Tag: Agus Subiyanto

  • TNI hanya memiliki Satuan Siber, bukan matra siber

    TNI hanya memiliki Satuan Siber, bukan matra siber

    Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (kanan) didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (tengah) dan Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak (kiri) memberikan paparan saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/2/2025). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    Menhan: TNI hanya memiliki Satuan Siber, bukan matra siber
    Dalam Negeri   
    Editor: Calista Aziza   
    Rabu, 05 Februari 2025 – 07:45 WIB

    Elshinta.com – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menjelaskan bahwa saat ini Tentara Nasional Indonesia (TNI) hanya memiliki Satuan Siber, bukan matra siber.

    “Kalau ada matra siber, nanti ada Kepala Staf Angkatan Darat, Kepala Staf Angkatan Laut, Kepala Staf Angkatan Udara, dan Kepala Staf Angkatan Siber. Akan tetapi, di antara para kepala staf dan Panglima itu ada Satuan Siber,” kata Sjafrie dalam Rapat Kerja Komisi I DPR RI bersama Menteri Pertahanan, Panglima TNI, dan tiga Kepala Staf TNI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/2).

    Ia lantas menjelaskan bahwa Satuan Siber di TNI saat ini memiliki kesamaan dengan Pusat Pertahanan Siber di Kementerian Pertahanan.

    “Dan sekarang sedang dikembangkan oleh Panglima bahwa Satuan Siber itu mengambil dari tenaga-tenaga profesional, bukan mereka yang sudah aktif sebagai prajurit. Nah ini yang kami bedakan,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Menhan menginginkan agar Satuan Siber di TNI memiliki teknologi yang tinggi, tetapi sumber daya manusianya hanya sedikit.

    “Ini yang kami ingin. Sebetulnya Satuan Siber itu yang dibutuhkan teknologi, bukan padat karya, bukan perlu orang yang banyak,” jelasnya.

    Pada kesempatan yang sama, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengungkapkan bahwa Satuan Siber di institusinya telah berjalan.

    “Saya sudah membentuk Satuan Siber yang di mana saya rekrut dari hacker-hacker (peretas-peretas, red.), dan masyarakat yang memiliki kemampuan siber, dan sudah mulai beroperasi,” ujar Panglima.

    Sebelumnya, Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal menanyakan progres matra siber kepada Menhan dan Panglima TNI dalam rapat tersebut.

    “Mohon penjelasan untuk berikutnya, pada pertemuan berikutnya barangkali, ini titipan. Sudah sampai di mana perencanaan angkatan matra keempat, Angkatan Siber?” tanya Rizal.

    Sumber : Antara

  • TNI Bakal Revisi Regu untuk Tempatkan Tamtama atau Bintara Drone
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        4 Februari 2025

    TNI Bakal Revisi Regu untuk Tempatkan Tamtama atau Bintara Drone Nasional 4 Februari 2025

    TNI Bakal Revisi Regu untuk Tempatkan Tamtama atau Bintara Drone
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com

    Panglima TNI
    Jenderal
    TNI
    Agus Subiyanto berencana membentuk tamtama atau bintara
    drone
    dalam organisasi TNI. Hal ini disampaikan saat rapat kerja (raker) dengan Komisi I DPR, Selasa (4/2/2025).
    Di hadapan jajaran Komisi I, Panglima Agung mulanya menyebut bahwa kini TNI sudah mengembangkan kemampuan pesawat nirawak saat memeriksa wilayah operasi.
    “Seperti yang sekarang di daerah operasi kita sudah menggunakan drone untuk
    surveillance
    ,” kata Panglima TNI, Selasa.
    Dengan keberadaan drone itu, menurut Panglima, pasukan TNI tidak melulu harus berjalan kaki saat melaksanakan operasi.
    Dia menyebut, cukup satu sampai dua kilometer, TNI kemudian menerbangkan drone untuk memeriksa keseluruhan wilayah.
    “Sehingga kalau dulu kita patroli lima kilometer harus berjalan kaki, sekarang satu kilometer, dua kilometer kita bisa naikan drone kita tahu kondisi di wilayah sekitar itu sesuai dengan jangkauan drone tersebut,” ujar mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) tersebut.
    Meski demikian, Panglima TNI mengatakan, ada konsekuensi yang harus dilakukan jika ingin mengembangkan drone untuk kegiatan operasi wilayah.
    Dia lantas kemudian menyinggung soal pembentukan tamtama atau bintara yang dikhususkan bertugas mengendalikan drone saat operasi.
    “Nah, ini juga kita apabila ada unit drone, itu berarti kita merevisi organisasi regu. Dari mulai regu kita revisi supaya di situ ada tamtama drone atau bintara drone,” kata Panglima TNI.
    Sebagai informasi, TNI memang sudah menggunakan drone sebagai salah satu bagian alat utama sistem senjata (alutsista) pertahanan.
    Berbagai drone yang dimiliki TNI sudah pernah dipamerkan kepada publik.
    Drone
    -drone TNI dihadirkan dalam parade Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-79 TNI di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat pada Oktober tahun lalu.
    Disebutkan, drone tersebut memiliki teknologi modern dan canggih untuk mendukung tugas pokok TNI, baik dalam operasi militer perang maupun operasi militer selain perang.
    Drone milik TNI antara lain Drone Geospasial yang dilengkapi dengan kamera sensor canggih sehingga mampu menghasilkan gambar dan data yang akurat.
    Kemudian, drone
    surveillance
    . Drone ini dilengkapi dengan berbagai sensor, seperti inframerah, radar, dan penginderaan jauh, untuk mendeteksi gerakan atau aktivitas di bawahnya, bahkan dalam kondisi cuaca yang buruk.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Disetujui Komisi I DPR, Kapal Patroli Jepang untuk TNI Akan Ditempatkan di IKN

    Disetujui Komisi I DPR, Kapal Patroli Jepang untuk TNI Akan Ditempatkan di IKN

    Jakarta, Beritasatu.com — Komisi I DPR menyetujui hibah kapal patroli (patrol boat) dari Pemerintah Jepang untuk Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dua kapal tersebut direncanakan akan ditempatkan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, guna memperkuat pengamanan perairan strategis.

    Persetujuan ini diputuskan dalam rapat kerja Komisi I DPR bersama Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan para kepala staf di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/2/2025).

    “Komisi I DPR menyetujui penerimaan kapal patroli hibah dari Official Security Assistance Jepang sebagaimana surat menhan RI kepada ketua DPR,” ujar Ketua Komisi I DPR Utut Adianto.

    Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan kapal patroli ini akan beroperasi di IKN sesuai proyeksi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali.

    “Penerimaan hibah kapal patroli dari Jepang ini bertujuan untuk mendukung pengamanan choke point kita, khususnya di perairan IKN,” katanya.

    Menurut Sjafrie, kapal ini tidak dilengkapi dengan senjata saat diterima. Namun nantinya akan dipersenjatai sebelum digunakan di wilayah perairan Indonesia, terutama di sekitar IKN.

    Kapal patroli ini memiliki spesifikasi sebagai, yaitu panjang mencapai 18 meter, lebar hampir 5 meter, memiliki kecepatan 40 knot, mesin diesel (belum menggunakan mesin listrik), dan berkapasitas dua awak kapal dan 14 penumpang.

    KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali menjelaskan kapal ini akan ditempatkan di IKN karena wilayah tersebut berada di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II dan memiliki banyak sungai. 

    “IKN ini dilintasi oleh ALKI II. Selain itu, di sekitar IKN juga terdapat banyak sungai yang membutuhkan pengamanan,” katanya.

    Ali menambahkan, dengan ukurannya yang hanya 18 meter, kapal patroli hasil hibah Jepang ini dapat menjangkau hingga ke pelosok sungai. “Kapal ini cukup kecil untuk masuk ke sungai-sungai di IKN sehingga dapat digunakan untuk patroli di perairan pedalaman,” pungkas Ali.

  • Menhan: Saya Bingung, Kok Tak Banyak Orang yang Masuk TNI?
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        4 Februari 2025

    Menhan: Saya Bingung, Kok Tak Banyak Orang yang Masuk TNI? Nasional 4 Februari 2025

    Menhan: Saya Bingung, Kok Tak Banyak Orang yang Masuk TNI?
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com

    Menteri Pertahanan
    (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin mengaku heran karena menurutnya, tidak banyak orang yang ingin masuk
    TNI
    .
    Pernyataan ini disampaikan Sjafrie di hadapan anggota Komisi I DPR saat rapat kerja, Selasa (4/2/2025). Hadir juga Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang mendampingi Menhan.
    “Saya juga bingung kenapa kok tidak banyak orang yang masuk Tentara Nasional Indonesia, mungkin karena gajinya kecil. Ini mungkin jadi perhatian kita bersama,” kata Menhan dalam ruang rapat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.
    Lepas dari situ, Sjafrie mengungkit soal mahalnya biaya untuk pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista).
    Terkait hal ini, Sjafrie menyinggung soal menjaga
    kedaulatan negara
    yang tidak bisa diukur dengan uang.
    “Jadi kita memang susah, susah diukur, karena kita hanya
    intangible benefit
    untuk negara yaitu kedaulatan, tinggal kita sekarang ditanya apakah kedaulatan itu harganya berapa? Nah ini lah yang kita kerjakan, bahwa memang alutsista kebutuhan TNI itu mahal, Pak,” ujar dia.
    Berkaitan dengan alutsista, Menhan pun mengaku wajar jika TNI sebagai pengguna alutsista terkesan menghabiskan uang negara.
    Namun, ia kemudian menggambarkan negara sebagai sebuah rumah yang perlu dijaga agar tidak dimasuki maling.
    “Urgensinya adalah memang alutsista ini adalah kebutuhan kita, sedikit saya mau memberitahu kepada bapak ibu sekalian, bahwa TNI memang menghabiskan uang negara. Tapi sebaliknya TNI tidak memberi keuangan negara,” tutur Menhan.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Cek fakta, Prabowo pecat Kapolri Listyo Sigit Prabowo pada awal Februari

    Cek fakta, Prabowo pecat Kapolri Listyo Sigit Prabowo pada awal Februari

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di YouTube menarasikan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo dipecat oleh Presiden Prabowo karena banyaknya kasus yang menimpa institusi tersebut.

    Sebelumnya, sejumlah kasus yang melibatkan oknum polisi terkuak ke publik. Di Semarang, oknum polisi melakukan pemalakan dua orang remaja senilai Rp2,5 juta. Bahkan sebelumnya polisi memalak WNA Malaysia yang menonton DWP di Jakarta pada Desember 2024. Kemudian ada juga laporan bos rental yang tidak diterima hingga tewas ditembak pelaku.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Prabowo Hari Ini Langsung Pecat Kapolri Listyo! Terbanyak Onkum Polisi! Bos Rental Ditembak dll”

    Namun, benarkah Prabowo pecat Kapolri Listyo karena banyaknya kasus di tubuh Polri?

    Unggahan yang menarasikan Prabowo pecat Kapolri Listo karena banyaknya kasus di Polri. Faktanya, isi video tidak sesuai dengan narasi judul. (YouTube)

    Penjelasan:

    Berdasarkan penelusuran ANTARA, tidak ada narasi yang menyatakan Prabowo mencopot jabatan Kapolri.

    Pada Jumat (31/1) lalu, Listyo Sigit masih memimpin acara Rapat Pimpinan (Rapim) Polri 2025 di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan.

    Dalam kesempatan itu, Kapolri juga mengatakan bahwa dalam satu tahun terakhir. Polri menghadapi berbagai macam tantangan, salah satunya terkait anggota kepolisian yang bermasalah. Jenderal bintang empat itu mengajak seluruh personel untuk mengabdi dengan tulus guna mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada kepolisian.

    “Institusi ini yang melahirkan kita, institusi ini yang membesarkan kita, institusi ini yang menjadikan kita seperti saat ini, kapan lagi kita membalas dengan menjaga institusi kita. Tentunya dengan apa? Dengan melakukan berbagai macam perbuatan baik, betul-betul tulus kita dalam memberikan pengabdian kepada masyarakat. Disisi lain, bagaimana kita mengurangi pelanggaran,” ucapnya, dilansir dari ANTARA.

    Presiden Prabowo juga berterima kasih kepada Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, kapolda, dan seluruh perwira, bintara, tamtama TNI dan Polri atas kerja keras mereka menjaga kedaulatan dan keamanan. Hal itu diucapkan Presiden pada saat memberikan arahan-arahan saat Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri 2025 di Jakarta, Kamis.

    Pewarta: Tim JACX
    Editor: Indriani
    Copyright © ANTARA 2025

  • 11 Mayjen TNI AD Teranyar pada Mutasi Awal 2025, Ini Nama-namanya

    11 Mayjen TNI AD Teranyar pada Mutasi Awal 2025, Ini Nama-namanya

    loading…

    Sebanyak 11 Pati TNI AD menyandang pangkat baru yakni Mayjen TNI atau jenderal bintang 2 pada mutasi awal tahun 2025. Salah satunya Gubernur Akmil Mayjen TNI Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw. Foto: Ist

    JAKARTA – Sebanyak 11 Perwira Tinggi (Pati) TNI AD menyandang pangkat baru yakni Mayjen TNI atau jenderal bintang 2 pada mutasi awal tahun 2025. Kesebelas Pati TNI AD di antaranya Mayjen TNI Rokhmat, Mayjen TNI Sachono, hingga Mayjen TNI Lucky Avianto.

    Untuk Laporan Kenaikan Pangkat Pati TNI AD sudah diterima Kasum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon. Letjen Richard mewakili Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

    Baca Juga

    Kemudian, acara kenaikan pangkat didasarkan pada Surat Perintah Panglima TNI Nomor Sprin/29/I/2025 tanggal 7 Januari 2025. Siapa saja 11 Mayjen TNI AD terbaru?

    Daftar 11 Mayjen TNI AD Teranyar pada Mutasi Awal 20251. Mayjen TNI Rokhmat (Orjen TNI Babinkum TNI).

    2. Mayjen TNI Rachmat S (Dekan Fakultas Keamanan Nasional Unhan).

    3. Mayjen TNI Rusmili (Pa Sahli Tk III Bid Komsos Panglima TNI).

    4. Mayjen TNI Joko Suparyoto (Kabinda DKI Jakarta Deputi Bidang Intelijen Dalam Negeri BIN).

    5. Mayjen TNI Sachono (Dansecapaad).

    6. Mayjen TNI Helda Risman (Warek Bid Kerja Sama, Kelembagaan, Inovasi, dan Teknologi Unhan).

    7. Mayjen TNI Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw (Gubernur Akmil).

  • Saat Lagu Indonesia Raya Berkumandang di Kapal Perang Prancis – Halaman all

    Saat Lagu Indonesia Raya Berkumandang di Kapal Perang Prancis – Halaman all

     

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Gerimis mengiringi kunjungan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ke kapal perang induk Prancis Charles De Gaulle yang sedang berlabuh di Pelabuhan Gili Mas, Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat pada Sabtu (2/2/2025).

    Dalam sejumlah video yang diterima dari Biro Info Pertahanan (Infohan) Kementerian Pertahana RI pada Minggu (2/2/2025), kedatangan Sjafrie disambut langsung Menhan Prancis Sebastien Lecornu dengan upacara jajar kehormatan.

    Dalam upacara itu lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu kebangsaan Prancis La Marseillaise berkumandang di Kapal Induk Prancis.

    Sjafrie yang didampingi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali beserta pejabat Kementerian Pertahanan lalu mengunjungi sejumlah ruangan.

    Satu diantaranya tampak seperti anjungan.

    Di ruangan tersebut, Sjafrie dan rombongan tampak mendapatkan penjelasan dari personel Angkatan Laut Prancis terkait kapal perang induk tersebut.

    Sjafrie juga tampak mengunjungi sebuah aula di mana dirinya berbincang santai dengan sejumlah personel Angkatan Bersenjata Prancis.

    Selanjutnya, Sjafrie dan rombongan juga tampak melihat dari dekat pesawat tempur Rafale beserta sejumlah rudal yang digelar di dekat pesawat tempur gemerasi 4.5 itu.

    Setelah itu Sjafrie dan rombongan diantar oleh Sebastien Lecornu dan jajarannya ke pintu keluar kapal.

    Usai kunjungan tersebut Sjafrie mengatakan kunjungan tersebut adalah kunjungan persahabatan untuk memenuhi undangan Pemerintah Prancis.

    “Tadi saya dibawa keliling melihat combat management system, kemudian juga melihat Rafale yang kebetulan kita pesan di Prancis. Sehingga saya bisa melihat langsung peralatan, alutsista, lengkap dengan persenjataan yang menempel di pesawat itu,” ungkap Sjafrie dalam video yang diterima pada Minggu (2/2/2025).

    Hubungan Persahabatan

    Sjafrie menyatakan Kementerian Pertahanan dan Angkatan Bersenjata kedua negara telah meningkatkan hubungan persahabatan. 

    Hal tersebut, lanjut dia, sebagaimana halnya Presiden Prabowo Subianto meningkatkan hubungan persahabatan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

    Sjafrie menyatakan 42 unit pesawat jet tempur Rafale yang dipesan dari Prancis tersebut akan datang secara bertahap.

    Ia berharap pesawat pesawat-pesawat tempur tersebut dapat memperkuat kemampuan TNI Angkatan Udara .

    “Kita pesan 42 pesawat dan ini mulai akan datang secara bertahap dan mudah-mudahan ini bisa memperkuat kemampuan Angkatan Udara kita untuk menjaga kedaulatan Negara Indonesia,” lanjut dia.

    Ketika ditanya terkait rencana pengadaan kapal selam dari Prancis, Sjafrie menjawab Insya Allah.

    Jajaki Kapal Selam

    Sebagaimana diketahui, Indonesia juga tengah menjajaki recana pengadaan kapal selam Scorpene dari Prancis.

    “Insya Allah kapal selam,” kata Sjafrie.

    Karo Infohan sekaligus Juru Bicara Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Frega Wenas menjelaskan Sjafrie dan Sebastien sepakat untuk meningkatkan hubungan pertahanan termasuk di dalamnya peningkatan kemampuan bahasa Prancis untuk personel TNI.

    Ia menjelaskan nantinya Prancis akan mengirimkan tenaga ahli sebagai pengajar bahasa Perancis, sementara Indonesia akan mendukung dari sisi infrastruktur.

    “Pelaksanaan pelatihan bahasa ini akan dipusatkan di Akademi Militer Magelang di mana nantinya tidak hanya melibatkan perwira Angkatan Darat saja,” kata Frega dalam keterangan tertulis yang terkonfirmasi pada Sabtu (1/2/2025).

    “Namun juga melibatkan perwira dari Angkatan lain, baik Angkatan Laut maupun Angkatan Udara, khususnya mereka yang akan mengawaki alutsista buatan Perancis seperti pesawat tempur Rafale maupun kapal selam Scorpene,” lanjut dia.

    Sehari sebelumnya, pada Jumat (31/1/2025) pagi Sebastien mengunjungi Sjafrie di kantor Kementerian Pertahanan RI Jakarta Pusat.

    Usai kunjungan, Sjafrie kemudian mengantar Sebastien ke kediaman Presiden RI Prabowo Subianto di Hambalang Jawa Barat.

     

  • Menhan: Saya Bingung, Kok Tak Banyak Orang yang Masuk TNI?
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        4 Februari 2025

    9 Menhan RI Lihat Langsung Jet Tempur Rafale Bersama Menhan Perancis di Kapal Perang Charles de Gaulle Regional

    Menhan RI Lihat Langsung Jet Tempur Rafale Bersama Menhan Perancis di Kapal Perang Charles de Gaulle
    Tim Redaksi
    LOMBOK BARAT, KOMPAS.com
    – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin tiba di Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat, Sabtu (1/2/2025) menggunakan helikopter Caracal milik TNI AU.
    Ia melakukan pertemuan khusus dengan Menteri Pertahanan
    Perancis
    ,
    Sebastian Lecornu
    , di dalam kapal induk atau kapal perang Perancis yang bersandar di Lombok sejak Selasa (28/1/2025).
    Menhan melihat secara langsung jet tempur
    Rafale
    yang telah resmi dibeli Indonesia sebanyak 42 unit dari pemerintah Perancis pada 8 Januari 2024.
    Sjafrie Sjamsoeddin datang bersama Panglima TNI Agus Subiyanto, dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Muhammad Ali, untuk menggelar pertemuan khusus dengan Menhan Perancis, Sebastian Lecornu, di dalam kapal induk atau kapal perang Perancis yang bersandar di Lombok.
    “Ini adalah kunjungan persahabatan atas undangan pemerintah Perancis, yang mengirim kapal induk dalam rangka
    muhibbah
    (persahabatan) Angkatan Laut Perancis dengan Angkatan Laut Indonesia,” kata Menhan kepada wartawan.
    Menhan mengatakan, bersama Panglima TNI dan KSAL, Menhan Perancis, Sebastian Lecornu, mengajak mereka berkeliling melihat
    Combat Management System
    (CMS), atau sistem perangkat lunak yang mengintegrasikan semua sistem di kapal perang, termasuk sensor dan persenjataan.
    “Kami juga melihat Rafale yang kebetulan kita pesan di Perancis, sehingga saya bisa melihat langsung peralatan alutista lengkap dengan persenjataan yang menempel di pesawat itu,” kata Sjafrie.
    Hal yang paling penting, katanya, yakni upaya meningkatkan hubungan persahabatan antara Indonesia dan Perancis, seperti yang sudah dilakukan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Perancis, Emmanuel Macron.
    “Dan kami,
    Menhan RI
    dan Menhan Perancis, serta seluruh angkatan bersenjata Perancis dan TNI, sepakat untuk meningkatkan hubungan, baik kerja sama hingga hubungan profesi,” kata dia.
    Sjafrie juga mengatakan bahwa Indonesia telah memesan 42 unit jet tempur buatan Perancis dan akan didatangkan secara bertahap untuk memperkuat Angkatan Udara Indonesia dalam menjaga kedaulatan Negara Indonesia.
    Kapal selam Scorpene pun telah dipesan oleh Pemerintah Indonesia.

    Insya Allah,
    kapal selam juga,” katanya saat meninggalkan Gili Mas menggunakan helikopter Caracal milik TNI AU.
    Pertemuan antara Menhan RI dan Menhan Perancis dilakukan secara tertutup di dalam kapal perang Perancis dan tidak bisa diikuti oleh wartawan.
    Wartawan hanya diizinkan mengambil gambar aktivitas dari jarak yang cukup jauh dari areal sandar kapal perang tersebut.
    Nampak Menhan, Panglima TNI, dan Kepala Staf Angkatan Laut mengecek pesawat Rafale yang ada di dalam kapal perang tersebut, dan sebagian berada di hanggar kapal.
    Selain meningkatkan hubungan persahabatan antara Indonesia dan Perancis, termasuk angkatan bersenjata Prancis dan TNI, Menhan mengecek perlengkapan alutista lengkap dengan persenjataan yang menempel di pesawat jet tempur tersebut.
    Kapal perang Perancis akan bersandar di Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat, hingga Senin (3/2/2025).
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Kunjungi Kapal Induk Charles De Gaulle di Lombok
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        1 Februari 2025

    Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Kunjungi Kapal Induk Charles De Gaulle di Lombok Nasional 1 Februari 2025

    Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Kunjungi Kapal Induk Charles De Gaulle di Lombok
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Muhammad Ali mengunjungi
    Kapal Induk Perancis
    , Charles De Gaulle (CDG).
    Juru Bicara Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Frega Wenas Inkiriwang mengatakan, kunjungan Menhan dan rombongan dilakukan lantaran kapal induk milik Perancis itu tengah berlabuh di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
    “Kunjungan Menhan tersebut merupakan wujud sebuah persahabatan yang kuat sebagai bagian dari hubungan pertahanan Indonesia-Perancis,” kata Frega, dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/2/2025).
    Menhan bersama rombongan dalam kunjungan itu sempat mencoba alat utama sistem senjata (alutsista) buatan Perancis seperti helikopter Caracal maupun pesawat Falcon.
    Menhan beserta rombongan juga meninjau combat management system di kapal CDG tersebut.
    “Kunjungan Menhan nantinya akan ditindaklanjuti dengan
    procurement
    , di mana saat ini Indonesia membeli 42 pesawat tempur Rafale termasuk kapal selam Scorpene,” kata Frega.
    “Baik
    Menhan Sjafrie Sjamsoeddin
    dan Menhan Perancis menyepakati untuk meningkatkan hubungan pertahanan, termasuk di dalamnya peningkatan kemampuan bahasa Perancis dari personel TNI,” ucap dia.
    Frega menyatakan, Indonesia dan Perancis telah sepakat melakukan
    kerja sama pertahanan
    .
    Kerja sama ini dimulai dengan langkah Perancis yang akan mengirimkan tenaga ahli sebagai pengajar bahasa Perancis, sementara dari Indonesia akan mendukung dari sisi infrastruktur.
    Pelaksanaan pelatihan bahasa ini akan dipusatkan di Akademi Militer Magelang.
    Nantinya, pelatihan melibatkan perwira Angkatan Darat, Laut, dan Angkatan Udara.
    Mereka yang sudah menguasai bahasa Perancis nantinya akan mengawasi pembelian alutsista seperti pesawat tempur Rafale maupun kapal selam Scorpene.
    “Secara umum, kunjungan yang dilakukan Menhan Perancis ke Kemenhan RI kemarin serta kunjungan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin hari ini ke
    Kapal Induk Charles De Gaulle
    menjadi sebuah gambaran yang menandakan persahabatan yang kuat antara Indonesia dan Perancis,” kata Frega.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Soal Sipil Jadi Tentara Siber, Anggota DPR: Sulit Kalau Prajurit TNI
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        1 Februari 2025

    Soal Sipil Jadi Tentara Siber, Anggota DPR: Sulit Kalau Prajurit TNI Nasional 1 Februari 2025

    Soal Sipil Jadi Tentara Siber, Anggota DPR: Sulit Kalau Prajurit TNI
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Anggota Komisi I DPR RI
    Rizki Aulia Rahman Natakusumah
    menekankan bahwa perkembangan teknologi dan dinamika lingkungan strategis saat ini mendorong
    TNI
    untuk melakukan terobosan demi menjaga kedaulatan negara.
    Rizki mengungkapkan, tantangan terbesar adalah melatih prajurit TNI yang telah terlatih secara konvensional untuk dapat menangani perkara siber.
    “Kami kira memang akan sulit kalau mempersiapkan prajurit TNI yang sudah telanjur dilatih dengan pendekatan yang konvensional untuk bisa menangani masalah siber,” kata Rizki, saat dikonfirmasi, pada Sabtu (1/2/2025).
    Menyikapi hal tersebut, Rizki mendorong perlunya
    strategi baru
    agar TNI dapat menghadirkan prajurit yang andal dalam menangani persoalan siber.
    “Jadi perlu ada strategi lainnya untuk menghadirkan prajurit yang cakap penanganan masalah siber oleh alat negara seperti TNI,” ujarnya.
    Komisi I DPR RI mendukung inovasi dari pimpinan tertinggi TNI untuk memastikan TNI tetap relevan sebagai ujung tombak pertahanan negara.
    Rizki menegaskan bahwa Komisi I DPR RI siap berdiskusi mengenai ide merekrut warga sipil menjadi
    tentara siber
    .
    “Hal ini perlu komunikasi antar lembaga yang solid karena rencana tersebut akan berimplikasi signifikan terhadap dasar hukum operasional TNI, mulai dari undang-undang hingga konstitusi negara,” ungkapnya.
    “Maka dari itu, kami dari Komisi I DPR RI membuka diri untuk berdiskusi dengan pemegang kebijakan terkait, seperti Kemhan dan TNI, untuk mempertimbangkan ide dari panglima tersebut,” tambah Rizki.
    Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto sebelumnya sedang menyiapkan Satuan Siber yang berbeda dengan matra lain yang telah ada.
    Agus menyatakan, TNI berencana untuk merekrut masyarakat sipil yang ahli di bidang siber untuk menjadi tentara.
    Dia mengatakan, langkah ini diambil karena lebih mudah dibandingkan mengajarkan prajurit TNI untuk menguasai bidang siber.
    “Kalau di bidang lain seperti siber, saya merekrut khusus siber yang memang dia yang tadinya orang siber, sipilnya siber, kita jadikan tentara,” kata Panglima, dalam rapat pimpinan (rapim) TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (31/1/2025).
     
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.