelanggaran etik terhadap Ahmad Dhani diputuskan oleh
    Mahkamah Kehormatan Dewan
    (
    MKD
    ) RI melalui sidang yang digelar di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (7/5/2025).
    Adapun dua pernyataan itu terkait ucapan seksis soal usulan naturalisasi pemain bola dan plesetan marga “Pono”.
    “Berdasarkan pertimbangan hukum dan etika MKD memutuskan bahwa teradu yang terhormat: Ahmad Dhani dengan nomor anggota A119 dari fraksi Partai
    Gerindra
    , telah terbukti melanggar kode etik DPR RI dan diberikan sanksi ringan,” kata Ketua MKD DPR, Nazaruddin Dek Gam dalam sidang kemarin.
    Tak hanya teguran lisan, MKD juga meminta Politikus Gerindra sekaligus pentolan band Dewa 19 itu meminta maaf kepada pengadu.
    Sebagai informasi, penyataan seksis soal naturalisasi pemain bola turut mendapat kecaman dari berbagai pihak, termasuk Komnas Perempuan.
    Pernyataan seksis itu dilontarkan Dhani dalam rapat bersama PSSI pada Maret lalu. Dhani saat itu mengusulkan kriteria fisik pemain yang akan dinaturalisasi ke Indonesia.
    Menurut Dhani, pemain yang akan dinaturalisasi sebaiknya memiliki ciri-ciri fisik yang lebih mirip dengan orang Indonesia.
    Selain itu, Ahmad Dhani juga melontarkan usulan agar PSSI bisa menaturalisasi eks-bintang sepak bola yang sudah berusia lebih dari 40 tahun, bahkan dengan status duda, dan kemudian “menjodohkan” mereka dengan perempuan Indonesia.
    “Jadi pemain bola di atas 40 tahun yang mau dinaturalisasi dan mungkin yang duda, kita carikan jodoh di Indonesia, Pak. Kita cari yang laki-laki saja, apalagi kalau muslim bisa 4 istrinya,” kata Ahmad Dhani ke PSSI.
    Dalam kesempatan berbeda, Dhani juga dianggap melakukan pelecehan marga di suatu forum diskusi.
    Dalam undangan acara diskusi, Dhani menulis nama penyanyi Rayen Pono dengan nama “Rayen Porno”.
    Menanggapi kesalahan tulis itu, Rayen secara pribadi memaafkan, tetapi pihak keluarganya tidak terima.
    “Keluarga saya di kampung, di Ambon (dan) NTT, sudah telanjur ngamuk, dan saya enggak bisa mengendalikan itu,” ungkap Rayen, 12 April 2025.
    Dalam sidang MKD, Ahmad Dhani mengaku keseleo lidah (
    slip of the tongue
    ) ketika memberikan plesetan terhadap nama penyanyi Rayen Pono dan ia mengaku salah akan hal itu.
    “Itu murni 100 persen slip of the tongue dan yang bersangkutan sudah melaporkan saya ke Kepolisian, dan saya akan menjalani proses hukum itu kalau memang ada yang mulia, dan itu 100 persen
    pure slip of the tongue
    ,” kata Dhani dalam sidang.
    Pentolan band Dewa 19 itu mengaku sudah langsung minta maaf atas kesalahan slip of the tongue tersebut.
    Dia mengeklaim tidak ada unsur kesengajaan saat memberikan plesetan marga “Pono”.
    Bahkan, menurutnya, Rayen tidak terlihat marah saat itu. Dhani juga mengatakan kesalahan ini tentu harus disesali.
    Anggota Komisi X DPR ini mengaku pernyataannya kala itu tidak ada tujuan untuk merendahkan atau apapun.
    “Semua wartawan yang ada di sini, yang mungkin juga ada di sana, juga tahu bahwa saudara RP juga tidak terlihat marah atau tersinggung atas
    slip of the tongue saya
    gitu,” imbuh Dhani.
    Selepas mendapat sanksi dari MKD, Ahmad Dhani menyampaikan permohonan maaf ke keluarga besar Rayen Pono.
    “Saya sebagai anggota DPR meminta maaf kepada pelapor dan juga meminta maaf atas segala macam, eh satu macam slip of the tongue. Salah mengucapkan sehingga ada salah satu marga darah biru yang marah tidak terima,” kata Dhani usai sidang MKD.
    Sementara terkait usulaannya yang dinilai seksis, Ahmad Dhani sempat berkukuh tidak salah.
    Ia berpandangan, usulan naturalisasi yang disampaikan saat itu dilakukan demi perbaikan dunia sepak bola di Tanah Air.
    “Tentunya kita sebagai anggota Parlemen semuanya ada di sana, dan saya melihat pernyataan saya itu tidak ada salahnya yang mulia,” ungkap Dhani dalam pembelaannya di sidang.
    Ahmad Dhani berkukuh tak bersalah karena pernyataannya itu juga tidak menyinggung norma agama maupun norma Pancasila.
    Bahkan, ia menambahkan tidak pernah ada protes yang muncul dari MUI terkait hal ini.
    “Saya tidak menyuruh untuk menyarankan untuk kumpul kebo. Saya menyarankan untuk dijodohkan dan mohon arahan yang mulia kalau memang pernyataan saya bertentangan dengan Pancasila dan agama,” tuturnya.
    Dhani juga menuding Komnas Perempuan menjunjung tinggi norma barat karena mengganggap seksis ucapannya terkait naturalisasi pemain sepak bola.
    Anggota Fraksi Partai Gerindra ini pun mengaku ingin berdebat dengan Komnas Perempuan mengenai masalah etika dan moral yang sesuai dengan Pancasila dan konstitusi.
    “Saya merasa Komnas Perempuan ini menjunjung tinggi norma-norma kebarat-baratan, bukan norma perempuan, norma kebarat-baratan, menurut saya pribadi,” ujar Dhani
    Lebih jauh, ia menilai, Komnas Perempuan hanya berbeda pandangan dengannya mengenai norma-norma yang diyakini.
    Ahmad Dhani pun menyinggung bahwa istilah seksis dan gender itu berasal dari bahasa Inggris yang konotasinya melekat dengan dunia Barat.
    “Bukannya saya sok pintar yang mulia,
    sexist
    itu kan bahasa Inggris, dan di dalam bahasa Indonesia pun tidak ada norma
    sexist
    itu, kan tidak ada, atau
    gender
    kan bahasa Inggris,” kata Dhani.
    “Makanya itu saya tetap bertahan norma itu adalah Pancasila, bukan norma yang dihadirkan dari dunia barat. Begitu menurut saya yang mulia, kalau ada salah mohon arahan,” imbuh dia.
    Meski begitu, Ahmad Dhani akhirnya mengaku menyesali pernyataannya setelah beberapa MKD mendalami lebih lanjut terkait aduan ini.
    Mangihut Sinaga, salah satu anggota MKD, mengingatkan Dhani bahwa seorang anggota DPR harus memperhatikan norma kepatutan dalam bertutur kata, bukan hanya norma Pancasila dan agama.
    “Karena itu tadi tidak semata-mata hanya melanggar norma Pancasila, tapi norma-norma adat, kebiasaan, dan hal-hal yang lain juga sudah ada di dalam, dan juga kepatutan-kepatutan yang lain juga sudah ada di dalam. Bagaimana, merasa menyesal teradu?” tanya Mangihut.
    “Ya, saya kalau, apa, mengetahui setelah semuanya ini, Yang Mulia, ya saya menyesal,” jawab Dhani.
    Lebih lanjut, Dhani berjanji tidak akan berbicara hal yang di luar konteks jika sedang rapat di DPR RI.
    “Dan tidak akan berbicara sesuatu yang
    out of the box
    lagi yang mulia di depan sidang gitu,” kata politikus Partai Gerindra ini.
    Dihubungi terpisah, Ketua MKD DPR Nazaruddin Dek Gam mengungkapkan, Ahmad Dhani, berpotensi dipecat jika kembali melakukan pelanggaran etik.
    Namun, pihaknya akan menilai terlebih dahulu jenis pelanggaran yang dilakukan.
    “Kita lihat kesalahannya apa. Kalau kesalahannya fatal ya, bisa saja. Bisa, bisa, bisa kita pecat, kok,” kata Nazaruddin saat dihubungi.
    Ia menuturkan, MKD tidak akan pandang bulu, termasuk terhadap Ahmad Dhani meskipun ia seorang musisi terkenal.
    Bahkan, sepanjang sejarahnya, MKD mengeklaim pernah memecat anggota dewan.
    “Di MKD itu semua sama di mata MKD. Siapapun ya DPR gitu, profesi apa pun nggak kita lihat. Terbukti hari ini kita panggil semua orang,” ucap Nazaruddin.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • MKD DPR Beri Sanksi Ahmad Dhani Usai Hina Marga Pono

    MKD DPR Beri Sanksi Ahmad Dhani Usai Hina Marga Pono

    Bisnis.com, JAKARTA — Mahkamah Kehormatan Dewan atau MKD DPR RI telah menjatuhkan sanksi ringan berupa teguran lisan terhadap anggota Komisi X DPR dari Fraksi Gerindra Ahmad Dhani imbas usulannya soal naturalisasi pemain Timnas sepak bola Indonesia yang bernada seksis dan dugaan penghinaan terhadap marga Pono.

    Putusan tersebut disampaikan oleh Ketua MKD Nazaruddin Dek Gam seusai sidang MKD, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu (7/5/2025). Dek Gam menegaskan bahwa Ahmad Dhani terbukti melakukan pelanggaran kode etik anggota DPR RI.

    “Berdasarkan pertimbangan hukum dan etika, MKD memutuskan bahwa teradu yang terhormat Ahmad Dhani dengan nomor anggota A-119 dari Fraksi Partai Gerindra telah terbukti melanggar kode etik DPR RI dan diberikan sanksi ringan,” jelas dia.

    Dia melanjutkan, sanksi ringannya ini berupa teguran lisan dan Ahmad Dhani wajib meminta maaf kepada para pengadu maksimal tujuh hari setelah putusan dibacakan.

    “Menghukum terdadu dengan teguran lisan disertai kewajiban teradu meminta maaf kepada pengadu paling lama 7 hari sejak keputusan ini,” pungkasnya.

    Sebelumnya di tempat yang sama, Ahmad Dhani menyampaikan pembelaannya terkait usulan naturalisasi pemain Timnas sepak bola Indonesia. Dia bersikukuh usulannya tidak salah.

    “Saya melihat pernyataan saya itu tidak ada salahnya Yang Mulia, karena saya meyakini untuk memperbaiki persepakbolaan Indonesia harus ada namanya natural development,” bebernya.

    Dia merasa usulan yang dia lontarkan dalam rapat bersama PSSI dan Kemenpora pada Maret lalu ini, tidak menyinggung norma agama ataupun norma-norma terkait dalam Pancasila.

    “Saya tidak menyarankan untuk kumpul kebo, saya menyarankan untuk dijodohkan. Dan mohon arahan Yang Mulia kalau memang pernyataan saya bertentangan dengan Pancasila dan agama, saya akan mengoreksi pernyataan saya saat ini juga,” ujarnya.

    Sementara itu, pembelaan untuk dugaan penghinaan terhadap marga Pono, Dhani bersumpah bahwa dirinya hanya selip lidah alias slip of the tongue saja.

    “Yang bersangkutan sudah melaporkan saya ke kepolisian dan saya akan menjalani proses hukum itu jika memang ada Yang Mulia. Dan itu Demi Allah 100% itu pure slip of the tongue,” belanya.