Tag: Ahmad Dhani

  • Ide Naturalisasi Tuai Hujatan, Ahmad Dhani: Saya Memang Berbeda

    Ide Naturalisasi Tuai Hujatan, Ahmad Dhani: Saya Memang Berbeda

    Jakarta, Beritasatu.com – Musisi dan politisi Ahmad Dhani baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah mengajukan usulan untuk menikahkan pemain sepak bola hebat dunia dengan wanita asal Indonesia, dengan tujuan mencetak pemain sepak bola luar biasa di masa depan.

    Ahmad Dhani mengakui sejak kecil, dirinya memang berbeda dari orang lain yang sering membuat ucapannya bertentangan dengan pandangan umum. Hal ini dia ungkapkan melalui akun Instagram-nya, yang kemudian dikutip oleh Beritasatu.com pada Minggu (9/3/2025).

    “Sejak kecil, saya memang berbeda,” ujar Ahmad Dhani.

    Meskipun demikian, Dhani meminta maaf apabila usulannya tersebut menyakiti perasaan masyarakat, terutama para penggemar sepak bola di Indonesia dan kaum wanita.

    “Maaf jika saya berbeda,” tegasnya.

    Menanggapi hal ini, putra pertama Ahmad Dhani, Al Ghazali, memberikan komentar terkait unggahan ayahnya tersebut. Menurutnya, tidak ada yang salah dengan pernyataan ayahnya tersebut hanya karena berbeda pendapat atau pandangan dengan orang lain.

    “Sedikit lebih beda, lebih baik, daripada sedikit lebih baik,” kata Al Ghazali.

    Sejumlah netizen yang mengidolakan Ahmad Dhani juga menyatakan dukungan mereka, dengan mengatakan pemikiran suami Mulan Jameela itu memang berbeda dan bahkan cenderung jenius.

    “Ahmad Dhani jadi legenda karena selalu berbeda, Al. Pemikiran orang jenius memang penuh kejutan,” ujar salah seorang netizen.

    “Bedamu itu yang membuatmu istimewa, lanjutkan,” tambah netizen lainnya yang mendukung pernyataan Ahmad Dhani terkait dengan naturalisasi pesepak bola.

  • Lita Gading Semprot Ahmad Dhani Soal Usulan Naturalisasi Pemain Bola

    Lita Gading Semprot Ahmad Dhani Soal Usulan Naturalisasi Pemain Bola

    Jakarta, Beritasatu.com – Usulan musisi Ahmad Dhani mengenai naturalisasi pemain sepak bola hebat yang dijodohkan dengan wanita Indonesia sebagai upaya untuk menghasilkan pesepak bola berbakat mendapat kecaman luas dari masyarakat. Selain mendapat kritik dari mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, serta Komisi Nasional Perempuan, suami Mulan Jameela ini juga disorot oleh psikolog Lita Gading.

    Lita Gading mengatakan, tidak seharusnya Ahmad Dhani memberikan komentar seperti itu. Alhasil, masyarakat menjadi geram dan memicu keributan di media sosial (medsos).

    “Eh Ahmad Dhani, naturalisasi untuk menghasilkan pemain bola hebat itu jangan hanya dijodohkan (dengan wanita Indonesia). Kamu mah pikirannya di antara pusar ke bawah saja,” ungkap Lita Gading dalam unggahannya dikutip pada Minggu (9/3/2025).

    Lita menilai usulan Dhani yang mengaitkan keturunan dengan potensi pesepak bola hebat sebagai hal yang bodoh. Menurutnya, meskipun seorang pemain sepak bola hebat menikah dengan wanita Indonesia, belum tentu anak yang lahir dari pasangan tersebut akan mewarisi kemampuan ayahnya.

    “Skill itu bukan hanya soal percampuran pesepak bola hebat dengan wanita Indonesia. Itu harus dibina dan dikembangkan sejak kecil sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Bukan hanya karena bibit pemain bola, lantas lahir pemain bola yang hebat,” tambah Lita.

    Lita juga mengkritik kualitas Ahmad Dhani sebagai seorang politisi. Menurutnya, pernyataan Dhani dalam forum persidangan DPR RI yang melibatkan Kemenpora dan Ketua Umum PSSI tersebut tidak mencerminkan kualitas yang seharusnya dimiliki seorang politisi.

    Lita mengatakan bahwa pernyataan tersebut menunjukkan kualitas seseorang yang dipilih hanya karena nama besar, dan menurutnya, tidak ada isi dan bobot dalam pikiran yang disampaikan.

    “Seharusnya orang dipilih berdasarkan kualitas, bukan karena ada rasa hutang budi. Profesionalisme harus ditegakkan,” tandas Lita Gading yang ikut protes dengan pernyataan Ahmad Dhani tersebut.

  • Kena Musibah 1 Dekade Lalu, Kabar 7 Keluarga Korban Kecelakaan Dul Kini Beda, Anak Maia: Tetap Jaga

    Kena Musibah 1 Dekade Lalu, Kabar 7 Keluarga Korban Kecelakaan Dul Kini Beda, Anak Maia: Tetap Jaga

    TRIBUNJATIM.COM – Ingatkah anda dengan kejadian kecelakaan yang menimpa anak Maia Estianty dan Ahmad Dhani?

    Kecelakaan itu dialami oleh Dul Jaelani.

    Musisi Dul Jaelani pernah mengalami musibah kecelakaan yang menewaskan tujuh orang.

    Nah, ternyata keluarga Ahmad Dhani dan Maia Estianty masih menjalin komunikasi dengan para keluarga korban sampai kini.

    Diketahui, kecelakaan yang terjadi di ruas Tol Jagorawi KM 8 itu menewaskan tujuh orang.

    Bagi Dul Jaelani, peristiwa ini menjadi pengalaman yang membekas dalam hidupnya.

    “Alhamdulillah, saya masih berhubungan dengan mereka. Saya tetap menjaga komunikasi,” ujar Dul saat ditemui di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

    Tak hanya itu, Dul bersama kedua orangtuanya, Ahmad Dhani dan Maia Estianty, masih menanggung kehidupan anak-anak korban yang kehilangan orangtua akibat kecelakaan tersebut.

    Meski peristiwa itu terjadi lebih dari satu dekade lalu, Dul tetap merasa bertanggung jawab dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai pelajaran hidup yang berharga.

    “Kejadian itu menjadi pengingat bagi saya agar lebih semangat menjalani hidup dan tidak menyia-nyiakan waktu,” ungkapnya.

    Selain itu, Dul menekankan pentingnya bersyukur atas segala hal yang dimiliki. 

    Menurutnya, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka sudah diberikan kehidupan yang baik, tetapi sering merasa kurang.

    “Kadang kita hidup sudah cukup, tapi tetap merasa ada yang kurang. Sebenarnya, kita hanya perlu lebih banyak bersyukur,” pungkasnya.

    Dul Jaelani cerita soal titik terendah dalam hidupnya.

    Heboh Dul Jaelani ngaku ingin jadi wakil bupati. Ini jawaban Maia Estianty. (Instagram Maia Estianty)

    Meski usianya terbilang masih muda, Dul pernah ada di titik terendah yang membuatnya tak bisa melakukan apa-apa.

    Masalah yang dialaminya itu tak hanya menyerang pikiran, namun juga sampai ke fisiknya.

    Dul bercerita bahwa ia sempat tidak bisa berdiri di momen terendahnya itu.

    Sayangnya, putra bungsu Maia Estianty dan Ahmad Dhani itu tak mau blak-blakan soal momen terendahnya dalam hidup.

    “Aku nggak bisa nyebutin kapan (titik terendah dalam hidup), tapi aku pernah nggak bisa jalan,” ucap Dul Jaelani di kawasan TB Simatupang Jakarta Selatan belum lama ini.

    “Itu pasti kena fisik sama psikis ya, tapi itu bagian dari hidup,” ujarnya.

    Maia Estianty dan Dul Jaelani akhirnya tahu siapa maling di rumahnya (YouTube/Trans TV Official, Maia Al El Dul TV)

    Menurutnya, apapun yang terjadi harus tetap dihadapi dan jangan menjadikan diri sendiri lemah untuk merasakan sakit.

    “That’s life gitu, kita harus jadi kuat, jangan cengeng,” kata Dul.

    Kini Dul sudah memiliki cara sendiri untuk mengekspresikan kesedihan dan rasa sakitnya, sehingga ia bisa melalui hal-hal buruk dengan sebaik mungkin

    “Aku punya medium untuk mengekspresikan,” ungkap Dul.

    Kisah cinta Dul dan Tissa Biani juga mencuri perhatian.

    Anak Maia dan Ahmad Dhani itu sudah bertahun-tahun jalin hubungan dengan sang aktris.

    Beri restu, Maia Estianty ucap punya syarat khusus jika Dul Jaelani mau nikahi Tissa Biani, melangkahi Al dan El. (KOLASE via KOMPAS.com – Instagram)

    Belakangan kabar mengenai Tissa Biani dan Dul Jaelani yang serius ke jenjang pernikahan menjadi sorotan.

    Terlebih-lebih keduanya sudah mendapat restu dari orang tua Dul, Maia Estianty dan Ahmad Dhani.

    Namun, sebelum menikah, sang artis cantik memberi peringatan kepada kekasihnya.

    Dia tak ingin Dul poligami kelak jika sudah menjadi suaminya.

    Dia bahkan tak segan mengguat cerai anak bungsu Maia dan Ahmad Dhani ini.

    Informasi berita menarik lainnya di Google News TribunJatim.com

    Tissa Biani tegas bakal mundur dari Dul Jaelani jika mempunyai niat untuk poligami.

    Bahkan Tissa Biani tak akan segan menggugat cerai Dul Jaelani bila setelah menikah nanti menghendaki poligami.

    Pembahasan soal poligami antara Tissa Biani dan Dul Jaelani itu saat keduanya hadir dalam acara talkshow.

    Dul Jaelani, anak musisi Ahmad Dhani sempat panik saat ditanya kekasihnya, Tissa Biani soal poligami.

    Momen Dul Jaelani panik terekam saat bersama Tissa Biani jadi bintang tamu talkshow For Your Pagi.

    Dalam acara itu, Dul diminta membacakan pertanyaan dari kru untuk Tissa Biani. Rupanya salah satunya adalah tentang poligami.

    “Jika suatu saat kita sudah menikah dan aku bilang aku mau poligami, maka kamu akan?” ucap Dul saat membacakan pertanyaan, dikutip dari akun TikTok @foryourpagit7 pada Sabtu (17/8/2024).

    Tissa Biani awalnya tersenyum. Namun, kemudian ucapannya membuat kekasihnya, Dul Jaelani panik.

    “Aku akan balikin pertanyaannya, ‘Kamu mau beneran emang?’” sahut Tissa Biani secara spontan.

    “Hah? Loh, enggak. Kan aku nanya ke kamu,” sahut Dul Jaelani agak panik.

    “Aku akan membalikan. Memang kamu beneran dari hati mau poligami?” ujar pemain film Agak Laen itu.

    Dul lantas mengaku tidak berencana untuk memadu Tissa Biani.

    “Enggak, enggak. Tapi kamu bakal gimana?” ujar Dul Jaelani.

    Tissa pun kemudian menegaskan bahwa ia akan memilih berpisah bila anak bungsu Maia Estianty ini menduakannya.

    “Ya, kalau misalnya mau poligami mah terserah. Tapi aku mundur. Mundur dari dirimu. Aku tidak mau bersamamu lagi. Iya (gugat cerai),” ucap Tissa Biani serius.

    Berita viral lainnya

    Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

  • Kenang Kecelakaan Maut 2013, Dul Jaelani: Hidup Harus Bersyukur

    Kenang Kecelakaan Maut 2013, Dul Jaelani: Hidup Harus Bersyukur

    Jakarta, Beritasatu.com – Musisi Dul Jaelani kembali mengenang peristiwa kelam yang terjadi pada 2013, saat mengalami kecelakaan maut yang merenggut nyawa tujuh orang.

    Kecelakaan tersebut menjadi pengalaman yang mengubah hidupnya dan memberikan banyak pelajaran berharga.

    “Alhamdulillah saya masih memiliki orang tua. Jujur, saya sangat mengagumi anak-anak yatim piatu. Saya merasa mereka memiliki banyak pelajaran hidup yang bisa saya ambil,” kata Dul Jaelani dikutip dari channel YouTube, Sabtu (8/3/2025).

    Dul Jaelani mengungkapkan, peristiwa tersebut membuka matanya tentang pentingnya kasih sayang orang tua. Menurutnya, melihat anak-anak yatim piatu yang hidup tanpa orang tua, namun tetap memiliki semangat hidup yang tinggi, memberi inspirasi besar baginya untuk terus bersemangat meski sering merasa malas.

    “Ada banyak anak di luar sana yang tidak memiliki orang tua, tetapi mereka tetap semangat menjalani hidup. Itu membuat saya terinspirasi dan merasa lebih bersemangat saat saya merasa malas,” ujarnya.

    Kekasih dari Tissa Biani ini juga mengungkapkan, ia masih menjaga hubungan baik dengan keluarga korban kecelakaan hingga saat ini.

    “Masih kok (berkomunikasi dengan keluarga korban), masih sampai sekarang. Alhamdulillah,” tuturnya.

    Dul Jaelani juga bersyukur atas kesempatan hidup yang diberikan oleh Sang Pencipta setelah kejadian tragis tersebut.

    Ia merasa kecelakaan itu mengajarkannya untuk lebih menghargai hidup dan tidak terjebak dalam kesibukan dunia yang kadang membuat orang lupa untuk bersyukur.

    “Itu dia, saya terus belajar untuk bersyukur. Hidup di dunia ini terkadang terlalu berisik, ditambah lagi dengan informasi di media sosial yang sering kali berisi hoaks. Kadang, hidup kita sudah baik, tapi kita seringkali lupa bersyukur,” tutup Dul Jaelani mengenang kejadian yang terjadi pada 7 September 2013.

    Sebagai informasi, Dul Jaelani mengalami kecelakaan di Tol Jagorawi pada rute Jakarta-Bogor sekitar pukul 00.45 WIB. 
    Saat itu, putra Ahmad Dhani dan Maia Estianty itu masih berusia 13 tahun dan belum memiliki surat izin mengemudi (SIM). Kecelakaan maut yang dialami Dul Jaelani tersebut melibatkan tiga mobil ini menewaskan tujuh orang.

  • Komnas Perempuan Nilai Ahmad Dhani Hanya Menempatkan Perempuan Sekadar Pelayan Seksual Suami

    Komnas Perempuan Nilai Ahmad Dhani Hanya Menempatkan Perempuan Sekadar Pelayan Seksual Suami

    Andy menegaskan, pernyataan Ahmad Dhani yang bernada seksis bertentangan dengan komitmen Indonesia untuk kesetaraan dan keadilan gender. Komitmen itu juga sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 1984 terkait penetapan ratifikasi Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (CEDAW) dan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Tujuan 5.

    CEDAW mengamanatkan para pejabat publik termasuk pembuat kebijakan di negara agar menahan diri untuk tidak melakukan diskriminasi terhadap perempuan dan mengambil langkah strategis untuk menghapuskan diskriminasi tersebut.

    “Mengingat bahwa pernyataan AD berpotensi melanggar hak asasi perempuan, mencederai citra, kehormatan dan kewibawaan DPR RI, khususnya Komisi X yang juga mengawal bidang pendidikan, Komnas Perempuan mendorong Majelis Kehormatan Dewan (MKD) untuk memeriksa kasus ini lebih lanjut,” kata Andy Yentriyani.

    Komnas Perempuan juga menganggap pernyataan suami penyanyi dan anggota DPR, Mulan Jameela itu merendahkan martabat Indonesia dan menjurus ke rasis. Penilaian itu lantaran seolah bahwa kualitas pesepakbola dari luar negeri pasti lebih baik daripada pemain lokal.

    “Kalimat rasis tampak dalam penekanan agar naturalisasi tidak kepada yang ‘bule’ karena ras Eropa yang berbeda,” jelasnya.

    Pernyataan Ahmad Dhani sebagai anggota dewan membuat Komnas Perempuan menilai DPR tidak serius melakukan tugas sebagai wakil rakyat.

    Oleh karena itu, MKD perlu melakukan pemeriksaan terhadap Ahmad Dhani untuk memperkuat kewibawaan DPR dengan memastikan peristiwa serupa tidak berulang kembali.

  • Eks Menteri hingga Komnas Perempuan Kecam Ide Naturalisasi Ahmad Dhani

    Eks Menteri hingga Komnas Perempuan Kecam Ide Naturalisasi Ahmad Dhani

    Jakarta, Beritasatu.com – Berbagai elemen masyarakat mulai dari mantan menteri, anggota DPD, hingga Komnas Perempuan mengecam ide naturalisasi Ahmad Dhani yang dianggap kebablasan. Ide ini dinilai melecehkan perempuan dan merendahkan nasionalisme.

    Diketahui, dalam rapat dengar pendapat DPR Komisi X dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta PSSI pada Rabu (5/3/2025), Ahmad Dhani mengusulkan agar pemain sepak bola asing berusia di atas 40 tahun yang akan dinaturalisasi dijodohkan dengan warga negara Indonesia (WNI).

    “Pemain bola di atas 40 tahun yang mau dinaturalisasi dan mungkin yang duda, kita carikan jodoh di Indonesia,” kata Dhani dalam rapat tersebut. Menurutnya, pernikahan ini dapat menghasilkan keturunan berbakat sepak bola yang nantinya bisa memperkuat tim nasional Indonesia.

    Ide Naturalisasi Ahmad Dhani kemudian tersiar luas dan langsung menuai respons negatif karena dianggap tidak pantas. Bahkan, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ikut berkomentar.

    “Apa yang dikatakan seseorang mencerminkan apa isi kepalanya,” tulis Susi Pudjiastuti singkat melalui akun X miliknya.

    Anggota DPD asal Bali, Niluh Djelantik, juga ikut mengkritik Ahmad Dhani. Senada dengan Susi Pudjiastuti, ia menyayangkan pernyataan Ahmad Dhani tersebut.

    “Halo @ahmaddhaniofficial, mohon jangan diulangi lagi pernyataan yang merendahkan martabat perempuan. Urusan lahir, jodoh, dan mati di tangan Tuhan,” ujar Niluh.

    Senator tersebut mengingatkan Ahmad Dhani untuk tidak ikut campur dalam masalah jodoh pemain naturalisasi, karena tugasnya di DPR RI adalah mewakili rakyat.

    “Jalankan saja tugasmu sebagai wakil rakyat, perjuangkan hak mereka melalui UU dan kebijakan. Urusan jodoh biar mereka yang atur,” tuturnya.

    Terbaru, Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) juga mengecam pernyataan bernada seksis yang disampaikan oleh Ahmad Dhani. Pernyataan tersebut dinilai melecehkan perempuan, merendahkan martabat bangsa, serta mengandung unsur rasisme.

    “Komnas Perempuan mengecam pernyataan anggota DPR Ahmad Dhani. Pernyataannya merendahkan perempuan dengan menempatkan mereka hanya sebagai alat reproduksi dan pelayan seksual bagi suami,” ujar Ketua Komnas Perempuan, Andy Yentriyani.

    Menurut Andy, pernyataan seksis semacam ini bertentangan dengan komitmen Indonesia dalam mewujudkan kesetaraan serta keadilan gender. Hal ini telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1984 tentang ratifikasi Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (CEDAW), serta selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 5 mengenai kesetaraan gender.

    CEDAW menegaskan bahwa pejabat publik, termasuk pembuat kebijakan, memiliki tanggung jawab untuk tidak melakukan tindakan diskriminatif terhadap perempuan serta mengambil langkah konkret guna menghapuskan segala bentuk diskriminasi.

    Ide Naturalisasi Ahmad Dhani dinilai berpotensi melanggar hak asasi perempuan, mencoreng citra DPR, serta merusak kehormatan dan kredibilitas Komisi X yang juga membidangi sektor pendidikan. Oleh karena itu, Komnas Perempuan mendorong Majelis Kehormatan Dewan (MKD) untuk menindaklanjuti permasalahan ini.

  • Kecam Usulan Ahmad Dhani, Komnas Perempuan Minta MKD Bertindak

    Kecam Usulan Ahmad Dhani, Komnas Perempuan Minta MKD Bertindak

    Jakarta, Beritasatu.com – Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mengecam pernyataan bernada seksis yang disampaikan oleh anggota DPR Ahmad Dhani. Pernyataan tersebut dinilai melecehkan perempuan, merendahkan martabat bangsa, serta mengandung unsur rasisme.

    “Komnas Perempuan mengecam pernyataan anggota DPR Ahmad Dhani. Pernyataannya merendahkan perempuan dengan menempatkan mereka hanya sebagai alat reproduksi dan pelayan seksual bagi suami,” ujar Ketua Komnas Perempuan, Andy Yentriyani, saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (6/3/2025) dikutip dari Antara.

    Menurut Andy, pernyataan seksis semacam ini bertentangan dengan komitmen Indonesia dalam mewujudkan kesetaraan serta keadilan gender. Hal ini telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1984 tentang ratifikasi Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (CEDAW), serta selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 5 mengenai kesetaraan gender.

    CEDAW menegaskan pejabat publik, termasuk pembuat kebijakan, memiliki tanggung jawab untuk tidak melakukan tindakan diskriminatif terhadap perempuan serta mengambil langkah konkret guna menghapuskan segala bentuk diskriminasi.

    “Mengingat pernyataan Ahmad Dhani berpotensi melanggar hak asasi perempuan, mencoreng citra DPR, serta merusak kehormatan dan kredibilitas Komisi X yang juga membidangi sektor pendidikan, Komnas Perempuan mendorong Majelis Kehormatan Dewan (MKD) untuk menindaklanjuti permasalahan ini,” kata Andy Yentriyani.

    Sebelumnya, Ahmad Dhani mengusulkan agar naturalisasi pemain sepak bola diperluas bagi mereka yang berusia di atas 40 tahun dan berstatus duda. Ia berpendapat para pemain tersebut sebaiknya dinikahkan dengan perempuan Indonesia agar dapat menghasilkan keturunan “Indonesian born” yang memiliki keterampilan sepak bola lebih baik.

    Pernyataan tersebut kemudian diperkuat dengan usulan jika pemain sepak bola yang dinaturalisasi beragama Islam, mereka diperbolehkan menikahi hingga empat perempuan. Pernyataan kontroversial ini disampaikan Ahmad Dhani dalam rapat kerja Komisi X DPR pada Rabu (5/3/2025).

  • Once Tertawa Dengar Usulan Ahmad Dhani soal Perjodohan Pemain Naturalisasi usia Tua dengan WNI – Halaman all

    Once Tertawa Dengar Usulan Ahmad Dhani soal Perjodohan Pemain Naturalisasi usia Tua dengan WNI – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Anggota DPR RI fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Elfonda Mekel alias Once Mekel tertawa kala mendengar usulan Ahmad Dhani terkait perjodohan pemain naturalisasi dengan perempuan Warga Negara Indonesia (WNI).

    Diketahui Ahmad Dhani mengemukakan usulannya tersebut dalam rapat kerja Komisi X DPR RI bersama Kemenpora dan PSSI, Rabu (5/3/2025).

    Rapat tersebut membahas terkait persetujuan pemberian status WNI terhadap tiga pesepak bola keturunan Indonesia. Ketiga atlet tersebut yakni Emil Audero Mulyadi, Dean Ruben James, dan Joey Mathijs Pelupessy.

    Politisi Partai Gerindra tersebut menyatakan bahwa naturalisasi tidak hanya dilakukan untuk pemain.

    Di hadapan Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Ahmad Dhani mengusulkan agar naturalisasi dilakukan kepada pesepakbola yang sudah berusia tua untuk kemudian menikah dengan WNI.

    Dirinya mengatakan yakni dengan proses perjodohan.

    “Bisa juga, misalnya, pemain-pemain bola yang sudah di atas usia 40, itu bisa juga kita naturalisasi pemain bola yang hebat, lalu kita jodohkan dengan perempuan Indonesia.”

    “Nah, anaknya itu yang kita harapkan menjadi pemain bola yang bagus juga,” ujarnya, seperti ditayangkan di akun YouTube Tribunnews.

    Ia menyarankan agar idenya tersebut dapat direalisasikan menjadi sebuah program yang anggarannya dari pemerintah.

    Dhani pun memperjelas, pemain naturalisasi berusia tua itu yang berusia di atas 40 tahun.

    Sontak para peserta rapat tertawa mendengar usulan Ahmad Dhani, termasuk juga Erick Thohir hingga Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat.

    Tak hanya itu, Once Mekel yang dudul di depan Ahmad Dhani juga turut tertawa.

    Ahmad Dhani pun menggarius bawahi bahwa pemikirannya memang out of the box.

    “Ini pemikirannya agak out of the box, Pak Erick, tapi bisa dianggarkan untuk 2026 programnya. Jadi pemain bola di atas 40 tahun yang mau dinaturalisasi dan mungkin yang duda, kita carikan jodoh di Indonesia, Pak,” lanjut Dhani.

    (Tribunnews.com/Garudea Prabawati)

  • Mulan Jameela Kirim Makanan Spesial untuk Syifa Hadju Buka Puasa

    Mulan Jameela Kirim Makanan Spesial untuk Syifa Hadju Buka Puasa

    Jakarta, Beritasatu.com – Syifa Hadju ternyata juga memiliki hubungan dekat dengan keluarganya, termasuk ibu sambung El Rumi, Mulan Jameela. Belakangan ini, interaksi antara Syifa dan Mulan mencuri perhatian publik.

    Dalam ungghan Instagram story-nya, Syifa Hadju membagikan sebuah momen manis. Kekasih El Rumi itu mengunggah foto yang memperlihatkan kiriman makanan dari Mulan Jameela.

    Istri Ahmad Dhani tersebut diketahui mengirimkan makanan berbuka puasa untuk Syifa Hadju. Makanan yang dikirim berupa mi ayam kampung, disertai dengan petunjuk penyajian yang menggugah selera.

    Tak hanya makanan, anggota DPR Komisi VI itu juga menyertakan sebuah kartu ucapan yang bertuliskan kata-kata manis untuk Syifa Hadju.

    “Selamat berbuka penuh cinta,” kata Mulan Jameela dalam kartu ucapan tersebut.

    Sebagai balasan, Syifa Hadju juga mengucapkan terima kasih kepada Mulan, memanggilnya dengan sebutan “mami”.

    “Masyaallah, terima kasih mami Mulan,” tulis Syifa sembari menandai akun Instagram Mulan Jameela.

    Tak hanya Syifa, ternyata Mulan Jameela juga memiliki panggilan sayang untuk calon menantunya itu. Dalam balasan di Instagram story-nya, Mulan memanggil Syifa dengan sebutan “cantik” dan mengirimkan emoji cinta.

    “Terima kasih juga kirimannya, cantik,” balas pelantun lagu Makhluk Tuhan Paling Seksi itu.

    Selain memiliki kedekatan dengan Mulan Jameela, Syifa Hadju juga menjalin hubungan yang baik dengan Maia Estianty, ibu kandung El Rumi. 

  • Ahmad Dhani Usul Out of The Box Naturalisasi Pesepakbola Tua Dinikahkan WNI

    Ahmad Dhani Usul Out of The Box Naturalisasi Pesepakbola Tua Dinikahkan WNI

    Jakarta

    Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Gerindra, Ahmad Dhani, ikut berbicara terkait naturalisasi sejumlah pemain sepak bola untuk memperkuat tim Indonesia. Ahmad Dhani mengusulkan sesuatu yang berbeda, yakni naturalisasi pesepakbola yang sudah berusia tua untuk kemudian menikah dengan WNI.

    Hal tersebut disampaikan Ahmad Dhani saat rapat Komisi X terkait persetujuan pemberian status warga negara Indonesia (WNI) terhadap tiga pesepakbola keturunan Indonesia. Ketiga atlet tersebut adalah Emil Audero Mulyadi, Dean Ruben James dan Joey Mathijs Pelupessy.

    “Saya hanya menambahi saja, Pak Erick, saya itu orang yang termasuk setuju, sangat setuju naturalisasi, bahkan sampai 50-50 pun saya nggak ada masalah separuh-separuh. Karena menurut saya, ini adalah bagian daripada revolusi dalam dunia persepakbolaan, jadi kalau namanya revolusi itu ya semuanya memang harus ekstrem,” kata Ahmad Dhani mengawali pendapatnya, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (5/3/2025).

    Dhani juga mengusulkan untuk mengurangi pemain dengan ras Eropa. Ia berharap ketika pemain naturalisasi menikah dengan perempuan WNI maka anaknya bisa dibina oleh pemerintah.

    “Lalu naturalisasi, tidak harus itu pemain. Bisa juga misalnya, pemain-pemain bola yang sudah di atas usia 40, itu bisa juga kita naturalisasi pemain bola yang hebat, lalu kita jodohkan dengan perempuan Indonesia. Nah anaknya itu yang kita harapkan menjadi pemain bola yang bagus juga,” ujar Dhani.

    ADVERTISEMENT

    `;
    var mgScript = document.createElement(“script”);
    mgScript.innerHTML = `(function(w,q){w[q]=w[q]||[];w[q].push([“_mgc.load”])})(window,”_mgq”);`;
    adSlot.appendChild(mgScript);
    },
    function loadCreativeA() {
    var adSlot = document.getElementById(“ad-slot”);
    adSlot.innerHTML = “;

    console.log(“🔍 Checking googletag:”, typeof googletag !== “undefined” ? “✅ Defined” : “❌ Undefined”);

    if (typeof googletag !== “undefined” && googletag.apiReady) {
    console.log(“✅ Googletag ready. Displaying ad…”);
    googletag.cmd.push(function () {
    googletag.display(‘div-gpt-ad-1708418866690-0’);
    googletag.pubads().refresh();
    });
    } else {
    console.log(“⚠️ Googletag not loaded. Loading GPT script…”);
    var gptScript = document.createElement(“script”);
    gptScript.src = “https://securepubads.g.doubleclick.net/tag/js/gpt.js”;
    gptScript.async = true;
    gptScript.onload = function () {
    console.log(“✅ GPT script loaded!”);
    window.googletag = window.googletag || { cmd: [] };
    googletag.cmd.push(function () {
    googletag.defineSlot(‘/4905536/detik_desktop/news/static_detail’, [[400, 250], [1, 1], [300, 250]], ‘div-gpt-ad-1708418866690-0’).addService(googletag.pubads());
    googletag.enableServices();
    googletag.display(‘div-gpt-ad-1708418866690-0’);
    googletag.pubads().refresh();
    });
    };
    document.body.appendChild(gptScript);
    }
    }
    ];

    var currentAdIndex = 0;
    var refreshInterval = null;
    var visibilityStartTime = null;
    var viewTimeThreshold = 30000;

    function refreshAd() {
    var adSlot = document.getElementById(“ad-slot”);
    if (!adSlot) return;

    currentAdIndex = (currentAdIndex + 1) % ads.length;
    adSlot.innerHTML = “”; // Clear previous ad content
    ads[currentAdIndex](); // Load the appropriate ad

    console.log(“🔄 Ad refreshed:”, currentAdIndex === 0 ? “Creative B” : “Creative A”);
    }

    var observer = new IntersectionObserver(function(entries) {
    entries.forEach(function(entry) {
    if (entry.isIntersecting) {
    if (!visibilityStartTime) {
    visibilityStartTime = new Date().getTime();
    console.log(“👀 Iklan mulai terlihat, menunggu 30 detik…”);

    setTimeout(function () {
    if (visibilityStartTime && (new Date().getTime() – visibilityStartTime >= viewTimeThreshold)) {
    console.log(“✅ Iklan terlihat 30 detik! Memulai refresh…”);
    refreshAd();
    if (!refreshInterval) {
    refreshInterval = setInterval(refreshAd, 30000);
    }
    }
    }, viewTimeThreshold);
    }
    } else {
    console.log(“❌ Iklan keluar dari layar, reset timer.”);
    visibilityStartTime = null;
    if (refreshInterval) {
    clearInterval(refreshInterval);
    refreshInterval = null;
    }
    }
    });
    }, { threshold: 0.5 });

    document.addEventListener(“DOMContentLoaded”, function() {
    var adSlot = document.getElementById(“ad-slot”);
    if (adSlot) {
    ads[currentAdIndex](); // Load the first ad
    observer.observe(adSlot);
    }
    });

    “Ini pemikirannya agak out of the box Pak Erick, tapi bisa dianggarkan untuk 2026 programnya. Jadi pemain bola di atas 40 tahun yang mau dinaturalisasi dan mungkin yang duda, kita carikan jodoh di Indonesia Pak,” sambungnya.

    Ia menyinggung pemain dari Arab hingga Aljazair untuk dinaturalisasi juga. Dhani pun meminta pendapatnya itu untuk dipertimbangkan.

    “Jadi kemungkinan ada pemain Arab, Algeria, atau Aljazair, atau yang mana, mungkin Maroko, banyak pemain jago-jago, mungkin yang sudah tua, kita naturalisasi Pak. Carikan istri di sini, lalu anaknya kita bina Pak,” kata Dhani.

    “Itu pasti yakin hasilnya akan lebih baik, karena dia Indonesian born. Ini untuk ke depannya Pak Erick, mungkin bisa dipikirkan. Terima kasih,” imbuhnya.