Pjs Walkot Makassar Hadiri FGD Percepatan Investasi Sulsel, Bahas soal Tingkat Investasi di Daerah
Tim Redaksi
KOMPAS.com
– Kepala
Kejaksaan Tinggi
(Kajati)
Sulawesi Selatan
(Sulsel) Agus Salim menyampaikan inspirasinya dalam menggelar
Focus Group Discussion
(FGD) bertajuk “Percepatan
Investasi
untuk Pertumbuhan Ekonomi Tinggi”.
Diskusi yang dihadiri secara langsung oleh Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota (Walkot) Makassar Andi Arwin Azis itu diselenggarakan di Hyatt Place, Sulsel, Senin (11/11/2024).
Acara tersebut bertujuan untuk menggalang komitmen antarpemangku kebijakan untuk mendorong
investasi
yang dapat mendongkrak perekonomian Sulsel.
Agus menjelaskan, diskusi tersebut dibuat berdasarkan pengalamannya di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah (Sulteng). Provinsi ini disebut menjadi salah satu wilayah dengan investasi terbesar di Indonesia.
“(Ada) potensi yang sama di Sulsel, meski masih dihadapkan pada tantangan, termasuk ego sektoral yang menghambat kelancaran berbagai proyek infrastruktur,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (12/11/2024).
Satuan tugas (satgas) khusus percepatan investasi, lanjut dia, perlu dibentuk guna menembus berbagai hambaran yang menghalangi masuknya investasi. Hal tersebut sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 11 Tahun 2021.
“Saya yakin dengan adanya satgas percepatan investasi ini, semua hambatan akan dapat diterobos, serta mendorong kolaborasi antarlembaga,” imbuhnya.
Selain itu, Agus juga membahas arahan Presiden RI yang menjadi fokus utama dalam penegakan hukum ke depan, termasuk ketahanan pangan yang beririsan dengan program peningkatan gizi masyarakat.
Serta, program energi terbarukan, di mana subsidi bahan bakar minyak (BBM) dinilai masih sering tidak tepat sasaran.
“Untuk mencapai target nasional, sinergi dan kontribusi seluruh pengambil keputusan sangat dibutuhkan,” tambahnya.
Agus berharap, hasil diskusi tersebut dapat menjadi
pilot project
yang dapat diterapkan lebih luas hingga di tingkat kejaksaan agung.
“Target ini adalah PR besar untuk kita semua di Sulsel. Jika berhasil, saya akan usulkan model satgas ini ke Kejaksaan Agung agar bisa diterapkan di seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Perlu diketahui, FGD tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh sebagai narasumber, antara lain Guru Besar Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Aminuddin Ilmar, Guru Besar Ekonomi Unhas Marsuki DEA dan Hendrian.
Turut hadir melalui sambungan daring, Pj Gubernur Sulsel Zudan Arif Fakhrulloh, serta sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulsel termasuk Kantor Wilayah (Kanwil) Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sulsel.
Serta, para Wali Kota, Pj Wali Kota, Bupati, dan Pj Bupati se-Sulsel.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Agus Salim
-
/data/photo/2024/11/12/6732de390dd0b.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pjs Walkot Makassar Hadiri FGD Percepatan Investasi Sulsel, Bahas soal Tingkat Investasi di Daerah Regional 12 November 2024
-

Respons Agus Salim yang Dikabarkan Bakal Dilaporkan Pratiwi Noviyanthi ke Polisi
Jakarta, Beritasatu.com – Korban penyiraman air keras, Agus Salim buka suara perihal kabar apabila dirinya bakal dilaporkan balik ke polisi oleh Pratiwi Noviyanthi.
“Agus pasrahkan saja sama Allah. Dia punya kan hak, ya jadi biarkan saja,” kata Agus Salim dikutip dari channel YouTube, Senin (11/11/2024).
Agus Salim mengaku tidak ingin memperpanjang kisruhnya dengan Pratiwi Noviyanthi atau Novi di ranah hukum.
“Ya sudahlah, saya serahkan sama Allah sama hidup saya ini,” tuturnya lagi.
Meski bakal dilaporkan Pratiwi Noviyanthi ke polisi, Agus Salim menyebut tidak akan pernah ada dendam terhadap wanita yang berkeinginan untuk membantu dirinya untuk sembuh.
“Aku tidak pernah takut, biarkan saja. Agus tidak merasa berbuat yang macam-macam saja. Dia kan punya hak,” tambahnya.
“Untuk apa Agus dendam dan menyimpan amarah, Agus bilang, saya bukan orang pendendam. Sudah itu saja,” tandasnya.
-

Mengenal Selebritas Indonesia yang Terlahir dari Keturunan Pahlawan
Jakarta, Beritasatu.com – Setiap 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan, ini menjadi momen untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang memerdekakan Indonesia. Sejumlah selebritas wanita Indonesia ternyata memiliki garis keturunan dari pahlawan-pahlawan nasional Tanah Air.
Nama-nama dan karya-karya mereka pun sudah dikenal oleh masyarakat, sehingga karier para selebritas ini semakin bersinar.
Meskipun para pahlawan telah tiada dan hanya nama-nama mereka yang dikenang, tetapi jasa mereka tetap hidup dalam ingatan. Perjuangan mereka kini dilanjutkan oleh generasi penerus, termasuk oleh para artis wanita Indonesia.
Dian Sastrowardoyo
Aktris terkenal Dian Sastrowardoyo ternyata memiliki darah pahlawan Indonesia. Wanita yang juga berprofesi sebagai dosen ini merupakan cucu dari Prof Mr Sunario Sastrowardoyo.
Kakek Dian Sastro adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah Indonesia, terlibat dalam Manifesto 1925 dan Kongres Pemuda II, dua peristiwa yang sangat berpengaruh dalam perjuangan kemerdekaan.
Ashanty
Ashanty, istri dari Anang Hermansyah, juga berasal dari keturunan pahlawan. Kakeknya, Prof Dr KH Abdullah Siddik SH, adalah seorang pahlawan nasional yang dihormati di Bengkulu Utara.
Diketahui, ia pernah menjadi rekan sejawat Agus Salim dalam organisasi Jong Islamieten Bond, yang berperan penting dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia.
Dewi Yull
Artis senior Dewi Yull merupakan cicit dari RM Tirto Adhi Soerjo, seorang tokoh penting dalam kebangkitan nasional. RM Tirto Adhi Soerjo adalah pendiri surat kabar pertama di Indonesia, Media Prijaji, dan pada 1973 dinobatkan sebagai Bapak Pers Nasional. Ia juga diberi gelar Pahlawan Nasional pada 3 November 2006.
Karina Salim
Karina Salim adalah cicit dari H Agus Salim, salah satu tokoh penting dalam sejarah Indonesia yang juga anggota Panitia Sembilan.
H Agus Salim diangkat sebagai pahlawan nasional pada 27 Desember 1961 karena kontribusinya dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Nia Dinata
Nia Dinata dikenal sebagai sutradara terkenal Indonesia, merupakan cucu dari Otto Iskandardinata, yang terkenal sebagai Si Jalak Harupat.
Kakek Nia Dinata ini sangat aktif dalam organisasi pergerakan, termasuk Budi Utomo, Dewan Rakyat (Volksraad), dan Paguyuban Pasundan. Otto Iskandardinata juga pernah memimpin surat kabar Tjahaja dan pada 6 November 1973 diangkat sebagai Pahlawan Nasional.
Asri Welas
Asri Welas yang dikenal sebagai artis multitalenta, ternyata merupakan keturunan ketujuh dari Pangeran Diponegoro. Keturunan Pangeran Diponegoro ini terungkap melalui pohon jalar yang ada di rumah nenek Asri, dikenal sebagai simbol dari keturunan pahlawan asal Yogyakarta tersebut.
Celine Evangelista
Celine Evangelista adalah cicit dari Haji Fadeli Luran, seorang tokoh penting yang berperan dalam menyatukan umat Islam di Sulawesi Selatan.
Meskipun kini Celine memiliki keyakinan yang berbeda dengan kakek buyutnya, darah perjuangan tetap mengalir dalam dirinya sebagai keturunan seorang pahlawan.
Maia Estianty
Maia Estianty, musisi dan penyanyi terkenal adalah cicit dari Raden Hadjie Oemar Said Tjokroaminoto (HOS Cokroaminoto), salah satu tokoh besar dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia.
HOS Cokroaminoto dikenal sebagai salah satu pemimpin yang berpengaruh pada masa penjajahan dan memiliki jasa besar bagi bangsa Indonesia. Namanya pun diabadikan sebagai nama jalan di berbagai daerah di Indonesia.
-

Mau Berobat ke Singapura, Agus Salim Ngebet Uang Donasi dari Pratiwi Noviyanthi Dikembalikan
Jakarta, Beritasatu.com – Agus Salim, korban penyiraman air keras yang berseteru dengan Pratiwi Noviyanthi atau Novi, berharap agar uang donasi yang sudah dikembalikan bisa diperuntukkan lagi untuk pengobatan matanya.
“Marilah kita berdamai saja, maka itu akan jauh lebih baik, peperangan seperti itu tidak ada manfaatnya,” jelas Agus Salim dikutip dari channel YouTube, Jumat (8/11/2024).
Agus Salim tidak akan memperdebatkan lagi soal perseteruannya dengan Novi.
“Yang sudah ya sudah lah, enggak usah lagi diperpanjang maka nanti ujungnya tidak baik,” ujarnya.
Sementara itu, kuasa hukum Agus Salim, Krisna Murti meminta agar pihak Novi bisa duduk bersama untuk membahas soal pengobatan mata yang dialami oleh Agus.
“Agus berharap sekali uang donasi yang diperuntukkan untuk Agus yang sudah ditransfer ke Novi untuk pengobatan Agus,” tuturnya.
Ia menyebutkan, perdamaian antar keduanya bisa terjadi lantaran Agus Salim tidak bisa melakukan pengobatan dengan menggunakan kartu BPJS.
“Kita sudah ke kantor humas BPJS, mereka menerangkan soal Perpres Nomor 59 Tahun 2024 pada Pasal 14 poin R yang menyatakan korban kecelakaan atau korban penganiayaan tidak mendapatkan jaminan pengobatan. Jadi kasus seperti Agus ini tidak dijamin oleh negara, sudah jelas ya Agus ini tidak dijamin BPJS,” ungkapnya.
Krisna Murti menyebut, apabila Novi tidak ingin mengembalikan uang donasi maka dirinya akan berupaya keras mencari jalan lain untuk kesembuhan Agus.
“Marilah kita duduk bersama untuk mendapatkan kejelasan, kalau memang sudah tidak sejalan atau tidak searah terkait uang itu maka kami akan upayakan dengan cara lain agar bagaimana Agus bisa melakukan pengobatan,” tambahnya.
Selain Krisna Murti, Farhat Abbas yang juga kuasa hukum Agus Salim sedang mengupayakan untuk membawa kliennya ke Singapura untuk pengobatan.
“Untuk soal pengobatan nanti Krisna yang handle, kalau saya semua nanti jadi tidak fokus. Tim Krisna Mukti tentu sedang mempersiapkan Agus untuk ke Singapura,” jelasnya.
Menurut Farhat, ada salah satu yayasan yang akan menanggung sepenuhnya pengobatan biaya untuk Agus.
“Jadi tenang saja ya Agus, walaupun uang kamu berada di tangan orang tetapi tangan Tuhan tetap mengisi kantong dan kesehatanmu,” bebernya.
-
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4992602/original/043195900_1730863631-IMG-20241106-WA0003.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Dukung Percepatan Investasi, Kajati Sulsel- Kepala ATR BPN Sulsel Bahas Pengamanan Lahan
Liputan6.com, Makassar Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kajati Sulsel) Agus Salim melakukan silaturahmi dengan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Tri Wibisono di Kantor Kementerian Agraria Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Provinsi Sulsel di Jalan Cendrawasih, Kota Makassar, Selasa 5 November 2024.
Pertemuan mereka membahas dukungan kedua lembaga untuk percepatan investasi di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan (Sulsel)
Kajati Sulsel, Agus Salim mengatakan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan Kejaksaan bisa mendukung dalam pengamanan lahan yang akan digunakan untuk investasi.
Hal ini, menurut Agus sangat penting untuk mencegah munculnya konflik atau perkara agraria di kemudian hari. Baik yang bersifat perdata, pidana maupun permasalahan sengketa lainnya.
“Calon investor butuh kepastian hukum, termasuk pengadaan lahan yang akan digunakan. Harus clean and clear atau tanpa masalah,” kata Agus Salim.
Dia mengungkapkan, kebijakan investasi di Sulsel memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Untuk itu, kata Agus, koordinasi yang baik antar Kejaksaan dan Kementerian ATR/BPN adalah kunci utama untuk mencapai penyelesaian yang adil, transparan, dan efektif.
“Melalui kerjasama, kita berharap dapat meningkatkan efektivitas penanganan masalah agraria untuk mendukung investasi. Dengan memastikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat, serta mencegah terjadinya praktik-praktik yang tidak diinginkan yang dapat merugikan masyarakat dan negara,” ungkap Agus Salim.
Kepala Kanwil ATR/BPN Provinsi Sulsel, Tri Wibisono mengungkapkan kerjasama pihaknya dengan Kejati Sulsel di bidang Agraria selama ini telah berjalan baik.
Mulai dari pemberian dukungan data dan/atau informasi, pencegahan dan penegakan hukum, pengawalan dan bantuan pengamanan pembangunan strategis, asset tracing atau pelacakan aset, penanganan masalah hukum perdata dan tata usaha negara.
“Termasuk pencegahan dan pemberantasan mafia tanah yang kadang menjadi penghalang masuknya investasi ke Sulsel,” terang Tri.
Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ucapkan salam perpisahan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).
-

Dua Begal Surabaya Ditangkap Polisi, Empat Pelaku Lain Buron
Surabaya (beritajatim.com)– Dua begal Surabaya ditangkap polisi, Jumat (1/11/2024), setelah beraksi di kawasan Jalan Telaga Utama Road Citraland. Diketahui, dua pelaku yang diamankan tergabung dalam komplotan begal yang biasa beraksi di Surabaya.
Kapolsek Lakarsantri Kompol M Akhyar mengatakan kedua pelaku yang diamankan adalah Ainul Yaqin (19) asal Bulak Banteng dan Agus Salim (20) asal Bulak Banteng Sekolahan. Sementara, empat pelaku lainnya masih buron. “Sudah kami kantongi identitasnya. Saat ini sedang kami buru,” kata Akhyar, Rabu (6/11/2024).
Dari hasil pemeriksaan polisi, komplotan begal ini pernah beraksi di lima titik Kota Surabaya. Mereka pernah beraksi di Jalan Nias, Jalan Kenjeran, Jalan Suramadu dan Jalan Ir. Soekarno.
Saat ini, polisi masih menelusuri kemungkinan lokasi lain yang pernah menjadi tempat mereka beraksi. “Hasil pemeriksaan sementara ada lima lokasi. Kami masih kembangkan,” tuturnya.
Kepada polisi, dua pelaku begal yang diamankan itu mengatakan bahwa mereka menjual hasil kejahatannya ke Madura dengan harga yang bervariasi. “Mereka menjual motornya dengan harga Rp4 juta hingga Rp5 juta. Uangnya dibagi rata kepada 6 anggota komplotan,” imbuh Akhyar.
Sementara itu, Ainul saat ditanya mengaku nekat melakukan begal bukan karena desakan ekonomi. Mereka melakukan pembegalan lantaran hasilnya untuk pesta miras di sebuah diskotik di Surabaya Utara. “Uangnya kebanyakan dibuat dugem,” kata Ainul.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana kurungan penjara maksimal 9 tahun. [ang/suf]
-

Denny Sumargo Datangi Rumah Farhat Abbas yang Menantang Ingin Memukul
Jakarta, Beritasatu.com – Denny Sumargo tampaknya ingin menunjukkan sikap gentleman kepada Farhat Abbas. Tanpa takut dengan tantangan dari pengacara tersebut, pria asal Makassar ini mendatangi rumah Farhat pada Minggu (3/11/2024) malam.
Kunjungan ini terungkap melalui sebuah unggahan di YouTube. Dalam video itu, Denny terlihat percaya diri mengenakan jaket kulit hitam, topi putih, dan kacamata saat mengunjungi kediaman Farhat.
Denny mengungkapkan, dirinya telah membuat janji untuk bertemu dengan Farhat. Mantan suami Nia Daniaty tersebut bahkan mengetahui alamat rumah Farhat melalui pesan.
Saat pertama kali datang, Denny pun langsung mengetuk pagar kayu kediaman Farhat Abbas. Namun, ternyata yang keluar pertama kali bukan pengacara kontroversial tersebut, melainkan seorang lelaki yang diduga adalah orang yang bekerja di rumah Farhat.
Tanpa basa-basi Denny Sumargo langsung mengatakan ingin bertemu dengan Farhat Abbas yang menantang akan memukulnya.
“Tadi sudah janjian. Bang Farhat sudah share lokasi, katanya bang Farhat mau hajar saya,” ungkap Denny Sumargo kepada seorang lelaki yang menerimanya di balik pagar.
Pria yang menemui aktor tersebut langsung meminta Denny untuk menunjukkan bukti, Farhat Abbas pernah mengancam ingin memukulnya.
Mulanya pria tersebut tidak percaya dan menolak kedatangan Denny Sumargo yang membawa media ke kediaman Farhat Abbas.
Setelah berdiskusi panjang dengan logat Makassar, pria tersebut akhirnya meminta Denny untuk masuk ke rumah Farhat Abbas.
Tak lama, Denny Sumargo akhirnya keluar. Ia mengatakan sudah bertemu dengan Farhat Abbas. Namun, tidak diketahui pembicaraan apa yang dilakukan oleh keduanya. Bahkan, saat keluar dari rumah, Denny tampak baik-baik saja dan tidak ada luka pukulan di tubuhnya.
“Iya tadi sudah bertemu di dalam,” kata Denny Sumargo.
Diberitakan sebelumnya, Denny Sumargo mengungkapkan kemarahan setelah mendengar pernyataan Farhat Abbas yang ingin menghajarnya. Suami Olivia Allan itu menanggapi dengan nada tegas.
“Gue baru saja melihat video ada orang mau menghajar gue. Katanya mau hajar gue, lo? Eh, Farhat Abbas. Lo mau hajar gue? Kasih tahu lokasinya di mana, gue yang samperin lo. Dengar enggak?” kata Denny Sumargo dikutip dari kanal YouTube, Senin (4/11/2024).
Denny mengakui Farhat sempat menghubunginya. Ia meminta agar permasalahan antara Pratiwi Noviyanthi dan Agus Salim diselesaikan dengan cara baik-baik tanpa melibatkan pihak berwajib.
-

Denny Sumargo Siap Duel dengan Farhat Abbas
Jakarta, Beritasatu.com – Selebritas Denny Sumargo mengungkapkan kemarahan setelah mendengar pernyataan Farhat Abbas yang ingin menghajarnya. Suami Olivia Allan itu menanggapi dengan nada tegas.
“Gue baru saja melihat video di mana ada orang mau menghajar gue. Katanya mau hajar gue, lo? Eh, Farhat Abbas. Lo mau hajar gue? Kasih tahu lokasi lo di mana, gue yang samperin lo. Lo dengar enggak?” tegas Denny Sumargo dikutip dari channel YouTube, Minggu (3/11/2024).
Denny meminta Farhat untuk tidak hanya berbicara tanpa bertindak. Ia menunjukkan ketertarikan untuk beradu fisik dengan pengacara tersebut.
“Kasih tahu gue lokasinya, hajar beneran ya kayak laki. Harus main fisik kalau sama-sama laki. Dia kan laki-laki, jadi jangan asal bicara saja. Gue tunggu waktunya, bro Farhat,” tambahnya.
Ia juga menegaskan kepada mantan suami Nia Daniaty tersebut agar memberikan lokasi secara langsung, mengingat Farhat memiliki nomor teleponnya.
“Dia ada nomor gue, share saja lokasinya. Sekali lagi, gue yang samperin, bukan dia yang samperin gue. Jangan belok-belok, ya. Nanti bilangnya cuma hajar hukum,” ujarnya.
Denny mengakui Farhat sempat menghubunginya. Ia meminta agar permasalahan antara Pratiwi Noviyanthi dan Agus Salim diselesaikan dengan cara baik-baik tanpa melibatkan pihak berwajib.
“Dari awal gue sudah bilang ke dia, masalah ini jangan dibawa ke arah negatif karena tidak bagus. Datang dengan hal positif,” jelasnya.
“Orang yang dilaporkan tentu kecewa karena berniat baik untuk membantu. Sementara, orang yang mengalami musibah justru semakin terhujat. Jadi, lebih baik diselesaikan dengan cara duduk bersama.”
Sebelumnya, perseteruan antara Denny Sumargo dan Farhat Abbas bermula saat Denny melontarkan hinaan di kolom komentar TikTok @rm_cutieshop07, terkait ucapan Farhat.
“T*e,” kata Denny Sumargo.
Melihat respons tersebut, Farhat pun bereaksi marah.
“Berani dia menghina saya. Heh, Denny, lo bicara kasar ke gue, gue hajar lo. Kalau berani ngomong sama saya, kamu siapa? Saya enggak takut sama lo,” tandas Farhat.
-
/data/photo/2024/10/22/67176fee6ee58.png?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Buntut Polemik Donasi, Agus Salim Disebut Ingin Mengakhiri Hidup Megapolitan 30 Oktober 2024
Buntut Polemik Donasi, Agus Salim Disebut Ingin Mengakhiri Hidup
Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com
– Korban
penyiraman air keras
, Agus Salim (32), disebut ingin mengakhiri hidup karena uang donasi yang awalnya untuk pengobatan yang berpolemik.
“Iya (ingin mengakhiri hidup),” ujar kuasa hukum Agus Salim, Farhat Abbas, saat dikonfirmasi
Kompas.com
, Rabu (30/10/2024).
Namun, Farhat tidak menjelaskan penyebab pasti niat Agus untuk mengakhiri hidupnya.
Farhat hanya mengirimkan video kepada
Kompas.com
yang berisi penjelasan mengenai kasus yang dialami kliennya.
Dalam video itu, Farhat meminta Pratiwi Novianthi, Ketua Yayasan Rumah Peduli Kemanusiaan, untuk tidak lagi ikut campur.
Untuk diketahui, yayasan yang dipimpin Novianthi awalnya mencari penggalangan dana bagi Agus.
“Dimana-mana teman-teman gue yang pintar-pintar bilang, itu uangnya Agus. Sudahlah, si Agus sudah buta, biarkan saja dia menikmati uang yang diatur oleh keluarganya. Ngapain dicampurkan lagi,” kata Farhat.
Menurut Farhat, pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana donasi dan meminta agar semua transaksi yang terkait dengan Yayasan Rumah Peduli Kemanusiaan diaudit.
“Novi bilang yayasan open donasi tiga hari, terus lebih dari tiga hari itu uang buat dia operasional. Itu tidak benar, kita minta diaudit. Dan seluruh dana yang diminta, yang dipromosikan dari rekening yang menggunakan rekening yayasan itu, diaudit juga, berapa uang yang masuk. Itu perlu,” kata Farhat.
Sementara itu, Noviyanthi, sebelumnya angkat bicara terkait penggalangan dana untuk Agus Salim yang menjadi
korban penyiraman air keras
oleh anak buahnya, JJS (18).
Dalam konferensi pers di Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (28/10/2024), Novianthi menjelaskan bahwa penggalangan dana dimulai setelah W, anggota keluarga Agus, menghubunginya melalui Instagram.
Kala itu, W meminta bantuan untuk open donasi, dengan harapan agar biaya pengobatan Agus dapat terpenuhi dengan cepat.
“Juga agar dibantunya open donasi ke yayasan kami,” ucap Novianthi.
Noviyanthi pun mendatangi kediaman Agus pada 12 September 2024 untuk melihat kondisi korban yang mengalami luka bakar parah akibat penyiraman air keras pada 1 September 2024.
Setelah pertemuan tersebut, Novianthi mulai menggalang dana melalui Instagram dan YouTube untuk biaya operasi Agus.
Penggalangan dana ini semakin meluas setelah Agus hadir sebagai narasumber dalam kanal YouTube milik artis Denny Sumargo.
Di sana, diumumkan bahwa donasi untuk biaya operasi Agus bisa dikirimkan melalui rekening pribadinya, yang akhirnya berhasil mengumpulkan sekitar Rp 1,4 miliar.
Namun, Novianthi menyebut bahwa Agus tidak amanah dalam menggunakan dana tersebut.
Hal ini membuat Novianthi meminta agar uang donasi dikembalikan ke rekening yayasan.
Novianthi menegaskan bahwa hingga kini dana donasi masih utuh.
Kendati demikian, perselisihan terkait dana donasi ini kini berujung pada jalur hukum.
Novianthi pun dilaporkan oleh Agus Salim ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan pencemaran nama baik. Laporan itu tercatat dengan nomor LP/B/6330/X/2024/SPKT/POLDA METRO JAYA.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
